You are on page 1of 7

LAPORAN PENELITIAN

TAHAPAN MITOSIS PADA UJUNG AKAR BAWANG MERAH


Kelas XII IPA 3 Anggota Kelompok: Auliaur Rohman Badriyatul Hasanah Dita Aprilliana Farouk Ilmid Davik Putri Permatasari Savitri Rachmawati SMA NEGERI 1 KRAKSAAN Jl. Imam Bonjol No. 13 Kraksaan Telp. (0335) 841214 Kode Pos 67282 Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

2011

A. Dasar Teori Kromosom memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan suatu makhluk hidup, karena kromosom merupakan alat pengangkutan bagi gen gen yang akan dipindahkan dari suatu sel induk ke sel anakannya, dari generasi yang satu ke generasi yang lainnya. Pengamatan terhadap perilaku kromosom sama pentingnya dengan mempelajari struktur kromosom. Perilaku atau aktivitas kromosom dapat terlihat dalam siklus sel, termasuk didalamnya adalah pembelahan sel (mitosis atau meiosis). Analisis kromosom, baik mitosis maupun meiosis merupakan langkah awal yang dapat dilaksanakan untuk mempelajari kromosom. Tumbuhan pada masa awal perkembangan mengalami pertumbuhan sangat banyak, tumbuhan mengalami pembelahan sel secara tidak langsung yang disebut juga dengan mitosis (setjo,2004). Mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel memproduksi dirinya sendiri dengan jumlah kromosom sel induk. Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut turut. Peristiwa ini terjadi bersama-sama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel dan memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan hampir semua organisme. mitosis memiliki beberapa tahapan meliputi profase metafase, anafase, dan telofase. Terjadi pada ujung akar, yang mengalami pembelahan awal, mitosis terjadi dalam sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu sel-sel yang hidup terutama yang sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang), mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa jam dan merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan terus menerus. Proses mitosis ini terjadi bersama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel. Pada mitosis setiap induk yang diploid (2n) akan menghasilkan dua buah sel anakan yang masing-masing tetap diploid serta memiliki sifat keturunan yang sama dengan sel induknya. Proses terjadinya mitosis terbagi ke dalam 5 fase, yaitu interfase, profase, metafase, anafase dan telofase, seperti tampak pada gambar berikut :

1. Interfase Inti sel Nampak keruh dan tampak benang- benang kromatin yang halus. 2. Profase Benang- benang kromatin memendek dan menebal. Terbentuklah kromosam. Tiap kromosom membelah dan memanjang membentuk kromatid, membrane inti mulai menghilang 3. Metaphase Kromosom- kromosom menempatkan diri di bidang tengah dari sel. 4. Anafase Sentromer membelah dan kedua kromatid memisahkan diri dan bergerak menuju kutub dari sel yang berlawanan. Tiap kromatid hasil pembelahan itu memiliki sifat yang sama dengan sel induknya, sejak saat itu kromatid-kromatid tersebut menjadi kromosom baru. 5. Telofase Di tiap kutub sel terbentuk stel kromosom yang identik. Selaput gelendong inti lenyap dan dinding inti terbentuk lagi. Kemudian plasma sel terbagi lagi menjadi dua bagian, proses tersebut dikenal sebagai sitokinesis. Pada sel tumbuhan sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah di tengah- tengah sel. B. Tujuan Praktikum Mengetahui dan memahami tahapan mitosis pada ujung akar tumbuhan.

C. Alat dan Bahan 1. Mikroskop 2. Kaca objek 3. Kaca penutup 4. Pisau atau silet 5. Jarum preparat 6. Cawan petri 7. Lampu spirtus 8. Botol kecil 9. Akar bawang merah 10. Larutan acetocarmine D. Langkah Kerja 1. Menyimpan umbi bawang merah di atas wadah yang berisi air kira-kira 3-4 hari sebelum praktikum dilaksanakan. Akar yang aktif tumbuh dengan panjang sekitar 2,5 - 5 cm paling baik digunakan untuk praktikum ini. 3. Memotong dan meletakkan segera ujung akar yang panjang nya 1-1,5 cm pada botol kecil yang berisi cairan asetocarmine. 4. Meletakkan bagian ujung akar tersebut pada cawan petri. 5. Memanaskan bagian ujung akar di atas nyala lampu spirtus sampai larutan acetocarminnya habis. 6. Memipihkan ujung akar yang telah dipanaskan dengan pensil. 7. Memindahkan ujung akar ke atas kaca objek yang telah di tetesi air dan menutup sediaan dengan kaca penutup. 8. Mengamati proses mitosis yang terjadi pada ujung akar.

E. Hasil Pengamatan dan Pembahasan Sebelum dilakukan pengamatan, untuk memudahkan mengamati pembelahan sel, maka kromosom harus diberikan pewarnaan yang dapat mempejelas kehadiran kromosom tersebut. Asetokarmin adalah salah satu pewarna yang sering digunakan karena mudah didapat, dan penyerapan warna yang lebih cepat. Proses fiksasi merupakan proses yang bertujuan untuk menghentikan pembelahan sel, sehingga praktikan dapat mengamati berbagai tahapan mitosis (Jurk J. 1999:12). Berdasarkan hasil pengamatan di bawah mikroskop maka diperoleh gambar sebagai berikut.

Gambar tersebut menunjukkan sel pada akar bawang merah sedang berada pada fase profase, hal ini ditunjukkan dengan kromosom yang menduplikasi diri dan menjadi sepasang kromatid. F. Pertanyaan dan Tugas 1. Pada tahap pembelahan apakah kromoson paling jelas terlihat? pada tahap profase. 2. Bagaimanakah ciri-ciri sel pada tahap pembelahan tersebut? benang- benang kromatin memendek dan menebal, terbentuklah kromosom selanjutnya gelendong mitotik mulai terbentuk, setiap kromosom terduplikasi tampak sebagai kromatid identik yang tersambung pada sentromernya dan sepanjang lengannya oleh kohesin (kohesi kromatid saudara). 3. Adakah sel-sel yang menunjukkan aktivitas pembelahan? tidak. Jelaskan kemungkinan peristiwa yang terjadi dalam sel tersebut! pada ujung akar terdiri

dari sel-sel yang bersifat meristematik, yaitu sel-selnya selalu aktif membelah, sehingga diharapkan fase-fase mitosis dapat diamati secara lengkap. G. Kesimpulan Setelah melakukan pengamatan ini maka dapat disimpulkan beberapa hal, antara lain: 1. Pembelahan mitosis terjadi pada jaringan meristem yang sifatnya meristematik, pada tumbuhan jaringan ini terdapat pada ujung akar dan batang. 2. Pembelahan mitosis terbagi dalam 5 fase, yaitu interfase, profase, metaphase, anaphase dan telofase. 3. Akar bawang merah digunakan untuk mempelajari mitosis dengan alasan karena akar bawang memiliki kromosom yang besar, jumlah kromosomnya tidak terlalu banyak, sehingga lebih memungkinkan untuk mendapatkan hasil percobaan yang lebih baik , mudah didapatkan. 4. Berdasarkan hasil pengamatan, tampak bahwa akar bawang merah pada saat itu tengah mengalami fase profase.

REFERENSI Jurk J. 1999. A Modification To The Acetocarmine Method Of Chromosome Colouring In The School Practice. 14 hlm. Suryo. 2008. Genetika Strata I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press http://jai.staff.ipb.ac.id/2011/02/04/analisis-mitosis-pada-ujung-akar-bawangmerah-bawang-bombay-dan-aglaonema/ http://Jai.staff.ipb.ac.id/2011/02/04/analisis-mitosis http://www.crayonpedia.org/mw/B_pembelahan_sel_sel http://Biologi.unnes.ac.id/web_bio/?tf=news&aksi http://iqbalali.com/2007/04/15/7/