You are on page 1of 97

TAHUN XXXVIII EDISI 386 JANUARI 2007

LANGKAH BARU
ORGANISASI BARU
DI TAHUN BARU
PROFIL WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
SUNARYO
“JANGAN MENGHARAPKAN HASIL TANPA
KERJA KERAS”
ANWAR SUPRIJADI
“KPU ITU BASED -NYA PADA
PERFORMANCE...”
DARI REDAKSI

TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968

TAHUN BARU, MISI:


Membimbing dan meningkatkan kecerdasan serta
kesadaran karyawan Direktorat Jenderal Bea dan

SEMANGAT BARU
Jende
Cukai terhadap tugas negara
Mendekatkan Hubungan antara atasan dan
bawahan serta antara karyawan Direktorat Jenderal
Jende
Bea dan Cukai dengan masyarakat

M
emasuki tahun yang baru, sering digunakan untuk melihat ke IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72
belakang, ke perjalanan selama 12 bulan yang telah dilalui, TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483
tentang apa-apa saja yang telah dilakukan. Lalu apa yang PELINDUNG
telah dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Direktur Jenderal Bea dan Cukai:
Drs. Anwar Suprijadi, MSc
sepanjang tahun 2006? PENASEHAT
Direktur Penerimaan & Peraturan
Tanpa bermaksud hiperbola, kolom redaksi ini tentu tidak cukup Kepabeanan dan Cukai:
Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc
untuk menceritakan apa-apa yang telah dilakukan DJBC. Faktanya, Direktur Teknis Kepabeanan
banyak sekali perubahan yang terjadi di tubuh DJBC hanya dalam Drs. Teguh Indrayana, MA
Direktur Fasilitas Kepabeanan
jangka waktu satu tahun saja. Beberapa yang bisa disebut Drs. Ibrahim A. Karim
Direktur Cukai
diantaranya seperti pergantian posisi Direktur Jenderal, penerapan Drs. Frans Rupang
Direktur Pencegahan & Penyidikan
SAP PDE Manifes, disahkannya UU Kepabeanan yang baru, Drs. Erlangga Mantik, MA
Direktur Verifikasi & Audit
penerapan SAD, termasuk reorganisasi di tubuh DJBC, yang kami Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM
angkat dalam rubrik laporan utama edisi ini. Direktur Kepabeanan Internasional
Drs. Kamil Sjoeib, M.A.
Berbagai perubahan maupun pembenahan yang dilakukan, Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai
Dr. Heri Kristiono, SH, MA
merupakan usaha untuk membuat DJBC semakin efisien dan efektif Kepala Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Bea dan Cukai
dalam pelayanan dan pengawasan. Dalam bahasa yang sederhana, Drs. Endang Tata
Inspektur Bea dan Cukai
untuk membuat DJBC lebih baik lagi di bidang kinerja dan citra. Edy Setyo
Namun, satu hal yang tidak boleh terlupakan oleh DJBC adalah, KETUA DEWAN PENGARAH
perlu adanya komunikasi kepada publik tentang apa yang telah, Sekretaris Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai:
sedang dan akan dikerjakan. Membangun strategi komunikasi yang Dr. Djunaedy Djusan
WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/
terencana dan intens dengan publik secara luas melalui media PENANGGUNG JAWAB
Kepala Bagian Umum:
merupakan upaya untuk lebih terbuka dan transparan sehingga M. Sadiatmo S., SE
publik bisa merasa lebih kenal, lebih dekat, dan tidak sungkan DEWAN PENGARAH
Drs. Nofrial, M.A.,
untuk memberikan dukungan. Ujung dari ini semua adalah Drs. Hanafi Usman,
Drs. Patarai Pabottinggi,
menciptakan citra yang lebih baik buat DJBC. Drs. Bachtiar, M.Si.,
Dra. Cantyastuti Rahayu,
Seorang pejabat DJBC dihadapan forum bisnis ketika Drs. Nasar Salim, M. Si.,
Ir. Agung Kuswandono, M.A.,
menyampaikan kebijakan Bea Cukai di bidang perdagangan J. Didit Krisnady, SH
mengatakan, telah banyak hal positif yang telah dilakukan DJBC Ir. Sucipto, M.M
Ir. Azis Syamsu Arifin
buat dunia usaha. Persoalannya adalah, apa-apa yang telah PEMIMPIN REDAKSI
Lucky R. Tangkulung
dilakukan tersebut kurang dipublikasikan, sehingga masyarakat REDAKTUR
Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya,
melihat Bea Cukai begitu-begitu saja, tidak berubah. Ifah Margaretta Siahaan,
Zulfril Adha Putra
Menarik untuk melihat dalam re-organisasi yang dilakukan FOTOGRAFER
DJBC, dimasukkannya Humas dalam struktur organisasi yang baru, Andy Tria Saputra
KORESPONDEN DAERAH
tepatnya pada Subbagian Rumah Tangga dan Humas. Semoga unit Donny Eriyanto (Balikpapan),
Bendito Menezes (Denpasar),
ini tidak menjadi hiasan belaka, sekedar untuk memperlihatkan Bambang Wicaksono (Surabaya)
KOORDINATOR PRACETAK
bahwa Bea Cukai punya bagian Humas. Sangatlah penting untuk Asbial Nurdin
SEKRETARIS REDAKSI
membuat unit ini bekerja secara profesional untuk membangun Kitty Hutabarat
komunikasi, menjalin dan mempertahankan hubungan yang baik PIMPINAN USAHA/IKLAN
Piter Pasaribu
dengan berbagai komponen masyarakat. TATA USAHA
Niko Budhi Darma, S. Sos, Untung Sugiarto
DJBC adalah instansi yang high profile, sehingga rasanya tidak IKLAN
Wirda Renata Pardede
pantas untuk bersikap low profile atas perbaikan dan kemajuan yang SIRKULASI
H. Hasyim, Amung Suryana
dilakukan dengan asumsi “nanti toh masyarakat sendiri yang BAGIAN UMUM
merasakan perbaikan yang kita lakukan”. Rony Wijaya
PERCETAKAN
Membangun dan memperbaiki kinerja di bidang pelayanan dan PT. BDL Jakarta
pengawasan adalah tugas mutlak DJBC. Dan mempublikasikannya ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA
Kantor Pusat Direktorat Jenderal
menjadi komponen penting lainnya untuk memperlihatkan apa yang Bea dan Cukai,
Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur
telah dikerjakan, apa yang telah diperbaiki. Inilah yang akan Telp. (021) 47865608, 47860504,
4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353
membuat DJBC dikenal, didukung dan dihormati. E-Mail : - wbc@cbn.net.id
Selamat bekerja di tahun baru, 2007. - majalah_wbc@yahoo.com
REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI
BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA
Nomor Rekening : 8910841
Lucky R. Tangkulung Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 1


DAFTAR ISI

5
Laporan Utama
Sebagai tindak lanjut dari
program reformasi
kepabeanan, DJBC
kembali melakukan
reorganisasi.
Selengkapnya mengenai
reorganisasi ditubuh
DJBC, dapat disimak
selengkapnya di Laporan
Utama WBC edisi kali ini.

19 72
Wawancara Selak
Kebutuhan reorganisasi ditubuh Propinsi di paling ujung
DJBC merupakan salah satu barat Indonesia,
jawaban dari keinginan menyimpan potensi
masyarakat untuk mencapai wisata besar, salah satu
suatu institusi kepabeanan tempat wisata yang
yang reformis. Hal tersebut menarik adalah
disampaikan Dirjen Bea dan Takengon. Selengkapnya
Cukai Anwar Suprijadi. mengenai Takengon
Selengkapnya dapat disimak dapat disimak dalam
dalam rubrik Wawancara rubrik selak.

54
Pengawasan
Dua kasus pelanggaran
kepabeanan berhasil diungkap
petugas DJBC. Salah satu
kasus tersebut menggunakan
modus baru. Selengkapnya
dapat disimak dalam rubrik
Pengawasan, selain kegiatan
intelejen dan juga kegiatan
dibidang pengawasan barang
larangan dan pembatasan.

30 76
Daerah ke Daerah Profil
Kunjungan Dirjen DJBC Kisah masa kecil yang penuh
Anwar Suprijadi selama dengan perjuangan dalam
enam jam di Kanwil X DJBC menjalani kehidupan, ternyata
Balikapan, serta kunjungan mampu membawanya menjadi
Kanwil X Balikpapan ke seorang yang tangguh dan kuat
KPBC Tarakan, dapat dalam menjalankan tugasnya
disimak dalam rubrik daerah sebagai pegawai DJBC. Seleng-
ke daerah selain profil kapnya mengenai kisah hidup
KPBC Kalianget di Pulau Soenaryo, Kasie Perbendahara-
Garam, Madura.
an KPBC tipe B Bontang, dapat
disimak dalam rubrik profil

2 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


1
3
DARI REDAKSI
SURAT PEMBACA Surat Pembaca
4 KARIKATUR Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat
surat, fax atau e-mail. Surat hendaknya dilengkapi
22 CUKAI dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.
Sosialisasi Kenaikan HJE dan Tarif
Spesifik Cukai Hasil Tembakau
24 KEPABEANAN

“BEBAS
- Sosialisasi BTBMI 2007
- Asosiasi Perusahaan Jalur

PULSA”
Prioritas Resmi Terbentuk
28 INFORMASI KEPABEANAN
DAN CUKAI
Tanda tangan Digital
39 SEPUTAR BEACUKAI Saya tertarik dengan tulisan yang terpajang pada
43 KONSULTASI
Kantor Pelayanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
KEPABEANAN DAN CUKAI
Keberatan dan Banding maupun Pos-pos Pelayanan Bea dan Cukai terutama di
44 SIAPA MENGAPA
Bandara, Kantor Pos dan lain-lain. Di mana pada
- Muhammad Suparto
- Muhammad Hussein Rambe dinding-dinding Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
- Hasrizal
46 INFO PEGAWAI
tersebut dipasang gambar/poster yang diberi pigura
- Terjun Payung Bea dan Cukai, dan ada tulisan yang berbunyi :
Olah Raga Pemacu Adrenalin
- Pegawai Pensiun Per 1 Januari
2007 JIKA ANDA MEMILIKI INFORMASI PENYELUNDUPAN
- Perayaan Natal DJBC
53 INFO PERATURAN HUBUNGI KAMI :
59 OPINI NO: 0800 1287866 (BEBAS PULSA)
- Impor dan Impor Untuk
Dipakai (IUD)
62 KOLOM Tetapi kenapa nomor Informasi Bebas Pulsa tersebut
Mari Bermain POAC
65 PERISTIWA tidak bisa dihubungi, setiap dihubungi nadanya selalu
Jalur Serang-Anyer Sebagai berbunyi, “Maaf nomor yang anda tuju belum
Ajang Silaturahmi CCC
66 MITRA terpasang”.
Quality Shipment Monitoring Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah nomor
System
67 RUANG KESEHATAN tersebut hanya sebagai hiasan/pajangan ? Bagaimana
Mata Minus Turunan ?
Tindak lanjutnya ?
68 RUANG INTERAKSI
Perencanaan Belanja Rumah Terima kasih atas dimuatnya surat saya ini.
Tangga
70 RENUNGAN ROHANI
Nilai-Nilai Haji dan Implikasinya Wassalam,
Dalam Kehidupan
80 APA KATA MEREKA
- Lucky Octavian SARGIYATNO
- Winda Viska

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 3


KARIKATUR

4 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


LAPORAN UTAMA

REORGANISASI
DJBC,
HARAPAN DAN TUNTUTAN
Untuk mempercepat proses reformasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
sebagai salah satu instansi pemerintah, tentunya mau tidak mau harus terus
melakukan pembenahan. Dipimpin Direktur Jenderal (Dirjen), Anwar Suprijadi,
instansi yang dewasa ini fungsinya semakin universal mengalami reorganisasi lagi,
setelah yang terakhir pada tahun 2004 melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor
302/KMK.01/2004. Lantas sejauhmana pelaksanaan reorganisasi DJBC 2006 ?

S
ebagai upaya meningkatkan efek- dan standarisasi teknis di bidang kepa- melaksanakan tugas dan tanggungja-
tivitas dan kinerja organisasi beanan dan cukai, merupakan salah wabnya sesuai peraturan perundang-
Departemen Keuangan (Depkeu) satu unit Direktorat Jenderal yang bera- undangan yang berlaku. Masih hangat
serta pelaksanaan peraturan Presiden da di bawah naungan Depkeu yang dalam ingatan tentang penegasan
RI melalui Peraturan Presiden mengalami reorganisasi. Dan rasanya Presiden SBY saat memberikan peng-
(Perpres) Republik Indonesia Nomor 66 memang sudah tepat, jika saatnya kini arahan di depan jajaran inti Depkeu
Tahun 2006 tentang perubahan keem- DJBC melakukan reorganisasi. pada pertengahan Januari 2006 di
pat atas Peraturan Presiden Nomor 10 Jauh-jauh hari sebelumnya, Presi- Auditorium Graha Sawala, Departemen
Tahun 2005 tentang Unit Organisasi den Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Keuangan.
dan Tugas Eselon I Kementerian sudah mewanti-wanti kepada seluruh Salah satu penegasan yang disam-
Negara Republik Indonesia, Presiden jajaran birokrasi agar selalu koreksi dan paikan Presiden ketika itu mengenai
kembali mengeluarkan peraturan. perlunya dilakukan penataan kembali
Beberapa ketentuan dalam Perpres organisasi di tubuh Depkeu, agar beban

PASAL 15
Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit tugas yang cukup banyak di departemen
Organisasi dan Tugas Eselon I yang dipimpin Dr. Sri Mulyani Indrawati
Kementerian Negara RI yang telah Departemen Keuangan ini dapat dikelola dengan baik.
beberapa kali diubah dengan Perpres terdiri dari : Dengan penataan organisasi ini,
No. 15 Tahun 2005, Nomor 63 Tahun A. SEKRETARIS JENDERAL, lanjut Presiden, diharapkan tidak ada
2005 dan Nomor 80 Tahun 2005. B. DIREKTORAT JENDERAL kemandekan di Depkeu dalam rangka
Dalam Pepres No.66 Tahun 2006 yang ANGGARAN, kelancaran tugas, baik pembuatan dan
diubah yaitu pasal 15 dan pasal 16. C. DIREKTORAT JENDERAL pengelolaan APBN yang sedang
Pasal 15 tentang unit eselon I PAJAK, berjalan, sekaligus memikirkan isu
Departemen Keuangan (Lihat Boks). D. DIREKTORAT JENDERAL BEA mendasar tentang penyelesaian hutang
Sedangkan pasal 16 mengatur ten- DAN CUKAI, melalui peningkatan kinerja sumber-
tang tugas masing-masing unit organi- E. DIREKTORAT JENDERAL sumber pendanaan negara dan lain-lain
sasi. Perpres tersebut secara tegas PERBENDAHARAAN, yang berada di jajaran Depkeu.
mengisyaratkan perlunya dilakukan pe- F. DIREKTORAT JENDERAL Ditekankan Presiden SBY, penataan
nyempurnaan organisasi dan tata kerja KEKAYAAN NEGARA, organisasi ditujukan untuk memberi
Depkeu. Pertimbangan penyempurna- G. DIREKTORAT JENDERAL peluang dan penyegaran bagi pejabat
an yang tertuang dalam Peraturan PERIMBANGAN KEUANGAN, lain dalam meningkatkan kinerja lemba-
Presiden Nomor 66 Tahun 2006 itu H. DIREKTORAT JENDERAL ga. Hal ini menyangkut banyak hal ,
bertujuan untuk lebih menunjang PENGELOLAAN UTANG, karena tidak boleh sebuah Direktorat
kelancaran pelaksanaan pembangunan I. INSPEKTORAT JENDERAL, Jenderal menangani masalah berlebih-
yang tentu saja mengacu kepada J. BADAN PENGAWAS PASAR an, akibatnya kewalahan, tidak
tuntutan efisiensi dan efektifitas kerja di MODAL DAN LEMBAGA tertangani, menghambat dan akhirnya
semua lini dalam kaitannya dengan KEUANGAN, terjadi keterlambatan. Karena itu presi-
tugas dan fungsi yang diembannya. K. BADAN KEBIJAKAN FISKAL, den memastikan bahwa beban tugas
L. BADAN PENDIDIKAN DAN harus sesuai dengan kapasitas dan
REORGANSIASI DJBC PELATIHAN KEUANGAN, kemampuan untuk melaksanakannya.
DJBC yang mempunyai tugas meru- M. STAF AHLI. “Jika ada dirjen yang overload,
muskan serta melaksanakan kebijakan maka menteri bisa mengusulkan pada

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 5


LAPORAN UTAMA

presiden untuk memisah atau menam- Cukai, ketika itu Eddy Abdurachman telah dikeluarkan Peraturan Menteri
bah fungsi. Dengan demikian semua mengeluarkan Keputusan Dirjen Keuangan Nomor 98/PMK 01/2006.
pekerjaan bisa dilakukan dengan tepat Nomor.10 tahun 2005 tanggal 23 Mengenai reorganisasi instansi
waktu dan lancar,” demikian penegasan Januari tentang Tim Pembahas vertikal, pembahasannya telah selesai
Presiden ketika itu. Penyempurnaan Organisasi DJBC. Dan dilakukan dan presiden telah mengelu-
Berkaitan dengan reorganisasi tahun 2006 diperpanjang lagi dengan arkan Peraturan Presiden yang baru
yang sedang dilakukan di tubuh DJBC, Keputusan Direktur Jenderal No.13 untuk organisasi vertikal, melalui
ada beberapa hal yang menjadi tahun 2006 tanggal 23 Januari 2006. Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2006,
prioritas pembenahan. Penyempurna- Untuk reorganisasi instansi pusat tentang kedudukan, tugas, fungsi,
an struktur organisasi menjadi perhati- telah disahkan melalui Keputusan susunan organisasi di unit kerja instansi
an pertama, disusul pembenahan Menteri Keuangan Nomor 466/KMK.01/ vertikal di lingkungan Departemen Keu-
kualitas sumber daya aparat dan pem- 2006, (untuk selanjutnya istilah KMK, angan. Menyusul segera dikeluarkan-
benahan perangkat peraturan perun- diganti menjadi Peraturan Menteri nya Peraturan Menteri Keuangan ten-
dang-undangan untuk menjadi dasar Keuangan/ PMK). Seiring dengan telah tang hal tersebut.
pijak pelaksanaan tugas dan fungsi ins- dilakukannya reorganisasi di tingkat Perlunya dilakukan penggantian
tansi ini melalui amandemen Undang- pusat maka Menteri Keuangan segera Peraturan Presiden tersebut terkait
Undang Kepabeanan dan Cukai. melantik para pejabat eselon I dan dengan rencana penambahan jumlah
Pembahasan mengenai eselon II di jajaran Departemen Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan
reorganisasi sudah dilakukan tim Keuangan, termasuk DJBC pada 10 Cukai. Dimana dalam Keppres lama
penyusun rencana reorganisasi sejak November 2006. Sedangkan untuk yang mengatur Keputusan Menteri
Januari 2005. Untuk itu Dirjen Bea dan Tenaga Pengkaji di lingkungan DJBC Keuangan tentang organisasi DJBC,
FOTO : ISTIMEWA
ditetapkan bahwa untuk Bea dan Cukai
di dalam satu atau beberapa provinsi
hanya dapat dibuat satu Kanwil. Namun
seiring perkembangan kebutuhan tugas
dan perlunya penambahan Kanwil lebih
dari satu dalam satu provinsi, maka
aturan itu sudah harus direvisi.

FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI


Dari hasil kajian yang dilakukan
oleh Tim Reorganisasi DJBC 2006,
diinventarisir masalah-masalah yang
melatarbelakangi perlu dilakukannya
reorganisasi di DJBC. Seperti diungkap
Kepala Bagian Organisasi dan
Tatalaksana Sekretariat DJBC, Drs.
Nofrial MA, ada berbagai faktor mela-
tarbelakangi perlunya reorganisasi di
DJBC.
Pertama, adalah perkembangan
praktek perdagangan internasional.
Selaku institusi pemerintah yang
menyelenggarakan fungsi trade
facilitation, DJBC senantiasa dituntut
untuk menyempurnakan sistim dan
prosedur pelayanan dan pengawasan
sesuai dengan perkembangan yang
terjadi dalam praktek perdagangan
internasional. Ketidakmampuan DJBC
dalam mengindentifikasi dan
mengantisipasi perkembangan yang
terjadi dapat mengakibatkan inefisiensi
dibidang pelayanan yang pada akhirnya
menimbulkan high cost economy dan
inefektifitas dibidang pengawasan.
Kedua, pendayagunaan teknologi
informasi. Dalam rangka mempercepat
proses penyelesaian kewajiban
pabean, meminimalkan intervensi
pejabat dalam pengambilan keputusan
serta mengoptimalkan kinerja dibidang
pengawasan, DJBC telah memanfaat-
kan kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi dalam proses pelayanan
dan pengawasan dibidang kepabeanan
dan cukai. Pemanfaatan kemajuan
teknologi dibidang alat bantu pemerik-
saan fisik (scanner dan hi-co scanner)
juga dilakukan dalam rangka memban-
PRESIDEN SBY. Penataan organisasi ditujukan untuk memberi peluang dan penyegaran bagi tu kecepatan dan akurasi pemeriksaan
pejabat lain dalam meningkatkan kinerja lembaga. fisik barang, baik impor maupun ekspor.

6 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


DOK. WBC
Tiga, meningkatnya tuntutan
masyarakat. Resistensi masyarakat
terhadap eksistensi DJBC dalam
mengawasi lalu lintas barang relatif
sangat tinggi sehingga banyak pihak
mengusulkan diberlakukannya kembali
sistim Pre Shipment Inspection (PSI) di
Indonesia. Resistensi masyarakat
tersebut muncul akibat masyarakat
mempunyai penilaian bahwa kinerja
DJBC, baik dibidang pelayanan
maupun pengawasan masih relatif
sangat rendah.
Dari sisi pelayanan, rendahnya
kinerja DJBC masih dianggap sebagai
salah satu faktor yang menyebabkan
timbulnya ekonomi biaya tinggi di
pelabuhan. Sementara dari sisi
pengawasan, DJBC masih dianggap
belum mampu menangkal beredarnya
barang impor illegal di dalam negeri
sehingga mengakibatkan terpuruknya
industri domestik. Lebih jauh,
rendahnya kinerja DJBC dibidang
pengawasan dinilai telah
mengakibatkan kebocoran penerimaan
negara berupa bea masuk dan PDRI
(Pajak Dalam Rangka Impor) dalam
jumlah yang relatif cukup signifikan.
Empat, perubahan kebijakan
pemerintah. Perubahan kebijakan
umum pemerintah dibidang organisasi
pemerintahan dan perubahan kebijakan
pemerintah dibidang tugas dan fungsi
Depkeu termasuk reposisi tugas dan
fungsi DJBC merupakan faktor
pendorong lain perlunya dilaksanakan DJBC SENANTIASA DITUNTUT menyempurnakan sisdur pelayanan dan pengawasan sesuai perkembangan
reorganisasi DJBC tahun 2006. yang terjadi dalam praktek perdagangan internasional.
Kebijakan umum dibidang organisasi
pemerintahan yang mempunyai penga- vertikal. Secara khusus, kebijakan dibidang kepabeanan dan cukai dapat
ruh signifikan terhadap reorganisasi pemerintah dalam mengalihkan tugas dioptimalkan.
DJBC adalah mengenai pembentukan pelayanan kemudahan ekspor dari Tujuh, berdasarkan pemantauan
eselon V yang sangat diperlukan dalam Bapeksta ke DJBC menyebabkan terhadap kinerja Direktorat Jenderal,
pelaksanaan tugas operasional instansi struktur organisasi dan tupoksi (tugas terdapat beberapa masalah organisasi
pokok organisasi) unit organisasi DJBC yang menimbulkan dampak negatif
WBC/ADI yang berlaku menjadi tidak relevan. yang relatif signifikan terhadap kinerja
Lima, reformasi bidang kepabean- DJBC. Secara umum, masalah tersebut
an. Dalam rangka optimalisasi kinerja timbul karena ketidak sempurnaan
pelaksanaan tugas pelayanan dan struktur organisasi yang berlaku dan
pengawasan dibidang kepabeanan, adanya perubahan sistim dan prosedur
DJBC telah melakukan reformasi pelaksanaan tugas yang tidak segera
bidang kepabeanan yang meliputi pe- diikuti dengan perubahan struktur
ningkatan fungsi fasilitasi perdagangan, organisasi dan tupoksi.
pemberantasan penyelundupan dan Delapan, adanya reorganisasi
undervaluation, peningkatan koordinasi Departemen Keuangan yang dilakukan
dengan stakeholder, dan peningkatan dalam rangka menciptakan organisasi
integritas pegawai. Program reformasi yang dapat berfungsi sesuai dengan
yang meliputi berbagai aspek dalam prinsip good governance pimpinan
pelaksanaan tugas tersebut tidak meli- Departemen Keuangan mereformulasi
puti peyempurnaan dibidang organisasi dan mereposisi tugas dan fungsi unit-
sehingga diperlukan penyesuaian unit kerja di lingkungan departemen.
struktur, tugas dan fungsi. “Yang lebih dominan lagi adalah pim-
Enam, amandemen UU Nomor.10 pinan DJBC ingin mempercepat prog-
tahun 1995 tentang Kepabeanan dan ram reformasi. Itulah latar belakang
UU Nomor.11 tahun 1995 tentang Cukai yang dapat saya sampaikan mengapa
yang sedang dalam proses penyelesai- diperlukan reorganisasi,” ujar Nofrial,
an di DPR. (Untuk kepabeanan telah Ketua Tim Reorganisasi DJBC 2006.
rampung diamandemen sedang untuk
cukai masih dalam proses pembahas- KETIDAKSEMPURNAAN STRUKTUR
NOFRIAL. Berharap, agar permasalahan yang an). Perubahan kedua undang-undang ORGANISASI
selama ini belum dapat diatasi Bea dan Cukai tersebut perlu diantisipasi secara Mengenai masalah yang berhubung-
secara organisasi dapat segera diatasi. organisasi sehingga pelaksanaan tugas an dengan ketidaksempurnaan struktur

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 7


LAPORAN UTAMA

organisasi yang berlaku selama ini, Tidak relevannya pengelompokan tugas selama ini ada fungsi semacam itu
lanjut Nofrial, ternyata mengakibatkan tersebut dapat dilihat dari beberapa seperti tim evaluasi, tetapi secara
beberapa masalah dalam pelaksanaan aspek, antara lain; tugas tertentu tidak tegas, tupoksinya tidak jelas, akibat-
tugas dan fungsi organisasi ini, antara sesuai dengan tugas pokok lainnya, nya pengawasan internal tidak berja-
lain; tugas tertentu tidak sejalan dengan lan sebagaimana mestinya. Ini
Struktur organisasi dan tupoksi tidak gambaran pada nomenklatur struktur, dikarenakan permasalahan redaksi-
relevan. Perkembangan sistim dan tugas pelayanan dikelompokkan ke onal di dalam tupoksi Kep Menkeu
prosedur pelayanan dan pengawasan dalam kelompok yang sama dengan yang lama. Maka itu dipertegas lagi.
menyebabkan tugas dan fungsi unit tugas pengawasan. Untuk tenaga pengkaji telah ditetap-
organisasi tertentu menjadi tidak “Kendala dalam organisasi yang kan dalam Peraturan Menkeu Nomor
relevan, misalnya Subdit Verifikasi dan terdahulu bisa saya katakan bahwa 98/PMK.01/2006,” ungkap Nofrial.
Bidang Verifikasi pada Kantor Wilayah. organisasi tidak dapat lagi menam- Melalui reorganisasi, Nofrial
Disamping itu perkembangan sistim pung perkembangan pelaksanaan berharap, permasalahan yang selama
dan prosedur pelayanan lain seperti tugas. Pertama tugas hasil reformasi, ini belum dapat diatasi Bea dan Cukai
Jalur Prioritas, Registrasi Importir kedua perkembangan akibat secara organisasi dapat segera diatasi,
belum diatur dalam tugas dan fungsi perubahan kebijakan pemerintah, hanya ia perlu menyampaikan disini
organisasi yang berlaku. Tugas kemudian berkembangnya tuntutan bahwa organisasi DJBC tidak akan
tersebut untuk sementara dilaksanakan masyarakat. Nah sekarang kita pernah bisa berjalan utuh jika
oleh tim yang tidak permanen atau akomodir itu. Jadi yang sekarang kita penempatan personil di dalam tidak
dititipkan pada salah satu unit coba lebih akomodatif, baik untuk tepat, maka itu bidang sekretetariat
organisasi. menghadapi tantangan-tantangan harus sejalan antara organisasi dengan
Tugas dan fungsi tidak dapat kemarin. Disamping menghapus kepegawaian.
dilaksanakan. Masalah utama tidak tugas-tugas yang overlap, hapus “Antara rekrutmen dan penempatan
terlaksananya tugas dan fungsi tertentu yang sudah tidak perlu, ” demikian pegawai harus sesuai. Kalau itu sudah
adalah bahwa pada naskah Keputusan ungkap Nofrial. tepat, termasuk sistim pengawasan
Menteri Keuangan mengenai Prinsip yang digunakan dalam yang tepat, harapan saya, kita tidak
Organisasi dan Tata kerja, tugas dan penyusunan reorganisasi ini adalah akan lagi mudah menjadi sasaran
fungsi tidak didefinisikan secara efisiensi dan efektifitas. Intinya, lanjut resistensi. Sekarang agak repot ya,
sempurna atau tidak didelegasikan Nofrial, prinsip dilakukannya reorga- kalau kita bicara pengawasan yang
kepada pejabat dibawahnya nisasi adalah bagaimana membuat ngawasi itu sebenarnya siapa ? Karena
(menyangkut masalah redaksional) organisasi ini benar-benar merupa- semua ikut mengawasi, tetapi kalau kita
Tugas dan fungsi tumpang tindih. kan jawaban daripada permasalahan lihat siapa yang paling bertangggung
Masalah utama organisasi yang yang dihadapi Bea dan Cukai. jawab, siapa yang mengkoordinir dan
menimbulkan dampak negatif yang “Jadi kita membuat organisasi siapa yang merumuskan kebijakan itu,
signifikan terhadap kinerja DJBC yang akomodatif. Misalnya, ada yang saya rasa pengawasan akan tepat,”
adalah terdapat tugas dan fungsi yang mengatakan di satu wilayah tugas ujar Nofrial.
saling tumpang tindih antara unit-unit Bea dan Cukai tidak jelas, lho tolak Masukan juga ia sampaikan.
organisasi DJBC. Secara umum ukurnya apa ? Siapa yang pernah Kepada semua pegawai agar secara
terdapat 3 kondisi yang melakukan evaluasi seperti semacam konsisten melaksanakan tugas dan
mengindikasikan terjadinya tumpang itu ? Lantas pengawasannya seperti fungsinya sesuai dengan apa yang
tindih tugas dan fungsi pada unit apa sampai bisa mengatakan bea diperintahkan. “Jangan
organisasi DJBC, baik pusat maupun cukai kerjaanya amburadul, nah melaksanakan sesuatu di luar batas
vertikal, yaitu: maka itu sekarang kita buat sistim kewenangan, jangan merasa diri
l Tugas dan fungsi operasional, baik pengawasan internal.” lebih hebat dibandingkan dengan
dibidang pelayanan maupun Menurutnya, kebutuhan organi- yang lain. Laksanakanlah secara
pengawasan secara umum, sasi dalam hal ini Bea dan Cukai, maksimum dan optimum tugas yang
diselenggarakan oleh Kantor Pusat akan timbul bila Bea dan Cukai akan dibebankan kepada kita sesuai
dan instansi vertikal melakukan pengembangan atau dengan tupoksi masing-masing.
l Tugas dan fungsi yang sama evaluasi sistim, untuk itu diperlukan Boleh kita berinovatif, tetapi inovatif
diselenggarakan oleh 2 unit pengkajian terlebih dahulu. Lantas tetap ada koridornya. Jangan inovatif
organisasi atau lebih apakah pengkajian yang dilakukan cawe-cawe, maksudnya tugas orang
l Tugas dan fungsi yang mempunyai sudah efektif dan tepat serta siapa lain kita ambil sementara tugas kita
out put yang identik dilakukan oleh yang melakukan pengkajian terha- sendiri tidak terlaksana. Konsisten
2 unit organisasi atau lebih. dap sistim yang telah dimplementa- dan pahamilah dengan benar tugas
sikan, ternyata saat ini belum ada. dan fungsi kita, lalu laksanakanlah
Disamping itu juga ketidaksempur- Maka itu di reorganisasi kali ini akan secara konsisten dan komit.”
naan organisasi ini telah mengakibat- dibentuk tenaga pengkaji yang akan Perubahan baru pasti terjadi
kan beban kerja tidak seimbang. Baik melakukan pengkajian terhadap apa dalam setiap reorganisasi. Tapi itulah
pada organisasi pusat maupun vertikal, yang sudah diterapkan. Tenaga harapan-harapan dan tuntutan-
terdapat unit organisasi yang beban pengkaji ini berbeda dengan tim tuntutan yang menjadi keharusan
kerjanya terlalu kecil dan unit evaluasi. bahkan mutlak dilaksanakan agar
organisasi yang beban kerjanya terlalu “Jadi bedanya, kalau mengkaji, semakin pasti dalam melangkah.
besar sehingga tidak dapat ditangani kita lihat apakah existing system Dan memang penyesuaian atau
dengan baik. Ketidakseimbangan sudah tepat atau belum, sedangkan pembaharuan semakin menjadi
beban kerja tidak hanya meliputi evaluasi lebih banyak pada tuntutan bagi organisasi atau instansi
permasalahan yang berhubungan implementasi sistem itu. Apakah manapun, di era globalisasi dan
dengan volume pekerjaan, tetapi juga sistem ini sudah diimplementasikan liberalisasi perdagangan dewasa ini,
meliputi variasi jenis pekerjaan. secara benar atau belum oleh peja- tidak terkecuali DJBC. Namun, itu
Disamping itu juga pengelompokan bat. Jadi semacam sistim pengawas- semua tentu berpulang kepada
kerja kurang relevan. Pengelompokan an secara internal. Dan hasil dari integritas sumber daya manusia yang
tugas dan fungsi pada struktur reorganisasi sekarang kita sudah menjalankan tugas dan fungsi yang
organisasi tertentu kurang relevan. memiliki tenaga pengkaji. Memang, diemban DJBC. ris

8 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


SEIMBANG ,
ANTARA PELAYANAN DAN PENGAWASAN
Berpedoman kepada latar belakang permasalahan yang dihadapi Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), disusunlah konsep reorganisasi tahun 2006. Apa
tujuan dan sasaran yang hendak dicapai DJBC melalui reorganisasi kali ini ? Simak
laporan yang telah disusun tim reorganisasi.

D
ari hasil identifikasi masalah yang tersebut ia menjelaskan bahwa apabila dan Cukai sekarang adalah efisiensi di bi-
dilakukan Sekretariat DJBC, menu- dari organisasi menghendaki adanya ke- dang pelayanan, artinya tidak menimbul-
rut Sekretaris DJBC (Sekditjen), dr butuhan sarana dan prasarana, hal ini te- kan high cost, transparan dan sebagainya.
Djuneidy Djusan, telah tercakup semua lah diperhitungkan, artinya diajukan dalam Untuk itu kita harus ciptakan organisasi
direorganisasi DJBC 2006. Langkah- anggaran tahun yang akan datang, begitu yang bisa mengakomodir untuk menuju
langkah yang dilakukan Sekretariat Direk- pula dengan anggaran untuk kebutuhan efisiensi yang tidak terlalu banyak
torat Jenderal (Setditjen) Bea dan Cukai penempatan SDM telah dipersiapkan. birokrasi, ini salah satunya,” ujar Nofrial.
dalam rangka reorganisasi ini antara lain Mengenai ukuran keberhasilan sua- Begitu pun jika berbicara soal
dengan membentuk tim perumusan intern tu reorganisasi, Djuneidy menegaskan, efektifitas, maka hubungannya dengan
Sekretariat Direktorat Jenderal, meminta ukuran keberhasilan suatu reorganisasi pengawasan. Apakah pengawasan yang
masukan dari unit Eselon II Kantor Pusat, dapat dilihat dari pelaksanaannya, yaitu dilakukan DJBC telah sesuai, atau belum.
serta Kepala Kantor Wilayah dan Kantor tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Jangan sampai yang telah dilayani Bea
Pelayanan Bea dan Cukai. dilaksanakan secara optimal dan tidak dan Cukai diawasi, sebaliknya yang
Yang dilakukan selanjutnya adalah tumpang tindih. diawasi justru dilayani.
menghimpun masukan-masukan tersebut, “Keseimbangan antara pelayanan dan
membentuk tim pembahas penyempurna- TUJUAN DAN SASARAN REORGANISASI pengawasan sangatlah penting bagi Bea
an organisasi dengan Keputusan Dirjen Dari kajian yang dilakukan tim reorga- dan Cukai. Terlalu berat ke pengawasan
untuk menyelenggarakan rapat nisasi maka diketahui tujuan dan sasaran akan mengakibatkan biaya tinggi bagi
pembahasan dan presentasi dengan staf yang hendak dicapai dari reorganisasi. pelayanan, sebaliknya, kalau terlalu long-
inti dan mengajukan usulan reorganisasi Seperti diungkap Ketua Tim Reorganisasi gar pada pelayanan juga menimbulkan
kepada Menteri Keuangan. DJBC 2006, Nofrial, bahwa salah satu tu- biaya bagi pengawasan karena
Mengenai peran Setditjen dalam reor- juan dilakukannya reorganisasi adalah un- mengancam penerimaan negara. Nah
ganisasi DJBC, dijelaskan Djuneidy, tuk mempercepat implementasi reformasi sekarang bagaimana menyeimbangkan
bahwa peran Sekretariat sesuai dengan dan peningkatan efisiensi dan efektifitas itu ? Maka dibuatlah sistim dan
salah satu fungsinya adalah sebagai pe- organisasi agar DJBC antisipatif terhadap organisasi pendukungnya,”lanjutnya lagi.
nyelenggara pengelolaan urusan organi- perkembangan pelaksanaan tugas. Selain yang telah diungkap Nofrial
sasi dan ketatalaksanaan. Dalam tim “Maksud saya begini, masalah Bea sebelumnya, berikut secara lengkap
pembahasan, Setditjen sebagai pengarah DOK. WBC
tujuan reorganisasi yang telah disusun
dalam rangka penyempurnaan organisasi. oleh tim reorganisasi. Berikut tujuan dan
Disinggung mengenai mekanisme penjelasannya.
reorganisasi DJBC, menurutnya, setelah
mendapat persetujuan dari Menteri Keu- l Organisasi pemerintah yang
angan lalu melakukan pembahasan de- sensitif dan akomodatif
ngan Biro Organta Departemen Keuangan Melalui reorganisasi ingin mencipta-
dan kemudian dengan kantor Kementeri- kan DJBC sebagai organisasi pemerintah
an Pendayagunaan Aparatur Negara yang sensitif dan akomodatif terhadap
(Menpan). perkembangan praktek perdagangan
Tentang kemungkinan terjadinya inefi- internasional sehingga mampu berperan
siensi akibat dari reorganisasi, ditegaskan secara optimal sebagai trade facilitator.
Djuneidy, bahwa reorganisasi tidak
ditentukan berdasarkan skala waktu, tetapi l Struktur organisasi DJBC yang
dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan akomodatif
organsasi. Menurutnya, reorganisasi Menciptakan struktur organisasi DJBC
dalam penyempurnaan organisasi tidak yang akomodatif terhadap perkembangan
akan mengakibatkan terjadinya inefisiensi. pelaksanaan tugas sebagai konsekuensi
Sebab organisasi dibentuk tentunya dari penyempurnaan yang dilakukan
dengan melakukan pengkajian terlebih dibidang sistim dan prosedur pelayanan
dahulu, apabila kedepan fungsinya dan pengawasan, baik dibidang impor,
semakin berkurang, maka organisasi ekspor maupun cukai.
tersebut perlu disempurnakan lagi. Terkait dengan hal tersebut, untuk me-
Setelah reorganisasi dilakukan, tugas ningkatkan kualitas pelayanan kepabean-
selanjutnya adalah pemenuhan kebutuh- an dibidang impor, DJBC menerapkan
an sarana dan prasarana, termasuk Sum- DJUNEIDY DJUSAN. Setditjen berperan sebagai pe- sistim pemeriksaan pabean secara selektif
ber Daya Manusia (SDM). Mengenai hal ngarah dalam rangka penyempurnaan organisasi. dengan menggunakan indikator risiko

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 9


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
efektifitas organisasi melalui pengelom-
pokan kerja yang harmonis, maka beban
kerja seimbang, serta tidak terjadi tum-
pang tindih. Pengelompokan kerja yang
diatur dalam struktur organisasi yang ber-
laku, baik ditingkat pusat maupun instansi
vertikal masih belum sempurna sehingga
perlu direformulasi dan direposisi.
Disamping itu, pembagian beban kerja
dirasa masih belum seimbang. Ditingkat
pusat, terdapat unit organisasi yang beban
kerjanya relatif kecil sehingga menimbul-
kan inefisiensi, baik ditinjau dari segi
organisasi maupun kinerja pelayanan.
Tidak seimbangnya beban kerja pada unit
organisasi pusat dan instansi vertikal
tersebut juga timbul sebagai konsekuensi
dari reformulasi tugas dan fungsi tertentu
seperti tugas bidang verifikasi.
MELALUI REORGANISASI, menuju organisasi yang akomodatif terhadap perkembangan kebijakan. Permasalahan yang relatif paling signi-
fikan sehubungan dengan tujuan mening-
yang disusun berdasarkan performance ya manusia tanpa menimbulkan inefisiensi katkan efisiensi dan efektifitas organisasi
dan compliance level market forces. dan inefektifitas organisasi juga menjadi adalah adanya tugas dan fungsi yang
Importir yang performance dan compli- tujuan reorganisasi. tumpang tindih, baik sesama unit organi-
ance levelnya dinilai sangat tinggi menda- Tugas-tugas yang dapat diselenggara- sasi pada kantor pusat, maupun antara
pat pelayanan melalui jalur prioritas. Untuk kan melalui komputerisasi hendaknya Kantor Pusat, Kantor Wilayah dan Kantor
importir lainnya, tergantung indikator risiko tidak menjadi beban sumber daya Pelayanan.
yang ditetapkan dan dilayani, yaitu manusia (SDM) dan sebaliknya. Dengan
melalui jalur hijau dan jalur merah. demikian SDM dapat dialokasikan secara l Menjamin terlaksananya tugas
Berdasarkan struktur organisasi yang efisien dan efektif. dan fungsi DJBC secara optimal
berlaku, unit organisasi yang Berdasarkan struktur organisasi yang
menyelenggarakan fungsi manajemen l Organisasi yang akomodatif berlaku, terdapat tugas dan fungsi yang
pengelolaan performance dan compliance terhadap perkembangan kebijakan tidak dapat diselenggarakan karena be-
level importir belum diatur sehingga tugas Yaitu dengan menciptakan struktur or- berapa permasalahan seperti tidak terda-
tersebut diselenggarakan oleh unit organi- ganisasi DJBC yang akomodatif terhadap pat struktur organisasi yang menyelengga-
sasi berbentuk tim atau ditumpangkan perkembangan kebijakan pemerintah, baik rakan tugas tertentu. Tugas dan fungsi
pada unit organisasi tertentu. kebijakan umum pemerintah dibidang tidak didefinisikan secara sempurna, serta
pemerintahan maupun kebijakan khusus tidak terdapat pendelegasian wewenang
l Menyelaraskan pendayagunaan TI dibidang tugas pokok Drektorat Jenderal. kepada pejabat dibawahnya.
dan komunikasi dengan SDM Disamping itu, untuk menjamin kua-
Menciptakan struktur organisasi DJBC l Efisiensi dan efektifitas organisa- litas kinerja individual pejabat dan
yang mampu menyelaraskan pendayagu- si melalui pengelompokan kerja pegawai, disamping adanya pengawasan
naan teknologi informasi (TI) dan komuni- yang harmonis melekat, pengawasan aparat pengawas
kasi dengan pendayagunaan sumber da- Dengan meningkatkan efisiensi dan fungsional serta pengawasan masyara-
kat, perlu dibentuk unit pengawasan inter-
DOK. WBC
nal tanpa harus berbenturan dengan tugas
aparat pengawas fungsi. Unit pengawasan
ini hendaknya dapat bertanggungjawab
terhadap terselenggaranya tugas dan
fungsi pengawasan kinerja seluruh unsur
dilingkungan DJBC secara optimal.

SASARAN YANG AKAN DICAPAI


Sasaran yang hendak dicapai dari pe-
laksanaan reorganisasi ini salah satunya
adalah untuk mengatasi keluhan masyara-
kat terhadap ketidakmampuan DJBC da-
lam mengakomodasi perkembangan baru
dalam praktek perdagangan yang pada
akhirnya menimbulkan ekonomi biaya
tinggi, terutama karena waktu penyelesai-
annya yang relatif lama dan birokratis.
Optimalisasi kinerja DJBC dalam mem-
fasilitasi perdagangan terutama dalam hal
memberikan pelayanan yang tepat dan
proposional sesuai performance (kinerja)
dan compliance level market forces
(tingkat kepatuhan pengguna jasa.red) ,
juga menjadi salah satu sasaran yang
PENINGKATAN BIDANG PENGAWASAN melalui optimalisasi kinerja DJBC dalam memberantas hendak dicapai melalui reorganisasi.
penyelundupan dan perdagangan ilegal, baik untuk tujuan optimalisasi penerimaan negara maupun Dalam hal ini, permasalahan utama yang
perlindungan terhadap industri dalam negeri. Dok. WBC. terjadi saat ini dibidang pelayanan,

10 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


MENUJU
khususnya pelayanan dibidang impor
adalah rendahnya kinerja DJBC dalam
menentukan dan mengimplementasikan

ORGANISASI
kriteria penetapan jalur pemeriksaan,
sehingga masyarakat yang mempunyai
performance dan compliance level (tingkat
kepatuhan) yang tinggi mendapat perlaku-
an pelayanan yang kualitasnya relatif
sama dengan yang mempunyai perfor-

YANG SELARAS DAN


mance dan compliance level rendah.
Akibatnya, konsekuensi dari hal
tersebut, masyarakat yang performance

TERAKOMODIR
dan compliance level-nya relatif tinggi yang
umumnya adalah perusahaan industri dan
pedagang besar termasuk perwakilan
principal di Indonesia menjadi complain
(mengeluh.red) dan menyuarakan secara
terus menerus resistennya terhadap
intervensi pemerintah, khususnya Bea dan
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah
Cukai dibidang perdagangan. ditetapkan, tim reorganisasi telah menyusun
Sasaran selanjutnya adalah optimali- organisasi baru DJBC setelah melalui beberapa kali
sasi kinerja DJBC dalam memberantas
penyelundupan dan perdagangan illegal, pembicaraan antara staf pimpinan DJBC dan Biro
baik untuk tujuan optimalisasi penerimaan Organisasi dan Ketatalaksanaan (Organta)
negara maupun perlindungan terhadap
industri dalam negeri. Departemen Keuangan, maupun ditingkat Menpan
Dampak negatif terhadap rendahnya dan Sekretariat Kabinet. Lantas Apa saja yang telah
kinerja DJBC dalam memberikan
pelayanan yang tepat dan proposional dihasilkan oleh Tim Reorganisasi DJBC 2006 dalam
mempunyai pengaruh yang signifikan organisasi baru ini ?
terhadap kinerja dibidang pengawasan

D
sehingga illegal trader dapat beroperasi
dengan tingkat efisiensi yang sama ibandingkan dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 302/
bahkan dalam beberapa kasus lebih baik KMK.01/2004 tanggal 23 Juni 2004, didalam organisasi dan tata kerja
dibandingkan dengan legal trader. yang baru terdapat beberapa perubahan. Dan inilah hasil Reorganisa-
Dibidang perdagangan hal ini menye- si DJBC 2006.
babkan membanjirnya barang-barang
ilegal di dalam pasar domestik yang pada SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL
akhirnya menghancurkan industri dalam Di Sekretariat Direktorat Jenderal (Setditjen) terdapat penambahan Tata
negeri. Sementara itu dibidang penerima- Usaha Dirjen dibawah Bagian Umum. Hal ini mengingat pada Tata Usaha
an negara, terutama karena perilaku Dirjen hanya terdapat staf pelaksana administrasi dibawah Subbagian Tata
bisnis illegal trader cenderung korup dan Usaha Sekretariat. Mengingat beban kerja yang relatif tinggi dan
tidak bertanggungjawab. kompleksitas permasalahan, maka perlu dibentuk struktur organisasi
Optimalisasi kinerja DJBC dalam setingkat subbagian untuk melaksanakan penatausahaan administrasi
melakukan pembinaan terhadap dunia pada kantor Dirjen dan menangani tugas-tugas protokoler.
usaha merupakan sasaran selanjutnya. DOK. WBC
Selama ini pelayanan DJBC yang tidak
proposional berdasarkan performance dan
compliance level stakeholder
menimbulkan dampak negatif terhadap
pembinaan dunia usaha. Akibatnya
masyarakat usaha yang tidak merasakan
adanya insentif dibidang pelayanan sesuai
performance dan compliance level-nya
cenderung pesimis terhadap kebijakan
dan fasilitas yang diterapkan dan lebih
memilih menggunakan illegal trader dalam
penyelesaian formalitas barang impornya.
Terakhir, sasaran yang hendak dicapai
adalah optimalisasi kinerja DJBC dalam
mengalokasikan sumber daya terutama
SDM. Kemampuan DJBC dalam
mengindentifikasi permasalahan yang
dihadapi dalam melaksanakan tugas
pokok dapat meningkatkan kinerja DJBC
dalam mengalokasikan sumber daya
manusia. Pemberdayaan SDM secara
optimal dapat difokuskan kepada tugas
yang beresiko tinggi sementara tugas
yang beresiko rendah cukup dilayani oleh
sistim komputerisasi atau sumber daya PENGAWASAN KINERJA seluruh unsur dilingkungan DJBC diselenggarakan oleh Sekretaris
yang relatif kecil. ris Direktorat Jenderal (Sekditjen) yang selanjutnya didelegasikan kepada Bagian Ortala.

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 11


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
DIREKTORAT FASILITAS KEPABEANAN
Likuidasi Subdit Kemudahan Ekspor II
yang tugas dan fungsinya direposisi ke
Subdit Kemudahan Ekspor I. Lebih lanjut
dilakukan reformulasi tugas dan fungsi
Subdit Kemudahan Ekspor yang meliputi
juga tugas dan fungsi dibidang tempat
penimbunan sehingga subditnya berganti
nama menjadi Subdit Kemudahan Ekspor
dan Tempat Penimbunan. Juga terdapat
Penambahan seksi, yaitu Seksi
Pembebasan Proyek Pemerintah pada
Subdit Pembebasan

DIREKTORAT PENINDAKAN DAN


PENYIDIKAN
Terdapat perubahan nomenklatur,
likuidasi, reformulasi dan reposisi unit
kerja dilingkugan Direktorat Pencegahan
dan Penyidikan. Perubahan nomenklatur
yang semula Direktorat Pencegahan dan
Penyidikan diubah menjadi Direktorat
Penindakan dan Penyidikan.
Selanjutnya, untuk meningkatkan
efisiensi organisasi dan untuk mengatasi
tumpang tindih tugas dan fungsi
PENYEDERHAAN TIPE KANTOR WILAYAH yang semula ada tiga tipe yaitu Tipe Khusus, Tipe A dan pengawasan, khususnya pengawasan
Tipe B menjadi satu tipe atau tanpa nama. terhadap barang larangan dan batasan,
maka Subdit Pengawasan Barang
Juga penghapusan Subbagian Untuk itu melalui reorganisasi ini, Larangan dan Pembatasan dilikuidasi,
Pengadaan II pada Bagian Perlengkapan. disamping dilakukan redefinisi terhadap tugas dan fungsinya direposisi ke Subdit
Disamping efisiensi organisasi, tugas pengawasan kinerja, fungsi tersebut Intelijen, Subdit Penindakan dan Subdit
penghapusan Subbagian Pengadaan II diselenggarakan oleh Bagian Organisasi Sarana Operasi.
dilakukan dalam rangka memfokuskan dan Tatalaksana (Ortala) yang juga Kemudian terjadi perubahan
tugas pengadaan barang yang sifatnya menangani monitoring dan tindak lanjut nomenklatur Subdit Pencegahan menjadi
sarat teknologi kepada direktorat yang hasil pengawasan aparat fungsional dan Penindakan. Terdapat penambahan seksi,
mengelola barang dimaksud. Tugas dan pengawasan masyarakat. yaitu Seksi Penindakan IV. Terjadi
fungsi pengadaan sarana operasi Tugas tersebut lebih lanjut dilaksana- perubahan nomenklatur Seksi Perkapalan
diserahkan kepada Direktorat P2, dan kan oleh Subbagian Evaluasi Laporan dan Penerbangan, Seksi Sarana
tugas pengadaan sarana komputerisasi Hasil Pemeriksaan. Mengingat beban Telekomunikasi, dan Seksi Dukungan
diserahkan kepada Direktorat Informasi kerja yang cukup tinggi, dalam rancangan Teknis Sarana Komunikasi pada Subdit
Kepabeanan dan Cukai (IKC). struktur organisasi DJBC 2006, tugas Sarana Operasi menjadi Seksi Sarana
. Reposisi sebagian tugas dari pengawasan kinerja diselenggarakan oleh Operasi I, II dan III. Sedangkan di Subdit
Subbagian Pengembangan Pegawai ke Subbagian Pembakuan Prestasi Kerja dan Intelijen terjadi penambahan seksi yaitu
Subbagian Pemberhentian dan Sarana Kerja yang beban kerjanya relatif Seksi Intelijen III.
Pemensiunan Pegawai, termasuk reposisi kurang. Untuk melaksanakan tugas
sebagian tugas dari Subbagian Tata tersebut, nomenklatur Subbagian DIREKTORAT AUDIT
Usaha, Kearsipan dan Dokumentasi ke Pembakuan Prestasi dan Sarana kerja Di Direktorat ini terjadi perubahan
Seksi Penyuluhan dan Dokumentasi pada dirubah menjadi Subbagian Pengawasan nomenklatur, reformulasi dan reposisi
Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja. sejalan dengan kebijakan DJBC untuk
Kepabeanan dan Cukai (PPKC). menghilangkan duplikasi dalam
Disamping itu terdapat penambahan tugas DIREKTORAT TEKNIS KEPABEANAN pemeriksaan dokumen, tugas dan fungsi
Humas pada Subbagian Rumah Tangga. Pada Direktorat ini terdapat reposisi dibidang verifikasi (her verifikasi) maka
Kemudian terdapat penegasan Subdit Tempat Penimbunan dari bidang verifikasi dihapuskan. Tugas
mengenai fungsi Sekditjen selaku pejabat Direktorat Teknis Kepabeanan ke verifikasi dokumen hanya
yang bertanggung jawab melaksanakan Direktorat Fasilitas Kepabeanan. Hal ini diselenggarakan oleh pejabat pada kantor
pengawasan internal terhadap kinerja ditujukan untuk menyempurnakan pelayanan dan pejabat dalam rangka
seluruh unsur dilingkungan Direktorat pengelompokan tugas dan fungsi yang audit dibidang kepabeanan dan cukai.
Jenderal (sistim pengawasan internal). berhubungan dengan fasilitas pabean, Sehubungan dengan kebijakan tersebut,
Berdasarkan struktur organisasi, tugas termasuk yang berhubungan dengan struktur dan tugas Subdit Verifikasi pada
dan fungsi yang berlaku, pengawasan kebijakan dibidang Tempat Penimbunan Direktorat Verifikasi dan Audit
kinerja seluruh unsur dilingkungan DJBC dan dikelompokkan ke dalam tugas dan dihapuskan.
diselenggarakan oleh Sekretaris Direktorat fungsi Direktorat Fasilitas Kepabeanan. Otomatis, nomenklatur Direktorat
Jenderal (Sekditjen) yang selanjutnya Dengan demikian Direktorat Teknis Verifikasi dan Audit dirubah menjadi
didelegasikan kepada Bagian Organisasi Kepabeanan difokuskan kepada tugas Direktorat Audit. Tugas dan fungsi
dan Tatalaksana. Namun demikian, tu- yang bersifat customs technique seperti Direktorat Audit termasuk nomenklatur,
gas dan fungsi tersebut tidak didefinisi- prosedur impor dan ekspor, tarif dan tugas dan fungsi unit organisasi
kan secara sempurna dan tidak nilai pabean. dibawahnya direformulasi. Bidang
didelegasikan kepada pejabat yang di- Terdapat juga penambahan seksi, verifikasi pada kantor wilayah dihapuskan.
bawahnya, sehingga pengawasan inter- yaitu Seksi Pembebasan Mutlak pada Tugas verifikasi selanjutnya diredifinisikan
nal terhadap kinerja pejabat dan Subdit Impor Ekspor yang semula dari sebagai bagian tugas dari tugas audit.
pegawai tidak dapat diselenggarakan. Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kemudian adanya pemecahan Subdit

12 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


Perencanaan dan Evaluasi Audit menjadi telah diatur dalam Peraturan Menteri Keu- l Pengkajian, penelaahan dan penalar-
Subdit Perencanaan Audit dan Subdit angan Nomor 98/PMK.01/2006 tentang an pemecahan konsepsional
Evaluasi Audit dan ada penambahan Tenaga Pengkaji di lingkungan DJBC. berdasarkan keahlian masalah-masa-
seksi, yaitu Seksi Registrasi Kepabeanan Bahwa dalam upaya meningkatkan kinerja lah dibidang pengawasan dan pene-
pada Subdit Perencanaan Audit. DJBC, diperlukan peningkatan kualitas gakan hukum kepabeanan dan cukai;
telaahan dalam rangka pemecahan l Pengkajian penelaahan dan penalaran
DIREKTORAT KEPABEANAN konsepsional berdasarkan keahlian di pemecahan konsepsional
INTERNASIONAL bidang kepabeanan dan cukai mengenai berdasarkan keahlian masalah-
Dilakukan penyempurnaan pelayanan dan penerimaan kepabeanan masalah di bidang pengembangan
pengelompokan tugas pada Direktorat dan cukai, pengawasan dan penegakan kapasitas dan kinerja organisasi.
Kepabeanan Internasional. Disamping itu, hukum kepabeanan dan cukai dan
dilakukan pengelompokan pembagian pengembangan kapasitas dan kinerja Mengenai susunan dan tugas tenaga
tugas. Tugas penanganan terhadap ban- organisasi DJBC. pengkaji terdiri dari :
tuan luar negeri dalam rangka kerjasama Mengenai kedudukan, tugas dan l Tenaga pengkaji bidang pelayanan
dibidang kepabeanan dimasukkan ke fungsinya, bahwa tenaga pengkaji di dan penerimaan kepabeanan dan
dalam tupoksi. lingkungan DJBC yang selanjutnya dalam cukai mempunyai tugas mengkaji,
Keputusan ini disebut Tenaga Pengkaji menelaah dan memberikan penalaran
DIREKTORAT PPKC adalah pegawai negeri di lingkungan konsepsional berdasarkan keahlian
Di Direktorat Penerimaan dan DJBC yang dalam pelaksanaan tugasnya mengenai masalah-masalah di bidang
Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC) berada di bawah dan bertanggung jawab pelayanan dan penerimaan
terdapat penambahan Seksi Bantuan Hu- langsung kepada Direktur Jenderal kepabeanan dan cukai.
kum pada Subdit Peraturan dan Bantuan (Dirjen) Bea dan Cukai. Tenaga pengkaji l Tenaga pengkaji bidang pengawasan
Hukum. secara administratif berada di dalam dan penegakan hukum kepabeanan
lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal dan cukai mempunyai tugas mengkaji,
DIREKTORAT INFORMASI KEPABEANAN Bea dan Cukai. menelaah dan memberikan penalaran
Untuk menyeimbangkan beban kerja Berkaitan dengan tugasnya, tenaga konsepsional berdasarkan keahlian
termasuk dalam rangka menampung pengkaji mempunyai tugas mengkaji dan mengenai masalah-masalah di bidang
kebijakan untuk memfokuskan pengadaan menelaah masalah-masalah di bidang pengawasan dan penegakan hukum
barang pada direktorat teknis terkait, pelayanan dan penerimaan kepabeanan kepabeanan dan cukai.
Subdit Pengolahan Data dan Dukungan dan cukai, pengawasan dan penegakan l Tenaga pengkaji bidang bidang
Teknis pada Direktorat IKC dipecah men- hukum kepabeanan dan cukai, dan pengembangan kapasitas dan kinerja
jadi Subdit Penyediaan dan Pemelihara- pengembangan kapasitas dan kinerja organisasi mempunyai tugas
aan Sistim dan Subdirektorat Pengelolaan organisasi serta memberikan penalaran mengkaji, menelaah dan memberikan
Data dan Pelayanan Informasi. pemecahan konsepsional berdasarkan penalaran konsepsional berdasarkan
Mengingat direktorat ini mempunyai keahlian. keahlian mengenai masalah-masalah
akses penuh terhadap data maka tugas- Dalam melaksanakan tugasnya, tena- di bidang pengembangan kapasitas
tugas pelaporan dibidang kepabeanan ga pengkaji menyelenggarakan fungsi : dan kinerja organisasi DJBC.
dan cukai dikonsentrasikan pada Seksi l Pengkajian penelaahan dan penalaran
Pelaporan. Dan penambahan satu subdit, pemecahan konsepsional Lebih lanjut, dalam melaksanakan
yaitu Subdit Perencanaan dan berdasarkan keahlian masalah- tugasnya para tenaga pengkaji wajib
Pemeliharaan Sistem. Terdapat pula masalah di bidang pelayanan dan menerapkan prinsip, koordinasi, integrasi
penambahan tiga seksi yaitu; Seksi penerimaan kepabeanan dan cukai; dan sinkronisasi baik diantara tenaga
Perencanaan Sistem dan Sarana DOK. WBC
Otomasi, Seksi Pemeliharaan Sarana
Otomasi dan Seksi Pemeliharaan Sistem

TENAGA PENGKAJI DILINGKUNGAN DJBC


Keputusan Menteri Keuangan tentang
Organisasi dan Tata Kerja Departemen
Keuangan belum secara rinci mengatur
pelaksanaan tugas penelaahan dan
pemecahan konsepsional secara keahlian
masalah-masalah di bidang Kepabeanan
dan Cukai. Guna mengoptimalkan kinerja
DJBC di bidang pelayanan dan
pengawasan Kepabeanan dan Cukai,
maka diusulkan kembali adanya Tenaga
Pengkaji di lingkungan DJBC.
Dan salah satu hasil dari reorganisasi
DJBC 2006 adalah pembentukan struktur
tenaga pengkaji bidang pelayanan dan
penerimaan, bidang pengawasan dan
penegakan hukum serta bidang pengem-
bangan kapasitas dan kinerja organisasi.
Latar belakang pemikiran perlunya
struktur tenaga pengkaji adalah untuk
membantu Direktur Jenderal dalam
memantau dan mengkaji hasil implemen-
tasi kebijakan dan sekaligus membantu
para direktur untuk mencari pemecahan
masalah. PENGADAAN KEMBALI JABATAN ESELON V, dirasa sangat penting bagi DJBC karena tugas di
Tentang struktur baru tenaga pengkaji, lapangan lebih banyak pada hal yang bersifat pelayanan.

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 13


LAPORAN UTAMA
DOK. WBC
si hanya terdapat satu Kantor Wilayah l Tipe A3, volume kegiatan relatif
(Kanwil), karena perkembangan kebutuh- sedang, tidak terdapat jabatan
an tugas, maka harus diganti. Yang mana fungsional.
dalam satu provinsi dapat dibuat satu atau l Tipe A4, Volume kegiatan dibidang
beberapa Kanwil. Jadi, perubahan kepabeanan dan cukai relatif rendah.
Peraturan Presiden nantinya berkaitan de- l Tipe B, Volume kegiatan dibidang
ngan adanya penambahan Kanwil DJBC. kepabeanan dan cukai relatif rendah
Rencana penambahan Kanwil, lanjut dan dipimpin oleh eselon IV.
Nofrial, meliputi Kanwil Riau dan
Sumatera Barat, Kanwil Banten, Kanwil KANTOR PELAYANAN UTAMA
Jakarta II dan Kanwil Jawa Timur II, Saat ini, berkembang wacana di DJBC
termasuk dilakukannya penghapusan tipe mengenai rencana pembentukan Kantor
Kanwil. Penambahan Kanwil ini tujuannya Pelayanan Utama (KPU). Yang
untuk mengefisienkan pelayanan dan membedakan antara KPU dengan kantor
pengawasan. Disamping itu juga ditingkat pelayanan lainnya, seperti disampaikan
Kanwil terdapat penambahan bidang baru Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi,
yaitu Bidang Informasi Kepabeanan dan dari sisi pegawai, KPU based-nya pada
Cukai (Bidang IKC). performance (kinerja) dan rencananya
Mengenai tugas dan fungsi Kanwil, sistim remunerasi (penghargaan.red) dan
dalam reorganisasi ini ditegaskan kembali, sistim kenaikan pangkat ditetapkan
bahwa tugas dan fungsi bidang berdasarkan kinerjanya. KPU memiliki
penindakan dan penyidikan performance indicator yang tidak hanya
diselenggarakan seluruhnya oleh Kanwil, pada masalah penerimaan, tetapi juga
INDRA KUSUMA.Salah satu hasil dari sehingga KPBC khusus hanya waktu pelayanan, kecepatan waktu untuk
reorganisasi DJBC 2006 adalah difungsikannya menyelenggarakan tugas-tugas bidang penetapan jalur merah, jalur hijau dan jalur
kembali jabatan eselon V. pelayanan. Untuk melaksanakan tugas prioritas, keandalan dari audit dan
dan fungsi dibidang pengadministrasian keandalan dari Nota Hasil Intelijen,
pengkaji maupun dengan unit-unit di manifes maka dibentuk Seksi Manifes di termasuk soal keluhan dari klien yang
lingkungan DJBC. KPBC Tipe A1 karena memang di KPBC akan diukur di KPU.
Para tenaga pengkaji wajib menyam- ini volume manifesnya sangat padat. Begitu pula seperti diungkapkan
paikan laporan pelaksanaan tugasnya Nofrial, bahwa KPU, adalah suatu
kepada Dirjen Bea dan Cukai dan Secara umum, reorganisasi instansi terobosan baru di bidang organisasi yang
tembusannya kepada unit kerja terkait di vertikal meliputi: diharapkan menjadi primadona bagi
lingkungan DJBC. a. Penyederhaan tipe Kantor Wilayah pelayanan Bea dan Cukai. “Kita harapkan
Mengenai eselonisasi, pengangkatan yang semula ada tiga tipe yaitu Tipe tidak ada permasalahan, jadi pelayanan
dan pemberhentian, tenaga pengkaji Khusus, Tipe A dan Tipe B menjadi dan juga pengawasannya bagus. Kenapa
adalah jabatan setingkat eselon II b. satu tipe (tanpa nama) bisa bagus? Karena sistim dan gajinya
Pejabat struktural eselon II a yang b. Perubahan struktur organisasi Kantor cukup bagus. Ini sesuatu yang kita
dialihtugaskan pada tenaga pengkaji tetap Wilayah sebagai konsekuensi dari harapkan ke depan.”
diberikan eselon II a. Pengangkatan dan penyederhanaan tipe Kantor Wilayah, Diharapkan, KPBC yang ada nantinya
pemberhentian tenaga pengkaji reformulasi tugas dibidang verifikasi, akan mengarah seperti itu dan perlu dike-
ditetapkan oleh Menteri Keuangan atas serta pendelegasian wewenang tahui, saat ini konsep KPU masih dalam
usul Dirjen Bea dan Cukai. Mengenai dibidang keberatan dan banding taraf piloting . Yaitu dengan mencoba satu
efektifitas Tenaga Pengkaji, mulai berlaku c. Penambahan satu bidang baru, yaitu kantor atau dua kantor pelayanan yang
sejak 17 Oktober 2006 sejak Bidang Informasi Kepabean dan Cukai akan jadikan KPU (Batam termasuk
ditandatangani oleh Menteri Keuangan. d. Penambahan jumlah Kantor Wilayah wilayah Bintan dan Karimun, Tanjung
dari 13 menjadi 17 buah Priok dan Soekarno-Hatta). “Kita melihat
REORGANISASI DJBC TINGKAT e. Penyempurnaan tipe Kantor Pelayan- keberhasilan kantor pelayanan pajak,
VERTIKAL an Bea dan Cukai dari tipe A Khusus, makanya DJBC coba membentuknya,
Rancangan Keputusan Menteri Keu- Tipe A, Tipe B dan Tipe C, menjadi apakah tipe seperti itu relevan untuk Bea
angan tentang reorganisasi instansi ver- Tipe A1, Tipe A2, Tipe A3, Tipe A4 dan dan Cukai, jadi sedang mem-piloting ini.
tikal untuk Kantor Wilayah dan Kantor Pe- Tipe B. Saat ini sedang menyusun rumusannya,
layanan telah selesai dirumuskan dan te- f. Pembentukan KPBC baru, likuidasi baik struktur maupun tupoksinya yang
lah diajukan kepada Menteri dengan Surat KPBC, peningkatan serta penurunan betul-betul lebih advance dari organisasi
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor tipe kantor sesuai perkembangan yang lain,” lanjut Nofrial.
S-329/BC/2006 tanggal 19 Mei 2006. pelaksanaan tugas. Mengenai konsep KPU ini, Nofrial
Proses penyelesaian rancangan g. Eselon Kepala KPBC Tipe A1, A2 dan mengingatkan perlunya kehati-hatian.
Keputusan Menteri Keuangan dimaksud A3 adalah eselon IIIa, sedangkan tipe Yang ia maksud disini, jangan sampai
saat ini telah melalui tahapan A4 adalah eselon IIIB. Dan KPBC Tipe masyarakat mengimplementasikan KPU
pembahasan, yaitu pembahasan di B adalah eselon IV.a. sama dengan KPBC yang lain. Hal ini
lingkungan Departemen Keuangan dirasa sangat penting ia sampaikan
(dengan Biro Organta), dengan Menpan Dapat disampaikan secara singkat karena di KPU semua kebutuhan pegawai
dan pembahasan rancangan perubahan mengenai karakteristik tipe kantor. telah dilengkapi, dimana yang selama ini
Peraturan Presiden di Sekretariat Kabinet. l Tipe A1, merupakan kantor yang masih menjadi kendala bagi pegawai
Perubahan atas Peraturan Presiden volume kegiatan kepabeanannya negeri adalah rendahnya gaji,
memang harus dilakukan, menurut sangat tinggi dengan sistim pelayanan kesejahteraan dan sebagainya.
Kabag Ortala Sekretariat DJBC, Nofrial, yang full EDI dan terdapat jabatan Di KPU, lanjut Nofrial, semua kenda-
hal itu dikarenakan Keputusan Presiden fungsional. la itu akan dipenuhi sesuai kebutuhan
sebelumnya yang mengatur Keputusan l Tipe A2, kegiatan utamanya adalah yang memang bukan minimal lagi untuk
Menteri Keuangan tentang organisasi pelayanan dibidang cukai dan standar pegawai negeri, tetapi sudah
khususnya DJBC, ditetapkan bahwa untuk kawasan berikat dengan volume di atas standar. Jika kesejahteraan su-
DJBC di dalam satu atau beberapa provin- kegiatan yang relatif sangat tinggi. dah dipenuhi maka pegawai KPU ditun-

14 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


tut untuk memiliki kinerja yang hebat.
ORGANISASI BARU

DJBC
Untuk mencapai kinerja seperti itu,
lanjutnya, tim yang ditunjuk untuk
pembentukan KPU mulai menyusun sistim
organisasi dan rekruitmen pegawai
secara tepat. Karena jika sampai salah,
bisa saja kondisinya yang terjadi, sistim
dan organisasi bagus, tetapi jika SDM-nya
tidak benar akan kacau. Sebaliknya jika
sistim dan SDM-nya bagus, tetapi
organisasinya tidak akomodatif akan
kacau juga. Begitu pun jika organisasi dan
SDM-nya bagus tetapi sistimnya tidak Dari hasil Reorganisasi DJBC 2006, terdapat
benar, akan kacau juga.
“Ini perlu pembahasan yang likuidasi, reposisi dan penambahan fungsi, baik
komperehensif antar tim, misalnya dalam ditingkat pusat maupun vertikal (Kanwil dan KPBC).
tim percepatan reformasi tergabung
berbagai unsur, seperti pengawasan dan Berarti, memasuki tahun 2007, DJBC mengawali
pelayanan, dalam konteks Direktorat langkah barunya dengan organisasi yang baru.
Teknis, Direktorat P2, Verifikasi dan
sebagainya,” tandas Nofrial.
KANTOR PUSAT DJBC
DIFUNGSIKANNYA KEMBALI JABATAN Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri dari :
ESELON V 1. Sekretaris Direktorat Jenderal
Salah satu pokok-pokok reorganisasi l Bagian Organta (Subbagian Kelembagaan, Subbagian Tata Laksana,
DJBC 2006 yang tak kalah pentingnya Subbagian Evaluasi Kinerja dan Pembakuan Prestasi Kerja Subbagian
adalah tim telah menyusun dan Evaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan)
merumuskan kembali keberadaan jabatan l Bagian Kepegawaian (Subbagian Umum Kepegawaian, Subbagian
eselon V pada organisasi tingkat vertikal Mutasi Kepegawaian, Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan
DJBC. Seperti diungkap Indra Kusuma, Pegawai, Subbagian Pengembangan Pegawai)
Kasubbag Kelembagaan, Sekretariat l Bagian Keuangan (Subbagian Penyusunan Anggaran, Subbagian
DJBC yang juga Sekretaris Tim Perbendaharaan, Subbagian Akuntansi dan Pelaporan)
Reorganisasi DJBC 2006. l Bagian Perlengkapan (Subbagian Pengadaan, Subbagian Penyimpanan
Menurutnya, salah satu yang terpen- dan Distribusi, Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan)
ting dalam reorganisasi ini adalah peru- l Bagian Umum (Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan, Subbagian
bahan kebijakan pemerintah mengenai Rumah Tangga dan Humas, Subbagian Gaji dan Kesejahteraan,
keberadaan eselon V. Kalau dilihat secara Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal)
umum, lanjut Indra, dimungkinkannya l Kelompok Jabatan Fungsional
kembali pengadaan eselon V dirasa 2. Direktorat Teknis Kepabeanan
sangat penting bagi DJBC, sebab tugas di l Subdirektorat Impor dan Ekspor (Seksi Impor, Seksi Ekspor, Seksi
lapangan lebih banyak pada hal yang Penangguhan Bea Masuk, Seksi Pembebasan Mutlak)
bersifat pelayanan.”Bahkan kalau boleh l Subdirektorat Klasifikasi Barang (Seksi Klasifikasi I, II, III dan IV)
saya katakan, sangat padat pelayanan- · Subdirektorat Nilai Pabean (Seksi Nilai Pabean I,II, III, IV)
nya. Nah saat ini strukturalnya hanya sam- l Subbagian Tata Usaha
pai eselon IV padahal masalah-masalah l Kelompok Jabatan Fungsional
teknis di bawah banyak yang tidak 3. Direktorat Fasilitas Kepabeanan
tertangani karena selama ini kita pakai l Subdirektorat Pembebasan (Seksi Pembebasan Relatif I,II, III, Seksi
koordinator pelaksana (Korlak). Maka itu Pembebasan Proyek Pemerintah)
kita bentuk lagi eselon V,” ujarnya. l Subdirektorat Fasilitas Pertambangan (Seksi Fasilitas Minyak dan Gas
Lebih lanjut Indra menyampaikan Bumi, Seksi Fasilitas Aneka Tambang)
dasar dari pembentukan jabatan eselon V l Subdirektorat Kemudahan Ekspor dan Tempat Penimbunan (Seksi Ke-
adalah seperti yang diatur dalam pasal 3 mudahan Impor Tujuan Ekspor , Seksi Tempat Penimbunan I, II dan III)
Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun l Subbagian Tata Usaha
2002, bahwa penetapan eselon V dapat l Kelompok Jabatan Fungsional
dilaksanakan dengan memperhatikan
kebutuhan organisasi serta karakteristik 4. Direktorat Cukai
tugas pokok dan fungsi jabatan yang l Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau (Seksi Perijinan dan Fasilitas Hasil
berhubungan langsung dengan pelayanan Tembakau, Seksi Analisis Tarif, Harga dan Produksi Hasil Tembakau)
kepada masyarakat. l Subdirektorat Aneka Cukai (Seksi Perizinan dan Fasilitas Aneka Cukai,
Artinya, didalam Peraturan Pemerin- Seksi Analisis Tarif, Harga dan Produksi Aneka Cukai)
tah (PP) tersebut telah diatur hanya ins- l Subdirektorat Pita Cukai (Seksi Penyediaan dan Penukaran, Seksi
tansi pemerintah yang berhubungan de- Penyimpanan dan Pendistribusian)
ngan pemberian pelayanan kepada ma- l Subbagian Tata Usaha
syarakat yang dapat mengangkat jabatan l Kelompok Jabatan Fungsional)
eselon V. 5. Direktorat Penindakan dan Penyidikan
“Sebagaimana diketahui, jabatan ese- l Subdirektorat Intelijen (Seksi Intelijen I, II, III, Seksi Pangkalan Data
lon V sempat ditiadakan dengan adanya Intelijen)
PP Nomor 100 Tahun 2000, sehingga l Subdirektorat Penindakan (Seksi Penindakan I, II,III,IV)
didalam struktur organisasi vertikal lama l Subdirektorat Penyidikan (Seksi Penyidikan I,II, Seksi Barang Bukti)
(Kep Menteri Keuangan RI No.444/KMK l Subdirektorat Sarana Operasi (Seksi Sarana Operasi I,II,III)
01/2001) tidak terdapat jabatan eselon V,” l Subbagian Tata Usaha
tandas Indra Kusuma. ris l Kelompok Jabatan Fungsional)

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 15


LAPORAN UTAMA

6. Direktorat Audit 7. Direktorat Kepabeanan Pemantauan Penerimaan, Seksi


l Subdirektorat Perencanaan Internasional Penagihan dan Pengembalian)
Audit (Seksi Perencanaan Audit l Subdirektorat Kerjasama l Subdirektorat Peraturan dan
Impor, Seksi Perencanaan Audit Internasional I, (Seksi WCO I, II, Bantuan Hukum (Seksi
Ekspor, Seksi Perencanaan Seksi WTO) Peraturan Kepabeanan, Seksi
Audit Cukai, Seksi Registrasi l Subdirektorat Kerjasama Peraturan Cukai dan Peraturan
Kepabeanan) Internasional II, (Seksi Asia dan Lainnya, Seksi Bantuan Hukum
l Subdirektorat Pelaksanaan Audit Afrika, Seksi Eropa dan Amerika, Kepabeanan dan Cukai)
(Seksi Pelaksanaan Audit Impor, Seksi Australia dan Pasifik) l Subdirektorat Penyuluhan dan
Seksi Pelaksanaan Audit Ekspor, l Subdirektorat Kerjasama Publikasi (Seksi Penyuluhan dan
Seksi Pelaksanaan Audit Cukai) Internasional III (Seksi ASEAN, Dokumentasi, Seksi Publikasi)
l Subdirektorat Evaluasi Audit Seksi APEC, Seksi ASEM) l Subdirektorat Keberatan dan
(Seksi Evaluasi Hasil Audit l Subbagian Tata Usaha Banding (Seksi Keberatan
Impor, Seksi Evaluasi Hasil Audit l Kelompok Jabatan Fungsional Banding I,II,III)
Cukai) 8. Direktorat Penerimaan dan l Subbagian Tata Usaha
l Subbagian Tata Usaha dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai l Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional l Subdirektorat Penerimaan (Seksi 9. Direktorat Informasi Kepabeanan
dan Cukai.
l Subdirektorat Manajemen Resiko
(Seksi Pemantauan Resiko, Seksi
Pengendalian Resiko)
l Subdirektorat Otomasi Sistem dan
Prosedur (Seksi Otomasi Sistem
dan Prosedur Impor dan Ekspor,
Seksi Otomasi Sistem dan
Prosedur Cukai, Seksi Otomasi
Sistem Penyajian Data, Seksi
Otomasi Sistem Administrasi)
l Subdirektorat Perencanaan
Sistem dan Sarana Otomasi
(Seksi Perencanaan Sistem dan
Sarana Operasi, Seksi
Pemeliharaan Sistem, Seksi
Pemeliharaan Sistem, Seksi
Pemeliharaan Sarana Otomasi)
l Subdirektorat Pengelolaan Data
dan Pelayanan Informasi (Seksi
Pengolahan Data, Seksi
Pelayanan Informasi)
l Subbagian Tata Usaha
l Kelompok Jabatan Fungsional

KANTOR WILAYAH
Dari reorgansasi yang dilakukan, jika
sebelumnya jumlah Kanwil sebanyak 13

16 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


buah dengan penggolongan tipe (Tipe A,
Khusus dan B) . Kini Kanwil tidak menggu-
nakan penggolongan tipe dan jumlahnya
bertambah menjadi 17. Terdapat penam-
bahan jumlah Kantor Wilayah DJBC. Yaitu
Kanwil Riau dan Sumbar, Kanwil Banten,
Kanwil Jakarta II dan Kanwil Jawa Timur II.
Secara otomatis susunan Kantor Wilayah
DJBC juga mengalami perubahan. Berikut
susunan Kantor Wilayah DJBC yang telah
mengalami perubahan.
1. Kanwil I DJBC Nanggroe Aceh
Darusalam, berlokasi di Banda
Aceh (meliputi Provinsi Nangroe
Aceh Darusalam)
2. Kanwil II DJBC Sumatera Utara,
berlokasi di Medan (meliputi
Provinsi Sumatera Utara)
3. Kanwil III DJBC Riau dan Sumbar,
berlokasi di Pekanbaru (meliputi
Provinsi Riau dan Sumatera Barat)
4. Kanwil IV DJBC Kepulauan Riau,
berlokasi di Tanjung Balai Karimun
(meliputi Provinsi Kepulauan Riau).
5. Kanwil V DJBC Sumatera Bagian
Selatan, berlokasi di Palembang
(meliputi Provinsi Sumatera Selatan,
Jambi, Lampung, Bengkulu, Bangka
Belitung)
6. Kanwil VI DJBC Banten, berlokasi
di Tangerang (meliputi Provinsi
Banten)
7. Kanwil VII DJBC Jakarta I,
berlokasi di Tanjung Priok Jakarta
Utara (meliputi Provinsi DKI Jakarta)
8. Kanwil VIII DJBC Jakarta II,
berlokasi di Jakarta (meliputi
Provinsi DKI Jakarta)
9. Kanwil IX DJBC Jawa Barat,
berlokasi di Bandung (meliputi
Provinsi Jawa Barat)
10. Kanwil X DJBC Jawa Tengah
dan DIY, berlokasi di Semarang
(meliputi Provinsi Jawa Tengah
dan DIY)
11. Kanwil XI DJBC Jawa Timur I,
berlokasi di Surabaya (meliputi
Provinsi Jawa Timur)
12. Kanwil XII DJBC Jawa Timur II,
berlokasi di Malang (meliputi NTT, berlokasi di Denpasar (meliputi 14. Kanwil XIV DJBC Kalimantan
Provinsi Jawa Timur) Provinsi Bali, Provinsi NTB dan Bagian Barat, berlokasi di
13. Kanwil XIII DJBC Bali, NTB dan Provinsi NTT) Pontianak (meliputi Provinsi

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 17


LAPORAN UTAMA

13. KPBC Kotabaru


14. KPBC Tarakan
15. KPBC Nunukan
16. KPBC Kendari
17. KPBC Gorontalo
18. KPBC Bitung
19. KPBC Ambon
20. KPBC Ternate
21. KPBC Sorong
22. KPBC Jayapura
23. KPBC Amamapare
24. KPBC Sabang
25. KPBC Lok Seumawe
26. KPBC Tembilahan
27. KPBC Bontang

KPBC Tipe B
1. KPBC Pangkalan Susu
2. KPBC Pematang Siantar
3. KPBC Kuala Tanjung
4. KPBC Sibolga
5. KPBC Sambu Belakang
6. KPBC Tarempa
7. KPBC Tanjung Pandan
8. KPBC Tasikmalaya
9. KPBC Pekalongan
Kalimantan Barat, Provinsi 2. KPBC Bekasi 10. KPBC Purwokerto
Kalimantan Tengah ) 3. KPBC Bogor 11. KPBC Tegal
15. Kanwil XV DJBC Kalimantan 4. KPBC Purwakarta 12. KPBC Kalianget
Bagian Timur, berlokasi di Balikpa- 5. KPBC Kudus 13. KPBC Bojonegoro
pan (meliputi ProvinsiKalimantan 6. KPBC Pasuruan 14. KPBC Benoa
Timur dan Provinsi Kalimantan Se- 7. KPBC Malang 15. KPBC Selat Panjang
latan) 8. KPBC Kediri 16. KPBC Bima
16. Kanwil XVI DJBC Sulawesi, 9. KPBC Tangerang 17. KPBC Atapupu
berlokasi di Makassar (meliputi 18. KPBC Kalabahi
Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi KPBC Tipe A3 19. KPBC Maumere
Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi 1. KPBC Medan 20. KPBC Ketapang
Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, 2. KPBC Tanjung Balai Karimun 21. KPBC Jagoi Babang
Provinsi Gorontalo dan Provinsi 3. KPBC Batam 22. KPBC Pangkalan Bun
Sulawesi Barat) 4. KPBC Tanjung Pinang 23. KPBC Pulang Pisau
17. Kanwil XVII DJBC Maluku, Papua 5. KPBC Palembang 24. KPBC Sangata
dan Irian Jaya Barat, berlokasi di 6. KPBC Jambi 25. KPBC Pare-Pare
Ambon (meliputi Provinsi Maluku, 7. KPBC Bandar Lampung 26. KPBC Malili
Provinsi Papua, Provinsi Maluku 8. KPBC Bandung 27. KPBC Bajoe
Utara dan Provinsi Irian Jaya Barat) 9. KPBC Surakarta 28. KPBC Pomalaa
10. KPBC Gresik 29. KPBC Pantoloan
KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI 11. KPBC Juanda 30. KPBC Poso
(KPBC) 12. KPBC Ngurah Rai 31. KPBC Luwuk
Dari hasil reorganisasi, jika 13. KPBC Pontianak 32. KPBC Manado
sebelumnya KPBC menggunakan 14. KPBC Banjarmasin 33. KPBC Tual
golongan tipe A, Khusus, B dan C, 15. KPBC Balikpapan 34. KPBC Manokwari
untuk organisasi yang baru ini tipe 16. KPBC Samarinda 35. KPBC Bintuni
KPBC berubah menjadi A1(7 buah), A2 17. KPBC Makassar 36. KPBC Fak-Fak
(9 buah) , A3 (22 buah) , A4 (27 buah) 18. KPBC Jakarta 37. KPBC Kaimana
dan B (55 buah). Jumlah KPBC yang 19. KPBC Merak 38. KPBC Merauke
semula berjumlah 112 buah KPBC , kini 20. KPBC Pekanbaru 39. KPBC Biak
menjadi 120 buah KPBC. Dengan 89 21. KPBC Dumai 40. KPBC Nabire
Kantor Bantu dan 648 Pos 22. KPBC Teluk Bayur 41. KPBC Ulee-lheue
Pengawasan. Berikut ini, nama-nama 42. KPBC Iskandar Muda
KPBC berikut penggolongan tipenya. KPBC Tipe A4 43. KPBC Meulaboh
1. KPBC Teluk Nibung 44. KPBC Kuala Langsa
KPBC Tipe A1 2. KPBC Tanjung Uban 45. KPBC Kantor Pos Pasar Baru
1. KPBC Belawan 3. KPBC Bengkulu 46. KPBC Bengkalis
2. KPBC Tanjung Priok I 4. KPBC Pangkal Pinang 47. KPBC Bagan Siapi-Api
3. KPBC Tanjung Priok II 5. KPBC Cirebon 48. KPBC Dabo Singkep
4. KPBC Tanjung Priok III 6. KPBC Cilacap 49. KPBC Siak Sri Indrapura
5. KPBC Soekarno Hatta 7. KPBC Yogyakarta 50. KPBC Tulung Agung
6. KPBC Tanjung Perak 8. KPBC Mataram 51. KPBC Blitar
7. KPBC Tanjung Emas 9. KPBC Kupang 52. KPBC Madiun
10. KPBC Entikong 53. KPBC Panarukan
KPBC Tipe A2 11. KPBC Sintete 54. KPBC Banyuwangi
1. KPBC Batam Muka Kuning 12. KPBC Sampit 55. KPBC Probolinggo ris

18 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


WAWANCARA

DRS. ANWAR SUPRIJADI MSC


DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI

“KALAU
BICARA
REORGANISASI
TIDAK BOLEH
STATIS...”
Setelah dilantik menjadi Dirjen
Bea dan Cukai pada 27 April
2006, secara bertahap Anwar
Suprijadi bersama seluruh
jajaran DJBC menjawab
tantangan masyarakat
mengenai kinerja Bea dan
Cukai. Salah satu tantangan
yang coba dijawab oleh DJBC
adalah melalui reorganisasi.
Dalam reorganisasi ini, Anwar
mengharapkan aparat DJBC
bisa memberikan pelayanan
yang optimal kepada
masyarakat, termasuk harapan
membaiknya citra dan kinerja
DJBC. Berkaitan dengan itu,
Anwar Suprijadi menyempat-
kan waktu menyampaikan
pemikirannya mengenai
reorganisasi kepada Redaktur
WBC, Aris Suryantini.

Apakah organisasi DJBC saat ini


sudah sesuai dengan semangat
customs reforms, seperti yang
didengung-dengungkan saat ini ?
Saya rasa masih belum dan masih
harus kita kembangkan, karena
customs reforms menghendaki adanya
keseimbangan antara pelayanan dan
pengawasan dan kita intinya merubah
paradigma teman-teman yang ada di
Bea dan Cukai untuk bisa memberikan
pelayanan yang baik kepada
masyarakat.
Organisasi yang sekarang ini
menurut saya masih sering tumpang
tindih antara Kantor Pusat (KP), Kantor
Wilayah (Kanwil) dan Kantor Pelayanan
Bea dan Cukai (KPBC) , sehingga kita
perlu tata kembali. Intinya KP berkaitan
dengan kebijakan, bisa mengantisipasif
kebijakan yang ditangani oleh Menteri
Keuangan di bidang kepabeanan dan
cukai. Kemudian Kanwil dibidang peng-
awasan, dan KPBC bidang pelayanan.

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 19


WAWANCARA

Kita masih sering tumpang tindih dan turan Menteri Keuangan, Nomor 98/ nya KPBC ini karena tuntutan dari ne-
kadang-kadang di dalam satu kegiatan, PMK.01/2006 tentang Tenaga Pengkaji gara terdekat yaitu Singapura yang
baik di tingkat pusat, wilayah dan di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea mengembangkan kawasan ekonomi
pelayanan disatu kegiatannya kadang- dan Cukai yang telah ditandatangani khusus, untuk ini mereka juga menuntut
kadang timbul overlap untuk ini. Menteri Keuangan tanggal 17 Oktober Single Administration Document (SAD)
Misalnya untuk pemeriksaan, kadang- 2006. dan sudah kami lakukan. Untuk
kadang dari P2 Pusat ada, P2 di pengembangan TI sudah kita lakukan di
wilayah ada, di pelayanan juga ada. Idealnya instansi kepabeanan yang sana, kemudian juga masalah audit dan
Nah yang perlu ditata adalah teman- reformis itu seperti apa ? sebagainya sudah kita kembangkan.
teman di lapangan untuk ini. Kalau kami inginnya ya kita dedi- Untuk yang sekarang kita sudah ada
cated terhadap klien kita. Jadi ke depan semacam joint committee dengan
Jadi lebih kepada penegasan tugas menurut saya birokrasi agak dikurangi. Customs Singapura.
dan fungsi ? Jangan terjadi misalnya masalah kebe-
Ya itu yang pertama. Kemudian ratan dan banding sampai berjenjang- Perlakuan apa yang membedakan
yang kedua, memang pada beberapa jenjang. Seharusnya kalau mereka antara pegawai KPU dengan
perkembangan terakhir bahwa DJBC menyampaikan keluhan di satu kantor pegawai bea cukai yang lain ?
harus dedicated kepada pelayanan, pelayanan saja. Kedua, kalau bisa kita Dari sisi pegawai, kalau KPU itu
misalnya di Jakarta ada Priok I, II, III paperless didukung teknologi informasi based-nya pada performance (kinerja),
dan ada Kanwil di Priok, sedangkan di (TI) kita yang sudah semakin baik. jadi nanti di sistim remunerasi (pengha-
Jakarta ada kawasan KITE, kawasan Ketiga, dalam hal rekrutmen pega- rgaan.red) dan sistim kenaikan pang-
berikat dan sebagainya, ini wai harus transparan dalam penanga- kat ditetapkan berdasarkan kinerjanya,
membutuhkan satu pengawasan untuk nannya. Beberapa KPBC kita (KPU.red) tetapi kalau yang biasa sama dengan
itu dan berarti perlu Kanwil lagi. mencoba membuka tawaran kepada pegawai negeri sipil lainnya, jadi ukur-
Lihat juga di Surabaya bagaimana teman-teman di dalam (pegawai bea annya tidak terlalu tajam. Sedangkan
masalah cukai begitu kompleksnya cukai. red) untuk melamar dan itu di KPU ada performance indicator yang
sehingga kita juga akan adakan Kanwil sudah kita lakukan test. Kemudian yang tidak hanya pada masalah penerimaan,
baru di sana. Kemudian di Pekanbaru keempat, kita ada Code of Conduct tetapi juga waktu pelayanan, kecepatan
kita juga melihat posisi Tanjung Balai (kode etik) untuk itu, sebenarnya su- waktu untuk jalur merah, jalur hijau dan
Karimun cukup jauh padahal di Riau dah ada aturannya tetapi kelihatannya jalur prioritas, lalu juga tentang kean-
begitu pesat perkembangannya maka perlu efektifitas penerapan kode etik. dalan dari audit, keandalan dari Nota
itu kita butuh Kanwil di sana. Begitu Hasil Intelijen, juga masalah keluhan
juga di Jawa sebelah barat, ternyata Dari pembahasan reorganisasi dari klien kita, itu akan diukur di KPU.
antara Jawa Barat dan Banten sudah bersama tim, apakah hasil
terpisah untuk pelayanannya reorganisasi ini sudah Artinya integritas dan kualitas
khususnya di Banten, padahal banyak mencerminkan semangat reformasi pegawai sangat diutamakan ?
pusat-pusat industri dan perdagangan kepabeanan ? Harapan kita iya, dan kita juga
yang berkembang begitu cepat. Kalau bicara mengenai reorganisa- butuh dedicated, artinya di kantor ini
Karena kita ingin mendekatkan si, kita tidak boleh statis. Mengapa ? yang berhubungan dengan Kantor
pelayanan kepada klien kita di sana Karena tuntutan masyarakat makin ce- Pelayanan yang compliance terhadap
maka dibentuk Kanwil baru. pat, minimal untuk dua atau tiga tahun mereka, tidak sembarang orang. Kalau
masih memadai, tetapi untuk ke depan- sekarang di Kantor Pelayanan yang
Sudah sejauhmana rencana pem- nya biasanya harus kita tata kembali, biasa kalau teman-teman juga meng-
bentukkan Kanwil-Kanwil baru ini ? sebab ke depannya kalau boleh kami hadapi PPJK dari yang kurang berkuali-
Konsepnya sudah dibahas di ingin di dalam reformasi Bea dan Cukai tas sampai kualitasnya baik, tetapi nanti
Sekretariat Kabinet (Seskab) pada ini ada Kantor Pelayanan Utama (KPU). kalau di KPU kita harus compliance
prinsipnya mereka sudah memahami, Nah untuk KPU ini kita tidak dan kita akan berikan sertifikat.
tinggal ditandatangani oleh Presiden. mengenal banyak strata, harapan kami
Selain itu dalam reorganisasi ini, kita dan memang menjadi usulan kami, Untuk tahun 2007, apakah KPU
juga telah membentuk tenaga pengkaji. agar kepala kantornya setingkat eselon sudah bisa diterapkan ?
Jadi ada tiga Tenaga Pengkaji di Kantor dua, sedangkan yang langsung Insya Allah, tetapi baru di tiga lokasi
Pusat. Tenaga Pengkaji ini kita perlukan membawahi bidang-bidang pelayanan piloting yaitu di Batam (Bintan,
karena saya sebagai Dirjen butuh think adalah eselon tiga, sehingga Karimun) kemudian Tanjung Priok dan
thank dibidang pelayanan, law enforce- birokrasinya makin kita kurangi. Kalau Soekarno-Hatta. Sedangkan
ment di bidang peraturan perundangan. sekarang ada tiga step antara Dirjen, kemungkinan tambahan KPU lain di
Itu yang kita perlukan. Kanwil dan KPBC, nanti ke depan kita tahap berikutnya.
uji coba kalau bisa dari Dirjen langsung
Siapa saja Tenaga Pengkaji Bea ke Kepala Kantor Pelayanan. Apakah KPU di DJBC mengikuti
dan Cukai ini ? Jadi, dalam reorganisasi ini konsep seperti di Direktorat
Jadi Tenaga Pengkaji ini merupakan rancangan mengenai KPU merupakan Jenderal Pajak ?
pegawai Bea dan Cukai. Stratanya embrio yang harus dilakukan secara Agak lain ya, karena kalau di pajak
hampir sama dengan eselon dua, bertahap, karena kita butuh bantuan, masih ada Kanwil tetapi kalau kita
mereka terdiri dari tiga orang. Periode pengalaman dan diskusi. Sebab, langsung kepada tujuan untuk
masa jabatannya sama dengan pejabat konsep itu bisa jadi cocok diterapkan di penyeimbangan antara pengawasan
struktural. Yang membedakan antara negara lain, tetapi di negara kita belum dengan pelayanan. Kalau di pajak
Tenaga Pengkaji dengan Tim Evaluasi tentu cocok. Makanya butuh satu masih ada strata Dirjen dan Kanwil,
adalah, jika Tenaga Pengkaji dedicated macam uji coba. sedangkan kalau kita bisa langsung
tanggung jawabnya kepada Dirjen. menuju satu yang tidak lebih birokratis.
Kalau tim evaluasi itu bisa kita yang Untuk uji coba penerapan KPU ini,
bentuk tim, bisa juga kita tunjuk KPBC mana yang dipilih ? Apakah reorganisasi ini salah satu-
pejabat, bisa juga tim evaluasi yang Rencananya kami akan uji coba nya karena tuntutan amandemen
anggotanya dari Tenaga Pengkaji. dulu di Batam dengan Tanjung Balai atas UU Kepabeanan dan Cukai ?
Tenaga Pengkaji diatur dalam Pera- Karimun, itu menjadi satu KPU. Dipilih- Kalau menurut saya, kebetulan

20 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


secara bersamaan tugas kita sangat Setelah reorganisasi berjalan, mengenai apa yang harus kita kerjakan,
berat untuk teman-teman di Bea dan apakah akan dilakukan review atau karena kita ini kan organisasi yang
Cukai. Satu, kita harus mengamande- semacam evaluasi terhadap dinamis.
men UU tentang Kepabeanan dan pelaksanaan reorganisasi ?
Cukai, kita harus melakukan reformasi, Saya kira iya, karena organisasi Memasuki Tahun Anggaran baru
kita harus menyiapkan KPU, kita sesuatu yang tidak statis tetapi dinamis 2007, apa yang menjadi harapan
dituntut citra yang lebih baik, kita harus sesuai dengan tuntutan masyarakat Anda, terutama berkaitan dengan
mengembangkan TI yang single yang cepat berkembang. Saya rasa itu kinerja Bea dan Cukai ?
window, manifest dan sebagainya (review.red) sesuatu yang wajar. Kita ingin citra itu lebih baik-lah,
secara bersamaan. Namun kalau kita seperti yang sudah saya sampaikan
lihat itu merupakan satu bagian yang Lantas review-nya seperti apa ? kepada teman-teman bahwa sanksi
tidak terpisahkan satu sama lainnya. Kita punya rencana kerja tahunan, sudah berat, jadi jangan sampai kita
Sebagai contoh, misalnya, di dalam punya renstra (rencana strategi), kalau yang sudah lama berkarir di Bea dan
amandemen UU Kepabeanan yang di perusahaan seperti corporate Cukai tetapi karena tidak bisa
sekarang berganti nama menjadi UU planning, itu untuk jangka waktu lima merubah paradigma, akhirnya kena
No.17 tahun 2006, aturan tentang tahun, dan setiap tahunnya kita review kasus. Kalau itu terjadi, yang sakit
sanksi bagi pegawai beratnya satu untuk melihat perubahan lingkungan bukan hanya dia sendiri tetapi juga
sepertiga kalinya sanksi kepada klien strategik yang cepat.. Di DJBC tiap istri, keluarga dan lingkungannya.
kita (importir dan eksportir). Jadi teman- akhir tahun kita review organisasinya, Saya hanya menyarankan untuk bisa
teman harus siap untuk good gover- apa perlu kita rubah atau tidak, ini yang lebih baik.
nance, clean governance. Kita harus kelihatannya akan kita lakukan. Sebab
melaksanakan kode etik untuk itu, dalam rencana kerja RPJM (Rencana Bagaimana pencapaian target
sebab kalau itu tidak dilakukan maka Program Jangka Menengah) termasuk untuk TA 2006 ?
karir mereka yang sudah dibina lama, renstra harus di-rolling tiap tahun Kalau 2006, terus terang dari sisi
belum lagi keluarganya, kalau dia miss dikarenakan perubahan-perubahan di bea masuk kelihatannya mungkin tidak
of conduct atau menyimpang dari kode lingkungan strategik, misalnya kalau tercapai karena target yang kita
etiknya ya dia akan habis karena itu. dulu orang menganggap Bea dan Cukai harapkan dari tarif bea masuk untuk
Jadi saya mengingatkan kepada sebagai sumber penerimaan negara, beberapa komoditi tetap atau tidak
semuanya karena dengan sistim tetapi sekarang kan sudah bergeser turun, ternyata turun. Dan dari cukai
reformasi, intinya kita butuh karena harmonisasi tarif, bea masuk kenaikannya dari APBNP (Anggaran
transparansi, accountability dan sudah nol dan kita sekarang cenderung Penerimaan dan Belanja Negara
persaingan lebih sehat, serta disetiap kepada fasilitasi. Ini yang harus kita Perubahan) cukup tinggi . Kalau dari
kegiatan kita harus ada aturannya. Itu lakukan sehingga organisasi pun harus target yang lama seharusnya tercapai
yang harus kita lakukan. Karena jika kita rubah. tetapi karena ada revisi yang lebih
hal itu tidak dilakukan kita menjadi sulit Kita sekarang sudah mulai tinggi jadinya dari target Rp. 38,4 triliun,
untuk mencapai reformasi yang bergeser antara pelayanan dan kira-kira Rp. 37,6 triliun tercapai.
diinginkan. Dan juga UU-nya demikian pengawasan harus seimbang, nah Tetapi saya sudah sampaikan
termasuk tuntutannya. Dalam UU juga untuk mencari keseimbangan ya kita kepada teman-teman kalau dulu tidak
diatur tentang premi bagi yang berjasa. tatalah organisasi ke arah sana. Kita tercapai, solusinya kita sering ijon
Di dalam reformasi, kita juga juga siapkan SDM-nya. Hanya saja artinya menarik pendapatan tahun
berlakukan reward dan punishment yang sering terlewat adalah me- depan untuk menutupi kekurangan
reenginering atau merekayasa personil target tahun ini. Saya bilang jangan,
Bagaimana peran dan kapasitas kita di Bea dan Cukai yang dulu kita sudah harus bertekad kalau itu
Anda sebagai Direktur Jenderal Bea sebagai birokrasi sekarang sebagai tidak tercapai itu tanggung jawab saya
dan Cukai dalam reorganisasi ini ? pelayan, nah ini yang kadang-kadang sebagai Dirjen, sehingga tidak
Kalau saya ingin mendudukkan terlambat. Maka itu kami nanti juga membebani Dirjen yang akan datang.
lebih jelas tentang fungsi Direktur butuh bantuan teman-teman dari Saya termasuk yang terbebani dalam
Jenderal supaya tidak timbul bias Pusdiklat. hal ini. Sebab setiap kenaikan
apakah kita regulator atau berapapun tercapai karena modelnya
mengadminstratif regulasi dibidang Apakah evaluasi atau review salah ijon tadi. Saya tidak ingin begitu.
kepabeanan. Nah ini kelihatannya perlu satunya nanti dilakukan oleh
kita tata kembali, sebab kalau itu jadi Tenaga Pengkaji ? Pesan Anda kepada seluruh
satu kita sebagai regulator dan kita Diantaranya iya. Tetapi tidak hanya pegawai DJBC di seluruh Indonesia
mengadministrator akan timbul itu saja, dari staf juga ada, seperti saat dalam memasuki Tahun Anggaran
sesuatu yang tidak good governance, ini kita sedang membahas tentang 2007 ?
semacam ada duplikasi. performance dari Pejabat Fungsional Pesan pertama, saya berterimaka-
Maka itu policy (kebijakan.red) Pemeriksa Barang dan Pemeriksa sih karena selama ini para pegawai
tentang masalah kepabeanan tetap Dokumen (PFPB dan PFPD). Dari hasil sudah berbuat optimal. Kemudian yang
dipegang Menteri Keuangan karena kajian itu selanjutnya kita kedua, karena tuntutan masyarakat
based-nya di dalam Undang-Undang kembangkan. Kami di sini juga dibantu yang makin kritis yang menginginkan
Dasar, kewenangan pemerintahan staf Setditjen yang menangani Bea dan Cukai lebih baik lagi, maka
ada di tangan presiden, kemudian organisasi di OTL (Organisasi dan Tata kita harus bisa menyesuaikannya
kewenangan dibidang fiskal Laksana). karena kalau tidak bisa, kita akan
dilimpahkan kepada Menteri ditinggal oleh masyarakat. Yang ketiga,
Keuangan yang berkaitan dengan Apa tujuan akhir yang diharapkan titiplah citra dan karir yang sudah
policy. Nah kami di Bea dan Cukai dari reorganisasi ? sekian tahun dibina, jangan habis
mengadministrasi policy yang Kami berharap bisa memberikan hanya karena kita tidak bisa merubah
dilakukan oleh Menteri Keuangan pelayanan kepada dunia usaha dan paradigma kita, itu saja. Karena saya
supaya bisa accountable, masyarakat lebih optimal, karena khawatir sanksi makin berat. Kita
transparan, bisa sesuai dengan sudah banyak kritikan mengenai hal itu. berkeinginan dan sudah bertekad
kapasitas kita dalam melaksanakan Saya juga minta dari WBC untuk memilih profesi kita di Bea dan Cukai,
tugas, mestinya begitu. memberi masukan dan kritikan maka kita harus solid di situ.

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 21


CUKAI
WBC/ATS
melakukan pengawasan dan pembinaan-
nya. Dari jumlah tersebut, produksi rokok
pun dibagi menjadi beberapa jenis seperti
sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih
mesin (SPM), sigaret kretek tangan (SKT),
sigaret putih tangan (SPT) sigaret
kelembak tangan (KLM), cerutu (CRT),
rokok daun atau klobot (KLB), tembakau
iris (TIS), dan hasil pengolahan tembakau
lainnya (HPTL) (pasal 4 Undang-Undang
Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai dan
pasal 1 PMK no.43/PMK.04/2005)
Dari pembagian jenis rokok tersebut,
maka pabrik rokok pun juga dibagi menja-
di beberapa golongan, yaitu golongan I, II,
III, dan IIIA,B. Untuk masing-masing
golongan ini, penetapannya telah ditentu-
kan oleh Menteri Keuangan sebagaimana
yang dituangkan dalam PMK No.43/
PMK.04/2005 pasal 2, yaitu pengusaha
pabrik hasil tembakau dikelompokan ke
dalam golongan pengusaha berdasarkan
jenis hasil tembakau yang diproduksinya,
sesuai dengan batasan produksi pabrik.
Untuk SKM golongan I batasan pro-
duksi lebih dari 2 milyar batang, golongan
II lebih dari 500 juta batang tetapi tidak
SOSIALISASI. Untuk memenuhi terget penerimaan tahun 2007, dilakukan sosialisasi kebijakan lebih dari 2 milyar batang, dan golongan III
cukai tahun 2007. tidak lebih dari 500 juta batang. Untuk
SPM, golongan I lebih dari 2 milyar ba-

SOSIALISASI
tang, golongan II lebih dari 500 juta batang
tetapi tidak lebih dari 2 milyar batang, dan
golongan III tidak lebih dari 500 juta

KENAIKAN HJE
batang. Untuk SKT, golongan I lebih dari 2
milyar batang, golongan II lebih dari 500
juta batang tetapi tidak lebih 2 milyar ba-
tang, golongan IIIA lebih dari 6 juta batang
tetapi tidak lebih dari 500 juta batang, dan

DAN TARIF SPESIFIK


golongan IIIB tidak lebih dari 6 juta batang.
Untuk KLM, KLM atau SPT, golongan I
lebih dari 6 juta batang, dan golongan II

CUKAI HASIL TEMBAKAU


tidak lebih dari 6 juta batang. Untuk TIS,
golongan I lebih dari 2 milyar gram,
golongan II lebih dari 500 gram tetapi tidak
lebih dari 2 milyar gram, golongan IIIA
Berdasarkan data Direktorat Cukai, jumlah nomor pokok lebih dari 50 juta gram tetapi tidak lebih
pengusaha BKC untuk hasil tembakau (rokok) adalah 4416 dari 500 juta gram, dan golongan IIIB tidak
lebih dari 50 juta gram. Untuk CRT, tanpa
pabrik, sementara produksi rokok jenis SKM, SKT, dan SPM golongan tanpa batas produksi. Sedang-
tahun 2006 adalah 218 milyar batang. Dengan asumsi DOK. WBC
pertumbuhan ekonomi 6,3 persen tahun 2007, produksi rokok
ketiga jenis tersebut diperkirakan mencapai 232 milyar batang.

D
i Indonesia saat ini, konsumsi rokok jumlah tenaga kerja yang diserap pun juga
oleh masyarakatnya cukup tinggi, telah mencapai jutaan orang.
bahkan menurut WHO, Indonesia Itu dari sisi penyerapan tenaga kerja,
dengan jumlah jiwa sebanyak 200 juta dari sisi penerimaan negara atau yang
lebih, diperkirakan sekitar 141 jiwanya dikenal dengan cukai hasil tembakau,
adalah pengkonsumsi rokok aktif yang rokok boleh dikatakan menjadi andalan
menghabiskan sekitar 215 milyar batang bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
per tahunnya (Media Indonesia 11 (DJBC) yang tiap tahunnya selalu
Desember 2006). mengalami kenaikan bahkan melampaui
Industri rokok memang menjadi salah dari target yang ditentukan. Untuk tahun
satu tulang punggung baik penerimaan 2006 target yang ditetapkan APBN-P
negara maupun penyerapan tenaga kerja. sebesar Rp 38,5 triliun dan ditahun 2007
Dapat dibayangkan dengan jumlah pabrik ini target cukai juga telah ditentukan dan
rokok yang saat ini telah mencapai 4416 dinaikan menjadi Rp 42,03 triliun.
pabrik ( golongan I: 6 pabrik, golongan II:
27 pabrik, golongan III: 106 pabrik, JENIS ROKOK DAN GOLONGAN PABRIK
golongan IIIA: 282 pabrik, dan sisanya Dengan jumlah 4416 pabrik rokok me- FRANS RUPANG. Saat ini gap HJE dan HTP sangat
adalah pabrik golongan IIIB) tentunya mang bukan suatu hal yang mudah untuk tinggi antara 10 sampai dengan 50 persen.

22 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


DOK. WBC
kan untuk HPTL tanpa golong- yang sebenarnya juga memiliki
an tanpa batasan produksi. kelebihan dan kekurangannya.
Untuk kelebihannya, metode
SOSIALISASI KEBIJAKAN ini sesuai untuk sektor temba-
CUKAI kau Indonesia yang heterogen,
Pada Desember 2006 lalu, adil pembebanannya karena
pemerintah melalui Menteri pabrik besar dikenakan tarif
Keuangan telah menetapkan tinggi sedangkan pabrik kecil
kebijakan baru di bidang cukai dikenakan tarif rendah, mem-
hasil tembakau terkait dengan beri kesempatan berusaha
HJE. Kebijakan tersebut bagi industri kecil, dan dapat
tertuang dalam Peraturan menghindari monopoli di
Menteri Keuangan Nomor 118/ sektor industri hasil tembakau,”
PMK.04/2006 tentang jelas Frans Rupang.
perubahan kedua atas Lebih lanjut Frans
peraturan Menteri Keuangan Rupang menjelaskan, untuk
Nomor 43/PMK.04/2005 kelemahan pada sistem
tentang penetapan harga dasar advalorum adalah pemerin-
dan tarif cukai hasil tembakau. tah mendistorsi pasar de-
Dalam kebijakan baru ngan menetapkan HJE, pe-
tersebut juga dijelaskan, mungutan dan pengawasan-
bahwa untuk tahun 2007 nya kompleks meliputi, peng-
khususnya pada bulan Ma- awasan tarif, HJE, golongan,
ret seluruh hasil tembakau jenis hasil tembakau,
yang penetapan HJE-nya kemasan, dan alat kontrol
masih berlaku dinaikan pita cukai. Kelemahan lain-
HJE-nya 7 persen, dan pa- nya, penggunaan variabel
da bulan Juli 2007 untuk je- HJE sebagai instrumen
nis SKM, SKT, dan SPM di- utama membuat gap harga
naikan beban cukai perba- transaksi pasar (HTP)
tang (cukai spesifik), dengan HJE semakin jauh,
golongan I Rp 7, golongan kesenjangan beban cukai
II Rp 5, dan golongan III Rp INDUSTRI HASIL TEMBAKAU. Jumlah produksi cenderung menurun tiap antar golongan semakin ja-
3. Sedangkan jenis hasil tahunnya, namun target penerimaan cenderung naik tiap tahunnya. uh, dan dalam hal kenaikan
tembakau lainnya seperti HJE berbentuk prosentase
TIS, KLB, KLM, CRT, dan HPTL tidak sosialisasi tentang kebijakan cukai tahun akan membuat gap HJE antar jenis ha-
dikenakan. 2007 khususnya kenaikan HJE dan cukai sil tembakau semakin jauh.
Kenaikan HJE dan penerapan cukai spesifik di tahun 2007. Acara dibuka oleh
spesifik ini tentunya tidak terlepas dari Direktur Penerimaan dan Peraturan TARIF SPESIFIK
target penerimaan cukai yang tahun 2007 Kepabeanan dan Cukai (PPKC), Drs. Sementara itu untuk tarif spesifik yang
ini dinaikan. Jika pada tahun-tahun Wahyu Purnomo, yang dalam kata juga memiliki kelebihan dan kelemahan,
sebelumnya beban penerimaan cukai sambutannya menjelaskan bahwa Frans Rupang menjelaskan, untuk kele-
selalu terlampaui, untuk tahun 2006 target penetapan beban cukai yang saat ini telah bihannya dengan tarif spesifik ini pemerin-
penerimaan cukai tidak dapat tercapai ditentukan, pada awalnya DJBC merasa tah tidak perlu menetapkan harga dasar
karena besaran asumsi produksi rokok keberatan karena untuk mencapai angka (cukup mengatur besaran cukai dan satu-
dan APBN-P 2006 tidak tercapai. tersebut sangatlah sulit mengingat pada an BKC yang digunakan per batang, per
Terkait dengan kebijakan tersebut, tahun 2006 saja dari angka yang telah gram, per kadar, atau per kemasan). Lebih
maka pada 4 Desember 2006 lalu, ditetapkan tidak dapat terpenuhi. mudah dalam pemungutan (administrasi)
Direktorat Cukai menyelenggarakan Sementara itu, penjelasan terkait dan pengawasan, pemerintah tidak
DOK. WBC alasan pemerintah menetapkan kenaikan DOK. WBC
HJE dan cukai spesifik, disampaikan oleh
Direktur Cukai, Frans Rupang, dalam
acara sosialisasi yang juga di hadiri oleh
seluruh kepala KPBC yang melayani
kegiatan cukai, Kepala Bidang
Kepabeanan dan Cukai, dan Seksi Cukai.
Dalam kata sambutannya Frans
Rupang menjelaskan, target penerimaan
cukai dalam RAPBN tahun 2007 ditetap-
kan sebesar Rp 42,03 triliun dengan
estimasi penerimaan cukai tahun 2006
diperkirakan Rp 37,4 triliun dari 38,6 triliun
dalam APBN-P. Dengan hanya mengan-
dalkan pertumbuhan produksi hasil
tembakau 218 milyar menjadi 232 milyar
batang, penerimaan cukai 2007 diperkira-
kan hanya akan mencapai Rp 40,8 triliun
(97 persen dari target). Sehingga untuk
mencapai target tahun 2007 diperlukan
ekstra effort dan kebijakan khusus.
WAHYU PURNOMO. Baru tahun 2006 target “Saat ini penetapan HJE hasil temba- SUNARYO. Salah satu sebab kenaikan harga rokok,
penerimaan cukai tidak dapat terpenuhi. kau menggunakan metode advalorum untuk kepentingan penerimaan negara

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 23


KEPABEANAN

SOSIALISASI
mendistorsi pasar, mendorong industri
kecil untuk meningkatkan daya saing, dan
sangat tepat untuk menjalankan fungsi

BTBMI 2007
pengaturan (pembatasan konsumsi)
karena beban cukainya sama.
Sedangkan kekurangan dengan pe-
ngenaan tarif spesifik ini, tidak adil pabrik
besar dan kecil beban cukainya sama, jika
besaran tarif sama untuk semua golongan
akan mendorong oligopoli, dan belum se-
suai untuk industri tembakau di Indonesia BTBMI 2007 diberlakukan mulai 1 Januari 2007.
yang heterogen dan banyak jumlahnya.

B
Menurut Kepala Seksi Analisis Tarif erdasarkan Keputusan Presiden 2007 (BTBMI 2007). Penerbitan BTBMI
Harga dan Produksi Cukai Hasil RI No. 35 Tahun 1993, Indonesia 2007 ini merupakan konsekuensi logis
Tembakau, Sunaryo, latar belakang menjadi contracting party dari dari adanya amandemen keempat HS dan
timbulnya cukai spesifik ini lebih konvensi internasional, yang dikenal revisi AHTN yang wajib diimplementasikan
dikarenakan adanya gap antara HTP dengan nama Konvensi Harmonized mulai 1 Januari 2007.
dengan HJE, adanya gap nominal HJE System atau HS, yang disusun oleh Oleh sebab itu, pada 14 Desember
antar golongan dan jenis yang sangat World Customs Organization (WCO). 2006, bertempat di Kantor Pusat Direkto-
tinggi. Dan sebagai entry point untuk Sebagai contracting party dari rat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC),
kebijakan cukai jangka panjang, serta Konvensi HS, Indonesia harus selalu digelar sosialisasi BTBMI 2007 kepada
untuk kepentingan penerimaan negara, mengikuti setiap perubahan sistem masyarakat dunia usaha dan rekan-rekan
dan meringankan beban PPN pengusaha klasifikasi HS dan wajib menerapkan pers. Sebagai pembicara pada sosialisasi
akibat kebijakan cukai. Untuk itu maka perubahan tersebut sesuai jadwal hari itu adalah anggota tim penyusunan
dibuatlah alternatif kebijakan dengan yang telah ditentukan WCO. BTBMI 2007 yakni Djoko Sutoyo Riyadi,
mempertimbangkan aspek legal, fakta Untuk mengimplementasikan per- Oza Olavia dan Ardianto dari DJBC.
real, dan aspek penerimaan cukai tahun ubahan-perubahan yang terjadi sehu- BTBMI itu sendiri merupakan referensi
2007, yang pada akhirnya menetapkan bungan dengan telah diterbitkannya praktis bagi pegawai bea cukai, masyara-
penggunaan sistem tarif cukai yang Amandemen keempat Harmonized kat usaha, maupun instansi teknis terkait
mengkombinasikan sistem advalorum dan System (HS) 2007 oleh WCO dan yang digunakan sebagai dasar penetapan
spesifik (tarif gabungan) revisi ASEAN Harmonized Tariff No- bea masuk (BM) dan pajak dalam rangka
“Dengan tarif gabungan ini maka kita menclature (AHTN) yang mulai diber- impor (PDRI), serta ketentuan larangan
memiliki beberapa kelebihan, diantaranya lakukan 1 Januari 2007, maka dan pembatasan terhadap barang yang
HJE tidak berubah, mendorong HTP naik, pemerintah menerbitkan Peraturan diimpor ke dalam daerah pabean
membuat persaingan yang fair di Menteri Keuangan RI No. 110/ Indonesia. Untuk melengkapi BTBMI
lapangan karena yang menentukan HTP PMK.010/2006 tanggal 15 November 2007, DJBC juga telah menyusun dua
pasar, mendorong pabrik kecil untuk 2006 tentang Penetapan Sistem referensi penunjang BTBMI 2007 yakni
meningkatkan daya saing, mengurangi Klasifikasi Barang dan Pembebanan Supplementary Explanatory Notes (SEN)
kecenderungan mendirikan pabrik dengan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor. atau catatan penjelasan tambahan dan
motif menjual pita cukai, dan tidak mengu- Berdasarkan peraturan tersebut, table korelasi BTBMI 2004-BTBMI 2007.
bah desain pita cukai,” jelas Sunaryo pemerintah kemudian menyusun Buku Dalam BTBMI 2007, perubahan
Lebih lanjut Sunaryo menjelaskan, Tarif Bea Masuk Indonesia Tahun mendasar dari BTBMI sebelumnya
untuk pengawasan yang dilakukan
WBC/ATS
dengan tarif gabungan ini tidak akan
berbeda dengan yang telah dijalankan
sebelumnya karena masih ada pita cukai.
Selain itu DJBC saat ini juga telah
menjalankan enam langkah pengawasan
khusus untuk cukai, diantaranya dengan
operasi pasar secara terbuka (terpadu),
operasi intelijen, pemanfaatan data teknis
dan data lapangan, sosialisasi kepada
masyarakat, sosialisasi kepada instansi
pemerintah, dan personalisasi.
Namun upaya-upaya tersebut juga
masih mengalami kendala-kendala,
diantaranya keterbatasan SDM, regulasi
pemerintah daerah yang memberikan
kemudahan izin pabrik, koordinasi intansi
terkait (terutama di daerah), hukuman
yang kurang memberikan efek jera,
investasi (industri HT) yang sangat murah,
dan aspek sosial masyarakat.
“Kalau saat ini ramai diberitakan peno-
lakan oleh asosiasi pengusaha rokok, hal
itu karena tidak ada pabrik rokok yang
mau beban pungutan cukai naik tiap
tahun. Namun khusus untuk penolakan
cukai spesifik lebih disebabkan karena
akan merubah peta persaingan di pasar
dan ketakutan akan adanya tarif cukai SOSIALISASI. Sosialisasi BTBMI 2007 tidak hanya dilakukan di Jakarta saja, tetapi juga di
spesifik murni,” tandas Sunaryo. adi beberapa kota di Indonesia.

24 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


WBC/ATS

SAAT KONFERENSI PERS. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi menggelar konferensi pers seputar maraknya pemberitaan di media massa mengenai
kesalahan penafsiran dalam impor chassis untuk transjakarta atau yang biasa disebut busway.

(BTBMI 2004-red) mencakup hal-hal suatu kejelasan terutama untuk PPN, Peraturan Menteri Keuangan No. 61/
sebagai berikut: PPH dan CEPT. Ia juga melihat BTBMI PMK.010/2006 tanggal 24 Juli 2006, impor
l Terdapat 354 Amandemen HS 2007 lebih baik dari BTBMI sebelumnya chassis bus tersebut mendapat fasilitas
berkaitan dengan struktur klasifikasi 6 (2004-red) terutama adanya penjelasan pembebasan bea masuk jika sesuai
digit, mencakup perubahan catatan yang lebih rinci dalam kolom keterangan dengan HS nomor 8706.0021.00.
bagian/bab, penambahan pos/sub pos sehingga area yang tadinya bersifat ‘abu- Sementara itu, chassis bus dengan
baru, penghapusan/penggabungan abu’, sekarang menjadi lebih jelas. mesin terpasang yang diimpor PT. BDI
pos/sub pos tertentu, perubahan “Berkat adanya website bea cukai termasuk klasifikasi dengan nomor HS
cakupan pos/sub pos tertentu, dan juga, pelaku usaha dapat memberikan 8706.0022.00. Oleh karenanya, PT. BDI
perubahan editorial. input-input terhadap grey area yang ada. mengajukan permohonan agar pada PMK
l Perubahan struktur klasifikasi delapan Dan saya melihat saat ini grey area No.61 tersebut, chassis yang diimpor PT.
digit berdasarkan AHTN (karena tersebut sudah mulai diperbaiki, misalnya BDI termasuk yang mendapatkan fasilitas
mengikuti Amandemen HS dan seka- lewat BTBMI 2007 ini, walaupun saya keringanan bea masuk.
ligus adanya upaya penyederhanaan belum melihat isinya tapi saya berharap Mengetahui hal itu, Bea dan Cukai pun
struktur klasifikasi AHTN). sekarang insya allah lebih baik,” harapnya. melakukan pengecekan terhadap chassis
l Perubahan stuktur klasifikasi di tingkat dengan mesin terpasang berbahan bakar
10 digit untuk mengakomodasi CHASSIS BUSWAY CNG tersebut berdasarkan pos tarif. DJBC
kepentingan nasional. Sementara itu, pada kesempatan yang berpendapat bahwa chassis dengan
sama, dengan didampingi oleh Teguh engine CNG termasuk dalam HS nomor
Dengan demikian, pada dasarnya Indrayana, Direktur Teknis Kepabeanan 8706.0022.00, dimana HS tersebut dikla-
tidak ada perubahan mendasar terhadap dan Agung Kuswandono, Kasubdit sifikasikan pada pos tariff dengan dikena-
pembebanan bea masuk, baik bea masuk Kerja sama Internasional II, Dit. kan bea masuk sebesar 40 persen, PPN
umum maupun bea masuk CEPT Kepabeanan Internasional, Direktur 10 persen dan PPnBM 10 persen. Dengan
(Common Effective Preferential Tarif) yang Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi demikian, antara importir dan Bea Cukai
berlaku untuk impor barang dari negara menggelar konferensi pers mengenai terdapat perbedaan dalam klasifikasi tarif.
ASEAN. Perubahan tariff bea masuk yang maraknya pemberitaan di media massa “DJBC memiliki peraturan dan tidak
ada semata-mata karena mengikuti mengenai kesalahan penafsiran dalam mungkin bermain-main dalam pos tarif.
perubahan struktur klasifikasi yang baru impor chassis untuk transjakarta atau Bea Cukai juga tidak ingin menghalang-
dan juga mengikuti program harmonisasi yang biasa disebut busway. halangi masuknya chassis bus tersebut.
tariff untuk tahun 2007 yang telah Kepada pers Anwar menjelaskan Justru kami konsisten terhadap HS ini.
ditetapkan Menteri Keuangan. kronologis kesalahan penafsiran tersebut. Kami juga melakukan cek ke pembuat
Saat ditemui WBC disela-sela acara PT. Bali Dufree Indonesia (BDI) merupa- chassis yakni Daewoo hingga melakukan
sosialisasi, Suyitno, Production Plan & kan perusahaan yang ditunjuk oleh bebe- cross cek ke beberapa website termasuk
Material Manager, PT. Tanashin Indonesia rapa perusahaan angkutan umum sebagai WCO, untuk mengetahui klasifikasi ba-
yang bergerak dibidang assembly importir atas impor chassis bus dengan rang tersebut. Hasilnya sangat jelas bah-
electronic car audio mengatakan, dengan mesin terpasang untuk pembuatan wa chassis tersebut seharusnya terkena
adanya sosialisasi ini, ia merasa ada angkutan komersial. Berdasarkan bea masuk,” kata Anwar. Hingga berita ini

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 25


KEPABEANAN
WBC/ATS
diturunkan (15/12), jumlah bus yang masih
tertahan berjumlah 24 unit bus.
Untuk itu, Anwar menghimbau pada
dunia usaha maupun pegawai bea cukai
dan instansi terkait lainnya agar
mengetahui dan memahami secara baik
dan benar BTBMI. Dalam BTBMI terdapat
klasifikasi tarif dan nilai pabean. Sehingga,
dengan mengetahui klasifikasi barang
dengan baik, tidak akan terjadi salah
penafsiran dikemudian hari.
Agung Kuswandono menambahkan,
pada dasarnya BTBMI 2007 ini dibuat
berdasarkan konvensi internasional, yakni
Konvensi Harmonized System. Di dalam
konvensi ini, sudah diatur bagaimana cara
mengklasifikasikan suatu barang.
Sehingga, DJBC tidak bisa seenaknya
melakukan klasifikasi, karena yang dilihat
terlebih dahulu bukan tarif (karena tarif
merupakan kewenangan Menteri
Keuangan-red), tapi klasifikasinya.
“Ini yang terjadi pada chassis bus way
ini, karena klasifikasinya salah lalu kita
betulkan. Yang menjadi masalah disini
adalah adanya perbedaan tarif. Jadi, bagi
DJBC, kolom yang berada disebelah
kanan (tarif-red) bukan kewenangan
DJBC. DJBC hanya menetapkan tarifnya
sesuai ketetapan tarif tadi, kemudian
DJBC memungut bea masuk dan pajak PERESMIAN APJP. Dilakukan oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi yang ditandai dengan
dalam rangka impor,” kata Agung. pemukulan gong.
Untuk itu, perlu diketahui oleh masya-

ASOSIASI PERUSAHAAN
rakat bahwa untuk mengklasifikasi barang,
tidak hanya melihat kode penomoran ba-
rang saja, tapi cara mengklasifikasikannya
juga harus dipahami. Di dalam buku
BTBMI 2007 tersebut, tidak hanya JALUR PRIORITAS
RESMI TERBENTUK
terdapat daftar barang, tetapi juga catatan
bagian, ketentuan umum menginterpretasi
HS, catatan bab dan lainnya. Semua itu
harus dibaca satu per satu agar dapat
melakukan klasifikasi dengan benar.
Dengan demikian, perbedaan persepsi Beranggotakan 93 perusahaan yang terdiri dari 90 importir
tadi dapat dihindari. produsen dan tiga importir umum.
Teguh Indrayana menambahkan,

S
selain untuk mengklasifikasikan barang, etelah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC ) meluncurkan
BTBMI juga digunakan sebagai instrumen program Jalur Prioritas berdasarkan Peraturan Dirjen nomor 11/BC/
untuk berbagai macam kegiatan, misalnya 2005 Jo P.06/BC/2006 tentang Jalur Prioritas, para pengusaha yang
penyusunan berbagai kegiatan ekonomi mendapatkan fasilitas tersebut membentuk wadah komunikasi dan
yang terkait dengan perdagangan interna- informasi bagi perusahaan penerima fasilitas jalur prioritas dengan instansi
sional, penyusunan posisi tawar Indonesia pemerintah terkait yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jalur
dalam berbagai negosiasi dalam rangka Prioritas (APJP).
kerjasama RI dengan negara lain baik di Peresmian APJP ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai
tingkat bilateral maupun multilateral, Anwar Suprijadi di Aula Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
penetapan asal barang (rules of origin), (KP-DJBC), pada 11 Desember 2006. Acara peresmian ini diikuti oleh
perhitungan bisnis bagi masyarakat hampir seluruh perusahaan penerima jalur prioritas dan juga beberapa
usaha, penyusunan statistik perdagangan, pejabat eselon dua dilingkungan DJBC.
klasifikasi barang impor dan sebagainya. Dalam sambutannya Ketua APJP Gunadi Sindhunata mengatakan,
Dalam BTBMI 2007, terdapat penurun- bahwa harapan perusahaan dalam hal efisiensi waktu dimana peningkatan
an jumlah klasifikasi barang, yang semula kecepatan pelayanan, kepastian waktu pelayanan, efisiensi biaya dimana
berjumlah 11.173 barang menjadi 8.744 pengurangan pada ekonomi biaya tinggi dan kemudahan prosedur dalam
barang. Hal itu terjadi karena adanya hal kemudahan proses pelayanan, direspon baik oleh DJBC dengan
penggabungan dan penyederhanaan adanya jalur prioritas.
klasifikasi barang. “Tak hanya itu, pada Menurutnya jalur prioritas tersebut merupakan fasilitas yang diberikan
BTBMI 2007, barang yang dikenakan tarif DJBC kepada importir tertentu untuk mendapatkan pelayanan khusus,
rendah semakin banyak mengikuti sehingga proses penyelesaian importasinya lebih sederhana dan
kecenderungan dalam perdagangan cepat.“Program jalur prioritas ini merupakan program yang sangat baik
internasional, dimana semakin lama tarif patut didukung, karena dengan jalur prioritas ini tentunya akan semakin
memang semakin turun. Untuk itu akan meningkatkan citra Indonesia di mata investor, bukan hanya investor
mempengaruhi target penerimaan dari dalam negeri tetapi juga investor luar negeri, dan tentunya juga para
bea masuk,” ungkap Teguh. ifa pengusaha yang mendapat fasilitas ini harus benar-benar menjaga

26 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


kepercayaan dan mengikuti syarat kepabeanan yang diberikan dalam berkala, impor sementara, Kemudah-
yang diberikan bea cukai satu tahun terakhir, tidak pernah sa- an Impor Tujuan ekspor (KITE) dan
kepadanya,’tutur Gunadi lah memberitahukan jumlah maupun Vooruitslag adalah fasilitas lain yang
Dirjen Bea dan Cukai Anwar jenis dan atau nilai pabean, telah di dapat dimiliki oleh perusahaan.
Suprijadi mengatakan, bahwa jalur audit oleh Kantor Akutan Publik Sementara itu pengusaha jalur
prioritas ini merupakan upaya dari (KAP) dan tidak mempunyai hutang prioritas dalam hal ini masih
DJBC untuk mengakomodir berupa kekurangan pembayaran Bea mendapat keuntungan diantaranya
kepentingan pengusaha dalam hal Masuk (BM) kepada DJBC. kepastian kesederhanaan prosedur
kepastian yang diinginkan dalam dan kecepatan dalam penyelesaian
mejalankan usahanya. FASILITAS KEMUDAHAN impor, penurunan biaya clearance
“Para pengusaha yang mendapat Dari data yang diperoleh dan inventory, keuntungan finansial
jalur prioritas ini harus mematuhi menyebutkan, beberapa fasilitas jalur yaitu kredit sampai dengan maksimal
ketentuan yang telah digariskan oleh prioritas dapat dirasakan oleh dua bulan untuk pembayaran berkala
DJBC, dan kami percaya kepada pengusaha seperti tidak dilakukan dan bargaining ke bisnis partner
para pengusaha. Namun kiranya pemeriksaan fisik kecuali untuk impor karena efisiensi dan efektifitas
kepercayaan tersebut tidak sementara, barang reimpor, terkena perusahaan.
disalahgunakan,”ujar Anwar dalam Nota Hasil Intelejen (NHI) dan barang Mengenai fasilitas dan keuntung-
sambutannya. Perusahaan penerima tertentu yang diterapkan Dirjen Bea an yang disebutkan tadi, salah satu
jalur prioritas ini merupakan dan Cukai. Pemeriksaan fisik pengguna jasa yang diwawancarai
perusahaan yang mempunyai track dapat dilakukan di gudang importir. WBC menyatakan, pihaknya sangat
record yang baik atau dalam kategori Fasilitas lainnya seperti truck losing, terbantu dengan adanya jalur
low risk. Hingga 11 Desember 2006, dimana pengeluaran barang impor prioritas tersebut dan untuk itu
terdapat 93 importir menerima dari kawasan pabean dengan perusahaannya merasa kepercayaan
fasilitas jalur prioritas, yang terdiri pembongkaran secara langsung dari yang diberikan melalui jalur prioritas
dari 90 importir produsen dan 3 kapal ke atas alat angkut darat, harus tetap terjaga agar tidak
importir umum dengan bidang usaha prenotification yaitu kemudahan mengganggu usaha. “Kalau kita tidak
seperti otomotif, kosmetik, elektronik, untuk dapat mengajukan dokumen menjaga kepercayaan tersebut, bisa-
kertas, makanan, pengemas, aneka Pemberitahuan Impor Barang (PIB) bisa klien kami akan kecewa dan
industri, minyak sawit, kimia dan terlebih dahulu sebelum barang usaha kami bisa berantakan,”ujar
sepatu. impor tiba di pelabuhan. perwakilan pengusaha tadi yang
Lebih lanjut Gunadi mengatakan, Selain itu juga pembayaran tidak mau disebut namanya. Ia lebih
perusahaan bisa mendapatkan jalur berkala secara khusus untuk importir lanjut mengatakan dengan adanya
prioritas dengan berbagai produsen serta fasilitas berupa APJP ini maka jika ditemukan
persyaratan seperti reputasi yang jaminan corporate guarantee untuk permasalahan dilapangan dapat
baik, bidang usaha yang jelas, tidak jalur prioritas dapat digunakan dicari pemecahannya antara asosiasi
pernah menyalahgunakan fasilitas sebagai jaminan untuk pembayaran dengan DJBC. zap
WBC/ATS

FOTO BERSAMA. Para pengurus APJP berfoto bersama dengan Dirjen DJBC dan para pejabat eselon dua dilingkungan DJBC

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 27


INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI

TANDA TANGAN
DIGITAL
Seringkali tanda tangan digital ini dianggap sebagai hasil proses
image scanning dari tanda tangan biasa
Tanda
tangan
Digital

S
ering kali penulis melihat Pengguna pada KPBC Tanjung Priok, KPBC Soekar-
Jasa Kepabeanan (PJK) meminta no Hatta dan KPBC Belawan. Metode
tanda tangan dan cap basah transaksi elektronik ini terus diperluas,
terhadap dokumen PIB, PEB, SPPB dan hingga saat ini Bea Cukai telah menerap-
PE mereka di Kantor Pelayanan Bea kan transaksi elektronik pada KPBC
Cukai (KPBC). Tanjung Priok, Soekarno Hatta, Tanjung
Iseng-iseng penulis tanya ke PJK ter- Mas, Tanjung Perak, Belawan untuk
sebut, kenapa mereka masih membutuh- Sistem Aplikasi dan Prosedur (SAP) Impor GAMBAR 1. Dokumen SPPB
kan tanda tangan dan cap basah, padahal dan Manifest dan ditambah KPBC Dengan Tanda Tangan Digital
mereka tahu kalau Bea Cukai tidak mem- Bandung untuk SAP ekspor.
butuhkan tandatangan dan cap basah lagi Inti dari transaksi elektronik disini Topik utama dari uraian di atas
untuk dokumen (repon) yang dikirim adalah PJK mengirimkan dokumen PIB/ adalah berbicara tentang bagaimana
Server Bea Cukai ke komputer PJK. Rata- PEB secara elektronik (menggunakan teknologi informasi dapat menjamin
rata jawaban mereka sama yaitu tanda media telekomunikasi) dari kantor PJK ke keabsahan atas dokumen yang
tangan dan cap basah tersebut digunakan Server Kantor Pelayanan Bea Cukai. diterima oleh pengguna. Memang harus
untuk pelindung dokumen yang mereka Selanjutnya data yang dikirim oleh PJK kita sadari suatu pertukaran informasi
bawa dari pemeriksaan instansi lain. tadi otomatis di proses oleh komputer Bea melalui media elektronik (internet) yang
Kemudian penulis coba-coba mencari Cukai dan respon dari proses komputer terkait dengan transaksi bisnis atau
kebenaran kepada instansi pengawas lain Bea Cukai melalui media komunikasi diki- perdagangan secara elektronik,
atas jawaban PJK tadi. Sebagian besar rim kembali ke PJK. Respon persetujuan memerlukan pengamanan melalui
jawaban dari instansi pengawas lain Bea Cukai (SPPB/PE) yang diterima oleh infrastruktur teknologi informasi agar
mengakui kalau mereka meragukan keva- PJK dapat dicetak dan dijadikan dokumen informasi yang dipertukarkan hanya
lidan atas dokumen yang di bawa oleh yang sah dalam pengeluaran/ bisa dibaca oleh penerima yang berhak
PJK. Selain itu ada beberapa petugas pemasukkan barang ke/dari TPS. dan tidak dapat dipahami oleh pihak
yang mengakui kalau dokumen yang asli Namun Dokumen yang sah menurut yang tidak berhak (Privacy/Confidenti-
adalah dokumen yang ada tanda tangan Bea Cukai masih diragukan oleh pihak ality); identitas pihak yang terkait dapat
dan cap basah. lain sehingga dalam kenyataannya diketahui atau dijamin otentisitasnya
Bea Cukai telah melakukan otomatisa- walaupun Bea Cukai sudah menyata- (Authentification); informasi yang
si sistem dan prosedur impor dan ekspor kan bahwa dokumen yang dicetak ber- dikirim dan diterima tidak berubah
sejak tahun 1990. Perubahan yang paling dasarkan respon yang dikirim komputer (Integrity); dan pihak yang terkait tidak
revolusioner dibidang otomasi sistem dan Bea Cukai adalah dokumen yang sah, dapat menyangkal telah melakukan
prosedur impor dan ekspor terjadi pada masih banyak PJK yang rela jauh-jauh transaksi (Non Repudiation).
tahun 1997, dimana pada tahun tersebut datang dari kantornya hanya untuk
Bea Cukai berani melakukan transaksi do- meminta tanda tangan dan cap basah TANDA TANGAN DIGITAL
kumen PIB secara elektronik dengan PJK untuk melindungi dokumen mereka. Yang dimaksud dengan tanda
tangan digital di sini adalah terjemahan
dari “digital signature”. Dalam
implementasinya, digital signature
berupa rentetan angka yang panjang
yang dihasilkan oleh sebuah
algoritma tertentu. Seringkali tanda
tangan digital ini dianggap sebagai
hasil proses image scanning dari tanda
tangan biasa, yang hasilnya adalah
sebuah graphical image (dalam format
GIF, JPEG, atau PNG). Bukan ini yang
dimaksud dengan digital signature!
Kalau hasil scanning tanda tangan, ini
mungkin lebih tepat disebut “digitalized
signature”.
Tanda tangan digital ini dapat berguna
untuk memastikan keaslian pesan yang
disampaikan, bahwa suatu pesan yang
disampaikan pada kita benar-benar
berasal dari pengirim. Tanda tangan digital
juga menjamin integritas pesan. Teknologi
GAMBAR 2. Tanda Tangan Digital ini memungkinkan kita mendeteksi bila

28 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


ada orang yang menyadap pesan dan
mengganti isi pesannya di tengah jalan.
(gambar 1)
Dibandingkan dengan tandatangan
analog, tanda tangan digital lebih sulit
dipalsukan. Tanda tangan digital lebih
sering digunakan daripada enkripsi karena
kita sering tidak peduli apakah pesan kita
disadap atau tidak, tapi kita benar-benar
ingin tahu apakah yang mengirim pesan
pada kita benar-benar orang yang kita
maksud. Sifat dimiliki oleh tanda tangan
digital adalah:
1. otentik, tak bisa/sulit ditulis/ditiru oleh
orang lain. Pesan dan tanda tangan
pesan tersebut juga dapat menjadi
barang bukti, sehingga
penandatangan tak bisa menyangkal
bahwa dulu ia tidak pernah
menandatanganinya.
2. hanya sah untuk dokumen (pesan) itu
saja atau kopinya yang sama persis.
Tanda tangan itu tidak bisa dipindah- GAMBAR 3. Contoh Public Key Infrastructure (PKi)
kan ke dokumen lainnya, meskipun
dokumen lain itu hanya berbeda sedi-
kit. Ini juga berarti bahwa jika dokumen
itu diubah, maka tanda tangan digital
dari pesan tersebut tidak lagi sah.
3. dapat diperiksa dengan mudah,
termasuk oleh pihak-pihak yang belum
pernah bertatap muka langsung
dengan penandatangan.

BAGAIMANA TANDA TANGAN DIGITAL


BEKERJA
Teknologi tanda tangan digital
memanfaatkan teknologi kunci publik.
Sepasang kunci publik-privat dibuat
untuk keperluan seseorang. Kunci
privat disimpan oleh pemiliknya, dan
dipergunakan untuk membuat tanda
tangan digital. Sedangkan kunci publik GAMBAR 4. Contoh Smart Card
dapat diserahkan kepada siapa saja
yang ingin memeriksa tanda tangan Pihak ketiga terpercaya akan membantu PENUTUP
digital yang bersangkutan pada suatu menjamin identitas dari para pihak pelaku Penerapan tanda tangan digital dalam
dokumen. Proses pembuatan dan transaksi elektonik melalui infrastruktur pengamanan terhadap informasi (pesan)
pemeriksaan tanda tangan ini kunci publik dan menyediakan mekanisme yang dikirim PJK dan Bea Cukai dalam
melibatkan sejumlah teknik kriptografi untuk melakukan transaksi elektronik suatu transaksi melalui media elektronik,
seperti hashing (membuat ‘sidik jari’ secara aman. Selanjutnya pihak ketiga dapat menjamin keabsahan dari dokumen
dokumen) dan enkripsi asimetris. terpercaya akan memberikan layanan yang di transaksikan. Apalagi pada tahun
Teknologi kunci publik juga bisa diper- tersebut melalui suatu institusi yang lazim ini Bea Cukai mulai menggunakan
gunakan untuk menyandikan/ meraha- dikenal sebagai Certification Authority teknologi web base (jaringan publik)
siakan isi dokumen. (gambar 2) (CA). CA menerbitkan sertifikat elektronik sebagai media pertukaran dokumen.
Sebagai contoh, katakanlah ada Bea dalam bentuk Sertifikat Digital (SD) - Namun perlu diingat, setelah kita
Cukai hendak mengirim kunci publiknya (Digital Certificate) yang digunakan para menerapkan suatu sistem baru, sosialisasi
(PbA) kepada PJK A yang digunakan untuk pihak untuk menyatakan identitasnya sebaiknya tidak hanya diberikan ke PJK
mengamankan dokumen PIB yang akan dalam melakukan transaksi elektronik. tetapi juga diberikan ke instansi lain dan
dikirim ke Bea Cukai. Tapi saat kunci itu Infrastruktur yang mengelola kunci publik juga ke seluruh pegawai Bea Cukai agar
dikirim lewat jaringan publik, Maling sering dikenal sebagai Public Key terdapat satu pemahaman, sehingga
mencuri kunci PbA. Kemudian maling Infrastuctute (Pki). (gambar 3) kejadian yang terjadi pada cerita penulis di
menunggu PJK A mengirim dokumen PIB- Perkakas terbaik yang digunakan awal tulisan ini tidak akan terjadi lagi.
nya lewat jaringan publik. Saat PJK A untuk membuat tanda tangan digital *Yan Inderayana,ST, MT - Pelaksana pada
hendak mengirim dokumen yang telah di- adalah smart card (gambar 4). Di Subdit OSPKC-DIKC Analys &Programmer team
tandatanganinya dengan kunci publiknya dalam smart card tersimpan kunci privat
(PbA) kepada Bea Cukai, sekali lagi Maling dan sertifikat digital, namun yang bisa Referensi
mencurinya. Namun ketika Maling dikeluarkan dari smart card hanya 1. Budi Rahardjo, “Panduan Cyberlaw
tersebut hendak membuka dokumen PIB sertifikat digital saja (untuk keperluan Untuk Orang Biasa“
PJK A dengan kunci yang sebelumya di verifikasi tanda tangan). Sedangkan 2. NN, “Digital Signature Guidelines
curi tadi, dokumen PJK A tetap tidak bisa kunci privat tidak bisa diintip oleh apa- Tutorial”, http://www.abanet.org/scitech/
dibuka, karena kunci yang bisa membuka pun dari luar smartcard, karena hanya ec/isc/dsg-tutorial.html
dokumen tersebut hanyalah kunci Privat dipakai untuk proses penandatanganan 3. Wikipedia, “Digital Signature”, http://
yang tetap disimpan pada Bea Cukai. yang dilakukan di dalam smart card. en.wikipedia.org/wiki/Digital_signature

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 29


DAERAH KE DAERAH

KPBC TIPE C KALIANGET


DI PULAU MADURA
Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.250 km2 (lebih kecil daripada pulau Bali) dengan
penduduk sekitar 4 juta jiwa. Madura dibagi menjadi empat kabupaten Bangkalan, Sampang,
Pamekasan dan Sumenep.
FOTO : BAMBANG WICAKSONO

KPBC KALIANGET tampak dari depan.

S
ekilas, Madura hanyalah sebuah nya belum ditunjang dengan sarana nep ini belum terpublikasikan secara
kepulauan yang tandus dan prasarana yang mumpuni. memadai. sehingga di benak masyara-
dan panas. Siapa sangka di balik Sumenep juga terkenal dengan kat luar, khususnya yang belum pernah
‘kegarangan’-nya itu pulau ini menyim- salah satu peninggalan sejarahnya datang ke sana, Pulau Madura
pan pesona alam penuh keelokan?. yaitu Asta Tinggi ( makam para raja- hanyalah gugusan tanah yang gersang
Tandus dan panas sepertinya itulah raja) yang terletak di Desa Lenteng dan panas. Hingga pelancong enggan
kesan pertama yang didapat orang, sebelah selatan Kabupaten Sumenep. datang ke sana.
begitu mendengar nama Pulau Madura Konon menurut cerita di Kabupaten Mungkin tidak semua pegawai
disebut. Anggapan ini berlaku terutama Sumenep ini Raden Aria Wiraraja dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di
bagi warga luar daerah yang belum kerajaan Kediri menyusun kekuatan Nusantara ini yang tahu kalau di Pulau
pernah datang ke sana. untuk menghancurkan pasukan Tar-Tar Madura terdapat KPBC Tipe C
Madura memang gambaran dari China sehingga namanya Kalianget tepatnya di Kecamatan
masyarakat bertemperamen keras, diabadikan menjadi nama universitas Kalianget Kabupaten Sumenep. Letak
memiliki budaya karapan sapi dan swasta di Kabupaten Sumenep. Kabupaten Sumenep yang berada di
carok (perkelahian dengan senjata Hanya saja potensi wisata di Sume- ujung Timur Pulau Madura merupakan
clurit antar lelaki hingga tewas, Red). FOTO : BAMBANG WICAKSONO
wilayah yang unik karena selain terdiri
Tipologi tanah tandus dan udara panas wilayah daratan juga terdiri dari
itu, kian mengesankan Madura sebagai kepulauan yang tersebar berjumlah 126
pulau yang tak punya pepohonan hijau pulau.
dan panorama alam yang elok Gugusan pulau-pulau yang ada di
dipandang mata. Sumenep, pulau yang paling utara
Anggapan tersebut tidak seutuhnya adalah Pulau Karamian yang terletak di
benar. Pulau terbesar di Provinsi Jawa Kecamatan Masalembu dengan jarak
Timur ini memang tandus dan panas. ±151 mil laut dari Pelabuhan Kalianget,
Namun, ini tak berarti Pulau Madura dan pulau yang paling Timur adalah
tidak memiliki potensi wisata yang Pulau Sakala dengan jarak ±165 MiI
mempesona. Contohnya saja di daerah laut dari Pelabuhan Kalianget.
paling timur ‘’Pulau Garam’’ tersebut, Sumenep memiliki batas-batas
tepatnya Kabupaten Sumenep. Daerah sebagai berikut :
ini memiliki ragam objek wisata, mulai 1. Sebelah selatan berbatasan dengan :
pantai, kepulauan, keraton, masjid - Selat Madura
peninggalan hingga sejumlah situs 2. Sebelah Utara berbatasan dengan :
makam raja-raja Madura masa silam. - Laut Jawa
Seperti Pantai Lomban, Pantai 3. Sebelah Barat berbatasan dengan :
Slopeng dan Pantai Camplong dan - Kabupaten Pamekasan
tempat wisata religius yaitu makam 4. Sebelah Timur berbatasan dengan :
Syekh Yusuf. Untuk Pantai Lomban, - Laut Jawa / Laut Flores
keindahannya sungguh menakjubkan,
karena disana keindahannya hampir Sumenep (bahasa Madura :
menyerupai Pantai Kuta Bali, sayang- HERAWATI. Kepala Kantor KPBC Kalianget. Songanab) adalah sebuah kabupaten

30 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


FOTO : BAMBANG WICAKSONO
di provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Kabupaten ini memiliki luas wilayah
2.093.45 km² dan populasi kurang lebih
1 juta jiwa. Ibu kotanya ialah Kota
Sumenep (+/- 18 km dari Kalianget )

KPBC KALIANGET
Untuk menuju Kantor Pelayanan
Bea dan Cukai (KPBC) Tipe C
Kalianget ini dapat ditempuh melalui
perjalanan darat setelah melalui
penyeberangan ferry Ujung-Kamal
Surabaya. Kalau dari Surabaya sampai
di KPBC Tipe C Kalianget diperkirakan
kurang lebih empat jam.
Perjalanan darat menuju Kalianget
sungguh sangat menyenangkan karena
jalannya halus tapi agak kecil dan kita
bisa menikmati suasana pedesaan
dengan rumah-rumah yang teratur rapi
dan perbukitan. Sampai di Sampang
sepanjang Pamekasan dan sepanjang
Kalianget kita akan bisa menikmati
suasana laut seperti di Pantai Utara
Jawa, tapi dengan panorama laut yang
masih alami.
KPBC Kalianget berlokasi di
pelabuhan Kalianget, tepatnya di Jl.
Pelabuhan No.1 Kalianget, Kabupaten
Sumenep. Berdiri di atas lahan 500m2
dan luas bangunan 400 m2, meskipun PELABUHAN KALIANGET hanya melayani penumpang dan angkutan perdagangan garam antar pulau
hanya berlantai satu kondisi kantor
tertata rapi. KPBC Kalianget dipimpin Pelayanan berada di bawah Kantor l Pos Bea dan Cukai Branta
oleh Herawati dan merupakan satu- Wilayah VII DJBC Surabaya memiliki l Pos Bea dan Cukai Telaga Biru
satunya pegawai wanita di kantor wilayah kerja yang luas meliputi wilayah l Pos Bea dan Cukai Bandara
tersebut. Madura dan Kepulauan disekitar Trunijyo
Madura. Pelabuhan Kalianget hanya l Pos Bea dan Cukai Kalianget
TARGET DAN REALISASI PENERIMAAN melayani penumpang dan l Pos Bea dan Cukai Sapudi
Beban target penerimaan bea pengangkutan garam antar pulau l Pos Bea dan Cukai Kangean
masuk dan cukai di KPBC Kalianget sehingga praktis tidak ada kegiatan l Pos Bea dan Cukai Pagerungan
merupakan yang terkecil dibandingkan ekspor dan impor di pelabuhan
dengan KPBC lainnya di Jawa Timur. tersebut. Namun keberadaan pos-pos
Targetnya untuk tahun 2006 Bea Masuk KPBC Kalianget membawahi 10 pos tersebut sudah tidak difungsikan lagi
sebesar Rp. 161.300.000. dan cukai Bea dan Cukai yang tersebar di seluruh dan kondisi bangunannya banyak yang
sebesar 1.300.800.000. pelosok kepulauan di pulau Madura memprihatinkan. Keberadaan pos-pos
Sampai dengan awal bulan yaitu : tersebut terakhir digunakan sampai
Desember 2006 target cukai hampir l Pos Bea dan Cukai Pasean tahun 1985 karena DJBC mempunyai
99 persen persen terpenuhi l Pos Bea dan Cukai Sampang kewenangan untuk melakukan
sementara untuk Bea Masuk masih l Pos Bea dan Cukai Dungkek pemeriksaan barang-barang antar
65 persen terpenuhinya dikarenakan FOTO : BAMBANG WICAKSONO
importasi yang dilayani oleh KPBC
Kalianget kebanyakan impor
sementara yaitu impor untuk
kebutuhan pengeboran minyak yang
berdasarkan PMK No. 615 dan PMK
20 dibebaskan. Dalam setahun
hanya terdapat 36 dokumen PIB (
Pemberitahuan Impor Barang) dan
36 dokumen PEB (Pemberitahuan
Ekspor Barang)

LINGKUP PELAYANAN
Di bidang pelayanan KPBC
Kalianget berusaha untuk
memberdayakan sumber daya yang
ada untuk memenuhi tuntutan dunia
usaha dan industri khususnya dalam
rangka menjamin kelancaran arus
barang dan dokumen, mengurangi
ekonomi biaya tinggi dan menciptakan
iklim usaha yang kondusif .
KPBC Kalianget sebagai Kantor PABRIK ROKOK Gudang Mangga Pamekasan, 80 org pegawai, SKT gol.3b.

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 31


DAERAH KE DAERAH

TARGET & REALISASI PENERIMAAN kedepannya akan banyak perusahaan


TAHUN 2006 rokok yang berdiri dan kegiatan impor
NO. T A R G E T REALISASI s/d PROSENTASE sementara yang membutuhkan
DESEMBER pembinaan dan pengawasan dari
pegawai-pegawai Bea dan Cukai dari
1. CUKAI = Rp. 1,300,800,000 Rp.1,258,363,600 99% Kalianget.
2. BEA MASUK = Rp.161,300,000 Rp.105,720,458 65% DOKUMEN CK 1 TAHUN 2006
TOTAL Rp.1,462,540,000 Rp.1,364,084,058 93% BULAN JUMLAH DOKUMEN
JANUARI NIHIL
pulau saat itu. Saat ini yang masih aktif Semen Gresik, Petro Kimia, dan FEBRUARI 4
hanya Pos Bea dan Cukai Telaga Biru PT.Aneka Gas Industri MARET 29
dan disana ditempatkan seorang Kekayaan hasil tambang gas dan APRIL 10
pegawai untuk melakukan minyak bumi sampai saat ini masih MEI 18
pengawasan. Untuk jangka pendek dikelola oleh Production Sharing(CPS) JUNI 17
pos-pos tersebut tidak diaktifkan namun antara lain JULI 9
apabila suatu saat akan ada 1. ARCO-Kangean Block AGUSTUS 15
pengawasan antar pulau akan 2. Trend Java Sea Block SEPTEMBER 13
diaktifkan dan tentunya diperlukan 3. Masalembu Shell OKTOBER 14
pegawai yang banyak lagi, demikian 4. BritishPetroleum Sakala Timur NOVEMBER 27
diungkap Herawati Kepala KPBC 5. Mobile Oil DESEMBER -
Kalianget. 6. Amco Indonesia
Tingkat perekonomian di Sumenep 7. Hudbay Oil International RUANG LINGKUP PENGAWASAN
bisa dikatakan cukup tinggi dari sektor 8. Santos Oil dan sebagainya. Dalam pelaksanaan operasi cukai di
tembakau hampir bisa dikatakan pabrik- wilayah KPBC ini masih banyak
pabrik rokok besar seperti Gudang Di wilayah Madura banyak ditemukan adanya pelanggaran di
Garam dan HM. Sampoerna memiliki Perusahaan Rokok (PR) berdiri, sekitar bidang cukai, terutama cukai Hasil
gudang tembakau dari Madura. 56 perusahaan rokok yaitu 3 golongan Tembakau yang terdiri dari rokok polos
Selain itu Kabupaten Sumenep III A dan 53 golongan III B. Seiring yang beredar di pasaran. Dan adanya
memiliki potensi kekayaan alam berupa dengan perkembangan perekonomian salah personalisasi pita cukai
bahan galian Golongan C, dan juga di Madura yang menunjukan trend naik Untuk menghadapi masalah
memiliki bahan tambang strategis dan ada perhatian dari bupati di seluruh tersebut , dilakukan beberapa langkah
berupa galian golongan A yang terletak Madura terhadap eksistensi pabrik yang harus diambil yaitu :
di Pulau Pagerungan Kecamatan rokok yang bersifat home industri ini, 1. Dilakukan operasi pasar dimana
Sapeken. Berdasarkan data maka KPBC Kalianget tentunya akan operasi tersebut sifatnya pembinaan
menunjukkan bahwa dua pabrik menjadi ramai dan tidak menutup dan sosialisasi peraturan tentang
pengolahan gas yang berada di Pulau kemungkinan akan dinaikkan juga cukai, langkah tersebut diambil
Pagerungan Besar menghasilkan gas tipenya. karena perusahaan rokok-rokok di
alam sebagai hasil produksinya Untuk itu diperlukan pegawai yang Madura benar-benar masih bersifat
sebesar 175 MSCF/hari/pabrik yang lebih handal dalam menjalankan tugas, home Industri, lain dengan di Jawa.
disalurkan melalui pabrik pipa bawah sehingga menghasilkan bentuk Berdirinya pabrik-pabrik rokok di
laut sepanjang 450 Km menuju ke pelayanan yang serba cepat dan Madura terutama di Pamekasan dan
Porong (sebagai Home Base). Dari sini efisien. Kalianget adalah kantor yang Sumenep akibat tidak
kemudian dipasok antara lain ke potensial untuk dikembangkan karena tertampungnya hasil panen
tembakau oleh petani tembakau di
FOTO : BAMBANG WICAKSONO
Pamekasan dan Sumenep selama
empat tahun berturut-turut.
2. Melakukan sosialisai dalam hal ini
berkoordinasi dengan Disperindag
dan Pemda (untuk sampai saat ini
koordinasi yang sudah jalan dengan
Disperindag dan Pemda Kabupaten
Pamekasan dan Sumenep). Bahkan
awal Oktober kemarin pegawai
Kalianget diminta oleh Bupati
Pamekasan untuk memberikan
sosialisi UU No. 11/1995 kepada
APROLIN ( Asosiasi Perusahaan
Rokok Lintingan) di Kabupaten
Pamekasan.

KENDALA-KENDALA
Ketika ditanya mengenai kendala,
Herawati mengatakan ada kendala
internal dan eksternal. “Kendala utama
dalam menciptakan layanan prima di
KPBC Kalianget adalah masalah
keterbatasan sumber daya manusia.
Untuk yang akan datang kiranya perlu
ditambah. Sekarang jumlah pegawai
POS BEA DAN CUKAI BRANTA yang kondisinya memprihatinkan. hanya 13 orang termasuk kepala

32 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


FOTO : BAMBANG WICAKSONO

FOTO BERSAMA Kepala Kantor dan para staf


kantor dan ini dirasa kurang, idealnya yang hanya home industry dan juga untuk menerapkan pola Good
20 orang termasuk korlak mengingat karakteristik dari penduduk,” Governance dimana ada transparasi,
perbendaharaan yang kosong. kata Herawati profesionalisme, aksesibilitas,
Dibutuhkan pegawai tambahan itu “Kendala lainnya adalah pernah responsibilitas, dan akuntabilitas.
karena wilayah pelayanan dan terjadi keterlambatan pengiriman pita KPBC Kalianget selalu
pengawasan yang sangat luas yaitu cukai dari Kantor mendekatkan diri dengan stakeholder
seluruh pulau Madura dan gugusan Pusat sehingga diklaim oleh pengusaha secara proporsional. Sehingga dengan
pulau-pulau kecil di sekitarnya”, tutur hasil tembakau. Untungnya sejauh ini model customer driven dapat
Herawati mereka mau mengerti ketika diberikan mengeliminir pelanggaran, mis-
Kendala internal kedua penjelasan atas keterlambatan administrasi, dan mis-komunikasi yang
adalah sarana kapal patroli yang ada tersebut. Keterlambatan tersebut bisa mungkin terjadi.
sangat kecil dan tidak sesuai dengan sampai satu bulan,”kata Herawati. KPBC Kalianget juga menyerap
medan perairan Madura yang banyak Selain itu yang tidak kalah masukan dari stakeholder dalam
ombak,.sehingga untuk sementara pentingnya adalah banyaknya beberapa hal termasuk lokasi kantor
kapal tidak dapat digunakan. Apabila pengusaha rokok yang berada di luar yang jauh dari jangakauan. Sesuai
ada boatzooking maka dari pihak daerah Kalianget, Sumenep, sementara dengan prinsip pelayanan prima yaitu
pemberitahu menyediakan fasilitas posisi KPBC Kalianget berada paling customer driven antara provider dan
kendaraan kata Herawati. timur di Pulau Madura. “Maka perlu customer dapat mendekatkan diri
“Kendala lainnya yang juga penting kiranya pertimbangan untuk dalam hal daya jangkau.
adalah perlunya penambahan pemindahan kantor pelayanan ke Ketika ditanya mengenai harapan
kendaraan dinas untuk melakukan daerah Pamekasan sehingga ke depan yang utama,Herawati
pengawasan dan pembinaan/ mempermudah pelayanan dan mengatakan tidaklah berlebihan ke
bimbingan yang optimal kepada pengawasan. Hal ini pernah kami depan lokasi KPBC Kalianget
pengusaha Barang Kena Cukai (BKC), utarakan pada Biro Organta ditempatkan pada posisi representatif
mengingat luasnya wilayah Departeman Keuangan saat itu, “ ujar dengan mempertimbangkan
pengawasan. Selain itu juga perlu Herawati. keseimbangan demografis pulau
penambahan rumah dinas karena Dengan berbagai kendala dan Madura. Selain itu dengan
hanya ada satu untuk Kepala Kantor,” kekurangan yang ada KPBC Kalianget mempertimbangkan target yang telah
tutur Herawati tetap bertekad memberikan pelayanan dicapai, perpindahan kantor KPBC
Selanjutnya untuk kendala eksternal yang terbaik bagi stakeholder sebagai Kalianget dapat dijadikan prioritas
adalah law enforcement belum bisa trade facilitator. KPBC Kalianget juga oleh Ditjen Bea dan Cukai dengan
dilakukan secara tegas, karena pesan selalu berusaha mencapai target yang tetap memperhatikan posisi
dari Bupati untuk sedikit toleransi ditentukan oleh Ditjen Bea dan Cukai. keuangan negara.
mengingat banyak pengusaha rokok Selain itu KPBC Kalianget berusaha Bambang Wicaksono/Koresponden Surabaya

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 33


DAERAH KE DAERAH
DOK. KPBC TARAKAN
nyak 154 batang. Kakanwil meminta agar
keberhasilan ini terus ditingkatkan. Pada
kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh
para ABK kapal patroli bea cukai untuk
memberikan masukan serta kendala yang
dihadapi diantaranya mohon agar adanya
peningkatan uang lauk pauk atau ransum.
Harapan tersebut dijawab oleh Kakan-
wil bahwa hal tersebut telah disampaikan
oleh Dirjen dalam rapat dengar pendapat
dengan Komisi XI DPR di Jakarta untuk
peningkatan kesejahteraan para pegawai
bea cukai. Untuk itu diminta kepada selu-
ruh ABK Kapal Patroli untuk terus dapat
meningkatkan kinerjanya.
Setelah memberikan pengarahan
kepada para ABK, dilanjutkan dengan
melakukan peninjauan ke KPBC Tarakan
HASIL TANGKAPAN. Kakanwil, X DJBC balikpapan Ismartono melihat hasil tegahan diantaranya berupa yang tidak jauh letaknya dari dermaga.
kayu hitam (ebony) yang mempunyai nilai jual tinggi Pada kesempatan kali itu Kakanwil
melihat langsung situasi kantor sekaligus

KUNJUNGAN KERJA melihat hasil tangkapan kapal patroli bea


cukai diantaranya berupa kayu hitam

KAKANWIL X DJBC BALIKPAPAN


(ebony) yang mempunyai nilai jual tinggi.
Setelah melakukan peninjauan
dilanjutkan dengan pengarahan kepada
KE KPBC TARAKAN seluruh Pejabat/Pegawai BC Tarakan.
Dalam pengarahannya Kakanwil antara
lain mengingatkan untuk tetap optimis
Kakanwil melihat langsung situasi kantor sekaligus melihat hasil khususnya untuk mencapai target
tangkapan kapal patroli bea cukai diantaranya kayu hitam (ebony) penerimaan Bea Masuk diantaranya
dengan cara melakukan intensifikasi dan

B
eberapa hari setelah dilantik oleh an Bea dan Cukai (KPBC) Tarakan Muna- ekstensifikasi dan tidak lupa pula
Menteri Keuangan RI, Kakanwil X dy Radiani dan Kepala KPBC Nunukan disampaikan untuk segera menerapkan
Balikpapan Ismartono langsung Martediansyah yang telah lebih dulu tiba. standar pelayanan publik sesuai surat
melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kakanwil X Balikpapan langsung me- edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
Pelayanan dibawah wilayah kerjanya, nuju Dermaga Malundung Tarakan untuk Keesokan harinya dengan mengguna-
untuk mengetahui kondisi dan situasi serta membuka Patroli Bersama dan memberi- kan kapal patroli bea cukai, Kakanwil
kendala yang dihadapi dilapangan. kan pengarahan kepada para Kopat, berkesempatan melakukan patroli laut
Kunjungan pertama Kakanwil X Nakhoda dan ABK Kapal Patroli BC. mengelilingi Tarakan dan sekitarnya yang
Balikpapan adalah ke Kantor Pelayanan Dalam pengarahannya Kakanwil antara termasuk dalam wilayah pengawasan
Bea dan Cukai Tipe B Tarakan sekaligus lain menekankan beratnya tantangan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tarakan
dalam rangka membuka acara Patroli yang diemban oleh Direktorat Jenderal untuk mengetahui kondisi medan tugas
Bersama antara Kanwil X Balikpapan, Bea dan Cukai kedepan terutama pengawasan yang sangat luas.
KPBC Tarakan, KPBC Nunukan. pengawasan barang-barang illegal yang Perlu diketahui bahwa pengawasan
Tepat pada pukul 12.00 WIT tanggal merugikan keuangan negara, dimana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tarakan
29 Nopember 2006 pesawat yang secara geografis Tarakan dan Nunukan meliputi satu Kotamadya yaitu Tarakan
membawa Kakanwil X mendarat mulus di yang berbatasan langsung dengan Tawao dan tiga kabupaten yaitu Bulungan, Mali-
Bandara Juwata Tarakan, dimana bebera- Malaysia sangat riskan dengan tindak nau dan Berau. Dengan melihat secara
pa hari sebelumnya bandara ini selalu dili- penyelundupan, sehingga pengawasan langsung kondisi dilapangan tentunya da-
puti kabut tebal sehingga sangat meng- perlu dilakukan secara terus menerus. pat menjadi masukan dalam mengambil
ganggu penerbangan. Dengan didampingi Terbukti dengan tangkapan Kapal Pat- langkah dan kebijakan yang diperlukan.
Kepala Bagian Umum Rudy Hernanto, roli BC dalam dua bulan terakhir yaitu pa- Karena keterbatasan waktu, serta
dan Kepala Bidang Pencegahan dan da tanggal 3 Oktober 2006 berupa kayu padatnya tugas maka hari itu juga
Penyidikan Aflah Farobi, Kakanwil disam- ulin sebanyak 60 m3 dan pada 24 Nopem- Kakanwil harus kembali Ke Balikpapan.
but langsung oleh Kepala Kantor Pelayan- ber 2006 berupa kayu hitam (ebony) seba- warman, kpbc tarakan
DOK. KPBC TARAKAN DOK. KPBC TARAKAN

PENGARAHAN. Para pegawai yang hadir dalam pengarahan yang FOTO BERSAMA. Ismartono berfoto bersama dengan para ABK yang ikut
diberikan Kakanwil. dalam patroli.

34 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


FOTO : DONNY
mendarat di Bandara Internasional
Sepinggan, Balikpapan sekitar pukul
09.30 WITA dengan menumpang
pesawat Garuda. Sebelum menuju ke
KPBC Balikpapan, Dirjen Bea dan
Cukai terlebih dulu mengunjungi Kanwil
X Balikpapan. Kedatangan Anwar
Suprijadi ini disambut oleh Kepala
Bagian Umum Kanwil X Balikpapan,
Rudy Hernanto yang mewakili Kepala
Kantor Wilayah X Balikpapan,
Ismartono yang berhalangan hadir.
Selanjutnya Anwar Suprijadi menga-
dakan pertemuan dengan beberapa
pejabat eselon III di lingkungan Kanwil
X Balikpapan. Pertemuan tersebut
berlangsung singkat, untuk kemudian
diteruskan dengan meninjau kondisi
kerja dan ruangan yang ada di Kanwil X
Balikpapan. Setelah puas memeriksa
seluruh ruangan di Kanwil X
Balikpapan, Anwar Suprijadi dengan
didampingi Kepala Bidang P2 Kanwil X
Balikpapan, Aflah Farobi, melanjutkan
kunjungan ke KPBC Balikpapan.
Di KPBC Balikpapan, Dirjen Bea
dan Cukai disambut langsung oleh
Kepala KPBC, Muqoddam, yang
selanjutnya mendampingi Anwar
Suprijadi berkeliling memeriksa sarana
dan prasarana yang digunakan oleh
KPBC Balikpapan dan kinerja pegawai
dalam melakukan pelayanan terhadap
market forces.
Ruangan pertama yang dikunjungi
adalah ruang Pabean. Disini Anwar
TINJAU PELABUHAN SEMAYANG. Dirjen Bea dan Cukai,, Anwar Suprijadi meninjau kondisi melihat secara langsung proses peng-
Pelabuhan Semayang, Balikpapan. urusan PIB dan mengamati komputer

ENAM JAM
aplikasi impor yang menginformasikan
status PIB. Berikutnya, Anwar menuju
ke ruang perbendaharaan yang letak-
nya bersebelahan. Kepada Suyono,
Kasi Perbendaharaan, Anwar menanya-
kan beberapa hal. “Pembayarannya
KUNJUNGAN DIRJEN BEA DAN CUKAI lancar semua, ya, Pak? Selamat kerja,
ya. Hati-hati, nggih,” kata Anwar.
DI BALIKPAPAN Di ruang P2, Anwar mengamati
pelaksanaan penanganan manifes dan
selanjutnya hampir semua ruangan
Selasa 21 November 2006, tepat sehari setelah kunjungan dikunjungi pula, termasuk ruang Hang-
Presiden AS, George W. Bush, ke Indonesia, Direktur Jenderal gar II Pelabuhan Semayang. Disini
Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi melakukan kunjungan untuk Anwar mendapat laporan adanya
sejumlah barang yang kelebihan bong-
pertama kali ke Balikpapan. Walaupun lamanya kunjungan kar (unmanifest) tanpa diketahui pemilik-
sama-sama enam jam, kunjungan Dirjen Bea cukai ini tidak nya serta, barang perkusor (hydrochlo-
memerlukan persiapan yang berlebihan sebagaimana kunjungan ride Acid) yang tidak dilengkapi ijin
Bush. Maklum kunjungan Dirjen Bea cukai ini terbilang Depkes. Mendapat laporan tersebut,
Anwar memeriksa manifes barang
mendadak. tersebut dan menginstruksikan untuk
dilakukan penyegelan.

S
iang itu suasana Kantor Pelayan- Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi Agar lebih mengetahui situasi dan
an Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A datang mengunjungi KPBC Balikpapan. wilayah kerja KPBC Balikpapan, Anwar
Balikpapan berjalan seperti biasa. Kunjungan orang nomor satu di Bea Suprijadi mencoba menggunakan
Di sudut ruang depan kantor, belasan dan Cukai ini sebetulnya sangat dinan- speedboat melihat wilayah kerja KPBC
orang PPJK dan importir hilir mudik tikan oleh para pegawai di Balikpapan. Balikpapan lainnya. Untuk diketahui,
mengurus dokumen PIB. Para pegawai Pasalnya, Dirjen Bea dan Cukai telah wilayah kerja KPBC Balikpapan selain
Bea dan Cukai juga tampak sibuk mela- melakukan kunjungan ke beberapa da- daratan Balikpapan, juga daerah
yani mereka. Sedang diluar, hujan geri- erah lain sebelumnya. Sehingga wajar Penajam, Grogot, Tanjung Batu dan
mis masih mengguyur kota Balikpapan pula bila para pegawai di Balikpapan Jenebora yang untuk mencapai ke dae-
sedari pagi. mengharapkan kedatangan Dirjen Bea rah tersebut harus ditempuh dengan
Sekitar pukul 10.30 WITA, suasana dan Cukai yang baru ini. speedboat.
kantor sedikit berubah ketika tiba-tiba Dirjen yang datang seorang diri ini Anwar yang didampingi Muqoddam,

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 35


DAERAH KE DAERAH

Aflah Farobi, Evy Octavia (Kasi Cu-


kai), Laode Rachmat (Pelaksana
WAWANCARA EKSKLUSIF DIRJEN BEA DAN CUKAI
P2) dan WBC sendiri menggunakan

“KITA HARUS
speedboat BC 7001 S. Rombongan
hanya berputar-putar di sekitar Teluk
Balikpapan. Anwar sendiri sempat

PERBAIKI DATABASE
sedikit bernostalgia ketika melewati
perusahaan pertambangan Petro-
sea. Pasalnya, ia pernah berkarir di

DAN BUTUH
Petrosea beberapa waktu lampau.
Speedboat yang ditumpangi
rombongan sempat dua kali

TALENT SCOUTING
berhenti karena baling-baling
speedboat tersangkut oleh sampah
dan sekali berhenti kehabisan

UNTUK MENCARI POTENSI


bahan bakar. BC 7001 S ini
merupakan armada Bea Cukai yang
cukup tua. Speedboat merk Raiders

PEGAWAI DI DAERAH...”
ini buatan tahun 1992/1993. Panel-
panel di ruang kemudi bahkan
sudah tidak berfungsi. ”Speedboat
ini masih bisa dipakai karena
perawatan kita saja yang bagus. Di
daerah lain, speedboat seperti ini Mungkin bisa dibilang sangat jarang selama ini, seorang Dirjen
pasti sudah pada rusak, Mas,” kata Bea dan Cukai yang berkunjung ke daerah, khususnya
Laode yang kerap menggunakan
BC 7001 S ini untuk boatzoeking.
Balikpapan. Untuk itu ketika Dirjen Bea dan Cukai, Anwar
Didalam perjalanan ini, Anwar Suprijadi berkunjung ke Balikpapan, Koresponden WBC, Donny
Suprijadi sempat memberikan bebera- Eriyanto mencoba mencari kesempatan mewawancarainya di
pa wejangan. ”Kita dalam bekerja itu ruang executive lounge Bandara Sepinggan, Balikpapan
harus berpegang pada dua hal, yaitu
Tuhan dan peraturan. Kalau anda me- sebelum kepulangan beliau. Untuk mengetahui lebih jauh tujuan
lihat atasan anda salah, anda jangan dan hasil kunjungannya, berikut petikan wawancara :
segan untuk menegurnya. Itu berarti
anda sayang pada pimpinan,” kata
Anwar dengan tutur kata yang halus. Bagaimana pendapat Bapak por. Jadi saya tidak bisa membanding-
Setelah kurang lebih 45 menit ber- mengenai Balikpapan selama kan antara sini (Balikpapan) dengan
keliling, rombongan kembali ke KPBC kunjungan ini ? Priok, tidak bisa membandingkan sini

K
Balikpapan. Setelah sholat Dhuhur alau saya lihat, ya kinerjanya dengan Makassar. Tapi intinya, teman-
berjamaah dan dilanjutkan makan cukup baik. Tapi perlu beberapa teman semangat kerjanya cukup bisa
siang bersama, Anwar Suprijadi ber- peningkatan karena tuntutan yang diandalkan.
pamitan balik menuju Jakarta. lebih baik. Sebagai salah satu contoh,
Sebelum menaiki pesawat, Anwar sebelum ke bandara ini, (saya) mampir Menurut Bapak, apa kira-kira yang
Suprijadi berkesempatan mampir ke di DHL. Di DHL ini ada problem di dia, perlu dibenahi dari kondisi kantor
Gudang Cargo Angkasa Pura Bandara (yaitu) pesawat (yang datang pada hari) Balikpapan ini ?
Sepinggan, tempat ruang Hanggar III Jum’at itu tiba di Balikpapan jam 17.00 Kalau saya, kelihatannya harus ada
Bandara Sepinggan dan DHL berada. WITA. Kalau harus ngurus SPPB atau pemikiran baru, inovasi baru supaya
Di tempat ini, Anwar berkeliling disket ke kantor dekat pelabuhan itu perubahan lingkungan itu bisa kita
sejenak mengamati kondisi gudang. Di butuh waktu, sehingga tutup. Problem penuhi. Misalnya, tadi kita, kan ikut
gudang DHL, Anwar mendapat yang dihadapi kalau tutup, (barang itu) kapal (Speedboat BC 7001.S -Red), itu
beberapa penjelasan dari pihak DHL nginap. Barang kena (sewa) gudang. kan sudah berkembang (perusahaan)
dan Anwar berjanji untuk Tadi saya sudah minta waktu ke Kepa- Petrosea, berkembang (perusahaan -
menindaklanjutinya ( baca wawancara la Kantor Pelayanan Bea dan Cukai, perusahaan) batubara. Kemudian kita
dengan Dirjen Bea dan Cukai ). Pak Muqoddam, bisa nggak mereka kan terbatas kepada (sumber daya)
Sekitar pukul 15.30 WITA, Anwar layani, diex-kan waktunya. Lembur, manusianya. Ke depan, kita harus
Suprijadi akhirnya bertolak menuju misalnya kalau Jum’at sampai jam de- memikirkan sistem bagaimana bisa on-
Jakarta dengan pesawat Adam Air. lapan malam. Kelihatannya Pak Kepala line dengan mereka.
Walaupun hanya enam jam, Kantor bisa memahami hal ini. Sehing-
kunjungan Dirjen Bea Cukai ini ga terjadi optimalisasi dari keinginan Balikpapan ini secara geografis
sangat bermakna terutama bagi klien dengan keinginan kita. Prosedur jauh dari pusat. Kira-kira
pegawai di Balikpapan karena kita penuhi dan mereka juga bisa bisa tidak mengejar
kinerjanya akan semakin termotivasi menyampaikan barang dengan delivery ketertinggalan atau keterlambat-
dengan mendapat perhatian dari yang cukup baik. an informasi dan bagaimana
pimpinan pusat Bea Cukai. mengatasinya ?
Tentunya Dirjen Bea Cukai juga Bapak sudah berkunjung ke Itu harusnya dibangun dengan web-
mengetahui secara langsung daerah-daerah lain, menurut nya Bea Cukai, supaya teman-teman
kondisi dan potensi pegawai- Bapak, bagaimana kondisi disini (Balikpapan -Red) bisa tidak
pegawai di daerah khususnya Balikpapan dibandingkan dengan terlambat. Misalnya kemarin, case, ada
Balikpapan yang tidak kalah dengan daerah lain tersebut ? rencana untuk ikut (beasiswa) S2/S3,
daerah lain. Sampai jumpa di Kelihatannya tidak bisa apple to tapi teman-teman di Balikpapan, kan ti-
Balikpapan lagi. apple, karena tergantung dari kondisi, dak pada tahu. Ini karena mungkin ke-
Don’s, Balikpapan jumlah importasi, kemudian juga eks- betulan kita di pusat (seharusnya ber-

36 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


kewajiban) untuk menyampaikan di da- bagaimana itu comply dengan Cus- direktur. Mbok, saya diberikan data,
lam web-nya Bea Cukai. Harusnya toms. Harusnya dilaksanakan ISPS misalnya untuk calon eselon II terbaik
disampaikan dong, supaya ada trans- Code, memisahkan antara kontainer saya punya kira-kira 15, calon eselon III
paransi. ekspor dengan domestik. Itu harus terbaik kira-kira saya punya 25 dan
dipisahkan. eselon IV terbaik kita punya 50. Itu
Selama Bapak menjabat sebagai mestinya kita bisa punya database
Dirjen Bea dan Cukai, program apa Bagaimana menurut Bapak, untuk itu. Disamping masalah-masalah
yang telah, sedang dan akan Bapak progress dari program tersebut yang berkaitan dengan segi
laksanakan ? apakah telah berjalan atau belum? administrasi, masalah pangkat dan
Yang terang kita akan melakukan Kita kembangkan untuk reform tiga sebagainya. Dan kita bisa menghindari
reformasi di bidang Bea dan Cukai Kantor Pelayanan Utama (KPU) yang like dan dislike. Kita butuh talent
karena ada empat fundamental yang rencananya Batam Bintan Karimun, scouting, termasuk saya ke daerah atau
harus kita benahi. Yang pertama, Tanjung Priok dan Soekarno-Hatta. lapangan kadang-kadang juga sering
pelayanan kita masih belum Kemudian konsep desain, blue print mendadak, juga ingin melihat teman-
memuaskan karena masih banyak (cetak biru) itu sudah disiapkan. Saya teman yang punya potensi baik untuk
dokumen yang dipersyaratkan. Kedua, kira kita terbuka saja untuk personil itu.
di bidang law enforcement, ketiga, yang menangani KPU. Kita buka secara
masalah kode etik kita dan keempat, transparan dan kita adakan tes. Kita Jadi salah satu tujuan utama Bapak
masalah manajemen kita dengan seleksi dengan baik. berkunjung ke daerah untuk itu ?
stakeholder. Itu kan belum kita Salah satunya… guna memotivasi
kembangkan dengan baik. Bapak yakin proses perekrutan terus mengecek. Kemudian adanya
Yang berkaitan dengan dokumen pegawai KPU nanti berjalan fair ? perubahan keinginan dari masyarakat
yang banyak, kita mengarah ke single Harapan saya begitu, ya…Terus untuk lebih baik.
administrasi dokumen dengan base kita kawal nanti itu.
pada IT. Untuk law enforcement, ya Untuk masalah peningkatan SDM,
keandalan dari teman-teman termasuk Selama ini yang sering rencana atau program Bapak ke
P2 dan sebagainya, penyidikan, dipertanyakan teman-teman di depannya ?
intelijen itu lebih harus ditingkatkan dan daerah adalah masalah proses Yang terang kita harus punya data-
kode etik harus kita tingkatkan tapi promosi mutasi yang selama ini base, kemudian sistem manajemen kita
diimbangi dengan sistim penggajian banyak yang belum ter- cover seharusnya based pada performance.
yang memadai (based performance). dengan data di pusat ? Kalau seperti sekarang ini, kan nggak
Dan manajemen stakeholder kita Itu memang harus kita perbaiki mungkin kita (menggunakan) DP3. DP3
jangan terlalu pasif. Kalau lihat database kita. Kemarin saya rapat kita kan nggak terlalu tajam. Kita seha-
pelabuhan semrawut gitu ya, harusnya dengan teman-teman kakanwil dan rusnya mengembangkan kit performan-
FOTO : DONNY

DI HANGAR PELABUHAN SEMAYANG. Tampak Dirjen Anwar Suprijadi didampingi Ka KPBC Balikpapan, Muqoddam ketika berada di hanggar Pebuhan Semayang.

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 37


DAERAH KE DAERAH
FOTO : DONNY
kan lebih tinggi karena kita mengaman-
kan penerimaan negara, kita sebagai
fasilitator, kita juga melindungi masya-
rakat dari narkotik dan sebagainya.
Resiko kita yang tinggi itu seharusnya
diimbangi dengan sistim penggajian
yang memadai untuk itu.
Jadi tidak bisa disamakan antara
pegawai Bea Cukai dengan pegawai
instansi pemerintah yang lain karena
tingkat resikonya berbeda. Sekarang
kita menghadapi hal yang kadang-
kadang homogen tetapi tidak mengacu
pada reward and punishment.

Harapan dan pesan Bapak untuk


teman-teman Bea Cukai secara
umum dan yang di Balikpapan
khususnya ?
Yang terang saya meminta semua
pegawai di semua jajaran, bahwa kita
bertekad untuk memperbaiki citra. Bila
citra kita tidak baik, problema yang di-
hadapi adalah orang nanti berpikir lain.
Ada yang berpikir PSI (Preshipment
Inspection), kemudian juga masalah-
masalah yang kadang-kadang dipoliti-
SPEEDBOAT. Anwar Suprijadi menaiki speedboat BC 7001.S untuk mengelilingi Teluk Balikpapan. sir. Saya minta, marilah kita bertekad
untuk (memperbaiki) citra ini. Inilah
ce indicator yang intinya punya evaluasi sering dikalahkan. Terus pertanyaan bagian yang tidak lepas dari keinginan
dan pekerjaan. Jadi sistim penggajian, saya adalah bagaimana mereka kita untuk memperbaiki kinerja kita.
kenaikan pangkat dan sebagainya mendapat fast track. Track khusus guna Kemudian khusus untuk teman-
harus based pada performance itu. membina dengan baik tanpa menyalahi teman di Balikpapan, saya minta apa
masalah administrasi. Karena kalau itu yang sudah dihasilkan dipertahankan,
Bagaimana dengan masalah reward terjadi, mereka juga timbul kejenuhan. tapi yang belum ditingkatkan. Kita
and punishment ? Kemudian kalau diambil instansi lain harus mau mendengar kritik juga dari
Itu harusnya dilakukan. Jadi yang rugi kan Bea Cukai juga. client kita. Seperti tadi di lapangan,
mereka yang berprestasi mendapat (saya) juga melihat banyak teman-
perhatian kita, tapi yang salah diberikan Untuk masalah tingkat teman yang ingin memperbaiki
punishment. Kadang-kadang kita kesejahteraan sendiri bagaimana ? pelayanan tapi terbentur pada aturan,
menghadapi masalah, banyak teman- Sebenarnya kalau dibanding ya kita carikan jalan keluar dengan
teman yang punya potensi bagus tapi dengan PNS yang lain (Bea Cukai) sistem kerja lembur dan sebagainya.
karena masalah kepangkatan jadi lebih baik. Tapi kelihatannya resiko kita Jadi inovasilah diperlukan…
FOTO : DONNY FOTO : DONNY

PERIKSA DOKUMEN. Anwar Suprijadi tengah


memeriksa dokumen manifest dan mendapat
penjelasan dari Laode Rachmat (P2) dengan DIALOG. Untuk mengetahui keadaan pegawai, Anwar Suprijadi berdialog dengan beberapa pegawai
disaksikan Ka KPBC, Muqoddam. KPBC Balikpapan.

38 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


KONSULTASI
KEPABEANAN & CUKAI
Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos, fax ataupun
e-mail, agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. Dan sesuai permintaan, kami dapat merahasiakan identitas anda.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Redaksi

KEBERATAN DAN BANDING


Saya mohon informasi mengenai proses Keberatan dan Banding. Lampiran I Keputusan Menteri Keuangan nomor : 380/KMK.05/1999
Saya telah masuk ke website BC dan mendapatkan tata cara pengajuan tanggal 9 Juli 1999 atau Lampiran II Keputusan Direktur Jenderal
dan monitoring prosesnya, namun saya tidak dapat menemukan formulir Bea dan Cukai nomor : Kep-64/BC/1999 tanggal 11 Oktober 1999.
yang dimaksud, dan dimana dapat mengadukan/bertanya, apabila terjadi 2. Keberatan atas penetapan tarif/nilai pabean oleh Pejabat Bea dan
penolakan. Cukai berikut sanksi administrasinya sebesar yang tercantum dalam
Perusahaan saya telah di Audit dan didapatkan dan telah diterbitkan SPKPBM, wajib diajukan dalam jangka waktu 30 hari sejak tanggal
SPKPBM, Cukai Denda Administrasi dan Pajak dalam rangka impor SPKPBM, sebagaimana diatur dalam Pasal 93 ayat (1) UU Nomor 10
tertanggal 14 Oktober 2006 yang diterima oleh kami tanggal 6 Nopember Tahun 1995.
2006. Dimana sesuai tata cara pengajuan keberatan menyangkut sanksi 3. Keberatan atas pengenaan sanksi/denda administrasi wajib diajukan
administrasi, keberatan dapat diajukan 30 hari sejak tanggal diterima dalam jangka waktu 30 hari sejak tanggal diterimanya
surat pemberitahuan. pemberitahuan, sebagaimana diatur dalam Pasal 94 ayat (1) UU
Namun, pada saat kami menyampaikan di BC Soekarno-Hatta pada Nomor 10 Tahun 1995.
tanggal 13 Nopember 2006 dinyatakan sudah terlambat dan tidak 4. Mengingat SPKPBM yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Bea
diterima keberatan kami tanpa penjelasan dengan baik, hanya merujuk dan Cukai dimaksud merupakan tagihan karena hasil audit (bukan
pada isi SPKPBM dimaksud bahwa, “sebelum tanggal jatuh tempo”, yaitu merupakan penetapan Pejabat Bea dan Cukai mengenai tariff dan
13 Nopember 2006. atau nilai pabean), maka Saudara dapat mengajukan banding hanya
Kami mohon kiranya dapat diinformasikan pada forum dan jalur kepada Pengadilan Pajak.
mana dapat kami komunikasikan masalah ini atau bantuan jalan keluar
dari persoalan ini. Terima kasih. Demikian disampaikan, dan atas kerjasamanya kami ucapkan
terima kasih.
Hormat kami,
Direktur PPKC
RAYMOND SOETJAHJO
PT. Sika Indonesia
Jl. Raya Cibinong – Bekasi Km. 20 M. WAHYU PURNOMO
Limusnunggal, Cileungsi, Bogor 16820 - Indonesia NIP 060054842
www.sika.co.id
Catatan Redaksi :
Jawaban : Dalam jawaban tertulis yang dikirimkan oleh Dit. PPKC ke
Menanggapi Surat Sdr. Raymond Soetjahjo dari PT. SIKA Indonesia, Redaksi, dilampirkan pula Petunjuk Pengisian Formulir Pengajuan
dengan ini kami sampaikan sebagai berikut : Keberatan (Lampiran I Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor: 380/
1. Pengajuan keberatan melalui Kepala Kantor Pelayanan Bea dan KMK.05/1999). Mengingat banyaknya materi, maka lampiran yang
Cukai dengan menggunakan formulir sebagaimana dimaksud dalam dimaksud tidak kami muat.

KITE
Bersama ini saya ingin mengajukan pertanyaan sebagai berikut : Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Ekspor.
Dalam Kep-152/BC/2003 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana 3. Kep. DJBC No. KEP-151/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Kepabeanan di Bidang Ekspor untuk Barang Ekspor yang mendapat Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Ekspor selanjutnya mengatur
Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dijelaskan bahwa untuk hal-hal sebagai berikut :
Eksportir dapat melakukan ekspor bahan baku asal impor (Re-Ekspor) Pasal 1 butir 17 : Barang diekspor kembali adalah barang asal
dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor impor atau asal impor sementara yang
Pelayanan setempat dengan melampirkan dokumen impor, invoice, P/L, dibawa atau dikirim kembali ke luar negeri.
surat pembatalan order, sales contract dan lain-lain. Pasal 2 ayat (1) : Barang yang akan diekspor wajib
Dikarenakan kami adalah PKB merangkap PDKB, bagaimana diberitahukan oleh eksportir/kuasanya
prosedur pelaksanaan re-ekspor di PKB/PDKB, apakah juga harus dengan menggunakan PEB.
mengajukan permohonan kepada Kepala KPBC yang mengawasi PKB/ Pasal 6 ayat (1) : PEB didaftarkan oleh eksportir/kuasanya ke
PDKB tersebut ? Kantor Pemuatan.
Atas segala perhatian dan jawabannya saya ucapkan terimakasih. Selanjutnya tatalaksana pendaftaran PEB diatur dalam Lampiran II
Kep. DJBC No. KEP-151/BC/2003 tanggal 28 Juli 2003.
YUS YULIUS, S.E 4. Berdasarkan hal tersebut, hemat kami dapat disampaikan bahwa
PT Dewhirst Menswear pelaksanaan reekspor di PKB/PDKB dilakukan dengan
Jl. Raya Rancaekek Km. 27 mendaftarkan PEB di Kantor Pemuatan dan Tatalaksana
Sumedang 40394 pendaftaran tersebut dilakukan sesuai tatalaksana yang diatur
dalam Lampiran II Kep. DJBC No. KEP-151/BC/2003 tanggal 28
Jawaban : Juli 2003 jo. Surat Edaran DJBC No. SE-10/BC/2004 tanggal 23
Menanggapi surat pertanyaan Sdr. Yus Yulius , dengan ini April 2004.
disampaikan sebagai berikut :
1. Bahwa Sdr. Yus Yulius mengajukan permohonan penjelasan Demikian untuk dimaklumi.
prosedur pelaksanaan reekspor di PKB/PDKB, apakah harus
mengajukan permohonan kepada Kepala KPBC yang mengawasi DIREKTUR JENDERAL
PKB/PDKB tersebut. u.b.
2. Butir 1 SE DJBC No. SE-10/BC/2004 tanggal 23 April 2004 Pjs. Direktur Teknis Kepabeanan
menyatakan bahwa terhitung mulai tanggal 1 Mei 2004, kegiatan
ekspor oleh PDKB dari Kawasan Berikat diberlakukan ketentuan ISWAN RAMDANA
Kep. DJBC No. KEP-151/BC/2003 tanggal 28 Juli 2003 tentang NIP 060044391

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 39


SEPUTAR BEACUKAI
WBC/ATS
JAKARTA. Ketua
Asosiasi
Perusahaan Jalur
Prioritas Gunadi
Sindhunata
memberikan
cendera mata
kepada Dirjen Bea
dan Cukai Anwar
Suprijadi, dalam
rangka peresmian
Asosiasi
Perusahaan Jalur
Prioritas pada, 11
Desember 2006 di
Auditorium KP-
DJBC. Dalam
kesempatan yang
sama Dirjen Bea
dan Cukai
memberikan
Undang-Undang
Nomor 17 tahun
2006 (Perubahan
dari Undang-Undang
nomor 10 tahun
1995) tentang
Kepabeanan kepada
Ketua Asosiasi.
WBC/ATS
JAKARTA. Diruang Loka Muda
gedung B lantai 5
diselenggarakan rapat kerja
pengawasan di bidang
Kepabeanan dan Cukai. Raker
P2 yang diselenggarakan pada 1
Desember 2006, dibuka Direktur
P2 Erlangga Mantik dan dihadiri
Kepala Bidang P2 serta Kepala
Seksi diseluruh Kantor Wilayah
DJBC. Raker satu hari ini diisi
dengan pemaparan dan evaluasi
kegiatan serta rencana kegiatan
yang terbagi menjadi tiga sesi
yakni sesi I, Kanwil I DJBC
Medan, Kanwil II DJBC TBK,
Kanwil IV DJBC Jakarta, Kanwil
V DJBC Bandung dan Kanwil VI
DJBC Semarang. Sedangkan
sesi II, Kanwil VII DJBC
Surabaya, Kanwil IX DJBC
Pontianak, Kanwil X DJBC
Balikpapan, Kanwil III DJBC
Palembang, Kanwil VIII DJBC
Denpasar dan Kanwil XI DJBC
Makasar. Sementara di sesi
terakhir Kanwil XII DJBC Ambon
dan Kanwil XIII DJBC Aceh.
FOTO : KIRIMAN
BANDA ACEH. Pada 25
November 2006 berlangsung
acara pisah sambut Kepala
Kantor Wilayah XIII DJBC Banda
Aceh dari pejabat lama Drs.
Muhammad Chariri kepada
pejabat yang baru Drs. Bachtiar,
M.Si. Acara diisi dengan
penyerahan buku profil Kantor
Wilayah XIII DJBC Banda Aceh
kepada pejabat baru. Selain itu
juga diserahkan kenang-
kenangan mewakili seluruh
pegawai Kanwil yang diserahkan
oleh Sjamsul Arifin (Kabag Umum
KWBC XIII Banda Aceh) kepada
Muhammad Chariri yang akan
meninggalkan Banda Aceh
menuju Pontianak. Kiriman
Handoko Nindyo - Kanwil XIII
DJBC Banda Aceh

40 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Pada 6-10 Nopember 2006 bertempat di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Tipe A Jakarta, Jl.Letjen Suprapto
no.66 Jakarta diadakan Training Course On Customs Laboratory. Training lima hari yang terselenggara atas kerja sama DJBC dan
JICA ( Japan International Cooperation Agency), menampilkan tiga orang pemberi materi dari JICA Expert yakni Fumio Nakamura,
Naoki Kurashima dan Tanaka Sumino. Materi yang disajikan meliputi antara lain pengujian Meat Bone Meal (MBM), Poultry Meat
Meal (PMM), Drug/Narkotika dan Pelumas. Kiriman BPIB Tipe A Jakarta
FOTO : KIRIMAN
JAKARTA. Perwakilan dari
Departemen Keuangan yakni
Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan
Cukai, Ditjen Pajak dan unit
Manajemen Risiko pada 1
Nopember 2006 ikut serta dalam
Pameran Indonesia Infrastructure
Conference and Exhibition (IICE)
2006 di Jakarta Convention Center
(JCC) yang diselenggarakan
Pemerintahan RI dan Komite
Kebijakan Percepatan Penyediaan
Infrastruktur (KKPPI). Pameren tiga
hari ini dibuka Presiden RI Susilo
Bambang Yudhoyono, dan diikuti
oleh perusahaan-perusahaan yang
bergerak dibidang transportasi,
telekomunikasi, kelistrikan dan
infrastruktur. Tampak pada gambar
di stand Bea dan Cukai, Nasrudin
(Dit Fasilitas) dan Tutung Budikarya
(Dit Teknis) sedang memberikan
penjelasan kepada pengunjung.
Kiriman Subdit. Publikasi dan
Penyuluhan Dit. PPKC
FOTO : DONNY ERIYANTO

BALIKPAPAN. Sebagai wujud


pengungkapan terimakasih
selama kepemimpinan sebagai
Kakanwil X Balikpapan, pada 15
November 2006 diadakan acara
perpisahan Kakanwil X
Balikpapan, Faried Syibli Barchia
yang berpindah tugas sebagai
Kakanwil VIII Denpasar. Acara
yang diadakan di Ocean restau-
rant ini dihadiri oleh para pejabat
eselon III, IV dan korlak di
lingkungan Kanwil X balikpapan.
Tampak dalam gambar, Kabid P2
Kanwil X Balikpapan, Aflah Farobi
menyerahkan cinderamata kepada
Faried S. Barchia. Selamat jalan,
Pak… Don’s, Balikpapan

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 41


SEPUTAR BEACUKAI
FOTO : DONNY ERIYANTO FOTO : KIRIMAN

BALIKPAPAN. Untuk mempererat tali silaturahmi antar pegawai, SURABAYA. Pisah sambut Kakanwil VII DJBC Surabaya dari pejabat
pada 15 November 2006 Kanwil X Balikpapan mengadakan lama Zeth A. Likumahwa kepada pejabat baru Bambang Prasodjo
acara Halal Bihalal yang diikuti segenap pejabat dan pegawai di diselenggarakan di aula Kanwil VII DJBC Surabaya pada 29 Novem-
lingkungan Kanwil X Balikpapan. Acara yang bertempat di Aula ber 2006, dihadiri pejabat dan pegawai dilingkungan, dan stake
Kanwil X Balikpapan ini diisi oleh ceramah agama oleh Ustadz holder. Dan dilakukan penyerahan cindera mata dari pegawai diwa-
Sartono. Tampak dalam gambar, para pegawai sedang serius kili oleh Kabid P2 Kanwil VII DJBC Surabaya Supriadi diserahkan
mendengarkan sambutan. Don’s, Balikpapan kepada Zeth A. Likumahuwa. Bambang Wicaksono, Surabaya
FOTO : KIRIMAN
JAYAPURA. Dalam rangka
memperingati Hari Keuangan ke-60
tepatnya tanggal 30 Oktober 2006
diselenggarakan Upacara Pengibaran
Bendera yang dilaksanakan
dihalaman Gedung Keuangan Negara
Jl. A. Yani No. 8 Jayapura. Bertindak
sebagai pembina upacara Kepala
Perwakilan Departemen Keuangan
Propinsi Papua R. Prajono
Soewongso didampingi perwira
upacara Novian Dermawan (Kepala
Seksi OKDD KPBC Jayapura) dan
sebagai Komandan Upacara Reinold
Sahara (Pelaksana KPBC Jayapura).
Upacara sederhana ini dihadiri
keluarga besar Departemen
Keuangan setempat diisi dengan
pemberian piagam penganugerahan
Satyalencana Karya Satya dan
pemberian piagam penghargaan
pensiun tahun 2006. Kiriman Novian
Dermawan, SH, Kasi OKDD KPBC
Jayapura
FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Masih dalam rangka


menyambut Hari Raya Idul Fitri 1427
H, Dharma Wanita Persatuan
Keluarga Besar DJBC Kanwil IV
Jakarta mengadakan acara halal
bihalal dan silaturahmi antar anggota
yang diselenggarakan di gedung
induk KPBC Tanjung Priok Jakarta.
Acara halal bihalal ini berlangsung
pada 22 November 2006 dengan
penyelenggara Dharma Wanita
Persatuan KPBC Halim Perdana
Kusuma, Jakarta. Acara diisi dengan
ceramah oleh Hj. Ratu Fauziah dari
Majelis Taklim Bekasi. Tampak pada
foto, sebagian anggota berfoto
bersama dengan Ketua Dharma
Wanita Persatuan Kanwil IV Jakarta,
Ny. Heru Santoso. Kiriman Dharma
Wanita Persatuan Kanwil IV

42 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


FOTO : KIRIMAN
JAKARTA. Dalam
rangka menyambut
hari raya Idul Fitri
1427 H yang baru
lalu, Dharma
Wanita Persatuan
Kanwil IV Tanjung
Priok Jakarta,
melakukan anjang
sana sosial ke
panti asuhan yang
dikelola oleh
Yayasan Murni
Jaya di Jalan
Kramat Jaya
Jakarta Utara pada
13 Oktober 2006.
Pada acara
tersebut diserahkan
sejumlah dana dan
bantuan sembako
kepada panti
asuhan tersebut.
Hadir pada acara
tersebut Ketua
Dharma Wanita
Persatuan Tanjung
Priok Jakarta Ny.
Heru Santoso.
Kiriman
Dharma Wanita
Persatuan
Kanwil IV
WBC/ATS
JAKARTA. Di Auditorium
gedung utama KP-DJBC pada
13 Desember 2006
diselenggarakan Sosialisasi
Buku Tarif Bea Masuk Indonesia
(BTBMI) Tahun 2007 kepada
para pegawai. Sosialisasi ini
diawali dengan sambutan dan
sekaligus pembukaan oleh
Direktur Teknis Kepabeanan
Teguh Indrayana dan dilanjutkan
dengan pemaparan BTBMI yang
dibawakan oleh Kasubdit
Peraturan Kepabeanan dan
Cukai, Djoko Sutoyo Riyadi dan
dibantu oleh beberapa tim
BTBMI. Sosialisasi ini dihadiri
oleh pejabat eselon III, IV dan
pelaksana, dan hadir pula dalam
sosialisasi Direktur PPKC
Wahyu Purnomo Direktur
Kepabeanan Internasional Kamil
Sjoeib, serta Direktur Fasilitas
Ibrahim A. Karim.
FOTO : KIRIMAN

BEKASI. Menjelang Hari Raya Idul Adha 1427 H, Dharma Wanita Persatuan KPBC Bekasi bersama karyawati melakukan kegiatan Bakti
Sosial mengujungi Panti Asuhan “Muthmainnah” Bekasi dan memberikan santunan berupa uang dan sembako. Kiriman KPBC Bekasi

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 43


SIAPA MENGAPA
H A Z R I Z A L
Cita-citanya menjadi nahkoda saat ini telah tercapai, setelah bekerja
satu tahun lamanya diperusahaan pelayaran nasional yang cukup
terkemuka, akhirnya dirinya lebih memilih untuk mengabdi di Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan harapan apa yang dicita-
citakan dapat segera terwujud.
Pegawai di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A Jambi
ini, memang relatif muda dan belum banyak hal yang dilaluinya di
DJBC. Namun demikian dirinya yang masuk ke DJBC pada Januari
2005 lalu melalui penerimaan D3 Pelayaran untuk ditempatkan sebagai
awak di sarana operasi, kini telah menjabat sebagai nahkoda di kapal
patroli BC.0303.
“Awalnya itu saya melihat di surat kabar kalau DJBC membuka
kesempatan bagi lulusan pelayaran untuk ditempatkan di bagian sarana
operasinya, melihat itu saya sangat tertarik, karena pekerjaan yang
saya jalani sebelumnya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan,
walaupun itu sesuai dengan ijasah yang saya miliki,” jelas Hazrizal yang
memiliki gelar ANT-III
Penempatan pertamanya di KPBC Tipe A Batam, memang
memberikannya pengalaman yang cukup berarti, karena dengan
diterjunkan langsung untuk melakukan patroli laut, dirinya merasa
tantangan untuk mengabdi kepada negara sangat teruji dimana banyak
sekali tegahan-tegahan yang dilakukan pada saat patroli.
“Di KPBC Jambi memang patroli yang dilakukan tidak seperti di

M U H A M M A D S U P A R T O
Takdir dan nasib manusia adalah rahasia Tuhan, manusia tidak mengetahui
apa yang akan terjadi. Karena manusia hanya berencana dan Tuhan yang
menentukan. Demikian pula yang dialami oleh Suparto. Ia tidak pernah
menyangka nasib baik berpihak kepadanya dengan menjadi pegawai Bea dan
Cukai. Semua bermula dari ayahnya (alm) Summo yang bekerja sebagai tenaga
teknisi lepas di Kanwil VII DJBC Surabaya pada 1952 sampai dengan 1987,
sekaligus mengelola warung di halaman belakang kantor. Selepas SLTA karena
keterbatasan biaya tidak dapat melanjutkan pendidikan, Suparto sebagai anak
kelima dari sembilan bersaudara turut membantu ayahnya mulai tahun 1985.
Sehingga dia pun banyak mengenal pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil VII
DJBC Surabaya. Selama empat belas tahun ia pun menjadi tenaga teknisi harian
mewarisi keahlian ayahnya. Keahlian tekhnisi itu didapat dari belajar sendiri tanpa
kursus atau sekolah.
Pada tahun 1999 ada lowongan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai. Berbekal ijasah SMA ia mencoba ikut test dan hasilnya ia lulus
dan diterima dengan tujuh orang lainnya dari dua puluh tujuh peserta untuk wila-
yah Jawa Timur. Penempatan awalnya di Subag. Tata Usaha dan Rumah Tangga
sesuai dengan keahliannya. Sampai ini selama enam tahun menjadi pegawai Bea
dan Cukai ia belum pernah berpindah tugas. Dia sangat menikmati bertugas di
rumah tangga karena banyak berhubungan dengan masalah teknis. Setiap ada
acara atau kegiatan Suparto pasti didapuk menjadi seksi perlengkapan karena
berhubungan dengan segala perlengkapan termasuk perangkat sound systems.
Berbicara mengenai sound system dan perlengkapannya ia pernah mengala-
mi pengalaman pahit. “ Ketika ada kunjungan pejabat Direktur Cukai yang
berkunjung ke Kanwil VII dan memberikan pengarahan dan sosialisasi tiba-tiba
listrik padam sedangkan genset pun mati, akhirnya saya kena tegor bapak-bapak
pejabat,” kenang pegawai yang memiliki semboyan hidup bekerja adalah ibadah.

MUHAMMAD HUSEIN RAMBE


Masa depan anak-anak berada dipundak orangtuanya. Hal itu yang
menjadikan Muhammad Husein Rambe, Pelaksana KPBC Pematang
Siantar, bersama istrinya Sunariaty Nasution, (membantu menopang
ekonomi suami dengan berjualan di pasar pagi), bekerja keras membanting
tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Alhamdulillah… hasil dari kerja kerasnya itu, putri saya yang paling
besar telah lulus di STAN jurusan Pajak pada 2004 dan sekarang
sudah bekerja di Kantor Pelayanan Pajak Cianjur. Tinggal dua orang
lagi anak saya yang masih sekolah dan memerlukan bimbingan agar
menjadi anak yang berguna,” ujar Rambe.
Rambe sendiri menjadi pegawai di Bea dan Cukai karena mengikuti
jejak sang ayah (Alm. Batarain Rambe yang dulu bertugas di KPBC Sibolga-
red). Orangtuanya menganjurkan Rambe untuk mengikuti tes penerimaan
pegawai bea cukai di KPBC Sibolga (1982). Ia pun melakukannya dan
berhasil diterima.
Selama bertugas di Bea dan Cukai, Rambe pernah mengikuti beberapa
diklat. Diantaranya, diklat DTSD I Pabean dan Cukai tahun 2003 di Medan.
Sepanjang karirnya, sejak 1983 hingga saat ini, Rambe mengaku hanya dua
daerah yang pernah disinggahinya saat mutasi bergulir. KPBC Sibolga
menjadi tempat pertamanya mengabdi pada Bea dan Cukai (1983 - 1993).
Setelah itu, ia dimutasi ke KPBC Siantar hingga saat ini.
Ia mengaku sangat senang ditugaskan di dua tempat tersebut. Ia
memang tidak memiliki keinginan untuk pindah ke tempat lain yang
mempunyai beban volume kerja lebih banyak. “Saya nggak mau

44 WARTA BEA CUKAI EDISI 386


385 JANUARI
DESEMBER2007
2006
info buku
Batam, disini kami hanya menyelusuri Sungai
Batang Hari yang sebenarnya juga cukup jauh dan
memiliki risiko pengawasan yang cukup besar,
selain itu di sungai ini juga terkadang dilalui oleh
kapal-kapal yang membawa barang antar pulau,”
kata Hazrizal.
Selain itu Hazrizal menuturkan, seperti halnya
pengalaman pada saat patroli yang dilakukan beberapa

BILA ANDA BERMINAT,


waktu yang lalu, saat itu wilayah Jambi tengah
diselimuti kabut asap yang cukup tebal, sehingga perlu
ekstra hati-hati dalam melakukan patroli. Setiap kapal
yang melalui sungai tersebut memang sulit untuk MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN
didekati karena kabut asap yang tebal dan aliran sungai
yang cukup deras. Disinilah dirinya berperan dalam
BUKU SEBAGAI BERIKUT:
mengendalikan kapal, dengan dibantu oleh tim P2

BUNDEL WBC 2005


KPBC Jambi, akhirnya patroli yang dilakukannya pun
dapat berjalan lancar dan jalur yang dilaluinya pun
memang aman dari upaya penyelundupan.
Sebagai generasi muda dan tulang punggung DJBC
dalam melaksanakan operasi laut, Hazrizal memang Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi
memerlukan pengalaman yang lebih banyak lagi, untuk
itu dirinya pun siap ditugaskan dimanapun untuk Januari - Desember)
menjalankan patroli laut dan mengamankan negara ini
dari upaya penyelundupan. adi

Ditanya mengenai pengalaman berkesan selama bertu-


Rp. 120.000
gas ia bercerita pernah dipercaya menjadi pengawas dan pe-
nanggung jawab renovasi rumah dinas Kakanwil yang wak-
tu itu dijabat Eddy Abdurrachman. “Saya merasa bangga
dipercaya oleh bapak pimpinan,”kenang suami Aminah ini.
Di luar tugas kantor Parto memiliki aktivitas antara
lain menjadi pengurus RT di lingkungan tempat tinggal-
nya di daerah Simogunung Barat Surabaya, uniknya ia
juga selalu menjadi seksi perlengkapan apabila di
kampungnya ada hajatan. “Benar-benar saya kena CATATAN:
‘kutuk’ menjadi teknisi sekaligus perlengkapan di mana Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
pun berada”, ujar ayah dari empat orang putera ini.
Selama menjadi pegawai dia sempat mengikuti
berbagai pendidikan antara lain Diklat Kesamaptaan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
pada 2003 di Malang, Diklat SAAT (Sistem Akuntansi
Aset Tetap) pada 2003 di Malang, dan DTSD I pada
2006 di Jakarta.
Di usia yang menginjak 43 tahun ini Parto merasa LANGGANAN MAJALAH
bersyukur dan bangga menjadi pegawai DJBC dan
akan selalu berpikir dan berbuat yang terbaik bagi
institusi yang dicintainya. Pada saat ini dia pun tengah
WARTA BEA CUKAI
dipercaya menjadi pengawas proyek renovasi gedung
arsip Kanwil VII di Tegalsari.
Parto memiliki suatu harapan kepada Pegawai DJBC.
“Saya mengharapkan kinerja Bea dan Cukai semakin baik
sesuai dengan sisdur yang ada dan perlunya sosialisasi
terus menerus semua peraturan baru,” harap pria kelahiran
Bangkalan 9 September 1963. bambang wicaksono, sby

mengambil resiko tinggi karena tempat seperti itu


banyak godaannya,” ujar Rambe.
Saat ditanya suka dukanya selama
melaksanakan tugas, pria yang lahir di Natal
(Tapanuli Selatan) pada 12 Januari 1963 ini
mengaku semuanya berjalan biasa saja. Tetapi ia
merasa lebih senang bertugas di bagian
pembukuan. Oleh sebab itu, hingga saat ini ia lebih
banyak ditempatkan di bagian perbendaharaan. No Lama Diskon Harga Harga luar
Walaupun begitu, Rambe pernah merasakan Berlangganan Jabotabek Jabotabek
bertugas di bagian P2. Untuk yang satu ini, ia punya
pengalaman yang sangat berkesan. Saat bertugas di 1 3 Bulan (3 edisi) 0% Rp. 4040..500 Rp. 4343..500
KPBC Sibolga, beberapa kali ia turut serta dalam
menegah peredaran rokok illegal. Demikian pula 2 6 Bulan (6 edisi) 5% Rp. 7878..00
0000 Rp. 8484..00
0000
saat bertugas di KPBC Pematang Siantar, ia turut 3 1 Tahun (12 edisi) 10% Rp. 1150
50.000
50.000 Rp. 1162
62 .000
62.000
terlibat dalam menegah MMEA eks impor dan rokok
illegal asal Sidoarjo. Sudah Termasuk Ongkos Kirim
Saat ditanya harapannya terhadap insitusi Bea
dan Cukai, pria yang memiliki moto bekerja sesuai
aturan dan tetap mengingat sumpah ketika diangkat MAJALAH WARTA BEA CUKAI
menjadi PNS ini mengatakan, “Semoga Bea dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Cukai maju terus, bisa berjaya dan memusnahkan Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230
semua yang berbau KKN. Intinya, apalah gunanya Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154
punya rumah seperi istana dan mobil mewah kalau Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id
dari hasil yang tidak benar.” ats dengan Hasim / Kitty

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 45


INFO PEGAWAI

ONE HUNDRED WAY OVER BALI. Sebanyak 105


orang penerjun dari seluruh dunia, memecahkan
rekor kerjasama diudara 100 Way Over Bali,
Agustus 2004. Baharudin, salah satu diantara 8
orang penerjun Indonesia dari Bea dan Cukai,
yang ikut andil dalam rekor dunia tersebut.

TERJUN PAYUNG BEA DAN CUKAI


OLAHRAGA PEMACU ADRENALIN
Olahraga terjun payung merupakan salah saru sarana membangun karakter bangsa yang kuat.

O
lahraga terjun payung di sebagainya. Hal itu terus berlanjut sendirian. Artinya, si penerjun menyewa
lingkungan Direktorat Jenderal Bea hingga tahun 1990-an. Memasuki tahun sendiri pesawat, pilot, peralatan terjun dan
dan Cukai kini ibarat mati suri. 2000, kegiatan terjun payung di Bea sebagainya. Tetapi, jika terjun payung
Pasalnya, sepanjang tahun 2006, tim dan Cukai pun mulai berkurang dan kini dilakukan oleh banyak orang, misalnya
Persatuan Terjun Payung Bea dan Cukai mati suri. WBC/ATS
(PTPBC) tidak memiliki aktivitas yang Berbagai faktor dianggap sebagai
bersifat continue, seperti latihan maupun penyebab mati surinya terjun payung di
mengikuti event-event terjun payung. Bea dan Cukai. Selain karena mutasi
Demikian pula dengan regenerasi pegawai, banyak yang beranggapan
penerjun di Bea dan Cukai. Hingga saat bahwa olahraga terjun payung merupakan
ini, (PTPBC) hanya memiliki 38 penerjun, olahraga yang terbilang ekseklusif dan
itu pun tidak semuanya aktif. mahal. Tak hanya itu, keselamatan jiwa
Memang, berbagai faktor ikut andil para penerjun juga menjadi taruhan yang
dalam keaktifan para penerjun bea cukai. cukup membuat banyak orang tidak
Diantaranya, mutasi yang terus bergulir ke berani menggeluti olahraga yang sangat
berbagai daerah di belahan Nusantara, memacu adrenalin ini.
membuat intensitas latihan atau refreshing Lantas, semahal dan se-ekseklusif
untuk menambah jumlah penerjunan, apakah olahraga terjun payung ini?
secara otomatis berkurang. Apalagi bagi Adakah cara untuk menyiasati mahalnya
penerjun perempuan, yang ketika biaya yang harus dikeluarkan? Lalu,
menikah biasanya lebih memilih mundur bagaimana tingkat keamanan olahraga
dari kegiatan terjun payung. tersebut? Dan bagaimanakah kondisi
Terjun payung di lingkungan Bea terjun payung di Bea dan Cukai saat ini?
dan Cukai sendiri sudah berdiri sekitar
tahun 1970-an. Pada saat MAHAL JIKA DILAKUKAN SENDIRIAN
kemunculannya tersebut, PTPBC Permana Agung, Inspektur Jenderal
sudah memiliki kegiatan latihan yang Departemen Keuangan, yang juga
continue dan turut serta dalam event- merupakan salah satu pembina PTPBC
NISFU CHASBULLAH. Saat ini tim terjun payung
event internasional di berbagai negara mengatakan, olahraga terjun payung bea cukai sedang memulai kembali program
seperti Turki, Spanyol, Uni Emirat Arab, dapat digolongkan menjadi olahraga yang latihannya, untuk ikut serta dalam ajang PON
Australia, Paris, Amerika Serikat dan ekseklusif dan mahal jika dilakukan XVII di Kaltim, Agustus 2007.

46 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


DOK. BAHARUDIN
dalam satu tim, maka biaya yang dikeluar-
kan dapat diminimalisir. Apalagi kalau ada
sponsor yang dilibatkan untuk mendanai
kegiatan terjun payung, memungkinkan
penerjun tidak mengeluarkan biaya sama
sekali.
“Jadi, mahal tidaknya dilihat dari jum-
lah penerjunnya, semakin sedikit pener-
junnya, biaya yang dikeluarkan semakin
banyak. Tapi kalau jumlah penerjunnya
banyak maka biayanya bisa di share,
apalagi kalau ada sponsor,” imbuh Agung
yang menyarankan agar Bea dan Cukai
dapat memanfaatkan stakeholder yang
selama ini menjadi mitra kerja DJBC untuk
menjadi sponsor PTPBC.
Agung, yang ditemui WBC disela-
sela acara Silaturahmi Perkumpulan
Terjun Payung Bea dan Cukai, Novem-
ber lalu, menegaskan bahwa olahraga
terjun payung dapat membangkitkan
citra Bangsa Indonesia, diantaranya
membangun karakter bangsa atau cha-
racter building nation. Jika suatu bang-
sa memiliki pemimpin yang berkarakter
kuat, maka akan berguna bagi diri
pemimpin itu sendiri dan masyarakat.
“Sehingga, jangan dilihat berapa biaya
yang harus dikeluarkan untuk latihan atau KEJUARAAN ASIANA. Penerjun PTPBC saat berada di Guangzhou, China, saat mengikuti kejuaraan terjun
payung Asiania (2002). Untuk kategori kerjasama di udara, Indonesia (yang diwakili 2 orang penerjun dari
mengikuti event, tapi lihat implikasinya red
PTPBC-red
red) bergabung dengan tim internasional yang terdiri dari Jerman (1 orang) dan Taiwan (1 orang).
terhadap kebanggaan bangsa Indonesia. Tim tersebut berhasil meraih juara III.
Nah, itu yang biasanya tidak dilihat oleh
banyak orang,” lanjutnya. Oleh sebab itu, yang membuka pendidikan terjun payung siswa yang sudah diseleksi sebelumnya,
ia merasa prihatin jika olahraga tersebut dengan metode AFF (Acarilic Free Fall). maka PTPBC dapat mengirim siswanya
harus mati hanya karena dikecam dan Jadi, pada saat Paskhas menargetkan 50 untuk mengikuti pendidikan AFF. Untuk
dikatakan bahwa olahraga tersebut mahal siswa yang mengikuti pendidikan dan itulah biaya pendidikan terjun payung di
dan sebagainya. ternyata jumlah tersebut tidak terpenuhi PTPBC tergolong murah (karena nebeng
Agung menambahkan, dengan meng- (misalnya hanya 47 siswa-red), biasanya dengan Paskhas-red), yakni sekitar Rp 6
geluti olahraga terjun payung, seorang Paskhas akan mengirim surat resmi ke juta hingga selesai pendidikan.
penerjun akan memiliki rasa percaya diri PTPBC dan menawarkan apakah PTPBC Bandingkan dengan penerjun solo yang
yang luar biasa. Karena dalam tiap berkenan untuk mengikuti pendidikan AFF ingin mengikuti pendidikan AFF. Penerjun
penerjunan, penerjun telah terbiasa tersebut, dengan jumlah siswa dari tersebut harus merogoh kocek lebih
menghadapi situasi yang berbahaya dan PTPBC misalnya 3 orang (untuk menutupi dalam, yakni sekitar Rp 18 juta hingga
harus mampu mengatasinya dengan baik kekurangan tadi-red). selesai pendidikan. Pendidikan AFF yang
Hal tersebut diamini Heru Santoso, Kalau PTPBC berminat dan memiliki dilakukan penerjun solo atau tim lain diluar
Kepala Kantor Wilayah IV DJBC. Ia juga WBC/ATS Bea dan Cukai tersebut, diantaranya di-
mengatakan bahwa olahraga terjun adakan di Lido, Puncak, Jawa Barat. Pen-
payung mampu membuat penerjun berani didikan yang harus dijalani para siswa ter-
dalam mengambil keputusan secara cepat diri dari 9 level dengan standar pendidik-
dan tepat, tanpa bantuan siapapun jika an berkualitas internasional. Salah satu
terjadi suatu masalah. “Pasalnya, setelah kelebihan metode AFF ini adalah adanya
exit dari pesawat, seorang penerjun akan dua orang jump master yang mendampi-
bergantung pada dirinya sendiri. tidak bisa ngi siswa saat melakukan penerjunan.
meminta tolong pada orang lain,” tambah- Baharudin, yang juga merupakan sa-
nya. Untuk itu, ia sangat mendukung lah satu jump master sekolah AFF di Lido
perkembangan olahraga terjun payung di mengatakan, siswa yang mengikuti pendi-
Bea dan Cukai. dikan AFF di Lido tidak hanya berasal dari
Lantas, berapa biaya yang harus dalam negeri tetapi juga dari luar negeri
dikeluarkan untuk mengikuti latihan dan seperti Singapura, Malaysia dan Australia
pendidikan terjun payung? Baharudin, (di Australia biaya pendidikannya lebih
Pelaksana KPBC Jambi yang juga mahal-red). Metode AFF merupakan
merupakan jump master terjun payung metode yang digunakan dalam pendidikan
Bea dan Cukai mengatakan, sebenarnya terjun payung di seluruh Indonesia saat
olahraga terjun payung bukan olahraga ini, kecuali untuk tim terjun payung
yang mahal karena biasanya orang yang Jogjakarta yang bernama PTP Mataram.
menggeluti olahraga tersebut PTP Mataram merupakan satu-satu-
tergabung dalam sebuah klub terjun pa- nya klub yang mengadakan pendidikan
yung. Walaupun tidak tertutup kemungkin- terjun payung secara konvensional de-
an dilakukan perorangan. ngan biaya pendidikan yang relatif murah,
Selama ini dalam mengikuti pendidik- PERMANA AGUNG. Prihatin jika olahraga terjun sekitar Rp 3 juta. Murahnya biaya tersebut
an terjun payung, PTPBC bekerjasama payung harus mati hanya karena dikecam dan lantaran Jogjakarta hanya memiliki sebu-
dengan Paskhas (Pasukan Khas-TNI AU) dikatakan bahwa olahraga tersebut mahal. ah pesawat Cessna 172 yang merupakan

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 47


INFO PEGAWAI
DOK. WBC
red) risiko tersebut dan terus berdoa pada pada WBC bahwa olahraga terjun payung
Tuhan. Misalnya saja, mentaati tata cara merupakan olahraga yang aman sepan-
yang harus dilakukan sebelum penerjunan, jang persiapan yang teliti dilakukan sebe-
seperti melipat payung dengan benar, exit lum penerjunan dan mengikuti aturan-
yang baik, cukup tidur dan sebagainya. Itu aturan yang sudah ditentukan. Salah satu
semua adalah langkah-langkah untuk langkah untuk memperkecil risiko dalam
memperkecil risiko dalam penerjunan. penerjunan adalah harus memiliki ijin
Baharudin menambahkan, pada da- terjun. Setiap penerjun yang ingin terjun
sarnya terjun payung merupakan olahraga disuatu tempat harus memiliki ijin terjun
yang sangat aman sepanjang si penerjun terlebih dahulu. Jika tidak, terjun tersebut
disiplin dan tidak over confident. Ada tiga akan dianggap terjun illegal.
faktor pendukung terjadinya kecelakaan Lantas, sulitkah untuk memperoleh
dalam terjun payung, yakni faktor manusia, ijin tersebut? Agung menjawab tidak sulit.
alam dan peralatan. Penerjun yang tidak Para penerjun memiliki sebuah log book
disiplin, berisiko tinggi mengalami dimana setiap kali penerjun ingin
kecelakaan. Misalnya saja, jika saat terjun melakukan terjun payung, pemberi ijin
cuaca tiba-tiba mendung tetapi tetap mela- terjun harus mencatat dalam log book
kukan penerjunan, maka risiko kecelaka- tersebut, berapa kali jumlah penerjunan
an akan tinggi. yang telah dilakukan dan apakah tiap
Demikian pula pada peralatan. “Kita penerjunan tersebut aman atau tidak. Ijin
tahu bahwa payung cadangan harus di- itu sendiri berguna jika terjadi sesuatu
cek dan dilipat ulang tiap 3 bulan sekali. yang tidak diinginkan pada penerjun.
Kalau si penerjun misalnya ingin demo Tak hanya itu, menurut Bahar, ijin terjun
BAHARUDIN. Ada tiga faktor pendukung disuatu tempat, sementara payung ca- harus didapatkan dari pimpinan tim terjun
terjadinya kecelakaan dalam terjun payung, dangannya sudah 4 bulan tidak dilipat payung (kalau di Bea Cukai adalah Ketua
yakni faktor manusia, alam dan peralatan. ulang, maka ketika payung cadangan PTPBC yang dilanjutkan ke Sekretariat
dibuka, payung tidak mengembang DJBC-red). Kemudian ijin keramaian dari
pesawat kecil yang tidak mampu terbang sempurna. Itu juga dapat menyebabkan polisi, ijin dari koramil, ijin mendarat darurat,
tinggi. Biasanya pendidikan tersebut kecelakaan,” jelas Bahar yang ijin melintas untuk pesawat (notam) dan
ditujukan bagi penerjun yang berasal dari memperoleh license The Double Falcon tembusan ke Podirga Terjun Payung. Untuk
Jogjakarta itu sendiri. dari United State Parachute Associa- PTPBC sendiri, tidak sulit mengurus ijin-ijin
Sementara itu, untuk latihan terjun tion, di Amerika Serikat, pada 1993. tersebut. Pasalnya, konsep perijinan terse-
payung atau refreshing, Lido juga Bahar melanjutkan, saat ini peralatan but telah disusun sedemikian rupa dalam
menyediakan sarana untuk itu. Khusus terjun payung sudah sangat canggih. suatu file. Ditambah lagi PTPBC diisi oleh
untuk penerjun asing, dikenakan biaya Diantaranya dilengkapi dengan alat tim yang sudah mengetahui tugas masing-
sebesar US$ 18. Tetapi untuk penerjun automate dimana payung bisa terbuka masing, seperti bagian perlengkapan, ben-
Indonesia dikenakan biaya sebesar Rp 50 dengan sendirinya ketika penerjun berada dahara, ketua, sekretaris dan sebagainya,
ribu dengan catatan harus menunggu slot diketinggian 1.500 m. Akurasi terbukanya termasuk yang mengurus perijinan.
(tempat di pesawat-red) yang kosong dan payung tersebut mencapai 99,90 persen.
hal ini tidak berlaku bagi penerjun asing. Nisfu Chasbullah, ketua Podirga PRESTASI PTPBC
Bagi penerjun mahir yang tidak memiliki Terjun Payung, FASI, juga mengatakan Bahar yang jumlah terjunnya sekitar
perlengkapan terjun pun tidak perlu
DOK. BAHARUDIN
khawatir karena dapat menyewa semua
perlengkapan terjun payung ditempat itu.
Bandingkan lagi jika latihan terjun
payung dilakukan sendirian. Penerjun
harus menyewa sebuah pesawat secara
utuh dan pemakaiannya dihitung per jam,
satu jamnya sekitar US$ 750. Dan kalau
pendidikan terjun payung dilakukan per-
orangan, jauh lebih mahal lagi. Pasalnya
siswa harus membayar sendiri lapangan
terbang (run way), tower, pesawat, jump
master dan perlengkapan terjun.
Untuk itu, disarankan agar penerjun
pemula tergabung dalam suatu klub terjun
payung supaya biaya yang dikeluarkan
lebih ringan. PTPBC sendiri dalam
kegiatan latihan terjunnya bekerjasama
dengan TNI. Dalam kegiatannya, PT-
PBC paling sering ikut serta dalam latihan
yang dilakukan oleh TNI-AU Pas-khas
yang berlokasi di Margahayu, Bandung.

TERJUN PAYUNG OLAHRAGA YANG


AMAN
Saat ditanya tanggapannya mengenai
olahraga terjun payung termasuk olahraga
yang berbahaya, Agung mengatakan bah-
wa apapun olahraga yang dilakukan pasti
memiliki risiko. Tinggal bagaimana mem- DI DALAM PESAWAT. Para penerjun dari PTPBC saat berada di dalam pesawat Dakota atau Divi 3
perkecil (kalau tidak bisa menghilangkan- sebelum melakukan penerjunan refreshing (latihan).

48 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


2340 kali ini mengakui, pada 2006 “Tetapi, kalau para penerjun tadi se- Saat ditanya tentang regenerasi
perkembangan terjun payung di Bea dan dang libur, mereka bisa datang ke penerjun bea cukai, Bahar mengusul-
Cukai bisa dikatakan mati. Padahal, seki- Jakarta atau Bandung dan ikut latihan. kan agar pada 2007, pegawai atau
tar tahun 1990-an, PTPBC kerap meraih Sebab, tiap Sabtu dan Minggu, di Ja- calon pegawai bea cukai yang masih
berbagai penghargaan, diantaranya pada karta ada kegiatan terjun payung, seperti muda (tidak lebih dari 22 tahun-red)
1993, penerjun bea cukai berhasil masuk di Kalijati dan Pondok Cabe. Nah, itu dapat dididik menekuni olahraga terjun
dalam 12 besar kejuaraan dunia di Turki, adalah hal yang bisa dilakukan untuk payung. “Setelah direstui oleh pimpin-
yang diikuti oleh 48 negara. Kemudian, mengatasi krisis latihan,” imbuh Nisfu. an, rencananya tim ini akan diarahkan
untuk penerjun putri bea cukai, pernah Namun demikian, Nisfu melihat dengan benar. Dengan demikian saya
memperoleh juara III dalam PON XIV ta- bahwa saat ini tim terjun payung Bea yakin tim ini nantinya mampu berbicara
hun 1996. Untuk tim ketepatan mendarat dan Cukai sedang memulai kembali di dunia internasional,” lanjut Bahar
putra, PTPBC pernah masuk di lima besar program latihannya, terutama para yang menyarankan agar penderita pe-
nasional, berada dibawah tim Kopasus, penerjun yang berada di Jakarta. nyakit epilepsy tidak menekuni olahra-
Angkatan Udara, DKI-Jakarta dan Jawa Pasalnya, beberapa penerjun bea cukai ga terjun payung.
Barat. Itu berarti, PTPBC membawahi sedang mempersiapkan diri untuk ikut Perekrutan itu sendiri rencananya
Kodam, Polisi, dan perkumpulan terjun serta dalam ajang PON. Para penerjun dilakukan setelah selesai pra-PON XVII
payung sipil lainnya. tersebut mencoba untuk mewakili atau setelah bulan Maret 2007. Tetapi
Untuk itu, Nisfu menyarankan agar beberapa provinsi (Jawa Barat dan tidak tertutup kemungkian dilakukan
para penerjun yang berada di daerah, Kepulauan Riau-red) dalam ajang PON sebelum pra-PON XVII. Diakhir
harus bisa jemput bola. Misalnya, pergi XVII yang rencananya akan digelar wawancara Bahar berharap agar
ke Lanud setempat dan bertanya pada pada bulan Agustus 2007. kedepannya PTPBC jauh lebih baik dan
ketua Fasida provinsi setempat, yakni Hal senada juga disampaikan Bahar. para penerjun dapat menerapkan man-
Komandan Pangkalan, apakah ditem- Untuk itu ia berharap agar para penerjun faat terjun payung dalam pekerjaannya
pat itu ada kegiatan terjun payung. Jika dari PTPBC dapat lolos dalam babak pra- sehari-hari. “Karena dalam terjun
ditempat itu ada kegiatan terjun payung, PON XVII yang rencananya digabung diperlukan disiplin tinggi dan kerjasama
maka penerjun dapat meminta ijin untuk dengan kejuaraan nasional terjun payung tim yang kompak. Jadi, tidak perlu ada
ikut serta dalam kegiatan tersebut. pada Maret 2007 di Kalimantan Timur. persaingan,” tandasnya. ifa

PEGAWAI PENSIUN
T.M.T 01 JANUARI 2007
NO NAMA NIP GOL JABATAN KEDUDUKAN

1 Harjono, SH., MM 060035503 IV/c Kepala Bidang Kanwil IX DJBC Pontianak


Kepabeanan dan Cukai
2 Pratomo 060035407 IV/b Kepala Kantor KPBC Tipe A Tanjung Pinang
Pelayanan
3 Bachtar Zul 060034188 IV/a Kepala Seksi Direktorat Fasilitas Kepabeanan
Pembebasan Relatif I
4 Drs. M. Amin Suradinata 060035739 IV/a Kepala Seksi KPBC Tipe A Bandar Lampung
Perbendaharaan
5 Subandi Hastani Siswanto 640009694 IV/a Kepala Seksi Tempat KPBC Tipe A Tanjung Emas
Penimbunan IV
6 Budijono 060045834 III/d Kepala Seksi KPBC Tipe A Merak
Kepabeanan V
7 Sonta Silalahi 060070724 III/c Pelaksana Sekretariat DJBC
8 Bijanto 060041427 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Jakarta
9 Djumadi Franciscus Xaverius 060045523 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Khusus Tanjung Priok II
10 Dulhadi 060041267 III/b Pelaksana KPBC Tipe A Khusus Tanjung Priok III
11 Holid 060045482 III/b Pelaksana KPBC Tipe C Kantor Pos Pasar Baru
12 Amir Hamzah 060045376 III/b Pelaksana Pangsarop Tipe A Tg. Balai Karimun
13 Eduard Wetangky 060059106 III/a Pelaksana Pangsarop Tipe B Pantoloan
14 Marwata 060058252 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta
15 Sundusen 060056868 II/d Pelaksana Pangsarop Tipe B Pantoloan
16 Abd. Rahman A 060057826 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta
17 Risman 060041431 II/d Pelaksana KPBC Tipe A Pekanbaru
18 Dudung Abdullah 060032120 II/b Pelaksana KPBC Tipe B Bogor
19 Rais 060071208 II/b Pelaksana KPBC Tipe A Batam
20 Syamsir 060056598 II/b Pelaksana KPBC Tipe A Medan
21 Tukidjo 060045419 II/b Pelaksana Pangsarop Tipe A Tg. Balai Karimun

BERITA DUKA CITA


Telah meninggal dunia, SANEM RUSTINAH (48 tahun), Pelaksana pada Direktorat Cukai, pada hari Minggu, 03 Desember
2006, pukul 07.30 WIB. Jenazah telah dimakamkan pada hari Minggu 03 Desember 2006, pukul 23.00 WIB di Kebumen.

Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Bagi keluarga yang
ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 49


INFO PEGAWAI
DOK. PANITIA

SUASANA Perayaan Natal DJBC di Auditorium Kantor Pusat.

PERAYAAN NATAL DJBC


Sore hari 16 Desember 2006 terlihat keramaian di pojok Kantor Pusat DJBC Jakarta. Auditorium
Kantor Pusat DJBC terlihat sedang berbenah.

L
DOK. PANITIA
agu-lagu gerejawi berkumandang dan tak lupa syahdunya O Holy Night
sejak pagi, mengiringi yang dibawakan oleh Vanstenes KD.
pemasangan dekorasi sederhana Ibadah dipimpin secara bergantian
menghiasi panggung dan pintu masuk. oleh Romo St. Sumardiyo Adipranoto Pr
Ruangan auditorium yang cukup luas dan Pdt. Y. Sipahelut. Dalam renungan
telah ditata rapi. Sebuah pohon Natal Natal, Romo Adipranoto menyatakan
kerlap kerlip menjulang di pojok kanan bahwa institusi bea dan cukai telah
panggung. Senyum sukacita dan tawa dikenal sejak ribuan tahun yang lalu.
canda disertai jabat tangan erat Kisah-kisah Injil yang diilhami kejadian-
terdengar disana-sini. Itulah suasana kejadian kurang lebih 2000 tahun yang
awal Perayaan Natal tahun 2006 DJBC lalu, banyak memuat kisah tentang
yang mengambil tema “Dialah damai pemungut cukai. Hanya saja, bagi
sejahtera yang telah mempersatukan orang Yahudi jaman itu, pemungut
kita”, dari Efesus 2:14. cukai terkesan sebagai orang yang
Tepat jam 17.00 Lucia Itaning dan penuh dosa. Pesan Romo, kesan itu
Ignatius Hendro Y., yang bertugas sebaiknya sudah tidak terjadi lagi di
sebagai MC membuka ibadah dengan tahun-tahun ini.
mengajak umat menyanyikan lagu “Tahun 2006, DJBC sudah tidak
Natal klasik Hai Mari Berhimpun. Para termasuk dalam 12 besar institusi
tamu yang terdiri pegawai, pejabat, dan terkorup di Indonesia. Semoga ditahun-
pensiunan Kristiani DJBC beserta tahun mendatang, DJBC juga tidak
keluarganya larut dalam hikmat iringan masuk dalam 20 besar, 50 besar dan
kidung-kidung Natal. seterusnya menjadi instansi yang
Selanjutnya pengisi acara silih bersih dari korupsi,” kata Romo sambil
berganti memeriahkan ibadah natal. juga menekankan perlunya umat PENYAPU JALANAN. Panitia bakti sosial hari
Parasian Silitonga mempersembahkan Kristiani dalam Natal kali ini Natal PWK KP DJBC, memberikan bantuan kepada
lagu Above All, paduan suara PMK- menunjukkan kepedulian dan kepekaan 50 orang penyapu jalan yang berlokasi di Jalan
Jend. A. Yani, Jakarta Timur. Tampak dalam
KMK STAN mengiringi ibadah dengan sosial kepada sesama dan lingkungan. gambar salah seorang panitia baksos, Vanstenes
mengidungkan Hark the Herald Angels Sementara Pendeta Y. Sipahelut KD (kanan) sedang menyerahkan bantuan ke salah
Sing dan Kubersujud di PalunganMu, dalam doa syafaat memimpin umat satu penyapu jalan.

50 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


DOK. PANITIA
mendoakan para pe-
mimpin bangsa serta
para pejabat dan apa-
ratnya agar semakin
bijaksana memimpin
dan mengelola negara
ini. Setelah doa ber-
kat, ibadah natal ditu-
tup dengan bersama-
sama menyanyikan
lagu Hai Dunia Bem-
biralah.
Tetapi sukacita be-
lum selesai. Beberapa
saat setelah ibadah,
pejabat-pejabat eselon
II dan III DJBC yang
non Kristiani, mema-
suki auditorium dan
bergabung dengan je-
maat yang baru sele-
sai beribadah.
Kedatangan mereka
disambut Panitia ber-
sama Frans Rupang
(Direktur Cukai) dan
Thomas Sugijata
(Direktur Audit) yang
juga menjabat selaku
Penasehat Perseku-
tuan Warga Kristiani
DJBC. Terlihat
diantara pejabat DJBC
yang hadir antara lain PENYALAAN LILIN, dilakukan oleh Thomas Sugijata dan Frans Rupang, didampingi Pdt. Y. Sipahelut dan Rm. St. Sumardiyo
Wahyu Purnomo (Di- Adipranoto, Pr, dan Ketua Panitia Natal DJBC Bagus Nugroho TP.
rektur PPKC) dan CF.
Sidjabat (Kakanwil XII DJBC Ambon). kan betapa seriusnya penari-penari cilik menyentuh sesama yang kurang berun-
Suasana senyap diganti dentum itu berputar, berjingkrak jenaka, dan tung lewat aksi-aksi sosial. Untuk tahun ini
riang lagu Jingle Bells. Mata hadirin berteriak kegirangan dalam tariannya. kegiatan sosial antara lain dilakukan
tertuju ke panggung menyaksikan kaki- Ada rasa haru ketika Ketua Panitia, melalui pemberian bantuan ke petugas
kaki kecil dan tangan-tangan mungil Bagus Nugroho TP (Kepala Seksi Verifi- cleaning service di lingkungan Kantor
terayun lincah jenaka mengikuti irama kasi Cukai, Direktorat Audit) menyampai- Pusat DJBC, dan penyapu jalan di sepan-
musik. Panitia menyebutnya BC Kids kan laporan kegiatan Natal tahun 2006 jang jalan Jend. A. Yani, Jakarta Timur.
Dance, karena yang sedang menari DJBC yang diiringi dengan penayangan Gambar-gambar slide juga memper-
adalah 7 puteri cilik dari pegawai DJBC. slide di latar belakang. Selain ibadah dan lihatkan kunjungan sosial panitia natal
Hadirin tersenyum-senyum menyaksi- perayaan, Natal DJBC diupayakan selalu DJBC dan pemberian bantuan ke Lem-
DOK. PANITIA DOK. PANITIA

PANTI ASUHAN. Rangkaian kegiatan bakti sosial diantaranya melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Cacat Ganda Dwi Tuna Rawinala yang berlokasi di
Condet, Jakarta Timur. Dalam kunjungan ini panitia memberikan bantuan berupa dana dan makanan kecil.

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 51


INFO PEGAWAI

baga Pemasyarakatan Tangerang,


Rumah Singgah anak jalanan yang SAMBUTAN
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
dikelola Romo Sandyawan di tepi
Kali Ciliwung, Panti Asuhan Dwi
Tuna Rawinala, dan lain-lain. PADA PERAYAAN NATAL DJBC
Menurut Ketua Panitia, kegiatan-
kegiatan sosial Natal DJBC dari tahun WILAYAH JAKARTA DAN SEKITARNYA
ke tahun akan terus ditingkatkan untuk 16 DESEMBER 2006
memenuhi esensi Natal itu sendiri.
Dari ibadah Natal malam itu, juga Assalamualaikum warahmatullahi baik, visi DJBC akan tetap jauh dari
terkumpul sumbangan umat sejumlah wabarakatuh, harapan.
lebih dari 7 juta rupiah yang langsung Selamat malam dan Salam Sejahtera
disumbangkan ke sebuah yayasan bagi kita semua Saudara saudari terkasih,
yang bergerak dalam pelayanan Mengawali sambutan saya, marilah ki- Menyimak tema Natal nasional
kepada para penderita kusta di ta bersama-sama mengucap syukur pada tahun ini: Dialah damai sejahtera yang
Maumere, NTT. Tuhan yang Maha Kuasa atas segala telah menyatukan kita, saya mengajak
Sementara itu Direktur Jenderal rahmat dan kasihNya bagi kita semua, kita untuk menyatukan pandangan,
Bea Cukai, Anwar Suprijadi dalam hingga malam ini kita dapat berkumpul di bersama-sama melangkah sehati-se-
sambutannya yang dibacakan oleh sini dengan hati penuh suka cita. pikir mengupayakan yang terbaik bagi
Direktur Cukai, Frans Rupang, Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
menghimbau perlunya kebersamaan malam ini kita hadir di sini sebagai satu Baik buruknya institusi kita ditentukan
dan kesatuan langkah untuk keluarga besar, yang rukun penuh damai oleh sikap kita saat ini dan dimasa
mengakomodasi berbagai perubahan dan kasih, memperingati kelahiran Yesus mendatang. Rencana-rencana dan ke-
akibat kemajuan teknologi dan Kristus. Lebih daripada itu, selayaknya kita bijakan yang telah disusun tidak akan
ekonomi dunia. Sebagai pelayan bersyukur karena malam ini kita bersama- berhasil efektif tanpa kesatuan dan ke-
bangsa, pegawai DJBC harus selalu sama berkesempatan untuk merenungi bersamaan kita semua dalam imple-
siap belajar dan bekerja keras untuk kembali karya dan kehidupan kita selama mentasinya. Tunjukkanlah kebersama-
meningkatkan kualitas diri dan kualitas setahun ini. an dan kesatuan itu dengan terus mem-
pelayanan kepada masyarakat berikan kontribusi terbaik bagi DJBC
(selengkapnya lihat boks). Saudara saudari sekalian, dalam keseharian pelayanan kita.
Perayaan Natal DJBC tak kalah Dalam beberapa tahun terakhir, kita Mengakhiri sambutan ini, saya
meriah dari ibadahnya. Meski acara dapat merasakan betapa denyut kehidup- mengajak kita semua menghadapi
disusun dengan konsep ‘dari kita an bangsa Indonesia bergerak begitu tahun 2007 dengan penuh semangat
untuk kita,’ acara tetap meriah dalam cepat dan dinamis serta diwarnai perubah- pengabdian. Meski tantangan dan
kesederhanaan yang megah. Di sesi an-perubahan yang signifikan di segala pekerjaan berat menanti, kita percaya
perayaan, tampil mengisi acara antara bidang. Hal itu tidak lepas dari pengaruh bahwa Allah yang Maha Kuasa akan
lain PS Purna Bhakti yang terdiri dari perubahan perekonomian dunia serta selalu memberikan yang terbaik bagi
para pensiunan DJBC membawakan kemajuan teknologi yang sangat cepat. umatNya. Demikian juga bagi kita
lagu Gloria, si kecil Regina Dyah Seiring perubahan itu, sebagai semua di lingkungan Direktorat
Saraswati memuji Tuhan dengan lagu pelayan masyarakat di Direktorat Jenderal Jenderal Bea dan Cukai, kita yakin
Bapa yang Kekal. Tak ketinggalan PS Bea dan Cukai, kita harus ikut merespon bahwa kita akan semakin diberkati
Customs Voice yang terdiri dari para perubahan ini dengan sebaik-baiknya. Tuhan dimasa-masa yang akan
pegawai DJBC mengeluarkan Masyarakat yang kita layani sehari-hari datang. Karena itu, persembahkanlah
kemampuan vokal mereka lewat lagu menuntut perbaikan kualitas atas pelayan- yang terbaik dari diri kita dalam
Season of the Hearts, And the Glory of an yang kita berikan. Mau tidak mau, suka melayani bangsa dan negara.
the Lord, dan Jingle Bells. atau tidak suka, kita harus memperbaiki
Satu-satunya pengisi acara yang kualitas sumber daya manusia kita serta Saudara saudari sekalian,
bukan komponen DJBC malam itu infrastruktur pendukung tugas yang ada. Dalam kesempatan yang indah ini,
adalah grup acapella ‘Jamaica Café’ Dalam beberapa tahun ke depan kita akan perkenankan saya menyampaikan
yang tampil membawakan lagu-lagu melakukan langkah-langkah pembenahan terima kasih dan penghargaan yang
Silent Night, Let it Snow, Santa Claus dan perubahan untuk meningkatkan setinggi-tingginya atas kerja keras kita
is Coming to Town, You Rise Me Up, kinerja pelayanan bagi masyarakat. bersama di tahun 2006. Marilah de-
Dengar Dia Panggil Nama Saya dan ngan penuh optimisme kita menyong-
We Wish You a Merry Chritmas. Saudara saudari yang berbahagia, song tahun baru 2007 yang penuh
Meski kelompok vokal yang bermula Tidak ada salahnya juga bila dalam tantangan sekaligus penuh harapan.
dari kantin SMU Gonzaga ini kesempatan yang indah penuh sukacita ini Akhirnya, bagi saudara saudari
menyanyi tanpa iringan musik, paduan saya mengingatkan kembali visi Direktorat pegawai Kristiani dan para pensiunan
vokal yang ditampilkan sungguh prima Jenderal Bea dan Cukai yaitu: sejajar DJBC beserta keluarga, saya mengu-
memainkan komposisi nada dengan dengan institusi kepabeanan dan cukai capkan selamat hari Natal. Semoga
hampir sempurna. dunia dalam citra dan kinerja. kita semua senantiasa diterangi oleh
Sukacita Natal semakin terasa Visi ini mengandung makna yang da- kebijaksanaan Ilahi dalam berkarya
ketika di akhir perayaan, hadirin lam untuk memacu kita terus memper- bagi bangsa dan negara.
berkesempatan bersalaman dengan baiki kualitas pribadi dalam pelaksanaan
para pejabat DJBC dan saling tugas. Kita sadar bahwa untuk mewujud- Sekian dan terima kasih.
mengucapkan selamat Natal. “Tahun kan visi ini tidak mudah, tetapi juga Assalamualaikum warahmatullahi
depan saya akan datang lagi bersama bukanlah hal yang tidak mungkin dicapai. wabarakatuh.
keluarga. Di acara ini saya ketemu Sebagai pelayan masyarakat, kita
banyak teman-teman dari daerah lain,” harus merelakan diri untuk terus belajar Jakarta, 16 Desember 2006
kata salah seorang pegawai DJBC dan belajar setiap saat demi perbaikan Direktur Jenderal,
yang datang dari Kalimatan Barat. kualitas pribadi. Tanpa semangat dan
Selamat Natal dan Tahun Baru 2007. usaha untuk berubah ke arah yang lebih ANWAR SUPRIJADI
(AL/PWK KP DJBC)

52 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


INFO PERATURAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN


Per Desember 2006
Peraturan
No. P E R I H A L
Nomor Tanggal

1. 103/PMK.04/2006 31-10-06 Penggunaan Pemberitahuan Pabean Single Administrative Document


Di Pulau Batam, Bintan Dan Karimun.

2. 104/PMK.010/2006 3-11-06 Pencabutan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 111/PMK.010/


2005 tentang Penetapan Kembali Tarif Bea Msuk Dalam Rangka
Skema Common Effective Preferential Tariff (CEPT) Atas Impor Produk
Otomotif Completely Knock Down (CKD) Dan Completely Built Up
(CBU) Dari Malaysia.

3. 105/PMK.010/2006 7-11-06 Penetapan Tarif Bea Masuk Atas Impor Barang Dalam Rangka Asean
Integration System Of Preferences (AISP) Untuk Negara-Negara
Anggota Baru Asean (Cambodia, Laos, Myanmar, dan Vietnam).

4. 108/PMK.04/2006 7-11-06 Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.04/2004


Tentang Tatalaksana Penyerahan Pemberitahuan Rencana
Kedatangan Sarana Pengangkut, Manifes Kedatangan Sarana
Pengangkut Dan Manifes Keberangkatan Sarana Pengangkut.

5. 112/PMK.04/2006 27-11-06 Penyediaan Dan Desain Pita Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol
asal Impor.

6. 118/PMK.04/2006 1-12-06 Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/
PMK.04/2005 tentang Penetapan Harga Dasar Dan Tarif Cukai Hasil
Tembakau.

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Desember 2006
PERATURAN
No. P E R I H A L
Nomor Tanggal

1. P-18/BC/2006 22-11-06 Tatacara Penggunaan Pemberitahuan Pabean Single Administrative


Document Untuk Pemasukan Barang Impor Dan Pengeluaran Barang
Ekspor Ke dan Dari Pulau Batam, Bintan, Dan Karimun.

2. P-19/BC/2006 28-11-06 Perubahan Kedua Atas Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
Nomor P-10/BC/2006 Tentang Tata Cara Penyerahan Dan
Penatausahaan Pemberitahuan Rencana Kedatangan Sarana
Pengangkut, Manifes Kedatangan Sarana Pengangkut, Dan Manifes
Keberangkatan Sarana Pengangkut.

3. P-20/BC/2006 30-11-06 Perubahan atas Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor
KEP-27/BC/2004 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Dan
Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai.

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI


Per Desember 2006
SURAT EDARAN
No. P E R I H A L
Nomor Tanggal

1. SE-35/BC/2006 21-11-06 Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Bea Masuk Anti Dumping


Terhadap Impor Pisang Cavendish Dari Filipina.

2. SE-36/BC/2006 22-11-06 Penyusunan, Sosialisasi Dan Penerapan Standar Pelayanan Publik Di


Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 53


PENGAWASAN

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini tengah melakukan reorganisasi di masing-masing unit kerjanya, salah satu unit kerja yang juga dilakukan
penataan kembali adalah unit Direktorat Pencegahan dan Penindakan (P2). Pada direktorat ini, terdapat satu Sub Direktorat yang dilikuidasi yaitu Subdit
Pengawasan Barang Larangan dan Pembatasan (PBLP), yang tugas dan fungsinya direposisi ke Subdit Intelijen dan Subdit Penindakan dan Operasi.
Pada tulisan kali ini, WBC akan mengulas mengenai tugas dan fungsi dari penggabungan kedua Subdit tersebut yaitu Subdit Intelijen dan PBLP, dan
tulisan ini akan diturunkan secara berseri. Untuk edisi kali ini selain menjelaskan tugas dan fungsi dari kedua Subdit tersebut juga akan dijelaskan sekilas
mengenai kinerja dari Handler dan anjing pelacak yang menjadi tugas dari seksi Narkotika dan Psikotropika yang berada di bawah Subdit PBLP. Dan untuk
edisi selanjutnya akan mengulas mengenai masalah Lingkungan Hidup dan HAKI. Redaksi

INTELIJEN
dan PBLP
MERUPAKAN UJUNG TOMBAK UNIT PENGAWASAN DJBC
Secara alamiah tanggung jawab dan lingkup kerja intelijen berlandaskan pada manajemen risiko yang
tidak semata-mata berfungsi sebagai penopang kegiatan taktis, tetapi menjadi suatu unit yang dapat
menyajikan produk intelijen untuk kepentingan strategis organisasi di masa mendatang.

S
ebagai penjaga pintu gerbang an. Pengolahan informasi tersebut subdit ini digabungkan, bagaimana
negara kesatuan Republik saat ini dijalankan oleh kedua subdit dengan kinerja kedua subdit ini?
Indonesia, DJBC memang tersebut, sehingga kalau dikatakan
memiliki tugas dan fungsi yang cukup sebagai ujung tombak, memang KINERJA PBLP
strategis. Maraknya upaya benar juga karena dengan informasi Secara teknis sebenarnya kedua
penyelundupan barang-barang yang tersebut unit lain di unit pengawasan subdit ini memiliki kesamaan dalam
dapat menghancurkan perekonomian dapat melakukan tugasnya dengan tugasnya, yaitu pengolahan data. Oleh
bangsa ini, menjadi tanggung jawab mudah dan baik. sebab itu tugas dan fungsi Subdit PBLP
yang harus dijalankan, selain itu Kedua subdit tersebut adalah saat ini pada hakekatnya memiliki
mencegah masuknya barang-barang Subdit Intelijen dan Subdit unsur/sifat pengumpulan dan analisa
berbahaya juga menjadi tugas utama Pengawasan Barang Larangan dan informasi/data sebagaimana yang
yang diemban DJBC. Pembatasan (PBLP) yang keduanya dilakukan oleh Subdit Intelijen dan
Untuk menjalankan itu semua, kini setelah dilakukan reorganisasi unsur/sifat operasional yang
DJBC telah menunjukan kepada ma- menjadi satu unit. Lalu kenapa kedua dilaksanakan oleh Subdit Pencegahan.
syarakat akan tugas tanggung jawab DOK. WBC
Untuk menghindari tumpang tindih dan
dan fungsinya melalui hasil-hasil sekaligus mengoptimalkan tugas dan
tegahan yang telah banyak diberita- fungsi yang diemban Subdit PBLP
kan baik melalui media elektronik tersebut, maka Subdit PBLP direposisi
maupun media cetak. Berbicara ke Subdit Intelijen dan Penindakan,
tentang keberhasilan dalam melaku- yang tentu saja dengan konsekuensi
kan penegahan, hal ini tentunya tidak akan ada penambahan jumlah pejabat
terlepas dari upaya dan kerja keras dibawahnya.
dari unit pengawasan yang bekerja Menurut Kepala Sub Direktorat
tanpa mengenal lelah. Intelijen, Drs. Nasar Salim, MSi Subdit
Tanpa ingin mengecilkan tugas PBLP mempunyai tugas melaksanakan
dan fungsi unit lainnya di DJBC yang penyiapan penyusunan perumusan
memang masing-masing unit kebijakan dan standarisasi teknis, eva-
tersebut memiliki tugas dan fungsi luasi dan bimbingan serta pemantauan
yang juga sangat penting, pada unit dan pelaksanaan kebijakan dan
pengawasan memang memiliki standarisasi teknis pencegahan dan
keunikan dan karateristik tersendiri penindakan pelanggaran peraturan
dalam menjalankan tugasnya. Untuk perundang-undangan kepabeanan dan
menjalankan tugas dengan baik, cukai di bidang barang larangan dan
maka di unit pengawasan terdapat pembatasan.
dua subdit yang sebenarnya menjadi Dengan tugas tersebut, maka
ujung tombak dalam keberhasilan PBLP memiliki tiga fungsi yang harus
tegahan selama ini. dijalankan, pertama, menyiapkan
Berbicara soal pengawasan, ten- bahan penyusunan perumusan dan
tunya tidak terlepas dari pengolahan DRS. NASAR SALIM, MSI. Selama ini peran standarisasi teknis, evaluasi dan
informasi yang akurat dan tepat dan fungsi intelijen hanya dipandang sebagai bimbingan serta pemantauan
terhadap upaya-upaya penyelundup- unit penangkap. pelaksanaan dan standarisasi teknis

54 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


DOK. WBC
pencegahan dan penindakan pelang-
garan peraturan perundang-undang-
an di bidang narkotika dan psikotro-
pika, serta pelaksanaan urusan
perencanaan, pengadaan dan penge-
lolaan sarana operasi narkotika dan
psikotropika.
Kedua, menyiapkan bahan
penyusunan perumusan dan standar-
isasi teknis, evaluasi dan bimbingan
serta pemantauan pelaksanaan dan
standarisasi teknis pencegahan dan
penindakan pelanggaran peraturan
perundang-undangan di bidang
benda bernilai budaya dan sejarah,
flora dan fauna yang dilindungi, lim-
bah dan bahan berbahaya dan
beracun serta barang atau bahan la-
innya yang berbahaya atau merusak
kesehatan atau lingkungan hidup.
Dan ketiga, menyiapkan bahan
penyusunan perumusan dan
standarisasi teknis, evaluasi dan
bimbingan serta pemantauan
pelaksanaan dan standarisasi teknis
pencegahan dan penindakan
pelanggaran perundang-undangan di
bidang barang hasil hak atas
kekayaan intelektual, uang dan surat
berharga palsu, senjata api, film,
rekaman gambar dan barang
fornografi, buku atau barang cetakan,
barang larangan atau pembatasan
lainnya.
“Dengan kesamaan tugas dan
fungsi Subdit PBLP tersebut, maka ki- LARANGAN PEMBATASAN. Hasil tegahan barang larangan pembatasan seperti narkotika, umumnya
nerjanya menjadi kurang efektif, berdasarkan hasil informasi unit intelijen dan PBLP.
karena tugas dan fungsi Subdit PBLP
saat ini lebih dititikberatkan pada Dari penjelasan tersebut dapat dike- Customs Intelligence negara-negara
pengumpulan dan analisa informasi/ tahui kalau kegiatan unit APN bukan lain. Secara alamiah tanggung jawab
data komoditi impor/ekspor hanya pada bandara saja, memang fo- dan lingkup kerja intelijen berlandaskan
sebagaimana halnya yang kus utama terletak pada bandara inter- pada manajemen risiko yang tidak se-
dilaksanakan oleh Subdit Intelijen. nasional, akan tetapi pelabuhan juga mata-mata berfungsi sebagai penopang
Pengumpulan dan updating peraturan menjadi targeting dengan skala yang kegiatan taktis, tetapi menjadi suatu
barang larangan dan pembatasan, lebih kecil, misalnya jika ada informasi unit yang dapat menyajikan produk
serta rapat koordinasi dengan instansi dan hasil intelijen atau permintaan dari intelijen untuk kepentingan strategis
terkait mengenai penanganan impor/ kantor setempat. organisasi di masa mendatang.
ekspor barang larangan dan “Saat ini DJBC memiliki 29 APN “Bertolak dari perspektif enforce-
pembatasan, sementara pada tahap yang operasional, dengan dua kriteria, ment, intelijen adalah sebuah produk
tataran implementasi, dan pengawasan yaitu aggressive response dan passive yang proaktif yang langsung terkait
di lapangan, Subdit PBLP tidak dapat response yang ditempatkan di kota-kota perencanaan, tanpa mengindahkan
melaksanakannya,” jelas Nasar. S besar seperti, Medan, Batam, Jakarta, tingkat manajemen, yang masing-
Lebih lanjut dijelaskan oleh Nasar. Surabaya, dan Bali. Dari ke-29 APN, masing dilayani sebagai user (client).
S, khusus untuk handler dan anjing saat ini juga tengah dilakukan Dengan demikian tidak akan ada
pelacak narkotika, unit ini juga akan pengadaan lagi sebanyak 17 ekor dari pertentangan atau kompetisi antara
digabungkan ke Subdit Penindakan, Australia dengan jenis Labrador strategic intelligence maupun tactical
sehingga dalam pelaksanaan tugasnya Retriever yang umurnya antara 10 intelligence, tetapi justru saling
dapat lebih efektif. bulan hingga 24 bulan, anjing pelacak melengkapi pada tingkatan yang
Untuk anjing pelacak narkotika ini nantinya akan dilatih menjadi anjing berbeda dalam suatu organisasi,” ujar
(APN) hingga saat ini yang dimiliki pelacak narkotika, dan kemungkinan Nasar. S.
oleh DJBC dan masih aktif berjumlah besar dilatih menjadi anjing pelacak Dari penjelasan tersebut dapatlah
29 ekor, namun demikian jumlah ter- narkotika aggressive response dan diartikan bahwa, setiap tipikal aparat
sebut dirasakan masih kurang mema- multi response, sehingga diharapkan penegak hukum, sangatlah muskil
dai dan efektif jika dibandingkan de- akan dapat menambah kekuatan tim berargumen bahwa perannya tidak
ngan pintu-pintu masuk barang dan anjing pelacak narkotika DJBC,” ujar bergantung (independent) pada pihak
orang di seluruh wilayah Indonesia. Nasar. S. lain, selalu saja melibatkan komuni-
Namun demikian DJBC juga berusa- kasi dan informasi. Intelijen adalah
ha semaksimal mungkin dengan cara KINERJA INTELIJEN suatu keharusan bagi setiap organi-
melakukan targeting berdasarkan Lalu bagaimana dengan kinerja dari sasi yang mengaku mengadopsi dan
indikator resiko tertinggi, seperti pa- Subdit Intelijen itu sendiri? Menurut mengimplementasikan risk manage-
da jam-jam sibuk, pelabuhan dengan Nasar, pada prinsipnya subdit intelijen ment, termasuk DJBC. Maka, inteli-
kegiatan tertinggi dan sebagainya. DJBC tidak banyak berbeda dengan jen perlu ruang lingkup yang lebih

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 55


PENGAWASAN
WBC/ATS
sangat diperlukan untuk menghasilkan
sebuah produk intelijen yang efektif,
intelijen yang mendukung pembuatan
keputusan yang ditandai oleh tiga fitur:
berawal dengan tujuan dan
pembatasan penugasan yang jelas,
diserahkan tepat waktu, dan
memungkinkan pembuat keputusan
untuk proaktif.
Untuk tujuan dengan pembatasan
yang jelas, masalah pertama untuk
analis intelijen adalah
mempertimbangkan, mendefinisikan
tugas intelijen dengan sejelas-jelasnya
dan dipahami oleh mereka semua yang
terlibat dalam proses tersebut. Ini
termasuk analis, klien manager (yang
sering namun tidak selalu klien) dan
pihak yang berkepentingan lainnya.
Pengumpulan dan pemrosesan
informasi tanpa sasaran yang jelas
akan sering menjadi penggunaan
sumber daya yang sia-sia.
Untuk intelijen diserahkan tepat
waktu, karena produk intelijen
mendukung pembuatan keputusan, hal
tersebut harus didistribusikan kepada
KEMAMPUAN SDM. Pengembangan intelijen strategis menuntut adanya sumber daya dan sumber dana.. klien tepat waktu. Kedalaman analisa
akan tergantung pada kerangka waktu
luas lagi dari pada sekedar untuk ke- penjaluran (channeling system) pada dalam mana kajian diminta.
pentingan taktis. sistem aplikasi prosedur impor,” tutur Untuk memungkinkan pembuatan
Sehingga dalam implementasinya, Nasar. S. keputusan proaktif, produk intelijen
tanpa mengindahkan tingkatannya, Lebih lanjut Nasar. S menjelaskan, paling berharga ketika mereka
proses intelijen yang dilakukan oleh ke depannya nanti profiling ini coverage memungkinkan klien untuk mempersi-
Subdit Intelijen melibatkan sebuah akan lebih luas lagi, assessment-nya apkan kejadian di masa depan, dari
proses yang sering didefinisikan tidak hanya importir tetapi perusahaan pada melakukan reaksi atau memberi
sebagai intelligence cycle atau siklus (company profile), apakah importir, tanggapan terhadap kejadian yang
intelijen. Ada sembilan langkah esensial eksportir, PPJK, pengusaha BKC, telah berlangsung. Ini berarti produk
dalam sebuah proses atau siklus pengusaha tempat penimbunan berikat. intelijen harus berisi unsur prakiraan.
intelijen, mulai dari perencanaan dan Profiling berdasarkan perusahaan akan Peran analis intelijen melampauai fakta
penugasan, pengumpulan informasi, memudahkan petugas intelijen dalam yang telah diketahui, disini termasuk
evaluasi, kollasi atau penggabungan, melakukan analisa intelijen, karena membicarakan kemungkinan-
analisa, pelaporan, penyebaran dan semua data yang terkait dengan kemungkinan di masa depan.
review. sebuah perusahaan dapat di browsing. “Faktor lingkungan internal,
Dari sembilan tahap tersebut, tentu khususnya berkaitan dengan otomasi
tidak semua tahapan siklus intelijen ter- IT UNTUK MENDUKUNG KINERJA sistem pelayanan kepabeanan dan
sebut telah dilakukan secara sempurna, INTELIJEN cukai merupakan determinan penting,
masih banyak prasyarat yang perlu Akan mekanisme yang telah dan seperti sistem aplikasi pelayanan
dikembangkan untuk tercapainya akan dijalankan tersebut, tentunya juga impor, sistem aplikasi pelayanan ekspor
kondisi ideal dari unit intelijen ini. Kalau dibutuhkan suatu mekanime sistem , sistem pelayanan pemesanan pita
penugasan intelijen sifatnya taktis, teknologi informasi yang akurat dan cukai secara elektronik, dan Customs
biasanya produk intelijennya dalam tepat. Terkait dengan teknologi Executive Information System,” kata
bentuk nota hasil intelijen (NHI) atau informasi ini, pada Subdit Intelijen tidak Nasar. S.
rekomendasi. Namun dalam kerangka bisa disebutkan sistem yang ada telah Dengan teknologi yang dimiliki oleh
intelijen strategis, produk yang dihasil- berjalan dengan sempurna, walaupun Subdit Intelijen saat ini, tentunya juga
kan adalah berupa kajian atau reko- secara sadar diakui telah banyak masih membutuhkan koordinasi de-
mendasi atas sistem, prosedur, sarana progress yang telah dibuat. Memang ngan unit lainnya yang ada di Direktorat
maupun prasarana yang sifatnya idealnya perlu pengembangan sistem P2. Menurut Nasar, sejauh ini koordina-
jangka panjang dan nationwide. intelijen yang berbasis teknologi si antar subdit sangat baik, Subdit
“Subdit Intelijen juga mempunyai informasi dan dikemas dalam fitur Intelijen tidak bisa bekerja sendirian,
fungsi penyiapan bahan penyusunan intelijen yang efektif dengan tahapan pada level penugasan manapun. Di
perumusan dan standarisasi teknis, ideal (intelligence cycle) yaitu level intelijen taktis, misalnya hasil
evaluasi dan bimbingan serta peman- penugasan intelijen (intelligence analisa intelijen di tindaklanjuti dengan
tauan pelaksanaan dan standarisasi tasking), perencanaan (planning), produk NHI atau disampaikan ke Subdit
teknis pengelolaan database intelijen koleksi (collection), evaluasi (evalua- Penindakan untuk dilakukan upaya
dan dokumentasi pelanggaran tion), kollasi (collation), analisa penegahan dan penindakan.
peraturan perundang-undangan (anaysis), pelaporan (reporting), Dalam hal hasil penindakan meng-
kepabeanan, cukai dan ketentuan penyebaran (dissemination) dan review. indikasikan adanya tindak pidana di
perundang-undangan lainnya. Tugas Sehingga dengan sistem intelijen bidang kepabeanan atau cukai, kasus-
tersebut cukup penting, karena yang berbasis teknologi informasi, atau nya akan diserahkan kepada Subdit Pe-
menyangkut dengan profiling importir yang dikenal dengan Customs Intelli- nyidikan atau dibuat terang perkaranya.
yang terkait langsung dengan sistem gence Database System (CIS), akan Sehingga semua saling terkait, satu

56 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


dengan lainnya. Demikian juga Subdit kan aktivitas ekonomi tinggi, yang dite- yang diperkirakan dan tentunya bukan-
Sarana Operasi, merupakan supporting kankan pada pengumpulan data, data lah hal yang mudah sebagaimana yang
unit demi lancarnya pelaksanaan tugas base, dan komunikasi. Dengan demiki- diharapkan.
Direktorat P2. an menjadi semakin jelas pekerjaan Perlu ditekankan bahwa, program
intelijen,” kata Nasar.S. pelatihan dan pengembangan analis
HAMBATAN DAN KENDALA Kendala lain yang juga tengah intelijen yang telah ada, harus dibangun
Jika sistem yang dimiliki telah me- dihadapi oleh Subdit Intelijen adalah, secara terstruktur mulai intelijen taktis
madai dan berjalan walau belum pengembangan intelijen strategis sampai akhirnya intelijen strategis.
sempurna, hal tersebut bukan berarti menuntut adanya sumber daya dan Doktrin yang selalu dipegang teguh
Subdit Intelijen tidak memiliki hambatan sumber dana. Data yang sudah terkum- dalam pelatihan analis intelijen adalah,
dalam pelaksanaan tugasnya. Ada pul oleh agen pengumpul haruslah sedinamis apapun siklus pelatihan dan
beberapa kendala yang saat ini diha- disimpan dalam media penyimpanan pengembangan personil, diperlukan
dapi oleh Subdit Intelijen yang kedepan data (data storage) baik secara manual adanya penyegaran (refreshment) dan
harus segera dipikirkan secara lebih maupun secara elektronik untuk suatu kesempatan untuk menimba skill dan
bijak. Pertama, menyangkut pendanaan priode tertentu dan pada saat teknik-teknik baru.
(the cost of intelligence), intelijen tidak diperlukan, data-data ini akan dipanggil “Suksesnya strategi seleksi dan
dapat diciptakan tanpa biaya. Perlu kembali (retrieve), aktivitas-aktivitas pelatihan intelijen memerlukan
dipertimbangkan konteks segala bentuk semacam ini memerlukan biaya. pemetaan yang jelas tentang tipe
biaya yang timbul sebagai akibat Memproduksi sebuah intelijen strategis pekerjaan secara rinci dan
aktivitas intelijen. tidaklah pernah merupakan sebuah menempatkan analis secara tepat
Fakta yang nyata adalah biaya yang pekerjaan mudah dan sederhana. Pra- sesuai dengan kemampuan,
timbul sebagai konsekuensi logis syarat untuk sebuah assessment untuk pengetahuan, teknik dan sarana yang
pengumpulan dan pengolahan data dan mendefinisikan sebuah permasalahan tersedia untuk melakukan pekerjaan
informasi. Bagaimana juga, pendanaan yang dihadapi oleh organisasi membu- yang dibebankan. Pada sisi lain, rotasi
dalam pekerjaan intelijen mempunyai tuhkan waktu yang lama, konsisten dan staf unit intelijen secara berlebihan
cakupan yang luas, yang dibentuk berpandangan secara objektif. tanpa alasan yang logis akan
setidaknya oleh beberapa komponen, Seleksi tenaga analis yang mum- menghalangi suksesnya penugasan
diantaranya : puni, pengumpulan data dan peren- yang dibebankan kepada unit intelijen,
Biaya yang dapat diukur, seperti canaan yang matang untuk setiap sekalipun tampaknya seolah-olah
SDM, pendidikan dan pelatihan kali melakukan penilaian (assess- merupakan ketidakmampuan unit
pengembangan sistem, pembelian per- ment) adalah komponen yang sangat intelijen untuk memanifestasikan
alatan, biaya-biaya administratif, waktu, penting dalam sebuah proses inteli- potensi secara penuh,” jelas Nasar. S.
biaya terkait mekanisme pengumpulan jen, masing-masing menimbulkan Selain itu Nasar S. menambahkan,
data dan informasi, serta biaya disemi- dampak biaya intrinsik. esensi dan pekerjaan intelijen adalah
nasi dan pelaporan produk intelijen. Selain itu, terkait dengan SDM, sik- kemampuan untuk mengolah beragam
Biaya-biaya lain terkait pengaruh lus aktivitas intelijen menuntut adanya data, terkait dengan permasalahan
perubahan prioritas, seperti ekspektasi perangkat sistem dan pemenuhan yang telah didefinisikan semua untuk
yang tidak dapat dipenuhi dan kemung- kebutuhan kemampuan dan teknis. Hal mendiskripsikan kemungkinan apa
kinan rasa frustasi. ini yang melatarbelakangi perlunya yang akan terjadi dan bagaimana
“Dalam kaca mata umum, kebera- seleksi personil yang melakukan tugas. dampak serta penanganannya.
daan unit intelijen seolah-olah merupa- Fungsi intelijen seringkali lebih sulit dari Kendala lain yang juga dihadapi
oleh Subdit Intelijen saat ini adalah,
DOK. WBC
terkait konsep pemikiran yang kurang
komprehensif tentang intelijen. Selama
ini, peran dan fungsi intelijen hanya
dipandang sebagai “unit penangkap”,
artinya hanya berkutat pada tactical
intelligence, sehingga penilaian
performanya lebih dititikberatkan pada
data tangkapan atau kasus. Pandangan
semacam ini, akan secara moril
menggerogoti semangat untuk
melaksanakan atau menambah porsi
aktivitas strategic intelligence.
“Opini semacam ini mengedepan-
kan intelijen hanya dipandang sebagai
unit taktis, sedangkan “planning”
dipandang sebagai bagian terpisah
yang berada diluar lingkup intelijen.
Faktanya, sampai saat ini intelijen
sudah menjadi alat yang sangat
berguna dalam penyelenggaraan
kegiatan operasional, taktis dan dalam
pengambilan keputusan (decision
making). Aura kesalahan yang
mendasar juga adalah berpandangan
bahwa pada level strategis
implementasi dari kegiatan intelijen
(intelligence practice) ditujukan untuk
menguji atau menilai kelompok serta
HANDLER DAN ANJING PELACAK. Keberadannya sangat diperlukan untuk membatu unit lain dalam gradasi risiko dan peluang,” tandas
melakukan penegahan. Nasar .S. adi

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 57


PENGAWASAN

DUA KASUS PELANGGARAN (KITE) oleh beberapa perusahaan produ-


sen. Lebih lanjut mengenai kasus ini,

KEPABEANAN Nasar menyampaikan penegahan barang


impor berupa tekstil dan produk tekstil

DIUNGKAP BEA DAN CUKAI


(TPT) bermula dari analisa terhadap ke-
luhan produsen dan pemberitahuan yang
mengindikasikan maraknya perdagangan
Modus baru yang disebut cloning, dicoba untuk mengelabui tekstil dan garmen (diluar kewajaran.red)
di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat.
petugas Barang-barang yang ditegah tersebut
WBC/ATS
masih menurutnya, diduga berasal dari
barang yang diimpor dengan
menggunakan fasilitas kepabeanan baik
dengan penangguhan atau pengembalian
BM, atas importasi bahan baku untuk di
ekspor dengan fasilitas penangguhan dan
pengembalian.
“Seharusnya diolah dulu yang
kemudian diekspor, diduga pelanggaran
sejenis semakin jamak dilakukan oleh
perushaan penerima fasilitas dan diduga
langsung dijual ke pasar,”papar Nasar.
Ia kembali menambahkan, investigasi
awal diperoleh fakta, pemilik barang
berupa tekstil dan garment adalah PT. GT
, PT. SP yang berkedudukan di Bandung,
dan PT DL yang berkedudukan di Solo
yang menerima fasilitas Kawasan Berikat
(KB). Sementara PT. KH dan PT DW yang
berkedudukan di Bandung selaku
perusahaan penerima fasilitas KITE. Saat
ini lanjut Nasar, pihaknya masih
melakukan investigasi secara mendalam
untuk mendapatkan bukti-bukti adanya
pelanggaran atau tidak.
Barang bukti sebanyak 10 truk berupa
tekstil dan garmen yang ditegah tersebut
di tahan di KP-DJBC, dan berdasarkan
pasal 26 (4) Undang-Undang nomor 17
tahun 2006, orang yang terlibat dalam
GYPSUM. Yang dimasukkan kedalam kontainer yang di cloning untuk mengelabui petugas kegiatan ilegal tersebut wajib membayar
BM yang terutang dan dikenai sanksi

D
ua kasus pelanggaran dibidang dang TTJ di kawasan Cakung-Cilincing. administrasi paling sedikit 100 persen dari
kepabeanan berhasil diungkap Pada saat penegahan berlangsung di BM yang seharusnya dibayar, dan paling
petugas bea dan cukai. Hal tersebut gudang tersebut, pelaku sempat menge- banyak 500 persen dari BM yang
disampaikan Kasubdit Intelijen Nasar luarkan isi kontainer dengan menggu- seharusnya dibayar. zap
Salim kepada pers di Kantor Pusat nakan 12 truk kecil dan masih tersisa WBC/ATS
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KP- 15 balles garmen. Untuk memuluskan
DJBC) Jakarta, 8 Desember 2006. Pada usaha tersebut pelaku telah menyiap-
kasus pertama yang berhasil diungkap kan kontainer hasil cloning dengan no-
pada 6 Desember 2006, para pelaku yang mor dan warna yang sama dengan kon-
diotaki FM dan NS mengeluarkan barang tainer yang ditegah tadi, yang berdasar-
impor secara ilegal dari pelabuhan kan hasil pemeriksaan berisi gypsum.
Tanjung Priok Jakarta sebanyak dua Sementara kerugian negara dari
kontainer yang berisi tekstil. Bea Masuk (BM) dan pajak yang
Penegahan dua kontainer garmen ini ditimbulkan akibat kegiatan tersebut
menurut Nasar, didasari pada serangkaian menurut Nasar, mencapai Rp.5,1 Milyar
operasi intelijen yang dimulai dari adanya dengan nilai barang diperkirakan
informasi pengeluaran barang berupa sebesar Rp.30,5 Milyar.
tekstil dengan menggunakan SPPB palsu. Sedangkan pasal yang dijerat
Atas informasi tersebut, petugas bea cukai kepada para pelaku yaitu pasal 102 d
langsung melakukan pengumpulan dimana pelaku dapat dipidana paling
informasi dan penilaian terhadap akurasi sedikit satu tahun dan paling lama 5
informasi yang mengarah pada tahun dan denda paling sedikit Rp.10
kesimpulan dugaan pengeluaran barang juta dan paling banyak Rp.1 Milyar.
impor secara ilegal dengan modus cloning
Untuk mengelabui petugas, kedua PENYALAHGUNAAN FASILITAS
kontainer tekstil ilegal itu dipindah loka- Masih dalam kesempatan yang sama,
sikan ke gudang milik PT.Lautan Tirta petugas bea dan cukai juga menegah
untuk dilakukan pemeriksaan fisik. produk tekstil yang diduga berasal dari TPT. Truk yang Berisi TPT ilegal yang
Namun dalam perjalannya lanjut Nasar, impor dengan fasilitas kawasan berikat menyalahi prosedur yang berhasil ditegah di
kedua kontainer tersebut dibawa ke gu- dan Kemudahan Impor Tujuan Impor Pasar Tanah Abang

58 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


OPINI

Oleh: Sutardi

IMPOR
DAN IMPOR
UNTUK DIPAKAI (IUD)
(Bagian II)

KURANG SOSIALISASI TERMINOLOGI barang sebagaimana dimaksud dalam ”Free Zone” means a part of the
IMPOR UNTUK DIPAKAI Pasal 7 Ayat (7) huruf b s/d f Undang- territory of the contracting party where

T
erus terang memang sangat Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang any goods introduced are generally
kurang atau boleh dibilang hampir Kepabeanan yang telah kita bahas tadi. regarded, insofar as import duties and
tidak pernah sosialisasi maupun Jadi jelas bahwa barang yang tidak taxes are concerned, as being outside
penjelasan khusus masalah Impor diimpor untuk dipakai, terhadap barang the Customs territory. ( “Kawasan
untuk dipakai dalam arti sebenarnya. tersebut tidak dipungut Bea Masuk, Bebas” adalah suatu bagian dari
Hal ini dapat dimengerti karena dalam demikian juga barang yang belum daerah Contracting Party dimana setiap
mind set pejabat Bea Cukai andaikata diimpor untuk dipakai, terhadap barang barang yang dibawa masuk
mereka membahas masalah impor tersebut belum dipungut Bea Masuk kedalamnya, sepanjang menyangkut
yang dipikirkan adalah impor dalam arti dan tentu saja dengan PDRI-nya, bea masuk dan pajak, pada umumnya
impor untuk dipakai, meskipun sadar karena PDRI dipungut oleh petugas dianggap sebagai berada di luar daerah
atau tidak instansi lain menafsirkan Bea Cukai bersama-sama dengan Bea pabean).
sebagai impor sebagaimana dimaksud Masuk.
pada butir 13 ayat 1 Undang-Undang Barang-barang yang berasal dari Dalam free zone tersebut belum
Nomor 10/ 1995, sehingga setelah ada luar daerah pabean yang masih dilakukan pemungutan bea masuk dan
dispute atau protes disadari bahwa berada pada zona berwarna putih pada pajak, bahkan dalam praktek
yang dimaksud pejabat tadi adalah gambar 1 dan zona berwarna abu-abu kepabeanan internasional (intenational
diimpor untuk dipakai bukan sekedar pada gambar 2 merupakan barang best customs practices), belum juga
diimpor sebagaimana dimaksud pada yang belum diimpor untuk dipakai diberlakukan trade regulations.
butir 13 ayat 1 Undang-Undang Nomor belum subyek pada BM dan PDRI, Apabila dilihat pada gambar 2
10/ 1995 tersebut. demikian pula segala kegiatan yang nampak bahwa barang yang dibawa
Pada bagian pertama dari tulisan ini dilakukan pada zona tersebut dari luar daerah pabean yang dibawa
(WBC edisi 385 Desember 2006) telah semuanya belum subyek pada pungut- ke TPS kemudian dari TPS dibawa ke
kami jelaskan bahwa, ”Bagi negara- an bea masuk dan pajak, pada zona TPB merupakan barang yang belum
negara yang mempunyai perbatasan kawaan tersebut Kyoto Convention diimpor untuk dipakai dan barang-
darat dengan negara-negara mendefinisikannya sebagai Free Zone barang tersebut masih berada dibawah
tetangganya, pengawasan lalu lintas (daerah bebas). Lihat Kyoto Convention pengawasan pabean, sejak barang
barang yang akan keluar daerah Specific Annex Chapter 2 E1/F1 Free tersebut melewati batas daerah
pabean tidaklah sulit karena Zones yang menyatakan bahwa : pabean, ditimbun ke TPS diangkut ke
pengawasan dapat dilakukan di daerah
GAMBAR 1
perbatasan dengan cara membangun
Kantor-kantor Pabean di Entry Point
(Pos Lintas Batas)”, sehingga
pengertian impor dan impor untuk
dipakai dapat diimplementasikan
bersama-sama, karena begitu barang
melalui perbatasan negara (masuk ke
dalam daerah pabean, hampir pada
saat yang bersamaan barang tersebut
diimpor untuk dipakai, kecuali barang
tersebut ditujukan untuk ditimbun/
diproses di Tempat Penimbunan
Berikat). Lihat gambar 1.
Barang yang belum diimpor untuk
dipakai belum subyek pada BM dan
PDRI. Adapun contoh barang yang
belum/tidak diimpor untuk dipakai
adalah antara lain terhadap barang-

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 59


OPINI

TPB sampai barang barang barang adalah terminologi impor sebagaimana Penimbunan Berikat (Lembaran
tersebut di release dari TPS maupun dimaksud dalam pasal 1 butir 13, akan Negara Tahun 1996 Nomor 50,
TPB. tetapi aplikasinya harus diartikan Tambahan Lembaran Negara
Titik hitam (black dot) pada gambar sebagai diimpor untuk dipakai. Nomor 3638);
1 maupun gambar 2 merupakan titik Menurut Undang-undang UU No. 8 3. Keputusan Menteri Keuangan
pelepasan (releasing point) barang dari tahun 1983 tentang PPN dan PPn BM Nomor : 291/KMK.05/1997
pengawasan pabean sehingga bea jo. UU No. 18 tahun 2000 dinyatakan Tanggal 26 Juni 1997 Tentang
masuk dan pajak baru diberlakukan bahwa PPN dan Ppn BM dipungut saat Kawasan Berikat, Sebagaimana
sejak barang tersebut direlease dari impor Barang Kena Pajak, dan pemu- telah diubah dan ditambah
pengawasan pabean. Dalam gambar 2 ngutannya dilakukan melalui DJBC. Ini terakhir dengan Peraturan
nampak bahwa TPB (KB, GB, ETP harus diartikan bahwa terhadap barang Menteri Keuangan Nomor : 101/
maupun TBB) merupakan zona tersebut dilakukan pemungutan PDRI KMK.05/2005 Tanggal 19
perpanjangan dari TPS. pada waktu DJBC melakukan pemu- Oktober 2005;
Kyoto Convention menyebut penge- ngutan atas barang impor tersebut, 4. Keputusan Direktur Jenderal
luaran barang ke peredaran bebas (free meskipun dalam banyak kasus, seba- Bea dan Cukai Nomor : 63/BC/
circulation) sebagai clearance for home gaimana telah kami kemukakan dimu- 1997 Tanggal 25 Juli Tentang
use atau penyelesaian untuk dipakai ka, justru Bea Masuk yang dipungut Tata Cara Pendirian dan
yang disyaratkan dengan membayar adalah 0 %. Pemasukan dan Pengeluaran ke
bea masuk dan pajak yang berlaku, Sedangkan atas PDRI tetap dilaku- dan dari Kawasan Berikat.
dan menyelesaikan semua formalitas kan pemungutan (Pemungutan PDRI
pabean yang diperlukan. Apabila dilakukan pada waktu yang bersamaan B. Fasilitas di Kawasan Berikat.
dikaitkan dengan tulisan ini clearance dengan waktu pemungutan Bea Sebelum kita bahas mengenai
for home use adalah saat me-release Masuk), oleh karenanya PDRI dipungut Fasilitas di Kawasan Berikat perlu kita
barang dari TPS maupun TPB melewati pada saat BM dipungut yaitu pada saat ketahui definisi Tempat Penimbunan
black dot sebagaimana di gambar 1 barang diimpor untuk dipakai, dan Berikat dan Kawasan Berikat sebagai
dan gambar 2. pelaksanaannya dilaksanakan oleh berikut :
Peraturan Pemerintah Nomor 33 Kantor Pelayanan Bea dan Cukai, pada Tempat Penimbunan Berikat
Tahun 1996 tentang Tempat saat barang direlease dari pengawasan adalah bangunan, tempat, atau
Penimbunan Berikat (Lembaran Negara Bea Cukai (dikeluarkan dari TPS atau kawasan yang memenuhi persyaratan
Tahun 1996 Nomor 50, Tambahan TPB) ke peredaran bebas atau secara tertentu di dalam Daerah Pabean yang
Lembaran Negara Nomor 3638) teknis pabean diberi istilah Daerah digunakan untuk menimbun, mengolah,
menganut prinsip yang direkomendasi- Pabean Indonesia Lainnya (DPIL). memamerkan, dan/atau menyediakan
kan oleh Kyoto Convention tersebut. Hal inilah yang hingga sekarang barang untuk dijual dengan
mendapatkan perlakuan khusus di
GAMBAR 2
bidang Kepabeanan, Cukai, dan
perpajakan yang dapat berbentuk
Kawasan Berikat, Pergudangan Berikat,
Entrepot untuk Tujuan Pameran, atau
Toko Bebas Bea.
Sedangkan definisi Kawasan
Berikat adalah suatu bangunan,
tempat, atau kawasan dengan batas-
batas tertentu yang di dalamnya
dilakukan kegiatan usaha industri peng-
olahan barang dan bahan, kegiatan
rancang bangun, perekayasaan,
penyortiran, pemeriksaan awal,
pemeriksaan akhir, dan pengepakan
atas barang dan bahan asal impor atau
barang dan bahan dari dalam Daerah
Pabean Indonesia lainnya, yang
hasilnya terutama untuk tujuan ekspor.
Berdasarkan pasal 3 ayat (1)
Untuk lebih jelasnya berkenaan berlaku yaitu pengeluaran barang impor Keputusan Menteri Keuangan Nomor :
dengan pemungutan PDRI oleh DJBC dari KB ke DPIL berlaku ketentuan 291/KMK.05/1997 Tentang Kawasan
lihat Penjelasan Pasal 4 huruf b, UU umum di bidang impor yang secara Berikat, perusahaan yang dapat
No. 8 tahun 1983 tentang PPN dan PPn yuridis formal diatur dalam PP 33 tahun diberikan persetujuan sebagai PKB
BM jo. UU No. 18 tahun 2000 yang 1996. adalah perusahaan :
menyatakan Pajak juga dipungut saat a. Dalam rangka Penanaman Modal
impor Barang Kena Pajak. Pemungutan FASILITAS KAWASAN BERIKAT, IMPOR Dalam Negeri (PMDN);
dilakukan melalui Direktorat Jenderal DAN IMPOR UNTUK DIPAKAI b. Dalam rangka Penanaman Modal
Bea dan Cukai…..dst., sehingga A. Dasar Hukum mengenai Kawasan Asing (PMA), baik sebagian atau
menurut hemat penulis norma pemu- Berikat diatur dalam : seluruh modal sahamnya dimiliki
ngutan pajak yang dilakukan aparat 1. Pasal 44 sampai dengan pasal oleh peserta asing;
Bea Cukai dalam melakukan pungutan 47 Undang-Undang Nomor 10 c. Non PMA/PMDN yang berbentuk
PDRI sama dengan norma pemungutan Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (PT);
bea masuk dan pelaksanaannya pun Kepabeanan (Lembaran d. Koperasi yang berbentuk badan
dilakukan bersama-sama yaitu saat Negara Tahun 1995 Nomor 75, hukum; atau
barang diimpor untuk dipakai, meskipun Tambahan Lembaran Negara e. Yayasan.
terminologi impor yang dipakai dalam Nomor 3612);
UU No. 8 tahun 1983 tentang PPN dan 2. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Terhadap impor barang yang
PPn BM jo. UU No. 18 tahun 2000 Tahun 1996 tentang Tempat dimasukkan ke Tempat Penimbunan

60 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


Berikat (Gudang Berikat; Kawasan Barang Kena Cukai (BKC) ke dan/atau perusahaan industri di DPIL atau
Berikat; Toko Bebas Bea; dan Entrepot dari KB yaitu berdasarkan pasal 14 PDKB lainnya dan
Tujuan Pameran), penyerahan Barang Keputusan Menteri Keuangan Nomor : pengembaliannya ke PDKB asal,
Kena Pajak dalam negeri, dan 291/KMK.05/1997 Tentang Kawasan tidak dipungut PPN dan PPnBM.
pemasukan Barang Kena Cukai yang Berikat. i. Atas pemasukan BKC dari DPIL ke
berasal dari dalam Daerah Pabean Adapun fasilitas yang diberikan PDKB untuk diolah lebih lanjut,
Indonesia lainnya sepanjang bukan tersebut adalah sebagai berikut : diberikan pembebasan Cukai.
merupakan barang untuk dikonsumsi a. Atas impor barang modal atau j. Penyerahan barang hasil olahan
sendiri, diatur dalam Pasal 2 PP33/ peralatan dan peralatan perkantoran produsen pengguna fasilitas
1966 sebagai berikut : yang semata-mata dipakai oleh PKB Bapeksta Keuangan dari DPIL untuk
(1) Barang atau bahan impor yang termasuk PKB merangkap sebagai diolah lebih lanjut oleh PDKB
dimasukkan ke Tempat Penimbunan PDKB diberikan penangguhan Bea diberikan perlakuan perpajakan
Berikat diberikan fasilitas berupa: masuk (BM), tidak dipungut Pajak yang sama dengan perlakuan
a. penangguhan bea masuk; Pertambahan Nilai (PPN), Pajak terhadap barang yang diekspor.
b. pembebasan cukai; Penjualan atas Barang Mewah k. Pengeluaran barang dari KB yang
c. tidak dipungut Pajak (PPnBM) dan Pajak Penghasilan ditujukan kepada orang yang
Pertambahan Nilai (PPN), Pajak (PPh) Pasal 22 Impor. memperoleh fasilitas pembebasan
Penjualan b. Atas impor barang modal dan atau penangguhan BM, Cukai dan
atas Barang Mewah (PPn BM) peralatan pabrik yang berhubungan Pajak dalam rangka impor, diberi-
dan Pajak Penghasilan (PPh) langsung dengan kegiatan produksi kan pembebasan BM, pembebasan
Pasal 22. PDKB yang semata-mata dipakai di Cukai, tidak dipungut PPN, PPnBM
(2) Atas penyerahan Barang Kena PDKB diberikan penangguhan BM, dan PPh Pasal 22 Impor.
Pajak dalam negeri ke Tempat tidak dipungut PPN, PPnBM dan
Penimbunan Berikat diberikan PPh Pasal 22 Impor. Ada sedikit perbedaan parameter
fasilitas berupa tidak dipungut yang dipakai antara Peraturan
PPN, dan PPn BM. Pemerintah dan Keputusan Menteri
(3) Atas pemasukan Barang Kena Keuangan mengenai dalam hal
Cukai yang berasal dari dalam TERUS TERANG bagaimana penyerahan suatu Barang
Daerah Pabean Indonesia lainnya MEMANG SANGAT Kena Pajak dalam negeri ke Tempat
dibebaskan dari pengenaan cukai. Penimbunan Berikat diberikan fasilitas
(4) Barang atau bahan yang mendapat- KURANG ATAU BOLEH berupa tidak dipungut PPN, dan PPn
kan fasilitas sebagaimana dimaksud BM atau tidak.
pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) DIBILANG HAMPIR Sebagaimana telah kami jelaskan
bukan merupakan barang untuk di- TIDAK PERNAH dimuka bahwa dalam PP dinyatakan
konsumsi sendiri di Tempat Penim- bahwa apabila Barang Kena Pajak
bunan Berikat yang bersangkutan. SOSIALISASI MAUPUN dalam negeri yang dimasukkan ke
Tempat Penimbunan Berikat tersebut
Jadi jelas bahwa berdasarkan PENJELASAN KHUSUS merupakan barang untuk dikonsumsi
Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun sendiri, maka terhadap barang
1996 tentang Tempat Penimbunan
MASALAH IMPOR tersebut dipungut PPN, dan PPn BM,
Berikat (Lembaran Negara Tahun 1996 UNTUK DIPAKAI DALAM dengan demikian berdasarkan
Nomor 50, Tambahan Lembaran penafsiran a contrario maka terhadap
Negara Nomor 3638), pedoman yang ARTI SEBENARNYA barang yang bukan merupakan
dipakai untuk menentukan apakah barang untuk dikonsumsi sendiri,
penyerahan suatu Barang Kena tidak dipungut PPN, dan PPn BM,
Pajak dalam negeri ke Tempat c. Atas impor barang dan/atau bahan sedangkan dalam KMK Nomor : 291/
Penimbunan Berikat diberikan untuk diolah di PDKB diberikan KMK.05/1997 Tentang Kawasan
fasilitas berupa tidak dipungut PPN, penangguhan BM, pembebasan Berikat dinyatakan bahwa :
dan PPn BM atau tidak, adalah Cukai, tidak dipungut PPN, PPnBM a. Atas pemasukan BKP dari DPIL ke
apakah barang tersebut merupakan dan PPh Pasal 22 Impor. PDKB untuk diolah lebih lanjut, tidak
barang untuk dikonsumsi sendiri di d. Atas pemasukan BKP dari DPIL dipungut PPN dan PPnBM.
Tempat Penimbunan Berikat yang ke PDKB untuk diolah lebih b. Atas pengiriman barang hasil
bersangkutan atau tidak. lanjut, tidak dipungut PPN dan produksi PDKB ke PDKB lainnya
Apabila Barang Kena Pajak dalam PPnBM. untuk diolah lebih lanjut, tidak
negeri yang dimasukkan ke Tempat e. Atas pengiriman barang hasil dipungut PPN dan PPnBM.
Penimbunan Berikat tersebut produksi PDKB ke PDKB lainnya
merupakan barang untuk dikonsumsi untuk diolah lebih lanjut, tidak Dari cuplikan anak ayat KMK
sendiri, maka terhadap barang tersebut dipungut PPN dan PPnBM. Nomor : 291/KMK.05/1997 Tentang
dipungut PPN, dan PPn BM. Dengan f. Atas pengeluaran barang dan/atau Kawasan Berikat, yang kita tulis pada
demikian penulis berpendapat bahwa bahan dari PDKB ke perusahaan huruf a dan b paragraf diatas, berdasar-
berdasarkan penafsiran a contrario industri di DPIL atau PDKB lainnya kan penafsiran a contrario maka
maka terhadap barang yang bukan dalam rangka sub-kontrak, tidak terhadap pemasukan BKP dari DPIL ke
merupakan barang untuk dikonsumsi dipungut PPN dan PPnBM. PDKB untuk tidak diolah lebih lanjut,
sendiri, penyerahannya ke Tempat g. Atas penyerahan kembali BKP hasil dipungut PPN dan PPnBM, dan terha-
Penimbunan Berikat tidak dipungut pekerjaan sub-kontrak oleh dap barang hasil produksi PDKB ke
PPN, dan PPn BM. Pengusaha Kena Pajak di DPIL atau PDKB lainnya untuk tidak diolah lebih
Selanjutnya juga diatur tentang PDKB lainnya kepada Pengusaha lanjut, dipungut PPN dan PPnBM.
pemberian fasilitas terhadap impor ba- Kena Pajak PDKB asal, tidak Apabila dibandingkan antara kedua
rang, pemasukan Barang Kena Pajak dipungut PPN dan PPnBM. ketentuan tersebut memang nampak
(BKP), pengiriman hasil produksi, pe- h. Atas peminjaman mesin dan/atau adanya perbedaan sehingga memang
ngeluaran barang, penyerahan kembali peralatan pabrik dalam rangka sub- sedikit membingungkan dalam pelak-
BKP, peminjaman mesin, pemasukan kontrak dari PDKB kepada sanaannya. Tentu saja berdasarkan

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 61


OPINI

prinsip Lex superiori derogat lex


inferiori bahwa ketentuan yang
Oleh: Fauzan
lebih tinggi dapat menyampingkan
ketentuan yang lebih rendah
tingkatannya, namun sebaiknya hal
ini dilakukan melalui amandemen
dan dibahas antar Direktorat Jende-
ral dan bila perlu diundang pula ins-
tansi terkait sehingga bukan masa-
lah rechtmatigheids saja tapi juga
masalah doelmatigheids-nya juga,
sehingga tercipta suatu iklim untuk
berinvestasi yang baik dan juga ter-
capainya target penerimaan negara
disektor bea masuk dan pajak.

MARI BERMAIN
Apabila dikaji lebih mendalam
tersirat bahwa fasilitas yang dibe-

POAC
rikan kepada Tempat Penimbunan
Berikat dalam hal ini Kawasan
Berikat adalah dikarenakan barang
yang dimasukkan ke dalam lokasi
Kawasan Berikat serta kegiatan
pemindahan barang antar Kawasan
Berikat, kendati telah diimpor
sebagaimana dimaksud pada Pasal
1 butir 13 Undang-Undang Nomor
10 Tahun 1995 tentang Kepabean-
an, akan tetapi masih merupakan
barang dalam pengawasan Bea
Cukai (Under Customs Control),
yang belum dimanfaatkan di dalam
daerah pabean (dalam negeri) dan

K
barang tersebut masih dalam pro- ata orang, untuk menjalankan al, maka tindakan yang dibutuhkan
ses pengolahan. Dengan demikian, suatu usaha, ada baiknya bila cukup bersifat efektif saja.
terhadap barang-barang tersebut kita menggunakan ilmu manaje- Dengan efektifitas, hasilnya akan
belum wajib dilunasi Bea Masuk men dengan benar. Ada beberapa tampak jelas dan akan memuaskan
dan pungutan negara lainnya, teori yang bisa digunakan untuk bagi para anggota organisasi.
karena barang-barang tersebut memulai suatu usaha, dan yang pa- Artinya, kalau mau bekerja bakti di
tidak/ belum diimpor untuk dipakai. ling sederhana adalah POAC. hari Minggu yang cerah bersama
Dalam Customs Moderniza- Sebelum melakukan POAC, perlu para tetangga merapikan tanah dan
tion Handbook, pada Bab 10 yang kita terlebih dahulu menentukan: rumput lapangan bola di kampung,
berjudul Duty Relief And Exemption Pertama, apakah usaha yang akan maka tentunya peralatan yang
Control, Andrien Goorman pada kita jalani bersifat profitable atau dibawa adalah alat pemotong
halaman 217 mengatakan : non-profitable. Bila usaha bersifat rumput, bisa berupa mesin atau
profitable, maka semua tindakan sabit, cangkul, keranjang sampah,
The economic justification for yang dilakukan dalam rangka menja- yah seapes-apesnya cethok lah.
relieving export producers of the lankan usaha haruslah mengikuti Jangan membawa peralatan buldoser
payment of duties on imported kaidah teori ekonomi, yaitu harus atau obeng untuk acara kerja bakti
inputs rest on the destination bersifat efektif dan efisien. Apa itu ? itu, mau pamer, merusak, atau
principle of taxation, under which Efektif, artinya tindakan kita harus mengorek kuping ? Jangan jadi
no indirect taxes should be tepat pada sasaran, tidak berbelit- bahan fitnah ah !
levied on goods that are not belit atau berputar-putar untuk Bagaimana dengan efisiensi?
destined for domestic consum- mencapai sasaran yang jelas di Yah, bolehlah sedikit diperhatikan
ption. depan mata, dalam jangkauan kita. agar agak sinkron dengan efektifitas
Janganlah untuk membunuh seekor tadi. Tetapi kalau mau kerja bakti
Jadi jelas apa yang dikatakan nyamuk saja harus digunakan tadi, semakin banyak orang, semakin
Andrien Goorman bahwa BM dan meriam yang dapat menghancurkan banyak makanan, minuman, dan
pajak tidak langsung tersebut nyamuk itu berikut rumah yang rokok yang harus disediakan nooo..
baru dikenakan terhadap barang dimasukinya, termasuk manusia yang problem. Biar keluar banyak biaya,
hasil produksi KB pada saat dihisap darahnya. yang penting, kumpul-kumpul sama
barang tersebut diimpor untuk Efisien, artinya setiap tindakan tetangga, mempererat silaturrahim,
dipakai (dikonsumsi/dimanfaatkan kita tidak boros biaya, bahkan kalau
di dalam daerah pabean). perlu tanpa biaya dengan
Barang hasil produksi KB yang memanfaatkan segala sumber daya
dipindahkan ke KB lain apapun kita yang banyak menganggurnya itu. JADI, KALAU SDM
alasannya tidak subject pada
indirect taxes tersebut karena tidak
Jangan hamburkan uang untuk
membeli peluru meriam, bila untuk
MELEMPEM DAN
ditujukan untuk konsumsi dalam membunuh nyamuk nakal itu cukup MANAJERNYA SENDIRI
negeri (yang dalam teknis dengan cara menepukkan tangan
kepabeanan disebut “diimpor untuk saja. JUGA MEMBLE, YA
dipakai”). (Bersambung) Bila usaha kita bersifat non- GOOD BYE
Penulis adalah Kasubdit Tempat Penimbunan profitable atau mungkin bersifat sosi-

62 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


tali persahabatan dan persaudaraan, konsumen mau nggak mau akan dan produksi terbentuk, maka
syukur-syukur dapat menggaet membelinya, karena butuh dan tidak masih perlukah adanya unit lain
simpati bapak itu agar diterima jadi ada barang substitusi maupun yang bersifat menunjang kegiatan
mantunya. produk pesaing. kedua unit inti ?
Kedua, apa dan bagaimana visi Jaman sekarang beda, banyak Mungkin, seperti unit-unit :
dan misi usaha yang akan kita pesaing Om !!! Konsumen sudah 1. Umum atau Administrasi atau
dirikan ? Apakah visi ke depannya makmur dan pinter memilih. Oleh Kepegawaian, yang merupa-
mau menjadikan usaha kita sebesar karena itu, sekarang, unit kan kolektor dan distributor
dan seprofesional IBM atau Microsoft pemasaran yang maju pertama, administrasi surat masuk dan
? Boleh-boleh saja, “Gantungkan meneliti apa sih keinginan (wants) keluar, melayani kebutuhan
cita-citamu setinggi langit,” kata Bung konsumen atas kebutuhannya pengadaan peralatan, sarana,
Karno, walau kenyataan hasilnya (needs) terhadap produk itu ? dan bahan baku untuk
hanya setinggi kawat jemuran di Berdasarkan hasil penelitiannya, produksi, pemasaran, melaya-
depan rumah. unit Pemasaran melakukan ni kebutuhan pengadaan SDM
Bagaimana cara untuk mewujud- perencanaan varian produk yang dan berbagai pelayanan kepa-
kan tercapainya visi tersebut, bagai- akan dibuat, mulai dari jenis, da unit-unit dalam organisasi
mana langkah tindakan kita dalam warna, fungsi, dan semua hal 2. Unit Keuangan, yang menge-
setiap periode tahapan yang perlu yang dapat ditonjolkan sebagai lola keuangan organisasi,
kita lalui ? Untuk itu, diperlukan misi keunggulan produk tersebut bagaimana menjaga cash flow,
strategis. terhadap pesaing, dimana daerah melakukan penagihan piutang,
Kalau mau profesional seperti IBM pemasarannya, kapan harus pembayaran utang, membuat
atau Microsoft, maka tentunya perlu dipasarkan, berapa lama produk Laporan Keuangan, menghi-
rangkaian misi-misi yang bersinergi dan dapat dipasarkan dan kapan tung kalkulasi harga jual
berkesinambungan, saling melengkapi, harus diganti dengan inovasi produk, likuiditas-rentabilitas,
tidak dibuat secara acak-acakan tanpa produk yang baru, sub-unit sumber keuangan organisasi,
pola, tumpang tindih persis sampah di dan lainnya.
Bantar Gebang. 3. Unit Audit Intern, yang
Lha wong mau tidur saja perlu melakukan pengawasan intern
mengatur strategi kok. Agar tidak di-
JANGAN MEMBENTUK terhadap kinerja semua unit
gigit bangsat dan nyamuk pakai bay- UNIT-UNIT YANG organisasi, apakah sudah
gon, agar bisa mimpi indah bersama sesuai dengan perencanaan,
si dia baca mantera dari mbah MEMILIKI TUGAS DAN prosedur kerja, berdasarkan
dukun, dan sebagainya. Kok mau indikator dan parameter yang
profesional nggak mau mikir dikit. FUNGSI HAMPIR MIRIP telah dibuat sebelumnya.
Strategi usaha kita antara lain DAN TUMPANG TINDIH Penilaian kinerja dari unit
melalui POAC tadi, yaitu : Audit Intern dapat dijadikan
referensi bagi pimpinan orga-
a. P (Planning) atau pemasaran mana yang nisasi, dalam rangka rewards
perencanaan. bertanggung jawab terhadap atau punishment.
Sebelum memulai usaha, kita sirkulasi produk itu, apakah perlu 4. Unit Hukum, yang
bentuklah semacam tim kecil, Tim dibentuk sub-unit pemasaran menyediakan bantuan hukum
Perencanaan, sambil kongkow- yang baru untuk menunjang bagi unit pemasaran dalam
kongkow, merencanakan bidang keberhasilan pemasaran, berapa masalah peraturan perundang-
usaha apa yang akan dijalani, kebutuhan SDM, kualitas dan undangan hak cipta, monopoli,
visinya, misi awalnya, bentuk keahlian SDM, dan berbagai detil oligopoli, persaingan usaha,
organisasinya, visi dan misinya, lainnya. tenaga kerja, dan sebagainya.
indikator kinerja dan parameter- Nah, untuk menunjang ide produk Dalam hal ada masalah yang
nya, apakah perlu dilakukan R&D dan pemasarannya itu, dibentuk berkaitan dengan pemalsuan
oleh konsultan, modal awal dari unit organisasi inti yang kedua, produk oleh pesaing misalnya,
mana, dan banyak hal lainnya yaitu unit produksi. Unit ini Unit Hukum bekerja sama dan
yang perlu dibahas oleh Tim Pe- bertanggung jawab untuk meminta pendapat unit
rencanaan tersebut. merealisasikan ide produk dari Pemasaran atau Produksi
unit pemasaran ke dalam proses untuk memastikan apa ada
b. O (Organization) atau produksi. pemalsuan atau penjiplakan
organisasi. Unit produksi melakukan produk, sebelum melakukan
Untuk merealisasikan perencana- perencanaan, mau mesin yang tuntutan hukum.
an awal yang dibuat tadi, bagaimana, berapa biaya, sub- 5. Unit-unit organisasi penunjang
dibentuklah organisasi. Pertama, unit baru apa perlu dibentuk, lainnya, yang mungkin dipan-
kita bentuk dulu unit organisasi tempat produksi, lay out, SDM, dang perlu bagi organisasi.
inti. Misalnya kita bergerak di dan sebagainya. Penting bagi unit
bidang produksi, unit apa yang produksi, bagaimana produksi Kesemua unit organisasi ini, pada
perlu dibentuk lebih dulu ? Bila dapat dibuat secara efektif dan dasarnya dibentuk untuk saling
jaman dulu, sebelum banyak pe- efisien, sehingga dapat memenuhi menunjang, membentuk sinergi,
saing, unit produksi yang pertama jadwal pemasarannya. Meski saat dengan ujung tombaknya adalah
dibentuk. Unit ini akan berusaha ini harga hampir tidak lagi unit Pemasaran. Dalam beberapa
produksi sebanyak mungkin menjadi kendala bagi konsumen, literatur, semua unit-unit
dengan berbagai cara, sesuai namun efisiensi biaya sangat organisasi digambarkan setara
dengan jumlah kebutuhan (needs) menunjang profit organisasi, yang tingkatannya, ini hanya untuk
konsumen. ujung-ujungnya juga akan menunjukkan tingkat level jabatan
Tanpa ada pesaing, mau bengkok, menjadi sumber kesejahteraan saja, tetapi secara operasional,
mau jamuran, mau mbregidhil kek anggota. gambar struktur organisasi adalah
hasil produksi, masa bodoh, toh Kedua, setelah unit pemasaran sebagaimana gambar berikut ini :

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 63


OPINI

STRUKTUR OPERASIONAL ORGANISASI

Dalam membentuk organisasi perlu ban belakang, 2 ban kanan, 2 ban masalah hukum, unit Pemasaran
diingat, jangan membentuk unit-unit depan, dan 2 ban kiri, maka dapat meminta bantuan dari unit
yang memiliki tugas dan fungsi kebutuhan ban untuk masing- Hukum.
hampir mirip dan tumpang tindih. masing mobil adalah sebanyak 9
Sebuah pabrik mobil mempekerja- buah. Dari uraian di atas, dapat disimpul-
kan beberapa montir spesialis 1 Apa ya demikian ? kan bahwa :
bagian belakang, spesialis 2 bagian
kanan, spesialis 3 bagian depan, c. Actuating (Penggerakan) 1. Tim Perencanaan hanya dibentuk
dan spesialis 4 bagian kiri mobil. Penggerakan ini senantiasa harus pada awal dimulainya suatu
Untuk mengetahui kebutuhan per- dilakukan oleh pimpinan unit usaha, dan setelah organisasi de-
sediaan ban mobil yang akan dipro- terhadap bawahannya, dan ngan unit-unit organisasi terben-
duksi, kepala pabrik memerintahkan senantiasa memberikan motivasi tuk, maka selanjutnya tim tersebut
para montir sesuai dengan bidang agar mau bekerja, bersama-sama dibubarkan.
spesialisasinya menghitung dalam satu tim, untuk mencapai 2. POAC merupakan fungsi tugas dari
kebutuhan ban tersebut. tujuan organisasi. Tidak semua semua pimpinan, dari pimpinan
Spesialis 1 menghitung ada 2 ban SDM memiliki motivasi dan puncak (ketua organisasi) sampai
sebelah belakang dan berdasarkan semangat kerja yang setara. Ilmu ke pimpinan terendah (supervisor),
ingatannya ada sebuah ban serep manajemen memanfaatkan kinerja tidak dapat dipisah-pisahkan
yang dibutuhkan. orang lain untuk secara sinergi menjadi tugas tersendiri dari unit-
Spesialis 2 menghitung ada 2 ban mencapai tujuan bersama. Jadi, unit organisasi tertentu, misalnya
sebelah kanan dan berdasarkan kalau SDM melempem dan Planning merupakan tugas unit
ingatannya ada sebuah ban serep manajernya sendiri juga memble, ya Perencanaan, Organizing
yang dibutuhkan. good bye. merupakan tugas unit Organisasi
Spesialis 3 menghitung ada 2 ban atau SDM, Actuating merupakan
sebelah depan dan berdasarkan d. Controlling (Pengawasan) tugas unit SDM atau Diklat, Control-
ingatannya ada sebuah ban serep Fungsi pengawasan secara intern ling merupakan tugas unit Audit
yang dibutuhkan. fungsi dan tugas unit, dilakukan Intern atau unit Hukum, dan
Spesialis 4 menghitung ada 2 ban oleh masing-masing pimpinan unit sebagainya. Kalau terjadi yang
sebelah kiri dan berdasarkan untuk setiap tugas kerja yang sedemikian, lantas siapa membantu
ingatannya ada sebuah ban serep diberikan kepada bawahan maupun siapa ? Siapa sih yang sebenarnya
yang dibutuhkan. kepada sub-unit di bawahnya. merupakan unit intinya, yang perlu
Berdasarkan hasil penelitian para Khusus untuk unit Pemasaran yang dibantu oleh unit penunjang ? Siapa
montir spesialis, kepala pabrik atas banyak berkecimpung di luar sih yang berfungsi melayani
dasar kepercayaan terhadap organisasi, ada tambahan kebutuhan unit-unit organisasi yang
keahlian montir spesialis pengawasan ekstern terhadap ada ? Siapa sih ? Siapa sih ? Siapa
menetapkan ada kesamaan kemungkinan pemalsuan produk sih ? (Ah, main-main atuh...).
kebutuhan ban serep sebanyak 1 oleh maupun pelanggaran hak cipta Penulis adalah Kepala Seksi Analisis
buah, ditambah kebutuhan akan 2 yang dilakukan oleh pesaing. Dalam Tarif Harga dan Produksi Aneka Cukai, KP DJBC

64 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


PERISTIWA
WBC/ADI
Bandung, diikuti kurang lebih 35 peserta
yang berasal dari Jakarta, Bandung,
Cirebon, Bogor, Merak dan Surabaya.
Dengan memilih lokasi start di
halaman alun-alun kota Serang tepatnya
di depan Hotel Mahadria, pada pukul 7.30
wib perjalanan dimulai dengan melewati
jalur yang mendatar dan sedikit menanjak.
Namun setelah perjalanan dilalui kurang

JALUR
lebih 10 Km, maka dimulailah tantangan
bagi para peserta karena harus melewati
SERANG-ANYER jalur tanjakan yang cukup jauh dengan
pemandangan alam yang cukup asri.

SEBAGAI
Di jalur inilah para peserta mulai
terlihat kepiawayannya sebagai pecinta

AJANG
olah raga sepeda sejati, kendati
usia rata-rata sudah tidak muda lagi,
namun semangat dan tenaganya
SILATURAHMI membuat kagum para peserta lain yang
usianya lebih muda. Terlebih lagi di jalur
CCC tanjakan yang cukup jauh ini peserta juga
dihibur oleh aroma buah durian yang
cukup menggoda, karena sepanjang jalur
ini banyak ditumbuhi pohon durian yang
memang sedang berbuah.
Setelah melewati Pos I, peserta pun
mulai dihibur dengan jalur yang lebih
TETAP SEMANGAT. Setelah melewati jalur datar di kota Serang, peserta pun tetap semangat kendati mulai banyak menurun dengan pemandangan
menghadapi jalur menanjak yang cukup jauh. warga sekitar yang sedang mengikuti
pemilihan kepala daerah. Setelah menem-
Customs Cycling Club (CCC) kembali mengadakan acara puh perjalanan kurang lebih 20 Km, maka
bersepeda santai. Acara yang juga sekaligus sebagai ajang di Pos II tepatnya di daerah cagar alam
Rawa Danau, seluruh peserta beristirahat
silaturahmi ini, memilih daerah Serang hingga Anyer sebagai jalur sejenak untuk menghilangkan lelah sambil
tantangan yang harus dilalui. menikmati pemandangan alam cagar
alam yang cukup indah dan sejuk.

C
CC yang merupakan wadah bagi tenya melewati pegunungan dan finish di Setelah beristirahat minum di Pos II,
penggemar olah raga bersepeda di daerah pantai, untuk itu sebelumnya dila- maka perjalanan dilanjutkan hingga finish
lingkungan pegawai Direktorat kukan survei dan akhirnya memilih Serang ke daerah Anyer. Perjalanan menuju finish
Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), kembali hingga Anyer sebagai jalur yang cukup memang relatif cukup mudah karena jalur
menggelar acara sepeda santai dengan menarik untuk acara kali ini dengan waktu yang dilalui lebih banyak menurun
jarak tempuh sejauh 43 Km. Acara yang tempuh yang diperkirakan selama 2 jam. sehingga para peserta pun dapat
juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi Lebih lanjut menurut Darsim, setelah mempercepat laju sepeda hingga tepat
ini, memilih jalur Kota Serang hingga Anyer dua bulan absen maka acara kali ini juga waktu untuk sampai di finish.
dengan tantangan yang cukup mengasyikan. dikhususkan sebagai ajang silaturahmi Tepatnya di rumah makan Sambolo
Acara yang digelar pada 26 Nopember dan halal bil halal bagi kalangan pengge- Anyer, pukul 10.00 wib para peserta satu
2006 lalu, yang juga bertepatan dengan mar sepeda di DJBC. persatu memasuki garis finish dengan
acara pesta demokrasi pemilihan kepala Berkaitan dengan jumlah peserta yang waktu tempuh yang cukup cepat, yaitu 2
daerah propinsi Banten, menambah turut serta dalam kegiatan CCC di Serang jam. Dan setelah seluruh peserta sampai,
pemandangan dan suasana yang cukup ini, menurut Kepala KPBC Cirebon, Bam- sambil melepaskan lelah acara dilanjutkan
menarik sepanjang jalur yang dilalui. bang Wahyudi, penyelenggaraan kegiat- dengan makan bersama dan kembali ke
Menurut Kepala Bidang P2 Kanwil V an CCC kali ini yang dilaksanakan bersa- kota Serang untuk kembali ke daerah
DJBC Bandung, Edi Nurkiswar, rute yang ma-sama oleh pegawai Kanwil V DJBC masing-masing. adi
dilalui oleh peserta ini cukup bagus WBC/ADI
terutama bagi pemula, karena jarak
tempuhnya tidak terlalu jauh dan tidak ada
rintangan berupa tanjakan yang tinggi.
“Dari segi safety, jalan yang dilalui juga
cukup aman, karena bukan jalan yang bi-
asa dilalui kendaraan umum. Namun un-
tuk lokasi finish memang tidak terlalu rep-
resentatif, karena dengan finish di daerah
pantai namun pemandangan pantai tidak
kita jumpai. Mungkin untuk acara selanjut-
nya yang direncanakan di daerah Tanjung
Pinang namun untuk waktu belum dapat
ditentukan, kegiatan ini dapat berjalan le-
bih baik lagi,” tutur Edi Nurkiswar.
Sementara itu, Kepala Seksi P2 Kan-
wil V DJBC Bandung, Darsim menyata-
kan, CCC dalam setiap event nya belum MELEPAS LELAH. Di Pos II ini seluruh peserta beristirahat sejanak sambil melepaskan lelah untuk
pernah menyelenggarakan acara yang ru- bersiap-siap melanjutkan perjalanan yang masih cukup jauh.

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 65


MITRA

QUALITY SHIPMENT lam sehari, tujuh hari dalam seminggu


untuk menjamin karyawan DHL dapat
merespon dengan cepat dan efisien se-

MONITORING SYSTEM mua kemungkinan terjadinya masalah


pengiriman. Sistem ini merupakan
suatu lompatan dalam meningkatkan
teknologi customer service DHL.
Memungkinkan mengidentifikasi masalah-masalah potensial Sistem QSMS mempunyai
yang muncul serta merekomendasikan perbaikan strategi kemampuan dan fitur yang unik untuk
sebelum situasi semakin memburuk. memberikan sinyal pada para analis
yang berada di Quality Control
WBC/ATS Centers (QCC) DHL ketika suatu aksi
operasional tertentu tidak terjadi
dalam waktu yang telah ditentukan.
Sebagai contoh, pada saat terjadinya
penundaan keberangkatan pesawat
karena ganggunan cuaca, informasi
ini hanya dapat diterima oleh
jaringan DHL secara reaktif setelah
pesawat tersebut berangkat.
Namun, dengan teknologi yang
ditawarkan oleh QSMS, status
penerbangan terakhir dapat diketahui
oleh para analis QCC dalam waktu
lima menit setelah pesawat ditunda.
Dengan demikian, DHL dapat
memonitor pengiriman dengan real
time dan secara proaktif menginfor-
masikan pada para pelanggannya
mengenai status kiriman mereka,
serta dengan segera dapat merespon
masalah penundaan pengiriman
sehingga dapat menghemat waktu
dan biaya para pelanggan.
Sistem QSMS sendiri telah
disosialisasikan di lebih dari 10
PRESENTASI. Maria Christina, National Operations Manager dan Amelia Angelica, Operations Performan- negara di Asia Pasifik. Termasuk
ce Manager PT Birotika Semesta/DHL Express, saat melakukan presentasi QSMS di depan pers. Australia, China, Hongkong, India,
Jepang, Korea, Sri Lanka, Thailand,

P
ada 12 Desember 2006, DHL, Control (APQCC) di Singapura. QCC Filipina, Singapura, Kamboja dan
penyedia layanan ekspres dan DHL dapat setiap saat memonitor Taiwan. Sampai dengan akhir 2007,
logistik, menggelar jumpa pers semua pengiriman DHL baik melalui sistem ini diperkirakan akan
sehubungan dengan dimulainya udara maupun darat. beroperasi di 41 negara dan wilayah
penggunaan generasi terbaru dari QCC beroperasi selama 24 jam da- di Asia Pasifik. ifa
sistem manajemen pengiriman gobal
WBC/ATS
yang dinamakan Quality Shipment
Monitoring System (QSMS).
Sistem QSMS merupakan sistem
yang memungkinkan DHL secara pro
aktif memonitor semua pengiriman
(yang dimulai dari pengambilan
kiriman oleh kurir sampai ke service
center DHL lalu dilanjutkan dengan
armada pesawat sampai ke tujuan
akhir). Pengiriman tersebut dapat
langsung dimonitor di 17 check point
yang berbeda, dengan menunjukan
real time dari seluruh kawasan yang
dilintasi. Dengan demikian DHL
dapat mengidentifikasi masalah-
masalah potensial yang muncul serta
merekomendasikan perbaikan
strategi sebelum situasi semakin
memburuk.
Menurut Maria Christina, Na-
tional Operations Manager, PT Biro-
tika Semesta/DHL Express, sistem
QSMS telah dipasang pada QCC
(Quality Control Centers) DHL, yang
berada di lokasi-lokasi strategis yang
melewati semua wilayah dan terhu- RUANG QCC. Di ruang inilah semua informasi penerbangan serta data pengiriman dokumen/paket mulai
bung ke DHL’s Asia Pasific Quality pada saat dokumen/paket diambil dari pelanggan hingga tiba ditempat tujuan, dapat dimonitor.

66 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


RUANG KESEHATAN

MATA MINUS Anda


Anda Bertanya
Bertanya
Dokter Menjawab
Dokter Menjawab

TURUNAN ? DIASUH OLEH PARA DOKTER


DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

A
da beberapa pendapat yang suatu objek terfokus di belakang tidak menimbulkan gejala dapat tera-
mengatakan, jika ayah ibunya retina, dan terlihat kabur. sa diusia pertengahan.
menggunakan kacamata maka
itu akan menurun ke anaknya. ASTIGMATISMA
Apakah itu benar dok ? Bagaimana Kurva kornea tidak
cara menghindari anak agar saat seimbang sehingga
dewasa tidak menggunakan terjadi ketidakmampuan
kacamata ? fokus pada semua
AFI – DEPOK bagian suatu objek pada
saat bersamaan.
JAWAB : Contoh :
Problem pada mekanisme garis horisontal bisa
pemfokusan mata dikenal dengan fokus.
kesalahan refraktif (pembiasaan) garis vertikal tampak
dimana kesalahan refraktif ini akan kabur.
menyebabkan pandangan kabur Ada beberapa gejala
sampai beberapa tingkat. Kesalahan yang secepatnya harus
refraktif cenderung berlaku pada satu anda perhatikan
keluarga. Ada tiga tipe kesalahan sehingga bila anak anda
refraktif yaitu : RABUN DEKAT mengalami kesalahan refraktif (rabun
1. Rabun jauh (myopia) Bola mata terlalu panjang dan kekuat- jauh, rabun dekat atau Astigmatisma)
2. Rabun dekat (hypermetropia) an fokus pada kornea yang melengkung dapat sedini mungkin diketahui.
3. Astigmatisma (silindris). tajam terlalu kuat. Gambar suatu objek Jika anak Anda mengalami rabun
terfokus didepan retina dan terlihat kabur. jauh atau astigmatisma ia mungkin
Rabun dekat dan Astigmatisma tidak menyadari bahwa
seringkali sudah ada sejak lahir. Ada ada yang salah.
baiknya untuk memperjelas mengapa Kemungkinan-
bisa terjadi kesalahan refraktif yang kemungkinan gejalanya
akhirnya harus memakai kacamata terjadi bila anak anda :
kita bahas mengenai pandangan l Duduk terlalu dekat
normal, rabun jauh, rabun dekat dan dengan televisi
Astigmatisma. l Bermasalah dengan
pelajaran di sekolah atau
PANDANGAN NORMAL terlihat tidak tertarik,
Bentuk bola mata dan kekuatan karena ia tak dapat
fokus pada kornea terhubung melihat apa yang terjadi
dengan benar. Gambar suatu objek di depan kelas.
terfokus pada retina, dan dapat l Anak mengeluh
dilihat secara jelas. melihat sesuatu di
kejauhan kabur.
Anak de- Jika anak Anda mengalami rabun
ngan rabun dekat akut terdapat beberapa gejala :
dekat, l mata terlihat juling
ringan atau l mengeluh bahwa melihat sesuatu
sedang yang dekat menjadi kabur.
mampu
melihat de- Untuk menghindari pemakaian
ngan jelas kacamata diwaktu dewasa terutama
karena pada ditujukan untuk rabun jauh atau
mata muda, astigmatisma adalah dengan
akomodasi membiasakan anak membaca atau
(proses belajar dengan lampu yang
penyesuai- penerangannya cukup dan harus dalam
an mata ter- keadaan duduk dengan jarak yang
hadap fokus cukup baik dikala menulis, membaca
dekat) cukup atau mengerjakan suatu hal jangan
kuat untuk dalam keadaan sedang tidur-tiduran
memungkin- dan penerangan kurang cukup karena
RABUN JAUH kan bintik fokus dibawa kebagian kebiasaan-kebiasaan ini dalam waktu
Bola mata terlalu pendek dan depan retina. Namun, karena kekuat- lama membuat bola mata terlalu lelah
kekuatan focus pada kornea yang an akomodasi berkurang sesuai dan mempercepat keadaan pada
cukup datar terlalu lemah. Gambar umur, rabun dekat yang sebelumnya mekanisme pemfokusan mata.

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 67


RUANG INTERAKSI

Oleh: Ratna Sugeng


PERENCANAAN
BELANJA
RUMAH TANGGA
Menabung termasuk kegiatan yang diingat setiap saat agar pada
saat darurat menghadang, ada dana tersedia

B
elanja merupakan pengeluaran Langkah 2 l Asuransi : kendaraan, rumah,
sehari-hari yang sering Kelompokkan dan catat kebakaran, kesehatan, jiwa
membuat kita terperanjat ketika pengeluaran bulanan, golongkan l Liburan : piknik, jalan-jalan
mengetahui sisa uang di dalam dalam 2 kategori , l Dan pengeluaran lain di rumah
kocek tak lagi memadai. Belanja a. pengeluaran tidak rutin tangga anda
rumah tangga seperti juga anggaran b. pengeluaran bulanan rutin Jumlahkan seluruh pengeluaran
negara atau kantor, perlu dibuatkan ini, catatlah dalam kelompok
rancangannya, agar tidak terperosok a. Pengeluaran Tidak Rutin pengeluaran tidak rutin, bagilah
ke dalam hutang. Catatlah semua pengeluaran yang dalam 12, sehingga didapat rata-
Sebelum memulai, renungkanlah tidak rutin artinya yang tidak rata pengeluaran tidak rutin dalam
dari mana sumber uang anda: gaji dikeluarkan hampir di setiap satu bulan. Besaran uang ini
bulanan, honorarium konsultan, bulan. Pengeluaran ini memang perlu diadakan terpisah dari
dagang sampingan, sewa tanah- tidak tetap dalam setiap bulan, pengeluaran rutin, sisihkan
rumah-mobil, dan sebagainya. namun harus dibayar pada suatu anggaran yang anda terima untuk
Kemudian mulailah dengan saat dalam tahun berjalan. kepentingan ini. Jadi ketika anda
menelusuri kemana saja uang itu Contohnya : menerima uang masuk, sisihkan
pergi, didasarkan atas pengalaman l Pajak : PBB, pajak mobil, sejumlah yang dapat disisihkan
lalu. Ini merupakan tugas lumayan motor untuk keperluan ini dan bayarkan
pelik, namun harus dijalani. l Kendaraan : pemeliharaan, pada masanya.
Bersama pasangan anda, lihatlah perbaikan
pengeluaran sepanjang minggu lalu, l Rumah : pemeliharaan, b. Pengeluaran Rutin
baik yang dibayar tunai, kartu kredit perbaikan Catat semua pengeluaran rutin
atau kartu debit, arisan dan cicilan, setiap bulan dalam buku
tuliskan semua ini. Melihat pengeluaran Perencanaan Belanja Rumah
ini kita akan disadarkan berapa banyak HAL YANG PERLU Tangga anda. Jika terdapat
uang telah meleleh dari kocek. pengeluaran bulanan yang
Gambaran yang dapat diperoleh MENDAPAT PERHATIAN fluktuatif, hitunglah rata-ratanya
misalnya beli bensin, uang parkir, tip, setiap bulan, masukkan angka
belanja mingguan, arisan, tagihan LAINNYA ADALAH rata-rata ini dalam buku, sediakan
cicilan motor, makan siang di tempat kolom untuk ralat jika ditemui
kerja, minum kopi bersama kawan,
PENGELUARAN TIDAK kesalahan hitung.
mentraktir teman, menonton, dan TERDUGA Pengeluaran rutin rumah tangga,
seterusnya. Lumayan besar bukan ! misalnya :
l Bahan bakar : minyak tanah,
CIPTAKAN RUMAH TANGGA BEBAS l Binatang peliharaan : gas, listrik, batere
HUTANG kandang, vaksinasi, l Makanan dan minuman :
Langkah 1 pemeliharaan beras, gula, teh, kopi, sirup,
Hitung uang masuk anda, bisa l Hadiah : uang kado kecap, bumbu, air minum dan
mingguan, dapat juga bulanan. perkawinan, ulang tahun, seterusnya
Hitunglah dalam bulan, termasuk kunjungi orang sakit, bantuan l Keperluan pribadi : bedak,
uang pemasukan di luar gaji dan kepada keluarga, uang pembersih muka,deodoran,
penghasilan dari pasangan anda. lebaran, tajilan buka puasa pasta gigi, sabun, shampo,
Atau jika anda berpenghasilan masjid, uang saku pulang parfum, gel rambut
mingguan, anda dapat menghitung keluarga yang berkunjung l Alat kebersihan : kain pel,
masukan bulanan sebagai 4,33 X l Kesehatan : pemeriksaan pembersih, sikat, sapu
uang mingguan, kalikan 52 minggu kesehatan, obat, alat kesehatan l Perawatan anak : baby sitter,
dan bagilah dalam 12 bulan, l Perlengkapan sekolah : buku, popok, susu, makanan bayi,
sehingga didapat uang bulanan. pakaian seragam, tas, jas vitamin
Angka 4,33 berasal dari hitungan hujan, payung, alat olah raga, l Asuransi : kesehatan
satu bulan, seringkali ada 4 atau 5 musik l Komunikasi : telepon , HP,
minggu. Tulislah angka ini dalam l Pakaian : menjahitkan Internet, TV kabel
Perencanaan Belanja Rumah Tangga seragam pengantin, beli l Hiburan : nonton, makan
sebagai “Total Masukan Bulanan.” seragam pengajian, pesta diluar, tenis, golf

68 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


Catat dan jumlahkan seluruh kolom cicilan hutang tentu, yang jumlah
pengeluaran tidak rutin dan rutin pengeluarannya dilakukan setiap bulan HITUNG UANG MASUK
anda.
LANGKAH 4 : ANDA, BISA
LANGKAH 3 Tabungan dan hadiah
Catat cicilan hutang anda Memberi adalah bagian hidup MINGGUAN, DAPAT
Cicilan hutang tak tentu perlu sosial orang dalam masyarakat. JUGA BULANAN
dimasukkan dalam catatan untuk Belanja pemberian dimasukkan
dibayarkan setiap masanya dalam dalam kolom hadiah/pemberian.
kolom Pengeluaran Cicilan Hutang Selain anda menghitung kewajiban rencana perkawinan keluarga,
bulanan. Pastikan anda telah mencatat membayar sesuai perintah agama sunatan, dan upacara budaya lainnya
semuanya termasuk hutang/cicilan (zakat, kolekte, dan sebagainya), yang anda dapat catat, sisihkan juga
pembayaran sekolah. Cicilan hutang sisihkan 10% dari penghasilan dalam kolom ini.
pasti seperti cicilan rumah, kendaraan, bulanan untuk keperluan ini, jika Menabung termasuk kegiatan
barang lainnya dimasukkan dalam penghasilan anda memadai. Jika ada yang diingat setiap saat agar pada
FOTO : ISTIMEWA
saat darurat menghadang, ada dana
tersedia. Ahli keuangan mengatakan
5% dari penghasilan bulanan,
masukkan dalam kolom ini, jika
mungkin tabungan dapat terus
dinaikkan sesuai penghasilan anda,
kalau dapat sampai 10%. Jumlahkan
seluruh catatan dalam kolom hadiah,
kalikan 0,5.
Menabung tidak dapat dilakukan
oleh semua keluarga, terutama buat
mereka dengan hutang yang cukup
tinggi. Hal yang perlu mendapat
perhatian lainnya adalah pengeluaran
tidak terduga. Hutang dan pengeluaran
yang besar mengajarkan kita untuk
berupaya memperkecil pengeluaran
yang dapat diperkecil dan jaga diri
untuk dalam kendali tak
membelanjakan uang jika tak perlu.
Menyerah akan keadaan dan tak
menghiraukan hitungan membuat anda
dalam kekacauan keuangan. Bilamana
penghasilan meningkat, upayakan
besarannya digeser ke arah menabung.
Sebelum anda menutup penghitungan
anda, pastikan semua pengeluaran dan
pemasukan telah tercatat. Dan
mainkanlah!

Jika ingin kelanjutannya, website


berikut dapat memberi informasi :

Personal Finance Guide


Hot stock picks for tomorrow. Penny
stock tip investments, undervalued
situations, IPOs, obscure penny
stocks, and other great stock picks.
Free report.
www.rocketstockpicks.com

Personal Finance and the Stock


Market
Learn how to invest wisely and
successfully in ‘The Little Book that
Beats the Market’, by top performing
hedge fund manager Joel Greenblatt.
www.littlebook.com

Personal Finance
Compare free quotes from up to 4
lenders. Lower your monthly pay-
ments. Bad credit okay. No obliga-
tion. We make banks compete for
your business. Refinance with a
trusted and reputable lender.
www.quotescompete.com

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 69


RENUNGAN ROHANI

NILAI NILAI HAJI


DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN
M
enunaikan ibadah haji bagi an ihram yang pelaksanaannya jauh
Muslim tentu menjadi keinginan dari nuansa kesemarakan, keglamoran
“Tiadalah ganjaran semua orang. Namun Al-qur’an atau kemegahan duniawi. Dengan
bagi haji mabrur itu sendiri telah menggariskan bahwa
kewajiban itu hanya bisa dilakukan
warna pakaian yang sama (putih),
tanpa perhiasan, wangi-wangian, dan
kecuali surga.” untuk orang-orang yang memiliki tanpa pelindung dari sengatan terik
(HR. Muttafaq ‘alaih) kemampuan, yaitu mampu secara fisik
materil, spirituil dan terpenuhinya
matahari, seseorang seakan diingatkan
kembali kepada fitrah dan makna
syarat-syarat yang lain. Orang-orang hidupnya yang meliputi aspek eksoteris
yang berkesempatan untuk dan esoteris. Secara simbolik ini
melaksanakan ibadah haji berkeinginan bermakna ketika berhaji manusia harus
pula agar ibadah haji yang mencopot pakaian kebesarannya.
dikerjakannya mendapat predikat haji Pakaian sehari-hari yang menciptakan
mabrur. Yang dimaksud dengan haji “keakuan” berdasarakan ras, suku,
mabrur menurut salah seorang Ulama warna kulit, eselon kepangkatan, dan
hadis Al-Hafidh Ibn Hajar al’Asqalani semacamnya harus ditanggalkan dan
dalam kitab Fathul Baarii, syarah diganti dengan pakaian “ihram” yang
Bukhori Muslim menjelaskan: “Haji sederhana, tidak membedakan kaya-
mabrur adalah haji yang maqbul yang miskin, ningrat-jelata, penguasa-rakyat,
diterima oleh Allah SWT.” Menurut Ibnu dan status sosial lainnya. Egoisme
Hajar al-Asqalani, haji mabrur tidak “keakuan” lebur dalam “kekitaan”,
sekedar haji yang diterima, tetapi haji kebersamaan, kesamaan sebagai
mabrur berarti haji yang dapat manusia yang hadir, berada dan
menjadikan pelakunya berkeinginan menuju hanya kepada Sang Pencipta.
kuat untuk mengekspresikan dan Kedua, pada saat thawaf mengeli-
meningkatkan kebajikan yang lingi ka’bah dimana kita bercampur
berkesinambungan setelah yang dengan berbagai bangsa yang
bersangkutan menunaikan ibadah haji. berbeda-beda, dan dalam suasana
Menurut hadits Rasulullah ada tiga berdesak-desakan, memberi arti bahwa
indikator seseorang dipandang hajinya untuk meraih suatu tujuan dalam
mabrur yaitu memiliki kemauan kehidupan di dunia ini kita harus berani
memberi makan, berusaha bertutur bersaing dengan bangsa manapun dan
kata yang baik dan berguna dan selalu dengan suku apapun. Akan tetapi
menebarkan kedamaian. Ketiga meskipun hidup ini harus dijalani
indikator ini kemudian ditafsirkan oleh dengan persaingan, tetapi jangan main
Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali sebagai serobot, sikut kanan kiri, injak atas injak
berikut: memberi makan menurutnya bawah, hingga merampas hak-hak
sebagai simbol kesediaan kita untuk
berbagi keni’matan dengan sesama
serta kesanggupan untuk menginfakkan
sebagian hartanya kepada kaum MENURUT HADITS
dhu’afa yang membutuhkan. Bertutur
kata yang baik menurut al-Ghazali RASULULLAH ADA TIGA
berarti berbudi luhur dan berakhlak
mulia. Akhlak ini selain diimplementasi-
INDIKATOR
kan di tanah suci juga diterapkan di SESEORANG
tanah air dalam kehidupan sehari-hari.
Dari akhlak yang mulia inilah kemudian DIPANDANG HAJINYA
di kembangkan untuk menyebarkan
rasa perdamaian, kasih sayang demi
MABRUR YAITU
misi kemanusiaan sebagai rangkaian MEMILIKI KEMAUAN
tugas hablum minan nas.
Dari indikator-indikator di atas, maka MEMBERI MAKAN,
jama’ah haji dari kelompok masyarakat
manapun hendaknya bercermin
BERUSAHA BERTUTUR
terhadap nilai-nilai dan falsafah ibadah KATA YANG BAIK DAN
haji yang dapat meningkatkan kualitas
perilaku seseorang, baik secara vertikal BERGUNA DAN SELALU
(kesalehan individual) maupun horizon- MENEBARKAN
tal (kesalehan sosial), diantara nilai-ni-
lai ibadah haji adalah sebagai berikut : KEDAMAIAN.
Pertama, pada saat memakai pakai-

70 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


FOTO : ISTIMEWA
orang lain. Tidak boleh sedikitpun
menyakiti dan mendzalimi orang lain.
Jalani kehidupan ini sesuai dengan
yang telah digariskan Allah SWT.
Jangan melanggar walau hanya garis,
seperti anda terlatih untuk tidak
melanggar garis hijir Ismail saat anda
melaksanakan thawaf.
Ketiga, pada saat sa’i, seseorang
diingatkan kembali pada peristiwa
pengorbanan istri Nabi Ibrahim, yaitu
Siti Hajar dan anaknya, Ismail. Usaha
dan kerja keras Siti Hajar mencari
setetes air di tengah padang pasir yang
terik dan tandus untuk bayinya, Ismail,
tidak hanya membangkitkan sikap
percaya diri dan etos kerja, tetapi juga
menimbulkan rasa kagum yang pada
gilirannya akan memotivasi diri mereka
untuk menakar tingkat keimanannya di
saat berhadapan dengan berbagai
cobaan. Inilah makna simbolik dari
prosesi sa’i.
Keempat, pada saat wukuf di
Arafah, kita diingatkan dengan satu
peristiwa akbar yang akan di alami oleh
semua manusia di Padang Mahsyar,
pada hari kebangkitan kembali manusia
dari kuburnya yang disebut yaum al-
ba’ts. Itulah sebabnya ritus wukuf di
Arafah begitu penting agar kaum
muslimin jama’ah haji mencoba
berintrospeksi menyangkut bekal untuk
kehidupan yang abadi.
Kelima, akhlak kepada Allah SWT.
Jika disimak secara cermat, seluruh
do’a yang di ucapkan dalam prosesi
ibadah haji, baik yang berisi pujian
maupun pengakuan akan kelemahan
diri serta komitmen kesetiaan, mencer-
minkan ketinggian akhlak kepada Allah
SWT. Disini, segala pengorbanan
dalam melaksanakan ibadah haji, baik
berupa biaya, waktu, tenaga, penderita-
an dan lain-lain dihayati sebagai
sebuah persembahan dan ekspresi
kesetiaan serta loyalitas terhadap
perintah-Nya.
Keenam, akhlak kepada sesama
manusia. Inti dari akhlak kepada sesa-
ma manusia yang diekspresikan dalam
ibadah haji adalah prinsip egalitarian
dan solidaritas sosial. Digunakannya
pakaian serba putih, larangan menggu-
nakan perhiasan dan wewangian, seca- sedikit orang yang menunaikan cita-cita besar, membentuk khoiru
ra simbolik mengindikasikan persama- ibadah haji lantaran ingin mendapat ummah.
an derajat dan anti diskriminasi sosial. prestise “Haji” sehingga dijadikan Untuk mewujudkan dream menjadi
Adanya kewajiban berkurban (menyem- sebagai alat memperkuat status satu kenyataan, setidaknya ada
belih binatang yang dagingnya diberi- sosialnya, khususnya untuk beberapa langkah yang harus
kan kepada fakir miskin), merupakan mendapatkan legitimasi sosial dari dilakukan oleh calon atau alumni haji
cermin anjuran solidaritas sosial untuk masyarakat. Dan makna substantip Indonesia. Pertama to know (mengeta-
mereka yang secara ekonomis dan ibadah haji itu tidak terletak pada hui) to fiil (internalisasi), dan to act
politis selalu tertindas dan di dzalimi. huruf “H” atau “Hj” di muka nama (aktualisasi), dan to spread (menyebar-
Bagi yang sudah melaksanakan seseorang. Tetapi pada aktualisasi luaskan). Perpaduan secara organis
ibadah haji, segala perbuatannya nilai-nilai simbolik peribadatannya dan dinamis keempat faktor dalam jiwa
haruslah mencerminkan seorang haji. yang mencerminkan kesalehan haji Indonesia, insya Allah akan
Jangan sampai, sudah punya titel dalam kehidupan sehari-hari, bahwa membawa terwujudnya mimpi haji
haji, tetapi masih gemar melakukan kemabruran subtansial dari ibadah menjadi wahana kebangkitan dan
perbuatan maksiat. Apalagi merasa haji adalah ketika yang bersangkutan kejayaan bangsa Indonesia, khususnya
bangga dengan titel haji yang ia mampu meningkatkan kualitas amal ummat Islam di masa mendatang.
sandang, seperti ingin disapa Pak saleh, saling berbagi, saling bergan- Dadan Hamdani, S.Sos.
Haji atau Bu Hajah. Karena tidak deng tangan untuk mewujudkan satu (Imam Masjid Agung Baitut Tahmid)

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 71


SELAK
DOK. PRIBADI

KOTA WISATA
TAKENGON
ACEH TENGAH
Kabupaten Aceh Tengah dengan ibu kota Takengon, berlokasi di daerah pegunungan
dengan ketinggian 1.200 meter diatas permukaan laut dengan pemandangan alamnya yang
indah, suhu rata-rata 20 derajat Celcius.

D
anau Laut Tawar, sebuah danau TRANSPORTASI kota Takengon merupakan kota tempat
yang terbesar di Aceh bukan Semenjak perjanjian damai (MoU) berdomisili orang tua Bp. Safuadi,
saja memberikan tambahan antara pemerintah Indonesia dan GAM Kepala KPBC Sabang sehingga
keindahan alam di wilayah ini tetapi ditandatangani pada bulan Agustus informasi tempat pariwisata menjadi
memberikan tambahan potensi lain 2005, faktor keamanan secara semakin lengkap.
diantaranya potensi ikan. Di sektor keseluruhan di propinsi Nanggroe Aceh Untuk mendapatkan pengalaman
perkebunan, kopi adalah komoditi Darussalam sudah kondusif dan aman. menikmati wisata kota Takengon yang
kebanggaan Aceh Tengah. Terkenal Jalan darat menuju Takengon saat ini maksimal dan ditunjang dengan
dengan nama Kopi Gayo, jenis kopi setiap hari sudah ramai dilalui baik oleh rencana yang mau ikut ke Takengon
Arabica yang tumbuh subur di kendaraan angkutan umum baik bis sebanyak 26 pegawai Bea Cukai serta
kawasan dataran tinggi Gayo dengan maupun L 300 dan kendaraan pribadi, rencana bermalam dengan
ketinggian antara 1.200 - 1.600 m di bahkan transportasi udara dengan menggunakan tenda (kemping) selama
atas permukaan laut. pesawat kecil jenis SMAC sudah rutin 2 hari di Danau Laut Tawar, maka kami
Takengon oleh pemerintah dilakukan satu minggu sekali pada hari mencoba jauh-jauh hari merencanakan
Kabupaten Aceh Tengah sejak awal Rabu, penerbangan dari Medan jam secara baik pergi ke Takengon.
memang dirancang sebagai kota 07.00 WIB dan penerbangan dari Setelah persiapan selesai dilakukan
wisata, dengan diwujudkan pada Banda Aceh jam 10.00. dan setelah mendapatkan kepastian
motto Kota Takengon yaitu sebagai Dengan jarak tempuh 297 km dari yang ikut berjumlah 18 orang pegawai
Kota Wisata, hal ini dilatarbelakangi Banda Aceh dan 480 km dari Medan terdiri dari pegawai KPBC Sabang dan
potensi wisata Kabupaten Aceh serta 4 jam dari Meulaboh ke Takengon, KPBC Meulaboh, sedangkan pegawai
Tengah yang memiliki kurang lebih dan kondisi jalan yang baik serta dari Kanwil DJBC Banda Aceh, KPBC
20 obyek wisata yang dapat keadaan geografi yang masih alami Ismud, Ulee-Lheeu tidak jadi ikut
dinikmati disana, seperti Danau Laut dengan pemandangan alam yang karena ada keperluan, maka schedule
Tawar, Gua Loyang Koro, Loyang menarik membuat perjalanan menuju awal adalah membagi tim yang
Sekam, Loyang Datu, Tempat Takengon terasa menyenangkan. berangkat ke Takengon menjadi 2
Pacuan Kuda, Air Terjun, Pemandian bagian. Hal ini disebabkan antara
Air Panas Wih Sekam, hiking ke Atu PERJALANAN MENUJU TAKENGON. Sabang dan Meulaboh jaraknya jauh
Tingok dan Puncak Gunung Burni Keindahan panorama alam (wisata) (kurang lebih 16 jam ditempuh jalan
Telong, Monumen Radio, Taman Takengon membuat kami ingin darat) dan lebih efektif apabila
Buru, Singah Mata dan lain-lain. menikmatinya, apalagi ditunjang bahwa berangkat dari tempat masing-masing

72 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


DOK. PRIBADI
sehingga disepakati titik temu di sekitar
Danau Laut Tawar Takengon.
Pada hari Jumat pagi, tanggal 25
Agustus 2006, 13 orang start dengan
memakai 2 mobil dari Sabang dan 4
orang dengan mengendarai 1 mobil
start dari Meulaboh untuk menuju
Takengon, sedangkan satu orang
(pegawai BC asli dari Takengon) sudah
berangkat lebih dahulu ke Takengon
untuk mempersiapkan tempat kemping
dan keperluan lainnya,
Setelah menempuh perjalanan
selama 2,5 jam dengan kapal ferry dari
Sabang ke Banda Aceh, perjalanan
dilanjutkan menuju Sigli terus ke
Bireuen, dan sampai di Bireuen kurang
lebih 3 jam. Sehabis sholat jumat dan
makan siang, perjalanan dilanjutkan ke
Kota Takengon yang jaraknya ‘tinggal’
102 km. Sepanjang jalan menuju
Takengon, deretan pinus berjajar
dengan latar belakang bukit-bukit hijau,
hawa dingin angin pegunungan
berpadu serasi dengan harum bau
pinus-pinus itu, belum lagi semaraknya
bunga kopi gayo yang tengah mekar.
Jalan yang banyak berkelok-kelok
kami namakan dengan ‘1000 kelokan’
karena hampir tiap 100 – 200 meter
jalan berbelok ke kiri dan ke kanan, ANGGOTA TIM DI PUNCAK GUNUNG BURNI TELONG
ditunjang dengan kondisi jalan yang
menanjak dan menurun membuat tu, sebelum menuju tempat kemping, 7 meter. Berdasarkan informasi penja-
perjalanan semakin menarik. Tak terasa kami singgah dulu di Gua Loyang Koro. ga gua, Gua Loyang Koro panjangnya
perjalanan 3 jam berlalu dan tiba di Gua ini terletak persis menghadap ke 3,5 km dan merupakan penghubung
Takengon pada pukul 16.30 WIB. Danau Laut Tawar Takengon, sekitar 15 antara satu bukit dengan bukit lainnya,
Sedangkan rekan kami dari Meulaboh menit dari Kota Takengon. Setelah dan saat ini untuk wisata gua diberi
sudah lebih dahulu sampai di Takengon memarkir kendaraan, dan membeli penerangan lampu baru sedalam 100
pada pukul 14.00 WIB. tiket di gerbang masuk gua seharga meter. Pada awal masuk gua, kami
2.000 per orang, kami berjalan masih dapat berjalan dengan tegak dan
GUA LOYANG KORO beriringan melewati jalan setapak dan dapat menikmati dengan santai, tapi
Setelah sampai di dekat Danau Laut 5 menit berlalu sampailah kami ke sekitar berjalan 20 meter kami harus
Tawar, kami tidak menyia-nyiakan wak- depan gua yang cukup lebar sekitar 6 x berjalan secara menunduk karena
DOK. PRIBADI
banyak staklamit dan staklatit yang
menonjol, dan baru bisa lega berjalan
santai setelah sampai di kedalaman
90-100 meter.
Sungguh pemandangan di dalam
gua cukup bagus, dimana keindahan
ciptaan Allah SWT memang tersebar
dimana-mana. Setelah puas menikmati
selama 1 jam, kami keluar gua untuk
menuju tempat kemping.

DANAU LAUT TAWAR


Danau Laut Tawar Takengon meru-
pakan danau yang terluas di propinsi
NAD, terletak di sela-sela perbukitan di
kaki Gunung Geureundong. Letaknya
yang berada di pinggiran kota membuat
danau mudah dijangkau orang yang
singgah di kota tersebut.
Lokasi Danau Laut Tawar memang
strategis. Dapat dikatakan, keindahan
danau ini menjadi semacam ucapan
selamat datang kepada pengunjung
yang pertama kali memasuki Takengon.
Sambil duduk di pinggiran danau, kita
dapat memandang air yang biru,
panorama alam danau laut tawar yang
indah dikelilingi oleh perbukitan, udara
RADIO RIMBA RAYA (RRR) yang sejuk, kota Takengon terlihat

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 73


SELAK

JALAN SETAPAK DARI GUA


secara keseluruhan. Sungguh kete- beralasan tikar dan memakai bantal tas Untuk kalangan pendaki di Bumi
nangan alam membuat hati siapapun masing-masing. Nanggroe Aceh Darussalam, Gunung
bertambah nyaman. Burni Telong merupakan tempat yang baik
Selain itu di Danau Laut Tawar, HIKING GUNUNG BURNI TELONG untuk melakukan pendakian bagi para
dapat digunakan untuk kemping, Bangun pagi terasa segar dengan pemula atau yang jarang naik gunung.
memancing ikan, menyewa perahu atau terpaan angin danau apalagi ditunjang Pendaki dari Banda Aceh, Lhokseumawe,
melalui jalan darat untuk mengelilingi dengan cuaca yang cerah, setelah Bireuen dan sekitarnya tidaklah asing
danau. Perjalanan menuju ke tempat menunaikan sholat subuh, kami untuk pergi ke puncak gunung. Bahkan
kemping yang telah ditentukan oleh berkemas-kemas untuk menuju ke kaki pada tanggal 17 Agustus 2006 yang lalu,
rekan kami cukup jauh sekitar 25 menit Gunung Burni Telong yang ditempuh dilakukan pendakian masal sebanyak
dengan menelusuri (mengelingi) Danau dalam waktu 1,5 jam dengan memakai kurang lebih 150 pendaki dari berbagai
Laut Tawar. Sambil berjalan kami tak kendaraan. daerah untuk melakukan upacara
henti-hentinya menikmati Gunung Burni Telong mempunyai peringatan hari kemerdekaan RI di
pemandangan Danau Laut Tawar ketinggian 2.624 meter adalah salah puncak gunung.
diwaktu senja, air tenang beriak sedikit satu gunung berapi yang masih aktif di Perjalanan menuju kaki gunung
diterpa angin semilir diselingi penduduk Provinsi NAD, selain Seulawah Agam di terasa indah, setelah sampai kami
yang membawa perahu kecil mencari Aceh Besar dan Gunung Peut Sagoe di sarapan pagi dan dilanjutkan hiking ke
ikan. Terasa benar ketenangan Pidie. Gunung Burni Telong terletak puncak gunung yang diikuti oleh 15
kehidupan. pada sebuah gugusan keluarga gunung orang, 12 orang pegawai Bea Cukai
Tiba-tiba kabut datang dan hujan berapi, di sebelah utara Burni Telong dan ditambah penduduk asli 3 orang
gerimis dan deras menerpa kami, terdapat Gunung Geureudong dan sebagai guide ke puncak.
memang daerah pegunungan cuaca Gunung Burni Pepanyi yang kini tidak Perjalanan dimulai dengan start
tidak dapat kita pastikan, tapi… aktif lagi. Burni Telong diambil dari melewati perkebunan dan persawahan
alhamdulillah saat kami sampai di bahasa Gayo yang artinya gunung penduduk, kemudian setelah berjalan
tempat kemping hujan hanya rintik- terbakar, sementara dalam bahasa 30 menit, disambut lebatnya hutan
rintik, dan kami lanjutkan dengan Aceh disebut Gunong Tutong. pinus, kondisi jalan yang semakin terjal
menurunkan perbekalan untuk Ditinjau dari statusnya, status membuat perjalanan membutuhkan
dimasukkan ke tenda sudah didirikan. gunung berapi dibagi empat kategori banyak istirahat, tak terasa setelah
Acara berikutnya membuat api tergantung dengan tingkat bahayanya. berjalan kurang lebih 1,5 jam kami
unggun dan masak-memasak dengan Tingkatan status tersebut masing- mencapai satu bukit yang merupakan
menu ikan bakar dan kopi khas masing aktif normal, waspada, siaga landasan awal menuju ke puncak.
Takengon, tak terasa makanan siap dan dan paling tinggi awas. Gunung Burni Selanjutnya perjalanan melalui
kami menyantapnya dengan riang Telong berada pada status aktif normal, pohon-pohon kecil dan rumput ilalang
gembira diselingi gurauan. Mengingat pernah meletus pada tahun 1856, 1924 dan jalan menanjak, setelah 20 menit
agenda besok cukup banyak, maka dan 1929, bandingkan dengan Gunung diganti dengan ilalang dengan batang-
setelah makan kami langsung tidur di Merapi di Yogyakarta yang sekarang batang kecil yang sudah terbakar. Disini
tenda ‘tentara’ yang lebar, dengan masuk kategori waspada. kami harus ekstra hati-hati karena

74 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


kondisi jalan yang semakin curam dan perjalanan naik gunung dan menuju air Kabupaten Aceh Tengah. RRR
di kanan kiri jurang, diselingi aksi terjun membutuhkan ekstra tenaga. merupakan siaran radio yang berhasil
memanjat bebatuan. menyelamatkan Indonesia saat-saat
Setelah berjalan selama 4 jam, PEMANDIAN AIR PANAS berada diambang kritis ketika ibu kota
sampailah kami semua dengan selamat Setelah beristirahat semalam, pagi- Indonesia di Yogyakarta berhasil direbut
di puncak gunung Burni Telong. pagi kami bangun untuk melanjutkan Belanda, 19 Desember 1948.
Pemandangan alam yang indah dari agenda ke pemandian air panas. Saat itu, RRI yang biasa
puncak membuat rasa capek hilang Pemandian air panas di Takengon menyiarkan kemerdekaan Indonesia
dimana terlihat di kejauhan lapangan terkenal dengan nama Air Panas Wih juga berhasil dikuasai Belanda. Radio
udara Rembele Takengon, Danau Laut Sekam, dinamakan demikian karena Belanda Hilversum saat itu menyiarkan
Tawar dan Kota Takengon dan indah- terletak di Kecamatan Wih Sekam Kota berita bahwa Indonesia sudah hancur.
nya hamparan bunga edelweis. Setelah Takengon yang jaraknya sekitar 20 km Pada saat genting itu, tanggal 20
istirahat dan makan siang di puncak dari Danau Laut Tawar. Letak persisnya Desember RRR mengudara dari rimba
dengan menu utama nasi bungkus, ka- di kelurahan Simpang Balik, kecamatan belantara untuk menyatakan bahwa
mi memasang bendera Bea Cukai dan Wih Sekam. Posisinya berada di lereng Indonesia masih ada. Untuk
langsung berkibar diterpa angin, Jaya- gunung Merapi Burni Telong, dengan mengumandangkan siaran RRR,
lah Bea Cukai. Dan setelah 30 menit, kiri kanan perbukitan dan perumahan tentara Indonesia dari Divisi Gajah X
kami turun ke bawah, cuaca yang cerah penduduk. harus berjuang mati-matian dan
membuat perjalanan turun lebih cepat Setelah membereskan semua bergerilya setiap saat menghindari
dan kurang lebih 3 jam 5 menit, barang-barang, karena kami akan deteksi musuh. Monumen yang terlihat
sampailah kami di shelter terakhir. langsung menuju ke Sabang atau sekarang dibangun tahun 1990,
Meulaboh. Menuju lokasi air panas, diresmikan Bustanul Arifin yang saat itu
AIR TERJUN perjalanan ditempuh dalam waktu 1 jam menjabat Menteri Koperasi.
Air Terjun berada kurang lebih 3 km 20 menit
dari desa Angkup, Kecamatan Silin Sampailah kami di lokasi, cukup PENUTUP
Nora (sayangnya nama air terjun belum ramai juga penduduk yang mandi di Perjalanan selama tiga hari dua
diberikan oleh Pemda Kota Takengon). sana, segera kami juga menyusulnya, malam dengan menikmati beberapa
Setelah melakukan pendakian, kepada dan, saat menyentuh air panas, terasa tempat wisata kota Takengon
rekan-rekan yang masih kuat, diberikan sekali hangatnya apalagi pagi hari ini merupakan kenikmatan tersendiri. Kota
kesempatan untuk pergi ke Air Terjun dengan kondisi cuaca yang sejuk. Takengon memang cocok untuk tempat
dan diikuti oleh 8 orang. Pemandian air panas yang mempunyai wisata, panorama pegunungan yang
Perjalanan agak sedikit ringan luas kurang lebih 30 x 50 meter, tiap indah, udara sejuk, penduduk yang
karena untuk menuju ke Air Terjun, hari dikunjungi oleh penduduk. Setelah ramah yang mempunyai tradisi unik,
kebanyakan jalannya menurun, dalam puas berendam, kami sarapan pagi di kopi gayo yang terkenal, danau, gua,
waktu 30 menit sampailah kita di lokasi kedai dekat pemandian air panas. air terjun, gunung, taman hutan, pacuan
air terjun. Kelelahan sirna setelah kuda, wisata sejarah radio memikat
melihat air terjun yang meluncur jatuh MONUMEN RADIO RIMBA RAYA kedatangan banyak orang dari daerah
ke bawah dengan derasnya. Untuk Dalam perjalanan back to home, lain, pulau lain maupun turis dari luar
menyegarkan badan, kami mandi dan satu lagi obyek wisata di Kota negeri. Modal tersebut cukup untuk
terasa air terjun sedingin es, sedikit Takengon tidak kami lewatkan yaitu meningkatkan kota takengon menjadi
menggigil kami dibuatnya. Monumen Radio Rimba Raya (RRR) daerah tujuan wisata dunia.
Setelah puas menikmati, kami yang merupakan wisata sejarah Bagi rekan-rekan yang berkesempat-
kembali ke tempat kemping. Sampai di mengenang keberhasilan merebut an pergi ke Propinsi Nanggroe Aceh
tenda, kami langsung memasak dan kemerdekaan dengan siaran radio. Darussalam, kami sarankan jangan sam-
dalam waktu sekejap makanan yang Monumen RRR berada di Desa Rimba pai lupa untuk menikmati indahnya pano-
terhidang langsung habis, maklum Raya, Kecamatan Timang Gajah, rama Kota Wisata Takengon. febra
DOK. PRIBADI DOK. PRIBADI

DANAU LAUT TAWAR GUNUNG BURNI TELONG

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 75


PROFIL

SUNARYO, SE. MM
KASI PERBENDAHARAAN KPBC TIPE B BONTANG

“JALANKAN TUGAS DI LAPANGAN DENGAN


CERDAS, BERANI, DAN SANTUN”
Dalam menjalani hidup, Sunaryo, tokoh profil kali ini, berusaha untuk selalu memadukan antara
iman, ilmu dan seni. Karena baginya dengan iman membuat hidup lebih terarah, dengan ilmu
membuat hidup lebih mudah dan dengan seni membuat hidup lebih indah.

G
aya berbicaranya yang tegas dan dur pulas sampai stasiun Jatinegara. Saya man. Meski kecewa dan berat hati, ia pun
caranya mengenakan baret kira kereta baru sampai di Stasiun bisa menerima keputusan itu.
seragam Bea dan Cukai, adalah ciri Kemayoran atau Senen, ternyata sudah Beberapa rekannya yang di-DO tidak
khas Sunaryo diantara rekan-rekan sampai Jatinegara, padahal saya harus sedikit mengalami stres berat bahkan ada
seprofesinya. Mulai dari berjalan sampai turun di Stasiun Kramat, Rawasari. Maka yang sampai hilang ingatan karena
berpakaian rapi ala tentara bisa terlihat sambil membawa dagangan saya jalan kecewa yang mendalam. Namun Sunaryo
bahwa Sunaryo, pernah mengenyam kaki menyusuri rel kereta api dari Stasiun sangat bersyukur karena iman kuat dan
pendidikan militer. Tak heran, semasa ia Jatinegara ke Pos Kramat Rawasari. Tiba pengalaman hidup sejak kecil yang
bertugas di Tanjung Balai Karimun (TBK), di rumah pukul 23.00 semua keluarga mengharuskannya mandiri dan tangguh
Sunaryo yang merupakan veteran Kawah menunggu dengan cemas dan was-was,” menjalani hidup, kejadian yang seperti
Candradimuka Bukit Tidar Magelang ini kenang Sunaryo. dialami teman-temannya tidak ia alami.
dijuluki rekan-rekannya sebagai ’Si Mayor Ia juga pernah mengalami razia karcis. “Maka itu, dengan iman jadi terkendali
Kopassus’. Kejadiannya di stasiun Tanjung Priok, karena kita memiliki filter sehingga terarah.
Namun begitu, meski sempat menge- kebetulan ia tidak punya karcis, akhirnya Dengan ilmu, paling tidak mempunyai
nyam pendidikan militer, sikap kurang langsung digiring oleh Polsus Kereta Api wawasan luas, baik cara berpikir maupun
terpuji atau melanggar kepatutan yang se- ke Stasiun Tanjung Priok. ”Saking takutnya untuk mengambil keputusan dan akan
mena-mena ia tinggalkan. Yang ada, si- saya kabur, dan pulang sambil membawa mempermudah segalanya. Dengan seni
kap disiplin dan kerapihan ala militer yang dagangan menyusuri rel kereta api dari semuanya akan menjadi indah, penuh
sampai kini ia terapkan dalam hidupnya. Tanjung Priok-Ancol-Rajawali-Kemayoran- warna dalam menjalani hidup ini, jadi tidak
Mengawali kisah hidupnya, Sunaryo Kramat Sentiong. Bisa dibayangkan jarak mudah stres,” begitu kiatnya.
anak kedua dari tiga bersaudara yang la- yang cukup jauh saya tempuh dengan DO dari AKABRI, Sunaryo lantas be-
hir di Pemalang, Jawa Tengah pada 1 Mei berjalan kaki.” kerja sebagai rekanan pengadaan peralat-
1957 ini merupakan anak dari pasangan Di bangku SMP, Sunaryo menyambi an laboratorium di wilayah Jalan Hayam
H. Abdullah dan Syarifah. Sunaryo pada berjualan koran sebelum berangkat Wuruk Jakarta. Kemudian tahun 1978 ada
tahun 1964 meninggalkan kampung hala- sekolah masuk siang pukul 12.00. Pulang pembukaan lowongan di Departemen Ke-
mannya karena diajak bibinya ke Jakarta, sekolah pukul 17.00 ia lanjutkan uangan (Depkeu), ia pun melamar untuk
setelah ibunya meninggal dan kemudian sambilannya dengan ikut menjadi kernet dapat bekerja di Depkeu, ketika itu lamar-
ayahnya menikah kembali. oplet jurusan Jatinegara – Kota/Beos dan an dikirim ke Kantor Departemen Tenaga
Saat meninggalkan Pemalang, pulang sampai di rumah pukul 21.00. Kerja Jakarta Pusat samping Taman
Sunaryo ketika itu masih duduk di kelas 2 Bakat seni juga mengalir dalam diri Ismail Marzuki. Menjalani testing awal ta-
SD. Di Jakarta seharusnya melanjutkan Sunaryo, sekitar tahun 1974 sampai 1975 hun 1979 di Senayan dan setelah dinyata-
kelas 2 SD, namun karena ia belum bisa semasa remaja, ia mulai menyenangi kan lulus test, Sunaryo ditempatkan di
berbahasa Indonesia secara lancar maka dunia seni peran, maka itu Sunaryo aktif Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan
dimasukkan ke kelas 1 SD. Setelah duduk di teater calon Bintang Grup Pos Film di Cukai (DJBC) akhir tahun 1979 ia dikirim
dibangku kelas 2 SD, Sunaryo diajarkan Gelanggang Remaja Planet Senen, Jakar- ke Pusdik Litbang Tel Perumtel Bandung,
berjualan berbagai macam makanan ja- ta Pusat dengan instrukturnya ketika itu tepatnya sejak Maret 1980 sampai
janan seperti combro, misro dan kue-kue Wim Umboh (sutradara) dan para artis, dengan Maret 1981 untuk dididik sebagai
untuk dijual keliling kampung di Jakarta. diantaranya Hadi Syam Tahak, Hendra Telegrafis Radio (Markonis).
Berangkat berjualan pukul 5.30 sam- Cipta, Ratno Timur, Sophan Sophian, Juli 1981, Sunaryo, menginjakkan
pai 7.00 dilakoninya, setelah itu berangkat Kusno Sujarwadi dan lain-lain. Namun itu kaki di pulau Karimun Kepulauan Riau.
sekolah. Pulang sekolah pukul 12.00 dianggapnya hanya mencari pengalaman Pertama kali menginjakkan kaki di Tanjung
siang, lalu pukul 14.00 sampai 17.00 ber- saja meski beberapa peran figuran pernah Balai Karimun, ketika itu terasa agak
jualan keliling lagi sampai ke Jatinegara ia lakoni dalam beberapa film. aneh dan unik kesannya tentang pulau ini,
hingga Tanjung Priok di atas kereta api sebab di tingkat kecamatan terdapat
Gujes ( sebutan untuk kereta api berba- VETERAN KAWAH CANDRADIMUKA Kantor Wilayah DJBC dan transportasi bis
han bakar batu bara,). Terkadang jika sore BUKIT TIDAR MAGELANG bentuknya unik dan supirnya warga
hari menjelang magrib sudah sampai Setamat dari SLTA tahun 1976, Sunar- Tionghoa. Amoy (gadis-gadis Tionghoa) di
rumah dan mandi, Sunaryo sudah ada di yo melanjutkan ke AKABRI Darat di Mage- sana memikul air untuk dijual, ada juga
mushola untuk mengumandangkan suara lang. Ia merasakan yang namanya di- yang menjadi pramuwisma (pembantu
adzan magrib untuk berjamaah sholat gojlok di Kawah Candradimuka Bukit Tidar rumah tangga), beda dengan di Jakarta
magrib dan kemudian mengaji sampai Magelang. Namun baru setahun di Bukit yang berpenampilan perlente.
selesai Isya. Tidar ia dinyatakan Drop Out (DO). Saat Awal 1982, Sunaryo mendapat tugas
Ada pengalaman yang sampai seka- itu Gubernur AKABRI Darat adalah May- BKO GUSKAMLA (Gugus Keamanan
rang tidak ia lupakan. ”Mungkin karena jen Wiyogo Atmodarminto dan Komandan Laut) di Belawan. Saat itu ia membawa
kelelahan, sekitar pukul 20.00 saya terti- Jenderal AKABRI Letjen Susilo Soedar- rombongan Pangdam Bukit Barisan dari

76 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


Sabang menuju Ulee-Lheue. Setibanya di Der- kapal bisa ditarik ke dermaga panjang.
maga Ulee-Lheue saat Kapal BC 2001 akan Keesokan harinya BC 7004 ditarik 2 tug boat
sandar, ABK melempar tali ke dermaga, namun menuju Tanjung Priok selama 2 hari 2
tak satupun masyarakat di sekitar dermaga malam,” ujar Sunaryo.
membantu mengambilkan tali untuk dililitkan Setelah kapal di perbaiki dan masuk di
ke dermaga, entah mengapa, padahal Dok PT. INGGOM Tanjung Priok, para ABK
ombaknya cukup besar. Setelah mengetahui mulai resah karena tidak ada kegiatan yang
situasinya, ternyata masyarakat kurang berke- signifikan. Uniknya, waktu tersebut Sunaryo
nan dengan kehadiran rombongan TNI, kare- manfaatkan secara spontan untuk
na Aceh ketika itu menjadi daerah operasi militer. melangsungkan pernikahan dengan mojang
Cimahi, Bandung. Dialah Edeh Djubaedah
MENIKAH SAAT MENUNGGU PERBAIKAN pujaan hatinya yang ia kenal di Bandung saat
KAPAL mengikuti pendidikan Markonis di Bandung
Akhir Desember 1982, di suatu hari libur, yang saat bertemu pertama kali merupakan
Sunaryo beserta awak patroli yang berada diba- mahasiswi IKIP Bandung. Pernikahan pun
wah Komando Kantor Pusat DJBC yaitu Kasubdit dilangsungkan pada 28 Januari 1983. Meski semula
Operasi yang saat itu dijabat oleh Bambang orang tua dari pihak istrinya kaget dan terheran-heran
Soebadi melakukan patroli laut. Dalam pat- dengan keputusan Sunaryo untuk menikah secara
roli itu dikerahkan 3 buah kapal patroli mendadak namun setelah dijelaskan bahwa ia
di sekitar perairan Pulau Jawa. memanfaatkan waktu disamping tugasnya yang
Kapal patroli BC yang sa- terus berpindah-pindah tempat, akhirnya
tu ditugaskan di perairan pernikahan itu berlangsung.
Cirebon – Semarang, Dari pernikahannya Sunaryo dengan
Kapal BC yang Edeh Djubaedah yang kini berprofesi
kedua di perairan sebagai guru SMPN 216, mereka
Tanjung Kerawang telah dikaruniai dua orang anak,
– Cirebon dan masing-masing Dimas Wicaksono
Sunaryo yang (22) yang kini sedang berkuliah di
berada di kapal Osaka Jepang melalui program
ketiga yaitu beasiswa Mombuso dari
Kapal BC 7004 Pemerintah Jepang dan Diani
dengan Paramita Ayuningtyas (16) yang
nakhoda (alm) saat ini duduk dibangku kelas
Utama dan tiga SMA.
Kopat Ethus
M bertugas di BANYAK PENGALAMAN DI
perairan PATROLI LAUT
Tanjung Berbagai pengalaman
Karawang – menarik selama patroli laut
Panjang / telah ia alami. Seperti kisah
Teluk Betung saat patroli di sekitar
Lampung. Perairan Selat Singapura
Namun dengan BC 3002 yang di
naas, di pagi komandani J.A. Andih.
hari libur De- Ketika sedang memeriksa
sember 1982 dan menyegel kapal motor
itu, BC 7004 dari Singapura tujuan TBK,
dengan kece- tiba-tiba ada kapal patroli
patan cukup laut dari instansi lain yang
tinggi kandas nomor lambungnya sudah
menabrak ka- tidak diingatnya lagi
rang muda di seki- menghampiri BC 3002.
tar Pelabuhan Pan- Kemudian Kopat kapal BC
jang, Lampung, dan 3002 dipanggil menaiki
posisi kapal langsung kapal patroli tersebut.
terduduk. “Untung tidak “Setelah menghadap salah
ada kebocoran pada satu awak di kapal patroli
kapal, namun propeller, tersebut, saya bertanya kepada
Bracket dan as beng- Kopat kami, sebenarnya apa
kok semua. yang terjadi. Kemudian Kopat
Keesokannya Kapal menjawab, ah sudah biasa,
BC 7004 ditarik de- mungkin awak kapal patroli tadi
ngan tug boat ke tersingung karena kita memeriksa
Pelabuhan Pan- dan menyegel kapal tersebut terlalu
jang namun tak lama,” kenang Sunaryo.
berhasil, kemudi- Begitu juga saat mencurigai se-
an mengerahkan buah kapal penyelundup ketika patroli
2 tug boat dise- di sekitar perairan Tanjung Pinang.
lingi acara ritual Timnya menjumpai oknum patroli laut
kepercayaan dari instansi lain sedang mengawal
masyarakat se- kapal motor bermuatan barang
tempat akhirnya kelontong. Ketika didekati kapal patroli

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 77


PROFIL
DOK. PRIBADI
BC, salah satu oknum patroli Nakhoda M. Palumbara sekitar
laut dari instansi lain tersebut Juni 1994, Sunaryo dan tim
stand by dengan senjata laras patroli ditugaskan menjemput
panjang. Lantas Kopat BC, Tu- Menkeu RI, waktu itu Mar’ie
giman memerintahkan Sunaryo Muhammad.
untuk menanyakan hal tersebut. Sunaryo dan tim patroli
“Salah satu oknum tersebut menjemput Mar’ie Muhammad
saya suruh naik ke kapal kami, di Dermaga WTC Singapura. Di
kemudian saya tanyakan kepa- atas BC 8006 juga ada Kakanwil
da yang bersangkutan. II DJBC TBK, Thomas Sugijata
Dikatakannya bahwa kapal mo- waktu itu , Kabid P2, Djasman
tor tersebut merupakan barang Sutedjo. Kapal BC 8006 lalu
tangkapan mereka. Langsung menuju Perairan Tanjung Berakit
saya gertak sambal bahwa Hosbore dekat Laut Cina Sela-
akan kami laporkan hal ini ke tan mengantar Mar’ie Muham-
atasannya. Mereka pun ketakut- mad yang ingin memancing di
an dan minta tolong untuk tidak sekitar lokasi tersebut.
dilaporkan ke atasannya.” Setelah berselang kurang
“Jadi sebaiknya kalau kita lebih 1 jam, ada salah satu ang-
melaksanakan tugas di gota rombongan Menkeu me-
lapangan jangan kalah gertak ngatakan dengan sedikit takabur
sambal oleh para oknum di bahwa ombaknya belum sebe-
lapangan, namun kita harus rapa besar. Baru saja diucap-
cerdas, berani, dan santun,” kan, berselang beberapa menit
begitu kiat Sunaryo yang kemudian datang ombak sangat
menerapkan pedoman hidup besar, maka BC 8006 terbirit-
jangan mengharapkan hasil birit menuju dermaga Kabil, Ba-
tanpa kerja keras. tam. Di tengah perjalan menuju
Pengalaman patroli bersa- Kabil, Sunaryo menawarkan ke-
ma dengan instansi lain pun ju- pada Mar’ie Muhammad untuk
ga ia alami. Seperti waktu pat- beristirahat di kamar Kopat
roli di Perairan Selat Malaka, tim namun beliau menolak dan lebih
patroli BC termasuk Sunaryo BERSAMA KELUARGA saat wisuda pasca sarjana, 28 Oktober 2002. (Dari suka duduk di ruang kemudi.
ditugaskan membawa kiri ke kanan). Dimas Wicaksono (anak pertama), Edeh Djubaedah (istri), Ketika tiba Mar’ie
rombongan ABRI Masuk Desa Sunaryo, Diani Paramita Ayuningtyas (anak kedua). Muhammad nyaris terjatuh di
(AMD) dari Dumai menuju Ba- Dermaga Kabil karena cuaca
tam Tanjung Pinang. Pada saat kapal BC didekati terapung-apung sebuah perahu yang sangat buruk saat itu. “Bagaimana
tiba di perairan dekat Pulau Pisang dalam posisi terbalik dengan penumpang seandainya seorang Menkeu sampai
Malaysia, kapal mereka dihantam ombak kira-kira 15 orang yang seluruhnya terjatuh atau terpeleset ke laut? Lantas
besar dan para anggota TNI yang selamat dan telah terapung-apung selama kami satu kapal BC 8006 nasibnya akan
berjumlah kurang lebih 60 orang hampir 2 hari. Lantas tim patroli menolong para seperti apa ? Saya hanya bisa bergumam
seluruhnya mabuk laut. Senjata mereka korban kapal terbalik dan mengangkatnya dalam hati saja ketika itu,” kata Sunaryo
pun berserakan di kamar ABK Kapal BC. ke Kapal BC 401 untuk kemudian diantar menceritakan kembali pengalamannya.
“Saya iseng tanya kepada para prajurit ke tempat tujuan, yaitu Sambu Belakang Juli 1994 Sunaryo dimutasi ke
TNI AD, saya kira TNI AD yang sudah ter- Padang setelah sebelumnya diberikan Kantor Inspeksi Tipe A khusus Tanjung
latih tidak mabuk laut, mereka jawab agak pakaian pengganti dan makan seadanya. Priok I sebagai Validator / Pendok III.
kesal, saya kan bukan AL tetapi saya AD. Pengalaman lain, sewaktu Sunaryo Awal 1997 Pendok III dan IV
Betul juga sih mereka tugasnya di darat,” masih menjadi operator radio tepatnya ta- dilikuidasi. Lepas dari jabatan tersebut
gumam Sunaryo ‘Si Mayor Kopassus’ hun 1990-an saat sedang patroli di Perair- kemudian ditugaskan sebagai staf
yang memiliki pedoman dalam menjalan an Selat Singapura, tim patroli ditugaskan perbendaharaan kemudian staf pabean.
tugas harus dengan semangat, tekad, oleh Kabid P2 Kanwil II DJBC untuk mem- Selanjutnya sebagai staf penimbunan,
disiplin dan profesional. bawa Panglima TNI (Pangab) Jenderal L petugas P2 lapangan, dan kepala
Begitu juga sewaktu membawa rom- Benny Moerdani dari Batu Ampar, Batam hanggar. Pada September 2003, ia
bongan TNI AL Lantamal Tanjung Pinang ke Singapura. Ketika itu kapal BC diko- dimutasikan ke Kantor Wilayah IV
ke Dabo Singkep dalam rangka latihan mandani Ethus M Setelah tiba di Derma- DJBC Jakarta sebagai Verifikator, lalu
pendaratan tank amphibi. Dalam setengah ga Finger Fier Singapura, Sunaryo agak dimutasi ke KPBC Kantor Pos Pasar
perjalanan Tanjung Pinang-Dabo Singkep, heran juga, mengapa yang disalami (dija- Baru Maret 2004 sebagai Korlak
salah seorang anggota TNI AL berpangkat bat tangan) malah dirinya yang didahulu- Administrasi Perbendaharaan.
Letnan satu mabuk laut, Sunaryo dan kan, padahal waktu itu ia masih sebagai Awal Desember 2005, Sunaryo
rekannya berinisiatif untuk menolongnya, romeo oscar (radio operator). Sebelum LB dipromosikan ke KPBC Bontang
namun ternyata dilarang oleh rekan-rekan Moerdani menyalaminya terlebih dahulu sebagai Kepala Seksi Perbendaharaan.
TNI AL. “Mereka larang kami untuk dia menatap dengan tatapan matanya Baru 1,5 bulan bertugas di KPBC
menolong, katanya biarkan saja sampai yang tajam kepada dirinya dan Sunaryo Bontang, Sunaryo dipanggil Diklat
muntah kuning,” ujar Sunaryo. merasakan ada kebanggaan tersendiri Pengadaan Barang dan Jasa di Ciawi
Namun diantara kisah tadi ada juga buat dirinya. Bogor. Pada saat akan berangkat ke
pengalaman yang menyentuh rasa kema- Ciawi, di Bandara Bontang, Sunaryo
nusiaannya, seperti misalnya ketika itu JADI KOMANDAN PATROLI dihampiri Kabid P2 Kanwil X DJBC
tahun 1984, sekitar Pukul 05.15 WIB, Ka- Setelah selesai DPT II angkatan XIX Balikpapan, M. Aflah Parobi. “Beliau
pal BC 401 mengejar sasaran di perairan akhir tahun 1993, selanjutnya Sunaryo di- minta tolong saya untuk membimbing
antara Pulau Karimun Riau dengan tugaskan sebagai Komandan Patroli. atau mengajarkan para calon Kopat
Tanjung Piai Malaysia. Tim patroli mengira Saat patroli di sekitar Selat Singapura de- baru, karena di Kanwil X DJBC Balikpa-
perahu penyelundup ternyata setelah ngan kapal patroli BC 8006 dengan pan kekurangan tenaga Kopat.

78 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


DOK. PRIBADI DOK. PRIBADI
yang penuh tantangan dan reaksi cepat.
“Saya berharap agar patroli dapat
dilakukan secara optimal, sehingga
pelanggaran di bidang kepabeanan
terutama di perbatasan perairan
Kalimantan Timur dan Serawak dapat
menurun,” ujar Sunaryo, seperti mengutip
pendapat M Aflah Parobi, bahwa tenaga
patroli yang berpengalaman, mengetahui
kondisi perairan Kalimantan Timur dan
mampu mengendalikan ABK serta
mempunyai integritas tinggi masih kurang,
termasuk kurangnya sarana patroli yang
dimiliki oleh Kanwil X DJBC Balikpapan.
Dari pengalamannya selama bertugas
di laut, bagaimana ia merasakan suka
duka sebagai awak kapal patroli terutama
minimnya kesejahteraan, Sunaryo
berharap agar kesejahteraan, uang
makan dan ransum ABK kapal patroli BC
dapat ditingkatkan lebih baik lagi,
mengingat tugas yang diemban sangat
berat dan resiko yang cukup tinggi. Dan
kepada pegawai DJBC yang menjelang
pensiun agar mendapat prioritas atau
perhatian yang lebih dalam hal mutasi,
misalnya ditempatkan di daerah asal
pegawai tersebut untuk lebih dekat
AKAN BERTUGAS DI OFFSHORE BERSAMA KASUBSI P2 Kinsp Sambu, Belakang dengan keluarganya menjelang pensiun.
di lepas Pantai Padang (ketika itu dijabat Septia Atma, saat ini Kabid Begitu juga harapan kepada pegawai
Cilamaya tahun 1998. P2 Kanwil II TBK) di Dermaga Sambu tahun 1990-an. DJBC, semoga seluruh pegawai DJBC
selalu meningkatkan profesionalisme
Setelah selesai Diklat di Ciawi Bogor, dari Tawao Malaysia tujuan Tarakan, dalam melaksanakan tugasnya.
Sunaryo di BKO-kan di Kanwil X selama 1 kebetulan tangkapan tersebut diserahkan Tinggalkan sifat tak terpuji, mari sama-
bulan sebagai Komandan Patroli BC 5001 untuk proses lebih lanjut di KPBC sama meningkatkan kinerja dalam mela-
bertugas di perairan Tarakan, Nunukan, Nunukan, tujuannya agar tidak terjadi yani masyarakat. Khusus pada pegawai
Perairan Laut Sulawesi, Ambalat, Karang contact person di Tarakan. Namun selama yang bertugas di laut, ia berharap agar
Unarang. Sunaryo berada di Nunukan dalam DJBC benar-benar menggemblengnya,
Pesan Kabid P2, M Aflah Parobi ma- proses serah terima barang tangkapan, karena kapal patroli yang dibawa harga-
sih diingatnya saat briefing kepada para HP-nya berdering terus, setelah ia angkat nya mencapai miliaran rupiah dengan
kopat. Ia menekankan bahwa target mini- ternyata si penelepon mengaku-ngaku perlengkapan senjata, dan diterpa ombak
mal satu tangkapan dalam melaksanakan sebagai pemilik kapal dan barang yang yang luar biasa. Sehingga sangat
patroli laut, harus menguasai peta laut, minta tolong jangan ditangkap, dibutuhkan pegawai yang tangguh dan
dapat me-manage ABK kapal patroli BC maksudnya diselesaikan secara damai. profesional di bidangnya masing-masing
dan harus menguasai dan mengerti “Saya jelaskan secara persuasif, yang nota bene saat ini tenaga patroli laut
intelijen/ informasi. Dan ternyata memang oh itu gampang pak tenang saja, sele- usianya banyak yang masih relatif muda.
tidak sia-sia, sebab operasi membuahkan sai proses hukum insya allah anda ”Jadi kalau sudah terjun ke bidang
hasil dengan dua tangkapan, yaitu satu yang akan menang lelang. Jadi mak- laut, tolonglah krunya sudah betul-betul
kapal berisi gula pasir dan beras, dan satu sud dan tujuan saya agar si penelepon yang profesional, tangguh kemampuan
kapal berisi kayu hitam. tidak rewel dan enggak menelepon- intelektualnya dan siap pakai, karena
Sewaktu menangkap kapal motor ber- nelepon saya lagi,” begitu taktik Sunar- situasi di laut serba krusial,” tandas
muatan gula dan beras, kapal tersebut yo yang mengaku menyukai tugas Sunaryo. ris
DOK. PRIBADI DOK. PRIBADI

BERSAMA KAKANWIL X DJBC BALIKPAPAN, Drs. Faried Syibli Barchia, BERSIAP untuk patroli laut. Sedang mengambil senjata berat dan ringan
MA, usai pelantikan/ pengambilan sumpah PNS KPBC Bontang, Juni di gudang senjata KPBC TBK (tahun 1994, saat Sunaryo menjadi
2006 (Sunaryo, baris depan no.4 dari kanan). Komandan patroli).

EDISI 386 JANUARI 2007 WARTA BEA CUKAI 79


APA KATA MEREKA
Minggu itu
(10/12) masya- W i n d a V i s k a
rakat tumpah
ruah memban-
jiri sirkuit Sen- “Ada Teman yang Mengurus Semuanya...”
tul, Bogor.
Pasalnya, pada Bagi anda penggemar serial komedi OB (Office Boy-red) yang diputar di salah
hari itu untuk satu televisi swasta Indonesia, anda pasti akrab dengan sosok perempuan mungil
yang kedua ka- penggemar warna ungu yang bernama Shachya. Shachya yang memiliki nama asli
linya Indonesia Winda Viska ini, mulai meroket namanya sejak ia masuk dalam lima besar
menjadi tuan Indonesian Idol yang pertama. Kini, wajahnya pun semakin dikenal masyarakat
rumah perhe- setelah ia membintangi serial OB.
latan akbar, A1 Winda yang kini lebih sering dipanggil orang dengan nama Shachya
Grand Prix mengatakan aktingnya yang lucu dalam serial OB lebih dikarenakan ia mengikuti
World Cup of apa yang ditulis dalam skrip. Namun ia mengaku, kalau skrip yang bagus tidak
Motorsport didukung dengan pemain yang bagus maka jadinya tidak akan bagus. “Kebetulan
2006. Duapu- semua pemain-pemain di serial OB itu aktingnya natural. Walaupun aku sebenarnya
luh tiga negara gak seperti Shachya lho, tapi aku berusaha bermain tanpa beban,” ungkapnya.
mengirim para Selain syuting OB, Shachya tidak lupa dengan kegiatan nyanyinya. Hanya saja
pembalap han- ia mengaku sulit untuk mengatur jadwalnya menyanyi karena syuting OB yang
dalnya untuk begitu menyita waktu (senin-jumat-red). Beberapa tawaran untuk bermain film pun
bersaing di sempat ditolaknya karena untuk saat ini Shachya memilih berkosentrasi di serial OB
pentas dan nyanyi.
bergengsi itu. Ditemui WBC disela-sela kejuaraan A1 GP, Shachya mengatakan, kejuaraan A1
Indonesia sen- di Indonesia digelar untuk yang kedua kalinya dan hal itu merupakan suatu
diri diwakili oleh kehormatan bagi Indonesia. “Yang aku tahu, pada April lalu seharusnya negara lain
pembalap yang ketempatan menjadi tuan rumah, tapi karena negara itu mengundurkan diri
Lucky Octavian nasional, Anan-
da Mikola. Wa-
maka Indonsia langsung mengajukan diri. Yang jelas Indonesia keren banget udah
bisa menyelenggarakan event internasional dengan persiapan yang sepanjang aku
laupun Indone- tahu cuma 3 minggu,” ujarnya.
“Gak Pernah Bawa sia tidak mam-
pu duduk
Saat disinggung apakah ia pernah kesulitan berhadapan dengan petugas bea
cukai di bandara Soekarno Hatta, Shachya mengaku tidak pernah mengalami
yang Aneh-aneh...” dalam 10 besar
(Ananda bera-
kesulitan saat berhadapan dengan petugas bea cukai. “Semuanya biasa-biasa aja.
Dan biasanya yang ngurusin semuanya saat aku ada di bandara ya teman aku, jadi
da diposisi ke- aku nggak pernah mengalami kesulitan dengan petugas, baik yang di Indonesia
12-red), namun perhelatan itu bisa menjadi bukti bahwa maupun yang diluar negeri,” imbuh Shachya yang biasanya pergi keluar negeri
Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik. dalam rangka nyanyi dan berlibur.
Ditemui WBC sebelum dimulainya A1 GP, Lucky Ketika ditanya apakah ia tahu tugas dan fungsi bea cukai, Shachya terlihat
Octavian, Indonesian Idol, mengatakan bahwa A1 GP berpikir sejenak dan mengatakan, “Aduh… aku
memang tidak sekelas Formula 1, tapi tetap merupakan pernah belajar dulu waktu di SMA,
kejuaraan dunia antar negara. Sehingga ia merasa untuk barang-barang yang masuk
bangga karena Indonesia mampu menjadi tuan rumah. ke Indonesia misalnya barang
Oleh sebab itu ia tidak ragu untuk memberikan belanjaan harus kena bea
dukungannya pada pembalap Indonesia. cukai. Aku sendiri nggak
Saat ditanya mengenai kesannya terhadap petugas pernah bayar karena ka-
bea cukai di bandara Soekarno Hatta, Lucky mengaku lau aku belanja kotak-
tidak pernah mengalami masalah yang berarti dengan nya dibuang hehe….”
petugas saat pulang dari luar negeri. “Biasanya suka Shachya menyaran-
ditanya ini itu, tapi nggak terlalu ribet,” ungkap Lucky kan pada petugas bea
yang pada event A1 GP tersebut tampil bersama Winda cukai agar keep
Viska menyanyikan sebuah lagu berjudul We Are The smiling dalam bertu-
Champion dari grup musik legendaris Queen. gas. Ia juga berharap
Barang-barang bawaannya pun tidak pernah ditegah agar petugas lebih
atau ditahan oleh petugas. Hingga saat ini semuanya bertanggung jawab
masih aman-aman saja. “Paling kalau bawa makanan terhadap tugasnya
diperiksa dan aku gak pernah bawa yang aneh-aneh. dan lebih taat pada
Jadi di travel bag aku hanya ada baju, sepatu, peralatan peraturan. Kalau
mandi dan alat cukur hehehe…udah itu aja, aku gak mengenai korupsi
pernah bawa yang macem-macem,” imbuhnya. dan kolusi,
Saat ditanya apakah ia tahu tugas dan fungsi Bea semata-mata
dan Cukai, Lucky mengatakan bahwa Bea Cukai bukan hanya milik
merupakan suatu badan yang bertugas sebagai Bea dan Cukai
keamanan dimana para wisatawan atau siapapun yang tetapi juga instansi
berkunjung ke suatu negara, harus melalui proses- lain yang ada di
proses yang sudah ditetapkan Bea Cukai. “Hanya saja, Indonesia. Oleh
disetiap negara kan berbeda-beda prosesnya. Seperti sebab itu, semuanya
yang aku dengar, kalau ke Singapura bawa rokok maka kembali pada diri
akan ditanyain sama petugas bea cukainya,” katanya. masing-masing. Aparat
Ketika diminta sarannya bagi petugas bea cukai di birokrasi harus
Indonesia, Lucky langsung nyeletuk, “Kalau lagi meriksa memulainya de-
jangan galak-galak ya, soalnya kadang bikin sport ngan mem-
jantung juga. Jadi kalau senyum kan lebih baik. Tapi apa perbaiki
memang sikapnya sudah seharusnya begitu kali ya. dirinya
Kalau aku ngadepin itu ya bersikap nice aja lah, supaya sendiri
prosesnya lancar hehe….” terlebih
Lucky sendiri mengaku selama ini pergi ke luar dahulu.
negeri dalam rangka “ngamen”. Untuk saat ini, negara Akur
yang ia kunjungi dalam rangka “ngamen” masih di sekitar deh
Asia, seperti Brunai Darussalam dan Singapura. Selain Sha…
“ngamen”, kegiatan Lucky saat ini adalah ifa
mempromosikan album singlenya yang berjudul
Interload, yang saat ini sudah beredar dipasaran. Tak
hanya itu, ia pun sedang sibuk membuat album yang
akan menjadi salah satu soundtrack film Indonesia
(namanya masih dirahasiakan-red) yang rencananya
akan keluar sekitar Januari 2007. ifa

80 WARTA BEA CUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 89 /PMK.04/2006

TENTANG
PENETAPAN TARIF CUKAI
ETIL ALKOHOL ATAU ETANOL

MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa berdasarkan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang
Cukai, Menteri Keuangan diberi kewenangan untuk mengatur besarnya tarif
cukai untuk setiap jenis Barang Kena Cukai;
b. bahwa besaran tarif cukai spesifik Etil Alkohol atau Etanol yang berlaku dinilai
sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan harga yang terjadi;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan
huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Penetapan
Tarif Cukai Etil Alkohol atau Etanol;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 1612);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 1613);
3. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENETAPAN TARIF CUKAI ETIL
ALKOHOL ATAU ETANOL.

Pasal 1
Tarif cukai sebagai dasar perhitungan besarnya pungutan cukai atas Etil Alkohol
atau Etanol yang dibuat di dalam negeri atau yang diimpor ditetapkan berdasarkan
sistem tarif cukai spesifik sebesar Rp 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) per liter.

Pasal 2
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemungutan cukai Etil Alkohol atau
Etanol diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007
1
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Pasal 3
Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku, Keputusan Menteri
Keuangan Republik Indonesia Nomor 230/KMK.05/1996 tentang Penetapan Tarif
Cukai Etil Alkohol Atau Etanol dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 4
Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 November 2006.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan
Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik
Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 13 Oktober 2006

MENTERI KEUANGAN

ttd

SRI MULYANI INDRAWATI

2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 90/PMK.04/2006

TENTANG
PENETAPAN TARIF CUKAI
MINUMAN DAN KONSENTRAT
YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

MENTERI KEUANGAN,
Menimbang :
a. bahwa berdasarkan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang
Cukai, Menteri Keuangan diberi kewenangan untuk mengatur besarnya tarif
cukai untuk setiap jenis Barang Kena Cukai;
b. bahwa tarif cukai spesifik Minuman dan Konsentrat Yang Mengandung Alkohol
yang berlaku dinilai kurang efektif untuk membatasi konsumsi kedua jenis
Barang Kena Cukai tersebut;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan
tentang Penetapan Tarif Cukai Minuman dan Konsentrat Yang Mengandung
Etil Alkohol;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 1612);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 1613);
3. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENETAPAN TARIF CUKAI
MINUMAN DAN KONSENTRAT YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL.

Pasal 1
Tarif cukai sebagai dasar perhitungan besarnya pungutan cukai atas
Minuman dan Konsentrat Yang Mengandung Etil Alkohol ditetapkan berdasarkan
sistem tarif cukai spesifik sebesar sebagaimana dimaksud dalam Lampiran
Peraturan Menteri Keuangan ini.
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007
3
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Pasal 2
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemungutan cukai Minuman dan
Konsentrat Yang Mengandung Etil Alkohol diatur dengan Peraturan Direktur
Jenderal Bea dan Cukai.

Pasal 3
Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku, Keputusan Menteri
Keuangan Republik Indonesia Nomor 546/KMK.05/2000 tentang Penetapan
Tarif Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol Dan Konsentrat Yang
Mengandung Etil Alkohol sebagaimana diubah terakhir dengan Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 125/KMK.04/2002 dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 4
Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 November 2006.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan
Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik
Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 13 Oktober 2006

MENTERI KEUANGAN

ttd

SRI MULYANI INDRAWATI

4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90/PMK.04/2006
TENTANG PENETAPAN TARIF CUKAI MINUMAN DAN KONSENTRAT YANG
MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

TARIF CUKAI MINUMAN DAN KONSENTRAT


YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

I. MINUMAN YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

TARIF CUKAI (PER LITER)


GOLONGAN KADAR ETIL ALKOHOL
DALAM NEGERI IMPOR

A1 Sampai dengan 1 % Rp 2.500,00 Rp 2.500,00

A2 Lebih dari 1 % Rp 3.500,00 Rp 5.000,00


sampai dengan 5 %

B1 Lebih dari 5 % Rp 5.000,00 Rp 20.000,00


sampai dengan 15 %

B2 Lebih dari 15 % Rp 10.000,00 Rp 30.000,00


sampai dengan 20 %

C Lebih dari 20 % Rp 26.000,00 Rp 50.000,00

II. KONSENTRAT YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

TARIF CUKAI (PER LITER)


GOLONGAN KADAR ETIL ALKOHOL
DALAM NEGERI IMPOR

Dari semua jenis konsentrat, kadar, dan Rp 50.000,00 Rp 50.000,00


golongan, sebagai bahan baku atau bahan
penolong dalam pembuatan Minuman Yang
Mengandung Etil Alkohol

MENTERI KEUANGAN

ttd

SRI MULYANI INDRAWATI


BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007
5
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-17/BC/2006

TENTANG
PEMBERITAHUAN
HARGA JUAL ECERAN
MINUMAN MENGANDUNG
ETIL ALKOHOL

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,


Menimbang :
bahwa untuk melaksanakan Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor
P-90/PMK.04/2006 tentang Penetapan Tarif Cukai Minuman Dan Konsentrat
Yang Mengandung Etil Alkohol perlu menetapkan Peraturan Direktur
Jenderal tentang Penetapan Harga Jual Eceran Minuman Mengandung
Etil Alkohol;

Mengingat :
1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 1612);
2. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 1612);
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor P-90/PMK.04/2006 tentang Penetapan
Tarif Cukai Minuman Dan Konsentrat Yang Mengandung Etil Alkohol;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG
PEMBERITAHUAN HARGA JUAL ECERAN MINUMAN MENGANDUNG
ETIL ALKOHOL.

Pasal 1
Dalam Peraturan Direktur Jenderal ini yang dimaksud dengan :
1. Kalkulasi Harga Jual Eceran adalah semua komponen yang meliputi :
a. untuk Minuman Mengandung Etil Alkohol produksi dalam negeri :
seluruh biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual
karena penyerahan Barang Kena Cukai (Harga Pokok, keuntungan
pengusaha, Cukai, PPN, PPnBM, keuntungan penyalur dan pengecer).

6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
b. untuk Minuman Mengandung Etil Alkohol impor: Nilai Pabean, Bea
Masuk, Cukai, PPN Impor, PPnBM, biaya lain-lain, keuntungan importir,
keuntungan penyalur dan pengecer.
2. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
3. Kantor Wilayah adalah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai.
4. Kantor Pelayanan adalah Kantor Pelayanan Bea dan Cukai

Pasal 2
Pengusaha Pabrik atau Importir minuman mengandung etil alkohol wajib
memberitahukan Harga Jual Eceran dari minuman mengandung etil alkohol yang
diproduksi atau diimpor untuk setiap jenis dan merk minuman mengandung etil
alkohol kepada Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang mengawasi,
dengan tembusan kepada Direktur Cukai dan Kepala Kantor Wilayah.

Pasal 3
(1) Pengusaha Pabrik atau Importir minuman mengandung etil alkohol mengajukan
Pemberitahuan Harga Jual Eceran Minuman Mengandung Etil Alkohol dengan
menggunakan formulir CK-18 disertai dengan surat pengantar sebagaimana
dimaksud dalam Lampiran I dan II Peraturan Direktur Jenderal ini.
(2) Pemberitahuan Harga Jual Eceran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilampiri dengan:
a. kalkulasi Harga Jual Eceran untuk masing-masing jenis dan merek sesuai
dengan format sebagaimana dimaksud dalam Lampiran III dan IV
Peraturan Direktur Jenderal ini.
b. label untuk masing-masing jenis dan merek minuman mengandung etil
alkohol sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang
berlaku;
c. contoh barang, kecuali untuk produk yang pernah diajukan;

Pasal 4
Dalam hal terdapat keragu-raguan atas kadar etil alkohol dalam minuman
mengandung etil alkohol yang diberitahukan, Direktur Cukai atau Kepala Kantor
Pelayanan dapat melakukan pengujian laboratorium atas biaya pengusaha pabrik
atau importir yang bersangkutan.

Pasal 5
Untuk keperluan pengawasan, Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai wajib
mencatat/membukukan Harga Jual Eceran yang diberitahukan dalam Buku
Pengawasan khusus untuk itu dalam bentuk lajur sesuai format Lampiran V
Peraturan Direktur Jenderal ini.
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007
7
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Pasal 6
Kepala Kantor Pelayanan wajib membuat laporan triwulan monitoring Harga Jual
Eceran minuman mengandung etil alkohol kepada Direktur Cukai dengan
tembusan Kepala Kantor Wilayah dengan menggunakan format sebagaimana
dimaksud dalam Lampiran VI Peraturan Direktur Jenderal ini.

Pasal 7
Pada saat Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku, Keputusan Direktur
Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-01/BC/2001 tentang Pemberitahuan Harga
Jual Eceran Minuman Mengandung Etil Alkohol dan peraturan pelaksanaan lainnya
yang bertentangan dengan Peraturan Direktur Jenderal ini dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku.

Pasal 8
Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Nopember 2006.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan
Direktur Jenderal ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik In-
donesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 20 Oktober 2006

DIREKTUR JENDERAL

Ttd,-

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-17/BC/2006 TENTANG PEMBERITAHUAN
HARGA JUAL ECERAN MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

CK-18
Nomor : Lembar : Asli/Kedua/Ketiga/Keempat
Tanggal :

PEMBERITAHUAN HARGA JUAL ECERAN


MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : .....................................................
Jabatan dalam Perusahaan : .....................................................
Alamat Perusahaan : .....................................................
.....................................................
Nomor dan Tanggal NPPBKC : .....................................................
Dengan ini memberitahukan Harga Jual Eceran Minuman Mengandung Etil Alkohol
Jenis : ..................................................................................................................
..................................................................................................................
yang akan diproduksi di Pabrik / diimpor melalui pelabuhan *) : ................................
......................................................................................................................................
Dengan Perincian sebagai berikut :

No. Merek Negara Kadar Kemasan Isi Harga Harga Jual Tarif
Dagang Asal*) Etil (ml) Jual Eceran Cukai
Alkohol Eceran perLiter Per liter
(%) (Rp.) (Rp.) (Rp)

Demikian Pemberitahuan ini kami buat dengan sebenarnya dan apabila di kemudian
hari ternyata pemberitahuan ini tidak benar, kami bersedia dituntut dan dikenai
sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
......................., tanggal .....................
Pengusaha
Lembar asli untuk Kepala Kantor Pelayanan
Lembar Kedua untuk Pengusaha Pabrik/Importir
Lembar Ketiga untuk Kepala Kantor Wilayah DJBC
Lembar Keempat untuk Direktur Cukai

*) Coret yang tidak perlu


DIREKTUR JENDERAL,

Ttd,-

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007
9
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-17/BC/2006 TENTANG PEMBERITAHUAN
HARGA JUAL ECERAN MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

Kepada Yth.
Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ……........…………
di
……….......…………

SURAT PENGANTAR
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Pekerjaan :
Alamat :
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ……………................……………………
berkedudukan di …………............... pemegang NPPBKC Nomor: ………….......……..
dengan ini mengajukan Pemberitahuan Harga Jual Eceran minuman mengandung
etil alkohol produksi dalam negeri / asal impor*)
sebagaimana tersebut pada CK -18 terlampir.

Bersama ini juga dilampirkan:


a. Kalkulasi Harga Jual Eceran untuk masing-masing jenis dan merek minuman
mengandung etil alkohol;
b. Etiket/label untuk masing-masing jenis dan merek;
c. Contoh barang untuk masing-masing jenis dan merek **) .

Minuman mengandung etil alkohol yang akan diproduksi/diimpor*) tersebut, daerah


pemasarannya meliputi ………………………………………………………………..

Demikian untuk diketahui dan dimaklumi.

Dibuat di……………………………….
Pada tanggal …………………………
Pengusaha Pabrik/Importir,

…………………..
Tembusan :
1. Direktur Cukai;
2. Kepala Kantor Wilayah.

*) coret yang tidak perlu


**) khusus untuk jenis dan merek baru
DIREKTUR JENDERAL,

Ttd,-

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran III
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-17/BC/2006 TENTANG PEMBERITAHUAN
HARGA JUAL ECERAN MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

KALKULASI HARGA JUAL ECERAN


MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL
PRODUKSI DALAM NEGERI
1. Nama Perusahaan :
2. NPPBKC :
3. Jenis MMEA :
4. Merek :
5. Jenis Kemasan :
6. Isi per Kemasan :
7. Kadar Etil Alkohol :
8. Tarif Cukai :

Kalkulasi Harga Jual Eceran per liter :

1. Bahan Baku Rp. ……….....……


2. Bahan Penolong Rp. …….....………
3. Kemasan Rp. ……….....……
4. Biaya Produksi Rp. ………….....…
5. Biaya Penjualan dan Pemasaran Rp. …….....………
6. Biaya Umum dan Administrasi Rp. ……….....……
7. Harga Pokok Rp. ………….....…
8. Keuntungan Pengusaha Rp. ……….....……
9. Cukai Rp. ………….....…
Sub Total Rp. ……….....……
10. PPN ( …..% x Rp. ………) Rp. ………….....…
11. PPnBM ( …..% x Rp. ………) Rp. ……….....……
12. Keuntungan Penyalur dan Pengecer Rp. ………….....…
Harga Jual Eceran per Liter Rp. ……….....……
Harga Jual Eceran per Kemasan (………Liter x Rp. …….) Rp. ………….....…

(tempat), (tanggal)
PENGUSAHA,

(nama)

DIREKTUR JENDERAL,

Ttd,-

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007
11
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
Lampiran IV
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-17/BC/2006 TENTANG PEMBERITAHUAN
HARGA JUAL ECERAN MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL

KALKULASI HARGA JUAL ECERAN


MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL
ASAL IMPOR
1. Nama Importir :
2. NPPBKC :
3. Jenis MMEA :
4. Merek :
5. Negara Asal :
6. Jenis Kemasan :
7. Isi per Kemasan :
8. Kadar Etil Alkohol :
9. Tarif Cukai :

Kalkulasi Harga Jual Eceran per kemasan :

1. Nilai Pabean Rp. …….....………


2. Bea Masuk (……% x Rp. …………..) Rp. ……….....……
3. Cukai Rp. ….....…………
4. PPN Impor ( …...% x Rp. ……….…) Rp. ………….....…
5. PPnBM ( …..% x Rp. ……………) Rp. ……….....……
6. Biaya Lain-lain Rp. ……….....……
7. Keuntungan Importir Rp. ………….....…
8. Keuntungan Penyalur dan Pengecer Rp. ……….....……
Harga Jual Eceran per kemasan Rp. ……….....……

(tempat), (tanggal)

PENGUSAHA,
(nama)

DIREKTUR JENDERAL,

Ttd,-

ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


13
Lampiran V
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-17/BC/2006 TENTANG PEMBERITAHUAN HARGA
K E T E T A P A N

JUAL ECERAN MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL


DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
KANTOR WILAYAH :

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI :
BUKU PENGAWASAN HARGA JUAL ECERAN
MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL
HARGA JUAL
NO. NAMA NPPBKC JENIS MEREK NEGARA JENIS ISI PER KADAR TARIF ECERAN KETERANGAN**)
PERUSAHAAN MMEA ASAL*) KEMASAN KEMASAN ETIL CUKAI (Rp)
/IMPORTIR (ml) ALKOHOL (Rp./
(%) liter) PER- PER-
&

KEMASAN LITER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
K E P U T U S A N

*) khusus impor
**) Diisi tanggal pemberitahuan HJE, dll
DIREKTUR JENDERAL,
Ttd,-
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332
Lampiran VI
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-17/BC/2006 TENTANG PEMBERITAHUAN HARGA
K E T E T A P A N

JUAL ECERAN MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL


KANTOR WILAYAH :

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI :
PERIODE BULAN : ................................. S.D. .....................................
LAPORAN TRIWULAN MONITORING HARGA JUAL ECERAN
MINUMAN MENGANDUNG ETIL ALKOHOL
HARGA JUAL
NO. JENIS MEREK NAMA JENIS ISI PER KADAR TARIF KODE ECERAN KETERANGAN***)
MMEA PABRIK/ KEMASAN KEMASAN ETIL CUKAI PRODUKSI (Rp)
NEGARA (ml) ALKOHOL (Rp./liter) **)
ASAL (%) PER- PER-
KEMASAN LITER
&

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
K E P U T U S A N

*) Khusus yang dilekati pita cukai


(tempat), (tanggal)
**) diisi bila pada etiket/kemasan tercantum kode produksinya
Kepala Kantor,
***) diisi keterangan tempat/lokasi pemantauan, dll
..............................
DIREKTUR JENDERAL,
Ttd,-
ANWAR SUPRIJADI
NIP 120050332

14
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
catatan :

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007


15
K E P U T U S A N & K E T E T A P A N
catatan :

16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 386 JANUARI 2007