1. EXAMPLES NON EXAMPLES CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD 1.

Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk

memperhatikan/menganalisa gambar 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Kesimpulan Persiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi, sajikan gambar ditempel atau pakai OHP, dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian, diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan, valuasi dan refleksi.

2. PICTURE AND PICTURE Langkah-langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Menyajikan materi sebagai pengantar 3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis 5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai

7. Kesimpulan/rangkuman Sajian informasi kompetensi, sajian materi, perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi, siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik, guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut, guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar, penyimpulan, evaluasi dan refleksi. 3. NUMBERED HEADS TOGETHER (KEPALA BERNOMOR) (SPENCER KAGAN, 1992) Langkah-langkah : 1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6. Kesimpulan NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu, berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa, tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok, presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan beri reward.

4. COOPERATIVE SCRIPT (DANSEREAU CS., 1985) metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan

mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : 1.
o o

Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya

2. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas. 3. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru 4. Penutup Buat kelompok berpasangan sebangku, bagikan wacana materi bahan ajar, siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman, sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi, bertukar peran, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.

Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 3. dll) 2. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS) Langkah-langkah : 1. Guru menyajikan pelajaran 3. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Memberi evaluasi 6. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.5. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Kesimpulan 6. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Siswa dibagi dalam kelompok. Kesimpulan . 1995) Langkah-langkah : 1. 4. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 2. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5. 1. Jika perlu. STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya. suku. jenis kelamin.

refleksi.STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. Penutup Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. tuiap kelompok bahan belajar sama. AND SNAPP. Pengarahan. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6. buat kelompok heterogen (4-5 orang). 7. informasi bahan ajar. SIKES. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. Guru memberi evaluasi 8. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4. penyimpulan dan evaluasi. . JIGSAW (MODEL TIM AHLI) (ARONSON. buat kelompok heterogen. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. kembali ke kelompok aasal. berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim 2. STEPHEN. BLANEY. 1978) Langkah-langkah : 1.

terbuka. sintesis. 2. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. induksi. tugas. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. investigasi. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. konjektur. identifikasi. negosiasi. eksplorasi. hipotesis. dan inkuiri . generalisasi. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 5. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) Langkah-langkah : 1. pemecahan masalah.8. pengumpulan data.) 3. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. jadwal. dll. interpretasi. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. elaborasi (analisis). demokratis. 4. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi.

ARTIKULASI Langkah-langkah : 1. MAKE – A MATCH(MENCARI PASANGAN) Langkah-langkah : 1. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. bentuk kelompok berpasangan sebangku. Kesimpulan/penutup Artikulasi adlah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. Begitu juga kelompok lainnya 5. 10. kemudian berganti peran. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. presentasi di depan hasil diskusinya. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin . Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. sajian materi.9. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa 7. Untuk mengetahui daya serap siswa.

siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. Kesimpulan/penutup Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. . guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide diharapkan. Sementara siswa menyampaikan gagasannya. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. Setelah selesai membaca materi. 11. Dari data-data yang diungkapkan tersebut. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas 3. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward. penyimpulan dan evaluasi. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. untuk badak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama. kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Demikian seterusnya 8. 4. kartu dikumpul lagi dan dikocok. DEBATE Langkah-langkah : 1. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra 2. Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. refleksi. Guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu. 5. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu.6.

Setelah selesai ditampilkan. 8. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang 4. presentasi hasil kelompok.12. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan 6. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM 3. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai 5. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan 2. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok. bimbingan penimpoulan dan refleksi. ROLE PLAYING Langkah-langkah : 1. Evaluasi 11. pembentukan kelompok siswa. Guru memberikan kesimpulan secara umum 10. Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan 7. penyampaian kompetensi. . Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya 9. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. Penutup Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran.

jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah.13. umumkan hasil kuis dan berikan reward. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. GROUP INVESTIGATION (SHARAN. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. rencanakan pelaksanaan investigasi. Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain 4. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen 2. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan 7. kuis individual. Evaluasi 8. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif yang bersifat penemuan 5. buat skor perkem\angan siswa. banyak guru dan staf sekolah). Penutup Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok 3. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok 6. 1992) Langkah-langkah : 1. . Setelah selesai diskusi. presentasi. misal mengukur tinggi pohon.

Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan. Penutup Suintak p[embelajana ini adalah: guru menyiapkan tongkat. 2. TALKING STICK Langkah-langkah : 1. 15. Guru memberikan kesimpulan 6. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru bisa menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya). 3. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. BERTUKAR PASANGAN Langkah-langkah : 1. 4. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. Evaluasi 7. Guru menyiapkan sebuah tongkat 2. siswa menutup bukunya. 3. . guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain. demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru 5. kemudian pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. 4. kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi. sajian materi pokok. setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Setelah selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya.14.

Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit 6. refleksi dan evaluasi 17. Evaluasi 8. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing.5. STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya Langkah-langkah : . untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok 5. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. kelompok lain menjawab secara bergantian. penyuimpulan. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi 3. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. Penutup Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. membentuk kelompok. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya 4. 16. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan 2. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian 7. SNOWBALL THROWING Langkah-langkah : 1. bekerja kelompok.

Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya. Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep. refleksi 19. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. 6. 1986) . dikusi kelas. 5. sajian gambaran umum materi bahan ajar. kesimpulan dan evaluasi. 6. refleksi. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan 3. 18. Guru membuat kesimpulan. DEMONSTRATION Langkah-langkah : 1. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi 3. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. 5. 4. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan. Penutup Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. sajian materi. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.1. penyimpulan dan evaluasi. Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan 4. Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan. Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. EXPLICIT INTRUCTION (PENGAJARAN LANGSUNG) (ROSENSHINA & STEVENS. 7.

Sintaknya adalah menyiapkan siswa. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan 3. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). latihan mandiri. INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE (LINGKARAN KECIL-LINGKARAN BESAR) “Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan. 20. latihan terbimbing. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 2. sajian informasi dan prosedur. dan evaluasi. dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur” Langkah-langkah : .Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah Langkah-langkah : 1. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5. refleksi. Membimbing pelatihan 4.

dan seterusnya 21. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan.1. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. TEBAK KATA MEDIA : Buat kartu ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar 2. 5. sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan 4. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Buat kartu ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi ataudiselipkan di telinga. Demikian seterusnya IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. menghadap ke dalam 3. Langkah-langkah : .

Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi ± 45 menit. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen 2.diambil sendiri NAH … SIAPA … AKU ? JAWABNYA : PERUSAHAAN PERSEORANGAN 22. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas 4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok 5. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5×2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10×10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya.1. COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS Langkah-langkah : 1. Dan seterusnya CONTOH KARTU Perusahaan ini tanggung-jawabnya tidak terbatas Dimiliki oleh 1 orang Struktur organisasinya tidak resmi.Bila untung dimiliki. jawaban tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran 3. 2. 4. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Guru menyuruh siswa berdiri berpasangan di depan kelas 1. 3. Guru membuat kesimpulan bersama 6. Sementara siswa membawa kartu 10×10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10×10 cm. 2. Penutup .

menuntun. tidak hanya menonton dan mencatat. yaitu modeling (pemusatan perhatian. siswa melakukan dan mengalami. contoh). siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. . atau inkuiri. dan rasa senasib. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. presentasi hasil kelompok.23. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). belajar berkelompok secara koperatif. ada control dan fasilitasi. kerja kelompok. pembegian tugas. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. tugas. membimbing. rambu-rambu. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. motivasi. KONTEKSTUAL (CTL. karekter). dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. siawa heterogen (kemampuan. tanggung jawab. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling). sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. menyelesaikan persoalan. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasisosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. 24. penyampaian kompetensi-tujuan. CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. pengarahan-strategi. pengalaman. questioning (eksplorasi. dan pelaporan. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep. motivasi belajar muncul. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. dunia pikiran siswa menjadi konkret. membentuk kelompok heterogen. terbuka. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. gender. pengarahanpetunjuk.

aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. 26. mengeksplorasi. pengemabngan mateastika). learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. minds-on. sharing). Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. prinsip. evaluasi. dan akhirnya menemukan solusi. authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. yaitu matematika horizontal (tools. analisissintesis). constructivism (membangun pemahaman sendiri. konjektur. hipotesis. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). mengerjakan). hands-on. REALISTIK (RME. intertwinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. 27. reflection (reviu.menginvestigasi. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan. rangkuman. menemukan). generalisasi. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). menduga. tindak lanjut). 25. PROBLEM POSING . penilaian portofolio. inquiry (identifikasi. PROBLEM SOLVING Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. fakta. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. mengembangkan. siswa mengidentifkasi. investigasi. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. atau algoritma). algoritma. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. generalisasi). belum dikenal cara penyelesaiannya. Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. mengkonstruksi konsep-aturan.mengarahkan. informal ke formal). REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. inkuiri. aturan. mencoba. konsep. pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi.

PROBING-PROMPTING Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. jalan keluar. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. bimbingan dan pengarahan. keterbukaan. 29. jawaban siswa beragam. perhatikan dan catat reson siswa. 28. menimalisasi tulisan-hitungan. komunikasi-interaksi. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. kritis. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. kreativitas. table). Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. Sintaknya adalah: pemahaman. PROBLEM TERBUKA (OE. dan sosialisasi.Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing. fluency). keterbukaan. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. menyusun soal-pertanyaan. membuat kesimpulan. cara. kaitakkan dengan materui selanjutnya. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. dan ragam berpikir. . sharing. kognitif tinggi. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. diagram. pengorganisasian pembelajaran. keterpasuan. Sintaknya adalah menyajikan masalah. cari alternative. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. identifikasi kekeliruan. OPEN ENDED) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab.

siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. dan ceria. yaitu: informasi. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. kemudian eksplanasi (empiric). PEMBELAJARAN BERSIKLUS (CYCLE LEARNING) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. sehingga suasana menjadi nyaman. senyum. menyenangkan. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. merangkum. hipotesis. 31. dan tertawa. pengarahan. membacamerangkum. berpikir. yaitu bagaimana siswa belajar. Untuk mewujudkan belajar efektif. Jangan lupa. namun demikian bisa dibiasakan. RECIPROCAL LEARNING Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. representasi. Ada canda. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). 32. nada lembut. mulai dari eksplorasi (deskripsi). Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna.Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. Untuk mngurang kondisi tersebut. bertanya. ia telah berpartisipasi 30. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan . mengingat. suara menyejukkan. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. dan memotivasi diri.

meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya . dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. menyelidiki. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. 33. membaca. menemukan. menyimak. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. menggunbakan media dan alat peraga. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. memecahkan masalah. berbicara. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. mencipta. lembut. TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. presentasi. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. mengidentifikasi. menggambar. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. ramah . argumentasi. dan ada sajian bodoran. mendemonstrasikan. dan menerapkan. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. SDetelah memperoleh tugas. santun. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. mengemukakan penndepat. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. dan mennaggapi. Siapkan meja turnamen secukupnya. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi.dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. mengkonstruksi.

Bumping. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. berikan penghargaan kelompok dan individual 34. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. medium. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. REPETITION) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. mengembangkannya. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. very good. AIR (AUDITORY. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. INTELLECTUALY. 35. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit).paling rendah.). VAK (VISUALIZATION. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. AUDITORY. e. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. . good. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. c. KINESTETIC) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. perluasan. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama.

saling tukar jawaban. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab . 37. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. kuis individual. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. TPS (THINK PAIRS SHARE) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. buat skor perkembangan tiap siswa. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALY) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). umumkan hasil kuis dan berikan reward 38. pilih strategi solusi 39. identifikasi perbedaan. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. CPS (CREATIVE PROBLEM SOLVING) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan.36. presentasi kelompok (share). saling berbagi sehingga terjadi diskusi.

READ. 41. RECITE. mengkritisi. 42. presentasi dan diskusi. REVIEW) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. 43. kembali ke kelompok asal. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. laporan kelompok. dan menggali. diskusi. SQ3R (SURVEY. darimana) tentang bahan bacaan (materi . yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. EXTENDING) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. (R) memikirkan kembali. TTW (THINK TALK WRITE) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. presentasi. melaporkan. memperluas. QUESTION.lisan. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. dan alternative solusi). diskusi. kerja kelompok. kelompok (membaca-mencatatatmenandai). (0) organisasi ide untuk memahami materi. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. 40. ORGANIZING. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. mendalami. dan menemukan. Sinatknya adalah: informasi. CORE (CONNECTING. kerja kelompok. (E) mengembangkan. Sintaknya adalah kerja kelompok. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. TS-TS (TWO STAY – TWO STRAY) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. menggunakan. REFLETING. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci.

(2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar.bahan ajar). Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. 45. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahamimenggunakan-memaknai). Ajukan pengujian pemahaman. REVIEW) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. READ. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. REFLECT. QUESTION. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan . MID (MEANINGFUL INSTRUCTIONNAL DESIGN) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. analisi pengalaman. SQ4R (SURVEY. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 46. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 44. dan konsep-ide. Kerangka pikir untuk sukses. RECITE. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. 47. CRI (CERTAINLY OF RESPONSE INDEX) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya.

deteksi kausal lain. 4 untuk almost certain. pendahuluan. DMR (DISKURSUS MULTY REPRECENTACY) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. pengemabangan. analisis kausal. mengelompokkan gejala. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi. dan rencana solusi yang terpilih. identifikasi kausal utama. dan implementasi solusi utama. menemukan pilihan solusi utama. 49. . 1 untuk amost guest. 48. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. EXPLICIT INSTRUCTION Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. dn 5 untuk certain. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. solusi tentative. langkah demi langkah bertahap. penerapan. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. Sintaknya adalah: identifkasi. Sintaksnya adalah: persiapan. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. imoplementasi solusi. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. dan penutup. pertimbangan solusi. penggunaan. 2 untuk not sure. DLPS (DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. deteksi kausal. 3 untuk sure. mengidentifikasui kausal.rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. 50.

pengecekan kebenaran jawaban. 53. 51. refleksi. penyimpulan dan evaluasi. penyimpulan dan evaluasi. 52. bertukar peran. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. membimbing pelatihanpenerapan. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. SCRAMBLE Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. mengecek pemahaman dan balikan. sajikan materi. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. MIND MAPPING Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 1. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban . PAIR CHECKS Siswa berkelompok berpasangan sebangku. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. refleksi.

Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru 6. apakah solusinya. evaluasi dan refleksi. 55. dan pengecekan. solusi. Sintaks: pemahaman masalah. sajian permasalahan terbuka. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. rencana. LAPS-HEURISTIK Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. IMPROVE . Sintaknya adalah: informasi kompetensi. apakah bermanfaat. presentasi hasuil diskusi kelompok. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. penyimpulan.3. evaluasi dan refleksi. bagikan wacana materi bahan ajar. siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4. bertukar peran. adakah alternative. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. 54. 56. COOPERATIVE SCRIPT Buat kelompok berpasangan sebangku.

Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. 57. dan hipotesis. Metakognitive questioning. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. Practicing. 61. pengungkapan idekonsep awal. SUPERITEM Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. Tanya jawab dan refleks 59. CIRCUIT LEARNING Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. ranguman. HIBRID Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. integrasi. virtual workshop menggunakan computer-internet. balikanperbnaikan-pengayaan-interaksi.Improve singkatan dari Introducing new concept. Enrichment. Obtaining mastery. 60. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. berikan sal tes bentuk super item. aplikasi. GENERATIF Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. Verivication. TREFFINGER . evaluasi. berupa opemecahan masalah. koperatif-inkuiri-solusiworkshop. siswa latian dan bertanya. Reviewing and reducing difficulty. dan refleksi 58. berikan latihan soal bertingkat. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori.

Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. reward. QUANTUM Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. kelompokkerjasama. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 2. Rumus quantum fisika asdalah E = mc2. 1985) Langkah-langkah : 1. dengan E = energi yang diartikan sukses. kerja individual. konsep harus dialami. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. Guru harus menciptakan suasana kondusif. kebebasan-terbuka. latihan. Sintaksnya adalah: sajian konsep. c = communication. ketrampilan. m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi). Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. semua mempunyai tujuan. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. dan saling menghargai. dinamis. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. 63. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru . alami-dengan dunia realitas siswa. tiap usaha siswa diberi reward. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. namai-buat generalisasi sampai konsep. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. KUMON Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep. kohesif. 64. partisipatif. optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi.Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. THINK PAIR AND SHARE (FRANK LYMAN. lima kali salah guru membimbing. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. interaktif. Sintaks: keterbukaanurun ide-penguatan. 62.

Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa 6. COURSE REVIEW HORAY Langkah-langkah : 1.3. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. Penutup Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Memberikan kesempatan siswa tanya jawab 4. tanya jawab untuk pemantapan. Guru memimpin pleno kecil diskusi. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi 3. sajian materi. Penutup 65. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. penyimpulan dan evaluasi. refleksi. Berawal dari kegiatan tersebut. . siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh 8. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. Guru memberi kesimpulan 7. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa 5. pemberian reward. Siswa yang sudah mendapat tanda Ö vertikal atau horisontal. atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya 7. kalau benar diisi tanda benar (Ö) dan salan diisi tanda silang (x) 6. Untuk menguji pemahaman.

Kartu contoh sejumlah siswa Langkah-langkah : 1. Guru membagikan lembaran kegiatan sesuai contoh 3. Siswa menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban 4. Buatlah pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 2. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak 67. Kartu ukuran ± 10×15 cm sejumlah peserta tiap kartu berisi sub materi (yang berbeda dengan kartu yang lainnya. materi sesuai dengan TPK 2. Siapkan kelas sebagaimana mestinya . TAKE AND GIVE MEDIA : 1. 2. WORD SQUARE MEDIA : * Buat kotak sesuai keperluan * Buat soal sesuai TPK Langkah-langkah : 1. Buat jawaban yang diacak hurufnya Langkah-langkah : 1. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai. Guru menyajikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai 2. Membagikan lembar kerja sesuai contoh 68. SCRAMBLE MEDIA : 1.66.

7. 6. Guru Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan 5. evaluasi dan refleksi 69. Kesimpulan. Untuk mengevaluasi keberhasilan berikan berikan siswa pertanyaan yang tak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). 6. . 3. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. 5. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasi. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu contoh. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa – bahan belajar – dan nama yang diberi.2. Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh Guru. 2. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. Untuk memantapkan penguasaan peserta tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) lebih kurang 5 menit 4. Guru membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang secara heterogen. Guru menyampaikan kompentensi yang ingin dicapai. sajian materi. Kesimpulan Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. 7. Jelaskan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai 3. 4. CONSEPT SENTENCE Langkah-langkah : 1. Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan 8. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give). Guru menyajikan materi secukupnya. informasikan kompetensi.

siswa berkelompok melengkapi. presentasi. Siswa berdiskusi secara berkelompok 7. sampaikan kompetensi. Setelah jawaban didiskusikan. presentasi 70. Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen 4. Guru Menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau modul dengan waktu secukupnya 3. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. 6. Guru membagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap (lihat contoh). guru membentuk kelompok. sajian materi. COMPLETTE SENTENCE Media : Siapkan blangko isian berupa paragraph yang kalimatnya belum lengkap Langkah-langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi. 5. 71. membentuk kelompok heterogen. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. TIME TOKEN Struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial. jawaban yang salah diperbaiki. Siswa berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia. siswa ditugaskan membaca wacana. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. Kesimpulan Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. Tiap peserta membaca sampai mengerti atau hapal 8. untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali Langkah-langkah : .

Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). Bila telah selesai bicara kopon yang dipegang siswa diserahkan. Dan seterusnya Model ini digunakan (Arebds.1. 3. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL) 2. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan. Setiap bebicara satu kupon. setelah selesai kupon dikembalikan. Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Setiap pasangan mengerjakan soal yang pas sebab semua itu akan membantu melatih  PELATIH MENGECEK Apabila patner benar pelatih memberi kupon . 72. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis. PAIR CHEKS SPENCER KAGEN 1993 APA YANG DILAKUKAN?  BEKERJA BERPASANGAN Guru membentuk tim berpasangan berjumlah 2 (dua) siswa. 5. 4.

Separuh kelas atau seperempat jika jumlah siswa terlalu banyak berdiri berjajar . Siswa berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya 3. Kemungkinan lain adalah siswa .? 1. KELILING KELOMPOK Maksudnya agar masing-masing anggota kelompok mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota lainnya Caranya………….   BERTUKAR PERAN Seluruh patner bertukar peran dan mengurangi langkah 1 – 3 PASANGAN MENGECEK Seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban PENEGASAN GURU Guru mengarahkan jawaban /ide sesuai konsep 73. Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok menilai dengan memberikan pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan 2. TARI BAMBU Agar siswa saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dalam waktu singkat secara teratur strategi ini cocok untuk materi yang membutuhkan pertukaran pengalaman pikiran dan informasi antar siswa Caranya? 1. Demikian seterusnya giliran bicara bisa dilaksanakan arah perputaran jarum jam atau dari kiri ke kanan 74. Jika ada cukup ruang mereka bisa berjajar di depan kelas.

Dua siswa yang berpasangan dari kedua jajaran berbagi sinformasi. 75. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya.berjajar di sela-sela deretan bangku. Caranya : 1. Siswa bekerja sama dalam kelompok yang berjumlah 4 (empat) orang 2. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan pengalaman dan pengetahuan antar siswa. dan kembali berbagai informasi. Cara yang kedua ini akan memudahkan pembentukan kelompok karena diperlukan waktu relatif singkat. 2. Kemudian satu atau dua siswa yang berdiri di ujung salah satu jajaran pindah ke ujung lainnya di jajarannya. Separuh kelas lainnya berjajar dan menghadap jajaran yang pertama 3. Jajaran ini kemudian bergeser. DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) MEMBERI KESEMPATAN KEPADA KELOMPOK UNTUK MEMBAGIKAN HASIL DAN INFORMASI DENGAN KELOMPOK LAINNYA. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. Setelah selesai. dua orang dari masing-masing menjadi tamu kedua kelompok yang lain . 4. Dengan cara ini masing-masing siswa mendapat pasangan yang baru untuk berbagi. Pergeseran bisa dilakukan terus sesuai dengan kebutuhan Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur.

3. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka 4. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain 5. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful