koloid, suspensi, larutan (kimia

)
Posted on Mei 16, 2009 by nuranimahabbah BAB I PENDAHULUAN Sistem koloid berhubungan dengan proses ± prose di alam yang mencakup berbagai bidang. Hal itu dapat kita perhatikan di dalam tubuh makhluk hidup, yaitu makanan yang kita makan (dalam ukuran besar) sebelum digunakan oleh tubuh. Namun lebih dahulu diproses sehingga berbentuk koloid. Juga protoplasma dalam sel ± sel makhluk hidup merupakan suatu koloid sehingga proses ± proses dalam sel melibatkan sitem koloid. Dalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Kemudian, es krim yang biasa dikonsumsi oleh orang mempunyai rasa yang beragam, es krim tersebut haruslah disimpan dalam lemari es agar tidak meleleh. Kesemuanya merupakan contoh koloid. Udara mengandung juga sistem koloid, misalnya polutan padat yang terdispersi (tercampur) dalam udara, yaitu asap dan debu. Juga air yang terdispersi dalam udara yang disebut kabut merupakan sistem koloid. Mineral ± mineral yang terdispersi dalam tanah, yang dibutuhkan oleh tumbuh ± tumbuhan juga merupakan koloid. Penggunaan sabun untuk mandi dan mencuci berfungsi untuk membentuk koloid antara air dengan kotoran yang melekat (minyak). Campuran logam selenium dengan kaca lampu belakang mobil yang menghasilkan cahaya warna merah merupakan sistem koloid. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian koloid, larutan, suspensi Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid, atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut, contohnya larutan gula dan hujan. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran, contohnya air dan minyak, kemudian pasir dan semen. Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll. Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi atau solut, sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau

Partikel dapat terdiri atas atom. Contohnya larutan gula atau larutan garam. Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri dari partikel ± partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas. Misalnya. tapi akan memisah setelah waktu tertentu). tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut. Larutan (Dispersi Molekuler) @1 fase @jernih @homogen @diameter partikel: <1 nm @tidak dapat disaring @tidak memisah jika didiamkan 2.m. Berat molekul dari molekul ini 66800 s. Ciri ± cirinya: 1. Koloid belerang terdiri atas partikel-partikel yang mengandung sekitar seribu molekul S8. melainkan dengan penyaring ultra @tidak memisahkan jika didiamkan 3. tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat. Besaran partikel yang terdispersi. Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat. campuran tersebut akan mengendap ke bawah.a dan mempunyai diameter sekitar 6 x 10-7. Suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut juga molekul makro) ialah haemoglobin. Di dalam larutan koloid secara umum. larutan bersifat stabil.2 Jenis ± jenis koloid Koloid merupakan suatu sistem campuran ³metastabil´ (seolah-olah stabil. Suspensi(Dispersi Kasar) @2 fase @keruh @heterogen @diameter partikel: >100 nm @dapat disaring dengan kertas saring biasa @memisah jika didiamkan Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm.solvent.Koloid (Dispersi Koloid) @2 fase @keruh @antara homogen dengan heterogen @diameter partikel: 1 nm<d<100 nm @tidak dapat disaring dengan penyaring biasa. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran. 2. molekul kecil atau molekul yang sangat besar. Koloid berbeda dengan larutan. yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih. ada 2 zat sebagai berikut : .

Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat Contoh: paduan logam. karet busa. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. keju. sedangkan pada zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak brown ). Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas( dinamakan gerak brown).1 Sifat ± sifat koloid sol: 1. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. yaitu: 1. tepung dalam air. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat Contoh: Jelly.Zat terdispersi. busa sabun Untuk pengelompokan buih. tanah liat c.Zat pendispersi. Semakin kecil ukuran partikel koloid. jika fase terdispersi dan medium pendispersi samasama berupa gas. Hal ini . asap pembakaran 2. campurannya tergolong larutan. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas Contoh: debu di udara. intan hitam b. nasi b. mentega. Styrofoam b. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat Contoh: Batu apung. semakin lambat gerak Brown yang terjadi. yakni zat pelarut di dalam larutan koloid Berdasarkan fase terdispersinya. tinta. marshmallow.. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil. yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid . semakin besar ukuran partikel koloid. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair Contoh: putih telur yang dikocok. Buih (fase terdispersi gas) a. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair Contoh: susu. Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas. BAB III KOLOID SOL 3. krim tangan c. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas Contoh: hairspray dan obat nyamuk 3. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair Contoh: cat. pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3. Demikian pula. Emulsi (fase terdispersi cair) a. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. gelas warna. Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra. semakin cepat gerak Brown yang terjadi. maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sol (fase terdispersi padat) a. Gerak Brown Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown. mayones.

semakin rendah suhu sistem koloid. kestabilan. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel-partikel pada permukaannya. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif). partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati. Sumber muatan koloid sol Partikel-partikel koloid mendapat mutan listrik melalui dua cara. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall. Sebaliknya. maka sol AgCI akan mengadsorpsi ion CIsehingga bermuatan positif. yaitu : Proses adsorpsi Partikel koloid dapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari fase pendispersinya. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893). maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. 2. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2. Partikel sol Fel (OH)3 kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendisperinya sehingga bermuatan positif. dan proses ± proses lainnya pada koloid sol : A. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral. pada larutan sejati. Akibatnya. maka gerak Brown semakin lambat. sedangkan pada sistem koloid (gambar kanan). Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. baik partikel netral atau bermuatan (kation atau anion) karena mempunyai permukaan yang sangat luas. Beda halnya dengan absorpsi. Adsorpsi koloid Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. Efek Tyndall Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. . 4. maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya. Semakin tinggi suhu sistem koloid. Sol AgCI dalam medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebihan akan mengadsorpsi Ag+ sehingga bermuatan positif. Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. seorang ahli fisika Inggris. Pada saat larutan sejati (gambar kiri) disinari dengan cahaya. Jika anion CI. lapisan bermuatan ganda. cahaya akan dihamburkan. gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. elektroforesis koloid sol.menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya. 3. Demikian pula sebaliknya. melainkan di dalam sol padat tersebut. Berikut penjelasan tentang sumber muatan koloid. Dimana partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas.berlebih. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. sedangkal partikel sol As2S3 mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif. Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan. Muatan koloid sol Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid.

Gaya ketiga ialah gaya tarik ± menarik antara partikel koloid dengan medium pendispersinya. Sabun adalah garam karboksilat dengan rumus R-COO-Na+.saling meniadakan. Pada ph rendah . Anion R-COO. Contoh: sabun deterjen sebagai emulgator dari emulsi minyak dan air. Contohnya adalah koloid protein dan koloid sabun/ deterjen.terdiri dari gugus R. tinta. Gugus R. Gaya ini menyebabkan partikel ± partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan akhirnya mengendap. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas koloid ialah muatan permukaan koloid. molekul ini dapat bergabung membentuk partikel berukuran koloid yang disebut misel. yaitu sebagai berikut : Gaya pertama ialah gaya tarik ± menarik yang dikenaln dengan gaya London ± Van der Waals. Lapisan bermuatan ganda . Koloid lain ini disebut koloid pelindung. cat. Banyak koloid yang harus dipertahankan dalam bentuk koloid untuk penggunaannya. Pada ph intermediet partikel protein bermuatan netral karena muatan ±NH3+ dan COO. Contoh: es krim.atau ekor non-polar tidak larut dalam air sehingga akan terorientasi ke pusat. Gaya ini terjadi karena pertumpangtindihan lapisan ganda listrik yang bermuatan sama. Besarnya muatan pada permukaan partikel dipengaruhi oleh konsentrasi elektrolit dalam medium pendispersi. Kestabilan koloid Terdapat beberapa gaya pada sistem koloid yang menentukan kestabilan koloid. Untuk itu digunakan koloid lain yang dapat membentuk lapisan di sekeliling koloid tersebut. gugus basa ±NH2 akan menerima proton dan membentuk gugus ±NH3. Gaya tolak ± menolak tersebut akan membuat dispersi koloid menjadi stabil.Proses ionisasi gugus permukaan partikel Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus-gugus yang ada pada permukaan partikel koloid. Gaya kedua ialah gaya tolak menolak. gaya ini dapat menyebabkan terjadinya agregasi partikel koloid dan gaya ini juga dapat meningkatkan kestabilan sistem koloid secara keseluruhan. Terkadang. Zat yang molejulnya bergabung secara spontan dalam suatu fase pendispersi dan membentuk partikel berukuran koloid disebut koloid terasosiasi. B.yang bersifat non pola. Kedua gugus ini dapat terionisasi dan memberikan muatan pada molekul protein. Penambahan kation pada permukaan partikel koloid yang bermuatan negatif akan menetralkan muatan tersebut dan menyebabkan koloid menjadi tidak stabil. C. gugus ±COOH akan mendonorkan proton dan membentuk gugus ± COO-. Ph tinggi. Contoh: gelatin pada sol Fe(OH)3. ^-^ Koloid sabun dan deterjen Pada konsentrasi relatif pekat. Untuk koloid yang berupa emulsi dapat digunakan emulgator yaitu zat yang dapat tertarik pada kedua cairan yang membentuk emulsi. Berikut penjelasannya: ^-^ Koloid protein Koloid protein adalah jenis koloid sol yang mempunyai gugus yang bersifat asam (-COOH) dan biasa (-NH2).

Mekanik. Prinsip kerja elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap hasil industri dengan alat Cottrell. yaitu terbentuknya lapisan medium pendispersi yang teradsorpsi di sekeliling partikel sehingga menyebabkan partikel sol liofil tidak saling bergabung . pergerakan partikel ± partikel koloid dalam medan listrik ke masing ± masing elektrode. Kimia. Yaitu. Model lapisan berganda tersebut tijelaskan pada lapisan ganda Stern. basa. Elektroforesis Elektroforesis adalah suatu proses untuk menghitung berpindahnya ion atau partikel koloid bermuatan dalam medium cair yang dipengaruhi oleh medan listrik. atau garam). Cara mekanik dilakukan dengan pemanasan. Koloid liofol dan liofob Berdasarkan sifat adsorpsi dari partikel koloid terhadap medium pendispersinya. F. Apabila dalam larutan ditambahkan larutan yang berbeda muatan dengan system koloid. protein. Ciri ± cirinya: 1. D.Pada awalnya. partikel-partikel koloid mempunyai muatan yang sejenis yang didapatkannya dari ion yang diadsorpsi dari medium pendispersinya. Adanya lapisan ini menyebabkan secara keseluruhan bersifat netral. maka sistem koloid itu akan menarik muatan yang berbeda tersebut sehingga membentuk lapisan ganda. Dengan penambahan elektrolit (asam. Partikel koloid tidak mengadsorpsi molekul cairan. berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. sehingga terbentuk selubung di sekeliling partikel koloid itu. Koloid akan mengalami koagulasi dengan cara: 1. Koloid liofob yaitu koloid yang ´benci cairan´ (phobia = benci). Contoh koloid liofob adalah sol sulfida dan sol logam. Dengan terjadinya koagulasi. philia = senang). Koagulasi Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. dan agar-agar. pendinginan atau pengadukan cepat. Lapisan pertama ialah lapisan padat di mana muatan partikel koloid menarik ion-ion dengan muatan berlawanan dari medium pendispersi. Terdapat proses solvasi/ hidrasi. E. Contoh: Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan menggumpal jika dicampur As2S3 yang bermuatan negatif. Partikel koloid akan mengadsorpsi molekul cairan. Sedangkan lapisan kedua berupa lapisan difusi dimana muatan dari medium pendispersi terdifusi ke partikel koloid. 2. Sol Liofil @Dapat dibuat langsung dengan mencampurkan fase terdispersi dengan medium terdispersinya @Mempunyai muatan yang kecil atau tidak bermuatan @Partikel-partikel sol liofil mengadsorpsi medium pendispersinya. Contoh koloid liofil adalah kanji. kita mengenal dua macam koloid : Koloid liofil yaitu koloid yang ´senang cairan´ (bahasa Yunani : liyo = cairan. Contoh: susu + sirup masam ²> menggumpal lumpur + tawas ²> menggumpal Dengan mencampurkan 2 macam koloid dengan muatan yang berlawanan.

@Viskositas sol liofil > viskositas medium pendispersi @Tidak mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit @Reversibel.2 Pembuatan sistem koloid sol 1. Reaksi dekomposisi rangkap Misalnya: . AgNO3 (ag) + HCl(aq) AgCl (koloid) + HNO3 (aq) b. artinya fase terdispersi sol liofil dapat dipisahkan dengan koagulasi. kemudian dapat diubah kembali menjadi sol dengan penambahan medium pendispersinya. Reaksi redoks Misalnya: .Sol As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang. FeCl3 (aq) + 3H2O(l) Fe(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq) (Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+) .Sol Fe(OH3) dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan larutan FeCl3 atau reaksi hidrolisis garam Fe dalam air mendidih.Sol Liofob @Tidak dapat dibuat hanya dengan mencampur fase terdispersi dan medium pendisperinya @Memiliki muatan positif atau negative @Partikel-partikel sol liofob tidak mengadsorpsi medium pendispersinya. 2AuCl3 (aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq) . katode.Sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya dengan melarutkan AuCl3 dalam pereduksi organic formaldehida HCOH.Sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirinya gas H2S . As2O3 (aq) + 3H2S(g) As2O3 (koloid) + 3H2O(l) (Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-) . @Memberikan efek Tyndall yang lemah @Dapat bermigrasi ke anode. atau tidak bermigrasi sama sekali 2. Reaksi hidrolisis Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih. tergantung jenis muatan partikel 3. Muatan partikel diperoleh dari adsorpsi partikel-partikel ion yang bermuatan listrik @Viskositas sol hidrofob hampir sama dengan viskositas medium pendispersi @Mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit karena mempunyai muatan @Irreversibel artinya sol liofob yang telah menggumpal tidak dapat diubah menjadi sol @Memberikan efek Tyndall yang jelas @Akan bergerak ke anode atau katode. Misalanya: .Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer. 2H2S(g) + SO2 (aq) 3S(s) + 2H2O(l) c. Cara Kondensasi a. AlCl3 (aq) + 3H2O(l) Al(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq) .

endapan Al(OH) 3 oleh AlCl3. dan kertas. mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalam air.Industri-industri lainnya seperti industri plastik. Sol Fe(OH) 3 kemudian dikelilingi Fe+3 sehingga bermuatan positif .Sebaliknya. Reaksi pergantian pelarut Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi yang semulal arut setelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid. yang biasa digunakan dalam: .Sol Fe(OH) 3 diperoleh dengan mengaduk endapan Fe(OH) 33 yang baru terbentuk dengan sedikit FeCl3. selai. kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol. Kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujungnya saling berdekatan. uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi dingin. Zat pemecah tersebut dapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun pelarut tertentu.untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air. Sehingga belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air.3 Pemurnian koloid sol 1.industri makanan untuk membuat jus buah.Industri kimia untuk membuat pelumas padat. es krim. 3.dsb. . c. Kemudian. Dialisis . Karena logam diubah jadi partikel kolid dengan proses uap logam. . maka metode ini dikategorikan sebagai metode dispersi. sperti Ag. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. 2. Cara peptisasi Cara peptisasi adalah pembuatan koloid / sistem koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan / proses pendispersi endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebut penggilingan koloid. b. Misalnya. Cara mekanik Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid. kemudianbaru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloid kalsium asetat.Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi. dan Pt. .d.Agar-agar dipeptisasi oleh air . cat dan zat pewarna.Beberapa zat mudah terdispersi dalam pelarut tertentu dan membnetuk sistem kolid. farmasi. deterjen. . dsb. . logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel kolid akan digunakan sebagai elektrode. Au. krim. Contoh: . . Dalam cara ini. gelatin dalam air. Cara busur bredig Cara busur Bredig ini biasanya digunakan untuk membuat sol-sol logam. . kedua elektrode akan diberi loncatan listrik. karet oleh bensin. semir sepatu. sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel kolid. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap.Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S . tekstil. Cara Dispersi a. belarang harus terlenih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh. Contohnya.

gerak Brown. berdasarkan medium pendispersinya. BAB IV KOLOID EMULSI Seperti yang telah dijelaskan. Elektrodialisis Pada dasarnya proses ini adalah proses dialysis di bawah pengaruh medan listrik. CFC (klorofuorokarbon atau Freon). emulsi merupakan jenis koloid dimana fase terdispersinya merupakan zat cair. Emulsi Cair . Sehingga pertikel-partikel zat terlarut dalam sistem koloid berupa ion-ion akan bergerak menuju elektrode dengan muatan berlawanan. anatar lain. Kemudian. Terakhir. karena pori-pori kertas saring terlalu besar dibandingkan ukuran partikel-partikel tersebut. listrik tegangan tinggi dialirkan melalui dua layer logam yang menyokong selaput semipermiabel. untuk dapat membentuk system koloid atau menghasilkan semprot aerosol yang diperlukan. Aerosol cair juga memiliki sifat-sifat seperti sol liofob. Cara kerjanya. hairspray dan obat nyamuk dalam kemasan kaleng. bila kertas saring tersebut diresapi dengan selulosa seperti selofan. Elektrodialisis hanya dapat digunakan untuk memisahkan partikel-partikel zat terlarut elektrolit karena elektrodialisis melibatkan arus listrik. Adanya pengaruh medanlistrik akanmempercepat proses pemurnian sistem koloid. efek Tyndall. sehingga koloid dan cairan akan berpisah.Dialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara ini disebut proses dialisis. Dalam tubuh. Partikel-partikel kolid akan dapat dipisahkan berdasarkan ukurannya. emulsi dapat dibagi menjadi: Emulsi Gas Emulsi gas dapat disebut juga aerosol cair yang adalah emulsi dalam medium pendispersi gas. Pada aerosol cair. Membran semi permeable ini dapat dilewati cairan tetapi tidak dapat dilewati koloid. Proses pemurnian dengan menggunakan penyaring ultra ini termasuklambat. dan kestabilan denganmuatan partikel. Yaitu dengan mengalirkan cairan yang tercampur dengan koloid melalui membran semi permeable yang berfungsi sebagai penyaring. seperti. maka ukuran pori-pori kertas akan sering berkurang. dibutuhkan bantuan bahan pendorong/ propelan aerosol. partikel-pertikel koloid akan teringgal di kertas saring. 3. Penyaring Ultra Partikel-partikel kolid tidak dapat disaring biasa seperti kertas saring. ginjal berfungsi sebagai alat dialisis darah 2. Tetapi. jadi tekanan harus dinaikkan untuk mempercepat proses ini. Kertas saring yang dimodifikasi tersebut disebut penyaring ultra. dengan menggunakan penyaring ultra bertahap. Prinsip dialysis ini digunakan dalam proses pencucian darah orang yang ginjalnya tidak berfungsi lagi. cahaya matahari akan disebarkan oleh partikel-partikel koloid dari sistem koloid kabut à merupakan contoh efek Tyndall pada aerosol cair. Contoh: dalam hutan yang lebat.

Sedangkan sedimentasi yang terjadi pada emulsi air dalam minyak. Salah satu contoh gel ini adalah gel silica yang dapat dibuat dengan reaksi kia. gel ini tidak akan berubah jika diberi suatu gaya.Gel non-elastis Karena ikatan pada rantai berupa ikatan kovalen yang cukup kuat.Demulsifikasi Kestabilan emulsi cair dapat rusak apabila terjadi pemansan. maka gel ini dapat bersifat non-elastis. Partikel-partikel sol akan bergabung untuk membentuk suatu rantai panjang pada proses penggumpalan ini. Ada dua jenis gel. Contoh penggunaan proses ini adalah: penggunaan proses demulsifikasi dengan penmabahan elektrolit untukmemisahkan karet dalam lateks yang dilakukan dengan penambahan asam format (CHOOH) atau asam asetat (CH3COOH). dapat juga dianggap sebagai hasil bentukkan dari penggumpalan sebagian sol cair. Emulsi Padat atau Gel Gel adalah emulsi dalam medium pendispersi zat padat. Contoh gel elastis adalah gelatin dan sabun. pendinginan. Gel elastis dapat dibuat dengan mendinginkan sol iofil yang cukup pekat. yaitu. yaitu: i. minyak (zat cair non-polar).Hidrasi Gel non-elastis yang terdehidrasi tidak dapat diubah kembali ke bentuk awalanya. atau emulsi air dalam minyak (cth: margarine yang terdiri dari air yang terdispersi dalam minyak. Sehingga. apabila kestabilan emulsi ini rusak. dapt juga disebut zat cair polar &zat cair non-polar. terbentuklah suatu massa berpori yang semi-padat dengan struktur gel. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air (zat cair polar) dan zat lainnya. emulsi dapat diencerkan. Gel elastis Karena ikatan partikel pada rantai adalah adalah gaya tarik-menarik yang relatif tidak kuat.Emulsi cair melibatkan dua zat cair yang tercampur. ii. emulsi minyak dalam air (cth: susu yang terdiri dari lemak yang terdispersi dalam air. . Krim atau creaming atau sedimentasi dapat terbentuk pada proses ini. Rantai tersebut akan saling bertaut sehingga membentuk suatu struktur padatan di mana medium pendispersi cair terperangkap dalam lubang-lubang struktur tersebut. penambahan elektrolit. proses sentrifugasi. menambahkan HCl pekat ke dalam larutan natrium silikat. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis emulsi.maka pertikel-partikel minyak akan naik ke atas membentuk krim. Maksudnya adalah gel ini tidak memiliki sifat elastis. Maksudnya adalah gel ini dapat berubah bentuk jika diberi gaya dan dapat kembali ke bentuk awal bila gaya tersebut ditiadakan. dan perusakan zat pengemulsi. Beberapa sifat emulsi yang penting: . tetapi . sehingga molekul-molekul asam silikat yang terbentuk akan terpolimerisasi dan membentuk gel silika.Pengenceran Dengan menambahkan sejumlah medium pendispersinya. sehingga gel ini bersifat elastis. Sebaliknya. apabila kestabilan emulsi ini rusak. Beberapa sifat gel yang penting adalah: . tetapi tidak dapat saling melarutkan.jadi butiran minyak di dalam air). fase terdispersi yang dicampurkan akan dengan spontan membentuk lapisan terpisah. Pembentukan krim dapat kita jumpai pada emulsi minyak dalam air. maka partikel-partikel air akan turun ke bawah. Emulsi cair itu sendiri dapat digolongkan menjadi 2 jenis. jadi butiran air dalam minyak).

BAB V KOLOID BUIH Buih adalah koolid dengan fase terdisperasi gas dan medium pendisperasi zat cair atau zat padat. karena: .0000010 cm.pemisahan medium pendispersi (zat cair) atau drainase.Sineresis Gel anorganik akan mengerut bila dibiarkan dan diikuti penetesan pelarut. Fase terdisperasi gas pada umumnya berupa udara atao karbondioksida yang terbetuk dari fermentasi.Buih hasil kocokan putih telur Karen audara di sekitar putih telur akan teraduk dan menggunakan zat pembuih. Kestabilan buih dapat diperoleh dari adanya zat pembuih (surfaktan). . bukan oleh komposisi kimia atau ukuran buih rata-rata. Contoh buih cair: . Contohnya adalah gel besi oksida. Strukturnya ditentukan oleh kandungan zat cairnya. Zat ini teradsorbsi ke daerah antar-fase dan mengikat gelembung-gelembung gas sehingga diperoleh suatu kestabilan. buih dikelompokkan menjadi dua. Struktur buih cair dapat berubah jika diberi gaya dari luar. Buih Cair (Buih) Buih cair adalah sistem koloid dengan fase terdisperasi gas dan dengan medium pendisperasi zat cair. Buih cair memiliki struktur yang tidak beraturan.Tiksotropi Beberapa gel dapat diubah kembali menjadi sol cair apabila diberi agitasi atau diaduk. maka struktur buih akan kembali ke bentuk awal setelah gaya tersebut ditiadakan. Sifat ini disebut tiksotropi. . Sehingga volum gel akan bertambah dan menggembung. karena kerapatan gas dan zat cair yang jauh berbeda. Beberapa sifat buih cair yang penting: Struktur buih cair dapat berubah dengan waktu. Bila gaya yang diberikan kecil. . sehingga ukuran gelembung gas menjadi lebih besar. perak oksida. Jika gaya yang diberikan cukup besar. . Baerdasarkan medium pendisperasinya. yaitu protein dan glikoprotein yang berasal dari putih telur itu sendiri untukmembentuk buih yang relative . yaitu: 1. maka bentuk gelembung gas adalah polihedral. ukuran kolid berkisar 0. maka akan terjadi deformasi. dan proses ini disebut sineresis.sebaliknya. gel elastis yang terdehidrasi dapat diubah kembali menjadi gel elastis dengan menambahkan zat cair. . Ukuran kolid buih bukanlah ukuran gelembung gas seperti pada sistem kolid umumnya. Jika kurang dari 5%. Jika fraksi zat cair lebih dari 5%.rusaknya film antara dua gelembung gas. dsb. tetapi adalah ketebalan film (lapisan tipis) pada daerah antar-fase dimana zat pembuih teradsorbsi. gelembung gas akan mempunyai bentuk hamper seperti bola.terjadinya difusi gelembung gas yang kecil ke gelembung gas yang besar akibat tegangan permukaan.Menggembung (swelling) Gel elastis yang terdehidrasi sebagian akan menyerap air apabila dicelupkan ke dalam zat cair.

. Zat pembuih protein gluten dari tepung kemudian akan membentuk lapisan tipis mengelilimgi gelembung-gelembung karbondioksida untuk membentuk buih padat. BAB VI KEGUNAAN KOLOID Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari.stabil. kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon. pasta gigi. terutama dalam kehidupan seharihari.Batu apung Dari proses solidifikasi gelas vulkanik. yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar. Contoh-contoh buih padatyang mungkin kita ketahui: . mentega. Sehingga putih telur yang dikocok akan mengembang. susu. . deterjen Industri pertanian= Peptisida dan insektisida Industri farmasi= Minyak ikan. partikel-partikel koloid kemudian akan mengadsorbsi zat warna tersebut. serta medium pendisperasi polistirena.Roti Proses peragian yang melepas gas karbondioksida terlibat dalam proses pembuatan roti. pensilin untuk suntikan ^-^Pemutihan Gula Dengan melarutkan gula ke dalam air. Buih Padat Buih padat adalah sistem kolid dengan fase terdisperasi gas dan denganmedium pendisperasi zat padat. .Styrofoam Styrofoam memiliki fase terdisperasi karbondioksida dan udara. serta suatu zat pembuih. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting. Karbondioksida yang dilepas akan membentuk buih dengan bamtuam zat pembuih tersebut. natrium bikarbonat. . Kestabilan buih ini dapat diperoleh dari zat pembuih juga (surfaktan). Sehingga gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. saus salad Industri kosmetika dan perawatan tubuh= Krim. aluminium sulfat. maka terbentuklah batu apung. Beberapa contoh koloid Industri makanan = Keju. sabun Industri cat= Cat Industri kebutuhan rumah tangga= Sabun.Buih hasil akibat pemadam kebakaran Alat pemadam kebakaran mengandung campuran air.

maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat. dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Untukmemisahkan pengotor ini. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi. dan Ca+2 yang bermuatan positif. harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel koloid.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi: Al3+ + 3H2O Al(OH)3 + 3H+ Setelah itu. . Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+. maka luka tersebut dapat doibati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al+3 dan Fe+3. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3. Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta.lumpur. dimana ion-ion tersebut akan membantu menetralkan muatan-muatan partikel koloid protein danmembnatu penggumpalan darah. ^-^Pengambilan Endapan Pengotor Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. Oleh karena itu. ^-^Penjernihan Air Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat. Mg+2. Ketika air sungai bertemu di laut. untuk menjadikannya layak untuk diminum. Jika terdapat luka kecil. ^-^Pembentukan Delta di Muara Sungai Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif.^-^Penggumpalan Darah Darah mengandung sejumlah kolid protein yangbermuatan negative. Sehingga.

Koloid juga saling berhubungan antara larutan dan suspensi.BAB VII PENUTUP 7. Dapat diamati dari samping sifat partikel koloid ini . Partikel koloid dapat menghamburkan cahaya sehingga berkas cahaya yang melalui sistem koloid.1 KESIMPULAN Koloid dapat ditemukan dalam kehidupan sehari ± hari untuk proses apapun.

maka koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar. Penambahan elekrolit akan menetralkan muatan koloid. Kimia SMA Kelas XI Semester Kedua. http://sistemkoloid.com/kegunaan.net. Jakarta : Yudhistira. http://id. 7.2 DAFTAR PUSTAKA DAN REFERENSI 1. sehingga menjadi partikel koloid. sebaliknya. Penggumpalan partikel koloid disebut koagulasi. 2006.htm 3. Sabun dan detergen bekerja sebagai bahan aktif permukaan yang fungsinya mengelmusikan lemak ke dalam air.org/wiki/Sistem_koloid 2. Koloid yang medium dispersinya berupa cairan dibedakan atas koloid liofil dan koloid liofob. Koloid liofil mempunyai interaksi yang kuat dengan mediumnya. yaitu sol. http://nabilahfairest. Maria. Koloid dapat dibuat dengan cara dispersi atau kondensasi. Jakarta : Ganesa Exact. 7. Koagulasi dapat terjadi karena berbagai hal. 2005.wikipedia.com/journal/item/38/koloid 4. sehingga faktor yang menstabilkannya hilang. Suharsini. koloid dibuat dari larutan di mana atom atau molekul mengalami agregasi (pengelompokan). Pada cara dispersi. Parning.tripod. http://www.htm 5. Pada cara kondensasi. .cbn.id/johanoni/koloid. dan buih. misalnya pada penambahan elektrolit. Koloid dibedakan menjadi 3 macam.disebut efek Tyndall. Koloid dapat mengadsorpsi ion atau zat lainpada permukaannya. dkk. http://user. emulsi. bahan kasar dihaluskan kemudian didispersikan ke dalam medium dispersinya.multiply. pada koloid liofob interaksinya tersebut tidak ada atau sangat lemah.chem-is-try. Kimia dan Kecakapan Hidup. dan oleh karena luas permukaannya yang relatif besar.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas_x/koloid/ 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful