ANATOMI DAN FISOLOGI HATI

Hati merupakan organ terbesar d alam tubuh manusia, mempunyai berat sekitar 1.5 kg . Walaupun berat hati hanya 2-3% dari berat tubuh , namun hati terlibat dalam 25-30% pemakaian oksigen. Sekitar 300 milyar sel-sel hati terutama hepatosit yang jumlahnya kurang lebih 80%, merupakan tempat utama metabolisme intermedier (Koolman, J & Rohm K.H, 2001). Hati manusia terletak pada bagian atas cavum abdominis, dibawah diafragma, dikedua sisi kuadran atas, yang sebagian besar terdapat pada sebelah kanan. Beratnya 1200-1600 gram. Permukaan atas terletak bersentuhan dibawah diafragma, permukaan bawah terletak bersentuhan di atas organ-organ abdomen. Hepar difiksasi secara erat oleh tekanan intraabdominal dan dibungkus oleh peritonium kecuali di daerah posterior-posterior yang berdekatan dengan vena cava inferior dan mengadakan kontak langsung dengan diafragma. Hepar dibungkus oleh simpai yg tebal, terdiri dari serabut kolagen dan jaringan elastis yg disebut Kapsul Glisson. Simpai ini akan masuk ke dalam parenchym hepar mengikuti pembuluh darah getah bening dan duktus biliaris. Massa dari hepar seperti spons yg terdiri dari sel-sel yg disusun di dalam lempengan-lempengan/ plate dimana akan masuk ke dalamnya sistem pembuluh kapiler yang disebut sinusoid. Sinusoid-sinusoid tersebut berbeda dengan kapiler-kapiler di bagian tubuh yang lain, oleh karena lapisan endotel yang meliputinya terediri dari sel-sel fagosit yg disebut sel kupfer. Sel kupfer lebih permeabel yang artinya mudah dilalui oleh sel-sel makro dibandingkan kapiler-kapiler yang lain .Lempengan sel-sel hepar tersebut tebalnya 1 sel dan punya hubungan erat dengan sinusoid. Pada pemantauan selanjutnya nampak parenkim tersusun dalam lobuli-lobuli Di tengah-tengah

Ada beberapa fungsi hati yaitu : 1.lobuli tdp 1 vena sentralis yg merupakan cabang dari vena-vena hepatika (vena yang menyalurkan darah keluar dari hepar). lemak dan protein saling berkaitan 1 sama lain. esterifikasi dan ekskresi kholesterol. mekanisme ini disebut glikogenesis. 2. sintesis.Pembentukan dan pemecahan fosfolipid Hati merupakan pembentukan utama. dan membentuk/ biosintesis senyawa 3 karbon (3C)yaitu piruvic acid (asam piruvat diperlukan dalam siklus krebs). nucleic acid dan ATP.Cabang dari vena porta dan A. (Kelompok Diskusi Medikal Bedah.Senyawa 4 karbon ± KETON BODIES 2.Di bagian tepi di antara lobuli-lobuli terhadap tumpukan jaringan ikat yang disebut traktus portalis/ TRIAD yaitu traktus portalis yang mengandung cabang-cabang v. biosintesis dari nukleotida. Proses pemecahan glikogen mjd glukosa disebut glikogenelisis. Asam lemak dipecah menjadi beberapa komponen : 1. Hati mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi glikogen. Canaliculi akan mengeluarkan isinya ke dalam intralobularis.Senyawa 2 karbon ± ACTIVE ACETATE (dipecah menjadi asam lemak dan gliserol) 3. ductus biliaris.Pembentukan cholesterol 4.Fungsi hati sebagai metabolisme karbohidrat Pembentukan. Glikogen lalu ditimbun di dalam hati kemudian hati akan memecahkan glikogen menjadi glukosa. selanjutnya hati mengubah glukosa melalui heksosa monophosphat shunt dan terbentuklah pentosa.hepatika akan mengeluarkan isinya langsung ke dalam sinusoid setelah banyak percabangan Sistem bilier dimulai dari canaliculi biliaris yang halus yg terletak di antara selsel hepar dan bahkan turut membentuk dinding sel. Universitas Indonesia) Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh. Pembentukan pentosa mempunyai beberapa tujuan: Menghasilkan energi.Karena proses-proses ini. air keluar dari saluran empedu menuju kandung empedu. merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 ± 25% oksigen darah. A.Fungsi hati sebagai metabolisme lemak Hati tidak hanya membentuk/ mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak.hepatika. hati merupakan sumber utama glukosa dalam tubuh. Dimana . perubahan dan pemecahan KH. dibawa ke dalam empedu yg lebih besar .porta.

VII.Dengan proses transaminasi.globulin selain dibentuk di dalam hati. misalnya: membentuk fibrinogen. E.globulin sebagai imun livers . protrombin. X. K 6. esterifikasi dan konjugasi terhadap berbagai macam bahan seperti zat racun. faktor V. pigmen dan berbagai bahan melalui proses fagositosis. metilasi.globulin dan organ utama bagi produksi urea.albumin mengandung ± 584 asam amino dengan BM 66. IX. 5.Fibrin harus isomer biar kuat pembekuannya dan ditambah dengan faktor XIII.Fungsi hati sebagai fagositosis dan imunitas Sel kupfer merupakan saringan penting bakteri. hati juga mensintesis gula dari asam lemak dan asam amino.serum Cholesterol menjadi standar pemeriksaan metabolisme lipid 3. Proses detoksikasi terjadi pada proses oksidasi.Urea merupakan end product metabolisme protein. Hati merupakan satu-satunya organ yg membentuk plasma albumin dan ˜ .Fungsi hati sebagai detoksikasi Hati adalah pusat detoksikasi tubuh. hati memproduksi asam amino dari bahan-bahan non nitrogen. Selain itu sel kupfer juga ikut memproduksi ˜ . sedangakan Vit K dibutuhkan untuk pembentukan protrombin dan beberapa faktor koagulasi. obat over dosis. Benda asing menusuk kena pembuluh darah ± yang beraksi adalah faktor ekstrinsi. dengan proses deaminasi. D. reduksi. juga dibentuk di limpa dan sumsum tulang ± globulin hanya dibentuk di dalam hati. bila ada hubungan dengan katup jantung ± yang beraksi adalah faktor intrinsik. 7.000 4.Fungsi hati sebagai metabolisme protein Hati mensintesis banyak macam protein dari asam amino.Fungsi hati sehubungan dengan pembekuan darah Hati merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi darah.˜ .Fungsi hati sebagai metabolisme vitamin Semua vitamin disimpan di dalam hati khususnya vitamin A.

shock.porta 75% dari seluruh aliran darah ke hati.mechanism. Darah yang mengalir di dalam a. aliran darah hati yang normal 1500 cc/ menit atau 1000 1800 cc/ menit. terik matahari. aliran ini berubah cepat pada waktu exercise.Hepar merupakan organ penting untuk mempertahankan aliran darah . Aliran darah ke hepar dipengaruhi oleh faktor mekanis. pengaruh persarafan dan hormonal.hepatica 25% dan di dalam v. 8. Fungsi hemodinamik Hati menerima 25% dari cardiac output.

Urea merupakan end product metabolisme protein. Glikogen lalu ditimbun di dalam hati kemudian hati akan memecahkan glikogen menjadi glukosa.Hati mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi glikogen. mekanisme ini disebut glikogenesis. 4. Pembentukan pentosa mempunyai beberapa tujuan: Menghasilkan energi. X. lemak dan protein saling berkaitan 1 sama lain. IX. hati merupakan sumber utama glukosa dalam tubuh. dengan proses deaminasi. merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 ± 25% oksigen darah. VII. 2. 2. Proses pemecahan glikogen mjd glukosa disebut glikogenelisis. biosintesis dari nukleotida. 3. juga dibentuk di limpa dan sumsum tulang ± globulin hanya dibentuk di dalam hati. Ada beberapa fung hati yaitu : 1. faktor V. misalnya: membentuk fibrinogen. perubahan dan pemecahan KH. selanjutnya hati mengubah glukosa melalui heksosa monophosphat shunt dan terbentuklah pentosa. sintesis. hati memproduksi asam amino dari bahan-bahan non nitrogen.˜ . Hati merupakan satu-satunya organ yg membentuk plasma albumin dan ˜ . Fungsi hati sebagai metabolisme lemak Hati tidak hanya membentuk/ mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak Asam lemak dipecah menjadi beberapa komponen : 1. Fungsi hati sebagai metabolisme karbohidrat Pembentukan. protrombin. dan membentuk/ biosintesis senyawa 3 karbon (3C)yaitu piruvic acid (asam piruvat diperlukan dalam siklus krebs).globulin dan organ utama bagi produksi urea.000 4.globulin selain dibentuk di dalam hati. Senyawa 4 karbon ± KETON BODIES Senyawa 2 karbon ± ACTIVE ACETATE (dipecah menjadi asam lemak dan gliserol) Pembentukan cholesterol Pembentukan dan pemecahan fosfolipid Hati merupakan pembentukan utama. . esterifikasi dan ekskresi kholesterol .Karena proses-proses ini.FISIOLOGI HATI Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh.albumin mengandung 584 asam amino dengan BM 66. hati juga mensintesis gula dari asam lemak dan asam amino. Fungsi hati sebagai metabolisme protein Hati mensintesis banyak macam protein dari asam amino. Fungsi hati sehubungan dengan pembekuan darah Hati merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi darah.Dimana serum Cholesterol menjadi standar pemeriksaan metabolisme lipid 3.Dengan proses transaminasi. nucleic acid dan ATP.

terik matahari.html . obat over dosis.Benda asing menusuk kena pembuluh darah ± yang beraksi adalah faktor ekstrinsi. aliran darah hati yang normal 1500 cc/ menit atau 1000 ± 1800 cc/ menit. Fungsi hati sebagai metabolisme vitamin Semua vitamin disimpan di dalam hati khususnya vitamin A. Fungsi hati sebagai fagositosis dan imunitas Sel kupfer merupakan saringan penting bakteri. K 6. E. 7. Proses detoksikasi terjadi pada proses oksidasi.blogspot.Hepar merupakan organ penting untuk mempertahankan aliran darah. metilasi. bila ada hubungan dengan katup jantung ± yang beraksi adalah faktor intrinsik.Fibrin harus isomer biar kuat pembekuannya dan ditambah dengan faktor XIII. 8. shock.globulin sebagai imun livers mechanism. aliran ini berubah cepat pada waktu exercise. esterifikasi dan konjugasi terhadap berbagai macam bahan seperti zat racun. D. 5. pigmen dan berbagai bahan melalui proses fagositosis. reduksi. Selain itu sel kupfer juga ikut memproduksi ˜ . sedangakan Vit K dibutuhkan untuk pembentukan protrombin dan beberapa faktor koagulasi. pengaruh persarafan dan hormonal.com/2010/03/anatomi-dan-fisiologi-hati.porta 75% dari seluruh aliran darah ke hati. Fungsi hati sebagai detoksikasi Hati adalah pusat detoksikasi tubuh.hepatica 25% dan di dalam v. Aliran darah ke hepar dipengaruhi oleh faktor mekanis. Fungsi hemodinamik Hati menerima 25% dari cardiac output. http://nh2pharma. Darah yang mengalir di dalam a.

1999). 1. semen. dapat insiden kronis dengan D berkem-bang dan gagal hepar sampai akut kronis Terutama Melalui darah Darah. Virus Type A Type B Metode FekalParenteral transmisi oral seksual. saliva Parah Darah. biokimia serta seluler yang khas (Smeltzer.A. Obat-obatan Menyebabkan toksik untuk hati. Masa tunas Virus A Virus B : 15-45 hari (rata-rata 25 hari) : 40-180 hari (rata-rata 75 hari) . melalui perinatal orang lain Type C Type D Type E Parenteral Parenteral Fekaljarang perinatal. feces. Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis dan klinis. DEFINISI Hepatitis adalah suatu proses peradangan difus pada jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia. C. sekresi vagina 1. darah saliva Keparah-an Sumber virus Tak ikterik dan asimtomatik Darah. dengan type B perinatal Menyebar Peningkatan Sama luas. ETIOLOGI 1. sehingga sering disebut hepatitis toksik dan hepatitis akut. (Sujono Hadi. melalui feces. memerlukan orang ke koinfeksi orang. Alkohol Menyebabkan alkohol hepatitis dan selanjutnya menjadi alkohol sirosis. oral seksual. saliva. 2001) B. TANDA DAN GEJALA 1.

sebagian besar klien yang mengalami hepatitis sembuh dengan fungsi hepar normal. maka terjadi kesukaran pengangkutan billirubin tersebut didalam hati. rasa mual. nyeri persendian. 1. rata-rata 14-15 hari setelah timbulnya masa ikterik. Unit fungsional dasar dari hepar disebut lobul dan unit ini unik karena memiliki suplai darah sendiri. perut kanan atas (ulu hati) dirasakan sakit. PATOFOSIOLOGI Patways terlampir. . tinja berwarna pucat. suhu badan meningkat sekitar 39oC berlangsung selama 2-5 hari. pusing. Hal ini dimanifestasikan dengan adanya rasa mual dan nyeri di ulu hati. Gangguan terhadap suplai darah normal pada sel-sel hepar ini menyebabkan nekrosis dan kerusakan sel-sel hepar. maupun bilirubin yang sudah mengalami konjugasi (bilirubin direk). vomitus. D. Keluhan gatal-gatal mencolok pada hepatitis virus B. 1. Keluhan yang disebabkan infeksi virus berlangsung sekitar 27 hari. nausea. rasa lesu dan lekas capai dirasakan selama 1-2 minggu. lekas capek terutama sore hari. Ikterus pada kulit dan sklera yang terus meningkat pada minggu I. empedu belum mengalami konjugasi (bilirubin indirek). Fase Ikterik Urine berwarna seperti teh pekat. Sering dengan berkembangnya inflamasi pada hepar. Inflamasi pada hepar karena invasi virus akan menyebabkan peningkatan suhu badan dan peregangan kapsula hati yang memicu timbulnya perasaan tidak nyaman pada perut kuadran kanan atas. Oleh karenanya. pola normal pada hepar terganggu. karena terjadi retensi (akibat kerusakan sel ekskresi) dan regurgitasi pada duktuli. Setelah lewat masanya.Virus non A dan non B : 15-150 hari (rata-rata 50 hari) 1. sel-sel hepar yang menjadi rusak dibuang dari tubuh oleh respon sistem imun dan digantikan oleh sel-sel hepar baru yang sehat. Akibatnya billirubin tidak sempurna dikeluarkan melalui duktus hepatikus. konjugasi dan eksresi bilirubin. Jadi ikterus yang timbul disini terutama disebabkan karena kesukaran dalam pengangkutan. Kadang-kadang disertai gatal-gatal pasa seluruh badan. Selain itu juga terjadi kesulitan dalam hal konjugasi. penurunan suhu badan disertai dengan bradikardi. kemudian menetap dan baru berkurang setelah 10-14 hari. namun lemas dan lekas capai. Nafsu makan menurun (pertama kali timbul). tetapi karena adanya kerusakan sel hati dan duktuli empedu intrahepatik. rasa sakit di ulu hati. disusul bertambahnya nafsu makan. bahu dan malaise. Walaupun jumlah billirubin yang belum mengalami konjugasi masuk ke dalam hati tetap normal. Fase penyembuhan Dimulai saat menghilangnya tanda-tanda ikterus. Timbulnya ikterus karena kerusakan sel parenkim hati. Fase Pre Ikterik Keluhan umumnya tidak khas. Inflamasi yang menyebar pada hepar (hepatitis) dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan dan bahan-bahan kimia. penderita mulai merasa segar kembali. Seluruh badan pegal-pegal terutama di pinggang. Warna urine tampak normal.

E. a. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. Laboratorium Pemeriksaan pigmen urobilirubin direk bilirubun serum total bilirubin urine urobilinogen urine urobilinogen feses Pemeriksaan protein protein totel serum albumin serum globulin serum HbsAG Waktu protombin . maka bilirubin dapat dieksresi ke dalam kemih.Tinja mengandung sedikit sterkobilin oleh karena itu tinja tampak pucat (abolis). Karena bilirubin konjugasi larut dalam air. 2. c.respon waktu protombin terhadap vitamin K d. Peningkatan kadar bilirubin terkonjugasi dapat disertai peningkatan garam-garam empedu dalam darah yang akan menimbulkan gatal-gatal pada ikterus. Pemeriksaan serum transferase dan transaminase AST atau SGOT ALT atau SGPT LDH Amonia serum Radiologi foto rontgen abdomen . sehingga menimbulkan bilirubin urine dan kemih berwarna gelap. b.

KOMPLIKASI Ensefalopati hepatic terjadi pada kegagalan hati berat yang disebabkan oleh akumulasi amonia serta metabolik toksik merupakan stadium lanjut ensefalopati hepatik. emas. atau rose bengal yang berlabel radioaktif 3.pemindahan hati denagn preparat technetium. penyakit ini lebih banyak ditemukan pada alkoholik. kolestogram dan kalangiogram arteriografi pembuluh darah seliaka Pemeriksaan tambahan laparoskopi biopsi hati F. Kerusakan jaringan paremkin hati yang meluas akan menyebabkan sirosis hepatis. PATHWAYS .

Aktivitas ð Kelemahan ð Kelelahan ð Malaise ð 2. PENGKAJIAN Data dasar tergantung pada penyebab dan beratnya kerusakan/gangguan hati 1. Sirkulasi ð Bradikardi ( hiperbilirubin berat ) .ASUHAN KEPERAWATAN A.

ð Demam ð Urtikaria Keamanan . Nyeri / Kenyamanan ð Kram abdomen ð Nyeri tekan pada kuadran kanan ð Mialgia ð Atralgia ð Sakit kepala ð Gatal ( pruritus ) 7.ð Ikterik pada sklera kulit. Neurosensori ð Peka terhadap rangsang ð Cenderung tidur ð Letargi ð Asteriksis 6. Makanan dan Cairan ð Anoreksia ð Berat badan menurun ð Mual dan muntah ð Peningkatan oedema ð Asites 5. Eliminasi ð Urine gelap ð Diare feses warna tanah liat 4. membran mukosa 3.

Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan pembengkakan hepar yang mengalami inflamasi hati dan bendungan vena porta.ð Lesi makulopopuler ð Eritema ð Splenomegali ð Pembesaran nodus servikal posterior 8. Risiko tinggi terhadap transmisi infeksi berhubungan dengan sifat menular dari agent virus G. Hypertermi berhubungan dengan invasi agent dalam sirkulasi darah sekunder terhadap inflamasi hepar 4. kegagalan masukan untuk memenuhi kebutuhan metabolik karena anoreksia. 2. perasaan tidak nyaman di kuadran kanan atas. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit dan jaringan berhubungan dengan pruritus sekunder terhadap akumulasi pigmen bilirubin dalam garam empedu 6. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan. kegagalan masukan untuk memenuhi kebutuhan metabolik karena anoreksia. DIAGNOSA KEPERAWATAN Beberapa masalah keperawatan yang mungkin muncul pada penderita hepatitis : 1. gangguan absorbsi dan metabolisme pencernaan makanan. 3. Ajarkan dan bantu klien untuk istirahat sebelum makan R/ keletihan berlanjut menurunkan keinginan untuk makan . perasaan tidak nyaman di kuadran kanan atas. Hasil yang diharapkan : Menunjukkan peningkatan berat badan mencapai tujuan dengan nilai laboratorium normal dan bebas dari tanda-tanda mal nutrisi. gangguan absorbsi dan metabolisme pencernaan makanan. mual dan muntah. mual dan muntah. INTERVENSI 1. Keletihan berhubungan dengan proses inflamasi kronis sekunder terhadap hepatitis 5. Seksualitas ð Pola hidup / perilaku meningkat resiko terpajan B. a.

Kolaborasi dengan individu untuk menentukan metode yang dapat digunakan untuk intensitas nyeri R/ nyeri yang berhubungan dengan hepatitis sangat tidak nyaman. Tunjukkan pada klien penerimaan tentang respon klien terhadap nyeri Akui adanya nyeri Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan klien tentang nyerinya R/ klienlah yang harus mencoba meyakinkan pemberi pelayanan kesehatan bahwa ia mengalami nyeri c. sedangkan lemak sulit untuk diserap/dimetabolisme sehingga akan membebani hepar. tawarkan makan sedikit tapi sering dan tawarkan pagi paling sering R/ adanya pembesaran hepar dapat menekan saluran gastro intestinal dan menurunkan kapasitasnya. bila diketahui . 2. oleh karena terdapat peregangan secara kapsula hati.b. Hasil yang diharapkan : Menunjukkan tanda-tanda nyeri fisik dan perilaku dalam nyeri (tidak meringis kesakitan. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan pembengkakan hepar yang mengalami inflamasi hati dan bendungan vena porta. Pertahankan hygiene mulut yang baik sebelum makan dan sesudah makan R/ akumulasi partikel makanan di mulut dapat menambah baru dan rasa tak sedap yang menurunkan nafsu makan. rendah lemak R/ glukosa dalam karbohidrat cukup efektif untuk pemenuhan energi. melalui pendekatan kepada individu yang mengalami perubahan kenyamanan nyeri diharapkan lebih efektif mengurangi nyeri. Awasi pemasukan diet/jumlah kalori. Anjurkan makan pada posisi duduk tegak R/ menurunkan rasa penuh pada abdomen dan dapat meningkatkan pemasukan e. b. Berikan diit tinggi kalori. c. Berikan informasi akurat dan Jelaskan penyebab nyeri Tunjukkan berapa lama nyeri akan berakhir. menangis intensitas dan lokasinya) a. d.

Jelaskan sebab-sebab keletihan individu R/ dengan penjelasan sebab-sebab keletihan maka keadaan klien cenderung lebih tenang b. Berikan kompres hangat pada lipatan ketiak dan femur R/ menghambat pusat simpatis di hipotalamus sehingga terjadi vasodilatasi kulit dengan merangsang kelenjar keringat untuk mengurangi panas tubuh melalui penguapan d. Keletihan berhubungan dengan proses inflamasi kronis sekunder terhadap hepatitis a. Hypertermi berhubungan dengan invasi agent dalam sirkulasi darah sekunder terhadap inflamasi hepar. Anjurkan klien untuk memakai pakaian yang menyerap keringat R/ kondisi kulit yang mengalami lembab memicu timbulnya pertumbuhan jamur.5-3 liter/hari. Hasil yang diharapkan : Tidak terjadi peningkatan suhu a. Ajarkan klien pentingnya mempertahankan cairan yang adekuat (sedikitnya 2000 l/hari) untuk mencegah dehidrasi. Bahas dengan dokter penggunaan analgetik yang tak mengandung efek hepatotoksi R/ kemungkinan nyeri sudah tak bisa dibatasi dengan teknik untuk mengurangi nyeri. kemampuan-kemampuan dan minat-minat R/ memungkinkan klien dapat memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang sangat penting dan meminimalkan pengeluaran energi untuk kegiatan yang kurang penting . 3. R/ dalam kondisi demam terjadi peningkatan evaporasi yang memicu timbulnya dehidrasi c. misalnya sari buah 2. Bantu individu untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan.R/ klien yang disiapkan untuk mengalami nyeri melalui penjelasan nyeri yang sesungguhnya akan dirasakan (cenderung lebih tenang dibanding klien yang penjelasan kurang/tidak terdapat penjelasan) d. Juga akan mengurangi kenyamanan klien. Monitor tanda vital : suhu badan R/ sebagai indikator untuk mengetahui status hypertermi b. c. Sarankan klien untuk tirah baring R/ tirah baring akan meminimalkan energi yang dikeluarkan sehingga metabolisme dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit. mencegah timbulnya ruam kulit. 4.

Cegah penghangatan yang berlebihan dengan pertahankan suhu ruangan dingin dan kelembaban rendah. Anjurkan tidak menggaruk. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan pengumpulan cairan intraabdomen. a. asites penurunan ekspansi paru dan akumulasi sekret. Pertahankan kelembaban ruangan pada 30%-40% dan dingin R/ pendinginan akan menurunkan vasodilatasi dan kelembaban kekeringan 6. Analisa bersama-sama tingkat keletihan selama 24 jam meliputi waktu puncak energi. teknik relaksasi) R/ untuk mengurangi keletihan baik fisik maupun psikologis 5. Bantu untuk belajar tentang keterampilan koping yang efektif (bersikap asertif. instruksikan klien untuk memberikan tekanan kuat pada area pruritus untuk tujuan menggaruk R/ penggantian merangsang pelepasan hidtamin. aktivitas yang berhubungan dengan keletihan R/ keletihan dapat segera diminimalkan dengan mengurangi kegiatan yang dapat menimbulkan keletihan e. hindari pakaian terlalu tebal R/ penghangatan yang berlebih menambah pruritus dengan meningkatkan sensitivitas melalui vasodilatasi c. lanolin) Keringkan kulit. jaringan digosok R/ kekeringan meningkatkan sensitifitas kulit dengan merangsang ujung syaraf b.d. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit dan jaringan berhubungan dengan pruritus sekunder terhadap akumulasi pigmen bilirubin dalam garam empedu Hasil yang diharapkan : Jaringan kulit utuh. Pertahankan kebersihan tanpa menyebabkan kulit kering Sering mandi dengan menggunakan air dingin dan sabun ringan (kadtril. penurunan pruritus. Hasil yang diharapkan : Pola nafas adekuat Intervensi : . waktu kelelahan. menghasilkan lebih banyak pruritus d.

Gunakan teknik pembuangan sampah infeksius. Berikan posisi semi fowler R/ memudahkan pernafasan denagn menurunkan tekanan pada diafragma dan meminimalkan ukuran sekret d. Jelaskan pentingnya mencuci tangan dengan sering pada klien. Auskultasi bunyi nafas tambahan R/ kemungkinan menunjukkan adanya akumulasi cairan c. Awasi frekwensi . . Risiko tinggi terhadap transmisi infeksi berhubungan dengan sifat menular dari agent virus Hasil yang diharapkan : Tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi.a. jangan menutup kembali atau memanipulasi jarum dengan cara apapun R/ pencegahan tersebut dapat memutuskan metode transmisi virus hepatitis b. keluarga dan pengunjung lain dan petugas pelayanan kesehatan. linen dan cairan tubuh dengan tepat untuk membersihkan peralatan-peralatan dan permukaan yang terkontaminasi R/ teknik ini membantu melindungi orang lain dari kontak dengan materi infeksius dan mencegah transmisi penyakit c. Berikan oksigen sesuai kebutuhan R/ mungkin perlu untuk mencegah hipoksia 7. Gunakan kewaspadaan umum terhadap substansi tubuh yang tepat untuk menangani semua cairan tubuh Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan semua klien atau spesimen Gunakan sarung tangan untuk kontak dengan darah dan cairan tubuh Tempatkan spuit yang telah digunakan dengan segera pada wadah yang tepat. kedalaman dan upaya pernafasan R/ pernafasan dangkal/cepat kemungkinan terdapat hipoksia atau akumulasi cairan dalam abdomen b. Berikan latihan nafas dalam dan batuk efektif R/ membantu ekspansi paru dalam memobilisasi lemak e. a.

R/ mencuci tangan menghilangkan organisme yang merusak rantai transmisi infeksi d. Rujuk ke petugas pengontrol infeksi untuk evaluasi departemen kesehatan yang tepat R/ rujukan tersebut perlu untuk mengidentifikasikan sumber pemajanan dan kemungkinan orang lain terinfeksi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful