Birokrasi

Birokrasi berasal dari kata bureaucracy (bahasa inggris bureau + cracy), diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentukpiramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupunmiliter. Pada rantai komando ini setiap posisi serta tanggung jawab kerjanya dideskripsikan dengan jelas dalam organigram. Organisasi ini pun memiliki aturan danprosedur ketat sehingga cenderung kurang fleksibel. Ciri lainnya adalah biasanya terdapat banyak formulir yang harus dilengkapi dan pendelegasianwewenang harus dilakukan sesuai dengan hirarki kekuasaan.

Berbagai definisi birokrat
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, birokrasi didefinisikan sebagai : 1. Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh makan pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hirarki dan jenjang jabatan 2. Cara bekerja atau susunan pekerjaan yang serba lamban, serta menurut tata aturan (adat dan sebagainya) yang banyak liku-likunya dan sebagainya. Definisi birokrasi ini mengalami revisi, dimana birokrasi selanjutnya didefinisikan sebagai 1. Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai bayaran yang tidak dipilih oleh rakyat, dan 2. Cara pemerintahan yang sangat dikuasai oleh pegawai. Berdasarkan definisi tersebut, pegawai atau karyawan dari birokrasi diperoleh dari penunjukan atau ditunjuk (appointed) dan bukan dipilih (elected).

Ciri-ciri Birokrasi
Ciri-ciri birokrasi menurut Max Weber adalah:

Jabatan administratif yang terorganisasi/tersusun secara hirarkis. (Administratice offices are organized hierarchically)

 

Setiap jabatan mempunyai wilayah kompetensinya sendiri (Each office has its own area of competence) Pegawai negeri ditentukan, tidak dipilih, berdasarkan pada kualifikasi teknik yang ditunjukan dengan ijazah atau ujian. (Civil

cervants are appointed, not electe, on the basis of technical qualifications as determined by diplomas or examination)

employment of the civil servant)   Para pejabat tidak memiliki kantor sendiri. or at least primary. pekerjaannya sebagai pegawai negeri. atau pada pokoknya. (The job is a career and the sole. (Promotion is based on superiors judgement) . (Civil servants receive fixed salaries according to rank)  Pekerjaan merupakan karir yang terbatas. (The official does not own his or her office) Para pejabat sebagai subjek untuk mengontrol dan mendisiplinkan. Pegawai negeri menerima gaji tetap sesuai dengan pangkat atau kedudukannya. (the official is subject to control and discipline)  Promosi didasarkan pada pertimbangan kemampuan yang melebihi rata-rata.

Birokrasi sebagai suatu sistem kerja dimaksudkan sebagai sistem kerja yang berdasarkan atas tata hubungan kerja sama antara jabatan-jabatan secara langsung mengenai persoalan yang formil menurut prosedur yang berlaku dan tidak adanya rasa sentimen tanpa emosi atau pilih kasih. Sebagai suatu sistem. Jadi birokrasi berarti pelayanan yang diberikan oleh pemerintah dari meja ke meja. Birokrasi dalam hal ini mempunyai tiga arti. Sebagai suatu tatanan jiwa tertentu dan alat kerja pada organ negara untuk mencapai tujuannya.Birokrasi Birokrasi adalah alat kekuasaan bagi yang menguasainya. tanpa pamrih dan prasangka. yaitu tipe birokrasi klasik dan birokrasi perilaku. dilaksanakan dalam sistem administrasi dan khususnya oleh aparatur pemerintah”. birokrasi adalah tipe dari suatu organisasi untuk mencapai tugas-tugas administrasi besar dengan cara mengkoordinasi secara sistematis atau teratur pekerjaan dari banyak orang. namun dalam prakteknya birokrasi telah menjadi kekuatan politik yang potensial yang dapat merobohkan kekuasaan. bureau artinya meja atau kantor dan kratia artinya pemerintahan. Dalam tata hubungan ini. kekuasaan publik dijalankan oleh pejabat pemerintah atau para birokrat yang melaksanakan tugasnya sesuai dengan peranan dan fungsinya dalam sistem birokrasi negara dan harus mampu mengendalikan orang-orang yang dipimpinnya. dimana para pejabatnya secara bersama-sama berkepentingan dalam kontinuitasnya. bagaimana suatu penyampaian gagasan. Birokrasi juga dimaksudkan untuk mengorganisir secara teratur suatu pekerjaan yang dilakukan banyak orang. Apa yang ingin ditonjolkan disini adalah suatu tata hubungan antara jabatan-jabatan. Sebagai tipe organisasi yang khas. pejabatpejabat. perasaan dan tujuan dapat diterima dengan baik oleh pihak lain sebagai penerima dengan cara penyampaiannya harus mudah dan tepat serta . unit instansi dan departemen pemerintahan. maka perkataan birokrasi berasal dari kata bureau dan kratia (Yunani). yaitu : 1. Birokrasi juga merupakan alat politik untuk mengatur dan mewujudkan agenda-agenda politik. nilai-nilai. Secara teoritis birokrasi adalah alat kekuasaan untuk menjalankan keputusan-keputusan politik. Birokrasi juga dapat dibedakan dengan dua tipe. perintah. rencana. sifat kekuasaan aparat birokrasi sebenarnya bukan tanpa kendali tetapi tetap dibatasi oleh perangkat kendali dari luar dan dari dalam. Fritz Morstein Marx mengatakan (terjemahan) : “bahwa tipe organisasi yang dipergunakan pemerintah yang modern untuk pelaksanaan berbagai tugas-tugas yang bersifat spesialis. 3. Ditinjau dari sudut etimologi. 2. Dalam pemerintahan. Max Weber memandang Birokrasi sebagai suatu istilah kolektif bagi suatu badan yang terdiri atas pejabat-pejabat atau sekelompok yang pasti dan jelas pekerjaannya serta pengaruhnya dapat dilihat pada semua macam organisasi.

2. kewajiban. Wajib melaksanakan prinsip-prinsip organisasi. 2. Birokrasi merupakan alat negara yang perlu memiliki aturan main sendiri dan didukung oleh perundang-undangan tersendiri. Para pejabat diangkat berdasarkan syarat-syarat teknis berdasarkan peraturan (meryt system). Adanya pemisahan yang tegas antara urusan dinas dan urusan pribadi. peraturan bisa dimengerti. 4. Masyarakat selama ini masih berpandangan bahwa birokrasi (administrasi negara) sama dengan pemerintah. 2. Dalam melaksanakan birokrasi negara. Para pejabat terikat oleh disiplin. yaitu : 1. adapun ciri-ciri birokrasi. Para pejabat bekerja dengan penuh perhatian menurut kemampuan masing-masing (sense of belonging). padahal keduanya berbeda dan tidak dapat disamakan. 6. Wajib melaksanakan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (AAUPB). tidak sering berubah-ubah dan sesuai antara peraturan dan pelaksanaannya. tidak menuntut diluar kemampuan orang. dapat dilihat apa yang menjadi hak. Wajib membuat suatu kebijaksanaan terhadap suatu hal walaupun tidak ada peraturan yang mengaturnya. penyebaran atau penggunaan peraturan. yaitu: 1. untuk itu para pejabat atau para birokrat harus memperhatikan delapan unsur legalitas. 4. Adanya pelaksanaan prinsip-prinsip organisasi dengan sepenuhnya. Wajib atau taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. hal ini sesuai dengan freies ermessen. tanggung jawab serta peranan aparatur administrasi negara. 3. 5. Birokrasi yang seharusnya bekerja melayani dan berpihak kepada rakyat berkembang menjadi melayani penguasa dengan keberpihakan pada politik dan kekuasaan. Harus sesuai dengan susunan pembagian tugas. 3. Adapun hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang aparatur administrasi negara (birokrat) adalah : 1. Birokrat dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya harus dilandasi persepsi dan kesadaran hukum yang tinggi. tidak berlaku surut. . oleh karena itu diberikan kebebasan untuk mengambil keputusan menurut pendapatnya sendiri asalkan tidak melanggar asas legalitas. tidak bertentangan satu sama lain. Asas Freies Ermessen atau Diskresi Artinya pejabat atau para birokrat tidak boleh menolak mengambil keputusan dengan alasan tidak ada peraturan. Adanya peraturan yang benar-benar ditaati. Dalam setiap hal yang dikerjakan oleh aparatur administrasi negara. yaitu peraturan tertulis. oleh karena itu korelasi antara birokrasi dan eksekutif harus diatur sedemikian rupa sehingga birokrasi menjadi sungguh-sungguh bekerja sebagai abdi negara dan bukan sebagai abdi kekuasaan. Asas Legalitas Asas ini berarti tidak ada satu pun perbuatan atau keputusan dari pejabat atau para birokrat yang bersangkutan.berdasarkan hukum. setiap pejabat dalam melaksanakan tugasnya dilengkapi dengan dua asas. boleh dilakukan tanpa dasar suatu ketentuan undang-undang. 5.

Administrasi negara sebagai organ birokrasi negara adalah alat-alat negara yang menjalankan tugas-tugas negara. diantaranya menjalankan tugas pemerintahan. Birokrasi juga memegang peranan penting dalam perumusan. Kekuatan birokrasi Indonesia sebenarnya bisa menjadi mesin penggerak yang luar biasa apabila mampu didayagunakan untuk memajukan kesejahteraan rakyat. pelaksanaan dan pengawasan berbagai kebijakan publik. Untuk mendorong terbentuknya suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa maka segenap aparatur pemerintah (birokrat) wajib melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Birokrasi pada pemerintahan sebagai penyelenggara pelayanan publik sering atau selalu dikeluhkan karena ketidak efisien dan efektif. termasuk evaluasi kinerjanya. . Pemikiran ini mengasumsikan bahwa pemerintah tidak selalu sama dengan negara dan karenanya aparat negara bukanlah selalu aparat pemerintah.

Bupati. korupsi dan melupakan kepentingan rakyat banyak. Menurut Suhendra (2006:24) disebabkan oleh beberapa alasan yaitu: (1) wilayah negara masih sangat kecil. Setelah Indonesia memperoleh kemerdekaan. Kala itu di Yunani Purba terdapat negara yang makmur. Dari penguasa yang arif dan bijaksana. negara kota. Pada masa Yunani Purba pun yang disebut rakyat ”citizen” sebenarnya terbatas pada penduduk yang berdomisili di sekitar pusat pemerintahan seperti dikatakan RM Mac Iver (Basah 1967:85) “… But The citizen were a smallish fraction of the population of attica. melalui pemberdayaan masyarakat. Oleh karenanya dapat dipahami jika dewasa ini penyelenggaraan negara tidak mungkin melalui demokrasi langsung. kesehatan. Oleh karenanya banyak yang mengidentikan dalam artian luas. pemerintah walaupun birokrasi telah intensif dibicarakan sejak sekitar 400 SM. pengelolaan lingkungan dan sebagainya. (2) jumlah penduduknya masih terbatas sekitar 200. B. Abstrak Birokrasi merupakan keseluruhan organisasi pemerintah yang menjalankan tugas-tugas negara dalam berbagai unit organisasi pemerintah di bawah departemen dan lembaga-lembaga non departemen. perhatian harus dipusatkan pada masalah yang lebih penting yakni bagaimana meletakkan dasar yang kokoh dan kuat sebagai negara kebangsaan di tengah-tengah ke-Bhinekaan loyalitas primordial sempit yang pada saat tertentu dapat memicu konflik. the territory of the Athenian state”. dihadapkan pada suatu kebutuhan untuk menciptakan dan menerapkan sistem politik yang modern yang didukung oleh birokrasi pemerintah sebagai kekuatan utamanya.000300. Rakyat ikut serta dalam mengawasi jalannya pemerintahan yang disebut ecclesia.000 orang dan. Demokrasi saat itu dapat dilaksanakan secara langsung. layaknya suatu kota pada saat kini. boros. dalam upaya untuk mernyebarkan kekuasaan. Dewasa ini memang beberapa jabatan seperti Presiden dan Wakil Presiden (UU Nomor 23 Tahun 2003). Yunani purba semakin kaya dan makmur setelah dapat mengalahkan Persia. Aristokrasi dan . Menurut Plato (Suhendra. pendidikan. kemakmuran yang melimpah ini telah merubah pada kehidupan para penguasanya. Kemudian para pejabat ini menyampaikan laporan pertanggung jawab kepada wakil rakyat (DPR-DPRD). issu mark-up suara dan lain sebagainya. organisasi agar mampu menguasai atau berkuasa atas kehidupannya untuk semua aspek kehidupan politik. Namun realitas politik menunjukkan. Pada polis. Demokrasi dilaksanakan melalui perwakilan yang kemudian menimbulkan kajian pelik yang perlu dibahas lebih seksama. menjadi penguasa yang tamak. sejahtera yang disebut polis atau the greet state. jabatan Gubernur. Sebagai kajian keilmuan negara. (3) masalah-masalah yang dihadapi negara belum terlalu kompleks. Demokrasi secara formal juga secara materil kadang-kadang perlu pengujian. Oleh karenanya secara formal demokrasi langsung hanya pada saat pemilihan. 2000:26) mengajarkan tiga bentuk negara yaitu: Monarki. Pendahuluan Negara merupakan wadah utama birokrasi yang di dalamnya diselenggarakan proses untuk mencapai tujuan suatu masyarakat bangsa. terbukti di beberapa daerah pemilihan kepala daerah terjadi keributan seperti issu money politics. ekonomi. akan tetapi setelah para pejabat yang dipilih dan bekerja melaksanakan tugas-tugasnya para pejabat bertindak untuk dan atas nama rakyat (mewakili). Adapun penyelenggaraan proses pencapaian tujuan tersebut adalah pemerintah dengan komponen dan kelengkapannya yang populer disebut dengan birokrasi.A. negara adalah pemerintah dan pemerintah adalah birokrasi walau dalam kajian-kajian spesifik bisa ditarik garis-garis perbedaan. demokrasi diselenggarakan secara langsung. Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan bahwa masyarakat diberi kuasa. Walikota (UU Nomor 23 Tahun 2004 dan PP Nomor 6 Tahun 2005) dipilih langsung oleh rakyat. baik di pusat maupun di daerah.

Negara Cita kedua ini menambah kemakmuran menjadi lebih baik. Birokrasi Pembangunan. yaitu unit organisasi pemerintahan yang pada hakekatnya merupakan bagian atau berhubungan dengan masyarakat. yakni: 1. mempunyai kekuasaan yang amat besar sebagai penguasa tunggal. Bukan terbaik bagi buat orang perorang. yakni pertama birokrasi dalam pengertian yang baik atau rasional (bureau-rationality). lantas siapa yang diperintah?. yaitu serangkaian organisasi pemerintahan yang menjalankan tugas-tugas pemerintahan umum termasuk memelihara ketertiban dan keamanan dari pusat sampai daerah yang bersifat mengatur (regulative-function). Fungsi utamanya adalah service (pelayanan) langsung kepada masyarakat. Aristokrasi. artinya cerdik pandai secara bersama-sama yang berasal dari keluarga bangsawan menjalankan pemerintahan secara arif dan bijaksana. Pemerintah rakyat ini tentunya tidaklah diartikan secara harfiah dapat dibayangkan rakyat banyak pemerintah. berasal dari kata “aristol”. yaitu organisasi pemerintahan yang menjalankan salah satu bidang sektor yang khusus guna mencapai tujuan pembangunan. atau birokrasi bisa juga diartikan sebagai setiap organisasi yang berskala besar (every big organization is bureaucracy). Berdasarkan pendapat di atas. menjalankan roda pembangunan secara fisik maupun psikis juga harus dapat melayani berbagai kebutuhan masyarakat secara langsung kepada seluruh masyarakat. Demokrasi dimaksudkan sang penguasa memperhatikan aspirasi rakyat. Serangkaian usaha untuk menyehatkan birokrasi pemerintah sebagai instrumen penting yang oleh Max Weber disebut “legal-rasional” akankah mampu menopang dan memperlancar usaha pembangunan . dalam hal-hal tertentu membuat resultante dari aspirasi yang demikian banyak dan berbeda sepanjang secara obyektif itulah terbaik bagi bangsa. Birokrasi Pelayanan. Demokrasi. baik di pusat maupun di daerah. jadi berarti pemerintahan yang diperintah satu orang raja yang memerintah suatu kerajaan. dan ketiga birokrasi dalam pengertian netral (value-free). maka dapat disimpulkan bahwa birokrasi itu pada hakekatnya bersifat mengatur. 3. secara bersama-sama melanjutkan kearifan penguasa tunggal Monarchi. 2. Birokrasi Pemerintah Umum. Penguasa kolektif ini. berasal dari kata majemuk “demos” (rakyat) dan “cratia” (pemerintah). maupun satu partai tertentu. seperti pertanian. Raja yang memerintah ini. pendidikan dan lain-lain yang fungsi pokoknya adalah development-function atau adaptive-function. berasal dari “mono” artinya pemerintah. karena kolegialitas orang-orang bijaksana ini tentu hasilnya lebih baik dibandingkan hasil karya pemikiran satu orang. Secara umum birokrasi dapat diartikan sebagai keseluruhan organisasi pemerintah yang menjalankan tugas-tugas negara dalam berbagai unit organisasi pemerintah di bawah departemen dan lembagalembaga non-departemen. atau keseluruhan pejabat negara pada cabang eksekutif. Berdasarkan perbedaan tugas pokok atau misi yang mendasari suatu organisasi menurut Rahman (2002:136) dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) katagori. Pengertian birokrasi dapat dilihat dari 3 (tiga) kategorisasi. kelompok. kedua birokrasi dalam pengertian suatu penyakit (bureaupathology). menyeleksi. Di dalam praktek demokrasi ini adalah kriteria good governance. tanpa membedakan status sosial masyarakat. Suatu pemerintahan yang dipimpin dan dikendalikan oleh rakyat. Bentuk negara cita ketiga inilah yang populer hingga di abad modern ini. Penguasa tunggal ini sangat mementingkan kepentingan rakyat. Dalam pengertian netral ini birokrasi diartikan sebagai keseluruhan pejabat negara di bawah pejabat politik.Demokrasi. akan tetapi dengan kearifan penguasa ini sangat memperhatikan kepentingan dan aspirasi rakyatnya. Monarki. mengakomodasi. kesehatan.

guna memberikan jaminan hidup bagi para penganggur maupun penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.ekonomi yang efisien dan produktif. birokrasi dapat melakukan sita atas asset wajib pajak dengan paksa melalui peradilan. Angka fiktif berasal dari PNS yang sudah meninggal atau pensiunan masih terdaftar sebagai PNS dan mendapat gaji. Tidak sedikit negara menganut “welfare state” yang mengalokasikan anggaran negara untuk social assurance atau jaminan social. Peran Birokrasi Birokrasi menurut Blow dan Meyer (1987:5) adalah organisasi besar merupakan lembaga yang sangat berkuasa yang mempunyai kemampuan sangat besar untuk berbuat kebaikan atau keburukan. dan sistem pengupahan yang kesemuanya berlandaskan peraturan yang berlaku. Birokrasi memiliki personalia hingga jutaan orang. sering dianggap terlampau ideal. Pengertian birokrasi tersebut di atas sesuai dengan kenyataan birokrasi dewasa ini dengan tiga kata kunci yaitu organisasi besar yang sangat berkuasa. Pemerintah juga melakukan upaya-upaya down sizing jabatan melalui PP Nomor 8 Tahun 2003 yang membatasi dinas atau jabatan eselon II pada Pemerintah Daerah maksimal 14. Dimanapun birokrasi dapat memaksakan berjalannya regulasi seperti penagihan pajak. Pertengahan Tahun 2006 Menteri PAN (pendayagunaan Aparatur Negara) ternyata menemukan angka fiktif PNS (Pegawai Negeri Sipil) ratusan juta orang. menyerahkan pekerjaan kasar kepada pihak ketiga seperti petugas sekuriti petugas kebersihan maupun pemeliharaan rutin. (c) hubungan antara anggota organisasi yang tidak bersifat pribadi. Pemerintah kota dapat memaksa merobohkan dan menggusur rumah rakyat yang dinyatakan tidak sesuai dengan peruntukannya dan seterusnya. kepala negaranya Ratu atau Raja sebagai simbol. Tidak sedikit negara yang birokrasinya sangat akomodatif terhadap aspirasi rakyat menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan serta membuat rakyat “ayem tentrem totorahjo” (aman damai. karena ditentukan oleh banyak faktor yang mempengaruhi. Banyak negara yang berbentuk kerajaan. Organisasi besar dalam artian birokrasi pemerintah yang memiliki jutaan pagawai. sedang kepala pemerintahannya dipegang oleh seorang Perdana Menteri. Juga pengertian yang dilontarkan oleh Weber. untuk berbuat kebaikan. (e) diferensiasi antara pendapatan resmi dan pribadi. makmur dan sejahtera). tata kerja. dan apabila wajib pajak tidak membayar pada waktunya maka birokrasi dapat mengenakan penalty (denda). institusi dan pemberdayaan juga mentalitas masyarakat. Akan tetapi upaya-upaya tersebut ternyata belum mampu meningkatkan efisiensi birokrasi secara signifikan. Wibawa Ratu dan Raja demikian tinggi dan . Apabila batas toleransi pembayaran pajak telah habis. suatu jumlah yang sangat besar bagi organisasi yang besar pula. Kedua. kadang merupakan pemborosan keuangan negara yang tidak sedikit. Pembahasan 1. misalnya peraturan perundangundangan. (d) rekruitmen yang didasarkan atas kemampuan teknis. untuk berbuat kebaikan atau untuk berbuat keburukan. Pertama. nepotisme. pembagian kerja. penyelewengan dan sebagainya. Hal ini dikarenakan beberapa hal antara lain: pengkajian informasi yang tidak obyektif. (b) struktur kewenangan hirarkis dengan batas-batas kewenangan yang jelas. organisasi besar dan sangat berkuasa. C. Hal ini dengan mudah dapat dipahami. karena sering muncul pertanyaan apakah mungkin sosok birokrasi yang demiakian dapat sepenuhnya terwujud. profesionalisme. Pemerintah Indonesia mencoba melakukan berbagai upaya efisiensi PNS antara lain tidak menambah PNS yang dikenal dengan zero growth PNS. Hal tersebut berarti kualitas yang ingin dicapai melalui pengaturan struktural seperti hirarki kewenangan. Pengertian legal-rasional ditandai oleh: (a) tingkat spesialisasi yang tinggi. ada PNS yang memiliki status PNS di dua instansi dan di dua tempat tersebut mendapat gaji.

c. Dewasa ini hampir disemua negara menempatkan Hak Asasi Manusia. Ada pemerintah negara yang kaya. justru yang menang dalam pemilihan umum meringkuk dalam penjara. e. f. Sejak awal konsep birokrasi modern yang disampaikan Max Weber (Suhendra. Pembinaan karier yang didasarkan atas senioritas atau prestasi atau gabungan serta memunculkan semangat corp (spirit de corp). maka agar tetap terjaminnya kepastian hukum. Distribusi kegiatan atau pembagian tugas melalui cara yang telah ditentukan. Lain halnya dengan Albrow (1989:XVI) bahwa: suatu ketika birokrasi tampak menunjuk pengertian efisiensi administrasi. semakin berkembang berbarengan bertambah banyaknya negara yang memproklamasikan diri sebagai negara hukum. tetapi rakyatnya miskin sementara penguasanya hidup mewah dan lain sebagainya.mampu mempengaruhi program-program kesejahteraan rakyatnya. Birokrasi . berbuat keburukan. 2006:34-35) yang dikenal sebagai Bapak Birokrasi Weber optimis bahwa birokrasi mengandung hal-hal positif yang dikenal dengan birokrasi ideal antara lain: a. Tugas pokok birokrasi adalah secara profesional menindak lanjuti keputusan politik yang telah diambil pemerintah. Diperlukan upaya-upaya agar suatu perubahan tidak membawa kekacauan dan peluang yang digunakan oleh yang “kuat” untuk mendapatkan keuntungan secara tidak wajar. Ada kelompok penguasa yang kalah dalam pemilihan umum. Hal ini dimaksudkan dengan perubahan paradigma yang begitu cepat dan kompleks. atau mungkin merupakan sesuatu yang sama kompleksnya dengan gagasan yang meringkaskan ciri-ciri khsusus struktur organisasi modern. Sine era et studio (formal dan tidak bersifat pribadi. pihak-pihak yang berwenang haruslah sudah memprediksi sebelumnya dan mengakomodasikan dalam peraturan perundang-undangan. oleh karenanya kinerja kebaikan dari birokrasi semakin menguat sementara kekuatan buruk menjadi tereleminasi. Ketiga. Kabinet yang terdiri dari para menteri sebagai pemimpin negara. Hukum tidak lagi dijadikan alat untuk mempertahankan kekuasaan penguasa malah sebaliknya dijadikan alat pembangunan masyarakat yang dipelopori mazhab Rescue Pound “Law is a tool of social engenering”. d. dengan kekuatan yang dimiliki malah menguasai pemerintah negara. Pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa birokrasi dibangun atas otoritas rasional dan syah. Ada pemerintah negara yang menangkap tanpa proses hukum bagi rakyatnya yang berani berbicara dan berbuat beda dengan rulling clas yang sangat berkuasa. pada saat yang lain berarti sebaliknya. memangsa yang lemah. Bahwa hukum adalah sarana pembaharuan masyarakat. Al (1992:38): birokrasi pemerintahan adalah seluruh jajaran badan-badan eksekutif sipil yang dipimpin oleh pejabat pemerintah di bawah tingkat menteri. Hal ini agar tetap terjaminnya ketertiban dan keadilan di dalam masyarakat. Prinsip birokrasi dalam pengorganisasian kantor setiap jenjang melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan dikontrol oleh atasannya. Istilah ini mungkin nampak sangat bersahaja sebagai sinonim bagi pegawai negeri. Walau banyak kritik yang disampaikan berbagai pihak terhadap birokrasi ideal Weber akan tetapi banyak pihak yang mengakui bahwa enam prinsip birokrasi Weber masih dapat dijadikan patokan penting. Ada pula pemerintah negara yang menjadikan rakyat bangsanya hanya menjadi alat tujuan sekelompok elit. Pengalaman mendapat penghargaan disamping prestasi dan jasa. Oleh karenanya tidaklah berlebihan apabila Ratu dan Raja ini sangat dicintai rakyatnya. b. Menurut Moerdiono et. Peraturan perundang-undangan yang jelas konsisten dilaksanakan untuk memberikan kejelasan tanggung jawab dan prosedur kerja. like or dislike). ahli khusus dengan jabatan khusus (spesialisasi).

tekhnobirokrasi”. Kedua. Pada masa transisi dari tradisional ke masyarakat modern akan terjadi model prismatic sebagai berikut: Memusat Prismatik Memencar Gambar 1: Prismatic Society (Diperbaharui dari Riggs. Bahwa masyarakat semakin modern. Jangan terjadi seperti asumsi bahwa program yang menyangkut masyarakat rendah seperti melawan kemiskinan. lapangan golf. wabah penyakit dan lain sebagainya yang memerlukan anggaran belanja khusus. semakin kompleks dan semakin heterogen. Berdasarkan pendapat di atas bahwa birokrasi merupakan kekuatan besar yang mampu melaksanakan perubahan sosial revolusioner akan tetapi juga sekaligus merupakan kekuatan besar untuk mempertahankan struktur kelembagaan yang sudah ada melalui berbagai kenyataan seperti penegakan hukum. lebih menguntungkan kelas menengah dibanding kelas bawah. hipotesis pemindahan atau konsentrasi. Kepentingan penguasa industri. musim kemarau panjang yang menyebabkan gagal panen. 1988:24) Heterogenitas masyarakat menjadikan terjadinya persaingan-persaingan yang kadangkala terjadinya kepentingan yang saling bertentangan dalam upaya penggunaan asset dan lain sebagainya. Perbedaan kepentingan inilah pemerintah memerankan diri sebagai penyeimbang yang bijaksana dengan prinsip “win-win solution” atau “non zero sum game” (skenario menang-menang). Kondisi darurat yang tidak diduga sebelumnya muncul seperti bencana alam. Hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah yang disebut hipotesis pemindahan. Birokrasi yang kuat dan netral dapat menjamin Pemerintah yang stabil seperti dikatakan oleh Atmosoedirdjo (1973:12) bahwa: peranan birokrasi yang begitu menentukan antara lain dapat dilihat di Eropa Barat yang birokrasinya sudah berkembang sejak pertengahan abad ke-17 relatif tenang dan stabil terhadap gejolak internal maupun eksternal yang melandanya seperti perubahan politik cabinet. kesejahteraan penyandang cacat. melalui Inpres Nomor 5 Tahun 1993 yang dikenal dengan Inpres Desa Tertinggal (IDT) pemerintah mengeluarkan dana yang cukup besar untuk . pengembangan perumahan memerlukan lahan (tanah) yang luas untuk sementara petani juga memerlukan lahan yang luas. hipotesis pemindahan atau konsentrasi dan. Kalaupun ada ide-ide peran pelayanan dan sebagian fungsi pemerintahan (governanceI) tidak mungkin dialihkan. Kelompok kelas menengah menerima banyak lapangan pekerjaan yang tercipta melalui berbagai program kesejahteraan kelas bawah. Sama halnya di Indonesia. Pertama. perubahan undang-undang dan sebagainya hal ini dikarenakan kemampuan mesin birokrasi yang dapat menanggung dan menetralisirnya.keberadaannya masih sangat dibutuhkan dan setiap kajian birokrasi kini masih relevan dan menarik banyak peminat. pluralisme politik. Pemerintah melalui regulasi misalnya membuat RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) bahwa untuk kepentingan non pertanian diarahkan pada daerah tandus yang kemungkinan sukar dijangkau irigasi teknis. Pada era modern yang semakin kompleks tidak dapat dipungkiri arti penting dan peranan birokrasi yang menurut Henry (1988:5) yaitu: “Pluralisme politik.

Selang waktu kemudian ternyata harga tanah tersebut menjadi berlipat ganda karena kawasan itu akan dijadikan lapangan terbang komersial. birokrasi yang terdiri dari tenaga-tenaga professional dalam semua bidang dan sektoral mempunyai kewajiban menginformasikan dan menafsirkan perubahan yang sedang terjadi dan yang diperkirakan akan segera terjadi. tidak menikmati hasil pembangunan malah sebaliknya bisa menjadi korban dampak sampingan yang tidak diharapkan. dan melibatkan semua potensi bangsa. kesehatan. Apabila arus informasi tidak dapat dijangkau oleh kelompok ini. maka mereka akan tertinggal dan diam dalam keadaan kurang berdaya. Banyak anggota DPRD di berbagai wilayah dipaksa menandatangani kontrak politik dengan masyarakat agar bersikap dan berbuat lebih memihak kepada kepentingan masyarakat. dinamis terhindar dari konflik sosial yang merugikan. Kalau secara politis. walaupun pada prakteknya di sana-sini terdapat kelemahan dan kekurangan. pengorbanan. Konsep ini adalah baik. Dengan kondisi pemberdayaan masyarakat yang tercipta disuatu masyarakat bangsa.menolong masyarakat miskin di lokasi desa tertentu. Suatu cita yang idealis. Pemberdayaan masyarakat analogis dengan konsep demokrasi dan kesejahteraan sosial serta kedaulatan rakyat. membutuhkan kesungguhan. Menghadapi seperti itu. Bupati Kampar Propinsi Riau dijatuhkan oleh para guru yang didukung oleh pelajar. terisolasi memerlukan bantuan informasi. homo sacra res homini (kamu adalah aku. Bupati dan Walikota. Gubernur. H. masyarakat serta penguasa. pemberdayaan masyarakat. agent of development (pioner pembangunan) dan agent of stability (pioner stabilitas). wabah penyakit di suatu daerah dan lain sebagainya. Dengan perubahan yang begitu cepat termasuk di bidang teknologi dan sosial. kekuatan dan kekuasaan rakyat berkembang cukup pesat. walau dalam kemajemukan. Akan terbentuk tatanan masyarakat yang harmonis. terbentuk suatu suasana yang tat-twan asi. sementara masyarakat setempat menghadapi korban penyesalan. suatu das sollen”. dan masyarakat tertarik untuk menjualnya karena harga yang diberikan sedikit lebih tinggi dari biasanya. Susilo Bambang Yudoyono dengan berbagai pernyataan telah menjanjikan. juga keberanian yang penuh damai. Orang kota yang cukup mendapat akses informasi menangkap peluang. Presiden Suharto yang telah berkuasa selama 32 tahun terpaksa dijatuhkan oleh MPR karena tekanan masyarakat. 2. Anggota masyarakat akan dapat mengoptimalkan kreativitas dan aspirasinya. bagaimana dengan aspek pendidikan. banyak orang kota membeli tanah warga masyarakat secara besar-besaran. Presiden dan wakil presiden telah dipilih langsung oleh rakyat di tahun 2004. mahasiswa dan masyarakat pada pertengahan tahun 2004. saling menyayangi. sesuai pengaturan pemerintah sejak Juni 2005 dipilih secara langsung pula oleh rakyat pemilih. Ketiga. kejujuran. Lebih jauh birokrasi diharapkan dapat memerankan sebagai change agent (pioner perubahan). Demikian pula halnya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi daerah yang kekeringan akibat kemarau panjang dan gagal panen. dipenghujung tahun 2004. teknobirokrasi. maka akan terbentuk suatu sinergitas berbagai komponen bangsa terdiri dari pemerintah. manusia menyayangi sesama). Presiden Dr. rakyat yang sebagian besar tidak mempunyai akses informasi secara memadai lebih-lebih masyarakat Kominitas Adat Terpencil. kearifan. semakin modern suatu masyarakat akan . Pemberdayaan masyarakat menurut Suhendra (2006:81) adalah: “suatu konsep yang mulia karena sangat menghargai harkat dan martabat manusia. perekonomian dan lain sebagainya. Pemberdayaan Masyarakat Secara politis sejak digulirkannya reformasi tahun 1997. saling bertoleransi. rakyat telah relatif berdaya. Yang pasti pemberdayaan masyarakat adalah upaya sadar berkesinambungan. semoga tidak sekadar retorika belaka. Contoh sederhana misalnya di suatu kawasan. jangka panjang.

kebebasan berkreativitas. Rakyat mempunyai potensi adalah benar dan tidak terbantahkan. birokrasi melakukan pembangunan besar-besaran dan dimotivasi melalui pentargetan. masyarakat berangkat dari awal untuk dimotivasi mengartikulasikan peluang yang baru tersedia. suku. (c) dalam usaha mempercepat pembangunan. Masyarakat relatif akan menjadi lebih sejahatera. oleh karenanya potensi kecemburuan sosial dapat diperkecil yang mempunyai ikatan konflik sosial dapat diperkecil. Birokrasi Indonesia menggambarkan bahwa: (a) birokrasi cenderung mengatur segenap segi kehidupan masyarakat dan negara. Suatu cita ke realita ternyata khususnya di Indonesia merupakan proses yang memerlukan waktu cukup panjang dan memerlukan banyak pengorbanan Munir pejuang hak-hak asasi manusia Ketua yayasan Kontras. golongan. industri. Hingga kini pemberdayaan masyarakat masih jauh dari kenyataan dan masih memerlukan proses perjuangan. mengawasi dan menikmati hasil jerih payahnya secara proporsional dalam tatanan yang penuh santun. dalam berbagai pertemuan ilmiah kadang berbau politis dikatakan “jangan diremehkan”. kelautan dan sebagainya. seminar dan sebagainya lebih dari tiga dasa warsa di Indonesia. kedaulatan rakyat. Mereka adalah korban-korban pejuang keadilan dan pemberdayaan yang hingga kini belum terungkap secara tuntas. (b) dalam usahanya melayani masyarakat menggunakan pola Top down approach yang diterapkan oleh birokrasi cenderung semakin meningkat dan meluas sampai tingkat desa. Karena sebagian masyarakat sudah apatis dan selalu menyerah pada takdir. Marsinah pejuang buruh wanita di Jawa Timur yang juga wafat mengerikan. masyarakat madani (civil society). hak untuk merencanakan. maka dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini: 1. baru merupakan wacana dan retorika. modern dan beradab serta terhindar dari suasana “chaos” di bawah kepemimpinan dan perwakilan yang aspiratif dan akomodatif. Diperlukan banyak pemimpin lokal yang lebih memprioritaskan pemberdayaan masyarakat. mengelola asset lokal. Kesenjangan sosial tidak terlampau dalam. Peristiwa Semanggi 1997 beberapa orang mahasiswa yang tewas terhembus timah panas. hak untuk mengelola asset . lokakarya. Juga pemberdayaan masyarakat tidak serta merta terbentuk. yang wafat di pesawat terbang secara misterius. Masyarakat berkuasa dan berdaulat untuk merencanakan. keahlian menjadi sesuatu yang nisbi dan relatif. Penutup Berdasarkan beberapa uraian dan penjelasan tersebut di atas. kebebasan berbicara. unity in diversity. Konsep pemberdayaan masyarakat telah menjadi kuasa kata berbagai tulisan. people centered development. 2. Kemampuan. agama. kesetaraan masyarakat dengan pemerintah. demokrasi. lebih puas karena aspirasinya terakomodasi dalam keputusan dan kebijakan penguasa maupun lembaga-lembaga yang mewakilinya. akan memakan waktu berproses. kultur.menjadi semakin majemuk dari unsur ras. akan tetapi di era globalisasi yang penuh kompetitif maka setiap ukuran harus dipersandingkan dengan pihak lain. kesejahteraan social. Kemampuan rakyat. Pemberdayaan masyarakat dengan ciri-ciri demokratisasi. karena sejak dahulu rakyat punya keahlian di berbagai bidang seperti pertanian. Kita telah familier dengan istilah people empowerment. profesi. akan tetapi dalam tatanan masyarakat yang berdaya akan menjadi “bhineka tunggal ika”. struktur maupun ”political will” penguasa. Banyak kendala yang membelenggu percepatan proses pemberdayaan masyarakat Indonesia. D. Pemberdayaan masyarakat dalam prakteknya tidak sederhana seperti yang kita ucapkan berkaitan dengan aspek kemampuan rakyat. kesejahteraan.

dengan harapan pelayanan yang cepat. Birokrasi tetap diliputi berbagai praktik penyimpangan dan ketidakefisienan. tepat. rigit dan terlalu dominan. eksklusif. (c) motivasi. Oleh karena itu. (f) kerelaan mengalihkan wewenang. hak untuk mengawasi jalannya roda pemerintahan. Birokrasi dengan kultur yang dibangunnya. (b) suasana kondusif untuk mengembangkan potensi secara menyeluruh. Hal tersebut terkait dengan pelaksanaan sistem dan prosedur pelayanan yang kurang efektif. Reformasi Birokrasi Dalam Pelayanan Publik Reformasi Birokrasi Dalam Pelayanan Publik Dalam kehidupan sebuah negara yang merdeka sudah barang tentu adanya peran birokrasi dalam kehidupan bernegara. . (g) perlindungan dan. murah dan transparan dapat terwujud.lokal. upaya-upaya telah dilakukan dengan menetapkan standar pelayanan publik. hak untuk menikmati jerih payah sebagai buah pembangunan adalah sekaligus tujuan yang akan dituju oleh gerakan pemberdayaan masyarakat. (d) potensi masyarakat. Indikator lain yang merefleksikan potret buruk birokrasi adalah tingginya biaya yang dibebankan untuk pengurusan hal tertentu baik yang berupa legal cost maupun illegal cost. (e) peluang yang tersedia. Akan tetapi. Indikasi tersebut merupakan cerminan bahwa kondisi birokrasi dewasa ini dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat masih belum sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat. Birokrasi mempunyai peranan dan fungsi penting dalam menjalankan kehidupan di suatu negara. sehingga hampir seluruh urusan masyarakat membutuhkan sentuhansentuhan birokrasi. dan lain-lain adalah sederetan atribut negatif yang ditimpakan kepada birokrasi. banyaknya pintu layanan yang harus dilewati atau service style yang tidak berperspektif pelanggan. wajah birokrasi pemerintah di Indonesia dari dulu hingga kini boleh dikatakan belum menunjukkan perubahan yang cukup berarti. lamban. Namun upaya tersebut belum banyak dinikmati masyarakat. Unsur-unsur yang dapat mempercepat terjadinya pemberdayaan masyarakat di antaranya: (a) kemampuan politik mendukung. cenderung lebih sibuk melayani penguasa dari pada menjalankan fungsi utamanya sebagai pelayan masyarakat. besarnya pengaruh politik dan kekuasaan mengakibatkan birokrasi di Indonesia tidak pernah tenang dan profesional dalam bekerja. Turut menyempurnakan buruknya kinerja birokrasi adalah rendahnya penguasaan kompetensi birokrat yang disinyalir disebabkan oleh renggangnya kualitas filter rekrutmen dan rendahnya kualitas pembinaan kepegawaian serta dominannya kepentingan politis dalam kinerja birokrasi. 3. yang secara umum kemudian dipersepsikan memiliki konsekuensi inefektifitas dan inefisiensi. tidak merespon kepentingan pelanggan. Birokrasi kita sekarang ini dalam banyak hal masih menunjukkan ”watak buruknya” seperti enggan terhadap perubahan (status quo). Dalam bidang pelayanan publik. (h) awarness (kesadaran). berbelit-belit. waktu tunggu yang lama.

Tetapi dalam kenyataannya. Misalnya saja dalam hal pembuatan KTP (kartu tanda penduduk) yang di beberapa daerah di indoenesia masih saja sulit untuk mendapatkan pelayanan seputar pembuatannya mulai dari “pungutan liar”. Banyak juga fenomena yang bisa ditemukan di kehidupan sehari-hari seputar penyelewangan jabatan para birokrat misalnya saja kendaraan dinas yang berplat merah yaitu seharusnya kendaran itu hanya bisa digunakan pada saat keperluan kantor dan bukan pribadi seperti belanja di mall atau digunakan untuk tamasya keluarga bahkan mudik sekalipun. kurangnya infrastruktur e-Government. birokrasi sebagai ujung tombak pelaksana pelayanan publik mencakup berbagai program-program pembangunan dan kebijaksanaankebijaksanaan pemerintah.Ketidakpuasan terhadap kinerja pelayanan publik dapat dilihat dari keengganan masyarakat berhubungan dengan birokrasi pemerintah atau dengan kata lain adanya kesan untuk sejauh mungkin menghindari birokrasi pemerintah. kurang informatif. waktu yang lama untuk bisa mendapatkan KTP serta cara yang berbelit-belit yaitu harus banyak pintu yang harus dilewati. Fenomena “high cost”. birokrasi yang dimaksudkan untuk melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan tersebut. penghargaan dan sanksi belum memadai. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan. birokrasi di Indonesia ini sepertinya memang memiliki budaya yang sulit diberantas seperti misalnya. inefisiensi dan birokratis. Karena mindset mereka adalah mereka tidak mempunyai tanggung jawab apa-apa kepada rakyat akan tetapi tanggung jawab terhadap atasan yang sangat besar karena mereka diangkat oleh atasan. kurang responsif. transparansi biaya dan prosedur pelayanan yang belum jelas. kurang mau mendengar keluhan/saran/aspirasi masyarakat. banyak pegawai yang jika hari kerja tetapi diselingi oleh libur panjang maka ia malas untuk masuk kerja atau bahkan jika atasannya tidak masuk kerja. birokrasi selalu mendapatkan citra negatif yang tidak menguntungkan bagi perkembangan birokrasi itu sendiri (khususnya dalam hal pelayanan publik). Padahal itu bukan hak mereka untuk menggunakan kendaraan dinas atas nama kepentingan pribadi. pemerintahan yang dirasakan masih sentralistik. . Banyak sudah contoh yang ditemukan di kehidupan masyarakat itu sendiri tentang fakta bahwa birokrasi masih belum bisa menjadi “pelayan public” yang ideal. merupakan kondisi pelayanan publik yang dirasakan oleh masyarakat selama ini. Birokrasi di dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan (termasuk di dalamnya penyelenggaraan pelayanan publik) diberi kesan adanya proses panjang dan berbelit-belit apabila masyarakat menyelesaikan urusannya berkaitan dengan pelayanan aparatur pemerintahan . Ada kesan di pihak birokrasi kalau mereka itu bukanlah yang harusnya melayani kepentingan rakyat akan tetapi mereka adalah seorang pejabat tinggi Negara yang seharusnya rakyat itu tidak punya hak apa-apa atas mereka. Akibatnya. Padahal benar-benar pemikiran seperti itu salah. masih menguatnya budaya dilayani bukan melayani. Fenomena pelayanan publik tersebut disebabkan antara lain oleh masih banyaknya fungsi dan peran kelembagaan yang tumpang tindih. serta sistem insentif. Selain itu juga. selain KTP juga ada lagi yaitu seperti mendapatkan surat keterangan tidak mampu untuk warga miskin serta banyak lagi. mereka jadi malas-malasan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya. kurang accessible. seringkali diartikulasikan berbeda oleh masyarakat. kurang koordinasi.

meliputi baik faktor-faktor internal birokrasi maupun faktor-faktor lingkungan strategis. dapat dijadikan percontohan bagi pengembangan pelayanan. Di lain pihak. Alasannya ketakutan terhadap pimpinan/pejabat di atasnya atau ketidakberanian untuk melawan aturan main yang mereka anggap kaku dan zakelek. Jembrana. ada dua dimensi. antara aparat dan masyarakat. Tetapi. izin. antara pimpinan/atasan dan staf/bawahan. konsep dan prakarsa reformasi birokrasi tidak terlepas dari pertimbangan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi. dan kinerja birokrasi. dan sebagainya menjadi sulit. Budaya paternalisme merupakan sistem yang menempatkan pimpinan sebagai pihak dominan. Keseluruhan faktor tersebut perlu dipertimbangkan dalam menentukan “format birokrasi” yang dikehendaki dan berkemampuan merespon tantangan lingkungan strategis yang semakin kompleks dan meningkat. . Daerah seperti Sumatera Barat. setidaknya pola dasar pelayanan yang prima telah terbentuk. rencana reformasi birokrasi bertolak dari berbagai fenomena yang dinilai menjadi kelemahan birokrasi yang telah diuraikan sebelumnya untuk selanjutnya dicarikan solusinya. Pola hubungan dipandang hierarkis. budaya ini menjadi ciri khas. Biasanya pegawai tidak berani mengambil sebuah diskresi (kebijaksanaan) keputusan administrasi. corak hubungannya seperti ayah dengan anak. Pertama. Ini disebabkan banyak pejabat yang seharusnya di tempat. usaha. Sudah sering kita dengar untuk mengurus surat tentang tempat tinggal. dinamika. Tentu saja. Solusi tersebut terarah pada pengurangan kelemahan sehingga terwujud birokrasi yang mampu menangkap peluang-peluang dan merespon tantangan yang merupakan tuntutan masyarakat dan dinamika global. para pejabat/pimpinan di atasnya yang memegang keputusan kebijakan. bahkan karier birokrasi mereka.Dalam hubungan itu. menghilang tidak ada keterangan pasti. Sragen. Sebagai bangsa dengan watak budaya ketimuran yamg kental. Sifat kaku aturan main birokrasi menjadi masalah lain untuk menghasilkan pelayanan prima bagi publik. Bagaimana kenyataan di lapangan? Beberapa kasus di beberapa daerah tidak dapat kita pungkiri berhasil merombak wajah birokrasi menjadi lebih baik. Pola yang terjadi biasanya lebih banyak menguntungkan atasan/pejabat pusat dibanding keuntungan yang diperoleh masyarakat sebagai pengguna layanan publik. Dengan menggunakan pendekatan manajemen strategis. tidak tepat kiranya digunakan sebagai paradigma birokrasi. surat keterangan. Kedua. Walaupun tetap ada titik lemah yang dikritik. Wajar saja karena ia tidak mau disalahkan jika keputusan yang diambil pegawai salah dan berpotensi merusak kinerja. Dalam konteks pelayanan publik. keadaan ini merugikan si pengguna jasa yang tidak lain adalah publik/masyarakat. juga tidak memiliki keberanian mendelegasikan kewenangannya kepada staf yang ia percaya atau pegawai senior yang memiliki keahlian dalam bidang yang sama. termasuk pemahaman mengenai posisi dan peran birokrasi dalam sistem administrasi negara kita. Staf/pegawai yang seharusnya dapat menggantikan dalam mengambil keputusan administrasi tidak diberi wewenang.

Hal ini perlu ditangani dengan jalan mendorong terciptanya lembaga pelayanan publik yang standar dan terukur. Hal ini dapat dirubah dengan melakukan dan membangun pola pikir aparatur yang berorientasi pada pelayanan. (3) unsur pemerintah. (5) adanya mekanisme pengawasan sosial yang jelas mengenai pelayanan publik antara birokrat dan masyarakat yang dilayani. dan menempatkan orang yang tepat pada jabatan/pekerjaan yang tepat. dan meningkatkan kepedulian aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. melihat apa yang menjadi kenyataan tentang bagaimana kurangnya pelayanan public yang dilakukan oleh birokrasi. dan mengembangkan sistem yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. penghargaan dan sanksi belum memadai. sebagai solusi strateginya perlu memperhatikan beberapa hal. serta berorientasi pada “kelayakan kualifikasi dan kinerja pegawai dengan penghasilan yang diterima”. ketatalaksanaan. Hal ini perlu diperbaiki dengan membangun sistem penilaian kinerja dan pengawasan yang berorientasi pada pemberian penghargaan dan sanksi pada individu pada setiap institusi pemerintah. masih menguatnya sikap dan perilaku dilayani bukan melayani merupakan penyakit birokrasi yang akut. peninjauan kembali peraturan perundang-undangan mengenai memberikan pelayanan publik yang tumpang tindih. membangun organisasi pemerintah berdasarkan pada kepercayaan. Atau lepas dari itu. yakni: (1) merubah persepsi dan paradigma birokrasi mengenai konsep pelayanan. Keenam. (4) adanya peraturan daerah yang mampu menjelaskan mengenai standart minimal pelayanan publik dan sanksi yang diberikan bagi yang melanggarnya. Keempat. kemudian dituangkan dalam SOP yang transparan sebagai pedoman bagi setiap lembaga pelayanan. dan penghargaan”. standar pelayanan yang meliputi tingkat biaya. Pertama. menata kembali sistem dan prosedur pelayanan publik. dan jangka waktu pelayanan yang belum jelas. dan didukung dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan tentang pemberian penghargaan dan sanksi yang tepat. proses dan output dalam pelayanan.Kelemahan-kelemahan yang melekat pada pelayanan publik meliputi aspek kelembagaan. dan SDM. privat dan masyarakat harus merupakan all together yang sinergi. mengurangi peran lembaga pemerintah untuk hal-hal yang sudah dapat dilakukan masyarakat. untuk mengatasi tumpang tindihnya fungsi dan peran kelembagaan perlu dilakukan reformulasi kelembagaan yang ada dengan pembenahan struktur penjabaran stugas dan fungsi yang jelas dan tidak tumpang tindih. (7) adanya upaya pembaharuan dibidang sistem administrasi publik (administrative reform). maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengatasi persoalan kemunduran tersebut. merubah peraturan perun-dang-undangan tentang sistem remunerasi yang menjamin terpemenuhinya standar hidup layak dan kesejahtraan PNS. kinerja. prosedur pelayanan. dengan membangun sistem standarisasi pelayanan publik mulai dari input. Ketujuh. sistem insentif yang lemah perlu diperbaiki dengan lebih menekankan keseimbangan “kualifikasi. (2) adanya kebijakan publik yang lebih mengutamakan kepentingan publik dan pelayanan publik dibanding dengan kepentingan penguasa atau elit tertentu. Kelima. membangun kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam penyelenmggaraan pelayanan publik. (6) adanya kepemimpinan yang kuat (strong leadership) dalam melaksanakan komitmen pelayanan publik. (8) . Rencana tindak ke depan berisikan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan kelemahan-kelemahan tersebut. dalam upaya mendorong dan prosedur yang lebih baik dalam pelayanan. meningkatkann komitmen dan kompetensi pelayanan.

dan membangun masa depan yang lebih baik dan dapat terpelihara kesinambungannya. Birokrasi di negara-negara tersebut. akan sanggup bertahan dari godaan untuk tidak berbuat yang bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dankebajikan. Karakter yang dilandasi sifat-sifat kebajikan akan menghasilkan kebijaksanaankebijaksanaan yang menguntungkan masyarakat dan mencegah tujuan menghalalkan segala cara. pembaharuan demokrasi. tetapi juga nilai-nilai kejuangan. Tidak kalah pentingnya seperti telah dikemukakan di atas. selain perlu dilakukan melalui penataan ulang sistem. dalam arti kualitas dan kemampuannya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Birokrasi harus terdiri atas manusia-manusia yang kompeten dan berkarakter. karena akan berkonotasi indoktrinasi. termasuk krisis ekonomi. Reformasi birokrasi pada dasarnya merupakan upaya perubahan yang dilakukan secara sadar. dalam rangka menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan yang dinamis. Selain itu juga. Dengan segala kelemahannya birokrasi di negara maju dan di banyak negara berkembang yang menganut paham demokrasi. dan menjamin kontinuitas dan stabilitas pada masa-masa krisis politik. serta membangun kualitas SDMnya. meskipun dengan imbalan tidak terlalu memadai. Birokrasi harus diisi oleh orang-orang yang profesional dalam menjalankan pekerjaannya. Oleh karenanya birokrasi harus menentang habis-habisan setiap upaya yang tidak konstitusional apalagi yang jelas bertentangan dengan konstitusi. Korea. Malaysia dan Thailand dapat bertahan menghadapi gelombanggelombang perubahan dan beradaptasi secara dinamis. dan dengan demikian yang daya saingnya dalam masyarakat lebih terbelakang. dalam kebijaksanaan-kebijaksaan dan tindakantindakannya. Upaya tersebut. meskipun tidak sempurna. Karakter ini harus ditunjukkan bukan hanya dengan menghayati nilai-nilai kebenaran dan kebajikan yang mendasar. dst. Hal terakhir ini penting karena dengan semangat kejuangan itu seseorang birokrat. namun semangat birokrasi baru harus dikembangkan dan dibudayakan. seperti di Singapura.adanya upaya untuk memberdayakan masyarakat (empowerment) secara terus menerus dan demokratis. kita jangan melupakan bahwa budaya birokrasi yang sudah tidak baik itu harus diperbaiki lewat hal terkecil. Sehingga birokrasi dapat berfungsi sebagai ujung tombak upaya kita menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita dewasa ini. birokrasi harus memiliki semangat keadilan sosial. untuk memposisikan diri (birokrasi) kembali. tetapi harus menegakkannya. Memang kita sudah tidak bisa lagi menggunakan istilah doktrin. yang menyangkut kelembagaan dan tata dan cara kerjanya. Selanjutnya birokrasi harus berpegang teguh kepada konstitusi dan segenap ketentuan pelaksanaannya. Birokrasi tidak ikut menetapkan konstitusi. dapat menjadi andalan masyarakatnya dalam mencari solusi terhadap berbagai masalah. Kompeten. yang utama adalah menerapkan budaya atau semangat birokrasi yang tepat. dikakukan untuk melaksanakan peran dan fungsi secara tepat . yang tercermin dalam keberpihakan kepada yang lemah.

Kebutuhan tersebut. bertitik tolak dari fakta adanya peran birokrasi saat ini yang masih jauh dari harapan. merupakan cerminan dari sebuah kebutuhan.dan konsisten. guna menghasilkan manfaat sebagaimana diamanatkan konstitusi. Kesadaran diri untuk melakukan upaya perubahan ke arah yang lebih baik. Reformasi birokrasi bertujuan untuk mewujudkan aparatur negara yang amanah dan mampu mendukung pembangunan nasional serta menjawab kebutuhan dinamika bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 . kesinambungan dan ketertiban sebagai kesatuan komponen yang saling terkait dan berinteraksi dengan tujuan untuk mewujudkan tujuan reformasi birokrasi. Realitas ini. sesungguhnya juga menunjukkan kesadaran bahwa terdapat kesenjangan antara apa sebenarnya diharapkan dengan fakta aktual mengenai peran birokrasi dewasa ini. tahapan waktu. Reformasi birokrasi memerlukan proses.

dan menempatkan orang yang tepat pada jabatan/pekerjaan yang tepat. dan meningkatkan kepedulian aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. serta berorientasi pada kelayakan kualifikasi dan kinerja pegawai dengan penghasilan yang diterima . dan didukung dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan tentang pemberian penghargaan dan sanksi yang tepat. melihat apa yang menjadi kenyataan tentang bagaimana kurangnya pelayanan public yang dilakukan oleh birokrasi. kinerja. Ketujuh. merubah peraturan perun-dang-undangan tentang sistem remunerasi yang menjamin terpemenuhinya standar hidup layak dan kesejahtraan PNS. prosedur pelayanan. dengan membangun sistem standarisasi pelayanan publik mulai dari input. yakni: (1) merubah persepsi dan paradigma birokrasi mengenai konsep pelayanan. dan mengembangkan sistem yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Hal ini dapat dirubah dengan melakukan dan membangun pola pikir aparatur yang berorientasi pada pelayanan. Keenam. proses dan output dalam pelayanan. Atau lepas dari itu. Hal ini perlu ditangani dengan jalan mendorong terciptanya lembaga pelayanan publik yang standar dan terukur. dan penghargaan . membangun organisasi pemerintah berdasarkan pada kepercayaan. kemudian dituangkan dalam SOP yang transparan sebagai pedoman bagi setiap lembaga pelayanan. maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengatasi persoalan kemunduran tersebut. sebagai solusi strateginya perlu memperhatikan beberapa hal. (5) adanya mekanisme pengawasan sosial yang jelas mengenai pelayanan publik antara birokrat dan masyarakat yang dilayani. privat dan masyarakat harus merupakan all together yang sinergi. (8) adanya upaya untuk memberdayakan masyarakat (empowerment) secara terus menerus dan demokratis. (6) adanya kepemimpinan yang kuat (strong leadership) dalam melaksanakan komitmen pelayanan publik.tindihnya fungsi dan peran kelembagaan perlu dilakukan reformulasi kelembagaan yang ada dengan pembenahan struktur penjabaran stugas dan fungsi yang jelas dan tidak tumpang tindih. Keempat. standar pelayanan yang meliputi tingkat biaya. sistem insentif yang lemah perlu diperbaiki dengan lebih menekankan keseimbangan kualifikasi. Hal ini perlu diperbaiki dengan membangun sistem penilaian kinerja dan pengawasan yang berorientasi pada pemberian penghargaan dan sanksi pada individu pada setiap institusi pemerintah. dst. penghargaan dan sanksi belum memadai. (2) adanya kebijakan publik yang lebih mengutamakan kepentingan publik dan pelayanan publik dibanding dengan kepentingan penguasa atau elit tertentu. masih menguatnya sikap dan perilaku dilayani bukan melayani merupakan penyakit birokrasi yang akut. . meningkatkann komitmen dan kompetensi pelayanan. mengurangi peran lembaga pemerintah untuk hal-hal yang sudah dapat dilakukan masyarakat. membangun kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam penyelenmggaraan pelayanan publik. menata kembali sistem dan prosedur pelayanan publik. peninjauan kembali peraturan perundang-undangan mengenai memberikan pelayanan publik yang tumpang tindih. dan jangka waktu pelayanan yang belum jelas. dalam upaya mendorong dan prosedur yang lebih baik dalam pelayanan. (7) adanya upaya pembaharuan dibidang sistem administrasi publik (administrative reform). (4) adanya peraturan daerah yang mampu menjelaskan mengenai standart minimal pelayanan publik dan sanksi yang diberikan bagi yang melanggarnya. Kelima. (3) unsur pemerintah.

untuk memposisikan diri (birokrasi) kembali. Karakter ini harus ditunjukkan bukan hanya dengan menghayati nilai-nilai kebenaran dan kebajikan yang mendasar. seperti di Singapura. Birokrasi di negara-negara tersebut. merupakan cerminan dari sebuah kebutuhan. birokrasi harus memiliki semangat keadilan sosial. dan menjamin kontinuitas dan stabilitas pada masa-masa krisis politik. karena akan berkonotasi indoktrinasi. Reformasi birokrasi pada dasarnya merupakan upaya perubahan yang dilakukan secara sadar. Hal terakhir ini penting karena dengan semangat kejuangan itu seseorang birokrat. Birokrasi harus diisi oleh orang-orang yang profesional dalam menjalankan pekerjaannya. Tidak kalah pentingnya seperti telah dikemukakan di atas. meskipun dengan imbalan tidak terlalu memadai. kita jangan melupakan bahwa budaya birokrasi yang sudah tidak baik itu harus diperbaiki lewat hal terkecil. dalam rangka menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan yang dinamis. Korea. Kompeten. Birokrasi tidak ikut menetapkan konstitusi.Selain itu juga. . Dengan segala kelemahannya birokrasi di negara maju dan di banyak negara berkembang yang menganut paham demokrasi. namun semangat birokrasi baru harus dikembangkan dan dibudayakan. dalam kebijaksanaan-kebijaksaan dan tindakantindakannya. dan dengan demikian yang daya saingnya dalam masyarakat lebih terbelakang. selain perlu dilakukan melalui penataan ulang sistem. yang tercermin dalam keberpihakan kepada yang lemah. pembaharuan demokrasi. Sehingga birokrasi dapat berfungsi sebagai ujung tombak upaya kita menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita dewasa ini. dikakukan untuk melaksanakan peran dan fungsi secara tepat dan konsisten. Memang kita sudah tidak bisa lagi menggunakan istilah doktrin. Selanjutnya birokrasi harus berpegang teguh kepada konstitusi dan segenap ketentuan pelaksanaannya. termasuk krisis ekonomi. Birokrasi harus terdiri atas manusia-manusia yang kompeten dan berkarakter. Malaysia dan Thailand dapat bertahan menghadapi gelombanggelombang perubahan dan beradaptasi secara dinamis. dan membangun masa depan yang lebih baik dan dapat terpelihara kesinambungannya. tetapi juga nilai-nilai kejuangan. guna menghasilkan manfaat sebagaimana diamanatkan konstitusi. Upaya tersebut. Kesadaran diri untuk melakukan upaya perubahan ke arah yang lebih baik. serta membangun kualitas SDMnya. meskipun tidak sempurna. yang menyangkut kelembagaan dan tata dan cara kerjanya. tetapi harus menegakkannya. yang utama adalah menerapkan budaya atau semangat birokrasi yang tepat. Karakter yang dilandasi sifat-sifat kebajikan akan menghasilkan kebijaksanaankebijaksanaan yang menguntungkan masyarakat dan mencegah tujuan menghalalkan segala cara. Oleh karenanya birokrasi harus menentang habis-habisan setiap upaya yang tidak konstitusional apalagi yang jelas bertentangan dengan konstitusi. dapat menjadi andalan masyarakatnya dalam mencari solusi terhadap berbagai masalah. akan sanggup bertahan dari godaan untuk tidak berbuat yang bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dankebajikan. dalam arti kualitas dan kemampuannya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.

tahapan waktu. Reformasi birokrasi bertujuan untuk mewujudkan aparatur negara yang amanah dan mampu mendukung pembangunan nasional serta menjawab kebutuhan dinamika bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 . sesungguhnya juga menunjukkan kesadaran bahwa terdapat kesenjangan antara apa sebenarnya diharapkan dengan fakta aktual mengenai peran birokrasi dewasa ini.Kebutuhan tersebut. Reformasi birokrasi memerlukan proses. kesinambungan dan ketertiban sebagai kesatuan komponen yang saling terkait dan berinteraksi dengan tujuan untuk mewujudkan tujuan reformasi birokrasi. bertitik tolak dari fakta adanya peran birokrasi saat ini yang masih jauh dari harapan. Realitas ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful