BAB I PENDAHULUAN

1.1.

DEFINISI

Meralgia paraesthetica (MP), atau juga dikenal sebagai jebakan nervus cutaneus femoris lateralis (NFCL), adalah suatu kondisi yang ditandai dengan nyeri, mati rasa, rasa terbakar, dan rasa geli pada bagian anterior dan lateral paha, antara ligamentum ingunale dan lutut. Pada tahun 1878, Bernhardt pertama kali menggambarkan gejala yang berkaitan dengan meralgia paraesthetica. Tahun 1885, Hagar menjelaskan bahwa kompresi nervus cutaneus femoris lateralis adalah sumber gejala kompleks ini. Satu decade berikutnya, Roth menciptakan istilah meralgia paraesthetica dari bahasa Yunani yang terdiri dari empat kata, yang bila digabungkan bersama-sama menyatakan "rasa nyeri pada paha yang disertai dengan anomali persepsi".1,2 Mononeuropati dari nervus cutaneus femoris lateralis , meralgia paresthetica umumnya disebabkan karena jebakan fokal saraf ini saat melewati ligamentum inguinal. Jebakan ini jarang terjadi karena etiologi lain seperti trauma langsung, cedera regangan, atau iskemia. Fungsi NFCL dapat terganggu oleh penekukan berlebihan atau kompresi struktur anatomi sekitarnya terutama masa kehamilan atau kondisi lain yang menyebabkan lordosis lumbal yang berlebihan.3 Anamnesis dan pemeriksaan klinis biasanya cukup untuk membuat diagnosis. Namun, diagnosis dapat dipastikan dengan studi konduksi saraf. Nevus cutaneus femoralis lateralis bertanggung jawab untuk sensasi anterolateral paha. Saraf ini merupakan saraf sensorik murni dan tidak memiliki komponen motorik.4

Meralgia Parestetica | 1

Jenis Kelamin Menurut Ratliff et al.35% mengalami rasa tidak nyaman pada tungkai. Ras Tidak diketahui apakah terdapat predileksi ras tertentu.3 per 10. EPIDEMIOLOGI Prevalensi meralgia paraesthetica diperkirakan 3 4. insidensi terbanyak pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan dengan rasio 2. Meralgia Parestetica | 2 . 5.1.6 menurut Luzzio C et al . 20 % dikatakan memiliki gejala bilateral. keterlibatan sisi kanan 36 % dan kiri 38 % sedangkan 22% kasus menunjukkan gejala terjadi bilateral.2.000 penduduk. walaupun dilaporkan kejadan meralgia paresthetica dapat terjadi pada semua kelompok umur.8 : 1 Umur Terbanyak pada usia pertengahan.7 Sedangkan menurut Ratliff et al. Meralgia paraesthetica umumnya unilateral akan tetapi dapat juga bilateral bahkan mencapai hampir 50% kasus. dan dilaporkan mencapai 7 .

Dilihat dari atas.1. Cabang anterior menjadi lebih dangkal lebih kurang 10 cm distal ligamentum inguinalis. divisi dorsal kedua dan ketiga saraf lumbalis. iliacus. menuju spina iliaca anterior superior (SIAS). Saraf ini kemudian lewat di bawah ligamentum inguinal dan menyilang m. Gambar 1. Meralgia Parestetica | 3 . Perjalanan nervus cutaneus femoris lateralis Gambar 2. Di sini kemudian terbagi menjadi cabang anterior dan posterior. dan melintas miring m. dan terbagi menjadi cabang-cabang yang didistribusikan ke kulit anterior dan lateral paha. Muncul dari batas lateral m.sartorius menuju paha. ANATOMI Nervus cutaneus femoris lateralis adalah saraf yang berasal dari pleksus lumbalis.BAB II ETIOLOGI DAN PATOGENESIS 2.psoas mayor di sekitar bagian tengahnya. Nervus cutaneus femoris lateralis dan struktur lain yang melintas di antara ligamentum inguinal kiri dengan ilium.

dan subdivisi yang berjalan ke belakang melintasi permukaan lateral dan posterior paha. Perjalanan normal nervus cutaneus femoris lateralis B. NCFL melintas di lateral Spina Iliaca Anterior Superior ( seperti duduk mengangkang di pelana kuda) Meralgia Parestetica | 4 . menginervasi kulit setinggi trokanter mayor sampai paha bagian tengah.9 Gambar 5. cutaneus femoris lateralis A. Pleksus Lumbalis Gambar 4. Keseluruhan serabut saraf aferen dan membawa sensasi kulit paha bagian antero-lateral. Distribusi Sensorik Nervus Cutaneus Femoris Lateralis Cabang posterior menembus fascia lata.sampai lutut. NCFL melintas melalui belahan ligamentum inguinalis C. Gambar 3 . membentuk pleksus peripatellar. Filamen terminal saraf ini sering berhubungan dengan cabang-cabang cutaneus anterior nervus femoralis dan dengan cabang infrapatellar nervus saphenus. Variasi Anatomi n. 8 Beberapa variasi anatomi penting untuk diketahui sebagai pertimbangan untuk melakukan tindakan bedah pada rongga pelvis untuk mengurangi resiko terjadinya MP.

Saraf yang melintas pada lintasan superficial ketika memasuki kompartemen paha membuatnya cenderung mudah mendapat trauma akibat kompresi pada tulang di bawahnya. sedangkan fleksi dapat mengurangi kekuatan tersebut. Di samping kolumna spinalis 2. yang dapat mempengaruhi gejala yang terjadi. ekstensi pangkal paha dapat meningkatkan angulasi dan regangan saraf. Sewaktu nervus keluar dari pelvis Tempat ketiga ini adalah yang paling sering terjadi dimana jebakan saraf mungkin melibatkan m.8.sartorius atau mungkin disebabkan kompresi superficial sederhana dekat crista iliaca dan SIAS oleh pakaian yang ketat atau trauma. Kompresi nervus cutaneus femoris lateralis oleh ligamentum inguinale Penekukan nervus cutaneus femorius lateralis melintasi crista iliaca terjadi akibat tenaga kompresi dengan reposisi postural. Sebagai contoh. Gambar 6. Sebuah pendapat mengatakan bahwa ikatan fibrosa dalam fascia menyebabkan gangguan daya regang nervus cutaneus femoris lateralis.2.2. Meralgia Parestetica | 5 . PATOGENESIS7. Dalam cavum abdomen dimana nervus melintas sepanjang pelvis 3. 10 Gerakan pinggul dengan perubahan angulasi dan regangan saraf.9 Jebakan nervus cutaneus femoris lateralis dapat terjadi pada 3 tempat potensial 1.

pembebatan  Ikat pinggang tukang kayu. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan jaringan di bawah ujung lateral ligamentum inguinale atau fascia lata berproliferasi dan menjerat serabut-serabut nervus cutaneus femoris lateralis. Iatrogenik perlukaan pada NCFL dilaporkan setelah menjalani prosedur operasi  Pencangkokan tulang crista iliaca  Osteotomi pelvis  Operasi shelf pada insufisiensi acetabulum  Diseksi nodus limfatikus inguinal  Appendektomi  Histerektomi total abdominal. Kompresi mekanik kronik dan subakut atau peregangan pada ligamentum inguinale  Pakaian ketat pinggang  Penahan.  Fraktur pelvis  Peninggian pelvis sesisi karena pemendekan salah satu tungkai. Mekanikal retroperitoneal subakut proses ini dapat menyebabkan pleksopati  Invasi tumor  Hemoragik  Abses Obstetri dan ginekologi  Endometriosis nyeri MP berulang dan berkurang saat menstruasi  Kompresi fetus selama trimester kedua dan ketiga. Proses-proses dibawah ini dapat menyebabkan meralgia paresthetica dan proses patologis yang membangkitkan gejala berkaitan dengan lesi pada tempat tertentu sepanjang nervus. duduk bersila terlalu lama.Beberapa proses dapat menimbulkan gangguan pada nervus cutaneus femoris lateralis sepanjang perjalanannya yang menyebabkan gangguan sensorik yang dirasakan pada distribusi kutaneusnya. polisi  Ikat pinggang pembawa bendera  Kegemukan (Obesitas) y y y y Meralgia Parestetica | 6 . y Trauma  Kompresi akut pada NCFL pada ligamentum inguinalis dari tekanan sabuk pengaman pada kecepatan tinggi saat kecelakaan kendaraan bermotor.

kelemahan atau perubahan denervasi pada pemeriksaan EMG jarum. Meralgia Parestetica | 7 . dimana terjadi neuropati fokal atau difus. Laminektomi dekompresi secara signifikan mengurangi area hipo-aestesi pada paha. 13 memiliki gejala meralgia paraesthetica.11 Radikulopati multipel (patologi pada akar saraf). kelompok otot termasuk muskulus paraspinal yang diinervasi akar saraf L2-L3. Diabetes mellitus termasuk salah satu penyebabnya.  Faktor etiologi yang bersifat infeksi juga pernah disebut sehingga dianggap sebagai manifestasi neuritis sensorik mutlak. termasuk :  Penampungan untuk pengobatan intratekal yang diletakkan pada abdomen kuadran kanan bawah  Ascites  Kompresi radiks L2-L3 Menurut Jiang dkk.y y y y Penyebab mekanik lainnya. Idiopatik Beberapa proses sistemik sering merusak nervus perifer termasuk nervus cutaneus femoris lateralis. penyembuhan yang baik ditemukan 7 dari 11 kasus. Gangguan metabolik dan reaksi imunologi  Diabetes  Plexitis Kondisi infeksi : termasuk herpes zoster. dari 232 pasien yang terbukti dengan stenosis spinalis lumbal.

seperti kecelakaan kendaraan bermotor. Kadang-kadang nyeri di daerah selangkangan atau nyeri menyebar ke pantat.1. Kepekaan yang berlebihan terhadap panas ( air hangat dari pancuran terasa seperti tebakar) Perubahan postur atau duduk atau berdiri yang lama dapat menimbulkan gejala fluktuatif. riwayat operasi di daerah pelvis. Dirasakan tanpa dipicu oleh suatu stimulasi fisik pada kulit.BAB III DIAGNOSIS Pasien dengan meralgia paresthetica dapat idiopatik atau disebabkan oleh luka mekanik di dekat ligamentum inguinalis biasanya menggambarkan parestesia atau disesthesia pada daerah yang mendapat inervasi nervus cutaneus femoris lateralis. Distribusi paraesthetica abnormalitas sensorik pada meralgia Meralgia Parestetica | 8 . kehamilan. y y ANAMNESIS Nyeri pada sisi luar paha. 3. Sensasi seperti terbakar. Terkadang dirasakan seperti sengatan lebah. Biasanya lebih sensitif terhadap sentuhan ringan daripada tekanan kuat. biasanya konstan. kesemutan. y y y y y Gambar 7. kadang-kadang memanjang hingga ke sisi luar lutut. Gejala yang tampak dapat berkaitan dengan berhubungan dengan beberapa factor resiko. kegemukan dan lain-lain. atau mati rasa (kebas) di wilayah yang sama.

2. Dengan test pinprick dapat ditemukan penurunan apresiasi.3. kadang kadang hiperestesi. y Pemeriksaan menunjukkan mati rasa pada paha anterolateral di semua atau bagian dari daerah yang terlibat dengan parestesi. y y y Ketukan di atas dan aspek lateral ligamentum inguinalis atau memperpanjang paha posterior (merentangkan saraf) dapat mereproduksi atau memperburuk parestesi. Pemeriksaan abdomen dan panggul mungkin diperlukan untuk mengecualikan masalah di daerah tersebut. Palpasi dalam tepat di bawah SIAS (pengujian kompresi panggul) mereproduksi gejala. Kekuatan motorik tungkai yang terlibat harus normal. bersamaan dengan munculnya reaksi hiperpatia pada perabaan 11 Gambar 8. tidak ada atrofi otot ataupun perubahan refleks. Metode pengukuran area yang mengalami hipoaestesi pada paha lateral dengan menggunakan tusukan jarum (pin-prick) dan sebuah film transparan.12 Meralgia Parestetica | 9 . PEMERIKSAAN FISIK Penguji akan memeriksa setiap perbedaan sensasi antara kaki yang terkena dan kaki yang lain.

1. Elektrode aktif diletakkan 17 20 cm distal SIAS.cutaneus femoris lateralis Meralgia Parestetica | 10 .3. dengan electrode reference 3 cm lebih distal. Evaluasi dengan studi konduksi saraf dan pemeriksaan jarum diperlukan jika tidak ada faktor resiko diidentifikasi.3. Elektrode permukaan diletakkan sepanjang garis yang menghubungkan SIAS dengan batas lateral patella. dan atau di bawah ligamentum inguinal di atas origo musculus Sartorius. Prosedur Stimulasi13 Penyetelan Stimulasi.3. jika lesi massa di ruang retroperitoneal dicurigai. Gambar 9. Stimulasi pada n. PEMERIKSAAN PENUNJANG 3. (S2) Ground. Diletakkan antara stimulasi dan electrode perekam. Pemeriksaan Elektrofisiologis Elektromiografi (EMG) studi konduksi saraf mungkin diperlukan. Perekaman. atau ada nyeri punggung. Stimulasi permukaan antidromik diberikan di atas ligamentum inguinal (S1) 1 cm medial spina iliaca anterior superior (SIAS).

2-2.o ) m = 33 Latency (ms) * Above ligament Below ligament 2.2) [17 . LATERAL FEMORAL CUTANEUS NERVE : MA / LIVESON DATA ( n = 40 s = 20 ( 25 .3.8 ± 0.3-3. y Pemeriksaan CT-Scan atau MRI untuk mengecualikan menyebabkan jaringan lunak seperti tumor.8 (4-11) * Latency to initial point of negative deflection Peak to peak amplitude 3. TABLE 1. Meralgia Parestetica | 11 . Subjek dibiarkan menyesuaikan diri dengan suhu ruangan yang berkisar 23 sampai 260C. Jenis kelamin tidak signifikan.2.5 ± 0. Signifikansi usia tidak diuji.2 (2.0 ±1.44 y.0 ±1.20 cm] 2. PEMERIKSAAN RADIOLOGI y X-Foto mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kelainan tulang yang mungkin memberikan tekanan pada saraf.18 cm] Amplitudo (µV) 6.5 (3-10) 7.8) [14 .4 (2.Penilaian Data Ma dan Liveson (Tabel 1).

Parameter untuk dilakukan pembedahan antara lain Tinel Sign positif. modalitas lain yang direkomendasikan termasuk transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS). ikat pinggang yang lebar. Pengurangan berat badan dan latihan memperkuat otot-otot perut. Pengurangan aktivitas fisik wajib dilakukan dalam hubungannya dengan tingkat rasa sakit. EMG abnormal dan pembebasan segera gejala-gejala yang mengiringi blok NCFL. Terapi fisikal direkomendasikan sebagai tambahan untuk terapi dengan analgetik untuk mengontrol nyeri pada pasien dengan MP. pengobatan terbaik adalah menghilangkan penyebab kompresi dengan memodifikasi perilaku pasien.1. aplikasi termal. Tehnik jaringan lunak ( seperti : terapi trigger point ) juga menguntungkan untuk mengurangi nyeri dan penekanan pangkal paha dan otot-otot paha. Istirahat mutlak diperlukan untuk tingkat rasa sakit akut. Sebagai tambahan fisioterapis menginstruksikan pasien untuk mengikuti program fitness yang membantu mengurangi berat badan maupun biomekanik dan reedukasi postural. Dalam kebanyakan kasus. Pasien harus menghindari pakaian ketat terutama di daerah pinggul depan atas. dan analgetik. Sebagai tambahan pemanasan lembab. 4. Modalitas ini digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan memampukan pasien melakukan latihan peregangan dengan lebih santai. FISIOTERAPI Pada meralgia paraesthetica dapat dilakukan terapi konservatif. dan beberapa pasien melaporkan disestesi yang Meralgia Parestetica | 12 . 4. hasilnya masih kurang memuaskan.BAB IV PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan akan bervariasi tergantung berat ringannya gejala yang ditunjukkan. Meskipun tindakan bedah transeksi NCFL ditujukan sebagai terapi.2. dikombinasi dengan perawatan medis untuk menghilangkan peradangan dan rasa nyeri. atau penyangga yang memberikan tekanan fokal berlebihan pada ligamentum inguinale. INTERVENSI BEDAH Pasien yang gagal dalam penatalaksanaan konservatif dirujuk ke ahli bedah untuk menjalani pembedahan dekompresi NCFL. seperti fisioterapi. pengurangan berat badan untuk mengurangi lingkar perut.

Selain itu dapat diberikan TCA atau antikonvulsan yang dimulai dari dosis rendah dan dititrasi naik sampai gejala mereda atau sebaliknya muncul efek samping.3. Meralgia Parestetica | 13 . Pada kasus yang parah dapat dilakukan blok saraf lokal pada ligamentum inguinal dengan suntikan kombinasi obat bius lokal (lidokain. NCFL ditranseksi parsial B. Penambahan narkotik untuk membunuh rasa sakit mungkin diperlukan pada tingkat rasa sakit berat yang menyebabkan pasien terkadang sulit tidur. Durante operasi menunjukkan A. neurolisis dan reseksi NCFL.9 A B Gambar 10. Tindakan bedah tidak selalu berhasil penuh dan dapat kambuh kembali rata-rata 15 -20%. Obat ini sebaiknya dihentikan jika gejala tidak mereda dengan jumlah maksimal. TERAPI MEDIKAMENTOSA1.2. bupivacain) dan kortikosteroid. Kesalahan yang sering terjadi adalah menghentikan pengobatan sebelum level serum mencapai rentang terapi. Biasanya diberikan 7-10 hari. Hindari penggunaan OAINS dan narkotik jangka panjang jika memungkinkan.semakin berat.3.13 Obat anti inflamasi non steroid (OAINS) akan mengurangi rasa nyeri. di bawah ujung lateral ligamentum inguinale atau di tempat serabut-serabut nervus cutaneus femoris lateralis keluar dari fascia lata atau di kawasan disestesia / parestesia / hipestesia sendiri dapat menyembuhkan walaupun hanya meredakan gejala untuk sementara. Suntikan dilakukan 1 jari ke arah medial SIAS. 4.

Tempat Penyuntikan pada meralgia paraesthetica 4. Sinyal radiofrekuensi telah banyak digunakan untuk menekan transmisi nyeri. dapat diberikan pulsed radiofrequency. neurodestruksi berat dan efek deafferensiasi.Gambar 11. Pasien yang mengalami nyeri yang berkepanjangan dan membandel dengan terapi konservatif dan blok saraf multipel dengan steroid local.4. Penggunaan konvensional prosedur ini melibatkan aplikasi kontinyu temperature tinggi. TERAPI LAIN Perbaikan gejala mungkin dapat terjadi dengan melakukan koreksi ketidaksesuaian panjang tungkai. 14 Meralgia Parestetica | 14 . yang dihubungkan dengan degenerasi Wallerian. Dapat dilakukan dengan menambah bantalan sepatu atau modifikasi lainnya untuk mengoreksi ketidaksesuaian sehingga hiperekstensi paha dapat diminimalkan pada sisi yang terpengaruh.

dan dalam keadan berat. Bendera merah membantu untuk mengenali situasi ini apakah gejala memburuk secara progresif. meralgia paresthetica dapat sembuh sendiri. nyeri yang dalam. tergantung pada keparahan kerusakan saraf. PROGNOSIS Prognosis tergantung pada etiologi gangguan NCFL. Instruksikan pasien untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan trauma pada NCFL. tidak ada gangguan sensoris pada pemeriksaan neurologi. tetapi dapat kambuh kembali sekitar 15-20% kasus. Meralgia parestetica ringan yang disebabkan oleh mekanisme trauma external atau ringan terkadang dapat mengalami remisi secara spontan. Bila dilakukan intervensi bedah dengan dekompresi saraf pada kasus yang terseleksi dengan baik . ASPEK MEDIKOLEGAL Praktisi tidak boleh beranggapan bahwa seorang pasien mengalami MP dan segera mengelola dengan pleksopati yang disebabkan invasi tumor.2. Meralgia Parestetica | 15 .BAB V PENUTUP 5. Setiap situasi individu mengarah pada keputusan klinis. pemulihan biasanya memerlukan beberapa minggu ke bulan. pasien belajar untuk mentoleransi gejala dan memodifikasi aktivitas. Tidak semua pasien dengan gejala yang mirip MP memerlukan MRI atau CT Scan pelvis. Pada kebanyakan pasien. dilaporkan memiliki hasil yang cukup baik.16 5. Elektromyografi dapat membantu untuk membedakan MP yang ringan dengan problem lainnya. dan dengan edukasi.15 Apapun penyebabnya. sekaligus untuk mencegah tindakan bedah dan tindakan agresif lainnya.1.

A Practical Guide for Clinicians. Jacques L. 8th ed.Sekul E A. Greenberg DA.com. Dong X.Kraft GH : Unusual Sensory Conduction Studies. 6. Meralgia Paresthetica Following Iliac Crest Bone Graft for Anterior Cervical Disectomy : A Case Report and Review of the Literature Lousiana Kaye AH. Successful Treatment of Meralgia Paresthetica with Pulsed Radiofrequency of Lateral Femoral Cutaneous Nerve. wikipedia. Meralgia Paresthetica Georgia 2009 www.. Simon RP Clinical Neurology Lange 6th Ed. 12 : 881-5 www. Dynamic Chiropractic Vol.com.com Meralgia paraesthetica Aminoff MJ. 2. Dian Rakyat Jakarta 2005 : 253-4 Philip CN.Inc .medscape. 7th Ed. Urumchi. Weiner s Pain Management.com Hanna AS et al. An AAEE Workshop. The Johnson Co.DAFTAR PUSTAKA 1. Wibourn AJ. Lange Medical Books / Mc Graw Hill Companies. Spinal Stenosis with Meralgia Paraesthetica dalam The Journal of Bone and Joint Surgery Vol. 1988 : 272 . 15. 14. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. and Muscle. Peripheral Nerve. Disorders of The Peripheral Nerves in De Jong s The Neurologic Examination 5th Ed.JB Lipincot Comp. . . Kornbluth I. 8. 16. American Academy of Pain Management. 11. Candido KD. 9. 2009 5. Meralgia Paraesthetica 2009 www. Pain Physician Journal 2009 .1992 : 561 Ratliff JK. 1984 : 6-7 Sidharta P.2. Meralgia Paresthetica. in Principles of Neurology. CRC Press Taylor & Francis Group. Madison 2009 Haerer AF .emedicine. Joseph NJ. Tiel RL . Meralgia Parestetica | 16 . Issue 06 Ma DM. 2005 : 223 Bosvell MV. 13. Essesial Neurosurgery 3rd ed. Cole BE . Adam RD. Hao W. 2006 : 469 www.emedicine. Mc Graw-Hill Book Co : New York 2005 : 1170 www. Minnesota. Marone JP. 10.3 Sweis M . 7.emanualmedicine.medscape. Blackwell Publishing 2005 : 241 Xiang J.70-B . Victor M : Disease of Spinal Cord. No. 3.com. 12.medscape. Crystal GJ. 4. 15. Nerve Entrapment Syndromes. Meralgia Paraesthetica.emedicine. Luzzio C.

CM Tgl pemeriksaan DAFTAR MASALAH No. riwayat hipertensi (-).LAPORAN KASUS IDENTITAS Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan No. riwayat trauma (-). Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga sakit seperti ini. Kesan : ekonomi cukup Meralgia Parestetica | 17 . Riwayat sakit telinga (-). 1 2 3 Masalah Aktif Parestesi Paha Kanan Meralgia Paretetica Dextra Tanggal 13 Juni 2011 28 Juni 2011 No. saat panen jagung. Riwayat Penyakit Dahulu : Baru pertama kali sakit seperti ini. Riwayat Sosial Ekonomi : Penderita bekerja sebagai wiraswasta. MI : 58 tahun : Laki-laki : Bangetayu Wetan RT 6 RW 5 Semarang : Wiraswasta : C297594 : 13 Juni 2011 DATA SUBYEKTIF Riwayat Penyakit Sekarang Keluhan Utama : Paha samping kanan tidak terasa Onset : s 10 hari yang lalu sebelum ke Poli Neurologi Kronologis : s 10 hari sebelum datang ke poli Neurologi RSDK. Biaya pengobatan ditanggung oleh pribadi. riwayat DM (-). Masalah Pasif Tanggal : Tn.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful