Delapan Standar Nasional Pendidikan

PP 19/2005 STANDAR NASIONALPENDIDIKAN
BAB II

LINGKUP, FUNGSI, DAN TUJUAN Pasal 2 Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: 1. Standar Isi 2. Standar Kompetensi Lulusan 3. Standar Proses Pendidikan 4. Standar Pengelolaan Pendidikan 5. Standar Penilaian Pendidikan 6. Standar Pembiayan Pendidikan 7. Standar Sarana dan Prasarana 8. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

1. Standar Isi
Permen No.22 tahun 2006 pasal 1 ayat 1 menyatakan: Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar dapat diartikan sebagai patokan atau bisa juga dikatakan sebagai kriteria minimal. Sebuah standar seringkali mengacu pada pencapaian minimal.begitu juga dengan standar isi, standar isi menurut UUSP no.20 tahun 2003 merupakan criteria minimal, batas, patokan, syarat yang harus dicapai dalam peningkatan mutu. Standar isi harus ditetapkan sebagai kriteria minimal saat menyusun perencanaan. Kompetensi yang sering disebut dengan standar kompetensi adalah kemampuan yang secara umum harus dikuasai lulusan. Kompetensi menurut Hall dan Jones (1976: 29) adalah "pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur

2. Standar Kompetensi Lulusan
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa: Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. Dalam Pasal 1 ayat 2: Standar Kompetensi Lulusan meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. Kompetensi adalah pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan peserta didik setelah mengalami suatu proses pembelajaran. Standar Kompetensi adalah suatu ukuran kompetensi yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses dalam satuan pendidikan tertentu. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Manfaat utama SKL ini adalah: 1) Sebagai batas kelulusan peserta didik pada setiap satuan pendidikan; 2) Sebagai rujukan untuk penyusunan standar-standar pendidikan lainnya;

muatan lokal. Struktur Kurikulum SD/MI Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI. Program Keagamaan. SD/MI/SDLB/Paket A. dan Pengembangan Diri. muatan lokal. Kurikulum SMA/MA Kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran./SMPLB/Paket B. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) meliputi: 1. Mata pelajaran wajib terdiri atas Pendidikan Agama. 3. dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program: 1. 2. Struktur Kurikulum SMP/MTs Struktur kurikulum SMP/MTs meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX. Struktur Kurikulum Pendidikan Kejuruan Dalam Struktur Kurikulum Pendidikan Kejuruan. B. 4. dan pengembangan diri.IPS. Struktur Kurikulum Pendidikan Umum A. 2. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kurikulum SMK/MAK berisi mata pelajaran wajib. Program Ilmu Pengetahuan Alam. Program Ilmu Pengetahuan Sosial. pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan . Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. Struktur Kurikulum SMA/MA Struktur kurikulum SMA/MA meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII. dan 4. serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya. dan pengembangan diri. bahasa indonesia. yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik. SMK/MAK. C. SMP/MTs. kepribadian. 3.seni budaya). akhlak mulia. Struktur kurikulum pendidikan kejuruan dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. matematika. Program Bahasa. khusus untuk MA. SMA/MA/SMALB/Paket C. muatan lokal.3) Sebagai arah peningkatan kualitas pendidikan secara mendasar dan holistik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran (tambah bahasa ingris dan TIK). pengetahuan. dan pengembangan diri . Muatan Lokal. Pengorganisasian kelas-kelas pada SMA/MA dibagi ke dalam dua kelompok. Struktur Kurikulum Pendidikan Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan.IPA. Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran (pendidikan agama. mata pelajaran Kejuruan.

waktu pembelajaran efektif dan hari libur. intelektual dan/atau sosial berdasarkan standar kompetensi lulusan.Kewarganegaraan. dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. Struktur Kurikulum Pendidikan Khusus Dalam Struktur Kurikulum Pendidikan Khusus. 1. Peserta didik berkelainan tanpa dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata. SD/MI/SDLB berlangsung selama 35 menit. Seni dan Budaya. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran. Kalender Pendidikan Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. dan standar kompetensi mata pelajaran. dan pengembangan diri. Peserta didik berkelainan dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata. IPS. struktur Kurikulum dikembangkan untuk peserta didik berkelainan fisik. dan 2. Kurikulum Pendidikan Khusus terdiri atas delapan sampai dengan 10 mata pelajaran. Peserta didik berkelainan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori. IPA. muatan lokal. standar kompetensi kelompok mata pelajaran. dan Keterampilan/Kejuruan. mental. dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus. Standar Proses Pendidikan standar proses pendidikan dapat diartikan sebagai suatu bentuk teknis yang merupakan acuan atau kriteria yang dibuat secara terencana atau didesain dalam pelaksanaan pembelajaran . Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan ditetapkan sebagai berikut: a. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen Standar Isi ini dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah/pemerintah 3. emosional. Standar proses adalah standar nasional pendidikan . b) Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional. Kedua sistem tersebut dipilih berdasarkan jenjang dan kategori satuan pendidikan yang bersangkutan. c. b. Matematika. SMA/MA/SMALB/ SMK/MAK berlangsung selama 45 menit. SMP/MTs/SMPLB berlangsung selama 40 menit. Beban Belajar Satuan pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan menyelenggarakan program pendidikan dengan menggunakan sistem paket atau sistem kredit semester. Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota. Pendidikan Jasmani dan Olahraga. program khusus. c) Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuan pendidikan. minggu efektif belajar. Penetapan Kalender Pendidikan a) Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya. Dasar hukum yang mengatur standar proses pendidikan terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Bahasa.

serta melaksanakan tugas tambahan. dan sumber belajar. indikator pencapaian kompetensi. penilaian hasil belajar. membimbing dan melatih peserta didik.yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. tujuan pembelajaran. kompetensi dasar (KD). alokasi waktu. Perencanaan Proses Pembelajaran Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Berikut ini syarat-syarat terlaksananya suatu proses pembelajaran. 1. . 1. 2) beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada 1) di atas adalah sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Rombongan belajar Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah: 1) SD/MI : 28 peserta didik 2) SMP/MT : 32 peserta didik 3) SMA/MA : 32 peserta didik 4) SMK/MAK : 32 peserta didik. Beban kerja minimal guru 1) beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran. materi pembelajaran. kegiatan pembelajaran. 2) rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran. Buku teks pelajaran 1) buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari bukubuku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri. Komponen-komponen dalam Standar Proses Pendidikan: 1. standar kompetensi (SK). melaksanakan pembelajaran. menilai hasil pembelajaran. 1. metode pembelajaran. 1.

dan memperbaiki proses pembelajaran. dan penilaian hasil pembelajaran.3) selain buku teks pelajaran. dan dokumentasi. perekaman. 4. buku pengayaan. pelaksanaan proses pembelajaran. pengamatan. pelatihan. Pengelolaan kelas 3. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara: . dan penilaian hasil pembelajaran. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan. Evaluasi 1. dan nontes dalam bentuk pengamatan kerja. proyek dan/atau produk. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. guru menggunakan buku panduan guru. buku referensi dan sumber belajar lainnya. mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran. dan konsultasi. pelaksanaan. Penilaian Hasil Pembelajaran Penilaian dilakukan oleh pendidik terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Kegiatan supervisi dilakukan oleh penyelenggara program. sistematik. 3. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh. pengukuran sikap. pencatatan. penilaian hasil karya berupa tugas. portofolio. 4) guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan sekolah/madrasah. Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh penyelenggara program. serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Supervisi 1. penilik. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran. diskusi. dan terprogram dengan menggunakan tes dalam bentuk tertulis atau lisan. dan penilaian diri. dan penilaian hasil pembelajaran. 2. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan. 2. pelaksanaan. 2. 1. Penilaian dilakukan secara konsisten. Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus. dan/atau dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. penilik. Pengawasan Proses Pembelajaran Pemantauan 1. dan/atau dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. 3. wawancara.

ayat (4). Tindak lanjut 1. pengembangan tenaga kependidikan. 5. pelaksanan. dan/atau dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. (4) Pemerintah Daerah Provinsi melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. Penguatan dan penghargaan diberikan kepada pendidik yang telah memenuhi standar. penilik. (2) Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. Dasar Hukum Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 (1) Pengelolaan sistem pendidikan nasional merupakan tanggung jawab menteri. 3. dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan. Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada pendidik yang belum memenuhi standar. Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja pendidik dalam proses pembelajaran. (3) Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pelaporan Hasil kegiatan pemantauan. atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Pasal 51 . 2. ayat (5). Kegiatan evaluasi dilakukan oleh penyelenggara program. kabupaten/kota.1) membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan pendidik dengan standar proses pendidikan kesetaraan. supervisi. 4. (6) Perguruan tinggi menentukan kebijakan dan memiliki otonomi dalam mengelola pendidikan di lembaganya. ayat (2). (7) Ketentuan mengenai pengelolaan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pendidik diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut. (5) Pemerintah Kabupaten/Kota mengelola pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta satuan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal. 4. Standar Pengelolaan Pendidikan Standar Pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. ayat (3). Tindak lanjut 2) mengidentifikasi kinerja pendidik dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi peserta didik. dan ayat (6) diatur lebih lanjut dengan Peratutan Pemerintah. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan.

kemitraan. c. d. g. Standar Pengelolaan terdiri dari 3 (tiga) bagian. Standar Pengelolaan Oleh Satuan Pendidikan. b) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Menurut PP No 19 Tahun 2005. penuntasan pemberantasan buta aksara. pendidikan dasar. h. penjaminan mutu pada satuan pendidikan. jaminan mutu. b. b. pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. (3) Ketentuan mengenai pengelolaan satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Pasal 52 (1) Pengelolaan satuan pendidikan nonformal dilakukan oleh Pemerintah. peningkatan angka partisipasi pendidikan untuk jenjang pendidikan menengah. dan evaluasi yang transparan. (2) Ketentuan mengenai pengelolaan satuan pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.(1) Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini. Pasal 49 (1) Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. standar pengelolaan oleh Pemerintah Daerah dan standar pengelolaan oleh Pemerintah. baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah maupun masyarakat. dan/atau masyarakat. peningkatan angka partisipasi pendidikan untuk jenjang pendidikan menengah dan tinggi. Standar Pengelolaan Oleh Pemerintah Pemerintah menyusun rencana kerja tahunan bidang pendidikan dengan memprioritaskan program: a. akuntabilitas. dan akuntabilitas (2) Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi menerapkan otonomi perguruan tinggi yang dalam batas-batas yang diatur dalam ketentuan perundangundangan yang berlaku memberikan kebebasan dan mendorong kemandirian dalam pengelolaan akademik. f. e. partisipasi. c. akreditasi pendidikan. Pemerintah Daerah. peningkatan status guru sebagai profesi. Standar Pengelolaan Oleh Pemerintah Daerah Pasal 59 (1) Pemerintah Daerah menyusun rencana kerja tahunan bidang pendidikan dengan memprioritaskan program: a. keterbukaan. personalia. (2) Pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi. penuntasan pemberantasan buta aksara. dan area fungsional kepengelolaan lainnya yang diatur oleh masing-masing perguruan tinggi. wajib belajar. wajib belajar. operasional. dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah. . peningkatan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat. keuangan. yakni standar pengelolaan oleh satuan pendidikan.

Prinsip Penilaian Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. akreditasi pendidikan. Penilaian dapat berupa ulangan dan ujian. penjaminan mutu pada satuan pendidikan. ulangan tengah semester. k. dan ulangan kenaikan kelas. i. Ulangan akhir semester 4. Sistematis 8. Penjaminan mutu pendidikan nasional. antara lain . B. memantau kemajuan. h. Terpadu 5. melakukan perbaikan pembelajaran. dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. keterbukaan. prosedur. Ulangan terdiri atas ulangan harian. peningkatan status guru sebagai profesi. e. Ulangan tengah semester 3. partisipasi. Ulangan dan Ujian Ulangan atau ujian adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. antara lain sebagai berikut : 1. dan akuntabilitas. standarisasi pendidikan. f. peningkatan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan lokal. Beracuan criteria 9. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. nasional. baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun masyarakat. Akuntabel C. peningkatan mutu dosen. Objektif 3. Terbuka 6. 5. pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. Menyeluruh dan berkesinambungan 7. g. Sahih 2. Adil 4.d. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. ulangan akhir semester. kemitraan. Ulangan harian 2. Standar Penilaian Pendidikan Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. j. c) Peraturan Mendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Standar Pengelolaan Pendidikan disajikan pada Diklat Peningkatan Profesi Pengawas TK/SD dan Kepala Sekolah Dasar Kabupaten Wonosobo Tahun 2007 Berdasarkan Peraturan Mendiknas Nomor 19 Tanggal 23 Mei Tahun 2007 Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. Ulangan kenaikan kelas Sedangkan ujian terbagi menjadi ujian sekolah atau madrasah dan ujian nasional. dan global.

dan e. • Penilaian kepribadian adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan. Ujian Nasional D. • Teknik tes berupa tes tertulis.sebagai berikut : 1. Prosedur Penilaian Berikut ini prosedur dari penilaian pendidikan : • Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana peiaksanaan pembelajaran (RPP). melaksanakan ujian. • Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oieh pendidik dengan mempertimbangkan hasil ujian sekolah atau madrasah. • Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan atau di luar kegiatan pembelajaran. mengolah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah atau madrasah. melaporkan serta memanfaatkan hasil penilaian. Teknik Instrumen Penilaian Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. dan tes praktik atau tes kinerja. penugasan perseorangan atau kelompok. • Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. • Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. • Penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian kelompok mata pelajaran yang relevan. b. • Keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan surat keterangan yang ditanda-tangani oleh pembina kegiatan dan kepala sekolah atau madrasah. ulangan akhir semester. menyusun kisi-kisi ujian. olahraga dan kesehatan ditentukan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik. Ujian Sekolah atau Madrasah 2. F. • Ulangan tengah semester. Mekanisme Penilaian Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan oleh: � Pendidik � Satuan Pendidikan � Pemerintah E. . dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan. tes lisan. mengembangkan instrumen. c. dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. sebagai perwujudan sikap dan perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan. observasi. d. • Kegiatan ujian sekolah atau madrasah dilakukan dengan langkah-langkah: a.

• Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam bentuk satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran disertai dengan deskripsi kemajuan belajar. hukum pendidikan. capital dan current cost. Laporan Hasil Penilaian • Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. yakni school revenues. G. 6. • Hasil analisis data UN disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk pemetaan mutu program dan atau satuan pendidikan serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedi. Wiseman (1987) terdapat tiga aspek yang perlu dikaji dalam melihat apakah pemerintahan perlu terlibat dalam masalah pembiayaan pendidikan: • Kebutuhan dan ketersediaan pendidikan terkait dengan sektor pendidikan dapat dianggap sebagai salah satu alat perdagangan dan kebutuhan akan investasi dalam sumberdaya manusia/human capital • Pembiayaan pendidikan terkait dengan hak orang tua dan murid untuk memilih menyekolahkan anaknya ke pendidikan yang akan berdampak pada social benefit secara keseluruhan • Pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan Perhitungan biaya pendidikan berdasarkan pendekatan kecukupan ditentukan oleh beberapa faktor. Pembiayaan sekolah ini berkaitan dengan bidang politik pendidikan dan program pembiayaan pemerintah serta administrasi sekolah.Biaya disini meliputi biaya investasi. tingkat pendidikan. • Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Menurut Levin (1987) pembiayaan sekolah adalah proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah di berbagai wilayah geografis dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam pembiayaan sekolah.• Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan atau proyek. Menurut J. Sistem pembiayaan pendidikan merupakan proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. kondisi politik pendidikan. program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. biaya operasi. diantaranya: • Besar kecilnya sebuah institusi pendidikan . Standar Pembiayaan Yang disebut sebagai standar biaya pendidikan adalah biaya minimum yang diperlukan sebuah satuan pendidikan agar dapat melaksanakan kegiatan pendidikan selama satu tahun. school expenditures. ekonomi pendidikan. dan biaya personal. Dalam pembiayaan sekolah tidak ada pendekatan tunggal dan yang paling baik untuk pembiayaan semua sekolah karena kondisi tiap sekolah berbeda. Sistem pembiayaan pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing negara seperti kondisi geografis.

dan masyarakat. 14/2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 13 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menyediakan anggaran untuk peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik bagi guru dalam jabatan yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah. biaya pembinaan siswa/ekstra kurikuler. biaya bahan dan alat habis pakai (BAHP). Jenis Sarana dan Prasarana . pemerintah daerah. transportasi.permendiknas ini mengatur standar biaya nonpersonalia.19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan terdapat kerancuan antara Bab I Pasal 1 Ayat (10) dan Bab IX Pasal 62 Ayat (1) s/d (5) tentang ruang lingkup standar pembiayaan. biaya praktek kerja industri. asuransi. ada yang di sebut indeks biaya. Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. untuk daerah lain. biaya daya dan jasa. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional lebih lanjut telah mengatur beberapa pasal yang menjelaskan pendanaan pendidikan yaitu pada Pasal 11 Ayat 2. pajak. Standar pembiayaan diatur dalam Permendiknas no 41 tahun 2007. 7. Standar Sarana dan Prasarana Standar sarana dan prasarana merupakan kebutuhan utama sekolah yang harus terpenuhi sesuai dengan amanat Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. Landasan Hukum UU No. dan lain sebagainya. biaya konsumsi. biaya transportasi/perjalanan dinas.yakni angka yang menunjukan perbandingan standar pembiyaan di daerah tersebut terhadap standar biaya di DKI Jakarta.• Jumlah siswa • Tingkat gaji guru (karena bidang pendidikan dianggap sebagai highly labour intensive) • Rasio siswa dibandingkan jumlah guru • Kualifikasi guru • Tingkat pertumbuhan populasi penduduk (khususnya di negara berkembang) • Perubahan dari pendapatan (revenue theory of cost) Dalam permendiknas ini di atur biaya minimum yang harus dikeluarkan untuk setiap satuan pendidikan dan juga setiap jalur pendidikanya. biaya uji kompetensi. Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi: 1. Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya. 2. pemeliharaan sarana dan prasarana. biaya asuransi.Di permendiknas ini di atur biaya minimum yang harus dikeluarkan untuk setiap satuan pendidikan dan juga setiap jalur pendidikanya. jasa telekomunikasi. PP No 19 tahun 2005. 24 tahun 2007. air. biaya pemeliharaan dan perbaikan ringan. uang lembur.Baik yang jalur umum atau jalur berkebutuhan khsusus. Pada Peraturan Pemerintah No. UU No.Biaya operasi nonpersonalia meliputi: biaya alat tulis sekolah (ATS). dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. dan biaya pelaporan.Permendiknas ini memuat standar pembiayaan untuk DKI jakarta. UU telah merinci berapa biaya yang harus ditanggung per peserta didik selama setahun agar proses belajar dapat berjalan. 20 tahun 2003. dan 3. konsumsi.

keamanan. Lahan terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. yang kesemuanya dapat mendukung pelaksanaan tugas. 4. 4. tidak berada di dalam garis sempadan sungai dan jalur kereta api. 3. Lahan 1. prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). 2. Untuk satuan pendidikan yang memiliki rombongan belajar dengan banyak peserta didik kurang dari kapasitas maksimum kelas. b. Bangunan 1. 3. Lahan memiliki status hak atas tanah. Ditinjau dari fungsinya terhadap PBM. yaitu: 1. dan nyaman termasuk bagi penyandang cacat. beberapa kriteria minimum standar sarana dan prasarana yaitu sebagai berikut: a. Bangunan gedung memenuhi persyaratan kenyamanan 8.Fasilitas atau benda-benda sarana pendidikan dapat ditinjau dari fungsi. keselamatan. 7. Kemiringan lahan rata-rata kurang dari 15%. Bangunan gedung dilengkapi sistem keamanan 10. Bangunan gedung menyediakan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah. Bangunan gedung memenuhi ketentuan tata bangunan. fasilitas pendidikan dapat dibedakan menjadi fasilitas fisik dan fasilitas nonfisik. Bangunan gedung dilengkapi instalasi listrik dengan daya minimum 1300 watt. Maksimum terdiri dari tiga lantai.24 tahun 2007 3. serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. dan/atau memiliki izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah sesuai ketentuan peraturan perundang-Perundangan yang berlaku untuk jangka waktu minimum 20 tahun. Bangunan gedung untuk setiap satuan pendidikan memenuhi ketentuan rasio minimum luas lantai terhadap peserta didik seperti tercantum pada lampiran PP No 24 tahun 2007 2. dan kesehatan pengguna. Ditinjau dari jenisnya. b. Dilengkapi tangga yang mempertimbangkan kemudahan. . 9. Lahan sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam Peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota atau rencana lain yang lebih rinci dan mengikat. benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi barang bergerak dan barang tidak bergerak. Bangunan gedung bertingkat memenuhi persyaratan berikut. Bangunan gedung memenuhi persyaratan kesehatan 6. lantai bangunan juga memenuhi ketentuan luas minimum seperti tercantum pada lampiran PP No. Bangunan gedung memenuhi persyaratan keselamatan 5. Lahan terhindar dari gangguan-gangguan 5. Kriteria Minimum Sarana dan Prasarana Berdasarkan PP No.24 tahun 2007. Sedangkan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM. 6. aman. jenis atau sifatnya. Lahan tiap satuan pendidikan harus memenuhi ketentuan rasio luas lahan terhadap jumlah siswa 2. a. dan mendapat izin pemanfaatan tanah dari Pemerintah Daerah setempat. Ditinjau dari sifat barangnya.

Penghapusan Penghapusan ialah kegiatan meniadakan barang-barang milik Negara/daerah dari daftar inventaris karena barang tersebut dianggap sudah tidak mempunyai nilai guna atau sudah tidak berfungsi lagi atau pemeliharaannya sudah terlalu mahal. pengaturan dan pencatatan barang-barang yang menjadi milik sekolah bersangkutan. Perencanaan Merupakan kegiatan penyusunan daftar sarana dan prasarana yang dibutuhkan sekolah. kepribadian. professional dan sosial. 19 Tahun 2005 Pasal 45. Pengawasan Pengawasan sarana dan prasarana merupakan kegiatan pengamatan. c. dan diawasi secara profesional. 3. diperlukan aturan yang jelas dan pengetahuan tentang administrasi sarana dan prasarana. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar pendidik dan tenaga kependidikan antara lain mengatur bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetisi sebagai agen pembelajaran. Pemeliharaan bangunan gedung sekolah 15. dan mengacu pada Standar PU. sehat jasmani dan rohani. Dalam mengelola fasilitas agar berfungsi maksimal. 6. Penyimpanan Merupakan kegiatan pengurusan. penyusunan ini didasarkan atas pertimbangan. Sedangkan kompetensi sebagai agen pembelajaran mencakup kompetensi pedagogik.11. Inventarisasi Inventarisasi merupakan kegiatan melaksanakan pengurusan. Pengadaan sarana dan prasarana Merupakan kegiatan menghadirkan sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar. 8. sesuai dengan PP No. 14. Kelengkapan prasarana Sebuah tingkat satuan pendidikan harus memiliki prasarana yang telah ditetapkan dalam PP No.24 tahun 2007. Kegiatan dalam administrasi sarana dan prasarana pendidikan meliputi: 1. Administrasi Sarana dan Prasarana Untuk menunjang pelaksanaan pendidikan diperlukan fasilitas pendukung sesuai dengan kurikulum. 4. Kualitas bangunan gedung minimum permanen kelas B. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Bangunan gedung sekolah baru dapat bertahan minimum 20 tahun. penyelenggaraan dan pengaturan persediaan sarana dan prasarana di gudang. Administrasi sarana dan prasarana merupakan keseluruhan pengadaan. Pemeliharaan Pemeliharaan merupakan kegiatan pencegahan kerusakan suatu barang. . Pembangunan gedung atau ruang baru harus dirancang. penyelenggaraan. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 5. pendayagunaan dan pengawasan terhadap sarana dan prasarana. 2. Bangunan gedung dilengkapi izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pemerikasaan dan penilaian terhadap pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana sekolah. 13. dilaksanakan. 12.

tenaga administrasi.2005 tentang standar pendidikan nasional . kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. tenaga perpustakaan. tenaga laboratorium. pada SDLB. psikolog. dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. pada SD/MI atau bentuk lain yang sederajat.24 th. tenaga perpustakaan dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat dan SMA/MA atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah. pekerja sosial dan terapis.Tenaga kependidikan pada TK/RA atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala TK/RA dan tenaga kegbersihan TK/RA.2007 tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. tenaga administrasi. PP no. tenaga perpustakaan. tenaga administrasi. tenaga laboratorium. sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah. pada pendidikan tinggi harus memiliki kualifikasi. SMPLB dan SMALB atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. Sumber : Permendiknas no.19 th. teknisi sumber belajar. tenaga kebersihan sekolah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful