Diagnosa Keperawatan Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar), mengenai kemajuan alamiah dari kehamilan berhubungan dengan terus membutuhkan

informasi sesuai perubahan trimester kedua yang dialami. Kriteria Hasil : - Klien mampu mengungkapkan atau mendemonstrasikan perilaku perawatan diri yang meningkatkan kesejahteraan. - Klien mampu bertanggung jawab terhadap perawatan kesehatannya sendiri. - Klien mampu mengenali dan melakukan tindakan untuk meminimalkan dan mencegah faktor resiko. - Klien mampu mengidentifikasi tanda – tanda bahaya / mencari perawatan medis dengan tepat. Intervensi : 1. Tinjau ulang perubahan yang diharapkan selama trimester kedua. R : Pertanyaan timbul sesuai perubahan baru yang terjadi, tanpa memperhatikan apakah perubahan diharapkan atau tidak. 2. Lakukan / lanjutkan program penyuluhan sesuai pedeoman pada MK : trimester pertama, DK : Akurang pengetahuan (kebutuhan belajar). R : Pengulangan menguatkan penyuluhan dan bila klien belum melihat sebelumnya, informasi bermanfaat pada saat ini. 3. Berikan informasi tentang kebutuhan terhadap fero sulfat dan asam folat R : Fero sulfat asam folat membantu mempertahankan kadar Hb normal. Defisiensi asam folat memperberat anemia megaloblastik, kemungkinan abrupsi plasenta, aborsi dan malformasi janin (catatan : klien dengan anemia sel sabit memerlukan peningkatan asam folat selama dan setelah episode krisis). 4. Identifikasi kemungkinan resiko kesehatan individu (misalnya aborsi spontan, hipoksia yang berhubungan dengan asma atau tuberkulosis, penyakit jantung, hipertensi akibat kehamilan (HAK), kelainan ginjal, anemia, diabetes melitus gestasional (DMG), penyakit hubungan seksual (PHS). Tinjau ulang tanda – tanda bahaya dan tindakan yang tepat. R : Membantu mengingatkan / informasi untuk klien tentang potensial situasi resiko tinggi yang memerlukan pemantauan lebih ketat dan intervensi. 5. Diskusikan adanya obat obatan yang mungkin diperlukan untuk mengontrol atau mengatasi masalah medis. R : Membantu dalam memilih tindakan karena kebutuhan harus ditekankan kepada kemungkinan efek berbahaya pada janin. 6. Diskusikan kebutuhan terhadap pemeriksaan laboratorium khusus screaning dan pemantauan ketat sesuai indikasi. R : Kunjungan pra natal yang lebih sering mungkin diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu. Pemantauan Hb dan Ht dengan menggunakan elektroforesis mendeteksi anemia khusus dan membantu dalam menentukan penyebab. Skrining untuk DMG pada gestasi minggu ke 24 -26 atau pada gestasi minggu ke 8,dan ke 32 pada klien resiko tinggi dapat mendeteksi terjadinya hiperglikemia, dapat memerlukan tindakan dengan insulin dan / atau diet menurut American Diabetes Association. 3. Diagnosa Keperawatan Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan konflik mengenai perubahan hasrat seksual dan harapan, takut akan cedera. Kriteria Hasil :

- Klien mampu mendiskusikan masalah seksual. - Klien mampu mengungkapkan pemahaman tentang alasan yang mungkin untuk diubah. - Klien mampu mengidentifikasi alternatif yang dapat diterima untuk memenuhi kebutuhan individu. - Klien mampu mengungkapkan kepuasan bersama atau konseling bila dibutuhkan. Intervensi : Mandiri 1. Diskusikan dampak kehamilan terhadap pola koitus seksual yang normal. R : Kepuasan seksual yang optimal untuk klien pranatal terjadi pada trimester kedua karena vasokongesti pelvis / perineal meningkatkan kenikmatan orgasme. Pria dapat mengalami berbagai perasaan saat berespon terhadap peningkatan hasrat pasangannya dan menjadi bingung karena penurunan atau peningkatan hasrat seksualnya sendiri dalam memberi rspon terhadap perubahan bentuk tubuh pasangannya. 2. Tinjau ulang apa yang dirasakan dan didiskusikan kemungkinan pilihan dalam peningkatan kontak fisik melalui berpelukan dan bercumbu daripada melakukan koitus secara aktual. R : Rasa takut mencederai janin pada saat koitus adalah hal yang umum. Meyakinkan dan memperhatikan bahwa hal tersebut normal dapat membantu menghilangkan ansietas. Pilihan lain akan diterima dengan baik bila keduanya dipuaskan. 3. Tinjau ulang perubahan posisi yang mungkin dilakukan dalam aktivitas seksual. R : Membantu pasangan untuk mempertimbangkan / membuat pilihan. 4. Waspadai adanya indikasi kemungkinan kesulitan seksual atau perilaku yang tidak sesuai dari pria. R : Disini tampak frekuensi penyimpangan menjadei lebih tinggi (misalnya perkosaan, inses, kejahatan kekerasan, dan perselingkuhan ekstramarital) bila pasangan sedang hamil. Kolaborasi 1. Rujuk pada perawat klinis spesialis / konseling sesuai indikasi. R : Mungkin perlu bantuan tambahan untuk mengatasi masalah dasar, yang dapat berkembang selama kehamilan atau mungkin sudah ada sebelumnya. 4. Diagnosa Keperawatan Resiko tinggi terhadap gangguan citra tubuh yang berhubungan dengan persepsi perubahan biofisik,respon orang lain. Kriteria Hasil : - Klien mampumengungkapkan penerimaan / adaptasi bertyahap untuk mengubah konsep diri / cityra tubuh. - Klien mampu mendemonstrasikan citra tubuh positif dengan mempertahankan kepuasan penampilan keseluruhan, berpakaian dengan pakaian yang tepat dan sepatu berhak rendah. Intervensi : Mandiri 1. Tinjau ulang / kaji sikap terhadap kehamilan perubahan bentuk tubuh, dsb. R : Pada trimester kedua perubahan bentuk tubuh telah tampak. Respon negatif dapat terjadi pada klien / pasangan yang memiliki konsep diri yang rapuh, didasarkan pada penampilan fisik. Efek – efek yang tampak lainnya dari hormon – hormon pranatal seperti kloasma, striae gravidarum, telangiektasis (spider vaskular), eritema palmar, jerawat, dan hirsutisme dapat memperberat perubahan emosi klien. Perubahan ini dapat mempengaruhi bagaimana menghadapi perubahan yang terjadi.

2. Diskusikan perubahan aspek fisiologis dan responb klien terhadap perubahan. Berikan informasi tentang kenormalan perubahan. R : Individu bereaksi secara berbeda terhadap perubahan yang terjadi. Informasi dapat membantu klien memahami / menerimja apa yang terjadi. 3. Anjurkan gaya dan sumber – sumber yang tersedia dari pakaian saat hamil. R : Situasi individu menandakan kebutuhan akan pakaian yang akan menungkatkan penampilan klien untuk kerja dan melakukan aktivita yang menyenangkan. 4. Diskusikan metode perawatan kulit dan berhias (untuk meminimalkan / menyembunyikan area kulit yang menjadi gelap), menggunakan kaos kaki penyokong, pemeliharaan postur dan program latihan sedang. R : Belajar dan ikut untuk melihat dan merasa lebih baik mungkin membantu untuk mempertahankan perasaan positif tentang diri. Aturan latihan perinatal yang bukan latihan ketahanan cenderung memperpendek persalinan, meningkatkan kemungkinan kelahiran vaginal spontan, dan menurunkan kebutuhan terhadap argumentasi oksitosin. Kolaborasi 1. Rujuk pada sumber – sumber lain seperti konseling dan / atau kelas – kelas pendidikan kelahuiran anak dan menjadi orang tua. R : Mungkin membantu dalam memberikan dukungan tambahan selama periode perubahan ini; mengidentifikasi mode – model peran. 5. Diagnosa Keperawatan Resiko tinggi terhadap dekompensasi curah jantung yang berhubungan dengan peningkatan kebutuhan sirkulasi, perubahan pre load (penurunan aliran balik vena), hipertrofi ventrikel. Kriteria Hasil - Klien tetap normotensif selama perjalanan pranatal. - Klien mampu bebas dari edema patologis dan tanda – tanda HAK. - Klien mengidentifikasi cara – cara untuk mengontrol dan menurunkan masalah kardiovaskuler. Intervensi : 1. Tinjau ulang proses fisiologis dan perubahan normal dan abnormal, tanda – tanda, dan gejala – gejala (Rujuk pada MK ; Kondisi jantung). R : Selama trimester kedua, hipertrofi ventrikel jantung menjamin peningkatan curah jantung, yang memuncak pada gestasi minggu ke 25 – 27 untuk memenuhi oksigen dan kebutuhan nutrien ibu / janin. Noramlnya, sistem kardivaskular mengkompensasi peningkatan curah jantung dengan dilatasi penbuluh darah, yang menurunkan tahanan curah jantung. Ini menurunkan pembacaan tekanan sistolik kira – kira 8 mmHg saat tekanan diastolik menurun kira – kira 12 mmHg. Peningkatan cairan, stres dan / atau masalah jantung sebelumnya, dapat membahayakan sistem. 2. Perhatikan riwayat yang ada sebelumnya / potensial masalah jantung / ginjal / diabetik. R : Klien ini menghadapi resiko paling tinggi terhadap masalah jantung selama trimester kedua, bila curah jantung memuncak. 3. Ukur tekanan darah (TD) dan nadi. Laporkan jika peningkatan sistolik lebih dari 30 mmHg dan diastolik lebih dari 15 mmHg. R : Peningkatan TD dapat menunjukkan HAK, khususnya pada klien dengan penyakit jantung / ginjal, diabetes, atau adanya kehamilan multiple atau mola hidatidosa. 4. Auskultasi bunnyi jantung; catat adanya murmur.

2. dan tekanan pada pembuluh darah pelvis. Anjurkan klien untuk menghindari menyilangkan kaki. 6. vulva. berarti perasaan pertama adanya kehidupan. R : Edema dependen dari ekstremitas bawah (edema fisiologis0 sering terjadi karena status vena akibat vasodilatasi dari aktivitas progesteron. pusing dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tidur. Definisi Kehamilan Trimester Kedua Yang dimaksud dengan kehamilan trimester kedua adalah masa kehamilan sejak minggu ke 14 sampai dengan minggu ke 28. retensi kelebihan cairan. meninggikan kaki. Gejala gejala umum. beberapa wanita mengatakan bahwa ia merasa hamil.(Rujuk pada MK: hipertensi akibat kehamilan. Tekanan karena perbesaran uterus pada kandung kemih menstimulasi saraf dan mentrigger keinginan untuk berkemih selama kehamilan. Perubahan ini sangat signifikan pada wanita yang belum pernah hamil. dan berdiri dalam waktu lam. dan membalikkan telapak kaki ke atas dalam posisi dorsofleksi bila duduk atau berdiri selama periode lama. 8. pembesaran. Sensasi getaran ini seperti kupu – kupu . Bila ada. Berikut akan diuraikan mengenai tanda kehamilan yang terjadi dalam trimester kedua : Tanda Subyektif Perubahan payudara.R : Murmur sistolik sering ringan dan mungkin diciptakan oleh peningkatan volume. R : Perubahan posisi cepat dapat mengakibatkan pusing saat darah terkumpul di ekstremitas bawah. R : Meningkatkan aliran balik vena dan menurunkan resiko terjadinya edema. nyeri tekan. Bedakan antara edema fisiologis dan yang potensial berbahaya. Kehamilan Trimester 2 April 30. atau torsio pembuluh darah besar. dan rektum. DK: kekurangan volume cairan (kehilangan aktif)). kongesti darah pada organ perlik meningkatkan sensitifitas jaringan. tidak ketat. Tanda – tanda tersebut dibagi menjadi : tanda subyektif. Tanda Kehamilan Trimester Kedua Terdapat beberapa tanda dan gejala kehamilan untuk memastikan apakah seseorang benar – benar hamil atau tidak. pigmentasi dan perubahan putting. Kaji adanya edema pergelangan kaki dan varises kaki. 7. Edema wajah dan / atau ektremitas atas dapat menandakan HAK. terasa berat. R : Tanda Human’s positif dapat menunjukkan tromboflebitis. panggul dan vulva vertikel ke dinding tiga kali sehari selama 20 menit. duduk. varises atau trombosis vena. Ini meningkatkan resiko pembentukan trombus vena. Tanda dan gejala kehamilan ini digolongkan sesuai dengan signifikansi dalam menetapkan diagnosa positif kehamilan. perubahan posisi jantungt. Kaji adanya kelemahan. pasang kaos kaki penyokong sebelum bangun pada pagi hari . Terjadi perasaan mudah lelah. rujuk pada dokter. Kaki dorsofleksi untuk tes terhadap tanda Human’s. hirediter. 2. tanda obyektif dan bukti absolut kehamilan. Namun murmur dapat menandakan terjadinya kerusakan. menggunakan pakaian yang longgar.1. penurunan viskositas darah. 5. Quickening. Frekuensi berkemih. 3:54 am Filed under: Keperawatan Maternitas 2. Anjurkan klien untuk menhindari perubahan posisi dengan cepat. menurunkan volume sirkulasi. 2009.

2. maka secara alamiah dinding abdomen harus terdorong keluar. kontraksi yang mungkin terjadi selama masa kehamilan. merasakan bagian – bagian janin Bagian janin paling cepat teraba pada minggu kelima . uterus menjadi sebesar buah jeruk.terbang. pada minggu ke 17 sudah bisa didengar melalui stetoskop. pada awal bulan keempat. melunaknya segmen bawah uterus. gerakan ini harus dirasakan dan ditentukan oleh pemeriksa. Pertumbuhan dan Perkembangan Janin pada Trimester Kedua Trimester kedua ditandai oleh timbulnya berbagai fungsi baru dan pertumbuhan janin yang cepat. Perubahan abdomen. tetapi biasanya baru teraba kemudian 3. 2. terjadi akibat regangan kulit. Pada akhir bulan kelima fundus uteri telah naik sampai ke pusat. mendengar bunyi jantung janin dan desiran funik (dorongan darah janin melalui tali pusat) Denyut jantung janin dapat didengar selambatnya pada minggu kesepuluh dengan detektor nadi ultrasonografi janin. Tanda Godell’s. Tanda Hegar’s. atau minggu ke 20 pada wanita yang pernah hamil sebelumnya. melunaknya uterus Perubahan uterus. mula dan midline abdomen Bukti positif (absolut) Bukti kehamilan positif diperlihatkan ketika pemeriksa dapat : 1. khususnya dalam ukuran panjang. Untuk menjadi tanda positif. Skeleton janin diperlihatkan oleh X-ray paling cepat minggu ke 12 4. Tanda Obyektif (probabilitas) Tanda Chadwick’s. mencatat elektrokardiogram janin EKG janin adalah tekniuk dimana impuls listrik yang terjadi dalam jantung janin direkam dengan cara meletakkan elektroda pada abdomen ibu. fundus uteri naik sampai tulang pubis. merasakan gerakan janin Terkadang pada bulan keempat ibu merasakan gerakan janin. desiran nadi yang terdengar diatas uterus hamil Kontraksi Braxton Hicks. berdenyut 120 – 160 kali permenit. bercak keunguan pada vagina karena meningkatnya suplai darah. Pigmentasi. tidak terasa sakit. Pengamatan ini memberikan informasi berkelanjutan tentang janin. terjadi karena pengumpulan pigmen pada kulit payudara. Ballottement. DJJ terdengar seperti detak cepat jarum jam. secara alamiah denyut terdengar bersamaan dengan denyut janin tetapi memiliki pantulan. menyebabkan janin berenang menjauh dan kemudian kembali ke posisinya semula. dirasakan pertama kali oleh calon ibu sekitar minggu ke 22. Hal ini terjadi sekitar kehamilan 4 sampai 5 bulan Uterine souffle. 5. pantulan yang terjadi ketika jari pemeriksa mengetuk janin yang mengapung dalam uterus. kulit abdomen mungkin teregang Striae gravidarum. melihat hasil konsepsi pada ultrasonografi atau skeleton janin pada gambaran X-ray USG telah berhasil dengan baik menentukan embrio paling cepat minggu keenam. karena uterus membesar. Adapun perkembangan yang terjadi meliputi: . bunyi berdesis. terlihat garis – garis tak teratur pada kulit abdomen.3. Desiran funik jarang didengar.

pergerakan janin cukup kuat untuk dapat dirasakan oleh ibu. terlihat kelenjar sebasea. kaki memanjang dengan sesuai. e. 16 minggu : kepala masih dominan. di dalamnya terdapat cairan usus. Perbandingan tangan dan kaki sesuai. terlihat vernik kaseosa.a. 20 minggu : email dan dentin terbentuk. 20 minggu : sternum mengalami osifikasi. 17 minggu : dengan rangsang oral janin dapat menjulurkan bibir atasnya. wajah terlihat seperti manusia. darah dibentuk aktif dalam limpa. 16 minggu : terdapat mekonium pada usus. Tumbuh kulit di kepala. Penampakan eksternal. kolon asending dapat dikenali. Sistem gastrointestinal 14 minggu : gerakan menelan telah terjadi. Sistem muskuloskeletal 13-14 minggu : terlihat gerakan lambat bagian tubuh janin sebagai akibat adanya rangsangan (aktivitas motorik) pada saat ini biasanya ibu mulai dapat merasakan gerakan janin. 16 minggu : sebagian besar tulang dapat terlihat dengan jelas di seluruh tubuh. 24 minggu : pembentukan darah mengikat dalam sum-sum tulang dan menurun dalam hepar. tulang lutut) mengalami osifikasi.5 20 minggu : 16-18. keriput dan kemerahan makin berkurang. kulit kemerahan dan keriput.100 d. terlihat laguno. anus terbuka. f. terlihat kuku.5 24 minggu : 23 28 minggu : 27 c. b. mata. dapat menjulurkan kedua bibirnya. terbentuk kelenjar keringat.5-13. 17 minggu : refleks menggenggam akan nyata dan berkembang sempurna sampai minggu ke 27. 24 minggu : tubuh terbaring tetapi dengan proposisi yang sempurna. terlihat kavitas persendian. . Perkiraan berat badan (gr) 16 minggu : 100 20 minggu : 300 24 minggu : 600 28 minggu : 1. Terlihat aktivitas motorik. sisa sel usus serta sisa sel skuamus dan rambut lanugo dari cairan amnion yang tertelan oleh janin. Sistem sirkulasi 16 minggu : otot-otot jantung berkembang dengan sempurna. 20 minggu : terlihat vernik kaseosa. 25 minggu : refleks masa baru dapat dilihat. 28 minggu : tubuh terbaring. telinga dan hidung terlihat khas. 28 minggu : astragalus (talus. Pengukuran mahkota ke pantat (cm) 16 minggu : 11. beberapa enzim disekresi. pergerakan otot sudah dapat dideteksi.

gerakan seperti pernafasan mulai terlihat. 28-29 minggu : janin sudah dapat mengisap aktif sebagai upaya mendapatkan makanan. pupil mampu memberikan reaksi terhadap cahaya. Definisi tentang krisis dinyatakan sebagai suatu ketidak seimbangan psikologis yang disebabkan oleh situasi atau tahap perkembangan. g. konvolusi terjadi dengan cepat. Sistem renalis 16 minggu : ginjal pada posisinya mencapai bentuknya yang khas. Hal ini diikuti oleh suatu aksi untuk menghasilkan suatu solusi. terbentuk reseptif cahaya.1. terlihat lesitin dalam cairan amnion. dan anggota keluarga. medula spinalis berakhir pada tingkat S-1. saat terjadinya gangguan. Sistem persarafan 16 minggu : lobus – lobus cerebral mulai terlihat. 18 minggu : gerakan pernafasan dapat terdeteksi namun perkembangan struktur alveolus paru belum mencukupi bagi kemungkinan hidup janin sebelum minggu ke 27-28. Perubahan Psikologis dan Fisiologis pada Ibu dalam Trimester Kedua 2. mulai terjadi mielinisasi korda. h.4. Perubahan Psikologis Kehamilan adalah saat –saat krisis. k. bapak. 20 minggu : lubang hidung terbuka kembali. Cara orang bereaksi terhadap krisis tergantung pada tiga faktor : persepsi terhadap kejadian. perubahan identitas dan peran bagi setiap orang : ibu. 20 minggu : otak secara keseluruhan terbentuk. 28 minggu : terbentuk surfaktan di permukaan alveolar. 24 minggu : terbentuk selaput khusus korteks serebri. terdapat periode syok dan menyangkal. Sistem genitalis 24 minggu : testis turun pada cincin inguinal dalam posisi desenden ke skrotum. 20 minggu : hidung dan telinga mengalami osifikasi. Efek – efek pada masa kehamilan akan dapat dipahami dengan baik bila kita mengerti tentang kerangka kerja teori krisis. 24 minggu : sakus dan duktus alveolus terbentuk. . Organ-organ pengindera 16 minggu : organ-organ pengindera mengalami perbedaan secara umum.22 minggu : kedua bibir dapat dikerutkan dengan rangsangan. dan akhirnya terjadi proses belajar dari pengalaman. dukungan situasional. 28 minggu : kelopak mata terbuka kembali. dan mekanisme koping mereka. proliferasi neuronal pada korteks serebri berakhir. Pada awalnya. 28 minggu : tampak fisura serebri. j. terlihat brochiolus terminal dan respiratorius.4. 2. Sistem pernafasan 16 minggu : serabut-serabut elastik terbentuk di paru-paru. selaput retina terbentuk sempurna. cerebellum memperlihatkan beberapa tonjolan. i. kemudian kebingungan dan preoccupation dengan berbagai masalah yang diperkirakan sebagai penyebabnya. 22 minggu : gerakan nafas yang diikuti oleh bunyi suara yang lemah.

misalnya dengan melakukan aktivitas seperti menceritakannya pada teman. melakukan olah raga yang berat. Beberapa wanita mengalami peningkatan mood. bagaimanapun perawat dapat mengharapkan sikap pola perilaku dan dapat memberikan rasa aman pada ibu dengan menjelaskan bahwa perasaan – perasaan mereka bukan hal yang aneh. Janin masih tetap kecil dan belum menyebabkan ketidaknyamanan dengan ukurannya. Beberapa pria mengalami gejala – gejala seperti ngidam. terjadi quickening ketika ibu merasakan gerakan bayinya pertama kali. Ia membentuk bayangan ini dari ayahnya. Pada umumnya.tanda Chadwick’s : vagina berwarna keunguan Pada kanalis servikalis dipenuhi mukus kental (operkulum) yang dapat menghambat masuknya bakteri ke uterus selama persalinan yang disebut. Sedangkan seorang pria membayangkan bahwa kehamilan adalah bagaimana menjadi bapak dan seperti apa seorang bapak itu. Tubuh wanita telah terbiasa dengan tingkat hormon yang tinggi.4. 2. atau sakit. Terdapat tiga tanda penting yakni : . Setiap wanita membayangkan tentang kehamilan dalam pikiran –pikirannya sendiri tentang seperti apa wanita hamil dan seorang ibu. dan kebudayaan tempat ia dibesarkan. Persepsinya mempengaruhi bagaimana ia memperhatikan ibu dari anak – anaknya. mendengarkan musik. dan rencana tindakan dibuat. Selama trimester ini. dan melakukan solutide. dan kebudayaan tempat ia dibesarkan. atau “menderita bersama”. morning sickness telah hilang . Sistem reproduksi suplai darah ke organ reproduksi meningkat karena peningkatan kadar hormon steroid dan bermanfaat bagi perkembangan janin. bloody show. Perubahan Fisiologis Fisiologi maternal yakni perubahan-perubahan sehubungan dengan kehamilan antara lain : 1. . Selama periode ini.tanda Hegar’s : uterus lunak . Ia membentuk bayangan ini dari ibunya sendiri. Banyak pria menjadi sangat khawatir terhadap ibu dari anaknya dan mengambil peran yang aktif dalam memberikan perawatan medis untuknya. Persepsi ini mempengaruhi bagaimana ia berespon terhadap kehamilan. pengalaman hidupnya. Ketrampilan coping merupakan kekuatan dan ketrampilan seseorang belajar untuk menyelesaikan masalah dan mengatasi stres.2. Pada trimester kedua (minggu 12 –24) wanita sudah bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. agak malas. moral. berbagai alternatif seperti aborsi atau adopsi mungkin dipertimbangkan pada konsekuensi legal. dan hal ini sering menyebabkan calon ibu memiliki dorongan psikologis yang besar. Fenomena ini oleh beberapa ahli medis disebut mitleiden. Pengalaman tersebut menandakan pertumbuhan serta kehadiran makhluk baru. Antusias dan semangat untuk hidup kembali dengan pasti seperti juga mereka mati. Metoda coping tersebut dapat digunakan oleh calon orang tua dan anggota keluarga untuk menyesuaikan terhadap realitas kehamilan dan mencapai keseimbangan pada kehidupan mereka yang terganggu. dan ekonomi mereka.tanda Goodell ‘s : serviks teratai lunak .Awal dari syok yang disebabkan karena kehamilan diikuti oleh rasa bingung dan preocupation dengan masalah yang mengganggu. ia telah menerima kehamilannya dan ia menggunakan pikiran dan energinya lebih konstruktif. menulisprosa atau puisi. Akhirnya dicapai keputusan . pengalaman hidupnya. menangis. Gambaran sifat dari reaksi emosional wanita terhadap kehamilannya tersebut dimodifikasi oleh perbedaan kepribadian individu. lainnya tidak.

kortek ardenal membentuk kortin lebih banyak. 6. Sendi pelvik sedikit dapat bergerak untuk mengkompensasi pembesaran janin. terutama antara bulan 4 dan 7 masa kehamilan. sekitar 60% wanita hamil mengeluh sesak nafas. bahu tertarik kebelakang dan lumbal lebih lengkung. Kapasitas paru tidak berubah. Terjadi pembesaran uterus dengan berat meningkat 20 kali. darah dan saraf akibat adanya hormon estrogen terjadi sektresi vagina yang meningkat (leukorrhea) dan terjadi peningkatan kongesti vastilar organ vagina dan pelvik yang menyebabkan peningkatan sensitivitas yang sangat berarti. 2. sendi tulang belakang lebih lentur dan dapat menyebabkan nyeri punggung. hCT. yaitu bintik-bintik hitam pada wajah perspirasi dan sekresi kelenjar lemak juga meningkat. kapasitas meningkat 500 kali yang disebabkan oleh pertumbuhan serabut otot dan jaringan yang berhubungan. termasuk jaringan fibroelastik.Selama masa kehamilan konsistensi serviks berubah. 3. tanpa hormon paratiroit tersebut metabolisme tulang dan otot terganggu. lebih buruk lagi terjadinya trombosis vena sehubungan dengan peningkatan fibrin dan stastis vena. Terjadi bengkak seperti arlegi pada membran mukosa merupakan hal umum yang . Terjadi pigmentasi kulit berupa linea nigra pada abdomen. Sistim pernafasan Akibat bentuk rongga torak berubah dan karena pernafasan yang lebih cepat. mungkin berhubungan dengan metabolisme kalsium dan fosfor. Sistim muskuloskeletal Kebutuhan kalsium meningkat 33 % tetapi tidak diambil dari gigi. Sistem kardiovaskuler Terjadi peningkatan volume darah. plasenta menghasilkan hCG. 4. Terdapat striae gravidarum yang berupa regangan kulit akibat serabut elastik dari lapisan kulit terdalam terpisah dan putus. hormonhormon pituitari secara signifikan terpengaruh. Sistem endokrin Terjadi perubahan hormonal yaitu : peningkatan progesteron dan estrogen. sel darah merah. Mungkin terjadi pula sindrom hipotensi supinasi akibat oleh tekanan uterus pada vena kava. hemoglobin dan fibrin juga meningkat sehingga bisa terjadi pseudoanemia yang fisiologis pada kehamilan. pada kenyataanya tidal volume meningkat. hPL. Areola lebih gelap dan kelenjar montgomery menonjol keluar. cairan tubuh (bisa terjadi) edema jaringan. Putting susu menonjol dan keras dan mengeluarkan cairan jernih (kolostrum). Sistem integumen Terdapat rasa kesemutan nyeri tekan pada payudara yang membesar karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolan dan suplai darah. sebelum hamil seperti ujung hidung. pada keadaan term teraba seperti bibir. 5. Terutama kelenjar paratiroit yang ukurannya meningkat selama minggu kel 15-30 ketika kebutuhan kalsium janin lebih besar. kurangnya drainase sisa metabolisme otot atau postur yang tidak seimbang. awal hamil seperti ujung daun telinga. Terjadinya kram otot tungkai dan kaki tidak diketahui penyebabnya. Hal ini mungkin mengarah pada tingginya derajat rangsngan sexsual. pulau langerhans membentuk insulin lebih banyak. dan Cholasma.

49 Cairan amniotik 900 1. hudung tersumbat. 97 Jaringan 1350 2. sekresi saliva menjadi lebih asam dan lebih banyak. Sistem persarafan Kadang terjadinya perubahan postur pada kehamilan dapat menyebabkan acrodysesthesia sehubungan dengan tekanan mekanik. hilangnya indra penciuman. termasuk tindakan apa saja yang perlu dipersiapkan dan dilaksanakan selama kehamilannya tersebut.24 Wanita biasanya telah mengerti isu tentang kehamilan dan menjadi lebih menyadari janin sebagai manusia. 8. Menurunnya gerakan peristaltik tidak saja menyebabkan mual tetapi juga konstipasi. 91 Sub total 8100 17. 9. 99 Darah 1350 2. Pendidikan Prenatal pada Kehamilan Trimester Kedua Salah satu peran perawat maternitas adalah memberikan pendidikan pada calon ibu mengenai semua yang terjadi pada masa kehamilannya. penurunan asam lambung dan perlambatan pengosongan lambung dapat menyebabkan kembung. Sistem gastrointestinal Pada awal kehamilan wanita hamil mengalami mual muntah. Sistem perkemihan Terjadi gerakan urine kekandung kemih yang lebih lambat dan dapat meningkatkan kemungkinan pielovefritis. 82 Janin 3150 6. 7. Berikut akan diuraikan mengenai pendidikan prenatal pada kehamilan trimester kedua yang perlu diinformasikan pada ibu hamil : Minggu 12. 93 Plasenta 675 1. 98 Payudara 450 0.dapat menyebabkan gejala serak. 22 Secara normal peningkatan berat badan pada trimester kedua adalah 12-15 pon. 40 Total 12825 28. perdaran hidung. dan kaku. tingling. Suplai darah kekandung kemih meningkat dan pembesaran uterus menekan kandung kemih dapat menyebabkan meningkatnya berkemih. dispnea. atau numbness. 97 Lemak 4050 8. sakit tenggorokan. Hal – hal yang perlu diinformasikan antara lain mengenai : Pertumbuhan janin ϖ Gerakan ϖ DJJ . Terjadi peningkatan berat badan maternal Penambahan Berat Badan Ibu Gram Pon Uterus 900 1. Otak mungkin tidak mengalami perubahan namun efek psikologis mungkin dapat terjadi beruapa swing mood atau psikosis akibat tidak menerima kehamilannya. Saat berlanjut.5. 2. 98 Sub total 4725 10.

Hal – hal yang perlu diinformasikan antara lain mengenai : Pertumbuhan dan status janin ϖ Presentasi dan posisi ϖ Keadaan – DJJ Kebersihan personal ϖ Pakaian yang memberikan rasa nyaman ϖ Mekanisme dan postur tubuh ϖ Posisi yang nyaman Perubahan fisik dan emosional Kebutuhan / perubahan seksual. hubungan seksual Pengurangan ϖ Sakit pinggang ϖ Kontraksi Braxton Hick’s ϖ Dispnea ϖ Nyeri ligamentum teres ϖ Sakit dan edema tungkai Menentukan rencana cara memberi makan bayi Persiapan untuk memberikan susu ϖ Botol atau menyusui ϖ Persiapan putting susu ϖ Masase dan pengeluaran colostrums . edema. varicose.Kebersihan personal ϖ Pakaian yang memberikan rasa nyaman ϖ Perawatan payudara dan kutang yang menyangga ϖ Rekreasi. kram ϖ Nyeri ligamentum teres Petunjuk nutrisi ϖ Penambahan berat badan ϖ Diet seimbang ϖ Kebutuhan khusus nutrisi Minggu 24 – 32 Wanita menjadi lebih tertarik dengan kebutuhan bayi sebagai sesuatu yang wajar terhadap kebutuhannya sendiri saat ini dan setelah melahirkan. perjalanan ϖ Keluaran vagina Rencana pekerjaan atau sekolah Metode memberi makan bayi ϖ Asi atau susu botol ϖ Berikan bahan bacaan pada metode yang dipilih Penghindaran atau mengurangi ϖ Sakit pinggang ϖ Konstipasi ϖ Hemoroid ϖ Bengkak pada tungkai.

umbi-umbian. tepung-tepungan. Kekurangan asupan protein dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin. sumber zat pembangun berasal dari konsumsi protein seperti telur. Jika ibu hamil kekurangan kalsium. bengkak yang berlebihan. kacang-kacangan. sagu. Mineral. Kekurangan energi dalam asupan makanan yang dikonsumsi menyebabkan tidak tercapainya penambahan berat badan ideal dari ibu hamil yaitu sekitar 11 – 14 kg. ikan. daging. roti. diperlukan sebagai pembentuk jaringan baru janin. antara lain : • Kalsium. Yaitu sumber zat tenaga yang didapat dari makanan sumber karbohidrat dan lemak seperti padi-padian. telur. minyak. Untuk itu. keguguran. kentang. Ini akan mengakibatkan tulang keropos atau osteoporosis.Persiapan untuk bayi ϖ Peralatan ϖ Bantuan di rumah Tanda-tanda bahaya ϖ Preeklamsia ϖ Sakit kepala. vitamin B1 dan B2 sebagai penghasil energi. pemberian makanan dari ibu ke bayi melalui plasenta. Sumber tenaga. digunakan untuk tumbuh kembang janin dan proses perubahan biologis yang terjadi dalam tubuh yang meliputi.6. . kacang-kacangan. 3. pembentukan sel-sel baru. atau tablet kalsium yang dapat diperoleh saat periksa ke Puskesmas atau klinik. vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan. vitamin B6 sebagai pengatur pemakaian protein tubuh. Kekurangan itu akan diambil dari persediaan protein yang dipecah menjadi energi. 4. peningkatan kualitas gizi sangat penting karena pada tahap ini ibu mulai menyimpan lemak dan zat gizi lainnya untuk cadangan sebagai bahan pembentuk ASI (air susu ibu) saat menyusui nanti Dengan kondisi semacam itu. tempe. Vitamin. dibutuhkan untuk memperlancar proses biologis yang berlangsung dalam tubuh ibu dan janin. kemudian sumber zat pengatur yang berasal dari vitamin dan mineral didapat dari sayuran dan buah-buahan. ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi bahan makanan secara proporsional yang meliputi padi-padian atau serelia. telur. 2. daging. pola konsumsi ibu hamil tetap mengacu pada formula “4 sehat 5 sempurna”. dan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. tahu. sayur. keju. dan kacang-kacangan. penglihatan ganda Ligasi tuba (surat-surat disiapkan kemudian) 2. susu. Protein. Zat-zat gizi penting Zat-zat gizi yang perlu mendapat perhatian dalam konsumsi ibu hamil adalah sebagai berikut: 1. Pedoman Penyusunan Menu bagi Ibu Hamil Memasuki trimester kedua. buah. ikan. maka kebutuhan kalsium akan diambilkan dari cadangan kalsium pada tulang ibu. mi. Misalnya. serta tidak optimalnya pertumbuhan jaringan tubuh dan jaringan pembentuk otak. misalnya pembesaran payudara dan mulai berfungsinya rahim serta plasenta. jagung. serta pembentukan enzim dan hormon penunjang pertumbuhan janin. yang diyakini para ahli gizi mengandung tiga golongan utama makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh. Untuk itu. Vitamin C membantu penyerapan zat besi guna mencegah anemia. digunakan untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi serta persendian janin. dan lemak. bayi lahir dengan berat badan kurang. vitamin B12 membantu kelancaran pembentukan sel-sel darah merah. mentega. Untuk memenuhi ketiga unsur gizi penting itu. si ibu perlu mengkonsumsi susu. tubuh ibu mengalami perubahan dan adaptasi.

8. 90 g daging atau ikan. konsumsilah makanan dalam bentuk kering. 3 porsi sayur @ 100 g. sianida. namun lebih ditekankan pada mutu zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi. karena biasanya mereka tidak berselera makan. 5. yang disebabkan oleh : o Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin. 9. segelas susu atau yoghurt. dsb. tergantung pada berat ringannya anemia. termasuk pada trimester kedua kehamilannya karena pada masa ini. pusing. Makan dua kali lebih dari biasanya. sodium nitrit. 2. dan soft drink (minuman ringan) pemicu hipertensi. rodhamin B. 2 porsi buah-buahan @ 100 g. o Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Penanganannya. Hindari makanan berkalori tinggi dan banyak mengandung gula serta lemak namun rendah kandungan zat gizi. Waspadai tulisan pada kemasan seperti amaranth. sehingga tidak mampu menyuplai kebutuhan zat besi dan mengembalikan persediaan darah yang hilang akibat persalinan sebelumnya. Wanita hamil cenderung terkena anemia. Untuk menghindarinya. Hindari konsumsi makanan laut dan daging yang pengolahannya tidak sempurna karena besar risikonya tercemar kuman dan bakteri yang membahayakan. o Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi pada wanita. Jangan memaksa untuk menghabiskan makanan yang tersaji jika merasa mual. Usahakan mengkonsumsi makanan dalam komposisi seimbang. terapi diet dengan meningkatkan konsumsi bahan makanan tinggi besi seperti susu. Kedua. karena akan mengakibatkan mual dan muntah. atau seiris keju sebagai ganti serta 1 sdm minyak atau lemak. bukan hanya dalam jumlah porsi. Penting untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi. coklat. dan ingin muntah. erat berkaitan dengan anemia atau kekurangan sel darah merah sebagai adaptasi adanya perubahan fisiologis selama kehamilan. dengan susunan yang meliputi 2 piring nasi @ 250 g. Bagi ibu yang hamil muda. sari wortel. misalnya biskuit marie dan jenis-jenis biskuit yang lain. formalin. yang sering dihubungkan dengan cacat bawaaan dan kelainan bayi saat lahir. air tomat. karena dapat membahayakan kesehatan dan pertumbuhan janin. daging. pertama. Perbanyak minum air putih. makanan kecil. boraks. Makanan dapat diberikan 4 – 6 kali waktu makan sesuai dengan kemampuan ibu. Hindari konsumsi bahan makanan olahan pabrik yang diberi pengawet dan pewarna yang dimasukkan ke dalam bahan pangan. 3.• Zat besi. sodium nitrat. janin menimbun cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama sesudah lahir. serta yang beralkohol semacam tape. coklat. nanas dan durian. menggunakan terapi obat dengan memberikan tablet zat besi (ferosulfat) 30 – 60 mg per hari. dan sayuran hijau Pedoman menu Berikut ini pedoman untuk menyusun menu bagi ibu hamil: 1. sari buah seperti air jeruk. Berikan minum 1/2 jam sehabis makan. 60 g kacang-kacangan. makanan siap saji. air rebusan kacang hijau sebagai pengganti cairan yang keluar. sebutir telur. potassium nitrit. masaklah . 6. 4. karena ibu hamil lebih banyak berkeringat dan sering buang air kecil karena kandung kemih yang terdesak oleh pertumbuhan janin. 7. porsi kecil dan frekuensi sering. makanan bergas seperti nangka. Batasi konsumsi makanan berlemak tinggi dan yang merangsang seperti cabe.

tempat berkunjung tetap/ pindah. Nyeri / ketidak nyamanan . antara lain meliputi: • Identitas (nama. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEHAMILAN TRIMESTER KEDUA 3. rutin/ tidak. pre eklampsia.Nyeri ulu hati . terutama buah dan sayuran sampai bersih sebelum dikonsumsi.TORCH. dilakukan pula pengkajian terhadap: a. Eliminasi . Aktivitas / istirahat .) • riwayat kehamilan dan persalinan (kehamilan ke berapa. agama.1.Murmur sistolik pendek dapat terjadi sehubungan dengan peningkatan volume .Sedikit edema dependen . b.Sinkope .Hemoroid d. mudah berdarah . abortus.Varises .Hb dan Ht rendah mungkin ditemui (anemia fisiologis) . 10.Penambahan berat badan 11-12 Lb .makanan sampai matang benar. pekerjaan. TT) • riwayat penyakit sekarang dan terdahulu • riwayat alergi makanan dan obat-obatan • riwayat penyakit dalam keluarga • riwayat psiko sosial Selain pengkajian data dasar tersebut diatas.Membran mukosa kering: hipertrofi jaringan gusi.Tekanan darah agak lebih rendah daripada normal (8-12 minggu). umur. perdarahan) • riwayat imunisasi ibu (MMR. dst.Perubahan pada konsistensi/ frekwensi defekasi .Peningkatan frekwensi perkemihan .peningkatan berat jenis◊Urinalisis . misalnya dengan jalan santai di pagi hari.Sedikit oedema ekstremitas bawah/ tangan mungkin ada.) • Berat badan/ tinggi badan • Status pernikahan (pernikahan ke berapa) • Kunjungan sebelumnya (berapa kali berkunjung.Sedikit mual dan muntah . kembali pada tingkat prakehamilan selama setengah kehamilan terakhir . dsb. dan cuci makanan untuk menjaga kebersihan.Denyut nadi dapat meningkat 10 – 15 dpm . Tetap beraktivitas dan bergerak. Makanan/ cairan . Integritas ego Menunjukkan perubahan persepsi diri c.Sedikit glikosuria mungkin ada e. Pengkajian Pengkajian meliputi data dasar dan riwayat kesehatan ibu.

pembesaran jaringan adiposa.Bingung/ meragukan perubahan peran yang di antisipasi .Perubahn pigmentasi: kloasma. spider nervi . peningkatan vaskularitas. hemoglobinopatis ( misal : sel sabit ) .Evaluasi selanjutnya: fokus pengkajian dilakukan pada setiap kunjungan pranatal 3. herpes simolek tipe 2 .Urinalisis: Skrin untuk kondisi medis (misal: pemastian kehamilan. nyeri punggung f.Gerakan janin mulai terasa. abnormal .2.Skrin glukosa serum/ 1 jam tes glukosa : < 140 mg biasanya dilakukan antara 24 dan 28 minggu pada trimester II dan III ) .Tanda.Usap vagina/ rektal : tes untuk neisseria ghonorrhea. Chadwick positif i. lunak bila di palpasi. Keamanan . diabetes.Penghentian menstruasi . perubahan preload (penurunan aliran balik vena) dan after load (peningkatan tahanan vaskuler perifer). tuberkulosis . Gangguan curah jantung sehubungan dengan kebutuhan sirkulasi.tanda Goodel.Tes serologi: menentukan adanya sifilis (RPR: rapid plasma reagen).Kram kaki. lesi. nyeri tekan dan bengkak pada payudara. mulai tampak adanya kolostrum .Leukorea mungkin ada . quickening (sensasi gerakan janin pada abdomen) diantara 16 dan 20 minggu h. Pernafasan .Frekwensi pernapasan dapat meningkat relatif terhadap ukuran/ tinggi uterus.6° F (36.Respon anggota keluarga lain dapat bervariasi dari positif dan mendukung sampai disfungsional PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK . kemungkinan strie gravidarum. peningkatan diameter dan pigmentasi jaringan alveolar.JDL: menunjukkan animia. mukosa lebih merah daripada normal .Perubahan payudara.Tahap maturasi/ perkembangan bervariasi dan dapat mundur dengan stresor kehamilan .1-37. Gangguan pola nafas sehubungan dengan ketidak efektifan pergeseran difragma karena pembesaran uterus 2. pernafasan torakal g. penyakit ginjal ) . palmar eritema. hipertrofi .6° C) .Sonografi : ada janin setelah gestasi 8 minggu . Interaksi sosial . Diagnosa Keperawatan 1. linea nigra. penyakit hubungan kelamin lain (PHS) seperti diindikasikan oleh kulit vagina.Papaniculou smear: mengidentifikasi neoplasma. Hegar.Golongan darah: ABO dan RH untuk mengidentifikasi resiko terhadap inkompabilitas . hepatitis. Seksualitas . infeksi.Perubahan respon/ aktivitas seksual .Irama jantung janin (IJJ) terdengar dengan fetoskop . hipertrofi tuberkel montgomery. clamydia .Peningkatan progresif pada ukuran uterus fundus pada umbilikus (20 – 22 minggu) .positif◊Tes serum/ urin : untuk gonadotropin chorionik manusia ( HCG ) .Skrinning: terhadap HIV.Suhu 98-99.Hidung tersumbat.

Gangguan citra tubuh sehubungan dengan persepsi perubahan biofisik dan respon orang lain 8. adanya ekspos dengan agen infeksi/ teratogen 3. Klien akan melaporkan penurunan frekwensi atau beratnya keluhan. Rencana Intervensi Keperawatan Diagnosa keperawatan : Ketidakefektifan pola pernafasan sehubungan dengan pergeseran diagfragma akibat pembesaran uterus yang ditandai dengan keluhan sesak nafas. Resiko tinggi pada janin (kelainan) sehubungan dengan masalah kesehatan ibu. Ketidaknyamanan sehubungan dengan perubahan pada mekanika tubuh. perubahan . Klien dapat mendemonstrasikan perilaku yang mengoptimalkan fungsi pernafasan. Peningkatan kadar plasma pada gestasi minggu ke 24 – 32 mengecerkan kadar Hb. Perubahan pola seksualitas sehubungan dengan konflik mengenai perubahan hasrat seksual dan harapan.ventrikel 3. kerentanan pribadi dan persepsi tidak realistis 7. Dapatkan riwayat dan pantau masalah medis yang terjadi sebelumnya.3. dispnea. misalnya postur yang baik. hindari merokok. perubahan kedalaman pernafasan. Hasil yang diharapkan : 1. Merokok menurunkan persedian oksigen untuk pertukaran ibu-janin Diagnosa keperawatan : Dekompensasi curah jantung sehubungan dengan peningkatan kebutuhan sirkulasi. Ketidakefektifan koping individual sehubungan dengan krisis situasi. takut akan cedera fisik 6. makan sedikit tapi sering. misal alergi. retensi natrium/ air 4. ketidakseimbangan elektrolit 5. mengakibatkan anemia dan menurunkan kapasitas pembawa oksigen. Kelebihan volume cairan sehubungan dengan perubahan mekanisme regulator. tuberkolusis Masalah lain dapat terus mengubah pola pernafasan dan menurunkan oksigenasi jaringan ibu atau janin. Kaji kadar Hb dan Ht. Tindakan atau Intervensi : Mandiri Intervensi Rasional Kaji status pernafasan Menentukan luas atau beratnya masalah. Kurangnya pengetahuan sehubungan dengan minimnya pengalaman dan info yang diperoleh tentang perubahan fisiologis/ psikologis yang normal pada trimester ke II 9. meningkatkan ketersedian ruang untuk ekspansi paru. fungsi pernafasan diubah saat kemampuan diafragma untuk turun pada inspirasi berkurang oleh pembesaran uterus. Beri informasi tentang rasional kesulitan pernafasan dan program latihan yang realistis Menurunkan kemungkinan gejala pernafasan yang disebabkan oleh kelebihan. 2. asma . Postur yang baik dan makan sedikit membantu memaksimalkan penurunan diafragmatik. efek hormon-hormon. tekankan pentingnya masukan vitamin atau fero sulfat. Meski kapasitas vital meningkat. Tinjau ulang tindakan yang dapat dilakukan klien untuk mengurangi masalah.

preload (penurunan aliran balik vena), dan afterload (peningkatan tahanan vascular perifer), hipertrofi ventrikel. Hasil yang diharapkan : 1. Tetap normotensitif selama perjalanan prenatal 2. Bebas dari edema patologis dan tanda-tanda HAK 3. Mengidentifikasi cara-cara untuk mengontrol dan menurunkan masalah kardiovaskular Tindakan atau Intervensi : Mandiri Intervensi Rasional Tinjau ulang proses fisiologis dan perubahan normal dan abnormal, tanda-tanda, dan gejala – gejala Selama trimester kedua, hipertrofi ventrikel jantung menjamin peningkatan curah jantung, yang memuncak pada gestasi minggu ke 25 – 27 untuk memenuhi oksigen dan nutrien ibu/ janin. Normalnya, system kardiovaskuler mengkompensasi peningkatan curah jantung dengan dilatasi pembuluh darah, yang menurunkan tahanan curah jantung. Ini menurunkan pembacaan tekanan sistolik kira-kira 8 mmHg, tekanan diastolic menurun kira-kira 12 mmHg. Peningkatan cairan, stress, dan masalah jantung sebelumnya, dapat membahaya-kan sistem Perhatikan riwayat yang ada sebelumnya atau potensial masalah jantung/ ginjal/ diabetik. Klien ini menghadapi resiko tertinggi ter-hadap masalah jantung selama trimester kedua, bila curah jantung memuncak Ukur tekanan darah (TD) dan nadi. Laporkan jika peningkatan sistolik lebih dari 30 mmHg dan diastolic lebih dari 15 mmHg Peningkatan TD dapat menunjukkan HAK, khususnya pada klien dengan pe-nyakit jantung/ ginjal, DM, atau adanya kehamilan multiple atau mola hidatidosa Auskultasi bunyi jantung; catat adanya murmur Murmur sistolik sering ringan dan mungkin diciptakan oleh peningkatan volume, penurunan viskositas darah, perubahan posisi jantung, atau torsio pembuluh darah besar. Namun, murmur dapat menandakan terjadinya kerusakan Kaji adanya edema pergelangan kaki dan varieses kaki, vulva dan rectum. Bedakan antara edema fisiologis dan potensial berbahaya Edema dependen dari ekstremitas bawah (edema fisiologis) sering terjadi karena stasis vena akibat vasodilatasi dari aktifitas progesterone, herediter, retensi kelebihan cairan, dan tekanan uterus pada pembuluh darah pelvis. Ini meningkatkan resiko pembentukan thrombus vena. Edema wajah dan/ atau akstremitas atas dapat menandakan HAK Anjurkan klien untuk menghindari menyilangkan kaki, duduk, dan berdiri dalam waktu yang lama; pasang kaus kaki penyokong sebelum bangun di pagi hari; menggunakan pakaian yang longgar, tidak ketat, meninggikan kaki, panggul dan vulva vertikal ke dinding tiga kali sehari selama 20 menit; dan membalikkan telapak kaki keatas dalam posisi dorsofleksi bila duduk atau berdiri selama periode lama Meningkatkan aliran balik vena dan menurunkan resiko terjadinya edema, varises atau trobosis vena Kaki dorsofleksi untuk tes terhadap tanda Homan’s. Bila ada, rujuk pada dokter. Tanda Homan’s positif dapat menunjukkan tromboflebitis Kaji adanya kelemahan. Anjurkan klien untuk mengindari perubahan posisi dengan cepat Perubahan posisi cepat dapat mengakibatkan pusing saat darah terkumpul di ekstremitas bawah, menurunkan volume sirkulasi

Diagnosa keperawatan : Kelebihan volume cairan sehubungan dengan perubahan mekanisme regulator, retensi natrium/ air Hasil yang diharapkan : 1. Klien dapat menyebutkan cara-cara untuk meminimalkan masalah 2. Klien dapat mengidentifikasi tanda/gejala yang memerlukan evaluasi / intervensi medis 3. Bebas dari hipertensi, albuminuria, retensi cairan berlebihan dan edema wajah Tindakan atau Intervensi : Mandiri Intervensi Rasional Pantau berat badan secara teratur Mendeteksi penambahan berat badan berlebihan dan retensi cairan yang tidak kelihatan, yang potensial patologis. Selama trimester kedua, total cairan tubuh (plasma dan SDM) meningkat 1000 ml karena sebagian kadar estrogen merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan aldosteron yang menahan natrium dan air. Meski sampai 5 lb (3,6 Kg) cairan dapat ditahan dengan edema tidak tampak, peningkatan ini dapat memperberat dekompensasi jantung Kaji adanya tanda – tanda HAK, perhatikan tekanan darah. Pantau lokasi/ luasnya edema, masukan atau keluaran cairan. Perhatikan laporan – laporan gangguan penglihatan, sakit kepala, nyeri epigastrik atau adanya hiperrefleksia Indikator edema patologis. Meskipun HAK karena retensi cairan berlebihan biasanya tidak terlihat sampai akhir minggu ke 10 kehamilan, dapat terjadi diawal, khususnya pada klien dengan factor predisposisi seperti DM, penyakit ginjal, hipertensi, gestasi multiple, malnutrisi (kelebihan BB/ kurang BB), mola hidatidosa Tes urin terhadap albumin Deteksi masalah vascular berkenaan dengan spasme glomerular dari ginjal, yang menurunkan resorpsi albumin Berikan informasi tentang diet (mis, peningkatan protein, tidak menambahkan garam meja, menghindari makan dan minum tinggi natrium) Nutrisi adekuat, khususnya peningkatan HAK. Na berlebihan dapat memperberat retensi air (terlalu sedikit Na dapat mengakibatkan dehidrasi) Anjurkan meninggikan ekstremitas secara periodic selama sehari Edema fisiologis dari ekstremitas bawah terjadi di penghujung hari adalah normal tetapi harus dapat diatasi dengan tindakan sederhana. Bila tidak teratasi pemberi pelayanan kesehatan harus diberi tau Kolaborasi Intervensi Rasional Jadwalkan kunjungan prenatal lebih sering dan lakukan pengobatan bila ada HAK. Perawatan membantu meningkatkan kesejahteraan ibu/ janin Diagnosa keperawatan : Ketidaknyamanan sehubungan dengan perubahan pada mekanika tubuh, efek-efek hormon, ketidakseimbangan elektrolit yang ditandai oleh ketegangan pada punggung, kram kaki, nyeri ulu hati Hasil yang diharapkan : 1. Klien dapat mengidentifikasi dan mendemonstrasikan tindakan perawatan diri yang tepat 2. Ketidaknyamanan dicegah atau diminimalkan

Tindakan atau Intervensi : Mandiri Intervensi Rasional Perhatikan adanya masalah yang berhubungan dengan curah jantung atau kesulitan pernafasan dan rujuk pada diagnosa keperawatan yang tepat Meskipun kondisi ini adalah hal sering mengakibatkan ketidaknyamanan, klien biasanya mengalami rasa nyaman secara fisik, bebas dari ketidaknyamanan khas, pada trimester ketiga Kaji ulang adanya perubahan BAB dan hemoroid Penurunan motilitas gastrointestinal, efek suplemen zat besi dan peningkatan tekanan/ Penurunan motilitas gastro-intestinal, efek suplemen zat besi dan peningkatan tekanan perubahan posisi dari pembesaran uterus mempengaruhi fungsi normal Diskusikan masukan diet, latihan, dan penggunaan pelunak feces Membantu dalam pencegahan/ penata laksanaan konstipasi Perhatikan adanya nyeri ulu hati (pirosis), tinjau ulang riwayat diet. Jelaskan fisiologis masalah. Anjurkan klien menghindari makanan gorengan /berlemak, makan enam kali sehari dalam porsi kecil, lakukan posisi semi fowler, hindari makanan yang sangat dingin Makanan berlemak meningkatkan keasaman gastric, makan sering dalam porsi kecil menetralkan keasaman. Posisi semi fowler, menurunkan masukan cairan, dan menghindari makanan dingin membantu mencegah refluks gastric Perhatikan adanya sakit punggung dan tekanan pada punggung bagian bawah. Demontrasikan latihan (mis; mengangkat panggul, berbaring datar pada punggung dan punggung menekan lantai). Tinjau ulang yang dikenakan dengan tepat mis; sepatu berhak rendah; pakaian longgar dan nyaman Menghilangkan tegang pada punggung bawah yang disebabkan oleh peningkatan lengkung vertebra lumbosakral dan pengencangan otot punggung Kaji ulang adanya kram pada kaki, ajarkan klien untuk meluruskan kaki dan dorsofleksikan telapak kaki Tekanan pada saraf pelvis serta rendahnya kalsium jaringan, potensial menyebabkan kram kaki. Meluruskan kaki dan dorsofleksi telapak kaki meningkatkan perfusi/ oksigenasi jaringan dan membantu menghilangkan tekanan pada saraf-saraf ekstremitas bagian bawah Anjurkan mengurangi masukan produk susu dan menggunakan aluminium laktat atau melanjutkan dengan 1 quart susu setiap hari dan menggunakan aluminium hidroksida, bila kram kaki berat atau menetap Masukan makanan yang mengandung kalsium/ produk kalsium secara terus menerus, meningkatkan kadar plasma terionisasi. Aluminium hidroksida meng-ikat fosfor pada saluran usus, meng-imbangi ketidak seimbangan kalsium-fosfor Berikan informasi tentang pilihan yang tepat dari antasida yang dijual bebas. Hindari penggunaan bikarbonat sebagai penetralisir atau produk kalsium jika diperlukan Mungkin menimbulkan konstipasi dan atau dapat mengandung bahan, seperti Na, yang merupakan kontraindikasi pada situasi tertentu karena sifatnya meretensi air. Penggunaan antasida yang mengandung kalsium sebagai tambahan masukan makanan tinggi kalsium dapat memperberat ketidak seimbangan kalsium-fosfor dan terjadinya kram otot. Kolaborasi Intervensi Rasional Beri antasida rendah Na Menetralisir keasaman gastric; penurunan kadar fosfor Beri suplemen kalsium dan aluminium dalam bentuk jeli dengan cepat Tambahan untuk produk susu akibat adanya intoleransi diet. Dapat menurun-kan kadar fosfor

pembatasan atau perubahan dalam perilaku seksual Hasil yang diharapkan : 1. Pilihan lain akan diterima dengan baik apabila keduanya terpuaskan Tinjau ulang perubahan posisi yang mungkin dilakukan dalam aktifitas seksual Membantu pasangan untuk memper-timbangkan/ membuat pilihan Waspadai adanya indikasi kemungkinan kesulitan seksual atau perilaku yang tidak sesuai dari pria Disini tampak frekuensi penyimpangan menjadi lebih tinggi (mis. Klien dapat mendiskusikan masalah seksual 2. Mengidentifikasi kekuatan individual 3. Pria dapat mengalami berbagai perasaan saat berespon terhadap peningkatan hasrat pasangannya dan menjadi bingung karena penurunan/ peningkatan hasrat seksualitasnya sendiri dalam memberi respon terhadap perubahan bentuk tubuh pasangannya Tinjau ulang apa yang dirasakan dan didiskusikan kemungkinan pilihan dalam peningkatan kontak fisik melalui berpelukan dan bercumbu daripada melakukan koitus secara aktual Rasa takut mencederai janin pada saat koitus adalah hal yang umum. Meyakinkan dan memperhatikan bahwa hal tersebut normal dapat membantu menghilangkan ansietas. kerentanan pribadi. dan per-selingkuhan ekstramarital) bila pasangan sedang hamil Kolaborasi Intervensi Rasional Rujuk pada perawat klinis spesialis/ konseling sesuai indikasi Mungkin perlu bantuan tambahan untuk mengatasi masalah dasar yang dapat berkembang selama kehamilan atau mungkin sudah ada sebelumnya Diagnosa keperawatan : Ketidakefektifan koping individual sehubungan dengan krisis situasi/ maturasi. Menunjukkan keterampilan koping dan pemecahan masalah yang efektif . bila dibutuhkan Tindakan atau Intervensi : Mandiri Intervensi Rasional Diskusikan dampak kehamilan terhadap pola koitus yang normal Kepuasan seksual yang optimal untuk klien prenatal terjadi pada trimestr kedua karena vasokongesti pelvis/ perineal meningkatkan kenikmatan orgasme. Klien dapat mengungkapkan pemahaman tentang alasan yang mungkin untuk diubah 3. takut akan cedera fisik yang ditandai oleh kesulitan.Diagnosa keperawatan : Perubahan pola seksualitas sehubungan dengan konflik mengenai perubahan hasrat seksual dan harapan. Mengekspresiksn perasaan dengan bebas 2. kekerasan. Klien dapat mengungkapkan kepuasan bersama atau konseling. incest. kejahatan. perkosaan. persepsi tidak realistis Hasil yang diharapkan : 1. Klien dapat mengidentifikasi alternatif yang dapat diterima untuk memenuhi kebutuhan individu 4.

2. pemeliharaan postur dan progam latihan sedang. Efek lain seperti kloasma. dan pria berfantasi tentang jika dirinya hamil Kuatkan pasangan bahwa rasa takut dan fantasi tersebut adalah normal Dapat menyulitkan bagi individu yang tidak melihat kenormalan dari pengalaman ini Evaluasi derajat disfungsi klien yang dialami untuk mengubah apa yang sedang terjadi dan yang sudah diperkirakan Klien yang mengalami kesulitan menyesuaikan tugas – tugas yang berlebihan berkenaan dengan kehamilan/ menjadi orang tua dapat bermanifestasi tidak sesuai dalam melewati perawatan kesehatan prenatal dari kelabilan emosi-nya. dan respon klien terhadap perubahan. Belajar dan ikut melihat dan merasa lebih baik . Anjurkan gaya dan sumber yang tersedia dari pakaian saat hamil. menggunakan kaos kaki penyokong. striae gravidarum. telangiektasis. Klien akan mendemonstrasikan citra tubuh positif dengan mempertahankan kepuasan penampilan keseluruhan. jerawat dapat memperberat perubahan emosi. Berikan informasi tentang kenormalan perubahan. Informasi dapat membantu memahami atau menerima apa yang terjadi. atau keterlibatan dalam aktivitas ekstra marital Anjurkan klien untuk mengekspresikan perasan tentang kehamilan dan menjadi orang tua Mengakui dan mengekspresikan perasaan dapat membantu individu mulai meng-identifikasikan masalah dan memulai proses pemecahan masalah Kolaborasi Intervensi Rasional Rujuk untuk konseling dan penyuluhan sesuai kebutuhan Mungkin perlu tambahan bantuan untuk mengatasi masalah pokok Diagnosa keperawatan : Gangguan citra tubuh sehubungan dengan persepsi perubahan bio fisik. Klien akan mengungkapkan penerimaan atau adaptasi bertahap untuk mengubah konsep diri. Pada trimester kedua. Tindakan atau Intervensi : Mandiri Intervensi Rasional Kaji sikap terhadap kehamilan. Individu bereaksi secara berbeda terhadap perubahan. perubahan bentuk tubuh telah tampak. Diskusikan metoda perawatan kulit dan berhias. Situasi individu menandakan kebutuhan akan pakaian yang akan meningkatkan penampilan klien dan melakukan aktivitas yang menyenangkan. perubahan bentuk tubuh.Tindakan atau Intervensi : Mandiri Intervensi Rasional Identifikasi rasa takut/ angan-angan klien yang mungkin dimiliki Rasa takut dan angan angan yang umum dari wanita/ pria dapat timbul pada saat ini. Wanita mungkin takut kematian dari suami. respon orang lain Hasil yang diharapkan : 1. Respon negatif dapat terjadi pada klien yang memiliki konsep diri rapuh. Pasangan pria dapat mendemonstrasikan koping negatif seperti asyik dengan kerja/ hobi baru. Diskusikan perubahan aspek fisiologis. kurang berminat terhadap kehamilan. dsb.

Mungkin membantu dalam memberikan dukungan tambahan. Klien dapat mengungkapkan atau mendemonstrasikan perilaku perawatan diri yang meningkatkan kesejahteraan. Kunjungan pranatal yang sering mungkin diperlukan untuk meningkatkan kesejahtraan ibu. Membantu dalam memilih kegiatan karena kebutuhan harus ditekankan pada kemungkinan efek berbahaya pada janin. Aturan latihan perinatal yang bukan latihan ketahanan cenderung memper-pendek persalinan. Diagnosa keperawatan : Kurangnya pengetahuan mengenai kemajuan alamiah dari kehamilan sehubungan dengan terus membutuhkanya informasi sesuai perubahan trimester kedua yang dialami yang ditandai dengan permintaan informasi. misal aborsi spontan. Beri informasi tentang kebutuhan fero sulfat dan asam folat. Fero sulfat dan asam folat membantu memertahankan kadar Hb normal. Defisiensi asam folat memperberat anemia megaloblastik. Klien akan bertanggung jawab terhadap perawatan kesehatannya sendiri. Identififkasi kemungkinan resiko kesehatan individu. hipertensi akibat kehamilan. Hasil yang diharapkan : 1. DM gestasional. 3. Membantu mengingatkan klien tentang potensial situasi resiko tinggi yang memerlukan pemantauan lebih ketat dan atau intervensi. meningkatkan kemungkinan kelahiran vaginal spontan. Klien dapat mengidentifikasikan tanda bahaya atau mencari perawatan medis yang tepat. Pemantauan Hb dan Ht menggunakan elektroforesis mendeteksi anemia khusus dan . dan menurunkan kebutuhan terhadap augmentasi oksitosin. penyakit jantung. pernyataan masalah atau konsep yang salah. Diskusikan kebutuhan terhadap pemerik-saan lab khusus skrining dan pemantauan sesuai indikasi . Lakukan progaram penyuluhan sesuai pedoman Pengulangan menguatkan penyuluhan dan bila klien belum melihat sebelumnya informasi bermanfaat saat ini. selama periode perubahan dan mengidentifikasi model peran. Klien akan mengenali dan melakukan tindakan untuk meminimalkan dan mencegah faktor resiko.mungkin membantu untuk memper-tahankan perasaan positif tentang dirinya. Kolaborasi Diskusikan obat-obatan yang mungkin diperlukan untuk mengontrol atau mengatasi masalah medis. Kolaborasi Intervensi Rasional Rujuk pada sumber lain seperti konseling dan atau kelas pendidikan kelahiran anak dan menjadi orang tua. Pertanyaan timbul sesuai perubahan baru yang terjadi tanpa memperhatikan apakah diharapkan atau tidak. Tindakan atau Intervensi : Mandiri Intervensi Rasional Tinjau ulang perubahan yang diharapkan selama trimester kedua. 2. kemungkinan aborsi dan malformasi janin. 4.

Gagal untuk mendeteksi DJJ dapat menandakan penurunan atau tidak adanya janin atau adanya mola hidatidosa. pertumbuhan janin normal atau abnormal. pemajanan pada teratogen atau agen infeksi Hasil yang diharapkan : 1. Tindakan atau Intervensi : Mandiri Intervensi Rasional Tentukan pemahaman sebelum informasi diberikan Mengidentifikasikan kebutuhan atau masalah individu dan memberikan kesempatan untuk memperjelas kesalahan konsep. misal malnutrisi. PHS atau virus merupakan masalah ringan tapi berdampak negatif besar pada kesejahteraan janin. untuk memastikan usia gestasi dan mengesampingkan retardasio pertumbuhan. Merupakan skrining untuk gestasi multipel. Kaji faktor lain yang mungkin berbahaya pada janin. faktor lingkungan.dapat mendeteksi masalah yang berhubungan dengan polihidramnion atau oligohidramnion Beri informasi tentang tes diagnostik atau prosedur dan tinjau ulang resiko dan potensial efek samping Mempunyai informasi yang membantu klien atau pasangan untuk menghadapi situasi dan membuat keputusan berdasarkan informasi. Kolaborasi Intervensi Rasional Bantu dengan prosedur ultrasonografi. Pergerakan janin dapat dirasakan pada dirasakan pada minggu ke 16 – 20. Klien akan menghindari faktor dan perilaku yang dapat memperberat cedera janin. Rujuk pada dokter bila ditemukan masalah. penyalahgunaan penggunaan zat. Faktor ini dapat mempunyai dampak besar pada perkembangan jaringan dan organ jaringan dan identifikasi serta interfensi awal dapat mencegah hasil yang buruk. panjang femur. ada pada serum ibu dengan kadar 8 kali lebih tinggi dari normal pada gestasi minggu ke 15 . Diagnosa keperawatan : Resiko tinggi terhadap cidera pada janin sehubungan dengan masalah kesehatan ibu. dapat memerlukan tindakan insulin dan atau diet. protein yang diproduksi oleh kantung yolk dan hepar janin. Kaji pertumbuhan uterus dan tinggi fundus pada tiap kunjungan. misal pemajanan virus atau PHS. Identifikasi memungkinkan pendiskusian cara-cara untuk meminimalkan atau mencegah cidera. dan diameter biparietal. Klien akan mengungkapkan kesadaran tentang faktor resiko individu. khususnya untuk klien yang berkunjung pertama kali. Tinjau ulang status kesehatan ibu. 2.membantu menentukan penyebab. dan jelaskan tujuannya Mendeteksi adanya janin di awal minggu ke 5-6 gestasi dan memberikan informasi tentang pertumbuhan janin dengan menggunakan pengukuran kepala sampai kaki. kurang gerakan dapat menandakan adanya masalah. Perhatikan quickening dan denyut jantung janin. AFP. Juga menentukan ukuran dan lokasi plasenta dan dapat mendeteksi bebeapa abnormalitas janin Dapatkan sampel serum ibu untuk kadar alfa fetoprotein (AFT) diantara minggu ke 14 dan 16 Pada NTD terbuka (paling umum spina divida dan anencephali). Skrining untuk DMG pada klien berisiko dapat mendeteksi hiperglikemia.

Ns PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKES A.Kep.4.YANI YOGYAKARTA 2011 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Oleh : Yanita Trisetiyaningsih. Istilah dalam kehamilan 2. DMG dihubungkan dengan makrosomia dan masalah distosia 3. mahasiswa diharapkan mengerti dan memahami mengenai asuhan keperawatan pada ibu hamil.Kp. S. mahasiswa diharapkan mengerti dan memahami mengenai : 1. Bila klien belum dilakukan sample vilus korionik (SVK) Analisis cairan amniotic mendeteksi kelainan genetic/ kromosom dan NTD Ikuti konseling genetic. S. gravida tua lebih dari usia 35 tahun). Ns Tujuan Instruksional Umum : Setelah dilakukan perkuliahan selama 100 menit.. Tujuan Instruksional Khusus : Setelah dilakukan perkuliahan selama 100 menit. bila perlu Klien akan memerlukan informasi untuk membuat keputusan berdasarkan infor-masi tentang perjalanan tindakan selama kehamilan ini serta yang akan datang Lakukan skrining klien terhadap DMG dengan tes toleransi glukosa (TTG) pada gestasi minggu ke 24-26 sesuai indikasi. Implementasi Tindakan keperawatan/ implementasi dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah dibuat Handout keperawatan Maternitas/2011 Keperawatan Maternitas/Yanita 1 ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL [HandOut Keperawatan Maternitas] Oleh : Yanita Trsetiyanigsih. Klien dengan kemungkinan kelainan genetic/ anak sebelumnya mengalami abnormalitas kromosom.Bantu dengan amniosintesis bila kadar AFP abnormal khususnya pada populasi resiko tinggi (misalnya. Faktor factor yang mempengaruhi kehamilan ..

Perubahan dan adaptasi psikologis selama kehamilan 4. Asuhan keperawatan Perinatal. 2009. Konsep dasar asuhan kehamilan (Prenatal care) 7. Tanda Bahaya Kehamilan 6. Partus prematurus adalah suatu partus dari hasil konsepsi yang dapat hidup tetapi belum aterm. 2009. EGC Bobak. Istilah dalam kehamilan Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. Yogyakarta Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. . Jakarta. 2009. Partus post maturus atau serotinus adalah partus yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang diperkirakan. 1994. Mitayani. Jakarta Sulistyawati. Jakarta Bandiyah. Kehamilan. Ari. 2004. Siti. Jumarni.Yani Yogyakarta/Yanita 2 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 A. Intervensi Daftar Pustaka : Ilyas. Jakarta. Berat janin antara 1000 sampai 2500 gram atau tua kehamilan antara 28 minggu sampai 36 minggu. Ed 4. Dasar dasar Keperawatan Maternitas. EGC Hamilton. Buku Ajar keperawatan Maternitas. Asuhan kebidanan pada masa kehamilan. Proses Keperawatan a. Asuhan Keperawatan Maternitas. Nuha Medika. 1995. Salemba Medika.3. Salemba Medika. Persalinan dan gangguan kehamilan. Jakarta. Kebutuhan Ibu Hamil 5. Persis Mary. Diagnosa Keperawatan c. Ed 6. EGC. Pengkajian b. Gravida adalah orang yang sedang hamil.

1999). Multipara adalah seorang wanita yang beberapa kali melahirkan bayi yang dapat hidup (Prawirohardjo. Status kesehatan 1) kehamilan pada usia tua a) Segi negatif kehamilan di usia tua Kondisi fisik ibu hamil dengan usia lebih dari 35 tahun akan sangat mempengaruhi proses kelahiran (kontraksi uterus). B. Pada usia lebih dari 35 tahun. b) Segi positif kehamilan di usia tua Kepuasan peran sebagai ibu Merasa lebih siap Pengetahuan mengenai perawatan kehamilan dan bayi lebih baik Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan Mampu mengambil keputusan Karier baik. Para adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi yang dapat hidup. Faktor Fisik a. kualitas sel telur sudah mulai menurun sehingga pada proses pembuahan kemungkinan terjadi gangguan yang akan mengakibatkan gangguan tumbuh kembang janin (IUGR) yang bisa berakibat bayi berat lahir rendah (BBLR). status ekonomi lebih baik Perkembangan intelektual anak lebih tinggi Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kali.Yani Yogyakarta/Yanita 3 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Periode menyusui lebih lama Toleransi pada kehamilan lebih besar 2) Kehamilan multiple . Faktor factor yang mempengaruhi kehamilan 1.

Gaya hidup Beberapa gaya hidup yang dapat menrugikan kesehatan ibu hamil dan harus dihindari adalah kebiasaan begadang.Yani Yogyakarta/Yanita 4 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 bermotor. maka janin akan menjadi sangat rentan terhadap penularan selama proses kehamilannya karena virus HIV kemungkinan akan ditransfer melalui plasenta. c. oksigen. kemungkinan ketegangan dalam merawat bayi akan sering terjadi karena konsentrasi ibu dua kali lipat daripada bayi tunggal.Pada kehamilan multiple biasanya kondisi ibu lebih lemah. 3) Kehamilan dengan HIV Pada kehamilan dengan ibu yang mengidap HIV. Gaya hidup ini akan menganggu kesejahteraan bayi yang dikandung karena kebutuhan istirahat mutlak diperlukan. cemas. Ketika bayi sudah lahir. Bayi akan kekurangan oksigen dan racun yang diisap melalui rokok dapat ditransfer melalui plasenta kedalam tubuh . Selain adanya pengaruh fisik terhadap ibu dan bayi. Pada penderita HIV. dll. dilema serta khawatir akan kesehatan bayinya. Halini disebabkan oleh adanya beban ganda yang harus ditanggung ibu. salam perjalanan penyakitnya akan mengalami penurunan kondisi tubuh jika tidak mendapatkan penanganan dan pemantauan yang adekuat dari petugas kesehatan. Pada kehamilan multiple biasanya mengindikasikan adanya beberapa penyulit pada proses persalinannya sehingga diperlukan persalinan operatif (SC). d. depresi. b. dll. Selain itu pemenuhan gizi seimbang selama hamil akan meningkatkan kondisi kesehatan bayi dan ibu terutama dalam menghadapi masa nifas sebagai modal awal untuk menyusui. bepergian jauh dengan kendaraan Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. hal hal lain yang tidak kalah pentingnya dan harus dipertimbangkan oleh tenaga kesehatan ketika memberikan asuhan adalah kondisi psikologis ibu yang kemungkinan akan mengalami kehilangan. Perokok/Alkoholik Ibu hamil yang merokok akan sangat merugikan dirinya dan bayinya. baik dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Status Gizi Pemenuhan kebutuhan nutrisi yang adekuat sangat mutlak dibutuhkan oleh ibu hamil agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan persiapan fisik ibu dalam menghadapi persalinan dengan aman.

Klien dengan riwayat ini akan cenderung berkepribadian tertutup. kelahiran prematur. Faktor Psikologis a. . Ibu harus melakukanb adaptasi pada setiap perubahan yang terjadi. Misalnya masalah ekonomi. Ketidaksiapan ibu akan menyebabkan postpartum blues. konflik keluarga. ibu akan mengalami perubahan baik fisik maupun psikologis. Dukungan keluarga Pada setiap tahap usia kehamilan. Kekerasan pada masa lalu Kekerasan yang mungkin dialami ibu pada masa lalu/masa kecil akan sangat mempengaruhi kepribadian ibu dan akan mempengaruhi kepribadian bayi yang dikandung. pertengkaran dengan suami. tekanan dari lingkungan luar. Pada kasus ini perlu kita waspadai risiko adanya keguguran. Untuk itu tenaga kesehatan harus bisa menempatkan diri sebagai Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Adanya beban psikologis yang ditanggung ibu dapat menyebabkan gangguan perkembangan bayi dalam kandungan yang akan terlihat nantinya ketika bayi sudah dilahirkan. c. Kepribadian anak akan tergantung dari kondisi stres yang dialami ibu ketika hamil. Untuk ibu ibu hamil sangat membutuhkan dukungan yang intensif dari keluarga dengan cara menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Pada ibu hamil dengan merokok berat kita harus waspada akan risiko keguguran. BBLR bahkan kematian janin.Yani Yogyakarta/Yanita 5 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 teman atau pendamping tempat bersandar bagi pasien dalam masalah kesehatan. e. dll. b. Stressor eksternal Merupakan pemicu stres yang berasal dari luar. Yang harus diperhatikan lagi adalah kesiapan ekonomi. Stressor internal Merupakan stressor yang berasal dari dalam diri ibu sendiri. d. 2.bayi. prematur bahkan kematian janin. Kehamilan yang tidak diharapkan/kehamilan diluar nikah Jika kehamilan tidak diharapkan maka secara otomatis ibu akan membenci kehamilannya sehingga tidak ada keinginan dari ibu untuk melakukan hal hal positif yang dapat meningkatkan kesehatan janinnya.

e. Faktor lingkungan. sosial dan budaya a. Kebiasaan. Sewaktu waktu pasien akan mengalami perasaan terancam yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janinnya. c.Yani Yogyakarta/Yanita 6 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 . b. Kekerasan dalam kehamilan Terjadinya kekerasan dalam kehamilan akan sangat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi. adat istiadat Ada beberapa kebiasaan adat istiadat yang merugikan kesehatan ibu hamil. Tekanan psikologis yang dialami ibu hamil akan membawa dampak yang sangat tidak baik bagi bayinya. Tenaga kesehatan harus bijaksana dalam menyikapi keadaan ini jangan sampai menyinggung ”kearifan lokal” yangg sudah berlaku di daerah tersebut. Jika ibu mengalami depresi kemungkinan keinginan untuk merawat bayi juga akan menurun sehingga sebagai tenaga kesehatan perlu waspada terhadap adanya penyulit dan komplikasi tersebut. d. Setiap bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pasangan harus selalu diwaspadai oleh tenaga kesehatan jangan sampai membahayakan kesehatan ibu dan bayi yang dikandung. Partner abuse Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban kekerasan terhadap perempuan adalah wanita yang telah bersuami. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin baik pula pengetahuannya tentang sesuatu. Status ekonomi Tingkat sosial ekonomi terbukti sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil. Efek psikologis yang muncul adalah gangguan rasa aman dan nyaman pada pasien. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. 3. Fasilitas kesehatan Adanya fasilitas kesehatan yang memadai akan sangat menentukan kualitas pelayanan kepada ibu hamil dan akan sangat menentukan atau berpengaruh terhadap upaya penurunan angka kesehatan ibu (AKI). e. Tingkat pendidikan Penguasaan pengetahuan erat kaitannya dengan kualitas perawatan bayi sangat berkaitan erat dengan tingkat pengetahuan seseorang.

Intervensi medis dan psikososial Perawatan kehamilan yang tidak adekuat bisa mengakibatkan berat badan bayi lahir rendah dan meningkatkan kejadian prematuritas. Tujuan Asuhan Kehamilan antara lain : 1. mental serta sosial ibu dan bayi. Satu kali pada trimester 1 (usia kehamilan 0 – 13 minggu). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang bekerja mempunyai tingkat pengetahian yang lebih baik daripada ibu yang tidak bekerja.f. Memantau kemajuan kehamilan. Pengkajian risiko kehamilan 2. 6. 4. Adanya korelasi yang kuat antara dua kejadian di atas dengan peningkatan angka morbiditas bayi. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. 2. menemukan secara dini adanya masalah/gangguan dan kemungkinan komplikasi yang terjadi selama kehamilan. 2. Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 18 – 40 minggu) Pelayanan standar adalah 7T yaitu . 3. C. Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI Eksklusif berjalan normal. Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14 – 27 minggu) 3. Mempersiapkan kehamilan dan persalinan dengan selamat baik ibu maupun bayi. 5. Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam memelihara bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal. Konsep dasar asuhan kehamilan (Prenatal Care) Tiga komponen dasar perawatan prenatal adalah : 1. memastikan kesejahteraan ibu dan tumbuh kembang janin. dengan trauma seminimal mungkin. Pekerjaan Pekerjaan seseorang akan menggambarkan aktivitas dan tingkat kesejahteraan ekonomi yang akan didapatkan. meningkatkan kesehatan 3. Standar Asuhan Kehamilan Kunjungan antenatal care (ANC) minimal : 1.

b. Timbang berat badan. minum minuman keras . Pemberian Tablet besi (Fe) minimal 90 tablet selama kehamilan dengan dosis f. Ukur Tekanan darah. satu tablet setiap harinya. g. Untuk mengkaji pertumbuhan dan perkembangan janin 4. c. Kunjungan Prakonsepsi Idealnya kunjungan pertama dilakukan selama konsepsi dengan riwayat kesehatan yang lengkap dan pemeriksaan fisik.a. Lakukan Tes Penyakit Menular Seksual (PMS). misalnya DM. IMS. h. Untuk mengkaji kebutuhan konseling dan pembelajaran 6. Ukur Tinggi fundus uteri. Untuk pemeriksaan kesehatan fisik ibu hamil 3. Kunjungan Prenatal Pertama Tujuan pemeriksaan ibu pada kunjungan prenatal pertama adalah sebagai berikut : 1. d. Pemberian imunisasi TT lengkap. Untuk memastikan kehamilan 2.Yani Yogyakarta/Yanita 7 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 e. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Perubahan dan adaptasi psikologis selama kehamilan PERUBAHAN PERAN SELAMA KEHAMILAN Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. ibu akan mengalami perubahan . D. merokok. untuk menyusun rencana perawatan guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Untuk mengevaluasi kebutuhan psikososial ibu dan keluarganya 5. Ibu dianjurkan mengkonsumsi asam folat dosis 400mg/hari untuk mengurangi risiko defek tabung neural. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. dll yang mungkin berakibat negatif pada kehamilan ibu.

Ibu merasa tidak sehat dari kadang merasa benci dengan kehamilannya. la akan melakukan akti vitas-aktivitas yan bersifat positif dan berfokus untuk kehamilannya. serf hal yang berguna untuk menjaga kondisi kesehatan keluarga. cara mendidik dan merawat anak. mencoba menyesuaikan diri) Pada tahap ini wanita sudah mulai menerirna peran barunya dengan cara mencoba menyesuaikan diri. Secara internal wanita akan mengubah posisinya sebagai penerima kasih sayang dari ibunya menjadi pemberi kasih sayang terhadap bayinya. Meningkatnya frekuensi interaksi dengan wanita harnil dan ibu muda lainnya akan mempercepat proses adaptasi untuk mencapai penerimaan peran barunya sebagai seorang ibu. 3. Aspek lain yang berpengaruh dalam tahap ini adalah seiring Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Tahap honeymoon (menerima peran. 1. termasuk dukungan semangat dari orang-orang terdekatnya. Tahap akhir (perjanjian) Meskipun ia sudah cukup stabil dalam menerima perannya. seperti mencari tahu tentan informasi seputar persiapan kelahiran.Yani Yogyakarta/Yanita 8 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 dengan sudah mapannya beberapa persiapan yang berhubungan dengan kelahiran bayi. 4. wanita akan menuntut dari pasangannya. Tahap antisipasi Dalam tahap ini wanita akan mengawali adaptasi perannya dengan merubah peran sosialnya melalui latihan formal (misalnya kelas-kelas khusus kehamilan) dan informal melalui model peran (role model). Untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang. 2. namun ia tetap mengadakan "perjanjian" dengan dirinya sendiri untuk sedapat mungkii "menepati janji" mengenai kesepakatan-kesepakatan internal yang telah ia buat berkaitan dengan apa yang akan ia perankan sejak saat ini sampai bayinya lahir kelak. PERUBAHAN PSIKOLOGIS TRIMESTER I (PERIODE PENYESUAIAN) 1.psikologis dan pada saat ini pula wanita akan mencoba untuk beradaptasi terhadap peran barunya melalui tahapan sebagai berikut. . Tahap stabil (bagaimana mereka dapat melihat penampilan dalam peran) Tahap sebelumnya mengalami peningkatan sampai ia mengalami suatu titik stab dalam penerimaan peran barunya.

aneh. dan kesedihan. tetapi kebanyakan akan mengalami penurunan. 3. Hal ini dilakukan sekadar untuk meyakinkan dirinya. Ibu sudah bisa menerima kehamilannya. 4. 2. Libido meningkat. 2. Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu. 6. kekecewaan.2. kecemasan. Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap wanita. Merasakan gerakan anak. PERUBAHAN PSIKOLOGIS TRIMESTER II (PERIODE KESEHATAN YANG BAIK) 1. Rasa tidak nyaman tirabul kembali. Bahkan kadang ibu berharap agar dirinya tidak hamil saja. Menuntut perhatian dan cinta. kelahiran. kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau malah mungkin dirahasiakannya. Oleh karena perutnya masih kecil. 6. Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya. 9. Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran. 7.Yani Yogyakarta/Yanita 9 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 8. 5. dan tidak menarik. Ketertarikan dan aktivitasnya terfokus pada kehamilan. tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang tinggi. Ibu merasa sehat. Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian dengan saksama. merasa dirinya jelek. . dan persiapan untuk peran baru. 5. PERUBAHAN PSIKOLOGIS TRIMESTER III (PERIODE PENANTIAN DENGAN PENUH KEWASPADAAN) 1. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Kadang muncul penolakan. 4. 3. Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang lain yang baru menjadi ibu.

Peran setelah melahirkan. Libido menurun. percaya diri dan mampu menjadi ayah. 5. Surnber stres ayah a.Yani Yogyakarta/Yanita 10 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 a. 6. Masalah keuangan. g. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. khawatir akan keselamatannya. Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya. e. Khawatir tentang nyeri istrinya saat melahirkan.3. Perasaan mudah terluka fsensitif). c. f. ADAPTASI YANG DIALAMI OLEH AYAH Selama masa kehamilan ayah juga mengalami adaptasi peran yang cukup menimbulkan stres tersendiri. 1. b. Cemas bayinya tidak sehat/tidak normal d. 2. Perubahan psikologis ayah Perubahan psikologis yang dialami oleh ayah dalam rangka pencapaian penerimaan peran barunya sejalan dengan fase-fase yang dialami oleh ibu. Merasa kehilangan perhatian. Kemampuan sebagai orangtua. Kondisi yang tidak diinginkan selama hamil. Perubahan hubungan dengan istri. 7. 4. Takut akan rasa sakit dan bahaya fisikyang timbul pada saat melahirkan. dan senang mengasuh anak. bermimpi yang mencerminkan perhatian dan kekhawatirannya. Khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal. serta senang membagi pengalamannya tentang kehamilan dan melahirkan dengan pasangannya. 8. senang berperan sebagai ayah. Trimester I . dan teman-temannya. keluarga. Secara umum ayah yang stres menyukai anak-anak.

teman. Ayah sering dibayangkan berinteraksi dengan anaknya yang sudah berusia 5 atau 6 tahun. c. 2). 2). menarik diri dari lingkungannya. Untuk mencegah sibling rivalry ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. 3). meliputi perubahan perasaan dan tubuhnya. Saat ini. "Seperti apa menjadi orangtua?" atau "Dapatkah ia membantu istrinya selama proses persalinan?" 5). Libatkan anak dalam mempersiapkan kelahiran adiknya . seperti apakah ia akan benar-benar mempunyai anak? PERSIAPAN SAUDARA KANDUNG (SIBLING) Sibling Rivalry adalah rasa persaingan diantara saudara kandung akibat kelahiran anak berikutnya. Peran ayah saat ini masih samar-samar. walaupun kehamilan istrinya belum kelihatan.1). Persiapan yang nyata terlihat untuk kelahiran bayinya. Trimester III 1). Timbul rasa tidak percaya. Memberitahu keluarga. Sering bingung terhadap perubahan istrinya. 3). la memperhatikan kebutuhan istrinya yang mudah lelah dan menurunnya keinginan untuk berhubungan seksual. 4). Biasanya terjadi pada anak usia 2 – 3 tahun. Pada tahap ini kadang timbul konflik pada pasangan mengenai bagaimana ia akan menjadi ayah. menangis. Merasa lebih nyaman dengan dapat melihat anaknya pada USG. Terlibat dalam kelas bersama. Trimester II 1). mendampingi istri saat memeriksakan kehamilannya. Jelaskan pada anak tentang posisinya 2. Timbul rasa takut. tetapi kebingungan atas keterbatasannya menurun dengan melihat dan merasakan gerakan fetus. dan relasi. Sibling rivalry ini biasanya ditunjukkan dengan penolakan terhadap kelahiran adiknya. 3). b. menjauh dari ibunya atau melakukan kekerasan pada adiknya. anaknya adalah bayi yang "potensial". antara lain sebagai berikut : 1. Timbul pertanyaan dalam benak. Khawatir tentang pembagian peran antara mencari nafkah dan membantu istri mengurus anak. 2).

sepsis puerperalis. kelahiran prematur. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia. Ajak anak untuk berkomunikasi dengan bayi sejak masih dalam kandungan 4. inersia uteri.Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. karena rerata PBBH yang dianjurkan di negara berkembang adaJah 12.Yani Yogyakarta/Yanita 11 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 3. Rendahnya PBBH yang diperburuk oleh rendahnya berat badan sebelum hamil dan otomatis rendahnya IMT ditengarai akan meningkatkan risiko kehamilan. IUGR.5 kilogram. Ajak anak untuk melihat benda benda yang berhubungan dengan kelahiran bayi. komplikasi waktu melahirkan. dan pre-eklampsi. Padahal. Tambahan energi ini bertujuan untuk memasok kebutuhan ibu dalam memenuhi kebutuhan janin. pre-eklampsi. Kebutuhan energi Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan pada ibu hamil untuk meningkatkan asupan energinya sebesar 285 kkal per hari. dan sebagainya Status gizi ibu yang kurang baik sebelum dan selama kehamilan merupakan penyebab utama dari berbagai persoalan kesehatan yang serius pada ibu dan bayi. PBBH. serta makrosomia. dan lain-lain. Berat badan sebelum hamil. janin terlalu besar. serta kematian neonatal dan prenatal Pengaruh suplementasi multigizi mikro (MGM) dan Fe-folat terhadap status gizi makro ibu hamil dengan menggunakan penambahan berat badan hamil (PBBH) sebagai indikator. abortus. seperti BBLR. Untuk menghindari risiko tersebut. perdarahan pasca-persalinan. E. Kebutuhan ibu hamil Diet Makanan Kebutuhan makanan pada ibu hamil mutiak harus dipenuhi. kelahiran prematur. Sedangkan kelebihan makanan—karena beranggapan pemenuhan makan untuk dua orang—akan berakibat kegemukan. PBBH yang terlalu tinggi berisiko terhadap komplikasi kehamilan seperti hipertensi . dan komplikasi pada saat melahirkan. masih sangat sedikit. ibu hamil harus memperhatikan asupan gizi sebelura ketika. PBBH merupakan indikator utama yang menentukan hasil kehamilan.diabetes. yang berakibat terjadinya bayi lahir dengan berat badan rendah. di samping berat badan prahamil (BBpH). dan indeks massa tubuh (IMT) masih merupakan indikator yang banyak dipakai untuk menentukan status gizi ibu. dan setelah kehamilan. Pada trimester I kebutuhan energi nieningkat .

susu. garam kalsium. magnesium dan fitat (terkandung dalam kacang. dan jumlah tambahan energi ini terus nieningkat pada trimester II dan III untuk pertumbuhan janin. telur. sedangkan kopi. tetapi tetap perlu :rhatikan bahwa mengonsumsi zat besi yang berlebihan kurang baik. ikan. Oleh karena itu asupan zat Si dari makanan adalah yang terbaik. Jika kekurangan asam folat maka ibu dapat ^nderita anemia megaloblastik dengan gejala diare.040 nig selama hamil) dan peningkatan ini tidak dapat tercukupi hanya dari asupan makanan ibu selama hamil melainkan perlu ditunjang dengan suplemen zat besi.kacangan) akan mengbambat penyerapan zat besi. tumbuhan sel. ablasio plasenta. oleh karena itu perlu ditekankan kepada ibu hamil untuk mengonsumsi zat besi selama hamil dan setelah melahirkan. Bahan pangan yang dijadikan sebagai sumber protein sebaiknya bahan pangan dengan nilai biologi yang tinggi. Zat Besi. Pemberian suplemen zat besi dapat diberikan sejak minggu ke-12 kehamilan sebesar 30-60 gram setiap hari selama kehamilan dan enam minggu setelah kelahiran untuk mencegah anemia postpartum. Meskipun begitu besar manfaat dari suplemen zat besi. Kebutuhan zat besi selama hamil nieningkat sebesar 300% (1. Asam Folat. Berilah jarak waktu kurang lebih dua jam dari pemberian zat si. Protein yang berasal dari tumbuhan nilai biologinya rendah jadi cukup sepertiga bagian saja. pematangan sel darah merah. Asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya |ningkat dua kali lipat selama hamil. dan kelainan bentuk tulang belakang janin (spina bifida). Zat-zat ini tetap dikonsumsi naraun jangan diminum bersamaan igan tablet zat besi.Yani Yogyakarta/Yanita 12 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Protein. Asam folat sangat berperan dalam metabolisme lal makanan menjadi energi. teh. . lelah berat. dan pembentukan heme. sintesis DNA. depresi. Jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak segera ditangani maka pada ibu harail akan terjadi BBLR. dan selalu mengantuk. Pemantauan konsumsi suplemen zat besi perlu juga diikuti dengan pemantauan cara minum yang benar karena hal ini akan sangat memengaruhi efektivitas penyerapan zat besi. karena tablet |i terbukti dapat menurunkan kadar seng dalam serum. seperti daging tak berlemak. dan hasil olahannya. Anemia sebagian besar disebabkan oleh defisiensi zat besi. Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan untuk menambah asupan protein menjadi 12% per hari atau 75-100 gram. Ibu hamil mengalarni peningkatan kebutuhan protein sebanyak 68%. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A.untuk organogenesis atau pembentukan organ-organ penting janin. demikian bukan berarti zat makanan yang menghambat penyerapan zat besi tidak prmanfaat bagi tubuh. Vitamin C dan protein hewani merupakan elemen yang sangat membantu dalam penyerapan zat besi. Namun.

dan beberapa bahan makanan nabati. teh. maka Widya Karya Pangan Nasional menganjurkan untuk pemberian suplemen asam folat dengan besaran 280. Metabolisme kalsium selama hamil mengalami perubahan yang sangat berarti. marlin. ada beberapa makanan yang harus dihindari karena kemungkinan akan dapat membahayakan ibu dan pertumbuhan janin. sarden dalam kaleng. • Vitamin A dalam dosis > 20. Kadar kalsium dalam darah ibu hamil turun drastis sebanyak 5%.000 lU/hari dapat menyebabkan kelainafl bawaan. Mengandung vitamin A dosis tinggi yang bersifat teratogenik (menyebabkan cacat pada janin). refluks. dan frekuensi berkemih yang meningkat. Selain beberapa zat gizi yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Sumber utama kalsiun adalah susu dan hasil olahannya. asparagus).000-50. Efek yang dapat terjadi di antaranya adalah insomnia (sulit tidur). Asam folat sebaiknya diberikan 28 hari setelah ovulasi atau 28 hari pertama setelah kehamilan karena sumsum tulang belakang dan otak dibentuk pada rainggu pertama kehamilan. yang dapat mengganggu sistem saraf janin. kola dibatasi 300 mgper hari. cokelat. kacang kedelai). buah jeruk. Sumber lain adalah ikan.Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. daging. dan III. Kalsium. hati. II. asupan yang optimal perlu dipertimbangkan. Makanan yang tidak sehat atau berbahaya bagi janin di antaranya adalah sebagai berikut. dan 470 mikrogram untuk trimester I. Obat-obatan . udang. sarang burung. • Kafein yang terkandung dalam kopi. • Ikan yang mengandung metil merkuri dalam kadar tinggi seperti hiu. Oleh karena asam folat tidak stabil dalam pemanasan. dan kacang-kacangan (kacang kering. Oleh karena ada kekhawatiran asam folat tidak dapat terpenuhi hanya dari asupan makanan. Oleh karena itu. • Makanan mentah atau setengah matang karena risiko toksoplasma.660. maka dianjurkan untuk memakan sayuran dalam keadaan mentah dengan dicuci sebelumnya agar sisa pestisida dan cacing hilang.Yani Yogyakarta/Yanita 13 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 lenis makanan yang banyak mengandung asam folat adalah ragi. • Hati dan produk hati. sayur berdaun hijau (bayam. dan telur. brokoli. seperti sayuran warna hijau tua dan lain-lain.

P. karena ada obat tertentu yang kadang bersifat kontra dengan kehamilan.Yani Yogyakarta/Yanita 14 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Dalam pemberian terapi.M. sebaiknya pemberian obat dihindari. Pakaian harus longgar. Cuno S. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pakaian ibu hamil adalah memenuhi kriteria berikut ini. dokter biasanya akan sangat memperhatikan reaksi obat terhadap kehamilan. Penatalaksanaan keluhan dan ketidaknyamanan yang dialami lebih dianjurkan kepada pencegahan dan perawatan saja. Pakaian Messkipun pakaian bukan merupakan hal yang berakibat langsung terhadap kesejahteraan ibu dan janin. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. termasuk sistem kardiovaskular mereka yang dapat dideteksi sejak awal kehamilannya. Karbon monoksida yang terdapat dalam rokok akan dapat dengan bebas menembus plasenta dan mengurangi kemampuan Hb dalam mengikat oksigen. Lingkungan bersih di sini adalah termasuk bebas dari polusi udara seperti asap rokok. Pakaian dalam yang selalu bersih. Uiterwaal. karena kemungkinan terpapar kuman dan zat tobik yang berbahaya bagi ibu dan janin akan terminimalisasi. Nikotin merangsang hormon adrenergik yang menyebabkan vasokonstriksi menyeluruh. .Sebenarnya jika kondisi ibu hamil tidak dalam keadaan yang benar-benar berindikasi untuk diberikan obat-obatan. Bahan pakaian usahakan yang mudah menyerap keringat. Lingkungan yang Bersih Salah satu pendukung untuk keberlangsungan kehamilan yang sehat dan aman adalah adanya lingkungan yang bersih. namun perlu kiranya jika tetap dipertimbangkan beberapa aspek kenyamanan dalam berpakaian. terutama mengurangi perfusi uterus dan mempersempit arteri tali pusat. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. pemimpin penelitian dan professor yang berkerja sama dengan klinik epidemiologi di Medical Center University di Utrecht menemukan bahwa orangtua perokok dapat membahayakan kesehatan anak mereka. Memakai sepatu dengan hak yang rendah. Pakailah bra yang menyokong payudara. bersih. Ibu hamil sebagai perokok aktif ataupun terpapar asap rokok {perokok pasif) akan terkena dampak yang sama. dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut.

Sabuk pengaman sebaiknya selalu dipakai. serta berdiri terlalu lama di tempat itu karena akan dapat menimbulkan sesak napas sampai akhirnya jatuh pingsan (sinkop). Posisi Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Hal-hal yang dianjurkan apabila ibu hamil bepergian adalah sebagai berikut. maka ibu hamil akan sangat mudah untuk terkena penyakit kulit.Yani Yogyakarta/Yanita 15 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 yang dianjurkan pada ibu hamil adalah miring ke kiri. ganjal dengan bantal pada perut bawah sebelah kiri. karena saat hamil terjadi pengeluaran sekret vagina yang berlebihan Selain dengan mandi. kaki kanan sedikit menekuk dan diganjal dengan bantal. dan untuk mengurangi rasa nyeri pada perut. mengganti celana dalam secara rutin minimal dua kali sehar sangat dianjurkan. Wanita hamil dapat mengendarai mobil maksimal 6 jam dalam sehari dan hai berhenti selama 2 jam lalu berjalan selama 10 menit. Stocking penyangga sebaiknya dipakai apabila harus duduk dalam jangka waktu lama di mobil atau pesawat terbang. Jika tidak dibersihkan (dengan mandi).Islirahat dan Rekreasi Dengan adanya perubahan fisik pada ibu hamil. Bagian tubuh lain yang sangat membutuhkan perawatan kebersihan adalat daerah vital. sehingga terkadang ibu kesulitan untuk menentukan posisi yang paling baik dan nyaman untuk tidur. Keringat yang menempel di kulit meningkatkan kelembapan kulit dan memungkinkan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme. dihindari karena dapat menyebabkan peningkatan risiko bekuan darah vena dal (deep vein thrombosis) dan tromboflebitis selama kehamilan. maka duduk dalam jangka waktu lama ha. Apabila bepergian selama kehamilan. sesak. Pada trimester akhir Kamilan sering diiringi dengan bertambahnya ukuran janin. . kaki kiri lurus. tidak jarang ibu akan mengalami kelelahan. sabuk tersebut diletakkan di bawah perut ketika kehamilan sudah besar. dan panas. Kebersihan Tubuh Kebersihan tubuh ibu hamil perlu diperhatikan karena dengan perubahan sistem metabolisme mengakibatkan peningkatan pengeluaran keringat. salah satunya beban berat pada perut sehingga terjadi perubahan sikap tubuh. Hindari pergi ke suatu tempat yang ramai. oleh karena itu istirahat dan tidur sangat penting untuk ibu hamil.

Perawatan Payudara Payudara merupakan aset yang sangat penting sebagai persiapan menyambut kelahiran sang bayi dalam proses menyusui. Meminum air putih hangat ketika perut dalam keadaan kosong dapat merangsang gerak peristaltik usus. Ini terjadi karena pada awal kehamilan terjadi pembesaran uterus yang mendesak kantong kemih sehingga kapasitasnya berkurang. terutama pada trimester I dan III. salah satunya otot usus. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. . Sedangkan pada trimester III terjadi pembesaran janin yang juga menyebabkan desakan pada kantong kemih. Gunakan bra dengan bentuk yang menyangga payudara. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormon progesteron yang mempunyai efek rileks terhadap otot polos. maka segeralah untuk buang air besar agar tidak terjadi konstipasi. Sering buang air kecil merupakan keluhan yang umum dirasakan oleh ibu hamil. karena akan nenyebabkan dehidrasi. Selain itu. Seksual Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada riwayat penyakit seperti berikut ini. terutama ketika lambung dalam keadaan kosong. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan payudara adalah sebagai berikut : Hindari pemakaian bra dengan ukuran yang terlalu ketat dan yang menggunaka: busa. Eliminasi Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi adalah konstipasi dan sering buang air kemih. Bersihkan puting susu dengan minyak kelapa lalu bilas dengan ai hangat. Tindakan mengurangi asupan cairan untuk mengurangi keluhan ini sangat tidak dianjurkan. Hindari membersihkan puting dengan sabun mandi karena akan menyebabka iritasi. desakan usus oleh pembesaran janin juga menyebabkan bertambahnya konstipasi.Yani Yogyakarta/Yanita 16 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Jika ditemukan pengeluaran cairan yang berwarna kekuningan dari payudara berarti produksi ASI sudah dimulai. Hal tersebut adalah kondisi yang fisiologis. jika ibu sudah mengalami dorongan. karena akan mengganggu penyerapan keringat payudara.

Kadang dijumpai pengeluaran air ketuban yang terjadi secara spontan (selapu ketuban pecah) dengan ciri-ciri adanya pengeluaran air ketuban seketika dalam jumlah banyak atau keluarnya air . Adanya pengeluaran per vagina berupa sekret yang berwarna merah muda disertai lendir. yang tak kalah penting untuk dipersiapkan dari ibu adalah pemahaman akan tanda-tanda pasti persalinan antara lain : Rasa sakit atau mulas di perut dan menjalar ke perut bagian bawah sampai ke pinggang bagian belakang. koitus dilarang karena dapat menyebabkan infeksi janin intrauteri.. .Yani Yogyakarta/Yanita 17 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk persalinan adalah sebagai berikut. dan lain-lain). Selain beberapa hal di atas. . mempersiapkan persalinan sejak jauh hari sebelumnya. Kontraksi ini terjadi secara teratur dan semakin lama semakin sering dengan intensitas yang meningkat Minimal tiga kali dalam 10 menit dengan durasi 30-40 detik. Biaya dan penentuan tempat serta penolong persalinan. semua perlengkapan yang dibutuhkan sudah siap. yang disebut sebagai kontraksi. Surat-surat fasilitas kesehatan (misalnya ASKES. . Persiapan Persalinan Meskipun hari perkiraan persalinan masih lama tidak ada salahnya jika ibu dan keluarga. Pembagian peran ketika ibu berada di RS (ibu dan mertua. Ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan atau persalinan maju dari hari perkiraan. Kartu Sehat.Bila ketuban sudah pecah. jaminan kesehatan dari terapj kerja.Sering abortus dan kelahiran prematur. Baju ibu dan bayi beserta perlengkapan lainnya.Perdarahan per vaginam. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Anggota keluarga yang dijadikan sebagai pengambil keputusan jika terjadi sut komplikasi yang membutuhkan rujukan.Koitus harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu terakhir kehamilan. yang menjaga am lainnya—jika bukan persalinan yang pertama).

abortus komplet) c. Nyeri pada abdomen dan pelvis . F. pelunakan serviks. abortus inkomplet. Jika perdarahan yang terjadi banyak dan dalam waktu beberapa hari maka harus dicurigai adanya kejadian yang lain yang harus segera ditindaklanjuti. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. pembesaran payudara.Yani Yogyakarta/Yanita 18 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Beberapa diagnosis perdaharan pervaginan pada masa kehamilan : a. pembesaran uterus. Kemungkinan abortus (abortus Imminens. Perdarahan Pervaginam Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah sesuatu yang normal jika hanya terjadi disekitar waktu pertama haidnya terlambat dan perdarahan hanya sedikit (spooting). frekuensi BAK yang meningkat). karena perbedaan konsistensinya sangat tipis. Kehamilan ektopik b. Tanda dan gejala Kehamilan Ektopik Kehamilan Ektopik Kehamilan Ektopik terganggu Gejala kehamilan awal (flek/perdarahan yang ireguler. terutama jika air ketuban sudah terserap dalam kain.ketuban sedikit-sedikit tetapi dalam waktu yang lama. Tanda Bahaya Kehamilan Tanda Bahaya Ibu dan Janin Masa Kehamilan Muda 1. Ketidaknyamanan dan Cara mengatasinya Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem dalam tubuh ibu yang semuanya membutuhkan suatu adaptasi. Perlu ditekankan kepada ibu dan keluarga untuk dapat membedakan antara pengeluaran air seni dengan air ketuban. Hal ini disebut sebagai ketuban rembes karena selaput ketuban robek. Kehamilan ektopik terganggu Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar uterus. perubahan warna pada vagina dan serviks. mual. Tuba Fallopi merupakan tempat tersering untuk terjadinya implantasi kehamilan ektopik (>90%).

dengan jarak waktu pengukuran < 4 jam. Hipotensi Hipovolemia Abdomen akut dan nyeri pelvis Distensi Abdomen Nyeri Lepas Pucat d. Kejadian lain yang bisa mengakibatkan kejang adalah epilepsi. diagnosisnya adalah hipertensi. Tekanan diastolik mengukur tekanan tahanan perifer dan tidak dipengaruhi oleh keadaan emosi pasien. 2. Hipertensi dalam kehamilan sering ditandai dengan nyeri kepala. c. 1) Jika hipertensi pada kehamilan >20 minggu. Hipertensi Gravidarum Hipertensi dalam kehamilan termasuk hipertensi karena kehamilan dan hipertensi kronik (meningkatnya tekanan darah sebelum usia kehamilan 20 minggu. Kolaps dan kelelahan Denyut nadi cepat dan lemah (110x/menit atau lebih). Pada keadaan urgen.Yani Yogyakarta/Yanita 19 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Klasifikasi hipertensi dalam kehamilan adalahs ebagai berikut : a. Mola Hidatidosa. kejang dan hilangnya kesadaran. Tekanan diastolik merupakan indikator untuk prognosis pada penanganan hipertensi dalam kehamilan. Jika tekanan diastolik >90mmHg pada dua pemeriksaan berjarak 4 jam atau lebih. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. diagnosisnya adalah hipertensi dalam kehamilan. . b. a. 2) Jika hupertensi terjadi pada kehamilan < 20 minggu. malaria. diagnosisnya adalah hipertensi kronik. merupakan proliferasi abnormal dari vili khorialis. Hipertensi (tanpa proteinuria atau edema). pada persalinan. atau dalam 48 jam sesudah persalinan. trauma kepala. meningitis dan ensefalitis. tekanan diastolik 110 mmHg dapat dipakai sebagai dasar diagnosis.

Perdarahan Pervaginam Perdarahan pada kehamilan setelah 22 minggu sampai bayi dilahirkan dinamakan perdarahan intrapartum sebelum kelahiran. Darah segar/kehitaman dengan bekuan. Perdarahan pada akhir kehamilan. kontraksi braxton hiks atau koitus . perdarahan tidak normal adalah merah. tetapi tidak selalu. Eklamsia 3. Perdarahan dapat terjadi setelah miksi atau defekasi.b. aktifitas fisik. Diagnosis banding nyeri perut : 1) Kista Ovarium 2) Apendisitis 3) Sistisis 4) Pielonefritis akut 5) Kehamilan ektopik Tanda Bahaya Ibu dan Janin Masa Kehamilan Lanjut 1. banyak dan kadang kadang. Nyeri Perut bagian Bawah Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang merupakan gejala utama pada kehamilan ektopik atau abortus. Preeklamsia berat d. Preeklamsia ringan c. Diagnosis perdarahan antepartum Tanda & gejala Utama Faktor predisposisi Penyulit lain Diagnosis Perdarahan tanpa nyeri. Perdarahan seperti ini bisa berarti plasenta previa atau abrubiso plasenta. disertai dengan rasa nyeri. usia gestasi > 22 minggu.

Grande multipara Syok Perdarahan setelah koitus Tidak ada kontraksi uterus Bagian terendah janin tidak masuk PAP Kondisi janin normal atau gawat janin Plasenta previa Perdarahan dengan nyeri intermitten atau menetap Warna darah kehitaman dan Hipertensi Versi luar Trauma abdomen Polihidramnion Gemelli Defisiensi gizi Syok yang tidak sesuai dengan jumlah darah yang keluar Anemia berat Melemah atau Solutio plasenta Asuhan Ibu Hamil/STIKES A.Yani Yogyakarta/Yanita 20 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 cair. terjadi perdarahan berwarna merah segar. hilangnya gerak janin Gawat janin/hilangnya DJJ Uterus tegang dan nyeri . tetapi mungkin ada bekuan ada bekuan jika solusio relatif baru Jika ostium terbuka.

Nyeri raba/tekan dinding perut dan bagian bagian janin mudah dipalpasi Ruptura Uteri Perdarahan berwarna merah Uji pembekuan darah tidak menunjukkan adanya bekuan darah setelah tujuh menit. fibrinoen. Solusio plasenta Janin mati dalam rahim Eklamsia Emboli air ketuban Perdarahan gusi Gambaran memar bawah kulit Perdarahan dari tempat tusukan dan jarum infus Gangguan pembekuan darah . trombosit. Rendahnya faktor pembekuan darah. fragmentasi sel darah merah. yang kemungkinan hilang setelah terjadi regangan pada perut bawah Riwayat SC Partus lama atau lewat waktu Disproporsi kepala Kelainan letak/presentasi Persalinan traumatik Syok atau takikardi Adanya cairan bebas intrabdominal Hilangnya gerak DJJ Bentuk uterus abnormal atau konturnya tidak jelas. Perdarahan intrabdominal dan atau vaginal Nyeri hebat sebelum perdarahan dan syok.

Bengkak pada muka dan tangan . Sistitis f. Kemungkinan persalinan preterm b. menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala yang hebat dan menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Pielonefritis g. Abses pelvis j. Amnionitis e. ISK dll. Hal ini bisa berarti apendisitis. 3. ibu mungkin mengalami kehilangan penglihatan yang menjadi kabur dan bayang bayang. Solutio plasenta c. penyakit radang pelvis.Yani Yogyakarta/Yanita 21 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 keselamatan jiwa adalah hebat. Peritonitis k. penyakit kantong empedu. Nyeri abdomen yang hebat Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal. Matritis i. abrupsio plasenta. Kadang kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut. Diagnosis banding nyeri abdomen pada kehamilan lanjut : a. gastritis. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah salah satu gejala dari preeklamsia. persalinan preterm. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Apendisitis h. Sakit Kepala yang hebat dan menetap Sakit kepala selama kehamilan adalah umum terjadi dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal selama kehamilan. iritasi uterus. Kista ovarium 4.2. kehamilan ektopik. Ruptura uteri d.

2. Pendidikan Kesehatan Tujuan pemberian edukasi adalah : 1. 3. . beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur. Status sosial ekonomi Termasuk didalamnya family dan social support. dan diikuti dengan keluhan fisik lainnya. Faktor Faktor yang mempengaruhi edukasi antara lain : 1. atau preeklamsia. Tingkat pendidikan Berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman. Usia Pada tingkat masing masing usia memiliki pendekatan emosi dan psikologisnya berbeda beda sesuai dengan tingkat emosinya masing masing. Fasilitasi pemahaman mengenai status kesehatan pasien. Meningkatkan gaya hidup sehat. Hal ini bisa merupakan pertanda anemia. 5. Mendorong partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. tidak hilang dengan istirahat. gagal jantung. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. 2.Yani Yogyakarta/Yanita 22 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 4. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Membantu perawatan berkelanjutan 6. pilihan perawatan kesehatan dan konsekuensinya. Memaksimalkan ketrampilan 5. Bayi kurang bergerak seperti biasa Ibu mulai merasakan gerakan bayinya selama bulan ke-5 dan ke-6.Hampir setengah dari ibu ibua hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah istirahat atau meletakkan kaki lebih tinggi. Bayi harus bergerak palings edikit 3 kali dalam periode 3 jam. Bengkak dapat menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada permukaan muka. tangan. gerakannya akan melemah. 3. Meningkatkan kemungkinan untuk mengikuti rencana perawatan. G.

Yani Yogyakarta/Yanita 23 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Calon ibu memerlukan informasi tentang banyak hal. Ketertarikan pasien dan keluarga TRIMESTER CONCERN TRIMESTER 1 (Mgg 1 – Mgg 13) Pada trimester ini akan didapat reaksi orang tua terhadap kehamilan mengenai perubahan kehidupan sehari hari. Status perkawinan Tingkat perhatian pada single parents akan berbeda dengan partnered mother. Partisipasi pasien dalam hal ini menjamin adanya laporan dini tentang respons yang tidak diharapkan dalam kehamilan. Agama 7. Paritas 8.4. wanita mungkin telah menunjukkan suatu kebutuhan untuk belajar aktivitas merawat diri. Pada trimester ini yang menjadi perhatian utama adalah • Mual muntah • Efek obat obatan pada fetus • Perubahan gambaran diri • Reaksi keluarga • Kebutuhan nutrisi • Tes genetik Pendidikan tentang perawatan diri Menjaga kesehatan merupakan aspek penting dalam perawatan prenatal. seperti mencegah infeksi saluran kemih. Perawat sebagai pengajar. Budaya 6. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. memberi pasien informasi yang diperlukan menaati tindakan tindakan yang berkaitan dengan perawatan kesehatan. siapa yang merawat bayi dan kebutuhan akan mutual support. dan latihan kegel. 5. Selama pemeriksaan kesehatan pertama. Mencegah Infeksi Saluran Kemih .

lebih disukai yang berwarna putih dan tidak diberi wewangian karena tissue yang kasar. Sebaiknya gunakan tissue yang lembut dan menyerap air. Wanita harus sering mengganti pelapis atau pelindung celana dalam.Infeksi saluran kemih bisa asimptomatik. Oleh karena itu ibu hamil dianjurkan untuk berkemih Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Baik simptomatik atau tidak. Wanita perlu mempelajari bahwa setiap wanita harus selalu nelakukan gerakan membersihkan dari depan ke belakang setiap kali selesai berkemih atau buang air besar dan harus menggunakan tissue yang bersih setiap kali melakukannya. Membersihkan dengan mengelap dari belakang ke depan akan membawa bakteri dari daerah rektum ke muara uretra dan meningkatkan risiko infeksi. Panas dan kelembaban di daerah genetalia. Ibu hamil harus merencanakandi muka untuk berkemih jika ia akan memasuki keadaan dimana ia tidak akan dapat berkemih untuk jangka waktu yang lama misal dalam kendaraan bepergian jauh. atau faktor faktor lain yang mempengaruhi praktik kesehatan. Pengertian wanita dan penggunaan tindakan tindakan hygiene umum perlu dikaji. perawat harus menganjurkan agar wanita ini meminum 8 dampai 12 gelas cairan setiap hari. etnik. Apabila perasaan ingin berkemih muncul. Pencegahan infeksi ini sangatlah penting. Wanita sebaiknya mengenakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun. infeksi saluran kemih berisiko. Banyak wanita tidak mengenali otot otot di dasar panggul sampai sampai mereka diberi tahu bahwa inilah otot otot yang dipakai ketika mereka berkemih . Bakteri bisa masuk sewaktu melakukan hubungan seksual. perawat perlu mengidentifikasi perasaan atau ide tentang budaya. baik ibu maupun bagi janin. yang terbentuk akibat penggunaan pakaian ketat dapat mempermudah pertumbuhan bakteri. jangan diabaikan. Mereka harus cukup minum agar produksi air kemihnya cukup dan jangan sengaja mengurangi minum untuk menjarangkan berkemih. Beberapa wanita tidak mendapat cukup makanan dan cairan. Yogurt dab susu asam juga bisa membantu mencegah infeksi saluran kemih atau vagina. Sebelum membuat rencana perawatan. Perawat harus memberitahukan cara berkemih yang sehat. agama. Latihan Kegel Latihan kegel (latihan dasar penggul) memperkuat otot otot di sekitar organ reproduksi dan memperbaiki tonus otot otot tersebut. Ibu hamil harus sering berkemih yang sehat. Setelah mengemukakan makanan pilihannya. Wanita sebaiknya tidak mengenakan celana ketat atau jeans ketat untuk waktu yang lama.Yani Yogyakarta/Yanita 24 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual dan minum banyak air untuk meningkatkan produksi kemihnya. Ia harus selalu berkemih sebelum berangkat tidur dimalam hari. Menahan berkemih akan membuat bakteri di dalam kandung kemih berlipat ganda. atau yang bergambar bisa menimbulkan iritasi. diberi wewangian.

dan hubungan . Melakukan latihan kegel sewaktu berkemih membantu ibu hamil untuk mengetahui apakah ia telah benar melakukan latihannya. Latihan ini harus dilakukan setiap hari seumur hidup wanita tersebut. Latihan ini dapat dilakukan 10 kali untuk setiap kali latihan dan dilakukan sedikitnya tiga kali sehari. latihan fisik. Lambat : kencangkan otot. Pelaksanaan Latihan ini darus dilakukan beberapa kali dalam sehari supaya efektif. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. merokok. sangatlah penting otot otot ini dilatih karena otot yang terlatih dapat meregang dan berkontraksi dengan baik selama proses melahirkan. 2. pemakaian obat obatan. Karena otot otot dasar panggul melingkari jalan keluar bayi. Apabila ia dapat menghentikan aliran kemihnya. kebiasaan buang air besar. 3. latihan kegel harus dilakukan setelah melahirkan. Latihan kegel memperkuat otot otot ini dan memperbaiki tonus otot. Cepat : kencangkan otot dan lemaskan secepat mungkin. berarti tonus ototnya baik. ingesti alkohol. latihan kegel dapat dilakukan dengan cara berikut : 1. Berikut ini mengenai latihan kegel : Latihan Otot otot yang menghentikan aliran kemih adalah otot otot pubokoksigis. Setelah ibu hamil mengetahui dengan benar tempat otot otot tersebut. tetapi tambahan latihan diwaktu yang lain akan lebih baik.dan melakukan hubungan seksual dan oleh karena itu otot otot ini dapat dikendalikan secara sadar. Kemudian dorong keluar seakan akan mencoba mengeluarkan air tersebut. latihan ini membantu mencegah prolaps uterus dan stres inkontinensia di kemudian hari.Yani Yogyakarta/Yanita 25 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Pengajaran Tambahan Informasi lain yang juga dibutuhkan oleh pasien adalah masalah diet. tarik ke dalam : tarik ke atas seluruh dasar panggul seakan akan sedang mencoba menarik air masuk ke dalam vagina. Untuk membantu otot otot dasar panggul kembali ke fungsi normal. tahan sampai hitungan ketika dan lemaskan. Apabila dilakukan secara teratur. Waktu yang baik untuk melakukan latihan ini ialah saat sedang berjalan ke kamar kecil. Latihan ini juga menggunakan otot otot abdomen. tidur. Dorong keluar.

kemungkinan disebabkan oleh abortus spontan. Trimester II (Mgg 14 – Mgg 26) Adanya perubahan pada pasangan terhadap penerimaan kehamilan dan persiapan untuk kelahiran. keguguran.Yani Yogyakarta/Yanita 26 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Trimester III (Mgg 27 – Mgg 38/40) Perhatian utama selama masa ini adalah : . Tanda komplikasi potensial pada trimester pertama : • Muntah berat.seksual. Kebanyakan ibu perlu datang berkunjung setiap selang waktu empat minggu sampai usia kandungannya 20 minggu. • Rasa terbakar sewaktu berkemih. Tidaklah mungkin mengajarkan semua hal yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan keluarganya sekaligus dalam satu kunjungan setelah ia didiagnosis hamil. demam. • Kram perut. Ibu bisa diberikan catatan kecil yang sudah disipkan sebelumnya. kemungkinan penyebab adalah hiperemesis gravidarum • Menggigil. wanita hamil akan senang bila diberitahukan jadwal kunjungan berikutnya. kemungkinan disebabkan oleh infeksi. kemungkinan disebabkan oleh infeksi • Diare. Adapun yang menjadi perhatian utama pada masa ini adalah : ♦ Kenaikan BB ♦ Ketidaknyamanan ♦ Aktivitas seksual Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. kemudian setiap dua minggu sekali sampai minggu ke 36 dan sejak minggu ke 37 sampai melahirkan jadwal kunjungan menjadi setiap minggu. Jadwal Perawatan Pada kunjungan pertama. perdarahan dari vagina. yang bisa dibaca oleh ibu hamil di rumah. Tanda Komplikasi Potensial Salah satu tanggungjawab utama tenaga kesehatan yang terlibat dalam perawatan ibu hamil ialah menyadarkan ibu tentang tanda dan gejala yang berpotensi menimbulkan komplikasi pada kehamilan. kemungkinan disebabkan oleh infeksi.

bulan dikurangi tiga. dan penolong persalinan. TP ditentukan berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT). Contoh: HPHT 30 Agustus 2004 berarti TP tanggal 6 Juni 2005. kurang akurat pada ibu dengan siklus menstruasi yang tidak teratur. tahun disesuaikan. Berat badan bayi waktu lahir dan usia gestasi. e. yaitu Hari ditambah tujuh. a.♥ Persiapan melahirkan ♥ Persiapan menyusui ♥ Perawatan bayi baru lahir. jenis anestesi dan kesulitan persalinan. Rencana menyusui bayi. Riwayat Kontrasepsi . infeksi. b. H. f. Gravida. Riwayat Obstetri meliputi hal-hal di bawali ini. Pengkajian Riwayat Obstetri Memberikan intormasi yang penting mengenai kehamilan sebelumnya agar perawat dapat menentukan kemungkinan masalah pada kehamilan-sekarang. d. Komplikasi pada bayi. hiperlensi. dan anak hidup (GPAH). Untuk menentukan TP berdasarkan HPHT dapat digunakan rumus Naegle. para-abortus. Komplikasi maternal seperti diabetes. dan perdarahan. tempat persalinan. Pengalaman persalinan. Proses Keperawatan 1. Riwayat Menstruasi Riwayat menstruasi yang lengkap diperlukan untuk menentukan taksiran persalinan (TP). Aturan Naegle lebih akurat dilakukan pada ibu dengan siklus menstruasi yang teratur dengan 28 hari. jenis persalinan. g. c.

e. j. Penyakit kronis (menahun/terus-menerus). dan tuberkulosis. penyakit menular seksual. Jumlah konsumsi katein tiap hari seperti kopi. Kontak dengan hewan peliharaan seperti kucing dapat meningkatkan risiko terinfeksi toxoplasma. m. h. c. n. Riwayat keluarga.Beberapa bentuk konirasepsi dapat berakibat buruk pada janin. g. teh. Fungsi vesika urinaria dan bowel (fungsi dan perubahan). d. ibu. Penggunaan kontrasepsi oral sebelum kelahiran dan berlanjut Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Infeksi sebelumnya seperti hepatitis. Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi hal-hal sebagai berikut. . atau keduanya. talasemia). Riwayat Kesehatan a. l. k. f. dan penyakit ginjal bisa berefek buruk pada kehamilan. dan ccdera (pelvis dan pinggang). prosedur operasi. i. Riwayat Penyakit dan Operasi Kondisi kronis (menahun/terus menerus) seperti DM. Merokok (Jumlah batang per hari). Riwayat dan perawalan anemia. dan minuman ringanlainnya. Penyakit pada niasa kanak-kanak dan imunisasi.Yani Yogyakarta/Yanita 27 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 saat kehamilan yang tidak diketahui dapat berakibat buruk pada pembentukan organ seksual janin. Penyakit sebelumnya. Oleh karena itu adanya penyakit infeksi. coklat. Usia. Pekerjaan yang berhubungan dengan risiko penyakit. seperti asma dan jantung. hipertensi. ras. prosedur infeksi dan trauma pada persalinan sebelumnya harus didokumentasikan. dan latar belakang etnik (berhubungan dengan kelompok risiko tinggi untuk masalah genelis seperti anemia sickle sel. b. Riwayat kontrasepsi yang lengkap harus didlapatkan pada saat kunjungan pertama. Alergi dan sensitif dengan obat.

Yani Yogyakarta/Yanita 28 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 pernapasan akibat sebagai perokok pasif. Nadi diperiksa untuk menentukan masalah sirkulasi tungkai.Memberikan informasi tentang kesehatan keluarga. Riwayat kesehatan pasangan. Golongan darah dan tipe Rhesus ayah penting jika ibu dengan Rh negatif dan kemungkinan inkompabilitas darah dapat terjadi. Tekanan darah Posisi pengambilan tekanan darah sebaiknya ditetapkan. Rokok yang digunakan oleh ayah akan berpengaruh pada ibu dan janin. penyakit kronis. nadi seharusnya sama kuat dan teratur. Takipnea terjadi karena adanya infeksi pernapasan atau penyakit jantung. Suhu Suhu normal selama hamil adalah 36. Untuk menentukan kemungkinan masalah kesehatan yang berhubungan dengan masalah genetik. Peningkatan suhu menandakan terjadi infeksi dan membutuhkan perawatan medis. Suara napas hams sama bilateral. .6 °C. 4). terulama risiko mengalami komplikasi Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Nadi diperiksa selama satu menit penuh untuk dapat menentukan keteraturan detak jantung. Penggunaan obat-obatan seperti kokain dan alkoholakanberpengaruh pada keraampuankeluarga untuk menghadapa kehamilan dan persalinan. serta riwayat kongenital yang perlu dikumpulkan. 3). Takikardi bisa terjadi pada keadaan cemas. dan infeksi. Pendokumentasian perlu dicatat posisi dan tekanan darah yang didapatkan. o. Tanda Tanda Vital 1). Pemeriksaan Fisik a. termasuk penyakit kronis (menahun/terus-menerus) seperti diabetes melilus dan jantung. infeksi seperti tuberkulosis dan hepatitis. hipertiroid.2-37. Sebaiknya tekanan darah diukur pada posisi duduk dengan lengan sejajar posisi jantung. karena posisi akan memengaruhi tekanan darah pada ibu hamil. Nadi Frekuensi nadi normalnya 60-90 kali per menit. Pernapasan Frekuesi pernapasan selama hamil berkisar antara 16-24 kali per menit. dan infeksi. 2). dan lapangan paru bebas dari suara napas abdominal. ekspansi paru simetris.

Ketika dilakukan penekanan dengan jari atau jempol menyebabkan terjadinya bekas tekanan. Pengukuran pelviks • Tulang pelviks diperiksa pada awal kehamilan untuk menentukan diameternya yang berguna untuk persalinan per vaginam. Bendungan vena biasanya terjadi pada tungkai. Berat badan sebelum konsepsi kurang dari 45 kg dan tinggi badan kurang dari 150 cm ibu berisiko melahirkan bayi prematur dan berat badan lahir rendah. hipertensi pada kehamilan. ukuran. vulva. Kandung kemih harus dikosongkan sebelum pemeriksaan dilakukan untuk menetukan keakuratannya.b. 4). yang bisa berkembang menjadi varises. Sistem Kardiovaskuler Bendungan vena Pemeriksaan sistem kardiovaskular adalah observasi terhadap bendungan vena. 3). dan infeksi postpartum. Sistem Muskuloskeletal 1). dan rektum Edema Edema pada tungkai merupakan refleksi dari pengisian darah pada ekstremitas akibat perpindahan cairan intravaskular ke ruang intertisial. 2). Abdomen Kontur. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. dan tonus otot abdomen perlu dikaji. persalinan seksio caesarea. Keadaan ini mengakibatkan regangan pada otot punggung dan tungkai. Tinggi dan berat badan Berat badan awal kunjungan dibutuhkan sebagai data dasar untuk dapat menentukan kenaikan berat badan selama kehamilan.Yani Yogyakarta/Yanita 29 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 keadaan ini disebut pitting edema. . Edema pada tangan dan wajah memerlukan pemeriksaan lanjut karena merupakan tanda dari hipertensi pada kehamilan. c. Tinggi fundus diukur jika fundus bisa dipalpasi diatas simfisis pubis. Berat badan sebelum konsepsi lebih dari 90 kg dapat menyebabkan diabetes pada kehamilan. Postur Mekanik tubuh dan perubahan postur bisa terjadi selama kehamilan. Pengukuran metode Mc Donald dengan posisi ibu berbaring.

Sistem Gatsrointestinal Mulut Membran mukosa berwarna merah muda dan lembut. Trimester kedua lebih nyaman bagi ibu untuk melakukan perawatan gigi. Sistem Urinarius Protein Protein seharusnya tidak ada dalam urine. Jika protein ada dalam urine. serta edema akibat efek peningkatan estrogen yang menyebabkan hiperplasia. serta hipertensi pada kehamilan.Yani Yogyakarta/Yanita 30 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 f. ibu dapat dianjurkan ke dokter gigi secara teratur karena penyakit periodontal menyebabkan infeksi yang memicu terjadinya persalinan prematur. Usus Stetoskop yang hangat untuk memeriksa bising usus lebih nyaman untuk ibu hamil. hal ini menandakan adanya kontaminasi sekret vagina. Peningkatan bising usus terjadi bila menderita diare. Pucat menandakan anemis. Glukosa .d. lesi. Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. Bising usus bisa berkurang karena efek progesteron pada otot polos. g. penyakit ginjal. Gigi terawat dengan baik. Sistem Integumen Warna kulit biasanya sama dengan rasnya. Pemeriksaan refleks tendon sebaiknya dilakukan karena hiperefleksi menandakan adanya komplikasi kehamilan e. Sistem endokrin Pada trimester kedua kelenjar tiroid membesar. h. pembesaran yang berlebihan menandakan hipertiroid dan perlu pemeriksaan lebih lanjut. serta linea nigra berkaitan dengan kehamilan dan strie perlu dicatat. Bibir bebas dari ulserasi. Penampang kuku ber warna merah muda menandakan pengisian kapiler baik. jaundice menandakan gangguan pada hepar. gusi berwarna kemerahan. Sistem neurologi Pemeriksaan neurologi lengkap tidak begitu diperlukan bila ibu tidak memiliki tanda dan gejala yang mengindikasikan adanya masalah. sehingga menyebabkan konstipasi. hiperpigmentasi seperti cloasma gravidarum.

dan jaringan parut pada perineum. Bakteri Peningkatan bakteri dalam urine berkaitan dengan infeksi saluran kemih yang biasa terjadi pada ibu hamil. lesi. vulva.Yani Yogyakarta/Yanita 31 HandOut Keperawatan Maternitas/2011 Kulit dan membran mukosa perineum. ulserasi. Ukuran payudara. dan pengeluaran kolostrum perlu dicatat. Sistem reproduksi 1). kondisi puling. Keton Keton ditemukan dalam urine setelah melakukan aktivitas yang berat atau pemasukan cairan dan makanan yang tidak adekuat. i.Glukosa dalam jumlah yang kecil dalam urine bisa dikatakan normal pada ibu hamil. 2). varises. Organ reproduksi internal Serviks berwarna merah muda pada ibu yang tidak hamil dan berwarna merah kebiruan pada ibu hamil yang disebut tanda Chadwik. 3). kesimetrisan. Perubahan pola seksual Trimester 2 a. Nyeri c. Kecemasan b. Adanya benjolan dan tidak simetris pada payudara membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Glukosa dalam jumlah yang besar membutuhkan pemeriksaan gula darah. Diagnosa Keperawatan Trimester 1 a. dan anus perlu diperiksa dari eksoriasi. Organ reproduksi eksternal Asuhan Ibu Hamil/STIKES A. 2. Gangguan Nutrisi d. Nyeri .

Intoleransi aktivitas e. Perubahan proses keluarga d. Perubahan pola tidur d.b.Yani Yogyakarta/Yanita 32 . Gangguan gambaran diri c. Nyeri b. Perubahan pola seksual Trimester 3 a. Kecemasan e. Pola nafas tidak efektif c. Perubahan pola seksual Asuhan Ibu Hamil/STIKES A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful