Sunnah-sunnah dalam Shalat

disusun untuk memenuhi tugas Fikih

Disusun Oleh : Dian Ayu Widiarti Dian Nur¶aeni

Program Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung 2011

Shalat mempunyai beberapa sunah yang dianjurkan untuk kita kerjakan sehingga menambah banyak pahala kita. pada saat. y Hal-hal yang termasuk sunnah sebelum sholat antara lain : jamaah laki-laki) 1. maupun setelah sholat. dan apabila kita lupa melakukannya maka kita dapat menggantinya dengan melakukan sujud sahwi. namun demikian. Sunnah-sunnah ini memang jika tidak dilakukan tidak apa-apa. Yang termasuk dalam sunnah ab'ad ialah tasyahud awal dan qunut pada saat sholat subuh dan witir (antara rokaat ke-2 dan ke-3) 2. yakni sunnah yang hampir mendekati rukun sholat tapi sebenarnya bukan rukun. maka kita tidak perlu menggantinya. ruku'. Bersiwak atau gosok gigi y Sunnah di dalam sholat : 1. sebaiknya kita lakukan sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk syukur dan pendekatan diri kita pada Allah SWT. dan bangun dari ruku'. Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau sejajar dengan kuping pada keadaan sebagai berikut: y y y y ketika bertakbiratul ihram ketika rukuk ketika bangkit dari rukuk. Sunnah Ab'ad. Mengumandangkan iqomah baik untuk jamaah laki-laki maupun untuk jamaah perempuan (bila dalam jamaah itu hanya ada perempuan atau anak-anak) 3. 1.Sunah-Sunah Shalat Terdapat sejumlah sunnah terkait sholat. Selain itu juga meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. mengamini. membaca bismillah sebelum membaca surat-surat dalam Al Qur'an (kecuali surat Al Fatihah). 1 . serta membaca surat setelah Al Fatihah. baik yang dilakukan sebelum. Sunnah Hai'at ialah sunnah yang apabila kita lupa mengerjakannya. Yang termasuk dalam sunat ini antara lain mengangkat tangan ketika takbirotul ikhrom. Sunah-sunah tersebut di antaranya adalah sebagai berikut. ketika berdiri setelah rakaat kedua ke rakaat ketiga. Mengumandangkan adzan di dalam jamaah ketika hendak sholat (khusus untuk 2. mengeraskan dan memelankan suara.

2." (Muttafaq 'alaih). beliau memulainya dengan bertakbir serta mengangkat kedua tangannya. Adapun ketika berdiri untuk rakaat ketiga. Membaca doa iftitah. dan begitu pula kalau beliau bangkit dari rukuk. Apabila beliau ingin rukuk. Melihat ke tempat sujud adalah mengarahkan pandangannya ketika sholat ke arah tempat sujud. beliau mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua bahu beliau." (HR Bukhari secara mauquf. Ada beberapa contoh doa iftitah. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada atau di bawah dada dan di atas pusar. kemudian beliau meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri di atas dadanya. "Saya pernah salat bersama Nabi saw. ''Riwayat ini dihukumi marfu. Setelah selesai dia menceritakan bahwa itulah cara yang dilakukan oleh Rasulullah. dia mengangkat kedua tanggannya. Melihat tempat sujud. di antaranya: Dalam membaca ayat-ayat atau doa-doa untuk amalan ibadah. Hadis Malik bin Huwaris." Ibnu Umar menisbatkan hal tersebut kepada Nabi saw). yaitu tempat atau lantai dimana dahi kita menyentuh lantai saat sujud. kemudian membaca takbir. dia mengangkat kedua tangannya. Begitu juga ketika ia bangkit dari rukuk. 4. karena beliau apabila berdiri dari rakaat kedua beliau mengangkat kedua tangannya. Hal ini bermaksud agar tidak 2 . al Hafiz Ibnu Hajar berkata. (HR Bukhari secara mauquf.Hal ini berdasarkan hadis Ibnu Umar ra. "Orang-orang (di masa Nabi saw) disuruh untuk meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam salat. beliau pun mengangkat kedua tangannya seperti itu. "Bahwasanya Nabi saw apabila beliau melaksanakan salat.") Dan berdasarkan hadis Wail bin Hijr ra. sebaiknya mencari tahu langsung kepada seorang guru yang dapat menunjukkan aturan-aturan cara membunyikan bahasa atau istilah Alquran dan Hadis. Hal ini berdasarkan perkataan Sahl bin Sa'd ra. al Hafiz Ibnu Hajar berkata. hal ini berdasarkan apa yang dilakukan Ibnu Umar. sahih) 3. diriwayatkan dari Abu Qilabah : Ia berkata Dia pernah melihat Malik bin Huwaris shalat. Apabila Dia ingin rukuk." (HR Ibnu Huzaimah. "Dan riwayat ini dihukumi marfu.

Laasyariikalahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina. Ahmad." (HR. dengan tunduk sebagai orang muslim dan tidaklah aku termasuk gologan orang musyrik. dengan itulah kami diperintah dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Tuhan sekalian alam. sebagaimana Engkau jauhkan jarak antara timur dan barat. dan dengan memuji-Mu. Abu Daud." Artinya : "Saya hadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. basuhlah dosa-dosaku dengan air. Muslim." (Muttafaq 'alaih) "Subhaanakalloohumma wabihamdika watabaarokasmuka wata'alaa jadduka walaa ilaa ha ghoiruka. Tirmizi. Yang lebih penting lagi karena kita dituntut untuk mengikuti petunjuk yang ada)." Artinya : "Maha Suci Engkau ya Allah." Artinya : "Ya Allah. dll) 3 . dan Hakim secara marfu--bersambung sanadnya hingga kepada Nabi saw. sebagaimana pakaian yang putih dibersihkan dari noda. jauhkanlah jarak antara aku dan dosa-dosaku. Alloohumma naqnii min khothooyaa yakamaa yunaqqotstsaubul abyadhu minaddanasi. Alloohummagh silnii min khothooyaa yabillatstsalji wal maa'i wal barodi. "Alloohumma baa 'id bainii wa baina khothooyaa yakamaa baa 'ad ta bainal masyriqi wal maghribi. tiada sekutu bagi-Nya. es dan embun. Ya Allah bersihkanlah aku dari segala dosa-dosaku. Maha Suci nama-Mu dan Maha Tinggi kebesaran-Mu.terjadi salah pengucapan (makhraj) dan salah pengertian terhadap suatu doa atau ayat Alquran." (HR Muslim secara maukuf--terhenti sanadnya kepada Umar bin Khattab dan diriwayatkan oleh Abu Daud. Ya Allah. Inna sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahi robbal 'aalamiina. sesungguhnya salat dan ibadahku. Tirmidzi. sahih) "Wajjahtu wajhiya lilladzii fathorossamawaati walardho hanifammuslimaawwamaa anaa minal musyrikiina. hidup dan matiku itu bagi Allah. dan tiada Ilah selain Engkau.

dan beliau membaca Ummul Kitab saja pada dua rakaat berikutnya dan terkadang beliau perdengarkan ayat (yang dibacanya) kepada para sahabat. Maka sesungguhnya barangsiapa yang bacaan aminnya berbarengan dengan aminnya malaikat. Asar. Yaitu mengeraskan suara pada dua rakaat yang pertama pada shalat Magrib dan Isya dan pada kedua rakaat shalat Subuh. maka hendaklah kamu memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. adsad 8. maka disunahkan baginya untuk merendahkan suara ketika itu. Dalam hal ini cukup dengan satu surat atau beberapa ayat Alquran pada dua rakaat salat Subuh dan dua rakaat pertama pada salat Duhur. Membaca amin (aamiin) setelah membaca surat Al-Fatihah. maka ucapkanlah pula olehmu. lalu beliau ucapkan "aamiin" dengan suara panjang." (HR Bukhari dan Muslim) Dari sahabat Wa'il bin Hijr. Hal ini disunahkan kepada setiap orang yang salat. (HR Ahmad dan Abu Daud. terkecuali apabila takut mengganggu orang lain dengan bacaannya itu. "Apabila imam membaca amin. "Saya mendengar Rasulullah membaca Ghairil maghdubi 'alaihim waladdoolliin. "Rasulullah saw ketika salat Duhur membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah) dan dua surat pada dua rakaat pertama. 4 ." (An-Nahl: 98) 6. dinilai baik oleh Tirmizi) . dan ini dicontohkan (tsabit) dan populer dari Rasulullah saw. baik sebagai imam maupun makmum atau salat sendirian. Mengeraskan bacaan Al-Fatihah dan surat pada waktu salat jahriah (yang dikeraskan bacaannya) dan merendahkan suara pada salat yang dipelankan bacaannya (sirriah). Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah saw. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT. Adapun pada salat sunah. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah saw.5. Magrib dan Isya. Membaca ayat setelah membaca surat Al-Fatihah. maka dianjurkan untuk merendahkan suara apabila dilaksanakan pada siang hari dan disunahkan mengeraskan suara jika salat sunah itu dilaksanakan pada waktu malam hari. maka akan diampuni segala dosadosanya yang terdahulu. Membaca isti¶azah (A'udzubillaahiminasy syaithoonirojiim) pada rakaat pertama dan membaca basmalah dengan suara pelan pada tiap-tiap rakaat. Ini semuanya dalam pelaksanaan shalat fardu. baik secara perkataan maupun perbuatan. "Maka apabila kamu membaca Alquran. Dan merendahkan suara pada yang lainnya." (Muttafaq 'alaih). 7.

yang pada saat itu membaca. niscaya Allah SWT mengampuni dosanya yang telah lalu. sedang pada dua rakaat pertama shalat Isya ia membaca surat mufasal yang sedang. sahih) Diriwayatkan dari Abu Barzah. Bukhari dan Muslim) 10. Dan disunnahkan agar kepala lurus dengan tulang ekor. ketika turun ayat. kamu hendaklah membaca. selanjutnya pada shalat Subuh ia membaca surat-surat yang panjang'. 11. 5 . Ashar dan Isya.' Sulaiman berkata. berdiri ataupun duduk. katanya : Rasulullah SAWmembaca ayat-ayat Al-qur¶an sewaktu shalat subuh sebanyak enam puluh hingga seratus ayat. (HR. Dan pada dua rakaat pertama salat Magrib ia membaca surat yang pendek. membaca dengan bacaan yang sedang pada shalat Duhur. Memanjangkan bacaan pada salat Subuh. 'Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip salatnya dengan salat Rasulullah daripada si Fulan --seorang imam di Madinah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah. Ia berkata. Bacaan ketika Ruku¶. Takbiratul Intiqâl ( Takbir selain Takbiratul Ihram ) Bagi orang yang melaksanakan shalat. "Dari Sulaiman bin Yasar." (HR Ahmad dan Nasai. Hal ini berdasarkan hadis berikut. katanya : Rasulullah bersabda : ³Apabila imam mengucapkan Samiallâhu liman hamidah. meletakkan kedua tangan pada kedua lutut. 'Kemudian aku salat di belakang orang tersebut. Melakukan Ruku¶ Yang wajib dilakukan pada saat ruku¶ adalah membungkukkan badan hingga kedua tangan mencapai lutut. dia memperpanjang bacaan pada dua rakaat pertama salat Duhur dan mempercepat pada dua rakaat berikutnya.9. dan disunahkan memendekkan bacaan pada salat Magrib. turun. beliau berkata. ³Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha Besar.´. µallahumma robbanaa lakalhamdu¶ karena sesungguhnya barang siapa membaca do¶a tersebut berbarengan dengan malaikat. disunnahkan takbir setiap kali bangkit. meregangkan jari jemari dan pangkal betis serta meratakan punggung. Sebagaimana hadis yang berasal dari Uqbah bin Amir. Mempercepat bacaan surat dalam salat Asar. kecuali bangkit dari ruku¶. µSamiallâhu liman hamidah¶. dari Abu Hurairah ra.

Abu Daud dan yang lain dengan sanad jayyid (baik). Bacaan ketika Ruku¶ : Sebagaimana hadis yang berasal dari Uqbah bin Amir. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw ³Ketahuilah! Sesungguhnya aku dilarang membaca Al-quran ketika rukuk dan sujud. Dan pada saat bangun.Rasulullah saw berkata kepada kami . dengan di larang menempelkan dahi dengan ramburnya dan pakaianya. ³Sami¶allâhu liman hamidah. ³Jadikanlah ucapan tasbih pada saat kalian ruku¶. ³Allâhumma Rabbanâ walakal hamdu. Berdo¶a pada waktu sujud.´ HR Ahmad. menghadapkan ujungujung jarinya ke arah kiblat. Rasulullah saw berkata kepada kami .´ Cara sujud Pertama. katanya : Nabi SAW telah diperintahkan agar melakukan sujud dengan menggunakan tujuh anggota badan. Bacaan ketika i¶tidal : Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas ra. Abu Daud dan yang lain dengan sanad jayyid (baik).´ maka bacalah. Ketiga. dahi.´ 6 . Diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Kedua.´ HR Ahmad.´ 12. Keempat. Adapun yang dilakukan pada waktu sujud maka hendaklah kamu membesarkan Rabbmu dan pada waktu sujud maka hendaklah kamu bersungguh-sungguh berdoa niscaya dikabulkan doamu. beliau mengangkat kedua tangannya sebelum kedua lututnya. ³Jadikanlah ucapan tasbih pada saat kalian ruku¶. ketika turun ayat. ³Saya melihat Rasulullah SAW ketika beliau sujud. katanya : Luruskanlah badan ketika bersujud dan janganlah salah seorang dari kamu melatakan kedua lengannya ke lantai dengan merapatkan siku ke lantai seperti anjing melatakan kakinya. ketika Rasulullah saw membaca. Beliau meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya.´. meletakkan hidung. meluruskan dan merapatkan jari-jari. Cara menurunkan badan dan bangkit dari sujud Mayoritas ulama menganjurkan agar meletakkan kedua lutut terlebih dulu sebelum meletakkan kedua tangan. Ia berkata. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Syarik dari Ashim bin Kalib dari ayahnya dari Wail bin Hajar ia berkata. ³Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha Besar. meletakkan telapak tangan sejajar dengan kedua telinga atau kedua bahu. Ia berkata. dan kedua tangan dengan merenggang ke bumi. Diriwayatkan dari Anas.

Apabila ada dua tasyahud dalam salat itu. yang menceritakan tentang sifat sholat Nabi saw. beliau duduk di atas kaki kiri sambil menegakkan telapak kaki kanan. dan apabila beliau duduk pada rakaat akhir. "Maka apabila beliau duduk setelah dua rakaat. 14. Dan beliau tidak melebihkan pandangannya dari telunjuk itu. di antaranya menyebutkan. ³ (Ahmad) Keterangan: Rasulullah saw. Termasuk sunah fi¶liyah adalah duduk sejenak dengan sempurna pada akhir rakaat ganjil sebelum bangkit menuju rakaat genap. apabila duduk tasyahud. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw: 7 . Cara duduk yang diriwayatkan (tsabit) dari Rasulullah saw dalam salat adalah duduk bertumpu pada paha kiri (iftirasy) pada semua posisi duduk dan semua tasyahud selain tasyahud akhir. (HR Abu Daud.: Kemudian beliau duduk dengan melipat kaki kiri dan mendudukinya (iftirasy) dan menaruh telapak tangan kiri diatas paha kiri. kemudian beliau menelunjukkan dengan jari telunjuk (HR Muslim). Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis sebagai berikut: ³ Dari Malik bin al Huwairits ra. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis : ³Dari Wail bin Hajr ra. maka dia harus duduk tawaruk pada tasyahud akhir. Ketika ia menerangkan salat Rasulullah saw. beliau meletakkan tangan kirinya di atas paha kiri dan tangan kanannya di atas paha kanan. Tawaruk (tawarruk): Yaitu meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kanan. Hal ini berdasarkan perkataan Abu Hamid as Sa'idi di hadapan para sahabat. beliau majukan kaki kiri sambil menegakkan telapak kaki yang satunya. dan beliau duduk di lantai. sahih) Duduk sejenak sebelum bangkit. Bahwa ia melihat Nabi saw ketika melakukan rakaat ganjil. kemudian mendudukkan pantat di alas/lantai dan menegakkan telapak kaki kanan. Dan menaruh tangan kanan di atas paha. Meletakkan dua tangan diatas dua paha. demikian pula sikut kiri. maka beliau tidak bangkit untuk melakukan rakaat genap sehingga beliau duduk sejenak dengan sempuran. Berdoa pada waktu sujud." (HR Bukhari) Iftirasy: Yaitu duduk di atas kaki kiri sambil menegakkan telapak kaki kanan.´ (Bukhari) 15.13.

wa min fitnatil mahyaaa wal mamaati. dari bencana kehidupan dan kematian. menurut ulama mazab Hanbali dan Syafi'i. "Kami bertanya. kamaa baarokta 'alaa aali Ibroohiima. wa min 'azaabil qabri. "Jika salah seorang di antaramu telah selesai membaca tasyahud akhir. ia berkata. Adapun yang dilakukan pada waktu sujud maka hendaklah kamu membesarkan Rabbmu dan pada waktu sujud maka hendaklah kamu bersungguh-sungguh berdoa. dari siksa kubur. Tetapi. Di antara doa tersebut adalah: Dari Abu Hurairah. Rasulullah bersabda. niscaya dikabulkan doamu. sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Ya Allah. 'Katakanlah: "Alloohumma salli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad." Artinya : "Ya Allah. sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. kamaa sallaita 'alaa aali Ibraahiima. Berdoa setelah selesai dari membaca tasyahud dan membaca salawat untuk Nabi dengan doa yang dicontohkan Rasulullah saw." (Hadis Jamaah) 17."Ketahuilah! Sesungguhnya aku dilarang membaca Alquran ketika rukuk dan sujud. Sekarang bagaimana pula cara memberi selawat bagi Anda?' Ia menjawab. berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana telah Engkau berikan kepada keluarga Ibrahim. 'Ya Rasulullah. kami telah tahu bagaimana cara mengucapkan salam kepada Anda." (HR Muslim) 16. berkatilah Muhammad dan keluarganya. Alloohumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad. membaca selawat ini fardu. dengan membaca: "Alloohumma inni a'uuzu bika min 'azaabi jahannam. innaka hamiidun majiid. wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal." (HR Muslim) 8 . serta dari kejahatan bencana Dajjal si penipu. Dari Ka'b bin 'Ujrah. sebagaimana telah Engkau berkati keluarga Ibrahim. sedangkan yang sunah adalah selawat untuk keluarga nabi. innaka hamiidun majiid. hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat hal." Artinya : "Ya Allah. aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahanam. Membaca shalawat untuk Nabi saw pada waktu tasyahud akhir.

Engkaulah Yang Maha Sejahtera. dari Mulah kesejahteraan. ampunilah dosa-dosaku yang terdahulu maupun yang kemudian. Rasulullah saw apabila selesai salat.Dari Ali. mengucapkan salam dua kali: ke sebelah kanan dan kiri adalah fardu. wa maa akhkhortu." Artinya: "Ya Allah. wa ma asroftu. janganlah kamu tinggalkan setelah selesai salat membaca doa: "Allohumma a'inni 'ala dzikrika wasyukrika wahusni 'ibaadatika. ma maa a'lantu. "Bahwasanya Rasulullah saw melakukan salam ke kanan dan ke kiri sehingga terlihat putihnya pipi beliau. "Bila Rasulullah mengerjakan salat. wa antal mu'akhkhiru. Menoleh sewaktu mengucapkan salam ke sebelah kanan dan kiri hingga dapat terlihat pipinya dari belakang. Namun ulama Hanbali berpendapat." (HR Muslim) Dari Mu'adz bin Jabal . beliau membaca istigfar tiga kali dan membaca: "Alloohumma antas salaam waminkas salaam tabarokta yaa dzaljalaali wal Ikroom. aku berpesan kepadamu wahai Mu'adz. kemudian bersabda. bahwasanya Nabi saw pada suatu hari memegang tangannya. Telah diriwayatkan beberapa dzikir dan do'a setelah salam dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam yang disunnahkan untuk dibaca. apa-apa yang aku berlebihan dan segala apa yang Engkau sendiri lebih mengetahuinya daripadaku. antal muqoddimu." (HR Muslim). ia berkata. Mengucapkan salam ke sebelah kiri. wa maa asrortu. Di sini akan kami pilihkan beberapa dzikir dan do'a. Beberapa dzikir dan do'a setelah salam. laa ilaaha illaa anta." (HR Muslim) 18. sesungguhnya aku mencintai kamu. Maha Suci Engkau wahai Rabb Yang Maha Agung dan Maha Mulia. wa maa anta a'lamu bihii minnii." Artinya : "Ya Allah. di antaranya: Dari Tsauban ra. "Wahai Mu'adz. Engkaulah yang memajukan dan Engkau pula yang mengakhirkan." Artinya : 9 . yang kusembunyikan dan yang kutampakkan. maka ucapan terakhir yang dibacanya di antara tasyahud dan salam ialah: "Alloohummaghfir lii maa qoddamtu. ia berkata. Tiada tuhan melainkan Engkau.

" (HR Imam Ahmad. Abu Daud dan Al-Hakim. Dan tidaklah berguna kekuasaan seseorang dari ancaman siksa-Mu. bahwa Nabi saw bersabda." "Tiada sesembahan yang hak melainkan Allah Yang Maha Esa. Allohumma laa maani'a lima a'thoita walaa mu'thia limaa mana'ta walaa yanfa'u dzaljaddi minkal Jaddu. maka tidak ada lagi yang menghalanginya untuk masuk surga hanya saja dia akan meninggal dunia. "Sesungguhnya Rasulullah saw memohon perlindungan kepada Allah dengan membaca bacaan-bacaan tersebut pada tiap-tiap selesai salat. Milik-Nyalah kerajaan dan pujian." (HR Nasai. bahwa Nabi saw bersabda. Ya Allah tidak ada yang mampu mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau cegah." "Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah Yang Maha Esa. bahwasanya dia mengajari anak-anaknya beberapa bacaan sebagaimana halnya ketika seorang guru mengajari anak-anak menulis. tolonglah aku di dalam berzikir. Ibnu Hibban. ath Thabrani. Al-Bukhari dan Muslim) Dari Abu Hurairah. hadits shahih) Dari Mughirah bin Syu'bah . sedang Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. sahih) Dari Sa'd bin Abi Waqqas."Ya Allah. "Barangsiapa membaca ayat Kursi pada tiap-tiap selesai salat. tiada sekutu bagi-Nya." (HR Muslim) "Dari Abu Umamah . maka ia akan diampuni kesalahan-kesalahannya sekalipun sebanyak buih di lautan. yaitu: 10 . sedang Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu). tidak ada sekutu bagi-Nya. "Siapa yang membaca tasbih (Subhaanallooh) 33 kali dan tahmid (Alhamdulillaah) 33 kali serta takbir (Alloohuakbar) 33 kali (jumlahnya menjadi 99). Milik-Nya kerajaan dan segala pujian. kemudian menggenapkan hitungan keseratus dengan bacaan: "Laailaaha illallohu wahdahu laa syarikalahu lahulmulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syain qodiir. dan dia berkata." (HR. bersyukur dan beribadah dengan baik kepadamu. bahwasanya Rasulullah saw membaca pada tiap selesai salat fardu: "Laailaaha illallohu wahdahu laa syarikalahu lahulmulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syain qodiir.

Bandung : JABAL Diadaptasi dari Tuntunan Salat Menurut Alquran & As-Sunah."Allohumma inni a'udzu bika minal bukhli wal jubni wa a'udzu bika min fitnatil mahyaa wamin 'adzabil qobri. 2007. Shalat Empat Mazhab. 'Abdul Qadir Ar-Rahbawi 11 ." (HR Bukhari) Referensi: Al Bayan. aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan pengecut." "Ya Allah. Shahih Bukhari dan Muslim. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin. Aku berlindung kepada-Mu agar aku tidak dijadikan pikun. Dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah (cobaan) dunia dan dari siksa kubur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful