Turbidimetri

Maksud Maksud dilakukannya percobaan ini adalah untuk mengetahui dan memahami cara penentuan suatu zat dengan menggunakan turbidimetri. Tujuan Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk menentukan kadar klor dalam sampel minuman Vitazone berdasarkan metode turbidimetri. Prinsip Percobaan Penentuan kadar klor dalam sampel minuman Vitazone berdasarkan hamburan sinar oleh partikel-partikel klor yang tersuspensi dengan penambahan AgNO3 dengan menggunakan alat turbidimeter. Teori Beberapa senyawaan yang tak-dapat-larut, dalam jumlah-jumlah sedikit, dapat disiapkan dalam keadaan agregasi sedemikian sehingga diperoleh suspensi yang sedang-sedang stabilnya. Sifat-sifat dari suspensi akan berbeda-beda menurut konsentrasi fase terdispersinya. Bila cahaya dilewatkan melalui suspensi tersebut, sebagian dari energi radiasi yang jatuh dihamburkan dengan penyerapan, pemantulan, pembiasan, sementara sisanya ditransmisi (diteruskan). Pengukuran intensitas cahaya yang ditransmisi sebagai fungsi dari konsentrasi fase terdispersi adalah dasar dari analisis turbidimetri. Dalam membuat kurva kalibrasi dianjurkan dalam penerapan turbidimetri karena hubungan antara sifat-sifat optis suspensi dan konsentrasi fase terdispersinya paling jauh adalah semi empiris. Agar kekeruhan (turbidity) itu dapat diulang penyiapannya haruslah seseksama mungkin, endapan harus sangat halus. Intensitas cahaya bergantung pada banyaknya dan ukuran partikel dalam suspensi sehingga aplikasi analitik dapat dimungkinkan (Basset, dkk., 1994). Prinsip spektroskopi absorbsi dapat digunakan pada turbidimeter, dan nefelometer. Untuk turbidimeter, absorpsi akibat partikel yang tersuspensi diukur sedangkan pada nefelometer, hamburan cahaya oleh suspensilah yang diukur. Meskipun presisi metode ini tidak tinggi tetapi mempunyai kegunaan praktis, sedang akurasi pengukuran tergantung pada ukuran dan bentuk partikel. Setiap instrument spektroskopi absorpsi dapat digunakan untuk turbidimeter, sedangkan nefelometer memerlukan resptor pada sudut 90oC terhadap lintasan cahaya. Metode nefelometer kurang sering digunakan pada analisis anorganik. Pada konsentrasi lebih tinggi, absorpsi bervariasi secara linear terhadap konsentrasi, sedangkan pada konsentrasi lebih rendah untuk sistem koloid Te dan SnCl2, tembaga ferrosianida dan sulfide-sulfida logam berat tidak demikian halnya. Kelarutan zat tersuspensi seharusnya kecil. Suatu gelatin pelindung koloid biasanya digunakan untuk membentuk suatu disperse koloid yang seragam dan stabil (Khopkar, 1990). Turbiditas yang diakibatkan suatu suspensi adalah : S = log = Di mana S = turbidans, Po = intensitas cahaya yang datang, = panjang gelombang, P = intensitas cahaya yang dilewatkan, c = konsentrasi, b = ketebalan lapisan sampel, d = diameter rata-rata partikel dan , K adalah tetapan. Persamaan-persamaan ini berlaku untuk larutan encer. Untuk radiasi monokromatis , K, d, adalah tetapan sehingga persamaan diatas dapat diringkus menjadi : S ’ bc atau S = Kbc Persamaan ini sepadan dengan hukum Beer (Khopkar, 1990). Aplikasi teknik turbidimeter cukup luas, misalkan dalam studi pencemaran air, jumlah sulfat

Penentuan sulfat dalam air laut. Masing-masing ditambahkan 0. Diencerkan hingga tanda batas dan dikocok. dan 60 ppm. Alat dan Bahan Alat Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah labu ukur 50 mL. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sampel minuman Vitazone. sehingga memungkinkan dilakukannya analisa secara turbidimetri (Khopkar.1 gram AgNO3. KCl. pipet volume 10 mL. pipet volume 1 mL. gelas kimia 250 mL. Bagan Kerja Pembuatan larutan induk 1000 ppm KCl Ditimbang teliti sebanyak 0. Larutan dibiarkan beberapa saat.2099 gram Dilarutan dalam akuades dan dimasukkan dalam labu ukur 100 mL Diencerkan hingga tanda batas Dikocok Pembuatan larutan standar 100 ppm KCl 1000 ppm Dipipet sebanyak 10 mL ke dalam labu ukur 100 mL Diencerkan dengan akuades hingga tanda batas Dikocok (dihomogenkan) KCl 100 ppm Pembuatan deret larutan standar 20 ppm. turbidimeter.dalam air dapat diukur dengan turbidimeter. sendok tanduk. Larutan KCl 100 ppm dipipet ke dalam sejumlah labu ukur 50 mL masing-masing 10 mL.dalam Vitazone. labu ukur 100 mL. gelas kimia 50 mL. bulb. pipet skala 1 mL. pipet volume 5 mL. 20 mL. pipet volume 2 mL.5 mL.1990). pipet volume 0. 40 ppm. dapat dilakukan dengan mengubah sulfat menjadi suatu partikel yang tersuspensi dalam air laut tersebut. dan AgNO3. . labu semprot. Penentuan kadar Cl. dan 30 mL. Diukur skala turbiditasnya menggunakan turbidimeter. batang pengaduk.

Larutan vitazone dipipet ke dalam 2 labu ukur 50 mL. Hasil Pengamatan Tabel 1.1 L" " = " " 8253. 60 59 Tabel 2. 20 26 2. Diencerkan dengan akuades hingga tanda batas.2325 g "ppm = " "Ar Cl" /" Mr KCl " " × " "mg" /"L" " = " "35. Hasil pengukuran larutan standar No.1 gram AgNO3.456 L " " = 1106. 10 37 2. masing-masing 10 mL dan 20 mL.99 ppm" § 1107 ppm .5 g/mol " /" 74.75 mg " /" 7. 20 49 Reaksi KCl + AgNO3 ¢ AgCl + KNO3 Grafik Perhitungan Pembuatan larutan induk KCl Bobot gelas kimia + KCl : 31.5 mg " /"0. Dikocok (dihomogenkan) Diukur skala turbiditasnya menggunakan turbidimeter.8073 g Bobot KCl : 0.56 g/mol " " × " " 232. 40 49 3.0398 g Bobot gelas kimia kosong : 30. Volume (mL) Skala turbiditas 1. Konsentrasi (ppm) Skala turbiditas 1. Ditambahkan 0. Hasil pengukuran larutan sampel No.

825x + 11.825x + 11.5 ppm.2521 ppm Konsentrasi Cl dalam Vitazone = 2.7067 ppm = 153.825x + 11.033 mL Pembuatan deret larutan standar 20 ppm. DAFTAR PUSTAKA .825x + 11. dan 60 ppm 20 ppm V1 x C1 = V2 x C2 V1 x 100 ppm = 50 mL x 20 ppm V1 = 10 mL 40 ppm V1 x C1 = V2 x C2 V1 x 100 ppm = 50 mL x 40 ppm V1 = 20 mL 60 ppm V1 x C1 = V2 x C2 V1 x 100 ppm = 50 mL x 60 ppm V1 = 30 mL Penentuan kadar Cl dalam sampel minuman Vitazone.667 x = 45.1303 ppm Konsentarsi Cl yang tercantum dalam kemasan Vitazone adalah 17 meq/L atau 603.667 37 = 0. 40 ppm.Pembuatan larutan standar 100 ppm V1 x C1 = V2 x C2 V1 x 1107 ppm = 100 mL x 100 ppm V1 = 9.667 x = 30.2521 ppm = 113.5 x 45.7067 ppm Konsentrasi Cl dalam vitazone = 5 x 30.667 Sampel I (10 mL Vitazone) y = 0.667 49 = 0. Persamaan garis lurus: y = 0.825x + 11.5335 ppm Sampel II (20 mL Vitazone) y = 0.

Label: Praktikum Kimia Analitik Turbidimetri dan nefelometri Posted on May 1. yakni : 1. M. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jumlah partikel 2.Basset. R. Khopkar. Denney. Sejumlah cahaya akan diabsorbsi (diblok) oleh partikel 2. Jakarta. Dan untuk penentuan kadarnya (detector) digunakan spektrofotometer cahaya. Sejumlah cahaya akan ditransmisikan (diteruskan) melewati kuvet 3. maka jumlah cahaya yang diabsorbsi akan bergantung pada : 1. H. Karena menggunakan jumlah cahaya yang diabsorbsi untuk pengukuran konsentrasi. Konsep Dasar Kimia Analitik. J.. suspense tersebut akan membentuk cairan yang tidak jernih (turbid). C. Semakin besar dan banyak jumlah partikel. Dan Medham. Jakarta. UI-Press. Dan jika cahaya ditembakkan melewati kuvet tersebut maka akan terjadi tiga reaksi. . S. Ukuran partikel. G... Kimia Analisis Kualitatif Anorganik. J.. Sejumlah cahaya akan disebarkan ke beberapa arah Turbidimetri Prinsip kerja : menghitung jumlah cahaya yang diteruskan (dan mengkalkulasi jumlah cahaya yang diabsorbsi) oleh partikel dalam suspense untuk menentukan konsentrasi substansi yang ingin dicari. 2011 by mbaqcitie Turbidimetri dan nefelometri Rate This Ketika sejumlah partikel disuspensikan ke dalam sebuah cairan (solution) dalam sebuah kuvet. maka jumlah cahaya yang diabsorbsi akan semakin besar. 1994. Jeffery. 1990.

maka terjadi tiga kemungkinan 1. Penurunan kekeruhan berbanding lurus dengan aktivitas enzim lipase. Sebagian cahaya diteruskan 3. y y Nefelometri Prinsip kerja : y y y y y Nephelometry menitik beratkan pengukuran pada jumlah cahaya yang disebarkan (scaterred) dari kuvet yang mengandung suspense partikel dalam suatu cairan (solution) Komponen-komponen dari nefelometer itu sama dengan komponen yang terdapat pada spectrometer cahaya kecuali pada detector yang ditempatkan pada sudut yangkhusus dari sumber cahaya. dan sebagian lagi menyebar ke segala arah y y Jumlah cahaya yang diserap akan sebanding dengan jumlah partikel tersuspensi (konsentrasi sampel). Pengukuran dilakukan dengan spektrofotometr (detektor) Kegunaan : y Penentuan konsentrasi total protein dalam cairan biologis seperti urin dan CSF yang mengandung sedikit protein (mg/L kuantitas) menggunakan Asam Trikoloroasetat. Cahaya akan diserap sebagian oleh partikel tersuspensi 2. 70o or 37o tergantung pada sudut mana paling banyak ditemukan cahaya yang disebarkan Karena jumlah cahaya yang disebarkan jauh lebih besar daripada yang diteruskandalam suspensi turbid. Detector merupakan sabuah tube fotomultiplier yang ditempatkan pada suatu posisi untuk mendeteksi cahaya yang tersebar.Ilustrasi : Keterangan : y y y Sejumlah cahaya ditembakkan dari sebuah sumber cahaya menuju monokromator Monokromator akan menguraikan cahaya dan meneruskannya menuju cuvet yang berisikan suspensi sel Ketika cahaya melewati cuvet. Detektor bisa ditempatkan pada sudut 90o. maka nefelometri memiliki tingkat sensitifitas yang lebih tinggi daripada turbidimetri Jumlah cahaya yang disebarkan. Penentuan aktivitas enzim lipase menggunakan trigliserida sebagai substrat. bergantung pada jumlah dan ukuran partikel yang tersuspensi . Penentuan aktivitas amilase menggunakan pati sebagai substrat. Penurunan kekeruhan berbanding lurus dengan aktivitas amilase.

larutan standard yang digunakan untuk kurva standard harus memiliki ukuran yang sama sesperti dalam suspensi yang terdapat sampel. digunakan laser light nephelometer Digunakan secara luas untuk menentukan konsentrasi zat yang tidak diketahui dimana terdapat reaksi antigen-antibody seperti : Penetuan immunoglobulin (total. c-reaktif protein. makauntuk mendapatkan hasil dengan tingkat akurasi yang bagus. IgM. sumber cahayayang digunakan adalah lampu tungsten. Karena sejumlah precsipitasi dan settlement partikel bisa terjadi seiring berjalannya waktu. maka gunakan panjang gelombang dalam range visible Jika larutannya berwarna tetapi partikel tersuspensinya tidak berwarna. dimana tungsten memberikan cahaya dalam daerah visible Untuk snsitivitas yang lebih tinggi dan untuk aplikasi penentuan ukuran dan jumlah partikel dalam suspense. Haptoglobin. IgG.Ilustrasi : y y y Sebagian besar aplikasi klinis. hal2 yang penting untuk dipertimbangkan meliputi y y y Campurkan sample dengan baik sebelum menempatkan kuvet dalam instrument Buatlah lama pengukuran setiap sample dalam waktu yang sama Pemilihan panjang gelombang Jika larutan dan partikel tersuspensi tidak berwarna. Hb. menggunakan antibody spesifik untuk setiap protein) - Penetuan ukuran dan jumlah partikel (dengan laser ± nephelometer) Pertimbangan antara turbidimetri dan nefelometri y y y Reaksi dalam turbidimetri dan nefelometri tidak mengikuti hukum Beer (Beer s Law) sehingga. maka gunakanlah panjang gelombang yang memberikan absorbansi minimum untuk larutan . IgE. IgA) di dalam serum dan cairan bilogi lainnya o Penentuan konsntrasi serum protein individu. 1-antitrypsin. kurva standard harus diplot dan konsentrasi dari zat yang akan dicari (sample) ditentukan dari kurva standard Karena absorbansi bergantung pada jumlah dan ukuran partikel. albumin (denganETransferring.

yang satu panjang gelombang yang memberikan absorbansi minimum untuk larutan dan yang satu lagi absorbansi maximum untuk partikel Sumber : Turbidimetry and nephelometry.y y Jika partikelnya berwarna dan larutannya tidak berwarna maka gunakanlah panjang gelombang yang memberikan absorbansi maksimum terhadap partikel Jika larutan dan partikelnya berwarna maka gunakan dua panjang gelombang.ziddu.ziddu.doc. Khouja Kalau mau sumber asli.com/download/14820420/TurbidimetryandNephelometry1.html http://www. by : Dr H.ppt.com/download/14820447/02-opticaltechniques2_presentasi.html . silakan buka : http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful