Islam dan Sumber Ajarannya

A. PENGERTIAN AGAMA ISLAM

Ada dua sisi yang dapat kita gunakan untuk memahami pengertian agama Islam, yaitu sisi kebahasaan dan sisi peristilahan. Kedua sisi pengertian tentang ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Dari segi kebahasaan Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian. Senada dengan pendapat di atas, sumber lain mengatakan bahwa Islam berasal dari bahasa Arab, terambil dari kata salima yang berarti selamat sentosa. Dari asal kata itu dibentuk kata aslama yang artinya memelihara dalam keadaan selamat sentosa dan berarti pula menyerahkan diri, tunduk, patuh, dan taat. Kataaslama itulah yang menjadi kata Islam yang mengandung arti segala arti yang terkandung dalam arti pokoknya. Oleh sebab itu, orang yang berserah diri, patuh, dan taat disebut sebagai orang Muslim. Orang yang demikian berarti telah menyatakan dirinya taat, menyerahkan diri, dan patuh kepada Allah Swt. Orang tersebut selanjutnya akan dijamin keselamatannya di dunia dan akhirat.[1] Dari pengertian kebahasaan ini, kata Islam dekat dengan arti kata agama yang berarti menguasai, menundukkan, patuh, hutang, balasan, dan kebiasaan. Pengertian Islam demikian itu, menurut Maulana Muhammad Ali dapat dihami dari firman Allah yang terdapat pada ayat 202 surat AI-Baqarah yang artinya, Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. [2] Dari uraian di atas, kita sampai pada suatu kesimpulan bahwa kata Islam dari segi kebahasaan mengandung arti patuh, tunduk, taat, dan herserah diri kepada Tuhan dalam upaya mencari keselamatan dan kebaliagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Hal demikian dilakukan atas kcsadaran dan kemauan diri sendiri, bukan paksaan atau berpurapura, melainkan sebagai panggilan dari fitrah dirinya sebagai makhluk yang sejak clalam kandungan sudah menyatakan patuh dan tunduk kepada Tuhan. Dengan demikian, perkataan Islam sudah menggambarkan kodrat manusia sebagai makhluk yang tunduk dan patuh kepada "I'uhan”. Keadaan ini membawa pada timbulnya pemahaman terhadap orang yang tidak patuh dan tunduk sebagai wujud dari penolakan terhadap fitrah dirinya sendiri. Demikianlah pengertian Islam dari segi kebahasaan sepanjang yang dapat kita pahami dari berbagai sumber yang dikemukakan para ahli. Adapun pengertian Islam dari segi istilah akan kita dapati rumusan yang berbeda-beda. Harun Nasution misalnya mengatakan bahwa Islam menurut istilah (Islam sebagai agama), adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad Saw. sebagai Rasul. Islam pada hakikatnya membawa ajaranajaran yang bukan hanya mengenal satu segi, tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia.[3] Sementara itu Maulana Muhammad Ali mengatakan bahwa Islam adalah agama perdamaian; dan dua ajaran pokoknya, yaitu keesaan Allah dan kesatuan atau persaudaraan umat manusia menjadi bukti nyata, bahwa agama Islam selaras benar dengan namanya. Islam bukan saja dikatakan sebagai agama seluruh nabi Allah, sebagaimana tersebut pada beberapa ayat kitab suci Al-quran, melainkan pula pada segala sesuatu yang secara tak sadar tunduk sepenuhnya kepada undang-undang Allah, yang kita saksikan pada alam semesta.[4] Berdasarkan pada keterangan tersebut, maka kata Islam menurut istilah adalah mengacu kepada agama yang bersumber pada wahyu yang datang dari Allah Swt. bukan berasal dari manusia, dan bukan pula berasal dari Nabi Muhammad Saw. Posisi Nabi dalam agama Islam diakui sebagai yang ditugasi oleh Allah untuk menyebarkan ajaran Islam tersebut kepada umat manusia. Dalam proses penyebaran agama Islam, nabi terlibat dalam memberi

keterangan. Islam adalah agama sepanjang sejarah manusia. Hal demikian dapat dipahami dari ayat-ayat yang terdapat di dalam Alquran yang menegaskan bahwa para nabi tersebut termasuk orang yang berserah diri kepada Allah. Agama dari seluruh Nabi dan Rasul yang pernah diutus oleh Allah Swt. karena surat-surat dan ayat-ayat Alquran satu dan lainnya saling bergabung dan berkaitan. Kata Islam tidak mempunyai hubungan dengan orang tertentu atau dari golongan manusia atau dari suatu negeri. Sementara itu AI-Farra berpendapat bahwa lafal Alquran berasal dari kata qarain jamak dari kata qaranih yang berarti kaitan. Al-Asy'ari dan para pengikutnya mengatakan bahwa lafal Alquran diambil dari akar kata qarn yang berarti menggabungkan sesuatu atas yang lain. Kata Islam adalah nama yang diberikan oleh Tuhan sendiri. Sebagaimana firman Allah . dan ketentuan Nabi Muhammad Saw. Di dalam Al-qur’an surat An-Nisa ayat 156 kita dianjurkan agar menaati Allah dan Rasul-Nya serta Ulil Amri (pemimpin). karena betapapun hebatnya Ulil Amri itu. B. dan contoh praktiknya. Selanjutnya. atau tidak mutlak. Nabi Sulaiman. dilihat dari segi misi ajarannya. Alquran Di kalangan para ulama dijumpai adanya perbedaan pendapat di sekitar pengertian Alquran baik dari segi bahasa maupun istilah. Ketentuan ini sesuai dengan agama Islam itu sendiri sebagai wahyu yang berasal dari Allah Swt.[5] Pengertian-pengertian kebahasaan yang berkaitan dengan Alquran tcrsebut sungguhpun berbeda. secara istilah Islam adalah nama bagi suatu agama yang berasal dari Allah Swt. Penjelasan mengenai sumber ajaran Islam tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut. Nabi Musa. Asy-Syafi'i misalnya mengatakan bahwa Alquran bukan berasal dari akar kata apa pun. yang antara lain ayat-ayatnya saling berkaitan satu dan lainnya. yang penjabarannya dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Artinya : “Sesungguhnya agama yang di ridhoi Allah di sisinya adalah agama islam” (QS. sedangkan jika produk dari Ulil Amri tersebut bertentangan dengan kehendak Tuhan. Nama Islam demikian itu memiliki perbedaan yang luar biasa dengan nama agama lainnya. Atas dasar inilah mentaati ulil Amri bersifat kondisional. pada bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok manusia. dan Nabi Isa as. Islam itulah agama bagi Adam as. 1. maka tidak wajib menaatinya. ia tetap manusia yang memiliki kekurangan dan tidak dapat dikultuskan. penjelasan. Ali Imron : 19) Demikian dapat dipahami dari petunjuk ayat-ayat Alquran yang diturunkan oleh Allah Swt. tetapi masih dapat ditampung oleh sifat dan karakteristik Alquran itu sendiri. sedangkan penalaran atau akal pikiran sebagai alat untuk memahami Alquran dan Al-Sunnah. Lafal tersebut sudah lazim digunakan dalam pengertian kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. SUMBER –SUMBER AJARAN ISLAM Di kalangan ulama terdapat kesepakatan bahwa sumber ajaran Islam yang utama adalah Alquran dan Al-Sunnah. dan bukan pula ditulis dengan memakai hamzah. Selanjutnya. Selanjutnya ketaatan kepada Ulil amri atau pemimpin sifatnya kondisional. uraian. Dengan demikian. Nabi Daud. Nabi Ibrahim. yang terdapat dalam hadisnya. Namun keterlibatan ini masih dalam batas-batas yang dibolehkan Tuhan. karena dilihat dari segi makna dan kandungannya ayat-ayat Alquran itu satu sama lain saling berkaitan. Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya ini mengandung konsekuensi ketaatan kepada ketentuan-Nya yang terdapat di dalam Alquran. Nabi Ya'kub. Jika produk dari ulil Amri tersebut sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya maka wajib diikuti. .

keberadaannya hingga kini masih tetap terpelihara dengan baik. agar ia menjadi hujjah bagi rasul. dimulai dari surat Al-Fatihah dan diakhir dengan surat Al-Nas. Berkenaan dengan definisi tersebut.[6] Pengertian Alquran secara lebih lengkap dikemukakan oleh Abd. bagi yang membacanya bernilai ibadah. Menurutnya. fungsinya antara lain menjadi hujjah atau bukti yang kuat atas kerasulan Nabi Muhammad Saw. Yunus : 57). · Al-Mau’izhah (nasihat). susunannya dimulai dari surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat Al-Nas. Ali Imran : 38). dan masih banyak lagi.[7] . maupun dari segi metode dan coraknya yang sangat bervariasi sebagaimana yang kita jumpai saat ini. (QS.. mulai dari awal surat Al-Fatihah. Menurutnya Alquran adalah lafal yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. diantaranya adalah : · Al.. maka berkembanglah studi tentang Alquran baik dari segi kandungan ajarannya yang menghasilkan kitab-kitab tafsir yang disusun dengan menggunakan berbagai pendekatan. menjadi undang-undang bagi manusia. Muhammad bin Abdullah. Sebagaimana firman Allah “Hai manusia. bahwa al-qur’an adalah petunjuk bagi kehidupan manusia disamping sunnah Rasul yang merupakan yang kedua yang menjadi petunjuk bagi kehidupan manusia. Dalam pada itu ada pula yang mengkhususkan diri mengkaji petunjuk cara membaca Alquran yang selanjutnya menimbulkan ilmu qira'at termasuk pula Ilmu Tajwid. · Al-Syifa (obat). bahwa ia benar-benar Rasulullah. Pengertian demikian senada dengan yang diberikan Al-Zarqani. · Al-Furqan (pembeda). melalui Jibril dengan menggunakan lafal bahasa Arab dan maknanya yang benar. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada…. disampaikan secara mutawatir dari generasi ke generasi. baik secara lisan maupun tulisan serta terjaga dari perubahan dan pergantian.(QS. dan petunjuk serta pelajaran bagi yang bertaqwa”. Selain itu ada pula yang meneliti Alquran dari segi latar belakang sejarah dan sosial mengenai turunnya yang selanjutnya menimbulkan apa yang disebut Ilmu Asbab al-Nuzul. Sebagaiman firman Allah “Al-Qur’an ini adalah penerangan bagi seluruh manusia.. nama-namanya. Al-Wahhab AI-Khallaf. Semua itu dilakukan para ulama dengan maksud agar ummat Islam dapat mengenal secara menyeluruh berbagai aspek yang berkenaan dengan Alquran. pembawanya Nabi Muhammad Saw. turunnya secara bertahap melalui malaikat Jibril. dan menjadi sarana untuk melakukan pendekatan diri dan ibadah kepada Allah dengan membacanya.Huda (petunjuk). Selanjutnya Alquran juga mempunyai fungsi. Sebagaimana firman Allah “Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkannya al-qur’an yang berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yan batil). Dari beberapa kutipan yang di kemukakan para ulama tersebut kita dapat meyimpulkan bahwa Alquran adalah kitab suci yang isinya mengandung firman Allah. sampai dengan akhir surat Al-Nas. memberi petunjuk kepada mereka. Dan ada pula ulama yang mengkaji Al-quran dari segi sejarah penulisannya. Alquran adalah firman Allah yang diturunkan kepada hati Rasulullah. Al-Baqarah : 185). mulai dari metode tahlili (analisis ayat per ayat) sampai dengan metode maudu'i atau tematik. ia terhimpun dalam mushaf.(QS. Sehubungan dengan itu terdapat pula para ulama yang secara khusus mengkaji metode menafsirkan Alquran yang pernah digunakan para ulama.Adapun pengertian Alquran dari segi istilah dapat dikemukakan berbagai pendapat berikut ini. Pendapat para ulama pada umumnya yang menyatakan bahwa Alquran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. dan dinilai ibadah bagi yang membacanya..

perbuatan dan ketetapan yang berasal dari para tabi'in. uraian tersebut secara garis besar telah membuka jalan bagi para peneliti berikutnya yang akan melakukan penelitian terhadap hadis. perbuatan. maka pahala bagi yang membuat sunnah itu dan pahala bagi orang yang mengerjakannya. walaupun terkesan bersifat teknis dan kurang mencoba menjelaskan hubungan hadis dengan berbagai persoalan yang dihadapi umat. Sementara itu ulama Ushul mengartikan bahwa Al-Sunnah adalah sesuatu yang berasal dari Nabi Muhammad dalam bentuk ucapan. Al-Sunnah Kedudukan Al-Sunnah sebagai sumber ajaran Islam selain didasarkan pada keterangan ayat-ayat Alquran dan hadis juga didasarkan kepada kesepakatan para sahabat. perbuatan maupun ketetapan. Menurut sebagian alama yang disebut belakangan ini Al-Sunnah diartikan sebagai sesuatu yang dibiasakan oleh Nabi Muhammad Saw. perbuatan dan ketetapan yang berasal dari sahabat. dan oleh . Pengertian Al-Sunnah seperti ini sejalan dengan makna hadis Nabi yang artinya: "Barangsiapa yang membuat sunnah (kebiasaan) yang terpuji. daripada ditinggalkan. ulama fiqih mengartikan Al-Sunnah sebagai salah satu dari bentuk hukum syara’ yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Sementara itu Jumhur Ulama atau kebanyakan para ulama ahli hadis mengartikan AlSunnah.2. Al-Khabar dan Al-Atsar. perbuatan maupun ketetapan namun jarang dikerjakan oleh Nabi.Menjelaskan isi Al-qur’an (bayan tafsir) Dalam kaitan ini. dan atsar adalah ucapan. sebagai pembuat hukum. Namun demikian. dan barang siapa yang membuat sunnah yang buruk. hadist berfungsi memerinci petunjuk dan isyarat Al-qur’an yang bersifat global. Al-Khabar dan Al-Atsar sama saja.[8] . dan persetujuan beliau yang berkaitan dengan hukum. Al-Hadis.ebagian u lama lain nya kata-kata tersebut dibedakan artinya. yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Oleh sebagian alama kata-kata tersebut disamakan artinya dengan Al-Sunnah. Sementara itu.Untuk memperkuat Al-qur’an . baik dalam bentuk ucapan. baik berupa ucapan. Selain kata Al-Sunnah yang pengertiannya sebagaimana disebutkan di nas. baik pada masa Rasulullah masih hidup maupun setelah beliau wafat. Sebagai sumber ajaran Islam kedua. sehingga sesuatu itu lebih banyak dikerjakan oleh Nabi Muhammad Saw. sebagai pengecuali terhadap isyarat Al-qur’an yang bersifat umum. sebagai pembatas terhadap ayat Alquran yang bersifat mutlak dan sebagai pemberi informasi terhadap suatu kasus yang tidak di jumpai dalam Al-qur’an. kita juga menjumpai kata Al-Hadis. Menurut bahasa Al-Sunnah artinya jalan hidup yang dibiasakan terkadang jalan tersebut ada yang baik dan ada pula yang buruk. Al-Sunnah memiliki fungsi yang diantaranya adalah : . Yakni seluruh sahabat sepakat untuk menetapkan tentang wajib mengikuti hadis. Dari informasi singkat tersebut kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa perhatian para ulama untuk melakukan studi hadis sudah demikian luas. maka dosa bagiyang membuat sunnah yang buruk itu dan dosa bagi orang yang mengerjakannya. setelah Alquran. Sementara itu hadis adalah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Pengertian ini didasarkan pada pandangan mereka yang menempatkan Nabi Muhammad Saw. Pengertian ini didasarkan kepada pandangan mereka terhadap nabi sebagai suri teladan yang baik bagi manusia.. Selanjutnya khabar adalah ucapan.

Abd. muamalah. Dr. MA. DAFTAR PUSTAKA Prof. H. Abuddin. M. Dr. Nata. Hakim. Kemudian. dan AlSunnah sebagai sumber hukum yang kedua yang mempunyai fungsi untuk memperjelas isi kandungan Al-qur’an dan lain sebagainya. Metodologi Studi Islam Nasutin. Kesimpulan Setelah kita menjabarkan mulai dari pengertian dari agama sampai dengan sumber-sumber hukum agama islam maka dapatlah kita simpulkan bahwa agama islam yang merupakan nama “islam” itu sendiri alah Allah lah yang membuat nama agama tersebut sesuai dengan firmannya yang terdapat dalam Surah Ali Imron : 19 dan Allah hanya meridhoi agama islam. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya Drs.A.. mengenai sumber-sumber hukum islam dapat kita simpulkan bahwa segala sesuatu yang berkenaan dengan ibadah. Atang. Harun.PENUTUP A. dan lain sebagainya itu berlandaskan Al-qur’an yang merupakan Firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad secara mutawatir dan ditrunkan melalui malaikat Jibril dan membacanya dinilai Ibadah. M . Jaih Mubarok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful