RESUME TUTORIAL BLOK 14 KELOMPOK D SKENARIO 3 Perilaku Aneh

Oleh: 1. Ari Setyo Rini 2. Hendri Prasetyo 3. Yudha Ananta KP 4. Wulan Pradani Nurisa 5. Malfin Abidatun 6. Megga Setyana 7. Anre Hernadia Inas 8. Fitrahtulijal Rezya 9. RR Lia Chairina 10. Dian Hadi Purnamasari 11. M. Iqbal Fanani 12. Inomi Claudia 13. Alfina Hadid F 14. Dwita Riadini 15. Chindia RR Bunga L 16. Ayunita Tri Wiratami 17. Amin Kamaril (092010101042) (092010101043) (092010101044) (092010101045) (092010101046) (092010101048) (092010101049) (092010101051) (092010101052) (092010101054) (092010101055) (092010101060) (092010101066) (092010101067) (092010101073) (082010101045) (082010101051)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2011

SKENARIO 3 PERILAKU ANEH

Seorang pemuda, usia 23 tahun, dibawa ke dokter karena memiliki perilaku yang mengkhawatirkan keluarga dan tetangganya. Dua minggu terakhir ini pasien sering melempari rumah tetangganya dengan batu. Sebelumnya pasien telah menunjukkan keanehan, yaitu mendengar suara-suara tetangganya tentang hal-hal buruk yang menyangkut diri pasien, bahkan pasien menganggap akan disantet oleh tetangganya. Menurut keluarganya, pasien sering marah-marah dan bicara sendiri . pasien meyakini pikirannya dapat dibaca oleh orang lain dan perutnya bisa berbicara.pasien sering melihat mayat terbang dan bayangan laki-laki yang ingin mencekiknya. Saat dibawa ke dokter pasien dalam keadaan kebingungan dan mata kabur. Pasien adalah pecandu alkohol sejak 4 tahun yang lalu (dalam sehari minum minimal 2 botol). Pasien memiliki riwayat kejang sejak usia 10 tahun. Kejang seluruh tubuh, disertai hilangnya kesadaran, mulut berbuih, lidah tergigit, dan biasanya dipicu oleh kelelahan fisik. Pasien minum obat anti kejang tetapi tidak teratur.

Epilepsi Absence Seizure y Serangan epileptik berupa kehilangan kesadaran sejenak, tonus otot skeletal tidak hilang penderita tidak jatuh. Lama serangan 5-10 detik, jarang dijumpai serangan

sampai 30 detik. y y Adakalanya timbul gerak otot setempat pada wajah ( facial twitching ). Pada saat serangan, kedua mata menatap secara hampa ke depan atau kedua mata berputar ke atas sambil melepaskan benda yang dipegangnya atau berhenti bicara. Setelah sadar, penderita lupa dengan yang terjadi pada dirinya. Juga pembicaraan yang dihentikan, tidak dapat diingat kembali. y y Biasanya timbul pada anak-anak berumur 4-8 tahun. EEG: memperlihatkan kompleks spike wave yang berfrekuensi 3 siklus perdetik yang bangkit secara menyeluruh. y Petit mal dapat berhenti untuk seterusnya setelah 20 tahun atau selambatnya 30 tahun. Ada kemungkinan petit mal berkembang menjadi grand mal pada umur 20 tahun y Terapi: ethosuximide 20 mg/kg/BB/hari dan dosis dapat dinaikkan secara berangsur-angsur setiap seminggu sekali sampai penderita bebas serangan. Efek samping: mual, ataksia, mengantuk, mempunyai kecenderungan untuk membangkitkan grand mal. Clonazepam 0.01-0.03 mg/kg/BB/hari Sodium Valproate 20 mg/kg/BB/hari Azetolamide 10-25 mg/kg/BB/hari sebagai obat tambahan

Status Epilepticus y Keadaan konvulsi umum yang berlangsung terus-menerus atau timbul secara berturutturut dengan interval yang sejenak saja. y y Dapat timbul karena berbagai sebab. Diagnosis menyelidiki penyakit yang mendasari: a. Penderita dapat dikenal sebagai penderita grand mal/epilepsi fokal. Ini menunjukkan bahwa keadaannya memburuk dan menandakan progresifitas penyakit yang

mendasarinya. Pemakaian obat antikonvulsan harus diselidiki. Penggantian jenis antikonvulsan / kombinasinya dapat menimbulkan efek withdrawal yang dapat berupa status konvulsikus. b. Jika penderita belum pernah mengalami konvulsi umum (bukan epileptikus), maka kemungkinan trauma kapitis, diabetes, penggunaan insulin, dan obat-obatan harus diselidiki. y Perawatan: a. Tindakan terapetik pada status epileptikus penderita non-epileptikus Bila penderita status konvulsikus tersebut didapati tanda-tanda hipoksia dan asidosis, pemberantasan konvulsi harus dilakukan dengan segera (tindakan nomer D/E). Adapun tindakan yang harus dilakukan: 1) Lidah harus berada di antara lantai mulut dan guide airway , sehingga lintasan jalan pernafasan sudah terjamin. 2) Penderita posisi tengkurap dengan kepala lebih rendah daripada badan untuk mencegah aspirasi 3) Tempat tidur harus didindingi kasur tipis agar penderita tidak melukai dirinya karena konvulsi tonik klonik 4) Pemeriksaan elektrolit, BUN, calsium, magnesium, glukosa, dan pemerikasaan darah rutin. Kemudian dengan terapi medisinal: Tindakan Obat Dewasa A. Glukosa 25-50 mg Dosis Anak-anak 1-2 mg/kg/BB Dextrose 50% Thiamin B. C. Phenobarbital Phenobarbital 100 mg 100-120 mg 30-60 mg 5-10mg/kg/BB 5-10mg/kg/BB i.v. cepat i.m. i.m. setiap 15 menit i.v. cepat Cara

Narkosis 10 cc intrarektal b. . maka tindakan berikut harus dilakukan.5-10 mg 5-10 mg i.v. D. Tindakan terapetik pada status konvulsikus penderita epileptik Dapat disebabkan oleh penghentian obat antikonvulsan secara mendadak atau sudah lama tidak minum obat. Bila belum diberikan lagi suntikan intravena 5 mg diazepam dan bila perlu diberi 30-60 mg phenobarbital (untuk orang dewasa) atau 5-10 mg/kg/BB mg phenobarbital (untuk anak-anak) setiap 15 menit sampai dosis maksimal tercapai (untuk dewasa 500 mg dan untuk anak 20 mg/kg/BB). maka tindakan E harus dikerjakan E.Jika dosis phenobarbital total sebesar 500 mg untuk orang dewasa dan 20 mg/kg/BB untuk anak sudah diberikan dan masih saja dalam status konvulsikus. maka tindakan E dan F tersebut di atas harus dilakukan. Pada umumnya. Chloral hydrat 20 cc 10% Jika pemberian Chloral hydrat masih belum menolong. lambat 2 menit Jika konvulsi masih belum hilang dalam waktu 15 menit. maka harus dilakukan: F. Diazepam 2. suntikan intravena 5 mg diazepam cukup untuk menghentikan konvulsi umum. Jika konvulsi umum belum hilang.

Hipotesis perkembangan syaraf (Neuredovelopmental hypothesis) Adalah studi autopsy dan studi pencitraan otak memperlihatkan abnormalitas struktur dan morfologi otak penderita skizofrenia. Angka kesakitan bagi saudara tiri adalah 0. Genetik Dapat dipastikan bahwa ada beberapa faktor genetik yang turut menentukan timbulnya skizofrnia. Hal ini didukung oleh temuan bahwa amfetamin. tetapi selanjutnya tergantung pada lingkungan individu itu apakah akan terjadi manifestasi skizofrenia aytau tidak (mirip hal geneik pada diabetes mellitus) 2. bagi kembar satu telur (onozigot) 61-86%. Keterlibatan neurotransmitter lain seperti serotonin. Studi . mungkin juga lemah. terutama reseptor D2. pembesaran ventrikel otak yang nonspesifik. dan kelainan susunan seluler pada struktur saraf di beberapa daerak kortex dan subkortex tanpa adanya gliosis yang menandakan kelainan tersebut terjadi pada saat perkembangan. bagi kembar dua telur (heterizigot) 2-15%. dapat menginduksikan psikosis yang mirip dngan skizofrenia. Tapi pengaruh genetic tidak sederhana seperti hokum mendel. Nurokimia Hipotesis domain menyatakan bahwa skizofreia disebabkan oleh overaktivitas pada jaras domain mesolimbik. Hal ini telah dibuktikan dengan penelitian tentang keluargakeluarga penderita skizofrenia dan terutama anak-nak kembar satu telur. bagi saudara kandung 7-15%. noradrenalin.8%. yang kerjanya meningkatkan pelepasan domain. bagi anakanak yang memiliki salah satu orang tuanya yang me nderita skizofrenia 40-68%. antara lain berupa berat otak yang rata-rata lebih kecil 6% dari pada otak normal dan ukuran anteriorposterior 4% lebih pendek. GABA dan glutamate. dan obat antiseptic (terutama antiseptic generasi pertama atau antiseptic tipikal/klasik) bekerja dengan menggeblok reseptor domain. gangguan metabiolisme di daerah frontal dan temporal. serta neuropeptida lain masih terus diteliti oleh para ahli.potensi itu mungkin kuat. Diperkirakan bahwa yang diturunkan adalah potensi untuk mendapatkan skizofrenia (bukan juga penyakit itu sendiri) melalui gen yang resesif.9-1. 3.Schizophrenia Teori tentang etiologi skizofrenia yang saat ini banyak dianut adalah sebagai berikut: 1.

GEJALA Gejala psikotik ditandai oleh abnormalitas dalam bentuk dan isi pikiran. Penampilan dan Perilaku umum Tidak ada penampilan atau perilaku yang khas skizofrenia. Semua ini menyatakan bahwa pikirannya pada skizofrenia sukar atau tidak dapa diikuti dan dimengerti. Gangguan Pembicaraan Pada skizrofenia ini gangguan memang terjadi pada proses pkiran yang terganggu terutama adalah asosiasi. seperti dikatakan merah bila dimaksudkan berani atau lari dulu waktu matahari. 2. Tidak jarang juga digunakan ati simbolik. Mungkin mereka tempak berpreokupasi terhadap kesehatan. Bentuk yang paling parah adalah inkoherensi. y Neologisme : Kadang-kadang pasien dengan skizofrenia membentuk kata baru untuk menyatakan arti yang hanya dipahami oleh dirinya sendiri. jah memang matahari. Kerapian dan hygiene pribadi juga terabaikan. agama atau minatnya. penampilan badan. Asosiasi longgar berarti tidak adanya hubunga antaride. Pasien dengan skizofrenia kronis cenderung menelantarkan penampilannya.neuropsikologis mengungkapkan deficit si bidang atensi emilihan konseptual . Beberapa bahkan dapat berpnampilan normal . sudah dikemukakan ide lain. mungkin sekali akibat pengaruh genetic. Mereka juga cenderung menarik diri secara social. Semua bkti tersebut melahirkan hipotesis bahwa perubahan patofisiologis gangguan ini terjai pada awal kehidupan. Kadang-kadang satu ide belum selesai diutarakan. Atau terdapat pemindahan maksud. misalnya maksudnya tani tetapi dikatakan sawah . dan kemudian dimodifikasi oleh factor-faktor maturasi dan lingkungan.fungsi ksekutif dan memori pada penderita skizofrenia. persepsi dan emosi serta perilaku. . lalu saya . Berikut ini beberapa gejala yang dapat iamati pada skizofrenia : 1. Kalimatnya tidak saling berhubungan.

Stereotipi pembicaraan dinamakan verbigerasi. Kedua keadaan ini kadang-kadang terjadi bergantian. y Otomatisme komando (command automatism) : Sebetulnya merupakaan lawan dari negativism: semua perintah dituruti secara otoatis. Hal ini juga terdapat pada gangguan otak organic. Keadaan ini dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa tahun. Gangguan perilaku lain adalah stereotipi dan manarisme. Menerisme adalah stereotpi terutama pada skizofrenia. Gejala katalepsi adalah bila suatu posisi badan dipertahankan untuk waktu yang lama. meskipun ia sepenuhnya sadar. Berulang-ulang melakukan suatugerakan aatau menampilkan sikap badan tertentu disebut stereotipia misalnya menarik-narik rambutnya. Kadang-kadang pikirannya seakan-akan berhenti. 3. kata atau kalimat diulang-ulang. Pada stupor katatonik juga bisa didapati fleksibiitas serea dan katalepsi. tidak timbul ide lagi. Fleksibelitas area bila anggota badan dibengkokkan terasa suatu tahanan seperti pada lili atau malam dan posisi itu dipertahankan agak lama. Keadaan ini dinamakan blocking. tetapi kadang-kadang sampai beberapa hari. y Negativise : Menentang atau justru melakukan yang berlawanan dengan apa yang disuruh. bagaimana ganjilpun. atau tiap kali bila mau menyuap nasi mengetuk piring dulu beberapa kali. tidak berbicara dan tidak berespons. Gangguan Perilaku Salah satu gangguan aktivitas motorik pada skizofrenia adalah gejala katatonik yang dapat berupa stuor atau gaduh gelisah (excitement). yang dapat dilihat dalam bentuk grimas pada mukanya atau keanehan berjalan dan gaya berjalan. Termaksud dalam gangguan ini adalah . Pasien dengan stupor tidak bergerak. Sedangkan pasien dengan katatonik gaduh-gelisah menunjukkan aktivitas motorik yang tidak terkensali. biasanya berlangsung beberapa detik saja.y Multisme : Sekarang tampak pada pasien skizofrenia katatonik.

Ini dinamakan ambivalensi afectif. y Paramimi : Penderita merasa senang dan gembira. misalnya mencintai dan membenci satu orang yang sama. maka dua hal yang berlawanan mungkin timbul bersama-sama. Gangguan Afek Kadangkalan respons emosi ( emotional blunting). Yang penting juga pada skizofrenia adalah hilangnya kemampuan untuk mengadakan hunbungan emosi yang baik (emotional rapport). Kerena itu sering kita sering tidak dapat erasakan perasaan penderita. seperti penderita sedang bersandiwara. Gangguan afek dan emosi lain adalah : Emosi yang berebihan.echolalia (penderita meniru kata-kata yang diucapkan orang lain) dan ekhopraxia (penderita eniru perbuatan atau perilaku orang lain). 4. pada penderita timbula rasa sedih atau marah. Juga sering didapati anhedonia. tetapi mulutnya selalu tertawa. Parathimi dan paramimi bersama-sama dinamakan incongruity of effect dalam bahasa inggris dan inadequaat dalam bahasa Belanda. Perasaan halus sudah hilang. Semua ini merupakan ganggaun afek dan emosi yang khas untuk skizofrenia. akan tetapi ia menangis. Karena terpecah-belahnya kepribadian. y Sensifitas emosi : . Kadang-kadang emosi dan efek serta ekspresinya tidak mempunyai kesatuan. misalnya penderita menjadi acuh-tak acuh terhadap hal-hal yang penting untuk dirinya sendiri seperti keadaan keluarganya dan masa depannya. sehingga kelihatan seperti dibuat-buat. y Parathimi : Apa yang seharusnya menimbulkan rasa senang dan gebira. misalnya sesudah membunuh anaknya penderita menangis berhari-hari. atau menangis dan tertawa tentang satu hal yang sama.

tanpa penyebab apa-apa dari luar. atau ada yang menyinarinya dengan alat rahasia. 5. Misalnya penderita mencium kembang ke manapun ia pergi. Gangguan Pikiran y Waham: Pada skizofrenia waha sering tidak logis sama sekali dan sangat bizar. . yaitu waham primer dan waham sekunder. Mayer-Gross membagi waham menjadi 2 kelompok. Mungkin juga terdapat waham sistematis. bunyi barang-barang atau siulan. lebih sering pada psikosis akut yang berhubungan dengan sindrom otak organic. Sebaliknya ia tidak mrngubah sikapnya yang bertentangan.Penderita skizofrenia sering menunjukkan hipersensivitas terhadap penolakan. misalnya penderita melihat cahaya yang berwarna atau muka orang yang menakutkan. Penderita tidak menginsafi hal ini dan baginya wahamnya erupakan fakta yang tidak dapat diubah oleh siapapun. halusinasi pengecapan (gustatorik) atau halusinasi rabaan (taktil) jarang dijumpai. tetapi ia bermain-main dengan air ludahnya dan mau disuruh melakukan pekerjaan kasar. Misalnya waham bahwa istrnya sedang serong sebab ia melihah seekor cicak berjalan dan berhenti dua kali. misalnya penderita berwaha bahwaia raja. atau ia merasa ada racun di dalam makanannya. Halusinasi penciuman (alfatorik). maka bisanya pada stadium permulaan. Bila terdapat. Ada juga tafsiran yang bersifat waham (delusional interpretations) Waham primer timur secara tidak logis sama sekali.sering hal ini menimbulkan isolasi social untuk enghindari penolakan. atau seorang penderita berkata dunia akan kiamat sebab ia melihat seekor anjing mengangkat kaki terhadap sebatang pohon untuk mencing. halusinasi timbul tanpa penurunan kesadaran dan hal ini merupakan suatu gejala yang hamper tidak diumpai pada keadaan lain. Paling sering pada skizofrenia adalah halusinansi pendengaran (auditorik atau akustik) adalah bentuk suara manusia. bahwa sebelum mnerita sakit. Halusinasi penglihatan (optic) agak jarang pada skizofrenia. Gangguan Persepsi y Halusinasi: Pada skizofrnia. 6. Menurut Mayer-Gross hal ini hamper patognomik buat skizofrenia.

Waham primer agak jarang terjadi dan lebih sulit ditentukan dengan pasti. waham nihilistic. 2.Waham sekunder biasanya logis kedengaranny: dapat diikuti dan merupakan cara bagi penderita untuk enerangkan gejala-gejala skizofrenia lain. Skizofrenia paranoid Skizofrenia paranoit agak berlainan dari jenis-jenis yang lain dalam jalannya penyakit. Mereka mudah tersingguang. Skizofrenia Hebefrenik . Baru dengan pemeriksaan yang teliti ternyata ada juga gangguan proses pikiran. gangguan afek. waha kejaran. Tidak demikian halnya dengan skizofrenia paranoid yang jalannya agak konstan. emosi dan kemauan. Gejala-gejala yang mencolok adalah wahama primer. tetapi ungkin juga akut. agak congkak dan kurang percaya pada orang lain. Pembagiannya adalah sebagai berikut: 1. Eaham dinamakan menutut isinya: waham kebesaran atau expnsif. dan sebagainya. Akan tetapi batasbatas golongan-golongan ini tidak jelas. suka menyendiri. Waham refrensi dan waham kendali serta waha pikiran sisipan atau pikiransiaran lebih jarang tetapi mempunyai arti diagnostic yang lebih besar untuk skizofrenia. JENIS-JENIS SKIZOFRENIA Kraepelin membagi skizofenia menjadi beberapa jenis. atau gejala-gejala hebefrenik dan katonik bercampuran. waham sindiran dosa. disertai dengan wahama-wahaa skunder dan halusinasi. Skizofrenia hebefrenik dan katatonik sering lama kelamaan menunjukkan gejala-gejala skizofrenia simplex. Jenis skizofrenia ini serng mulai pada umur 30 tahun. Penderita digolongkan ke dalam salah satu jenis menurut gejala utama yang terdapat padanya. Kepribadian penderita sebelu sakit sering dapat digolonglan schizoid. gejala-gejala dapat diganti-ganti atau mugkin seorang penderita tidak dapat digolongkan ke dalam salah sau jenis. Permulannya ungki subakut. Waham kejaran(persecutory delusion) sering didapatkan tetapi tidak spesiik untuk skizofrenia.

Mungkin terjadi gauh-gelisah katatonik atau stupor katatonik. 3. kadang-kadang dengan mata tertutup Muka tanpa mimic. manerisme. tidak dapat makan dan tidak minum sehingga mungkin terjadi dehidrasi atau kalops dan kadang-kadang kematian ( karena kehabisan tenaga dan terlebih bila terdapat penyakit badaniah: jantung. Stupor katatonik: pederita tidak sama sekali memperlihatkan kepeduliannya pada lingkungannya. beberapa hari atau bahkan sampai beberapa bulan. Skizofrenia Katatonik Timbulya pertama kali antara umur 15-30 tahun. gerimas dan neo. gangguan kemauan dan adanya depersonaliasi atau double personaly. paru dan sebagainya ). seperti topeng Supor. Bila digani posisinya penderita menentang: negativism Makanan ditolak. Ia tidak dapat tidur. Gejala yang mencolok adalah: gangguan proses berpikir.ogisme. Penderta terus berbicara atau bergerak saja. dan biasanya akut serta sering didahului eleh stress emisional. Gangguan psikomotor seperti manneris. Waham dan halusinasi banyak sekali. Ia menujukkan stereotipi. air ludah tidak ditelan sehingga terkumpul di dalam ulut dan meleleh keluar. Emosinya sangat dangkal.Permulaanya perlahan-lahan atau subakut danseing timbul pada masa remaja atau antara -25 tahun. Gejala yang penting adalah gejala psikomotor seperti: Mutisme. neologisme atau perkiraan kekanak-kanakan sering terdapat pada skizofrenia hebrefenik. air seni dan feses ditahan Terdapat grimas dan katalepsi Gaduh gelisah katonik: terdapat hiperakivitas motorik. tetapi tidak disertai dengan emosi yang semestinya tidak dipengarui oleh rangsangan dari luar. penderita tidak bergerak sama sekali untuk waktu yang lama. .

6. residual. Kondisi ini paling sering mempengaruhi orang-orang yang berusia 20 40 tahun. Gangguan proses berfikir biasanya sukat ditemukan. Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi penganggur. Orang tersebut mungkin tidak menyadari perilaku anehnya sendiri. Bila tidak ada orang yang menolongnya ia mungkin akan menjadi pengemis. Skizofrenia Tak Terinci Sikzofrenia tak terinci adalah suatu skizofrenia yang tak memenuhi kriteria diagnosis dari skizofrenia paranoid. Jenis ini timbulnya perlahanlahan sekali. pelacur atau pencahat. 5. . dan residual. hebefrenik. Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi penggur. Jenis ini timbulnya perlahanlahan sekali. Pada permulaan mungkin penderita mungkin kurang memperhatikan keluarganyaatau mulai menaik diri dari pergaulan.4. Pada permulaan mungkin penderita mulai kurang memperhatikan keluarganya atau mulai menarik diri dari pergaulan. Gejala utama pada jenis simplex adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. katatonik. simplex. Skizofrenia Spesifik Sering timbul pertama kali pada masa pebertas. Skizofrenia Simplex Sering timbul pertama kali pada masa pubertas. Gangguan proses berfikir biasanya sukar ditemukan. Orang yang memiliki gangguan kepribadian memiliki risiko lebih besar untuk mengalami psikosis reaktif. Waham dan halusinasi jarang ditemukan. Waham dan halusinasinya jarang sekali terlihat. Juga merupakan istilah untuk psikosis yang dapat dipicu oleh sebuah peristiwa dengan stress yang amat sangat dalam kehidupan pasien. Psikosis reaktif dipicu oleh stres yang ekstrim (seperti kecelakaan traumatis atau kehilangan yang dicintai). Reactive Psychosis and Puerpural Psychosis Psikosis reaktif Psikosis reaktif dalam DSM IV disebut sebagai "gangguan psikotik singkat dengan ditandai oleh stressor". Gejala utama pada jenis simplex adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan.

Dalam beberapa kasus. Gejala Gejala yang paling umum adalah: y y y y y y y y y y y y y Depresi Cemas Lelah Retardasi atau agitasi psikomotor Kurang konsentrasi Ketidaktegasan Pikiran bunuh diri Insomnia atau hypersomnia Kecurigaan Inkoherensi atau kebingungan Pikiran irrasional Perhatian obsesif tentang kesehatan bayi / kesejahteraan Delusi bahwa bayi tidak normal . Psikosis puerpural Psikosis puerperal adalah penyakit mental yang menunjukan gejala pada seorang wanita setelah melahirkan. Yang mengetahui pertama adalah biasanya keluarganya. dengan sebagian besar terjadi di dua minggu pertama. psikosis reaktif dapat menjadi awal dari kondisi psikotik lebih kronis.Gejala Gejala psikosis reaktif singkat mungkin termasuk yang berikut: y y y y perilaku tidak teratur Ide-ide yang salah tentang apa yang sedang terjadi (delusi) Mendengar atau melihat hal-hal yang tidak (halusinasi) yang nyata Aneh ucapan atau bahasa Gejala-gejala ini bukan akibat alkohol atau penyalahgunaan obat lain dan Biasanya bertahan lebih lama dari satu hari. Obat antipsikotik dapat membantu mengurangi atau menghentikan gejala psikotik. Terapi bicara juga dapat membantu Anda mengatasi stres emosional yang memicu masalah. tetapi kurang dari sebulan. seperti skizofrenia atau gangguan schizoaffective. pengobatan Gejala psikotik dapat hilang sendiri dalam waktu kurang dari 1 bulan. Penyakit ini biasanya terjadi dalam tiga bulan pertama setelah melahirkan.

5 %. peningkatan libido.y Halusinasi suara menyuruhnya membahayakan bayi Tata Laksana Farmakoterapi yang biasanya diberikan adalah antidepresan (misalnya prothiaden) atau antipsikotik (misalnya haloperidol. Gangguan bipolar ditandai oleh suatu periode depresi yang dalam dan lama. Gejala-gejala mania meliputi kurangnya tidur. Di Amerika Serikat. Siklotimia (periode manic dan depresif yang bergantian/naik-turun).8 % populasi mengalami BP I dan 0. GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR DEFINISI Gangguan bipolar atau Manic-Depressive Illness (MDI) merupakan salah satu gangguan jiwa tersering yang berat dan persisten. Bipolar II (BP II). perilaku yang cenderung kacau tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. tingkat prevalensi ini dapat mencapai 1 1. Di antara kedua periode tersebut. EPIDEMIOLOGI Di dunia. penderita gangguan bipolar memasuki periode yang baik dan dapat hidup secara produktif. tingkat prevalensi gangguan bipolar sebagai gangguan yang lama dan menetap sebesar 0. Gangguan bipolar mendasari satu spektrum kutub dari gangguan mood/suasana perasaan meliputi Bipolar I (BP I).6 %. yaitu sekitar 0. serta dapat berubah menjadi suatu periode yang meningkat secara cepat dan/atau dapat menimbulkan amarah yang dikenal sebagai mania. dan depresi yang hebat. Gangguan bipolar merupakan suatu gangguan yang lama dan jangka panjang.3 1. Kemungkinan pasien harus dirawat di rumah sakit dan dalam kasus yang lebih berat. terapi elektrokonvulsif bias digunakan agar memungkinkan ibu untuk melanjutkan merawat bayi barunya. dan gangguan pikiran berat yang mungkin/tidak termasuk psikosis.5 % populasi mengalami BP II. nada suara tinggi. chlorpromazine). dimana dua jenis gangguan bipolar ini berbeda pada populasi dewasa. Morbiditas dan .

Rentang usia dari keduanya. Namun. namun rapid-cycling bipolar disorder (gangguan bipolar dengan 4 atau lebih episode dalam setahun) lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Kasus ini terbanyak pada usia 15 tahun. Insiden BP II lebih tinggi pada wanita daripada pria.5 miliar dolar Amerika. Banyaknya angka kehilangan pekerjaan. dengan perkiraan rata-rata usia 21 tahun. . sama pada kedua jenis kelamin. dan rentang usia terbanyak kedua adalah pada usia 20 19 24 tahun. para klinisi menyatakan bahwa kecenderungan tersering dari gangguan ini terjadi pada populasi Afrika-Amerika. ETIOLOGI Etiologi dari gangguan bipolar memang belum dapat diketahui secara pasti. BP I dan BP II adalah antara anak-anak hingga 50 tahun. berdasarkan sejarah kejadian yang ada. y Jenis Kelamin : Angka kejadian dari BP I.Mortalitas dari gangguan bipolar sangat signifikan. Perkiraan lainnya. dan tidak ada penanda biologis (biological marker) yang objektif yang berhubungan secara pasti dengan keadaan penyakit ini. FAKTOR RESIKO y Ras : Tidak ada kelompok ras tertentu yang memiliki predileksi kecenderungan terjadinya gangguan ini. Sebagian penderita yang didiagnosa dengan depresi hebat berulang mungkin saja juga mengalami gangguan bipolar dan baru berkembang mengalami episode manic yang pertama saat usia mereka lebih dari 50 tahun. sekitar 25 50 % individu dengan gangguan bipolar melakukan percobaan bunuh diri dan 11 % benar-benar tewas karena bunuh diri. y Usia Usia individu yang mengalami gangguan bipolar ini bervariasi cukup besar. kerugian yang ditimbulkan sebagai akibat dari gangguan tingkat produktivitas yang disebabkan gangguan ini di Amerika serikat sepanjang periode awal tahun 1990an diperkirakan sebesar 15.

Cardno dan kawan-kawan di London menunjukkan bahwa skizofrenia. Bukti yang mengindikasikan adanya peran dari faktor genetik dari gangguan bipolar terdapat beberapa bentuk. Tsuang dan kawan-kawan mengindikasikan adanya kontribusi genetik pada MDI dengan gambaran psikotik. Sebagian besar penderita dengan onset manic pada usia lebih dari 50 tahun harus dilakukan penelusuran terhadap adanya gangguan neurologis seperti penyakit serebrovaskular. serta menunjukkan adanya hubungan antara skizofrenia dan gangguan bipolar. Gangguan bipolar juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. y Genetik Gangguan bipolar. Studi tentang ekspresi gen juga menunjukkan orang dengan gangguan bipolar. skizoafektif. dan skizofrenia mengalami penurunan yang sama dalam 90 % . Perlu digaris-bawahi. Penemuan ini menimbulkan dugaan suatu genetik tersendiri bertanggungjawab pada psikosis berbagi dengan gangguan mood dan skizofrenia. keturunan dari orang tua yang menderita gangguan bipolar memiliki kemungkinan 50 % menderita gangguan psikiatrik lain. meliputi genetik. bahkan meskipun mereka bertempat tinggal dan dibesarkan oleh orang tua yang mengadopsi dan tidak menderita gangguan. memiliki komponen genetik utama. Hubungan keluarga inti dengan orang yang menderita BP I diperkirakan 7 kali lebih sering mengalami BP I dibandingkan populasi umum. Penelitian pada keluarga adopsi. dan sindrom manic berbagi faktor resiko genetik dan genetik yang bertanggung jawab terhadap gangguan skizoafektif seluruhnya secara umum juga terdapat pada dua sindrom yang lain tadi. psikodinamik dan lingkungan. depresif berat. terutama BP I. biokimiawi.Mereka mungkin memiliki riwayat keluarga yang juga menderita gangguan bipolar. Anak dengan hubungan biologis pada orang tua yang menderita BP I atau gangguan depresif hebat memiliki resiko yang lebih tinggi dari perkembangan gangguan afektif. membuktikan bahwa lingkungan umum bukanlah satu-satunya faktor yang membuat gangguan bipolar terjadi dalam keluarga. Penelitian pada orang yang kembar menunjukkan hubungan 33 menderita BP I dari saudara kembar yang identik. antara lain : 1.

yang menginhibisi reuptake dopamin dan serotonin. contohnya hilangnya pegertian terhadap diri dan adanya perasaan harga diri rendah. yang menghabiskan/mendeplesikan katekolamin pada saraf terminal telah tercatat menyebabkan depresi. manik timbul sebagai mekanisme defens dalam melawan rasa depresi (Melanie Klein) 9. Obat-obatan seperti kokain. 7. 8. Psikodinamik Banyak praktisi melihat dinamika MDI sebagai suatu hal yang berhubungan melalui suatu jalur. menggangu homeostasis dan menimbulkan respon stres yang juga berperan pada gambaran klinis gangguan bipolar. Biokimiawi Multipel jalur biokimiawi mungkin berperan pada gangguan bipolar. yang juga bekerja pada sistem neurotransmitter ini mengeksaserbasi terjadinya manic. 5. Ini berpedoman pada hipotesis katekolamin yang berpegang pada peningkatan epinefrin dan norepinefrin menyebabkan manic dan penurunan epinefrin dan norepinefrin menyebabkan depresi.ekspresi dari gen hubungan oligodendrosit-myelin dan abnormalitas substansia nigra pada bermacam daerah otak. 4. Beberapa neurotransmitter berhubungan dengan gangguan ini. Lingkungan Pada beberapa kejadian. 2. Oleh karena itu. Agen lain yang dapat mengeksaserbasi manic termasuk L-dopa. 6. Gangguan dan ketidakseimbangan hormonal dari aksis hipotalamus-pituitariadrenal. hal ini yang menyebabkan sulitnya mendeteksi suatu abnormalitas tertentu. 3. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa terdapat kaitan antara glutamat dengan gangguan bipolar dan depresi berat. sebagian besar didasrkan pada respon pasien terhadap agen-agen psikoaktif. suatu siklus hidup mungkin berkaitan langsung dengan stres eksternal atau tekanan eksternal yang dapat memperburuk . Antidepresan trisiklik dapat memicu terjadinya manic. Obat tekanan darah reserpin. Mereka melihat depresi sebagai manifestasi dari suatu kehilangan. Studi postmortem dari lobus frontal dengan kedua gangguan menunjukkan peningkatan level glutamat.

gangguan tidur. menghilangkan bukti kekacauan pikiran. meningkatnya tingkat fokus kerja di rumah. Fourth Edition. TANDA DAN GEJALA y Diagnosis dari BP I ditegakkan dengan setidaknya terdapat episode manic paling tidak dengan durasi 1 minggu yang mengindikasikan penderita untuk dirawat inap atau kelainan lain yang signifikan dalam fungsi okupasi dan sosial. y Episode manic ditandai oleh gejala-gejala berikut ini : Setidaknya terdapat 1 minggu gangguan mood yang dalam. sehingga ia akan tampak manic pada hampir sepanjang tahun dan tenang selama musim dingin. Hal ini menunjukkan lingkungan juga dapat berpengaruh terhadap keadaan psikiatri seseorang. oleh karena sifat pekerjaan.berulangnya gangguan pada beberapa kasus yang memang sudah memiliki predisposisi genetik atau biokimiawi. Hal ini didapati pada seorang petani. membahayakan pasien atau orang lain. mudah marah (iritabel). Gangguan mood cukup untuk membuat kerusakan di tempat kerja. tempat kerja atau seksual. Kriteria ini berdasarkan spesifikasi dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. meningkatnya aktivitas yang menyenangkan dan bahkan yang memiliki konsekuensi menyakitkan. flight of ideas. Text Revision (DSM-IV-TR). Kehamilan merupakan stres tertentu bagi wanita dengan riwayat MDI dan meningkatkan kemungkinan psikosis postpartum. yang ditandai dengan suasana perasaan yang meningkat (elasi). Episode manic bukan disebabkan oleh penyakit medis lain atau penyalahgunaan zat. Gejala lain yang menyertai antara lain (paling tidak 3 atau lebih): Perasaan kebesaran. dimana ia akan sangat sibuk pada musim semi. panas. dan gugur. Contoh lain. namun selama musim dingin akan relatif inaktif kecuali membersihkan salju. . nada suara yang tinggi dan bicara berlebihan. beberapa orang memiliki periode permintaan yang tinggi diikuti periode kebutuhan yang sedikit. atau adanya keinginan untuk keluar rumah.

. retardasi psikomotor atau agitasi. agitasi psikomotor di rumah. gangguan tidur. - Episode hipomanic ditandai oleh gejala-gejala berikut : Penderita mengalami suasana perasaan yang meningkat (elasi). penderita memiliki rencana untuk bunuh diri atau telah melakukan bunuh diri tersebut. penurunan perasaan senang dan minat pada hampir semua aktivitas. menghilangkan bukti kekacauan pikiran. flight of ideas. preokupasi dengan kematian atau bunuh diri. y Episode depresif ditandai dengan gejala-gejala berikut :  Karena sebab yang sama selama 2 minggu. kehilangan energi atau kelemahan.  Gangguan suasana perasaan tersebut bukan disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau karena gangguan medis lain. nada suara tinggi. mulai melakukan aktivitas dengan resiko tinggi terhadap konsekuensi yang menyakitkan. setidaknya pada seseorang terdapat 5 atau lebih gejala berikut ini : Perasaan depresi/tertekan. y Episode campuran ditandai dengan gejala-gejala berikut ini :  Pada penderita harus terdapat kedua kriteria baik manic maupun depresi. Gangguan mood tampak oleh orang lain. Paling tidak terdapat 3 atau lebih gejala-gejala berikut ini : Perasaan kebesaran atau mengagumi diri sendiri. penurunan daya konsentrasi.  Gejala-gejala tersebut menyebabkan kerusakan dan distress. dengan paling tidak terdapat gejala perasaan depresi atau ditandai dengan kehilangan kesenangan atau perhatian.- Gangguan suasana perasaan tersebut bukan disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau karena gangguan medis lain. tempat kerja atau seksual. penurunan berat badan yang signifikan dan selera. atau mudah marah (iritabel) setidaknya selama 4 hari.  Gangguan mood mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi sosial dan kerja. hipersomnia atau insomnia. dengan gejala depresi hanya terjadi selama 1 minggu. Gangguan suasana perasaan tersebut bukan disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau karena gangguan medis lain. adanya keinginan untuk keluar rumah.

Status mental penderita tergantung pada keadaan depresi. aktif. 2003). Mereka bergerak dengan lambat dan sangat sedikit yang menunjukkan retardasi psikomotor. Mereka selalu berencana melakukan sesuatu. Bila seseorang kehilangan berat badan secara signifikan. kotor. afek depresi jelas terlihat. Bila orang ini bergerak. Mereka kurang istirahat. kuku jari tangannya mungkin terdapat lapisan warna yang berbeda atau sebagian warna yang rusak pada kuku mereka. bertenaga. serta tidak cocok dengan ukuran badan. PEMERIKSAAN FISIK Menggunakan Mental Status Examination (MSE) untuk mendiagnosis adanya gangguan bipolar. Episode manic : Pada banyak kasus. Episode hipomanic : Penderita ini sangat sibuk dan aktif. manic. kumal. dimana terlihat dikenakan dengan tergesa-gesa dan kacau. tidak bercukur. dan tidak membersihkan diri. Pakaian mereka mungkin tidak terawat. Pakaian mereka . sebagian mengalami perubahan tingakat energi dan suasana hati (Keck. yang ditunjukkan dengan badan yang kurus. Penderita fase manic menunjukkan keadaan hiperaktif dan hipervigilasi. Pakaian mereka mencerminkan keadaan itu. serta berbicara dan bertindak cepat. atau campuran. hipomanic. Mereka juga berbicara dengan suara yang pelan atau suara yang monoton. Mereka memiliki energi dan selalu kemana-mana. Pada wanita. Kebersihan diri tercermin dari mood mereka yang rendah. Gangguan suasana perasaan tersebut bukan disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau karena gangguan medis lain. berlubang. dengan variasi area MSE ditandai sesuai dengan fase tertentu dari penderita. Penampilan Periode depresi : Orang yang menunjukkan suatu periode depresi mungkin menunjukkan sedikit sampai tidak ada kontak mata. perilaku penderita dengan fase manic menunjukkan perilaku yang berlawanan dengan penderita dengan fase depresi. Rambut mereka juga tidak terurus. ukuran pakaiannya tidak akan cocok. bahkan cenderung kotor juga pada tangannya.

dan mereka mempunyai suatu istilah bahwa mereka bagaikan gelas yang separuh kosong . meluas dan peka. Mereka dapat dengan cepat membuat pemikiran/gagasan. perhatian nihilistik. Mereka berdiri di keramaian dan menjadi menonjol karena pakaian mereka yang sering menarik perhatian. tanpa pengahrapan dan semua terasa sia-sia. dan bahkan berlebihan. Penderita merasa sedih. Episode Hipomanik: Penderita mempunyai pemikiran yang optimis. PIKIRAN Episode Depresi: Penderita mempunyai pemikiran yang mencerminkan kesedihan mereka. Euphoria. berpikir ke depan dan mempunyai sikap yang positif. Mereka merasa pemikiran mereka sangat aktif dan aktif. tertekan. penuh warna. Episode hipomanik: Suasana hati penderita meningkat. Percaya diri yang berlebihan. kosong dan terisolasi. serta mencolok. 2 Hs sering menyertai suasana hati penderita. Afek/Suasana Hati Episode depresi: Kesedihan mendominasi suasana hati seseorang dalam episode depresi. Episode Campuran: Penderita dapat berubah secara cepat antara depresi dan euforia dan meraka juga mudah marah. Episode manik: Suasana hati penderita tampak menggembirakan. PERSEPSI . kehilangan. Pemikiran mereka lebih berfokus tentang kematian dan tentang bunuh diri. Gagasan yang negatif. Episode campuran: penderita menunjukkan gejala kedua episode (depresi dan manic) dalam suatu periode singkat (1 minggu atau kurang). Episode Manic: Penderita mempunyai pemikiran yang sangat opimis dan luas. Penderita sangat mudah marah.biasanya terlalu terang.

Khayalan manic menunjukkan persepsi gengsi dan kemuliaan. Episode Manic: 3 dari 4 penderita dalam tahap ini mengalami halusinasi. Episode Campuran: Pada tahap depresi pasien memiliki resiko untuk bunuh diri. Episode Campuran: Penderita menunjukkan khayalan dan halusinasi yang konsisten dengan depresi atau manic atau keduanya. bersalah.Episode Depresi: Terdapat 2 format dari tipe depresi yang dijelaskan. kasar. Episode Hipomanik: Penderita tidak mengalami gangguan persepsi. Mereka adalah individu yang mencoba dan berhasil dalam usaha bunuh diri. penderita mempunyai khayalan dan halusinasi yang sesuai atau tidak dengan suasana hati. PEMBUNUHAN/KEKERASAN Episode Depresi: Pembunuhan yang dilakukan oleh penderita biasanya diikuti dengan bunuh diri. Episode Hipomanik: Angka bunuh diri rendah. dan merasakan penyesalan yang snagat dalam. Dengan psikotik dan tanpa psikotik. Mereka dapat menjadi tidak sabar terhadap orang lain. Dengan psikotik. Mereka tidak memiliki sifat sabar atau toleransi dengan orang lain tidak ada. Episode Manik: Angka bunuh diri rendah. Episode Hipomanic: Penderita menunjukkan sifat mudah marah dan agresif. BUNUH DIRI Episode Depresi: Angka kejadian bunuh diri banyak terjadi pada penderita depresi. sangat mudah . Episode Manik: Penderita agresif. Penderita merasa telah berdosa. Pada beberapa penderita depresi biasanya merasa dunia sudah tidak berguna lagi untuknya dan untuk orang terdekatnya/orang lain. Mereka dapat menjadi sangat menuntut.

Penderita biasanya gagal dalam melakukan tindakan yang penting sebab mereka sangat jatuh dan menurun dalam mengenali diri mereka sendiri. bukan sebagai hipomanik. seperti depresi atau manic. Pada dpresi dan manic yang berat. PENATALAKSANAAN 1.marah. Episode Manic: Dalam tahap ini pengertian diri/insight sangat lemah. penderita dapat mengalami kesulutan dalam berkonsentrasi dan memusatkan perhatiannya. Pembunuhan terjadi jika penderita mempunyai suatu khayalan terhadap kesenangan penderita. Meraka memeiliki sedikit pengertian terhadap diri mereka sendiri. Mereka mengetahui waktu dan temapt mereka berada. dan derajat keparahan fase tersebut. kemampuan penderita untuk mengingat informasi dapat sangat luas. rencana dan perilaku mereka. PENGERTIAN DIRI/INSIGHT Episode Depresi: Depresi dapat mempengaruhi penilaian seseorang mengenai dirinya sendiri. KOGNITIF : Kemunduran/kelemahan dalam orientasi dan daya ingat sangat jarang diamati pada pasien dengan gangguan afek bipolar kecuali mereka psikotik. Penentuan Kegawatdaruratan Penderita Pengobatan dari gangguan bipolar secara langsung terkait pada fase dari episodenya. . Penderita tidak mempunyai pengertian yang jelas mengenai kebutuhan. Episode Campuran: Pergeseran/perubahan dalam afek dapat merusak pengertian pasien tentang dirinya dan bertentangan dengan insight mereka. Namun sangat luas. Mereka menilai diri mereka sangat produktif dan teliti. Episode Campuran: Penderita dapat menjadi sangat agresif terutama dalam tahap manic. Pada beberapa kasus hipomanic dan kadang hipomanic. Episode Hipomanik: Biasanya penderita memiliki penegrtian yang baik mengenai diri mereka.mereka dapat mengingat kejadian yang lampau dan terbaru.

memerlukan observasi yang ketat dan perlindungan pencegahan. Sebaliknya. perilaku penderita sangat di luar batas. penderita dengan manic yang ekstrim yang tidak mau tidur atau makan mungkin mengalami kelelahan yang hebat. contohnya seorang penderita depresi yang tidak cukup makan beresiko kematian. dapat terlihat dengan resiko yang signifikan untuk bunuh diri. sehingga ia berencana untuk membunuh anaknya untuk membebaskan mereka dari kesengsaraan dunia. Dalam situasi ini. .Contoh. bahaya bagi penderita bisa datang dari aspek lain dari penyakit. mereka menghancurkan karir dan berbahaya bagi orang di sekitarnya. Pengobatan pasien rawat inap : indikasi seseorang dengan gangguan bipolar untuk dirawat inap adalah sebagai berikut :  Berbahaya untuk diri sendiri : Pasien yang terutama dengan episode depresif. diobati sebagai pasien rawat jalan.  Ketidakmampuan total dari fungsi : Adakalanya depresi yang dialami terlalu dalam.  Berbahaya bagi orang lain : Penderita gangguan bipolar dapat mengancam nyawa ornag lain. seseorang dengan depresi moderat yang masih dapat bekerja. dimana obat psikotropik dapat dimonitor dan diobservasi. meninggalkan orang seperti ini sendirian sanagt berbahaya dan tidak menyembuhkannya. sehingga orang tidak dapat melakukan fungsinya sama sekali.  Kondisi medis yang harus dimonitor : Contohnya penderita gangguan jiwa yang disertai gangguan jantung harus berada di lingkungan medi. contohnya seorang penderita yang mengalami depresi yang berat meyakini bahwa dunia itu sangat suram/gelap. seseorang dengan depresi yang ekstrim dan menunjukkan perilaku bunuh diri memerlukan/mengindikasikan pengobatan rawat inap. Namun.  Tidak dapat diarahkan sama sekali : Hal ini benar-benar terjadi selama episode manic. Percobaan bunuh diri yang serius dan ideasi spesifik dengan rencana menghilangkan bukti. sejalan dengan itu.

 Contohnya.Rawat inap parsial atau program perawatan sehari  Secara umum. Hal ini merupakan bagian dari psikoterapi. Oleh karena itu. mereka mendorong penderita menjadi manic atau depresi. penderita dengan depresi berat yang berpikir akan bunuh diri tapi tidak berencana untuk melakukannya dan dapat memiliki tingkat motivasi yang tinggi bila diberi banyak dukungan interpersonal. memonitor dan mendukung pengobatan. Stres ini bisa berasal dari keluarga atau pekerjaan. lihat stresornya dan cari cara untuk menanganinya. Penderita memiliki rasa yang bertentangan dengan pengobatan mereka. penderita ini memiliki gejala yang berat namun memiliki tingkat pengendalian dan lingkungan hidup yang stabil. Rawat inap parsial juga menjembatani untuk bisa segera kembali bekerja. Pengobatan membuat perubahan yang luar biasa. dan rawat inap parsial memberi dukungan dan hubungan interpersonal. Kuncinya adalah mendapatkan keuntungan dan mencegah efek samping.  Kedua. membangun dan memelihara sekumpulan orang yang peduli.  Ketiga. Hal ini merupakan satu dari banyak alasan bagi para praktisi setuju dengan ambivalensi penderita tentang pengobatan. Mereka mengetahui bahwa obat membantu dan mencegah mereka untuk dirawat inap. namun mereka juga menyangkal memerlukannya. kekuatan sekumpulan orang yang peduli membantu mempertahnkan gejala penderita dalam keadaan minimum dan membantu penderita tinggal dan diterima di masyarakat. harus dibantu untuk mengarahkan perasaan mereka dan membantu mereka untuk mau melanjutkan pengobatan. namun bila terakumulasi. terutama sepanjang hari dan dengan bantuan dan keterlibatan dari keluarga. Seiring perjalanan waktu. Kembali secara langsung ke pekerjaan seringkali sulit bagi penderita dengan gejala yang berat. Pengobatan rawat jalan : Pengobatan rawat jalan memiliki 4 tujuan utama.  Pertama. Keluarga harus selalu berada di rumah setiap malamdan harus peduli terhadap penderita. .

y Pengalaman klinik menunjukkan bahwa bila diterapi dengan obat mood stabilizer. pengobatan yang paling efektif untuk manic akut adalah kombinasi dari generasi kedua antipsikosis dan medikasi mood stabilizing. penderita gangguan bipolar akan mengalami lebih sedikit periode manic dan depresi. Tabel berikut menunjukkan FDAapproved bipolar treatment regimens. depresi berat). quetiapine. situasi yang mungkin memicu kekambuhan. suatu medikasi lain dipilih untuk terapi pemeliharaan/maintenance dan pencegahan. Selanjutnya. risperidone. Mereka harus sadar dan waspada terhadap bahaya penyalahgunaan zat. Klinisi harus membantu edukasi bagi penderita dan keluarga tentang penyakit bipolar. agitasi. termasuk keadaan kardiovaskular. Antipsikosis atipikal kini juga sering digunakan untuk menstabilkan manic akut. Keempat. seperti ziprasidone. aripiprazole and olanzapine. dan gangguan tidur. Pilihan obat tergantung pada gejala yang tampak. agresi. Dukungan kelompok bagi penderita dan keluarga memiliki arti penting yang sangat luar biasa. masalah endokrin. bahkan untuk mengobati beberapa kasus depresi bipolar untukmenstabilkan mood. Antipsikosis atipikal meningkat penggunaannya untuk kedua hal yaitu manic akut dan mood stabilization. diabetes. Tabel FDA-Approved Bipolar Treatment Regimens . Berdasarkan konsensus yang sekarang. seperti gejala psikotik. aspek yang melibatkan edukasi. komplikasi sistem urinari. infeksi. juga menstabilakn manic dan depresi yang ekstrim.  Keadaan kesehatan tubuh penderita gangguan bipolar juga harus diperhatikan oleh para praktisi. Rentang yang luas dari antidepresan dan ECT digunakan untuk episode depresi akut (contoh. Medikasi ini bekerja menstabilkan mood penderita sesuai namanya. TERAPI Terapi Farmakologi y Pengobatan yang tepat tergantung pada stadium gangguan bipolar yang dialami penderita. dan peran pengobatan yang penting. dan gangguan keseimbangan elektrolit.

sedangkan mengurangi asupan garam dapat meningkatkan kadar litium serum dan menyebabkan toksisitas. . tidak ada diet khusus yang dianjurkan. Terapi Non Farmakologi y Konsultasi Suatu konsultasi dengan seorang psikiater atau psikofarmakologis selalu sesuai bila penderita tidak menunjukkan respon terhadap terapi konvensional dan medikasi. Jadwal aktivitas fisik yang reguler harus dibuat. karena peningkatan asupan garam membuat kadar litium serum menurun dan menurunkan efikasinya.Nama Generik Valproate Carbamazepine extended release Lamotrigine Lithium Aripiprazole Ziprasidone Risperidone Quetiapine Chlorpromazine Olanzapine Nama Dagang Manic Mixed Maintenance Depresi Depakote Equestro Lamictal X Abilify Geodon Risperdal Seroquel Thorazine Zyprexa X X X X X X X X X X X X X X X X X X X Olanzapine/fluoxetine Combination Symbyax Tabel dari Medscape. Baik aktivitas fisik dan jadwal yang reguler meupakan kunci untuk bertahan dari penyakit ini. y Aktivitas Penderita dengan fase depresi harus didukung untuk melakukan olahraga/aktivitas fisik. y Diet Terkecuali pada penderita dengan monoamine oxidase inhibitors (MAOIs). Penderita dianjurkan untuk tidak merubah asupan garam.

psikoedukasi dimulai dari penderita dan keluarga penderita. memberi informasi tentang bagaimana cara memonitor penyakit terkait apresiasi tanda awal. Membantu identifikasi individu dan bekerja dengan stresor yang ada menyediakan aspek kritis penderita dan kewaspadaan keluarga. namun juga melalui keluarga dan sistem disekitarnya. tidak hanya meningkatkan ketahanan dan pengetahuan mereka tentang penyakit. PENCEGAHAN Prevensi merupakan kunci dari terapi jangka panjang dari gangguan bipolar. bila aktivitas fisik ini berlebihan dengan peningkatan perspirasi dapat meningkatkan kadar litium serum dan menyebabkan toksisitas litium. Pengenalan terhadap adanya perubahan memudahkan langkah-langkah pencegahan yang baik. ini merupakan hal yang penting. Hal ini mencakup beberapa hal sebagai berikut : y y Pertama.Namun. Kedua. fakta menunjukkan peningkatan dari tujuan edukasi ini. namun juga kualitas hidupnya. Kedua. Akhirnya. penjelasan biologis tentang penyakit harus jelas dan benar. Lagipula. terutama cerita tentang individu dengan MDI dapat membantu penderita untuk berusaha menghadapi tantangan dari perspektif lain. y Edukasi Penderita Pengobatan penderita gangguan bipolar melibatkan edukasi penderita awal dan lanjutan. Tujuan edukasi harus diarahkan tidak hanya langsung pada penderita. dan gejala. informasikan kepada penderita tentang kekambuhan dalam konteks gangguan. Keduanya harus memahami dan mengetahui pentingnya pengobatan adekuat dan tanda-tanda awal dari manic dan depresi. Pertama. medikasi seperti litium bertindak sebagai mood stabilizers. Kelompok pengobatan yang adekuat tinggal suatu bagian yang penting dari perawatan dan edukasi. Cerita-cerita tentang individu membantu penderita dan keluarga. . pemunculan kembali. Hal ini mengurangi perasaan bersalah dan mempromosikan pengobatan yang adekuat. Edukasi juga harus memperhatikan bahaya dari stresor.

dan berat) : 1) Afek depresif. pembunuhan. 2) Kehilangan minat dan kegembiraan. b) Harga diri dan kepercayaan diri berkurang. gambaran psikotik. Pada 7 % penderita. penyalahgunaan alkohol. masalah kesehatan (organik) yang rendah. dan adiksi. jenis kelamin laki-laki. Gangguang Afektif Unipolar (Depresif) EPISODE DEPRESIF Gejala utama (pada derajat ringan. .  Seringkali perputaran episode depresif dan manic berhubungan dengan usia. 40 50 % penderita mengalami serangan manic lain. dan 40 % mengalami gangguan yang menetap. adanya bukti keadaan depresif.  Indikator prognosis yang baik adalah sebagai berikut : fase manic (dalam durasi pendek). Dalam 2 tahun pertama setelah episode awal. gambaran depresif diantara episode manic dan depresi. gambaran psikotik yang rendah. sedang. Gejala lainnya : a) Konsentrasi dan perhatian lainya berkurang. 3) Berkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan yang mudah lelah ( rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktifitas.  Faktor-faktor yang membuat prognosis menjadi lebih buruk antara lain : Riwayat kerja yang buruk. gejala tidak kembali/mengalami penyembuhan. Onset terjadi pada usia yang lanjut.KOMPLIKASI Komplikasi dari gangguan ini antara lain bunuh diri. pemikiran untuk bunuh diri yang rendah.  Hanya 50 60 % penderita BP I dapat dikontrol dengan litium terhadap gejalanya. 45 % penderita mengalami episode berulang. PROGNOSA Penderita dengan BP I lebih buruk daripada penderita depresi berat.

F32. d) Pandangan masa depan yang suram dan pesimis.sedang(F32. g) Nafsu makan berkurang. Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainya : (a) sampai dengan (g).1)dan berat(F32. f) Tidur terganggu.1 Episode Depresif Sedang y Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi seperti pada episode depresi ringan (F30. Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya.c) Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna.00 = tampa gejala somatik. Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu. Kategori diagnosis episode depresif ringan (F32.01 = dengan gejala somatik. Menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan sosial.2) hanya digunakan untuk episode depresif tunggal (yang pertama). y y y Ditambah sekurang-kurangnya 3 (dan sebaiknya 4) dari gejala lainnya. Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan masa sekurang kurangnya dua minggu untuk penegakan diagnosis.10 = Tanpa gejala somatik . Karakter kelima : F32. EPISODE DEPRESIF RINGAN y y y y y Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi seperti tersebut diatas.pekerjaan dan urusan rumah tangga. e) Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri. Karakter kelima : F32.0).-). Episode depresif berikutnya harus diklasifikasikan dibawah salah satu diagnosis gangguan depresif berulang (F33.akan tetapi periode lebih pendek dapat dapat dibenarkan jika gejala luar biasa dan berlangsung cepat. Lamanya seluruh episode berlangsung minimum sekitar 2 minggu. Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang biasa dilakukannya.0). F32.

dan pasien merasa bertanggung jawab atas hal itu. atau bau kotoran atau daging membusuk. dan beberapa diantaranya harus berintensitas berat.8 Episode Depresif lainya F32. y Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu. Retradasi psikomotor yang berat dapat menuju pada stupor. penilaian secara menyeluruh terhadap episode depresif berat masih dapat dibenarkan. F32.2 tersebut diatas.maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu.3 Episode Depresif Berat dengan Gejala Psikotik y y Episode depresi berat yang memenuhi kriteria menurut F32. Halusinasi auditorik atau olfatorik biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh. akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat cepat. Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya. y Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retradasi psikomotor) yang mencolok.11 = Dengan gejala somatik F32.9 Episode Depresif YTT . kemiskinan atau malapetaka yang mengancam.F32. F32.2 Episode Depresif Berat tanpa Gejala Psikotik y y Semua 3 gejala utama depresi harus ada. Dalam hal demikian. kecuali pada tarah yang sangat terbatas. pekerjaan atau urusan rumah tangga. halusinasi atayu stupor depresif.waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi dengan afek ( mood congruent). y Sangat tidak mungkin pasien akan mampu meneruskan kegiatan sosial. Jika diperlukan. Disertai waham.maka pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejalanya secara rinci. Waham biasanya melibatkan ide tentang dosa.

Tanpa riwayat adanya episode tersendiri dari peninggian afek dan hiperaktivitas yang memenuhi kriteria mania. dan episode sekarang harus memenuhu untuk episode depresif ringan (F32. DIAGNOSIS BANDING Episode depresif singkat berulang (F38.(F30. namun sebagian kecil pasien mungkin mendpat depresi yang akhirnya menetap. terutama di usia lanjut (untuk keadaan ini.1) 3. Namun kategori ini tetap harus digunakan jika ternyata ada episode singkat dari peninggian afek dan hiperaktivias ringa yang memenuhi kriteria hipomania (F30. kayegori ini harus tetap digunakan) Episode masing-masing. dan . akan tetapi frekwensinya lebih jarang dibandingkan dengan ganggu bipolar.0) 2. Episode depresi ringan (F32.0).3) Episode masing-masing rata-rata lamanya sekitar 6 bulan. EPISODE KINI RINGAN y Untuk diagnosis pasti: a. dalam berbagai tingkat keparahan. Episode depresi sedang (F32.GANGGUAN DEPRESIF BERULANG Gangguan ini tersifat dengan episode berulang dari : 1.1) GANGGUAN DEPRESIF BERULANG. seringkali dicetuskan oleh peristiwa kehidupan yang penuh stress atau trauma mental lain (adanya stress tidak essensial untuk penegakkan diagnosis).2).0) segera sesudah suatu episode depresif (kadang-kadang tampaknya dicetuskan oleh suatu tinakan pengobatan depresi). Kriteria untuk gangguan depresi berulang (F33.2 dan F32.1 dan F30.-) harus dipenuhi. Pemulihan keadaan biasanya sempurna diantara episode. Episode depresi berat (F32.

01 = dengan gejala somatik F33.Episode Kini Berat tanpa Gejala Psikotik y Untuk diagnosis pasti . dan episodesekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32.dan b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama 2 minggu dengan sela waktu beberpa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakana.00 = tanpa gejala somatik F33. a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33.3). Episode Kini Berat dengan Gejala Psikotik y Untuk diagnosis pasti : a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (f33. Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna.3 Gangguan Depresif Berulang. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32.-)harus dipenuhi.10 = tanpa gejala somatik F33.1). Episode Kini Sedang y Untuk diagnosis pasti : a.b.-)harus dipenuhi.2 Gangguan Depresif Berulang. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif sedang (F32.2).-) harus dipenuhi. Karakter kelima : F33. Karakter kelima : F33. dan b. Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. Kriteria untuk gangguan depresif erulang (F33. dan . F33.11 = dengan gejala somatik F33.1 Gangguan Depresif Berulang.

. F33. yang akan menyampaikan informasi yang telah diolah kembali ke korteks otak besar. dan b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia diatas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia diatas 65 tahun. Ganglia basalis mengolah sinyal dan mengantarkan pesan ke talamus. Keseluruhan sinyal tersebut diantarkan oleh bahan kimia neurotransmiter sebagai impuls listrik di sepanjang jalur saraf dan di antara saraf-saraf. Patofisiologi Jauh di dalam otak ada sebuah daerah yang disebut ganglia basalis. Neurotransmiter yang utama pada ganglia basalis adalah dopamin. Kini dalam Remisi y Untuk diagnosis pasti : a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33.9 Gangguan Depresif Berulang YTT Parkinson Penyakit Parkinson ditandai dengan adanya tremor pada saat beristirahat.b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot. tetapi keadaan sekarang harus tidak memenuhi kriteria untuk episode depresi denganderajat keparahan apa pun atau gangguan lain apa pun dalam F30-F39. maka sel-sel saraf di dalam ganglia basalis akan membantu menghaluskan gerakan tersebut dan mengatur perubahan sikap tubuh.4 Gangguan Depresif Berulang .8 Gangguan Depresif Berulang Lainnya F33.-) harus pernah dipenuhi di masa lampau. F33. Jika otak memerintahkan suatu aktivitas (misalnya mengangkat lengan).

Kekakuan dan kesulitan dalam memulai suatu pergerakan bisa menyebabkan berbagai kesulitan. Otototot kecil di tangan seringkali mengalami gangguan. Sikap tubuhnya menjadi bungkuk dan sulit mempertahankan keseimbangan sehingga cenderung jatuh ke depan atau ke belakang. sehingga pekerjaan sehari -hari (misalnya mengancingkan baju dan mengikat tali sepatu) semakin sulit dilakukan. Kadang penyebabnya diketahui. Simtoma klinis Penyakit Parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. Pada banyak penderita. akhirnya akan mengenai tangan lainnya. sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami kemunduran sehingga pembentukan dopamin berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya juga lebih sedikit. Parkinson merupakan komplikasi yang sangat lanjut dari ensefalitis karena virus (suatu infeksi yang menyebabkan peradangan otak). lidah. Jika penderita sudah mulai berjalan. Pada sepertiga penderita. Kadang berkurangnya ekspresi wajah ini disalah artikan sebagai . Pada awalnya tremor terjadi pada satu tangan. maka gerakannya terasa kaku. Penyakit ini cenderung diturunkan. Tremor juga akan mengenai rahang. mereka mengalami kesulitan untuk berhenti atau berbalik. Penyebab dari kemunduran sel saraf dan berkurangnya dopamin terkadang tidak diketahui. Langkahnya bertambah cepat sehingga mendorong mereka untuk berlari kecil supaya tidak terjatuh. tremor akan berkurang jika tangan digerakkan secara sengaja dan menghilang selama tidur. Stres emosional atau kelelahan bisa memperberat tremor. Pada beberapa kasus. walau terkadang faktor genetik tidang memegang peran utama. Misalnya obat anti psikosa yang digunakan untuk mengobati paranoia berat dan skizofrenia menghambat kerja dopamin pada sel saraf. lengan dan tungkai. Kasus lainnya terjadi jika penyakit degeneratif lainnya. Penderita mengalami kesulitan dalam memulai suatu pergerakan dan terjadi kekakuan otot. Jika lengan bawah ditekuk ke belakang atau diluruskan oleh orang lain. pada penderita lainnya tremor semakin berkurang sejalan dengan berkembangnya penyakit dan sisanya tidak pernah mengalami tremor. Wajah penderita menjadi kurang ekspresif karena otot-otot wajah untuk membentuk ekspresi tidak bergerak. Penderita mengalami kesulitan dalam melangkah dan seringkali berjalan tertatih-tatih dimana lengannya tidak berayun sesuai dengan langkahnya. tremor bukan merupakan gejala awal.Pada penyakit Parkinson. Diagnosis Diagnosa ditegakkan gejala-gejalanya. pada mulanya Parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat. Kekakuan dan imobilitas bisa menyebabkan sakit otot dan kelelahan. kening dan kelopak mata. obat-obatan atau racun memengaruhi atau menghalangi kerja dopamin di dalam otak.

oleh karena dapat dimodulasi oleh molekul ligan kecil. Penambahan karbidopa dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas levodopa di dalam otak dan untuk mengurangi efek levodopa yang tidak diinginkan di luar otak. Mengkonsumsi levodopa selama bertahuntahun bisa menyebabkan timbulnya gerakan lidah dan bibir yang tidak dikehendakik. Pandangan tampak kosong dengan mulut terbuka dan matanya jarang mengedip. Sebuah protein kinase. bromokriptin. tetapi obat-obat tersebut menyebabkan penderita lebih mudah melakukan suatu gerakan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Tidak satupun dari obat-obat tersebut yang menyembuhkan penyakit atau menghentikan perkembangannya. pergolid. wajah menyeringai. propanolol dan amantadin. Obat ini mengurangi tremor dan kekakuan otot dan memperbaiki gerakan. tetapi ada juga yang menjadi pikun. selegilin. sekarang telah menjadi tantangan dalam perawatan penyakit tersebut di atas. Sebagian besar penderita memiliki intelektual yang normal. . Beberapa ahli percaya bahwa menambahkan atau mengganti levodopa dengan bromokriptin selama tahun-tahun pertama pengobatan bisa menunda munculnya gerakangerakan yang tidak dikehendaki. anti depresi. ditemukan memiliki peran yang selama ini belum diketahui. Penderita berbicara sangat pelan dan tanpa aksen (monoton) dan menjadi gagap karena mengalami kesulitan dalam mengartikulasikan fikirannya. Di dalam otak levodopa diubah menjadi dopamin . penyakit Parkinson dan sklerosis lateral amiotrofik. antikolinergik (benztropin atau triheksifenidil).depresi. seperti Alzheimer. penderita dianjurkan untuk tetap melakukan kegiatan sehari-harinya sebanyak mungkin dan mengikuti program latihan secara rutin. Untuk mempertahankan mobilitasnya. Sel-sel saraf penghasil dopamin dari jaringan janin manusia yang dicangkokkan ke dalam otak penderita Parkinson bisa memperbaiki kelainan kimia tetapi belum cukup data mengenai tindakan ini. Penderita seringkali ileran atau tersedak karena kekakuan pada otot wajah dan tenggorokan menyebabkan kesulitan menelan. antihistamin. pada patologi molekular dari beberapa kelainan neurogeneratif. CK1 dan CK2.[1] Penyakit Parkinson bisa diobati dengan berbagai obat. Pengobatan Menyusul ditemukannya kinom pada manusia. Peran kinase pada lintasan molekular neuron terus dipelajari. kinase protein telah menjadi prioritas terpenting kedua pada upaya penyembuhan. Pencarian senyawa organik penghambat yang spesifik bekerja pada kedua enzim ini. Penderita Parkinson ringan bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal dan penderita yang sebelumnya terbaring di tempat tidur menjadi kembali mandiri. seperti levodopa. namun beberapa lintasan utama telah ditemukan. walaupun memang banyak penderita Parkinson yang akhirnya mengalami depresi. Pengobatan dasar untuk Parkinson adalah levodopa-karbidopa. kepala mengangguk-angguk dan lengan serta tungkai berputar-putar.

makanan). berdasarkan wujudnya. Makanan kaya serat bisa membantu mengatasi sembelit akibat kurangnya aktivitas. minyak tanah. efektivitasnya bisa berkurang bromokriptin atau pergolid Pada awal pengobatan seringkali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping levodopa menimbulkan masalah baru Jarang diberikan sendiri. keracunan memiliki gejala yang bervariasi dan harus ditindaki dengan cepat dan tepat karena penanganan yang kurang tepat tidak menutup kemungkinan hanya akan memperparah keracunan yang dialami penderita. Semua zat dapat menjadi racun bila diberikan dalam dosis yang tidak seharusnya. Seleglin Seringkali diberikan sebagai tambahan pada pemakaian levodopa Bisa meningkatkan aktivitas levodopa di otak . bensin. Melalui kulit .Terapi fisik dan pemakaian alat bantu mekanik (misalnya kursi roda) bisa membantu penderita tetap mandiri. ETIOLOGI Keracunan dapat disebabkan oleh beberapa hal. Makanan tambahan dan pelunak tinja bisa membantu memperlancar buang air besar. mulai diberikan dalam dosis rendah Bisa menimbulkan beberapa efek samping. bisa/ racun hewan) Racun racun tersebut masuk ke dalam tubuh manusia melalui beberapa cara. diantaranya : 1. yg selanjutnya ditingkatkan sampai efek terbesar diperoleh Setelah beberapa tahun digunakan. zat kimia. dan zat cair (alkohol. zat gas (CO2). pestisida. obat anti depresi tertentu. zat yang dapat menyebabkan keracunan antara lain : zat padat (obat-obatan. antihistamin (difenhidramin) Pada stadium awal penyakit bisa diberikan tanpa levodopa. pada stadium lanjut diberikan bersamaan dengan levodopa. Amantadin Digunakan pada stadium awal untuk penyakit yg ringan Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek levodopa Bisa menjadi tidak efektif setelah beberap bulan digunakan sendiri Intoksikasi Intoksikasi (keracunan) adalah masuknya zat ke dalam tubuh yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian. A. Levodopa Levodopa dikombinasikan dengan karbidopa merupakan pengobatan utama untuk Parkinson Diberikan bersama karbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya Mulai dengan dosis rendah. dehidrasi dan beberapa obat. Pemberian makanan harus benar-benar diperhatikan karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami kesulitan menelan sehingga bisa mengalami kekurangan gizi (malnutrisi). Obat antikolinergik (benztropin & triheksifenidil). Berbeda dengan alergi.

Perbedaan pada dampak luka bakarnya yaitu nekrosis koagulatif akibat paparan asam kuat sedangkan basa kuat menyebabkan nekrosis likuitatif. Hal ini penting diketahui karena berpengaruh pada efek kecepatan dan lamanya durasi (reaksi) keracunan. talium Hidrogen sulfida. selenium. Melalui jalan napas (inhalasi) Melalui saluran pencernaan (mulut) Melalui suntikan Melalui mata (kontaminasi maata) B. Selanjutnya pada pemeriksaan fisik harus ditemukan dugaan tempat masuknya racun yang dapat melalui berbagai cara yaitu inhalasi. kresol Primidon Mio/ haemoglobinuria . dan belum ada sarana laboratorium swasata yang ikut berperan sedangkan sarana laboratorium rumah sakit untuk pemeriksaan ini juga belum memadai dan sarana instansi resmi pemerintah juga sangat minim jumlahnya. Racun yang melalui rute oral biasanya bisa diketaghui melalui bau mulut atau muntahan kecuali racun yanf sifat dasarnya tidak berbau dan berwarna sepreti arsinikum yang sulit ditemukan hanya berdasar inspeksi saja. DIAGNOSIS Penegakan diagnosis pasti penyebab keracunan cukupn sulit dilakukan karena dibutuhkan sarana laboratorium toksikologi yang cukup handal. dan mukosa atau parental. oral. besi (Fe) Fenol. 4. aseton Sinida Arsenik. Luka bakar warna keputihan pada mukosa mulut atau keabuan pad bibir dan dagu menunjukkan akibat bahan kausatif dan korosif baik yang bersifat asam kuat maupun basa kuat.2. Untuk membantu penegakan diagnosis maka diperlukan autoanamnesis dan aloanamnesis yang cukup cermat serta diperlukan bukti bukti yang diperoleh ditempat kejadian. merkaptan Penyebab Metilin biru Rifampisin. absorpsi kulit. Adapun penyebab keracunan dapat dikenali melaui bau racun tersebut atau warna urin setelah terkontamiasi denga racun tersebut antara lain : Karakteristik bau racun Bau Aseton Almond Bawang putih Telur busuk Karakteristik warna urin Warna urine Hijau/ biru Kuning-merah Coklat tua Butiran keputihan Coklat Penyebab Isopropil alkohol. 3. 5.

haloperidol.C. antagonis kalsium (kecuali dihidropiridin). takikardi. benzodiazepin halusinasi D. hipoglikemia. trauma. Alat ukur yang paling sering digunakan adalah GCS (Glasgow Coma Scale). antihistamin Sianosis Obat depresan SSP. benztropin). insektisida Nistagmus. kokain agitasi Hipertemia dan takikardi. antikonvulsan. Withdrawal alkohol. alkohol Gejala ekstrapiramidal Fenotiazin. klonidin. uremia. hal ini selain dapat membantu penegakan diagnosis juga berguna untuk kepentingan penyidikan polisi pada kasusu . diabetik ketoasidosis. antihistamin. antihistamin Hipertemia dan hipertensi. takikardi. isoniazid Hipertemia Litium. ekstasi. metoklopramid Seizures Antidepresan trisiklik. asidosis Salsilat metabolik Bradikardia Penghambat beta. inhibitor kolinesterase (organofosfat. antikolonergik (benzeksol. Penemuan klinis seperti ukuran pupil mata. maka diagnosis keracunan dapat dilakukan pereksklusionam dan semua penyebab penurunan kesdaran seperti meningoensefalitis. tanda serebral Antikonvulsan (frenitoin. diare. OAINS. karbamazepin). organofosfat insektisida Abdominal cramp. amfetamin. ekstasi. frekuensi napas turun Opoioid. GEJALA KLINIS Penilaian keadaan klinis yang paling awal adalah status kesadaran. opioid. carbamate insektidida). subdural/ ekstradural haematom. fenotiazin Dilatasi pupil. bahan penyebab methaemoglobinemia Hipersalivasi Organofosfat/ karbamat. Apabila pasien tidak sadar dan tidak ada keterangan apapun. teofilin. Amfetamin. takikardia Antidepresan trisiklik. frekuensi napas dan denyut nadi mungkin dapat membantu penegakan diagnosis pada pasien dengan penurunan kesadaran. ataksia. ensefalopati. PEMERIKSAAN PENUNJANG Analisis toksikologi harus dilakukan sedini mungkin. opiat. digoksin. laju napas turun Benzodiazepin Dilatasi pupil. antidepresan trisiklik. kokain. fenothiazin. Gambaran klinis yang menunjukkan penyebab keracunan Gambaran klinis Kemungkinan penyebab Pupil pin point. klonidin. perdarahan subaraknoid/ intrakranial.

3. Beberapa gangguan gas darah dapat membantu penegakan diagnosis penyebab keracunan. 1. ginjal dan sedimen urin harus pula dilakukan karena selain berguna untuk mengetahui dampak keracunan juga dapat dijadiakan sebagai dasar diagnosis penyebab keracunan seperti keracunan parasetamol atau makanan yang mengandung asam jengkol. PENATALAKSANAAN 1.kejahatan. bahan muntahan dan feses. nyeri dan ansietas. takikardi ventrikuler. asistol. Pemeriksaan radiologi Pemeriksaan radiologi perlu dilakukan terutama bila curiga adanya aspirasi zat racun melalui inhilasi atau adanya dugaan perforasi lambung. mengurangi absorpsi dan mencegah kerusakan. Laboratorium klinik Pemeriksaan ini penting dilakukan terutama analisis gas darah. Dekontaminasi mata . Pemeriksaan EKG Pemeriksaan ini juga perlu dilakukan pada kasus keracunan karena sering diikuti terjadinya gangguan irama jantung yang berupa sinus takikardi. dan perbaikan sistem sirkulasi darah. Dekontaminasi pulmonal Dekontaminasi pulmonal berupa tindakan menjauhkan korban dari pemaparan inhalasi zat racun. 2. Sampel yang dikirim ke laboratorium adalah 50 ml urin. hipoksia. monitor kemungkinan gawat napas dan berikan oksigen lembab 100% dan jika perlu beri ventilator. sinus bradikardi. E. hipovolemia. Beberapa faktor predosposisi timbulnya aritmia pada keracunan adalah keracunan obat kardiotoksik. 10 ml serum. takikardi supraventrikuler. gangguan elektrolit darah. 4. Dekontaminasi Dekontaminasi merupakan terapi intervensi yang bertujuan untuk menurunkan pemaparan terhadap racun. 2. disosiasi elektromekanik. perbaikan fungsi pernapasan. dan penyakit dasar jantunmg iskemik. Pemeriksaan fingsi hati. Stabilisasi Penatalaksanaan keracunan pada waktu pertama kali berupa tindakan resusitasi kardiopulmoner yang dilakukan dengan cepat dan tepat berupa pembebasan jalan napas. 3. hiperkarbia. fibrilasi ventrikuler.

Bagaimanapun. efek awal alkohol pada umumnya diinginkan dan ditandai oleh banyak bicara. Eliminasi Tindakan eliminasi adalah tindakan untuk mempercepat pengeluaran racun yang sedang beredar dalam darah. menyebabkan anesthesia yang lengkap dari sistem pernapasan. Dekontaminasi kulit (rambut dan kuku) Tindakan dekontaminasi paling awal adalah melepaskan pakaian. Di luar perubahan tingkah laku berbahaya yang terjadi setelah . 5. tingkat alkohol di bawah 60 miligram per deciliter darah pada umumnya tidak mematikan. Intoksikasi alkohol akut seperti halnya bentuk lain penyalahgunaan obat memerlukan intervensi psikiatrik. 6. penampilan verbal dan motorik. Gejala akut ini terjadi setelah masa pengamatan atau penanganan psikofarmakologis yang terbatas. individu dengan 200 miligram per deciliter darah dipertimbangkan menderita intoksikasi dan level konsentrasi pada 400 miligram per deciliter darah bersifat mematikan. Bagaimanapun isunya. arloji. cuci bagian kulit yang terkena dengan air mengalir dan disabun minimal 10 menit selanjutnya keringkan dengan handuk kering dan lembut. pengenceran atau mengeluarkan isi kambung dengan cara induksi muntah atau aspirasi dan kumbah lambung dapat mengurangi jumlah paparan bvahan toksik 7. atau dalam saluran gastrointestinal setelah lebih dari 4 jam 8. pusing. sukar untuk ditangani di Unit Gawat Darurat. Antidotum Pada kebanyakan kasus keracunan sangat sedikit jenis racun yang ada obat antidotumnya dan sediaan obat antidot yang tersedia secara komersial sangat sedikit jumlahnya PENYALAHGUNAAN OBAT Penyebab umum lain pada penderita dengan gejala psikosis adalah intoksikasi obat. Di samping pertimbangan konsentrasi lemah. Buka kelopak matanya perlahan dan irigasi larutan aquades atau NaCL 0. sehingga tindakan pemberian bahan pengikat (karbon aktif).9% perlahan sampai zat racunnya diperkirakan sudah hilang. Dekopntaminasi gastrointestinal Penelanan merupakan rute pemaparan yang tersering. pertimbangan dan kehilangan memori jangka pendek yang bisa diakibatkan perubahan tingkah laku yang menyebabkan luka atau kematian. dan berkurangnya hambatan sosial. Bertindak sebagai suatu penekan sistem syaraf pusat.Dekontaminasi mata berupa tindakan untuk membersihkan mata dari racun yaitu posisi kepala pasiem ditengadahkan dan miring ke posisi mata yang terburuk kondisinya. seperti ketergantungan obat atau penyiksaan. sepatu dan aksesorisd lainnnya dan masukkan dalam wadah plastik yang kedap air dan tutup rapat. pengertian yang mendalam.

Kelainan ini pada umumnya terdiri dari kebingungan. Peristiwa seperti ini dapat terjadi untuk beberapa jam atau seminggu penuh. . rinorea lakrimasipiloereksi. kediaman pusat perawatan. kekerasan. dan muntah. Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya. dan waktu penggunaan untuk menentukan perawatan jangka pendek dan panjang yang diperlukan. suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. kelemahan. Perawatan yang sesuai harus pula ditentukan. diare berat. Antipsikotik merupakan obat yang sering digunakan untuk menangani gejala ini. dosis. Pecandu minuman alkohol yang kronis dapat menderita halusinasi. hasutan. menguap. agresi meningkat. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik. iritabilitas. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi. depresi. amukan. termasuk pipotermia dan hipertermia. tremor. Perawatan segera dan jangka panjang ditentukan oleh keseriusan dan ketergantungan fisiologis yang ditimbulkan dari penyalahgunaan obat. hipertensi takikardia disregulasi temperatur. Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau lebih lama.mengkonsumsi sejumlah alkohol tertentu. Hal ini meliputi fasilitas pasien rawat jalan. disorientasi. delusi dan halusinasi visual. Klinikus harus menentukan penggunaan obat. demam. seperti penyakit jantung. Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat) Gejala putus obat dimulai dalam enam sampai delapan jam setelah dosis terakhir. dimana konsumsi yang diperpanjang dapat mencetuskan halusinasi auditorik. kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah. bradikardia. kram perut. Gambaran Klinis kram otot parah dan nyeri tulang. Gejala residual seperti insomnia. mual. dilatasi pupil. disregulasi temperatur. dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. intoksikasi idionkrasi bisa terjadi pada beberapa individu setelah mengkonsumsi sedikit alkohol. Seseorang dengan ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid. atau rumah sakit.

Gejala-gejala yang lain ialah: penderita tidak mampu mengenal orang dan berkomunikasi dengan baik. bila proses itu sembuh. TERAPI Pengobatan yang dilakukan adalah pengobatan etionya sedini mungkin. ada yang bingung dan cemas. Perdaran dara juga harus diperhatikan. Delirum biasanya hilang apabila penyakit badaniah yang menyebabkannya sudah sembuh. Pemberian cairan juga harus cukup. mungkin sampai kira-kira 1 bulan sesudahnya. . selain itu faal otak dibantu agar tidak terjadi kerusakan otak yang menetap. maka gejala-gejalanya tergantung pada besarnya kerusakan yang ditinggalkan. bila perlu diberikan stimulansia. gelisah dan panik. PROGNOSIS Prognosisnya tergantung pada dapat atau tidak dapat kembalinya penyakit yang menyebabkannya dan kemampuan otak untuk menahan pengaruh penyakit itu.DELIRIUM DEFINISI Delirium menunjuk kepada sindroma otak organik (SOO) karena gangguan fungsi atau metabolisme otak secara umum dan karena keracunan yang menghambat metabolisme otak. GEJALA KLINIS Gejala umum pada delirium ialah kesadaran yang menurun. ada juga pasien yang terutama berhalusinasi dan ada yang berbicara komat-kamit dan inkoheren. sebab tak jarang terjadi dehidrasi. Jika disebabkan oleh proses langsung yang menyerang otak.

terutama pada pria. Sebagai contoh.Amnesia Amnesia adalah kondisi terganggunya daya ingat. seperti terjadi pada transient global amnesia. Penyebab organik dapat berupa kerusakan otak. Penderitanya tidak akan bisa mengingat apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini walaupun baru berlalu sesaat. dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam. Dampak lain dari amnesia adalah ketidakmampuan membayangkan masa depan. Contohnya seperti pada pengendara sepeda motor yang tidak mengingat akan pergi kemana dia sebelum tabrakan (retrograde amnesia). Bentuk amnesia y Anterograde amnesia: kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. akibat trauma atau penyakit. Retrograde amnesia: ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari peristiwa lupa biasa. juga melupakan tentang kejadian di rumah sakit dua hari setelahnya (anterograde amnesia). Hal ini terjadi karena bila seorang yang normal membayangkan masa depan. atau penggunaan obat-obatan (biasanya yang bersifat sedatif). Jenis amnesia global ini umum terjadi mulai usia pertengahan sampai usia tua. seperti halnya mekanisme pertahanan ego. seseorang yang mencoba membayangkan apa yang akan terjadi dalam pesta yang hendak didatanginya akan menggunakan pengalaman pesta sebelumnya untuk membantu mengkonstruksi kejadian di masa depan. Amnesia dapat pula terjadi secara spontan. mereka menggunakan pengalaman masa lalu untuk mengkonstruksi skenario yang mungkin dihadapi. Penelitian terakhir yang dipublikasikan dalam jaringan di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa amnesia dengan kerusakan pada hipokampus tidak dapat membayangkan masa depan. Penyebab fungsional adalah faktor psikologis. y Kedua kategori amnesia tersebut dapat muncul bersamaan pada pasien yang sama. . Penyebab amnesia dapat berupa organik atau fungsional.

2007 PPDGJ III W. Sinopsis Psikiatri.Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. 10th edition.Synopsis of Psychiatri. Sadock. 1997. A. Saddock B. J. Edisi Ke-6. Airlangga Universty Press. Grabb J. Edisi Tujuh. Jilid 2.F.DAFTAR PUSTAKA Kaplan H.BJ and Sadock VA. I. Jakarta: Penerbit Binarupa Aksara. Wiliam & Wilkins Lippincot. Maramis. Surabaya 1995 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful