MAKALAH

AYAT-AYAT TENTANG ALLAH
HADITS I (AQIDAH)
D I S U S U N OLEH : KELOMPOK II SAPARDI SUGANDAH BURHANUDDIN RABBANI JONNI KENRO SITUMEANG DOSEN PEMBIMBING : Drs. DARWIS MARGOLANG, MA

SEMESTE EKSEKUT R III IF B

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUMATERA
i TAHUN PELAJARAN 2011-2012

KATA PENGANTAR

    
Puji syukur kami sampaikan kepada Allah SWT, Rabb semesta alam yang telah memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada pemakalah untuk dapat melaksanakan tugas makalah kuliah dan sekaligus presentasi kelompok tentang pembahasan Ayat-Ayat Tentang Allah. Dan berkat rahmat-Nya jualah, maka pemakalah dapat menyusun sebuah makalah sebagai tugas yang diberikan oleh dosen yang bersangkutan pada mata kuliah HADITS I (AQIDAH) tahun ajaran 2011/2012. Kami sadar dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan baik penulisan maupun penyusunan katakata, oleh karenanya dengan hati yang lapang kami mengharapkan kritik dan saran guna tercipta makalah yang lebih baik kelak. Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pemakalah khusunya dan bagi rekan-rekan mahasiswa pada umumnya.

Medan,

September 2011 Pemakalah Kelompok II

ii

.............. Tetangga.............. c............. Realisasi Iman dalam Menghadapi Tamu........................ KESIMPULAN .......................................................... Ayat-Ayat Tentang Allah ...... A.................. Memuliakan tetangga ............................. Ciri Seorang Muslim Tidak Mengganggu Orang Lain ......................... DAFTAR ISI ................ 11 12 14 16 18 19 i ii 1 6 8 iii .......................................................... C..................................... B............................................... Cinta Sesama Muslim Sebagian Dari Iman ...... b.. D................ REFERENSI ...... dan Bertutur Kata ............ Memuliakan Tamu .................... Berbicara Baik atau Diam .......................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............................................................. a.......................................

” (QS. Dalam ayat yang mulia ini Allah ta'ala menyebutkan secara gambalng bagaimana manusia diberikan tanda-tanda akan keberadaannya melalu makhluk-makhluk yuang diciptakannya seperti malam. jika kamu banar-benar hanya kepadanya beribadah. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya. Fussilat : 37). matahari. AYAT-AYAT TENTANG ALLAH Al-Qur'an sebagai pedoman umat Islam telah memberikan metode bagi setiap muslim untuk dapat membuktikan adanya Allah ta'ala. Sangat banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Qur'an yang menunjukan tentang keberadaan Allah ta'ala. siang. matahari dan bulan. Sedang di antara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam. Secara umum cara untuk mengetahui keberadaan Allah ta'ala adalah melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya.A. dan bulan. Firman Allah :                        Artinya :“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam. Selain itu Allah juga memyebutkan bhwa Dialah satu-satunya Sesembahan (Ilah) yang berhak untuk diibadahi. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah (pula kamu bersujud) kepada bulan. Dalam ayat yang lainnya Allah berfirman :         4 . matahari. siang. siang. dan bulan.

kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. agar kamu bertakwa. Dalilnya. Ketahuilah hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu. Dia menutupkan malam kepada siang. Dan Dia (ciptakan pula) matahari dan bulan serta bintangbintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. (Robb) yang telah menjadikan 5 . Ia telah menciptakan segala yang ada di bumi dan di langit untuk manusia.” (surah Al-A’raf : 54). senantiasa mengikutinya dengan cepat. Maha suci Allah Tuhan semesta alam. firman Allah Ta’ala:                                             Artinya : “Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu.                                      Artinya : “Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Tuhan inilah yang haq untuk disembah.

janganlah kamu mengangkat sekutusekutu bagi Allah. B. QS Al-Baqarah : 164 Ayat yang mulia ini mengukuhkan ayat-ayat sebelumnya mengenai bukti adanya Allah ta'ala dengan menggunakan dua pendekatan. yaitu pendekatan ayat-ayat Kauniyyah dan ayatayat Qauliyyah. Allah berfirman :                                                        Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Dalam ayat-ayat Al-Quran yang lainnya disebutkan pula tanda-tanda kekuasaan Allah yang lainnya. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. serta menurunkan (hujan) dari langit. silih bergantinya malam dan siang. padahal kamu mngetahui. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi.untukmu bumi ini sebagai hamparan dan langit sebagai atap. Karena itu. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. lalu dengan air itu Dia menghasilkan segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. CINTA SESAMA MUSLIM SEBAGIAN DARI IMAN 6 . bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia.” (surah AlBaqarah: 21-22).

)رواه البخاري ومسلم وأحمد والنسائى‬ Artinya : Musaddad telah menceritakan kepada kami.” (H. ia berkata bahwa Sofyan telah menceritakan kepada kami dari Abi Burdah ibn ‘Abdillah ibn Abi Burdah dari kakeknya dari Abi Musa dari Nabi saw. )رواه البخاري ومسلم‬ ُ َ ِ َ َ َ َّ َ ً ْ َ ُ ُ ْ َ 7 .” (H. Hadist diatas juga menggambarkan bahwa islam sangat menghargai persaudaraan dalam arti sebenarnya. haraf nafi pada hadist tersebut berhubungan dengan ketidaksempurnaan. “tidaklah sempurna keimanan seseorang “.(‫.R. Rasulullah saw bersabda : Artinya : Khalad bin Yahya telah menceritakan kepada kami.) ِ ّ َ ْ َ َ َ ْ ُ َِ ِ ْ ّ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َِ ْ َ ُ َْ ُ ََّ َ َ َ َْ َ ُ ْ ُ ّ َ ََّ َ ‫حدثنا خلد بن يحيى قال حدثنا سفيان عن أبي بردة بن عبد ال بن أبي بردة عن جده‬ ِ ّ ُ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ِ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ ُ ْ ّ ِ َ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ ِ ّ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ ‫عن أبي موسى عن النبي صلى ال عليه وسلم قال إن المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد‬ ُ ‫)بعضه بعضا وشبك أصابعه. Jadi. dan Nasa’i) Seorang mukmin yang ingin mendapatkan rida Allah SWT. sebagaimana dalam hadist diatas. Bukhari. Maksud pertanyaan pada hadist diatas. telah bersabda: “sesungguhnya antara seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling melengkapi (memperkokoh) satu sama lain. jika tidak mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. ia berkata bahwa Yahya telah menceritakan kepada kami dari Syu’bah dari Qatadah dari Anas r.ّ ِّ ْ َ ُ ْ َ ّ َ ِ َ ٍ ََ ْ َ َ َ ََ ْ َ َ َْ ُ ْ َ َْ َ ََّ َ َ َ ٌ ّ َ ُ ََّ َ ‫حدثنا مسدد قال حدثنا يحيى عن شعبة عن قتادة عن أنس رضي ال عنه عن النبي‬ ُ ‫ل‬ ُ َّ ّ ِ ّ ْ َ ٍ َ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ ّ َ َ َ ِ َّ ُ ْ ٍ ْ َ ُ ْ َ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ ‫صلى ال عليه وسلم وعن حسين المعلم قال حدثنا قتادة عن أنس عن النبي صلى ا‬ ُ ِ ِ ْ َ ِ ّ ِ ُ َ ِ ِ ِ ّ ِ ُ ّ َ ْ ُ ُ َ َ ُ ِ ْ ُ َ َ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ‫عليه وسلم قال ل يؤمن أحدكم حتى يحب لخيه ما يحب لنفسه‬ َ . telah bersabda “tidaklah termasuk beriman seseorang di antara kamu sehingga mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.R. Harus berusaha untuk melakukan perbuatan – perbuatan yang diridai-Nya. Bukhari dan Muslim.a berkata bahwa Nabi saw. Ahmad. Salah satunya adalah mencintai sesama saudaranya seiman seperti ia mencintai dirinya. Namun demikian hadist tidak dapat diartikan bahwa seorang mukmin yang tidak mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri berarti tidak beriman. Muslim.

bahkan ada yang menawarkan salah satu istrinya untuk dinikahkan kepada kaum muhajirin. Tidaklah cukup dipandang mukmin yang taat 8 .Masyarakat seperti itu. yakni memeberikan sesuatu yang sangat di cintainya kepada saudaranya seiman dengan dirinya sendiri. bahkan tidak jarang mengorbankan kepentingannyta sendiri demi menolong saudaranya.AlImran :92) Sebaliknya orang – orang mukmin yang egois. Persaudaraan seperti itu sungguh mencerminkan betapa kokoh dan kuatnya iman seseorang. yang hanya mementingkan kebahagiaanya dirinya sendiri. Kaum anshar dengan tulus ikhlas menolong dan merasakan penderitaan yang dirasakan loeh kaum muhajirin sebagai penderitaanya. telah dicontohkan pada zaman Rasullulah SAW. pada hakikatnya tidak memiliki keimanan yang sesungguhnya. Perubahan baik seperti irtulah yang akan mendapat pahala besar disisi Allah SWT. Ia selalu siap menolong saudaranya seiman tanpa diminta. Hal ini karena perbuetan seperti itu merupakan perbuatan orang kufurdan tidak disukai Allah SWT. Dan apa yang kamu nafkahkan.tetapi didasarkan pada keimanan yang teguh. Sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.S.(Q. sesunggihnya Allah mengetahuinya”. Perasaan seperti itu bukan didasarkan keterkaitan darah atau keluarga. Tak heran kalau mereka rela memberikan apa saja yang dimilikinya untuk menolong saudaranya dari kaum Muhajirin. Allah SWT Berfirman:                   Artinya : “ kamu sekali – kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna).

Namun demikian. Rasullulah SAW Memberikan contoh siapa saja yang harus terlebuh dahulu dicintai yakni mereka yang berilmu orang – orang terkemuka. Abu Dawud. dalam mencintai sesama muslim. Awaslah! Janganlah berdesak – desakan seperti orang – orang pasar. Bukhari.a. harus tetap mencintai saudaranya seiman sehingga ia mau menolong saudaranya tersebut dalam berlaku maksiat dan dosa kepada Allah SWT. C. (H. sebagaimana dikatakan diatas. dan Nasa’i) 9 . dan lain – lainya sebagaimana dalam hadist: Artinya : “Abdullah ibn Mas’ud r. CIRI SEORANG MUSLIM TIDAK MENGGANGGU ORANG LAIN Nabi SAW. Oleh karena itu. telah bersabda: ُ ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ ِ َ ُ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ُ ِْ ُ ْ َ َِ ْ َ ُ ِْ ُ ْ ‫المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده والمهاجر من هجر ما نهى ال عنه‬ ُ (‫)رواه البخاري وأبوداودوالنسا ئى‬ Artinya : “orang muslim adalah orang yang orang-orang Islam (yang lain) selamat dari lisan dan tangannya dan orang yang hijrah adalah orang yang hijrah dari apa yang telah dilarang Allah swt.R. hendaknya mendekat kepadaku orang – orang dewasa dan yang pandai. Muslim) Hal ini tidak berearti diskriminatif karena islam pun memerintahkan umatnya untuk mendekati orang – orang yang suka berbuat maksiat dan memberi nasihat kepada mereka atau melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. (HR. harus didasari lillah.sekalipun khusyuk dalam shalat atau melaksanakan semua rukun iman bila tidak peduli terhadap nasib saudaranya sendiri. Kemudian berikutnya lagi. mencintai seseorang mukmin. Sebaliknya. ahli – ahli pikir. harus mengutamakan saudara – saudaranya yang seiman yang betul – betul taat kepada Allah SWT. ia berkata Rasulullah SAW bersabda. orang – orang yang suka berbuat kebaikan.

tanpa memilih atau membedakan syari’at yang disukai atau yang tidak disukai olehnya. Kalaupun ia pernah menyakiti saudaranya tanpa disengaja. Salah satu pepetah arab mengatakan : 10 . ia harus berusaha agar saudaranya sesamamuslim tidak merasa disakiti oleh tanganya.Hadist diatas mengandung dua pokok bahasan yakni. umpatan. hinaan dan lain – lain. dalam membina dengan sesama muslim dalam kehidupan sehari – hari. Perasaan yang sakit disebabkan oleh ucapan lebih sulit dihilangkan dari pada sakit akibat pukulan fisik. ia harus segera memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuananya. tentang hakekat seorang muslim. misalnya dengan memfitnah atau cacian. tetapi melupakan atau meremehkan hubunganya dengan menusia. dan juga menjelaskan hakekat hijra dalam pandangan islam. merusak harta bendanya dan lai – lain ataupun dengan lisanya. Dalam hadist diatas dinyatakan bahwa seorang muslim adalah orang yang mampu menjaga dirinya sehingga orang lain selamat dari kezaliman atau perbuatan jelek tangan dan mulutnya dengan kata lain. Dalam Al Quran banyak ayat yang mengatur tentang hal ini sehingga tercipta keharmonisan hidup. Tidaklah dikatakan sempurna keislaman seseorang jika ia memperhatikan ibadah ritual yang berhubungan dengan Allah SWT. Akan tetapi. Adapun menyakiti orang lain dengan ucapan atau lisanya. perkelahian bahkan kekurangan di berbagai daerah akibat tidak dapat mengatur lisanya sehingga menyebabkan orang lain sakit hati. tidak terjadi pertentangan ata bantrokan sesamamuslim. baik fisik seperti dengan memukulnya. Tidak jarang terjadi perpecahan. Orang mengucapkan dua kalimah sahadah telah tergolong muslim. ia harus memiliki tingkah laku yang sesuai dengan ketentuan islam. untuk dikatakan muslim yang sebenarnya (haqiqi).

ia selalu berusaha menolong dan menyayangi saudaranya seiman sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. 11 . setiap muslim harus berhati hati dalam bertingakah manfaatnya.S Al Baraqah : 264) Oleh karena itu. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut dan menyakiti (perasaan si penerima)”. (Q. Tidak heran kalau amalan sedekah akan batal jika disertai sikap yang dapat menyakiti mereka yang diberi sedekah. baik fisik maupun perasaanya yang sangat penting dalam islam.ِ َ ّ ‫َ َ َ َ ِ ْ َ ِ ِ ِ ْظ‬ ‫سلمة النسان في حف ِ اللسان‬ “Keselamatan seseorang ialah dengan menjaga lisanya”. penglihatan. Karena segala tindakan dan perbuatan akan dimintai pertanggung jawabanya kelak di akhirat sebagaimana dalam Firmanya:                    Artinya : “ Dan janganlah kamu menyakiti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentengnya. pendengaran. dan hati. Sebaliknya. laku jangan asal berbicara bila bila tidakl bila ada Janganlah berbuat sesuatu hanya menyebabkan penderitaan orang lain. Dengan demikian harus berusaha untuk tidak menyakiti saudaranya dengan cara apapun dan kapanpun. Allah SWT Berfirman :              Artinya : “ Hai orang – orang yang beriman. Sesungguhnya pendengaran. Hal ini karena menjaga orang lain.

Allah SWT tidak akan mengampuni dosanya sebelum oarng yang pernah disakiti itu memaafkanya. Ia akan berpindah dari jalan yang dimurkai Allah SWT. (Q. Dapat juga diartikan 12 .S At Taubah : 20) Hijrah juga dapat diartikan sebagai perjalanan panjang untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Memang sangat berat bagi orang yang terbiasa melakukan sesuatu agama atau terbiasa tidak melakukan sesuatu yang telah diperintahkan oleh agama untuk merubah perilakunya. melainkan berpindah dari kejelekan menuju kebaikan. Allah SWT pastinya akan menyertai orang – orang yang taat padanya dan memberikan pahala dan kebahagiaan kepada mereka. Akan tetapi. Dalam hadist diatas juga diterangkan tentang hijrah yaitu bahwa hijrah yang sebenarnya bukanlah berpindah tempat sebagaimana bayak diphami orang. kalai didasari dengan niat yang betul semuanya akan mudah.semuanmya itu akan diminta pertanggung jawabanya”. padahal dia mengakui bahwa dirinya beriman. Menuju jalanyang diridhainya. (Q. Dalam hati kecilnya ia mengakui bahwa perbuatan yang selama ini dilakukanya adalah alah.S Al Isra : 36) Disamping itu. Sebagaimana Firmanya :                      Artinya : “ Orang – orang yang beriman dan berhijrah dijalan Allah dengan harta mereka dan jiwa mereka adalah lebih tinggi derajatnyadisisi Allah: dan itulah orang – orang yang mendapat kemenangan”. jika seseorang berbuat dosa pada sesama muslim.

D. dari Abu Hurairah r. dan tidak berarti bahwa segala 13 . sesuai perintah-Nya. dari Abu Shalih. dan berbicara yang baik atau diam. hendaklah memuliakan tamunya. namun keimanan tidak berhenti sebatas pengakuan. Syaikhani dan Ibnu Majah) Hadis di atas menyebutkan tiga di antara sekian banyak ciri dan sekaligus konsekuensi dari pengakuan keimanan seseorang kepada Allah swt. Hadis di atas hanya menyebutkan tiga indikator yang menggambarkan sikap seorang yang beriman.R. Meskipun keimanan kepada Allah dan hari akhirat merupakan perbuatan yang bersifat abstrak. hendaklah berbuat baik kepada tetangganya.a. menghormati tetangga. tetapi harus diaplikasikan dalam bentuk-bentuk nyata. dan hari akhirat. Untuk menempuh suatu perjalanan yang perlu bekal yang cukup. dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir. hendaklah berkata baik atau diam” (H. barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir. dari Abu Hashin. Abu al-Ahwash telah menceritakan kepada kami. Ketiga ciri yang dimaksudkan adalah: memuliakan tamu. Orang yang kuat imanya tidak akan mudah tergelincir pada perbuatan yang salah. REALISASI IMAN DALAM MENGHADAPI TAMU (AN: 47) َ ‫حدثنا قتيبة بن سعيد حدثنا أبو الحوص عن أبي حصين عن أبي صالح عن أبي هريرة قا‬ ‫َ ََّ َُ َْ ُ ْ ُ َ ِ ٍ َ ََّ َُ َ ْ َ ِ َ ْ َِ َ ِ ٍ َ ْ َِ َ ِ ٍ َ ْ َِ ُ َ ْ َ َ َ ل‬ ‫قال رسول ال صلى ال عليه وسلم من كان يؤمن بال واليوم الخر فل يؤذ جاره ومن كان‬ َ َ ْ َ َ ُ َ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ِ ِ ْ َ ْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ ُ ُ َ َ َ ِ ُ ِ ْ َ ً ْ َ ْ ُ ََْ ِ ِ ِ ْ َْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ُ َ ْ َ ْ ِ ْ َُْ ِ ِ ِ ْ َْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ‫يؤمن بال واليوم الخر فليكرم ضيفه ومن كان يؤمن بال واليوم الخر فليقل خيرا أو‬ ِ ِ ‫)ليصمت. )رواه البخارى‬ ْ ُ ْ َِ Artinya : Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami. telah bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir. ia berkata: Rasulullah saw. Bekal tersebut dalam islam adalah aqidah yang kuat.sebagai perjalanan untukmendapat ridha-Nya. ia akan segera terhijrah dari perbuatan jelek tersebut kepada perbuatan – perbuatan baik.

Ketiga sifat tersebut di atas jika diwujudkan dengan baik. Demikian pula. Ciri orang beriman yang disebutkan dalam hadis di atas. seperti tidak menyakiti tetangga dan memuliakan tamu.: ْ ‫َ ّ َ َ ُ َ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ٍ َ ّ َ َ َ ْ ٌ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ َ ِ ٍ َ ْ َ ِ ُ َ ْ ٍ ْ َ َ ِ ّ َ ّ ُ َ َ َ ِع‬ ‫حدثنا قتيبة بن سعيد حدثنا ليث عن سعيد بن أبي سعيد عن أبي شريح العدوي أنه قال سم َت‬ ِ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ َ َ َ َّ ‫ُ ُ َ َ ََ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ِ َ َ َّ َ َ ُ ُ ّ َّ ّ ََ ْ ِ و‬ ‫أذناي وأبصرت عيناي حين تكلم رسول ال صلى ال عليه َسلم فقال من كان يؤمن بال‬ ُ ِ 14 .. sejumlah dijelaskan batas memuliakan tamu adalah tiga hari tiga malam. yaitu melaksanakan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan laranganlarangan. a. Pelayanan lebih dari tiga hari tersebut termasuk sedekah. sehingga orang yang tidak memuliakan tamu dan tetangga. Maksud hadis di atas bahwa ketiga sifat yang disebutkan dalam hadis termasuk aspek pelengkap keimanan kepada Allah dan hari akhir-Nya. dan adakalanya terkait dengan hak-hak hamba-Nya. seperti diam atau berkata baik. berdasarkan kewajiban kemampuan dan tidak memaksakan di luar dari kemapuan. serta tidak berkata yang baik dianggap tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. adakalanya terkait dengan hak-hak Allah swt.indikator keberimanan seseorang sudah tercakup dalam hadis tersebut. Memuliakan Tamu Yang Pelayanan Dalam dimaksud yang baik hadis dengan tentu memuliakan saja dilakukan bahwa tamu adalah memperbaiki pelayanan terhadap mereka sebaik mungkin. ciri-ciri orang beriman yang disebutkan dalam hadis di atas tidaklah berarti bahwa orang yang tidak memenuhi hal itu diklaim sebagai orang yang keluar dari keimanan. Hal itu didasarkan pada sabda Rasulullah saw. mempunyai arti sangat besar dalam kehidupan sosial.

Laits telah menceritakan kepada kami. batas kewajiban memuliakan tamu itu tiga hari tiga malam. termasuk kategori memuliakan tamu ialah memberikan sambutan yang hangat dan senantiasa menampakkan kerelaan dan rasa senang atas pelayanan yang diberikannya. )متفق عـليه‬ ِ ْ ََ ٌ َ َ َ َ ُ َ َ َِ ‫َ َ َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ َ َ َ ء‬ Artinya: Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami. ia juga mengandung aspek kemuliaan akhlak. Pelayanan tamu termasuk kategori nafkah wajib. seorang yang bertamu juga harus senantiasa memperlihatkan sikap koperatif dan akhlak yang baik. dan atau memberi hormat menurut adat dan tata cara masing-masing masyarakat. Masuk ke rumah orang lain atau tempat perjamuan. Selain itu.” (Mutafaq Alaih) Dalam memberikan batas kewajiban tersebut. Sahabat bertanya. ia harus menghormati tamunya dalam batas kewajibannya. Saya telah mendengar Rasulullah saw. dari Abi Syuraih al-’Adawiy. Sikap yang ramah terhadap tamu jauh lebih berkesan di hati mereka dari pada dijamu dengan makanan dan minuman yang mahal-mahal tetapi disertai dengan muka masam. dan tidak wajib kecuali bagi orang yang mempunyai kelebihan nafkah keluarga. sehingga orang yang menerimanya merasa senang melayaninya. tuan rumah wajib pelayanan berupa makanan sesuai dengan kemampuannya tanpa ada unsur memaksakan diri. 15 . Memuliakan tamu di samping merupakan kewajiban. “yang manakah yang masuk batas kewajiban itu ya Rasulullah? Nabi menjawab. Sebaliknya. dari Sa’id bin Abi Sa’id.ُ َ َ ّ َ ُ ُ َْ ََ ُ ُ ْ َ َ َ ّ َ ُ َ َ ُ ُ َ ِ َ َ َ ُ َ ُ َ َ ِ َ ُ َ ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ ِ ِ ِ ْ َ ْ َ ‫واليوم الخر فليكرم ضيفه جائزته قالوا وما جائزته يا رسول ال قال يومه وليلته والضيافة‬ ِ ‫)ثلثة أيام فما كان ورا َ ذلك فهو صدقة عليه. Adapun etika bertamu yang harus diperhatikan antara lain: 1. sedangkan selebihnya adalah shadaqah. bersabda: “siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. harus memberi salam. berkata.

maka kita harus memberinya bantuan sesuai kemampuan. 3. Tetangga umumnya orang-orang merekalah orang pertama yang mengetahui jika kita ditimpa musibah dan paling dekat untuk dimintai pertolongan di kala kita kesulitan. 16 . dan diperjamuan melalui pintu gerbang yang sengaja disediakan untuk jalan masuk bagi tamu. 5. Saling kunjung mengunjungi antara tetangga merupakan perbuatan terpuji. hubungan dengan tetangga harus senantiasa diperbaiki. maka dengan sendirinya terjalin keharmonisan di kalangan umat Islam.2. Masuk ke dalam rumah melalui pintu depan. maka kita berkewajiban memberikan bantuan dalam batas kemampuan yang kita miliki. Keharmonisan di antara umat Islam merupakan modal utama dalam menciptakan masyarakat yang aman dan damai. Bahkan meskipun tamu bersangkutan tidak mengadukan kesulitannya jika hal itu kita ketahui. kecuali di rumah sahabat karib atau keluarga sendiri. Jika ketentuan-ketentuan seperti disebutkan di atas dilaksanakan oleh segenap umat Islam. 4. Oleh karena itu. Memuliakan Tetangga Istilah mencakup merupakan tetangga tetangga mempunyai yang dekat yang pengertian maupun terdekat yang yang luas. Duduk setelah dipersilahkan. jauh. Ikut berpartisipasi dalam acara yang diadakan dalam suatu perjamuan. b. karena hal itu akan melahirkan kasih sayang antara satu dengan yang lainnya. Duduk dengan sopan. selama kegiatan itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Jika tamu yang datang bermaksud meminta bantuan atas suatu masalah yang dihadapinya.

ia berkata bahwa Malik telah menceritakan kepadaku. bahwa Nabi saw.يوصيني جبريل بالجار حتى ظننت أنه سيورثه‬ Artinya : Isma’il bin Abi Uways telah menceritakan kepada kami. menengok jika ia sakit.a. antara lain firman Allah :                               17 . Selain itu. memberikan pinjaman jika ia membuthkan. ia berkata Abu Bakr bin Muhammad telah mengabarkan kepadaku dari ‘Amrah. melayat jika ada yang meninggal. dari ‘A’isyah r. dari Yahya bin Sa’id. menggambarkan pentingnya memuliakan tetangga sebagai berikut: ُ ْ ِ ْ َ َُ َِ َْ َ َ َ ٍ ِ َ ِ ْ َْ َ ْ َ ٌ ِ َ َِّ َ َ َ ٍ ْ َ ُ َِ ُ ْ ُ ِ َ ْ ِ ََّ َ ‫حدثنا إسماعيل بن أبي أويس قال حدثني مالك عن يحيى بن سعيد قال أخبرني أبو بكر بن‬ َ َ َ َ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ ِ ّ ْ َ َ ْ َ ّ َ ِ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد عن عمرة عن عائشة رضي ال عنها عن النبي صلى ال عليه وسلم قال ما زال‬ ُ ُ ُ ُّ َ َُ ُ َّ ُ ْ َ َ َّ ِ َ ْ ِ ُ ِ ْ ِ ِ ِ ُ ‫. Nabi saw. Perintah berbuat baik kepada tetangga juga disinyalir dalam berbagai ayat Alqur’an. bersabda: “Malaikat Jibril senantiasa berwasiat kepadaku (untuk memuliakan) tetangga sehingga aku menyangka bahwa Jibril akan memberi keada tetangga hak waris”. sebagai tetangga kita juga harus senantiasa melindungi mereka dari gangguan dan bahaya. misalnya dengan memberikan pertolongan. dan lain-lain. memberinya rasa tenang. Dalam hadis sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.Berbuat baik kepada tetangga dapat dilakukan dengan berbagai cara.

melainkan setiap kunjungan harus dengan izin suaminya” c.( QS. anakanak yatim. Ibnu sabil dan hamba sahayamu. orang-orang miskin. tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh]. karib-kerabat. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa. boleh diganggu ketentramannya.      Artinya : dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. dan tidak diperlakukan salah. An-Nisa (4): 36:) Di antara akhlak yang terpenting kepada tetangga adalah: 1) Menyampaikan ucapan selamat ketika tetangga sedang bergembira 2) Menjenguknya tatkala sakit 3) Berta’ziyah ketika ada keluarganya yang meninggal 4) Menolongnya ketika memohon pertolongan 5) Memberikan nasehat dalam berbagai urusan dengan cara yang ma’ruf. Dalam hubungan ini. Berbicara Baik atau Diam 18 . (41) Tidak seorangpun tetangga wanita boleh diganggu ketentraman atau kehormatannya. Kenyataan historis menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang sangat menghormati hak-hak tetangga dalam perspektif Hak Asasi Manusia. dan lain-lain. Dalam Piagam Madinah dinyatakan sebagai berikut: (40) Segala tetangga sebagai yang diri berdampingan tidak rumah harus diperlakukan sendiri. kehadiran Muhammad sebagai pembawa ajaran Islam merupakan pembebasan manusia dari berbagai bentuk penindasan manusia atas manusia. dan teman sejawat.

lebih banyak terhindar dari dosa dan kejelekan. Dalam QS. daripada orang yang banyak berbicara tanpa membedakan hal yang pantas dibicarakan dan yang tidak pantas dibicarakan. dan dapat juga menyebabkan orang sengsara. mensinyalir bahwa ucapan yang baik jauh lebih berharga daripada perbuatan yang tidak didasari oleh keikhlasan. bahkan binasa. membaca al-Qur’an dan buku-buku yang bermanfaat dan sebagainya. Dalam sebuah pepatah Arab dikatakan: ٌ َ َ ٍ َ َ ّ ُ َِ ٌ َ َ ٍ َ َ ّ ُ ِ ‫لكل مقام ماقال ولكل مقال مقام‬ Artinya: “Tiap-tiap kondisi ada perkataan yang tepat. menganjurkan kebaikan dan melarang perbuatanperbuatan jelek. dan tiap-tiap ucapan ada tempatnya.” Demikian pentingnya ucapan yang baik sehingga Allah swt. Orang yang selalui menggunkan lidahnya untuk mengucapkan yang baik. dan jika tidak mampu mengucapkan yang baik maka diam merupakan pilihan terbaik. akan mendapatkan kebaikan atas apa yang dilakukannya.Berbicara merupakan perbuatan yang paling mudah dilakukan tetapi mempunyai kesan yang sangat besar. Orang yang menahan banyak berbicara kecuali dalam halhal baik. Oleh sebab itulah sehingga Rasulullah memerintahkan untuk berkata baik. Ucapan dapat membuat seseorang bahagia. berfirman:                   19 . dan bahkan tidak mustahil akan membawa bahaya dan kebinasaan bagi dirinya. Sebaliknya. ia akan mendapat dosa. Al-Baqarah (2): 263 Allah swt. baik ataupun buruk. orang yang menggunakan lidahnya untuk berkata-kata jelek atau menyakiti orang lain.

yaitu dengan menjalankan segala perintahNya dan meninggalkan segala 20 . sebab tidak memenuhi permintaan mereka tetapi dengan kata-kata yang baik. Kesimpulan Setelah kita mengetahui ayat-ayat tentang Allah. Ayat itu pula menuntun agar tidak menghardik orang yang meminta bantuan dan pertolongan kepada kita. akan lebih menyenangkan hati mereka dari pada permintaannya dipenuhi tetap disertai dengan caci maki. meskipun tidak mampu memberikan sesuatu yang bersifat materil kepada mereka.Artinya : Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). betapa besar kuasa Allah. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. maka sudah seharusnya kita bertaubat dan mengabdi hanya kepada Allah semata. Ayat tersebut memberikan motivasi untuk senantiasa berkata yang baik kepada orang lain.

selalu berbuat baik terhadap orang lain dalam keadaan sudah maupun senang serta memuliakan tamu yang datang ke rumah kita.com/2010/03/29/rea lisasi-iman-dalam-kehidupan-sosial/ 21 .wordpress. 2. Referensi : 1. Selain daripada itu sebagai ciri orang beriman kita harus menjalin hubungan baik terhadap manusia.laranganNya yang demikian itu adalah hubungan kita terhadap Allah. Al-Qur'an dan terjemahnya http://kiflipaputungan. memuliakan tetangga serta bertutur kata yang sopan atau diam akan lebih baik.

22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful