Cara Hidup Bakteri Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri

Cara Hidup Bakteri Bakteri memerlukan makanan agar dapat tumbuh dan berkembangbiak. Bakteri memperoleh makanan dengan cara yang beraneka ragam. Selain itu, bakteri juga memerlukan energi yang diperoleh dari proses perombakan makanannya. Proses perombakan makanan ada yang memerlukan oksigen dan ada yang tidak memerlukan oksigen. Cara bakteri memperoleh makanan, memperoleh energi, dan kebutuhannya akan oksigen dapat dijadikan dasar pengelompokkan bakteri. Berdasarkan cara memperoleh makanan, bakteri dikelompokkan menjadi : a. Bakteri heterotrof (sebagian besar) Heterotrof berasal dari bahasa Yunani, yaitu hetero artinya yang lain, dan trophos artinya memakan. Jadi heterotrof adalah bakteri yang makanannya berupa senyawa organik yang berasal dari organisme lain. Bakteri heterotrof terbagi menjadi : Bakteri Saprofit Bakteri saprofit adalah bakteri yang memperoleh makannya dari sisa-sisa organisme atau produk organisme lain. Sisa-sisa organisme, misalnya daun yang gugur dan feses hewan, sedangkan produk organisme, misalnya susu dan daging. Sisa organisme atau produk organisme yang mengandung bakteri akan mengalami proses penguraian. Bakteri saprofit merupakan salahsatu jenis organisme pengurai (decomposer) di alam. Contoh bakteri saprofit adalah E. Coli, Lactobacillus bulgaricus, dan beberapa spesies dari Mycrobacterium sp. (bakteri pengurai sampah). Bakteri Parasit Bakteri parasit adalah bakteri yang memperoleh makanan dari inangnya. Inang tempat hidup bakteri parasit dapat berupa tumbuhan, hewan, dan manusia. Bakteri parasit jika menimbulkan penyakit pada inangnya disebut bakteri patogen. Contoh : Mycobacterium tuberculosis, Bacillus anthracis, dan Clostridium tetani. b. Bakteri autrotof Autrotof berasal dari bahasa Yunani, yaitu auto artinya diri, dan trophos artinya memakan. Jadi bakteri autrotof adalah bakteri yang dapat membuat atau mensintesis makanannya sendiri. Bakteri autrotof dikelompokkan menjadi : Bakteri Fotoautrotof Bakteri fotoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi cahaya matahari untuk membuat makanannya. Jadi pigmen bakteri autrotof utama dalah klorofil dan karoten. Contoh : Thiocystis sp. Adalah bakteri yang memperoleh makanannya melalui fotosintesis. Bakteri Kemoautrotof Bakteri kemoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia untuk mensintesis makanannya. Energi kimia diperoleh dari proses oksidasi senyawa anorganik. Contoh :

-

-

-

-

(bakteri nitrit) yang mengoksidasi senyawa ammonia menjadi ion nitrit. telur. dan kobalt untuk pertumbuhannya yang normal. natrium. (bakteri hidrogen) yang mengoksidasi gas hidrogen menjadi air. Jumlah yang dibutuhkan amat kecil dalam ppm (parts per millon=persejuta). Energi tersebut dapat berasal dari cahaya matahari atau karbon. Nitrobacter sp. 2. 6. dan sebagainya. fotoautrotof. daging.- Nitrosomonas sp. Kebutuhan vitamin Beberapa bakteri mampu memnuhi kabutuhan vitaminnya dari senyawa-senyawa lain di dalam medium. bakteri dikelompokkan menjadi bakteri autrotof. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri y Nutrisi Nutrisi untuk bakteri diperlukan untuk pertumbuhan dan fungsinya yang normal. dan Nitrosococcus sp. yaitu : Mengandung semua unsur hara yang diperlukan Memenuhi sema faktor yang diperlukan oleh mikroba. Berdasarkan sumber energi tersebut. sedangkan fosfor diberikan sebagai fosfat yaitu garam-garam fosfat. mangan. magnesium. gelatin. 4. diperlukan suatu substrat yang disebut media. besi. Gallionella sp. Bakteri autrotof adalah bakteri yang memperoleh karbon dai CO2. heterotrof. kentang. Kebutuhan nitrigen untuk bakteri Beberapa tipe bakteri menggunakan senyawa nitrogen anorganik dan yang lain memerlukan nitrogen dalam bentuk senyawa nitrogen organik. dan Sifat Media Bentuk media ditentukan oleh ada tidaknya penambahan pemadat seperti agar. Hydrogenobacter sp. ataupun dari bahan buatan yaitu senyawa kimia organik atau anorganik. (bakteri nitrat) mengoksidasi ion nitrit menjadi ion nitrat. wortel. Syarat media. kalsium. y Media Pertumbuhan Bakteri Untuk menumbuhkan dan mengembangbiakan mikroba. yaitu : Energi Semua bakteri memerlukan anergi untuk hidupnya. 5. Kebutuhan beberapa unsur logam. Media dapat dibuat dari bahan alam seperti toge. susu. . dan kemoautrotof. seperti pH Harus dalam keadaan steri  Bentuk. seng. Kebutuhan air untuk fungsi metabolik dan pertumbuhannya. (bakteri besi) mengoksidasi ion fero menjadi ion feri. sedangkan heterotrof adalah bakteri yang memperoleh karbon dari senyawa karbon organik. Susunan. tembaga. 3. Sehingga diketahui beberapa tipe nutrisi bakteri. Kebutuhan belerang (sulfur) dan fosfor untuk bakteri berasal dari senyawa sulfur organik. 1. kalium.

1. 3. Agar toge untuk pertumbuhan jamur/ragi. 2. Pembagian media berdasrkan sifat. dipergunakan untuk pertumbuhan mikroba yang banyak memerlukan air. NaCl. 5. Media semi sintetis Media yang disusun berdasarkan campuran bahan alami dan bahan sintetis. seleksi. ekstrak daging. merupakan media umum yang dipergunakan untuk pertumbuhan bakteri heterotrof. susu. dan diferensiasi biakan yang didapat. Media pengaya Media pengaya adalah media yang digunakan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada suatu jenis atau kelompok mikroba untuk tumbuh dan berkembangbiak lebih cepat dari jenis atau kelompok lainyya yang sama-sama berada dalam satu bahan. telur. 3. dan aquades. 2. 2. Contoh. dipergunakan untuk bakteri dan ragi. Sususnan media : Air Protein Asam amino Energi Vitamin Dapat berbentuk : Media alami Disusun oleh bahan alami. 2. dan agar wortel untuk pertumbuhan ragi dan beberapa jenis jamur. dan lain-lain. evaluasi. artinya penggunaan zat tertentu yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan. ragi dan jamur. yaitu : Media umum Media umum adalah media yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan satu atau lebih kelompok mikroba secara umum. Media selektif . Setiap media mempunyai sifat (spesifikasi) tersendiri sesuai dengan maksudnya. 1. agar kalsu nutrisi (nutrien agar) untuk bakteri dan agar kentang dekstrosa (PDA). yaitu : Media cair (kaldu cair) Tidak ditambahkan zat pemadat. kentang. 3. 4. 3. Media padat Menggunakan agar. 1. Media sintetik Disusun dari senyawa kimia. Dikenal tiga bentuk media. Sifat media : tujuan lain penggunaan media yaitu untuk isolasi. Contoh : untuk memisahkan Salmonella typhosa dari feses manusia digunakan media pengaya seperti kaldu-selenit atau kaldu tetrationat. Media semi padat atau semi cair Penambahan zat padat 50%. 1. daging. anaerobik atau fakultatif. Kaldu nutrisi untuk pertumbuhan bakteri terdiri dari pepton.

Contoh E. Bakteri anaerob Bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk merombak makanannya menjadi energinya. 2. selain berisi kebutuhan dasar mikroba juga ditambahkan bahan yang akan diuji. Contoh : Nitrosomonas sp. dan Shigella sp. Contoh media SS (Salmonella-Shigella) agar untuk bakteri Salmonella sp. media selektif. Bakteri anaerob dikelompokkan menjadi: Bakteri anaerob obligat Bakteri anaerob obligat (sejati) hanya hidup jika tidak ada oksigen. Mesofil merupakan kelompok bakteri yang tumbuh pada suhu 20o sampai 40oC. bakteri dikelompokkan menjadi : Bakteri aerob Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen untuk merombak makanannya menjadi energi. bakteri dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu : Psikrofil yaitu bakteri yang tumbuh pada suhu 0o sampai 30o C. Media ini. Derajat Keasaman (pH) y 1. Media ini dapat berupa media umum. Media perhitungan Media perhitungan adalah media yang digunakan utnuk menghitung mikroba pada suatu bahan. Media penguji Media penguji adalah media yang digunakan untuk pengujian senyawa atau benda tertentu dengan bantuan mikroba. Kondisi Fisik Suhu Proses pertumbuhan tergantung pada reaksi kimiawi dan laju reaksi kimia dipengaruhi oleg suhu. Micrococcus denitrificans. Oksigen Gas utama yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri ialah oksigen dan karbon dioksida. Termofil yaitu bakteri yang tumbuh pada suhu 50oC atau lebih.. Contoh : media penguji vitamin. Sehingga pertumbuhan bakteri sangat dipengaruhi oleh suhu. Oksigen merupakan racun. Nitrosococcus sp. asam amino. Clostridium botulinum. Berdasarkan kebutuhan oksigen.. 3. Coli dan Lactobacillus sp. residu pestisida. Berdasarkan suhu. Bakteri anaerob fakultatif Bakteri anaerob fakultatif dapat hidup jika ada ataupun tidak ada oksigen. .Clostridium tetani. Energi diperoleh dari proses perombakan senyawa organik tanpa menggunakan oksigen. Media diferensial Media diferensial adalah media yang dugunakan untuk pertumbuhan mikroba tertentu serta penentuan sifat-sifatnya. Cintih : media agar darah yang digunakan untuk pertumbuhan bakteri hemolitik. Bakteri mikroaerofilik Bakteri mikroaerofilik adalah bakteri yang tumbuh baik bila ada oksigen yang sedikit. 5.Media selektif adalah media yang hanya dapat ditumbuhi oleh satu atau lebih jenis mikroba tertentu tetapi akan menghambat atau mematikan jenis yang lain. atau media penguji. Contoh : bakteri belerang. media diferensial. 4. dan Nitrobacter sp. Methanobacterium sp. 6. dll.

5.5 dan 7. . Pada kondisi lain. Bakteri yang dapat tumbuh pada keadaan tanpa garam maupun mengandung garam disebut halofil fakultatif. atau tumbuh pada pH tinggi (basa). Tetapi ada beberapa bakteri yang dapat tumbuh pada pH rendah. yaitu pada konsentrasi garam tinggi dikenal bakteri halofilik yaitu bakteri yang dapat hidup pada air asin di laut.Untuk pertumbuhan bakteri membutuhkan pH optimum terletak antara 6. Kondisi fisik perlu dipertimbangkan di dalam penyediaan kondisi optimum untuk pertumbuhan bakteri. Mikroorganisme yang memerlukan konsentrasi garam tinggi untuk pertumbuhannya disebut halofil obligat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful