MAKALAH AGAMA ISLAM ”KERANGKA DASAR AGAMA ISLAM”

Dosen “SusI Susanti, S.pdi. M.pd”

Di susun kelompok I : 1. Hakimin 2. Titin Septiani 3. M. Santoso 4. Kasmawati
5. Marjudin

(NIM : 221100125) (NIM : 221100026) (NIM : 221100107) (NIM : 221100149) (NIM : 221100158)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA STKIP PGRI PONTIANAK 2011/2012

1

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum.Wr.Wb Puji syukur kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya pada kita semua sehingga kami selaku penulis dapat menyelesaikan makalah ini tanpa halangan suatu apa. Makalah yang kami tulis mengangkat judul “Kerangka Dasar Islam”. Makalah ini membahas konsep-konsep yang mendasari agama islam. Selama pembuatan makalah ini tentunya penulis melibatkan bantuan banyak pihak. Yang pertama kami selaku penulis berterima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah agama islam yang telah banyak membimbing kami hingga kami mampu menyelesaikan makalah ini. Yang kedua kami juga berterima kasih kepasda rekan-rekan yang telah banyak membantu dan mendukung kami. Sebagai penutup kami ingin meminta maaf jika masih terdapat banyak kesalahan dalam pembuatan makalah ini. Kritik dan saran senantiasa kami terima demi kesempurnaan makalah ini. Harapan kami, makalah ini dapat berguna bagi dunia pendidikan di Indonesia dan di STKIP PGRI Pontianak pada khususnya. Amin. Wasalamu’alaikum.Wr.Wb

Penulis

Kelompok I kelas A Sore

2

.…………………………..20 B. KERANGKA AGAMA ISLAM………………………………………….6 A. MANFAAT……………………………………………………………….. SARAN………………………………………………………………..8 2.5 BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………..…………………………………2 BAB I PENDAHULUAN……………………………………………....13 BAB III PENUTUP………………………………………………………………20 A.20 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………..10 3.…………………. PERUMUSAN MASALAH………………………………………………5 C.. KESIMPULAN…………………………………………………………..…………….21 3 .4 A... AQIDAH…………………………... AKHLAK…………………………….…………...4 B.…………………………….6 1.……………………………. SYARI‟AH…………………………….... LATAR BELAKANG……………………………….5 D..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR………………………..………………………………. TUJUAN……………………………………….

4 . ini tentunya kita hanya mengulang untuk mengingat kembali pelajaran yang telah lewat karena makalah yang akan saya bahas kali ini adalah sudah sering kita pelajari dan dilakukan di dalam kehidupan. sehingga dapat menghasilkan pemahaman Islam yang komprehensif. aqidah. Untuk itu uraian di bawah ini diarahkan untuk mendapatkan pemahaman tentang Kerangka Agama Islam. dan Akhlak. karena kualitas pemahaman keislaman seseorang akan mempengaruhi pola pikir. Sebagai agama terakhir. syari‟ah dan akhlak yang bersangkutan. Melalui berbagai literatur yang berbicara tentang Islam dapat dijumpai uraian mengenai pengertian Kerangka Agama Islam. Kita barangkali terikat terhadap kualitas keislaman seseorang yang benar-benar komprehensif dan berkualitas. Selain itu dalam makalah kali ini yang berjudul “KERANGKA AGAMA ISLAM” dan yang akan di paparkan di dalamnya adalah pengertian Aqidah. dan ajarannya serta cara untuk memahaminya. Islam diketahui memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan agama-agama yang datang sebelumnya. Dalam upaya memahami Kerangka Agama Islam. berbagai aspek yang berkenaan dengan Islam itu perlu dikaji secara seksama. LATAR BELAKANG Makalah ini saya susun dalam rangka mencoba menyelesaikan tugas Mata Kuliah Agama Islam Studi Islam yang berjudul “Kerangka Agama Islam”.BAB I PENDAHULUAN A. Hal ini penting dilakukan. Syari‟ah. Dan juga sebagai penunjang untuk penilaian dari Ibu Dosen yang mengajarkan Mata Kuliah Agama Islam. Agar mengetahui kekurangan maupun kelebihan mahasiswa dalam menjabarkan isi makalah sesuai dengan pengetahuan saya serta bagaimana cara pembuatan makalah tentunya.

3. Apa hubungan antara ketiganya? C. Mengetahui apa itu Aqidah. PERUMUSAN MASALAH 1. TUJUAN 1. 4. 3. Apa pengertian Syari‟ah? 3. Mengetahui apa itu Akhlak.B. Mengetahui apa itu Syari‟ah. 2. Terpenuhinya persyaratan ketuntasan penilaian mata kuliah Agama Islam. Mengetahui konsep dasar agama islam. 2. D. Dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. MANFAAT 1. 5 . Apa pengertian Aqidah? 2. Apa pengertian Akhlak? 4. Mengetahui hubungan antara ketiganya.

Akidah. Namun demikian. Syari‟at dan Akhlak. Akhlak tidak disinggung secara tersurat karena akhlak merupakan buah dari aqidah dan syari‟ah. Bagian bagian pokok ajaran Islam terdiri dari Aqidah. Dengan demikian pengertian kerangka dasar ajaran Islam ialah gambaran asli. para pengkaji agama Islam berbeda pendapat dalam menyusun urutan ketiga bagian pokok ajaran tersebut. Aktivitas memegang teguh ajaran Allah dan perjanjian dengan manusia merupakan perwujudan Syari‟ah. KERANGKA DASAR AGAMA ISLAM Kerangka adalah gambaran ringkas yang menunjukkan ciri pembeda dari benda atau orang. Kerangka dasar dapat diartikan sebagai gambaran yang asli dari suatu benda atau orang Ajaran Islam merupakan ajaran yang sempurna. Syari‟ah. dan Akhlaq. Ajaran Islam ialah sekumpulan pesan ketuhanan yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada manusia sebagai petunjuk perjalanan hidupnya semenjak lahir sampai mati. garis besar. Artinya seluruh ajaran Islam bermuara pada tiga hal ini. rute perjalanan. Dengan kata lain. Berpegang teguh kepada perjanjian dengan manusia merupakan perwujudan Akhlak. Dasar adalah alas suatu benda geometris. Hubungan Aqidah. lengkap dan universal yang terangkum dalam 3 hal pokok. atau bagian pokok dari pesan ketuhanan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada manusia. Mahmud Syaltout misalnya membagi pokok ajaran Islam menjadi dua.BAB II PEMBAHASAN A. dan Akhlak dalam Perilaku Manusia ialah: Berpegang teguh kepada ajaran Allah merupakan perwujudan Aqidah. perbuatan syari‟ah didasari 6 . Syari‟ah. yaitu Aqidah (kepercayaan) dan Syari‟ah (kewajiban agama sebagai konsekuensi percaya).

dapat dikemukakan bahwa kerangka dasar agama Islam terdiri atas : a. kaidah yang mengatur hubungan manusia selain dengan Allah disebut kaidah mu‟amalah. Berasal dari kata khuluk yang berarti perangai. Aqidah selalu ditautkan dengan Rukun Iman yang merupakan asas seluruh ajaran Islam.kelurusan aqidah dan dampaknya adalah akhlak yang kemanfaatannya akan dirasakan oleh manusia lain. Aqidah b. Yang dimaksud dengan Syari‟ah menurut etimologi. watak. menurut ilmu tentang asal usul kata (etimologi) adalah ikatan. Islam dan Ihsan yang berasal dari Nabi Muhammad. hubungan manusia dengan benda dan alam lingkungan hidupnya. budi pekerti 7 . Dengan mengikuti sistematik Iman. Kaidah yang mengatur hubungan langsung manusia dengan Allah disebut kaidah ibadah atau kaidah ubudiah yang disebut juga kaidah ibadah murni. Yang dimaksud dengan Akhlak adalah sikap yang menimbulkan prilaku baik dan buruk. adalah jalan yang harus ditempuh. sikap. Syari‟ah c. Sedangkan menurut ilmu tentang definisi (terminologi) adalah iman. Menurut peristilahan. perilaku. sangkutan. Syari‟ah adalah system norma (kaidah) illahi yang mengatur hubungan manusia dengan Allah. Karena itu. Akhlak Yang dimaksud dengan Aqidah. mengenai hubungan manusia dengan sesama manusia dalam kehidupan social. Disiplin ilmu yang membahas dan menjelaskan syari‟ah disebut ilmu fikih. keyakinan.

Definisi Aqidah Menurut Bahasa Kata “aqidah” diambil dari kata al-„aqdu. perkara-perkara yang ghaib. at-tautsiiqu ( ihkaamu ( wah ( ) yang berarti ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat. Termasuk juga sebutan „aqdu untuk kedua ujung baju. Semua sistem kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu Aqidah.A. dan penguatan. karena keduanya saling terikat. al- ) yang artinya mengokohkan (menetapkan). Ia juga berarti pemantapan. karena ada keterikatan antara penjual dan pembeli dengan „aqdu (transaksi) yang mengikat. Sedangkan menurut istilah (terminologi): 'Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti. transliterasi: Aqidah) dalam istilah Islam yang berarti iman. hari Akhir. beriman kepada apa yang menjadi ijma' (konsensus) dari Salafush Shalih. penetapan. AQIDAH Aqidah (Bahasa Arab: . Jual-beli pun disebut „aqdu. Dalam bahasa Arab akidah berasal dari kata al-'aqdu ( ikatan. 8 . yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya. dan ar-rabthu biquw) yang berarti mengikat dengan kuat. Aqidah Islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban. baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' Salaf as-Shalih. karena diikat dengan mantap. tempelmenempel. yakni ikatan dan tarikan yang kuat. bertauhid dan taat kepadaNya. serta seluruh berita-berita qath'i (pasti). Rasul-rasul-Nya. kait-mengait. takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin). beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya. Kitab-kitab- Nya. Perjanjian dan penegasan sumpah juga disebut „aqdu. Jadi. Juga termasuk sebutan „aqdu untuk ikatan kain sarung.

Jika keputusan pikiran yang mantap itu benar. takdir. qadar yang baik dan yang buruk. iman. serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma‟). benar maupun salah. dan kepasrahan total kepada Allah Ta‟ala dalam hal keputusan hukum. maka itulah yang disebut aqidah yang benar. kitabkitab suci-Nya. serta ketundukan kepada Rasulullah dengan cara mematuhinya. agama yang dianutnya. seperti keyakinan umat Nashrani bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum tuhan (trinitas). nubuwwat (kenabian). Islam. diikat kuat oleh sanubarinya. Yaitu apa-apa yang dipercayai oleh seseorang. maka itulah yang disebut aqidah yang batil.Definisi Aqidah Menurut Istilah Umum Istilah “aqidah” di dalam istilah umum dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap. berita (kisah-kisah). perintah-perintah dan berita-beritanya. maupun syara‟. tanpa melihat benar atau menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya. pokok-pokok hukum yang qath‟iy (pasti). dan masalah-masalah aqidah yang disepakati oleh generasi Salafush 9 . perintah. kepercayaan yang mantap kepada Allah. sertaseluruh muatan Al-Qur‟an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama. Topik-Topik Ilmu Aqidah. Dan jika salah. hari Akhir. Dengan pengertian menurut Ahli Sunnah wal Jama‟ah di atas. para Malaikat-Nya. seperti keyakinan umat Islam tentang ke-Esa-an Allah. perkara-perkara ghaib. maka “aqidah” adalah sebutan bagi sebuah disiplin ilmu yang dipelajari dan meliputi aspek-aspek tauhid. Istilah “aqidah” juga digunakan untuk menyebut kepercayaan yang mantap dan keputusan tegas yang tidak bisa dihinggapi kebimbangan. Aqidah Islam. Yaitu. dan dijadikannya sebagai madzhab atau tidaknya. para Rasul-Nya. takdir.

Selain berisi hukum dan aturan. wala‟ (loyalitas) dan bara‟ (berlepas diri). B. maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Maka oleh sebagian penganut Islam. orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu. serta hal-hal yang wajib dilakukan terhadap para sahabat dan ummul mukminin (istri-istri Rasulullah). pada 10 . Dan termasuk di dalamnya adalah penolakan terhadap orang-orang kafir. yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'.Shalih. dan seluruh agama. Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan RasulNya belum menetapkan ketentuannya. Dengan demikian perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah itu dapat disederhanakan dalam dua kategori. dan pokok-pokok bahasan aqidah lainnya. maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Asas Syara' Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Quran atau Al Hadits. Syari‟ah Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini. golongan. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'ah Islam di mana Al Quran itu Asas Pertama Syara' dan Al Hadits itu Asas Kedua Syara'. serta sikap terhadap mereka. 1. Terkait dengan susunan tertib Syari‟ah. ataupun madzhab yang merusak. Syari‟ah Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Al'quran surat Al Ahzab ayat 36 mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara. SYARI’AH Syari‟ah adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Sifatnya. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah. aliran yang sesat. para Ahli bid‟ah.

Misalnya Shalat. hanya pokok – pokoknya saja yang ditentukan 11 . Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati Syari‟ah Islam. yaitu cara dan tata manusia berhubungan langsung dengan Tuhan. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syari‟ah yang berlaku. Kedudukannya sebagai cabang Syaria‟ah Islam. Furu' Syara' Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al'quran dan Al Hadist. dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya. sejak kerasulan Nabi Muhammad saw hingga akhir zaman. 2. Syari’ah Syari‟ah mempunyai dua jalur. dalam ibadah diberlakukan asas umum yaitu pada dasarnya semua perbuatan dilarang dilakukan. ditempuh dengan mengikuti kaidah ibadah murni.dasarnya “mengikat umat Islam seluruh dunia di manapun berada. yaitu: 1. Jalur vertikal. tidak boleh ditambah – tambah atu dikurangi. karena sifatnya yang tertutup tersebut. demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Sifatnya pada dasarnya “tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku” dalam wilayah kekuasaanya. kecuali dalam keadaan darurat”. Mengenai ibadah. Tentang kaidah mu‟amalah. puasa dan haji. 2. kecuali mengenai perbuatan yang dengan tegas disuruh Allah seperti dicontohkan Rasulnya. Jalur horizontal ditempuh dengan mengikuti kaidah – kaidah mu‟amalah. Ketentuannya diatur oleh Allah sendiri dan dijelaskan secara rinci oleh Rasulnya. ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin. zakat.

yang tidak boleh diragukan dan harus benarbenar menjadi keimanan kita. segala peraturan yang mengarah pada perlindungan keutamaan dan mencegah kejelekan-kejelekan. Pembagian Syariat Islam Hukum yang diturunkan melalui Nabi Muhammad saw. 2. Peranan imam sebagai hokum fikih dikalangan syi‟ah sangat dominan dan putusan dipatuhi oleh para pengikutnya. untuk segenap manusia dibagi menjadi tiga bagian. Perinciannya terbuka bagi akal manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad. yaitu : 1. Misalnya. dan dilarang berdusta dan berkhianat. 3. Dikalangan syi‟ah pintu jihad mengenai hokum tidak pernah ditutup. harus amanah. Karena sifatnya yang terbuka tersebut. dalam bidang mu‟amalah berlaku asas umum yaitu pada dasarnya semua perbuatan boleh dilakukan. kecuali mengenai perbuatan tersebut ada larangan dalam Al-Qur‟an dan al. 12 . seperti kita harus berbuat benar. yaitu peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pendidikan dan penyempurnaan jiwa. dan iman kepada hari akhir termasuk di dalamnya kenikmatan dan siksa. harus memenuhi janji. yaitu hukum atau peraturan-peraturan yang berhubungan dengan dasar-dasar keyakinan agama Islam. Misalnya. Ilmu tauhid ini dinamakan juga Ilmi Aqidah atau Ilmu Kalam. peraturan yang berhubungan dengan Dzat dan Sifat Allah swt. yang harus iman kepada-Nya.Hadits. 2. Masyarakatnya menarik garis keturunan secara bilateral.dalam Al-Qur‟an dan hadist. ada beberapa hal menarik yang perlu dicatat. Jika kita bandingkan aliran – aliran hokum yang berkembang dikalangan sunni dan syi‟ah. kitab-kitab-Nya. serta iman kepada qadar baik dan buruk. malaikat-malaikat-Nya. Cara menarik garis keturunan ini menentukan kedudukan para ahli waris dalam pembagian warisan. Ilmu Tauhid. iman kepada rasul-rasul-Nya. Ilmu Akhlak. yaitu: 1.

buruk. yaitu peraturan-peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya dan hubungan manusia dengan sesamanya. Dalam Encyclopedia Brittanica. yaitu yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan manusia dengan Tuhannya. puasa. atau tabiat. Ilmu Fiqh mengandung dua bagian: pertama. Kedua. salah dan sebaginya pengertian nilai baik. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk. Kata akhlak diartikan sebagai suatu tingkah laku. seharusnya 13 . Ilmu Fiqh. tetapi tingkah laku tersebut harus dilakukan secara berulang-ulang tidak cukup hanya sekali melakukan perbuatan baik. Al Gazali. berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai. dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Ilmu Fiqh dapat juga disebut Qanun (undang-undang). atau hanya sewaktu-waktu saja. AKHLAK Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. muamalat. Seseorang dapat dikatakan berakhlak jika timbul dengan sendirinya didorong oleh motivasi dari dalam diri dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan pemikiran apalagi pertimbangan yang sering diulang-ulang. ibadah. zakat. Dan ibadah tidak sah (tidak diterima) kecuali disertai dengan niat. tingkah laku. Tiga pakar di bidang akhlak yaitu Ibnu Miskawaih. Apabila perbuatan tersebut dilakukan dengan terpaksa bukanlah pencerminan dari akhlak. sehingga terkesan sebagai keterpaksaan untuk berbuat.3. akhlak disebut sebagai ilmu akhlak yang mempunyai arti sebagai studi yang sistematik tentang tabiat dari benar. C. Contoh ibadah misalnya shalat. yaitu bagian yang menjelaskan tentang hukumhukum hubungan antara manusia dengan sesamanya. dan haji.

berani mempertahankan agama. mencegah diri kita untuk mendekati yang ma‟ruf dan menjauhi yang munkar. selanjutnya dapat disebut juga sebagai filsafat moral. Seperti kata pepatah seorang penyair Mesir. keberanian (menundukkan kekuatan hawa nafsu) dan bersifat adil. Akhlak berasal dari kata “akhlaq” yang merupakan jama‟ dari “khulqu” dari bahasa Arab yang artinya perangai. suudzaan (berprasangka buruk).tentang prinsip umum dan dapat diterapkan terhadap sesuatu. Masyarakat dan bangsa yang memiliki akhlak mulia adalah penggerak ke arah pembinaan tamadun dan kejayaan yang diridai oleh Allah Subhanahu Wataala. Bila akhlaknya telah lenyap. maka lenyap pulalah bangsa itu". Jelasnya. hidup bermasyarakat dan bersilaturahim. sabar dan rida dengan kesengsaraan. menurut Imam Ghazali ada 4 perkara. seperti firman Allah dalam surat Al-Imran 110 yang artinya “Kamu adalah umat yang terbaik untuk manusia. akhlak yang baik itu dapat diwujudkan dengan mendekatkan diri kita kepada Allah yaitu dengan mematuhi segala perintahnya dan meninggalkan semua larangannya. yaitu bijaksana. akhlak yang buruk dapat mengakibatkan berbagai macam kerusakan baik bagi orang itu sendiri. hasud. budi. Akhlak itu terbagi dua yaitu Akhlak yang Mulia atau Akhlak yang Terpuji (Al-Akhlakul Mahmudah) dan Akhlak yang Buruk atau Akhlak yang Tercela (Al-Ahklakul Mazmumah). berbicara benar dan sebagainya. tabiat dan adab. menuju kepada yang makruf dan mencegah yang mungkar dan beriman kepada Allah” Akhlak yang buruk itu berasal dari penyakit hati yang keji seperti iri hati. dan penyakit-penyakit hati yang lainnya. mengikuti ajaran-ajaran dari sunnah Rasulullah. Akhlak yang mulia. ia merangkumi sifat-sifat seperti berbakti pada keluarga dan negara. dengki. senantiasa bersyukur dan berterima kasih. memelihara diri dari sesuatu yang tidak baik. sombong. Akhlak yang mulia yaitu akhlak yang diridai oleh Allah SWT . nifaq (munafik). orang lain yang di sekitarnya maupun kerusakan lingkungan sekitarnya sebagai contohnya yakni 14 . Syauqi Bei: "Hanya saja bangsa itu kekal selama berakhlak. ujub.

juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Lihat ash Shahihah Juz2 hal 535). beliau shalallahu „alahi wasallam menggandengkan antara nasehat untuk bertaqwa dengan nasehat untuk bergaul/berakhlak yang baik kepada manusia sebagaimana hadits dari abi dzar. dan dishahihkan oleh syaikh Al Salim Al Hilali). supaya mereka kembali (insaf dan bertaubat)". Beliau shalallahu „alaihi wasallam menjawab : “Taqwa kepada Allah dan Akhlak yang Baik.627.” (HR Tirmidzi. sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam : “ Sesuatu yang paling berat dalam mizan (timbangan seorang hamba) adalah akhlak yang baik. ia berkata: hadits hasan. Dalam timbangan (mizan) amal pada hari kiamat tidak ada yang lebih berat dari pada akhlak yang baik. dishahihkan Al Bani. 15 . sebagai mana firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surat Ar-Ruum ayat 41 yang berarti: "Telah timbul pelbagai kerusakan dan bencana alam di darat dan di laut dengan sebab apa yang telah dilakukan oleb tangan manusia.kegagalan dalam membentuk masyarakat yang berakhlak mulia samalah seperti mengakibatkan kehancuran pada bumi ini. Keutamaan Akhlak Abu Hurairah radhiallahu „anhu mengabarkan bahwa suatu saat Rasulullah pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk syurga. Abu Daud dan Ahmad. Lihat Riyadus Sholihin no. ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik. tahqiq Rabbah dan Daqqaq). Tatkala Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam menasehati sahabatnya.” (HR. (Timbulnya yang demikian) karena Allah hendak merusakan mereka sebagai dari balasan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan.” (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi.

dalam semua masalah termasuk akhlak. yang dianggap baik oleh adat bernilai jelek menurut timbangan syari‟at atau sebaliknya.Dari Jabir radhiallahu „anhu berkata : Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling saya kasihi dan yang paling dekat padaku majelisnya di hari kiamat ialah yang terbaik budi pekertinya. Secara terminologi akhlak berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.” (HR. bukan pula hitam putih akhlak itu menurut ukuran adat yang dibuat manusia. Karena itu sudah sepantasnya setiap muslimah mengambil akhlak yang baik sebagai perhiasannya. Perbuatan yang baik atau buruk. Lingkungan yang paling kecil adalah keluarga. Para ahli seperti Al Gazali menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat 16 .Lihat Ash shahihah Juz 2 hal 418-419). 2. Diriwayatkan juga oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Karena boleh jadi. 1. Tirmidzi dengan sanad hasan. Peragai sendiri mengandung pengertian sebagai suatu sifat dan watak yang merupakan bawaan seseorang. Maha Tahu dengan keluasan ilmu-Nya apa yang mendatangkan kemashlahatan/kebaikan bagi hamba-hamba-Nya. Allah sebagai Pembuat syari‟at ini. Kondisi jiwa yang membuat cenderung melakukan perbuatan baik atau buruk Sumber Akhlak bersumber pada agama. melalui keluargalah kepribadian seseorang dapat terbentuk. Ada empat hal yang harus ada apabila seseorang ingin dikatakan berakhlak. ditentukan oleh faktor dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Yang perlu diingat bahwa ukuran baik atau buruk suatu akhlak bukan ditimbang menurut selera individu. Wallahu Ta‟ala a‟lam. Pembentukan peragai ke arah baik atau buruk. Kesadaran akan perbuatan itu 4. Jelas bagi kita bahwa semuanya berpatokan pada syari‟at. yaitu kondisi lingkungannya. Kemampuan melakukan perbuatan. Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa akhlak yang paling baik memiliki keutamaan yang tinggi. 3.

Murah hati (Al-Hilmu) 7. kehormatan dan kemuliaan. Malu (Al-Haya') 5. setiap agama telah memerintahkan kepada setiap oarang yang mempunyai tanggung jawab untuk mengarahkan dan mendidik. 17 .pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. sikap lemah lembut dan perlakuan kasih sayang. terutama bapakbapak dan ibu-ibu untuk memiliki akhlak yang luhur. kemudian merasa bahwa mereka mempunyai harga diri. anak. Akhlak Baik (Al-Hamidah) 2. Sabar (Ash-Shobr) Ruang Lingkup Akhlak a) Akhlak pribadi Yang paling dekat dengan seseorang itu adalah dirinya sendiri. Rendah hati (At-Tawadlu') 6. Kewajiban orang tua terhadap anak. dengan ajaran –ajaran yang bijak. Sehingga anak akan tumbuh secara sabar. Jujur (Ash-Shidqu) 3. budi yang tinggi. Berprilaku baik (Husnul Khuluqi) 4. Pembagian Akhlak : 1. disamping itu manusia telah mempunyai fitrah sendiri. terdidik untuk berani berdiri sendiri. Peragai sendiri mengandung pengertian sebagai suatu sifat dan watak yang merupakan bawaan seseorang. karena hanya dengan insyaf dan sadar kepada diri sendirilah. b) Akhlak berkeluarga Akhlak ini meliputi kewajiban orang tua. dengan semuanya itu manusia mempunyai kelebihan dan dimanapun saja manusia mempunyai perbuatan. dan karib kerabat. pangkal kesempurnaan akhlak yang utama. dalam islam mengarahkan para orang tua dan pendidik untuk memperhatikan anak-anak secara sempurna. Manusia terdiri dari jasmani dan rohani. maka hendaknya seseorang itu menginsyafi dan menyadari dirinya sendiri.

Seorang anak haruslah mencintai kedua orang tuanya karena mereka lebih berhak dari segala manusia lainya untuk engkau cintai. c) Akhlak bermasyarakat Tetanggamu ikut bersyukur jika orang tuamu bergembira dan ikut susah jika orang tuamu susah. saling membutuhkan dan saling mepengaruhi. Pamanmu. Pendidikan kesusilaan/akhlak tidak dapat terlepas dari pendidikan sosial kemasyarakatan. tidak segan berkorban untuk kemuliaan tanah airmu. d) Akhlak bernegara Mereka yang sebangsa denganmu adalah warga masyarakat yang berbahasa yang sama denganmu.mengasuh. orang tuamu cinta dan hormat pada mereka maka wajib atasmu mengikuti ayah dan ibumu. menolong ayah dan ibumu dalam mendidikmu.norma kesusilaan yang berlaku. mencintai dengan ikhlas agar engkau menjadi seseorang yang baik. mereka gembira bilamana engkau gembira dan membelamu bilamana perlu. 18 . menyekolahkan engkau. bibimu dan anak-anaknya mereka sayang kepadamu dan ingin agar engkau selamat dan berbahagia. tetapi berkelompok-kelompok. berbahagia dunia dan akhirat. dan mendidik. ini merupakan apa yang disebut masyarakat. engkau hidup bersama mereka dengan nasib dan penanggungan yang sama. Kehidupan dan perkembangan masyarakat dapat lancar dantertib jika tiap-tiap individu sebagai anggota masyarakat bertindak menuruti aturan-aturan yang sesuai dengan norma. berguna dalam masyarakat. bantumembantu. Dan coba ketahuilah bahwa saudaramu laki-laki dan permpuan adalah putera ayah dan ibumu yang juga cinta kepada engkau. taati dan hormati. mereka menolong. karena mereka mencintai ayah dan ibumu dan menolong keduanya disetiap keperluan. kesusilaan/moral timbul di dalam masyarakat. Kesusilaan/moral selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. Sejak dahulu manusia tidak dapat hidup sendiri– sendiri dan terpisah satu sama lain. dan bersam-sama mencari kemanfaatan dan menolak kemudhorotan. Karena keduanya memelihara. yaitu cinta dan hormat pada tetangga.

19 . baik secara vertikal dengan Tuhan.Dan ketahuilah bahwa engkau adalah salah seorang dari mereka dan engkau timbul tenggelam bersama mereka. maupun secara horizontal dengan sesama makhluk Tuhan. e) Akhlak beragama Akhlak ini merupakan akhlak atau kewajiban manusia terhadap tuhannya. karena itulah ruang lingkup akhlak sangat luas mencakup seluruh aspek kehidupan.

KESIMPULAN Setelah kita menjabarkan mulai dari pengertian dari Kerangka Agama Islam. Aktivitas memegang teguh ajaran Allah dan perjanjian dengan manusia merupakan perwujudan Syari‟ah. kemudian bagian-bagian dari Aqidah. perbuatan syari‟ah didasari kelurusan aqidah dan dampaknya adalah akhlak yang kemanfaatannya akan dirasakan oleh manusia lain. Dengan kata lain. dan Akhlak sebagai aplikasi/tuntunan dalam kehidupan sehari-hari kita dan sekaligus membawa kita kedalam kehidupan yang bahagia baik itu di dunia dan akhirat kelak nanti. syari‟ah. Berpegang teguh kepada perjanjian dengan manusia merupakan perwujudan Akhlak.BAB III PENUTUP A. SARAN Saran dari kami sebagai mahasiswa STKIP PGRI Pontianak adalah marilah kita menjadikan Kerangka Agama Islam yang terbagi dari Aqidah. 20 . dan Akhlak maka dapatlah kita simpulkan bahwa Kerangka Agama Islam ialah berpegang teguh kepada ajaran Allah merupakan perwujudan Aqidah. Syari‟ah. B.

Gelora Aksara Pratama.wikipedia. Ustadz 1999.id//id.co. Islamic Colections  http://www.org//kerangka agama islam  http://www.google. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).id//id. “Pedoman dan Ikhtisar Agama Islam” Banjarmasin : Penerbit Achwadi PT.  Abdullah.blogspot.com//tiga bagian dalam kerangka agama islam 21 . “Makalah Agama Islam”.DAFTAR PUSTAKA  Muttaqin. Jakarta : Penerbit Erlangga PT.  Arsyad. Asnan 1996.google.co. Arif 1991. “Pendidikan Agama Islam”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful