PROSES KEPERAWATAN TERKAIT DENGAN NNN (NANDA-I-NIC-NOC) NANDA-I (North American Nursing Diagnosis Association-International

), NIC (Nursing Intervention Classification) dan NOC (Nursing Outcome Classification) Kemajuan dunia keperawatan pada saat ini telah memicu para perawat baik di dalam dan luar negeri untuk mencoba memahami berbagai model asuhan keperawatan untuk bisa digunakan dalam setting klinik. Dalam prakteknya, perawat menggunakan proses keperawatan ketika melakukan asuhan perawatan pada pasien. Pada umumnya muncul kesimpangsiuran pemahaman mengenai perbedaan atau kaitan antara proses perawatan, NANDA-I, NIC dan NOC. Makalah ini akan mencoba menjelaskan kepada pembaca sekalian mengenai proses keperawatan yang kemudian dikaitkan dengan NANDA-I, NIC dan NOC. 1. Proses Keperawatan Keperawatan sebagai proses diperkenalkan sejak tahun 1955 oleh Hall dan pada tahun 2004 proses keperawatan ditetapkan sebagai series of steps oleh ANA (American Nursing Association) (Wilkinson, 2007). Proses keperawatan kemudian dipahami sebagai: a. Cara berpikir dan bertindak yang special (khusus) b. Pendekatan yang sistematik, kreatif untuk mengidentifikasi, mencegah dan mengatasi masalah kesehatan yang actual dan potensial untuk mengidentifikasi kekuatan pasien dan untuk mendukung kesejahteraan c. Kerangka kerja dimana perawat menggunakan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengekspresikan “human caring” (Wilkinson, 2007). Kaitan antara proses keperawatan dengan nursing model (berbagai model/teori keperawatan): a. Mempengaruhi penggunaan dari nursing process b. Membantu menjelaskan keunikan dari perawat dalam tempatnya di dalam tim multidisiplin c. Teori berdasarkan pada nilai dan asumsi mengenai health, patient, perawatan dan lingkungan d. Setiap teori menggambarkan konsep di atas dan menjelaskan bagaimana satu dengan yang lain berkaitan (Wilkinson, 2007) Adanya berbagai macam nursing model kemudian akan memunculkan beberapa macam definisi tentang keperawatan, dan juga cara pendekatan dari masing masing model mempengaruhi penggunaan proses keperawatan. Salah satu contoh pengaruh nursing model dalam proses keperawatan adalah adanya perbedaan dalam hal pengkajian, misalnya pengkajian di psikiatri akan mempunyai beberapa fokus yang berbeda dengan pengkajian dalam lingkup medikal bedah atau komunitas. (Stuart & Laraia, 2001).

2007) Data yang didapatkan dapat dikelompokkan dalam . Nursing process ditunjukkan oleh gambar berikut ini (Wilkinson. mengorganisir data dan mencatat data. NIC dan NOC Proses perawatan merupakan suatu cara berpikir dan bertindak yang spesial (khusus) dalam melakukan asuhan keperawatan. 2005). pelaksanaan (implementation) dan evaluasi (evluation) (Wilkinson. diagnosis (penentuan diagnosa). Mengumpulkan data (Wilkinson. perencaan intervensi (planning: intervention). a. Pada saat ini label diagnostic tidak hanya dapat dirujuk kepada NANDA-I tetapi juga bisa merujuk kepada label diagnostik: GORDON’s nursing diagnosis atau ICNP yang dikeluarkan oleh International Council of Nursing (ICNP. terdapat beberapa tindakan yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain yaitu: assessment (pengkajian). yaitu mengumpulkan data. 2007) Pada prakteknya kegiatan proses keperawatan di atas tidaklah selalu berurutan tetapi bisa dikerjakan pada waktu bersamaan (overlapping). Dalam proses keperawatan. memvalidasi data. 2007): Assessment phase Kegiatan dalam pengkajian dibagi dalam empat hal. NIC dan NOC dalam proses keperawatan? Pada dasarnya NANDA-I adalah merupakan label diagnostic (berada pada fase penentuan diagnosa).2. Kaitan proses keperawatan dengan NANDA-I. NIC merupakan Klasifikasi intervensi keperawatan (berada pada fase Planning: intervensi) dan NOC adalah merupakan klasifikasi outcome (berada pada fase planning: outcome). perencanaan hasil (planning: outcome). Dimanakah posisi NANDA-I.

Beberapa contoh nursing model adalah sebagai berikut : 1). Data subyektif bisa juga didapatkan dari Significant Others atau dari petugas kesehatan yang lain.1). contohnya: pemikiran klien. quality of life. Statement klien berbeda pada waktu pengkajian yang berbeda 3). Gordon’s functional health patterns framework: common patterns behavior that contribute to health. Memvalidasi data (Wilkinson. wawancara dan pengkajian fisik. warna kulit. aktifitas atau perilaku spesifik dan bisa juga pengkajian yang datanya digunakan untuk mengevaluasi pencapaian hasil dan penyelesaian masalah. 2007) Data yang telah didapatkan perlu diorganizier berdasarkan kerangka kerja dengan menggunakan model keperawatan (nursing model). dan hasil diagnosa misalnya X-ray dll. Pengkajian dibedakan antara pengkajian awal dan pengkajian lanjutan Pada dasarnya pengkajian awal merupakan pengkajian pada awal masuk. Validasi data dilakukan pada kondisi sebagai berikut: 1). Subjective data: cover data/symptoms Merupakan data yang tidak bisa di ukur atau diobservasi. Mengorganisir data (Wilkinson. Adanya faktor yg mempengaruhi pada waktu melakukan pengukuran misalnya frekuensi nafas bayi yang sedang menangis c. Orem’s self care model: patient’s abilities to perform self care to maintain life. Data tampak sangat tidak normal 4). dan merupakan pengkajian lengkap. health and well being . Pengakajian Lanjutan merupakan pengkajian focus yang berfokus pada masalah. dll. Sedangkan data yang dikaji meliputi aspek biologi. biasanya didapatkan dengan cara melakukan observasi atau memeriksa klien. urin output. spiritual dan cultural. b. psikologi. Data ini hanya bisa didapatkan dari apa yang klien sampaikan pada perawat. 2). Objective data: overt data/signs Adalah data yang bisa dideteksi oleh orang lain selain klien. Contoh data obyektif adalah nadi. Pengumpulan data dilakukan dengan berbagai cara yaitu antara lain dengan observasi. and achievement of human potential 2). biasanya adalah berisi data base. 2007) Memvalidasi data artinya mengecek kembali data untuk klarifikasi. social. Data subyektif dan obyektif tidak sinkron 2).

Roy’s adaptation model: patterns indicating the clients’s ability to adapt in one of four modes: psychological. Wilkinson. 2007) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pencatatan hasil pengkajian adalah: 1). social role. Kemudian pada 1973 ANA memasukkan diagnosa keperawatan sebagai aktifitas keperawatan yang penting sebagai fungsi yang diakui dari professional perawat. Diagnosis Phase – NANDA-I Istilah diagnose keperawatan pertama kali muncul dalam literature keperawatan pada 1950 an yang menggambarkan fungsi dari professional perawat (McManus. 2001). pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. akut. Beberapa hal yang perlu dimengerti oleh perawat mengenai terminology diagnosis adalah a. sedangkan inference berarti penilaian atau apa arti dari cues) 3). Diagnosis Adalah merupakan fase kedua dalam proses keperawatan dan merupakan proses yang digunakan untuk menginterpretasikan data untuk membuat kesimpulan dan membuat nursing diagnosis b. rasakan. and interdependence 4). tolerated well. bau dan ukur).3). Stuart Adaptation Model – adalah merupakan model penanganan psikiatri yang membagi pasien dalam beberapa tahap penanganan yaitu krisis. Diagnostic label . Hindari menggunakan kata umum misalnya good. self-concept. Model ini juga mengarahkan apa data spesifik dalam keperawatan jiwa yang perlu di kaji dan juga menggunakan NANDA-I sebagai rujukan label diagnostic. adekuat. 1951 cit. apa yang anda lihat. Data subyektif dituliskan dengan menuliskan kata-kata klien dengan menggunakan “…” atau menggunakan paraphrase tanpa menggunakan “…” 2). normal. (Stuart & Laria. apa yang anda dengar. c. Nursing diagnosis Adalah merupakan kesimpulan dari status kesehatan pasien dan merupakan produk dari aktifitas‘diagnosis’. Catat cues dan bukan inference (cues adalah apa yang klien ceriakan. Maslow’s hierarchy of Needs (non nursing model) 5). Mencatat data (Wilkinson. Model ini sangat tepat digunakan dalam keperawatan jiwa karena memberikan arahan untuk penanganan pasien dengan masalah psikiatrik. d. 2007).

collaborative problems e. Dalam hal ini diagnosa keperawatan biasa berada pada level whole person. (Wilkinson. actual. tetapi ada juga diagnostic label yang dibuat oleh Gordon. antara lain dengan menggunakan NANDA-I. social dan spiritual atau bahkan dari treatment. 2.I mempunyai susunan sebagai berikut: . sistemik. Interpreting: dilakukan dengan mengidentifikasi hasil pengkajian dan kemudian dilanjutkan dengan mengumpulkan gejala atau tanda yang mungkin menjadi satu kelompok dan kemudian melihat pola dan hubungan satu tanda dan gejala dengan yang lainnya. organis atau secara keseluruhan (whole person). Verify: Kesimpulan yang telah dibuat diverifikasi dengan pasien (kecuali pasien yang tidak sadar atau hampir meninggal) 3. NANDA. 2007): a. Label Label untuk diagnosa keperawatan menggunakan system klasifikasi (taxonomy). potential. Kegiatan selanjutnya dalam menginterpretasi data di sini adalah dengan menarik kesimpulan mengenai status kesehatan saat ini dan menentukan etiologi dan mengkategorikan masalah yang ada. and possible nursing diagnoses d. wellness diagnoses c. 2007) Hubungan antara diagnosa keperawatan dengan respon manusia (human respon) Diagnosa keperawatan didasarkan kepada respon manusia terhadap berbagai macam kejadian atau stressor misalnya penyakit atau cedera. 2007): 1.Merupakan daftar standar penulisan nursing diagnosis. 2007). psikologi. Strengths b. Perlu dimengerti bahwa suatu stressor bisa menyebabkan banyak respon yang mungkin bisa berupa respon yang membantu atau respon yang berbahaya atau merusak (Wilkinson. Umumnya perawat menggunakan NANDA-I sebagai diagnostic label. Untuk itulah perlu adanya bahasa keperawatan yang sama. medical problems Kegiatan dalam fase diagnosa adalah (Wilkinson. Respon manusia terjadi dalam berbagai tingkatan. misalnya tingkat sel. atau ICNP®. Stressor ini bisa berasal dari biologi. Tujuan dari adanya diagnosa adalah untuk mengidentifikasi status kesehatan pasien dalam hal (Wilkinson.

etiology.a. developmental. Tidak semua batasan karakteristik perlu ada untuk bisa menggunakan label sebagai diagnosa d.E. Format P. Untuk diagnosa actual batasan karakteristik adalah tanda dan gejala.E = Etiology . psikologi. 4. O = Objective) . Cara memilih label diagnosa adalah dengan mencocokkan gejala dan tanda yang didapatkan dari pengkajian dengan definisi dan batasan karakteristik yang ada dalam NANDA-I. penulis telah menerbitkan sebuah buku dengan judul Fast Methods of formulating nursing diagnoses: Cara cepat merumuskan diagnosa keperawatan (2006) dimana dalam buku ini terdapat semua kata yang terdapat dalam NANDA 2005 yang akan memberikan petunjuk kepada kita untuk mengetahui dimana posisi data tersebut dalam diagnosa NANDA.P = Problem . Label adalah kata atau frase yang menggambarkan kesehatan klien. 2007) Pencatatan/penulisan diagnosa dilakukan berdasarkan beberapa aturan berikut ini. symptom) . treatment dll.S format = Problem.S = Symptom and Sign (bisa juga dituliskan dalam bentuk S = subjective. situasi yang berkaitan dengan masalah misalnya hal yang mempengaruhi. Defining characteristic (Batasan karakteristik): Adalah tanda (data subyektif dan obyektif) yang mengindikasikan adanya label diagnosa.E. bisa berasal dari biologi. Label bisa digunakan sebagai PROBLEM/masalah atau ETIOLOGI/penyebab b. Definition: mengekspresikan dengan tepat dan jelas mengenai kealamiahan diagnosa dan membedakan label dengan yang lain c. Record (Wilkinson.R/t = Related to (merupakan penghubung antara P dan E) Cara penulisan diagnosa aktual a. menyebabkan. social.S (P. Format dasar (P r/t E) (2 statement) = Two-Part statement Contoh: Problem (r/t) Etiology Situational low sel-esteem (r/t) Rejections Noncompliance (discharge procedure) (r/t) Unresolved anger delay discharge b. Untuk mempermudah pencocokan data pengkajian dengan NANDA-I. Relate or Risk factors adalah semua kondisi. Beberapa hal dibawah ini perlu dimengerti sebelum memahami cara penulisan diagnosa keperawatan .

“Unknown etiology” Perawat membuat diagnosa pada saat terdapat batasan karakteristik tetapi perawat mungkin belum tahu apa penyebab atau factor yang berkontribusi terhadap timbulnya masalah. “Complex etiology” . Kata setelah secondary to biasanya merupakan patofisiologi atau proses penyakit Contoh penulisan diagnosa keperawatan dengan menggunakan secondary to: Risk for impaired skin integrity r/t decreased peripheral circulation 2 0 diabetes 2). maka anda perlu menggunakan frase “possible related to” Contoh penulisan diagnosa: Noncompliance (medication regiment) possibly r/t unresolved anger about diagnosis 3).M.Format ini direkomendasikan pada saat anda pertama kali belajar menulis diagnosa keperawatan. Contoh penulisan diagnosa dengan menggunakan format “unknown etiology”: “Noncompliance (medication regimen) r/t unknown etiology Apabila anda berpikir bahwa anda tahu etiologi tetapi anda masih merasa perlu data lagi untuk memastikan.B) setelah etiologi dan diikuti dengan sign and symptoms dari pasien. Menggunakan “Secondary to” or 2 0 Etiologi bisa dibagi dalam dua statemen dengan menggunakan dengan kata “Secondary to” or 2 0 antara statemen satu dengan yang yang lainnya. Jika anda menggunakan metode ini anda perlu menambahkan as manifested by (A. Beberapa aturan modifikasi pada etiologi adalah sebagai berikut: 1).

Post-trauma syndrome .Rape-trauma syndrome .Impaired environmental interpretation syndrome . Beberapa NANDA label sudah sangat spesifik sehingga mungkin tidak memerlukan etiologi dalam statement diagnostiknya. Format diagnosa keperawatan yang terdiri dari 1 statement (Problem saja tanpa Etiologi dan lainnya). Diagnosa yang biasanya menggunakan satu statement adalah: Wellness diagnoses Contoh diagnosa yang dapat menggunakan format 1 statement: . Format diagnosa keperawatan yang terdiri dari 3 – 4 statemen Pada dasarnya modifikasi diagnosa keperawatan yang mempunyai 3-4 statemen merupakan penambahan statemen pada problem dan atau pada related factors.Disuse syndrome . Contoh diagnosa keperawatan yang terdiri dari 3 statemen: d.Apabila anda menemukan bahwa etiologi dari masalah terlalu banyak atau kompleks maka anda bisa menuliskan etiologi dengan ‘complex factors’ Diagnosa keperawatan yang biasanya mempunyai etiologi yang komplek yaitu: Decisional conflict or Chronic Low Self-esteem Contoh statement diagnosa: Chronic Low Self-esteem r/t complex factors c.

Relocation stress syndrome . Contoh: • Possible Situational Low Self-esteem r/t loss of job and rejection by family • Disturbed thought process possible r/t unfamiliar surrounding • Possible Low self-esteem r/t unknown etiology Cara penulisan Collaborative problems Masalah kolaboratif adalah komplikasi dari penyakit. Etiologi untuk masalah kolaboratif biasanya dituliskan dengan mencantumkan penyakit. Penulis mencoba mencermati masalah-masalah . tetapi perawat bisa mencermati beberapa treatment yang mungkin menyebabkan respon pasien yang perlu diintervensi oleh perawat. Dalam keperawatan jiwa.Tidak bisa menggunakan format P. 3 statement. diagnosa yang dituliskan dengan menambah kata ‘possible’.Decreased cardiac output . multiple etiologi . masalah kolaboratif tidak terlalu banyak.E.Latex Allergy response .Diagnosa resiko (potensial) didiagnosa dengan melihat adanya faktor resiko dan bukan batasan karakteristik .S Cara penulisan Possible Nursing diagnoses Adalah diagnosa yang diangkat apabila perawat masih perlu mencari data lain karena data yang ada tidak cukup untuk menjadi salah satu statement (baik problem atau etiologi). tes atau treatment dimana perawat tidak bisa menangani secara mandiri.Unilateral neglect Cara penulisan diagnosa potensial (Resiko) .Defensive coping .Death anxiety .Etiologi didapatkan dari Risk factors (Faktor resiko) . treatment atau patologis.Format hanya Problem + Etiology . Untuk kasus ini.. Kata ‘possible’ ini bisa digunakan sebelum Problem atau sebelum penulisan etiologi.Bentuk bisa berupa 1 statement.

observable. or perception. Tugas perawat untuk masalah kolaborasi adalah prevention dan observasi. 2004): a.An outcome is “an individual. 2004. family health d. 25) NOC (2004) terdiri dari 330 outcomes yang terbagi dalam tujuh domains (Moorhead. Contoh statemen diagnosa: Risk for falls r/t administering tranquilizer Dalam diagnosa kolaboratif. 2004) • Label: the broadly state • A definition: concrete. physiological health c. Pengertian NOC: . Johnson & Maas. behaviors and states that can be used to evaluate patient status • List of indicators . Johnson & Maas. Johnson & Maas.kolaborasi dalam keperawatan jiwa yaitu misalnya efek dari ECT dan efek dari pengobatan tranquilizer yang mungkin menjadi etiologi untuk diagnosa Risk for Falls (Resiko jatuh). psychosocial health d. perceived health e. Functional health b. pasien tidak mempunyai Sign and Symptoms (karena tugas perawat mendeteksi apakah sign dan symptom tersebut muncul atau tidak) sehingga masalah kolaboratif tidak bisa menggunakan format P. family or community state.S Planning: Outcome phase – The nursing outcomes classification (NOC) NOC adalah ‘istilah’ standar untuk menggambarkan outcomes pasien. health knowledge and behavior e. that is measured along a continuum in response to nursing intervention” (Moorhead. p.E. community health Component of NOC (Moorhead. behavior.

& Dochterman. 2008) Domain of NIC (Bulechek.Definisi . & Dochterman.Aktifitas . Butcher. 2008) • Basic physiological • Complex physiological • Behavior • Safety • Family • Health system • Community Komponen NIC.• Measurement scale: a five-point measurement scale is used to evaluate patient staus on each indicator Cara menggunakan NOC adalah dengan membandingkan nilai status dari setiap indicator sebelum dan setelah dilakukan intervensi Contoh penulisan NOC: Aggression self control 140110 Identify when angry (5: consistently demonstrated) Penulisan secara tradisional Kontrol diri terhadap agresi. NIC edisi ke empat terdiri dari 514 intervention dan edisi ke lima (2008) terdiri dari 542 aktifitas (mempunyai sekitar 12000 aktifitas) (Bulechek.Label . ditandai dengan kemampuan mengidentifikasi kapan saat marah (ditunjukkan secara konsisten) Planning: Intervention – NIC (Nursing Intervention Classification) NIC merupakan klasifikasi intervensi keperawatan yang dibuat untuk menyeragamkan bahasa intervensi yang dilakukan oleh perawat. setiap NIC terdiri dari . Butcher.

(2004). Independent (autonomous) intervention: intervensi dilakukan dengan melakukan nursing orders dan sering juga sering juga digabungkan dengan order dari medis . Nursing Intervention Classification (NIC).. & Dochterman. planning: outcome. Johnson. 2007) Kegiatan dalam fase evaluasi meliput evaluasi patient outcomes dan nursing process. M. dependent interventions: dilaksanakan dengan mengikuti order dari pemberi perawatan kesehatan lain b. Laraia. St Louis. Moorhead. d. M. c. Evaluasi patient outcomes dilakukan dengan mereview indicator outcome.3rd. 7th ed. Butcher. Mosby. Nursing Outcomes Classification (NOC).. Geneva. implementasi pelaksanaan kegiatan dibagi dalam beberapa kriteria yaitu: a. Fase Implementasi (Wilkinson. S. St Louis.Delegate (mendelegasikan): pelaksanaan order bisa didelegasikan hanya saja ada beberapa tanggung jawab yang perlu dicermati oleh pemberi delegasi yaitu apakah tugas tersebut tepat untuk didelegasikan. Iowa Outcomes Project. & Maas. apakah komunikasi tepat dilakukan dan apakah ada supervisi atau pengecekan kerja . International Classification for Nursing Practice. 5th. nursing order dan implementation Referensi a.Record (mencatat). (2008). Mosby Elsevier. collaborative (interdependent): interventions yang dilaksanakan dengan professional kesehatan yang lain c. diagnosis. Bulechek. HK.W. GM. 2007) Hal-hal yang dilakukan dalam implementasi yang bisa dilakukan oleh perawat terdiri dari: . pencatatan bisa dilakukan dengan berbagai format tergantung pilihan dari setiap institusi Fase evaluasi (Wilkinson. Evaluasi nursing proses dilakukan dengan mereview fase assessment. . NANDA (2007) Nursing diagnoses: Definitions and Classification 2007-2008. G.T (2001). JM.Cara menggunakan NIC adalah dengan memilih aktifitas yang tepat untuk mencapai outcome yang diharapkan.. Principles and Practice of Psychiatric Nursing.. Stuart.Do (melakukan). Mosby. Philadelphia e. ICN (2005). St Louis. b. ed. M.

Pearson Education.f. Nursing Process and Critical Thinking.M (2007). 4th ed. . J. New Jersey.Wilkinson.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful