BENTUK NEGARA DAN SISTEM PEMERINTAHAN DI DUNIA ISLAM Pendahuluan

Islam sebagai agama yang tidak hanya mengurusi urusan ibadah semata,telah dipraktekan oleh pengikutnya dalam bentuk institusi politik Negara. Semenjak wafatnya Rasulullah SAW,Islam tampil dalam bentuk yang nyata sebagai institusi Negara. Dalam banyak hal, bias ditemukan kenyataan-kenyataan sejarah yang menunjuk pada eksitensi Negara, terutama semenjak berdirinya Bani Umayah hingga hancurnya Khilafah Turki Ustmani. Dari kenyataan yang panjang sejak abad ke-7 hingga abad ke-21 M, ummat islam telah mempraktekan kehidupan politik yang begitu kaya dan beragam yang meliputi bentuk Negara dan system pemerintahan, lebih-lebih sejak terbebasnya dunia islam dari Kolonialisme Barat. Dunia islam telah mempraktekan system polotik yang berbeda dengan masa lalunya. Jika dilihat dari kenyataan sejarah, ummat islam telah mempraktekan Negara kesatuan dan Negara federal. Kedua bentuk Negara tersebut hidup dalam konteks sejarah yang berbeda sesuai dengan kondisi yang dihadapinya. 1. NEGARA KESATUAN Negara kesatuan adalah bentuk Negara dimana wewenang kekuasaan tertinggi dipusatkan dipusat. Kekeuasaan terletak pada pemerintahan pusat dan tidak pada pemerintahan daerah. Pemerintahan pusat mempunyai wewenang untuk menyerahkan sebagaian kekuasaanya kepada daerah berdasarkan hak otonomi (Negara kesatuan dengan system desentralisasi), tetapi pada tahap terakhir kekuasaan tertinggi tetap berda pada pemerintahan pusat.1 Dalam praktik sejarah politik ummat islam, sejak zaman Rasullah SAW hingga alkhulafa al-Rasyidun jelas tampak bahwa islam dipraktekkan didalam ketatanegaraan sebagai Negara kesatuan, dimana kekuasaan terletak pada pemerintahan pusat, gubernur-gubernur dan panglima-panglima diangkat serta diberhentikan oleh khalifah. Hal ini berlangsung
1

. Ibnu Syarif Mujar dan Zada Khamami.Fiqih syasah: Doktrin dan Pemikiran Politik Islam. Jakarta: Penerbit

Erlangga. 2008, hal 96.

Khilafah adalah seorang presiden yang dipilih oeh rakyat. Oleh karena itu walaupun dunia islam pada waktu itu terpercah menjadi tiga pemerintahan akan tetapi kaum muslimin menganggap atau seharusnya menganggap ketiga-tiganya ada diwililayah darul Islam. dan lain-lain diman 2 Ibnu Syarif Mujar dan Zada Khamami. hal 99 . Kemudian timbul tiga kerajaan Islam yang tampaknya terpisah satu sama lain yaitu Daulah Abbasiyah di Baghdad. Dengan mengutip pendapat Ibnu Rusyd. dua model ketatanegaraan ini oleh ummat Islam dipraktekkan dibeberapa negara. Kedua Negara ini telah menjadi contoh dari Negara kesatuan islam yang berbentuk republik .3 Negara kessatuan Islam yang berbentuk republik dalam sejarah Islam awal kemudian dirubah oleh Muawiyyah menjadi Negara kesatuan islam yang berbentuk Monarki (kerajaan) dimana kepala Negara tidak lagi dipilih oleh rakyat melainkan berdasarkan keturunan. tetapi kaum muslimin sebagai ummat dimana saja ia berada. menghapuuskan segala keindahan dengan mencabut seluruh urat akarnya.dia tetap mempunyai hak-hak yang sama sebagai kaum muslimin yang lain.2 Zainal Abidin Ahmad menegasklan bahwa sejak berpuluh-puluh abad yang lalu. Ibid. Jordania.cit. bahasa apa saja yang ia pakai dan kedalam kebangsaan apapun dia termasuk.sampai jatuhnya Daulah Umaiyah di Damaskus. Bentuk Negara kesatuan Islam yang berbentuk republik telah dipraktekkan oleh Republik Islam Iran yang beraliran Syiah dan Republik Islam Pakistan yang beraliran Sunni.Sedangkan bentuk Negara kesatuan islam yang berbentuk Monarki dipraktekan oleh Arab Saudi. Meskipun ketiga pemerintahan itu terpisah. Uni Emirat Arab. Op.Fiqih syasah: Doktrin dan Pemikiran Politik Islam. hal 98 3. Akibatnya adalah runtuhnya seluruh sendi asas pemerintahan islam dan berjangkitlah anarki dan kekacauan diseluruh negeri Andalusia. Dalam kehidupan kenegaraan sekarang. pemerintah Arab klasik dizaman Islam yang pertama adalah seperti system republic dari Plato. Kemudian didirikan suatu pemerintahan Otokrasi. Daulah Umaiyah di Mesir dan Daulah Umaiyah di Andalusia. tetapi Muawiyah meruntuhkan susunan yang baik itu. islam telah menentukan pendirianya bahwa bentuk Negara islam adalah republic.

Kepala Negara bagian ini 4 5 . .yakni Negara-negara bagian yang memiliki status Negara terbatas. Namun dinasti Umaiyah masih belum berani melepaskan diri dari wilayah Abbasiyah. Dinasti Umaiyyah dan permulaan Abbasiyah.cit. sejak mulai lahir dizaman nabi sampai dizaman al-Khulafa al-Rasiydun.untuk mendirikan suatu Negara bagian sebagai percobaan (model) di Khurasan dengan nama Thahiriyah dari 205H/820M-259H/872M.Fiqih syasah: Doktrin dan Pemikiran Politik Islam. setelah pemerintahan daerah menjadi Imarah istila. Diperintahkan kepada Wazir yang tercakap. Muhammad Kurdi Ali mengatakan bahwa pemerintahan daerah dizaman Khalifah Mansur (Abbasiyah). Tetapi. Negara Islam masih berbentu Negara kesatuan. dari 184 H/ 800 M. dimulai rencana pementukan Negara federasi.Tetapi. masih tetap desentralisasi atau daerah otonom-otonom. Op. kemudian pemerintah sendiri mengadakan rencana pembentukkan Negara-negara bagian. Baru dizaman Khalifah Harun al-Rasyid (170-193H/789-809M).Ibid. Kebetulan dizaman ini muncul suatu daerah yang ingin menjadi suatu Negara . yang didirikan oleh Ibrahim bin Aglab. Baik dimasa pemerintahan daerah masih Imarah Khasanah dizaman Nabi dan Khalifah Abu bakar.5 Pada awalnya perestiwa itu disambut dengan kemarahan. yakni berdirinya Negara Idrisiyah (adarisah) dimaroko pada tahun 177 H. maupun sesudah menjadi Iamarah ‘Ammah yang dimulai oleh Khalifah Umar . yaitu Negara Andalusia. NEGARA FEDERAL Dalam praktek sejarah politik ummat Islam. dengan menyetujui berdirina Negara Aglabiyah (Agalibah) di Tunis pada tahun 184 H. Negara Islam masih tetap merupakan Negara kesatuan. hal 101 .4 2. Rencana ini dilanjutkan kembali oleh khalifa Ma’mun (128-218H/813-833M). Dia menghadapi persoalan yang serupa dengan kakeknya Mansur.296 H/908M. yang didirikan oleh Abdurrahman bin Mu’awiyah dari bani Umaiyah pada 139H/756M.Negara ini berdiri selam satu abad. Dalam sejarah muncul dua jenis Negara bagaian. yaitu Imarah Amamah tingkat Istila. Ibnu Syarif Mujar dan Zada Khamami. yang terbukti dari panggilan penguasa negarranya adalah Amir yang berarti kepala Negara bagian.pergantian kekuasaan tidak ditentukan oleh suara rakyat melainkan oleh keturunan penguasa. Tahir bin Husen. barulah berubah bentuk menjadi Negara Pederasi.

SISTEM PEMERINTAHAN KHILAFAH Khilafah adalah pemerintahan islam yang tidak dibatasi oleh wilayah teritorial. tetapi mereka tidak berbeda pendapat secara mutlak mengenai berdirinya kekhalifahan. Bangil. Oleh karena 6 . sangat terkait dengan kondisi kontekstual yang dialami oleh masing-masing ummat. Setelah Rasulullah SAW wafat. Menegakkan khalifah adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin diseluruh penjuru dunia. monarki dan demokrasi.Fiqih syasah: Doktrin dan Pemikiran Politik Islam. Al Izzah.cit.8 Berdasarkan Ijma’ Sahabat. keluar dan kedalam. meski mereka berbeda pendapat tentang orang yang akan dipilih sebagai khalifah. kemudian Umar. 7 .dinamakan amir.Taqiyuddin An Nabhani. Dan Imarah Amamah tingkat istimewa. hal 142 8 . wajib hukumnya mendirikan kekhalifahan. Sejarah dan Realitas Empirik (terjemahan). Pada intinya. yang memiliki hak-hak Negara yang sangat luas. 1997.Kepala Negara dinamakan sultan. sama dengan menjalankan kewajiban yang diwajibkan Allah bagi setiap kaum muslimin. sehingga kekhalifahan islam meliputi berbagai suku dan bangsa.6 B. Dalam bahasa Ibn Khaldun. SISTEM PEMERINTAHAN DALAM ISLAM Adapun system pemerintahan yang pernah diperaktekan dalam islam. Ikatan yang mmempersatukan kekhalifahan adalah islam sebagai agama.7 1. Op. imamah. Ibnu Syarif Mujar dan Zada Khamami. ummat islam pernah mempraktekkan beberapa system pemerintahan yang meliputi system pemerintahan khilafah (Khalifah berdasarkan syuura dan khalifah berdasarkan Monarrki). Dalam rentang waktu yang sangat panjang sejak abad ke-7 Masehi hingga sekarang. sesudah masing-masung dari ketiganya wafat. Ibid . Ustman dan Ali. Sistem Pemerintahan Islam – Doktrin. mereka sepakat untuk mendirikan kekhalifahan untuk Abu Bakar. Dan menjalankan kewajiban yang demikian itu. kekhalifahan adalah kepeminpinan umum bagai kaum muslimin diseluruh penjuru dunia untuk menegakkan hokum-hukum syari’at silam dan memikul da’wah islam keseluruh dunia. Para sahabat telah bersepakat sepanjang hidup mereka atas kewajiban untuk mendirikan kekhalifahan. kekhalifahan adalah kepeminpinan umum yang mengurusi agama dan kenegaraan sebagai wakil dari Nabi SAW.

Sejarah dan Realitas Empirik (terjemahan). Sistem Pemerintahan Islam – Doktrin.Ibid . Orang yang menjalankan tugas itu disebut Khalifah. KHILAFAH MONARKI Pasca berakhirnya al-Khulafa al-Rasyidun. umar bin al-Khattab.9 Jabatan ini merupakan penggati nabi Muhhammad SAW. 2.Abu Bakar Al-Shiddiq.Sejak saat itulah khilafah Islamiyah yang sudah berdasarkan syura digantikan dengan system keturunan.10 3. yakni memppertahankan agama dan menjalankan kepemimpinan dunia. menjadi Negara kerajaan (monarki) mengikuti system yang diperlakukan di Persia dan Romawi. bukan dengan system keturunan. Ali bin Abi Thalib telah menjalankan system pemerintahan yang dilandasi oleh semnagat musyawarah. op. Utsman bin Affan.cit.Tidak ada satupun dari empat khalifah tersebut yang menurunkan kekuasaanya kepada sanak kerabatnya. KHILAFAH BERDASARKAN SYURA Sistem pemerintahan islam berdasarka syura pernah dipraktekkan pada masa alKhulafa al-Rasyidun ketika mereka memerintah islam dibeberapa kawasan yang didasarkan pada system musyawarah sebagai paradigm dasar kekuasaan. Musyawarah menjadi jalan yang ditempuh dalam menjalankan kekuasaan sesuai dengan apa yang dijalankan Rasulullah SAW. kekhalifahan (khilafah) adalah penegak agama dan sebagai pengatur soal-soal duniawi dipandang dari segi agama. hal 145 10 .itu. Patrimonialisme yang dimaksud disini adalah system pemerintahan yang memberi hak kepada pemimpin untuk menganggap Negara sebagai miliknya dan bias diwariskan kepada 9 . Taqiyuddin An Nabhani. Lembaga ini disebut khilafah (kekhalifahan). dengan tugas yang sama. Ciri yang menonjol dari system pemerintahan yang mereka jalankan terletak pada mekanisme musyawarah. Sisrem khilafah monarki disebut oleh Antony Black dengan Khilafah Patrimonial. kekhalifahan dilanjutkan oleh khalifah bani Umaiyah dengan Muawiyah bin Abu Sofyan sebagai khalifah pertama.

raja memiliki kekebalan terhadap hukum. Dinasti ini memerintah hingga 1342H/1924M dengan khalifah terakhir Abdul Hamid ll.11 Sistem monarki adalah system waris (putra mahkota) dimana singgasana kerajaan akan diwarisi oleh seorang putra mahkota dari orang tuanya. Mereka dianggap penerus dari nabi Muhammad SAW dan mereka percaya bahwa setiap penerus harus ditunjuk oleh Allah SWT melalui nabinya. system pemerintahan Islam sudah sangat jauh dari kekhalifahan yang berbasis syura menjadi khilafah monarki. Tak pelak lagi sejak Dinasji Umaiyyah hingga Dinasti Utsmani. Sistem khilafah monarki terus berlanjut hingga kerajaan islam dipegang oleh Turki Ustmani yang berdiri di Istambul pada 699 H/ 1299 M yang dipimpin oleh Ustman l yang kemudian dikenal sebagai dinasti Utsmaniyah. IMAMAH Kunci utama Imamah dalam politik syi’ah adalah terletak pada posisi imam.13 4.12 Berubahnya khilafah berdasarkan syura menjadi monarki ini terjadi ketika Muawiyah melantik putranya Yazid sebagai khalifah atas dasar Mughirah bin Syu’bah.Ibid . op. Hal ini bukan dikarenakan mereka dari keluarganya . Karena status politik dari para imam adalah bagian yang esensial dalam mazhab Syi’ah Imamiyah.cit.keluarganya (turun temurun) sementara rakyat dipandang sebagai bawahan yang berada dibawah perlindungan dan dukunganya. Sejarah dan Realitas Empirik (terjemahan). Sistem Pemerintahan Islam – Doktrin.Perkataan raja adalah undang-undang tertinggi yang harus ditaati. Al Izzah. hal 147 12 13 . Sistem monarki juga merupakan system pemerintahan yang menjadikan raja sebagai sentral kekuasan. Raja memiliki hak khusus yang tidak dimiliki oleh rakyyat. seorang raja berhak menetapkan aturan bagi rakyatnya . Taqiyuddin An Nabhani. Ibid . dan kekuasaan kenegaraanya tak terbatas.tetapi karena mereka merupakan orang-orang yang shaleh taat kepada Allah dan 11 . Para Imam dianggap sebagai penerus nabi dan pewaris yang sah dari otoritasnya.

hal 15 16 . atau garis kebijakan dibelakang keputusan-keputusan tersebut secara langsung atau tidak langsung.2002. Pulungan. Bimbingan politik dan agama dari mereka dan mereka adalah wali bagi pengikut mereka. namun para imam mempunyai kulitas. DEMOKARASI Kata Demokrasi memiliki berbagai makna. MA. menjadi keperccayaan yang pundamental. tugas dan otoritas dari nabi. Iran menjadi penjelmaan politik Syi’ah setelah revolusi Islam Iran tahun 1979 yang dipimpin oleh Imam Khomeini.16 5. Syi’ah menganggap bahwa Imamah seperti kenabian. J.14 Imamah adalah Institusi yang dilantik secara ilahiyah.mempunyai karakteristik yang menjadi prasyarat untuk mengemban tingkat kepemimpinan politik agama. Dr. Ibid . Raja Grafindo Persada. hanya Allah yang paling tau kualitas-kualitas yang diperlukan untuk memenuhi tugas ini. Demikian juga mereka tidak ditunjuk melalui consensus rakyat. http://infokito. Fiqh Siyasah: Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. Suyuthi. oleh karena itu hanya Dia-lah yang mampu menunjuk mereka. Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan penting pemerintah.17 14 .php/Ensiklopedia-SYURA . Meski para Imam tidak menerima wahyu ilahi. hanya dapat berlangsung jika disetujui secara bebas oleh mayoritas masyarakat dewasa yang berada dalam posisi pemerintahan. Jakarta: PT.15 Konsep politik Syi’ah yang berpusat pada Imam (yang kemudian diterjemahkan menjadi wilayat al.net/index.afqih) diterjemahkan dalam periode modern dalam bentuk negara Iran. Ibid 17 . dan ketaatan kepada otoritas imam adalah sebuah kewajiban agama. Tetapi pada dunia modern ini penggunaanya mengandung arti kekuasaan tertinggi dalam urusan politik adalah hak rakyat.

permukaan. MONARKI DAN MONARKI KONSTITUSIONAL Monarki adalah system pemerintahan yang berbentuk kerajaan. ini terjadi biasanya di negara-negara yang sudah maju. Rakyat tidak memiliki hak untuk mengggatikan kekuasaan. bebas. sistim ini berlaku di negara Arab Saudi. misalnya Presiden Saddam Hussein (Iraq). Demokrasi Substantif Demokarasi macam ini memperluas ide demokarasi diluar mekanisme formal. c. Hafez al-Assad (Syria). dan substantif.18 a. Demokrasi Permukaan Demokarasi Permukaan merupakan demokrasi yang umum ditetapkan di dunia ketiga. demokrasi seperti ini berjalan di indonesia pasca reformasi. Ibid . demokarasi formal. dimana yang berhak menggantikan raja adalah keturunanya. adil. 18 19 .19 6. ada kebebasan sipil dan politik yang cukup untuk menjamin kompetisi dalam pemilihan umum.Ibid . Demokrasi Formal Demokrasi formal ditandai dengan pemilihan umum yang teratur. Timur tengah.Paling tidak ada tiga mavam bentuk demokrasi yaitu . sehingga ada ketundukan peneuh dari rakyat yang diperintahnya. Titah raja harus diikuti oleh rakyatnya . Biasanya ditandai dengan tidak digunakanya paksaan secara berlebihan oleh Negara terhadap masyarakat. dan kompetitif. b. ia mengintensifkan konsef dengan memasukan penekanan pada kebebasan dan diwakilinya kepentingan melalui forum public yang dipilih dan dengan partisipasi kelompok. Tampak luarnya memang demokrasi tapi sama sekali tidak memiliki substansi demokrasi. dan Husni Mubarak (Mesir) dimana rezim penguasa tidak menginginkan demokrasi yang sebenarnya. Dahulu demokrasi ini lazim terdapat di Amerika latin.

php/Ensiklopedia-SYURA . http://infokito. yaitu monarki Konstitusional yang secara jelas dalam konstitusinya disebutkan sebagai Negara kerajaan. Jordania dan Malaysia adalah contoh nyata dari monarki konsttitusiaonal. Maroko.net/index.Tetapi ada bentuk lain dari monarki.20 20 .

Bandung: Prenada Media. Suyuthi.DAFTAR PUSTAKA 1.2002 5. Djazuli. Fiqh Siyasah: Implementasi Kemaslahatan Umat Dalam Rambu-rambu Syari’ah. MA.Fiqih syasah: Doktrin dan Pemikiran Politik Islam. Raja Grafindo Persada. Fiqh Siyasah: Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. 2008 2. Dr. Jakarta: PT. Prof. 1997 3. Al Izzah. Ibnu Syarif Mujar dan Zada Khamami. Pulungan. Taqiyuddin An Nabhani. Sejarah dan Realitas Empirik (terjemahan). Sistem Pemerintahan Islam – Doktrin. http://infokito. J. MA. A. Bangil.php/Ensiklopedia-SYURA .net/index. H.2003 4. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Suyitno.BENTUK PEMERINTAHAN DAN SISTEM POLITIK DUNIA ISLAM Diajukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Fiqh Siyasah Dosen Pengampu: Prof. A. Oleh : Hasanudin PROGRAM PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG 2011 . MA. Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful