Anatomi Reproduksi Anjing dan Kucing Jantan Author: epyfkh 16.03.

2011 Secara umum sistematika organ reproduksi anjing dan kucing hampir sama dengan mamalia lain yang terdiri atas: testis, saluran kelamin dengan kelenjar kelamin dan alat kopulasi (penis). Saluran-saluran kelamin terdiri vas eferens, epididimis dan vas deferens sedang kelenjar-kelenjar kelamin hanya terdiri dari prostata sedang kelenjar vesikula seminalis dan bulbouretralis (cowpers) tidak dijumpai. Organ primer / testis berjumlah dua buah yang terdapat di dalam kantong luar yang disebut skrotum. Saluran-saluran kelamin berpangkal pada testis dan menyambung ke uretra yang kemudian menjadi bagian dari penis dan merupakan jalan bersama spermatozoa dengan urine serta sekresi kelenjar-kelenjar kelamin. Kelenjar-kelenjar kelamin terletak pada atau disekitar saluran-saluran kelamin dan bermuara ke dalam uretra. Sistem reproduksi pada anjing dan kucing secara anatomik berhubungan dengan saluran pengeluaran urin yang terdiri dari ginjal dan vesika urinaria, serta saluran-salurannya, sehingga seluruh sistem ini disebut traktus urogenitalis. Setiap testis tergantung di dalam kantong skrotum dengan funikulus spermatikus (spermatic cord), yang terletak di bagian leher skrotum dan terdiri atas arteri spermatik dalam yang berkelok-kelok di bagian atas testis, vena spermatik dalam yang muncul dari plexus pampiniformis, merupakan anyaman di sekeliling arteri spermatik. Plexus pampiniformis membentuk bundelan spermatic cord dan muncul dari beberapa vena yang meninggalkan kepala testis. Bagian lain dari funikulus spermatikus adalah saraf otonomik dari ginjal dan plexus mesenteric dari belakang, pembuluh limfe dan otot kremaster dalam yang membungkus bagian-bagian tersebut di atas. Semua komponen teresbut terdapat di dalam lapisan viseral tunika vaginalis sedang duktus deferens lewat sendiri di tengah-tengah mesorchium. Testis dan Skrotum Testis sebagai organ kelamin primer mempunyai dua fungsi yaitu menghasilkan sel-sel kelamin jantan atau spermatozoa dan mensekresikan hormon kelamin jantan atau testosteron. Pada kantong skrotum atau bursa inguinal kucing terpisah dengan rongga perut. Testis kucing mengalami penurunan dari rongga perut ke dalam kantong skrotum (decensus testiculorum) ketika berumur 4 (Laing et al., 1988) Fungsi dari skrotum adalah mengatur perubahan temperatur skrotum sehingga proses spermatogenesis dapat berlangsung secara normal dan melindungi testis dari gangguan-gangguan luar berupa pukulan, panas, dingin, serta gangguan mekanis lainnya. Terhadap temperatur luar testis, skrotum melindungi testis, dengan jalan mengedurkan dan mengkontraksikan muskulus kremaster testis. Pada keadaan temperatur luar dingin, dinding skrotum mengeriput, muskulus kremaster berkontraksi dan testis tertarik, lebih dekat dengan tubuh, hal ini perlu agar tidak banyak panas yang terbuang. Apabila udara disekeliling panas, otot-otot skrotum relaksasi (mengendur) dan skrotum menggantung menjauhi tubuh, dengan demikian memungkinkan banyak panas yang terbuang. Keseluruhan Ini merupakan proses termoregulasi skrotum. Suhu di dalam kantong skrotum 1-8 oF lebih rendah dari pada suhu di rongga perut. Pengendoran dan pengerutan dari skrotum ini terjadi setelah masa dewasa tercapai. Skrotum kucing terletak pada regio inguinal dan anus yang merupakan kantong membranous dan membagi testis menjadi dua bagian terpisah. (Getty, 1975). Ukuran testis kucing adalah 1,6 x 1,1 x 1,10 Cm (Laing et al., 1988). Saluran Kelamin Dan Kelenjar-kelenjar Asesoris Epididimis adalah saluran kelamin yang terletak dekat testis dan merupakan saluran yang berkelokkelok. Bagian dari epididimis adalah kaput epididimis berbentuk seperti huruf U, pipih dan terletak di bagian proksimal dari testis, korpus epididimis mengarah ke distal dan terdapat pada bagian posterior testis, dan kauda epididimis terletak di bagian distal testis, bentuknya agak lonjong sebesar ibu jari. Saluran yang 12 minggu dan mulai menghasilkan spermatozoa pada umur 6 - 7 bulan. Kemampuan berkopulasi kucing jantan dan menghasilkan spermatozoa fertil bila berumur lebih dari setahun.

Perjalanan melalui vas eferens ini dibantu oleh gerakan-gerakan silia dari lapisan epitel yang membatasi lumen. ditampung terlebih dahulu dalam ampula. kompak. Konsentrasi sperma di tempat ini sangat tinggi dan lumen epididimis meluas. Sperma yang akan dipancarkan. Ukuran kelenjar prostat relatif besar dan berwarna kekuningan serta terletak pada daerah cranial pubis. Fungsi dari epididimis adalah: transpor. Panjang glans penis sekitar 1 Cm dan diselimuti oleh spina (papilla numerous) yang tajam pada kucing. Sperma mengalir ke epididimis sebagai akibat dari desakan sperma baru yang dihasilkan oleh tubulus seminiferus. Ejakulasi terjadi secara refleks dan rangsangan penyebab terjadinya ejakulasi pada glans penis. sperma yang telah mengalami pendewasaan ditandai oleh letak dari endapan sitoplasma (sitoplasmic droplets). Dari kauda epididimis. Pemindahan spermatozoa ke dalam epididimis berjalan secara pasif. Vas deferens atau duktus deferens adalah merupakan saluran berdinding otot tebal sehingga membentuk seperti tali dan jika diraba terasa kenyal. Anjing hanya mempunyai kelenjar prostate yang berkembang sempurna terletak pada leher vesika urinaria dan kelenjarnya bermuara pada uretra. teletak di atas uretra dekat dengan jalan keluarnya dari cavum pelvis. pada waktu otot pada dinding saluran berkontraksi. lumen vas deferens meluas. Transpor spermatozoa yang diangkut dari rete testis ke 13-15 duktuli eferentis testis oleh tekanan cairan di dalam testis. bentuk kelenjar ini bulat. Pendewasaan sperma terjadi di dalam epididimis. Namun demikian beberapa spesies ditemukan os (tulang) penis pada bagian glans penis yang panjangnya 3-4 mm (seringkali ditemukan dalam keadaan rudimenter). vas deferens ini berjalan sejajar dengan korpus epididimis. Sebelum memasuki uretra. berselubung tebal. bersama-sama dengan pembuluh darah dan serabut saraf. Dari epididimis pemindahan sperma terjadi secara aktif yaitu dengan bantuan kontraksi otot polos dan gerak cilia mukosa duktus epididimis dan vas deferens. Fungsi dari epitel epididimis adalah untuk absorbsi cairan asal sel Sertoli dan sebagian untuk sekretoris.meninggalkan kauda epididimis disebut vas deferens. Oleh plexus hipogastricus dikirimkan rangsangan motorik melalui nervus origentus ke otot-otot polos vas deferens. Pada saat hewan jantan mengusik betina menjelang kopulasi. badan dan ujung tudung (glans) penis. rangsangan ini diteruskan ke plexus lumbosacralis melalui nervus pudenda. Sebelum terjadi pendewasaan letak endapan sitoplasma di bagian proksimal atau tepat dibelakang kepala sperma tapi setelah terjadi proses pendewasaan berpindah ke bagian badan sperma (endapan distal). dan di dekat kaput epididimis menjadi lurus. Vas deferens bersama dengan pembuluh darah dan serabut saraf berada di dalam suatu pembungkus yang disebut funiculus spermaticus yang berjalan melewati kanalis inguinalis masuk ke rongga perut. Kelenjar prostate pada anjing yang sudah tua dapat mengalami hipertropi. tanda lain dari proses pendewasaan ini adalah dehidrasi pada nucleoplasma yang terdapat di dalam kepala. sperma di dalam kauda epididimis di alirkan ke ampula oleh gerakan peristaltik vas deferens. tempat perluasan ini disebut ampula atau kelenjar ampula. Cairan yang dibentuk oleh kelenjar-kelenjar asesoris bersama-sama dengan spermatozoa pada saat orgasmus melaui proses ejakulasi. Penis dan Preputium Penis pada anjing dan kucing terbagi atas tiga bagian yaitu bagian pangkal. pendewasaan dan penyimpanan sperma. Kelenjar bulbouretralis pada kucing ada satu pasang. Sekresi dari kelenjar ini berupa lendir dan merupakan cairan semen yang ditumpahkan menjelang ejakulasi. Dalam posisi distal ampula sperma mendapatkan seminal fluid yang dihasilkan oleh glandula prostata dan glandula bulbouretralis. Kelenjar-kelenjar asesoris kucing terdiri dari kelenjar prostata dan kelenjar bulbouretralis (cowper). Kontraksi ini memompa spermatozoa dan sekresi kelenjar-kelenjar asesoris keluar melalui uretra yang ada di dalam penis sehingga semen dapat dipancarkan melalui orificium uretra eksternum. penyerapan air. Penyimpanan spermatozoa terdapat di bagian kauda epididimis. Saluran tersebut menyalurkan sperma dari kauda epididimis ke dalam uretra. . Ukuran penis sangat pendek dan bagian pangkal penis anjing dapat membesar seperti balon bila mengalami ereksi. Dalam bentuk semacam ini spermatozoa mempunyai potensi membuahi yang optimal. sehingga bentuk kepala yang semula bulat menjadi lonjong meruncing. berukuran sebesar kacang polong dan terletak pada bagian caudal kelenjar prostata.

Dari sentriol keluar ekor. sekresi kelenjar ini bercampur dengan epitel yang rusak sehingga berbau merangsang yang disebut smegma prepusium. Selaput lendir dari preputium ini berkelenjar dan sekresinya bersifat lemak. masak 4. Spermatozoa dihasilkan di dalam tubulus seminiferus atas pengaruh FSH (Follicle stimulating Hormone). Pada tahap metamorfosa. Spermatogenesis baru diteruskan setelah individu menginjak umur dewasa kelamin. Didalam praktek inseminasi buatan. tumbuh 3. Proses dari spermatogonium sampai dengan menjadi spermatid disebut spermatositogenesis. sehingga spermatosit primer berubah menjadi spermatosit sekunder. selubung ini merupakan suatu lipatan kulit. setelah itu berhenti. yang jumlah kromosomnya hanya setengah dari jumlah kromosom dari spermatosit primer. sehingga dari sebuah spermatogonium akan menghasilkan 16 buah dan tumbuh menjadi spermatosit primer. Pada anjing mempunyai volume 2 jumlah spermatozoa 0. spermatogonium aktif membagi diri secara mitosis sebanyak empat kali. Pada tahap tumbuh. yaitu : 1.Preputium merupakan selubung bagian ujung anterior penis. Saluran tubulus seminiferus mempunyai panjang bila dibentangkan secara keseluruhan sampai beberapa kilometer. pergerakan spermatozoa menunjukkan kemampuan membuahi sel telur. Proses spermatogenesis terdiri dari empat tahap. kepadatan sperma serta jumlah total spermatozoa berbeda-beda tergantung dari bangsa. Setelah itu selama beberapa jam spermatosit sekunder membagi diri secara mitosis menjadi spermatid. proliferasi 2. Inti spermatid menjadi kepala sperma. Proses pembentukan sperma disebut spermatogenesis. Proses perubahan dari spermatid menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Gambaran histologis testis Testis sebagai organ kelamin primer mempunyai dua fungsi yaitu : menghasilkan sel-sel kelamin jantan atau spermatozoa dan mensekresikan hormon kelamin jantan atau testosteron. Bakal sel kelamin yang sudah ada pada membrana basal dari tubulus seminiferus melepaskan diri dan setelah mengalami pembelahan secara mitosis menghasilkan sejumlah spermatogonia.5 2. Plasma membran menjadi selubung tubuh sperma dan mitokondria mengumpul di bagian ekor. 15 ml. Fungsi reproduksi dari testis adalah menghasilkan sel-sel spermotozoa dari dinding tubulus seminiferus. ciri-ciri dari proses spermiogenesis adalah : aparat golgi menjadi tudung anterior atau akrosoma. Pada tahap menjadi masak dimulai dengan pembelahan meiosis. Kecepatan bergerak dari spermatozoa dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan suhu. transformasi (metamorfosa) Tahap proliferasi terjadi sejak pra lahir sampai beberapa waktu sesudah fetus dilahirkan. Volume ejakulat. proses ini berlangsung di dalam tubulus seminiferus. oleh karena itu testis mempunyai fungsi sebagai reproduksi dan endokrinologis. spermatid berubah menjadi spermatozoa. sedangkan testosteron diproduksi oleh sel-sel interstitial dari Leydig atas pengaruh ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone) dari kelenjar hipofisa anterior. umur dan frekuensi ejakulasi.7 milyar / ejakulat. jumlah sepermatozoa 60 -300 juta / ml dan . pada suhu 37 o C sekitar 100 mikron per detik. Muara luar prepusium disebut orificium praeputii.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful