REMEDIAL TEACHING 1.

Hubungan Pengajaran Perbaikan dalam Proses Belajar-Mengajar

Dalam kurikulum sekolah-sekolah dewasa ini metode dan sistem penyampaiannya dipergunakan pendekatan dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Pendekatan ini dianggap merupakan salah satu sistem yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang optimal dengan melalui satuan pelajaran. Satuan pelajaran adalah kegiatan belajar mengajar suatu bahan atau satuan bahasan, dalamrangka pencapaian tujuan yang lebih khusus(TIK). Tujuan Instruksional Khusus ini hendaknya dirumuskan dengan jelas, dapat diukur, serta dalam bentuk tingkah laku murid. Dengan rumusan dan tujuan yang jelas akan memudahkan guru dalam menyusun dan mengembangkan bahan pengajaran, alat pengajaran serta rencana dan pelaksanaan proses belajar mengajar dengan pendekatan PPSI yang langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. Merumuskan TIK. 2. Menyusun alat evaluasi. 3. Menentukan materi pelajaran dan kegiatan belajar mengajar (metode, alat, sumber) 4. Melaksanakan pengajaran. 5. Evaluasi yang merupakan umpan balik dalam kegiatan belajar mengajar, berupa : Bagi guru, bila TIK bisa tercapai dipergunakan untuk merevisi program. Bagi siswa, bila TIK tidak tercapai diadakan remedial/ pengajaran perbaikan. Dengan melihat kerangka dasar kegiatan-kegiatan program belajar mengajar dengan pendekatan PPSI tersebut, maka pengajaran perbaikan/ remedial teaching memegang peranan penting, khususnya dalam rangka mencapai hasil belajar yang optimal (belajar tuntas). 2. Perlunya Pengajaran Perbaikan Seperti pada uraian sebelumnya, dalam hubungannya dengan kegiatan-kegiatan proses belajar mengajar maka pengajaran perbaikan ini merupakan pelengkap dari proses pengajaran secara keseluruhan. Dengan demikian pengajaran perbaikan ini perlu dapat dilihat dari segi : a. Siswa Kenyataan menunjukkan bahwa setiap siswa mempunyai hasil yang berbeda-beda dalam proses belajar mengajar. Atas dasar perbedaan individual siswa inilah, guru harus menggunakan berbagai pendekatan dengan anggapan bahwa bila siswa mendapat kesempatan belajar sesuai kemampuan pribadinya diharapkan dapat mencapai prestasi belajar yang optimal sesuai dengan

Pengertian Pengajaran Perbaikan a) Pengertian Remedial teaching atau pengajaran perbaikan adalah suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan. sedangkan metode dalam pengajaran perbaikan berdiferensial (sesuai dengan sifat. . b) Perbandingan Pengajaran Biasa dengan Pengajaran Perbaikan 1. 2. Remedial teaching berasal dari kata remedy (Bahasa Inggris) yang artinya menyembuhkan. pengajaran perbaikan merupakan peluang yang besar bagi setiap siswa untuk dapat mencapai hasil prestasi belajar secara optimal. Proses Pendidikan Dalam proses pendidikan. b. 3. Maka dalam rangka ini. petugas psikologi. Istilah pengajaran remedial pada mulanya adalah kegiatan mengajar untuk anak luar biasa yang mengalami berbagai hambatan dalam belajar. Dapat dikatakan pula bahwa pengajaran perbaikan itu berfungsi perapis untuk penyembuhan. Tujuan pengajaran biasa dalam rangka mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sama untuk semua siswa. Sehingga anak yang normal pun memerlukan pelayanan pengajaran remedial. Kegiatan pengajaran biasa sebagai program belajar mengajar di kelas dan semua siswa ikut berpartisipasi. 3. maka sebaiknya digunakan pendekatan pengajaran perbaikan.kemampuannya. atau dengan kata lain pengajaran yang membuat menjadi lebih baik dari sebelumnya. Guru Guru yang mempunyai fungsi ganda sebagai instruktur. Tapi dewasa ini pengertian itu sudah mengalami berkembang. jenis. Pengajaran perbaikan diadakan setelah diketahui kesulitan belajar. Yang disembuhkan adalah beberapa hambatan / gangguan kepribadian yang berkaitan dengan kesulitan belajar sehingga dapat timbal balik dalam arti perbaikan belajar atau perbaikan pribadi. kemudian diadakan pelayanan khusus. Metode dalam pengajaran biasa sama buat semua siswa. Melalui bimbingan dan penyuluhan ini diharapkan siswa dapat mencapai perkembangan pribadi yang integral. dan latar belakang kesulitan). bimbingan dan penyuluhan merupakan pelengkap dari keseluruhan proses pelaksanaan program belajar. Dan untuk membantu setiap pribadi siswa dalam mencapai hasil prestasi yang optimal. c. Pengajaran perbaikan tujuannnya disesuaikan dengan kesulitan belajar siswa walaupun tujuan akhirnya sama. dan sebagainya bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pengajaran khususnya peningkatan prestasi belajar siswa. konselor. Untuk melaksanakan pelayanan bimbingan yang sebaik-baiknya dalam proses belajar-mengajar diperlukan pelayanan khusus yaitu pengajaran perbaikan.

artinya dari pihak guru. h. yaitu : y y y y y Agar siswa dapat memahami dirinya. Dapat memilih materi dan fasilitas belajar secara tepat. siswa atau pihak lain dapat memahami siswa. Pengajaran perbaikan evaluasinya disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Secara khusus pengajaran perbaikan bertujuan agar siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat mencapai prestasi belajar yang diharapkan oleh phak sekolah melalui proses perbaikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang jauh lebih baik. Uzer Usman dan Lilis Setiawati. khususnya prestasi belajarnya. pengajaran perbiakan mempunyai fungsi. Pengajaran biasa dilakukan oleh guru. 6. Pengajaran perbaikan lebih diferensial dengan pendekayan individual. antara lain: 1. Korektif .4. 7. Penyesuaian. Alat pengajaran perbaikan lebih bervariasi. jenis. Artinya siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuannya sehingga peluang untuk mencapai hasil terbaik lebih besar. sedangkan pengajaran perbaikan oleh team (kerjasama). . penyesuain pengajaran perbaikan terjadi antara siswa dengan tuntutan dalam proses belajarnya. 2.103. dan latar belakan kesulitan sehingga mendorong siswa untuk lebih giat belajar. 5. Tuntutan disesuaikan dengan sifat. Dapat memperbaiki / mengubah cara belajar siswa ke arah yang lebih baik. artinya dalam fungsi ini pengajaran remedial dapat diadakan pembetulan atau perbaikan. d) Fungsi Pengajaran Perbaikan Dalam keseluruhan proses belajar-mengajar. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. (mirip. yaitu dengan penggunaan tes diagnostik. Pemahaman. Dapat melaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan kepada siswa. 3.sumber: Moh. sosiometri. 1993). Secara terperinci tujuan pengajaran perbaikan. c) Tujuan Pengajaran Perbaikan Secara umum tujuan pengajaran perbaikan tidak berbeda dengan pengajaran biasa yaitu dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya. dsb.

5. 2. Rasa tidak senang Dengan merasa tidak senang. materi. Rasa gembira Sesuatu yang menyenangkan cenderung untuk mengulang. siswa akan belajar menghindari kesalahan. Imitasi Belajar melalui peniruan / pengamatan yang paling sering dilakukan. melakukan sendiri dengan bermacam-macam alternatif. 6. maksudnya pengajaran perbaikan dapat mempercepat proses belajar. Terapsutik. 4. Tekanannya pada usaha perbaikan keseluruhan proses belajar mengajar menyangkut masalah cara belajar. Coba-coba Melalui trial and error. 5. metode belajar. dan lingkungan yang turut serta mempengaruhi proses belajar mengajar. 3. alat. Sifat Khusus Pengajaran Perbaikan dengan Masalahnya Kekuasaan pengajaran perbaikan disesuaikan dengan karakteristik kesulitan belajar yang diderita siswa. dan sebaliknya sesuatu yang tidak enak cenderung untuk dihindari. Partisipasi . Akselerasi. Eksplorasi Siswa mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan tentang sesuatu melalui seluruh indranya. Pengayaan. baik dari segi waktu maupun materi. maksudnya pengajaran perbaikan itu dapat memperkaya proses belajar mengajar melalui metode pengajaran yang bervariasi. siswa belajar memecahkan suatu permasalahan. 6. 4. Sehubungan dengan masalah ini maka perlu sekiranya guru memahami prinsip-prinsip permasalahan yang menyangkut : a.4. maksudnya secara lagsung atau tidak langsung pengajaran perbaikan dapat memperbaiki atau menyembuhkan kondisi pribadi yang menyimpang. kemudian dikembangkan melalui berbagai usaha. Cara belajar siswa Pada dasarnya siswa belajar dengan cara-cara sebagai berikut : 1.

dimana pinsip ini akan membantu siswa lebih dari sekali kesempatan untuk menerima dan menstruktur pesan yang disampaikan oleh guru. sesuatu yang paling penting dalam kegiatan belajar dan untuk mempertahankan perhatian diperlukan adanya motivasi sehingga kegiatan belajar berlangsung dan berhasil baik. maka siswa harus dilibatkan ke dalam bahan yang dipelajari. makin menarik sesuatu hal untuk dipelajari. Oleh karena itu. itulah prinsip pedagogik dewasa ini. Karena itu.Belajar melalui peniruan. Kondisi belajar 1. Dalam kegiatan belajar mengajar. berati siswa berpartisipasi secara aktif (learn be doing). b. 7. Komunikasi Semakin mudah komunikatif. Kondisi Umum a) Stimulasi belajar Pesan yang diterima oleh siswa berupa stimulus yang berbentuk visual. verbal. bila suatu kegiatan dapat memuaskan suatu kebutuhan. maka ada kecenderungan untuk mengulanginya. bahan yang disajikan harus benar-benar diinformasikan dan dapat diterima oleh siswa dengan baik dengan cara prinsip pengulangan. e) Pemakaian dan pemindahan Salah satu prinsip pemakaian kembali informasi yang telah dipelajari adalah mind (jiwa) harus membuat suatu alamat terhadap stimulus yang tersedia pada saat dibutuhkan. proses internal. Pelibatan ini meliputi perhatian. Siswa harus menerima umpan balik secara langsung derajat sukses pelaksanaan tugas. maka tujuan harus dirumuskan ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. b) Perhatian dan Motivasi Siswa harus memperhatikan stimulus belajar yang mengandung pesan dan harus mereka terima untuk berlangsungnya kegiatan belajar. c) Respons yang dipelajari Oleh karena belajar itu proses aktif. dsb. d) Penguatan dan umpan balik Secara teori. dan tindakan yang nyata. auditif. f) Kemampuan belajar . taktil. agar hasil belajar dapat dinilai.

Kondisi belajar konsep Konsep atau pengertian yaitu serangkaian perangsang dengan sifat-sifat yang sama. Keterampilan dasar diberikan.2. d. Ditujukan demonstrasi dari yang mampu. istilah. pernyataan sifat. Kondisi Khusus a. Verbalisasi. definisi. Siswa perlu diberikan penjelasan tentang apa yang harus dipelajari. Prinsip merupakan sarana penting untuk merumuskan pemecahan masalah. Kondisi belajar keterampilan Keterampilan dibedakan menjadi dua. e. Belajar keterampilan memerlukan latihan dalam mengkoordinasikan gerak motorik dengan kegiatan mental yang kompleks. yaitu intelektual dan psikomotor. deskripsi. Mempelajari konsep mempunyai tiga dimensi. c. b. Kondisi khusus belajar keterampilan . hasil yang diharapkan. Pemberian nama untuk konsep tersebut. manfaat materi pelajaran baginya. atau definisi. Kondisi belajar sikap . Belajar prinsip sama dengan belajar konsep. dll. Untuk meningkatkan perbaikan perlu evaluasi kegiatan secara cepat. Informasi yang dipelajari sering disebut fakta pengetahuan atau isi yang biasa dipelajari dengan cara menghafalkan karena akan menghemat waktu bila sering digunakan. Kondisi belajar informasi Yang termasuk belajar informasi adalah belajar lambing. Kondisi belajar prinsip Prinsip yaitu pola antar-hubungan fungsional antara konsep-konsep. yaitu : Pengembangan secara internal pola mental yang memberikannya perasaan dan kemampuan untuk menggunakannya. persamaan. yaitu : Tujuan dan nilai dijelaskan. kata-kata.

c. Strategi Pengajaran Strategi pengajaran berhubungan dengan pemilihan kegiatan belajar mengajar yang paling efektif dalam memberikan pengalaman belajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan pengajaran yang ingin dicapai. Menghargai siswa. melatih cara mereka berpikir. administrasi teknik. Mengontrol disiplin siswa. seperti : y y y y y y Memberi kebebasan kepada siswa dalam menyelesaikan tugasnya. guru perlu mengusahakan iklim yang menunjang efektifitas belajar. Secara umum pemilihan strategi pengajaran dipengaruhi oleh : y y y Penerimaan pengetahuan Aplikasi pengetahuan Tujuan yang bersifat perubahan sikap (perasaan) d. jika siswa menjauhi sekolah mempunyai pengalaman negatif terhadap pelajaran dan sebaliknya. guru tidak lagi berperan sebagai pusat kegiatan/perhatian. Mengusahakan suasana belajar yang hangat. Maka yang penting bagi guru adalah bagaimana membawa siswa memperoleh pengertian sesuai dengan pribadinya. yaitu : . dan mengambil keputusan sendiri. Hubungan Guru-Siswa Hubungan guru-siswa dalam proses belajar mengajar yang diharapkan adalah hubungan yang manusiawi. Umtuk itu. dimensi pengelolaan. Oleh karena itu. Dengan kata lain. ganjaran. dan sebagainya. menyiapkan masa depan mereka. Bidang studi Pengetahuan tentang psikologi bidang studi perlu diketahui bagi guru maupun konselor. Pengelolaan kelas meliputi pengaturan tingkah laku antara ruang sehingga tercipta kemudahan-kemudahan dalam belajar. strategi pengajaran adalah kegiatan yang dipilih guru dalam proses belajar mengajar yang dapat memberi kemudahan kepada siswa untuk tercapainya tujuan pembelajaran. e.Berbagai bentuk penguasaan sikap yaitu pengenalan perhatian. membantu mereka bagaimana memahami orang lain. f. Masalah pengelolaan kelas ini berkenaan dengan masalah kondisi dan situasi. Mengenai tujuan pendidikan yang penting menurut aliran humanistic adalah menyadarkan kemampuan anak sendiri. Memberikan tugas-tugas yang menantang. Menilai keberhasilan. Atas dasar inilah. Pengelolaan kelas Pengelolaan kelas menunjukkan kepada berbagai jenis kegiatan yang sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mempertahankan/menciptakan kondisi yang optimal bagi tercapainya proses belajar mengajar. melainkan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan kemampuannya. dan kedisiplinan siswa.

Oleh karena itu. Pendekatan dan Metode dalam Pengajaran Remedial a. Pengetahuan alam yang terutama adalah memberikan pengetahuan tentang isi alam semesta. 5. dan alat bicara. selain tata bahasa kesalahan membaca. Bahasa Efektivitas dalam bidang studi banyak tergantung dari penguasaan bahasa. salah ejaan. b. kalau ternyata yang mengalami kesulitan terbatas. Pengayaan/pengukuhan . Pendekatan yang bersifat kuratif Pendekatan ini diadakan mengingat kenyataannya ada seseorang/sejumlah siswa yang tidak mampu menyelesaikan program belajar secara sempurna sesuai dengan kriteria keberhasilan dalam proses belajar mengajar. usaha guru harus direncanakan secara matangdan dilakukan dengan kematangan. dan mengapa demikian. Hambatan itu misalnya salah ucap. Faktor-faktor psikis yang mempengaruhi perkembangan dan kemampuan bahasa yaitu lingkungan anak. guru diharapkan dapat melihat hambatan bahasa baik jasmani maupun psikis. c. kalau ternyata sejumlah siswa dalam bidang studi tertentu mempunyai kesulitan yang sama.a. 2) Kelompok. menyatakan bahwa remedial teaching berhitung dapat diartikan penyusunan kembali pengalaman yang telah diperoleh terlebih dahulu. intelegensi. Sedangkan pengetahuan sosial menggunakan penemuan-penemuan dalam pengetahuan alam tentang apa yang berguna dan baik bagi kesejahteraan manusia. Oleh karena itu. Untuk mencapai sasaran pencapaian dapat menggunakan berbagai pendekatan sbb: Pengulangan Pelaksanaannya dapat secara : 1) Individual. Dalam remedial teaching. Berhitung/matematika Beberapa ahli seperti Brownwell. Pengetahuan alam/pengetahuan sosial Pengamatan dan pengalaman adalah dasar dari mendapatkan pengertian dalam bidang pengetahuan alam dan sosial. Kuechner. emosi. dan Rein berdasarkan pengalamannya. bagaimana aktivitas kerjanya. bahasa dapat diartikan sebagai bantuan pengajaran untuk membetulkan kesalahan yang sudah terjadi dan harus didahului dengan menghilangkan hambatannya.

Sasaran pokok dari pendekatan ini adalah agar siswa dapat mengatasi hambatanhambatan yang mungkin dialami selama proses belajar mengajar berlangsung. d. diperlukan peranan bimbingan dan penyuluhan agar tujuan pengajaran yang telah dirumuskan berhasil. c. b. Pendekatan yang bersifat pengembangan Pendekatan ini merupakan upaya yang dilakukan guru selama proses belajar mengajar berlangsung.kalau memang siswa tersebut menunjukkan keunggulan yang menyeluruh dari semua bidang studi yang ditempuhnya dengan luar biasa. 2) Maju berkelanjutan bila siswa tersebut hanya unggul di beberapa bidang studi. Oleh karena itu. Pendekatan yang bersifat preventif Pendekatan ini ditujukan kepada siswa tertentu yang berdasarkan informasi diprediksikan akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu program studi tertentu yang akan ditempuhnya. sasaran pokok dari pendekatan preventif ini adalah berusaha semaksimal mungkin agar hambatan-hambatan yang diprediksi itu dapat direduksi seminimal mungkin sehingga siswa yang bersangkutan diharapkan dapat mencapai prestasi dan kemampuan penyesuaian sesuai dengan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. maka ada tiga kemungkinan teknik layanan pengajaran yang bersifat remedial. Percepatan (akselerasi) Layanan ini ditujukan kepada siswa yang berbakat tetapi menunjukkan kesulitan psikososial (ego emosional) dengan jalan mengadakan akselerasi atau promosi yang lebih tinggi kepada program PBM utama berikutnya. Metode dalam remedial teaching Metode yang digunakan dalam pengajaran perbaikan yaitu metode yang dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar mulai dari tingkat identifikasi kasus sampai dengan tindak lanjut.Layanan ini dikenakan pada siswa yang kelemahannya ringan dan secara akademik mungkin termasuk berbakat dengan cara pemberian tugas yang dapat dikerjakan di rumah ataupun di kelas. Ada dua kemungkinan pelaksanaannya. Atas dasar inilah. dan layanan pengajaran dilengkapi kelas khusus. Pendekatan preventif bertolak dari hasil pre-test atau evaluasi reflektif. Oleh karena itu. layanan pengajaran secara individual. yaitu : 1) Tanya jawab . yaitu layanan pengajaran kelompok yang diorganisasikan secara homogen. Metode yang dapat digunakan . yaitu : 1) Promosi penuh status akademinya ke tingkat yang lebih tinggi sebatas kemungkinannya.

dan sebagainya. Hasil yang diharapkan dalam metode ini di samping adanya perubahan prestasi belajar juga perubahan dalam pemahaman diri siswa. 2) Diskusi Metode ini digunakan dengan memanfaatkan interaksi antar-individu dalam kelompok untuk memperbaiki kesulitan belajar yang dialami oleh sekelompok siswa. dan dapat memperbaiki cara-cara belajar yang pernah dialami. Tutor berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok sebagai pengganti guru. siswa diharapkan dapat lebih memahami dirinya. karena hubungan antara teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru-siswa. Dengan metode ini. artinya mempunyai sifat penyembuhan dengan cara memperbaiki cara-cara belajar siswa. dan cukup disenangi oleh teman-temannya. Pemilihan tutor ini berdasarkan prestasi. Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan yaitu memungkinkan terbinanya hubungan baik antara guru dan siswa.Metode ini digunakan dalam rangka pengenalan kasus untuk mengetahui jenis dan sifat kesulitan siswa. hubungan sosial yang baik. Pendekatan dengan metode ini bersifat teraputik. Yang terpenting adalah interaksi di antara anggota kelompok dengan harapan terjadi perbaikan pada diri siswa yang mengalami kesulitan belajar. dapat memperdalam materi yang telah dipelajari. 6. meningkatkan motivasi belajar siswa. 5) Tutor Tutor adalah siswa sebaya yang ditugaskan untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar. menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Prosedur Pelaksanaan Remedial Teaching Remedial teaching yang merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar dapat dilaksanakan melalui prosedur sebagaimana berikut : 1) Meneliti kasus dengan permasalahannya sebagai titik tolak kegiatan-kegiatan berikutnya. 3) Tugas Metode ini dapat digunakan dalam rangka mengenal kasus dan pemberian bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Tujuan penelitian kembali kasus ini adalah agar memperoleh gambaran yang jelas mengenai . 4) Kerja kelompok Metode ini hampir bersamaan dengan pemberian tugas dan diskusi. 6) Pengajaran individual adalah interaksi antara guru-siswa secara individual dalam proses belajar mengajar.

fasilitas. yaitu : a) Faktor efektivitas. harus diberikan layanan konseling terlebih dahulu untuk mengatasi hambatan-hambatan emosional yang mempengaruhi cara belajarnya. serta cara dan kemungkinan pemecahannya. tindakan yang ditentukan adalah memberikan remedial teaching kepada siswa tersebut. Setelah karakteristik ditentukan. Untuk itu. b) Faktor efisiensi. maka pada tahap kedua ini adalah membuat keputusan tentang cara mana yang harus dipilih. dan kesempatan yang tersedia. Sasaran pokok pada langkah ini adalah peningkatan prestasi maupun kemampuan menyesuaikan diri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. yaitu sedikitnya tenaga. Bentuk konseling di sini bisa berupa pdikoterapi yang dilakukan oleh psikolog. akan dapat ditentukan siswa-siswa yang perlu mendapatkan remedial teaching. dan waktu yang dipergunakan. 6) Melakukan re-evaluasi dan re-diagnostik. Dengan diselesaikannya pelaksanaan remedial teaching. maka tindakan pemecahannya harus dipikirkan. Berdasarkan karakteristik kasus tersebut. b) Kalau kasusnya tergolong cukup dan berat. Tetapi ada kalanya kasus ini dapat dilakukan oleh guru sendiri. 4) Langkah pelaksanaan remedial teaching. Dalam langkah ini. namun hasilnya dapat seoptimal mungkin. 3) Pemberian layanan khusus yaitu bimbingan dan konseling. maka selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap perubahan yang terjadi dalam diri siswa yang bersangkutan dengan alat tes sumatif. . dilakukan usaha-usaha untuk menentukan karakteristik kasus yang ditangani tersebut. maka sebelum diberikan remedial teaching. c) Faktor kesusilaan dengan jenis masalah. beberapa pertimbangan yang dapat dipakai dalam mengambil keputusan. 5) Melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar siswa. sifat individu. sehingga kemudian siap menghadapi kegiatan belajar secara wajar. biaya. Tujuan dari layanan khusus bimbingan konseling ini adalah mengusahakan agar siswa yang terbatas dari hambatan mental emosional (ketegangan batin). yaitu sebagai berikut : a) Kalau kasusnya ringan. yaitu ketepatan tercapainya tujuan remedial teaching. Berdasarkan penelitian kasus.kasus tersebut. 2) Menentukan tindakan yang harus dilakukan.

setelah kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar (kuratif). meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya (fungsi pemahaman). Perbedaan kegiatan remedial dari pembelajaran biasa terletak pada pendekatan yang digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru (fungsi korektif). Sedangkan pembelajaran biasa menerapkan pendekatan klasikal. 3. b) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi. diserahkan kepada pembimbing untuk diadakan pengayaan. yaitu sebagai berikut : a) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang diharapkan. c) Bagi kasus yang belum berhasil. mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran (fungsi akselerasi). 4. Memahami Kegiatan Remedial dan Perbaikan untuk Perbaikan Pembelajaran Kegiatan remedial adalah kegiatan yang ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa (fungsi penyesuaian). Sesuai dengan pengertiannya.Hasil pengukuran yang dilakukan pada langkah ke lima kemudian ditafsirkan dengan membandingkan dengan kriteria proses belajar mengajar yang sesungguhnya. 2. Kegiatan remedial direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan individu atau kelompok siswa. baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaannya. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran. fungsi kegiatan remedial adalah: 1. namun belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Kegiatan remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang diduga akan mengalami kesulitan (preventif). tujuan kegiatan remedial ialah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang berlaku. dan 5. Adapun hasil penafsiran itu dapat terjadi tiga kemungkinan. atau selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran biasa (pengembangan). . Sebagai tindak lanjut dari langkah remedial teaching ada tiga kemungkinan : a) Bagi kasus yang berhasil. membantu mengatasi kesulitan siswa dalam aspek sosial-pribadi (fungsi terapeutik). b) Bagi kasus yang belum berhasil sepenuhnya. maka selanjutnya diteruskan ke program berikutnya. perlu didiagnosis lagi untuk mengetahui letak kelemahan remedial teaching untuk selanjutnya diadakan ulangan dengan alternatif yang sama. c) Kasus belum menunjukkan perubahan yang berarti dalam hal prestasi.

Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial adalah: 1. menemukan penyebab kesulitan. dan menilai kegiatan remedial. 2. menyusun rencana kegiatan remedial. analisis hasil diagnosis kesulitan belajar. 4.Dalam melaksanakan kegiatan remedial guru dapat menerapkan berbagai metode dan media sesuai dengan kesulitan yang dihadapi dan tingkat kemampuan siswa serta menekankan pada segi kekuatan yang dimiliki siswa. . 5. 3. melaksanakan kegiatan remedial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful