pengertian sample, populasi dalam metodologi penelitian Pengertian Sampel, adalah himpunan bagian atau bagian dari populasi

. Pengertian populasi adalah keseluruhan atau himpunan obyek dengan ciri yang sama. Populasi adalah jumlah keseluruhan subjek, objek atau sesuatu yang ada, bisa orang, bisa hidup, bisa mati,jajaran kartu katalog,huruf - huruf di surat kabar,dsb.

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
A. Populasi 1. Pengertian Populasi Menurut Kamus Pelajar terbitan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional tahun 2003, populasi adalah jumlah orang atau penduduk dalam suatu daerah; jumlah penghuni baik manusia maupun makhluk hidup lainnya pada suatu tempat atau ruang tertentu. Populasi menurut Gay (1987:102) merupakan kelompok tertentu dari sesuatu (orang, benda, peristiwa, dan sebagainya) yang dipilih oleh peneliti yang hasil studinya atau penelitiannya dapat digeneralisasikan terhadap kelompok tersebut. Suatu populasi sedikitnya mempunyai satu karakteristik yang membedakannya dengan kelompok yang lain. Arikunto (2006:130) menyatakan populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Jika seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi atau studi populasi atau sensus. Subyek penelitian adalah tempat variabel melekat. Variabel penelitian adalah objek penelitian. Sementara itu Sukardi (2010:53) menyatakan populasi adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian. Di pihak lain, Sisworo dalam Mardalis (2009:54) mendefenisikan populasi sebagai sejumlah kasus yang memenuhi seperangkat kriteria yang ditentukan peneliti. Jadi dapat disimpulkan populasi adalah sekelompok manusia, binatang, benda atau keadaan dengan kriteria tertentu yang ditetapkan peneliti sebagai subjek penelitian dan menjadi target kesimpulan dari hasil suatu penelitian. 2. Jenis-jenis Populasi Menurut Arikunto (2006:130) jika dilihat dari segi jumlah populasi dapat dibedakan antara lain: a. Jumlah terhingga, yang terdiri dari elemen dengan jumlah tertentu, contohnya: 1) Semua orang yang terdaftar dalam Angkatan Laut pada hari tertentu, 2) Semua televisi dari tipe yang sama yang diproduksi oleh suatu pabrik dalam satu tahun tertentu, dan 3) Semua mahasiswa yang terdaftar mengambil matakuliah tertentu.

Berarti kesimpulan bagi sampel berlaku untuk populasi. Menurut Arikunto (2006:133) kita boleh mengadakan penelitian sampel bila subyek didalam populasi benar-benar homogen. (Arikunto. . Populasi atau sampel dapat berupa makhluk hidup. b. berkelompok dan sebagainya. 2006:131). maka sampel bisa diambil dari populasi yang mana saja. seperti ada populasi yang homogen. yaitu sebagian dari seluruh individu yang menjadi objek penelitian.b. Kita ambil sampelnya sedikit dengan ujung sendok dan kita cicip. bertingkat. khawatir akan ada yang terlewatkan. tetapi hasil penelitian atau kesimpulan penelitian berlaku untuk populasi atau kesimpulan penelitian digeneralisasikan terhadap populasi. Lebih memungkinkan. dan sebagainya. seperti gejala alam. Sebagai contoh populasi yang homogen adalah air teh dalam sebuah gelas. maka sampel harus mewakili dari setiap bagian yang heterogen dari populasi tersebut sehingga hasil penelitian dari sampel dapat terpenuhi terhadap setiap anggota populasi. B. Sampel jumlahnya lebih sedikit. e. terdiri dari elemen yang sulit dicari jumlahnya. Kriteria Sampel Representatif Sampel yang representatif adalah sampel yang benar-benar dapat mewakili dari seluruh populasi. Jadi sampel adalah contoh yang diambil dari sebagain populasi penelitian yang dapat mewakili populasi. hewan. udara. Jika rasanya manis. seperti manusia. Sampel 1. air. Oleh karena itu timbul pula berbagai macam teknik pengambilan sampel. tumbuhan dan dapat pula berupa benda mati atau benda tak hidup. d. Apabila subyek populasi tidak homogen. Populasi mempunyai berbagai sifat. seperti jumlah penonton sebuah stasiun tv. dan f. Penelitian populasi bisa terjadi ketidak akuratan data. Pengertian Sampel Sampel adalah sebgian atau wakil dari pupulasi yang diteliti (Arikunto. maka kesimpulan dapat digeneralisasikan untuk air teh keseluruhan dalam gelas. tanah. Mardalis (2009:55) menyatakan sampel adalah contoh. Jumlah tak hingga. nilai dan sebagainya. Jika populasi bersifat homogen. Walaupun yang diteliti adalah sampel. Lebih efisien. c. Penelitian populas bisa bersifat merusak. Yang dimaksud menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian dari sampel sebagai sesuatu yang berlaku bagi populasi. Adapun keuntungan jika penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel antara lain: a. Jika populasi terlalu besar. namun jika populasi bersifat heterogen. semua jenis senjata yang diperbolehkan oleh undang-undang. 2006:133) 2. maka kesimpulannya tidak boleh diberlakukan bagi populasi.

Lalu setiap tempat tersebut diberi kode (angka atau simbol) yang berbeda satu sama lainnya. Tepat Waktu dan Relevan. Sampel Acak/Sampel Random/Sampel Campur Syarat pertama yang harus dilakukan untuk mengambil sampel secara acak adalah memperoleh atau membuat kerangka sampel atau dikenal dengan nama ³sampling frame´. Menurut Nasution (1987:115) memilih suatu jumlah tertentu untuk diselidiki dari keseluruhan populasi disebut sampling. dan perbedaanperbedaan lainnya. Misalnya. Alat yang umumnya digunakan adalah Tabel Angka Random. Obyektif (sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya). peneliti juga harus mempunyai alat yang bisa dijadikan penentu sampel. alamat. Pemilihan sampel secara acak bisa dilakukan melalui sistem undian jika elemen populasinya tidak begitu banyak. c.Pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benarbenar dapat menggambarkan keadaan populasi yang sesungguhnya atau dapat juga dikatakan sampel haruslah representatif (mewakili) populasi. . Jika populasinya adalah wilayah Sumatera Barat. Representatif (mewakili keadaan yang sebenarnya). kalkulator. b. Tetapi jika sudah ratusan. jenis kelamin. Dari sekian elemen populasi. maka peneliti harus mempunyai daftar seluruh rumah tangga kota tersebut. Jadi. dan d. Di samping sampling frame. Yang dimaksud dengan kerangka sampling adalah daftar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagai sampel. maka peneliti harus bisa memiliki daftar semua mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi ³A ³ tersebut selengkap mungkin. maka penelti harus mepunyai peta wilayah Sumatera Barat secara lengkap. elemen mana saja yang bisa dipilih menjadi sampel. dan informasi lain yang berguna bagi penelitiannya. 3. ada manajer dan bukan manajer.. Elemen populasi bisa berupa data tentang orang/binatang. atau undian. atau juga tentang benda. dapat disimpulkan syarat data sampel yang baik. tentang kejadian. NIM. Kabupaten. Nama. tentang tempat. yaitu: a. dalam populasi ada wanita dan pria. Memiliki variasi yang kecil. Teknik Penentuan Sampel a. usia. Jika populasinya adalah rumah tangga dalam sebuah kota. peneliti akan bisa secara pasti mengetahui jumlah populasinya (N). Desa/Nagari/Kelurahan. Dari daftar ini. atau ada yang kaya dan yang miskin. cara undian bisa mengganggu konsep ³acak´ atau ³random´ itu sendiri. Perbedaan karakter yang mungkin ada pada setiap unsur atau elemen populasi tidak merupakan hal yang penting bagi rencana analisisnya. Kecamatan. Kampung/Jorong/Korong. Jika populasi penelitian adalah mahasiswa perguruan tinggi ³A´. 1) Simple random sampling atau sampel acak sederhana Cara atau teknik ini dapat dilakukan jika analisis penelitiannya cenderung deskriptif dan bersifat umum.

serta perbedaan-perbedaan lain tersebut bukan merupakan sesuatu hal yang penting dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil penelitian. maka peneliti dapat mengambil sampel secara acak sederhana. Prosedurnya : a) Siapkan sampling frame. status kemakmuran. Kalau jumlah sampel yang akan diambil seluruhnya 100 manajer. c) Tentukan alat pemilihan sampel. maka dia akan memperoleh manajer di ketiga tingkatan tersebut. dan kedudukan dalam organisasi. b) Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil. c) Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratum. stratum B . Hal ini terjadi jika jumlah unsur atau elemen di salah satu atau beberapa stratum sangat sedikit. dan bawah. Artinya jumlah seluruh manajer adalah 160. sedangkan manajer tingat bawah (III). Dari setiap stratum tersebut dipilih sampel secara acak. dan d) Pilih sampel dari setiap stratum secara acak. menengah. peneliti dapat menentukan secara (a) proposional. maka untuk stratum I diambil (15:160)x100 = 9 manajer. 2) Stratified random sampling atau sampel acak distratifikasikan Karena unsur populasi berkarakteristik heterogen. maka peneliti bisa mengambil semua manajer dalam stratum tersebut . di mana setiap unsur dalam satu stratum memiliki karakteristik yang homogen (stratum A : laki-laki semua. Pada saat menentukan jumlah sampel dalam setiap stratum. Dia menduga bahwa manajer tingkat atas cenderung positif sikapnya terhadap kebijakan perusahaan tadi. seorang peneliti ingin mengetahui sikap manajer terhadap satu kebijakan perusahaan. Berbeda dengan teknik pengambilan sampel acak yang distratifikasikan. tetap 63 orang. dan manajer tingkat bawah (III) ada 100 manajer. (b) tidak proposional. maka peneliti dapat mengambil sampel dengan cara ini. Agar dapat menguji dugaannya tersebut maka sampelnya harus terdiri atas paling tidak para manajer tingkat atas. manajer menengah dan manajer bawah. dan untuk manajer tingkat menengah (II) ditambah 5. 3) Cluster sampling atau sampel gugus Teknik ini biasa juga diterjemahkan dengan cara pengambilan sampel berdasarkan gugus. yaitu stratum manajer atas. Prosedurnya : a) Susun sampling frame. Dengan teknik pemilihan sampel secara random distratifikasikan. dan stratum 3 = 63 manajer. dan heterogenitas tersebut mempunyai arti yang signifikan pada pencapaian tujuan penelitian. dan d) Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi. Dengan demikian setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. tingkat menengah ada 45 manajer (II). Jumlah dalam setiap stratum tidak proposional. Yang dimaksud dengan proposional adalah jumlah sampel dalam setiap stratum sebanding dengan jumlah unsur populasi dalam stratum tersebut. Misalnya saja. Misalnya. untuk stratum manajer tingkat atas (I) terdapat 15 manajer. kalau dalam stratum manajer kelas atas (I) hanya ada 4 manajer. Misalnya. stratum II = 28 manajer.Selama perbedaan gender. b) Bagi sampling frame tersebut berdasarkan strata yang dikehendaki.

beda tingkat pendapatnya. d) Tentukan angka atau nomor awal di antara kelas interval tersebut secara acak atau random (biasanya melalui cara undian saja). Beda jenis kelaminnya. dalam satu organisasi terdapat 100 departemen. beda tingat manajerialnnya. Prosedur : a) Susun sampling frame berdasarkan gugus (dalam kasus di atas. teknik pengambilan sampel dengan area sampling sangat tepat. dan perbedaan-perbedaan lainnya. dalam satu populasi terdapat 5000 rumah. 5) Area Sampling atau Sampel Wilayah Teknik ini dipakai ketika peneliti dihadapkan pada situasi bahwa populasi penelitiannya tersebar di berbagai wilayah. b) Tentukan wilayah yang akan dijadikan sampel (Kabupaten. Desa). Sampel yang akan diambil adalah 250 rumah dengan demikian interval di antara sampel kesatu. kedua. setiap gugus boleh mengandung unsur yang karakteristiknya berbeda-beda atau heterogen. maka peneliti dapat menggunakan cluster sampling untuk mencegah terpilihnya sampel hanya dari satu atau dua departemen saja. dan e) Kalau ternyata masih terlampau banyak responden yang harus diambil datanya. maka dalam sampel gugus. Misalnya. c) Tentukan K (kelas interval). e) Mulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor awal yang terpilih.: perempuan semua). c) Pilih gugus sebagai sampel dengan cara acak. Misalnya. yaitu unsur populasi yang bisa dijadikan sampel adalah yang ³keberapa´. Soal ³keberapa´-nya satu unsur populasi bisa dijadikan sampel tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel. Kecamatan. seorang marketing manajer sebuah stasiun TV ingin mengetahui tingkat penerimaan masyarakat Jawa Barat atas sebuah mata tayangan. beda tingkat pendidikannya. dan e) Pilihlah sebagai sampel angka atau nomor interval berikutnya. Misalnya. b) Tentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai sampel. c) Tentukan berapa wilayah yang akan dijadikan sampel penelitiannya. Kecamatan. dan seterusnya adalah 25. Desa). Jika peneliti bermaksud mengetahui tingkat penerimaan para pegawai terhadap suatu strategi yang segera diterapkan perusahaan. cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan. Misalnya. Cara ini menuntut kepada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis. Prosedurnya : a) Susun sampling frame. Kota. Kabupaten. dan d) Teliti setiap pegawai yang ada dalam gugus sample 4) Systematic Sampling atau Sampel Sistematis Jika peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambil data secara random. . b) Tetapkan jumlah sampel yang ingin diambil. Dalam setiap departemen terdapat banyak pegawai dengan karakteristik berbeda pula. elemennya ada 100 departemen). bagi lagi wilayah yang terpilih ke dalam sub wilayah. yang bisa dijadikan sampel. Prosedurnya : a) Susun sampling frame yang menggambarkan peta wilayah (Sumatera Barat. d) Pilih beberapa wilayah untuk dijadikan sampel dengan cara acak atau random. setiap unsur populasi yang keenam. Kota.

judment sampling umumnya memilih sesuatu atau seseorang menjadi sampel karena mereka mempunyai information rich. yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan yang sampelnya diambil secara acak (random). Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena kebetulan atau karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh peneliti. peneliti tidak mempunyai pertimbangan lain kecuali berdasarkan kemudahan saja. Oleh karena itu ada beberapa penulis menggunakan istilah accidental sampling (tidak disengaja) atau juga captive sample. sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu. jumlahnya tidak begitu besar..6) Double Sample atau sampel kembar Sampel kembar adalah dua sampel yang diambil sekaligus oleh peneliti dengan tujuan untuk melengkapi jumlah apabila data yang tidak masuk dari sampel pertam. Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya. Misalnya untuk memperoleh data tentang bagaimana satu proses produksi direncanakan oleh suatu perusahaan. Tidak semua unsur atau elemen populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Biasanya sampel pertama jumlahnya sangat besar sedankan sampel kedua yang untuk mengecek. Jadi. hasilnya ternyata kurang obyektif. 2) Quota sampling . Beberapa kasus penelitian yang menggunakan jenis sampel ini. Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut. 1) Convenience sampling atau sampel yang dipilih dengan pertimbangan kemudahan. maka manajer produksi merupakan orang yang terbaik untuk bisa memberikan informasi. Sampel Berstrata (Nonprobability/Nonrandom Sampling Atau Sampel Tidak Acak) Seperti telah diuraikan sebelumnya. 2) Purposive sampling Sesuai dengan namanya. maka jangan terlalu berharap pasar akan menerima produk itu dengan baik. atau untuk mengadakan pengecekan terhadap kebenaan data daroi sapel pertama. Dua jenis sampel ini dikenal dengan nama judgement dan quota sampling. jenis sampel ini tidak dipilih secara acak. Dalam memilih sampel. Jenis sampel ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk penelitian penjajagan. 1) Judgment sampling Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya. Dalam program pengembangan produk (product development). biasanya yang dijadikan sampel adalah karyawannya sendiri. dengan pertimbangan bahwa kalau karyawan sendiri tidak puas terhadap produk baru yang akan dipasarkan. b.

Teknik sampel ini adalah bentuk dari sampel distratifikasikan secara proposional. . namun tidak dipilih secara acak melainkan secara kebetulan saja. teknik pengambilan ketiga puluh sampel tadi tidak dilakukan secara acak. 3) Snowball sampling atau sampel bola salju Cara ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya. Peneliti cukup mencari satu orang wanita lesbian dan kemudian melakukan wawancara. para gay. Misalnya. atau kelompok-kelompok sosial lain yang eksklusif (tertutup). Jika seorang peneliti ingin mewawancari 30 orang pegawai dari kedua jenis kelamin tadi maka dia harus mengambil sampel pegawai laki-laki sebanyak 18 orang sedangkan pegawai perempuan 12 orang. Setelah selesai. Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa dijadikan sampel. Sekali lagi. seorang peneliti ingin mengetahui pandangan kaum lesbian terhadap lembaga perkawinan. . melainkan secara kebetulan saja. Misalnya. Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi. peneliti tadi minta kepada wanita lesbian tersebut untuk bisa mewawancarai teman lesbian lainnya. peneliti bisa mengentikan pencarian wanita lesbian lainnya. di sebuah kantor terdapat pegawai laki-laki 60% dan perempuan 40% . Setelah jumlah wanita lesbian yang berhasil diwawancarainya dirasa cukup. Hal ini bisa juga dilakukan pada pencandu narkotik. lalu dia minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain yang kira-kira bisa dijadikan sampel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times