PT.PLA.B.2.5.

2008

PEDOMAN TEKNIS

OPTIMASI DAN REKLAMASI LAHAN PERTANIAN DI KAWASAN PENGEMBANGAN LAHAN GAMBUT KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2008

DIREKTORAT PENGELOLAAN LAHAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR DEPARTEMEN PERTANIAN

JAKARTA, 2008

KATA PENGANTAR

Maksud dan tujuan penerbitan pedoman teknis ini dalam rangka memberikan acuan dan panduan bagi para petugas Dinas lingkup Pertanian (Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, maupun Petrenakan) baik Propinsi, Kabupaten/Kota maupun petugas lapangan untuk melaksanakan kegiatan Optimasi Dan Reklamasi Lahan Pada Kawasan PLG yang dananya bersumber baik dari dana APBN maupun APBD TA. 2008

Para

petugas

terkait

diharapkan

dapat

mempelajari

dan

mencermati pedoman ini dengan seksama, karena ada beberapa perbedaan atau perubahan prinsip antar Pedoman Teknis 2008 ini dengan Pedoman Teknis 2007 yang lalu. Disamping itu dengan memahami Pedoman Teknis ini, diharapkan tidak akan terjadi keragu-raguan dalam implementasi kegiatan di lapangan serta kendala/hambatan yang ada akan dapat diatasi yang pada akhirnya kinerja yang diperoleh dapat tercapai secara optimal.

Muatan Pedoman Teknis ini bersifat umum karena berlaku secara nasional, oleh karenanya diharapkan pihak Dinas lingkup Pertanian Propinsi dapat menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan dan Dinas lingkup Pertanian Kabupaten/Kota dapat menerbitkan Petunjuk Teknis yang akan menjabarkan secara lebih rinci Pedoman Teknis ini sesuai dengan kondisi spesifik daerah masing-masing.

i

Untuk meningkatkan pemahaman petugas terhadap Pedoman Teknis ini, sangat diharapkan dalam berbagai kesempatan yang ada (misalnya acara Sosialisasi, Rapat koordinasi, Rapat Teknis, Supervisi, dsbnya). Pedoman Teknis ini dapat didiskusikan bersama secara intensif. Dengan demikian diharapkan semua pihak terkait baik Pusat dan daerah dapat memiliki kesamaan pandang, gerak dan langkah dalam melaksanakan kegiatan ini.

Akhirnya, sangat diharapkan komitmen berbagai pihak untuk dapat melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dalam bingkai waktu yang telah ditentukan, agar hasil pembangunan melalui kegiatan ini benar-benar dapat dinikmati manfaatnya bagi sebesarbesar kesejahteraan petani di Indonesia.

Jakarta,

Januari 2008

Direktur,

Ir. Suhartanto, MM NIP. 080 048 854

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................. Daftar Isi ............................................................................................. Daftar gambar ..................................................................................... Daftar lampiran .................................................................................. I.

i iii v vi

PENDAHULUAN ..........................................................................1 1.1 Latar Belakang .....................................................................1 1.2 Tujuan.............................................. ....................................3 1.3 Sasaran ......................................................... ......................4 1.4 Pengertian ............................................................................4

II. RUANG LINGKUP.............................................. ..........................6 III. SPESIFIKASI TEKNIS.............................................. ....................8 IV. PELAKSANAAN KEGIATAN.........................................................10 4.1. Cara pelaksanaan.............................................. ..................10 4.2. Tahapan pelaksanaan .........................................................10 4.2.1. Penerbitan juklak dan juknis ....................................10 4.2.2. Koordinasi.................................................................10 4.2.3. Inventarisasi CLCP...................................................10 4.2.4. Penetapan CLCP......................................................10 4.2.5. Sosialisasi dan RRA Sederhana .............................12 4.2.6. Desain sederhana ...................................................12 4.2.7. Pelaksanaan fisik kegiatan ......................................13 4.2.8. Penyediaan saprodi .................................................18 4.2.9. Pemeliharaan ..........................................................18 4.3. Jadual kegiatan ...................................................................19 4.4. Pendanaan ..........................................................................20 V. PEMBINAAN, MONITORING DAN EVALUASI... .........................21 5.1. Tugas dan tanggung jawab Dinas Propinsi..........................21 5.2. Tugas dan tanggung jawab Dinas Kabupaten/Kota.......... ...22 5.3. Jenis dan format laporan......................................................23 5.4. Alur laporan.................................... ......................................23

iii

.............25 6......... ................. 26 iv .... Waktu pengiriman laporan.............................................3............................................5. Dampak (Impact). Keluaran (Output)........................................... INDIKATOR KINERJA..... Keberhasilan (Outcome) .... .26 6...........26 VII.........25 6................................. Manfaat (Benefit)...............................................................................................................................................25 VI......... PENUTUP ......1....................4..2......26 6......................5..................

.............DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Contoh pembuatan surjan di kawasan PLG ......................... 10 Gambar 2 : Potensi lahan untuk optimasi pada lahan yang sudah dibuka dan diusahakan oleh petani ............................... 16 Gambar 4 : Jembatan pada lahan rawa gambut di Kalimantan Tengah ............... 15 Gambar 3 : Tanggul pada lahan sawah tipologi lahan rawa ................................ 18 v ..........................

............... 28 Lampiran 2 : Design Sederhana ........................................ 34 vi ..........................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Alokasi Kegiatan Reklamasi Lahan Kawasan PLG Tahun 2008 ............................................... 33 Lampiran 5 : Outline Laporan .................................. 29 Lampiran 3 : Jadwal Palang .................................................................... 32 Lampiran 4 : Format Laporan Bulanan ...............................

1. PENDAHULUAN 1. yaitu kegiatan Rehabilitasi dan Pembangunan Infrastruktur Pertanian seluas 123.I.masing kawasan/ blok. Prioritas penanganan lahan diarahkan kepada lahan yang pernah dibuka dan telah diusahakan secara berkelanjutan. Latar Belakang Dalam Inpres No. Barito Selatan dan Kota Palangkaraya. terutama lahan yang direkomendasikan per tahun anggaran dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Prioritas diberikan kepada kawasan yang telah selesai dan berfungsi infrastruktur pengairan 1 . Kebijakan penanganan rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur pertanian pada kawasan Pengembangan Lahan Gambut antara lain: a. yaitu Kapuas. Pulang Pisau. 2 tahun 2007 tentang Percepatan Rehabilitai dan Revitalisasi Kawasan PLG dimana kegiatan Optimasi dan Reklamasi Lahan yang menjadi tanggung jawab internal Direktorat Pengelolaan Lahan yang juga merupakan bagian dari kegiatan yang menjadi tanggung jawab Ditjen PLA. di masing. b.000 ha yang difokuskan pada 4 kabupaten/kota. c. Prioritas perencanaan dimulai pada kawasankawasan dimana telah tersedia petani secara permanen (menetap).

tanahnya umumnya sedang dan pH 2 . sedangkan kegiatan reklamasi lahan diarahkan lahan mineral dan gambut yang memiliki kesamaan tanah yang tinggi dengan tingkat kesuburan alami. petani dan lahan.hingga ke tingkat tersier. d. terutama pada lokasi/ lahan yang perlu dioptimal/ direklamasi kembali akibat ditinggalkan oleh petani dengan berbagai latar belakang e. mulai dari bangunan bagi hingga tabat. Kegiatan optimasi lahan diarahkan pada lahan yang pernah dibuka dan diusahakan oleh petani secara permanen (menetap). tergantung pada kemampuan petani di lokasi tersebut terutama penduduk lokal f. sehingga air dapat terjamin ke petakan melalui pengembangan tata air mikro dan pengelolaan lahan yang baik serta pembukaan lahan baru. Sasaran yang telah ditetapkan setiap tahun anggaran. Prioritas diberikan pada kawasan yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang lebih ringan. Prioritas juga diberikan kepada kawasan-kawasan yang telah dibuka secara tradisional. perlu dilakukan terlebih dahulu identifikasi untuk mengetahui ketersediaan jaringan irigasi.

diharapkan dengan adanya perbaikan jalan tersebut. petani akan memanfaatkan lahan usahatani secara berkelanjutan. 1. Ameliorasi dapat berupa kapur. dalam melaksanakan kegiatan teknis optimasi dan reklamasi lahan yang sesuai dengan keadaan wilayah. sehingga lahan yang sudah dilaksanakan optimasi dan reklamasi lahan. atau sekam atau abu gergajian dan bahan pembenah tanah seperti zeolit dengan dosis tergantung jenis tanah dan komoditas yang ditanam. sosial dan ekonomi masyarakat setempat dan ketersediaan 3 . dapat memperlancar transportasi petani ke lahan usahatani. jembatan dan gorong-gorong merupakan kegiatan perbaikan dari jalan yang sudah ada pada lokasi yang akan dilaksanakan kegiatan optimasi dan reklamasi lahan.2. Pemberian bahan ameliorasi dan pemupukan yang diperlukan sangat tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan varietas yang ditanam.5. Tujuan Tujuan pedoman teknis Optimasi dan reklamasi lahan adalah untuk memberikan acuan dan masukan kepada Dinas Lingkup Pertanian di kabupaten/Kota wilayah PLG di Propinsi Kalimantan Tengah. Jalan usahatani.

sarana dan prasarana usahatani baik yang telah dibuka maupun bukaan baru.dana sehingga dapat memberikan manfaat bagi para petani di lokasi tersebut. Tujuan kegiatan optimasi dan reklamasi lahan dimaksudkan untuk memperbaiki ekosistem lahan melalui perbaikan kesuburan tanah dan penyediaan sarana produksi dalam rangka peningkatan perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas lahan. Barito Selatan. Pulang Pisau di propinsi Kalimantan Tengah. seluas 1.4.3. sarana dan prasarana usahatani pada kawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura di kabupaten Kapuas.560 ha sebagaimana Lampiran 1. Rehabilitasi dan Pembangunan Infrastruktur Pertanian adalah kegiatan meningkatkan kualitas lahan. Sasaran Sasaran kegiatan optimasi dan reklamasi lahan difokuskan untuk perbaikan kualitas lahan. sehingga lahan di kawasan PLG dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan 4 . 1. antara lain : a. Pengertian Beberapa pengertian umum yang terkait dengan kegiatan Rehabilitasi dan Pembangunan Infrastruktur Pertanian. 1.

abu sekam.b. Ameliorasi di lahan rawa adalah suatu upaya pemberian masukan tertentu (misalnya kapur. Dinas lingkup pertanian adalah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. Reklamasi lahan kawasan PLG Kalimantan Tengah adalah suatu upaya pemanfaatan lahan yang telah dibuka dan diusahakan petani di kawasan PLG melalui perbaikan dan penyempurnaan sarana dan prasarana f. Dinas 5 . Optimasi lahan pertanian adalah usaha meningkatkan pemanfaatan sumberdaya lahan menjadi lahan usahatani yang lebih produktif melalui perbaikan aspek teknis bentang lahan. zeolite. perbaikan fisik dan kimiawi tanah serta fasilitas penanganan menunjang faktor pembatas areal lainnya tanam dalam dan perluasan peningkatan produktivitas lahan. abu gergajian) ke dalam tanah yang lebih difokuskan untuk perbaikan kimiawi tanah. d. Reklamasi lahan rawa adalah suatu upaya pemanfaatan lahan rawa yang telah diusahakan untuk usaha pertanian melalui perbaikan prasarana dan sarana pertanian di kawasan tersebut sehingga meningkatkan luas areal tanam dan produktivitas lahan e. c.

II. Optimasi lahan Ruang lingkup kegiatan optimasi lahan terdiri dari kegiatan penyiapan lahan dan penyediaan sarana produksi. dibimbing petugas daerah. talang air. disusun oleh kelompok tani.1. Penyiapan lahan terdiri dari kegiatan pembukaan lahan. g.Peternakan. embung. Dinas Perkebunan baik propinsi maupun kabupaten. 6 . a. pompanisasi dan saluran drainase) serta perbaikan kesuburan lahan. perbaikan sarana dan prasarana yang diperlukan (gorong-gorong. RUKK (Rencana Usulan Kebutuhan Kelompok) adalah perencanaan terperinci tentang semua kegiatan optimalisasi dan reklamasi lahan berdasarkan hasil RRA.400 ha dialokasikan untuk pengembangan padi seluas 1.300 ha di lokasi Dadahup dan pengembangan kedele seluas 100 ha di lokasi Lamunti. Kegiatan Optimasi lahan di Kabupaten Kapuas seluas 1. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2. disahkan oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota. pembersihan lahan dan pengolahan lahan sampai kondisi siap tanam.

2. Pembuatan/perbaikan gorong-gorong f. Pembuatan/ perbaikan surjan d. Pembersihan lahan sampai siap tanam. jembatan dan goronggorong Kegiatan yang termasuk dalam perbaikan jalan usahatani. kapur pertanian) 2. pupuk (anorganik dan/atau organik) dan bahan amelioran. perataan tanah. Penyediaan sarana produksi antara lain benih/ bibit.000 ha. terdiri dari penebasan. Pembuatan/ perbaikan pematang sawah atau galengan/tanggul c. Reklamasi dan ameliorasi lahan pertanian Kegiatan yang termasuk dalam reklamasi dan ameliorasi lahan rawa PLG adalah untuk menyediakan areal persawahan seluas 123. Penyediaan sarana produksi (pupuk anorganik. adalah pembangunan/ peningkatan kapasitas/ 7 .gorong di kawasan PLG. Perbaikan jalan usahatani. jembatan dan gorong. kompos/ amelioran : zeolit.3. kegiatannya antara lain : a. galian dan timbunan serta pengolahan tanah b.b. penyemprotan. benih/ bibit. 2. Perbaikan jalan usaha tani e.

Pembersihan calon lokasi b. Pembuatan gorong. Pada lokasi tersebut terdapat petani pemilik yang mengusahakan secara berkelanjutan. e. meliputi antara lain : a. SPESIFIKASI TEKNIS 3. Petani bersedia mengikuti kegiatan dan melakukan pemeliharaan 8 . Norma Optimasi dan reklamasi lahan diarahkan pada kawasan usahatani tanaman pangan dan hortikultura yang pernah dibuka dan diusahakan petani secara menetap. Lokasi merupakan kawasan lahan PLG yang dimiliki oleh petani dan infrastruktur sudah berfungsi mulai dari jaringan primer sampai ke tingkat usahatani. c.2.rehabilitasi jalan usahatani pada kawasan tanaman pangan dan hortikultura. b. Status kepemilikan lahan petani jelas c. Standar teknis a. Pembuatan/ badan jalan. 3. Pembuatan/ perbaikan saluran drainase d. Pengerasan badan jalan.gorong peningkatan kapasitas/ perbaikan III. d. Priortas diberikan kepada lokasi yang telah dibuka di Dadahup.1. dan Lamunti.

Petani mengusahakan sendiri lahannya h. d. jalan reklamasi/amliorasi usahatani.e. 3. Luas pemilikan lahan per petani maksimal 2 ha dalam satu tersier g. Terdapat petugas lapangan yang membina para petani secara berkelanjutan. Lokasi berupa rawa yang termasuk dalam kawasan PLG dalam satu hamparan minimal 10 ha b. Petani bersedia secara teknis untuk melaksanakan secara padat karya i. Kriteria a. Petani peserta kegiatan dalam penyiapan lahan/ pembersihan lahan harus bersedia menggunakan metode tanpa bakar (zero burning) 9 .3. Petani berdomisili dalam desa atau desa lainnya dalam satu kecamatan f. pembuatan e. Kawasan tersebut merupakan lahan usahatani yang pernah dibuka dan diusahakan petani. Jaringan irigasi dan drainase mulai dari jaringan utama sampai dengan tingkat usahatani telah dibangun dan berfungsi c. Kawasan tersebut merupakan lahan yang layak untuk dilaksanakan kegiatan maupun baik optimasi.

Gambar 1: Contoh pembuatan surjan di kawasan PLG IV. Biaya untuk pelaksanaan kegiatan termasuk pengadaan saprodi dalam bentuk Belanja Lembaga Sosial Lainnya (MAK 573119) 4.2.2. Penerbitan Juklak dan Juknis Pedoman teknis ini akan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan petunjuk pelaksanaan 10 . Tahapan Pelaksanaan 4. dengan sebesar-besarnya melibatkan partisipasi masyarakat/ petani setempat.1. PELAKSANAAN KEGIATAN 4. Cara Pelaksanaan Mekanisme pelaksanaan fisik optimasi dan reklamasi lahan dilakukan melalui pola padat karya.1.

Koordinasi Koordinasi dimaksudkan dalam hal ini adalah koordinasi internal Keluaran Dinas dari Pertanian kegiatan ini Kabupaten/Kota. serta hasilnya dilaporkan kepada Kepala Dinas untuk ditetapkan sebagai lokasi kegiatan.4. 4. diperoleh calon lokasi yang perlu mendapatkan kegiatan reklamasi sesuai dengan persyaratan teknis. Inventarisasi Calon Lokasi dan Calon Petani (CLCP) CLCP dilaksanakan untuk memperoleh calon lokasi dan calon petani berdasarkan inventarisasi lebih rinci untuk menunjang keberhasilan kegiatan.oleh Dinas Pertanian Propinsi dan petunjuk teknis oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. sesuai dengan kriteria dan standar teknis.2.2. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Walikota 11 . Penetapan Calon Lokasi dan Calon Petani Berdasarkan hasil inventarisasi calon lokasi dan calon petani tersebut.2.2.3. 4. Inventarisasi dilakukan oleh Tim Teknis dibantu oleh Kelompok Tani dan Kepala Desa setempat. 4.

6. Kegiatan RRA sederhana ini dimaksudkan untuk mendapatkan musyawarah kondisi usulan kelompok di dan tani masukan sesuai melalui dengan sehingga sebenarnya lapangan. sehingga dokumen ini digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan fisik dan pengadaan sarana produksi pertanian. 4. Desain Sederhana (DS) Desain sederhana bertujuan sebagai acuan dan dasar untuk melaksanakan kegiatan fisik yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan lapangan.5.menetapkan calon lokasi dan calon petani definitif melalui Surat Keputusan. Sosialisasi dan RRA sederhana Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan perlu disosialisasikan kepada para petani untuk mendapatkan masukan dan saran agar seluruh rencana tersebut dapat dipahami petani secara tepat melalui musyawarah kelompok tani.2. masyarakat merasa memiliki dan merasakan manfaatnya serta bersedia memelihara keberlanjutan usahataninya.2. Hasil musyawarah kelompok tani tersebut dituangkan dalam bentuk RUKK. 12 . 4.

4. seperti petakan usaha tani. jalan usaha tani.7. Pelaksanaan Fisik Kegiatan Pelaksanaan fisik kegiatan reklamasi lahan dinyatakan selesai apabila memperoleh persetujuan Tim Teknis berdasarkan desain sederhana yang dibuat. Daftar nama petani dan luas pemilikan lahan Contoh desain sederhana sebagaimana Lampiran 2. pematang. Dimensi bangunan fisik dan penampang melintang bangunan yang diperlukan d. Peta komponen fisik yang diperlukan di lokasi tersebut. yang disajikan dalam bentuk : a. Apabila masih dipandang perlu.2. 13 . dll. gorong-gorong. Rencana anggaran biaya yang diperlukan e. Peta situasi lokasi lahan yang akan direklamasi b. c. maka Kelompok Tani harus memperbaiki pekerjaannya hingga sesuai dengan desain sederhana.Desain sederhana meliputi informasi sederhana yang diperoleh dari lokasi yang perlu direklamasi atau diperbaiki.

Penyiapan lahan. pengolahan lahan sampai kondisi siap tanam dan upaya perbaikan kesuburan lahan. Optimasi lahan 1). pembersihan lahan. penyemprotan dan pengolahan tanah. lahan lokasi desain kegiatan dalam dari : Pekerjaan terdiri pembukaan lahan.a. 2) Konstruksi Kegiatan didasarkan sederhana. 14 . konstruksi pada optimasi hasil lahan desain kegiatan Komponen optimasi lahan antara lain : • Perbaikan pematang/galengan • Perbaikan tanggul pengaman • Rehabilitasi jalan usahatani. perbaikan sarana dan prasarana. jembatan sederhana dan gorong-gorong • Rehabilitasi dan pembuatan surjan • Pembersihan lahan. Kegiatan penyiapan lahan dilaksanakan pada areal yang telah dibuat sederhana optimasi penyiapan sebagai lahan.

Gambar 2 : Potensi lahan untuk optimasi pada lahan yang sudah dibuka dan diusahakan oleh petani b. Pekerjaan dalam penyiapan lahan terdiri dari : pembabatan rumput/ pembersihan lahan. Reklamasi lahan dan ameliorasi 1). Konstruksi Kegiatan konstruksi didasarkan pada hasil Desain Sederhana. pengolahan tanah untuk tanaman semusim. Dalam rangka 15 . Penyiapan lahan. 2). Dalam pembersihan lahan tidak menggunakan metode pembakaran (zero burning) Kegiatan ini dilaksanakan melalui padat karya. Kegiatan penyiapan lahan dilaksanakan pada areal yang telah dibuat desain sederhana.

Komponen kegiatan reklamasi lahan kawasan PLG di Kalimantan Tengah sebagai berikut : • • • • • Pembersihan lahan Pembuatan petak & galengan sawah. Pembuatan/ rehabilitasi surjan Pembuatan/ perbaikan tanggul Rehabilitasi JUT. yang perlu diperhatikan adalah jenis konstruksi yang sesuai untuk lahan usahatani berdasarkan hasil desain. jembatan & goronggorong Gambar 3 : Tanggul pada lahan sawah tipologi rawa c. Pembangunan jalan usahatani. Penyiapan lahan. Kegiatan penyiapan lahan dilaksanakan pada areal yang telah dibuat Desain 16 . jembatan dan gorong.pembuatan konstruksi.gorong 1).

yang perlu diperhatikan adalah jenis konstruksi yang sesuai dengan kondisi lapangan dan berdasarkan hasil desain. Pekerjaan dalam penyiapan lahan seperti pembersihan calon lokasi jalan dilaksanakan melalui padat karya. jembatan dan gorong.Sederhana. Dalam rangka pembuatan konstruksi. Konstruksi Kegiatan konstruksi pembangunan jalan usahatani. 2). Beberapa bentuk pekerjaan antara lain : • • • • Pembuatan/ peningkatan kapasitas/ perbaikan badan jalan Pembuatan/ drainase Pengerasan badan jalan Pembuatan gorong.gorong perbaikan saluran 17 .gorong didasarkan pada hasil Desain Sederhana.

9. dan selama pertanaman harus memelihara tanaman untuk memberikan hasil yang terbaik sesuai dengan teknis budidaya. Petani harus menyampaikan laporan kepada penyuluh pertanian atau petugas 18 . Penyediaan sarana produksi dapat dilaksanakan langsung oleh Kelompok Tani dengan persetujuan Dinas lingkup Pertanian atau mekanisme lain yang disepakati.2.8.Gambar 4 : Jembatan pada lahan rawa gambut di Kalimantan Tengah 4.2. 4. Pemeliharaan Petani berkewajiban memelihara seluruh infrastruktur di lokasi tersebut. Penyediaan Sarana Produksi Pertanian Sarana produksi pertanian yang akan disediakan sesuai dengan rekomendasi anjuran di lokasi tersebut.

Pelaksanaan fisik kegiatan diupayakan selesai pada bulan Agustus 2008 bersamaan dengan penyediaan sarana produksi pertanian Jadwal pelaksanaan kegiatan sebagaimana contoh pada Lampiran 3 19 . jadual tanam. kegiatan mempertimbangkan urutan kegiatan.2 Jadual Kegiatan Jadual kegiatan disusun berdasarkan Jadual Rencana ini Operasional Kegiatan (ROK). Penetapan Surat Keputusan Kepala Dinas tentang Penetapan Lokasi dan Petani definitif. ketersediaan sumberdaya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : a. Pekerjaan ini diupayakan selesai pada bulan Maret 2008 b.Dinas Pertanian untuk mengetahui peningkatan produktivitas sebelum dan sesudah pertanaman. iklim dan lain-lain. 4. Desain sederhana diupayakan selesai dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2008 c.

2. 20 . terhadap dan pemeliharaan tanaman. sederhana. b. evaluasi dan pelaporan. 4. 25.4.3. Total dana yang dialokasikan untuk padat karya Rp. monitoring. 4. kegiatan desain pertemuan koordinasi.000.per HOK. Pendanaan 4.000.. atau sebanyak 80 HOK per ha (sesuai RUKK).4.500.4.per ha.2. pembinaan. Kegiatan fisik reklamasi melalui pembayaran upah padat karya untuk pekerjaan fisik sebesar Rp. Dana APBD Kabupaten/Kota Daerah menyediakan dana untuk digunakan membiayai CLCP.1.000. 4. pemberdayaan petani.00 per ha (sesuai RUKK).4.. 2. keberlanjutan kegiatan usahataninya.500.2.000.terdiri dari : a. Sumber Dana Biaya pelaksanaan kegiatan dialokasikan melalui Dana Tugas Pembantuan di Kabupaten/Kota per ha sebesar Rp.000. Kontribusi Petani Penerima Manfaat Petani bertanggung kegiatan jawab fisik. Penyediaan kebutuhan sarana lapangan produksi sebesar sesuai Rp.

3. 21 .2. Tugas dan Tanggungjawab Dinas Propinsi Kegiatan di tingkat Propinsi dilaksanakan oleh Dinas pertanian.4.1.. akan dilakukan pembinaan. 5. Ditjen PLA.1. monitoring. PELAPORAN Dalam MONITORING.1.1. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat Propinsi 5. EVALUASI DAN pelaksanaan kegiatan kegiatan bimbingan reklamasi lahan. sebagai berikut : 5. PEMBINAAN. 5. Menyusun laporan rekapitulasi pelaksanaan kegiatan reklamasi / perbaikan lahan sawah berbahan organik rendah.V. Melakukan bimbingan teknis.1. monitoring dan evaluasi 5. evaluasi dan pelaporan baik di tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota tanggungjawabnya.1. selanjutnya dengan kondisi lokalita sesuai dengan tugas dan disampaikan kepada Direktorat Pengelolaan Lahan. Penyusunan petunjuk pelaksanaan sebagai penjabaran dari pedoman teknis Pusat yang disesuaikan setempat.

1. 22 . disampaikan ke propinsi dan ke pusat secara berkala. Tugas dan Tanggungjawab Dinas Kabupaten/ Kota Kegiatan di tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh Dinas pertanian.7.5. evaluasi pelaksanaan kegiatan di lapangan serta pelaporan.2.2. sebagai berikut : 5.2.6.2.4.3. 5.2. Inventarisasi calon lokasi dan calon petani Melaksanakan bimbingan teknis kepada para petugas lapangan dan petani pelaksana kegiatan 5.5.2. 5. Menyusun petunjuk teknis sebagai penjabaran dari petunjuk pelaksanaan yang disusun oleh Propinsi disesuaikan dengan kondisi lokalita setempat. 5. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan. Melakukan koordinasi vertikal dan horisontal dengan instansi terkait 5. 5.2.2. Pembuatan desain sederhana Mengalokasikan dana pendamping APBD kabupaten/kota bimbingan untuk melaksanakan pemantauan dan pembinaan.2.

Jenis dan Format Laporan Adapun jenis laporan adalah sebagai berikut : • Laporan Bulanan (lampiran 4). pelaksanaan kegiatan (50%) dan akhir kegiatan (100%). hasil kerja fisik dan lain lain. pendayagunaan tenaga kerja. Isi laporan antara lain data dan informasi tentang perkembangan pelaksanaan fisik dan keuangan. Materi laporan akhir agar dilengkapi foto-foto kegiatan yang meliputi: kondisi / keadaan sebelum dilaksanakan kegiatan (0%). penyerapan tenaga kerja. 23 .3.4. pembayaran upah tenaga kerja. Laporan Akhir wajib disusun oleh Dinas Pertanian Kabupaten / Kota dan Dinas Pertanian Propinsi wajib menyusun rekapnya juga dalam bentuk laporan akhir propinsi. • Laporan Akhir (lampiran 5). Alur Laporan Laporan diperlukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. 5.5. Laporan Bulanan wajib disusun oleh Dinas lingkup Pertanian Kabupaten / Kota dan Dinas Pertanian Propinsi wajib menyusun rekapnya.

Dinas Pertanian Propinsi menyusun dari rekapitulasi laporan bulanan kabupaten /kota tersebut dalam bentuk laporan bulanan propinsi. Propinsi menyusun rekapitulasi laporan akhir kabupaten/kota dalam bentuk dan ke Pusat (sebagai laporan akhir propinsi. Laporan akhir yang disusun oleh Dinas Pertanian kabupaten/kota. Laporan bulanan yang disusun oleh Dinas Pertanian kabupaten/kota dikirim ke Propinsi dan ke Pusat (sebagai tembusan). Ditjen PLA. selanjutnya dikirim ke Pusat dengan alamat : Direktorat Pengelolaan Lahan. Laporan Bulanan a. kemudian dikirim ke Pusat. Laporan Akhir a.2.Alur laporan adalah sebagai berikut : 5. Kantor Pusat Departemen Pertanian Gedung D lantai 9 Jalan Harsono RM No. dikirimkan ke Propinsi tembusan).4. 3 Ragunan Jakarta Selatan. 24 . 5. b.4. b.1.

Terlaksananya perluasan areal tanam seluas 1. • Laporan bulanan dari Propinsi paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya. 6. Waktu pengiriman laporan • Laporan bulanan dari kabupaten/kota paling lambat tanggal 5 pada setiap bulannya. 6. Terserapnya tenaga kerja sebanyak 124.2. VI.1.800 hok di 4 kabupaten/kota propinsi Kalimantan Tengah. Dengan asumsi peningkatan produksi sebesar 0.540 ha 25 . Meningkatnya produktivitas lahan seluas 1.540 ha 6.2.2.1. Hasil (Outcomes) Hasil yang diharapkan dari kegiatan lahan adalah: 6.2.5.3 ton GKG pada tanaman padi. maka pertambahan produksi padi sebesar 462 ton GKP dari areal seluas 1. INDIKATOR KINERJA 6.2.1.1.560 ha di 4 kabupaten/ kota kawasan PLG Kalimantan Tengah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dan dokumen yang disepakati dengan pihak-pihak terkait.1.5. Keluaran (Outputs) Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah : 6.

Dampak (Impacts) 6. 6. Pemerintah mengalokasikan daerah dana diharapkan APBD untuk melaksanakan kegiatan di desa.000.2.4. VII. Petani dengan swadaya sendiri diharapkan melakukan kegiatan pemanfaatan lahan usahatani secara berkelanjutan. Petani disekitarnya merasa tertarik dan bermanfaat untuk melakukan sendiri kegiatan di lahan petani sendiri. dan peningkatan pendapatan dari usahatani.4.3. 6. 2 tahun 2007 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi 26 . kecamatan lain untuk peningkatan produksi dan produktivitas lahan dan usaha taninya.4.. 25.per HOK.1. 6.6.4.3. PENUTUP Mengingat pentingnya upaya optimasi dan reklamasi lahan pertanian pada kawasan pengembangan lahan gambut yang merupakan bagian tugas dari Dirktorat Pengelolaan Lahan.. Ditjen PLA yaitu tersedianya areal persawahan yang berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam Inpres No. Manfaat (Benefits) Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatnya pendapatan petani dari upah perbaikan lahan melalui pola padat karya sebesar Rp.

maka hal ini sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk dapat menyelesaikan sesuai dengan yang diharapkan. 27 .Kawasan Pengembangan Lahan Gambut.rambu yang telah ditetapkan dalam matrik keterpaduan dalam pelaksanaan kegiatan antara Departemen Pertanian. Departemen Pekerjaan Umum dan Transmigrsi. namun demikan tetap memperhatian rambu.

3.000 1400 100 6.Lampiran 1 : Alokasi Kegiatan Reklamasi Lahan Kawasan PLG Tahun 2008 No.540 1.000 1.000 6.930.540 6. Kapuas Pulang Pisau JUMLAH a.930.000 90.000 20 90.930. Prop/Kab KALTENG Barito Selatan Sub Sektor Tanaman Pangan Hortikultura T Pangan Tanaman Pangan Reklamasi Lahan Luas Biaya (ha) (Rp.000 2. 1.000 Optimasi Lahan Luas Biaya (ha) (Rp. 000) 1. Hortikultura 1 Propinsi 3 Kabupaten 20 20 90.000 6. I.000 450. TP b.540 28 .300. 000) 20 90.000 40 180.

Lampiran 2. Contoh Design Sederhana 30 .

Lanjutan Lamp.2 31 .

Lanjutan Lamp.2 32 .

2 33 .Lanjutan Lamp.

2. antar instansi Inventarisasi CLCP Pntpn lok. DIPA/POK Sosoalisasi Tim Pusat Penyusunan SK/Tim Pelaks. 5.Lampiran 3 : CONTOH JADUAL PALANG PELAKSANAAN KEGIATAN REKLAMASI LAHAN TAHUN 2008 Lama Pelaksaanan (bulan) 3 1 bln 1 mg 1 mg 2 mg 1 bln 1 mg 3 mg 2 bln 2 bln 2 bln 2 bln 2 bln 3 bln 7 bln 8 bln 1 bln PELAKSANAAN (BULAN) TAHUN 2008 Jan 4 Feb 5 Mar 6 Apr 7 Mei 8 Jun 9 Jul 10 Agt 11 Sep 12 Okt 13 Nov 14 Des 15 Ket 16 No. Lap. d.Fisik Lap. C D a. Monev Pembinaan Monitoring Evaluasi mmmm Mm n m nnnnn N mmi bbbbbb bbbbb biiiiiiii iiiiiiiic biiiiiiii iiiiiiiic biiiiiibii iiiiiiiic biiiiiibii iiiiiiiic zzzzzzzzzzzzzzzzzzz zzzzzzzzzzzzzzzzzzzczzzzzz z zzzzzz zzzzzzczzzzz z zzzzzzzzzzzzzzzzzzzczzzzzz z zzzzzz zzzzzzczzzzzzzzzzzz z zzzzzzz 34 . Penyiapan lahan Pengadaan Saprodi Konstruksi Fisik RL Penanaman Pemeliharaan Pembinaan. 1 A 1. B 1. 3. c. Keg. Kord. c. 3. a. 4. (SK Kadis) Sosialisasi dan RRA Desain Sederhana Pelaks. 2. b. 6. Pelaksanaan Kegiatan 2 Persiapan Prop/Kab. b.

Monev Pembinaan Monitoring Evaluasi mmmm Mm n m nnnnn N mmi bbbbbb bbbbb biiiiiiii iiiiiiiic biiiiiiii iiiiiiiic biiiiiibii iiiiiiiic biiiiiibii iiiiiiiic zzzzzzzzzzzzzzzzzzz zzzzzzzzzzzzzzzzzzzczzzzzz z zzzzzz zzzzzzczzzzz z zzzzzzzzzzzzzzzzzzzczzzzzz z zzzzzz zzzzzzczzzzzzzzzzzz z zzzzzzz 32 . a. 5. Penyiapan lahan Pengadaan Saprodi Konstruksi Fisik RL Penanaman Pemeliharaan Pembinaan. 4. B 1. Pelaksanaan Kegiatan 2 Persiapan Prop/Kab. 3. 6. (SK Kadis) Sosialisasi dan RRA Desain Sederhana Pelaks. REKLAMASI. 2. 3. Keg. b. 2. C D a. d. c.Fisik Lap. Lap. 1 A 1. c. Kord. antar instansi Inventarisasi CLCP Pntpn lok. DIPA/POK Sosoalisasi Tim Pusat Penyusunan SK/Tim Pelaks.Lampiran 3 : CONTOH JADUAL PALANG PELAKSANAAN KEGIATAN OPTIMASI. JUT DI KAWASAN PLG TAHUN 2008 Lama Pelaksaanan (bulan) 3 1 bln 1 mg 1 mg 2 mg 1 bln 1 mg 3 mg 2 bln 2 bln 2 bln 2 bln 2 bln 3 bln 7 bln 8 bln 1 bln PELAKSANAAN (BULAN) TAHUN 2008 Jan 4 Feb 5 Mar 6 Apr 7 Mei 8 Jun 9 Jul 10 Agt 11 Sep 12 Okt 13 Nov 14 Des 15 Ket 16 No. b.

32 .

Lampiran 2. Contoh Desain Sederhana 29 .

30 .

31 .

RUANG LINGKUP KEGIATAN REKLAMASI LAHAN 2.3. Komponen kegiatan III. Tahapan kegiatan 4. Dukungan kegiatan komoditas 2.2. Tujuan 1. Realiasi fisik dan keuangan NB. LOKASI KEGIATAN PELAKSANAAN KEGIATAN 4. IV.1. Sasaran lokasi II. Latar belakang 1.1. termasuk jumlah serapan tenaga kerja (HOK) dan produktivitas sebelum dan sesudah kegiatan (ton/Ha) V. PENDAHULUAN 1.1. Permasalahan yang dihadapi 5.2.1. PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH 5. PEMANFAATAN PENUTUP LAMPIRAN 34 . Pemecahan masalah VI. VII. 2008 I.Lampiran 5 : Outline Laporan Akhir CONTOH OUTLINE LAPORAN AKHIR KEGIATAN KAWASAN PLG TA.2.2.

.. Lokasi Kegiatan Kec/Desa/ Kel.....Lampiran 4 : CONTOH FORMAT LAPORAN BULANAN REVITALISASI DAN REHABILITASI LAHAN EX-PLG Propinsi/Kabupaten/Kota Kondisi s/d Bulan : ..... Perbaikan Lahan : • • • Saprodi : • Benih • Pupuk Urea • Pupuk NPK • Pupuk KCL • Kompos • Kapur • Rockpospat (Rock) • Zeolit 33 . : .. Target No.......... tani Komoditas Jenis Kegiatan Volume Satuan Dana (Rp) Volume Realisasi Satuan % Dana (Rp) % Ket.....................................

34 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful