BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pada zaman modern seperti saat ini sudah selayaknya prestasi pendidikan secara kualitas semakin baik, baik secara intelektual maupun spiritual, namun kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Banyak faktor yang menciptakan sebuah sekolah yang berkualitas. Diantaranya adalah lingkungan, baik secara fisik maupun non fisik. Dengan tersediannya sarana yang lengkap dan juga guru yang profesional, bukanlah menjadi jaminan sebuah sekolah mendapatkan prestasi yang tinggi bagi peserta didiknya. Suasana yang baik sangat mendukung terciptanya sekolahan yang bermutu. Walaupun sarana prasarana lengkap dengan adanya guru yang profesional namun jika suasana nya kurang baik maka sulit sekali sebuah lembaga sekolahan tersebut menciptakan prestasi siswa yang baik. Pada dasarnya kewajiban dari sekola h adalah menciptakan iklim yang baik, menyena ngkan, serasi dan bertanggung jawab, serta didalamnya terkandung harapan siswa yang tinggi, sikap guru yang efektif dan disiplin, kurikulum yang

1

1

terorganisasi, sistem rewerd dan insentif bagi siswa dan guru, serta tuntutan belajar yang tinggi. 1 Dalam bidang pendidikan siswa menginginkan dari pendidikan sekolah sebagai tempat yang selalu dinamis dan tidak membosankan agar terciptannya suasana proses pembelajaran yang menyenangkan, karena proses pembelajaran merupakan inti dari aktifitas pendidikan sekolah, sehingga perlu adanya penataan iklim sekolah dalam rangka menciptakan situasi yang tenang dan baik untuk kegiatan belajar, disamping itu diperlukan adanya komunikasi yang harmonis antara siswa yang satu dengan yang lain serta dengan guru sebagai pendidik, agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan tujuan pendidikan yang terancang dapat tercapai secara optimal, sehingga keberhasilan proses pembelajaran dapat diwujudkan. Adapun pengertian iklim sekolah menurut pendapat Hadiyanto adalah situasi atau suasana yang muncul karena adanya hubungan antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, guru dengan peserta didik atau hubungan antara peserta didik yang menjadi ciri khas sekolah yang ikut mempengaruhi proses belajar mengajar disekolah. 2 Sedangkan iklim sekolah menurut pendapat Larsen mendefinisikan iklim sekolah merupakan suatu norma, harapan dan kepercayaan dari personal-personal yang terlibat dalam organisasi sekolah, yang dapat

Aan Komariah dan Cepi Triatna, Visionary Leardership, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2006), hal 45 2 Hadiyanto, Mencari Sosok Desentralisasi Manajemen Pendidikan Di Indonesia (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), hal. 179

1

2001).2 memberikan dorongan untuk bertindak yang mengarah pada prestasi siswa yang tinggi. Sekolah Unggul Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan (Surabaya: Duta Graha Pustaka. dan karyawan lainnya. hal 28 4 Naah. siswa maupun para pegawai administrasinya. dimana keadaan dan lingkungannya. Iklim sekolah yang baik itu selalu terbebas dari segala kebisingan. hal. 4 Iklim sekolah dapat mempertinggi harapan siswa untuk meraih prestasi yang lebih baik. Apabila sekolah telah memiliki iklim sekolah yang positif. nyaman. 119 3 . Bekerja ditempat atau lingkungan yang nyaman akan membuat para pekerja menjadi betah dan mencintai kegiatan pekerjaannya. dalam keadaan yang sangat aman. Bahwasanya sekolah itu membutuhkan lingkungan kerja yang kondusif. damai. guru. mulai dari kepala sekolah. yang dapat diartikan pula sebagai perilaku yang sesuai bagi warga sekolah. 2004). keramaian maupun kejahatan. kepala sekolah. 3 Iklim sekolah yang positif itu merupakan suatu kondisi. guru. suatu lingkungan yang baik secara fisik maupun psikis dapat menumbuh iklim yang menyenangkan untuk melakukan kerja. hubungan yang sangat bersahabat diantara para penghuninya. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Dan Dewan Sekolah (Bandung: Pustaka Bani Quraisy. siswa dan orang tua. Mereka merupakan agen dalam mengembangkan iklim belajar tersebut. civitas sekolah harus Moedjiarta. menyenangkan untuk kegiatan belajar mengajar. suasanya senantiasa dalam keadaan yang tentram. merupakan faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap iklim belajar di sekolah.

guru dengan guru. dalam berinteraksi antara satu dengan yang lain seperti hubungan antara kepala sekolah dengan guru. terminal bayangan dan Mall Sidoarjo yang ada dilingkungan tersebut. . Dengan adanya hubugan yang baik antara personil sekolah maka tujuan sekolah ini akan mudah tercapai dan harapan prestasi belajar siswa yang baik juga dapat terwujud. Sebab secara rasional dapat dianalisa bagaimana KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) bisa berlangsung dengan lancar apabila sekolahan tersebut letaknya jauh dari kebisingan kendaraan bermotor. yaitu iklim belajar yang baik. Berdasarkan latar belakang tersebut. dan disebelah barat jalan tersebut dekat dengan keramaian seperti pasar bunga. Akan tetapi harapan ini nampaknya sulit diperoleh apabila lokasi sekolah SDN Sidokumpul Sidoarjo yang lokasinya dekat sekali dengan kebisingan dan keramaian. guru dengan siswa. penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian ini dengan judul ”Studi Korelasi antara Iklim Sekolah Dengan Prestasi Belajar Siswa Di SD Negeri Sidokumpul Sidoarjo”. siswa dengan siswa dan lain.3 lebih tanggap terhadap eksistensi sekolah dan apa yang dimilikinya. Iklim sekolah yang ada di SDN Sidokumpul yang menyangkut tentang lingkungan sosial (non fisik) yang meliputi hubungan seluruh komponen yang terdapat di dalamnya.lainnya.

sebagaimana tersebut diatas maka dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada rumusan masalah diatas. Bagaimana iklim sekolah di SDN Sidokumpul Sidoarjo? 2. . Bagaimana korelasi antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo? C. 2) Untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo. 2.4 B. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. 3) Untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah. Kegunaan Penelitian 1) Sebagai sarana melatih diri bagi penulis dalam mencari dan menganalisa permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Bagaimana prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo? 3. maka dapat ditentukan tujuan penelitian sebagai berikut : 1) Untuk mengetahui bagaimana iklim sekolah di SDN Sidokumpul Sidoarjo.

5 2) Sebagai sumbangan terhadap pengembangan penelitian dalam bidang pendidikan.2006). Menjelaskan bahwa teknik korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel. 1987). hal. 289 .179 Sutrisno Hadi. MA. khususnya yang ada hubungannya dengan prestasi belajar siswa. dengan sasaran pengembangan iklim sekolah 3) Sebagai bahan informasi yang berguna bagi penulis dan untuk memenuhi salah satu persyaratan mengakhiri studi program sarjana (S1) pada jurusan Kependidikan Islam di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Drs. 6 Jadi hubungan yang dimaksud di sini adalah hubungan antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa di SD Negeri Sidokumpul Sidoarjo. 5 6 Anas Sudjana. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pengantar Statistik Pendidikan. agar lebih mudah memahami. Sutrisno Hadi. maka peneliti menyusun sebagai berikut: 1. 5 Sedangkan pendapat Prof. D. Definisi Operasional Definisi operasional ini dimaksud untuk menjelaskan dan mempertegas kata-kata atau istilah kunci yang terkait dengan judul penelitian. Statistik 2 (Yogyakarta: Yayasan Fakultas Psikologi UGM. hal. Korelasi Korelasi adalah hubungan antara dua variabel atau lebih.

7 Jadi iklim sekolah dis ini penulis lebih menekankan pada hubungan antara siswa dengan siswa. 8 Sedangkan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. baik secara individual maupun kelompok. 9 Jadi prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di Hadiyanto. hal. 19 9 Slameto. Prestasi Belajar Siswa Presatasi adalah Prestasi adalah Hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Mencari Sosok Desentralisasi Manajemen Pendidikan Di Indonesia (Jakarta: Rineka Cipta. 2004). Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru (Surabaya: Usaha Nasional. siswa dengan para pegawai lainnya. 1994). 3. 1995).6 2. Iklim Sekolah Iklim Sekolah adalah situasi atau suasana yang muncul karena adanya hubungan antara kepala sekolah dengan guru. diciptakan. Balajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta. guru dengan orang tua siswa. 2 7 . siswa dengan guru. 179 8 Syaiful Bahri Djamarah. hal. guru dengan guru. guru dengan peserta didik atau hubungan antara peserta didik yang menjadi ciri khas sekolah yang ikut mempengaruhi proses belajar mengajar disekolah.

2004). Metodelogi Penelitian. hal. siswa dengan guru. E. Raja Grafindo Persada. guru dengan orang tua siswa.10 4. SDN Sidokumpul SD Negeri Sidokumpul adalah nama sebuah lembaga pendidikan sekolah dasar yang terletak di jalan diponegoro no. V dan VI semester genap ( II ) tahun 2007-2008 di SD Negeri Sidokumpul Sidoarjo. ditolak bila salah dan diterima bila fakta. hal. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa (Jakarta: Gramedia Widiasarana. Dengan penjelasan istilah diatas yang dimaksud dengan judul ” Studi Korelasi Antara Iklim Sekolah dengan Prestasi Belajar Siswa di SD Negeri Sidokumpul Sidoarjo” adalah bagaimana korelasi (hubungan) antara siswa dengan siswa. Hipotesis Penelitian Hipotesa adalah dugaan yang mungkin benar atau mungkin salah. 69 . 75 11 Sumadi Surya Brata.23 Sidoarjo dan yang menjadi lokasi penelitian. siswa dengan para pegawai lainnya dengan prestasi belajar (nilai raport) siswa kelas VI.fakta membenarkannya. (Jakarta: PT.7 sekolah yang berupa nilai dari dalam buku raport semester genap ( II ) tahun 2007-2008. 1998). 11 maka penulis akan mengemukakan hipotesa penelitian sebagia berikut: 10 Tulus Tu’u.

atau apa yang menjadi titik perhatian saat penelitian”12 . F. variabel bebas. 104 . 2. Dalam suatu penelitian yang mempelajari pengaruh suatu treatment (perlakuan). atau independent variabel (X). Batasan Operasional Variabel Untuk memberi batasan masalah dalam penelitian disini. variabel tergantung.. pada judul penelitian ini adalah “iklim sekolah”. hal. Berikut ini kategori variabel dalam judul penelitian diatas sebagai berikut: 12 13 Suharsimi Arikunto. 2002). 13 Variabel bebas (independent) atau variabel yang mempengaruhi. Variabel yang mempengaruhi disebut variabel variabel penyebab. prosedur Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. 96 Ibid. Hipotesa Nihil (Ho) Hipotesa yang menyatakan tidak adanya hubungan antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo. sedangkan akibat disebut variabel tak bebas.8 1. Hipotesa alternatif (Ha) Hipotesa yang menyatakan adanya hubungan antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo. penulis akan menjelaskan tentang variabel menurut Suharsimi Arikunto “Variabel adalah obyek yang diteliti. variabel terikat atau disebut juga dengan dependent variabel. hal. maka ada vaeriabel yang mempengaruhi dan variabel terikat. sedangkan variabel tak bebas (dependent) atau variabel akibat adalah “prestasi belajar siswa”.

Metode Penelitian 1. Variabel Bebas (X) : Iklim Sekolah Hubungan siswa dengan siswa. Pendekatan dan Jenis penelitian Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. yang datanya berwujud bilangan (skor. Variabel Terikat (Y) : Prestasi Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa atau sesuatu yang kongkrit tentang kemampuan yang dicapai siswa dalam proses belajar dalam hal ini berupa buku raport semester genap ( II ) tahun 2007-2008. 2. nilai. siswa dengan guru.9 1. Adapun pengertian dari pendekatan kuantitatif ini adalah penelitian yang bekerja dengan menggunakan angka. penulis menggunakan pendekatan ini karena penelitian ini hendak mengukur hasil dari beberapa variabel yang telah ditetapkan melalui statistik. . peringkat dan frekuensi) yang dianalisis dengan menggunakan satistik untuk menjawab pertanyaan atau hipotesa penelitian yang bersifat spesifik dan untuk melakukan prediksi bahwa suatu variabel tertentu mempengaruhi variabel lain. siswa dengan karyawan lainnya. G.

maka dalam penelitian ini penulis memerlukan dua jenis data yaitu: 1) Data kualitatif Yang dimaksud data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka. 15 Adapun data kualitatif yang penulis butuhkan adalah data tentang gambaran umum obyek penelitian. 14 Dari keterangan tersebut. Ibid. Data kualitatif dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat. Jenis data. 1998). 2) Data kuantitatif Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan denganbentuk angka. Jenis dan Sumber Data a. siswa dan karyawan. 126 15 . 2. Metodelogi Penelitian Pendidikan. (Bandung: Pustaka Setia. Data dalam penelitian pada dasarnya dikelompokkan menjadi data kualitatif dan kuantitatif.. Dengan demikian penelitian ini mencoba untuk melihat korelasi (hubungan) antara variabel yang satu dengan yang lainnya melalui pengujian hipotesa. keadaanguru. ”Segala keterangan mengenai variabel yang diteliti disebut data.10 Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel bebas dengan variabel terikat. dan keadaan sarana prasarana. hal126 hal. Dalam hal ini adalah data yang berhubungan dengan nilai 14 Amrul Hadi Haryono.

. jumlah guru. jumlah karyawan. Dalam penelitian ini sumber data primernya adalah siswa/peserta didik data tentang iklim sekolah dan data prestasi belajar siswa yang berupa buku raport. (Jakarta: Rajawali. b. maka diperlukan adanya populasi yang diteliti. hal 93.. 16 Sumber data itu dibedakan menjadi dua yaitu: 1) Sumber data primer. jumlah siswa. Prosedur Penelitian…. hal 107-108 Sumadi Surya Brata. keadaan sarana dan prasarana.11 prestasi siswa yang berupa buku (raport). guru dan karyawan lainnya. 16 17 Suharsimi Arikunto. 2) Sumber data sekunder. 17 Dalam penelitian ini sumber data sekundernya adalah kepala sekolah. 3. Sumber data primer adalah sumber data yang dikumpulkan oleh peneliti atau petugas-petugas lainnya dari sumber pertamanya. Sumber data sekunder adalah sumber data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen. sebab tanpa adanya populasi penelitian maka mengalami kesulitan mengelolah data yang masuk. Sumber data Yang dimaksud sumber data adalah sabyek dimana data diperoleh. Metodelogi Penelitian. Populasi dan sampel penelitian Untuk memperoleh data yang valid.. 1983).

Jika seseorang ingin melakukan penelitian kepada semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian tersebut. Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. (Surabaya: Unesa University Press. 108 19 Yatim Riyanto. Adapun rinciannya sebagai berikut: Kelas IV V VI Jumlah Laki-laki 60 72 74 206 Perempuan 58 68 64 190 Jumlah 118 140 138 396 b. Prosedur Penelitia: Suatu Pendekatan Praktek. maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. V dan VI di SDN Sidokumpul Sidoarjo semester genap tahun ajaran 2007 / 2008 yang berjumlah 396 siswa. apabila diberikan suatu pertanyaan. 52 18 . 18 Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV. Sampel Sampel adalah bagian dari suatu populasi.12 a. 19 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto sampel adalah sebagian atau populasi Suharsimi Arikunto. hal. Metodelogi pendidikan kualitatif dan kuantitatif. (Jakarta: Rineka Cipta. hal. 2002). dengan alasan bahwa murid kelas IV. V dan VI lebih faham dari pada kelas bawahnya.2007).

hal. 112 . perinciannya adalah sebagai berikut: Kelas IV V VI Jumlah Jumlah populasi 118 140 138 396 Presentasi 10% 10% 10% 10% Jumlah 11. apabila subyeknya kurang dari 100 maka dapat diambil semuanya. VI yang berjumlah 396 yang penulis ambil dari tiap-tiap kelas 10% nya saja baik laki. maka dapat diambil sebagian dari populasi yaitu antara 10-15% atau 20-25% atau lebih..8 (12) 14 13. hal.13 yang diteliti. 20 21 Suharsimi Arikunto.. Prosedur Penelitian….8 (14) 40 Berdasarkan hasil dari perhitungan diatas penulis menetapkan besar jumlah sampel yang diambil sebanyak 40 siswa dari 396 siswa yang ada dalam populasi diatas. 20 Suharsimi Arikunto juga mengatakan bahwa dalam penentuan sampel. 21 Adapun yang terpilih menjadi sampel dalam penelitian skripsi ini adalah siswa kelas IV.laki atau perempuan. 109 Ibid. Apabila subyeknya lebih besar (lebih dari 100). V.

Metode Pengumpulan Data a. sejarah berdirinya SDN Sidokumpul Sidoarjo. 23 Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang: Gambaran umum obyek penelitian. . 22 Dalam metode observasi ini merupakan teknik yang paling penting sebelum melakukan penelitian untuk memperoleh suatu data. 22 23 Cholid Narbuko. hal. 70. Metode Observasi (Pengamatan) Sebelum melakukan wawancara langkah awal yang harus ditempuh oleh penulis terlebih dahulu adalah melakukan observasi yaitu melakukan pengamatan secara mendalam terhadap obyek yang diteliti. 1980). Metode Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara.14 4. b. dengan adanya metode observasi ini hasil yang diperoleh peneliti lebih jelas dan terarah sesuai dengan tujuan. 193. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang: letak georafis yang ada di SDN Sidokumpul Sidoarjo. 1997). Metode Interview (wawancara) Metode interview (wawancara) adalah metode pengempulan data yang dilakukan dengan cara tanya jawab untuk memperoleh keterangan dalam sebuah penelitian yang dilakukan antara pewancaran dengan responden sambil bertatap mata. Sutrisno Hadi. hal. Metode Researh 2 (Jogyakarta: Andi Office.

proses analisa data merupakan salah satu usaha untuk merumuskan jawaban dan pertanyaan dari perihal perumusan-perumusan dan pelajaran adalah hal. 5. keadaan guru. agenda. Metode Dokumentasi Berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. surat kabar. V dan VI SDN Sidokumpul Sidoarjo. Cholid Narbuko. Teknik Analisa Data Setelah semua data terkumpul yang dilakukan adalah analisis data. 24 25 Suharsimi Arikunto. hal...hal yang kita peroleh dari obyek penelitian. Prosedur Penelitian. siswa dan karyawan. 24 Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang: Prestasi belajar siswa yang berupa buku raport. Metodelogi Penelitian. 25 Dan yang bertindak sebagai responden dalam metode ini adalah siswa kelas IV.. misi dan tujuan...76. 206. notulen rapat. buku-buku dan peraturanperaturan. visi. di dalam melaksanakan metode ini peneliti mencari data mengenai halhal atau variabel yang berupa catatan transkrip. internet. struktur orga nisasi. dokumen. majalah. keadaan sarana prasarana di SDN Sidokumpul Sidoarjo d. . Metode Angket (koesioner) Angket adalah suatu daftar yang brisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti.15 c.

yang mana metode statistik adalah cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan.16 Tujuan dari analisa data ini adalah untuk mencari kebenaran dari data-data yang telah diperoleh. Dalam penelitian ini. penulis menggunakan teknik diskriptif kuantitatif. sehingga dari sini bisa ditarik kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dialakukan. menyajikan. Maka dalam penelitian ini diperlukan teknik analisis data.43 . Statistik Pendidikan. menganalisis. setelah angket didapat dari siswa. 1. maka selanjutnya adalah memprosentase tiap aitem kedalam tabel dengan rumus sebagai berikut: 26 P = f N 26 x 100% Anas Sudjana. adapun sebagai berikut. menyusun. Untuk menbuktikan ada tidaknya korelasi atau hubungan iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa SDN Sidokumpul Sidoarjo. Untuk menjawab rumusan masalah pertama digunakan analisis diskriptif. hal. data yang penulis peroleh dari angket yang disebarkan kepada siswa. maka teknik analisa datanya menggunak tekni analisa data statistik. dan memberi interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka agar dapat memberikan pernyataan dan makna tertentu.

81 . Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. hal. 0%-35% = kategori baik = kategori cukup = kategori kurang baik = kategori jelek 27 2.nilai) yang ada. P : Prosentase F : frekuensi dari jawaban responden N : Jumlah frekuensi Setelah hasil total prosentase diperoleh. maka penulis menggunakan rumus mean sebagai berikut:28 M = Keterangan: M Σy N : Mean yang dicari. 76%. : Jumlah dari skor-skor (nilai. 40%-55% d. 246 28 Anas Sudjana.17 Keterangan. 56%-75% c. ∑y 27 Suharsimi Arikunto. Statistik Pendidikan.100% b. Untuk menjawab rumusan masalah kedua yaitu tentang prestasi belajar siswa SD Negeri Sidokumpul Sidoarjo. 1998). hal. langkah selanjutnya penulis menafsirkan hasil prosentase tersebut dengan menetapkan hasil standart dengan kalimat yang yang bersifat kualitatif sebagai berikut: a.

18 N : Nomor Of Casses Setelah diketahui hasilnya dari nilai rata-rata tersebut. penulis dapat melihat kategori baik tidaknya dari lriteria yang telah ditentukan dalam raport sebagai berikut: 10 9 8 7 6 : Istimewa : Baik Sekali : Baik : Lebih dari cukup : Cukup 5 4 3 2 1 : Kurang : Lebih Dari Kurang : Kurang Sekali : Buruk : Buruk Sekali 3.. 204. Untuk menjawab rumusan masalah ketiga yaitu tentang ada tidaknya korelasi (hubungan) iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa SDN Sidokumpul Sidoarjo. digunakan rumus produk moment. . rumusnya sebagai berikut:29 rXY = ∑ XY (∑ X )(∑ Y ) 2 2 Keterangan : rXY : Angka indeks korela “r” Produk Moment ∑XY : Jumlah hasil perkalian antara variabel X dan Y ∑X2 : Jumlah dediasi skor X yang telah dikuadratkan terlebih dahulu 29 Ibid.

definisi operasional. .90 – 1. dan sistematikan pembahasan yang dipakai dalam skripsi ini.19 ∑Y2 : Jumlah dediasi skor Y yang telah dikuadratkan terlebih dahulu Tabel : Interpretasi Nilai “r” Besarnya “r” Product Moment (rXY) 0. rumusan masalah.20 – 0.70 – 0.70 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sedang atau cukupan 0. Sistematikan Pembahasan Adapun sistematika pembahasan dalam skripsi ini digambarkan sebagai berikut : Bab I Berisi tentang latar belakang masalah.00 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi H. hipotesis penelitian.00 – 0.20 Interpretasi Antara variabel X dan Y memang terdapat korelasi. akan tetapi korelasi itu sangat lemah dan sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan (dianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan Y) 0.90 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi 0.40 – 0. batasan masalah.40 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah 0. metode penelitian. tujuan dan kegunaan penelitian.

prestasi yang faktor-faktor mempengaruhi prestasi belajar. macam.macam lingkungan pendidikan. Penyajian data dan Analisis data. keadaan guru dan keadaan karyawan. yaitu tinjauan tentang iklim sekolah meliputi: pengertian iklim sekolah. misi dan tujuan. sarana prasarana. juga disampaikan saran-saran dari penulis sebagai masukan agar yang baik dapat dipertahankan dan yang kurang dapat di perbaiki. kemudian korelasi antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa. Tinjauan tentang belajar siswa meliputi: pengertian prestasi belajar. keadaan siswa. visi. . letak geografis. penyajian data tentang gambaran umum SDN sidokumpul Sidoarjo yang meliputi: sejarah singkat. Bab III Beris i tentang laporan hasil penelitian. iklim sekolah bagian dari lingkungan pendidikan.20 Bab II Berisi tentang landasan teori. Bab IV Penutup memuat kesimpulan yang diambil dari permasalahan yang telah dibahas. struktur orgnisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful