Kematian Akibat Luka Tembak

Albert * Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta**

Pendahuluan
Latar Belakang Di dalam menghadapi kasus kriminal yang melibatkan pemakaian senjata api sebagai alat yang dimaksudkan untuk melukai atau mematikan seseorang, maka dokter sebagai orang yang melakukan pemeriksaan khususnya atas diri korban, perlu secara hati-hati, cermat dan teliti di dalam menafsirkan hasil yang didapatnya; oleh karena pemakaian senjata api untuk maksud membunuh atau melukai membawa implikasi yang luas, tidak jarang menimbulkan keresahan dan kesulitan tersendiri bagi mereka yang terlibat. Untuk dapat menjalankan tugas dan fugsi sebagai pemeriksa maka dokter harus dapat menjelaskan berbagai hal; di antaranya: apakah luka tersebut memang luka tembak, yang mana luka tembak masuk dan yang mana yang keluar, jenis senjata yang dipakai, jarak tembak, arah tembakan, perkiraan posisi korban sewaktu ditembak, berapa kali korban ditembak dan luka tembak mana yang menyebabkan kematian. Tujuan Tujuan makalah ini adalah untuk memberikan pengatahuan lebih lanjut mengenai pemeriksaan medis untuk menilai berbagai hal dalam luka tembak dan pembuatan serta penyampaian laporan hasil pemeriksaan.

*Albert, NIM 102008070, Kelompok C-3 **Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Arjuna Utara no. 6 Jakarta Email: albertz_coolz@yahoo.com

Isi
1

Skenario: Anda bekerja di sebuah rumah sakit pemerintah tipe C di daerah. Suatu hari polisi mengirimkan seorang myat laki-laki muda. Polisi mengatakan bahwa laki-laki tersebut adalah seorang penjahat kelas kakap yang tertwmbak petugas ketika akan ditangkap dan mencoba melawan petugas. Dikatakannya bahwa laki-laki tersebut akan menyerang polisi dengan celurit. Setelah polisi meninggalkan anda, datang serombongan orang. Diantaranya terdapat seorang wanita yang menangis terisak-isak. Ia mengatakan bahwa suaminya (mayat) bukanlah penjahat, ia seorang karyawan yang cukup sukses. Ia juga mengatakan bahwa tadi pagi suaminya masih pergi ke kantor dengan cara seperti biasa. Ia meminta kepada dokter agar melakukan pemeriksaan dengan cermat dan tidak memihak kepada polisi, dan memohon agar dokter dapat membuktikan bahwa suaminya bukan orang yang bersalah.

Aspek Hukum Prosedur Medikolegal
Dalam aspek hukum, kasus ini dapat tergolong pada ejahatan terhadap tubuh dan jiwa manusia yankni sesuai dengan pasal1: • Pasal 338 KUHAP Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Prosedur medikolegal dalam suatu kasus ini antara lain1: 1. Penyelidikan dan penyidik • • Pasal 4 KUHAP Penyelidik adalah setiap pejabat polisi negara Republik Indonesia Pasal 5 KUHAP (1) Penyidik sebagaimana dimaksudkan pasal 4: a. Karena kewajibanya mempunyai wewenang: 1. Menerima laopran atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana; 2. Mencari keterangan dan barang bukti; 3. Menyuruh berhenti seorang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri; 4. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab. a. Atas perintah penyidik dapat melakukan tindakan berupa: 1. Penangkapan, larangan meninggalkan tempat, pengeledahan dan penyitssn. 2

• Pasal 7 KUHAP (1) Penyidik adalah: a. (2) Penyidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a. Mengambil sidik jari dan memotret seseorang 4. Membawa dan menghadapkan seseorang pada penyidik. (4) Penyidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. • Pasal 2 PP no 27/1983 (1) Penyidik adalah: a. Pemeriksaan dan penyitaan surat. Pejabat polisi Negara Republik Indonesia tertentu yang sekurang-kurangnya berpangkat Pembantu letnan Dua Polisi b. (3) Wewenang penunjukan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dapat dilimpahkan kepada Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (1) Penyelidik membuat dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tindakan sebagaimana tersebut pada ayat (1) huruf a dan huruf b kepada penyidik. Menteri 3 .2. Pejabat polisi Negara Republik Indonesia b. Pejabat pegwai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undangundang. diangkat oeleh menteri atas usul dari Departemen yang membawahkan pegawai negeri tersebut. karena jabatanya adalah penyidik. 3. (1) Dalam hal di suatu sektor kepolisian tidak ada pejabat penyidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a. maka Komandasn Kepolisian yang berpangkat bintara di bawah Pembantu Letnan Dua Polisi. (1) Syarat kepangkatan pejabat sebagaimanan dimaksudkan dalam ayat (1) akan diatur lebih lanjur dalam peraturan pemerintah • Pasal 10 KUHAP (1) Penyidik pembantu adalah pejabat kepolisian Republik Indonesia yang diangkat oleh Kepala Kepolisian negara Republik Indonesia berdasarkan syarat kepangkatan dalam ayat (2) pasal ini. ditunjuk oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu yang sekurang-kurangnya berpangkat Pengatur Muda Tingkat 1 (golongan II/B) atau yang disamakan dengan itu. (2) Syarat kepangkatan sbagaimana tersebut pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

• Pasal 179 KUHAP (1) Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. (2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis. penyidik wajib menerangkan sejelas-jelasnya tentang maksud dan tujuan perlu dilakukannya pembedahan tersebut. penyidik segera melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 133 ayat (3) undang-undang ini. yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. • Pasal 134 KUHAP (1) Dalam hal sangat diperlukan di mana untuk keperluan pembuktian bedfah mayat tidak mungkin dihindari lagi. 4 . (5) Wewenang pengangkatan sebagimanan dimaksud dalam ayat (5) dapat dilimpahkan kepada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri. (3) Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuat identitas mayat. 2. sedangkan keterangan yang diberikan oleh dokter bukan ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan. keracunanan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana. ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran dan kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. (3) Apabila dalam waktu dua hari tidak ada tanggapan apaun dari keluarga atau pihak yang perlu diberitahukan tidak diketemukan. (2) Dalam hal keluarga keberatan. penyidik wajid memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarga korban. Kewajiban dokter membantu peradilan • Pasal 133 KUHAP (1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka.sebelum melaksanakan pengangkatan terlebih dahulu mendengan pertimbangan Jaksa Agung dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. dilak dengan diberi cap jabatan yang diletakan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat Penjelasan Pasal 133 KUHAP (2) Keterangan yang diberikan oleh ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan ahli.

dilihat atau dilaminya sendiri.(2) Semua ketentuan tersebut di atas untuk saksi berlaku juga bagi mereka yang meberikan keterangan ahli. dangan ketentuan bahwa mereka mengucapkan sumpah atau jani memberikan keterangan yang sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya menurut pengetahuan dalam bidang keahliaannya.surat d. Bentuk bantuan dokter bagi peradilan dan manfaatnya • Pasal 183 KUHAP Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurangkurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya.petunjuk e.keterangan ahli c.keterangan saksi b. b. Berita acara dan surat lain dalam bentuk resmi yang dibuat oleh pejabat umum yang berwenang atau yang dibuat dihadapannyayang memuat keterangan tentang kejadian atau keadaan yang didengar. dibuat atas sumpah jabatan atau dikutkan dengan sumpah.keterangan terdakwa (2) Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan. adalah: a. disertai dengan alasan yang jelas dan tegas tentang keterangan itu. • Pasal 186 KUHAP Keterangan ahli aialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang peradilan Penjelasan Pasal 186 KUHAP Keterangan ahi ini dapay juga sudah diberikan pada waktu pemeriksaan oleh [enyidik atau penuntut umum yang dituangkan dalam bentuk laopran dan dibuat dengan mengingat sumpah di waktu ia menerima jabatan atau pekerjaan. • Pasal 187 KUHAP Surat sebagimanan pada pasal 184 ayat (1) huruf c. 2. Surat yang dibaut menurut ketentuan peraturan perundang-undangan atau surat yang dibaut oleh pejabat mengenai hal yang termasuk dalam tata laksana yang 5 . • Pasal 184 KUHAP (1) Alat bukti yang sah ialah a.

3 Januari 2012 6 .00 WIB. : : : : : : : : Bagus Laki-laki 30 tahun Indonesia Pegawai Swasta Islam Tanjung Duren 1068/SK. pukul 24. Jakarta.II/07/2006 978/ML No. 161/VER/VII/2006/Sek.: hasil bedah jenazah atas jenazah Bagus. d. dengan Surat Permintaan Visum No. Surat lain yang hanya dapat berlaku jika ada hubungannya dengan isi alat pembuktian yang lain. 3106976 Jakarta 10430 Nomor Lampiran Perihal : 1068/ SK II /07/ 2012 : -. Surat ketengan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan keahliannya mengenai sesuatu keadaan yang diminta secara resmi dari padanya. register RSCM RIWAYAT Mayat diterima di Bagian Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta pada tanggal 18 Juli 2006. Salemba Raya 6 telp. IDENTITAS KORBAN Nama Jenis kelamin Umur Bangsa Pekerjaan Agama Alamat No. register forensik : BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA Jl. c.menjadi tanggung jawabnya dan yang diperutukan bagi pembuktian sesuatu hal atau sesuatu keadaan.Plg dari Kepolisian Sektor Pulogadung.

yang kosong. dokter pada Bagian Ilmu Kedokteran Forensik. Nomor : 161/VER/VII/2012/Sek. biru. pukul sepuluh malam Waktu Indonesia Barat. Bagus usia 30 tahun. polos. ------------------------------------------------: laki-laki --------------------------------------------------------: 30 tahun --------------------------------------------------------: Indonesia.Tjgdrn. 3. Pakaian mayat…… Lanjutan Visum Nomor : 1068/ SK II /07/ 2006 Halaman ke 2 dari 8 halaman. Warna label coklat. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta.PROJUSTITIA Visum Et Repertum Yang bertanda tangan di bawah ini. merek Crocodile ukuran L dengan dua saku pada bagian dada kanan dan kiri. Kemeja lengan panjang garis-garis biru warna dasar putih. Albert Santoso. bertempat di ruang bedah jenazah Bagian Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia telah melakukan pemeriksaan bedah jenazah atas jenazah yang menurut surat tersebut adalah: Nama Jenis kelamin Umur Bangsa Pekerjaan Alamat I. Pakaian mayat :-------------------------------------------------------------------------a. menerangkan bahwa atas permintaan tertulis dari Kepolisian Sektor Tanjung Duren tertanggal 3 Januari 2012.-------------------------------------------------------: Pegawai Swasta. Tutup mayat: Kain. bahan dari karton.-----------------------------------------------: Tanjung Duren-------------------------------------------------- ------------------------------------------------Hasil Pemeriksaan --------------------------------Pemeriksaan luar -------------------------------------------------------------------------1.------------------3. : Bagus. Kemeja berlumuran darah pada bagian dada sebelah kiri. maka pada tanggal tiga Januari tahun dua ribu dua belas. Label mayat : adanya label dari pihak kepolisian pada ibu jari kaki kanan mayat. isi label Tn. Pada daerah dada 7 . kotor di bagian dada karena darah.-----------2.

Pada saku depan sisi kanan terdapat sapu tangan bewarna coklat polos. Lanjutan Visum Nomor : 1068/ SK II /07/ 2006 Halaman ke 3 dari 8 halaman. Lebam mayat terdapat pada bagian punggung atas dan punggung kanan kiri sisi luar. Benda disamping mayat : tidak ada. panjang badan seratus tujuh puluh lima sentimeter dan berat delapan puluh kilogram dan zakar disunat. merek Executive dengan dua buah saku pada bagian belakang dan depan pada sisi kanan dan kiri.----------------------------------c.-------------------------------------------------5. umur tiga puluh tahun. 6.. Pada jari manis tangan kanan terdapat cincin pernikahan polos dari emas di bagian dalam bertuliskan nama Indah. Mayat adalah……. Mayat adalah seorang laki-laki bangsa Indonesia.----------------------------------------7. Celana panjang bewarna hitam.-------------------------------------d. Terdapat tanda lahir ukuran 2cm x 3cm di dada daerah kanan 3cm di atas puting susu.--------------------------------------- 8 .-----------6. Kaku mayat terdapat pada seluruh tubuh. kulit berwarna coklat. gizi baik.------------------------------------------------------b. kaku mayat sukar dilawan. warna merah kebiruan. dua puluh lima sentimeter di bawah jahitan bahu dan sepuluh sentimeter dari garis pertengahan terdapat robekan berbentuk lingkaran dengan diameter satu sentimeter.sebelah kiri.-----------------------------------------------4. pucat bila ditekan. Celana dalam dari kaus warna abu-abu dengan karet bewarna merah pada pinggang dengan tulisan Rider bewarna hitam. lebam mayat di daerah punggung. Identifikasi khusus : --------------------------------------------------------------------a.

. Dari lubang…….Bulu milimeter. Rambut plontos.8.---------------------------------------------Dari lubang kemaluan tidak keluar cairan jernih.----------------------------------------Dari lubang pelepasan tidak keluar apa-apa. Lanjutan Visum Nomor : 1068/ SK II /07/ 2006 Halaman ke 4 dari 8 halaman.-------------------------------------------------------------------------------------9. Gigi-geligi:-------------------------------------------------------------------------------gigi geligi lengkap.Mulut tertutup.------------------------------------------------------------------------------mata berwarna hitam. Alat kelamin berbentuk biasa tidak menunjukkan kelainan. tumbuhnya cukup tebal. panjang satu sentimeter. selaput bola mata dan selaput kelopak mata kanan dan kiri berwarna putih.---------------------------------------------------------berbentuk oval biasa. panjang botak Alis lima mata berwarna hitam. kedua bibir tebal --------------------------------------------------------11. Hidung Telinga berbentuk mancung.---------------------------------------------------------------. Luka-luka:-------------------------------------------------------------------------------9 . Kelopak mata tertutup.---------------------------------------14. 13. tumbuhnya lentik.----------------------12.------------------------------------Dari lubang telinga tidak keluar darah. tidak terdapat perdarahan maupun pelebaran pembuluh darah------------------------------------------------------------------------------10.---------------------------------------------------------------------------12. selaput mata jernih.-----------------------------------------------Dari lubang hidung tidak keluar bekuan darah. Dari lubang mulut tidak keluar darah.

-----------------------------------c. Tidak terdapat adanya tulang yang patah.a. -------------------------------------------------------------------------------Tulang dada dan iga-iga utuh. Pemeriksaan Dalam ( Bedah Jenazah ). Patah tulang :---------------------------------------------------------------------------a. Tebal di daerah dada sepuluh milimeter dan di daerah perut empat puluh milimeter. II. MET. Luka bentuk bundar terdapat kelim lecet. kelim lecet yang terbentuk sama lebarnya pada setiap arah. ---------------------------------------------17. Pada jari manis tangan kanan terdapat cincin pernikahan polos dari emas di bagian dalam bertuliskan nama Indah. luka terdapat pada daerah dada sebelah kiri.-----------------b. Uji urine terhadap MDMA. Golongan darah = O. dua puluh lima sentimeter di bawah jahitan bahu dan sepuluh sentimeter dari garis pertengahan terdapat robekan berbentuk lingkaran dengan diameter satu sentimeter. Jaringan lemak bawah kulit daerah dada dan perut berwarna kuning .-------------------------------------------------------------------- Lanjutan Visum Nomor : 1068/ SK II /07/ 2006 Halaman ke 5 dari 8 halaman. THC. cocain. Otototot berwarna merah segar.--------------------------------------------------------Pada sela iga kelima kiri. sepuluh sentimeter dari garis tengah terdapat kelim 10 . cukup tebal. sobek dengan diameter satu sentimeter dan disekitar lubang terdapat bekas darah.---------------------16. Lain-lain:--------------------------------------------------------------------------------a. setinggi sela iga keempat dan yang Sekat rongga badan sebelah kanan kiri setinggi sela iga kelima.---------------------------------------------------------d. dua puluh lima sentimeter di bawah jahitan bahu dan sepuluh sentimeter dari garis pertengahan terdorong ke dalam. morfin menunjukkan hasil negatif. Serat pakaian pada daerah dada sebelah kiri.---------------------------------------------------------------------15.

Paru kiri tampak agak menguncup. Lingkaran katup serambi bilik kanan sebelas sentimeter sedangkan yang kiri sepuluh sentimeter. Otot puting cukup tebal. dan peluru sepanjang satu sentimeter dengan diameter enam milimeter. Pembuluh nadi jantung tidak tersumbat dan dindingnya tidak menebal. Paru kanan terdiri dari tiga baga. Sekat jantung tidak menunjukan kelainan. Lanjutan Visum Nomor : 1068/ SK II /07/ 2006 Halaman ke 6 dari 8 halaman. bewarna kelabu kemerahan dan perabaan agak kenyal. berat dua puluh gram. bewarna kelabu kemerahan dan perabaan seperti karet busa. 23.--------------------Rongga dada sebelah kiri terdapat darah dan bekuan darah sebanyak empat ratus dua puluh lima mililiter.------------------------------------------------------------------20. tidak terdapat bekas tergigit atau resapan darah. kurang mengandung udara.--------------------------------------- 11 . tidak membesar dan penampangannya tidak menunjukan kelainan. Iga lain serta tulang dada tidak menunjukan kelainan. 19.-----------------------Kandung jantung sebelah kiri depan terdapat luka tembus lurus bundar dengan diameter sembilan milimeter.---------------------------------22.lecet dan luka tembus peluru berbentuk bulat diameter satu sentimeter. Pada dinding depan bilik jantung kiri. Jaringan ikat bawah kulit daerah leher dan otot leher tidak menunjukkan kelainan. Paru kiri terdiri dari dua baga.-----------------------------------------------------------------------------18. satu sentimeter sebelah kiri sekat jantung terdapat luka menembus sepanjang dua sentimeter. terdapat bintik perdarahan. 21. Katup jantung tidak menunjukan kelainan. Lidah bewarna kelabu. paru kanan cukup mengembang dan paru kiri tampak agak menguncup. Tonsil tidak membesar dan penampangannya tidak menunjukan kelainan. Jantung tampak sebesar tinju kanan mayat. dalam kandung jantung terdapat darah sebanyak tiga ratus lima puluh mililiter dan paru kiri tampak agak menguncup. Selaput luar jantung tampak licin. Kelenjar gondok bewarna coklat merah. perabaan lemas. Berat jantung tiga ratus gram. Penampangnya tampak agak pucat dan dari irisan keluar sedikit darah. Lingkaran katup nadi paru sepanjang enam setengah sentimeter fan katup batang nadi sepanjang enam sentimeter. Tebal otot bilik jantung kanan empat milimeter dan yang kiri dua belas milimeter. Berat paru kiri tiga ratus gram dan yang kanan empat ratus gram.

------------------------------32. Berat anak ginjal kanan delapan gram dan yang kiri sembilan gram.---------------------------------------------------------------25. dan usus besar tidak menunjukan kelainan.------------------------------------------------------------------------29.24. bewarna kelabu mengkilat. Simpai ginjal kanan dan kiri tampak rata dan licin. tepinya tajam dan perabaan kenyal padat. Usus dua belas jari. Penampang hati bewarna merah coklat dan gambaran hati tampak jelas. Lambung berisi makanan yang setengah terema terdiri dari nasi dan sayur. Penampang ginjal menunjukan gambaran yang jekasm ginajl dan saluran kemih tidak menunjuksn kelainan. Gambaran kulit dan sumsum jelas. tidak menunjukan kelainan. Kerongkongan kosong. Ginjal kanan dan kiri bersimpai lemak tipis.-------------------------------------------------------------------30. Dalam rongga perut tidak terdapat darah maupun cairan. Saluran mepedu tidak menunjukan penyumbatan. permukaannya keriput dan perabaan lembek. permukaan rata.-------------------------------------------------------------------------------------26. bewarna coklat dan mudah dilepas. 31. usus halus. Penampangannya bewarna merah hitam dengan gambaran limpa jelas.------------------------------------------------28. Selaput lendirnya bewarna putih kemerahan. Tirai usus tampak menutupi sebagian besar usus.---------------------------------------------------------- 12 . Kelenjar liur perut bewarna putih kekuningan. Berat kelenjar liur perut delapan puluh lima gram. Hati berwarna coklat. permukaan menunjukan belahbelah dan penanpangnya tidak menunjukan kelainan.-----------------------------------------------------------------------27. Kandung kecing berisi cairan bewarna kekuningan dan selaput lendirnya bewarna putih.-------------------33. Berat ginjal kanan sembilan puluh gram dan yang kiri seratus gram.---------------------------------------------------------------------------------------Lanjutan Visum Nomor : 1068/ SK II /07/ 2006 Halaman ke 7 dari 8 halaman. tidak menunjukan kelainan. Anak ginjal kanan berbentuk trapesium dan yang kiri berbentuk bulan sabit. Limpa bewarna ungu kelabu. selaput lendir bewarna putih. Dinding rongga perut tampak licin. Kandung empedu berisi cairan yang bewarna hijau seperti beludru. Berat limpa seratus sepuluh gram. Berat hati seribu dua ratus gram. Selaput lendirnya bewarna putih dan menunjukan lipatan yang biasa. Batang tenggorok dan cabnagnya berisi sedikit darah dan busa. tidak terdapat kelainan. tidak menunjukan kelainan.

-------------Demikian telah saya uraikan dengan sejujur-jujurnya dan menggunakan pengetahuan saya yang sebaik-baiknya. Otak kecil dan batang otak tidak menunjukkan perdarahan baik pada permukaan maupun penampangnya. ---------------------------------------------------------13 . Kulit kepala bagian dalam bersih.paru kiri – tembus jantung kiri. Selanjutnya dapat ditentukan saluran luka sebagai berikut:---------------------Saluran luka dimulai dari luka pada dada sebelah kiri.------------------------------------------------------35. Tidak terdapat perdarahan di atas maupun di bawah selaput keras otak. sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHP).---------------------Sebab mati orang ini akibat luka tembak pada dada kiri yang menembus ke paru kiri dan tembus sampai jantung kiri.34. berturut-turut menembus kulit – lapisan bawah kulit – pleura paru kiri . Selaput keras otak tidak menunjukkan kelainan. Kesimpulan : Pada pemeriksaan mayat laki-laki berumur tiga puluh tahun. ditemukan luka terbuka pada dada kiri yang menurut pola dan sifat lukanya sesuai dengan luka tembak masuk jarak dekat dengan arah tegak lurus. Penampang otak besar tidak menunjukkan kelainan. sehingga menyebabkan perdarahan yang hebat.------ Lanjutan Visum Nomor : 1068/ SK II /07/ 2006 Halaman ke 8 dari 8 halaman. Permukaan otak besar menunjukkan gambaran lekuk otak yang biasa. mengingat sumpah jabatan. Saat kematian diperkirakan sekitar 3-5 jam sebelum masuk rumah sakit. tidak terdapat perdarahan. Tulang tengkorak utuh.

Albert) NIM.Dokter pemeriksa. 102008070 14 . (dr.

letak/distribusi. corak. 3. warna. untuk identifikasi di kamar jenazah. bahan. merek. 15 .  Kaku mayat. kadangkala disertakan pula pengiriman benda di samping mayat. bahan. Gunting label mayat ini pada tali pengikat. distribusi. monogram/inisial. bentuk serta ukiran nama/inisial pada benda perhiasan tersebut. derajat kekakuan pada beberapa sendi.  Suhu tubuh mayat. Sedangkan label rumah sakit. Catat juga letak dan ukuran pakaian bila ada tidaknya bercak/pengotoran atau robekan. Pemeriksaan Luar 1. Pencatatan meliputi bahan. Catat warna. harus tetap ada pada tubuh mayat. cap binatu. dari yang terluar sampai terdalam. Terhadap benda di samping mayat inipun dilakukan pencatatan yang teliti dan lengkap 7. warna. Perhiasan mayat Perhiasan yang dipakai oleh mayat harus dicatat pula dengan teliti. Bersamaan dengan pengiriman mayat. corak. Pakaian Pakaian mayat dicatat dengan teliti mulai dari yang dikenakan di atas sampai di bawah. dan isi label selengkap mungkin. Tutup mayat Catatlah jenis/bahan. serta disimpan bersama berkas pemeriksaan. serta tali pengikatnya bila ada. warna dasar. Label mayat label mayat (dari pihak kepolisian) yang biasanya diikatkan pada jempol kaki mayat diperiksa. warna. warna. 4. dan ada tidaknya spasme kadaverik. memakai termometer rektal dam dicatat juga suhu ruangan pada saat tersebut. bentuk/model pakaian. ukuran. Tanda kematian  Lebam mayat. 5. Benda di samping mayat. serta kondisi (ada tidaknya bercak/pengotoran) dari penutup mayat. serta kondisi (ada tidaknya bercak/pengotoran) dari bungkus mayat.Pembahasan Pemeriksaan Medis a.. dan tambalan/tisikan bila ada. warna dan corak tekstil. Saku diperiksa dan dicatat isinya. Pencatatan meliputi jenis. 2. dan intensitas lebam. Bungkus mayat Catatlah jenis/bahan. 6. merk penjahit.

tinggi badan. Pembusukan. warna. status gizi. Rambut kepala harus diperiksa. seperti jenis kelamin. bangsa/ras. Pemeriksaan rambut Memeriksa distribusi. bandingkan kiri dan kanan. Catat ukuran pupil. meliputi rajah/tatoo. 16 . Pemeriksaan daun telingan dan hidung Mencatat bentuk dan kelainan/anomali pada daun telinga dan hidung. warna. cari pembuluh darah yang melebar. seperti apakah kelopak terbuka atau tertutup. bekas pencekikan atau pelebaran pembuluh darah. 2. 8. Kelenjar tiroid dan getah bening juga diperiksa secara menyeluruh. kelainan letak. 6. Kornea jernih/tidak. adanya kelainan fisiologik atau patologik. keluarnya cairan. atau bercak perdarahan. 5. 7. benda asing. 3. termasuk jumlah. Indentifikasi khusus Mencatat segala sesuatu yang dapat dipakai untuk penentuan identitas khusus. berat badan. pewarnaan. Catat keadaan dan warna iris serta kelainan lensa mata. Perhatikan bentuk lubang pelepasan. gigi palsu. Catat gigi geligi dengan lengkap. dan gigi geligi. kelainan. dan sebagainya. lidah. bintik perdarahan. Bagian leher diperiksa jika ada memar. Pada pria dicatat kelainan bawaan yang ditemukan. 1. anomali dan cacat pada tubuh. paling sedikit dari 6 lokasi kulit kepala yang berbeda. keadaan tumbuh. Pemeriksaan mata Memeriksa mata. warna kulit. Potongan rambut ini disimpan dalam kantungan yang telah ditandai sesuai tempat pengambilannya.  Lain-lain. contoh rambut diperoleh dengan cara memotong dan mencabut sampai ke akarnya. striae albicantes pada dinding perut. kelainan lainnya. Pemeriksaan terhadap mulut dan rongga mulut Memeriksa bibir. periksa sekret liang sanggama. Periksa selaput lendir kelopak mata dan bola mata. misalnya mumifikasi atau adiposera. dan sifat dari rambut. jaringan parut. rongga mulut. perkiraan umur. tanda kekerasan. hilang/patah/tambalan. kapalan. Pada wanita dicatat keadaan selaput darah dan komisura posterior. disirkumsisi/tidak. 4. perhatikan adanya luka. Pemeriksaan alat kelamin dan lubang pelepasan. kelainan kulit. darah dan lain-lain. Mencatat identitas mayat.

lokasi. insisi hanya mencapai kedalaman setebal kulit saja. Organ hati yang mengeras juga menunjukkan adanya pembesaran. Carilah jika terdapat penebalan. Dengan demikian. antara lain : garis tengah melalui tulang dada. 10. 11. Insisi pada dinsing perut biasanya dimulai pada daerah epigastrium dengan membuat irisan pendek yang menembus sampai peritoneum. Pada daerah leher. Pada pemeriksaan dalam.  Bentuk. dan garis mendatar melalui pusat. permukaan yang kasar .  Kohesi: Merupakan kekuatan daya regang anatar jaringan pada organ itu. Pemeriksaan Dalam Mayat yang akan dibedah. berkilat dengan kapsul pembungkus yang bening. insisi kulit sampai kedalaman permukaan depan tulang dada (sternum) sedangkan mulai di daerah epigastrium. Perlu diperhatikan kemungkinan terdapatnya tanda perbendungan. Insisi berbentuk huruf I merupakan insisi yang paling ideal untuk pemeriksaan bedah mayat forensik. Lokalisasi luka dilukis dengan mengambil beberapa patokan. garis mendatar melalui kedua puting susu. Pemeriksaan ada tidaknya patah tulang. Jaringan 17 . penumpulan atau kekeruhan. Caranya dengan memperkirakan kekuatan daya regang organ tubuh pada saat ditarik. diletakan terlentang dengan bagian bahu ditinggikan (diganjal) dengan sebatang balok kecil. organ tubuh diambil satu persatu dengan hati-hati dan dicatat :  Ukuran : Pengukuran secara langsung adalah dengan menggunakan pita pengukur.9. bercak lumpur atau pengotoran lain pada tubuh. dll. ikterus. Bila terdapat tanda-tanda kekerasan/luka harus dicatat lengkap. a. kepala akan berada dalam keadaan fleksi maksial dan daerah leher tampak jelas. sianosis. Pada daerah dada. Insisi kulit dilakukan mengikuti garis pertengahan badan mulai di bawah dagu. Setiap luka pada tubuh harus diperinci dengan lengkap. ukuran. garis tengah melalui tulang belakang. sampai menembus ke dalam rongga perut.  Konsistensi: Diperkirakan dengan cara menekan jari ke organ tubuh tersebut. Dalam luka diukur dan panjang luka diukur setelah kedua tepi ditautkan. serta jenis/sifatnya. edema. bekas pengobatan.  Permukaan : Pada umumnya organ tubuh mempunyai permukaan yang lembut. diteruskan ke arah umbilikus dan melingkari umbilikus di sisi kiri dan seterusnya kembali mengikuti garis pertengahan badan sampai di daerah simfisis pubis. Secara tidak langsung dilihat adanya penumpulan pada batas inferior organ. yaitu perkiraan penyebab luka.

Vena pulmonalis dibuka dengan gunting. lipofisi. Ujung pisau dimasukkan melalui katup trikuspidalis keluar di insisi bilik kanan dan bagian ini dipotong. Ujung pisau dimasukkan melalui katup mitral keluar di insisi bilik kiri dan bagian ini dipotong. Pemeriksaan khusus juga bisa dilakukan terhadap sistem organ tertentu. otot kapiler. demikian pula dengan septum interventrikulorum. Pemotongan dimulai dari tulang rawan iga no. tapi hal ini juga dipengaruhi oleh jumlah darah yang terdapat pada organ tersebut. Jantung sekarang sudah terbuka. hemosiferin atau bahan pigmen bisa merubah warna organ. diperiksa katup. Tulang dada diangkat dengan memotong tulang rawan iga 1 cm dari sambungannya dengan cara pisau dipegang dengan tangan kanan dengan bagian tajam horizontal diarahkan pada tulang rawan iga dan dengan tangan yang lain menekan pada punggung pisau. Insisi pada masing-masing bagian-bagian tubuh yaitu :  Dada : ○ Seksi Jantung : Jantung dibuka menurut aliran darah : pisau dimasukkan ke vena kava inferior sampai keluar di vena superior dan bagian ini dipotong. Otot jantung bilik kiri diiris di pertengahan sejajar dengan epikardium dan endokardium. chorda tendinea. Ujung pisau lalu dimasukkan arteri pulmonalis dan otot jantung mulai dari apeks dipotong sejajar dengan septum interventrikulorum. Struktur organ juga bisa berubah dengan adanya penyakit. ○ Paru-paru : Paru-paru kanan dan kiri dilepaskan dengan memotong bronkhi dan pembuluh darah di hilus. 2. infiltrasi lemak. Ujung pisau kemudian dimasukkan melalui katup aorta dan otot jantung dari apeks dipotong sejajar dengan septum inetrventrikulorum.  Potongan penampang melintang: Disini dicatat warna dan struktur permukaan penampang organ yang dipotong. Paru-paru diiris longitudinal dari apeks ke basis. Pada umumnya warna organ tubuh adalah keabuabuan. kemudian bronkhi dan terakhir arteri pulmonalis. setelah perkardium diambil. septum interventrikulorum.yang mudah teregang (robek) menunjukkan kohesi yang rendah sedangkan jaringan yang susah menunjukkan kohesi yang kuat. Ujung pisau dimasukkan ke vena pulmonalis kanan keluar ke vena pulmonalis kiri dan bagian ini dipotong. Tulang dada 18 . Warna kekuningan. tergantung dari dugaan penyebab kematian. Warna yang pucat merupakan tanda anemia. Arteri koronaria diiris dengan pisau yang tajam sepanjang 4-5 mm mulai dari lubang dikatup aorta. foramen ovale.

sendi dipisahkan. dapat membantu penentuan saat kematian. ○ Ginjal. Perikardium dibuka dengan Y terbalik. Perhatikan mukosa dan adanya batu. Rongga paru-paru diperiksa adanya perlengketan. Ginjal dengan suatu insisi lateral dapat diangkat dan dilepaskan dengan memotong pembuluh darah di hilus. Sebelum diangkat. ○ Usus halus dan usus besar dibuka dengan gunting ujung tumpul. Diafragma dilepaskan dari hati dan esofagus dan unit tadi dapat diangkat. perhatikan mukosa dan isinya. pus atau cairan lain kemudian diukur.1 dan tulang rawan dipotong sedikit ke lateral. kemudian ureter dilepaskan sampai panggul kecil. Pankreas dilepaskan dari duodenum dan dipotong-potong transversal.diangkat dan dilepaskan dari diafragma kanan dan kiri kemudian dilepaskan mediastinum anterior. Ureter. terus ke duodenum. Kemudian pisau dengan tangan kanan dimasukkan dalam rongga paru-paru. normal sebanyak kurang lebih 50 cc dengan warna agak kuning. Esofagus dibuka terus ke kurvatura mayor. bagian tajam tegak lurus diarahkan ke tulang rawan no. cacing. Kemudian dibuat insisi di bilik dan serambi kiri. ○ Hati : perhatikan tepi hati.  Perut : ○ Esofagus-Lambung-Doudenum-Hati : Semua organ tersebut di atas dikeluarkan sebagai satu unit. Esofagus diikat ganda dan dipotong. darah. dibuat insisi di bilik dan serambi kanan diperiksa adanya embolus yang menutup arteri pulmonalis. Prosedur diulang untuk sendi yang lainnya. permukaan hati. Mediastinum anterior diperiksa adanya timus persistens. dan Kandung Urine: Organ tersebut di atas dikeluarkan sebagai satu unit. Buluh kelenjar ludah diperut dibuka dari papila Vater ke pankreas. bulu empedu akan menonjol kemudian dibuka dengan gunting ke arah papila Vater. Perhatikan isi lambung. anak ginjal kanan yang biasanya melekat pada hati dilepaskan terlebih dahulu. perlekatan. Kandung urine dan rektum dilepaskan dengan 19 . kemudian dipotong longitudinal. Jantung dilepaskan dengan memotong pembuluh besar dekat perikardium. Rektum. kemudian bagian tajam pisau diarahkan ke sendi sternoklavikularis dengan menggerak-gerakkan sternum. Kandung empedu ditekan. Apeks jantung diangkat. lalu kandung empedu dibuka. diperiksa cairan perikardium. kemudian dibuka ke arah hati.

Durameter diinsisi paralel dengan bekas mata gergaji. Prostat dipotong transversal. konsistensi.cara memasukkan jari telunjuk lateral dari kandung urine dan dengan cara tumpul membuat jalan sampai ke belakang rektum. ○ Usus halus dipisahkan dari mesenterium. ○ Limpa : dipotong di hilus. normal. perhatikan besarnya. ○ Testis dikeluarkan melalui kanalis spermatikus dan diiris longitudinal. Ovarium diinsisi longitudinal. perhatikan parenkim. Perhatikan obstruksi di saluran nafas. Tuba diperiksa dengan mengiris tegak lurus pada jarak 1-1.  Leher : ○ Lidah. palatum molle. Ginjal dibuka dengan irisan longitudinal dari lateral ke hilus. folikel. Falx serebri digunting dibagian muka. kapsul ginjal dilepas dan perhatikan permukaannya. trakea. Kemudian dilakukan sama pada bagian sebelahnya. esofagus. tubuli semineferi dapat ditarik seperti benang. Kulit kepala kemudian dikelupas ke muka dan ke belakang dan tempurung tengkorak dilepaskan dengan menggergajinya. perhatikan besarnya penampang. Vagina dan uterus dibuka dengan insisi longitudinal dan dari pertengahan uterus insisi ke kanan dan ke kiri. Pada laki-laki rektum dibuka dari belakang dan kandung urine melalui uretra dari muka.5 cm. ○ Anak ginjal dipotong transversal. duodenum dan rektum diikat ganda kemudian dipotong.  Kepala : ○ Kulit kepala diiris dari prosesus mastoideus kanan sampai yang kiri dengan mata pisau menghadap keluar supaya tidak memotong rambut terlalu banyak. Rektum dilepaskan dari prostat dan dengan demikian terlihat vesika seminalis. Otak dipisah dengan memotong pembuluh darah dan saraf dari muka ke belakang dan kemudian 20 . usus besar dilepaskan. kemudian jari kelingking dinaikkan ke atas dengan demikian rektum lepas dari sakrum. Tempat bertemunya kedua jari telunjuk dibesarkan sehingga 4 jari kanan dan kiri dapat bertemu. laring. ○ Urogenital Perempuan : Kandung urine dibuka dan dilepaskan dari vagina. Rektum dan kandung urine dipotong sejauh dekat diafragma pelvis. infeksi. kelenjar gondok dan tonsil. Pada kasus pencekikan tulang lidah harus dibersihkan dan diperiksa adanya patah tulang. Ke kornu. Pahat dimasukkan dalam bekas mata gergaji dan dengan beberapa ketukan tempurung lepas dan dapat dipisahkan. diiris longitudinal. Ureter dibuka dengan gunting sampai kandung urine. dan septa. faring dan tonsil dikeluarkan sebagai satu unit.

antimon. tembaga. dan thalium. barium. selongsong. 1.3 Anak peluru untuk sejata api berlaras pendek jenis revolver umumnya terbuat dari timah hitam yang kadang-kadang berselaput plastik. Bagian dalam laras senjata api peluru tunggal dibuat beralur dan berputar agar proyektil yang melewati laras akan terpengaruh sehingga bergerak memutar seperti bor. 21 . Kuningan. Alat penarik pelatuk memiliki berbagai ukuran trigger pull. Otak kecil dipisah dan diiris horisontal.1 Senjata Api Senjata Api Senjata api adalah senjata yang menggunakan tenaga hasil peledakan mesiu untuk melontarkan proyektil (anak peluru) yang berkecepatan tinggi melalui larasnya. Atau nikel sebagai mantel. terlihat nukleus dentatus. Pada bagian pangkalnya terletak trigger dimana pembakaran dimulai. Senjata api memiliki beberapa komponen penyusun.  Pemeriksaan dengan sinar X Pemeriksaan radiologik dengan sinar x ini pada umumnya untuk memudahkan dalam mengetahui letak peluru dalam tubuh korban dab partikel-partikel yang tertinggal. bsimuth. nikel. Laras merupakan tabung silinder tempat berjalannya proyektil yang ditembakkan. Kaliber laras sama dengan kaliber proyektil yang dinyatakan dalam ukuran inci atau millimeter. antimin. yaitu jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk memberikan tarikan pada trigger agar senjata meletus dan menghasilkan tenaga yang mendorong proyektil keluar. dan merkuri.medula oblongata. a.5 cm. Pemeriksaan Penunjang  Pemeriksaan kimiawi Pada pemeriksaan kimiawi dapat ditemukan:1  Pada senjata api yang modern. Pada trauma kepala perhatikan adanya edema. yaitu pegas pelatuk. Sedangkan anak peluru untuk senjata berlaras pendek jenis pistol dan sejata api berlaras panjang umumnya terbuat dari timah hitam sebgai inti yang dibalut dengan tembaga. unsur kimia yang dapat ditemukan ialah timah.  Unsur-unsur kimia yang berasal dari laras senjata dan dari peluru sendiri dapat ditemukan timah. Tentorium serebri diinsisi di belakang tulang karang dan sekarang otak dapat diangkat. perak. Medula oblongata diiris transversal. demikiaan pula otak besar setebal 2. kontusio. laras dan proyektil. laserasi serebri. Selaput tebal otak ditarik lepas dengan cunam. Selongsong peluru merupakan tempat mesiu dan proyektil.

0. Gambaran luka ditimbulkan oleh kekerasan anak peluru sehingga tampak gambaran kelim lecet.Kaliber senjata yang banyak dipakai: kaliber 0.Alur pada laras mengimpartasikan putaran rotasi proyektil ketika meluncur dalam laras.46 .38. Gambar 1. pada bagian dada kiri dari arah depan yang menembus sampai ke jantung dengan arah tegak lurus.3 22 . 0. 0.Dapat diketahui dari anak peluru yang terdapat pada tubuh korban.22. Senjata genggam yang banyak dipergunakan untuk maksud kriminal dapat dibagi dalam 2 kelompok. Kegunaan putaran ini adalah untuk menstabilkan peluncuran proyektil ketika ditembakkan ke udara dan menjaga kejatuhannya. Hal ini dikarenakan ditemukan adanya kelim lecet pada berbagi arah. Dari hasil temuan ini. kaliber 0. dimana dasar pembagian berikut adalah arah perputaran`alur yang terdapat dalam laras senjata:5 1.45 2. energi kinetik. yaitu adanya goresan dan alur yang memutar kearah kanan bila dilihat dari bagian basis proyektil. kematian korban dikarenakan luka tembak masuk jarak jauh pada dada kiri mengenai jantung. penembakan dilakukan jarak jauh dari depan ke arah dada korban. stabilitas anak peluru)  Kerapuhan anak peluru  Kepadatan jaringan sasaran  Vulnerabilitas jaringan sasaran Interprestasi Temuan Pada hasil pemeriksaan medis.38. dan kaliber 0.36. Sejata Api dengan Alur ke Kiri dan Kanan. 1.36.Dikenal dengan senjata`api tipe COLT .45.Dikenal sebagai senjata api tipe Smith & Wesson (tipe SW) . Senjata api dengan alur ke kiri .5 Akibat yang ditimbulkan oleh anak peluru pada sasaran tergantung pada faktor3:  Besar dan bentuk anak peluru  Balistik (kecepatan. arah tembakan berasal dari depan. Senjata api dengan alur ke kanan . 0.Kaliber senjata yang banyak dipakai: kaliber 0.

maka diperkirkan pria ini meninggal 3-5 jam sebelum dibawa ke rumah sakit. Pada pemeriksaan tanda-tanda kematian ditemukan lebam mayat yang belum menetap dan kaku pada mayat.Sebab kematian korban ini dikarenakan luka tembak masuk jarak jauh dari arah depan pada daerah dada sebelah kiri yang mengenai jantung serta menyebabkan terjadinya perdarahan dalam rongga dada dan kandung jantung. kaku pada mayat.1.4 23 . Berdasarkan hasil temuan tanda-tanda kematian pada mayat seperti lebam mayat yang belum menetap. Akan tetapi tidak ditemukan adanya Cadaveric spasm (instantaneuous rigor) pada kedua tangannya. Hal ini menyatakan bahwa sebelum korban meninggal ternyata ia tidak membawa apapun di tangannya termasuk celurit yang digunakan untuk melawan petugas.3.

yakni di jantung. dengan garis tengah anak peluru sembilan milimeter sesuai dengan sejata kaliber 0. Juga ditemukan anak peluru yang masih utuh pada tiap bagian luka tembak.Kesimpulan Pada mayat laki-laki dewasa yang berumur sekitar 30 tahun ini didapatkan satu luka tembak masuk jarak jauh dari arah depan pada bagian dada kiri yang mengenai jantung sehingga terjadi perdarahan pada jantung kiri. Berdasarkan sifat luka tembakan tersebut merupakan luka tembak jarak jauh (90-270 sentimeter). 24 . Sebab matinya laki-laki ini karena tembakan sejata api yang masuk ke jantung dengan arah tegak lurus sehingga terjadi perdarahan yang hebat karena kebocoran jantung. kemungkinan laki-laki ini sudah meninggal 3-5 jam sebelum dibawa ke rumah sakit.1 Berdasarkan tanda-tanda kematiannya.38 dengan alur ke kiri.

Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 131-53. 1994. Ilmu kedokteran forensik. Idries AM.12-38. Cetakan ke 2. Dinduh dari http://belibisa17. Edisi 20 May 2009. Edisi ke 1. 44-8. Peraturan perundang-undangan bidang kedokteran. 59-60. 3. 11-7.3-5. 2000. 15-6. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pedoman ilmu kedokteran. Yayan AJ.25-36.h. Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1997. 1997. Jakarta: : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.h.37. 4.h. Edisi ke 1.com/category/referat/kedokteran-forensik-referat/.h. Luka tembak. 4 Janua 25 . Jakarta: Binarupa Aksara.Daftar Pustaka 1. Jakarta: : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Teknik autopsi forensik. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times