LAPORAN PRAKTIKUM DIETETIK TATA LAKSANA DIET NEFROLITIASIS POSTOPERATIF NEFROSTOMI H4

DISUSUN OLEH : Kelompok 10 Luh Kadek Hawaila Rai Ginadea (12710) Aminah Suci Wulandari (12723) Nindya Putri Pamungkas (12733)

PRODI GIZI KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

1

Keluhan di pinggang kanan lebih berat. muntah (-). Pasien tinggal bersama anak dan istri. Pasien bersuku bangsa Jawa Pasien berolahraga seminggu 2x Pasien memiliki alergi ayam potong Pasien merasa mual. S : 55 tahun : laki-laki : buruh :: Islam No RM : 1405430 Ruang : Cendana (E2) Tgl Masuk : 27 Maret 2009 Tgl Kasus : 31 April 2009 Alamat : Ngabean. mual (+). Tidak menjalar. ANAMNESIS Identitas Pasien Nama Umur Sex Pekerjaan Pendidikan Agama : Tn. kencing berwarna merah (-). DATA SUBJEKTIF Berkaitan dengan Riwayat Penyakit Keluhan Utama Riwayat Penyakit Sekarang Nyeri pinggang kanan 10 SHMRS : pasien mengeluh nyeri pinggang kanan dan kiri. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga HMRS : keluhan pasien menetap DM (-). ASSESMEN GIZI A. Triharjo Pandak Bantul Diagnosis medis : suspek nefrolitiasis bilateral dengan Hn postoperative nefrostomi H4 B.BAGIAN 1. HT (-) Tidak ada keluarga yang menderita penyakit serupa Berkaitan Dengan Riwayat Gizi Data Sosio ekonomi Aktivitas Fisik Alergi makanan Masalah Pasien tergolong dalam keluarga ekonomi menengah ke bawah. kadang-kadang muntah 2 .

Nyeri dapat menyebar ke pangkal paha. lauk hewani. adanya infeksi dan/atau obstruksi saluran kemih. Nyeri pinggang berat yang terjadi sering timbul mendadak dan kemudian semakin hebat. tempe setiap hari Sayur : bayam. testis. teh. Batu mungkin ditemukan di dalam tubulus ginjal atau pelvis ginjal. nabati. Pasien berasal dari golongan keluarga menengah kebawah dan tinggal bersama anaknya. Riwayat pola makan secara umum baik dilihat dari segi jenis makanan pokok. pernah diobati dengan obat kalkusol Pasien tidak mengeluh sulit menelan dan stomatitis serta gigi geligi tidak lengkap Tidak mengkonsumsi vitamin dan mineral apapun Pasien mengeluh terjadi penurunan berat badan secara tidak sengaja selama kurang lebih 6 tahun Makanan pasien dipersiapkan oleh istrinya Makanan pokok : nas 3x/hari Lauk hewani : telur 3x seminggu Lauk nabati : tahu. kangkung Buah : pepaya. Gambaran klinis bergantung pada tempat batu. Pembahasan Anamnesis Nefrolitiasis (batu ginjal) adalah pembentukan batu di dalam ginjal. atau labia mayora.gastrointestinal Penyakit kronik Kesehatan mulut Pengobatan Perubahan berat badan Mempersiapkan makanan Riwayat / pola makan Pasien memiliki riwayat penyakit batu ginjal sejak 6 tahun lalu. Terdapat sejumlah tipe batu ginjal dan ukurannya dapat berkisar dari kecil hingga sebesar batu staghorn (batu menyerupai tanduk rusa) yang dapat menyumbat sistem kolektivus. Kolik ureter biasanya berkaitan dengan batu ginjal. tidak mengalami kesulitan menelan maupun stomatitis dan gigi geligi masih lengkap. Pasien memiliki alergi terhadap ayam potong. ureter. jeruk 3x/minggu Minuman : air putih. kacang panjang. Kesimpulan : Pasien didiagnosis suspek nefrolitiasis bilateral dengan Hn post operatif nefrostomi H4. Batu berdiameter <5 mm dapat keluar secara 3 . Pasien memiliki gangguan gastrointestinal berupa mual dan kadang-kadang muntah. dan kandung kemih. serta sayur dan buah yang dikonsumsi. susu 2x sehari C. Pasien mempunyai riwayat penyakit kronik yaitu batu ginjal dan pernah dibati dengan kalkusol.

Pemeriksaan Biokimia Pemeriksaan urin/darah HGB RBC WBC HMT MCV MCH MCHC SGOT Awal masuk RS (27-03-2009 pre op) 9.7 u/L Awal kasus (01-04-2009) 8.7-6. status gizi pasien adalah gizi buruk. Berdasarkan kadar albuminnya.1 x 106/mm3 4. Pengukuran kadar protein tubuh termasuk albumin memang bukan merupakan indeks status gizi yang dapat diandalakn karena konsentrasi protein tubuh banyak dipengruhin oleh banyak faktor seperti infeksi.4 10. dan faktor genetik. Chris. Dengan demikian. Batu yang cukup besar untuk menyumbat saluran kemih dapat menyebabkan gagal ginjal akut (Brooker.8 g/dl 3. DATA OBJEKTIF Antropometri TB 168 cm Berat Badan recall 59 kg LLA 25 cm Kesimpulan dan pembahasan Status gizi tidak dapat diukur dengan data antropometri yang ada karena data berat badan yang ada adalah berat badan berdasarkan recall sehingga tidak objektif.91 29.9 x 103/mm3 25.8 87. usia.spontan dengan hidrasi yang adekuat. pengukuran albumin serum dapat digunakan untuk menapis pasien rawat inap mana yang perlu mendapat penanganan gizi khusus (Sacher.8-10.2 g/dl 19 u/L Ket Rendah Rendah Normal Rendah Normal Normal Normal Normal Nilai normal 14-18 g/dl 4.8 x 103/mm3 42-52% 79-99 Fl 27-31 pg 33-37 g/dl 0-40 u/L 4 . disfungsi organ. Pengukuran status gizi pasien ini menggunakan kadar albumin.8 pg 32. Hasil suatu penelitian menunjukkan bahwa pasien yang masuk rumah sakit dengan kadar albumin < 3.5 pg 33.5 g/dl 2. Ensiklopedia Keperawatan. stres.9 24.98 x 106/mm3 7. Batu yang lebih besar biasanya memerlukan intervensi agar dapat dilekuarkan.2 g/dL memiliki morbiditas dan mortalitas yang lebih besar. 2002).9 fL 28. Kadar albumin tubuh yang rendah berkaitan dengan gangguan nutrisi. EGC : Jakarta) D.6% 85.6 fL 28. hormon.

Selain itu.28 g/dl 134. Anemia pada kasus ginjal kronis disebabkan karena gangguan produksi hormone eritropoetin yang berperan dalam proses pematangan sel darah merah di sum-sum tulang belakang (Krause.6-7. untuk menegakkan diagnosis adanya kanker prostat (Diamandis.08 113 20 u/L 63 mg/dl 5.2 mg/dl 6. Pemeriksaan Fisik Klinik a. Kesan umum : sedang.36 mmol/L 111. Selain itu. Hal ini dapat disebabkan karena gangguan pada ginjal yang dialami pasien.5 mg/dl 6.6 g/dl 3. kadar PSA Total pasien juga tinggi.5 mmol/L 94-111 mmol/L 110-450x103/UL 0-4 ng/dl 80-110 ng/dl Kesimpulan dan pembahasan 40. Suhu c.3 g/dl 3. SI (-) d.SGPT BUN Creatinin Uric acid Total protein Albumin Natrium Kalium Chlorida PLT PSA Total GDS 0-42 u/L 7-18 mg/dl 0.5 u/L 54. 2008).6-1. Bila kadar PSA total diantara 4.11 mmol/L 107. Vital sign Nadi Respirasi : Tensi === 84x/mt a. seperti biopsy. Kepala : 36o C : CA (-). PSA (Prostate Specific Antigen) Total digunakan untuk mendeteksi dini kanker prostat.1 g/dl 135-155 mmol/L 3. maka diperlukan adanya pemeriksaan lanjutan. dan asam urat = 0 Kesimpulan dan pembahasan Kondisi fisik klinik pasien adalah normal. Hal ini menunjukkan pasien beresiko anemia.8-5. RBC. 2002).6-8.7 mmol/L 265 4.6 mmol/L 3. dan hematokrit rendah.8-5.93 g/dl 3.3 mg/dl 2. Kristal dalam urin : Ca oksalat = 0.6 mmol/L 246 - Normal Tinggi Tinggi Normal Normal Rendah Rendah Rendah Tinggi Normal Tinggi Normal Hasil pemeriksaan biokimia pasien menunjukkan nilai HGB. tri fosfat = 0. kadar BUN.0 – 10 ng/dl. kreatinin. 5 . CM b.4 mg/dl 6.8 mg/dl 8. dan kadar elektrolit pasien tidak normal.38 g/dl 6.02 g/dl 132.7 mmol/L 4.

44 98.04 174. dan konstipasi.2 96.Asupan Zat Gizi Diet Tanggal Implementasi Asupan oral Kebutuhan % Asupan Kesimpulan dan pembahasan Dari diet yang diberikan. Terapi Medis Jenis Obat/tin dakan Metronidazol Antibakteri ananerob dan antiprotozoa sintetis.33%.93 80. Low voltage pada EKG dapat disebabkan oleh adanya efusi pericardial. Namun pemenuhan protein masih kurang yaitu 84. anoreksia. nyeri epigastrum. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan EKG Ro Thorax USG abdomen Kesimpulan Hasil EKG menyatakan low voltage di semua sistemik.5% KH (gr) 231. persentase pemenuhan energi sudah baik yaitu 90. pemenuhan karbohidrat sudah baik yaitu sebesar 92. Pada Pasien S tidak ditemukan terjadi kardiomegali dan hasil USG menunjukkan adanya batu di bagian pyelum kanan dan kiri. dan Cetriaxon trikomonosid.6% Protein (gr) 46. gagal jantung. sakit kepala. penyakit miokardial.5%. 1999).58 % sedangkan asupan lemak terlalu berlebih (116%). dan hipotiroid (Gupta. kardiomegali.25 1032.3% Hasil Menggambarkan low voltage di semua sistemik Tidak menunjukkan adanya kardiomegali Pyeolithiasis dekstra et sinistra 6 . pneumonia pada rongga dada kiri.52 32 49. diare. efusi pleura kiri. Memiliki sifat aktifitas bakterisida.68% Lemak (gr) 39.39 22. ? Fungsi Efek samping Solusi : Biasa (nasi) : 1 April 2009 Energi (kal) 1381. amebisida. Antibakteria yang Dapat Mual.

konstipasi. sakit kepala. Domain Clinical : • • Gangguan saluran cerna berkaitan dengan interaksi obat tramadol Gangguan metabolisme dalam tubuh berkaitan dengan adanya nefrolitiasis kadar HBG. pusing. Domain Behavior : - 7 .3) dan post operatif dibuktikan dengan tinggi (NC-2. menyebabkan diare Mual.56% (NI. Albumin. diare. HMT.2) Natrium.02 g/dL dan pemenuhan kebutuhan protein sebesar 84. BAGIAN 2. kreatinin. dan Kalium yang rendah dan kadar BUN. Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Analgesic sintetis yang kerjanya mirip dengan morfin yaitu berikatan dengan reseptor di bagian otak yang berperan daitu lam transimi sensasi rasa sakit ke seluruh tubuh.digunakan untuk infeksi pada daerah abdomen. RBC. dan klorida yang 3. Biasa diberikan sebelum operasi untuk mencegah infeksi Tramadol setelah operasi. Domain Intake : • Asupan protein yang tidak adekuat berkaitan dengan kurangnya konsumsi sumber protein hewani dibuktikan dengan kadar albumin dan rendah yaitu 3. DIAGNOSIS GIZI 1. dibuktikan dengan adanya mual dan muntah (NC-2. muntah. 5-3) 2.

332.8 x U)} x 1. karbohidrat cukup. dan Cara Pemberian a) b) c) 2. Perhitungan Kebutuhan energi dan zat gizi a) Perhitungan Energi = BMR x faktor aktivitas x faktor stress paska operasi = {66. 4.BAGIAN 3. Tujuan Diet Terapi diet Bentuk makanan Cara pemberian : TETP : Makanan Biasa : Oral a) Memenuhi kebutuhan energi pasien yang meningkat paska operasi b) Memenuhi sebagian kebutuhan cairan pasien c) Meningkatkan kadar albumin darah pasien 3. pasien memiliki kadar albumin yang rendah sehingga 8 .91 g KH = 1661. Selain itu.5 + (13. INTERVENSI GIZI A. PLANNING 1.202 kkal – 280.8 x BB) + (5 x TB) – (6.01 kkal = 332.01 kkal b) Kebutuhan zat gizi Protein = 1.3 gr/kg BB/hari = 70.3 = 1661.3 g/kg BB).01 kkal .2 gr Lemak = 20% x 1661. Pemberian diet tinggi energi dan tinggi protein dilakukan karena pasien baru menjalani operasi pemasangan kateter pada ginjal.202 kkal = 36. tinggi protein (1. Bentuk Makanan. Syarat / Prinsip Diet a) b) c) Bentuk makanan diberikan sesuai kemampuan pasien Tinggi energi.8 kkal = 1048 kkal = 262 gr Pembahasan Preskripsi Diet : Pasien tidak memiliki masalah mengunyah dan menelan sehingga makanan dapat diberikan dalam bentuk makanan biasa. Terapi Diet. dan cukup lemak (20% Tidak merangsang mual dan muntah kebutuhan).

Yang diukur Albumin Pengukuran Menyesuaikan dengan jadwal pemeriksaan dokter Setiap hari Setiap hari Evaluasi/ target Meningkat hingga normal Dalam rentang nilai normal Berkurang atau tidak terjadi mual dan muntah Sisa kurang dari 20% Makan Pagi REKOMENDASI DIET Nasi putih 100 g Orak arik Bahan Makanan Beras Tahu Wortel Kacang panjang Minyak Jumlah 100 g 100 g 25 g 25 g 5g 9 . IMPLEMENTASI 1. Rekomendasi Diet Materi konseling -Memberikan contoh makanan yang mengandung protein -Memberikan alternatif pilihan lain protein hewani. 5. seperti ikan Keterangan Konsultasi disampaikan pada istrinya saat pasien akan pulang. tensi Frekuensi mual dan muntah sisa makanan (comstock) 6. Rencana Konsultasi Gizi Masalah gizi Konsumsi protein Tujuan -Memberikan informasi kepada pasien mengenai manfaat pemenuhan protein terutama bagi pasien pasca operasi -Memberikan informasi mengenai pengganti protein hewani terkait dengan alergi pasien terhadap ayam potong B. suhu. frekuensi nafas. Rencana monitoring dan evaluasi Pemeriksaan darah dan urin rutin Vital sign Daya terima Denyut nadi.diperlukan asupan protein yang tinggi untuk mengejar batas normal albumin untuk mempercepat waktu penyembuhan.

struvite (magnesium. infeksi kronis. dan lemak pasien.2 gr 92% Lemak (g) 36. Faktor resiko terjadinya nefrolitisiasis adalah laki-laki. asam oksalata. TINJAUAN PUSTAKA Nefrolitiasis atau sering disebut dengan batu ginjal adalah penyakit terbentuknya kristal di saluran kencing. kehamilan.7 36. ammonium. BAGIAN 4. rekomendasi diet yang diberikan telah dapat memenuhi kebutuhan energy. dan fosfat). Sebesar 80% kristal tersusun atas kalsium.Selingan pagi Teh Jus putih telur Makan siang Selingan siang Makan malam Roti tawar Nasi putih 200 g Ikan tongkol bumbu kecap Tumis bayam Apel merah Susu segar Nasi putih Tempe goring Tumis buncis Teh Gula Jambu Putih telur Gula Roti tawar Beras Tongkol segar Bayam segar Minyak Apel merah Susu segar Beras Tempe kedelai Buncis Minyak Gula 5g 100 g 60 g 16 g 80 g 200 g 50 g 50 g 5g 75 g 200 ml 100 g 50 g 100 g 5g 8g 2. Kajian Rekomendasi Diet Energi Rekomendasi diet Kebutuhan (planning) % Rekomendasi/kebutuhan (kkal) 1551.6 1661. 10 . protein. garam fosfat atau asam amino sistein.9 99% Karbohidrat (g) 247. biasanya berupa kalsium oksalat tetapi bisa juga mengandung asam urat. diet tinggi purin. Keluhan utama pada penyakit ini adalah severe flank and groin pain.4 262 94% Berdasarkan penjabaran diatas. dehidrasi.1 93 % Protein (g) 64. Lokasi kristal bervariasi mulai dari ginjal hingga kandung kemih. dan faktor keturunan.4 70. hiperkalsemia. karbohidrat.

Indikasi umum tindakan nefrostomi perkutan adalah oligouria atau anuria yang terjadi karena adanya obstruksi non kegananasan (misalnya batu saluran kemih/ureter bilateral) atau karena adanya obstruksi keganasan akibat pertumbuhanpendesakan oleh tumor seperti kanker serviks stadium 3-4 (Aziz et al. Terapi diet baru dapat dilaksanakan bila pasien sudah dalam flow fase. kalsium. sebab dalam fase tersebut metabolisme pasien sudah stabil dan siap untuk mendapatkan asupan makanan. Data biokimia yang digunakan adalah serum BUN. 2009). protein. Pada fase ini terdapat gangguan elektrolit. Sedangkan flow fase kondisi sudah lebih stabil sehingga dapat diberikan cairan berkalori 11 . lunak. apakah pasien masih dalam kondisi ebb fase atau flow fase. Diet pasca operasi konsistensinya bervariasi mulai dari cair. kreatinin. dan asam urat (Cash dan Glass. Nefrostomi adalah suatu tindakan membuat fisla yang menghubungkan sistem pelviokalises ginjal dengan luar tubuh melalui kulit. dan cairan (Stanfield. mineral. Diet pasien pasca operasi juga harus memperhatikan fase pasien. dan vitamin juga penting diperhatikan.darah di urin (hematuria). dan suhu. Eneri. mual dan muntah. Ebb fase merupakan kondisi yang tidak stabil. Sedangkan dalam ebb fase. 2008) NUTRISI POSTOPERATIF Tujuan tata laksana diet postoperatif adalah mengganti kebutuhan tubuh yang hilang selama proses operasi secepat mungkin. asam basa. mineral. 2011) Pada kasus-kasus nefrolitiasis kronik. dan asam askorbat adalah zat gizi yang penting dalam proses pemulihan luka pasca operasi. Tujuannya adalah untuk mengalirkan urin dari sistem pelviokalises ginjal yang mengalami obstruksi. tergantung dari kondisi pasien tetapi yang utama adalah diet tersebut tinggi kalori. atau biasa. Resusitasi cairan. dimana sudah terjadi obstruksi di saluran kencing biaasanya dilakukan tindakan nefrostomi. kondisi metabolisme pasien masih belum stabil sehingga baru dapat diberikan terapi nutrisi parenteral total (TPN). vitamin. Pada fase ini perlu diberikan cairan elektrolit yang tidak mengandung kalori. protein.

3. asupan protein yang tidak adekuat. dan gangguan saluran cerna. 12 . Pasien mengalami defisiensi protein. Pasien didiagnosis suspek nefrolitiasis bilateral dengan Hn postoperative nefrostomi H4 2. SARAN Pasien disarankan untuk menambah konsumsi protein hewani untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. dilihat dari pemeriksaan biokimia yang menunjukkan kadar albumin yang rendah.KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN 1. 4. Diet yang diberikan untuk pasien merupakan diet tinggi energi tinggi protein dalam bentuk makanan biasa dan diberikan secara oral. Permasalahan gizi yang dialami pasien antara lain gangguan metabolisme.

2008. 2009. Nutrition and Diet Threrapy : Self Instructional Approaches Fifth Edition. Gupta. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Stanfield. Peggy and Y. M. H. LC. Panduan Pelayanan Medik : Model Interdisiplin Penatalaksanaan Kanker Serviks Dengan Gangguan Ginjal. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Pathobiology. Tumor Marker : Physiology. 2002. Springer Publishing Company : New York. 2002. India : JAYPEE Sacher. E/11 (terjemahan). Cash.DAFTAR PUSTAKA Aziz. Family Practice Guideline Second Edition. AACC Press : USA. 1999. Diamandis. dan Richard A. Eleftherios P. Differential Diagnosis. Farid. Technology. and Clinical Application. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta. Hui. and Cheryl A. Ronald A. Glass. McPherson. Jill C. Jones and Bartllet Publisher : USA 13 .

carbohydrate 70.6 16.0 8.0 kcal 43.9 kcal 219.9 2.4 g (17 %) Snack SIANG jambu biji telur ayam bagian putih gula pasir roti tawar 100 g 60 g 16 g 80 g 50.0 kcal 8.================================================================ ===== HASIL PERHITUNGAN DIET/menus ================================================================ ===== Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.1 kcal 28.0 kcal 76.9 kcal 30.7 kcal 31. _________________________________________________________________________ _____ SARAPAN nasi putih tahu wortel kacang panjang mentah gula pasir minyak kelapa sawit 100 g 100 g 25 g 25 g 8g 5g 130.5 g g g g Meal analysis: energy 361.0 kcal 9. carbohydrate 42.0 g (28 %) 14 .0 0.0 41.9 0.6 1.0 2.8 kcal (19 %).9 kcal (23 %).1 kcal 11.0 g g g g g g Meal analysis: energy 297.0 kcal 61.

A 1294.0 mg Vit.0 µg Vit. carbohydrate 53.5 µg carotene 0.5 g 9.0 kcal 99.MAKAN SIANG nasi putih ikan tongkol minyak kelapa sawit bayam segar 200 g 50 g 5g 50 g 260.5 kcal (22 %).3 g alcohol 0. carbohydrate 60.0 kcal 28. carbohydrate 21.4 kcal 43.3 kcal 131.0 0. C 219.2 kcal (11 %).4 g(16%) 70.5 g protein 64.4 kcal 93 % water 22.0 g(> 55 %) 94 % dietary fiber 17.0 3. B2 1.0 g (21 %) ================================================================ ===== HASIL PERHITUNGAN ================================================================ ===== Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase nilai nilai/hari pemenuhan _________________________________________________________________________ _____ energy 1551.9 kcal 31.1 kcal (24 %). B6 1.0 7. 0.2 mg Vit.1 g (9 %) MAKAN MALAM nasi putih tempe kedele murni minyak kelapa sawit buncis mentah gula pasir 100 g 50 g 5g 100 g 8g 130.9 8.7 g g g g Meal analysis: energy 377.2 g(12 %) 92 % fat 36.0 g Vit.6 8.9 g (25 %) Snack SORE apel susu segar 75 g 200 g 44.5 kcal 43. B1 0. E 0.9 kcal 11.5 mg 15 .7 g(20%) 36.0 kcal 55.2 mg folic acid eq.1 kcal 34.2 0.8 mg Vit. 247.0 mg Vit.1 kcal 18.9 g(< 30 %) 99 % carbohydr.6 kcal 1663.0 g g g g g Meal analysis: energy 338.5 0.5 kcal 57.4 g(63%) 262.6 g Meal analysis: energy 176.

5 mg 12.2 mg 838.1 mg 327.sodium potassium calcium magnesium phosphorus iron zinc PUFA cholesterol 754.7 mg 2052.9 g 51.0 mg 6.0 mg - - 16 .0 mg 6.6 mg 603.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful