Sejarah Islam di Thailand Thailand merupakan salah satu negara diantara negara negara di kawasan asia tenggara.

Secara geografis, kawasan asia tenggara merupakan kawasan antara benua Australia dan daratan China, daratan India sampai laut China. dengan begitu, thailand cukup mudah untuk dijangkau para pelancong dari zaman ke zaman untuk mencari penghidupan maupun penyebaran agama. Mayoritas penduduk Thailand beragama Budha, hanya sedikit yang beragama Islam dan Konghucu. Akan tetapi umat Islam di Thailand merupakan minoritas yang berkembang cepat dan merupakan minoritas terbesar setelah China, The Muslims are a significant minority group in Thailand. They are the second largest minority next to the Chinese. Seperti halnya kaum minoritas di negara-negara yang lain, kawasan Thailand bagian selatan yang merupakan basis masyarakat melayu-muslim adalah daerah konflik agama dan persengketaan wilayah dengan latar belakang ras dan agama yang berkepanjangan. Lebih lebih ketika kerajaan melayu dihapuskan pada tahun 1902, masyarakat melayu Pattani dalam keadaan sangat tertekan. Khususnya pada pemerintahan Pibul Songgram (1939-44), orang Melayu telah menjadi mangsa dasar asimilasi kebudayaan. Bahkan sampai saat inipun masyarakat muslim minoritas Pattani Thailand menghadapi diskriminasi komplek dan teror yang berlarut-larut. Sehingga kehidupan sosial maupun politik menjadi sangat terbatas. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan Nik Anuar, Sengketa di perbatasan negeri berlaku di merata dunia sepanjang masa. Bukan sedikit tentera dan orang awam terkorban sebelum Bukit Golan jatuh ke tangan Israel, India dan Pakistan berbalah hingga ke saat ini bagi mengesahkan hak ke atas Kashmir. Demikian juga halnya dengan isu Patani, Mindanao, Aceh, Timor Timur, Pulau Batu Putih, Pulau Layang-layang dan Spratly yang turut dituntut oleh Malaysia. Bukit Golan yang subur, Kashmir yang indah kepada pelancong, Spratly yang strategik bagi dan dikatakan sarat dengan petroleum di perut buminya, tapak Masjid Babri kerana sentimen agama terdahulu semua ini menjadi alasan bagi sengketa, perbalahan dan perebutan. Konflik berkepanjangan di Thailand selatan tak ada bedanya dengan konflik minoritas muslim di pulau Moro Philipina dengan organisasi MILF. Keadaan tertekan seperti ini perlu adanya atensi yang lebih dari semua umat islam dan membantu secara materi maupun moral demi mewujudkan komunitas muslim yang berdampingan damai dengan komunitas yang lainnya. Maka dari itu, penulis lewat artikel ini akan membahas secara singkat dan padat tentang sejarah panjang masuknya Islam di thailand serta keadaan sosial dan politik minoritas muslim di daerah konflik, yaitu Thailand bagian selatan. Sejarah masuknya Islam di Thailand selatan Karena studi ini merupakan studi agama dalam cakupan kawasan, maka Sebelum memasuki ranah antropologi-dalam hal ini keadaan sosial-politik masyarakat muslim minoritas di Thailand selatan-diperlukan pendekatan dan penelitian dari ranah sejarah. Pasalnya, studi kawasan-keagamaan mempunyai cakupan yang komplek dari sebuah kultur politik, ekonomi, bahasa, adat, sosial dll. Islam tidak serta merta ada di negeri Siam (sekarang Thailand). Meskipun Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, akan tetapi Islam merupakan agama minoritas di daratan utama asia tenggara yang telah huni oleh Hindu dan Budha jauh sebelum Islam datang ke daerah tersebut sekitar abad ke-9, In mainland Southeast Asia, however, Islam has been a minority religion and Buddhism is a national religion. Historically the region had been dominated by Hinduism and Buddhism for centuries before the arrival of Islam around the ninth century Hal ini sedikit bertentangan dengan apa yang dikemukakan Azyumardi Azra dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Asia Tenggara, bahwa Islam masuk di Thailand diperkirakan pada Abad ke-10 atau ke11, di kawasan Thailand selatan atau tepatnya di daerah Pattani. Islampun masuk ke daerah kerajaan Pattani melalui pedagang-pedagang muslim dari Arab dan India, karena daerah Pattani merupakan daerah yang maju dan strategis untuk disinggahi. yang mana mereka disebut sebagai khek Islam atau orang muslim sebelum kerajaan Siam (Thailand) dibentuk. Karena pada awalnya, Pattani merupakan daerah yang terpisah dari Siam (saat ini Thailand), Muslims have been in Thailand since before the formation of the Thai kingdoms in the ninth century. Pada mulanya, Pattani sendiri merupakan kerajaan yang terletak di sebelah selatan Thailand dengan mayoritas penduduk melayu yang dipimpin oleh penguasa muslim yang bernama Sulaiman. dan Siam pada waktu itu berusaha untuk menguasai Pattani dengan mengirimkan pasukannya berkali kali akan tetapi selalu gagal. Hingga pada pemerintahan Sultan Muzhaffar, Pattani menuju zaman keemasannya, sehinnga menarik

while the word Thai is synonymous with Buddhism . Siam bersikap keras dan menekan kaum minoritas muslim dengan menyuruh mengganti nama nama mereka dengan nama Thailand serta mengambi adat istiadatnya Kehidupan Sosio-Politik Minoritas Muslim Thailand Pada tahun 1982 diadakan pertemuan di Malaka yang diikuti oleh utusan beberapa negara Asia tenggara termasuk Thailand. hadir 800 melayu muslim Thailand dan terdapat bebrapa lulusan Al Azhar mesir. Muslim melayu dan muslim non melayu. Mengikut Hikayat Patani pula. So how can they be both Thai and Islam ? The category of ThaiIslam . especially those in the South. Kecuali daerah Satun yang sudah terasimilasi dengan kelompok mayoritas Thai. Patani Yala Narathiwat Satun Dengan jumlah penduduk melayu muslim di Thailand 710. Pendapat mereka berasaskan kepada tulisan Tomes Pires dan lawatan Laksamana Cheng Ho ke rantau ini dalam tahun 1404-1433 T.[13] Dalam tatanan sosial.[12] Kaum muslim di Thailand sendiri terbagi menjadi 2 bagian. Dengan persentase 80% : 20%. Jadi bagaimana mungkin seseorang menjadi budha dan muslim pada satu waktu? Maka dari itu kaum muslim melayu lebih suka dipanggil Malay-Islam. Yaitu khaek yang berarti orang luar. unassimilated group. sehingga menjadikan patani daratan yang ramai dan sibuk. Fase kerajaan melayu Pattani Menurut A. pendatang atau tamu. Pasalnya. on the part of the Thai government by the Muslims. They prefer to be called by the historically and politically correct term Malay-Muslims Dari problem rasial seperti di atas.ketamakan Siam untuk kembali meguasaii Pattani dan akhirnya dapat menguasainya setelah perang bertahun tahun. Kedua. [17] Kehidupan Pattani di semenanjung Siam yang strategis menjadi tujuan pedagang pedagang dari berbagai penjuru dunia. timbullah pengelompokan kaum muslim di thailand menjadi 2 golongan. umat Muslim di Thailand bertempat di empat wilayah selatan Thailand yaitu. dan jumlah umat muslim keseluruhan di Patani lebih dari 3 juta jiwa.3). Pada kesempatan itu. Mereka berceramah tentang kehidupan minoritas Muslim di Thailand.M.6 . Dari sinilah permulaan pemberontakan kaum muslim Pattani untuk melepaskan diri dari Thailand yang telah menguasainya. Sedangkan mayoritas penduduknya beragama Budha. for the Malay-Muslims the word Muslim also means Malay.[14] Hingga istilah Thai-Islam dibuat pada 1940-an.Teeuw dan Wyatt berpendapat bahawa Patani telah ditubuhkan sekitar pertengahan abad ke-14 dan ke-15. bahasa dan adat.906. Golongan ini bertempat tinggal di daerah Yala. Akan tetapi istilah ini menimblkan kontradiksi karena istilah Thai merupakan sinonim dari kata Budha sedangkan Islam identik dengan kaum muslim melayu pada waktu itu. Yang masih menunjukkan kultur melayu-Islam pada nama. The problem is that. assimilated group. kehidpan sosio-politik kaum muslim Thailand selatan khususnya di patani bisa dibagi menjadi tiga fase. Kerajaan Melayu Patani berasal dari kerajaan Melayu yang berpusat di Kota Mahligai yang diperintah oleh Phya Tu Kerab Mahayana (Teeuw & Wyatt 1970. Dalam kaca mata historis. muslimin Thailand mendapatkan julukan yang kurang enak untuk didengar. (Teeuw & Wyatt 1970. Secara geografis. Meskipun pada mulanya khaek merupakan term untuk makro-etnis bagi orang selain Thai tapi lama kelamaan term tersebut dipakai pemerintah untuk mendeskripsikan kaum melayu-muslim diselatan Thailand. Narathiwat dan Pattani. Atau golongan yang terasimilasi atau berbaur dengan kaum mayoritas yaitu agama masyarakat Thai-Budha pada segala bidang tatanan kehidupan hanya saja tidak sampai pada masalah keagamaan. therefore. Pertama. dimana kerajaan melayu patani telah dibentuk. A. Sehingga dalam waktu yang singkat patani telah menjadi kerajaan yang kuat dan ramai dari segi ekonomi maupun politik. if not an insult. Atau golongan yang tidak berbaur namun menyendiri di Thailand bagian selatan. Hubungan . Fase ini dimulai sekitar abad ke-14. has been regarded as insensitive.Teeuw dan Wyatt kerajaan ini berdiri sendiri tanpa aturan dari kerajaan Siam atau Thailand.

Fase modern muslim Thailand selatan Dimana masuknya pengaruh pengaruh barat pada awal abad ke-19 telah merubah Siam menjadi modern pada berbagai bidang. led a rebellion against the Thai Reform. Kesempatan untuk merdeka semakin terbuka lebar ketika terjadi terjadi perang pasifik dengan Thailand dan Jepang melawan Britain dan Amerika. a modern education system and a modern economy. Hal serupa telah memberi pengaruh pada generasi muda muslim Thailand selatan yang selama ini dalam kekuasaan Thailand dan menumbuhkan semangat nasionalisme dalam diri mereka untuk menjadi merdeka dan berdiri sendiri dari kekangan Thailand. 1906 The Seven States were made into a Circle[monthon] Patani 1909 The Anglo-Siamese Agreement established the present border between Thailand and Malaysia. akan tetapi berbeda dengan Amerika yang membiarkan kedua negara tersebut bertikai. 1902 Raja of Patani. After years under colonial rule-both direct and indirect in the case of Siam or Thailand-the society and politics of the region had been shaped largely by modernization. Thus. Sebagai imbalan. Narathiwat dan Patun. Patani. Jepang berjanji akan menyerahkan wilayah melayu utara. Kedah. historically. Teeuw danWyatt berkeyakinan bahawa Islam telah bertapak di Kuala Berang. Dan lambat laun mendapat pengaruh dari Sukhotai. however. iaitupada sekitar 1386. Setelah kekalahan Britain di melayu dan kekalahan Amerika di Hawai. It was. it can be said that the Western impact that drove Siam to secure its independence and modernization also gave the Malay-Muslim states an opportunity to assert its own autonomous state and religion vis-à-vis the modernized Thai nation-state Dimulailah perjuangan utuk menuntut kemerdekaan bagi wilayah muslim Thailand pattani dan empat wilayah lainnya di Thailand selatan. Nik Anuar Nik Mahmud menambahkan bahwa Islam masuk ke kerajaan patani pada abad ke-13 dan lebih awal dari malaka. Abdul Kadir. Hal ini dimanfaatkan oleh Pattani dan wilayah muslim Thailand selatan untuk memanfaatkan Britain membantu mereka merdeka dari belenggu Thailand dan dipimpin oleh tengku Muhyidin. pada 21 Disember 1941. Islam telah bertapak di Patani lebih awal daripada Melaka (Mills 1930). Kelantan. 4).patani dengan luar negeri yang baik menjadikannya selamat dari penjajahan negara Siam. Dalam hal ini. Thailand mengobarkan perang melawan Britain. 1932 Revolution overthrew the monarchy 1933 Abolished the Circle system. Islam masuk di kerajaan Melayu-Pattani sekitar abad ke-13. Keadaan yang seperti ini menjadikan kerjaan melayu patani menjadi tuuan para pedagang pedagang muslim maupun non muslim dari belahan bumi barat dan menancapkan ajaran agama Islam pada sekitar abad ke-13. including an invention of a centralized administrative government.M. the muslim presence in traditional thai polity is traceable to the 13th century in the Sukhothai era. politik dan pendidikan. Penjelasan struktur melayu patani di bawah kekuasan Thailand ada pada data berikut ini. . Terengganu. Yala. (Teeuw & Wyatt 1970. Pada 25 januari 1941. re-organization of the southernmost area into (1) Pattani Province (2) Yala Province (3) Narathiwat Province and (4) Satun rovince Dari data di atas terlihat jelas bahwa muslim Pattani menjadi minoritas yang sepenuhnya diatur dibawah kekuasaan Thailand. Hingga pada akhirnya muslim Thailand yang berada di wilayah selatan Thailand dibagi dalam empat propinsi. ekonomi. Pre-1808 Patani was an autonomous state and gradually came under Sukhothai influence as a vassal state and under Ayutthaya control as a tributary state. Fase kerajaan Melayu-Pattani dalam kekuasaan kerajaan Siam Fase ini dibagi menjadi beberapa bagian dimana kerajaan melayu Pattani mendapatkan hak otonomi dari kerajaan Siam sebelum tahun 1808 M. Portugis dan Belanda.87 T. Pibul Songgram berpihak kepada Jepang. during the Ayutthayant period that muslim asserted their dominan position. 1808 Bangkok ruled and divided Patani into 7 muang [states]: (1) Patani (2) Nongchik (3)Yaring (4) Raman (5) Yala (6) Saiburi (7) Rangae 1832 and 1838 Revolts in the Seven States 1901 Bangkok under Rama V launched a central administration of the provinces and issued the Regulations Concerning the Administration of the Area of the Seven Provinces which aimed at increasing centralized Thai control over the area. Trengganu dan Perlis Kepada Thailand.

Kegagalan tengku Muhyidin dalam membebaskan wilayah selatan Thailand telah menggalakkan ulama muslim untuk turun berjuang di wilayah terbuka. sosial maupun politik. Masyarakat muslim Thailand saat ini telah menjadi bagian integral dari keseluruhan pemerintahan dan komunitas Thailand dari beberapa abad yang lalu. dimana modernisme merambah semua negara dan Thailand menjadi negara demokrasi. Akan tetapi mengapa pada saat ini menggunakan label agama Islam ? Masih menurut Patrick Jory. Secara historis. Akan tetapi mereka sadar bahwa keadaan politik yang ada menjadikan mereka sulit untuk mendapatkan kemerdekaan. diberlakukan operasi pembersihan gerakan anti-pemerintah diwilayah muslim Thailand selatan. pemerintah berusaha untuk menghilangkan istilah Malay (melayu) pada masyarakat Thailand selatan dan menggantinya menjadi Thai-Muslim atau Thai-Islam . Meskipun tetap berada dalam tekanan dan diskriminasi dari pemerintah Thailand. relations between the Malay-Muslims of the South and Thai authorities have been relatively the same. Pergolakan menahun antara muslim minoritas dengan pemerintah. Perjuangan belum berakhir. From the late 1950s to the present. Barisan Nasional Pembebasan Pattani (BNPP). it feared that with the new. Melayu-Pattani dengan etnis Thai sebagai mayoritas. gerakan asimilasi malay-muslim dengan thai-budha akan tercapai. Barisan Revolusi Nasional (BRN). The muslims today just as the past continue to be numerically and politically significant as national minority in modern-day Thailand. Akan tetapi mereka tetap berusaha menjadi bagian komunitas yang dipahami. Epilog. Yang menjadi motor pergerakan pembebasan muslim Pattani dan wilayah muslim lainnya. Karena identitas melayu akan memberikan kekuatan menumbuhkan semangat nasionalisme dan berusaha berpisah dari pemerintah Thailand. Hal ini menyisakan satu solusi bagi umat muslim di Thailand selatan. bahwa pada masa kolonial. kultur dan ekonomi. Msulim di Thailand mempunyai sejarah tersendiri yang bisa dibilang tragis dan berliku. Lebih lebih ketika Britain dan Amerika mengakui kedaulatan Thailand pada 1 janurai 1941.Akan tetapi Britain mempunyai kehendak lain dibalik perseteruannya dengan Thailand sehingga tengku Muhyidin sadar bahwasanya dirinya telah menajadi mangsa percaturan politik Britain-Thailand. patronizing and misunderstanding on the part of the government officials are still prevalent. Mulai dari abad ke-13 dimana Agama Islam menapakkan kakinya di kerajaan Pattani dan kemudian menjadi mayoritas di wilayah tersebut.[26] Dan diharapkan dengan pergantian linguistik tersebut. Bertubuhan perpaduan Pembebasan Pattani (PPPP) atau PULO. post-colonial logicof nation-based states. Hal itu dikarenakan ketidak setujuan komunitas muslim pada aturan aturan dan proses asimilasi yang dilakukan oleh pemerintah Thailand kepada komunitas muslim. Similar policies aimed at integration and assimilation of the Muslims are still being prescribed to the local offices. Pada tahun 1970. Kegagalan merebut kemerdekaan bagi wilalyah muslim di Thailand selatan telah memunculkan gerakan gerakan baru yang lebih besar. resentment and disapproving of Thai rule and power are also rampant among the Malay-Muslims. Pada tahun 1950 dan seterusnya hubungan melayu muslim Thailand selatan dengan penguasa Thailand diliputi ketidakpercayaan. Terlepas dari konflik etno-religious yang terjadi. Muslim di thailand bukanlah komunitas baru dan juga bukan komunitas yang dipinggirkan. yaitu komunitas melayu Pattani yang dari awalnya berdiri sendiri dan kemudian dikuasai oleh Siam atau Thailand. Dan saat ini. masyarakat minoritas muslim di Thailand selatan telah mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu. muslim Thailand mulai . recognition of the people of the region as malay might give credibility to demands for the separate malay state. Fear. Keadaan menekan tersebut menimbulkan reaksi keras dari komunitas muslim dengan bermunculannya gerakan pemberontakan dan pembebasan wilayah muslim Thailand selatan. Mistrust. kecurigaan dan kesalahpahaman yang berlarut larut. sebenarnya adalah perseteruan dua etnis. Maka dari itu muslim di thailand saat ini adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat Thailan secara keseluruhan dan tetap menjadi minoritas di berbagai bidang. the government has attempted to replace it with the religious label Thai-Muslim in the hope that this linguistic change would contribute to the overall goal of assimilation. Akan tetapi. menurut Patrick Jory. umat muslim di Thailand selatan di masa kontemporer ini telah mengalami peningkatan yang signifikan di berbagai bidang. yaitu menuntut otonomi penuh bagi empat wilayah Thailand selatan dari penguasa thailand. Hal itu berangkat daari background masyarakat muslim sendiri.

[29] Dan beberapa masjid di berbagai kota di thailand.mywapblog. Songkhla 204 masjid. Satun 147 masjid. Biarpun begitu. Wallahu a lam bisshawab http://blackfiles.xhtml . Pattani 544 masjid.com/sejarah-islam-di-thailand.dipandang positif oleh komunitas yang lainnya. Hal ini memunculkan era baru antara muslim-pemerintah yang memberikan ruang lebih luas bagi umat muslim Thailand merambah dunia politik dan ekonomi. Karena mereka tetap menjadi minoritas yang mendapatkan tekanan dan diskriminasi yang tak henti henti. Narathiwat 447 masjid. minoritas muslim thailand masih jauh dari kelapangan dalam hidup. Krabi 144 masjid. Bangkok 159 masjid. Hal ini tampak dari pertumbuhan masjid di Thailand yang berkembang pesat. Yala 308 masjid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful