BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Jumlah pengangguran terdidik di Indonesia setiap tahun terus bertambah, seiring dengan diwisudanya sarjana baru lulusan berbagai perguruan tinggi (PT). Para sarjana pengangguran itu tidak hanya lulusan terbaik PT swasta, tetapi juga PT negeri kenamaan. Hal tersebut menambah daftar panjang pengangguran lulusan perguruan tinggi di indonesia. Dimana lulusan tersebut tidak bisa langsung dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan yang layak, dengan masa pendidikan yang mereka peroleh selama di perguruan tinggi dan ilmu yang mereka dapatkan, namun kebutuhan mereka terus bertambah seiring perkembangan zaman. Jumlah lulusan perguruan tinggi tiap tahun terus bertambah, sedangkan lapangan pekerjaan semakin terbatas. Hal itu menambah panjang pekerjaan rumah yang dihadapi pemerintah saat ini.

B.Rumusan masalah 1. Apa yang menyebabakan jumlah penganggur terdidik di Indonesia semakin meningkat ? 2. Bagaimana cara mengurangi jumlah penganggur terdidik ditinjau dari sudut pandang pancasila ?

C. Tujuan 1. Untuk mengetahui penyebab jumlah penganggur terdidik di Indonesia yang semakin meningkat. 2. Untuk mengetahui cara mengurangi jumlah penganggur terdidik yang ditinjau dari sudut pandang pancasila.

1

Dari jurusan eksak dan teknik hanya sedikit menyumbang jumlah pengangguran. Bahkan. sampai mengacak-acak data kependudukan. Itu karena sebagian besar jurusan eksak dan teknik sudah terserap di berbagai industri dan perusahaan BUMN. itu memperlihatkan kegagalan pemerintah dalam menciptakan sistem pendidikan bagi rakyatnya. tetapi hasilnya kurang optimal. D-3) terus meningkat.300.300 orang atau sekitar 626.200 orang. Belum ditambah pengangguran lulusan diploma (D-1.900 orang atau naik sekitar 57%. Fenomena meningkatnya jumlah pengangguran terdidik menimbulkan keprihatinan kita bersama. tepatnya Februari 2008 jumlah pengangguran terdidik bertambah 216. akan tiba masa pendidikan menjadi tidak berguna dihadapkan dengan kehidupan nyata. Seperti pembobolan bank melalui situsnya. menyebar virus komputer yang mematikan. Padahal pendidikan sudah terlalu banyak menyerap biaya. Jika dikaji dari perspektif sosiologi. 2 .BAB II PEMBAHASAN A. Para penganggur itu sangat rentan melakukan tindak kriminalitas. dan sebagian lagi jurusan eksak (MIPA). Meledaknya jumlah pengangguran terdidik jauh hari sudah diramalkan pakar pendidikan Ivan Illich (1972). Jika setiap tahun jumlah kenaikan rata-rata 216. meningkatnya pengangguran terdidik jelas membahayakan. Menurutnya. Data Biro Pusat Statistik ( BPS ) Data Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah sarjana (S-1) pada Februari 2007 sebanyak 409. yang mengincar pekerjaan formal dan ringan. D-2. Setahun kemudian. Selain menunjukkan adanya ketimpangan (mismatch). agama. Sarjana yang menganggur itu sebagian besar berasal dari jurusan sosial nonkependidikan. para sarjana pengangguran itu bisa menciptakan kejahatan baik di dunia nyata maupun dunia maya (internet). hanya menghasilkan para pemalas yang tidak terampil. Bahkan dengan kemampuan intelektual yang dimiliki.900 orang. pada Februari 2012 terdapat lebih dari 1 juta pengangguran terdidik. Dalam rentang waktu 2007-2010 saja tercatat peningkatan sebanyak 519.

Seorang entrepreneur akan berani mengambil risiko. secara bergantian para mahasiswa mendapat tugas 3 . Selanjutnya. kursus bahasa asing. Sebagai praktiknya. bagaimana strategi menanamkan jiwa kewirausahaan itu? Dalam pandangan Husaini Usman (2008). pantang menyerah. jasa tiket transportasi. tidak ada pilihan bagi perguruan tinggi (PT) dan dunia pendidikan untuk mengubah paradigma. jiwa dan semangat kewirausahaan juga sangat urgen dalam menentukan kemajuan perekonomian suatu negara. Guna menekan kenaikan jumlah pengangguran terdidik. Lebih dari itu. Jika memungkinkan. inovatif. dan mampu menyiasati peluang secara tepat. Singkatnya. Lantas.B. Agar mahasiswa tidak bosan. Mata kuliah kewirausahaan seyogianya diberikan dengan porsi lebih banyak dan dominan jika dibandingkan dengan mata kuliah lainnya yang berorientasi pada kecerdasan kognitif. merupakan kemampuan untuk menginternalisasikan bakat rekayasa dan peluang yang ada. melainkan juga merangsang terjadinya invensi dan inovasi penemuan-penemuan baru yang lebih efektif bagi pertumbuhan ekonomi. tulis Pinchot (1988). Misalnya gerai penjual makanan. dan psikomotorik. Kisah hidup itu paling tidak akan merangsang para mahasiswa untuk meneladaninya. pelajaran kewirausahaan harus dikemas secara menarik. sistematis. afektif. Jika semula lebih menekankan pada aspek kecerdasan konseptual (kognitif). perbankan. kreatif. dan bagaimana kiat-kiat agar usaha bisa sukses. serta dalam kondisi menyenangkan. Pasalnya. dan disesuaikan dengan tingkatan usia anak didik. Mereka diminta menerangkan atau menceritakan perjalanan hidup. pihak kampus perlu memperbanyak pendirian usaha nyata. dan sebagainya. tetapi oleh faktor lainnya yang sangat penting. tingkat kecerdasan hanya menyumbang sekitar 20%-30%. proses penanamannya harus dilakukan secara holistik atau melibatkan ranah kognitif. pihak kampus perlu mengundang para pelaku bisnis yang sukses. Paradigma Mengatasi Pengangguran Oleh Para Ahli. berbagai penelitian menunjukkan keberhasilan mahasiswa bukan ditentukan kepandaian yang dipunyai. Istilah kewirausahaan atau entrepreneurship. kini harus dibarengi penanaman jiwa kewirausahaan (entrepreneurship). Hanya. jiwa kewirausahaan sangat efektif jika ditanamkan melalui bangku pendidikan. simpan pinjam. Bukan hanya ketepatan prediksi dan analisis yang tepat. sementara jiwa kewirausahaan yang didukung kecerdasan sosial justru menyumbang 80% keberhasilan anak di kemudian hari.

sosial dan politik bangsa Indonesia. yaitu mental menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan sehingga terjadi banyak tindak kriminalitas. Kegiatan ini selain sebagai proses magang kerja. sedang mencari kerja.Pengangguran Ditinjau dari Sudut Pandang Pancasila Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali. menciptakan tingkat kemiskinan yang semakin tinggi dimana kemiskinan itu menciptakan mental penerabas kepada masyarakat. atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.Dengan banyaknya tingkat pengangguran di Indonesia dapat merusak pendapatan per kapita Indonesia. juga akan memperkenalkan mahasiswa pada kondisi usaha riil. Pengangguran adalah salah satu masalah yang dihadapi pemerintah yang bertentangan dengan sila 5 pancasila. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. 4 . yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia karena dengan adanya pengangguran.berpraksis di situ. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. bekerja kurang dari dua hari selama seminggu. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. dengan target-target yang telah ditentukan. maka merugikan orang yang mengangur tersebut secara langsung dan bahkan merusak kestabilan ekonomi. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerjaSetiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. C.

keahlian berkomunikasi. komputer. Mengikuti berbagai pelatihan bagi mahasiswa menjadi penting sebab fakta di dunia kerja menunjukkan tidak semua lulusan PT siap kerja. kreatif. seorang entrepreneurship biasa hanya memiliki kemampuan menjual sebuah produk dengan mendapat keuntungan sedikit. Tidak hanya tidak sebanding dengan tingkat kapabilitas dan skill yang dimiliki. para mahasiswa juga harus membekali diri dengan berbagai keterampilan. Entah dari calon mahasiswa. pantang menyerah dan penuh kearifan. dan Cummings (1980) di Indonesia menunjukkan kecenderungan bahwa tidak semua lulusan PT siap dipekerjakan. Mark Blaug (1974) di Inggris. Bagi mahasiswa. Singkatnya. 5 . para mahasiswa harus 'prihatin'. orang tua. para sarjana--dengan berbekal keahliannya-dituntut tidak sekedar menjadi entrepreneurship biasa. jaringan kerja (networks). kritis. Para sarjana itu mestinya menjadi seorang entrepreneurship berbasis teknologi atau technopreneurship. Setelah lulus. tidak ada salahnya jika skill itu digunakan untuk menambah penghasilan sembari menerapkan teori-teori yang didapat dari bangku kuliah. entah pemerintah sebagai stakeholder pendidikan. Persiapan mental itu selanjutnya dibarengi sikap membuka diri. dan kreatif. dan sebagainya. cerdas menyiasati peluang.Solusi Fenomena ketimpangan lulusan PT dengan dunia kerja harus disikapi dengan jeli. peningkatan kemampuan finansial dan jiwa kewirausahaan. yang akan meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi pengangguran. Bagi mereka yang gemar menulis. sejak awal memasuki PT harus disiapkan mental bahwa kuliah bukan segala-galanya. Selain giat mengikuti berbagai pelatihan. dan kreatif mencari ilmu-ilmu praktis yang berguna untuk kehidupan kelak. Misalnya keterampilan bahasa asing. Banyak dunia industri yang mengeluh lantaran harus melakukan pelatihan bagi lulusan PT dalam waktu yang lama sebelum dipekerjakan.D. semisal training sumber daya manusia (SDM). kata Ono Suparno (2010). Hasil studi Blau dan Duncan (1967) di Amerika Serikat. Technopreneurship juga akan menjadi salah satu kunci penciptaan knowledge-based economy. yang mampu menciptakan produk bernilai tambah hasil dengan bantuan teknologi. Benar kuliah tidak boleh ditinggalkan. pengelola PT. ketika masih kuliah. tetapi tidak ada salahnya jika mereka juga mengikuti berbagai training.

teknologi tersebut dapat dijual dengan menghasilkan keuntungan. Dengan penggunaan hak paten. Dengan menetapkan target. hak paten merupakan kunci kesuksesan utama sebagai technopreneurship. Artinya. sangat menentukan keberhasilan seorang technopreneurship. sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam pengentasan pengangguran. para sarjana perlu memperhatikan dua konsep penting. orientasi penciptaan sebuah teknologi sebisa mungkin diarahkan pada keuntungan berlipat. dan alih teknologi serta investasi bisa terangsang lebih besar lagi. Bentuk dukungan pemerintah misalnya dengan mempermudah prosedur pengurusan hak paten.Agar sukses menjadi seorang technopreneurship. Kedua. menjamin bahwa teknologi yang diterapkan atau dibuat bekerja dalam lingkungan target. penelitian di perguruan tinggi juga bisa terdorong. kerja yang dilakukan akan terarah efektif dan efisien. Padahal. Ketepatan dan kecepatan dalam alokasi waktu itu. dengan terlebih dahulu meningkatkan nilai jual. Pertama. pemerintah sebagai pemegang kebijakan (policy maker) harus menyambut baik dan mendukung para sarjana yang menjadi technopreneurship. Selama ini proses pengajuan hak paten sangat rumit dan terkesan dipersulit sehingga sedikit perguruan tinggi (PT) yang mengajukan permohonan hak paten. Pada 2000-2005 misalnya. 6 . Di sisi lain. hanya ada sekitar 201 pengajuan hak paten dari perguruan tinggi. Dukungan itu amat penting.

7 . 2. dimana kecerdasan hanya memberi andil 20%-30% saja sedangkan kewirausahaan disertai kecerdasaan memberi dukungan 80%.BAB III PENUTUP A. Pengangguran itu bertentangan dengan sila ke-5 Pancasila dan pasal 27 ayat 2 UUD 1945. 3. Setiap orang lulusan PT belum tentu bisa langsung bekerja.karena dalam bidang pekerjaan yang dibutuhkan bukan hanya pendidikan saja. dan juga sebagai ilmu tambahan agar mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri bahkan mampu menyerap tenaga kerja. Untuk mengurangi pengangguran seharusnya dalam pembelajaran tidak hanya pemberian pendidikan akademik saja melainkan pendidikan enterpreneurship (kewirausaan) agar setelah lulus dari perguruan tinggi lulusan dapat mendapat nilai plus dalam mencari pekerjaan. Simpulan 1.

info 4. www.com 8 .blogspot.scridb.temporaktif.com 3.com 2.tugaskuliah. www.DAFTAR PUSTAKA 1.anakciremai.google. www. www. www.com 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful