BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.1.

1 Sejarah Promosi Kesehatan  Era propaganda dan Pendidikan Kesehatan Rakyat (masa kemerdekaan sampai 1960an) Pada tahun 1924 oleh pemerintah Belanda dibentuk Dinas Higiene. Kegiatan pertamanya berupa pemberantasan cacing tambang di daerah Banten. Bentuk usahanya dengan mendorong rakyat untuk membuat kakus/jamban sederhana dan mempergunakannya. Lambat laun pemberantasan cacing tambang tumbuh menjadi apa yang dinamakan ³Medisch Hygienische Propaganda´. Propaganda ini kemudian meluas pada penyakit perut lainnya, bahkan melangkah pula dengan penyuluhan di sekolah-sekolah dan pengobatan kepada anak-anak sekolah yang sakit. Timbullah gerakan, untuk mendirikan ³brigade sekolah´ dimana-mana. Perintisan Pendidikan Kesehatan Rakyat oleh Dr. R. Mohtar  Era Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan (1960-1980) - Munculnya istilah Pendidikan Kesehatan dan diterbitkannya UU Kesehatan 1960 - Ditetapkannya Hari Kesehatan Nasional (12 November 1964)  Era PKMD, Posyandu dan Penyuluhan Kesehatan melalui Media Elektronik (1975-1995) - Peran serta dan pemberdayaan masyarakat (Deklarasi Alma Ata, 1978) - Munculnya PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa) - Munculnya Posyandu - Penyuluhan kesehatan melalui media elektronik (dialog interaktif, sinetron dll)  Era Promosi dan Paradigma Kesehatan (1995-2005) - Konferensi Internasional Promosi Kesehatan I di Ottawa, Kanada, munculnya istilah promosi kesehatan (Ottawa Charter, 1986) memuat 5 strategi pokok Promosi Kesehatan, yaitu : (1) Mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan (healthy public policy); (2) Menciptakan lingkungan yang mendukung (supportive environment);

. 1. yaitu: (1) Mendukung kesehatan wanita. Meningkatkan kemitraan untuk kesehatan.(3) Memperkuat gerakan masyarakat (community action). Australia (1988) Konferensi ini menekankan 4 bidang prioritas.Konferensi Internasional Promosi Kesehatan IV di Jakarta. (3) Rokok dan alkohol. (4) Mengembangkan kemampuan perorangan (personnal skills) . (3) Membangun aliansi. dan (5) Menata kembali arah pelayanan kesehatan (reorient health services). 1997) Promosi Kesehatan abad 21 adalah : y y y y y Meningkatkan tanggungjawab sosial dalam kesehatan.Konferensi Internasional Promosi Kesehatan II di Adelaide. Swedia (1991) Konferensi ini mengemukakan 4 strategi kunci. .Konferensi Internasional Promosi Kesehatan III di Sundval. maka rumusan masalah makalah ini adalah Promosi Kesehatan di Indonesia telah mempunyai visi. dan (4) Menjadi penengah diantara berbagai konflik kepentingan di tengah masyarakat. yakni: (1) Memperkuat advokasi diseluruh lapisan masyarakat. Meningkatkan investasi untuk pembangunan kesehatan.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Indonesia (Jakarta Declaration on Health Promotion. sebagaimana . Meningkatkan kemampuan perorangan dan memberdayakan masyarakat. (2) Memberdayakan masyarakat dan individu agar mampu menjaga kesehatan dan lingkungannya melalui pendidikan dan pemberdayaan. dan (4) Menciptakan lingkungan sehat. Mengembangkan infra struktur promosi kesehatan. misi dan strategi yang jelas. (2) Makanan dan gizi. .

Posyandu. Dari misi tersebut jelas bahwa berbagai kegiatan harus dilakukan serempak. Poskestren. masalah dan potensi yang ada. Visi. yang perlu dilakukan advokasi. Ini dilakukan agar kebijakan yang dibuat berwawasan sehat. Strata sekunder adalah para pembuat opini di masyarakat. 1193/2004 tentang Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. (2) Membina suasana atau lingkungan yang kondusif bagi terciptanya phbs di masyarakat. Dengan visi. yaitu: Advokasi.tertuang dalam SK Menkes RI No. melalui berbagai cara pendekatan sesuai keadaan. dll). Visi tersebut adalah benar-benar visioner. Visi tersebut juga menunjukkan dinamika atau gerak maju dari suasana lama (yang ingin diperbaiki) ke suasana baru (yang ingin dicapai). misi dan strategi tersebut juga harus dapat dioperasionalkan secara lebih membumi di lapangan. Strata primer adalah masyarakat langsung perlu digerakkan peran aktifnya melalui upaya gerakan atau pemberdayaan masyarakat (community development. atau media apa saja sesuai dengan keadaan. PKMD. Selanjutnya strategi Promosi Kesehatan yang selama ini dikenal adalah ABG. adat. harapan yang berbau impian. Sedangkan strata tertier adalah para pembuat keputusan dan penentu kebijakan. 1. yang mengindikasikan tentang terwujudnya masyarakat Indonesia baru yang berbudaya sehat. tetapi bukannya tidak mungkin untuk dicapai. sesuai keadaan. yang menjanjikan perubahan dari dalam diri manusia dalam interaksinya dengan lingkungannya dan karenanya bersifat lebih lestari. misi dan strategi tersebut sejalan dan bersama program kesehatan lainnya mengisi pembangunan kesehatan dalam kerangka Paradigma Sehat menuju Visi Indonesia Sehat. yang memberikan dampak positif bagi kesehatan. Ketiga strategi tersebut dengan jelas menunjukkan bagaimana cara menjalankan misi dalam rangka mencapai visi. Visi Promosi Kesehatan adalah: ³PHBS 2010´. menunjukkan arah. keluarga dan masyarakat untuk hidup sehat. Strategi tersebut juga menunjukkan ketiga strata masyarakat yang perlu digarap. masalah dan potensi setempat. visi. Ini dilakukan melalui media massa. (3) Melakukan advokasi kepada para pengambil keputusan dan penentu kebijakan. Namun sebagaimana konsep Promosi kesehatan yang disebutkan di muka. masalah dan potensi setempat. Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan Masyarakat. Misi Promosi Kesehatan yang ditetapkan adalah: (1) Memberdayakan individu. Promosi Kesehatan juga jelas akan melangkah dengan mantapnya di masa depan. perlu dibina atau diajak bersama untuk menumbuhkan norma perilaku atau budaya baru agar diteladani masyarakat. Misi tersebut juga menjelaskan fokus upaya dan kegiatan yang perlu dilakukan. misi dan strategi seperti ini.3 TUJUAN . Pos UKS. Visi tersebut juga menunjukkan bahwa bidang garapan Promosi kesehatan adalah aspek budaya (kultur). Misi tersebut telah menjelaskan tentang apa yang harus dan perlu dilakukan oleh Promosi Kesehatan dalam mencapai visinya. media tradisonal.

) memeiliki kemudahan untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungannya d.) berupaya bersama (bergotong royong) menjaga dan meningkatkan kesehatan lingkungan Hasil yang diharapkan: kemandirian masy. melindungi. termasuk jika sakit. Tujuan Khusus: a. memelihara. Menciptakan lingkungan yang mendukung (create supportive environments) Masyarakat kita kompleks dan saling berhubungan. Penjajakan sistematis dampak kesehatan dari lingkungan yang berubah pesat. pelayanan jasa publik yang lebih sehat dan lebih bersih. pendapatan. dapat mempeoleh pelayanan kesehatan tanpa mengalami kesulitan dalam pembiayaannya. Ini adalah kegiatan yang terkoordinasi yang membawa kepada kesehatan. Prinsip panduan keseluruhan bagi dunia. dan komunitas yang serupa. Kegiatan terpadu memberikan kontribusi untuk memastikan barang dan jasa yang lebih aman dan lebih sehat. Membangun kebijakan publik berwawasan kesehatan (build healthy public policy) Promosi kesehatan lebih daripada sekadar perawatan kesehatan.) Secara garis besar promosi kesehatan bertujuan untuk : 1.Tujuan Umum: Masyarakat mampu mengenali. serta cara menghilangkannya. Pekerjaan dan waktu luang harus menjadi sumber kesehatan untuk manusia. Cara masyarakat mengatur kerja harus dapat membantu menciptakan masyarakat yang sehat. Kesehatan tidak dapat dipisahkan dari tujuan-tujuan lain. Kebijakan promosi kesehatan memerlukan identifikasi hambatan untuk diadopsi pada kebijakan publik di luar sektor kesehatan. 2. perpajakan. Kebijakan promosi kesehatan mengombinasikan pendekatan yang berbeda namun dapat saling mengisi termasuk legislasi. Dalam hidup sehat (artinya masy. memuaskan.²terutama di . bangsa. kawasan. Perubahan pola hidup. komunitas. dan kebijakan sosial yang menghasilkan kesamaan yang lebih besar. mampu memelihara dan meningkatkan keshatannya sendiri. pekerjaan. dan lingkungan yang lebih menyenangkan. Konservasi sumber daya alam di seluruh dunia harus ditekankan sebagai tanggung jawab global. dan meningkatkan kualitas kesehatannya. Promosi kesehatan menciptakan kondisi hidup dan kondisi kerja yang aman. adalah kebutuhan untuk memberi semangat pemeliharaan yang timbal-balik ²untuk memelihara satu sama lain. mengarahkan mereka supaya sadar akan konsekuensi kesehatan dari keputusan mereka dan agar mereka menerima tanggung jawab mereka atas kesehatan. Hal ini dimaksudkan agar dapat membuat pilihan yang lebih sehat dan lebih mudah untuk pembuat keputusan. yang menstimulasi. dan waktu luang memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan.) Memehami dan menyadari pentingnya kesehatan b. dan menyenangkan. Kaitan yang tak terpisahkan antara manusia dan lingkungannya menjadikan basis untuk sebuah pendekatan sosio-ekologis bagi kesehatan. perhitungan fiskal.) memeiliki keterampilan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya c. Promosi kesehatan menempatkan kesehatan pada agenda dari pembuat kebijakan di semua sektor pada semua level. dan lingkungan alam kita. dan perubahan organisasi.

membuat keputusan. sebagaimana penggalangan dukungan. Peran sektor kesehatan harus bergerak meningkat pada arah promosi kesehatan. di samping tanggung jawabnya dalam menyediakan pelayanan klinis dan pengobatan. dan pemerintah. tempat kerja. Mandat ini harus mendukung kebutuhan individu dan komunitas untuk kehidupan yang lebih sehat. produksi energi dan urbanisasi±. Hal ini harus membawa kepada perubahan sikap dan pengorganisasian pelayanan kesehatan dengan memfokuskan ulang kepada kebutuhan total dari individu sebagai manusia seutuhnya. dan pengembangan keterampilan hidup. 5. Memerkuat kegiatan-kegiatan komunitas (strengthen community actions) Promosi kesehatan bekerja melalui kegiatan komunitas yang konkret dan efisien dalam mengatur prioritas. 4. Perlindungan alam dan lingkungan yang dibangun serta konservasi dari sumber daya alam harus ditujukan untuk promosi kesehatan apa saja. dan lingkungan fisik yang lebih luas. Reorientasi pelayanan kesehatan (reorient health services) Tanggung jawab untuk promosi kesehatan pada pelayanan kesehatan dibagi di antara individu. Mereka harus bekerja sama melalui suatu sistem perawatan kesehatan yang berkontribusi untuk pencapaian kesehatan. dan membuka saluran antara sektor kesehatan dan komponen sosial. Inti dari proses ini adalah memberdayakan komunitas ±-kepemilikan mereka dan kontrol akan usaha dan nasib mereka.sangat esensial dan harus diikuti dengan kegiatan untuk memastikan keuntungan yang positif bagi kesehatan masyarakat. Hal ini harus difasilitasi dalam sekolah. Dengan demikian. Memungkinkan masyarakat untuk belajar melalui kehidupan dalam menyiapkan diri mereka untuk semua tingkatannya dan untuk menangani penyakit dan kecelakaan sangatlah penting. Mengembangkan keterampilan individu (develop personal skills) Promosi kesehatan mendukung pengembangan personal dan sosial melalui penyediaan informasi. politik. dan untuk mengembangkan sistem yang fleksibel untuk memerkuat partisipasi publik dalam masalah kesehatan. Pelayanan kesehatan harus memegang mandat yang meluas yang merupakan hal sensitif dan ia juga harus menghormati kebutuhan kultural. kelompok komunitas. dan semua lingkungan komunitas. Pengembangan komunitas menekankan pengadaan sumber daya manusia dan material dalam komunitas untuk mengembangkan kemandirian dan dukungan sosial. Bergerak ke masa depan (moving into the future) Kesehatan diciptakan dan dijalani oleh manusia di antara pengaturan dari kehidupan mereka . Hal ini memerlukan akses yang penuh serta terus menerus akan informasi.daerah teknologi. Reorientasi pelayanan kesehatan juga memerlukan perhatian yang kuat untuk penelitian kesehatan sebagaimana perubahan pada pelatihan dan pendidikan profesional. merencanakan strategi dan melaksanakannya untuk mencapai kesehatan yang lebih baik. 6. pendidikan kesehatan. 3. institusi pelayanan kesehatan. daerah kerja. hal ini meningkatkan pilihan yang tersedia bagi masyarakat untuk melatih dalam mengontrol kesehatan dan lingkungan mereka. dan untuk membuat pilihan yang kondusif bagi kesehatan. rumah. ekonomi. profesional kesehatan. memelajari kesempatan untuk kesehatan.

mengubah perilaku. 1193/2004 tentang Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik. pelaksanaan. dan intelektual. meningkatkan kesadaran. dan 3. Ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja. misi dan strategi tersebut sejalan dan bersama program kesehatan lainnya mengisi pembangunan kesehatan dalam kerangka Paradigma Sehat menuju Visi Indonesia Sehat. namun berkairan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat. yang mengindikasikan tentang terwujudnya masyarakat Indonesia baru yang berbudaya sehat. harapan yang berbau impian. dan dengan memastikan bahwa masyarakat yag didiami seseorang menciptakan kondisi yang memungkinkan pencapaian kesehatan oleh semua anggotanya. Visi tersebut juga menunjukkan dinamika atau gerak maju dari suasana lama (yang ingin diperbaiki) ke suasana baru (yang ingin dicapai). emosi. yang menjanjikan perubahan dari dalam diri manusia dalam interaksinya dengan lingkungannya dan karenanya bersifat lebih lestari. dan ekologi adalah isu-isu yang penting dalam mengembangkan strategi untuk promosi kesehatan. Dalam piagam ini tertera strategi dalam meningkatkan kontrol masyarakat terhadap kesehatan diri mereka sendiri. bermain. misi dan strategi yang jelas. Kanada. menunjukkan arah. bekerja. Dalam Konferensi Internasional Promosi Kesehatan I yang diadakan di Ottawa. Kesehatan diciptakan dengan memelihara satu sama lain dengan kemampuan untuk membuat keputusan dan membuat kontrol terhadap kondisi kehidupan seseorang. Visi. . semua yang terlibat harus menjadikan setiap fase perencanaan. Untuk itu. sebagaimana tertuang dalam SK Menkes RI No. Visi tersebut adalah benar-benar visioner. Pengubahan gaya hidup dapat difasilitasi melalui penggabunngan: 1.sehari-hari di mana mereka belajar. dan evaluasi kegiatan promosi kesehatan serta kesetaraan antara pria dan wanita sebagai acuan utama BAB II PEMBAHASAN 2. Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan Promosi Kesehatan di Indonesia telah mempunyai visi. menghasilkan sebuah kesepakatan yang dikenal sebagai Piagam Ottawa. Visi tersebut juga menunjukkan bahwa bidang garapan Promosi kesehatan adalah aspek budaya (kultur). sosial.1 PENGERTIAN Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Visi Promosi Kesehatan adalah: ³PHBS 2010´. menciptakan lingkungan yang mendukung. 2. kebersamaan. tetapi bukannya tidak mungkin untuk dicapai. dan mencintai. spiritual. Merawat.

Misi tersebut juga menjelaskan fokus upaya dan kegiatan yang perlu dilakukan. perlu dibina atau diajak bersama untuk menumbuhkan norma perilaku atau budaya baru agar diteladani masyarakat. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Selanjutnya strategi Promosi Kesehatan yang selama ini dikenal adalah ABG. Indikator Pencapaian Luaran Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan 2010 ± 2014. masalah dan potensi setempat. PKMD. media tradisonal. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2. Promosi Kesehatan juga jelas akan melangkah dengan mantapnya di masa depan. Matrik Kinerja Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. Strategi tersebut juga menunjukkan ketiga strata masyarakat yang perlu digarap. Sedangkan strata tertier adalah para pembuat keputusan dan penentu kebijakan. yang memberikan dampak positif bagi kesehatan. Namun sebagaimana konsep Promosi kesehatan yang disebutkan di muka. Strata sekunder adalah para pembuat opini di masyarakat. masalah dan potensi setempat. dll). (2) Membina suasana atau lingkungan yang kondusif bagi terciptanya phbs di masyarakat. atau media apa saja sesuai dengan keadaan. Pos UKS. Ini dilakukan agar kebijakan yang dibuat berwawasan sehat.Misi Promosi Kesehatan yang ditetapkan adalah: (1) Memberdayakan individu. Ketiga strategi tersebut dengan jelas menunjukkan bagaimana cara menjalankan misi dalam rangka mencapai visi. masalah dan potensi yang ada. yaitu: Advokasi. Posyandu. melalui berbagai cara pendekatan sesuai keadaan. Strata primer adalah masyarakat langsung perlu digerakkan peran aktifnya melalui upaya gerakan atau pemberdayaan masyarakat (community development. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu : 1. Ini dilakukan melalui media massa. Poskestren. misi dan strategi tersebut juga harus dapat dioperasionalkan secara lebih membumi di lapangan. adat. misi dan strategi seperti ini. sesuai keadaan. Misi tersebut telah menjelaskan tentang apa yang harus dan perlu dilakukan oleh Promosi Kesehatan dalam mencapai visinya. yang perlu dilakukan advokasi. keluarga dan masyarakat untuk hidup sehat. Memberi ASI ekslusif . Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan Masyarakat. (3) Melakukan advokasi kepada para pengambil keputusan dan penentu kebijakan. Dengan visi. visi. Dari misi tersebut jelas bahwa berbagai kegiatan harus dilakukan serempak.

Ada 10 indikator PHBS di tatanan ini. sikap dan perilaku. Ada 5 tatanan yang menjadi sasaran survey PHBS yakni : a. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. kelompok dan masyarakat. yaitu : 1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. keluarga. 2) Memberi bayi ASI Eksklusif. Tatanan Tempat-tempat Umum e. Tatanan Sekolah c. Memberantas jentik dd rumah sekali seminggu 8. Menggunakan air bersih 5. Menimbang balita setiap bulan 4. memberikan informasi dan melakukan edukasi. PHBS di Tatanan Rumah Tangga Adalah upaya memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar mau dan mampu melakukan PHBS . Tatanan Tempat Kerja A. memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Menggunakan jamban sehat 7. dalam tatanan rumah tangga. 3) Menimbang bayi dan balita setiap bulan. Makan buah dan sayur setiap hari 9. dengan membuka jalur komunikasi. . dan pemberdayaan masyarakat (empoworment) sebagai satu upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri. Tatanan Rumah Tangga b. Tidak merokok di dalam rumah y Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan. Tatanan Institusi Kesehatan d.3. melalui pendekatan pimpinan (advocacy). agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. bina suasana (social support). untuk meningkatkan pengetahuan.

6) Tidak merokok di sekolah. yakni : 1) Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun. seperti rumah sakit. 8) Makan sayur dan buah setiap hari. 8) Membuang sampah pada tempatnya. 10) Tidak merokok di dalam rumah B. 5) Memberantas jentik nyamuk. 7) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan. PHBS di Institusi Kesehatan Institusi kesehatan adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah atau swasta atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ada 6 indikator PHBS pada tatanan ini : 1) Menggunakan air bersih.4) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. 5) Menggunakan air bersih. . puskesmas dan klinik swasta. 9) Melakukan aktifitas fisik setiap hari. PHBS di Tatanan Sekolah Ada 8 indikator sekolah ber PHBS. 3) Membuang sampah pada tempatnya. 7) Memberantas jentik di rumah. 6) Menggunakan jamban sehat. 4) Olahraga yang teratur dan terukur. 2) Menggunakan jamban. 3) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat. C. 2) Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah.

2) Menggunakan jamban. PHBS di Tempat Kerja Ada 9 indikatornya : 1) Tidak merokok di tempat kerja. 3) Membuang sampah pada tempatnya. 5) Tidak meludah sembarangan. 4) Memcuci tangan denga air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar atau buang air kecil. 2) Membeli dan mengonsumsi makanan dari tepat kerja. 5) Tidak meludah sembarangan. . 6) Memberantas jentik nyamuk. E. D. 9) Menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai jenis pekerjaannya. 6) Menggunakan air bersih. PHBS di Tempat-tempat Umum Ada 6 indikator PHBS di Tempat-tempat Umum : 1) Menggunakan air bersih. 3) Melakukan olahraga/aktivitas fisik secara teratur. 5) Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja. 7) Menggunakan jamban saat buang air kecil dan buang air besar. 4) Tidak merokok di tempat umum. 6) Memberantas jentik nyamuk.4) Tidak merokok di institusi kesehatan. 8) Membuang sampah pada tempatnya.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan masyarakat. yaitu P1 Perencanaan (terdiri atas Persiapan. Pengembangan Desa Siaga juga merupakan revitalisasi Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) sebagai pendekatan edukatif yang perlu dihidupkan kembali. Kerangka pikir pertama adalah bahwa Desa Siaga akan dapat terwujud apabila manajemen dalam pelaksanaan pengembangannya diselenggarakan secara paripurna oleh berbagai pihak (unit-unit kesehatan dan pemangku kepentingan lain yang terkait). PROGRAM PROGRAM PROMKES 1. Desa Siaga juga dapat merupakan pengembangan dari konsep Siap-Antar-Jaga. Sebagaimana diketahui. Pengadaan Sarana. Penerbitan Peraturan Perundang-undangan.PemantauaPengawasan dan . dan ditingkatkan.Tujuan Survey PHBS pada lima tatanan tersebut adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana penerapan PHBS telah dilakukan pada lima tatanan tersebut dan apa saja masalah PHBS saat ini .komponen yaitu dikembangkannya pelayanan kesehatan dasar dan UKBM. Pembentukan Tim.Pengertian Desa Siaga Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat. dipertahankan. serta sistem pembiayaan kesehatan yang berbasis masyarakat. Penganggaran. dan P3 . Pelaksanaan Kegiatan). Pengadaan SDM. P2 . secara elementer komponen dari manajemen adalah 3 P. sehingga diharapkan pada gilirannya akan menjadi Desa Siaga dan selanjutnya Desa Sehat yang dilengkapi komponen. dan Iain-Iain). Desa Siaga dapat dikatakan merekonstruksi atau membangun kembali berbagai upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM).Penggerakan Pelaksanaan (terdiri atas Pemilihan Desa. diciptakannya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kegawatdaruratan dan bencana. Penyusunan Pedoman.

Mempercepat penerimaan NKKBS. Tujuan penyelenggaraan Posyandu Menurut Depkes tujuan diselenggarakan Posyandu adalah untuk: 1. Gizi. Posyandu apabila dipandang dari hirarki sistem upaya pelayanan kesehatan. Pengertian Posyandu Lansia 1. Pengertian usia lanjut adalah mereka yang telah berusia . Adapun pengertian mengenai posyandu bayak para ahli mengemukakan sangat berpariasi tergantung dari sudut mana memandangnya. 3. adalah: ³forum yang menjembatani ahli teknologi dan ahli kelola untuk upaya-upaya kesehatan yang propesional kepada masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat hidup sehat´. 2. Mempercepat penurunan angka kematian bayi.Penilaian. Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati. 2. khususnya kesehatan dengan menciptakan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal´. Kesemuanya itu harus tertampung sebagai tugas/peran dari jajaran kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya yang terkait. yang melakukan kegiatan lima program prioritas yaitu: KB. 2. Posyandu Pos pelayanan terpadu atau yang lebih dikenal dengan sebutan posyandu. Secara sederhana yang di maksud dengan posyandu adalah: ³pusat kegiatan dimana masyarakat dapat sekaligus memperoleh pelayanan Kb-kesehatan´. Imunisasi dan penanggulangan diare. KIA. yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia. Posyandu lansia / kelompok usia lanjut adalah merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan bersumber daya masyarakat atau /UKBM yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan itu sendiri khususnya pada penduduk usia lanjut. yaitu merupakan wahana kegiatan keterpaduan KB-kesehatan ditingkat kelurahan atau desa. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatankegiatan kesehatan dan lainnya yang menunjang. Dari aspek prosesnya maka pengertiannya adalah sebagai berikut: ³merupakan salah satu wujud peran serta masyarakat dalam pembangunan. sesuai dengan kebutuhan. keluarga. tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya. anak balita dan angka kelahiran.

ada juga hanya menggunakan sistem pelayanan 3 meja. Pengetahuan lansia yang rendah tentang manfaat posyandu. Dengan menghadiri kegiatan posyandu.Meja II : Melakukan pencatatan berat badan. Pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan kasus juga dilakukan di meja II ini. . Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut. Ada yang menyelenggarakan posyandu lansia sistem 5 meja seperti posyandu balita. sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia b. pelayanan yang diselenggarakan dalam posyandu lansia tergantung pada mekanisme dan kebijakan pelayanan kesehatan di suatu wilayah kabupaten maupun kota penyelenggara. Sasaran tidak langsung Keluarga dimana usia lanjut berada Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut Masyarakat luas Mekanisme Pelayanan Posyandu Lansia Berbeda dengan posyandu balita yang terdapat sistem 5 meja. Sasaran langsung Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun) Kelompok usia lanjut (60 tahun keatas) Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas) 2. dengan kegiatan sebagai berikut : . disini juga bisa dilakukan pelayanan pojok gizi. Kendala Pelaksanaan Posyandu Lansia Beberapa kendala yang dihadapi lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu antara lain : a. pengetahuan lansia menjadi meningkat. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat. Tujuan Posyandu Lansia Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain : a.Meja I : pendaftaran lansia.Meja III : melakukan kegiatan penyuluhan atau konseling. Dengan pengalaman ini. tinggi badan. indeks massa tubuh (IMT). lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka. Pengetahuan lansia akan manfaat posyandu ini dapat diperoleh dari pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-harinya. Sasaran Posyandu Lansia 1.60tahun keatas. pengukuran dan penimbangan berat badan dan atau tinggi badan . yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia .

keamanan ini merupakan faktor eksternal dari terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan. c. Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal. Penyuluhan Kesehatan. naik turun tempat tidur. mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu. b. Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Jenis Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu Lansia seperti: a. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu. dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan bersama lansia. dan i. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist. Dengan sikap yang baik tersebut. mandi. . Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir 1 hingga 7. Dukungan keluarga sangat berperan dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Jika lansia merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius. berjalan. e. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua ) menit. c. d. lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Jarak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit dijangkau Jarak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau kekuatan fisik tubuh. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT). Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons Bentuk Pelayanan Posyandu Lansia Pelayanan Kesehatan di Posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan Kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi. Dengan demikian.b. sahli atau cuprisulfat f. Sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu. Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan lansia untuk datang ke posyandu. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus) g. seperti makan/minum. Kemudahan dalam menjangkau lokasi posyandu ini berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi lansia. Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek. buang air besar/kecil dan sebagainya. c. maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. h. berpakaian. Pemeriksaan status mental.

dalam rangka kegiatan perawatan kesehatan masyarakat POSYANDU DAN KADER KESEHATAN Dalam rangaka menuju masyarakat yang adil dan makmur maka pembangunan dilakukan disegala bidang. alat tulis. dibutuhkan. atau Cuprisulfat. ruangan atau tempat terbuka). sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan penmbanguann nasional. Nach berikut saya sampaikan 10 jenis pelayanan di posyandu lansia : y y y y y y y y y y Pemeriksaan aktifitas kegiatan sehari-hari / activity of daily living. sarana dan prasarana penunjang. thermometer. gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran. Pemeriksaan adanya zat putih telur / protein dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal. Pemeriksaan status mental. yaitu: tempat kegiatan (gedung. seperti makan / minum. angka kelahiran agar terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Sahli. Penyuluhan bisa dilakukan didalam atau diluar kelompok dalam rangka kunjungan rumah dan konseling kesehatan dan gizi sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi oleh individu dan atau kelompok usia lanjut. Pelaksaan rujukan ke puskemas bila mana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan pada nomor 1 hingga 7. peralatan laboratorium sederhana. stetoskop. sebagai tujuan pembangunan kesehatan adalh tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk atau individu agar dapt menwujudkan drajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan di Posyandu Lansia. timbangan dewasa. khususnya didalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Pembangunan bidang kesehatan yang merupakan bagian intekrak dari penbangunan nasional yamg secara keseluruhannya perlu digalakkan pula. Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas bagi kelompok usia lanjut yang tidak datang. meteran pengukuran tinggi badan. naik turun tempat tidur. Selanjutnay pembangunan dibidang kesehatan mempunyai arti yang penting dalam kehidupan nasional. meja dan kursi. buku pencatatan kegiatan. tensi meter. Hal ini telah digariskan dalm sistem kesehatan nasional antara lain disebutkan bahwa. Untuk mencapai kebehasilan tersebut erat kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai modal dasar pembangunan nasional. Dalam upanya untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak balita. mandi. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adannya penyakit gula. berpakaian. meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan. dengan KMS mencatat dan memantau untuk mengetahui lebih awal penyakt atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi dan perkembangannya. pelaksanaannya . buang air kecil dan besar. sehingga tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa adanya keterlibatan masyarakat. dengan menggunakan pedoman metode 2 menit ( bisa dilihat KMS usia lanjut) Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indek massa tubuh Pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit.Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi lanjut usia dan kegiatan olah raga seperti senam lanjut usia. Pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu upaya yang besar. Kartu Menuju Sehat (KMS) lansia Pelayanan kesehatan pada posyandu lansia meliputi kesehatan fisik dan mental emosional. berjalan. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan Talquist. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional.

Gagasan ini muncul pertama kali dari dir. Pada prinsipnya konsep ini sangat sederhana. Kader kesehatan merupakan perwujutan peran serta aktif masyarakat dalam pelayanan terpadu. MPH yang disebut dengan posyandu. Tujuan penyelenggaraan Posyandu . kegiatan diperioritaskan pada lima program dan mendapat bantuan dari petugas kesehatan terutama pada kegiatan yang mereka tidak kompeten memberikannya. Pos pelayanan terpadu ini merupakan wadah titik temu antara pelayanan profesional dari petugas kesehatan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat. khususnya kesehatan dengan menciptakan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal´. penyelenggaraanya dilaksanakan oleh kader yang telah dilatih dibidang kesehatan dan KB. dimana sebelum adanya posyandu tidak ada keterpaduan baik lintas program maupun lintas sektoral yang menyangkut pelayanan KB-kesehatan di masyarakat. yang melakukan kegiatan lima program prioritas yaitu: KB. Gizi. adalah: ³forum yang menjembatani ahli teknologi dan ahli kelola untuk upaya-upaya kesehatan yang propesional kepada masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat hidup sehat´. mudah pelaksanaan dan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan seta besar menfaatnya. terutama dalam upaya penurunan angka kematian bayi dan angka kelahiran. KIA. yaitu merupakan wahana kegiatan keterpaduan KB-kesehatan ditingkat kelurahan atau desa. Posyandu apabila dipandang dari hirarki sistem upaya pelayanan kesehatan. PERKEMBANGAN POSYANDU Latar belakang istilah posyandu adalah bermula dengan dikeluarkannya konsep keterpaduan KBkesehatan. Dari aspek prosesnya maka pengertiannya adalah sebagai berikut: ³merupakan salah satu wujud peran serta masyarakat dalam pembangunan. Adapun pengertian mengenai posyandu bayak para ahli mengemukakan sangat berpariasi tergantung dari sudut mana memandangnya. dimana anggotanya berasal dari PKK. tokoh masyarakat dan pemudi. dengan adanya kader yang dipilih oleh masyarakat. program-program kesehatan melainkan berhubungan erat denganprogram keluarga berencana. Upaya menggerakkan masyarakat dalam keterpaduan ini digunakan pendekatan melalui pembangunan kesehatan masyarakat desa (PKMD). Menkes dan Kepala BKKBN. Dalam pelaksanaanya diperlukan kerja sama lintas sektoral dan lintas program. Imunisasi dan penanggulangan diare. yang pelaksanaanya secara operasional dibentuklah pos pelayanan terpadu (posyandu). Penyelenggaraan posyandu Pos pelayanan terpadu atau yang lebih dikenal dengan sebutan posyandu.Jen Binkesmas dan pada saat itulebih dikenal dengan gagasan bapak Dr. Soyono Yahya. untuk itu pada tahun 1985dikelurkan instruksi bersama antara Mendagri.tidak saja melalui. Posyandu merupakan wadah untuk mendapatkan pelayanan dasar terutama dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana yang dikelola oleh masyarakat. Secara sederhana yang di maksud dengan posyandu adalah: ³pusat kegiatan dimana masyarakat dapat sekaligus memperoleh pelayanan Kb-kesehatan´.

tempat tinggal masyarakat yang sulit mendapatkan akses pelayanan kesehatan terdekat. y Administrasi Puskesling adalah suatu kegiatan pelayanan ketatausahaan. sesuai dengan kebutuhan. 3. 2. anak balita dan angka kelahiran. yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijakan program untuk mencapai tujuan organisasi. y Preventif Puskesling adalah usaha untuk melakukan pencegahan terhadap risiko penularan penyakit dan penyebaran penyakit yang berpotensi menular atau menimbulkan wabah penyakit. 3. . seperti: pencatatan. upaya atau kegiatan-kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan sesuai profesi keahlian masing-masing. penggerakkan pelaksanaan (P2). Puskasmas Keliling Puskesmas Keliling adalah program pelayanan kesehatan terpadu keluar gedung puskesmas yang menjangkau daerah terpencil. persepsi.Menurut Depkes tujuan diselenggarakan Posyandu adalah untuk: 1. pengawasan dan pengamatan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui rapat pertemuan untuk menentukan hasil program pelayanan kesehatan dan penetapan kebijakan program selanjutnya. y Manajemen Puskesling adalah suatu rangkaian yang sistematik dan terpadu yang meliputi unsure-unsur perencanaan (P1). Pengawasan Pengendalian dan Penilaian (P3) dalam rangka meningkatkan fungsi pelayanan Puskesmas. y Pelayanan Puskesling adalah usaha. y Kuratif Puskesling adalah upaya dalam pengobatan dan penanganan penyakit yang telah diduga dan didiagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatankegiatan kesehatan dan lainnya yang menunjang. sikap dan tindakan masyarakat dalam menunjang pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). y Evaluasi Puskesling adalah sebuah kegiatan penilaian. Mempercepat penerimaan NKKBS. Mempercepat penurunan angka kematian bayi. pelaporan dan pengarsipan hasil kegiatan. y Pengabdian Puskesling adalah pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan sebagi wujud aktualisasi (pengembangan kemampuan diri) dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. y Promotif Puskesling adalah upaya untuk memperkenalkan (sosialisasi) dan mengarahkan opini.

dan menggalang kerjasama tim. secara horizontal. Soekidjo. 2003. (dengan institusi lainnya) sehingga program. lintas program (dalam unsur pelayanan) maupun vertikal. .1 Simpulan Untuk mewujudkan atau mencapai visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien.Soekidjo.2005. DAFTAR PUSTAKA Notoatmodjo. Notoatmodjo. dan dengan promosi kesehatan yaitu melalui penyuluhan kesehatan atau pendidikan kesehatan kita sebagai perawat dapat mencegah berbagai penyakit. Jakarta: Rineka Cipta. maka diperlukan cara dan pendekatan yang strategis yaitu strategi promosi kesehatan 3.Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. BAB III PENUTUP 3.y Koordinasi Puskesling adalah kegaiatan mengatur pelayanan kesehatan. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. peraturan dan penetuan tindakan yang akan dilaksanakan bisa saling mendukung pencapaian target pelayanan.2 Saran Diharapkan dengan adanya makalah ini pembaca khususnya kita sebagai perawat dapat memahami tentang strategi promosi kesehatan dalam rangka memajukan kesehatan masyarakat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat .Jakarta:Rineka Cipta. lintas sektoral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful