MACAM-MACAM METODE DALAM MENGAJAR

MACAM-MACAM METODE DALAM MENGAJAR 1. Metode Seminar Metode seminar adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas / mengupas masalah-masalah atau halhal tertentu dalam rangka mencari jalan memecahkannya atau mencari pedoman pelaksanaanya. Kelebihan metode seminar  Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah yang diseminarkan  Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya  Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah  Terpupuknya kerja sama antar peserta  Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat Keleemahan Metode Seminar  Memerlukan waktu yang lama  Peserta menjadi kurang aktif  Membutuhkan penataan ruang tersendiri ( Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo.1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV Saudara.Halaman 76-79 ) 2. Metode Kerja Kelompok Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Merka bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas. Kelebihan metode kerja kelompok 
Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka  Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan kemampuan para siswa  Dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih menggunakan

ketrampilan bertanya dalam membahas suatu masalah 
Mengembangkan bakat kepemimpinan para siswa serta mengerjakan ketrampilan

berdiskusi Kelemahan metode kerja kelompok 
Kerja kelompok terkadang hanya melibatkan para siswa yang mampu sebab mereka

cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang 
Keberhasilan strategi ini tergantung kemampuan siswa memimpin kelompok atau

untuk bekerja sendiri-sendiri

 Kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan daya

guna mengajar yang berbeda pula ( Drs. Roestiyah NK. 1991.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta ) 3. Metode Kerja Lapangan Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat. Kelebihan metode kerja lapangan 


Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun kekurangannya

Kelemahaan metode kerja lapangan 
 

Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta )

4.

Metode Sumbang Saran Sumbang saran merupakan suatu cara mengajar dengan mengutarakan suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian siswa memjawab mengemukakan pendapat /jawaban dan komentar seshingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru. Kelebihan metode sumbang saran 
     

Susana disiplin dan demokratis dapat tumbuh Anak-anak aktif untuk menyatakan pendapatnya Melatih siswa untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis Merangsang siswa untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang diberikan oleh guru Terjadi persaingan yang sehat Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran Siswa yang kurang aktif menapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru

Kelemahan metode sumbang saran 
 

Guru kurang memberi waktu kepada siswa untuk berfikir yang baik Anak yang kurang selalu ketinggalan Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai



Guru hanya menampang pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta )

5.

Metode Unit Teaching Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang memberikan kesempatan pada siswa secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai belajar secara unit. Kelebihan metode unit teaching 
Siswa dapat menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas  Siswa dapat belajar keseluruhan sesuai bakat  Suasana kelas lebih demokratis

Kelemahan metode unit teaching 
Dalam melaksanakan unit perlu keahlian dan ketekunan  Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa  Perencanaan unit yang tidak mudah  Memerlukan ahli yang betul-betul menguasai masalah karena semua masalah yang

belum tentu dapat dijadikan unit ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta ) 6. Metode Penemuan (Discovery) Metode penemuan merukan proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan suatu proses atau prinsip-prinsip.(Sund) Kelebihan metode penemuan 
Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa  Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan

maju sesuai dengan kampuan masing-masing 
Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan

serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa 
Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual

sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut Kelemahan metode penemuan 
Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses

pengertian saja 
Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif  Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental  Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil  Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran

tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta)

Roestiyah NK.( Martinis Yamin. . maka akan mangacaukan berlangsungnya sosiodrama . 1991. Metode Sosiodrama dan Bermain Peran Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan suatu metode mengajar dimana siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial antar manusia Kelebihan metode sosiodrama dan bermain peran  Siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran  Karena mereka bermain peran sendiri. adat istiadar. Jakarta : Rineka Cipta) 8. Metode pembelajaran Yang Berhasil. 2003. Jakarta : Sasama Mitra Sukses) 7. dan keyakinan seseorang jangan sampai ditinggalkan sehingga tidak menyinggung perasaan seseorang  Bila guru tidak memahami langkah-langkah pelaksanaan metode ini. maka mudah memahami masalah- masalah sosial tersebut  Bagi siswa dengan bermain peran sebagai orang lain. Strategi Belajar Mengajar.Metode Eksperimen Metode eksperimen merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru. maka sosiodrama tidak akan berhasil  Dalam hubungan antar manusia selalu memperhatikan norma-norma kaidah sosial. Kelebihan metode eksperimen  Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah  Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori  Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan Kelemahan metode eksperimen  Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu memanage siswanya  Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain ( Drs. kebiasaan. maka ia dapat menempatkan diri seperti watak orang lain itu  Ia dapat merasakan perasaan orang lain sehingga menumbuhkan sikap saling perhatian Kelemahan metode sosiodrama dan bermain peran  Bila guru tidak menguasai tujuan instrusional penggunaan teknik ini untuk sesuatu unit pelajaran.

1991. memikirkan. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta) 9. dan bertindak dalam mengatasi situasi tertentu mereka lebih meyakini apa yang diamati dan menemukan banyak cara untuk pengamatan dan pencarian jalan keluar (solusi) dari kasus tersebut  Siswa mendapat pengetahuan dasar atau sebab-sebab yang melandasi kasus tersebut  Membantu siswa dalam mengembangkan intelektual dan ketrampilan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan Kelemahan metode kasus  Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan kasus yang ditemui dan petunjuk cara pemecahannya yang diperlukan siswa  Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi  Untuk kegiatan kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak ( Drs. Jakarta : Rineka Cipta) 10. Metode Kasus Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran dengan memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran kemudian kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar. Jakarta : Rineka Cipta) . 1991. Roestiyah NK. Roestiyah NK. Roestiyah NK. memperlihatkan suatu proses. Kelebihan metode demonstrasi  Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang diberikan  Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh yang konkrit  Memberi motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar  Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung Kelemahan metode demonstrasi  Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang tepat menyebabkan demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa  Bila waktu tidak tersedia cukup.( Drs. Strategi Belajar Mengajar. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Kelebihan metode kasus  Siswa dapat mengetahui dengan pengamatan yang sempurna tentang gambaran nyata yang betul-betul terjadi dalam hidupnya sehingga mereka dapat mempelajari dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya  Dengan mengamati. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi merupakan metode mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan. maka demonstrasi akan berlangsung terputus- putus atau berjalan tergesa-gesa (Drs.

Kelebihan metode inquiry  Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri. jujur. teliti. dan membahas tugasnya didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan kemudian didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh kesimpulan terakhir. Kelebihan metode microteaching  Microteaching merupakan pengalaman laboratoris  Microteaching dapat membantu dan menunjang pelaksanaan praktek keguruan  Microteaching dapat mengurangi kesulitan pengajaran di kelas  Microteaching memungkinkan ditingkatkannya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang mantap. luas. meneliti. Kemudian mereka mempelajari. dan obyektif  Dengan adanya feed back dalam microteaching yang beruupa knowledge of resulte dapat diberikan langsung secara mendalam  Diharapkan mahasiswa mempunyai bekal yang lebih kuat. Metode Microteaching Metode microteaching merupakan suatu latihan mengajar permulaan bagi guru atau calon guru dengan scope latihan dan audience yang lebih kecil dan dapat dilaksanakan dilingkungan teman-teman setingkat sendiri atau sekelompok siswa dibawah bimbingan dosen pembimbing atau guru pamong. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Jakarta : Rineka Cipta) 12. bukan guru dalam arti luas .11. Roestiyah NK. dan mendalam Kelemahan metode microteaching  Dapat menimbulkan efek departementalisasi atau ketrampilan mengajar dan bila tidak diteruskan dengan praktek mengajar secara menyeluruh  Pengertian microteaching disalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada ketrampilan guru sebagai pengantar saja. Strategi Belajar Mengajar. bersifat obyektif. 1991. Metode Inquiry Metode inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. dan terbuka  Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang  Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa  Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru  Mendorong siswa untuk berffikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri Kelemahan metode inquiry  Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep (Drs.

Roestiyah NK. Metode Simulasi Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan sebagai orang lain. dan pelaksanaan yang cermat. 1991. Roestiyah NK. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta) 13. Microteaching yang ideal memerlukan biaya yang banyak. Kelebihan metode simulasi  Dapat menyenangkan siswa  Menggalak guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa  Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya  Mengurangi hal-hal yang verbalistik  Menumbuhkan cara berfikir yang kritis Kelemahan metode simulasi  Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset  Terlalu mahal biayanya  Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen- elemen penting  Menghendaki pengelompokan yang fleksibel  Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa (Drs. 1991. logis. dan tenaga ahli dalam bidang teknis maupun dalam bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya  Menuntut perencanaan. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya. pengetahuan. Strtegi Belajar Mengajar. peralatan mahal. Kelebihan metode problem solving  Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya sehingga para siswa merasa lebih dihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya diri  Para siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain  Untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan lisannya Kelemahan metode problem solving . mendetail. Jakarta : Rineka Cipta) 14. dan sistematis (Drs. Metode Problem Solving Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa.

Kelebihan metode karya wisata  Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung  Siswa dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan menghayatinya secara langsung  Siswa dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi  Siswa memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi Kelemahan metode karya wisata  Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan transport yang mahal dan biaya yang mahal  Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah  Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah (Drs. Metode Latihan /Drill Metode latihan merupakan metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki ketegasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari. Rineka Cipta) 16. 1991. Metode Karya Wisata Metode karya wisata merupakan metode mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa kesuatu tempat atau obyek tertentu diluar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu. Jakarta . Roestiyah NK. Roestiyah NK. Kelebihan metode pelatihan  Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari  Seorang siswa benar-benar memehami apa yang disampaikan Kelemahan metode pelatihan  Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga menghambat bakat dan inisiatif siswa  Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan penguasaan ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai . Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan terkadang penguasaan materi sering diabaikan  Metode ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkan mengutarakan pendapat secara lisan (Drs. Jakarta : Rineka Cipta) 15. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Strategi Belajar Mengajar.

Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Metode Dialog Metode dialog merupakan salah satu teknik metode pengajaran untuk memberi motivasi pada siswa agar aktif pemikirannya untuk bertanya selama pendengaran guru yang menyungguhkan pertanyaan-pertanyaan itu dan siswa menjawab Kelebihan metode dialog  Tanya jawab dapat membantu tumbuhnya perhatian siswa pada pelajaran serta mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman. Strategi Belajar Mengajar. Roestiyah NK. 1989. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab merupakan cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai tujuan pengajaran. sehingga pengetahuannya menjadi fungsional  Siswa akan terbuka jalan pikirannya sehingga mencapai perumusan yang baik dan tepat Kelemahan metode dialog  Apabila motivasi kurang diberikan maka yang akan aktif hanya mereka yang pandai menggutarakan pendapat secara lisan  Sering kali melupakan tujuan yang ingin dicapai karena waktu yang disediakan habis untuk berdebat mempertahankan pendapat (Drs.(Drs. Jakarta : Rineka Cipta) 17. Strategi Belajar Mengajar. Kelebihan metode non direktive  Guru memberi permasalahan yang merangsang proses berfikir siswa sehingga obyek belajar berkembang sesuai yang diharapkan  Siswa menemukan sendiri pengetahuan yang digalinya aktif berfikir dan menguasahi pengertian yang baik Kelemahan metode non direktive  Terjadi perbedaan pemahaman karena tingkat intelektual dan cara berfikir siswa berbeda  Seorang guru setiap saat harus mengoreksi cara berfikir siswa agar tidak keliru dalam memahami suatu hal (Nana Sujana. 1991. Metode Mengajar Non Directive Metode mengajar non direktive merupakan salah satu metode mengajar dimana siswa melakukan observasi mereka sendiri mampu melakukan analisis mereka sendiri dan mampu berfikir sendiri. Jakarta : Rineka Cipta) 18. Roestiyah NK. 1991. Jakarta : Rineka Cipta) 19. .

1981. Ulihbukit Karo-Karo. menyuruh para pelajar mendiskusikan. 1981. Metode Katekesmus Metode katekesmus merupakan suatu cara menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah ditentukan. S.Kelebihan metode tanya jawab  Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan yang telah disajikan  Dapat digunakan untuk menyelidiki pembicaraan-pembicaaraan untuk menyemangatkan pelajar Kelemahan metode tanya jawab  Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja  Hanya dikuasai oleh siswa yang pandai (Drs. Ulihbukit Karo-Karo. Salatiga : CV. Saudara. Metodologi Pengajaran. Metodologi Pengajaran. Kelebihan metode katekesmus  Keseragamaan dan kemurnian pengetahuan akan terjamin  Memudahkan cara mengajar guru karena pelajaran telah tertulis dalam buku Kelemahan metode katekesmus  Daya jiwa yang dikembangkan hanya ingatan atas jawaban tertentu saja  Kurang memberi rangsangan pada siswa karena bahan sudah tersedia baik pada guru maupun siswa  Inisiatif para siswa terkekang (Drs. Ing. S. Metodologi Pengajaran. S. menganalisa.Saudara. Halaman 18-20) 20. Salatiga : CV. Halaman 20-23) 21. Metode Prileksi Metode prileksi merupakan suatu cara menyajikan pelajaran dengan menggunakan bahasa lisan. 1981. Ing. Saudara. Kelebihan metode prileksi  Pelajar dan guru sama-sama aktif  Menimbulkan kompetisi yang sehat antar siswa Kelemahan metode prileksi  Banyak waktu yang digunakan  Kecekatan dan pengetahuan banyak dituntut dari guru dan siswa (Drs. Halaman 32-35) . Salatiga : CV. Ing. membandingbandingkan dan akhirnya menarik kesimpulan dari apa yang disajikan untuk mencapai tujuan pengajaran. Ulihbukit Karo-Karo.

Metode Penyajian Sistem Regu (Team Work) Metode penyajian sistem regu merupakan metode penyajian dengan seorang guru yang dibantu tenaga teknis atau team guru dalam menjelaskan suatu persoalan atau obyek belajar. Roestiyah NK. Metode Mengajar Berprogama Metode mengajar berprogama adalah cara menyajikan bahan pelajaran dengan menggunakan alat tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Kelebihan metode berprogama  Pelajar menjadi aktif karena ikut memperagakan alat tersebut  Pelajar akan cepat mengetahui hasil dan kelemahannya Kelemahan metode berprogama . Salatiga : CV. Ulihbukit Karo-Karo. Kelebihan metode proyek  Pelajar menjadi aktif  Terbentuk pribadi yang bulat dan harmonis Kekurangan metode proyek  Menghabiskan banyak waktu  Harus ada persiapan yang mantap (Drs. Sistem beregu ditangani lebih dari dua orang guru. Metode Proyek Metode proyek adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran yaitu pelajar dihadapkan kepada hal tertentu untuk mempelajari dalam rangka mewujudkan tujuan belajar. Strategi Belajar Mengajar. Kelebihan metode penyajian sistem regu    Interaksi belajar mengajar akan lebih lancar Siswa memperoleh pengetahuan yang luas dan mendalam karena diberikan oleh beberapa guru Guru lebih ringan tugas mengajarnya sehingga cukup waktu untuk menyiapkan diri dalam membuat perencanaan Kelemahan metode penyajian sistem regu  Bila seorang guru yang tidak mendapatkan giliran mengajar tidak memanfaatkan waktu untuk belajar lebih lanjut atau membuat perencanaan lebih matang (Drs.Saudara. 1991. Halaman 47-50) 23. Metodologi Pengajaran. 1981. S. Jakarta : Rineka Cipta) 24. Ing.22.

Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. Metodologi Pengajaran. Metodologi Pengajaran. Ulihbukit Karo-Karo. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. 1981. Halaman 84-86) 25. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababan. Metode Musyawarah Metode musyawarah adalah cara menyajikan bahan pelajaran melalui perundingan untuk mencapai musyawarah bersama. Halaman 74-76) 26. karena mereka belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang banyak Hasil musyawarah belum tentu benar  (Drs. presentasi hasil diskusi kelompok. Metode Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. S. Saudara. Kelebihan metode musyawarah      Memperluas dan memperdalam pengetahuan pelajar tentang pokok yang telah dimusyawarahkan Memupuk dan membina kerjasama serta toleransi Dapat terintegrasi mata pelajaran-mata pelajaran Mudah dilaksanakan Baik diigunakan untuk saling bertukar pikiran Kelemahan metode musyawarah   Memakan waktu yang banyak Sukar dilaksanakan untuk pelajar yang masih duduk dikelas rendah sekolah dasar. Salatiga : CV. Saudara. Ing. evaluasi dan refleksi Kelebihan metode mind mapping     Permasalah yang disajikan terbuka Siswa berkelompok untuk menanggapi Dapat malatih siswa ntuk saling bekerja sama dalam diskusi Sangat cocok untuk menglang kembali pengetahuan awal siswa Kelemahan metode mind mapping  Banyak membutuhkan waktu . 1981. Suka menyusun programa dari setiap mata pelajaran  Memproduksi alat-alat pengajar membutuhkan biaya dan tenaga yang mahal dan banyak  Teaching machine itu tidak dapat merasakan apa yang dirasakan pelajar (Drs. sajian permasalahan terbuka. siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. Salatiga : CV.

dan saling menghargai Berlabiahan member reward pada siswa ( http://id. partisipatif. dinamis. dinamis. kohesif. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. tiap usaha siswa diberi reward. semua mempunyai tujuan. kohesif.com/ ) 27. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi .wordpress. namai-buat generalisasi sampai konsep. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. Metode TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen.wordpress.com/ ) 28. Rumus quantum fisika asdalah E = mc2. dengan E = energi yang diartikan sukses. santun. Setelah memperoleh tugas. interaktif. demonstrasikan melalui presentasikomunikasi. optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal. dan ada sajian bodoran.  Sulit untuk mengalokasikan waktu Tuntutan bagi siswa terlalu membebani ( http://id. partisipatif. tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. partisipatif. ramah . m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi). Siapkan meja turnamen secukupnya. Metode Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. Kelebihan metode Quantum    Suasana yang diciptakan kondusif. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. interaktif. lembut. dan saling menghargai Setiap pedapat siswa sangat dihargai Proses belajarnya berjalan sangat komunikatif Kelemahan metode Quantum   Tidak semua guru dapat menciptakan suasana kondusif. c = communication. dinamis. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. alami-dengan dunia realitas siswa. kohesif. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. interaktif. atau dalam rangaka mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. dan saling menghargai. Guru harus menciptakan suasana kondusif. konsep harus dialami.

). Kelebihan metode reciprocal learning   Mengedepankan bagaimana belajar yang efektif Menekankan pada siswa bagaimana siswa itu belajar. dan memotivasi diri. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. bertanya. menyenagkan dan kondusif  Tercipta suasana kompetisi antara kelompok diskusikecil Kelemahan metode TGT (Teams Games Tournament)  Tidak efisien waktu  Hanya dilaksanakan pada luang waktu selasai UAS  Belajarnya kurang efektif karena hanya bersifat games ( http://id. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. e. mengingat. berpikir. Metode Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. dan memotivasi diri Kekurangan metode reciprocal learning Komunikasi kurang terjalin Terlalu berpusat pada siswa ( http://id. good.wordpress. Untuk mewujudkan belajar efektif. hipotesis. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. c. berikan penghargaan kelompok dan individual. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. pengarahan. yaitu bagaimana siswa belajar. membaca. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. d. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. berpikir. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. very good. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Sedangkan Resnik (1999) mengemukan bahwa belajar efektif dengan cara membaca bermakna.com/ )   . merangkum. Kelebihan metode TGT (Teams Games Tournament)  Melatih siswa untuk bekerjasama dalam kelompok diskusi  Suasana belajar nyaman. representasi. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. mengingat. Bumping.dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. medium. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.merangkum. yaitu: informasi.wordpress. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.com/ ) 29.

Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi. Tugas tersebut dapat berupa y Mempelajari bagian dari suatu teks buku y Melaksanakan sesuatu yang tujuannya untuk melatih kecakapannya y Melaksanakan eksperimen y Mengatasi suatu permasalahan tertentu y Melaksanakan suatu proyek Kelebihan metode penugasan   Melatih siswa untuk menjadi tangungjawab Melatih siswa untuk bias belajar mandiri .30. mengeluarkan pendapatnya. Metode Penugasan Suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap hasilnya.com/ ) 31. Tujuan metode ini adalah 1) 2) Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis. Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas pertimbangan yang saksama Diskusi informal Diskusi formal Diskusi panel Diskusi simpusium Macam-macam diskusi yaitu 1) 2) 3) 4) Kelebihan metode Diskusi  Terjadi interaksi yang tinggi antara komunikator dan komunikan  Dapat membantu siswa untuk berfikir lebih kritis  Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis. serta menyumbangkan pikiran-pikirannya. mengeluarkan pendapatnya. serta menyumbangkan pikiran-pikiranny Kekurangan metode Diskusi  Alokasi waktu yang sulit karena banyak memakan waktu  Tidak semua argument bias dilayani atau di ajukan untuk dijawab ( http://sutisna. baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.

Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru. Metode Koperatif (CL. mempunyai tujuan dan tanggung jawab . Kelebihan metode ceramah  Materi yang diberikan terurai dengan jelas Kekurangan metode ceramah   Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru saja. Cooperative Learning).Kekurangan metode penugasan   Kadang siswa kurang memahami tugas yang diberikan guru Membutuhkan waktu relative lama ( http://sutisna. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain.wordpress. untuk materi pelajaran akidah. Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu. Metode ini disebut juga dengan metode kuliah atau metode pidato. meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar Untuk bidang studi agama. Kelebihan metode Praktek   Siswa lebih mudah mengerti dan memahami Sisws bisa langsung mempraktekan setelah mensdapatkan teori Kekurangan metode Praktek   Ketidakkesediaan alat peraga atou prasana yang mendukung Biasanya membutuhkan biaya lab. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Yang mahal ( http://id. Metode Praktek Metode mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda dengan harapan anak didik mendapatkan kejelasan dan kemudahan dalam mempraktekan materi yang dimaksud.com/ ) 33.com/ ) 32. ( http://sutisna.com/ ) 34. Misalnya. metode ceramah ini masih tepat untuk dilaksanakan.

eksplorasi. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. pengalaman. pembegian tugas. presentasi hasil kelompok. Cooperative Learning)  Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep ( http://id. atau inkuiri. ada control dan fasilitasi.com/ ) 35. investigasi. terbuka. negosiasi. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal. Saling membantu dan berlatih berinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). induksi. Cooperative Learning)  Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri. Problem Based Learning)  Melatih siswa untuk berlatih menyelesaikan masalh dalam kehidupan sehari. dan rasa senasib. interpretasi. karekter). generalisasi. demokratis. demokratis. Kelebihan metode Koperatif (CL.bersama.hari  Merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi siswa  Suasana kondusif. terbuka. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 ± 5 orang. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal . tanggung jawab. identifikasi. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. gender. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. Kondisi yang tetap harus dipelihara adalah suasana kondusif. dan terbuka    Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru Kekurangan metode Koperatif (CL.wordpress. negosiasi. menyelesaikan persoalan. jujur. membentuk kelompok heterogen. Metode Berbasis Masalah (PBL. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. kerja kelompok. konjektur. dan inkuiri Kelebihan metode Berbasis masalah (PBL. dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. siswa heterogen (kemampuan. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep. dan pelaporan. pengarahan-strategi. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. sintesis. belajar berkelompok secara koperatif. tugas. elaborasi (analisis). Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. bersifat obyektif.

cara. Suatu metode yang cocok diterapkan dalam suatu suasana belajar.com/ ) 36. bimbingan dan pengarahan. kritis. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola pikir. Tidak ada metode yang paling baik yang ada hanyalah bagaimana cara seorang pendidik mampu melihat kondisi anak didiknya untuk menerapkan metode mengajar yang paling cocok untuk peserta didiknya. Open Ended)  melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide.Kekurangan metode Berbasis masalah (PBL. fluency). . keterpasuan. Metode Problem Terbuka (OE. kognitif tinggi. keterbukaan.wordpress.wordpress. Selanjutynya siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut.com/ ) KESIMPULAN Semua metode mengajar yang telah disebutkan di atas memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. cara. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). komunikasi-interaksi. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. kaitakkan dengan materui selanjutnya. membuat kesimpulan. keterbukaan. Kelebihan metode Problem Terbuka (OE. Problem Based Learning)  Sulitnya membentuk watak siswa dan pembiasaan tingkah laku ( http://id. pengorganisasian pembelajaran. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. sharing.mengajar apabila metode tersebut cocok dengan suasana yang sedang berlangsung. dan sosialisas  Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. kreativitas. ( http://id. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. jawaban siswa beragam Kekurangan metode Problem Terbuka (OE. diagram. jawaban siswa beragam. dan sosialisasi. Sintaknya adalah menyajikan masalah. kreativitas. Open Ended)  Terlalu mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola pikir. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. kritis. keterpasuan. keterbukaan. sharing. kembangkan permasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. dan ragam berpikir. komunikasi-interaksi. keterbukaan. table). dan ragam berpikir. kognitif tinggi. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. perhatikan dan catat respon siswa.

Yamin. Martinis. Karo ± Karo. Jakarta : Grasindo.com/ Melatih Tingkat Kejujuran Anak dalam Proses Pendidikan Dasar dan Lajut . 1981 . Jakarta:Sasana Mitra Suksesa. Strategi Belajar Mengajar .K. 1989 .2003. Nana. Dasar ± dasar Proses Belajar Mengajar.W . Ulihbukit . 2002 .com/ http://sutisna. 1991 .Metodologi Pengajaran.wordpress.Salatiga:CV Saudara. N. http://id. Gulo . Jakarta : Rineka Cipta Sudjana. Strategi Belajar Mengajar . Roestiyah.DAFTAR PUSTAKA         Tim D II PGSD. 2007.MetodePembelajaran yang Berhasil. Surakarta : UNS Perss. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Begitu pula jika guru bepersepsi lain. guru menerangkan pelajaran dan siswa memperhatikan. Pada kesempatan lain. mengajar dilihat sebagai proses pemindahan pengetahuan (process of transferring knowledge) dari seseorang (guru/dosen) kepada orang lain (siswa). maka dalam mengajar guru tadi cenderung menempatkan siswa sebagai wadah yang harus diisi oleh guru. Pengajaran merupakan proses pembentukan siswa pada bentuk-bentuk yang ditentukan. Mengembangkan Potensi Siswa Gaya guru dalam mengajar di kelas. shaping. kesalahan cenderung ditimpakan kepada siswa. dan growing (dalam Celdic. 1995:23). menemukan bahwa guru-guru mendefinisikan tujuan mengajar berbeda-beda. siswa diuji tentang kemampuannya menangkap materi yang telah diajarkan oleh guru. Di sini siswa diajar keterampilan-keterampilan dan cara-cara bertingkah laku . Jika seorang guru bepersepsi bahwa mengajar adalah menyampaikan ilmu pengetahuan. dan jika pengetahuan tidak berhasil ditransferkan masalahnya cenderung dilihat sebagai kesalahan siswa. pada umumnya dipengaruhi oleh persepsi guru itu sendiri tentang mengajar. yaitu: transfer. seorang ahli pendidikan dari Inggris. Dalam model ini. Dia mengelompokkan definisi-definisi itu ke dalam empat kategori. Siswa (anak) dipandang sebagai wadah yang kosong (empty vessel).Golf Mendidik Mental Seseorang Berlaku Jujur dan Bertindak Secara Tepat Mengajar. maka gaya mengajarnya pun akan lain. Jika siswa tidak mampu memberikan jawaban secara benar. Praktiknya. Berikut adalah penjelasannya: Transfer. Definisi Mengajar Fox. Gaya guru mengajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Shaping.travelling.

Ini merupakan model yang berpusat pada siswa (a child-centred model). Hakikat Pendidikan Secara filosofis universal. serta keterampilan yang dibutuhkan. kecerdasan. akhlak mulia. dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.yang dianggap bermanfaat bagi mereka. mandiri. Berdasarkan uraian di atas. Travelling. berakhlak mulia. tetapi sepanjang sesuai dengan kebutuhan siswa dan berada dalam minat siswa. John Dewey mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalan pertumbuhan dan perkembangan. Pendidikan nasional juga berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. model mana yang seharusnya diikuti oleh kita? Untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut perlu kita analisis beberapa hal yang berkaitan dengan pendidikan di bawah ini. Hal ini dapat dilihat dari tujuan pendidikan sebagaimana disampaikan oleh Hamm. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (pasal 3). Menurut Fox. Dia merujuk pendapat Hirst tentang hakikat pendidikan. Dalam model ini pengajaran dilihat sebagai pembimbingan siswa melalui mata pelajaran. Minat dan motif siswa hanya dianggap penting sepanjang membantu proses pembentukan tersebut. kepribadian. Sementara itu menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). di mana mata pelajaran penting. Tugas guru adalah menyediakan situasi dan pengalaman untuk membantu siswa dalam perkembangan mereka. Growing. kreatif. masing-masing model di atas mempunyai pengaruh yang penting pada tindakan dan komitmen guru. maka pendidikan dapat dikatakan sebagai usaha untuk mengembangkan potensi peserta didik (siswa) agar menjadi manusia yang dicita-citakan. dan emosi siswa. yang kemudian membawanya pada kesimpulan bahwa tujuan pendidikan adalah perkembangan. Model ini memfokuskan pengajaran pada pengembangan kecerdasan. Sejalan dengan pendapat Hirst tadi. pendidikan bertujuan untuk perkembangan individu. cakap. pengendalian diri. yang dilakukan secara sadar dan terencana. ada baiknya Anda cermati duludefinisi guru sukses agar pemahaman kita lebih menyeluruh. tidak sebagai tujuan. Pertanyaannya. Mata pelajaran dipandang sebagai sesuatu yang menantang dan kadang-kadang sulit untuk dieksplorasi. dan mendukung terbangunnya etos sekolah. pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. berilmu. sehat. fisik. Karena dalam proses pembelajaran sebagai . Namun sebelumnya.

yang intinya guru/dosen mengajar dan siswa belajar. namun proses tersebut dikemas dalam pengembangan. maka mengajar dapat dimaknai sebagai upaya pengembangan potensi siswa. Pemilihan definisi tersebut mengandung implikasi bahwa dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat kita amati dalam praktis pembelajaran sehari-hari. Jadi. guru/dosen hanya memfasilitasi. mengajar seyogyanya dimaknai sebagai penumbuhkembangan potensi siswa. mengajar berarti mengembangkan potensi siswa. maka pendidikan perlu merujuk pada paradigma nasional. Kenyataannya. dan untuk siswa tidak akan terwujud jika guru/dosen menggunakan paradigma mengajar sebagai menyampaikan materi pelajaran. Dengan demikian. Seperti telah umum kita ketahui. Meskipun di dalamnya juga termasuk penyampaian informasi dan pembentukan. Ketika mengajar. Mengajar dengan cinta merupakan salah satu upaya untuk memudahkan guru/dosen mencapai keberhasilan. Siswalah yang harus mengembangkan potensinya sendiri. maka berdasarkan konteks ini. lihat juga artikel tentang peranan guru sebagai agen pembelajaran. guru harus memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensi dirinya: bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Hasil dari pekerjaan siswa itulah yang dijadikan pedoman untuk menetapkan apakah siswa telah menguasai materi pelajaran atau belum. dan berpusat pada siswa. maka hasilnya tentu akan lebih baik dan membahagiakan. Cek juga tentang perlunyamemahami indera belajar siswa ketika mengajar agar kita lebih sukses. Karena pendidikan berbentuk proses pembelajaran. guru/dosen kemudian mengadakan tes atau ulangan. Pembelajaran demokratis yang berarti pembelajaran dari siswa. Guru/dosen mengajar siswa dengan cara menerangkan pelajaran. Paradigma Baru Sesuai dengan tuntutan reformasi. Akibat dari proses yang demikian adalah bahwa siswa cenderung dijadikan objek uji coba oleh guru/dosen. Untuk melengkapi pemahaman Anda tentang apa yang harus dilakukan guru/dosen ketika mengajar.proses pendidikan itu terjadi aktivitas mengajar (oleh guru) dan aktivitas belajar (oleh siswa). banyak guru/dosen memaknai mengajar sebagai menyampaikan materi. kemudian siswa diharapkan menguasai materi tersebut. yaitu demokratisasi dan desentralisasi. oleh siswa. Mengajar dengan Cinta Tugas utama guru/dosen sebagai agen pembelajaran adalah mengajar siswa di kelas yang diampunya. Untuk membuktikan bahwa siswa telah menguasai materi yang diajarkan oleh guru/dosen. dari empat definisi di atas. definisi yang paling sesuai adalah definisi yang terakhir yaitu sebagai penumbuhkembangan potensi siswa (growing). Sebab itu apabila guru/dosen mampu memasukkan unsur cinta ketika mengajar. seorang guru/dosen tidak bekerja sendirian melainkan membutuhkan kerja sama orang lain yakni siswa yang diampunya. bahwa sebagai agen .

Tapi dalam konteks pembelajaran di sekolah. Bukankah guru/dosen adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap keberhasilan pembelajaran di kelas? Taruhlah misalnya siswa tidak siap dengan materi pembelajaran. Kita lebih sering mengambil tanggung jawab atas apa yang anak-anak kita tidak sanggup memikulnya. bahkan bagi manajemen tingkat tinggi sekali pun. Dalam hal ini. . guru yang mampu mengajar dengan cinta ini akan menjadi guru/dosen yang profesional sekaligus bermartabat. sehingga hasilnya pun akan lebih baik. Melalui siswa inilah keberhasilan atau kegagalan seorang guru lebih mudah diketahui. Begitu pula. Dengan pengabdian yang tinggi ini. Jadi. terutama siswa atau peserta didiknya. guru/dosen memang harus benar-benar menjadi ayah atau ibu bagi murid-muridnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui ³mengajar dengan cinta´. sehingga sulit mengikuti penjelasan guru/dosen. Dengan cinta. seperti orang tua berbuat kepada anak-anaknya. guru dapat mengambil tindakan yang tepat agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan sebaik-baiknya dan mencapai hasil yang terbaik. sehingga tahu kelebihan dan kekurangannya. kegagalan guru sering terjadi karena ketidakmampuannya memfasilitasi siswa mencapai hasil belajar secara optimal. Dengan cinta pula. Sebagai orang tua. Dia membutuhkan kerja sama dan dukungan dari orang lain. Untuk menyegarkan ingatan tentang perlunya memahami indera belajar siswa ketika kita mengajar. keberhasilan seorang guru sangat ditentukan oleh keberhasilan muridmuridnya. Boleh dikatakan. misalnya dalam kondisi tertentu. kita bisa melakukan ini karena kita mencintai anak-anak kita. Dengan cinta. tentunya keberhasilan lebih terjamin.pembelajaran. Atau bahkan menyalahkan orang tua yang tidak mau membimbing anak-anaknya belajar di rumah. Ya. cinta memang bisa menjadi sumber energi positif bagi keberhasilan pembelajaran. jelas lebih tinggi pengabdiannya bagi dunia pendidikan. Jelas. bukankah guru/dosen juga memiliki tanggung jawab untuk mengetahui latar belakang siswanya. guru/dosen tidak bekerja sendirian. Guru/dosen yang mengajar dengan cinta. pembelajaran akan lebih menyenangkan dan bermakna. guru/dosen lebih terkontrol ucapan dan tindakannya di depan kelas. kita tidak pernah menimpakan kesalahan sepenuhnya kepada anakanak kita ketika mereka melakukan kesalahan. Guru/dosen pun sesungguhnya dapat melakukan hal yang sama. Bisa saja. upaya guru dalam memfasilitasi siswa agar berhasil akan lebih bersungguhsungguh. coba cek kembali artikel tentang Memahami Indera Belajar Siswa. guru/dosen menyalahkan siswa-siswinya yang tidak mau belajar. Dengan demikian. kesalahan tetap ada pada guru/dosen. Ya. Cek kembali artikel tentangDefinisi Guru Sukses.

Dalam proses pembelajaran. Pendapat siswa tentang pembelajaran yang menarik di atas jelas lebih menyeluruh. Coba kita bandingkan pendapat siswa di atas dengan pengertian dari kamus. maka guru/dosen boleh jadi hanya mengajar siswa dengan menyanyi dan tepuk tangan. . dan ada pemenuhan rasa ingin tahu siswa. atau guru/dosen bertindak keras dengan memberikan hukuman bagi siswa yang tidak memperhatikan atau gagal mencapai tujuan belajar. arti kata menarik yang sesuai dalam konteks ini adalah: (1) menyenangkan (menggirangkan hati. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dengan demikian. Betapa tidak. ketika saya meminta pendapat beberapa siswa kelas V-VI Sekolah Dasar perihal pembelajaran yang menarik sehingga menjadikan mereka berprestasi lebih baik. Tetapi kalau ini ukurannya (siswa senang dan memperhatikan). Jika ini yang terjadi. namun memiliki kesungguhan dalam membantu siswa menguasai materi pelajaran melalui cara-cara yang mudah. tidak hanya pada siswa-siswa tertentu saja. Pasalnya.Merancang Pembelajaran Yang Menarik Suatu hari. dan menyenangkan. siswa bisa saja bertindak ³seolah-olah´ (seolah-olah senang atau seolah-olah memperhatikan) untuk membuat guru merasa senang (sehingga tidak marah-marah kepada siswa?). 2002:1145). Selain itu guru/dosen juga memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk maju dan berkembang. Inilah rangkuman jawaban mereka jika dikalimatkan ulang: Pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang di dalamnya ada cerita. ada tantangan. Gurunya mengerti dan memahami kondisi siswa. merujuk pada pengertian kamus tersebut. yaitu: siswa senang dan siswa memperhatikan. Gurunya santai dan humoris. dan (2) mempengaruhi atau membangkitkan hasrat untuk memperhatikan (Depdikbud. siswa memang harus senang dan memperhatikan. suatu jawaban yang biasanya hanya muncul dari guru-guru berpengalaman. mungkin tujuan pembelajaran tidak tercapai. siswa yang rata-rata berumur di bawah 11 tahun itu bisa memberikan jawaban yang cukup lengkap bagi penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas. pembelajaran yang menarik hanya mencakup dua unsur. Tentu saja pengertian demikian kurang lengkap. pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang menyenangkan hati sehingga siswa mau memperhatikan. Apalagi jika guru/dosen hanya memilih salah satu saja: siswa senang atau siswa memperhatikan. ada nyanyian. Pembelajaran yang di dalamnya ada cerita atau nyanyian atau tantangan yang ³terjangkau´ tentu saja akan membangkitkan hasrat siswa untuk mengikutinya karena pada umumnya siswa suka dengan cerita atau nyanyian atau tantangan. saya mendapatkan jawaban yang menakjubkan. menyukakan). cepat. Atau dengan kata lain. serta memberikan perhatian penuh kepada kelas.

dan menyenangkan. yaitu proses pembelajaran yang interaktif. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik sebagaimana diamanatkan oleh pasal 19 ayat (1) PP No. 1995:1-3) menyarankan empat hal yang harus ada dan dipenuhi dalam setiap proses pembelajaran. inspiratif. kreativitas. Adapun manfaat dari pembelajaran yang menarik tersebut. yaitu pengetahuan atau keterampilan baru. jelas.Namun pembelajaran yang menarik bukanlah sekadar menyenangkan yang tanpa target. Kepercayaan. Rasa ³saling-menghormati´ di antara guru dan siswa. energi yang dihabiskan oleh guru biasanya tidak sepadan dengan apa yang dicapai. dan cakap untuk menjadi bertanggung jawab. Keempat hal dasar tersebut meliputi: kepercayaan (trust). Rasa hormat dapat diwujudkan dengan kepedulian yang mendalam kepada para siswa dan perilaku yang memadai yang ditunjukkan oleh guru. karena dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan beban psikiologis siswa. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. cepat. dan kesengajaan (intentionality). . pembelajaran yang menarik haruslah memfasilitasi siswa untuk berhasil mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. demi untuk memberikan tujuan dan arah yang jelas. dengan cara yang mudah. Jadi. adalah dasar bagi terbangunnya tanggung jawab bersama. tentunya akan mengefektifkan sekaligus mengefisienkan aktivitas belajar-mengajar di kelas. optimisme (optimism). serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Kita menyadari bahwa pembelajaran yang efektif dan efisien membutuhkan kerja sama yang kompak antara guru dan siswa. siswa. Ungkap dia: ³Attempting to teach students without involving them in the process is a lost cause. Empat Hal Dasar Untuk mewujudkan pembelajaran yang menarik (sekaligus efektif dan efisien).´ Bahkan andaikata usaha untuk membuat siswa melakukan apa yang diinginkan oleh guru tanpa kerja sama mereka dianggap berhasil. minat. sebagai unsur sangat penting yang harus ada dalam setiap kelas. dan. pertama-tama pembelajaran harus menarik. lingkungan). pendapat ini justru disampaikan oleh siswa. Rasa hormat. Dalam praktik pembelajaran harus terjadi suatu pengenalan atas ³saling ketergantungan´ di antara sesama manusia. rasa hormat (respect). Proses pembelajaran seyogyanya merupakan kegiatan bersama dan saling mendukung antara guru dan siswa. William Watson Purkey dalam artikelnya berjudul³Preparing Invitational Teachers for Next-Century Schools´ (dalam Slick. Harus dipahami bahwa setiap orang pasti mampu. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Ada sesuatu yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. menyenangkan. di mana proses sama pentingnya dengan produk. dan mereka harus diperlakukan secara benar. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lebih-lebih jika kita menginginkan proses pembelajaran yang standar. Dalam proses pembelajaran itu harus terjadi interaksi yang intensif antarberbagai komponen sistem pembelajaran (guru/dosen. bernilai. menantang. materi belajar.

2001). ia akan memiliki komitmen yang baik pula. Jika guru/dosen memiliki pemahaman dan wawasan yang baik tentang tugasnya. dan Menyenangkan). atau melakukan penelitian tentang keberhasilan pembelajaran. dan ini dapat dilakukan guru yang dengan sengaja membuat dirinya menarik. melihat. Pendekatan Pembelajaran Ada beberapa pendekatan atau model bagi penyelenggaraan proses pembelajaran yang menarik. Sebagus apa pun alatnya. termasuk dari buku-buku terjemahan. berdiskusi dengan teman sejawat termasuk dengan siswa. Komitmen di antaranya dipengaruhi oleh kedalaman pemahaman dan keluasan wawasan tentang hal-hal yang terkait dengan tugas. Semua kembali kepada siapa yang menggunakan (the man behind the gun). ´Accelerated Learning´ (Meier. Efektif. Keunikan manusia adalah tidak-adanya batasan yang jelas mengenai potensi yang telah ditemukan. kalau tidak didukung dengan kemampuan dan kemauan pemakainya. Dan untuk hal-hal yang menyangkut peningkatan mutu pendidikan. bagi diri sendiri dan orang lain. Potensi manusia dikenali terutama dengan tempat. dengan penyesuaian tertentu.Optimisme. Jadi dengan banyak membaca. Pembelajaran yang menarik tidak akan ada artinya apabila optimisme mengenai potensi manusia terabaikan. atau memodifikasi model yang sudah ada dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. yaitu guru yang berkualitas dan memiliki komitmen tinggi untuk membantu siswa mencapai keberhasilan. dan program yang dirancang untuk merangsang perkembangan. proses. merenung atau merefleksi diri. Kreatif. Misalnya: CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) atau PAKEM (Pembelajaran Aktif. Guru/dosen dapat mempraktikkan model atau pendekatan pembelajaran seperti disebutkan di atas. Yang harus dipahami. Atau yang berasal dari mancanegara (dari buku terjemahan). Kesengajaan. model apa pun yang digunakan. model atau pendekatan itu hanya alat. alat itu tidak banyak gunanya. secara pribadi maupun secara profesional. seperti: ³Quantum Teaching´ (DePorter. Namun. 2002). kembalinya adalah pada guru/dosen sebagai pelaksana di lapangan. unsur-unsur seperti yang disarankan oleh Purkey dan pendapat siswa di atas harus dipenuhi. guru akan mampu menyelenggarakan pembelajaran yang menarik. Setiap orang mempunyai potensi yang tak terbatas. . Boleh juga guru/dosen merancang model sendiri.

. Dan ternyata ada delapan siswa putra yang tidak mengerjakan tugas. seorang tenaga pendidik harus menguasai materi pelajaran serta dengan menggunakan sistem mengajar yang tidak membosankan. Surabaya (14/8). August 14. menggunakan HP bila guru menjelaskan bahan-bahan yang sekiranya perlu difahami hal ini merupakan ketidaksadaran siswa tentang belajar. Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga minggu tersebut merupakan salah satu upaya TNI AL untuk memberikan bekal pengetahuan dan pembelajaran yang baik dan benar kepada personel yang bertugas di lembaga pendidikan agar mampu memiliki kemampuan yang memadai sebagai tenaga pendidik dalam meningkatkan kemampuan prajurit TNI AL. (Penkobangdikal) posted @ Friday. Pelajaran aku mulai dengan apresepsi selama kurang lebih 5 menit. Hanya dua siswa yang tidak masuk. Selain itu. Dankobangdikal berharap agar pelatihan ini akan memberikan hasil nyata dan bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran dalam menghasilkan lulusan prajurit matra laut yang memiliki kompetensi dan lebih berkualitas sehinga siap pakai sesuai kebutuhan organisasi. membolos sekolah. Kobangdikal. karena ada gejala pada diri siswa malas belajar. Sedangkan tiga puluh dua siswa lainnya mengerjakan tugas dengan baik. menjawab hanya asal kena (clometan). Pada waktu apresepsi sudah selesai siswa putra mulai gaduh saling berebut kertas warna putih. bahkan lembar kerjanya kesemuanya tertinggal dirumah. Pelatihan bagi instruktur ini juga merupakan bagian dalam menghasilkan anak didik berkualitas. tidak terlepas dari atensi dan peran aktif dari seluruh peserta baik saat ceramah maupun lattek mengajar. lanjut orang nomor satu di Kobangdikal itu. keduanya ada surat ijin karena sakit. 2009 11:34 AM by dispenal http://www.METODE MENGAJAR JANGAN MEMBOSANKAN Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Dankobangdikal) Laksda TNI Sumartono meminta agar dalam proses transfer ilmu pengetahuan.´ ujar Dankobangdikal. saya meminjam kepunyaan Lina. Bu´. kebijakan TNI AL untuk memberdayakan lembaga pendidikan. Pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah peran tersebut sangat tinggi. ³Perwujudan perhatian diberikan melalui kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini dengan orientasi meningkatkan kemampuan profsinya.aspx PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM PEMBELAJARAN Hari Senin tanggal 07 Februari 2009 jam pelajaran kedua aku berada kelas 9 b. senda gurau. Guru sebagai agen pembelajaran mempunyai peran yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Aku bertanya ³Apakah yang diperebutkan ? Jawabnya ³ Lembar tugas yang ibu berikan Minggu kemarin. Dalam hal ini peran guru terkait dengan peran siswa dalam belajar. menggariskan perhatianyang lebih proporsional terhadap kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.id/Artikel/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1931/Default. ³Semoga ketrampilan mengajar saudara tidak hanya berhenti sampai disini melainkan dapat serus dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan. Hal tersebut diungkapkan Dankobangdikal saat menutup Pelatihan Micro Teaching yang diikuti oleh 60 peserta di gedung Ewa Pangalila.tnial. Keberhasilan tersebut.´ ujarnya. Ku dekati salah satu siswa tersebut.mil. menguasai materi dan tidak membosankan. Untuk itu. perlu diperhatikan kemampuan mentarnsfer ilmu kepada siswa dengan baik.

agar proses pembelajaran berjalan lancar. Apa pun pekerjaan kita. dan (4) motivasi berprestasi. Apabila ketiga hal ini sudah terlaksana. Guru/dosen sebagai agen pembelajaran berperan memfasilitasi siswa agar dapat belajar secara nyaman dan berhasil menguasai kompetensi yang sudah ditentukan. Motivasi instriksik maksudnya belajar karena keinginan dari diri sendiri. Motivasi instrumental dan motivasi social termasuk kondisi eksternal sedang motivasi instriksik dan motivasi berprestasi termasuk kondisi internal. Guru harus benar-benar memahami motivasi belajar siswanya dan kemudian memberi motivasi yang tepat. Salah satunya adalah sebagai agen pembelajaran. berarti keterlibatan pada tugas menonjol. Motivasi instrumental maksudnya bahwa siswa belajar karena didorong adalah hadiah atau menghidari dari hukuman. Untuk itu guru yang agen pembelajaran ini perlu merancang. maka dalam hal ini tugas guru menyalurkan semangat kerja keras. Motivasi sosial maksudnya adalah siswa belajar penyelenggaraan tugas. Seorang guru yang menjadi agen (agen pembelajaran) tidak akan dapat melaksanakan tugasnya sebagai agen yang baik tanpa adanya persiapan . lebih terlibat dalam tugas-tugas dan tidak menyukai kegagalan. (2) motivasi social. Apabila siswa motivasi berprestasi tinggi. Begitu juga dalam proses pembelajaran. yang pada umumnya lebih suka menghindari dari tugas. dalam hal ini guru memelihara keterlibatan belajar siswa. Pada motivasi instriksik maka ditemukan sifat perilaku sebagai berikut: (1) siswa kualitas keterlibatnya dalam belajar sangat tinggi berarti guru tinggal memelihara semangat.com/2009/02/peran-guru-sebagai-motivator-dalam. Persiapan. Menurut Biggs dan Telfer motivasi tersebut adalah sebagai berikut: (1) motivasi instrumental. maka guru sebaiknya memberi motivasi yang lebih agar siswa tersebut sadar akan belajar dan diharapkan guru mampu berkreasi dalam kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dengan demikian guru harus memeliharan keterlibatan siswa dalam belajar. Motivasi berprestasi dibedakan motivasi berprestasi tinggi dan motvasi berprestasi rendah. Berikut ini disajikan penjelasan singkat mengenai hal-hal dimaksud. Tiga hal harus dipertimbangkan dalam menyusun rancangan pembelajaran. (3) motivasi instriksik. dan mencapai hasil optimal. Siswa memiliki motivasi berprestasi dan motivasi instriksik diduga siswa akan berusaha belajar segiat mungkin.blogspot.html Agen Pembelajaran Guru/dosen Sebagai Agen Pembelajaran Banyak tugas harus dilaksanakan oleh guru sebagai orang yang sangat berperan dalam dunia pendidikan. (2) Perasaan dan keterlibatan ranah afektif tinggi. maka kita harus membuat persiapan yang matang. pelaksanaan. maka satu tambahan yang harus dipertimbangkan agen pembelajaran adalah melakukan refleksi. yakni: persiapan. dan apabila siswa memiliki motivasi berprestasi rendah. (3) motivasi ini sifatnya memelihara sendiri. apabila kita menginginkan hasil maksimal. lebih berkeinginan meraih keberhasilan. http://gurupkn3smp. dan penilaian.Siswa dalam belajar memiliki bermacam-macam motivasi.

suasana belajar dan pembelajaran harus pula menantang rasa ingin tahu siswa. Pelaksanaan pembelajaran seyogianya merujuk pada persiapan yang sudah ditentukan. Di samping menyenangkan. memotivasi untuk bekerja terbaik. apabila dari hasil penilaian itu diketahui bahwa hasil belum sesuai yang diharapkan. teknik dan jenis penilaian tergantung pada kebutuhan. sehingga membangun kesadaran untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. dan mampu mengembangkan kreativitas siswa. Sebab itu perlu diciptakan suasana yang menyenangkan. Dengan merujuk pada persiapan yang sudah ada. atau apa pun namanya. Setiap kegiatan pembelajaran harus diukur hasilnya. Misalnya masing-masing siswa disuruh bercerita satu per satu. siswa biasanya akan bekerja dengan baik jika suasana hatinya memang sedang baik. maka agen pembelajaran dan siswa dapat mendiskusikan mengenai hal-hal yang membuat siswa belum berhasil. Refleksi. siswa akan bekerja secara maksimal apabila mereka tidak sedang dalam keadaan ³tertekan´. atau siswa yang sudah menguasai kompetensi dapat membantu teman-temannya yang belum menguasai kompetensi tadi agar dapat menguasainya. Dalam pelaksanaan pembelajaran. Penilaian. maka berarti tugas guru sebagai agen pembelajaran ini sudah berada pada jalur yang benar. penilaian. mawas diri. baik bentuk objektif maupun bentuk uraian. meskipun tidak harus kaku. dalam kaitannya dengan pencapaian kompetensi yang harus dikuasai peserta didik atau siswa. Misalnya tujuan atau kompetensinya: siswa mampu menceritakan Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. pelaksanaan. menginspirasi. Selain itu. maka pelajaran di waktu yang akan datang dapat dilanjutkan ke materi berikutnya. atau siswa sudah mencapai kompetensi belajar. dan refleksi) dalam setiap proses pembelajaran secara baik. Yang perlu dipertimbangkan agen pembelajaran dalam persiapan ini. Mungkin pembelajaran harus diulang untuk seluruh kelas. terkait dengan kompetensi yang diharapkan dicapai oleh siswa. Refleksi penting dilakukan untuk tindak lanjut. atau melalui tes tertulis. Apabila guru sebagai agen pembelajaran dapat melaksanakan keempat kegiatan (persiapan. Karena itu agen pembelajaran juga harus melakukan penilaian atas apa yang dilakukan bersama siswa dalam proses pembelajaran. refleksi juga berguna untuk membiasakan peserta didik melakukan introspeksi. Artinya. ialah bagaimana menyiapkan materi pembelajaran. Ini akan semakin memudahkan sang agen dalam . terserah agen mau pilih yang mana. Tolok ukur dalam menyusun alat penilaian adalah kompetensi atau tujuan pembelajaran. menilai diri sendiri. Apabila dari hasil penilaian diketahui bahwa prestasi siswa sudah sesuai dengan yang diharapkan. fasilitas atau media pembelajaran yang tepat. Sebaliknya. maka penilaian yang dilakukan pun harus tepat. Pelaksanaan. tugas guru sebagai agen pembelajaran ini akan lebih mudah. skenario pembelajaran apa yang akan diterapkan untuk membantu siswa mencapai kompetensi.yang baik pula. yang penting memenuhi unsur validitas dan reliabilitas. Jelasnya. kemudian bagaimana melaksanakan evaluasinya.

Mata pelajaran bahasa tidak diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi. tetapi mereka bingung berapa harus membayar manakala ia disuruh membeli 2. Otak siswa dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi tersebut dan tidak berupaya untuk menghubungkannya dengan kehidupan seharihari. Kenyataan ini berlaku untuk semua mata pelajaran. sebagai bagian dari karakteristik seorang guru yang sukses. dengan harga satu kilogram Rp 12. Anak juga hafal langkah-langkah berpidato.mewujudkan cita-citanya menjadi guru profesional.gurusukses. tetapi miskin dalam aplikasi.-. Mata pelajaran agama. karena strategi pembelajaran berpikir tidak digunakan secara baik dalam proses pembelajaran. Anak hafal masalah perkalian dan pembagian. karena proses pembelajaran hanya diarahkan agar siswa bisa menguasai dan menghafal materi pembelajaran. tidak dapat mengembangkan sikap yang sesuai dengan norma-norma agama. http://www.500. Mata pelajaran sains tidak dapat mengembangkan kemampuan anak untuk berpikir kritis dan sistematis. mereka pintar secara teoritis. Gejala-gejala seperti ini merupakan gejala umum dari hasil proses pendidikan kita.com/agen-pembelajaran Kompetensi Dasar Guru sebagai Agen Pembelajaran (Implementasi dari Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen) 4 Votes (Disajikan dalam workshop ³Bedah Profesionalisme guru´ pada 7 Maret 2010 di Wonosobo) Masalah yang terus menjadi masalah dalam dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran.5 kg telur. Akibatnya ketika peserta didik kita lulus dari sekolah. tetapi mereka bingung ketika mereka disuruh bicara di muka umum. . Proses pembejaran lebih diarahkan kepada kemampuan siswa untuk menghafal informasi. karena yang dipelajari lebih banyak bahasa sebagai ilmu bukan sebagai alat komunikasi. Dalam proses pembelajaran siswa kurang di dorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis.

masyarakat. Dengan tidak mengesampingkan faktor lain. membentuk kepribadian. Hal ini berarti proses pendidikan berujung kepada pembentukan sikap. Dengan demikian.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa ³Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. suasana belajar dan pembelajaran itu diarahkan agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Undang-Undang No.Pendidikan di sekolah terlalu menjejali otak siswa dengan berbagai bahan ajar yang harus dihafal. masyarakat. Bagaimanapun bagus dan idealnya . Keempat. memiliki kecerdasan. kecerdasan. akhir dari proses pendidikan adalah kemampuan siswa memiliki kekuatan spiritual keagamaan. ini berarti proses pendidikan itu harus berorientasi kepada siswa (student active learning). Hal ini memang wajar. pengendalian diri. Ketiga. Mengapa demikian?. Dengan kata lain proses pendidikan kita tidak pernah diarahkan untuk membentuk manusia yang cerdas. Hal ini berarti pendidikan tidak boleh mengesampingkan proses dan hasil belajar. dan negara. pendidikan adalah suatu usaha sadar yang terencana. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. Tampaknya pelaksanaan pendidikan kita di sekolah belum sesuai dengan harapan tersebut. Ketiga aspek inilah (sikap. sebab guru merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek dan objek belajar. serta memiliki keterampilan yang diperlukan untuk dirinya. kecerdasan. serta tidak diarahkan untuk membentuk manusia yang kreatif dan inovatif. Akan tetapi bagaimana memperoleh hasil atau proses belajar yang terjadi pada diri siswa. dan negara´. akhlak mulia. Kedua. serta pengembangan ketrampilan siswa. hal ini berarti proses pendidikan di sekolah bukanlah proses yang dilaksanakan asal-asalan dan untung-untungan. dan ketrampilan) arah dan tujuan pendidikan yang harus diupayakan. memiliki kemampuan memecahkan masalah hidup. Pertama. dalam pendidikan antara proses dan hasil harus berjalan secara seimbang. pengendalian diri. pengembangan kecerdasan atau intelektual. berakhlak mulia. akan tetapi proses yang bertujuan sehingga segala sesuatu yang dilakukan guru dan siswa diarahkan pada pencapaian tujuan. Banyak komponen yang dapat mempengaruhinya. komponen yang selama ini dianggap sangat mempengaruhi proses pendidikan adalah komponen ³guru´. proses pendidikan yang terencana diarahkan untuk mewujutkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Terdapat beberapa hal yang perlu ditanggapi dari konsep pendidikan menurut undang-undang tersebut. Pembelajaran tidak diarahkan untuk membangun dan mengembangkan karakter serta potensi yang dimiliki oleh peserta didik. bangsa. bangsa.

Seorang dokter. (c) Tingkat kemampuan dan keahlian suatu profesi didasarkan kepada latarbelakang pendidikan yang dialaminya yang diakui oleh masyarakat. semakin tinggi pula tingkat keahliannya. maka ia dapat menjadi guru. Sebab banyak orang termasuk guru sendiri yang meragukan bahwa jabatan guru merupakan jabatan profesional. Apakah pandangan seperti itu benar?. walaupun mereka tidak memahami ilmu keguruan dapat saja dianggap sebagai guru. sebaiknya dimulai dengan menganalisis komponen guru. atau siapa saja. Apabila mengajar dianggap hanya sebagai proses penyampaian materi pelajaran. melatih keterampilan ntelektual. . dan memotivasi siswa agar memiliki kemampuan inovatif dan kreatif. pendapat semacam itu ada benarnya. yaitu asal paham informasi yang akan diajarkannya kepada siswa. Oleh karena itu seorang guru perlu memiliki kemampuan merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi pembelajaran yang dianggap cocok dengan materi pembelajaran. Itulah sebabnya guru adalah pekerjaan profesional yang membutuhkan kemampuan khusus hasil dari proses pendidikan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). yaitu kemampuan yang tidak mungkin dimiliki oleh orang lain yang bukan guru. asalkan paham materi pelajaran yang akan diajarkannya. akan tetapi suatu proses mengubah perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan. bagaimanapun lengkapnya sarana dan prasarana pendidikan. psikolog. seorang guru perlu memiliki kemampuan khusus. termasuk di dalamnya memanfaatkan bebagai sumber dan media pembelajaran untuk menjamin efektifitas pembejaran.kurikulum pendidikan. untuk mencapai proses dan hasil pendidikan seperti yang diharapkan. maka semuanya akan kurang bermakna. maka upaya pertama yang harus dilakukan adalah memposisikan guru sebagai pekerja yang profesional. Mengajar tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran. sehingga kinerjanya didasarkan kepada keilmuan yang dimilikinya. Oleh sebab itu. dan berbagai profesi lainnya dihasilkan dari lembaga-lembaga pendidikan yang relevan dengan profesi tersebut. saintis. Ada yang beranggapan bahwa setiap orang bisa menjadi guru. Tetapi mengajar tidak sesederhana itu bukan?. sehingga semakin tinggi latarbelakang pendidikan akademik sesuai profesinya. Dalam rangka pencapaian hasil dan proses pembelajaran seperti yang diharapkan. marilah kita tinjau ciriciri pokok dari pekerjaan profesional : (a) Pekerjaan profesional ditunjang oleh suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya diperoleh dari lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai. Untuk meyakinkan bahwa guru sebagai pekerjaan profesional. tanpa diimbangi dengan kemampuan guru dalam mengimplementasikannya. si Waru. tentunya sangat sederhana. Konsep mengajar yang demikian. Dengan demikian. mengapa demikian?. Si Dadap. (b) Suatu profesi menekankan kepada suatu keahlian dalam bidang tertentu yang spesifik sesuai dengan jenis profesinya. Oleh sebab itu dalam poses mengajar terdapat kegiatan membimbing. keterampilan psikomotorik. ekonom.

Kemampuan merancang media merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional. Pemahaman terhadap media penting. yaitu : a. Kedua. yang pada gilirannya tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. guru perlu memahami bebagai jenis media dan sumber belajar beserta fungsi masing-masing media tersebut. Sebagai sumber belajar. guru harus memiliki bahan referensi yang lebih banyak dibandingkan dengan siswanya. Guru sebagai fasilitator.Dari ketiga ciri perkerjaan profesional yang disebutkan di atas. Perkembangan tehnologi informasi menuntut setiap guru untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi mutakhir. Hal ini sangat penting. Peran guru sebagai sumber belajar berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran dengan baik dan benar. Guru Sebagai pengelola. misalnya dengan menentukan materi inti (core). kemampuan berkomunikasi secara efektif dapat memudahkan siswa menangkap pesan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Apapun yang ditanyakan siswa berkaitan dengan materi pelajaran yang diajarkannya. yang wajib dipelajari siswa. Dengan merancang media yang cocok akan memudahkan proses pembelajaran. belum tentu suatu media cocok digunakan untuk mengajarkan semua bahan pelajaran. Ketiga. b. Melalui teknologi informasi memungkinkan setiap guru bisa menggunakan berbagai pilihan media yang dianggap cocok. guru perlu mempunyai ketrampilan dalam merancang suatu media.Guru harus mampu melalukan pemetaan materi pelajaran. guru dituntut untuk mampu mengorganisasikan berbagai jenis media serta dapat memanfaatkan sebagai sumber belajar. guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman. . ada beberapa hal yang harus dipahami guru. sebagai fasilitator guru dituntut agar mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa. Pertama. Guru harus mampu menunjukkan sumber belajar yang dapat dipelajari oleh siswa yang biasanya memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata siswa lainnya. dan mana materi yang diingat kembali karena pernah di bahas. sehingga benar-benar ia berperan sebagai sumber belajar bagi anak didiknya. Ada tujuh komponen yang harus dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai guru yang profesional. c. Guru yang profesional manakala ia dapat menguasai materi pelajaran dengan baik. Keempat. Agar dapat melaksanakan peran sebagai fasilitator. lalu apa ciri-ciri guru yang profesional dan apa saja yang harus dibekali oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan untuk menghasilkan calon-calon guru yang profesional? Berikut marilah kita simak ciri-ciri guru yang profesional. termasuk memanfaatkan teknologi informasi. Sebagai fasilitator guru guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. ia akan bisa menjawab dengan penuh keyakinan. mana materi tambahan. Sebagai pengelola pembelajaran (learning manager). Guru sebagai sumber belajar. Melalui pengelolaan kelas yang baik guru dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk terjadinya proses belajar seluruh siswa.

dan guru merupakan sosok ideal yang dapat diteladani siswa. walaupun proses tersebut sangat kompleks. Dalam batas-batas tertentu fungsi pengawasan melibatkan pengambilan pengawasan yang terstruktur. Guru sebagai demonstrator. Fungsi mengawasi bertujuan untuk mengusahakan peristiwaperistiwa yang sesuai dengan rencana yang telah disusun. Fungsi pengorganisasian melibatkan penciptaan secara sengaja suatu lingkungan pembelajaran yang kondusif serta melakukan pendelegasian tanggung jawab dalam rangka mewujutkan tujuan program pembelajaran yang telah direncanakan. Keputusan semacam ini menuntut kemampuan berpikir kreatif dan imajinatif. hingga tanaman menghasilkan buah. Seorang guru dan siswa seperti halnya petani dengan tanamannya. tidak terkena hama dan penyakit yang bisa menyebabkan tanaman tidak berkembang dan tidak tumbuh dengan sehat. e. Kegiatan dalam melaksanakan fungsi perencanaan diantaranya memperkirakan tuntutan dan kebutuhan. Agar guru dapat berperan sebagai pembimbing. dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya. Peran guru sebagai demonstrator adalah peran guru agar dapat mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan. menentukan tujuan. sebagai demonstrator berarti guru harus menunjukkan sifat-sifat terpuji dalam setiap aspek kehidupan. dan menstimulasi siswa. mendorong. menulis silabus. mengalokasikan waktu.Sebagai menager guru memiliki empat fungsi umum. Guru sebagai pembimbing. mengarahkan. Pertama. Melalui fungsi ini guru berusaha menjembatani jurang dimana murid berada dan kemana mereka harus pergi. Pertama. Tanaman itu akan berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai pada waktunya untuk berbuah. Fungsi memimpin adalah fungsi yang bersifat pribadi yang melibatkan gaya tertentu. merencanakan tujuan belajar. Kedua. Tugas memimpin adalah berhubungan dengan membimbing. Kedua. ada dua hal yang harus dimiliki. Guru tidak dapat memaksa agar siswanya jadi ³ini´ atau jadi ³itu´. Seorang petani tidak bisa memaksa agar tanamannya cepat tumbuh dengan menarik batang atau daunnya. Fungsi perencanaan merupakan fungsi yang sangat penting bagi seorang manajer. Ada dua konteks guru sebagai demonstrator. Siswa akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Demikian juga halnya seorang guru. dan mengawasi siswa sehingga mereka dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. d. Keempat mengawasi segala sesuatu apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaiaan tujuan. mendorong. Ketiga memimpin yang meliputi memotivasi. serta menentukan sumber yang diperlukan. Pertama. mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar. guru harus memahami anak didik yang sedang dibimbingnya. Misalnya memahami tentang . Tugas guru adalah menjaga. menentukan topik yang akan dipelajari. Tugas seorang petani adalah menjaga agar tanamannya itu tumbuh dengan sempurna. sebagai demonstrator guru harus dapat menunjukkan bagaimana caranya agar setiap materi pelajaran bisa lebih dipahami dan dihayati oleh setiap siswa.

guru harus memahami dan terampil dalam merencanakan. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan. g. guru ituntut kreatif untuk dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. manakala sebelumnya guru merencanakan hendak dibawa kemana siswanya. tenaga kependidikan. Oleh karena itu untuk memperoleh hasil belajar yang optimal. sesama pendidik. dan lain sebagainya. Hal ini sangat penting sebab evaluasi terhadap proses pembelajaran pada dasarnya evaluasi terhadap keterampilan intelektual secara nyata. (3)Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. baik merencanakan tujuan dan kompetensi yang akan dicapai. Guru sebagai motivator. Tetapi disebabkan oleh kurangnya motivasi untuk belajar. sebab evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai atau makna tertentu pada sesuatu yang dievaluasi. apa yang harus dilakukan. dan skill siswa dalam proses pembelajaran. atau malah sebaliknya siswa belum bisa mencapai standar minimal. Guru sebagai evaluator. (5) Memberikan penilaian yang positif. Disamping professional guru juga harus memiliki kompetensi social. Kegiatan yang bertujuan untuk menilai keberhasilan siswa memegang peranan penting. Dalam proses pembelajaran motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap hasil akhir pembelajaran (berupa nilai atau angka-angka) tetapi juga dilakukan terhadap proses. f. (4) Memberi pujian yang wajar terhadap keberhasilan siswa. Dengan demikian tes hanya salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menentukan makna tersebut. Beberapa hal yang patut diperhatikan agar dapat membangkitkan motivasi belajar adalah sebagai berikut : 1) Memperjelas tujuan yang ingin dicapai. artinya guru telah melakukan evaluasi manakala ia telah melakukan tes. sehingga mereka layak diberikan program pembelajaran baru. Kedua. Yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Sering guru beranggapan bahwa evaluasi sama dengan melakukan ³tes´. kinerja. dan masyarakat sekitar . guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. sehingga mereka perlu diberikan remedial. Oleh karena itu evaluasi semestinya juga dilakukan terhadap proses pembelajaran. (6) Memberi komentar tentang hasil pekerjaan siswa. memahami potensi dan bakatnya. Sebab melalui evaluasi guru dapat menentukan apakah siswa yang diajarkannya sudah memiliki kompetensi yang telah ditetapkan.gaya dan kebiasaa belajarnya. maupun merencanakan proses pembelajaran. orang tua/wali peserta didik. Sebagai evaluator. dan (7) menciptakan persaingan dan kerjasama. Kelemahan yang sering terjadi dengan pelaksanaan eveluasi selama ini adalah guru dalam menentukan keberhasilan siswa terbatas hanya pada hasil tes yang dilakukan secara tertulis. Proses bimbingan akan dapat dilakukan dengan baik. (2) membangkitkan minat siswa. Akibatnya sasaran pembelajaran hanya terbatas pada kemampuan siswa untuk mengisi soal-soal yang biasa keluar dalam tes. Hal ini tentu kurang tepat.

4. Karena itu guru harus dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan. memiliki pengetahuan tentang hubungan antar manusia. siapa kita sebenarnya? Untuk apa kita hidup? Dengan demikian kita akan bisa mengendalikan diri dan memiliki kepribadian untuk mau dibentuk lebih baik lagi dan maju dalam bidang pengetahuan. orang tua/wali peserta didik. penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir d). Learning to live together (belajar hidup bersama). . Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Sebagai pribadi yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Ada empat pilar pendidikan yang akan membuat manusia semakin maju: 1. keterampilan bekerjasama dalam kelompok. dan isyarat. saling menguatkan. tenaga kependidikan. menguasai teori dan praktek pendidikan. Kita harus mengetahui diri kita sendiri. Keluwesan bergaul harus dimiliki. Pada butir ke 4 di atas. Sejak Tuhan Allah menciptakan manusia. bergaul secara efektif dengan peserta didik. Learning to do (belajar. Karena itu manusia harus hidup bersama. Guru sering dijadikan panutan oleh masyarakat. harus disadari bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi saling membutuhkan seorang dengan yang lainnya. 3. ia harus menguasai psikologi sosial. saling menasehati dan saling mengasihi. dan kepemudaan. Memang guru harus memiliki pengetahuan yang luas. artinya belajar itu harus dapat memahami apa yang dipelajari bukan hanya dihafalkan tetapi harus ada pengertian yang dalam. saling membantu. 2. berbuat/melakukan). untuk itu guru harus mengenal nilai-nilai yang dianut dan berkembang di masyarakat tempat melaksanakan tugas dan bertempat tinggal. menggunakan teknologi komunikasi dan informasi. Guru harus bisa digugu dan ditiru. serta menguasai kurikulum dan metodologi pembelajaran. tampaklah bahwa kompetensi sosial mutlak dimiliki seorang guru.(Standar Nasional Pendidikan. guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. menguasai berbagai jenis bahan pembelajaran. Namun sebagai anggota masyarakat. tulisan. memiliki keterampilan membina kelompok. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. dan menyelesaikan tugas bersama dalam kelompok. Learning to be (belajar menjadi seseorang). setiap guru harus pandai bergaul dengan masyarakat. keagamaan. Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan dan juga sebagai anggota masyarakat. harus ada penolong. Learning to know (belajar untuk mengetahui). sesama pendidik. guru perlu memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat misalnya melalui kegiatan olahraga. pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat. tentunya saling menghargai dan saling menghormati satu dengan yang lain. setelah kita memahami dan mengerti dengan benar apa yang kita pelajari lalu kita melakukannya. sebab kalau tidak. Untuk itu.

E. Apabila ada satu warganya yang menderita merupakan penderitaan bersama. Sebab selain kecerdasan intelektual. Menjadi Guru Profesional: Sebuah Persfektif Kristiani. hadap masalah. DAFTAR PUSTAKA: ________. 2008. Mulyasa. sehingga mereka menjadi warga yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat dan ikut memecahkan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat. rasa perduli. sosial intelegensi membimbing para pemimpin untuk selalu peka terhadap kesulitan rakyatnya dengan mengutamakan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.com/2011/01/05/kompetensi-dasar-guru-sebagai-agenpembelajaran-implementasi-dari-undang-undang-nomor-14-tahun-2005-tentang-guru-dandosen . kunjungan langsung ke masyarakat dan lingkungan sosial yang beragam. memberi manfaat kepada lingkungan. empati dan simpati kepada sesama. Dalam tingkatan nasional. Sertifikasi Profesi Keguruan di Indonesia. Sumber kecerdasan adalah intelektual sebagai pengolah pengetahuan antara hati dan akal manusia. Bandung : Kalam Hidup. Dari akal muncul kecerdasan intelektual dan kecerdasan bertindak yang memandu kecerdasan bicara dan kerja. bermain peran.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Yamin.Bila guru memiliki kompetensi sosial. 1994. http://sunartombs. Sedangkan dari hati muncul kecerdasan spiritual. Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. maka hal ini akan diteladani oleh para murid. Undang-Undang No.wordpress. emosional dan sosial. Jika kegiatan dan metode pembelajaran tersebut dilakukan secara efektif maka akan dapat mengembangkan kecerdasan sosial bagi seluruh warga sekolah. peserta didik perlu diperkenalkan dengan kecerdasan sosial (social intelegence). Sebaliknya apabila ada kebahagiaan menjadi/merupakan kebahagiaan seluruh masyarakat. jujur dan bersih dalam berperilaku. Jakarta: Gaung Persada. emosional dan spiritual. dan menghasilkan karya untuk membangun orang lain. agar mereka memiliki hati nurani. Cara mengembangkan kecerdasan sosial di lingkungan sekolah antara lain: diskusi. Mereka santun dan peduli sesama. 2006. Martinis. Sosial inteligensi membentuk manusia yang setia pada kebersamaan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Standaar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Pribadi yang memiliki kecerdasan sosial ditandai adanya hubungan yang kuat dengan Allah.

(9) secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri. Kompetensi guru sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 meliputi kompetensi pedagogik. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. dan standar penilaian pendidikan harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai bahwa guru haruslah orang yang memiliki instink sebagai pendidik. menilai. (4) bergaul . (5) stabil. melatih. sesama pendidik. (2) arif dan bijaksana. Keempat kompetensi tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut: 1. (8) mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat. membimbing. Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup (1) berakhlak mulia. dan (8) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. mengajar. sekurangkurangnya meliputi (1) berkomunikasi lisan. Yang dimaksud dengan guru sebagai agen pembelajaran (learning agent) adalah peran guru antara lain sebagai fasilitator. standar pembiayaan. Guru harus memiliki sikap integritas profesional. (3) mantap. perekayasa pembelajaran. (4) berwibawa. standar pengelolaan. standar sarana dan prasarana. motivator. standar tenaga kependidikan.MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI MENUJU SERTIFIKASI GURU Oleh : Bahtiar Malingi (Dosen IAIN Mataram NTB . dan (10) mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.sedang menyelesaikan studi S2 di UNY Yogyakarta) Kompetensi Guru Sebenarnya apakah seorang guru itu harus profesional? Dalam pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi. 2. mengarahkan. tenaga kependidikan. sekurangkurangnya meliputi (1) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan. (6) pemanfaatan teknologi pembelajaran. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. (7) jujur. mengisyaratkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. (6) dewasa. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. (5) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. standar proses. mengerti dan memahami peserta didik. (4) perancangan pembelajaran. dan/atau isyarat. (2) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional. tulisan. pemacu. pendidikan dasar. standar kompetensi lulusan. kompetensi kepribadian. (7) evaluasi proses dan hasil belajar. 3. (2) pemahaman terhadap peserta didik. dan pendidikan menengah. orang tua/wali peserta didik. Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat. dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran.(3) bergaul secara efektif dengan peserta didik. Guru harus menguasai secara mendalam minimal satu bidang keilmuan. kompetensi sosial. (3) pengembangan kurikulum/silabus. pimpinan satuan pendidikan.

minat. g. Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 menyatakan bahwa profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: a. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. h. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. Oleh karena itu. dan idealisme. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. ketakwaan. mata pelajaran. evaluasi proses dan hasil belajar. (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (diciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (pedagogical content). melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu. dan sertifikat pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Guru sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik. dan kondisi fisik tertentu. serta nilai-nilai . atau seni yang relevan yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan. b. b. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. hukum. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampunya. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. panggilan jiwa. dan seni. d. memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. Merencanakan pembelajaran. atau latar belakang keluarga. dan (2) konsep-konsep dan metode disiplin keilmuan. dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampu. dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran. (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu. 4. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. suku. memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. kompetensi. agama.secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku. mata pelajaran. dan akhlak mulia. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. teknologi. keimanan. kemahiran. f. dan i. serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan. teknologi. dan/atau seni yang sekurang-kurang meliputi penguasaan (1) materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan. Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. c. teknologi. secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. dan (5) menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan dan semangat kebersamaan. guru berkewajiban: a. ras. dan kode etik guru. c. d. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin. memiliki bakat. e.

berpendapat. jual-beli ijazah. kelas harus mampu menjadi ³magnet´ yang mampu menyedot minat dan perhatian siswa didik untuk terus belajar. berbicara. Belum lagi bagaimana gaya bicara sang guru. Tidak heran kalau banyak kalangan yang berpendapat bahwa maraknya tindakan premanisme. tetapi juga harus melakukan aksi ³batiniah´. Sudah bukan zamannya lagi anak diperlakukan bagai ³keranjang sampah´ yang hanya sekadar menjadi penampung ilmu. Peserta didik perlu diperlakukan secara utuh dan holistik sebagai manusia-manusia pembelajar yang akan menyerap pengalaman sebanyak-banyaknya melalui proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. mengevaluasi. Gurulah yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyusun rencana pembelajaran. caranya berjalan.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=281 Inovasi Pembelajaran dan Peran Guru sebagai Agen Perubahan Seiring dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Ketika sang guru masuk kelas dan menutup pintu. kelas perlu didesain sebagai ³masyarakat mini´ yang mampu memberikan gambaran bagaimana sang murid berinteraksi dengan sesamanya. dan . Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. pengingkaran makna sumpah pejabat. atau berinteraksi. guru tidak perlu lagi menjadi ³pengkhutbah´ yang terus berceramah dan menjejalkan bejibun teori kepada siswa didik. dan http://bimakab. penyalahgunaan jabatan. manipulasi. korupsi. Oleh karena itu. Di mata sang murid. hingga sepatu yang dipakai akan ditelanjangi habis oleh murid-muridnya. bukan seperti penjara yang mengkrangkeng kebebasan mereka untuk berpikir. mengabadikan. Mereka tidak hanya dituntut untuk melakukan aksi ³lahiriah´ dalam bentuk kegiatan mengajar. etika. gurulah yang pertama kali dituding sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap maraknya berbagai ulah anomali sosial semacam itu. Harus diakui tugas guru memang berat. gurulah yang akan menjadi ³aktor´ penentu keberhasilan siswa didik dalam mengadopsi dan menumbuhkembangkan nilai-nilai kehidupan hakiki.id/index. di situlah sang guru akan menjadi pusat perhatian berpasang-pasang mata siswa didiknya. Saya kira tak ada seorang pun yang bisa membantah bahwa guru memiliki peran yang amat vital dalam proses pembelajaran di kelas.agama dan e.go. dan melakukan tindak lanjut. menganalisis hasil evaluasi. mewariskan. melaksanakan kegiatan pembelajaran. busana yang dikenakan. Mulai model potongan rambut. mengambil inisiatif. Dalam konteks demikian. Dengan kata lain. yakni mendidik. Itu juga makna yang tersirat dalam akronim ³digugu lan ditiru´ (dipercaya dan diteladani). guru seolaholah diposisikan sebagai pribadi perfect yang nihil cacat dan cela. dan semacamnya. atau kedisiplinannya dalam mengajar.

Dalam konteks demikian. Hukum seolah-olah telah lumpuh dan tak sanggup menjamah mereka. mereka bisa bebas melenggang pamer kekayaan di tengah-tengah jutaan rakyat yang menderita dan terlunta-lunta akibat kemiskinan yang menggorok lehernya. bagaimana? Haruskah guru ikut-ikutan bersikap permisif dan membiarkan anak-anak larut dalam imaji amoral dan anomali sosial seperti yang mereka saksikan di tengah-tengah kehidupan masyarakat? Haruskah gambaran tentang citra koruptor dan pembalak hutan yang hidup bebas dan lolos dari jeratan hukum itu kita biarkan terus berkembang dalam imajinasi anak-anak bangsa negeri ini? Gampangnya kata. atmosfer kelas tidak terpasung dalam suasana yang kaku dan monoton. Melalui kegiatan pembelajaran yang inovatif.menyemaikan nilai-nilai luhur hakiki kepada siswa didik. Jika keadaan mendesak. Para siswa didik perlu lebih banyak diajak untuk . Ironisnya. kegagalan penyemaian nilai-nilai luhur kepada siswa didik hanya tinggal menunggu waktu. tidak sedikit koruptor yang justru merasa bangga ketika mereka bisa mempermainkan hukum. Nilai-nilai luhur hakiki yang disemaikan di sekolah benar-benar harus berhadapan dengan berbagai ³penyakit sosial´ yang telah bersimaharajalela di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Jelas-jelas sebuah kondisi yang amat bertentangan secara diametral. Lantas. Maka. inovatif. tidak diajak untuk berdialog dan berinteraksi. haruskah anak-anak kita biarkan bermimpi dan bercita-cita menjadi koruptor dan pembalak hutan? Tunggu dulu! Kalau proses pembelajaran berlangsung monoton dan seadanya. para pembalak dan preman-preman hutan ternyata juga setali tiga uang. mereka bisa pasang jurus ³sakit pura-pura´. guru perlu mengambil langkah dan inisiatif untuk mendesain proses pembelajaran yang aktif. Guru memiliki kebebasan untuk melakukannya di kelas. Apalagi. guru cenderung bergaya indoktrinatif dan dogmatis seperti orang berkhotbah. (Kalau sakit beneran baru tahu rasa. apa yang mereka saksikan? Ya. tetapi apa yang dilihat oleh anak-anak dalam praktik kehidupan sehari-hari? Ya. kalau anak-anak hanya diperlakukan sebagai objek yang pasif. efektif. kreatif. Ini jelas tugas dan amanat yang amat berat ketika nilai-nilai yang berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat sudah demikian jauh merasuk dalam dimensi peradaban yang chaos dan kacau. Hukum menjadi tak berdaya untuk menjerat mereka. Ketika guru menyatakan bahwa korupsi itu haram dan melawan hukum. dan menyenangkan. hehehehe ) Ketika guru mengajak anak-anak untuk melestarikan dan mencintai lingkungan hidup. mereka bisa dengan mudah menyaksikan dengan mata telanjang betapa nikmatnya hidup menjadi koruptor. KTSP sangat leluasa memberikan kesempatan kepada guru untuk menerapkan berbagai gaya dan kreativitasnya dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan. upaya penyemaian nilai-nilai luhur hakiki saya kira akan sulit berlangsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

sang guru perlu memberikan penguatanpenguatan sehingga tidak terjadi salah konsep yang akan berbenturan dengan nilainilai kebenaran itu sendiri. (Guru Sosiologi SMA Islam Malang. manipulasi.com/2009/04/20/inovasi-pembelajaran-dan-peran-gurusebagai-agen-perubahan/#ixzz1gst5tFoX Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike http://pawiyatan. Perubahan fenomena kehidupan terkini tersebut. berinteraksi.. ARIFIN. dan Dosen FISIP Universitas Brawijaya Malang) Pendahuluan Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi membawa pengaruh perubahan yang luar biasa terhadap pola kehidupan ummat manusia di belahan bumi ini. bagaimana? *** Sumber: Inovasi Pembelajaran dan Peran Guru sebagai Agen Perubahan | RUANG PAWIYATAN http://pawiyatan.com/2009/04/20/inovasi-pembelajaran-dan-peran-guru-sebagai-agenperubahan/ Oleh: Dr. yaitu dari lebih menekankan pada .berdiskusi. melalui proses rekonstruksi konsep yang dibangunnya. dan kompleks sistem teknologi (Koentjaraningrat. Terjadi transformasi budaya pada seluruh sendi kehidupan masyarakat. Nah. anak-anak bangsa negeri ini mudah-mudahan memiliki benteng moral yang tangguh dalam gendang nuraninya sehingga pantang untuk melakukan tindakan culas yang merugikan bangsa dan negara. 2001). peran guru sebagai agen perubahan diharapkan bisa terimplementasikan dengan baik. A. tanpa melupakan kaidah-kaidah keilmuan. Sztompka. Disamping itu era globalisasi yang ditandai dengan transformasi informasi-tehnologi (IT) mengkondisi proses-proses kehidupan di berbagai bidang berada pada arus high competition yang begitu cepat dan mendasar dengan membawa beragam resiko kehidupan (Giddens. Dengan cara demikian. 2004). Para murid juga perlu dibiasakan untuk berbeda pendapat sehingga mereka menjadi sosok yang cerdas dan kritis. sehingga perubahan demi perubahan terus terjadi baik pada ranah kompleks ide. guru akan lebih mudah dalam menyemaikan nilai-nilai luhur hakiki. dan berdialog sehingga mereka mampu mengkonstruksi konsep dan kaidah-kaidah keilmuan sendiri. Tentu saja. dan berbagai jenis ³penyakit sosial´ menyebar dan meruyak di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Meskipun korupsi. 1982. M. kompleks kelakuan berpola. secara demokratis. ditangkap oleh pemerintah Indonesia dengan melakukan perubahan pada orientasi pembangunan nasional.Si. Melalui suasana pembelajaran yang kondusif dengan memberikan kesempatan kepada siswa didik untuk bebas berpendapat dan bercurah pikir. bukan dengan cara dicekoki atau diceramahi.

Tujuan analisis ini adalah ingin memberikan beberapa alternatif pemikiran pada para guru dalam meningkatkan peran mereka sebagai agen perubahan (agent of change) pembelajaran siswa di sekolah. Semua produk hukum yang berkaitan dengan pendidikan tersebut pada dasarnya merupakan realitas teoritik (das sollen ) tentang komitmen pemerintah untuk memajukan sistem pendidikan nasional. yang berkaitan dengan upaya pemerintah dalam mereformasi pembangunan bidang pendidikan. sehingga dari aspek pendidik banyak kendala yang muncul di lapangan dalam mengimplementasikan beragam peraturan tersebut (Depdiknas. penyebab dan agen pendorong perubahan sosial-budaya adalah: Pertama. 2002. dari tidak bisa mengerjakan sesuatu menjadi bisa mengerjakan sesuatu. hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan analisis kajian deskriptif kualitatif. penulis lebih menekankan pada teori-teori yang berorientasi pada pandangan idealisme atau konstruktivisme. yang kemudian dijabarkan dalam PP No. baik teori-teori yang berorientasi pada paham positivisme maupun idealisme (Lauer. dan beberapa produk hukum lainnya. 2006). R. faktor apakah yang paling menentukan bagi setiap individu mampu melakukan suatu perubahan dalam hidupnya?. dan salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas profesional guru. bergeser untuk mulai memperhatikan ke human resource development. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS. Diantara asumsi . khususnya tentang kemampuan profesional guru masih belum terberdayakan secara maksimal. (b) Bagaimana fungsi atau peran guru sebagai agent of change pembelajaran di kelas?. S. teori ¶kepribadian kreatif¶ oleh Everette Hagen. dengan fokus kajian tentang: Apa yang menjadi orientasi teoritik tentang agent of change?. Persoalan yang muncul adalah. Diantara teori yang berorientasi idealisme dalam memandang makna. 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. disusun pula Undang Undang No. yaitu perubahan dari tidak baik menjadi baik. 2006). Orientasi Teoritik Tentang Agent of Change Hakikat pembelajaran adalah ¶suatu proses perubahan tingkah laku anak¶ (Wuryani. 2004). sedangkan teori-teori yang berorientasi positivis tidak dijelaskan atau tidak dijadikan sebagai orientasi dalam kajian ini. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Khususnya dibidang pendidikan pemerintah telah menyusun Undang Undang No. Dalam analisis kajian ini. apa yang tersaji dalam realitas sehari-hari di lapangan (das sain).orientasi economic recource development. yang menempatkan faktor pikiran dan jiwa individu sebagai penentu terjadinya perubahan sosial-budaya (Sztompka. Beragam teori telah dikemukakan oleh para ahli untuk menjawab persoalan tersebut. 1978).. adanya kesenjangan antara realitas teoritik (das sollen ) dengan realitas emipirik (das sain) dalam proses kualitas layanan pendidikan di setiap satuan pendidikan. 14 tahun 2005 tenang Guru dan Dosen. Sagala. Dalam rangka meningkatkan kualitas guru dan dosen. dan (c) Bagaimana langkah strategis dalam meningkatkan peran guru sebagai agent of change pembelajaran?. Uraian tersebut di atas menunjukkan bahwa proses pembangunan pendidikan di Indonesia masih dihadapkan pada persoalan yaitu. selanjutnya dikeluarkan Permendiknas No. Persoalannya adalah. Dalam dua tahun terakhir (sejak 2006) pemerintah telah memulai melakukan program sertifikasi guru.

teori µmentalitas modern¶ oleh Alex Inkeles dan David Smith.. ketika seseorang memiliki ciri-ciri: kepribadian kreatif. E. dan selalu ingin membaharuhi hidup. D. (f) melakukan sesuatu pekerjaan berdasarkan perencanaan yang matang. termasuk aspek pembelajaran budaya di sekolah adalah berkembangnya kepribadian kreatif pada diri warga sekolah (pendidik. selalu menjalin kontak dengan pihak lain. dan (h) menjunjung tinggi nilai atau prinsip.dasar teori ini adalah: (a) faktor kunci terjadinya perubahan sosial-budaya ditentukan oleh kondisi psikologi atau kepribadian kreatif individu. (g) merasa tidak puas terhadap karya budaya yang telah ada. 1962). R. Diantara asumsi pokok teori ini adalah: (a) faktor utama penyebab terjadinya perubahan sosial-budaya adalah adanya dorongan dari dalam individu (pikiran dan jiwanya) untuk berkarya secara maksimal. maka dia akan mampu berperan sebagai agen perubahan (agent of change) dalam kehidupan kelompoknya (Lauer.. A. keteraturan hidup. Sztompka. menurut teori ini faktor kunci terjadinya perubahan sosialbudaya. dan (c) mentalitas n-Ach tersebut harus terus ditanamkan sejak masa kanak-kanak (Mc-Clelland. Diantara sikap mental positif yang akan menjadi penggerak perubahan sosial budaya antara lain: (a) cinta pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. bahwa yang menjadi agen perubahan (agent of change) dalam proses kehidupan adalah para individu yang mempunyai kualitas jiwa. (c) menjunjung tinggi prestasi orang lain dan pandangan karya untuk karya. bahwa upah sesuai dengan karya (Budiman. kebutuhan untuk berkarya bagaikan darah yang mengalir dalam tubuh. (e) menghargai waktu dan berorientasi hidup ke masa depan. orientasi hidup ke masa depan dan menghargai harkat martabat orang lain (Budiman. tenaga kependidikan dan siswa). 1978). (d) menghargai harkat dan martabat orang lain atau bersikap demokratis-humanis. pikiran atau mentalitas positif dalam proses-proses sosialnya. mentalitas untuk berprestasi. Ketiga. Cleeland. dan mentalitas modern tersebut di atas. 2004).. otonomi. (b) sikap mental selalu ingin berkarya (semangat berprestasi menjadi kebutuhan dasar hidupnya) yang berkembang di masyarakat akan menjadi penyebab perubahan kearah kemajuan. Berdasarkan ketiga teori tersebut dapat disimpulkan. mentalitas kompetitif dan inovatif. sejatinya yang menjadi dasar penyebab atau agen perubahan adalah faktor kualitas mental seseorang untuk selalu ingin berkarya dan berprestasi sepanjang usia hidupnya. (b) kepribadin individu yang selalu mendorong ke arah perubahan adalah kepribadian kreatif atau inovatif. humanis dan disiplin nurani serta tegas atau adil (Hagen. . teori µkebutuhan berprestasi¶ yang dikenal µneed for achievement atau n-Ach¶ oleh David Mc. A. Kedua. Jadi. 1995 ). Diantara ciri mentalitas modern yang mendorong terjadinya perubahan adalah: cinta pada perkembangan Iptek. 1961)... (b) selalu menjalin kontak-komunikasi dengan orang lain atau dunia luar. 1995. Jadi. dan (c) ciri kepribadian kreatif atau inovatif adalah menjunjung tinggi pengetahuan. Jadi.

dan (d) kemampuan mewujudkan akhlak mulia. (c) menjunjung tinggi prinsip kemaslahatan hidup. (1978). (b) konsisten membangun sikap mental positif. pada era sekarang dan akan datang setiap guru harus memiliki empat kompetensi dasar. dan (c) kemampuan dalam membuat karya ilmiah tenang pendidikan. Apabila mencermati paradigma pembelajaran dan sistem evaluasi yang dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). . (d) kemampuan merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Menurut Chin dan Benne dalam Lauer. meliputi: (a) kemampuan bertindak sesuai nilai dan norma kehidupan. BSNP. (b) guru yang memiliki kualitas kompetensi pedagogik. R. Peraturan Pemerintah sampai Permendiknas. (4) Kompetensi profesional. dan (e) kemampuan menjalin interaksi sosial dengan warga masyarakat. kemudian dikomperasikan dengan beragam kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru. (b) kemampuan menjalin interaksi sosial dengan sesama guru. (c) kemampuan menjalin interaksi sosial dengan tenaga kependidikan. (2) Kompetensi kepribadian.Guru Sebagai Agent of Change Pembelajaran Siswa Dalam Undang Undang No. (b) kemampuan menerapkan konsep-konsep keilmuan dengan kehidupan sehari-hari. membimbing dan mendidik siswa untuk mengembangkan kualitas intelektual. emosional dan spiritualnya dengan prinsip tut wuri handayani. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS dan Undang Undang No. Merujuk pada beberapa peraturan perundangan bidang pendidikan tersebut di atas.14 tahun 2006 tentang Guru dan Dosen. 2002. 2003. Tilaar. dan (c) guru diharapkan tetap konsisten dalam mengajar. bahwa kedudukan. dan (3) metode paksaan±kekuasaan. akan mampu berperan sebagai salah satu agen perubahan (agent of change) pembelajaran siswa di kelas. sosial dan professional.. meliputi: (a) kemampuan penguasaan materi pembelajaran. ing madya mangun karsa. yaitu: (1) metode rasional±empiris. 2006) Strategi Meningkatkan Peran Guru Sebagai Agent of Change Sebagaimana yang telah disinggung di atas. motivasi atau dorongon internal guru untuk terus belajar. 2002. (2) metode normatif± edukatif. kepribadian. baik berupa Undang Undang. ing ngarso sung tulodo. dan (e) kemampuan mengembangkan potensi peserta didik. ada tiga metode yang dapat digunakan oleh agent of change dalam mendorong atau mempengaruhi terjadinya perubahan sosial budaya. H. (d) kemampuan menjalin interaksi sosial dengan orang tua/ wali siswa. meliputi: (a) kemampuan memahami peserta didik. (b) kemampuan memahami prinsip pembelajaran. Menyimak beragam teori tentang agen perubahan yang telah diuraikan di atas. bahwa kondisi kualitas guru di Indonesia secara makro masih belum terberdayakan secara maksimal. maka motode yang dapat digunakan oleh guru sebagai agen perubahan (agent of change) dalam mendorong terjadinya perubahan kualitas pembelajaran siswa di kelas adalah metode pertama (metode rasional±empiris) dipadukan dengan metode kedua (metode normatif±edukatif) (Depdiknas. maka kesimpulan yang dapat diambil adalah: (a) guru termasuk salah satu faktor kunci dalam menentukan kualitas dan keberhasilan proses pembelajaran siswa di kelas. peran dan fungsi guru sangat sentral dalam membangun kualitas pendidikan nasional. (c) kemampuan melaksanakan prinsip pembelajaran.. yaitu: (1) Kompetensi pedagogik. dan diantara faktor kunci penyebabnya adalah kondisi mentalitas. berinovasi dalam pembelajaran dan terus mengikuti perkembangan Iptek terkini masih relatif rendah (Oemar. meliputi: (a) kemampuan menjalin interaksi sosial dengan peserta didik. (3) Kompetensi sosial.

1999). Kedua. (3) personal mastery. Semua guru pada satuan pendidikan dalam proses layanan pendidikan harus menyatu bagaikan satu bangunan kokoh (kesatuan sistem). Dalam hal ini fokus pelatihan lebih ditekankan pada upaya membangun konsistensi diri sebagai pendidik sepanjang karir profesinya untuk mengembangkan tentang: (a) prinsip selalu belajar (learning principle).. Ketika lima prinsip tersebut terinternalisasi dengan baik pada diri setiap guru.Wahab. Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan dalam meningkatkan peran guru sebagai agen perubahan (agent of change) pembelajaran siswa di kelas antara lain: Pertama. (b) prinsip kebutuhan untuk berprestasi (need achievement principle). Ketika ¶tim inovasi pembelajaran¶ di setiap satuan pendidikan mampu melaksanakan keenam fungsi tersebut dengan baik dalam pemberdayaan kemampuan guru. 2002). A.A. Ketiga. membangun kualitas mentalitas positif guru melalui kegiatan pelatihan ¶motivasi berprestasi¶ dan sejenisnya secara periodik. 2005. Oleh karena itu. learning to do (belajar berbuat). kedudukan dan peran kepala sekolah adalah sangat . (c) melakukan penyusunan bahan ajar atau modul dan melakukan pelatihan penggunaan multi media berbasisi IT. dalam konteks pemberian layanan pembelajaran di satuan pendidikan yang berkualitas. (d) team learning and teaching. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan oleh tim ahli inovasi pembelajaran dalam meningkatkan kualitas guru adalah: (a) melakukan diskusi kolegial tentang pengembangan penguasaan konsep-konsep keilmuan dan perkembangan teknologi terkini. 2007). 2007). Meskipun setiap guru secara teoritik telah mengetahui sebagian teori-teori psikologi pembelajaran. maka kehadiran guru di kelas hakikatnya kurang berfungsi dalam menyiapkan peserta didik untuk menghadapi beragam tantangan hidup di era globalisasi. ketika kelima prinsip tersebut tidak menyatu dan tidak berkembang pada diri setiap guru. M. dia tetap memerlukan penyegaran orientasi dan wawasan hidup prospektif dari para pakar psikologi atau para motivator dalam menghadapi beragam persoalan pekerjaan sebagai pendidik. kepribadian dan pengetahuan-ketrampilan peserta didik. seharunya setiap guru senantiasa belajar untuk memajukan satuan pendidikannya melalui enam konsep yaitu: (1) system thinking. learning to gether (belajar hidup bersama). (2) mental models. (d) melakukan kegiatan penelitian tindakan kelas. 2000. dan (f) memberikan masukan atau diskusi kolegial tentang penerapan metode pembelajaran yang menegakkan pilar-pilar pembelajaran. (b) melakukan penyusunan soal-soal sesuai dengan standar kompetensi kelulusan BSNP.G. membangun mentalitas kerjasama sebagai team work yang kokoh. W. M. Sanjaya. maka setiap guru diasumsikan mampu berperan sebagai agent of change pembelajaran siswa di sekolah. maka guru tersebut akan mampu bertindak sebagai agent of change pembelajaran peserta didik. (c) prinsip kepemimpinan (leadership principle). 2005).. (e) shared vision. A. dan (d) prinsip menjadi pencerah dalam kehidupan kelompok (well organized principle) (Agustian. menyikapi kondisi guru yang masih belum memahami beragam inovasi pembelajaran dan arti pentingnya pemanfaatan kemajuan teknologi pembelajaran. Seligman. dan learning to be (belajar menjadi seseorang) (Djohar. maka strategi yang dapat dilakukan adalah setiap satuan pendidikan harus mempunyai ¶tim ahli inovasi pembelajaran¶. prinsip orientasi hidup ke depan (vision principle).U. baik pada aspek emosional. Proses interaksi dissosiatif sesama pendidik dalam pemberian layanan pendidikan harus diminimalisir (Usman. Dalam membangun kualitas mental guru sebagai suatu team work untuk melaksanakan keenam konsep tersebut. Demikian juga sebaliknya. misalnya pembinaan dan pelatihan ESQ. yaitu: learning to know (belajar mengetahui). dan (6) dialog (Peter dalam Soetrisno. (e) melibatkan guru dalam proses evaluasi diri sekolah (school self evaluation).

demokratik. 2008). kepala sekolah maupun guru sama-sama melakukan refleksi atau instropeksi tentang optimalisasi kinerja sesuai dengan instrumen standar kompetensi yang telah disusun. misalnya sanggup menjalin komunikasi humanis di setiap kehidupan kelompok.U. hal ini secara otomatis menunjukkan bahwa guru mampu berperan secara positif sebagai salah satu agent of change pembelajaran di sekolah. (c) seorang pengawas harus punya kemampuan multi.sentral. (b) pelaksanaan pemantauan instrumen kinerja guru profesional tersebut dilakukan secara µsilang proporsional¶. Hamzah.A. 2006. Kepala sekolah harus mampu memainkan peran baru (new rules). kepala sekolah dan guru yang bersangkutan secara µbijak¶. kepribadian. baik menyangkut disiplin keilmuan tertentu. (d) mendorong setiap guru untuk mengembangkan potensi profesinya secara maksimal. Wahab. artinya baik pengawas. kemudian diikuti dengan peningkatan kualitas kinerja guru berdasarkan instrumeninstrumen kompetensi profesional. 2007. dan mampu mengaplikasikan sarana baru dari permasalahan yang timbul (new tools). maka diasumsikan guru tersebut akan mampu berperan dalam peningkatan kualitas pembelajaran siswa di kelas (Nasution. yang melibatkan pengawas. komunikator/ motivator. ketrampilan baru (new skills). Instrumen tersebut harus disosialisasikan sejak dini pada semua guru untuk dipahami dan dilaksanakan. transparan dan tanggungjawab dalam pengelolaan sumber daya sekolah (Arifin. visioner dan mempunyai keunggulan IESQ. Keempat. (c) mampu membangkitkan learning organization. mengatakan ¶ketika individu mampu membangun mentalitas positif. Kepala sekolah harus: (a) berperan sebagai perancang (designer) kebijakan strategis terhadap aplikasi keenam konsep tersebut. maka individu tersebut akan mampu meraih kebahagiaan dan keberhasilan puncak dalam hidupnya¶. yaitu sosok pribadi seorang pengawas sebagai pembina kinerja guru profesional harus betul-betul berkualitas. Pakar psikologi Seligman. M. dan (e) terbuka pada kritik dan saran yang konstruktif. melalui pengawas sekolah terus melakukan pemantauan atau pembinaan terhadap kinerja guru dalam mengimplementasikan empat kompetensi dasar guru profesional. dan humanis. dan (c) pada akhir tahun pelajaran dilakukan evaluasi yang melibatkan pengawas. yang memuat empat standar kompetensi (pedagogik. dalam rangka memudahkan aktivitas guru untuk mewujudkan beragam . (b) seorang pengawas harus berwawasan integral. A. Dinas Pendidikan Kota atau Kabupaten. (d) seorang pengawas harus menguasai secara konseptual dan aplikatif tentang research pendidikan dengan beragam strategi atau pendekatan research. 2007). (b) berfikir integral dalam mencermati tantangan pendidikan ke depan (visioner). dan kemampuan lainnya sesuai dengan statusnya sebagai pengawas sekolah. sosial dan profesional) dan masingmasing kompetensi tersebut dijabarkan secara rinci kedalam beberapa indikator yang terukur. Ketika proses pembinaan kualitas kinerja guru berjalan dengan baik..B.. kepala sekolah dan teman sejawat (guru) serta peserta didik (siswa). (2005). Diantara langkah yang dapat dilakukan pengawas dalam proses pembinaan kualitas profesional guru sebagai agen perubahan pembelajaran di kelas antara lain: (a) membuat instrumen pemantauan kinerja guru profesional.. Ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh pengawas dalam proses pembinaan kinerja profesional guru agar mampu menjadi salah satu agent of change pembelajaran di sekolah. Ketika guru pada setiap satuan pendidikan mampu menjalin kerjasama dalam mewujudkan keenam konsep tersebut. diasumsikan mereka akan mampu berperan sebagai agent of change pembelajaran siswa di sekolah dengan baik. managerial. antara lain: (a) seorang pengawas harus paham secara teoritis dan aplikatif tentang beragam teori psikologi pembelajaran. Kelima.

Ketika sarana dan prasarana pembelajaran tersedia dengan baik. penilaian melalui kumpulan hasil karya siswa (potofolio) dan penilaian diri (self assessment). 2004). (b) melalui ¶tim inovasi pembelajaran¶ di setiap satuan . Untuk merealisaikan dua hal tersebut pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional telah mengeluarkan: (a) Permendiknas nomor 24 tahun 2007 tentang Standar sarana dan prasarana. kesejahteraan guru terjamin dan diikuti dengan tumbuhnya sikap mental positif pada diri setiap guru sebagaimana yang telah diuraikan di atas. antara lain: (a) mempunyai wawasan yang cukup luas tentang beragam teori psikologi perkembangan atau teori pembelajaran. 2000. Usman. dan (3) diantara langkah strategis dalam meningkatkan peran guru sebagai salah satu agent of change pembelajaran siswa di sekolah adalah: (a) membangun kualitas mentalitas positif setiap guru. (d) selalu melakukan pemantauan perkembangn hasil belajar siswa dengan menggunakan sistem evaluasi yang baik dan integral yang menyangkut tujuh aspek yaitu: penilaian unjuk kerja (performance). maka diasumsikan guru akan mampu meningkatkan kualitas profesionalnya (Soetjipto dan Kosasi. sehingga guru akan mampu berperan sebagai agen perubahan (agent of change) pembelajaran siswa di sekolah. Disamping penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah secara baik dan lengkap. ed. 1999. aspek pola prilaku sehari-hari dan pola berpakaian. D. pemerintah harus tetap konsisten dalam mengupayakan peningkatan kualitas kesejahteraan guru. penilaian produk. maka pemerintah dan warga masyarakat harus tetap punya komitmen dalam penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran dengan baik. tentang Sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan. M. pada hakikatnya potret seorang guru yang mampu berperan aktif sebagai agen perubahan pembelajaran siswa di kelas.kompetensi profesinya. penilaian sikap (afektif).U. 2000). kepribadian. (b) Permendiknas Nomor 40 tahun 2007. (b) mempunyai sikap mental positif terhadap perkembangan Iptek dan selalu berusaha mewujudkan proses pembelajaran di kelas dengan nuansa demokratik. (2) ketika guru mampu meningkatkan kualitas kompetensi pedagogik. dan mampu menerapkan secara µbijak¶ dalam proses pembelajaran di kelas. diasumsikan guru tersebut akan mampu menjadi salah satu agent of change pembelajaran siswa di kelas dengan baik. (b) Permendiknas Nomor 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi guru dalam jabatan. Supriadi. Simpulan Analisis deskriptif kualitatif tentang ¶Strategi Meningkatkan Peran Guru Sebagai Agent of Change Pembelajaran Siswa¶ tersebut di atas. sosial dan profesionalnya secara maksimal. Keberagaman paradigma atau teori tersebut disebabkan oleh keberagaman orientasi filosofis dalam memahami hakikat sesuatu. penilaian proyek.. baik menyangkut aspek mentalitas. karena ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran secara baik akan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran siswa di sekolah (Atmadi. (c) selalu menjadi contoh teladan terbaik bagi anak dalam segala pola aktivitas hidupnya.. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) terdapat beragam paradigma atau teori yang memandang tentang faktor kunci pendorong terjadinya perubahan sosial budaya di masyarakat. penilaian tertulis (paper and pencil test). humanis dan multikultural. Sebagaimana yang telah diurakan di atas. dan (e) selalu berusaha meningkatkan kualitas diri dalam membuat karya tulis ilmiah yang berkaitan langsung dengan inovasi pembelajaran.

. Jakarta. Jurnal. PT. Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Transformasi Pendidikan Memasuki Milenium.E. PT. New York. Profesi Keguruan. 1978. Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur. Runway World. Yokyakarta. Arifin.. ³Problematika SDM ³Guru´ Dalam Penerapan KTSP (Sebuah Renungan mencari jalan keluar)´. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosional dan Spiritual (ESQ). Jakarta. 2006. PT. On the Theory of Social Change. (ed). Hamzah. Diterjemahkan Alimandan. A. Oemar Hamalik. Jakarta Koentjaraningrat. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. 2004. D. Mc-Clelland. 1961. The Sociology of Social Change. PT. Bandung Sztompka. Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. Gramedia. Strategi Pembelajaran. Sosiologi Perubahan Sosial. 2005. Bumi Aksara. Supriadi. D. Dorsey Press. dan (e) meningkatkan kualitas sarana parasarana pembelajaran di sekolah dan meningkatkan kesejahteraan guru. 2nd edition.P. Dirjen Dikdasmen. Penerbit ARGA. Budiman. No. Rujukan bagi Penetapan Kebijakan Pembiayaan Pendidikan pada Era Otonomi dan Manajemen Berbasis Sekolah. Hagen. Atmadi. Reformasi dan Masa Depan Pendidikan di Indonesia.U. 1995.H. Mentalitas dan Pembangunan. Authentic Happiness: Using the New Positive Psychology to Realize Your Potential For Lasting Fulfillment. Jakarta. Eva Yulis. Jakarta. Djohar. .. 1999. Marttin. 2004. A. hal: 62-65. Membenahi Pendidikan Nasional. 2002. Penerbit Rineka Cipta. 2007. Media. Bandung Soetjipto dan Kosasi R. 2000. Jakarta. Konsep dan Makna Pembelajaran (Untuk membantu memecahkan problematika belajar dan mengajar) Penerbit Alfabeta. guru dilibatkan secara aktif-kreatif dalam mengembangkan kemampuan prefesionalnya. PT. (d) pengawas sekolah melakukan pembinaan secara inten dan sistematis tentang pengembangan kualitas profesional guru. Depdiknas. Homewood. Rineka Cipta. S. Nasution. Jakarta. 2008. Satuan Biaya Pendididkan Dasar dan Menengah. Penerjemah. Badan Standar Nasional Pendidikan. 1962. Kebudayaan.. The Achieving Society. 2007. Jakarta. Rree Press. Kanisius dan Unversitas Sanata Dharma. Yogyakarta Giddens. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. BSNP. 2006. PT. 1982. Standar Isi.pendidikan. Ary G. 2005. 2002. Remaja Rosda Karya. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Penerbit Kencana Prenada Media Group. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Bumi Aksara. Allyn and Bacon. Tilaar. IKIP. Perspectives on Social Change.B. 2001. Authentic Happiness. Jakarta. W. Inc. Seligman. Gramedia Pustaka Utama. Bumi Aksara. DAFTAR PUSTAKA Agustian. 2006. (c) membangun kerjasama sebagai team work dalam memajukan satuan pendidikan melalui enam konsep. Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta (Makalah tidak diterbitkan). Jakarta. Model Pembelajaran. 1999. Mizan Pustaka. E. Lauer. Bandung Sanjaya. Sagala. Jakarta. 2003. Boston. 08 /Th.XXXVII / Oktober 2007. Prenada Media. R.

com/2009/09/16/29/ Memahami Indera Belajar Siswa Pada dasarnya orang mengenal dunia luar melalui inderanya. umumnya mereka belajar melalui visual (yang dapat dilihat atau diamati). Yang pasti. mereka akan lebih mudah belajar melalui pendengaran atau sesuatu yang diucapkan. Satu macam metode. dan semacamnya. A. Ketiga indera belajar yang sering digunakan ini dikenal dengan sebutan V-A-K (Visual-Auditorial-Kinestetik).D. misalnya metode ceramah. Metode dan Model-Model Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. mereka akan lebih mudah belajar apabila menggunakan grafik. PT. pengecap (lidah). Alfabeta. membuat model. lima indera yang dikenal dengan sebutan pancaindera merupakan alat yang dianugerahkan Tuhan untuk mengenali dunia luar. Begitu pula. Sementara bagi siswa tipe Auditorial. gambar. Psikologi Pendidikan. Sedangkan siswa tipe Kinestetik. 2007. sementara anak-anak kinestetik juga tidak cocok apabila selama pembelajaran hanya duduk dan mendengarkan ceramah guru. mereka akan mudah belajar sambil melakukan kegiatan tertentu. M. Setelah itu. Bagi siswa tipe Visual. dan peraba (kulit). seorang guru tidak akan berhasil memfasilitasi seluruh siswa di dalam kelasnya mencapai hasil belajar secara optimal apabila guru tersebut hanya menggunakan satu macam metode saja dalam pembelajaran. dan sebagainya. 2002. Lomba LKTI Tingkat Regional (Jawa Timur) di Majalah Media Pendidikan. *) Artikel Juara ke I. pembau (hidung).. grafik atau chart hanya cocok bagi tipe visual. Remaja Rosda Karya. hanya cocok bagi siswa tipe auditorial. hal pertama yang harus dilakukan guru adalah mengenali kemudian memahami indera belajar seluruh siswanya di kelas yang diampunya. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur 2009.A. atau kinestetik (yang dapat digerakkan atau dimanipulasi). . Bagi orang kebanyakan. Bagaimana guru memfasilitasi siswa yang beragam potensi dasarnya itu untuk bisa belajar dengan mudah dan mencapai tujuan pembelajaran secara optimal? Tentu saja. Bandung Wuryani. model. Jakarta.E. chart. S. Kelima indera itu adalah penglihat (mata). Menjadi Guru Profesional.. Gramedia Indonesia. http://drarifin. 2000. baru guru dapat menentukan media dan metode apa yang digunakan dalam pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan siswa. auditorial (yang dapat didengar). PT. pendengar (telinga). Bandung Wahab. Bagaimana dengan siswa belajar? Bagi siswa. memanipulasi benda. misalnya membongkar dan memasang kembali. meskipun kadang-kadang juga menggunakan pengecap dan peraba.U.wordpress.Usman.

Apabila sudah demikian. dan cocok buat tipe kinestetik tadi. maka predikat menjadi guru yang sukses akan segera dapat dinikmati. memperdengarkan rekaman kaset rekorder tentang topik bersangkutan atau memutar CD perjuangan sesuai topik. Ketiga tipe siswa sesuai V-A-K tadi harus mendapatkan porsi fasilitasi yang sama dalam belajar. karena hal ini sangat membantu proses belajar mereka.gurusukses. menggunakan tiga bentuk fasilitasi. . yakni: yang cocok buat tipe visual. sehingga mereka menjadi lebih berhasil. kenali dan pahami indera belajar siswa.Oleh karena itu. Untuk topik ini. cocok buat tipe auditorial.com/memahami-indera-belajar-siswa Tiga Hal Bisa Mempercepat Proses Belajar Siswa Alkisah. Dengan cara ini. paling sedikit. Guru tinggal melanjutkan dengan kegiatan penguatan. Taruhlah misalnya guru ingin mengajarkan materi sejarah perjuangan bangsa (IPS SD dengan topik ³Detik-detik Proklamasi´). maka siswa-siswa yang beragam potensi dasarnya sesuai V-A-K tadi akan terpenuhi kebutuhannya dalam belajar. Mereka harus diusahakan tetap bersemangat dan enjoy. maka sebagian besar siswa di kelas itu akan mendapatkan yang terbaik dari hasil belajarnya. guru perlu memvariasikan metode dan media dalam pembelajaran. Tagged as: auditorial. Jadi. seorang psikiater berkebangsaan Bulgaria bernama Georgi Lozanov. dan lain-lain. Ini berarti guru harus. Ada ungkapan.´ Apabila indera belajar V-A-K siswa sudah terpenuhi. indera belajar: visual. guru dapat membuat variasi misalnya dengan ceramah tentang Peristiwa Detik-detik Proklamasi diikuti dengan chart atau peta pikiran yang dibuat di kertas manila atau di papan tulis. maka mengajar tidak akan lagi menjadi beban yang kadang membuat kepala tuingtuing karena siswa seolah tidak bisa diajak berkomunikasi oleh gurunya. dan menyusun skenario drama satu babak terkait dengan topik untuk dimainkan oleh siswa di kelas itu atau oleh siswa lain. misalnya dengan memberikan tugas kepada siswa untuk menceritakan ulang atau mengajar teman-temannya yang belum berhasil. ³Siswa akan belajar sangat baik jika dalam keadaan fun. menyuruh sebagian siswa untuk melakukan simulasi atau bermain peran. guru harus mengusahakan agar tidak ada siswa yang stress atau tertekan dalam proses pembelajara. atau melalui kuiz. Jika ini bisa dilakukan guru dan siswa berhasil dengan apa yang dilakukan guru itu. sekali lagi. Satu hal lagi. melakukan eksperimen menyembuhkan pasiennya dengan musik barok dan pemberian sugesti positif mengenai kesembuhan. kinestetik (VAK) http://www. penuhi kebutuhan mereka agar dapat belajar dengan cara yang terbaik sesuai kemampuan dasarnya sehingga mencapai hasil belajar yang optimal.

keyakinan. maka seorang siswa akan bisa melakukan tugas belajarnya dengan efektif dan efisien. Inilah yang saya sebutkan dalam judul sebagai tiga hal yang mempercepat proses belajar siswa. dengan menggunakan bahasa asing sebagai subjek. seorang guru menyampaikan bahwa dirinya merasa mengalami kesulitan ketika . Pelajaran yang bisa dipetik dari cerita di atas adalah bahwa ketenangan (rasa tenang dan nyaman). maka hasilnya pun akan maksimal. keyakinan.gurusukses. Artinya. dia melakukan penelitian mengenai pengaruh musik dan sugesti positif pada pembelajaran. Ketiga hal tersebut adalah: kenyamanan. Bagaimana penjelasannya? Musik barok adalah musik klasik. http://www. Dia mendapati bahwa kombinasi musik. dan gairah dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Semangat ini akan melipatgandakan usaha. dan gairah. Lozanov mengira bahwa metode ini juga dapat diterapkan pada pendidikan. sugesti. Dengan rasa nyaman didukung dengan keyakinan yang kuat akan keberhasilan serta usaha yang sungguh-sungguh. bisa menenangkan suasana hati si pendengarnya. yang jika diputar. Sugesti positif bisa membangun rasa percaya diri dan menguatkan keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu untuk berhasil. Dengan disponsori pemerintah Bulgaria. Si pasien mengalami kemajuan besar dan sembuh.com/tiga-hal-bisa-mempercepat-proses-belajar-siswa Kunci Sukses Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual ± Kreativitas Guru Suatu hari dalam perbincangan tentang pelaksanaan pembelajaran kontekstual. jelas ini adalah untuk memberikan kegembiraan dan semangat bagi para pelakunya. siswa yang belajar dalam kondisi nyaman dan yakin bahwa dirinya bisa berhasil. dan permainan kanak-kanak memungkinkan pelajar untuk belajar jauh lebih cepat dan jauh lebih efektif. Keberhasilan Georgi Lozanov dalam penyembuhan dan (khususnya pembelajaran) tersebut akhirnya menyulut imajinasi guru bahasa dan pendidik di mana-mana untuk melaksanakan proses pembelajaran secara lebih baik.Apa yang dilakukan oleh ahli psikiatri tersebut membawa hasil yang gemilang. Sedangkan permainan kanak-kanak. ditambah dengan usaha maksimal. Keberhasilan menyembuhkan pasien dengan musik dan sugesti tersebut membawanya langkah yang lebih jauh.

Yang kontra juga berusaha untuk menjelaskan bahwa sebuah materi pembelajaran sulit disajikan dengan pembelajaran kontekstual. Siswa menunjukkan belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. So. be creative! Kreativitas guru adalah kunci bagi keberhasilan pelaksanaan pembelajaran kontekstual ini. baik yang pro maupun kontra. Bagaimana guru merancang skenario pembelajaran kontekstual agar siswa berhasil? Inilah tugas yang harus dilakukan guru. Silakan Anda baca juga ³Tip Sukses Mengajar 3 . dan ikut bergabung di dalamnya. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkitkan ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Adakah kesamaannya? Cek juga Tips Melaksanakan Model Pembelajaran Kuantum 3. Pendekatan pembelajaran kontekstual dalam kelas cukup mudah´? Sesungguhnyalah.ajaran kontekstual. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Yang pro tentunya berusaha untuk menjelaskan bagaimana sebuah materi pelajaran bisa disajikan dengan pembel. Apa pendapat Anda tentang pembelajaran kontekstual? Anda termasuk yang pro atau yang kontra? Bagaimana dengan ilustrasi pembelajaran kontekstual berikut: ³Pembelajaran kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. teori lain yang juga melatarbelakangi filosofi pembelajaran kontekstual adalah teori kognitif. termasuk mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan pengalaman yang dimiliki. maka dua hal penting yang harus diingat agar berhasil dalam pelaksanaan pembelajaran kontekstual adalah: (1) pelajaran harus berhubungan dengan pengalaman siswa. http://www. tetapi pada materi lain TIDAK BISA. dan (2) siswa harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Beragam argumen bermunculan dalam perbincangan tentang pembelajaran kontekstual itu.mempraktikkan pembelajaran kontekstual di kelasnya. Coba bandingkan dengan Model Pembelajaran Kuantum yang telah terbit. Intinya. ³Pada materi tertentu kita memang bisa melaksanakan pembelajaran kontekstual. Mendengar perbincangan dengan tema ³Pembelajaran Kontekstual´ tersebut saya tertarik. bidang studi apa saja. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah.gurusukses.com/kunci-sukses-pelaksanaan-pembelajaran-kontekstualkreativitas-guru . Selain teori progressivisme. Atas dasar pemikiran di atas.´ kata guru tersebut.

Ini berarti bahwa dalam proses pembelajaran harus diupayakan agar semuanya bertujuan bagi terselenggaranya pembelajaran yang efektif. Bagaimanaa mengatasi agar siswa tidak ribut dalam pembelajaran? Dalam konsep pembelajaran kuantum kita mengenal prinsip bahwa semuanya bertujuan.Cara Mengatasi Agar Siswa Tidak Ribut Dalam Pembelajaran Tulisan ini saya buat untuk memberikan tambahan informasi kepada teman yang mencari informasi tentang hal yang sama. masukilah dunia siswa. ada sesuatu yang lebih menarik bagi siswa dibanding proses pembelajaran. Apabila sudah ditemukan penyebab tidak menariknya pelajaran bagi siswa (kalah menarik dibandingkan dengan situasi di luar kelas). kemudian membicarakan sesuatu yang menarik dari apa yang diperhatikan siswa tersebut. Bagaimana caranya? Pertama. cari hubungkan apa yang diperbincangkan tadi dengan materi pelajaran. Guru harus mampu membaca suasana hati siswa ketika mengajar. maka segera temukan solusinya. Guru dapat memasuki dunia siswa dalam pembelajaran melalui pertanyaan pancingan yang mengarah pada sesuatu yang sedang menjadi topik perbincangan siswa. atau karena tidak digunakannya media pembelajaran yang sesuai. Itu sebabnya. Temukan. guru mencermati apa yang sedang menarik perhatian siswa. sehingga siswa memberikan perhatian kepada pelajaran. kemudian menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan suasana hati siswa. Idealnya. Jangan dipaksakan! Jika sebentar saja perhatian siswa kembali ke hal di luar pelajaran. maka berarti pelajaran hari itu memang tidak menarik bagi siswa. Selanjutnya. Siswa ribut biasanya ada sesuatu yang tidak beres dengan proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru. guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan suasana hati setiap siswa di kelas. agar proses pembelajaran berlangsung mulus. materi yang terlalu sulit. maka hal yang membuat siswa lebih tertarik itu harus didayagunakan untuk mendukung proses pembelajaran. apakah karena metode yang tidak tepat. Dalam situasi seperti ini guru harus cerdas dan kreatif untuk mengubah pelajaran yang tidak menarik itu menjadi menarik bagi siswa. mencintai murid-murid kita. Atau. dan terapkan dalam pembelajaran. komunikasi yang monoton tidak menginspirasi. Atau. Namun ini agaknya tidak mungkin. Sebentar saja. Tujuannya adalah untuk membawa siswa kepada pelajaran. Anda akan menemukan bahwa sebenarnya tidak sulit mengelola situasi di kelas agar fokus pada pembelajaran ketika kita memang sudah mencintai pekerjaan kita. dan . Oleh karena itu cukuplah jika guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan suasana hati sebagian besar siswa di kelas. baik yang terkait dengan komunikasi maupun benda-benda di kelas. Ini penting.

Hasil pelaksanaan tugas guru sukses harus mencapai target mutu di atas rata-rata. Satu hal lagi. profesi guru. Keberuntungan di sini lebih mengarah pada kesejahteraan. sukses (a) berarti: berhasil. guru sukses adalah guru yang profesional. saya memberikan definisi guru sukses sebagai guru yang berhasil sekaligus beruntung. Betul. keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan tugas. Ya. dan sejahtera adalah tiga kata kunci yang tepat untuk mendeskripsikan siapa guru sukses itu. Dengan demikian saya sebutkan bahwa guru sukses adalah guru yang profesional sekaligus sejahtera. bermartabat. Sebut saja. Ketiga kata kunci di atas harus menjadi satu kesatuan yang melekat pada sosok guru sukses. definisi sukses adalah berhasil dan beruntung. misalnya: fasilitas. Ya. Kesejahteraan yang terkait kedinasan bagi guru sukses. Sebab itu.berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan dan keberhasilan murid-murid kita. bermartabat. dan sejahtera. Saya mengahargai perbedaan pendapat. sejahtera. Guru sukses juga bukan guru sejahtera namun profesionalismenya rendah. sekaligus sejahtera hidupnya. bermartabat. beruntung. Ya. kemudian tuliskan komentar Anda. bukan martabat guru sebagai pekerja. Kalau begitu. keberuntungan guru sukses adalah keberuntungan yang berasal dari profesinya itu. baik terkait dengan kedinasan maupun kesejahteraan hidup secara menyeluruh. guru yang memiliki tingkat derajat kemanusiaan yang tinggi. Guru yang bermartabat tidak harus ³meminta-minta´ kesejahteraan kepada pihak lain. misalnya: muridnya sukses mencapai tujuan pembelajaran di atas rata-rata standar minimal atau rata-rata murid yang diajar oleh guru lain. silakan tinggalkan komentar di tempat yang tersedia. misalnya dengan ³meminta-minta´ sesuatu kepada pihak lain. dan semacamnya. karir pasti. bukan profesi bidang lain! Misalnya: guru nyambi dagang (dan sukses dari dagangnya) bukanlah guru suskses. Guru sukses bukan sekadar profesional namun kesejahteraannya memprihatinkan. bermartabat. Begitu pula. menjaga diri untuk tetap pada tingkat derajat . guru sukses haruslah guru yang profesional. dan sejahtera. http://www. Sebab itu guru yang masih suka ³meminta-minta´ kepada pihak lain belum termasuk guru bermartabat.com/cara-mengatasi-agar-siswa-tidak-ribut-dalam-pembelajaran Definisi Guru Sukses Definisi Guru Sukses Guru sukses: profesional. Selanjutnya. Mengapa saya memberikan definisi guru sukses seperti definisi di atas? Inilah penjelasannya. sekali lagi. Merujuk pada pengertian sukses ini. martabat guru sebagai profesi. maka keberhasilan guru sukses haruslah sesuai profesinya itu. Kalau Anda punya definisi lain tentang guru sukses. Jadi. keberhasilan dan keberuntungan guru sukses harus semakin meninggikan martabat guru sebagai profesi. Guru ini memiliki tingkat keprofesionalan yang tinggi dalam bekerja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . jabatan. guru sukses adalah guru yang profesional. Seseorang yang memiliki harga diri tidak akan sampai hati melakukan hal-hal yang kontraproduktif dengan upaya peningkatan derajatnya. Kesejahteraan hidup secara menyeluruh terutama berkaitan dengan penghasilan guru demi menopang kebutuhan hidup rumah tangganya. melainkan pedagang sukses. bermartabat. Guru bermartabat adalah guru yang memiliki harga diri. Ini definisi menurut saya. dan guru demikian. Karena guru adalah sebuah profesi. apa definisi guru sukses? Definisi guru sukses: guru sukses adalah guru yang profesional. guru sukses bukanlah guru yang profesional dengan kesejahteraan tinggi namun martabatnya rendah. profesional. yakni guru yang berhasil (sukses) menjalankan profesinya.gurusukses. kenaikan pangkat. tentunya tidak bisa digolongkan ke jajaran guru sukses. Inilah inti guru sukses. hasil kerja guru sukses.

http://tanbihun. menonjol dibidangnya. dan bersifat terpuji dalam segala hal 9. sukses dengan martabat tinggi. dan memahami betul permasalahan-permasalahan ummatnya 6. berwawasan luas.com. Masuk akalkah definisi di atas? Atau Anda punya definisi lain? Bergabunglah bersama kami. memiliki tekad yang kuat untuk memberi manfaat yang terbaik untuk murid-muridnya.(kemuliaan) kemanusiaannya. Jika Anda sukses sebagai guru.com Read more at: http://gurukuansing. tidak bersikap kasar. dan sejahtera. MERDEKA!!!Source:www. baik yang sudah menduduki posisi guru sukses maupun yang masih baru dan sedang belajar menjadi guru sukses.gurusukses. dan berusaha keras mengantarkan mereka kepada ketinggian derajat orang-orang yang berilmu 3. mengenal baik adat bdan budaya masyarakatnya.html Copyright gurukuansing. demi kemajuan dunia pendidikan kita. kelalaian. dan hanya bertutur kata dengan lembut dan santun. Bersemangat dalam menyampaikan ilmu. Sekali lagi.gurusukses.blogspot.com/pendidikan/ciri-ciri-guru-yang-sukses/ . Tertib. Tekun memperdalam bidang keahlian dan perhatiannya. dan selalu ramah dan ceria dihadapan mereka 7. dan rapi dalam setiap pekerjaannya 8. dan dihormati oleh murid-muridnya 2. dan sukses dalam kesejahteran hidup.blogspot. kepada para guru di tanah air. Jadikan diri Anda guru sukses! Sukses sebagai agen pembelajaran.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution http://gurukuansing. dan sejahtera! Ingat selalu! Definisi guru sukses: profesional.com/pendidikan/ciriciri-guru-yang-suksesciri-ciri-guru-yang-sukses/ http://tanbihun. dan ajak teman Anda masuk ke SITUS ini untuk ambil bagian melalui: http://www. atau kepada siapa saja yang menaruh minat pada kemajuan pendidikan di Indonesia melalui terwujudnya guru sukses yang semakin besar jumlahnya. dan berusaha keras mengantarkan mereka kepada ketinggian derajat orang-orang yang berilmu ´ Ciri-ciri Guru Yang Sukses : 1. sekaligus memperoleh kesejahteraan utuh dari profesi yang ditekuninya itu. bermartabat.com/2011/08/definisi-guru-sukses. definisi guru sukses dengan kata kunci: profesional. brmartabat. Tidak berperilaku yang menakutkan. Ikhlas dalam mengajarkan ilmu-ilmunya. memberi motivasi kepada muridmuridnya. kebodohan. Berikan komentar pada artikel sesuai topik. senantiasa menyayangi murid-muridnya dan mereka pun menyayanginya 4. murid Anda pun akan terinspirasi untuk menjadi orang-orang sukses. Definisi. tepat dalam janjinya. Diteladani. Mari kita ³share´ pengalaman. memiliki tekad yang kuat untuk memberi manfaat yang terbaik untuk murid-muridnya. dicintai. meninggalkan setiap perilaku yang buruk. dan menguasai seluruh materinya dengan baik 5.com/2011/08/definisi-guru-sukses.html Ciri-Ciri Guru Yang Sukses Ikhlas dalam mengajarkan ilmu-ilmunya. definisi guru sukses. Rajin mengkaji. disegani. Tidak larut dalam canda. Menjauhi hal-hal yang syubhat (meregukan). saya UNDANG Anda untuk berpartisipasi. perkataan kotor. Akhirnya.

muncul pertanyaan teknik dan model komunikasi seperti apa yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar ?. Ada juga guru/dosen yang mengajarnya cenderung meniru gaya orang yang dahulu pernah menjadi guru atau dosennya. Oleh sebab itu. termasuk di Perguruan tinggi. Untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada suatu perkuliahan atau pelatihan. dosen. adapun untuk tipe kedua. Metode pembelajaran dan komunikasi tidak selalu harus sama untuk setiap materi. ruangan kelas. diantaranya adalah peserta didik. Kenyataan di atas akan menimbulkan beberapa persoalan. Di dalam komunikasi tersebut terdapat pembentukan (transform) dan pengalihan (transfer) pengetahuan. Tipe pertama misalnya. pengajar (baik guru atau dosen) mengajar secara alami sesuai dengan bakat mengajar yang dimiliki. jika tidak hati-hati. Bekenaan dengan itu. siswa) sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam arti. PENDAHULUAN Pada saat ini masih banyak didapati di berbagai institusi pendidikan. keterampilan ataupun sikap dan nilai dari komunikator (pendidik. tulisan ini mencoba memberikan beberapa petunjuk bagi para pembaca yang berprofesi sebagai guru/dosen pengajar atau profesi dalam bentuk bahkan lainnya. tanpa melihat sisi kelemahannya. metode dan materi itu sendiri. antara mahasiswa dengan dosen. antara siswa dengan guru´. metode pembelajaran dan komunikasi harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dalam setiap proses pembelajaran. akan minimblukan masalah bagi dosen/guru yang tidak mempunyai bakat mengajar atau mempunyai keterbatasan dalam menyampaikan pesansecara lisan. mahasiswa. baik bagi pengajar maupun peserta didik. PERMASALAHAN Dalam penyampaian materi perkuliahan dan pelatihan kepada peserta didik/audien. dosen/guru cenderung akan meniru gaya orang yang diidolakannya. . khususnya bagi mereka yang bukan lulusan Institut keguruan dan ilmu pendidikan atau Perguruan tinggi sejenis. guru) kepada komunikan (subyek didik. yang dalam mengajar masih konvensional. ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan. pelatihan. ditambah pengalaman para penulis menyampaikan materi dalam perkuliahan dan persentasi di berbagai institusi pendidikan dan seminar/pelatihan.TEKNIK DAN MODEL KOMUNIKASI DALAM OPTIMALISASI PROSES BELAJAR MENGAJAR ABSTRAKSI Proses belajar mengajar (PBM) merupakan suatu bentuk komunikasi yaitu komunikasi antara subyek didik dengan pendidik. Tulisan ini disajikan berdasarkan pengalaman penulis mengikuti pendidikan dan pelatihan dalam bidang penyampaian materi dalam mengajar.

Pada kegiatan pembelajaran Biologi mencakup dimensi ganda. Afektif berkaitan dengan sikap. Kesemua ini dilakukan dengan menggunakan perangkat yang lazim disekitar peserta didik. akhlak. Jika ia dapat membuktikan pengetahuan tentang fakta-fakta baru atau ia bisa melakukan sesuatu. akan tetapi konsepsi yang disertai alasan logis. pengalaman dan alam sekitar melalui kegiatan/proses ilmiah.PEMBAHASAN Proses belajar (learning) adalah suatu perubahan yang relatif tetap dalam persediaan tingkah laku. RETNO AMBARWATI *) Secara umum. Kognitif dan Psikomotorik. dan manajemen emosi. Kadangkala peserta didik mempraktikkan ³ 5 D ³ yaitu Datang. guru tidak cukup hanya berceramah dari menit pertama sampai . proses pendidikan di sekolah sekarang porsinya lebih pada aspek kognitif atau transfer of knowledge saja. proses pendidikan menuju pada tiga hal pokok yang harus mampu dicapai peserta didik. Guru belum dikatakan mengajar kalau peserta didik belum belajar. Salah satu hal yang kadang dihadapi guru dalam pembelajaran adalah kurangnya minat dan motivasi peserta didik untuk belajar di kelas. Sedangkan Psikomotorik berkaitan dengan praktik atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif. logika. Dengan demikian. Pandangan ini mendorong guru untuk berperan sebagai tukang ajar. proses belajar menempatkan seseorang dari status kemampuan atau kecakapan (ability) yang satu kepada kemampuan/kecakapan yang lain. yaitu Afektif. Duduk. peserta didik dituntut untuk melakukan kegiatan dan melakukan intervensi logis sampai ditemukan konsep/aturan/prinsip IPA. Peserta didik kadangkala merasa ³terpaksa´ datang dan menghabiskan waktunya di kelas. transfer ilmu. yang terjadi sebagai hasil pengalaman. Apalagi apabila guru masih terbiasa untuk menjadikan peserta didiknya pendengar yang baik karena guru masih yakin bahwa satu-satunya cara untuk mengajar dengan cepat adalah dengan menggunakan metode ceramah. Diam. Artinya. konsep IPA yang diketahui peserta didik tidak sekadar ingatan semata. Pada pola progresif makna belajar diartikan sebagai pembangunan gagasan/pengetahuan oleh peserta didik sendiri selain peningkatan keterampilan dan pengembangan sikap positif. moral. dan analisis. Untuk mencapai tujuan ini. guru baru mengajar kalau konsep materi yang disajikan dapat menjadi bagian dari µstruktur kognitif¶ peserta didik. yaitu proses dan produk. Pola Progresif dalam Belajar Mengajar DRA. Namun disadari atau tidak. Pada dasarnya hakikat belajar mengajar dengan pola yang lebih progresif berbeda dengan hakikat belajar-mengajar dengan pola tradisional. dimana diibaratkan guru sebagai orang yang mengisi air pada botol yang kosong. Jadi. etika. dan bahkan mungkin Dengkur. hanya dapat dikatakan terjadi proses belajar bila seseorang menunjukkan tingkah laku yang tidak sama. yang sebelumnya ia tidak dapat melakukannya. Kognitif berkaitan dengan aspek pemikiran. Ini berarti. Dengar. Pada pola tradisional kegiatan mengajar lebih sering diarahkan pada aliran informasi dari guru ke peserta didik. Artinya.

memberikan kesempatan kreatif. dan berperilaku sehari-hari yang positif terhadap peserta didik.koranpendidikan. kadang ada sikap seperti ³menolak´ yang diungkapkan lewat sikap acuh tak acuh bila diajak memecahkan masalah. seorang guru juga mesti diharuskan meningkatkan masalah afektif peserta didik yang kadang lebih banyak menghabiskan waktu dan energi bahkan memerlukan kesabaran yang ekstra menghadapi peserta didik dengan berbagai latar belakang problematika hidupnya. Dalam praktek evaluasinya kegiatan pengajaran sering terbatas targetnya pada aspek kognitif. Setiap pendidikan bertujuan menunaikan nilai yang terbaik bagi peserta didik dan pendidik. guru semakin dituntut untuk mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif sesuai semangat KTSP. persiapan mengajar dengan target dapat menghasilkan rencana pengajaran. disiplin permisif. Sehingga perilaku guru sebagai pendidik yang perlu dikembangkan adalah sebagai mitra peserta didik. Untuk menciptakan kondisi kelas yang kondusif dalam pembelajaran (masalah kognitif) seorang guru mesti mengerahkan semua potensi dirinya. Akan tetapi peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam kegiatan praktis dalam bentuk pengujian. peserta didik ingin agar diterangkan dengan runtut. Di dalam kelas. tidak tegang. dari segi intelektualitas harus semakin mampu menguasai materi pembelajaran.Maka pendidikan bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. dan pemahaman)? . Suasana kelas harus demokratis. dan mengekspresikan dirinya. guru harus memikirkan metode secara seksama.menit terakhir kegiatan belajar mengajar. Pemikiran itu dimulai dengan tiga pertanyaan penting: 1. sikap.html Pemikiran Sekitar Metode Mengajar Metode dapat diartikan sebagai "teknik". tetapi harus tetap tertib agar semua siswa bisa optimal dalam menyimak.com/artikel/3227/pola-progresif-dalam-belajar-mengajar. berbicara. berdialog dengan pikiran kritis. Karena itu. Setiap kegiatan mengajar memerlukan metode yang tepat dan relevan untuk mencapai tujuan. Apakah tujuan belajar yang saya harapkan dapat dicapai secara konkret (menyatakan perubahan tingkah laku. "cara". Bahkan pengajaran yang baik sebagai bagian dari pendidikan selain memerlukan proses dan alasan rasional intelektual juga terjalin alasan yang bersifat moral.melakukan dialektika budaya lama dengan nilai-nilai budaya modern. atau "prosedur".(*) http://www. berproduksi. kemudian peserta didik mencatat dan kadang peserta didik menganggap bahwa hanya dengan membaca saja mereka sudah dapat memahami pelajaran biologi semua berakibat guru mengalami kesulitan mengembangkan pengelolan kelas. Pendidikan menjalin aspek kognitif dengan aspek afektif sedangkan kegiatan mengajar menjalin aspek kognitif dan psikomotor. percobaan atau penelitian sederhana. Siapakah peserta didik saya? Bagaimana kelompok usia dan perkembangan serta kebutuhan mereka? 2. Sikap mental atau reaksi peserta didik bila dilibatkan secara aktif dalam kegiatan praktis kadangkala tidak menyenangi model pembelajaran peserta didik yang aktif.

meringkaskan interaksi antara Yesus dengan murid-murid-Nya sebagai berikut: YESUS: -----. Kebutuhan peserta didik. Seterusnya. dengan tugas mengajar kita harus berupaya sehingga peserta didik memperoleh makna dari apa yang telah dipelajarinya. maka selanjutnya ia akan terdorong untuk belajar lebih giat.berbuat . sebagai pelaku tugas belajar.menugaskan MURID-MURID: -----------. Bagaimana kemampuan dan ketrampilan guru dalam menggunakan metode yang ditetapkannya? 2. Dalam segi apakah guru mengharapkan peserta didik mengalami perubahan? 3.31). Richards. Lawrence O. Karena itu kita harus selalu selektif. h. bertanya 2. Di antara Yesus dengan murid-murid-Nya senantiasa terjadi interaksi dialogis. Kemampuan/ketrampilan guru.menerangkan . dan sikap peserta didik sehingga setelah mengikuti kegiatan belajar.menjawab . Pemilihan metode mengajar yang "tepat" ditentukan oleh berbagai faktor. Segar dalam arti mampu "menyentuh" aspek batiniah. beberapa hal berikut perlu kita perhatikan sebagai alat pemikiran tentang kriteria. Besarnya kelompok. peserta didik dapat tiba kepada suatu kesimpulan: "Aha. Apa saja yang saya perlukan untuk mencapai tujuan belajar? Sumber-sumber bahan bacaan (literatur). bertanya . Memikirkan soal metode mengajar sangatlah penting dalam tugas pedidikan dan pengajaran karena Yesus Sang Guru Agung telah memberikan teladan keguruan sebagaimana dijelaskan oleh Kitab Injil.mendengar. dan bantuan seperlunya. 3. Pendekatan mengajar kreatif menekankan kegiatan peserta didik. dalam A Theology of Christian Education (1975. ada sesuatu yang baru yang saya peroleh!" Di samping itu. Cocokkah metode yang dipilih untuk kelompok yang akan dihadapi? . Metode mengajar yang perlu kita pilih dan kembangkan haruslah kreatif sedemikian rupa. Jika peserta didik mendapatkan "makna praktis dan pribadi" dari apa yang baru dipelajarinya. kegiatan belajar kreatif dapat menumbuhkan kreativitas baru dalam pemikiran perasaan. Ia akan berharap untuk selalu memperoleh hal-hal baru dan segar. pemberi arah. dan alat bantu (media) apa saja yang mungkin saya gunakan guna membantu peserta didik mencapai tujuan? BEBERAPA PRINSIP PEMIKIRAN METODE MENGAJAR 1. Sesungguhnya tidak ada metode mengajar yang dapat dikategorikan paling tepat bagi setiap kesempatan mengajar.melakukan. Sehubungan dengan pemilihan dan pengambilan keputusan tentang metode ini.3. informasi.bertanya .mengamati. sementara guru hanya berperan sebagai pembimbing. menirukan . yaitu: 1.

sesuai dengan metode yang ditetapkan? 8. Variasi pengalaman belajar. dilihat dari segi waktu? Metode karya wisata misalnya. studi mandiri. wawancara.Yaitu pihak guru kepada peserta didik. forum. kolokium. hanya tahu teori. Ketrampilan tertentu dari peserta didik. hasil riset. Satu arah . . Ada tiga kategori metode termasuk dapat menciptakan relasi dan interaksi dialogis ini: . metode audio visual: film. Cukupkah fasilitas yang tersedia untuk menunjang pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Interaksi yang terjadi di antara guru dan peserta didik bisa meliputi dua jenis komunikasi. Pemilihan variasi metode mengajar pada prinsipnya perlu bertitik tolak dari corak komunikasi yang ditimbulkan oleh pemakaian metode itu. Dalam penetapan metode kita harus mempertimbangkan berapa jauh variasi pengalaman belajar dapat terjadi. Sesuaikah metode yang dipilih dengan sifat bahan pelajaran? 7. Hal ini penting apalagi berkaitan dengan pengajaran yang ingin menanamkan segi-segi "how to" atau "teknik". 9. hafalan.Yaitu dari pihak peserta didik kepada gurunya. Mampukah metode yang dipilih membuat para peserta didik aktif belajar? Bisakah diharapkan terjadi suasana atau interaksi dialogis dalam kegiatan belajar-mengajar? 6. lokakarya. poster. Keterlibatan peserta didik. Apakah metode yang dipilih dan akan dipakai cukup baik untuk membantu tercapainya tujuan belajar? 5. studi kelompok. dll. video. dll.Diskusi kelompok: brainstorming. kuliah. suratmenyurat. Metode yang kita tetapkan dalam mengajar hendaklah sedemikian rupa sehingga dapat membangkitkan ketrampilan tertentu. tes. Kalau tidak peserta didik menjadi pasif. survai lapangan. mengikuti buku pegangan. Dua arah Dimana terjadi relasi dan interaksi dialogis di antara guru dengan peserta didik. buzz-group. tulisan reflektif. Fasilitas yang tersedia. cerita. Termasuk ke dalam metode ini antara lain: laporan baca. Kesesuaian dengan bahan pengajaran. Mungkinkah suatu metode diterapkan dalam belajar mengajar. studi kasus. demonstrasi. diskusi panel. .buku. Tujuan pelajaran.4. Pengalaman belajar bagaimana yang dapat maksimal terjadi? Mendengar sajakah? Melihat sajakah? Berpikir dan berbuatkah? 10. Waktu yang tersedia. simposium. paper. tentu membutuhkan waktu untuk refleksi dan memberikan laporan. berbagi rasa. Termasuk dalam metode ini adalah: ceramah. kelompok kecil. studi kasus. 4. 1. seminar. percobaan lapangan. 2.

seperti melalui metode drama. atau upaya mempertimbangkan dan memahami. 1. pantomim. jenis serta penekanan tertentu dalam proses belajar sebagai tujuan akhir dari hal-hal yang ingin dicapai oleh guru. . mimik. sosio-drama.Selalu diberi upaya untuk mengemukakan apa yang dibahas sekarang ini dan yang dibicarakan untuk waktu yang akan datang. permainan peran.Gunakan sumber-sumber otoritatif. . Jika peserta didik selalu dapat melihat keterkaitan dari apa yang dipelajari dengan kebutuhan dan situasi yang sedang dihadapi. pemecah masalah. Jika proses belajar ingin menekankan segi peningkatan pengetahuan dan pengertian peserta didik.Drama: dialog. mentor (bimbingan studi). dll. Dengan begitu peserta didik mengetahui kesinambungan kemajuan belajarnya. bacaan dramatis. Hal ini dapat mempermudah peserta didik dalam membentuk dan mengembangkan konsepnya sendiri. kelompok kerja. ide atau gagasan harus diberikan secara jelas dan tuntas. Sudah tentu hal itu turut berpengaruh atas pemilihan dan penetapan metode. klarifikasi nilai (penjelasan tanpa mempertanyakan soal "mengapa") dan diskusi kelompok. 5.org/pepak/pemikiran_sekitar_metode_mengajar .Metode proyek: studi kasus. 2.sabda. seperti biografi.Identifikasi dengan kondisi dan tokoh tertentu. maka guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip belajar berikut: . pembacaan puisi.Mengemukakan relevansi prinsip dan gagasan terhadap situasi yang dihadapi. Penjelasan terhadap konsep. .Melibatkan pancaindera dalam kegiatan belajar. tabloid.Aktifkan refleksi pribadi. .. . http://www. gagasan secara kontekstual. ide.Tafsirkanlah konsep.Tekankan contoh-contoh yang konkret dan kontekstual. Jika tekanan diberikan kepada pencapaian segi-segi nilai dan moral. . Selalu ada tingkat. dll. dan ruang kesaksian atau berbagi rasa. . atau sorotan terhadap biografi. maka proses transfer dalam belajar dapat dikatakan sudah terjadi. . maka sudah tentu guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip dan pendekatan berikut: . permainan.Tekanan diberikan pada keaktifan berpikir (menalar).

Untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan. dan pengabdian kepada masyarakat. . transfer of attitude dan life skill sesuai dengan ajaran Islam. keislaman. Mengajar a. 2. metode dan strategi yang relevan dengan pandangan tersebut. b. tulisan dan media maupun mengembangkan keilmuan komunikasi dan penyiaran Islam melalui kegiatan pengajaran. melainkan jugatransfer of value. penelitian. sehingga mahasiswa memperoleh pengetahuan secara teoritis dan mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan misi pembelajaran dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yakni memberikan life skillkepada mahasiswa. Kesesuaian Strategi dan Metode Kegiatan belajar mengajar yang diterapkan pada Jurusan KPI tidak hanya bersifat transfer of knowledge.UIN SUNAN KALIJAGA FAKULTAS DAKWAH PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM Proses Pembelajaran 1. baik SDM maupun media. Pengembangan Kompetensi Pengembangan kompetensi yang diharapkan mengacu kepada visi dan misi yang telah dirumuskan yakni menjadikan Jurusan KPI berkualitas dalam keilmuan. yang pada akhir tahun ini berdasarkan pada kurikulum Integrasi dan Interkoneksi yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga. Misi Pembelajaran a. Ini dilakukan dengan cara memberdayakan dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada. Untuk itu maka proses kegiatan belajar mengajar mengacu kepada etika. maka Jurusan KPI menerapkan proses pembelajaran dengan menerapkan proporsi teori dan praktek yang memadai. Ini juga dilakukan dengan mengusahakan dan mengadakan hubungan ke luar untuk menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga yang dapat menunjang keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar yang maksimal. Efisiensi Internal dan Eksternal Dalam proses pembelajaran. dan keterampilan dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam melalui. Jurusan KPI mengupayakan penerapan efisiensi internal dan eksternal.

Belajar a. Untuk tujuan tersebut. Kegiatan ini . b. Kesesuaian Materi Pembelajaran dengan Tujuan Mata Kuliah Materi pembelajaran setiap mata kuliah diberikan kepada mahasiswa dengan berdasarkan kepada kesesuaian antara materi dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yang target utamanya adalah mengacu kepada pencapaian kompetensi mata kuliah. praktik lapangan dan magang. Keterlibatan Mahasiswa Dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan pengembangan wawasan. beberapa dosen menggunakan media LCD. 3. hal ini tentu sesuai dengan pengalaman dan kondisi dosen yang bersangkutan. praktek. Efisiensi dan produktivitas Dalam mencapai efisiensi dan produktivitas mengajar. Penggunaan tehnologi informasi tergantung kepada jenis dan sifat mata kuliah yang diajarkan.Metode belajar mengajar yang dilaksanakan oleh dosen Jurusan KPI terdiri dari beberapa metode mengajar. telah dibentuk team teaching bagi mata kuliah yang memiliki dosen lebih dari satu atau ada keterkaitan antara satu mata kuliah dengan mata kuliah yang sejenis atau serumpun (lihat Lampiran). diktat. dosen dan mahasiswa terlibat secara intens dalam berbagai kegiatan yang dapat menunjang kemampuan dan pengembangan intelektual. d. Struktur dan Rentang Kegiatan Mengajar Sistem pendidikan yang dipakai di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adalah Sistem Kredit Semester (SKS). transparansi. kuis. beban kerja tenaga pengajar. yaitu : ceramah dan tanya jawab. e. c. penugasan. diskusi. hand out. Media internet juga dipergunakan untuk mencari beberapa informasi yang dibutuhkan. Penggunaan Teknologi Informasi Dosen dalam mengajar ada yang menggunakan tehnologi informasi ada juga yang tidak. dan buku ajar. Dari masing-masing metode tersebut melahirkan strategi mengajar. tapi pada umumnya media komputer dipergunakan untuk setiap mata kuliah. beberapa dosen Jurusan KPI ada yang menggunakan beberapa media pembelajaran seperti : LCD. Over Head Proyektor (OHP) dan notebook dengan in-focusnya. yakni pendidikan yang menyatakan beban studi mahasiswa. dan beban penyelenggaraan suatu mata kuliah dan program selama 14 minggu dalam satuan kredit. Dalam menyampaikan materi perkuliahan.

seperti pelatihan menulis. Kegiatan yang diikuti diantaranya : 1) 2) 3) 4) Studium General. Studi Banding. Penerimaan dan pengesahan topik penelitian. yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan dan keterampilan berkarya. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan : 1) Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidangnya Bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan pengetahuan atau pendalaman suatu materi. pembuatan naskah film. Pelatihan-pelatihan dan workshop. yaitu kegiatan ilmiah yang mengkaji berbagai hal yang berkaitan dengan penambahan dan perluasan keilmuan. yang dilakukan untuk meningkatkan wawasan serta membuka cakrawala realita empiris diluar kampus. . 2) Keterampilan umum dan yang dapat dialihkan (transferable) Bagi mahasiswa jurusan KPI diberikan keterampilan dalam tulis menulis. Pengajuan ujian skripsi c. pelacakan/peliputan beritadan profesi. b. jurusan memfasilitasi dan memotivasi dengan memberi konsultasi atau membentuk forum komunitas. Bakti Sosial. browsing internet dan komputer sebagai keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa. programer dan presenter televisi. mahasiswa Jurusan KPI diberi ruang untuk mengekspresikannya dalam suatu kegiatan penerbitan (tulis menulis) bulletin RETHOR dan kepenyiaran di RADIO RASIDA. Penunjukan seorang Dosen Pembimbing Skripsi. Seminar Topik Penelitian Proses bimbingan skripsi.seperti melalui kegiatan keilmuan dan pengabdian masyarakat. seperti pengetahuan tentang media kepenyiaran radio. yang dilakukan untuk memberikan pengalaman dan pemahaman serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. 3) Pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri Guna mengaktualisasikan pemahaman keilmuan dan keterampilan yang dimiliki serta memanfaatkan kemampuan diri. Membuat dan mengajukan proposal topik penelitian. Bimbingan Skripsi Bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan minimal 120 Sks sudah dapat mengajukan topik penelitian (judul skripsi) dengan prosedur sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Konsultasi topik atau judul dengan Dosen Penasehat Akademik.

4) Kemampuan belajar mandiri Mahasiswa Jurusan KPI memiliki kegiatan yang relevan dengan tujuan dan kompetensi bidang keilmuan. mahasiswa banyak yang aktif mengikuti kegiatan organisasi baik ekstra. akurat. dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. Mereka inilah yang berhak melanjutkan ke semester lima. afektif. Dalam bidang kepemimpinan. dilakukan mekanisme serangkaian ujian yang terdiri dari Ujian Tengah Semester (UTS). mahasiswa memiliki kelompok-kelompok studi dan kajian keilmuan yang mereka buat bersama sesama mahasiswa. yakni suatu proses pengumpulan. intra maupun keduanya.00 dinyatakandroup out (DO). Dalam bidang keilmuan. Dalam sistem penilaian menggunakan Penilaian Angka Normatif (PAN) (lihat lampiran). pelaporan dan penggunaan informasi hasil belajar dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian. dan kepemimpinan. 4. hasil karya/tulis (produk). dan cameraman(pembuatan film INDI).00. 3. mereka memiliki kelompok kesenian dan media. D dan E dengan bobot nilai 4. ranah yang dinilai meliputi ranah kognitif. 1 dan 0. 5) Nilai. dan tes tertulis (paper and pencil test). Beban studi adalah sejumlah bobot mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa selama masa studi. baik berdasarkan jurusan maupun keterampilan yang dimiliki. bukti-bukti otentik. penugasan (proyek). pengembangan bakat. dan psikomotor. Strategi dan Metode Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Mahasiswa Ketentuan bagi mahasiswa yang dapat melanjutkan studi adalah mahasiswa yang memperoleh IPK semester satu sampai semester empat minimal 2. Penilaian dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan belajar mengajar. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (porto folio). Peraturan Penilaian Kemajuan dan Penyelesaian Studi Mahasiswa Untuk menilai prestasi akademik mahasiswa. Ujian Akhir Semester (UAS). serta beberapa tugas. 2. Ditinjau dari kompetensi yang ingin dicapai. kinerja (performance). Penilaian kemajuan dan keberhasilan belajar a. Beban studi yang harus ditempuh pada Jurusan . motivasi dan sikap Sistem penilaian yang digunakan adalah Penilaian Berbasis Kelas (PBK). Dalam bidang pengembangan bakat. Simbol yang digunakan mengukur prestasi hasil ujian dipergunakan huruf mutu yaitu A. pelaksanaan berkelanjutan.kegiatan Pecinta Seni Suara Padang Pasir (kelompok Al- Hamro). Sedangkan yang IPKnya kurang dari 2. b. C. B.

apabila mereka memperoleh IPK paling kurang 2. Dengan demikian dikatakan bahwa rata-rata mahasiswa lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam memperoleh predikat kelulusan yudisium amat baik/sangat memuaskan http://www.. tidak pernah melakukan perbaikan nilai.. serta tidak melanggar kode etik kemahasiswaan. Penelaahan Mengenai Kepuasan Mahasiswa Mutu lulusan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam dapat dilihat dari perolehan Indeks Prestasi Kumulatif lulusan. tapi . atau bahkan kalo kita mampu ilmu tersebut kita tambah atau kembangkan sesuai dengan perkembangan jaman.49.00 selama masa studi.info/joomlakusuka/dakwah/kpi/Proses_Pembelajaran000.50 dan masa studinya tidak lebih dari 5 tahun.. Perolehan IPK mahasiswa jurusan KPI mayoritas berada pada rentangan 3. dan sebagian besar ditularkan kepada kita melalui transfer pengetahuan di kelas.Komunikasi dan Penyiaran Islam adalah 144 sks. <?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /><o:p> Keberhasilan transfer ilmu terjadi apabila ada KOMUNIKASI dua arah. Secara umum perolehan nilai prestasi mengalami perubahan seiring dengan perubahan yang terjadi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. tentunya besar keinginan kita bahwa ilmu yang kita miliki dapat kita sampaikan kepada Yunior agarSABHAWANA yang kita cintai ini dapat terus berkembang dan makin maju. Penentuan Yudisium Mahasiswa yang dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam.htm KOMUNIKASI = KUNCI KEBERHASILAN TRANSFER ILMU Kadang kita tidak menyadari arti pentingnya KOMUNIKASI Kata komunikasi sudah sangat familiar buat kita semua. bukannya stagnan atau bahkan mundur. (lihat lampiran). Sebagai seorang Senior yang bertanggung jawab.00 ± 3. yaitu 61. c. Predikat kelulusan Cumlaude hanya diberikan kepada mahasiswa yang memiliki IPK minimal 3. yaitu komunikasi antara Senior sebagai fihak yang memberikan ilmu dan Yunior sebagai fihak yang menerima . d.uin-suka. Pendistribusian setiap semester berkisar antara 18-22 sks. Perolehan IPS setiap semesternya dapat digunakan untuk memperoleh jumlah sks pada semester berikutnya.36 persen. Salah satu cara untuk memajukan SABHAWANA adalah bagaimana ilmu-ilmu yang pernah kita terima dapat kita transfer secara utuh. sudahkah kita menyadari arti pentingnya komunikasi buat kita salah satu arti penting tersebut yang langsung bersentuhan dengan kita adalah bagaimana kita mentransfer ilmu kepada sesama Rekan-rekan di Sabhawana tentunya sangat menyadari bahwa ilmu yang kita terima adalah ilmu yang turun temurun.

Harus kita maklumi. namun jangan berlebihan karena dapat berakibat kontra produktif. Karenanya cobalah berpikir seperti mereka atau bertindak seperti anda menerima materi itu pada saat anda menjadi yunior sebelumnya. Kelima.. Ketujuh. pelibatan yunior dalam materi akan menimbulkan gairah dan rasa ingin tahu yang lebih tentang materi yang sedang disampaikan.ilmu. pengutaraan pendapat dan evaluasi berupa kuis-kuis kecil di akhir materi. karena tidak semua orang dilahirkan mempunyai bakat sebagai pengajar atau pendidik yang baik. ANTUSIAS Hai kawan. LIBATKAN MEREKA DALAM MATERI Seperti disampaikan sebelumnya komunikasi akan berhasil apabila terjalin dua arah. namun apabila kita kurang mahir penggunaan alat tersebut ada baiknya minta bantuan rekan lain yang lebih menguasai untuk membantu di kelas. rentang usia antara senior dan yunior amatlah pendek.. SELARASKAN POLA PIKIR Materi anda akan menjadi terlalu sulit dimengerti bagi yunior apabila anda tidak mau mengetahui cara pandang mereka terhadap materi yang akan disampaikan. Pelibatan mereka dapat melalui pertanyaan. Dan yang paling penting kuasai cara menggunakannya. dengan demikian anda akan mengetahui . dan jangan lupa background pendidikan mereka sebelumnya beragam. bagaimana yunior akan suka dan tetap memperhatikan apabila anda sendiri tidak bisa menunjukkan sikap antusias terhadap materi anda. Demikian juga halnya dengan transfer ilmu. Adakalanya komunikasi akan lebih efektif apabila dibantu dengan bahasa tubuh. Berikut ada beberapa TIPS KOMUNIKASI dalam MENGAJAR yang mungkin dapat diterapkan agar transfer ilmu di Sabhawana dapat berkelanjutan. berkisar antara satu atau dua tahun. maka persiapkan lebih awal alat peraga yang memungkinkan dibawa kedalam kelas. Hal inilah yang sesungguhnya tidak boleh terjadi dan dibiarkan berlarut karena dapat berdampak pada macetnya transfer ilmu di Sabhawana. JANGANLAH MEMANDANG RENDAH Ingat. maka ada baiknya sebelum mengajar cek terlebih dahulu seberapa jauh pemahaman mereka tentang materi atau topik yang akan disampaikan. Tampillah enerjik dan tetap semangat dari awal sampai akhir materi. Apalagi rekan-rekan di Sabhawana. karena senyum adalah bahasa komunikasi pertama anda di dalam kelas. bertindak sebagai pengajar di kelas adalah situasi yang rumit dan kompleks bagi sebagian orang. GUNAKAN GAYA BAHASA YANG LUGAS DAN SEDERHANA Bahasa yang lugas dan sederhana akan mudah dimengerti dan diterima oleh si penerima ilmu daripada bahasa-bahasa tehnis yang terlalu rumit. Pertama. canggung dan tidak tahu apa yang harus diperbuat di depan kelas sangatlah mungkin. Ketiga. GUNAKAN ALAT PERAGA Apabila materi atau topik yang akan diajarkan berhubungan dengan praktek nantinya. Kedua.. Keenam. sehingga kemungkinan grogi. yunior adalah rekan kita juga. karena merupakan penghargaan dan penerimaan tersendiri bagi kehadiran mereka di kelas. Keempat. tidak jarang ada yunior yang mempunyai wawasan dan pengetahuan yang lebih sehingga mungkin saja sudah mengetahui suatu materi atau bahkan lebih menguasai daripada kita.. TERSENYUMLAH DENGAN TULUS Memulai setiap kegiatan awalilah dengan senyum. Senyuman sudah merupakansapaan awal yang bernilai lebih dari 50 % bahasa komunikasi anda kepada yunior.

Namun apabila pertanyaan tersebut terlalu sulit untuk dijawab saat itu.com/modules. Apabila materi yang disampaikan belum selesai dalam satu kali pertemuan. berapa kali istirahat sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. menghadapi situasi demikian jangan panik. memimpin debat. Kesepuluh. jadi hindari kejenuhan didalam kelas.. buatlah kesimpulan kecil.php?op=modload&name=News&file=article&sid=166 CASE TEACHING METHOD Pelatihan Metode Pembelajaran Berbasis Kasus Efektif 24 jam / 3 hari Tidak hanya kemampuan menyampaikan konsep yang diperlukan. dan menyimpulkan hasil. cooling down. Jadi. mari kita transfer ilmu kita kepada sesama Transfer ilmu akan lebih berhasil apabila direncanakan dan dipersiapkan dengan baik. sampaikan kepada yunior yang akan meneruskan derap langkah Sabhawana. kuasai kelas dengan meminta yunior mengulangi pertanyaan. mendengarkan peserta. apa yang telah kita terima. Kesembilan. salah satu caranya adalah terjalinnya komunikasi dua arah. tetap jangan lewatkan kesimpulan. . kemudian lemparkan pertanyaan tersebut kepada yunior lain yang ada didalam kelas (bisa lebih dari satu orang) kemudian serap ide-ide mereka.. Untuk itu sebelum mengajar persiapkan waktu sedemikian mungkin..bagian-bagian mana yang terasa sulit dimengerti yang membutuhkan perhatian lebih dari anda.. Salam Rimba S 78514 H</o:p> http://portal.. LEMPAR. KESIMPULAN Setiap selesai menyampaikan materi. rangkum dalam satu penjelasan kemudian sampaikan kembali kepada mereka. usahakan harus ada kesimpulan dari apa yang telah disampaikan. ( Ingat Jawaban nantinya harus anda dikonsultasikan kepada yang lebih ahli agar dapat memuaskan ). manusia dalam menerima suatu materi mempunyai batas jenuh.. Sebelum rasa jenuh datang ada baiknya beristirahat terlebih dahulu.. Untuk itu pengajar haruslah cerdas dan efektif dalam melontarkan pertanyaan. Kedelapan.sabhawana. yang jelek kita tinggalkan dan yang baik kita kembangkan... melainkan juga diperlukan keterampilan memimpin dan menghidupkan diskusi yang berlangsung di kelas. Karena dari kesimpulan tersebut kita dapat mengetahui seberapa jauh materi yang telah disampaikan... maka ada baiknya tampung pertanyaan tersebut dan sampaikan akan dijawab pada kesempatan yang lain demi kejelasan yang lebih dalam. Kita semua mencintai SABHAWANA Mari kita sedikit peduli kepada rekan-rekan kita dengan mencoba memberikan yang terbaik buat Sabhawana. SERAP DAN TAMPUNG Seringkali pada saat mengajar timbul pertanyaan-pertanyaan sulit dari yunior.. BAGI WAKTU Sekali lagi ingat bahwa.

00 13.00 ± 10.00 ± 10.15 Memimpin Diskusi Mengajar Kasus . dan menyimpulkan Proses dalam metode kasus: membuka.15 ± 17.00 ± 15.15 13.00 15. menanggapi.15 15.00 Topik Metode kasus dan Proses Belajar Kasus Trouble in Stat 1B (A) Bahan Bacaan Barriers and Gateways to Learning Premises and Practices of Discussion Teaching Instr 10. mendengarkan.15 Istirahat Persiapan Mengajar Kasus We¶re Just Wasting Our Time Ishoma Memimpin Diskusi Mengajar Kasus Nissan¶s U-Turn Encouraging Independent 1999-2001 Thinking Istirahat Pusat Kebugaran Jim Talk and Chalk How to Teach a Case 12.Manfaat apa yang anda peroleh y y y Meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan mengajar metode kasus Memahami proses mengajar metode kasus dan persiapan-persiapan yang diperlukan oleh instruktur dan peserta Lebih percaya diri dalam menggunakan metode kasus yang kaya dengan inovasi dan kreasi belajar Apa yang dibahas y y y y y Konsep belajar dan metode kasus Mempersiapkan pengajaran dengan metode kasus Strategi bertanya.15 ± 12.00 ± 15. menutup.15 10. dan transisi Praktek mengajar menggunakan kasus Jadwal Hari I 08.

00 15. mendengarkan.00 ± 15.15 10.00 Topik Ketrampilan mengajar: bertanya.15 ± 12.00 ± 10. penutupan.15 Topik Kegiatan mandiri persiapan mengajar kasus Kasus Bahan Bacaan Instr Istirahat Praktek Mengajar Guidelines for Observing and Instructor¶s Case Teaching Approach and Behavior Ishoma Praktek Mengajar Istirahat Praktek Mengajar 12.00 ± 10.15 ± 12. dan transisi Assistant Professor Graham & Ms.00 13.00 ± 15.15 ± 17.15 15.Hari II 08.15 10.15 ± 17.15 Kegiatan mandiri persiapan mengajar kasus Hari III 08.00 ± 10.15 13.00 ± 15.00 15.00 10.00 ± 15.15 15.15 13.15 Istirahat Proses mengajar: pembukaan. Questioning & Responding Instr 10. Macomber (A) Ishoma Persiapan praktek mengajar Tyberg Company First Visayas Holding Company The Offended Colonel (A) Istirahat ³To See Ourselves As Others See Us:´ The Reward of Classroom Observation The Dreaded Discussion: Ten Ways to Start Six Common NonFacilitating Teaching Behaviors 12.00 13. dan menjawab Kasus PT Pos Indonesia Bahan Bacaan With Open Ears: Listening & the Art of Discussion Leading The Discussion Teacher in Action: Listening.00 ± 10.15 .

akan terjadi hubungan timbal balik antara guru dan siswa yang beraneka ragam. bebas mengeluarkan pendapat yang bertanggung jawab dan rasa keadilan saja. Tujuan pendidikan dan pengajaran di Indonesia berlandaskan pada falsafah hidup bangsa. Dalam hal ini guru dapat dikatakan sebagai pemegang peranan utama dalam proses pendidikan yang tercermin dalam proses belajar-mengajar di sekolah. yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa masukan (raw input) yang merupakan bahan dasar diberikan pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar-mengajar. 2 tahun 1989. baik dalam kehidupan seseorang. media dan metode mana yang tepat untuk dipakai dalam menyajikan suatu bahan sehingga dapat membantu mengaktifkan siswa dalam belajar. Untuk mecapai tujuan pendidikan nasional tersebut. keluarga. guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan di lapangan sangat menentukan keberhasilannya. Dalam proses belajar-mengajar melibatkan banyak factor. maka kita dapat mengetahui apa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia dimana Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. dengan harapan dapat berubah menjadi keluaran (expected) input) yang berupa hasil belajar yang diharapkan. kesehatan jasmani dan rohani. rasa aman. misalnya gaya mengajar mana yang memberi kesan positif pada diri siswa selama ini. dkk. dan itu akan mengakibatkan terbatasnya waktu guru untuk mengontrol bagaimana pengaruh tingkah lakunya terhadap motivasi belajar siswa. maka sudah barang tentu akan sangat diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini pendidikan merupakan salah satu sarana untuk menciptakan sumber daya . strategi mana yang dapat membantu kejelasan konsep selama ini. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Selama pelajaran berlangsung guru sulit menentukan tingkah laku mana yang berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa.DISCOVERY INQUIRY Tujuan pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam GBHN adalah pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. 1992 : 3). Sifatnya mutlak dalam kehidupan. Hal ini berarti bahwa pembangunan tidak hanya mengejar kepuasan lahiriah saja seperti sandang. Hal tersebut memperkuat anggapan bahwa guru dituntut untuk lebih kreatif dalam proses belajar ± mengajar. sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan pada diri siswa yang pada akhirnya meningkatkan motivasi belajar siswa. yaitu Pancasila. maupun bangsa dan Negara. Selanjutnya Djamarah Syaiful Bahri (2005) mengatakan bahwa kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrinsik dalam kegiatan belajar±mengajar hendaknya dipahami benar oleh .sumber daya manusia yang berkualitas tersebut. melainkan antara pembangunan lahiriah dan batiniah tersebut haruslah berjalan seiring secara serasi. kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Maju mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan bangsa itu (Sudirman N. pangan. Bila kita kaji lebih jauh lagi apa yang diuraikan dalam Pasal 4 UUSPN No. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Dalam proses belajar-mengajar diharapkan pula sejumlah factor sarana dan factor lingkungan guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki. dan kesehatan saja ataupun mengejar kepuasan batiniah seperti pendidikan. Pada saat proses belajar±mengajar berlangsung di kelas. papan. Untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional seperti yang tercantum di atas.

Mengenai kelebihan dan kekurangan metode penemuan/discovery-inquiry diuraikan oleh Sudirman N. Metode Penemuan (Discovery-Inquiry) Metode penemuan adalah cara penyajian pelajaran yang banyak melibatkan siswa dalam proses-proses mental dalam rangka penemuannya. Moh. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila tidak memguasai satu pun metode mengajar yang telah dirumuskan oleh para ahli psikologi pendidikan´. discovery adalah proses mental. Sebagai tambahan pada proses-proses discovery. merancang eksperimen. Dalam kegiatan belajar mengajar metode sangat diperlukan oleh setiap guru yang penggunaannya sangat bervariasi sesuai dengan karakteristik tujuan yang ingin dicapai setelah pembelajaran berakhir. karena ada perangsang dari luar. Sehingga metode dalam hal ini berkedudukan sebagai alat untuk meningkatkan minat belajar siswa dari luar. Syaiful bahri Djamarah. Menurut Sund (Sudirman N. Istilah asing yang sering digunakan untuk metode ini ialah discovery yang berarti penemuan. Dalam menyampaikan suatu bahan pelajaran. (1991) mengemukakan pendapatnya mengenai metode memgajar sebagai berikut : ³Metode adalah salah satu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Amin (Sudirman N. mengumpulkan dan menganalisis data. inquiry adalah suatu perluasan proses-proses discovery yang digunakan dalam cara lebih dewasa. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi. sekalipun secara umum menunjuk kepada pengertian yang sama dengan inquiry. Inquiry dibentuk dan meliputi discovery dan lebih banyak lagi. menjadi pengajaran yang menekankan kepada proses pengolahan informasi di mana siswa yang aktif mencari dan mengolah sendiri informasi yang kadar proses mentalnya lebih tinggi atau lebih banyak. yaitu : 1. mempunyai sikap-sikap obyektif. terbuka. sehingga tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Dengan kata lain. menarik kesimpulan. 1992 ) menjelaskan bahwa pengajaran discovery harus meliputi pengalaman-pengalaman belajar untuk menjamin siswa dapat mengembangkan prosesproses discovery. . 1992 ).guru. Strategi pengajaran menjadi berubah dari yang bersifat penyajian informasi oleh guru kepada siswa sebagai penerima informasi yang baik tetapi proses mentalnya berkadar rendah. dkk (1992) sebagai berikut : Kelebihan metode penemuan/discovery-inquiry : 1. Pendapat terserbut didukung oleh Karo-karo Ing S.Istilah-istilah discovery dan inquiry dapat diartikan dengan maksud yang sama dan digunakan saling bergantian atau keduanya sekaligus.Istilah discovery. dan dalam proses itu individu mengasimilasi konsep dan prinsip-prinsip. guru harus mampu melakukan pengorganisasian terhadap seluruh komponen pelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode mengajar merupakan suatu teknik atau cara yang ditempuh guru dalam menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa dan melibatkan interaksi yang aktif dan dinamis antara guru dan siswa. hasrat ingin tahu. Mengenai penggunaan istilah discovery dan inquiry para ahli terbagi ke dalam dua pendapat. pada hakikatnya mengandung perbedaan dengan inquiry. dan sebagainya. yang salah satunya adalah metode mengajar. Ulih Bukit (1975) yang mengemukakan bahwa metode mengajar ialah suatu cara tau jalan yang berfungsi sebagai alat yang digunakan dalam pengajaran untuk mencapai tujuan pengajaran. melakukan eksperimen. misalnya merumuskan problema sendiri. atau inquiry yang berarti mencari. jujur. inquiry mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. 2.

motivator. Metode ini memberikan kebebasan pada siswa dalam belajar. Jenis-Jenis Metode Penemuan (Discovery-Inquiry) Moh. Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator. apalagi kebiasaan yang telah bertahun-tahun dilakukan. Biasanya disediakan pula bahan atau alat-alat yang diperlukan. Siswa akan mengerti konsep-konsep dasar atau ide lebih baik. 2. 5. Membantu siswa dalam menggunakan ingatan dan dalam rangka transfer kepada siutuasi-situasi proses belajar yang baru.2. Dalam metode ini siswa harus mengidentifikasi dan merumuskan macam problema yang akan dipelajari atau dipecahkan. kemudian siswa diundang untuk memecahkannya melalui pengamatan. Kekurangan metode penemuan/discovery-inquiry : 1. dan pembimbing siswa dalam belajar. tetapi tidak berarti menjamin bahwa siswa belajar dengan tekun. Dalam kondisi siswa banyak (kelas besar) dan guru terbatas. 6. ke arah membiasakan belajar mandiri dan berkelompok dengan mencari dan mengolah informasi sendiri. 3. dan terarah. Memungkinkan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar yang tida hanya menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Guru berperan sebagai pendorong. penuh aktivitas. dan memberikan bantuan yang diperlukan untuk menjamin kelancaran proses belajar siswa. 4. nara sumber. 4. Mengubah kebiasaan bukanlah sesuatu yang mudah. eksplorasi dan atau melalui prosedur penelitian untuk memperoleh jawabannya. y Modified Discovery-Inquiry Guru hanya memberikan problema saja. 3. Pemecahan masalah dilakukan atas inisiatif dan caranya sendiri secara berkelompok atau perseorangan. y Invitation Into Inquiry . Dalam hal ini siswa tidak merumuskan problema. sementara petunjuk yang cukup luas tentang bagaimana menyusun dan mencatat diberikan oleh guru. Inipun bukan pekerjaan yang mudah karena umumnya guru merasa belum puas kalau tidak banyak menyajikan informasi (ceramah). Selain itu guru menyediakan kesempatan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas kepada siswa. Cara belajar siswa dalam metode ini menuntut bimbingan guru yang lebih baik. Amin (Sudirman N. 1992) menguraikan tentang tujuh jenis inquiry-discovery yang dapat diikuti sebagai berikut : y Guided Discovery-Inquiry Lab. agaknya metode ini sulit terlaksana dengan baik. y Free Inquiry Kegiatan free inquiry dilakukan setelah siswa mempelajarai dan mengerti bagaimana memecahkan suatu problema dan telah memperoleh pengetahuan cukup tentang bidang studi tertentu serta telah melakukan modified discovery-inquiry. Mendorong siswa untuk berfikur dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. Metode ini dapat memperkaya dan memperdalam materi yang dipelajari sehingga retensinya 9tahan lama dalam ingatan) menjadi lebih baik. Memerlukan perubahan kebiasaan cara belajar siswa yang menerima informasi dari guru apa adanya. Lesson Sebagian perencanaan dibuat oleh guru.

Penerapan Pembelajaran Investigasi dalam Pembelajaran Matematika Ditulis oleh Mumun Syaban A. pada tingkat internasional. semua kegiatan sebagai berikut : a. atau diproyeksikan dari suatu trasparansi. Hal ini dapat dilaksankan karena metafora dapat membantu dalam melepaskan ³ikatan struktur mental´ yang melekat kuat dalam memandang suatu problema sehingga dapat menunjang timbulnya ide-ide kreatif. Gambar atau peragaan. .Siswa dilibatkan dalam proses pemecahan problema sebagaimana cara-cara yang lazim diikuti scientist.membuat grafik y Inquiry Role Approach Inquiry Role Approach merupakan kegiatan proses belajar yang melibatkan siswa dalam tim-tim yang masing-masing terdiri tas empat anggota untuk memecahkan invitation into inquiry. Suatu ridlle biasanya berupa gambar di papan tulis. kecuali ditingkat sekolah dasar (Puspendik. Suatu undangan (invitation) memberikan suatu problema kepada siswa.penasihat teknis 3.menginterpretasi data f. kemudian guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan ridlle itu.koodinator tim 2.menetapkan kontrol d.Pictorial Riddle Pendekatan dengan menggunakan pictorial riddle adalah salah satu teknik atau metode untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa di dalam diskusi kelompok kecil maupun besar. Selain itu. bila dibandingkan dengan dua negara tetangga. papan poster.pencatat data 4. Hal ini ditunjukkan oleh hasil pembelajaran matematika di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang ditunjukkan dengan hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) juga Nilai Ebtanas Murni (NEM) dari tahun ketahun hasilnya belum menggembirakan jika dibandingkan dengan mata pelajaran lain. y Synectics Lesson Pada dasarnya syntetics memusatkan pada keterlibatan siswa untyuk membuat berbagai macam bentuk metafora (kiasan) supaya dapat membuka intelegensinya dan mengembangkan kreativitasnya. Latar Belakang Masalah klasik dalam pembelajaran matematika di Indonesia adalah rendahnya prestasi murid dan kurangnya motivasi siswa untuk belajar matematika. Skor ini masih jauh di bawah skor rata-rata internasional yaitu 467. Skor ratarata yang diperoleh siswa-siswa Indonesia adalah 411. atau situasi yang sesungguhnya dapat digunakan untuk meningkatkan cara berfikir kritis dan kreatif siswa.merumuskan hipotesis c. 2005). posisi peringkat siswa kita jauh tertinggal.evaluator proses 6. Singapura berada pada peringkat pertama dan Malayasia berada pada peringkat ke sepuluh (Nandika. Masing-masing anggota tim diberi tugas suatu peranan yang berbeda-beda sebagai berikut : 1. yaitu Singapura dan Malaysia. peragaan. Selain itu.merancang eksperimen b. hasil tes Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2003 yang dikoordinir oleh The International for Evaluation of Education Achievement (IEA) siswa Indonesia berada diperingkat 34 dari 48 negara peserta untuk penguasaan matematika. dan melalui pertanyaan masalah yang telah direncanakan dengan hati-hati mengundang siswa untuk melakukan beberapa kegiatan atau kalau mungkin.menentukan sebab akibat e. 2005).

Weil dan Calhoun( 2000: 53). Guru-guru sering dihantui oleh selesai atau tidaknya topik-topik yang harus diajarkan dengan waktu yang tersedia. integrasi sosial dan proses pembelajaran sosial. sedangkan kegiatan belajar selanjutnya cenderung terbuka. Pemacahan masalah. hampir tanpa variasi kreatif. Diskusi diantara siswa sendiri. dalam . Model Pembelajaran Investigasi Istilah investigasi mulai diperkenalkan dengan diterbitkannya laporan dari Cockcroft (dalam Evans. Kerja praktek. Investigasi merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kemungkinan kepada siswa untuk mengembangkan pemahaman siswa melalui berbagai kegiatan. Menurut Joyce. dan lebih menekankan pada drill (Marpaung. dan dapat digunakan dalam semua bidang studi. 2. Bahkan untuk pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Atas (SMA). tidak mampu menjawab. 2003). skor rata-rata siswa usia 15 tahun mengenai literasi matematika (mathematical literacy) 385 dan berada pada peringkat ke 38 dari 40 negara yang berpartisipasi (Organisation for Economic Co-Operation and Development. 3. seperti matematika sulit. kalau saja siswa ditanya. 1987) menyatakan bahwa pembelajaran matematika harus melibatkan aktivitasaktivitas berikut: 1. Salah satu metode mengajar matematika yang dapat diterapkan untuk mewujudkan pandangan konstruktivisme ini antara lain adalah metode investigasi. yang dalam pelaksanaannya mengacu pada berbagai teori investigasi. sehingga adanya gejala ketakutan anak terhadap matematika (phobia matematika) yang melanda sebahagian besar siswa. Akibatnya hasil yang diperoleh dari proses pembelajaran seperti itu adalah berupa akumulasi dari pengetahuan sebelumnya yang satu sama lain terisolasi. jarang memberikan masalah yang tidak rutin. Akibatnya siswa tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematikanya. 2004). takut disuruh guru ke depan. Pemantapan dan latihan pengerjaan social. Hal ini dikarenakan guru lebih menyiapkan siswa untuk menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) dan tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Selain itu orang tua juga lebih menekankan anak-anaknya untuk mengikuti bimbingan belajar yang lebih menekankan drill daripada problem solving. A. 6. ada saja alasan yang mereka kemukakan. Eksposisi (pemaparan) guru. 4. ataupun antara siswa dan guru. model ini sangat mudah disesuaikan dan komprehensip yang menggabungkan tujuan-tujuan akademik investigasi. Rendahnya hasil belajar matematika dapat disebabkan oleh faktor kemampuan guru dalam menerapkan metode atau strategi pembelajaran yang kurang tepat. Kegiatan belajar dimulai dengan diberikan masalah-masalah yang diberikan oleh guru. 5. Misalnya guru masih menggunakan metode mengajar yang bersifat mekanisitik. Pembelajaran dilakukan melalui proses penyampaian informasi atau transfer of knowledge bukan melalui pemerosesan informasi. Investigasi. Guru cenderung bersifat monoton. misalnya proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru sementara siswa lebih cenderung pasif. kemampuan matematika siswa kurang dikembangkan.Sementara dalam Program for International Assessment (PISA) tahun 2003 yang lalu. artinya tidak terstruktur secara ketat oleh guru. Akibatnya guru lebih suka mengajar dengan cara tradisional dengan hanya menggunakan metode ceramah serta meninggalkan cara investigasi maupun pemecahan masalah.

sedangkan si B dengan kemampuan berpikir yang sangat prima menyelidiki hal-hal tersebut secara mendalam dan terinci. Contoh Model Pembelajaran Investigasi dalam Matematika Contoh berikut ini menunjukkan perbedaan antara investigasi dengan pemecahan masalah.Lompat Katak&rdquo.. investigasi berkaitan dengan kegiatan mengobservasi secara rinci dan menilai secara sistematis. dan selanjutnya orang tersebut mengkomunikasikan hasil perolehannya. siswa belajar bukan hanya mencari kebenaran atas jawaban permasalahan itu. Disamping itu si A hanya menyelidiki bagian permukaannya saja. dimana tiga batu putih dan tiga batu hitam mewakili dua jenis katak diletakkan di medan permainan seperti ini. Menurut Evans (1987). batu dapat digeser satu tempat ke tempat kosong di sebelahnya atau melompati satu batu warna lain ke satu tempat kosong berikutnya. batu putih hanya bergerak ke kanan dan batu hitam hanya kekiri. sedangkan di Amerika Serikat kedua istilah tersebut tidak dibedakan. karena kegiatan ini sangat tergantung pada ketertarikan dan perbedaan kemampuan berpikir setiap siswa yang tentunya sangat berbeda. perintahnya dapat saja berupa pertanyaan seperti berikut: 1. 2004). di Inggris pemecahan masalah dibedakan dari penyelidikan. suatu organisasi para guru matematika di Amerika Serikat yang sangat disegani di seluruh dunia. tetapi juga mencari jalan kebenaran menggunakan akal sehat dan aktifitas mental mereka sendiri. Pada kegiatan pemecahan masalah. Bagaimana cara menukar tempat 3 batu putih dan 3 batu hitam? . Ada perbedaan antara investigasi dan pemecacahan masalah. menyelidiki hal-hal menarik yang mengusik rasa keingintahuan mereka. Dengan sikap keterbukaan yang memang harus dikembangkan dalam sikap investigasi tersebut. dalam arti investigasi dimasukkan kelingkup kegiatan pemecahan masalah yang sejak tahun 1985 sudah menjadi agenda aksi para guru matematika untuk dilaksanakan berdasarkan rekomendasi NCTM. mengapa orang lain memperoleh jawaban yang berbeda dengan jawabannya. khususnya dimana terjadi sumber kesalahan tersebut. Akibatnya ialah jawaban siswa tidak selalu tepat benar atau bahkan salah karena prakonsepsi yang mendasari pemikiran siswa tidak benar. Itulah sebabnya penyelidikan ini disebut juga suatu kegiatan terbuka yang tidak terbatas. Penyelidikan ini disebut &ldquo. karena dalam suatu investigasi dapat diperoleh satu atau lebih hasil. Jadi investigasi adalah proses penyelidikan yang dilakukan seseorang. mengembangkan. 2. dapat membandingkannya dengan perolehan orang lain. Perbedaan tersebut menurut Evans (1987). Mereka akan belajar dari kesalahan sendiri dengan bertanya. Dapat saja terjadi si A tertarik pada bagian X untuk diselidiki dan si B tertarik pada bagian-bagian yang lain. Namun dari kesalahan tersebut dengan komunikasi yang dikembangkan dapat memberikan arah kesadaran siswa akan kesalahan mereka. Dalam kegiatan di kelas yang mengembangkan diskusi kelas berbagai kemungkinan jawaban itu berimplikasi pada berbagai alternatif jawaban dan argumentasi berdasarkan pengalaman siswa. Menurut Height (dalam Krismanto. pemecahan masalah merupakan kegiatan memusat (convergen activity) dimana para siswa harus belajar mencari penyelesaian.semua tingkat usia. B. Sedangkan investigasi adalah kegiatan menyebar (divergen activity) dimana para siswa lebih diberikan kesempatan untuk memikirkan. Kedua jenis batu itu harus dipertukarkan tempatnya dengan aturan: 1.

2. data yang dapat diharapkan akan didapat siswa dari penyelidikan awal tadi. Dibutuhkan 3 langkah untuk menukar tempat kedua jenis batu itu. Perhatika pola menarik pada GLGLLGLG ataupun pada PHHPPHHP. Berdasarkan data di atas. pada investigasi perintahnya hanya &ldquo. seorang siswa dapat saja menduga atau membuat konjektur bahwa untuk 2 batu putih dan 2 batu hitam akan dibutuhkan 5 langkah yang terdiri atas GLGLG. . Langkah 1: Pendahuluan dengan masalah Buatlah siswa tertarik dengan memotivasi yang baik dan membuat situasi yang dapat membangkitkan semangat.Investigating is not just getting the right answers but asking the right questions. C. berapa langkah yang kamu butuhkan? 3. . Mendisain Investigasi Guru membimbing siswa. Misalkan para siswa untuk membuktikanya dimulai dengan menggunakan satu batu putih dan satu batu hitam seperti nampak pada gambar di bawah ini. . batu putih dan batu hitam untuk menemukan pola. Kesimpulan Model . Dari hasil penyelidikan tadi diperoleh data berikut: 1. mendiskusikan dan guru harus memberi pertanyaanpertanyaan untuk membimbing siswa. 5. L = lompat). Itulah sebabnya Bastow (dalam Shadiq.selidiki&rdquo. Langkah pertama adalah menggeser batu putih yang ada di petak 1 ke petak 2. yang terdiri atas langkah-langkah GLGLLGLG dengan urutan warna batu yang digerakan adalah PHHPPHHP. membuktikan dan mengkomunikasikan proses dan hasil penyelidikan itu. 3. 4. Jika ada n batu putih dan n batu hitam. baik secara individual maupun kelompok untuk memilih pemecahan masalah yang tepat yang paling memuaskan. Langkah 2: Mengklarifikasi Masalah Gunakan pertanyaan untuk menggambarkan pertanyaan matematika yang pokok yang terdapat dalam masalah. Melaksanakan Investigasi Para siswa membuat dan menguji hipotesis. Langkah 5: Merangkum Pembelajaran Para siswa membutuhkan waktu untuk mempresentasikan temuan mereka dan menjelaskan beberapa teori yang dimiliki siswa mengenai temuannya. menggeneralisasi. Suatu proses investigasi dapat saja dimulai dari hal-hal yang sangat sederhana dan mudah. Jadi pada pemecahan masalah. Langkah 3. Langkah-langkah pembelajaran investigasi menurut Vui (2001). &ldquo. Dengan bimbingan guru. Ketiga langkah tersebut adalah menggeser-melompat-menggeser yang dapat dinotasika GL (G = geser. Namun. Urutan warna batu yang digerakkan adalah putih-hitam-putih dengan notasi PHP(P = putih dan H = hitam).2. Setelah diuji dugaan itu salah semua karena dibutuhkan 8 langkah bukan 5 langkah untuk saling menukar tempat kedua jenis batu itu. diikuti dengan batu hitam melompati batu putih ke petak 1 dan diakhiri dengan menggeser batu putih yang sudah berada di petak 2 ke petak 3. Contoh: Apa yang akan kita cari dari masalah itu? Bagaimana kita dapat mencoba untuk memecahkan masalah? Apa pemecahan masalah yang tepat yang mungkin berguna? Langkah 4. Pertanyaan-pertanyaan dalam kelas mungkin dapat mengikat penemuan ini bersama-sama dan memunculkan prosesproses yang dipakai selama investigasi.&rdquo. dengan urutan warna batu yang digerakkan adalah PHPHP. 2000) menyatakan. hal-hal yang harus dilakukan siswa sudah tertentu dan sudah terarah (terstruktur). Bagaimana jika ada n batu putih dan m batu hitam berapa langkah yang dibutuhkan. artinya siswa sendirilah yang harus memunculkan pertanyaan dan menentukan satu atau lebih aspek yang akan diselidiki. Proses penyelidikan di atas dapat dilanjutkan dengan 3.

Kata kunci : Belajar-mengajar. pembelajaran. Y. Investigations. Rendahnya Kemampuan Matematika Siswa. January. dan berabstraksi berdasarkan pengalaman dalam pemecahan masalah yang terkait dengan konsep. J. dan Strategi Pembelajaran Matematika. Malaysia.. (2000). Makalah disajikan pada Seameo Recsam. (2005). Krismanto. R. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika (PPPG). Perubahan Paradigma Pembelajaran Matematika di Sekolah. (1987). dan dari proses mengkonstruksi sendiri. Tersedia: http://www. Kata kunci : Belajar-mengajar. Investigasi dalam Kegiatan Mengajar Matematika. prosedur. sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.id/koran_detail. pembelajaran. Marpaung.. keterampilan. Edisi 5 Tahun III. Tersedia: http://www. Daftar Pustaka Evans. Weil M. mencari data yang dapat mendukung dugaan tadi dan membuat simpulan. Puspendik (2005). pp. 26 February &ndash. tanggal 27&mdash. Penang.co. D. Dengan pembelajaran investigasi atau eksplorasi. [Online]. Sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas. Shadiq. Com. Mathematical Investigation. sehingga mereka dapat menyusun pola atau keteraturan. Vui.pisa. ide. . The State of The Art Mathematics in School. karena dalam pembelajaran kontekstual guru berusaha menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Sydney: Allyn & Bacon. Model.s World. A. Jurnal Gentengkali. kreatifitas dan kesenangan siswa. Joyce B.28 Maret 2003. Makalah disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan Matematika di Universitas Sanata Dharma. 37. [Online]. pembelajaran kontekstual.oecd.puspendik. Informasi Ujian Nasional dan Ebtanas.org/ dataoecd/1/60/pdf. (2001). F. menyusun dugaan (conjectures). sedikit demi sedikit.pembelajaran investigasi adalah salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan siswa tentang matematika.republika. Dengan jalan memberikan kesempatan menyelidiki situasi-situasi yang menarik hati mereka. pp 27 &ndash. D. PENINGKATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Oleh : Khairul Iksan Abstrak : Proses belajar mengajar akan mengalami peningkatan dari sisi keaktifan.asp?id=182149 [23 Pebruari 2005] Organisation for Economic Co-Operation and Development (2004). dan struktur yang memiliki tingkat lebih pada aplikasi secara menyeluruh. 35 &ndash. Model of Teaching. Learning for Tomorrow&rsquo. dan Calhoun E. 30. T. Tersedia: http://www. 7 April 2001. diharapkan siswa dapat menemukan cara-cara baru dalam menggunakan pengetahuan matematika mereka dan menggunakan matematika sebagai alat untuk pemecahan masalah. pembelajaran kontekstual. (2000). (2003). Beberapa Teknik. (2003). Nandika..

Paradigma pengajaran yang lebih menitikberatkan peran pendidik dalam mentransformasikan pengetahuan kepada peserta didiknya bergeser pada paradigma pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreatifitas dirinya dalam rangka membentuk manusia yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan. serta mengembangkan potensi dan kreatifitas peserta didik.maka kurikulum yang baik itu tidak banyak manfaatnya. Semua wajib membantu usahausaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan para guru dari semua tingkatan perguruan. diperlukan pendidikan yang profesional. Sekolah Dasar yang merupakan pendidikan awal dan menjadi dasar dari segala pendidikan yang ada diatasnya. Dan mendangkalnya mutu pendidikan sekarang ini kiranya juga merupakan akibat dari politik Pemerintah yang berupa pemerataan pendidikan yang lebih mengutamakan memperbanyak materi pelajaran daripada menghidupkan kemampuan (kompetensi) anak didik. tetapi jika korps guru kurang kemampuannya dalam menyampaikan ilmu kepada anak didiknya. penyelenggaraan pendidikan dinyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan perberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat . misalnya dengan mengadakan berbagai macam workshop kepada para guru dari semua tingkatan perguruan. Selain iu Sekolah Dasar juga mempersiapkan anak didiknya agar dapat terjun dalam masyarakat dan dapat mengembangkan sikap belajar sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan seumur hidup ( Way of life education ). Pemerintahpun merencanakan memperbaiki penghasilan para guru di tahun depan atau pada masa-masa yang akan datang. malas belajar dan tidak disiplin.sebagaimana yang disebutkan dalam UU tentang Standar Pendidikan Nasional dan UU tentang Guru . antara lain ia mencakup soal kurikulum. Prinsip tersebut menyebabkan adanya pergeseran paradigma proses pendidikan. antara lain wajib bekerja penuh dedikasi. sehat jasmani dan rohani. dimana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan masalah yang komplek. berkepribadian. sehingga murid betul-betul bisa melanjutkan pendidikannya kepada pendidikan yang ada di atasnya. sedangkan para orang tua wajib membantu dalam menegakkan disiplin belajar dan perilaku putra-putrinya. namun jika para murid pada umumnya bersifat santai.Hal ini sebagaimana disebutkan dalam penjelasan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang berbunyi : Reformasi pendidikan meliputi hal-hal berikut : Pertama .I. para guru. berahlak mulia. serta keterampilan yang . Walaupun kurikulumnya baik. Bila kurikulumnya baik para gurupun bermutu. Tetapi tindakan perbaikan dari pemerintah saja tidak cukup. maka kedua faktor yang terdahulupun tidak akan banyak manfaatnya. karena bagaimana mungkin para guru dapat mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya kepada tugas-tugasnya bilamana mereka terus dirongrong oleh beban hidup yang berat. memiliki estetika. keadaan masyarakat dan kiranya juga soal politik. Hal ini penting sekali. dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. memiliki kecerdasan. berdisiplin dan senantiasa meningkatkan pengetahuannya. Alhamdulillah saat ini Pemerintah sudah memandang tiba saatnya untuk memperbaiki mutu pendidikan.

Persoalan tersebut juga dihadapi oleh para Guru di SD Negeri segugus IV Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan. dan ada kecenderungan untuk menolak berinteraksi dengan guru. pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional telah banyak berusaha mengatasi permasalahan pendidikan yang dihadapinya terutama masalah relevansi dan kualitas pendidikan pada berbagai tingkat dan jenis pendidikan. dengan mengajukan pertanyaan kepada kelas secara keseluruhan. kurang responsif. akan tetapi dampaknya terhadap kualitas proses dan hasil belajar siswa belum optimal. Akan tetapi. dan membetahkan bagi siswa. penulis berharap inilah pendekatan yang akan mampu membangun kreatifitas murid agar dapat menjadi pembelajar yang aktif-partisipatif. menyenangkan. Untuk mengubah siswa agar mau berpartisipasi-aktif dalam pembelajaran dirasakan sangat sulit. Meskipun demikian. dan antusiasme untuk belajar. model-model pembelajaran dan pendekatan atau strategi pembelajaran. dan atau antar siswa. Cukup banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah. siswa cenderung pasif. peningkatan manajemen sekolah. pengadaan buku pelajaran dan buku bacaan berkualitas. Upaya tersebut antara lain berupa pembaharuan kurikulum dan metodologi pengajaran. Salah satu wujud upaya tersebut yaitu berupa pengembangan kurikulum. Hal inilah yang membuat pemerintah terus berusaha mencari solusi yang terbaik untuk memecahkan masalah pendidikan tersebut. Interaksi memang kadang terjadi. adalah membangun suasana pembelajaran yang aktif-partisipatif . Bertitik tolak dari harapan tersebut. Akhirnya penulis temukan sebuah buku dan CD tentang pendekatan dan atau srategi tentang pembelajaran kontekstual. Dari beberapa kali pengamatan ditemukan fakta bahwa pada setiap proses belajar mengajar. Persoalan mendasar yang hingga kini masih sangat dilematis dan kerap dihadapi Guru Sekolah Dasar (SD) di dalam proses belajar mengajar. maka penulis tertarik untuk menulis sebuah karya tulis dengan mengambil judul ³Peningkatan Proses belajar mengajar Melalui Strategi Pembelajaran Kontekstual ³ Dari judul di atas nantinya akan muncul sebuah permasalahan. kurang menunjukkan gairah. pemberian block-grant kepada sebagian sekolah. peyelenggaraan berbagai penataran / pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya. Untuk itu harus ada usaha berkonsultasi dengan orang-orang yang dianggap memiliki kompetensi dalam berbagai pendekatan dan atau strategi pembelajaran atau membaca berbagai buku atau VCD yang berisi penemuan baru tentang pendekatan dan atau strategi pembelajaran.minat.yang mampu melibatkan siswa dalam interaksi dialogis dan berkualitas dengan guru. Dalam suatu kesempatan proses belajar mengajar penulis mencoba berinteraksi dengan para siswa di dalam suatu dialog kelas. ternyata tak seorang siswapun yang tampak berupaya untuk merespon pertanyaan kami.dibutuhkan bagi dirinya. pengadaan alat peraga. Ada indikasi munculnya kejenuhan dan kebosanan pada diri siswa untuk belajar . iklim kelas pembelajaranpun kurang menarik. dan berbagai macam bantuan lainnya. Setelah membaca penjelasan yang terdapat dalam buku tersebut. bangsa dan negara. dengan harapan sedikitnya ada satu dua orang siswa untuk menjawab. sejauh karena diminta atau ditunjuk oleh Guru. masyarakat. Fenomena ini. telah dirasakan berlangsung lama. Siswa hanya menjadi penerima pasif. Sebelum penulis . Akibatnya .

tetapi juga keterampilan. sehingga masalah itu harus diatasi atau dipecahkan oleh manusia. 1991). nilai dan sikap. atau keadaan-keadaan sesaat seseorang ( misalnya kelelahan. Oleh sebab itu. ³Masalah´ adalah sesuatu yang dipertanyakan dan sangat penting untuk dipecahkan (Khairul Iksan. Bahkan apabila keduanya telah digerakkan secara sadar dan bertujuan. berikut ini kami kemukakan beberapa definisi belajar yang dikemukakan oleh Drs. KONSEP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 1. Adapun rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah : ³ Mungkinkah Proses belajar mengajar bisa ditingkatkan Melalui Strategi Pembelajaran Kontekstual ? A. dan menjadikan siswa sebagai individu-individu yang pasif. ³Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu. Sebagai landasan pembahasan mengenai apa yang dimaksud dengan belajar.merumuskan apa permasalahan yang mungkin muncul pada karya tulis ini. Sehubungan dengan hal ini ada baiknya kedua istilah tersebut untuk dibahas. karena masalah itu merupakan tantangan dan rintangan bagi manusia. maka rangkaian interaksi belajar-mengajar akan segera terjadi. ³mengajar´ pun dipandang sebagai proses penyampaian pengetahuan atau keterampilan dari seorang guru kepada siswanya. terlalu sempit. pandangan tersebut perlu diletakkan pada perspektif yang lebih wajar sehingga ruang lingkup substansi belajar tidak hanya mencakup pengetahuan. akan tetapi masih sangat parsial. Pandangan semacam itu tidak terlalu salah. terutama dalam prakteknya di sekolah-sekolah. MAKNA BELAJAR DAN MENGAJAR Belajar dan mengajar adalah dua aktivitas yang hampir tidak dapat dipisahkan satu dari yang lainnya. Akibatnya. Belajar Kita masih ingat bahwa ³belajar´ pernah dipandang sebagai proses penambahan pengetahuan. kematangan.MP (1990). atau dengan kata lain masalah adalah suatu keadaan yang menimbulkan pertanyaan dalam diri kita tentang bagaimana keadaan suatu kejadian itu timbul yang manakala dibiarkan akan menimbulkan kesulitan bagi manusia. terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan masalah. a) Hilgard dan Bower.Ngalim Purwanto.M. pengaruh . Bahkan pandangan ini mungkin hingga sekarang masih berlaku bagi sebagian orang di negeri ini. dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan respon pembawaan. A. dalam buku Theories of Learning (1975).

baik fisik maupun psikis. harus merupakan akhir daripada suatu periode waktu yang cukup panjang. yakni proses belajar-mengajar (PBM) yang terjadi di dalamnya bersifat teacher-centered. B. keterampilan.dalam buku Educational Psychology.Mengajar Pada uraian di atas telah dikemukakan bahwa istilah belajar pernah dipandang sebagai proses penambahan pengetahuan. dalam buku Introduction to Psychology (1978). c)Untuk dapat disebut belajar. adaptasi. Guru berperan sebagai pemberi informasi . kebiasaan.´ b) Gagne. d)Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian. tetapi perubahan itu hendaknya merupakan akhir dari suatu periode yang mungkin berlangsung berhari-hari. berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun. ataupun sikap. dan sebagainya ). yaitu bahwa : a)Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik. ketajaman perhatian atau kepekaan seseorang. tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.´ d) Witherington. kelelahan. Berapa lam periode waktu itu berlangsung sulit dtentukan dengan pasti.´ Dari definsi-definisi yang dikemukakan diatas. ³ Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. ³ Belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yan menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan. kepandaian. dapat dikemukakan adanya beberapa elemen yang penting yang merincikan pengertian tentang belajar. maka ³mengajar ³ pun pernah dianggap sebagai proses pemberian atau penyampaian pengetahuan. pemecahan suatu masalah / berfikir. yang biasanya hanya berlangsung sementara. Ini berarti kita harus mengenyampingkan perubahan-perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh motivasi. seperti: Perubahan dalam pengertian. b)Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman : dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar. kebiasaan.obat.´ c) Morgan. sikap. seperti perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seorang bayi. ³ Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya ( performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi. Senada dengan nuansa penafsiran terhadap belajar seperti itu. Pengajaran menjadi berpusat pada guru mengajar lebih dominan daripada belajar. Pandangan demikian membawa konsekuensi logis terhadap situasi belajar ±mengajar yang diwujudkan oleh guru. kecakapan. dalam buku The conditions of Learning (1977). atau suatu pengertian. maka perubahan itu harus relatif mantap.

dan pengajaran tidak lagi bersifat teacher-centered. ataupun untuk mengembangkan kreatifitasnya. kritis dan kreatif. maka pembelajaran merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar. strategi dan metode pembelajaran. jika pembelajaran dianggap sebagai suatu system. semester. maksimal hanya sebatas apa yang ada diantara dua kulit buku dan empat dinding kelas. Dengan cara ini interaksi belajar mengajar dapat terjadi. maka mengajar sepantasnya dipandang sebagai upaya atau proses yang dilakukan oleh seorang guru untuk membuat siswa-siswanya belajar. dan dievaluasi secara sistematis agar subyek didik/pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien (Depdiknas.Model pembelajaran IPA SD. seminar. Dengan demikian. Mereka tidak dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan yang perubahan-perubahannya sangat cepat. bahkan dapat terjadi dalam hitungan detik seperti sekarang ini. sumber belajar yang digunakan. yang menggelitik kita selaku guru yang bertugas pada era informasi ini yaitu : Apakah diantara kita yang terlanjur telah menerapkan pengajaran bersifat teachercentered akan segera berubah kearah student-centered ? 2. kedaulatan merekapun pada akhirnya harus tunduk pada kekuasaan guru. MAKNA PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran mengundang berbagai kontroversi diberbagai kalangan pakar pendidikan. Hal ini bisa terjadi pada masa mendatang. diskusi panel. . dan tindak lanjut pembelajaran. media pembelajaran/alat peraga. symposium. karena dengan penerapan konsep mengajar semacam itu. dan penyusunan persiapan mengajar (lesson plan) berikut penyiapan perangkat kelengkapannya antara lain alat peraga. evaluasi pembelajaran. siswasiswa menjadi individu-individu yang pasif. tetapi juga peserta penataran/pelatihan atau pendidikan dan pelatihan (diklat). terutama di antara guru-guru di sekolah. Oleh sebab itu. dilaksanakan. dan bahkan siapa saja yang berupaya membelajarkan diri sendiri. Proses tersebut dimulai dari merencanakan program pengajaran tahunan. kursus. sementara kita berharap agar kelak siswa-siswa menjadi orang-orang yang terdidik. materi pembelajaran. dan sebaliknya para siswa menjadi pembelajar-pembelajar yang aktif. karena telah bergeser pada kontinum pengajaran yang lebih bersifat student-centered. dan alat-alat evaluasi.sebanyak-banyaknya kepada para siswa (information givers) atau dengan nama lain sebagai instructor. berlatih menemukan konsep atau prinsip. Sebaliknya bila pembelajaran dianggap sebagai suatu proses. Bahkan. banyak diantara mereka yang menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar. Hal ini disebabkan oleh demikian luasnya ruang lingkup pembelajaran. pengorganisasian kelas. Akibatnya. tidak sekedar tersekolah atau belajar. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Mereka tidak dididik untuk berfikir kritis. siswa-siswa tidak dididik untuk belajar sebagai manusia seutuhnya. Dalam hal ini guru berupaya untuk membelajarkan siswa-siswanya. maka berarti pembelajaran terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisir antara lain tujuan pembelajaran. Persiapan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan guru untuk membaca buku-buku atau media cetak lainnya yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disajikan kepada para siswa dan mengecek jumlah dan keberfungsian alat peraga yang akan digunakan.2003). Pertanyaan selanjutnya. sehingga yang menjadi subyek belajar atau pembelajarpun bukan hanya siswa dan mahasiswa. Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatau system atau proses membelajarkan subyek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain.

Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar 4. Siswa menunjukkan hasil belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Sejauh ini pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Selain teori progresivisme John Dewey. 2. Guru sebagai pembimbing dan peneliti 5. siswa akan belajar dengan baik bilamana apa yang dipelajari oleh mereka berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. struktur dan dan situasi pembelajaran yang diwujudkan guru akan banyak dipengaruhi oleh pendekatan atau strategi dan meode-metode pembelajaran yang telah dipilih dan dirancang penerapannya. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. Untuk itu. Diantara pokok-pokok pandangan progresivisme antara lain : 1. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. persepsi. 3. teori kognitif juga melatarbelakangi filosofi pembelajaran kontekstual. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat aktif dalam proses belajar di sekolah. dan sikapnya terhadap siswa. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Intinya. TINJAUAN TENTANG PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL 1. Jadi semuanya itu akan menentukan terhadap struktur pembelajaran.Setelah persiapan tersebut. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Belajar dipandang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkitkan ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. LATAR BELAKANG Pembelajaran kontekstual sebagai salah satu strategi dalam proses pembelajaran bermula dari pandangan ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. perlu sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Harus ada kerjasama antara sekolah dan masyarakat 6. serta filosofi kerja dan komitmen guru yang bersangkutan. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran. . Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta. guru melaksanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran dengan mengacu pada persiapan pembelajaran yang telah dibuatnya. Anak harus bebas agar bisa berkembang wajar. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progresivisme John Dewey. B.

dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategistrategi mereka sendiri untuk belajar. Pengetahuan tidak pasti dan tidak tetap.Berpijak pada dua pandangan itu. filosofi pembelajaran konstrukivisme berkembang. masyarakat belajar (Learning Community). Melalui strategi CTL. maka strategi konstruktivis sering disebut sebagai pengajaran yang berpusat pada siswa ( . bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagai kegiatan atau proses menggali makna. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. yakni: konstruktivisme (Contructivism). dengan melibatkannya dalam tujuh komponen utama pembelajaran efektif. bukan menghafal. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari . Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. Karena penekanannya pada siswa yang aktif. pengetahuan bersifat non-objektif. Melalui landasan filosofi konstrukivisme. pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. siswa diharapkan belajar melalui mengalami. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Teori konstruktivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Teori konsruktivis memandang siswa secara terus-menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dan memperbaiki aturan-aturan tersebut jika tidak sesuai lagi. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman belajar bermakna ( akomodasi ). Menurut filosofi konstruktivisme. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. menemukan (Inquiry). Siswa diharapkan mampu mempraktekkan pengetahuan / pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan.Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. tetapi harus diupayakan agar siswa sendiri yang memanjat tangga tersebut. Dasarnya. pemodelan (Modeling). Kitalah yang memberi makna terhadap realitas yang ada. dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide. Pembelajaran konstektual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antarapengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. siswa diharapkan dapat membangun pemahamannya sendiri dari pengalaman atau pengetahuan terdahulu. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. dan penilaian sebenarnya (Authentic Assesment). berubah.temporer. Dengan demikian. Hakekat teori konstruktivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. dan tidak menentu. bertanya (Questioning). Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. Otak atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. Dengan paham konsrukivisme. Siswa yang harus mengkonstruksi sendiri pengetahuannya.

2005). Kerja kelompok dianggap sangat berharga. konsep. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori konstruktivistik dalam praktek pembelajaran di sekolah-sekolah kita sekarang ini adalah sebagai berikut : a. independensi. c. lingkungan personal. system CTL akan menuntun siswa melalui kedelapan komponen utama CTL: melakukan hubungan yang bermakna. dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademisnya dalam berbagai latar sekolah dan diluar sekolah untuk memecahkan seluruh persoalan yang ada dalam dunia nyata. mengatur cara belajar sendiri. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. yaitu. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Pengajaran kontekstual adalah pengajaran yang memungkinkan siswa memperkuat. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru. Pembelajaran kontekstual terjadi ketika siswa menerapkan dan mengalami apa yang diajarkan dengan mengacu pada masalah-masalah riel yang berasosiasi dengan peranan dan tanggung jawab mereka sebagai angota keluarga. Belajar pada hakekatnya memiliki aspek sosial dan budaya. 1. Dengan demikian. dan menggunakan assessment autentik. dan selaku pekerja. e. siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut. bekerjasama. dan budayanya. kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa itu sendiri. Beberapa definisi pembelajaran kontekstual yang pernah ditulis dalam beberapa sumber. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. 2. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual menekankan berfikir tingkat . memelihara/ merawat pribadi siswa. dengan konteks lingkungan pribadinya. relasi-relasi penuh makna antara apa yang dipelajari dengan realitas.dkk dalam bukunya ³ Kontekstual dan penerapannya dalam KBK ³. mencapai standar yang tinggi. anggota masyarakat. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman. Namun mereka bersepakat bahwa hakekat pembelajaran kontekstual adalah sebuah sistem yang mendorong pembelajar untuk membangun keterkaitan. yang dikemukakan oleh Nurhadi. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. d. b. berpikir kritis dan kreatif. sosial dan kultural yang terjadi sekarang ini (Moh.Student centered instruction ). sosialnya. yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. mengerjakan pekerjaan yang berarti. memperluas. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. PENGERTIAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Apa yang dimaksud dengan pembelajaran kontekstual tidak ada sebuah definisi atau pengertian tunggal. Sistem CTL merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari. Dalam pandangan konstrukivistik.Imam Farisi. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat pada siswa. Setiap pakar dan komunitas pakar memberikan definisi beragam. 2.

tinggi, transfer pengetahuan melalui disiplin ilmu, dan mengumpulkan, menganalisis dan mensintesiskan informasi dan data dari berbagai sumber dan sudut pandang. 3. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual adalah suatu konsepsi belajar mengajar yang membantu guru menghubungkan isi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan-hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan siswa sebagai anggota keluarga, anggota masyarakat, dan pekerja serta meminta ketekunan belajar. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual dilakukan dengan berbasis masalah, menggunakan cara belajar yang diatur sendiri, berlaku dalam berbagai macam konteks, memperkuat pengajaran dalam berbagai konteks kehidupan siswa, menggunakan penilaian autentik, dan menggunakan pula kelompok belajar yang bebas.

3. DELAPAN KOMPONEN UTAMA DALAM SISTEM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections). Siswa dapat mengatur diri sendiri sebagai orang yang belajar secara aktif dalam mengembangkan minatnya secara individual, orang yang dapat bekerja sendiri atau bekerja dalam kelompok, dan orang yang dapat belajar sambil berbuat ( learning by doing ). Melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan ( doing significant work ). Siswa membuat hubungan-hubungan antara sekolah dan berbagai konteks yang ada dalam kehidupan nyata sebagai pelaku bisnis dan sebagai anggota masyarakat. Belajar yang diatur sendiri ( self-regulated learning ). Siswa melakukan pekerjaan yang signifikan : ada tujuannya, ada urusannya dengan orang lain, ada hubungannya dengan penentuan pilihan, dan ada produknya / hasilnya yang sifatnya nyata. Bekerjasama (collaborating). Siswa dapat bekerja sama. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. Berfikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking). Siswa dapat menggunakan tingkat berfikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif : dapat menganalsis, membuat sintetis, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan menggunakan logika dan buki-bukti. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nurturing the individual). Siswa memelihara pribadinya : mengetahui, memberi perhatian, memilki harapan-harapan yang tinggi, memotivasi dan memperkuat diri sendiri. Siswa tidak dapat berhasil tanpa dukungan orang dewasa. Siswa menghormati temannya dan juga orang dewasa. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards). Siswa mengenal dan mencapai standard yang tinggi : mengidentifikasi tujuan dan memoivasi siswa untuk mencapainya. Guru memperlihatkan kepada siswa cara mencapai apa yang disebut ´ excellence ³. Menggunakan penilaian autentik ( using authentic assessment ). Siswa menggunakan pengetahuan akademis dalam konteks dunia nyata untuk suatu tujuan yang bermakna. Misalnya, siswa boleh menggambarkan informasi akademis yang telah mereka pelajari dalam pelajaran sains, kesehatan, pendidikan, matematika, dan pelajaran bahasa inggris dengan mendesain sebuah mobil, merencanakan menu sekolah atau membuat penyajian perihal emosi manusia.

4. MAKSUD KONTEKS Kontekstual adalah salah satu prinsip pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar dengan penuh makna. Dengan memperhatikan prinsip kontekstual, proses pembelajaran diharapkan mendorong siswa untuk menyadari dan menggunakan pemahamannya untuk mengembangkan diri dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip kontekstual sangat penting untuk segala situasi belajar. Pertanyaannya, apakah yang dimaksud konteks itu ? Ada sembilan konteks belajar yang melingkupi siswa, yaitu : Konteks tujuan ( tujuan apa yang akan dicapai ? ). Konteks isi ( Materi apa yang akan diajarkan ? ) Konteks sumber ( Sumber belajar bagaimana yang bisa dimanfaatkan ? ) Konteks target siswa ( Siapa yang akan belajar ? ) Konteks guru ( Siapa yang akan mengajar ? ) Konteks metode ( Strategi belajar apa yang cocok diterapkan ? ) Konteks hasil ( Bagaimana hasil pembelajaran yang akan diukur?) Konteks kematangan ( Apakah siswa telah siap dengan hadirnya sebuah konsep atau pengetahuan baru ? ) Konteks lingkungan ( Dalam lingkungan yang bagaimanakah siswa belajar ? ) 5. MENGAPA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahui-nya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Dan, itulah yang terjadi di kelas-kelas sekolah kita! Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning, CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Dalam konteks itu, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Dengan begitu mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti. Mereka mempelajari apa yang bermanfaat bagi dirinya dan berupaya menggapainya. Dalam upaya itu, mereka memerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing. Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerjasama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru (baca: pengetahuan dan keterampilan) datang dari 'menemukan sendiri', bukan dari 'apa kata guru'. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.kontekstual hanya sebuah strategi pembelajaran. Seperti halnya strategi pembelajaran yang lain. Kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna. Pendekatan kontekstual dapat dijalankan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan

yang ada. Berikutnya akan dibahas persoalan yang berkenaan dengan pendekatan kontekstual dan implikasi penerapannya. 6. KECENDERUNGAN PEMIKIRAN TENTANG BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Pendekatan kontekstual mendasarkan diri pada kecendrungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut. a. Proses Belajar · Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Anak belajar dari mengalami. Anak mencatatr sendiri pola-pola bermakna dasri pengetahuan baru, dan bukan di beri begitu saja dari guru. Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki ole seseorang yang terorganisasi dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan (subject matter). · Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi menceerminkan keterampilan yang dapat diterapkan Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru. Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak itu berjalan seiring perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan seseorang. Untuk itu perlu dipahami, strategi belajar yang salah dan terus menerus dipajankan akan mempengaruhi struktur otak, yang pada akhirnya mempengaruhi cara orang berprilaku.

·Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dcengan ide-ide.

Transfer Belajar · Sisiwa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari "pemberian orang lain". · Keterampilan dan penetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sempit), sedikit demi sedikit. Yang penting bagi siswa tahu 'untuk apa' ia belajar, dan 'bagaimana' ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu.

Siswa sebagai pembelajar · Manusia mempunya kecendrungan untuk belajar dalam bidang tertentu , dan seorang anak mempunyai kecendrungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru. Strategi belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Akan tetapi untuk hal-hal yang sulit, strategi belajar amat penting. · Peran orang dewasa (guru) membantu menghubungkan antara 'yang baru' dan yang sudah diketahui. Tugas guru memfasilitasi : agar informasi baru bermakna, memberi

DAN KREATIF PENGETAHUAN BERMAKNA DALAM KEHIDUPAN DEKAT DENGAN KEHIDUPAN NYATA PERUBAHAN PRILAKU SISWA PRAKTEK BUKAN MENGHAFAL LEARNING BUKAN TEACHING PENDIDIKAN (EDUCATION) BUKAN PENGAJARAN(INSTRUCTION) PEMBENTUKAN 'MANUSIA' MEMECAHKAN MASALAH SISWA 'AKTING' GURU MENGARAHKAN HASIL BELAJAR DIUKUR DENGAN BERBAGAI CARA BUKAN HANYA DENGAN TEST 9. siswa menonton: ke "siswa akting bekerja dan berkarya . Umpan balik amat penting bagi siswa. KATA-KATA KUNCI PEMBELAJARAN CTL REAL WORLD LEARNING MENGUTAMAKAN PENGALAMAN NYATA BERPIKIR TINGKAT TINGGI BERPUSAT PADA SISWA SISWA AKTIF. Pentingnya lingkungan belajar Belajar efektif itu di mulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Dari "guru akting didepan kelas. Strategi belajar lebih dipentingkan dibandingkan hasilnya. Pengajaran harus berpusat pada "bagaimana cara" siswa menggunakan pengetahuan baru mereka. dan menyadarkan siswa untuk menerapkan strategi mereka sendiri. MOTTO STUDENTS LEARN BEST BY ACTIVELY CONSTRUCTING THEIR OWN UNDERSTANDING (CTL Academy Fellow. yang berasal dari proses penilaian (assessment) yang benar.kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri. guru mengarahkan". 1999) (Cara belajar terbaik adalah siswa mengkonstruksikan sendiri secara aktif pemahamannya). KRITIS. Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting. 8.STRATEGI PENGAJARAN YANG BERASOSIASI DENGAN CTL CBSA PENDEKATAN PROSES LIFE SKILLS EDUCATION AUTHENTIC INSTRUCTION INQUIRY-BASED LEARNING PROBLEM-BASED LEARNING . 7.

Pengalaman belajar merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa dalam rangka mencapai penguasaan standar kompetensi. Memanfaatkan lingkungan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar `Guru memberikan penugasan yang dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan siswa antara lain di sekolah. Tugas guru adalah mengarahkan siswa untuk bertanya. kemampuan dasar dan materi pembelajaran. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). 11. siswa keluar dari ruang kelas dan berinteraksi langsung untuk melakukan wawancara. Guru dapat menyusun kelompok terdiri dari tiga. Pembelajaran berbasis masalah Sebelum memulai proses belajar-mengajar di dalam kelas. (2) melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu (3) konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. membuktikan asumsi. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. tugas guru adalah merangsang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar di luar kelas. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul. siswa terlebih dahulu diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. Misalnya. 3. Setelah itu. keluarga. Siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung tentang apa yang sedang dipelajari. Pemerolehan pengetahuan baru (acquiring knowledge) dengan cara mempelajari secara keseluruhan dulu.Beberapa strategi pengajaran yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran kontekstual 1. Memberikan aktivitas kelompok Aktivitas belajar secara kelompok dapat memperluas perspektif serta membangun kecakapan interpersonal untuk berhubungan dengan orang lain. Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge).COOPERATIVE-LEARNING SERVICE LEARNING 10. dan mendengarkan perspektif yang berbeda dengan mereka. 2. lima maupun delapan siswa sesuai dengan tingkat kesulitan penugasan. .LIMA ELEMEN BELAJAR YANG KONSTRUKTIVISTIK Menurut Zahorik (1995:14-22) ada lima elemen yang harus diperhatikan dalam praktek pembelajaran konstektual. yaitu dengan cara menyusun (1) konsep sementara (hipotesis). dan masyarakat. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge). kemudian memperhatikan detailnya.

Dalam penilaian melalui demonstrasi. 5. Mereka memperoleh kebebasan dalam belajar. Bentuk penilaian yang terakhir adalah laporan tertulis. Membuat aktivitas belajar mandiri Peserta didik tersebut mampu mencari. tugas kelompok. Sebagai contoh. dan menggunakan pengetahuan yang telah mereka peroleh. penilaian autentik memberikan kesempatan luas bagi siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar-mengajar. Sebagai contoh. Menerapkan penilaian autentik Dalam pembelajaran kontekstual. portfolio juga memberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang serta memotivasi siswa. Selain itu. Selain itu. oleh karena itu tugas ini dapat meningkatkan partisipasi siswa. serta berusaha tanpa meminta bantuan guru supaya dapat melakukan proses pembelajaran secara mandiri (independent learning). 6. siswa harus lebih memperhatikan bagaimana mereka memproses informasi. Penilaian ini tidak perlu mendapatkan penilaian angka. siswa diminta menampilkan hasil penugasan kepada orang lain mengenai kompetensi yang telah mereka kuasai. bentuk penilaian seperti ini lebih baik dari pada . Tugas kelompok dalam pembelajaran kontekstual berbentuk pengerjaan proyek. demonstrasi. Siswa diharapkan untuk mengerjakan tugas tersebut supaya lebih kreatif. menerapkan strategi pemecahan masalah.4. essai singkat. Portfolio merupakan kumpulan tugas yang dikerjakan siswa dalam konteks belajar di kehidupan sehari-hari. dan menyusun refleksi. brosur. minat. penilaian autentik dapat membantu siswa untuk menerapkan informasi akademik dan kecakapan yang telah diperoleh pada situasi nyata untuk tujuan tertentu. Sebagai contoh. menyediakan waktu yang cukup. siswa diminta membentuk kelompok proyek untuk menyelidiki penyebab pencemaran sungai di lingkungan siswa. Menurut Brooks&Brooks dalam Johnson (2002: 172). melainkan melihat pada proses siswa sebagai pembelajar aktif. kerja sama juga dapat dilakukan dengan institusi atau perusahaan tertentu untuk memberikan pengalaman kerja. Pengalaman pembelajaran kontekstual harus mengikuti uji-coba terlebih dahulu. Bentuk laporan tertulis dapat berupa surat. Kegiatan ini merupakan cara untuk mencapai tujuan akademik sambil mengakomodasi perbedaan gaya belajar. Supaya dapat melakukannya. essai penelitian. menganalisis dan menggunakan informasi dengan sedikit atau bahkan tanpa bantuan guru. siswa diminta membentuk kelompok untuk membuat naskah drama dan mementaskannya dalam pertunjukan drama. Menurut Johnson (2002: 165). Membuat aktivitas belajar bekerjasama dengan masyarakat Sekolah dapat melakukan kerja sama dengan orang tua siswa yang memiliki keahlian khusus untuk menjadi guru tamu. dan laporan tertulis. siswa diminta untuk melakukan survey mengenai jenisjenis pekerjaan di lingkungan rumahnya. Adapun bentuk-bentuk penilaian yang dapat digunakan oleh guru adalah portfolio. Para penonton dapat memberikan evaluasi pertunjukkan siswa. Misalnya meminta siswa untuk magang di tempat kerja. serta bakat dari masing-masing siswa. petunjuk pelatihan teknis. Isi dari proyek akademik terkait dengan konteks kehidupan nyata. Hal ini perlu dilakukan guna memberikan pengalaman belajar secara langsung dimana siswa dapat termotivasi untuk mengajukan pertanyaan.

7. Berdasarkan penjabaran yang telah dikemukakan diatas. siswa dituntut untuk menggunakan ketrampilan berpikir yang lebih tinggi agar dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Saran-saran Sebagai tindak lanjut dari penulisan karya tulis ini. Hal ini ditemukan pada beberapa indikator kegiatan belajar siswa diantaranya : 1. 4. 6. penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut : Hendaknya setiap pegelola pendidikan khususnya para guru selalu berusaha untuk mengembangkan lagi berbagai strategi atau pendekatan pembelajaran yang ada. PENUTUP A. kurikulum berbasis kompetensi perlu dikembangkan supaya dapat diterapkan secara efektif di dalam proses belajar mengajar. 8. strategi pembelajaran kontekstual memiliki banyak variasi sehingga memungkinkan guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang berbeda dengan keajegan yang ada. 5. Melakukan hubungan yang bermakna Melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan Belajar yang diatur sendiri Bekerjasama Berfikir kritis dan kreatif Memelihara atau mengasuh pribadi siswa Mencapai standar yang tinggi Terdeteksi oleh penilaian autentik B. Sebaiknya para guru dalam melaksanakan tugasnya berpegang teguh pada prinsip daya . 3. Dengan demikian.menghafalkan teks. penulis menyarankan supaya pihak sekolah dan masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya beberapa hal. masyarakat maupun tempat kerja. yaitu:sumber belajar tidak hanya berasal dari buku dan guru. pihak sekolah dan masyarakat perlu memberikan dukungan baik materiil maupun non-materiil untuk menunjang keberhasilan proses belajar siswa. 2. Simpulan Pembelajaran kontekstual sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran terbukti sangat efektif dan efisien dalam menumbuh kembangkan atau meningkatkan proses belajar mengajar di kelas. Keberhasilan penerapan pembelajaran kontekstual perlu melibatkan berbagai pihak. melainkan juga dari lingkungan sekitar baik di rumah maupun di masyarakat. Guru sebagai pelaksana kurikulum dapat menerapkan strategi pembelajaran kontekstual supaya dapat memberikan bentuk pengalaman belajar. Dalam hal ini. siswa diharapkan dapat memiliki kecakapan untuk memecahkan permasalahan hidup sesuai dengan kegiatan belajar yang mengarahkan siswa untuk terlibat secara langsung dalam konteks rumah.

DAFTAR RUJUKAN Arikunto.guna ( efisiensi ) dan hasil guna ( efekifitas ) dalam mewujudkan tugas-tugas yang telah direncanakan dalam persiapan pembelajaran dan atau rencana pembelajaran.1980.Depdiknas. 1995. Transfer pengetahuan atau pengajaran hanya bisa melahirkan orang pintar. Pengaruh Tahapan Administrasi Program Pengajaran Terhadap Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Di SDN. Edisi Revisi V. Skripsi S1 jur. Cetakan ke IX.Remaja Rosdakarya. http:// WWW.B.2003. Psikologi Pendidikan.Depdiknas. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. Dr. gagasan dan ide yang dianut oleh masyarakat dalam waktu lama dimana konsep dan gagasan itu memandu tingkah laku mereka dalam .E..Lawangan Daya III Kecamatan Pademawu.Remaja Rosdakarya. 2005.S. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis.Dkk. Belajar dan pembelajaran. Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Depdiknas. California : Corwin Press.K. Budaya adalah konsep. 2002. D i p o s ka n o le h S T K IP P G RI N G AN J U K d i 13 : 2 8 Guru Sejahtera & Profesional Mengantar Masa Depan Bangsa Oleh : Prof. Metodologi Research. 2004. S.M.Balitbang Depdiknas. Yogyakarta. Model Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah dasar. Universitas Negeri Malang (UMPRESS). Kepintaran yang dimiliki oleh orang yang tidak berbudaya atau berbudaya rendah bisa menjadi ancaman bagi kehidupan manusia. Rancangan Undang-undang tentang Guru . Jakarta.Bandung. Inc. 2002. PT. Contextual Teaching and Learning. Rabu 28 Januari 2009 Pendahuluan Pendidikan bukan hanya transfer ilmu pengetahuan.Achmad Mubarok.M.or. Ngalim Purwanto.M.I.id.Balitbang Depdiknas.id. Malang. 10. Ngalim Purwanto.Rineke Cipta. http:// WWW. A sage Publications Company. Paket untuk Mahasiswa program S1 FKIP UIM Pamekasan. tetapi belum tentu berbudaya. Johnson.IAIN Pamekasan. Pamekasan : Tidak ditebitkan. tetapi justru transfer kebudayaan. (Revisi 06 April 2005 ). Farisi. 1991. Nurhadi. MA Disampaikan dalam Seminar Pendidikan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Kandepag Jakarta Barat. 1990. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT. Peraturan Pemerintah RI Nomer 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.PAI. PT. Bandung.or. (7 Agustus 2005 ). Jilid I. Hadi. Hendaknya para guru selalu berusaha untuk lebih memahami faktor-faktor yang dapat mendorong ataupun menghambat terjadinya proses belajar mengajar. Tidak diterbitkan. Pusat Data dan Informasi Pendidikan. Iksan. Jakarta. Pusat Data dan Informasi Pendidikan.

lebih menarik dibanding sesuatu yang besar yang diam.memenuhi kehidupan sehari-hari. terkadang yang tidak berharga jika disajikan dengan benar bisa lebih menarik dibanding sesuatu yang berharga. penampilannya paling rapih. Tafakkur d. penerimaan stimulus informasi. kursinya lebih tinggi. b. Tingkatan berfikir Ada empat tingkatan berfikir. Prinsip kontras. Tadabbur Penarik Perhatian Tidak semua yang berharga menarik perhatian. Setiap hari dalam semua aspek kehidupannya. Prinsip kebaruan. disebut sensasi b. melamun b. Nah memasukkan konsep dan gagasan adalah pekerjaan pendidikan. melalui proses berfikir. Jadi nasehat guru atau orang tua hanya memiliki efektifitas 11 %. dan d. nah contoh teladan yang diberikan oleh orang tua dan guru memiliki tingkat efektifitas 83 %. Jadi konsep al madinah al munawwarah adalah masyarakat yang berkebudayaan tinggi yang disinari oleh wahyu. berliku yang oleh karena itu lambat. membangun peradaban manusia dengan konsep al Madinah al Munawwarah. Sesuatu yang kecil yang bergerak. Kebudayaan yang bersifat kota disebut peradaban. menghasilkan kembali informasi. yang statis tidak menarik. Guru harus bisa lebih menonjol. Jika guru tidak menarik perhatian maka efektifitas pendidikannya rendah. Ukuran keberhasilan seorang guru adalah jika muridnya berperilaku seperti yang dicontohkan oleh guru. Madinah artinya kota yang penghuninya memiliki kebudayaan yang tinggi. Seorang guru harus bisa menarik perhatrian. Proses Berlangsungnya Pendidikan Dalam ilmu komunikasi dikenal istilah komunikasi intra personal. Terkadang barang lama tapi dengan kemasan baru sudah cukup menarik. suaranya lebih keras. Guru yang berbudaya tinggi akan efektif membudayakan manusia.a. bukan hanya pengajar. Membudayakan manusia adalah memasukkan konsep dan gagasan agar dianut.w. Dalam perspektip ini maka guru menjadi sangat penting. Pengajar mengajarkan ilmu pengetahuan. Ukuran keberhasilan pengajar adalah jika murid yang diajar mengerti akan ilmu yang diajarkan. Prinsip perulangan. . 11 % oleh apa yang didengar dan 6 % sisanya oleh berbagai stimulus. sementara desa mengandung konotasi tradisionil. Jika konsep berubah maka perilaku akan berubah. a. Gagasan harus dinamis. Guru mentrasfer perilaku kepada murid. Tingkatan pengertian murid dapat diukur dengan nilai ujian. Nabi adalah guru. dan efektif. oleh karena itu guru yang berkualitas adalah yang bisa di gugu dan bisa ditiru oleh muridnya. pengolahan informasi. Membangun Perilaku Dari penelitian psikologi diketahui bahwa 83 % perilaku manusia dipengaruhi oleh apa yang dilihat. Seorang murid dalam menerima informasi dari gurunya melalui tahap-tahap sebagai berikut. yaitu : a. c. memori dan berfikir. persepsi. d. dari kata tamaddun dan nur. menjadi persepsi c. Pergantian orang tanpa perubahan konsep tidak akan mengubah perilaku. Al munawwarah artinya yang disinari. Nabi Muhammad s. Berfikir c. Kota mengandung arti modern. Ada empat faktor penarik perhatian : a. Jadi pendidikan adalah kegiatan membudayakan manusia. Konsep Peradaban. Prinsip gerakan. Metode harus selalu diperbaharui. Sesuatu yang semula tidak menarik jika diulang-ulang bisa menjadi menarik. praktis. sedangkan guru yang berbudaya rendah tidak akan efektif dalam membangun manusia yang berbudaya. Jadi proses komunikasi intra personal itu meliputi sensasi. penyimpanan informasi di dalam memori.

(Bandingkan gaji guru di Malaysia dengan di Indonesia). a. Ketika tahun 1965 saya menjadi guru SD dengan gaji yang sangat minim (di kampung) saya merasa hidup saya sejahtera. tuzuyyinat bi khamsati asyyaa. guru. Guru yang terhormat tetap terhormat meski digaji kecil. dan ada ukuran psikologis. Kehormatan guru adalah mana kala hidupnya mencerminkan apa yang selama ini diajarkan kepada murid-muridnya. e. Pilar masyarakat beretika adalah (a) hormat kepada orang tua. Dengan disiplin para pekerja. maksudnya pemerintah harus menjalankan peraturan secara benar c. Guru Madrasah . Menegakkan enam pilar ini syaratnya harus ada kepemimpinan (Umara) yang kuat atau sistem (budaya) yang kuat. Wafi amwalihim haqqun lissaili wal mahrum. Keahliannya menyebabkan ia menjadi rujukan dalam decision making sistem. yaitu konstitusinya. Jadi guru yang profesional adalah guru lulusan sekolah guru atau fakultas pendidikan. d. sistem pendidikan guru dan sistem birokrasi pemerintah. Tetapi tidak ada kebenaran yang hilang. ada ukuran kalori. Jika guru merasa tidak sejahtera maka produktifitas pendidikannya rendah. yakni trust harus terbangun melalui pengawasan yang ketat dari umara. Dengan keadilan umara. Guru Profesional Masyarakat kota (peradaban modern) mengenal istilah profesional. dan guru juga dimasukkan sebagai profesi. Sekarang guru belum didukung oleh sistem pendidikan guru. Dengan kontribusi orang kaya. Dampaknya terasa berupa demoralisasi masyarakat pendidikan.(b) hormat kepada guru. Menggapai Masyarakat Cerdas dan Makmur Konsep masyarakat makmur bisa diambil dari hadis addunya bustanun. Dengan ilmunya ulama. Akibatnya banyak guru merasa hidupnya tidak sejahtera. Jadi pilar masyarakat makmur ada lima atau enam. peraturannya. Konsep Sejahtera Mungkinkah dari pekerjaan sebagai guru hidupnya sejahtera? Standard sejahtera itu berbeda-beda.Tiga Pilar Masyarakat Bermartabat Masyarakat bermartabat adalah mereka yang dalam kehidupannya menganut kebudayaan dan etika. dan nanti pada gilirannya orang tua juga tidak dihormati oleh anaknya. Orang yang terhormat tetap terhormat meski tidak dihormati. sehingga guru bergeser perannya dari guru menjadi instrumen pendidikan. Jika dalam suatu masyarakat pemimpin tidak lagi dihormati (seperti sekarang) maka guru pun di demo oleh muridnya. c. Dengan kejujuran pengusaha. Guru berada dalam posisi pahlawan tak dikenal. yakni orang miskin tidak dendam kepada orang kaya. Dengan doa orang miskin. dan(c) hormat kepada pemimpin. Waktunya untuk bekerja membawa implikasi nilai keuangan. Hidup sejahtera adalah ukuran terpenuhinya standar hidup minimal disertai apresiasi dalam sistem sosial dimana ia hidup. tetapi ketika awal mula menjadi guru pada golongan IIIA (di Jakarta) justeru merasa tidak sejahtera. sistem sosial dan sistem birokrasi. ukuran derajat kesehatan. orang tua dan murid. Guru adalah guru. Menurut standard Bank Dunia. Karena dua hal itulah maka guru itu digaji dengan standard gaji profesional sesuai dengan golongannya. ciri profesional ada tiga. bukan sekedar instrumen pendidikan. yaitu : a. Pada akhirnya guru yang dedikatif akan memperoleh apresiasi hingga ke anak cucunya. Sosok guru Omar Bakry itu orang miskin tetapi ia masuk golongan sejahtera. Bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya b. f. tetapi malah mendoakan mereka. yakni berlakunya sistim sosial bahwa di dalam harta si kaya ada hak orang miskin. Apresiasi sosial berhubungan dengan integritas guru. Perannya penting tetapi sering terlupakan. yang diakui keahliannya oleh publik sehingga selalu menjadi rujukan setiap kali ada kasus-kasus yang berhubungan dengan pendidikan. strukturnya dan sistemnya harus ilmiah b. Kehormatan itu melekat pada diri setiap orang.

Dan oleh karena itu pula sudah selayaknya seorang guru juga menjaga kemuliaan dirinya. orang yang paling baik adalah ulama yang baik dan orang yang paling jahat adalah orangorang yang bodoh´ 3. terhindar dari dosa besar.htm Bagaimana Sifat-Sifat Guru Yang Diharapkan Dalam Sistem Pendidikan Islam Dalam Islam. 2.ilma95.Madrasah merupakan sistem pendidikan yang sudah tua di Indonesia.Zuhud dalam arti tidak mengutamakan materi. Artinya seorang guru harus bersih tubuhnya. kedudukan seorang guru sangatlah mulia. sumber.htm ISI BUKU TAMU HUBUNGI WEBMASTER LIHAT BUKU TAMU http://www. melakukan apa yang ia katakan dan tidak malu untuk . dan kesalahan.blogspot. dan mengajar karena mencari keridlaan Allah semata. yaitu seorang alim yang durjana dan seorang shaleh yang jahil. Insyaaaalloh kita bisa asal mau bekerja sama karena hanya dengan bersama kita bisa.Kebersihan guru harus senantiasa dijaga. Keikhlasan dan kejujuran merupakan kunci bagi keberhasilan seorang guru dalam menjalankan tuganya. Bersih jiwanya. Wallohu almuwaffiq ila aqwam al thoriq.ilma95. permusuhan.net/guru_sejahtera-profesional. dosa. 1.com Wassalam. perselisihan dan sifat-sifat lain yang tercela. jauh dari perbuatan maksiat. agussyafii Milis Eramuslim Dikirim oleh: muhamad agus syafii Selasa. Dibutuhkan kesadaran yang kuat untuk kembali mengangkat mutiara-mutuara pendidikan madrasah dari lumpur modernisasi dan globalisasi. 3 Februari 2009 http://www. dengki. bersabda: ³Rusaknya umatku karena dua macam manusia. Berkaitan dengan inilah maka kewajiban negara untuk memberikan penghidupan yang layak bagi para guru dengan seluruh fasilitas kehidupan yang memadai. http://mubarok-institute. Ikhlas artinya sesuai antara perkataan dan perbuatan. tetapi kurang bisa mengikuti dinamika zaman. Rasulullah saw. Ada beberapa sifat yang harapannya bisa menjadi sifat bagi semua guru.net/guru_sejahtera-profesional.Ikhlash dalam pekerjaan. sifat riya¶. karena warisan psikologis periode penjajahan dimana ulama melakukan konfrontasi budaya dengan Belanda yang mewakili budaya modern.

sabar. Ia sanggup untuk menahan kemarahan. lemah lembut tanpa memperlihatkan kelemahan.Tidak menimbulkan kebencian pada murid terhadap suatu cabang ilmu yang lain. 5. lapang hati.Seorang guru merupakan bapak/ibu. karena seorang guru dalam pendidikan Islam adalah seorang yang rendah hati.menyatakan ketidaktahuan.Guru harus memperhatikan tingkat kecerdasan muridnya dan berbicara dengan mereka dengan kadar akalnya. di samping itu ia ikhlas terhadap murid dan menjaga waktunya.Kreatif dalam memberikan pengajaran kepada siswanya.Pemaaf. Tidak ada halangan seorang guru belajar dari muridnya.Menguasai materi pelajarannya. tegas dalam kata dan perbuatan. halus dengan tidak mencela. bijaksana.Guru harus mengamalkan ilmu dan selarasnya kata dengan perilaku. terus terang. dan sahabat sebelum ia menjadi guru 6. dan tidak pemarah. 11. 13. 14.Harus menaruh kasih sayang terhadap murid dan memperhatikan mereka seperti terhadap anak sendiri.Seorang guru harus mengetahui tabiat murid 7. keras tanpa memperlihatkan kekasaran. Seorang alim adalah orang yang selalu merasa harus menambah ilmunya dan menempatkan dirinya sebagai pelajar untuk mencari hakikat. 12. Incoming search terms: y y y y y y y y y y SIFAT-SIFAT GURU sifat guru sifat seorang guru sifat guru yang baik karakter seorang guru sifat-sifat seorang guru karakteristik guru yang baik sifat sifat guru sifat-sifat pendidikan sifat-sifat pendidik . saudara. 9. termasuk di dalamnya berbicara dengan bahasa mereka. 4. menahan diri.Mencegah murid dari akhlak yang tidak baik dengan jalan sindiran.Memberikan nasihat kepada murid dalam setiap kesempatan. sehingga siswa mudah dalam menerima transfer pemikiran yang diberikan. 8. 10.

makin tidak terlihatnya keberadaan radio panggil ini. Persaingan alat komunikasi yang murah dengan layanan yang semakin canggih. tetapi masih tetap terpakai.com/bagaimana-sifat-sifat-guru-yang-diharapkan-dalam-sistempendidikan-islam. selalu menjadi tidak beralasan. Radio panggil adalah barang yang harus dipatuhi. alasan apapun yang dibuat untuk menghindari pesan di radio panggil. Radio panggil numerik satu arah hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja. khas layaknya sebuah nomor telepon yang digunakan penggunanya untuk menelepon. Radio panggil alphanumerik juga tersedia dengan sistem dua arah dapat mengirim pesan melalui surat elektronik atau SMS (short massage service). . Terutama pada mereka yang bergerak di bidang jasa terutama di jasa informasi dan jasa kesehatan. dia selalu menerima pesan apapun.html SUDAH ADA MATERI 30 MENIT/45 MENIT CERAMAH DI KELAS SUDAH ADA BAHAN DISKUSI UNTUK WAKTU 30 MENIT/45 MENIT DARI MATERI YANG SAMA DI BAHAS DALAM KELAS SUDAH ADA SOAL LATIHAN DALAM WAKTU 30 MENIT/30 MENIT UNTUK LATIHAN MEMBAHAS KASUS MANDIRI BAGI PESERTA DIDIK DALAM KELAS PADA HARI ITU Radio panggil Radio panggil lebih dikenal dengan sebutan pager yaitu alat telekomunikasi pribadi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Radio panggil (pager) sudah jarang ditemukan di peredaran dunia bisnis.http://pendidikan-islam. Walaupun dia adalah jejak tertua barang teknologi purbakala di abad ini.

Radio panggil Numerik adalah tipe yang paling tidak rumit. 2. Sistem radio panggil yang modern menggunakan pengiriman pesan dengan jaringan satelit. radio panggil berkembang. Jutaan pesan dikirimkan kepada orang-orang yang membutuhkan informasi yang cepat. tidak hanya berada pada area sebuah bangunan saja. Radio panggil Alphanumerik dua arah dapat mengirimkan pesan teks dengan hanya menggunakan tombol yang kecil. sebelum datangnya telepon seluler. Ada tiga tipe pada sistem radio panggil (pager): 1.Sejarah Radio panggil ditemukan oleh Multitone Electronic pada tahun 1956 di Rumah Sakit St. Di dunia teknologi radio panggil. Di dalamnya hanya tersedia urutan angka dan kode-kode untuk memanggil. Sistem Pengoperasiannya Radio panggil adalah layanan berlangganan yang menawarkan bermacam pilihan untuk memfasilitasi kebutuhan si pelanggan dan tipe dari alat yang digunakan. Di . sistem radio panggil digunakan sebagai pengganti untuk layanan telepon lokal maupun internasional. Dalam beberapa kasus. lalu pindah ke pola FM yang lebih dulu menjadi bentuk komunikasi yang ada di mana-mana. London oleh dokter-dokter yang sedang bertugas dalam kondisi darurat. Sejak itu. tetapi kelebihannya terletak pada tersedianya tempat untuk memuat tulisan dan surat elektronik (e-mail) untuk mengirim pesan 3. tetapi ada juga yang sistem penyebarannya lebih luas yaitu mencakup seluruh wilayah negara. Radio panggil Alphanumerik. Inilah kelebihan dari sistem radio panggil dibandingkan dengan menggunakan jaringan seluler dengan dasar terrestrial untuk pengiriman pesan. pada dasarnya sama dengan radio panggil numerik. Bermula beroperasi pada frekuensi AM. Ada sistem radio panggil yang hanya bisa digunakan di area rumah sakit saja seperti di Rumah Sakit St.Thomas.Thomas. ada dua kelompok yang jelas dari sistem pengoperasiannya.

Tercatat. 2. Tetapi orang-orang yang bekerja pada situasi yang darurat seperti dokter. contohnya pada kasus para teknisi perusahaan telepon. http://id. Kekurangan Kerugian pemakaian radio panggil adalah pesan dari setiap pengirim dengan radio panggil dapat ditangkap oleh jaringan radio panggil lainnya jika menggunakan layanan nasional sehingga pesan yang terkirim dapat dideteksi oleh para agen kriminal atau hukum yang tidak diinginkan. Budak smik abg . ada para operator yang mengedit setiap pesan yang masuk. Radio panggil tetap digunakan untuk memberitahukan situasi darurat. Kelebihan Kelebihan pemakaian radio panggil dibandingkan dengan telepon seluler adalah karena sistemnya yang satu arah sehingga lokasinya tidak dapat ditetapkan. Sebagai tambahan.000 orang. radio panggil memiliki lebih dari 800.wikipedia. di mana terdapat gangguan layanan pada jaringan selular karena berada di luar jaringan. Penggunannya di Abad Ke-21 Munculnya telepon seluler dengan beragam layanan yang lebih cepat dan murah mengakibatkan eksisteni radio panggil perlahan-lahan menghilang. Oleh karena itu.org/wiki/Radio_panggil Leon it. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan radio panggil masih digunakan: 1. beberapa sistem kontrol irigasi dan sinyal-sinyal lalu lintas sekarang dikontrol oleh pengiriman pesan memalui jaringan radio panggil.000 pelanggan. di perusahaan ini. Radio panggil kebanyakan dibawa oleh staf pada bagian kesehatan karena dapat mengumpulkan mereka pada situasi yang darurat 3. Namun karena harga perangkat yang terus melambung tinggi menyebabkan jumlah pelanggan yang turun drastis yaitu berkisar 200. sebelum tahun 1997.setiap pesan yang terhidang di layar pager. di Indonesia sendiri. para teknisi biasanya dilengkapi dengan radio panggil/ pager yang menggunakan jaringan yang dapat terjangkau dan tidak terkena gangguan. contohnya : para penolong dengan sekoci dan pemadam kebakaran di Inggris. Radio panggil juga digunakan pada dunia teknologi informasi. masih menggunakan radio panggil.

Membangun pola pikir mahasiswa secara universal Membangun cara berpikir mahasiswa secara sistematik pada masalah yang akan diuraikan Membangun cara menemukan solusi pada mahasiswa di dalam melakukan analisis masalah Membangun teknik bagaimana cara mahasiswa mengaplikasikan hasil dari solusi yang ditemukan Membangun kemampuan berpikir mahasiswa untuk pengembangan setiap aplikasi yang dibuat. 4. Traveling (20%) Anak/mhs diberi ilmu sesuai yang diperlukannya 4. Shaping (20%) Mhs dapat dibentuk sesuai keinginan dosen 3. . Transfer (20%) Mhs dianggap otaknya kosong. 5. Mhs mengembangkan potensi diri Observasi menghasilkan metode/teknik Pemecahan fenomena Pandangan Fox dari pengamatannya Dosen : 1.METODE BELAJAR DENGAN CARA REVOLUSI PERKEMBANGAN POTENSI DIRI A. Ceramah dosen 2. Growing (40%) Mahasiswa harus dapat dibangun potensi dirinya/dosen mitra bagi mhs. Diskusi Mhs/Dosen 3. 3. Ceramah 30 sd 45 menit pertama : (30%) 1. 2. Pilih yang paling sederhana dari semua fenomena Yang ada F2 Multi-Masalah (N Fenomena) F4 F3 F1 1 Fn Tentu yang pasti ada jawabannya Kuliah : 1. maka ceramah 2.

Diskusi Mahasiswa dan Dosen 30 sd 45 menit kedua : (30%) 1. Menuntun cara menemukan filosofi pada mahasiswa di dalam melakukan analisis masalah dari bab yang dikaji mulai dari mengenal istilah sampai contoh pengembangannya. Menuntun cara mahasiswa mengaplikasikan hasil dari solusi yang ditemukan menjadi produk akhir 5. Menuntun cara membuat tabel pola pikir mahasiswa seperti di bawah 2. 4. bab 2/3. Menuntun cara berpikir mahasiswa secara sistematik mulai dari mengenal konsep sampai mampu berpikir tentang hal inovatif dari apa yang telah diuraikan 3. Mahasiswa tau cara bagaimana melakukan analisis kritis dari tema yang dibahas 4. 6/7. Tabel. C. 2. Jelaskan simpulan saudara dari tabel analisis sampai saudara menemukan konsep dan filosofi dari bab yang diskusikan? Apa yang mungkin dari analisis saudara dapat dibuat/inovasi apa yang akan saudara bangun? Apa saran atau komentar saudara dari diskusi yang saudara kerjakan dari bab tersebut? Sekarang lanjutkan utk. Menuntun cara berpikir mahasiswa untuk pengembangan setiap aplikasi yang dibuat menjadi produk inovatif. 3. Mahasiswa mampu membangun berpikir inovasi lebih jauh ke depan dalam berdiskusi dari tema yang dibahas. Mahasiswa dapat melakukan sintesis/Aplikasi/kreasi/inovasi dalam berdiskusi dalam pikiran mereka 5. 4/5.1 Membangun Kemampuan Potensi diri Mahasiswa I Struktur jangkauan Ilmu Struktur kedalaman ilmu Istilah Java (Lihat kamus or internet) Definisi (Lihat kamus or internet) Pengembangan (Historis) Lihat ttg web Kosep Java Teori Java Aplikasi Java Analisis Java Kreasi Kreatif Dan Inovatif 1 sd Fitur Pengembangan Java Ket Komponen teori Prog Internet Kumpulan konsep2 OOP UML Aplikasi Disain web Produk hasil Anti hack Rencana 5 th ke depan HP Bata HP SMandi Efisiensi Ergonomik Produk baru Nilai tambah Praktis dll Produk Inovatif HP Inovatif (I-PAD) Tugas selanjutnya: 1.B. 8/9 . Mahasiswa dapat mengungkap makna dari konsep materi yang didiskusikan 3. 4. Membuat Analisis Materi dari Konsep/Inovatif 30 sd 45 menit ketiga : (40%) 1. Mahasiswa memahami tema didiskusikan dengan materi hari itu 2.

2 Membangun Kemampuan Potensi diri Mahasiswa II Struktur jangkauan Ilmu Struktur kedalaman ilmu Istilah Java (Lihat kamus or internet) Definisi (Lihat kamus or internet) Pengembangan (Historis) Lihat ttg web Kosep Java Teori Java Aplikasi Java Analisis Java Kreasi Kreatif Dan Inovatif 1 sd Fitur Pengembangan Java Ket Komponen teori Prog Internet Kumpulan konsep2 OOP UML Aplikasi Disain web Produk hasil Anti hack Rencana 5 th ke depan Efisiensi Ergonomik Produk baru Nilai tambah Praktis dll Produk Inovatif Tabel.3 Membangun Kemampuan Potensi diri Mahasiswa III Struktur jangkauan Ilmu Struktur kedalaman ilmu Istilah Java (Lihat kamus or internet) Bab 1 (C1) Teori Java Aplikasi Java Analisis Java Kreasi Kreatif Dan Inovatif 1 sd Fitur Pengembangan Java Ket 1.Tabel.Aljabar proposisi Kumpulan konsep2 OOP UML Aplikasi Disain web Anti hack Rencana 5 th ke depan 3 Definisi (Lihat kamus or internet) Pengembangan (Historis) Lihat ttg web Produk hasil Efisiensi Ergonomik Produk baru Nilai tambah Praktis dll Produk Inovatif ******* Selamat Bekerja dan Berpikir Kreatif ******* .Program Login Logika: Konsep Logika Aplikasi logika 2.

Banyak idealisme pendidikan yang menjadi pekerjaan rumah kita semua. Untuk itu. melaksanakan. 3) kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Sebagai usaha meningkatkan kualitas pendidikan sebagai instrumen mengukur kompetensi guru dan dosen. 7) memastikan kelestarian lingkungan hidup. 2) meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan. dan 8) kemitraan untuk pembangunan. . agama. konselor. terutama bagi presiden sebagai pemangku kebijakan nasional untuk mewujudkan target MDGs pendidikan dasar untuk semua sehingga dapat diwujudkan pada tahun 2015. dan (8) pendidikan dan kesetaraan gender. (1) pendidikan dan kompetensi pendidik. 1) penanggulangan kemiskinan dan kelaparan. pamong belajar. (5) paradigma pendidikan. proporsional dan menyeluruh (universal). suku. malaria dan penyakit menular lain. (7) penjaminan kualitas pendidikan. dosen. (3) manajemen finansial pendidikan dan manajemen sumber daya manusia. (4) politik pendidikan. Dalam Pasal 1 ayat 6 UU SISDIKNAS menjabarkan kualifikasi pendidik adalah guru. instruktur. Usaha yang nampak serius dilakukan pemerintah saat ini adalah meningkatkan kompetensi pendidik. 1) merencanakan. Dari ke delapan tujuan tersebut salah satu prioritas yang harus diangkat bagi Indonesia adalah menuntaskan tercapainya target pendidikan dasar untuk semua masyarakat Indonesia. 3) bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin. tepat. dikeluarkanlah undang-undang guru dan dosen yang implementasinya adalah pelaksanaan sertifikasi guru dan sertifikasi dosen. 4) mengurangi angka kematian bayi. Dalam konteks profesionalisme pendidik yang terus dibutuhkan. tutor. 6) melawan HIV/AIDS. dan kondisi fisik tertentu. Baedowi (2008) menyebutkan. misalnya. 2) mencapai pendidikan dasar untuk semua. bahwa pendidik profesional adalah pendidik yang memiliki banyak kemampuan dalam. dan mengevaluasi hasil pembelajaran. fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam menyelenggarkan pendidikan. antara lain: Agenda penting itu diantaranya. (6) pengembangan organisasi pendidikan. 5) meningkatkan kesehatan ibu. (2) profesionalisme pendidik.Pandangan Fox dari pengamatan MEWUJUDKAN TARGET MDGs PENDIDIKAN UNTUK KEMAJUAN PENDIDIKAN MASA DATANG Target MDGs memuat 8 tujuan yang meliputi. widyaiswara. ras. harus menjadi agenda prioritas bagi presiden periode 2009-2014 dalam meletakkan dasar-dasar dan sistem yang benar.

__________________. Baedowi. M. dan MDGs pendidikan untuk semua ini harus menjadi target dan prioritas. Hal ini bisa kita lihat dari komitmen pemerintah yang masih harus terus dipompa agar terus meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan.com/2008/09/02/paradigma-baru-tentang-pembelajaran-dan-aplikasinya. Daftar Pustaka Burhanuddin. Karwono. dan kode etik guru. Kelima fungsi manajemen SDM ini menjadi usaha sungguh-sungguh bidang personalia yang harus dijalankan secara serius dan dikelola secara efektif dan baik serta prosedural agar mencapai tujuan yang diharapkan. serta nilai-nilai agama dan etika. 3) penilaian dan kompensasi. dan 5) memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. dan 3) meningkatnya tata kepemerintahan (governance). 2003. 2009. Malang: FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis.XXII. bahwa manajemen sumber daya manusia yang harus diperhatikan adalah. diakses tanggal 20 Pebruari 2009. Sekolah Gratis: Konsep Kebijakan Yang Belum Siap . Ngalim. dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran. Bandung: Penerbit. . Atok Miftachul. Bebeberapa syarat profesionalisme diantaranya. Rencana strategis (RENSTRA) pemerintah terhadap pendidikan di tahun 2008-2009 terfokus pada tiga sasaran pembangunan pendidikan nasional yang akan dicapai. Bicara politik pendidikan. Huda. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan. jam 18. Januari April 2009. Perlunya Perubahan Paradigma Tentang Pendidikan . yaitu. 2008. Menurut Schuler dan Smart (1989) dalam Burhanuddin (2003) menyatakan. Manajemen Sumber Daya Manusia-Manejemen Pendidikan. Regulasi Collaborative Governance Menuju Pendidikan Yang Berkualitas. Rosdakarya. 4) menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. Terkait dengan manajemen finansial pendidikan adalah manajemen SDM harus menjadi faktor penting dalam suatu organisasi. http://karwono wordpress. 5) berjiwa nasional (Ngalim Purwanto (2006:139-142). Purwanto. Strategi Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Guru. Malang: Universitas Negeri Malang. 1) meningkatnya perluasan dan pemerataan pendidikan. 3) taqwa kepada Tuhan YME dan berkelakuan baik.atau latar belakang keluarga.30 WIB. 2) pengadaan sumber daya manusia dan staf. 4) penilaian dan pengembangan. maka politik pendidikan di Indonesia masih belum sepenuhnya merdeka. 2) meningkatnya mutu dan relevansi pendidikan. dan 5) penciptaan dan pembinaan hubungan kerja yang efektif. Jakarta: Depdiknas. Jurnal Ilmiah Bestari UMM edisi nomor 40/Th. akuntabilitas dan pencitraan publik harus kita monitoring dan evaluasi. Kualifikasi kemampuan guru sebagaimana disebutkan Baedowi (2008) di atas akan menjadi sinergi dan mendukung peran guru sebagai pendidik apabila syarat-syarat sebagai guru profesional yang baik dapat dipenuhi. 2006. 1) berijazah. 1) perencanaan kebutuhan sumber daya manusia. Makalah Seminar. 2) sehat jasmani dan rohani. 4) bertanggungjawab.

Staker.com/2007/12/10/potret-pendidikan-nasional-realita-dan-idealisme. http://sciantiarum. jam 19. Online. Hariati. Politik Pendidikan: Dinamika Hubungan Antara Kepentingan Kekuasaan dan Praktik Penyelenggaraan Pendidikan. Cara untuk mempercepat terwujudnya tujuan tersebut adalah dengan membuat langkah strategis revolusioner.Sirozi. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Meretas Jalan Menuju Masyarakat Madani Melalui Idealisme Pendidikan . Jakarta: Penerbit RajaGrafindo Persada. program pemahaman dan pelaksanaan pendidikan berkarakter. Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan. Ilham. Peter. Kita Suarakan Millennium Development Goals (MDGs) Demi Pencapaian nya di Indonesia . Veithzal Rivai.00 WIB.20 tahun 2003 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran. 24 Pebruari 2009. 2009. fokus dan berkesinambungan untuk mengupgrade kualitas segala komponen yang terlibat di dalam pendidikan di Indonesia. Tinuk. 2005. 2006. Y. Kegiatan tersebut adalah bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia dalam rangka mewujudkan bangsa Indonesia yang maju dan mandiri serta sejajar dengan bangsa-bangsa yang lain. diakses. Malang: MKPP Program Pasca Sarjana UMM. Maka upgrading terhadap kualitas pendidikan di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan. SEMINAR NASIONAL MENUJU PENDIDIKAN INDONESIA YANG BERKARAKTER DAN BERKUALITAS DUNIA Seminar Nasioanl ini dilengkapi dengan Workshop dan Prosiding (Seminar Pendamping) Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan di setiap negara. TIM-IGI (Template Interaktif Multimedia Ikatan Guru Indonesia). Realita dan Idealisme Pendidikan Nasional . Jakarta: RajaGrafindo Persada. Makalah Seminar. Bandung: Penerbit Alfabeta. Menurut Undang -undang No. Wahab Abdul Aziz. cerdas. dan SPEC (Simpel dan Cepat) diharapkan merupakan andil anak-anak bangsa yang perlu lebih disosialisasikan agar mendapat dukungan dari segala lapisan masyarakat. M. Wika. 2007. Untuk itu. 2008. .

Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris para guru dan siswa secara cepat dan revolusioner melalui program SPEC (Simpel dan Cepat) Waktu dan Tempat . 3. dan Revolusi Pembelajaran Bahasa Inggris. Karena hampir semuanya yang baru dan datang dari luar menggunakan bahasa Inggris maka mutlak diperlukan penguasaan bahasa ini Semakin mahir seseorang menguasai bahasa Internasional yang terbanyak dipakai ini maka semakin cepat kemajuan yang diperoleh bangsa ini. Kemajuan dan tingginya profesionalitas yang dimiliki para guru pada gilirannya akan mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan di Indonesia. Memberikan informasi dan motivasi kepada masyarakat pendidikan tentang pentingnya peningkatan kualitas Pendidikan Indonesia secara revolusioner dan signifikan melalui pendidikan berkarakter bangsa 2. Tujuan Khusus 1. Program TIM-IGI (Template Interaktif Multimedia IKatan Guru Indonesia) yang meringkas dan merevolusi pembuatan multimedia pembelaran interaktif bagi para guru dan pemakai ICT based learning yang semula bisa memakan waktu berbulan-bulan dan sering membuat putus asa menjadi hanya dalam hitungan jam akan memacu guru untuk lebih maju dan professional dalam mengajar. Harapannya. dengan semakin banyak para guru dan tenaga pendidik berkemauan menyampaikan dan mengaplikasikan karakter bangsa dalam setiap kegiatan pembelajarannya akan semakin banyak pula generasi muda berkepribadian yang dapat dihasilkan. Tujuan Umum Melakukan usaha peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan langkah strategis revolusioner melalui penyebaran informasi tentang program pendidikan karakter bangsa.Program pendidikan berkarakter bangsa menjadi semakin diperlukan di negeri ini mengingat derasnya arus informasi dan komunikasi global dengan segala dampaknya. Meningkatkan kualitas penguasaan ICT based learning para guru melalui program pembuatan media pembelajaran interaktif secara kilat dengan program TIM-IGI (Template Interaktif Multimedia IKatan Guru Indonesia). Program SPEC (Simpel dan Cepat) yang merevolusi bagaimana menguasai bahasa Inggris secara simpel dan cepat serta menyenangkan akan menjadi jembatan bagi terbukanya jendela ilmu lebih banyak. memperkenalkan Revolusi Multimedia Pembelajaran Interaktif.

30 Workshop 13. 7.00 ± 10. 250.S.00 ± 08. 28 Mei 2011 Pukul 08. Pembicara 1 2. 8. S. B Erna-085842515747 Susunan Acara 1. Acara Waktu Registrasi & Pembukaan 08.Taman Menteri Supeno No.00 Revulosi Multimedia 10. (Pendidikan Berkarakter) : Mampuono. S1.000. 5.30 Sambutan-sambutan 08. 2. D4).-(Bukan Anggota IGI) 2. 9. M. M.30 ± 09.000. Seminar & Prosiding: Tiket C Rp.Tiket A Rp. (Revolusi Bahasa Inggris) 1.00 Pendidikan Karakter 09.(Anggota IGI. Seminar: . 3.000. 6.000. S.Tiket B Rp. Mahasiswa D3. atau .3. 75.30 WIB Tempat : Auditorium SMA Negeri 1 Semarang Jl. 1 Semarang Pembicara 1.00 ± 15.Kom.30-15. Seminar & Workshop: Tiket D Rp.00 Metode .00 Ishoma 12.Pendaftaran Hubungi 1.00 Paparan Proceeding 13.00 ± 13.Pd... Pembicara 2 3.00 Revolusi Bahasa Inggris 11. 50.00 ± 11.00 ± 12. 100.30 ± 16. Pembicara 3 Ticketing : Drs.Waktu : Sabtu.30 Penutup 15. P Hamrowi-083838720223 2. (Revolusi Multimedia Interaktif) : Hani Sutrisno. Bunyamin. 4.Pd.00 ± 15.

Seminar ini akan diisi oleh para pembicara nasional yang profesionaldan berkompeten di bidangnya.Dari total waktu 3 jam. Target Peserta Jumlah maksimal peserta adalah 500 orang yang terdiri para guru. kalangan pemerhati pendidikan. SPEC (Simpel dan Cepat Kuasai bahasa Inggris) oleh Hani Sutrisno dan Sukirno Miharjo 2. Hamrowi dan Eko Nursanty . Prosiding Prosiding ini memberikan kesempatan emas kepada para peserta untuk menjadi pembicara pendamping (prosiding) pada sebuah seminar nasional. pemateri/pembicara diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi dengan metode ceramah selama 45menit. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di halaman persyaratan prosiding. pengusaha dan stake holder di Jawa Tengah. sementara seperempat jam berikutnya diisi dengan metode diskusi dan /tanya jawab. dosen. E-leaning & Blogging oleh M. mahasiswa. Workshop: 1. Seminar Nasional IGI Jateng dalam rangka memperingati Hardiknas ini akan dilengkapi dengan kegiatan Seminar Pendamping (Prosiding) dan Workshop English dan ICT. Keterangan Susunan acara bisa saja berubah menyesuaikan dengan kesempatan yang dimiliki masingmasing pembicara namun tetap dengan rentang waktu yang kurang lebih sama. Jika Anda ingin tahu lebih lengkap lagi bisa klik link ini. Segera daftarkan karya ilmiah Anda untuk dipresentasikan pada event ini. Produksi soal-soal Ineteraktif dan analisisinya oleh Mampuono dan Triyono 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful