CASE ILEUS PARALITIK

Oleh;

Yudi Agustinus (0710195) Kurnia Baraq (0710081) Grady Garfendo (0710084) Dewi Maria (0510018) Anna Erliana (0510028)

Preceptor: dr Roys. A. Pangayoman, SpB, FINACS

SMF BAGIAN BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG-2011

nyeri disertai kembung dan mual tetapi tidak disertai muntah. nyeri dirasakan mendadak seperti melilit dan hilang timbul semakin lama semakin berat sehinggga menjalar dari bawah pusar ke seluruh perut.Identitas utama Nomor Registrasi RM Tanggal masuk Pukul Nama Umur Pekerjaan Agama Alamat Ruangan : 00000001 : 0000001 : 23 Desember 2011 : 21. warna dan konsistensi dalam batas normal. menstruasi tidak terlambat. dan tidak menjalar ke bahu. dan gangguan mestruasi. nyeri tidak terasa menembus ke belakang punggung. S N : 32 tahun : IRT : Islam : Kel. buang angin tidak ada. . Bandung : Elisabeth 8-5 Anamnesis Keluhan Utama : nyeri pada seluruh perut Pasien datang dengan keluhan utama nyeri pada seluruh perut terutama pada bagian bawah pusar dirasakan sejak 4 hari sebelum masuk RSI. nyeri tidak hilang dengan perubahan posisi sehingga pasien tidur terlentang. Bojongloa Kidul. pada saat nyeri timbul pasien mengeluh sulit untuk duduk. nyeri waktu senggama tidak ada. BAB: frekuensi. Situsaer Kec. tidak ada darah dan cairan berbau yang keluar dari jalan lahir.30 : Ny. tidak ada demam. nyeri saat makan tidak bertambah.

TANDA VITAL Tensi Nadi : 130/90 mmHg : 120 x/mnt. Riwayat Alergi dan Kelainan Darah: tidak ada post curetase a.i Abortus . DM-. HTRPK: Tidak ada anggota keluarga yang memiliki penyakit seperti ini dan tidak ada yang memiliki penyakit menular Riwayat Kebiasaan: minum alkohol tidak ada. KEADAAN UMUM Keadaan umum Kesan sakit Kesadaran Status gizi Posisi : baik : sedang : Compos mentis : Baik : Terdapat letak paksa B. pasien tidak tahu nama obatnya. UB: pasien meminum obat sakit perut yang dibeli di warung tapi. jumlah dan frekuensi dalam batas normal Riwayat Obstetri dan Ginekologi: 5 hari sebelum masuk RSI menggunakan IUD RPD: Pasien tidak pernah sakit maag sebelumnya. isi cukup . regular. tidak Pemeriksaan Fisik A.BAK: warna.

murmur : tidak anemis. grey turner sign (-) Auskultasi : bising usus (-) Perkusi Palpasi : Timpani. regular. tidak ikterik Abdomen : Inspeksi : cembung. Rh -/-. isokor. STATUS GENERALIS Kulit Kepala Mata Pupil Leher Thorax Pulmo Cor : konjungtiva anemis -/-. sclera ikterik -/: bulat. tidak sianosis. Darm contour(-).t. Wh -/: BJM. diameter 3 mm.6ºC C. Darm steifung(-). cullen sign (-).Respirasi Suhu : 24 x/mnt : 37. ruang traube kosong : soepel. Punggung: Nyeri ketok CVA -/Inguinal Anus dan Rectum Genital Ekstremitas : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak diperiksa : Oedem -/- .m. H/L t. nyeri tekan (+). RC +/+ : KGB tidak teraba membesar : B/P simetris kiri = kanan : VBS +/+.

0 g/dl 36.3 % 10190/mm3 241000/mm3 Neutrofil Stab 0. STATUS LOKALIS Abdomen : Inspeksi : cembung.Reflex fisiologis : +/+ Reflex pathologis : -/Motorik Sensorik D. Anus dan Rectum: tidak ada kelainan PEMERIKSAAN PENUNJANG 23 Desember 2011 Hematologi Rutin: Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Hitung Jenis: Basofil Eosinofil 0. Metalic sound Perkusi Palpasi : Timpani.8 % 13.2 % 0. Darm steifung(-) : baik : baik Auskultasi : Borborigmus -.0 % . ruang traube kosong : Soepel. nyeri tekan (+) di seluruh abdomen. Darm contour(-). H/L tidak dapat dinilai.

Tidak tampak gambaran konkremen opak sepanjang proyeksi Traktus urinarius atau Kandung kmpedu. Nyeri timbul sejak 4 hari yang lalu. Distribusi udara dalam kolon bertambah. datang ke IGD RSI pada tanggal 23 desember 2011 dengan keluhan nyeri pada seluruh abdomen. semakin bertambah berat. Tampak udara dalam usus halus di lapang tengah.8 % Glukosa Darah Sewaktu 120 mg/dl Foto Polos BNO tegak: Pre peritoneal fat normal. abdomen bising usus (-).Neutrofil Segmen 73. Lokal paralitik usus halus di lapang tengah. awalnya dari epigastrium ke seluruh abdomen. munculnya mendadak. hilang timbul.7 % 5. seorang wanita umur 32 tahun. Kontur kedua ginjal normal. perkusi timpani.1 mEq/L 19. Skeletal normal. Dari hasil pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan pada . Nyeri terutama lebih sakit pada bawah pusar. Kesan: tidak tampak pneumoperitoneum. Tidak tampak udara bebas sub diafragma atau ekstra luminer.1 mEq/L 9. Pasien sebelumnya menjalani operasi kuretase akibat abortus pada 5 hari yang lalu. Resume: Pasien. Psoas line normal. dan nyeri tekan di seluruh abdomen. Tidak tampak gambaran cescade atau coiled spring. Dari hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan saat pasien masuk IGD RSI didapatkan bahwa pasien dengan kesan sakit berat dan kesadaran compos mentis (GCS 15 E4M6V5). Skeletal dalam batas normal. nyeri seperti melilit.3 % Limfosit Monosit Kimia Klinik Natrium Kalium Calsium 139 mEq/L 3.

5%. karena itu diagnosis ini kami singkirkan. limfosit 19. dan sulit BAB. Lokal paralitik usus halus dilapang tengah. (UMMC. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan beberapa diagnosis banding. Diagnosis banding sebagai Peritonitis acuta berdasarkan adanya nyeri pada seluruh perut yang awalnya dirasakan mendadak yang hilang timbul dan makin lama makin berat tidak hilang dengan perubahan posisi disertai dengan kembung. Selanjutnya dari hasil pemeriksaan X-Ray BNO tegak didapat kesan tidak tampak Pneumoperitoneum. Pada pemeriksaan penunjang laboratorium tidak ditemukan leukositosis. sulit buang angin. foto rontgen BNO tidak ditemukan air fluid level. Kami memikirkan diagnosis ke arah Appendicitis acuta karena adanya nyeri yang berawal di epigatrium menjalar ke seluruh perut yang makin lama makin berat serta adanya . Skeletal dalam batas normal. tapi pada pasien ini terapi hanya bersifat simptomatik dan keluhan membaik. Pada terapi peritonitis harus dilakukan pembedahan (open abdomen surgery).1 mEq/l. eosinofil 0.tanggal 23 desember 2011 berupa pemeriksaan laboraturium darah didapat Ht 36. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan perut tegang. kalium 3. GDS 120 mg/dl. dari gejala ± gejala diatas tidak ditemukan gejala demam. leukosit 12190/mm3. Penatalaksanaan Medikamentosa Alinamin F 3 x 1 amp Narfoz 2 x 1 amp Ceftriaxone 2 x 1 amp Kaltrofen supp 2 x 1 supp Pembahasan Pasien seorang wanita berusia 32 tahun datang ke IGD Immanuel dengan keluhan nyeri seluruh perut.0%. neutrofil stab 0. neutrofil segmen 73. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada seluruh perut.2011).3 %.8%.7%.

laboratorium amilase dan lipase. Ileus terjadi akibat hipomotitas dari usus. Pada pemeriksaan penunjang seharusnya dilakukan pemeriksaan USG. nyeri tekan pada seluruh perut dan perkusi didapatkan suara timpani nyaring. dan pada pemeriksaan laboratorium darah rutin tidak bermakna untuk mendiagnosis ke arah batu empedu. ikterik. mual. bising usus menurun sampai tidak ada. interscapula. punggung. Pada pasien ini tidak ditemukan adanya nyeri yang menjalar ke leher dan terasa tertusuk seperti tertembus ke belakang. Basil. Seharusnya pada pasien ini dilakukan pemeriksaan USG namun pasien menolak dan pada pemeriksaan laboratorium appendicitis bisa ditemukan atau tidak ditemukannya leukositosis sehingga masih mungkin dijadikan sebagai diagnosis banding. mual. Pada pasien adanya nyeri perut pada seluruh perut yang awalnya dirasakan mendadak yang hilang timbul dan makin lama makin berat tidak hilang dengan perubahan posisi. bising tidak ada. tidak ada ikterik. yang bertambah saat makan. ataupun bahu kanan. tetapi tidak ada puncak nyeri seperti pada appendicitis pada daerah Mc-Burney. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan seluruh perut termasuk di perut kanan bawah. 2004) Berdasarkan temuan klinis kami mendiagnosis banding dengan batu empedu karena didapatkan nyeri pada seluruh perut yang awalnya dirasakan nyeri kolik yang semakin meningkat intensitasnya. kembung. BAB dan BAK warnanya normal. mual dan adanya riwayat post kuretase atas indikasi abortus. Diagnosis ini juga tidak dapat ditegakkan karena nyeri yang dirasakan tidak khas. Pada pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan pada foto . Pada pemeriksaan fisik didapatkan perut cembung. (Burnicardi. Pasien adalah seorang wanita yang sudah memiliki anak dengan berat badan berlebih yang merupakan beberapa faktor predisposisi dari penyakit ini. muntah. Pada pemeriksaan fisik abdomen teraba tegang. 2007) Kami juga mendiagnosis banding dengan pancreatitis akut karena dari anamnesis ditemukan adanya nyeri perut pada seluruh perut yang awalnya dirasakan mendadak yang hilang timbul dan makin lama makin berat. tidak ada riwayat peminum alkohol.mual. nyeri yang tidak menjalar sampai ke bahu. Diagnosis standard untuk menentukan adanya batu empedu dengan USG dan pemeriksaan alkali fosfatase tapi karena tidak dilakukan maka diagnosis ini sulit ditegakkan. demam. (Jr Pruitt A. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya Cullen Sign dan Grey Turner Sign yang merupakan penumpukkan darah pada jaringan lunak akibat nekrosis pancreastitis. Dengan gejala ± gejala diatas diagnosis ini disingkirkan. (Burnicardi. 2004) Gejala nyeri di seluruh perut ini kami diagnosis banding dengan ileus.

Kehamilan ektopik terganggu dimasukkan dalam diagnosis banding berdasarkan gejala yang ditemukan dari anamnesis yaitu adanya nyeri pada bagian abdomen bawah. dan tidak ada gangguan mestruasi. tidak ada gangguan buang angin. Insidensi PID juga cukup sering. BAB dan BAK dalam batas normal. selain itu tidak dilakukan vaginal atau rectal toucher. 2011) Pasien juga didiagnosis banding dengan Pelvic Inflammatory Diseases yang merupakan proses peradangan pada uterus.polos abdomen dengan BNO tegak didapatkan adanya udara pada usus halus dan kolon bertambah akibat peristaltik yang terganggu sehingga dapat terjadi akumulasi gas dan cairan.1 mEq/L. susah buang angin. Namun pasien ini tidak ditemukan adanya muntah.2011). susah buang air besar. senggama tidak sakit. nyeri terutama pada perut bagian bawah. Torsio uteri turut diperhitungkan sebagai diagnosis banding atas dasar gejala yang ditemukan dari anamnesis yaitu adanya nyeri perut pada seluruh perut yang awalnya dirasakan mendadak yang hilang timbul makin lama makin bertambah.000 wanita dirawat akibat PID. Perbaikan ileus terjadi setelah motilitas colon sigmoid kembali ke normal. dan tidak ada riwayat trauma dari luar. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar potasium/kalium sebesar 3. tuba fallopi dan atau ovarium yang bisa menyebabkan perlengketan pada jaringan sekitar. pada pasien ini seharusnya dilakukan pemeriksaan USG oleh karena itu diagnosis ini masih mungkin. Pada pemeriksaan fisik tidak didapatkan darmkontur dan darmsteifung. pasien ini mengalami abortus dan post kuretase. tidak ada gangguan buang angin. Pada pemeriksaan fisik tidak ada yang mendukung. tidak ada muntah. Fisiologi ileus pada pasien ini terjadi perbaikan setelah 2-3 hari setelah pengobatan konservatif. post kuretase. (Mukherjee Sandeep. tidak ada gangguan BAB dan BAK. tidak ada gangguan menstruasi. yang bersifat yang hilang timbul makin lama makin bertambah. jatuh. keluar cairan berbau dari jalan lahir. adanya mual. adanya riwayat post kuretase. Pada pasien ini tidak ada gangguan mestruasi ( saat tidak ada . Pada pemeriksaan obstretikus didapatkan nyeri tekan pada abdomen bawah. Pada pasien ini tidak ada gejala demam. dimana penyebab torsio uteri biasanya akibat lemahnya tonus uterus. di Amerika sekitar 1 juta wanita di US per tahunnya dan sedikitnya 250. Sebaikanya pada pasien ini disarankan dilakukan pemeriksaan rectal toucher. Sehingga kami mendiagnosis banding pasien ini dengan ileus. persamaan gejala dari pasien ini dapat ditemukan adanya nyeri pada seluruh perut bagian bawah. (Conrat Melissa. tidak ada perdarahan yang keluar dari vagina.

OG. Psikosomatis patut diperhitungkan dikarenakan dari anamnesis. tidak ada muntah.4 ± 15 per 1000 abortus. Pada tindakan kuretase salah satu komplikasi yang bisa terjadi adalah kerusakan pada uterus terutama dengan . Insidensi terjadinya perforasi uterus post kuretase dengan berbagai indikasi berkisar 0. Pemeriksaan penunjang dengan foto abdomen BNO tegak didapatkan distribusi udara dalam usus halus dan pada colon bertambah yang mengarah ke ileus. dd/ psikosomatis. 2001).5) dapat menyebabkan kelainan dari motalitas usus. (Heller L.5-5. Sedangkan akibat trauma post kuretase tidak didukung dengan pemeriksaan penunjang (USG) karena pasien menolakan untuk dilakukan USG transvaginal oleh dr. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan bising usus negatif dikarenakan terdapat gangguan peristaltik usus sehingga tidak terdapat turbulensi udara dalam rongga usus. tidak temukan adanya tanda ± tanda anemia dari anamnesis dan pemeriksaan laboratorium hematolgi. dd/ trauma post curetase. Selama anamnesis dilakukan pasien menjawab pertanyaan tidak logis dan dengan pemberian obat ± obatan simptomatik keluhan membaik ditambah dengan keadaan pasien post abortus. Pada pasien ileus paralitik tanpa penyulit tidak ada indikasi dilakukan operasi cukup pemberian medikamentosa simptomatis Karena pada pasien ini. pemeriksaan penunjang masih diragukan. Pada pemeriksaan penunjang seharusnya dilakukan pemeriksaan -HCG. nyeri perut timbul setelah dilakukan post kuretase sehingga kami membandingkan dengan kasus perforasi uterus. pemeriksaan fisik. dan tidak dilakukannya vagina toucher dimana adanya nyeri goyang cervix.1) dari normal (3. (Cunningham. 2010).Jacob. Pemasangan NGT dilakukan bertujuan untuk membantu pengeluaran asam lambung dan mengeluarkan gas serta membantu memasukkan makanan berupa bubur/cair untuk merangsang motilitas dari usus. Pada pasien ini diberikan pengobatan simptomatis berupa anti mual yang bertujuan untuk mengurangi rasa mual dari pasien serta PPI untuk mengurangi asam lambung yang merupakan salah satu penyebab kembung. Kelainan elektrolit harus diperhitungkan karena didapatkan kadar potassium yang lebih rendah (3. Berdasarkan dari diagnosis banding diatas penyakit yang paling mungkin yaitu ileus paralitik et causa suspek dd/ kelainan elektrolit. Pada pemeriksaan fisik tidak teraba masa pada perut bukan di uterus.Sp.keterlambatan mestruasi).

et al.. Burnicardi F.edu/altmed/articles/peritonitis-000127.nih.umm. JM. New York : McGraw Hill. Diuduh: 28 Desember 2011.com/article/178948-overview. Online J Health Allied Scs.htm .emedicinehealth. 2001. Patel.. Uterine Perforation With Subtotal Small Bowel Prolapse A Rare Complication of Dilatation and Curettage.com/pelvic_inflammatory_disease/article_em. JR. 2005).gov/medlineplus/ency/article/000260. McGraw Hill: 2004.menggunakan kuretase tajam atau suction. 21st ed. : 899-905 Heller L. Williams Obstetric. 2001). AD. Diuduh: 28 Desember 2011. Levono KJ et al. http://www. . www. Cunningham FG. Sherigar. Diuduh: 28 Desember 2011. http://www. Grant NF.nlm. http://emedicine. Komplikasi-komplikasi yang bisa terjadi seperti perforasi uterus meingkat sehingga kuretase harus dilakukan sebelum usia 14 minggu (Cunningham. DAFTAR PUSTAKA UMMC. Basil.Jacob. Dalal.htm. P Jr Pruitt A. Sabiston¶s Textbook of Surgery 18th ed.2005.Carles. Saunder: 2007 Mukherjee Sandeep. Schwatz¶s Principles of Surgery 8th ed. dimana gejala lain yang sama didapatkan dari pasien ini adalah nyeri perut (Sherigar.1:6 Conrad Melissa. et al. Diuduh: 28 Desember 2011.htm.medscape.