Tugas Kelompok

INSEMINASI BUATAN

Oleh:

KELOMPOK 2

Nur Amalina Rahman Nur Hijrah Tiala Nur Iqbal Ikhwan Nur Islamiyah Nur Isnaini Nur Rahmi AR

JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

tujuan .sebab dilakukan dan macam-macam Inseminasi Buatan. Dilema yang Timbul dari Teknologi Reproduksi (Inseminasi Buatan). Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang demokrasi Indonesia. 05 Desember 2011 Penulis . saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ³Inseminasi Buatan´ Makalah ini berisikan tentang Pengertian . Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Inseminasi Buatan dilihat dari aturan hukum dan agama. . Amin Tanggal. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata.

...... BAB I PENDAHULUAN«««««««««««««««««««« A................................... Macam-macam Inseminasi Buatan«««««««««««««........................ i ii iii 1 1 2 2 2 3 3 3 4 4 5 9 BAB III PENUTUP ..«««««««««««««««..... KATA PENGANTAR ................... 14 .................................... Tujuan Inseminasi Buatan««..............« E................................. F....... A.................................. Dilema yang Timbul dari Teknologi Reproduksi (Inseminasi Buatan)................. Rumusan masalah«««««««««««««««««««« BAB II PEMBAHASAN .. 13 A... Pengertian Inseminasi Buatan«««««««««««««««« B..... Inseminasi Buatan dipandang dari Aturan Hukum dan Aturan Agama...................... C...... Saran «««««««««««««««««««««««««................................ Latar belakang ««««««««««««««««««««« B............... DAFTAR ISI ..... C............................ Kesimpulan««««««««««««««««««««««« 13 B.............. D.... Manfaat penulisan«««««««««««««««««««« D...... Tujuan Penulisan «««««««««««««««««««........ Sebab dilakukan Inseminasi Buatan«««««««««««««.............DAFTAR ISI SAMPUL ««««««««««««««««««««««««««............................................... 13 DAFTAR PUSTAKA ........................

Pada mulanya program pelayanan ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopii istrinya mengalami kerusakan yang permanen. Sperma bisa bertahan hidup lama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen pada temperatur -321 derajat Fahrenheit. Dalam kasus ini. pertama kali berhasil dipraktekkan pada tahun 1970. S. Awal berkembangnya inseminasi buatan bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma. Pihak yang pro dengan program ini sebagian besar berasal dari dunia . Dalam hal ini kiranya tidak ada pendapat pro dan kontra terhadap bayi yang lahir karena merupakan keturunan genetic suami dan istri. mulai timbul persoalan dimana semula program ini dapat diterima oleh semua pihak karena tujuannya yang ³mulia´ menjadi pertentangan. Ia dapat membantu pasangan suami istri yang subur tetapi karena suatu gangguan pada organ reproduksi.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Inseminasi buatan pada manusia sebagai suatu teknologi reproduksi berupa teknik menempatkan sperma di dalam vagina wanita.H. Banyak pihak yang kontra dan pihak yang pro. Otto Soemarwoto dalam bukunya ³Indonesia Dalam Kancah Isu Lingkungan Global´. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkan pula pada pasutri yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan. sel telur istri dan sperma suami dipertemukan di luar tubuh dan zigot yang terjadi ditanam dalam kandungan istri. mereka tidak dapat mempunyai anak. menyatakan bahwa bayi tabung pada satu pihak merupakan hikmah. Muhammad Djumhana.. Akan tetapi seiring perkembangannya. dengan tambahan dan keterangan dari Drs.

D. Sebagai bahan perkuliahan dalam mata kuliah FIKIH ataupun mata kuliah lainnya yang membahas materi mengenai Iseminasi Buatan . Pengertian .sebab dilakukan dan macam-macam Inseminasi Buatan 2. Manfaat Penulisan 1. B. Dilema yang Timbul dari Teknologi Reproduksi (Inseminasi Buatan) . macammacam inseminasi maupun tujuan dilakukannya inseminasi buatan. baik itu pengertian. 2. Informasi mengenai inseminasi buatan dan kasus-kasus yang terjadi menyangkut inseminasi buatan . C. Tujuan Penulisan Dengan disusunnya makalah yang berjudul Inseminasi Buatan ini maka bertujuan untuk : 1. Memberi pengetahuan pada mahasiswa khususnya Program Studi Ilmu Keperawatan mengenai inseminasi buatan. Memberi gambaran kepada mahasiswa bagaimana inseminasi buatan dilihat dari segi aturan hukum dan agama. Rumusan Masalah Adapun makalah yang berjudul Inseminasi Buatan ini membahas: 1. 2.kedokteran dan mereka yang kontra berasal dari kalangan alim ulama. 3. Tulisan ini tidak akan membahas mengenai pro kontra yang ada tetapi akan membahas mengenai aspek hukum perdata yang menekankan pada status hukum dari si anak dan segala akibat yang mengikutinya.tujuan . Inseminasi Buatan dilihat dari aturan hukum dan agama.

dalam bahasa arab adalah suatu cara atau teknik memperoleh kehamilan tanpa melalui persetubuhan (coitus). penampungan. Pengertian Inseminasi Buatan Kata inseminasi berasal dari bahasa inggris ³insemination´ yang artinya pembuahan atau penghamilan secara teknologi. Berdasarkan pengertian tersebut. Adapun tujuan dari inseminasi buatan adalah sebagai suatu cara untuk mendapatkan keturunan bagi pasutri yang belum mendapat keturunan. bukan secara alamiah. Inseminasi buatan (artificial insemination). Namun perkembangan lebih lanjut dari inseminasi buatan tidak hanya mencangkup memasukkan semen ke dalam saluran reproduksi wanita. tetapi juga menyangkut seleksi dan pemeliharaan sperma. pencatatan. B.BAB II PEMBAHASAN A. Inseminasi buatan merupakan terjemahan dari artificial insemination yang berarti memasukkan cairan semen (plasma semen) yang mengandung sel-sel kelamin pria (spermatozoa) yang diejakulasikan melalui penis pada waktu terjadi kopulasi atau penampungan semen. maka definisi tentang inseminasi buatan adalah memasukkan atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin wanita dengan menggunakan alat-alat buatan manusia dan bukan secara alami. . penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen. tetapi tidak semua pasangan dapat melakukan proses reproduksi secara normal. pengenceran. Sebagian kecil diantaranya memiliki berbagai kendala yang tidak memungkinkan mereka untuk memiliki keturunan. inseminasi. Tujuan Inseminasi Buatan Hadirnya seorang anak merupakan tanda dari cinta kasih pasangan suami istri. dan penentuan hasil inseminasi pada manusia dan hewan. penilaian.

yang disebut juga artificial insemination donor (AID) yaitu iseminasi buatan yang selnya bukan berasal dari air mani suami isteri yang sah. Inseminasi Homolog. tes IQ. faktor kesehatan juga merupakan fokus utama penerapan teknologi reproduksi. Pada wanita kendala ini dapat berupa hipofungsi ovarium. Tingkat keberhasilan AIH hanya berkisar 10-20 %. 2. golongan darah. Sebab dilakukan Inseminasi Buatan Inseminasi buatan pertama kali dilakukan pada manusia dengan menggunakan sperma dari suami telah dilakukan secara intravagina pada tahun 1700 di Inggris. Inseminasi ini dilakukan jika suami tidak bisa memproduksi sperma atau azoospermia atau pihak suami mengidap penyakit kongenital yang dapat diwariskan kepada keturunannya. gangguan pada saluran reproduksi dan rendahnya kadar progesterone. Sedangkan pada pria berupa abnormalitas spermatozoa kriptorkhid. latar belakang status physikologi. penyakit keturunan. Tingkat keberhasilan Inseminasi AID adalah 6070 %. Inseminasi Heterolog. Selain untuk memperoleh keturunan. azoospermia dan rendahnya kadar testosteron. dan bebas dari infeksi penyakit menular. Inseminasi yang menggunakan air mani suami hanya boleh dilakukan jika jumlah spermanya rendah atau suami mengidap suatu penyakit. Sebab-sebab utama kegagalan . Penderma sperma harus melakukan tes kesehatan terlebih dahulu seperti tipe darah.C. Macam-macam Inseminasi Buatan 1. D. disebut juga artificial insemination husband (AIH) yaitu iseminasi buatan yang berasal dari sel air mani suami-isteri yang sah. Sophia Kleegman dari Amerika Serikat adalah salah satu perintis yang menggunakan inseminasi buatan dengan sperma suami ataupun sperma donor untuk kasus infertilitas.

Hal ini pun dapat menjadi masalah bila yang menjadi bahan pembuahan tersebut diambil dari orang yang telah meninggal dunia.  Jika ketika embrio diimplantasikan ke dalam rahim ibunya di saat ibunya telah bercerai dari suaminya maka jika anak itu lahir sebelum 300 hari perceraian mempunyai status sebagai anak sah dari pasangan tersebut. b) Tinjauan dari Segi Hukum Perdata Terhadap Inseminasi Buatan Jika benihnya berasal dari Suami Istri  Jika benihnya berasal dari Suami Istri.AIH adalah jumlah sperma suami kurang banyak atau bentuk dan pergerakannya tidak normal. Inseminasi Buatan dipandang dari Aturan Hukum dan Aturan Agama 1. dilakukan proses fertilisasiin-vitro transfer embrio dan diimplantasikan ke dalam rahim Istri maka anak tersebut baik secara biologis ataupun yuridis mempunyai status sebagai anak sah (keturunan genetik) dari pasangan tersebut. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya. Dasar hokum ps.255 KUHPer. Aturan Hukum a) Permasalahan Hukum Perdata yang Timbul Dalam Inseminasi Buatan Inseminasi buatan menjadi permasalahan hukum dan etis moral bila sperma/sel telur datang dari pasangan keluarga yang sah dalam hubungan pernikahan. E. . maka anak itu bukan anak sah bekas suami ibunya dan tidak memiliki hubungan keperdataan apapun dengan bekas suami ibunya. Namun jika dilahirkan setelah masa 300 hari.

250 KUHPer. tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikat dalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan Suami Istri . 1/1974 dan ps. Dasar hukum ps. sesuai dengan ps. maka secara yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil.1320 dan 1338 KUHPer.250 KUHPer.  Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si Suami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA. Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami. Jika semua benihnya dari donor  Jika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat pada perkawinan. 250 KUHPer. bukan pasangan yang mempunyai benih. Dalam hal ini Suami dari Istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sah-nya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA. Sel telur Istri akan dibuahi dengan Sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan ke dalam rahim Istri.) Jika salah satu benihnya berasal dari donor  Jika Suami mandul dan Istrinya subur. maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. 42 UU No. 42 UU No. Dasar hukum ps. (Biasanya dilakukan perjanjian antara kedua pasangan tersebut dan perjanjian semacam itu dinilai sah secara perdata barat. 1/1974 dan ps. Dasar hokum ps.

Dengan demikian. Aturan Agama Masalah inseminasi buatan ini sejak tahun 1980-an telah banyak dibicarakan di kalangan Islam. Bila dilakukan dengan sperma atau ovum suami isteri sendiri. Lembaga Fiqih Islam Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam sidangnya di Amman tahun 1986 mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor atau ovum. Mantan Ketua IDI. Ia menghimbau masyarakat Indonesia dapat memahami dan menerima bayi tabung dengan syarat sel sperma dan ovumnya berasal dari suami-isteri sendiri. ibu titipan dan seleksi jenis kelamin anak. baik dengan cara mengambil sperma suami kemudian disuntikkan ke dalam vagina. karena dipandang tak bermoral dan bertentangan dengan harkat manusia. dan membolehkan pembuahan buatan dengan sel sperma suami dan ovum dari isteri sendiri.  Jika diimplantasikan ke dalam rahim seorang gadis maka anak tersebut memiliki status sebagai anak luar kawin karena gadis tersebut tidak terikat perkawinan secara sah dan pada hakekatnya anak tersebut bukan pula anaknya secara biologis kecuali sel telur berasal darinya. Vatikan secara resmi tahun 1987 telah mengecam keras pembuahan buatan. mengenai hukum inseminasi buatan dan bayi tabung pada manusia harus diklasifikasikan persoalannya secara jelas. dr. baik di tingkat nasional maupun internasional. mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor sebagaimana diangkat oleh Panji Masyarakat edisi nomor 514 tanggal 1 September 1986. bayi tabung. Kartono Muhammad juga pernah melemparkan masalah inseminasi buatan dan bayi tabung. Jika sel telur berasal darinya maka anak tersebut sah secara yuridis dan biologis sebagai anaknya. Misalnya Majlis Tarjih Muhammadiyah dalam Muktamarnya tahun 1980. 2.tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam perkawinan yang sah. tuba .

maka diharamkan dan hukumnya sama dengan zina. maka hal ini dibolehkan. Berdasarkan hadits tersebut para ulama sepakat mengharamkan seseorang melakukan hubungan seksual dengan wanita hamil dari istri orang lain. Sebagai akibat hukumnya.palupi atau uterus isteri. Dalil-dalil syarâi yang dapat dijadikan landasan menetapkan hukum haram inseminasi buatan dengan donor ialah:  Firman Allah SWT dalam surat al-Isra:70 dan At-Tin :4. Sebaliknya. Dan Tuhan sendiri berkenan memuliakan manusia. maka sudah seharusnya manusia bisa menghormati martabatnya sendiri serta menghormati martabat sesama manusia. Abu Daud.  Hadits Nabi Saw yang mengatakan. Hal ini sesuai dengan kaidah ×al hajatu tanzilu manzilah al dharurat (hajat atau kebutuhan yang sangat mendesak diperlakukan seperti keadaan darurat). Selain itu masih banyak lagi. ³Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (istri orang lain). Dalam hal ini inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya dapat merendahkan harkat manusia sejajar dengan tumbuhtumbuhan dan hewan yang diinseminasi. maupun dengan cara pembuahannya di luar rahim. Tetapi mereka berbeda pendapat apakah sah atau tidak . asal keadaan suami isteri tersebut benar-benar memerlukan inseminasi buatan untuk membantu pasangan suami isteri tersebut memperoleh keturunan. kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam di dalam rahim istri. Tirmidzi dan dipandang Shahih oleh Ibnu Hibban).´ (HR. anak hasil inseminasi itu tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Tuhan lainnya. kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan ovum.

Dalil lain untuk syarat kehalalan inseminasi buatan bagi manusia harus berasal dari sperma dan ovum pasangan yang sah menurut syariah adalah kaidah hukum fiqih yang mengatakan darâul mafsadah muqaddam ×ala jalbil mashlahah (menghindari mafsadah atau mudharat) harus didahulukan daripada mencari atau menarik maslahah/kebaikan. Sedangkan Zufar tidak membolehkan. Bolehkah ³ayah´ yaitu suami yang memiliki gangguan reproduksi dapat diterima sebagai walinya? Selain masalah agama juga muncul soal hukum dalam pembagian harta. Juga bisa berarti benda cair atau sperma seperti dalam An-Nur:45 dan Al-Thariq:6. Di negara barat. apalagi jika anak yang dilakukan perempuan karena nantinya akan mempersoalkan siapa walinya jika anak tersebut menikah. Tetapi kedudukan di negara Indonesia masih belum jelas. yang mana inseminasi benih penderma dilakukan dengan giatnya. seperti dalam Thaha:53. F. Pada saat para imam mazhab masih hidup. masalah inseminasi buatan belum timbul. Bolehkah anak yang dilahirkan AID mewarisi harta ³ayah´ juga dalam hal lain-lain yang berkaitan dengan pewarisan. . Aspek Agama Dalam hukum Islam tidak menerima cara pengobatan ini dan tidak boleh menerima anak yang dilahirkan sebagai anak yang sah. Karena itu. Menurut Abu Hanifah boleh. asalkan tidak melakukan senggama sebelum kandungannya lahir. kita tidak bisa memperoleh fatwa hukumnya dari mereka. karena kata maa⼌ dalam bahasa Arab bisa berarti air hujan atau air secara umum. Dilema yang Timbul dari Teknologi Reproduksi (Inseminasi Buatan) 1. mereka atasi masalah Undang-Undang dengan menjalani proses ³adopsi´ secara sah. Hadits ini juga dapat dijadikan dalil untuk mengharamkan inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum.mengawini wanita hamil.

terutama bila sperma yang digunakan berasal dari bank sperma atau sel sperma yang digunakan berasal dari pendonor. dan dia ingin mempunyai anak dari sperma beku suaminya. karena sperma yang diperoleh sama halnya dari sperma pendonor. misalnya antar anak dengan bapak atau dengan ibu atau bisa saja antar saudara sehingga besar kemungkinan akan lahir generasi cacat akibat inbreeding. karena status anak yang dilahirkan merupakan anak kandung sendiri. Kasus lainnya adalah seorang wanita ingin mempunyai anak dengan inseminasi tetapi tanpa menikah. Kasus tersebut akan menimbulkan sikap tidak etis. Aspek Sosial Posisi anak menjadi kurang jelas dalam tatanan masyarakat. 3. 2. dengan alasan ingin mempunyai keturunan dari seseorang yang diidolakannya seperti artis dan tokoh terkenal.Alasan lain dari sekelompok agamawan menolak teknologi reproduksi ini karena mereka meyakini bahwa kegiatan tersebut sama artinya bertentangan dengan ajaran Tuhan yang merupakan Sang Pencipta. di kemudian hari mungkin saja terjadi perkawinan antar keluarga dekat tanpa di sengaja. akibatnya status anak menjadi tidak jelas. Selain itu juga akan ada pandangan negatif kepada wanita itu sendiri dari masyarakat sekitar. Allah adalah kreator terbaik. Aspek Hukum . Manusia dapat saja melakukan campur tangan dalam pekerjaannya termasuk pada awal perkembangan embrio untuk meningkatkan kesehatan atau untuk meningkatkan ruang terjadinya kehamilan. Hal ini dianggap etis karena sperma yang digunakan berasal dari suaminya sendiri sehingga tidak menimbulkan masalah sosial. Selain itu juga. sehingga akan menyebabkan persoalan dalam masyarakat seperti status anak yang tidak jelas. namun perlu diingat Allah adalah Sang pemberi hidup. karena telah mempunyai anak tanpa menikah dan belum bersuami. Lain halnya dengan kasus seorang janda yang ditinggal mati suaminya.

Dalam artian. Dan diberi sanksi untuk memberi tunjangan terhadap 3 orang anak hasil inseminasi spermanya. Sikap etis timbul dilihat dari sikap pendonor sperma yang telah memberikan spermanya kepada pasangan lesbian. pengadilan di Stockholm. mereka yang melakukakan hal tersebut berarti ikut campur dalam hal penciptaan yang tentunya itu menjadi hak prioregatif Tuhan. Sedangkan sikap tidak etis muncul dari pasangan lesbian yang bercerai. karena telah menuntut pertanggungjawaban kepada pendonor sperma yang mengaku sebagai ayahnya untuk memberikan tunjangan hidup bagi ke-3 anak hasil inseminasi spermanya. Contoh kasus pada bulan Juni 2002.Dilihat dari segi hukum pendonor sperma melanggar hukum. Sebagian agamawan menolak Fertilisasi invitro pada manusia. Dalam kasus ini akan timbul sikap etis dan tidak etis. Aspek Human Rigths Dalam DUHAM dikatakan semua orang dilahirkan bebas dengan martabat yang setara. 4.5 juta perbulan. . 5. Padahal semestinya hal tersebut bersifat natural. Aspek Etik (Moral) Pada kasus yang sedang dibahas ini tampak sekali ketidaksesuaiannya dengan budaya dan tradisi ketimuran kita. karena berusaha untuk membantu pasangan tersebut untuk mempunyai anak. bayi itu terlahir melalui proses alamiah yaitu melalui hubungan sexsual antara suami-istri yang sah menurut agama. Swedia menjatuhkan hukuman kepada laki-laki yang mengaku sebagai pendonor sperma kepada pasangan lesbian yang akhirnya bercerai. sebab mereka berasumsii bahwa kegiatan tersebut termasuk Intervensi terhadap ³karya Illahi´. salah satunya tentang hak reproduksi. Pengakuan hak-hak manusia telah diatur di dunia international. sebesar 2.

namun harus dipertimbangkan secara hukum. hukum kesehatan serta etika(moral) ketimuran yang berlaku di Indonesia .Dalam kasus ini.hukum pidana .hukum agama. . baik hukum perdata. meskipun keputusan inseminasi buatan dengan donor sperma dari laki-laki yang bukan suami wanita tersebut adalah hak dari pasangan suami istri tersebut.

teknik inseminasi buatan merupakan suatu titik terang dalam ilmu kedokteran yang dapat membantu penyelesaian masalah infertilitas . Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang . Saran Sebaiknya dalam pelaksanaan inseminasi buatan. terutama aturan agama . B. Secara khusus.BAB III KESIMPULAN A. Di satu pihak. harus memperhatikan aturan-aturan yang berlaku. permasalahan mengenai inseminasi buatan dengan bahan inseminasi berasal dari orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia. hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia. Kesimpulan Tampaknya hal ini akan tetap menjadi suatu dilema.

2011.wordpress.2011.http://www.2011.glorianet.org/i ndex.Masil Faqhiyah .2003.Setawan.2011.2003.html .blogspot.Fiqih aktual.Jakarta :Gema insane. Jakarta: Kalam Mulia.BAYI TABUNG DAN INSEMINASI BUATAN. AugustinusSimanjuntak. Masjfuk Zuhdi. Mahjuddin .INSEMINASIBUATAN.HASIL ANAK INSEMINASI DANBAYITABUNG.fathurin-zen.http://udhiexz.http://www.com/2008/09/bayitabung.php/augus/106-inseminasi udhiexz .com/?p=85 yudhim . http://yudhim.DAFTAR PUSTAKA Budi Utomo. Jakarta :CV Haji Masagung.com/2008/05/30/hasil-anakinseminasi-dan-bayi-tabung/ fathurin .1998 . Masailul Fiqhiyah .BAYI TABUNG.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful