KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat, hidayah, dan inayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, serta para pengikutnya hingga yaumil akhir. Makalah yang berjudul “Pelaksanaan Ibadah Haji dan Hikmahnya” ini berusaha menjelaskan tentang pengertian ibadah haji beserta tata cara pelaksanaan ibadah haji. Dengan dilaksanakannya ibadah haji dengan baik, maka ibadah haji akan meberikan banyak hikmah dan manfaat, yang juga kami jelaskan dalam makalah ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis sehingga makalah ini dapat diselasaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun selalu penulis harapkan dari berbagai pihak demi peningkatan kualitas diri penulis pada karya-karya selanjutnya. Semoga makalah ini menjadi khazanah keilmuan khususnya bagi kita semua, juga menjadi asbab hidayah ke seluruh alam dan semoga kita senantiasa diberikan keistiqamahan di dalam beribadah dan diberikan hidayah supaya kita bisa melaksanakan ibadah haji. Amin ya Rabbal alamin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Bandar Lampung, 18 November 2011

TimPenyusun

................. 2.................................................6 Hal-Hal yang Membatalkan Haji ............................................................. 1........... Pembahasan ............ BAB I...................................................................................................................... 2............................................... 2............................................................................................ Daftar Pustaka ....................1 Pengertian Ibadah Haji .......... Daftar Isi ............. 2.............................................7 Hikmah Ibadah Haji ..................................................................................................... Bab III............................................................................4 Rukun Haji ....................... i 1 2 3 3 3 3 4 4 4 5 6 6 7 7 11 12 12 13 .2 Hukum Ibadah Haji ...............................................................3 Syarat Ibadah Haji .............1 Latar Belakang Masalah ...................................... 2............................ 1...... Penutup ................. 1.............8 Perbedaan Ibadah Haji dan Ibadah Umrah ........................ Pendahuluan .......................................................................................5 Wajib dan Sunah Haji .................. Bab II.............................................1 Kesimpulan ........................3 Tujuan Penulisan ........................................................................................................................ Kata Pengantar ..................2 Rumusan Masalah ................................................................................. 2.......................... 2.......... 3..........DAFTAR ISI Halaman Judul ........ 2............................................

Dengan ibadah yang tulus ikhlas dan aqidah yang murni sesuai kehendak Allah. Rumusan Masalah Dalam mengerjakan haji. berpisah dengan sanak keluarga dengan satu tujuan untuk mencapai kepuasan batin dan kenikmatan rohani. penulis mencoba memberi penjelasan secara singkat mengenai pengertian haji.2. dasar hukum perintah haji. Latar Belakang masalah Agama Islam bertugas mendidik dzahir manusia. Baharudin M. dengan segala kesukaran dan kesulitan dalam perjalanan. Untuk memperdalam pengetahuan kita. mensucikan jiwa manusia. 1. dan membebaskan diri manusia dari hawa nafsu. rukun dan wajib haji serta hal-hal yang dapat membatalkan haji. yang merupakan rukun iman yang kelima.3 .H .1. Tujuan penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memperdalam pengetahuan kami dalam materi FIQIH tentang ibadah Haji dan memenuhi tugas dari dosen agama Islam yaitu Bapak Drs. Ibadah haji adalah ibadah yang baik karena tidak hanya menahan hawa nafsu dan menggunakan tenaga dalam mengerjakannya.BAB I PENDAHULUAN 1. kita menempuh jarak yang demikian jauh untuk mencapai Baitullah.Ibadah dalam agama Islam banyak macamnya. tujuan yang ingin kita capai dalam ibadah haji. syarat. namun juga semangat dan harta. 1. Haji adalah salah satunya. insya Allah kita akan menjadi orang yang beruntung.

Dalam hal ini.m a k a o r a n g t e r s e b u t m e n g e n a k a n i h r a m k e m b a l i u n t u k m e l a k s a n a k a n umrah. 2. Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud:  Haji ifrad. Melaksanakan haji wajib. maka wajib melaksanakannya.1. yang didahulukan adalah ibadah haji. Sedangkan arti haji dilihat dari segi istilah (terminology) berarti bersengaja mendatangi Baitullah (ka’bah) untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan tata cara yang tertentu . orang tersebutberniat melaksanakan ibadah haji dahulu. T a m a t t u ' d a p a t j u g a b e r a r t i m e l a k s a n a k a n i b a d a h didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama.BAB II PEMBAHASAN HIKMAH IBADAH HAJI 2. melaksanakanhaji qiran.Artinya. Haji q i r a n d i l a k u k a n d e n g a n t e t a p b e r p a k a i a n i h r a m s e j a k miqat makani danmelaksanakan semua rukun dan wajib haji s a m p a i s e l e s a i . mengandung arti menggabungkan. m e s k i p u n mungkin akan memakan waktu lama. Apabila ibadah haji sudah selesai. ketika mengenakan pakaian ihram di miqat -nya. baik menyendirikan haji m a u p u n menyendirikan umrah. berarti menyendiri. . menurut syarat-syarat yang ditentukan oleh syara’. PENGERTIAN IBADAH HAJI Kata Haji berasal dari bahasa arab dan mempunyai arti secara bahasa dan istilah.1. wuquf dan ibadah-ibadah lainnya untuk memenuhi perintah Allah SWT dan dilaksanakan pada waktu tertentu pula. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila seseorang bermaksud menyendirikan. HUKUM IBADAH HAJI Hukum Ibadah Haji asal hukumnya adalah wajib ‘ain bagi yang mampu. tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal. yaitu karena memenuhi rukun Islam dan apabila kita “nazar” yaitu seorang yang bernazar untuk haji. mempunyai arti bersenang -senang atau bersantaisantaidengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji. berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Setiap jama’ah haji bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya.  Haji qiran. lain bertahallul.Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji.seperti thawaf.d i t a h u n y a n g s a m a . sa’i. Menurut Abu Hanifah. semata-mata mencari ridho Allah. m e n y a t u k a n a t a u menyekaliguskan.  Haji tamattu'.Haji menurut lughah atau arti bahasa (etimologi) yang barasal dari bahasa Arab yaitu “al-qashdu” atau “menyengaja”.

Dalam Alqur’an. yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. yaitu dikerjakan pada kesempatan selanjutnya. jumhur Ulama sepakat bahwa mula-mulanya disyari’atkan ibadah haji tersebut pada tahun ke enam Hijrah. Allah berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 97. diwajibkan kepada setiap muslim yang mampu untuk mengerjakan. tetapi ada juga yang mengatakan tahun ke sembilan hijrah. telah berkata Nabi SAW : Hendaklah kamu bersegera mengerjakan haji. SYARAT IBADAH HAJI     Islam BalighBerakal Merdeka Kuasa (mampu) . Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji). Ali Imran : 97).Kemudian untuk haji sunat. Berikut adalah dalil perintah ibadah Haji dalam Alqur. tetapi tidak ada larangan untuk mengerjakan lebih dari satu kali. setelah pernah menunaikan haji wajib. yaitu : Artinya : “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata. Haji merupakan rukun Islam yang ke lima. setiap orang hanya diwajibkan mengerjakan ibadah haji satu kali saja dalam seumur hidupnya. 2.an dan Hadist. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (H.3. Nabi bersabda di dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh imam Ahmad yang artinya sebagai berikut : “Dari ibnu Abbas. (QS. barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. maka sesungguhnya seseorang tidak tidak akan menyadari. (di antaranya) maqam Ibrahim. sesuatu halangan yang akan merintanginya”.R. Ahmad) Ini bermakna.

dengan posisi ka’bah berada di sebelah kiri dirinya (kebalikan arah jarum jam). Bermalam di Mina selama2 atau 3 malam pada hari tasyriq (tanggal 11.  Wukuf di arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. yaitu disertai dengan niat ibadah haji dengan memakai pakaian ihram. yaitu menghalalkan pada dirinya apa yang sebelumnya diharamkan bagi dirinya karena sedang ihram. 2. yaitu mengelilingi ka’bah sebayak tujuh kali. dimulai dari      tempat-tempat yang sudah ditentukan. Dipakai satu helai untuk selendang panjang serta satu helai lainnya untuk kain panjang yang dililitkan sebagai penutup aurat. Tahallul ditandai dengan memotong rambut kepala beberapa helai atau mencukurnya sampai habis (lebih afdol)  Tertib.5. Wustha dan ‘Aqabah pada tanggal 11. RUKUN HAJI  Ihram. Meninggalkan segala sesuatu yang diharamkan karena ihram. Pakaian ihram untuk pria terdiri dari dua helai kain putih yang tak terjahit dan tidak bersambung semacam sarung.  Tahallul.  Thawaf.4. WAJIB DAN SUNAH HAJI Wajib Haji adalah sesuatu yang perlu dikerjakan. terus menerus sampai selesainya ibadah haji. yaitu memakai pakaian Ihram (tidak berjahit). yaitu berurutan. karena boleh diganti dengan dam (denda) yaitu menyembelih binatang.  Thawaf Tamattu’ yakni thawaf yang dikerjakan untuk mencari keutamaan (thawaf sunnah)  Thawaf Wada’ yakni thawaf yang dilaksanakan ketika akan meninggalkan Makkah menuju tempat tinggalnya. . tapi sahnya haji tidak tergantung atasnya.  Sa’i . setelah condongnya matahari (kea rah Barat) jatuh pada hari ke-9 bulan dzulhijjah sampai terbit fajar pada hari penyembelihan kurban yakni tanggal 10 dzulhijjah. Berikut kewajiban haji yang mesti dikerjakan :  Ihram dari Miqat. 12 dan 13 Dzulhijjah). Macam-macam Thawaf:  Thawaf Qudum yakni thawaf yang dilaksanakan saat baru tiba di Masjidil Haram dari negerinya.2. Sedangkan pakaian ihram untuk kaum wanita adalah berpakaian yang menutup aurat seperti halnya pakaian biasa (pakaian berjahit) dengan muka dan telapak tangan tetap terbuka.. yaitu lari-lari kecil antara shafa dan marwah 7 (tujuh) kali yang jaraknya sekitar 400 meter. Melempar jumrah ketiga-tiganya. yaitu menetap di Arafah. 12 dan 13 Dzulhijjah dan melemparkannya tujuh kali tiap-tiap jumrah. dimulai dari tempat hajar aswad (batu hitam) tepat pada garis lantai yang berwarna coklat. pada malam tanggal 10 Dzulhijjah. yaitu jumrah Ula. Melempar jumrah ‘aqabah tujuh kali dengan batu pada tanggal 10 Dzulhijjah dilakukan setelah lewat tengah malam 9 Dzulhijjah dan setelah wukuf. Bermalam di Muzdalifah sesudah wukuf.

maka tidak dapat membatalkan ibadah haji.  berhenti di Mesjid Haram pada tanggal 10 Dzulhijjah. senggama. kecuali Dia dan bahwa Dia adalah satu-satunya pemilik nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang mulia. ruku dan sujud” (Al-Hajj : 26) . Tidak ada sekutu bagi-Nya. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah). 2. Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz. Artinya : “Dan ingatlah ketika Kami menempatkan tempat Baitullah untuk Ibrahim dengan menyatakan .Ibadah haji bisa batal disebabkan oleh salah satu dari kedua hal berikut:  Jima’. Manakala ibadah haji kita batal disebabkan oleh salah satu dari dua sebab ini. Adapun jima’ yang dilakukan pasca melontar jamrah ’aqabah dan sebelum thawaf ifadhah.6.  Membaca Talbiyah yaitu :“Labbaika Allahumma Labbaik Laa Syarikalaka Labbaika Innalhamda Wanni’mata Laka Walmulka Laa Syarika Laka”. dikerjakan sebelum wukuf di ‘Arafah. Dan hal ini telah diisyaratkan dalam firman-Nya. sekalipun yang bersangkutan berdosa.  Tawaf Qudum.  berpakaian ihram dan serba putih.  Meninggalkan salah satu rukun haji.  bermalam di Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah  thawaf wada’. Namun sebagian di antara mereka berpandapat bahwa ibadah haji tidak bisa dianggap batal karena melakukan jima’. sebab belum didapati dalil yang menegaskan kesimpulan ini. bila dilakukan sebelum melontar jamrah ’aqabah.7. yakni tawaf yang dikerjakan setelah selesai ibadah haji untuk memberi selamat tinggal bagi mereka yang keluar Mekkah. maka pada tahun berikutnya masih diwajibkan menunaikan ibadah haji.  Shalat sunat ihram 2 raka’at sesudah selesai wukuf. hlm. 2. yatiu tawaaf yuang dilakukan ketika permulaan datang di tanah ihram. tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak ada tandingan-Nya. bila mampu. Hal-Hal yang Membatalkan Haji Diadaptasi dari 'Abdul 'Azhim bin Badawi al-Khalafi. yaitu mendahulukan urusan haji terlebih dahulu baru mengerjakan atas ‘umrah. Hikmah ibadah haji 1. terj. beribadah. atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah AshShahihah. “Janganlah engkau menyekutukan Aku dengan apapun dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf.Berikut adalah sunah yang dilakukan dalam ibadah haji:  Ifrad. utamanya dikerjakan dibelakang makam nabi Ibrahim. 503 -.504. Mengikhlaskan Seluruh Ibadah Beribadah semata-mata untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menghadapkan hati kepada-Nya dengan keyakinan bahwa tidak ada yang diibadahi dengan haq.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa barang siapa berhaji ke Baitullah ini karena Allah. Hal itu berlangsung semenjak zaman Nabi Ibrahim hingga sekarang. Bahjatun Nanzhirin no. dan di lingkungann masjid Nabawi dari para ulama dan pembimbing serta memberi peringatan tentang apa 6. sebagian mengajari yang lain. saling menasehati. membimbing. Nabi Ibrahim Alaihissalam telah menyerukan (agar berhaji) kepada manusia. Saling Mengenal Dan Saling Menasehati Dan diantara hikmah haji adalah bahwa kaum muslimin bisa saling mengenal dan saling berwasiat dan menasehati dengan al-haq. Menyaksikan Berbagai Manfaat Bagi Kaum Muslimin Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Agar supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka” (Al-Hajj : 28) Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan manfaat-manfaat dengan muthlaq (secara umum tanpa ikatan) dan mubham (tanpa penjelasan) karena banyaknya dan besarnya menafaat-manfaat yang segera terjadi dan nanti akan terjadi baik duniawi maupun ukhrawi. . Mempelajari Agama Allah Subhanahu wa Ta’ala Dan diantara manfaat haji yang besar adalah bahwa mereka bisa mempelajari agama Allah dilingkungan rumah Allah yang tua. niscaya ia kembali seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya” (HR Bukhari). 3. berkumpul di rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tua. Mereka saling mengenal. tidak melakukan rafats dan fusuuq. timur. 1275). shalat. maslahat taklim tata cara haji. di Muzdalifah. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki (untuk bisa) mendengar seruan Nabi Ibrahim Alaihissalam tersebut dan menyambutnya. 5. di Mina dan di Makkah. selatan dan utara Makkah. membantu untuk maslahat-maslahat dunia akhirat. Mendapat Ampunan Dosa-Dosa Dan Balasan Jannah “Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Satu umrah sampai umrah yang lain adalah sebagai penghapus dosa antara keduanya dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali jannah” (HR Bukhari dan Muslim. 4. Mereka datang dari segala penjuru. niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (Al-Hajj : 27) . menolong. di Arafah.2. pengarahan dan dakwah ke jala Allah. Menyambut Seruan Nabi Ibrahima Alaihissalam “Dan serulah manusia untuk berhaji. zakat. maslahat bimbingan. dari barat.

Bukan dari kebodohan dan pemikiranpemikiran yang menyimpang dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Artinya : Nabi Shallallahu ‘alaihi bersabda : “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala memperoleh kebaikan. yang di mobil. menyelidiki dan menampakkan kemusykilan yang ia miliki. tetapi suatu kelemahan. Menyebarkan Ilmu Di antara manfaat haji adalah menyebarkan ilmu kepada saudara-saudaranya yang melaksanakan ibadah haji dan teman-temannya seperjalanan. sehingga hilanglah kemusykilan tersebut. Ini adalah kesempatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan. di tenda. di pesawat terbang. di Mekkah dan di segala tempat. itu bukanlah sifat malu. Engkau bisa menyebarkan ilmu-mu dan menjelaskan apa yang engkau miliki. Menunaikan Nadzar Walaupun nadzar itu sebaiknya tidak dilakukan. Artinya : “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka . Artinya : “Barangsiapa bernadzar untuk mentaati Allah. maka wajib baginya untuk memenuhinya. sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.yang mereka tidak ketahui mengenai hukum-hukum agama. maka hendaklah dia mentaati-Nya” (HR Bukhari) 8. niscaya Dia menjadikan faqih terhadap agama” (HR Bukhari. . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. hendaklah mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka dan hendaklah mereka berthawaf sekeliling rumah yang tua itu (Ka’bah)” *AlHajj : 29] 9. bertanya. (Al-Ahzab : 53) Karenanya seorang mukmin dan mukminah yang berpandangan luas. Artinya : Dan Allah tidak malu dari kebenaran”. Mundur dari menuntut ilmu. tidak akan malu dalam bab ini . Sehingga mereka bisa menunaikan kewajiban mereka dengan ilmu. 7. Kitab Al-Ilmi 3 bab : 14). haji. akan tetapi haruslah dengan apa yang engkau ketahui berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah dan istimbath ahli ilmu dari keduanya. akan tetapi seandainya seseorang telah bernadzar untuk melakukan ketaatan. Memperbanyak Ketaatan Di antara manfaat haji adalah memperbanyak shalat dan thawaf. umrah dan lainnya. bahkan ia maju.

. baik yang wajib tatkala berihram tammatu dan qiran. Artinya : “…. bersyukur kepada-Nya dan memperbagus ibadah kepada-Nya . hendaknya melaksanakannya dengan sesempurna mungkin. dengan sebaik-baiknya dan seikhlas mungkin baik sewaktu melakukan thawaf. Menyembelih Kurban Di antara manfaat haji adalah menyembelih (binatang) kurban. baik dalam keadaan berdiri. hendaknya bersungguh-sungguh merendahkan diri dan terus menerus berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. 11. membereskan hati dan perbuatan . agar Dia menolong untuk menunaikan kewajiban dengan sifat yang Dia ridhai serta agar Dia menolong untuk berbuat baik kepada hamba-hamba-Nya. berdzikir. wukuf di Arafah. duduk dan bebaring. thawaf ataupun ibadah lainnya. agar Dia menolong untuk mengingatNya.agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka” (Al-Hajj : 28) Memperbanyak Dzikir Kepada Allah Di negeri yang aman ini hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah. Juga hendaknya mengupayakannya dengan kosentrasi dan ikhlas. maupun tidak wajib yaitu untuk taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. berdo’a dan lainnya. (HR Bukhari. sa’i. takbir (ucapan Allahu Akbar) dan hauqallah (ucapan Laa haula wa laa quwata illa billah). Firman Allah swt. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Artinya : “Dan hendaklah mereka menunaikan nadzar” (Al-Hajj : 29) 10. Berdo’a Kepada-Nya Di antara manfaat haji. 13. hamdalah (ucapan Alhamdulillah). 14. qira’atul qur’an. Bahjatun Nadzirin no.Maka apabila seseorang bernadzar di tanah haram ini berupa shalat. tahlil (ucapan Laa ilaaha ilallah). maka wajib baginya untuk menunaikannya di tanah haram ini. Artinya : “Dari Abu Musa Al-As’ari Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perumpamaan orang yang mengingat Rabb-nya dan yang tidak mengingat-Nya adalah sebagai orang hidup dan yang mati”. maupun sewaktu shalat. melempar jumrah. 1434) 12. agar Dia menerima amal. dengan tasbih (ucapan Subhanallah). Menunaikan Manasik Dengan Sebaik-Baiknya Di antara manfaat haji. berada di Muzdalifah. Menolong Dan Berbuat Baik Kepada Orang Miskin Di antara manfaat haji adalah bisa menolong dan berbuat baik kepada orang miskin baik yang sedang menjalankan haji atau tidak di negeri yang aman ini.

karena daging kurban dibagikan kepada orang-orang miskin dan yang membutuhkan di hari-hari Mina dan lainnya. PERBEDAAN IBADAH HAJI DENGAN UMRAH a. dan senantiasa diberi petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta diberi kemudahan untuk menunaikannya. c. meliputi semua ditambah dengan (dan inilah perbedaan mendasarnya) wuquf di ‘Arafah. Sedangkan haji. menginap di Muzdalifah dan di Mina. sejatinya keduanya memiliki perbedaan penting Haji sering disebut sebagai “haji besar” yang hanya sah bila bila dilaksanakan pada musim haji/ bulan haji. thawaf dan sa’i. orang yang menjalankan urutan-urutan ibadah haji berarti ia sudah melakukan praktek umrah. sebagian mengatakan wajib. sama. “pergi ke Mekkah”. memotong rambut/tahallul. Amin 2. Sedangkan mengenai wajibnya umrah (bagi yang mampu melaksanakannya).8. Para sahabat juga menyembelih kurban. serta melempar jumroh.Sewaktu haji wada’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkurban 100 ekor binatang. Segi Tata Cara Pelaksanaan (Manasik) Dalam prakteknya. Kurban itu adalah suatu ibadah. Namun. dan sebagian yang lain mengatakan tidak wajib. Demikianlah sebagian hikmah dari ibadah haji (rukun Islam yang ke lima) mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaatnya. Artinya. b. para ulama berbeda pendapat. Di kalangan ulama’ tidak ada perbedaan dan perselisihan dalam hal wajibnya menuaikan ibadah haji bagi orang yang mampu. Dari Segi Waktu Pelaksanaan Haji dan Umrah adalah ibadah yang menurut kaca mata orang awam Indonesia. Sedangkan umrah. Karena umrah ‘hanya’ terdiri: niat. Ibadah umrah dapat ditunaikan setiap waktu. . Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah dari Segi Hukum Status “WAJIB” telah menjadi ketetapan hukum haji. kapanpun anda ingin pergi beribadah umrah maka itu bisa dan sah dilaksanakan.

 Hikmah ibadah haji  Mengikhlaskan Seluruh Ibadah  Mendapat Ampunan Dosa-Dosa Dan Balasan Jannah  Menyambut Seruan Nabi Ibrahima Alaihissalam  Menyaksikan Berbagai Manfaat Bagi Kaum Muslimin  Saling Mengenal Dan Saling Menasehati  Mempelajari Agama Allah Subhanahu wa Ta’ala  Menyebarkan Ilmu Memperbanyak Ketaatan Menunaikan Nadzar  Menolong Dan Berbuat Baik Kepada Orang Miskin  Memperbanyak Dzikir Kepada Allah  Berdo’a Kepada-Nya  Menunaikan Manasik Dengan Sebaik-Baiknya  Menyembelih Kurban  Perbedaan Ibadah Haji dan Ibadah Umrah  Dari Segi Waktu Pelaksanaan  Segi Tata Cara Pelaksanaan (Manasik)  Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah dari Segi Hukum .  Hal-Hal yang Membatalkan Haji adalah Jima’.1. semata-mata mencari ridho Allah.  Untuk dapat menjalankan ibadah haji harus memenuhi syarat. Ali. Disamping itu juga untuk menunjukkan kebesaran Allah SWT.  Ketaatan kepada Allah SWT itulah tujuan utama dalam melakukan ibadah haji. KESIMPULAN  Haji berarti bersengaja mendatangi Baitullah (ka’bah) untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan tata cara yang tertentu dan dilaksanakan pada waktu tertentu pula.  Dasar Hukum Perintah Haji atau umrah terdapat dalam QS. senggama. rukun dan wajib haji.Imran 97. bila dilakukan sebelum melontar jamrah ’aqabah dan meninggalkan salah satu rukun haji.BAB III PENUTUP 3. menurut syarat-syarat yang ditentukan oleh syara’.

1991. Fikih Islam. 1982. . Teungku Muhammad Hasbi. Jakarta. Yogyakarta. Al-Hidayah. PT. Ilmu Fiqih. Semarang. Surabaya. 1999. Fath-Hul Qarib. Asy-Syekh Muhammad bin Qasim Al-Ghazy. Pedoman Haji. Citra Karsa Mandiri. 2003. Pustaka Rizki Putra. Pasha. Mustafa Kamal.DAFTAR PUSTAKA Ash Shiddieqy.

TUGAS PELAKSANAAN IBADAH HAJI DAN HIKMAHNYA Mata Kuliah AGAMA ISLAM Kelompok 1. Iswanti 2. Istina Mimba’a 3. Meriyana ( 1142 1021 ) ( 1142 1022 ) ( 1142 1023 ) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful