Asuhan Keperawatan Gastritis Erosif

oleh: Ns. Lukman,SKep,M.M Pengertian Suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan erosi. Erosif karena perlukaan hanya pada bagian mukosa. bentuk berat dari gastritis ini adalah gastritis erosive atau gastritis hemoragik. Perdarahan mukosa lambung dalam berbagai derajad dan terjadi erosi yang berarti hilangnya kontinuitas mukosa lambung pada beberapa tempat.

Etiologi 1.Obat analgetik anti inflamasi, terutama aspirin. 2.Bahan-bahan kimia 3.Merokok 4.Alkohol 5.Stres fisik yang disebabkan oleh luka bakar, sepsis, trauma, pembedahan, gagal pernafasan, gagal ginjal, kerusakan susunan saraf pusat. 6.Refluks usus ke lambung. 7.Endotoksin. Patogenesis Seluruh mekanisme yang menimbulkan gastritis erosif karena keadaan-keadaan klinis yang berat belum diketahui benar. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan rusaknya mukosa lambung adalah : a) kerusakan mukosa barrier sehingga difusi balik ion H + meninggi, b) perfusi mukosa lambung yang terganggu, c) jumlah asam lambung.

Faktor ini saling berhubungan, misalnya stres fisik yang dapat menyebabkan perfusi mukosa lambung terganggu, sehingga timbul daerah-daerah infark kecil. Di samping itu, sekresi asam lambung juga terpacu. Pada gastritis refluks, gastritis karena bahan kimia, obat, mukosa barrier rusak, menyebabkan difusi balik ion H+ meninggi. Suasana

kecuali mereka yang mengalami perdarahan hebat hingga menimbulkan gangguan hemodinamik yang nyata seperti hipotensi. 2. 3. takikardi sampai gangguan kesadaran. Pengobatan Pengobatan lebih ditujukan pada pencegahan terhadap setiap apsien yang beresiko tinggi. Hasil pemeriksaan akan ditemukan gambaran mukosa sembab. pucat. 1. merah. mudah berdarah atau terdapat perdarahan spontan.Mengatasi atau menghindari penyebab apabila dapat dijumpai.Nyeri tekan yang ringan pada epigastrium Pada pemeriksaan fisik biasanya tidak ditemukan kelainan. khususnya gastroduodenoskopi. meskipun kadang dilakukan tapi tidak begitu memberikan hasil yang memuaskan.Histopatologi. erosi mukosa yang bervariasi.Muntah darah 2 Nyeri epigastrium 3. hal yang dapat dilakukan adalah .Radiologi dengan kontras ganda.Pemberian obat-obat H+ blocking. . keringat dingin. Pemeriksaan Diagnostik 1. mulai dari yang sangat ringan asimptomatik sampai sangat berat yang dapat membawa kematian.Neusa dan rasa ingin vomitus 4. antasid atau obat-obat ulkus lambung yang lain. Manifestasi tersebut adalah: 1.Endoskopi.Mengatasi kedaruratan medis yang terjadi. 3.asam yang terdapat pada lumen lambung akan mempercepat kerusakan mukosa barrier oleh cairan usus. Manifestasi Klinis Gambaran klinis gastritis akut erosif sangat bervariasi. 2.

penyalahgunaan laksantif. rangsangan muntah sendiri. rangsangan muntah sendiri. Proses Keperawatan Gastritis Akut DiagnosisKeperawatan 1. menonton televisi) selama waktu makan . 5. dan atau penyimpangan persepsi dengan tubuh. 6.Kebutuhan koping individu yang berhubungan dengan perasaan hilangk kontrol rasa takut dengan bertambah besar dan/atau respons pribadi terhadap disfungsi keluarga. tapi tak ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa tindakan tersebut memberikan manfaat dalam menghentikan perdarahan saluran cerna atas.Hilangkan distraksi (misalnya pembicaraan.Dahulu sering dilakukan kuras lambung menggunakan air es untuk menghentikan perdarahan saluran cerna atas.Izinkan klien memilih makanan (makanan rendah kalori tidak diperbolehkan) 2. dan atau penyimpangan persepsi dengan tubuh.Gangguan gambaran tubuh yang berhubungan dengan persepsi yang tidak akurat tentang diri 4.Buat struktur waktu makan dengan batasan waktu (misalnya 40 menit) 3. 3.Ketidakefektifan koping keluarga yang berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mengkomunikasikan dan untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia.Potensial terhadap kekurangan volume cairan (sekunder) yang berhubungan dengan diet. 2. 1.Kurang pengetahuan dan informasi yang berhubungan dengan kondisi dan kurangnya keterampilan koping Intervensi/Implementasi Keperawatan Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia. penyalahgunaan laksantif.

melalui membuat dan pertahankan batasan yang ketat. Ukur berat badan . 6.Bila makanan tidak dimakan. Setiap anggota staf harus mempunyai laporan akhir per shift tentang suatu keputusan 10. 7. 7. 8. bila melanggar batasan tersebut dengan cara yang tidak menghukum.Jauhkan perhatian selama makan bila klien menolak untuk makan. lakukan pemberian makan melalui selang. Intervensi keperawatan pembatasan bersifat teknis.Jangan biarkan klien "mengemut" makanan. 5.Lakukan metode pemberian makan pengganti setiap kali klien menolak untuk makan per oral. Berikan penghargaan pada klien hanya bila ia mengalami kenaikan berat badan. 8. 3. 11.Sebutkan waktu untuk makan. Komunikasi yang bermanfaat. Pencegahan manipulasi staf dengan cerita. akan dibuat penggantian metode pemberian makanan yang lain. menghidangkan makanan. 9. 4. 5. Beralih pada aktivitas yang menyenangkan. 2.Perpisahan dari keluarga selama beberapa waktu akan sangat membantu. informasikan pada klien bahwa bila makanan tidak dimakan selama waktu yang telah disediakan. dan batas waktu makan.Klien mencapai peningkatan berat badan setiap hari karena adanya keinginan dari klien.4. 9.Kurangi perhatian saat makan Terapi Modifikasi Perilaku 1. NGT sesuai pesanan dalam keadaan seperti ini jangan berikan penawaran pada klien. dan diskusikan tentang batasan dan konsekuensinya. 6. Tindakan konsisten harus dipertahankan. rujuk pada perilaku manipulatif.Cegah manipulasi staf dengan ceria. Isolasi sosial.

1. Klien menunjukkan hidrasi diperlukan secara adekuat. Pantau pemberian cairan dengan elektrolit /NPT sesuai pesanan. 2. . Mengikuti kembali pola makan yang normal. b) timbang klien hanya dengan gaun. Keseimbangan antara masukan dan haluaran. Kriteria Evaluasi 1. 2. a) timbang klien setiap hari sebelum makan pagi. Kembangkan pengalaman yang berhasil 3. temani klien ketika mandi untuk mencegah pengosongan cairan intravena. Pantau masukan dan haluan. 2. 3. dan observasi dengan sesederhana mungkin. Gangguan gambaran tubuh yang berhubungan dengan persepsi yang tidak akurat tentang diri 1. Klien mengungkapkan pemahaman tentang kebutuhan nutrisi. Pantau tanda vital sesuai kebutuhan. 2. d) dorongan perawatan bertanggung jawab untuk peningkatan berat badan. c) tetapkan perilaku yang dapat diterima bila mencapai berat badan yang telah ditetapkan. Potensial terhadap kekurangan volume cairan (sekunder) yang berhubungan dengan diet. 3. simpan catatan di kantor perawat. Mulailah melakukan dengan tugas-tugas yang mudah. Kriteria Evaluasi 1. cegah untuk menyembunyikan sesuatu yang berat pada tubuh.Ukur BB dengan akurat. Berikan hubungan positif dan penghargaan pada sesuatu yang dilakukan dengan baik oleh klien. Menerima masukan kalori adekuat untuk mempertahankan berat badan normal.

4. Berikan dorongan untuk mengungkapkan perasaan 2. Ajukan untuk datang bila stres. Observasi dan catat respons terhadap stres. 5.Dukung upaya klien pada penentuan diri. 3. 7.4. 3. Mencapai dukungan dan sumber-sumber yang tepat. Fokuskan pada hal-hal yang positif. Klien mulai menunjukkan ketrampilan koping positif. 7. Anjurkan klien untuk menguraikan tentang gambaran dirinya dan membicarakan perasaan tentang diri. 5. Hindarkan menarik perhatian Anda dari ritual atau emosional klien yang behubungan dengan makan. Tingkatkan tehnik reduksi stres. 1. Berikan dorongan pada klien untuk mengungkapkan pikirannya 6. Kriteria Evaluasi 1. Mulai menerima diri sebagai orang yang kurus Kebutuhan koping individu yang berhubungan dengan perasaan hilangk kontrol rasa takut dengan bertambah besar dan/atau respons pribadi terhadap disfungsi keluarga. Mempertahankan berat badan selama periode stres. Berikan respons secara faktual dan konsisten terhadap pertanyaan klien mengenai diet dan nutrisi Kriteria Evaluasi 1. . Berikan dorongan pada orang terdekat. Klien mengungkapkan pikiran positif tentang diri sendiri. 2. 2. dan sebagainya. khususnya bila dengan keluarga. Anjurkan higiene yang baik dan berpakaian 8. 6. makanan.

Berikan dorongan penggunaan teknik penatalaksanaan stres. jasilah penasehat bagi klien dan berupaya menjadi pendukung pada penentuan diri. 3. Mencari bantuan bila diperlukan. Berikan dorongan pada klien dan keluarga untuk mengatakan pikiran. Tunjukkan area yang tidak disetujui oleh klien dan anggota keluarga. aktivitas sekolah. Memberikan respons yang tepat terhadap dukungan yang diberikan. Kriteria Evaluasi 1. Mengidentifikasi area di mana kebutuhan serta harapan tidak terpenuhi. 3. dan. 4. Tekankan pada klien dan anggota keluarga tentang pentingnya menggunakan kata "Saya" dan menerima tanggung jawab untuk diri dengan kehadiran anggota keluarga. Berikan penekanan panduan nutrisi dan bagaimana cara mengatasi diet ketika jauh dari rumah. 2. persepsi. 4. Diskusikan dengan klien pentingnya pengkajian ulang kebutuhan kalori setiap 2 sampai 4 minggu. Rujuk keluarga pada perawatan psikiatri yang berkelanjutan. seterusnya. Arahkan kembali pada kontrol konflik antara klien dan arang tua/orang terdekat terhadap makanan dan terhadap isu-isu yang berhubungan dengan jam malam. 2. Tentukan persepsi setiap anggota keluarga tentang apa yang telah dikatakan orang lain untuk memberikan penekanan keterampilan mendengar. dan perasaan.Ketidakefektifan koping keluarga yang berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mengkomunikasikan dan untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga 1. . 3. 2. Klien mulai mengenal kebutuhan orang lain. Kurang pengetahuan dan informasi yang berhubungan dengan kondisi dan kurangnya keterampilan koping 1. kepuasan kerja.

2. Tingkatkan peogram latihan yang teratur. Kriteria Evaluasi 1. Sumber : Smeltzer & Bare (2002). Klien berusaha mempertahankan berat badan. 5. Jakarta: EGC . (2000). Keperawatan Medikal Bedah. 3.Klien mengungkapkan pentingnya perubahan gaya hidup untuk mempertahankan berat badan yang normal. Rencana Asuhan Keperawaan.Klien mencari sumber konseling untuk membantu mengadakan perubahan. Jakarta: EGC Doengoes. Berikan dorongan kunjungan perawatan tindak lanjut dengan dokter dan konselor.4.

Gastritis kronis Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun (Soeparman. Arif. C. juga dapat disebabkan oleh gangguan mikrosirkulasi mukosa lambung seperti trauma. kembung dan muntah merupakan salah satu keluhan yang sering muncul. merokok. Gastritis akut Salah satu bentuk gastritis akut yang sering dijumpai di klinik ialah gastritis akut erosif. 2. gagal ginjal. makanan . 1999. Definisi Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung (Mansjoer Arif. Patofisiologi 1. 2004. D. Gastritis juga dapat disebabkan oleh obat-obatan terutama aspirin dan obat anti inflamasi non steroid (AINS). Ditemukan juga perdarahan saluran cerna berupa hematemesis dan melena.. hal: 181). terdapat riwayat penggunaan obat-obatan atau bahan kimia tertentu. kelemahan dan rasa tidak nyaman pada abdomen (Mansjoer. 2000. Gambaran Klinis Sindrom dispepsia berupa nyeri epigastrium. stres fisis yang disebabkan oleh luka bakar. pembedahan. hal: 492). Biasanya jika dilakukan anamnesa lebih dalam. zat kimia misalnya obat-obatan dan alkohol. Etiologi Penyebab gastritis adalah obat analgetik anti inflamasi terutama aspirin. bahan kimia. 2001. mual. kerusakan susunan saraf pusat. Gastritis dibagi menjadi 2 yaitu: 1. B. Arif. refluk usus lambung (Inayah. 1999. hal: 492) Gastritis adalah inflamasi pada dinding gaster terutama pada lapisan mukosa gaster (Sujono Hadi. hal: 492-493). gagal pernafasan. hal: 58). hal: 138). 1999. Konsep Dasar Teori A. hal: 101). 1999. Disebut erosif apabila kerusakan yang terjadi tidak lebih dalam daripada mukosa muskularis. 1999. sepsis. hal: 188). Pasien dengan gastritis juga disertai dengan pusing. kemudian disusul dengan tanda-tanda anemia pasca perdarahan. Gastritis Akut Gastritis akut dapat disebabkan oleh karena stres. misalnya lisol. Gastritis adalah peradangan lokal atau penyebaran pada mukosa lambung dan berkembang dipenuhi bakteri (Charlene. Gastritis akut erosif adalah suatu peradangan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan-kerusakan erosif. J. luka bakar dan sepsis (Mansjoer. alkohol. trauma. Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang berkepanjangan yang disebabkan baik oleh ulkus lambung jinak maupun ganas atau oleh bakteri helicobacter pylori (Brunner dan Suddart.

yaitu dengan mengganti sel mukosa gaster. Rasa nyeri ini ditimbulkan oleh karena kontak HCl dengan mukosa gaster. Organisme ini menyerang sel permukaan gaster.Bila pasien mampu makan melalui mulut diet mengandung gizi dianjurkan. . hal 96). . 2. cairan perlu diberikan secara parenteral. lambung melakukan gerakan peristaltik tetapi karena sel penggantinya tidak elastis maka akan timbul kekakuan yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri. Pada para yang mengalami stres akan terjadi perangsangan saraf simpatis NV (Nervus vagus) yang akan meningkatkan produksi asam klorida (HCl) di dalam lambung. Pada gastritis. mengurangi produksinya. 1999. . Vasodilatasi mukosa gaster akan menyebabkan produksi HCl meningkat. 1999: 162). Anoreksia juga dapat menyebabkan rasa nyeri.yang pedas. Kerusakan pembuluh darah ini akan menimbulkan perdarahan (Price. penatalaksanaannya dapat dilakukan dengan: a. Mengatasi kedaruratan medis yang terjadi. Gastritis Kronis Helicobacter pylori merupakan bakteri gram negatif. Penatalaksanaan Pengobatan gastritis meliputi: 1. . Sylvia dan Wilson. Respon mukosa lambung akibat penurunan sekresi mukus dapat berupa eksfeliasi (pengelupasan). panas maupun asam. sehingga akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah lapisan mukosa. Metaplasia adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap iritasi. Adanya HCl yang berada di dalam lambung akan menimbulkan rasa mual. memperberat timbulnya desquamasi sel dan muncullah respon radang kronis pada gaster yaitu: destruksi kelenjar dan metaplasia. 2. Hilangnya sel mukosa akibat erosi memicu timbulnya perdarahan. Pada saat mencerna makanan. yang berfungsi untuk menghasilkan mukus. Respon mukosa lambung karena penurunan sekresi mukus bervariasi diantaranya vasodilatasi sel mukosa gaster. Perdarahan yang terjadi dapat mengancam hidup penderita. E. Gastritis akut . 3.Untuk menetralisir asam gunakan antasida umum. muntah dan anoreksia. Metaplasia ini juga menyebabkan hilangnya sel mukosa pada lapisan lambung. Mengatasi atau menghindari penyebab apabila dapat dijumpai. lakukan penatalaksanaan untuk hemoragi saluran gastromfestinal . Zat kimia maupun makanan yang merangsang akan menyebabkan sel epitel kolumner. Sedangkan mukus itu fungsinya untuk memproteksi mukosa lambung agar tidak ikut tercerna.Untuk menetralisir alkali gunakan jus lemon encer atau cuka encer. misalnya dengan sel desquamosa yang lebih kuat. Eksfeliasi sel mukosa gaster akan mengakibatkan erosi pada sel mukosa. Karena sel desquamosa lebih kuat maka elastisitasnya juga berkurang. Lapisan mukosa gaster terdapat sel yang memproduksi HCl (terutama daerah fundus) dan pembuluh darah. namun dapat juga berhenti sendiri karena proses regenerasi. Lorraine.Bila gejala menetap. Pemberian obat-obat antasid atau obat-obat ulkus lambung yang lain (Soeparman. sehingga erosi menghilang dalam waktu 24-48 jam setelah perdarahan.Instruksikan pasien untuk menghindari alkohol. .Bila perdarahan terjadi.

Arief 1999. .Dapat diatasi dengan memodifikasi diet pasien. contoh peningkatan asam hidroklorik dan pembentukan asam nokturnal penyebab ulkus duodenal. F. 4. Perdarahan saluran cerna bagian atas. Konsep Asuhan Keperawatan a. Pylori diatasi dengan antiobiotik (seperti tetraciklin ¼.pengisian kapiler lambar / perlahan (vasokonstriksi) . Penurunan atau jumlah normal diduga ulkus gaster. Ulkus peptikum. Aktivitas / Istirahat Gejala : kelemahan. disritmia (hipovolemia / hipoksemia) . mengkaji aktivitas sekretori mukosa gaster. Pemeriksaan Diagnostik 1. sianosis (tergantung pada jumlah kehilangan darah) . takipnea / hiperventilasi (respons terhadap aktivitas) 2. . Angiografi = vaskularisasi GI dapat dilihat bila endoskopi tidak dapat disimpulkan atau tidak dapat dilakukan. EGD (Esofagogastriduodenoskopi) = tes diagnostik kunci untukperdarahan GI atas. G.hipotensi (termasuk postural) . 2. kelelahan Tanda : takikardia.kelemahan / nadi perifer lemah . diet makan lunak diberikan sedikit tapi lebih sering. Sirkulasi Gejala : .takikardia.. 2. Analisa gaster = dapat dilakukan untuk menentukan adanya darah. perforasi dan anemia karena gangguan absorbsivitamin (Mansjoer. 1999. respons psikologik) .Reaksi lambung diperlukan untuk mengatasi obstruksi pilorus.Pembedahan darurat mungkin diperlukan untuk mengangkat gangren atau perforasi. Gastritis kronis . 3. Menunjukkan sirkulasi kolatera dan kemungkinan isi perdarahan. II.H. dipersekresi berat dan asiditas menunjukkan sindrom Zollinger-Ellison. Amilase serum = meningkat dengan ulkus duodenal. amoxillin) dan gram bismuth (pepto-bismol). Komplikasi 1. kadar rendah diduga gastritis (Doengoes. hal: 493).Mengurangi stress . b. Fokus Pengkajian 1. nyeri akut. 5. hal: 456).warna kulit : pucat. Minum barium dengan foto rontgen = dilakukan untuk membedakan diganosa penyebab / sisi lesi. dilakukan untuk melihat sisi perdarahan / derajat ulkus jaringan / cedera.kelemahan kulit / membran mukosa = berkeringat (menunjukkan status syok.

reserpin. disorientasi / bingung. eritema palmar (menunjukkan sirosis / hipertensi portal) . Neurosensi Gejala : rasa berdenyut. Spider angioma. stresor psikologis. 7. bau busuk (steatorea). Nyeri / Kenyamanan Gejala : nyeri. Rasa ketidaknyamanan / distres samar-samar setelah makan banyak dan hilang dengan makan (gastritis akut). berhati-hati pada area yang sakit. perih. rentang dari agak cenderung tidur. hubungan kerja). penurunan produksi mukosa. kecoklatan atau kadang-kadang merah cerah. rasa terbakar. Karakteristik feses : diare. berbusa. Nyeri epigastrum kiri sampai tengah / atau menyebar ke punggung terjadi 1-2 jam setelah makan dan hilang dengan antasida (ulus gaster). hipoaktif setelah perdarahan. alkohol. ibuprofen). gastritis. 5. Tanda : wajah berkerut. kelemahan. Nyeri epigastrum kiri sampai / atau menyebar ke punggung terjadi kurang lebih 4 jam setelah makan bila lambung kosong dan hilang dengan makanan atau antasida (ulkus duodenal). dengan atau tanpa bekuan darah. misal : gelisah. perhatian menyempit. suara gemetar. nyeri hebat tiba-tiba dapat disertai perforasi. darah warna gelap. Membran mukosa kering. iradiasi area gaster. distensi Bunyi usus : sering hiperaktif selama perdarahan. pusing / sakit kepala karena sinar.3. antibiotik. muntah (muntah yang memanjang diduga obstruksi pilorik bagian luar sehubungan dengan luka duodenal). Keamanan Gejala : alergi terhadap obat / sensitif misal : ASA Tanda : peningkatan suhu. Konstipasi dapat terjadi (perubahan diet. Tak ada nyeri (varises esofegeal atau gastritis). berkeringat. 8. Integritas ego Gejala : faktor stress akut atau kronis (keuangan. berkeringat. pucat. perasaan tak berdaya. 4. Perubahan pola defekasi / karakteristik feses. 6. Haluaran urine : menurun. dangkal. Tanda : nyeri tekan abdomen. Eliminasi Gejala : riwayat perawatan di rumah sakit sebelumnya karena perdarahan gastro interitis (GI) atau masalah yang berhubungan dengan GI. Masalah menelan : cegukan Nyeri ulu hati. Faktor pencetus : makanan. perhatian menyempit. gemetar. penggunaan obat-obatan tertentu (salisilat. misal: luka peptik / gaster. rokok. bedah gaster. sampai pingsan dan koma (tergantung pada volume sirkulasi / oksigenasi). pekat. mual. sendawa bau asam. Makanan / Cairan Gejala : Anoreksia. turgor kulit buruk (perdarahan kronis). penggunaan antasida). Tanda : tanda ansietas. digambarkan sebagai tajam. Status mental : tingkat kesadaran dapat terganggu. pucat. mual / muntah Tanda : muntah : warna kopi gelap atau merah cerah.

Kandungan fekal menunjukkan obstruksi usus. muntah dan anoreksia.Awasi masukan dan haluaran dihubungkan dengan perubahan berat badan. Ukur kehilangan darah / cairan melalui muntah. hal: 455). alkohol. . Rasional: aktivitas / muntah meningkatkan tekanan intra-abdominal dan dapat mencetuskan perdarahan lanjut.Tinggikan kepala tempat tidur selama pemberian antasida Rasional: mencegah refleks gaster pada aspirasi antasida dimana dapat menyebabkan komplikasi paru serius.Awasi tanda vital Rasional: perubahan tekanan darah dan nadi dapat digunakan perkiraan kasar kehilangan darah (misal: TD <> 110 diduga 25% penurunan volume atau kurang lebih 1000 ml). steroid. NSAID menyebabkan perdarahan GI. Darah merah cerah menandakan adanya atau perdarahan arterial akut. Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : adanya penggunaan obat resep / dijual bebas yang mengandung ASA. alkoholisme. . Diagnosa Keperawan Menurut Doengoes (1999: 458-466) pada pasien gastritis ditemukan diagnosa keperawatan: 1. mual. 1999.Pertahankan tirah baring. b. * Kolaborasi . flu usus. penghisapan gaster / lavase.Catat karakteristik muntah dan / atau drainase Rasional : membantu dalam membedakan penyebab distres gaster. . atau episode muntah berat. Intervensi . Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) berhubungan dengan perdarahan.Berikan cairan / darah sesuai indikasi Rasional: penggantian cairan tergantung pada derajat hipovolemia dan lamanya perdarahan (akut atau kronis) . hepatitis.9. . Jadwalkan aktivitas untuk memberikan periode istirahat tanpa gangguan. mencegah muntah dan tegangan pada saat defekasi. Masalah kesehatan yang lama misal : sirosis. Keluhan saat ini dapat diterima karena (misal : anemia) atau diagnosa yang tak berhubungan (misal : trauma kepala). Kandungan empedu kuning kehijauan menunjukkan bahwa pilorus terbuka. Rasional: memberikan pedoman untuk penggantian cairan. gangguan makan (Doengoes. dan defekasi.

Berikan cairan IV sesuai indikasi Rasional: mempertahankan volume sirkulasi dan perfusi . Riopan) Rasional: dapat digunakan untuk mempertahankan pH gaster pada tingkat 4. berkeringat. . .Kaji kulit terhadap dingin. Ubah posisi dengan sering Rasional: gangguan pada sirkulasi perifer meningkatkan risiko kerusakan kulit. khususnya tiba-tiba. Nyeri berat berlanjut atau tiba-tiba dapat menunjukkan iskemia sehubungan dengan terapi vasokinstriksi. Mylanta. Maalox. * Kolaborasi . pucat. . proklorperazine / campazine) Rasional: menghilangkan mual dan mencegah muntah. Antasida (misal: Amphojel. Antiemetik (misal: metoklopramid / reglan.Catat haluaran dan berat jenis urine Rasional: penurunan perfusi sistemik dapat menyebabkan iskemia / gagal ginjal dimanifestasikan dengan penurunan keluaran urine. nyeri hebat atau nyeri menyebar ke bahu Rasional: nyeri disebabkan oleh ulkus gaster sering hilang setelah perdarahan akut karena efek bufer darah. .Observasi kulit untuk pucat.5 atau lebih tinggi untuk menurunkan risiko perdarahan ulang. Rasional: penghambat histamin H2 menurunkan produksi asam gaster.Catat laporan nyeri abdomen. pijat dengan minyak.Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi Rasional: mengobati hipoksemia dan asidosis laktat selama perdarahan akut. pengisian kapiler lambat dan nadi perifer lemah.Selidiki keluhan nyeri dada Rasional: dapat menunjukkan iskemia jantung sehubungan dengan penurunan perfusi. 2. keluhan pusing / sakit kepala Rasional: perubahan dapat menunjukkan ketidakadekuatan perfusi serebral sebagai akibat tekanan darah arteria. Rasional: vasokonstriksi adalah respons simpatis terhadap penurunan volume sirkulasi dan / atau dapat terjadi sebagai efek samping pemberian vasopresin. Risiko tinggi kerusakan perfusi jaringan berhubungan dengan hipovolemia Intervensi . . kemerahan. nizatidin (acid).Berikan obat sesuai indikasi: Ranitidin (zantac)..Selidiki perubahan tingkat kesadaran. .

palpitasi. dapat meningkatkan ketrampilan koping. sensasi kesemutan. . . ancaman kematian. sakit kepala. .Awasi respons fisiologi misal: takipnea. intensitas (skala 0-10) Rasional: nyeri tidak selalu ada tetapi bila ada harus dibandingkan dengan gejala nyeri pasien sebelumnya.Berikan lingkungan tenang untuk istirahat Rasional: memindahkan pasien dari stresor luar meningkatkan relaksasi. lamanya. rongga oral. Ansietas / ketakutan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Intervensi .Dorong pernyataan takut dan ansietas. iritasi lambung. berikan umpan balik. termasuk lokasi. . Nyeri (akut / kronis) berhubungan dengan luka bakar kimia pada mukosa gaster. dimana dapat membantu mendiagnosa etiologi perdarahan dan terjadinya komplikasi. juga menghancurkan kandungan gaster. 4.Tunjukkan teknik relaksasi Rasional: belajar cara untuk rileks dapat membantu menurunkan takut dan ansietas. . Rasional: membuat hubungan terapeutik.Berikan makanan sedikit tapi sering sesuai indikasi untuk pasien Rasional: makanan mempunyai efek penetralisir asam.Kaji ulang faktor yang meningkatkan atau menurunkan nyeri Rasional: membantu dalam membuat diagnosa dan kebutuhan terapi.Catat keluhan nyeri.Dorong orang terekat tinggal dengan pasien Rasional: membantu menurunkan takut melalui pengalaman menakutkan menjadi seorang diri. .Berikan informasi akurat Rasional: melibatkan pasien dalam rencana asuhan dan menurunkan ansietas yang tak perlu tentang ketidaktahuan. pusing. . Makan sedikit mencegah distensi dan haluaran gastrin. nyeri. Intervensi . .3. Rasional: dapat menjadi indikatif derajat takut yang dialami pasien tetapi dapat juga berhubungan dengan kondisi fisik / status syok.

misal: pijatan punggung. misal: Antasida Rasional: menurunkan keasaman gaster dengan absorbsi atau dengan menetralisir kimia. Antikolinergik (misal : belladonna.Bantu latihan rentang gerak aktif / pasif Rasional: menurunkan kekakuan sendi. dan menghilangkan nyeri nokturnal. . perubahan posisi Rasional: nafas bau karena tertahannya sekret mulut menimbulkan tak nafsu makan dan dapat meningkatkan mual. atropin) Rasional: diberikan pada waktu tidur untuk menurunkan motilitas gaster.Berikan obat sesuai indikasi. memperlambat pengosongan gaster.. meminimalkan nyeri / ketidaknyamanan. menekan produksi asam.Berikan perawatan oral sering dan tindakan kenyamanan. * Kolaborasi . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful