You are on page 1of 6

1.10.

RESEARCH CONCERNING THE RELIEFS ON BOROBUDUR TEMPLE PENELITIAN MENGENAI RELIEF CANDI BOROBUDUR The special of borobudur temple among temples in Indonesia is due not only to its form, but also the number of reliefs carved on its walls and balustrades. The total area covered by such carving is 2500 square metres (Soekmono, 1956, pp.19-20). Yang spesial dari candi borobudur diantara candi-candi di indonesia indonesia adalah karena tidak hanya tentang bentuk, tapi juga sejumlah relief yang terukir pada dinding dan langkannya. Total area yang mencakupi ukiran tersebut adalah 2500 m2(Soekmono, 1956, hlm.19-20) As explined above, there is a connection between the level of the passage series of the panels and the story represented in its reliefs, which can be seen in te following table : Seperti yang telah dijelaskan diatas, terdapat hubungan antara panel disetiap level dan cerita yang direpresentasikan oleh relief tersebut, yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Level 0 I Panel At Wall Of Burried foot (see figure 2) First Passage : -Temple wall, upper row -temple wall, lower row -balustrade, upper row -balustrade, lower row Second Passage : -Temple Wall -Balustrade wall Third Passage -Temple Wall -Balustrade wall Fourth Passage -Temple Wall -Balustrade wall Reliefs Story Karmawibangga -Lalitawistara -Jataka/ Awadana -Jataka/ Awadana -Jataka/ Awadana -Jataka/ Awadana - Gandawyuha -Jataka/ Awadana - Gandawyuha - Gandawyuha

II

III

IV

- Gandawyuha - Gandawyuha

Level 0 I

II

III

Panel di Dinding yang tertanam (pondas) (lihat gambar 2) Bagian Pertama : -Dinding Candi, Baris Atas -Dinding Candi, Baris Bawah -Birai, Baris Atas -Birai, Baris Bawah Bagian kedua : -Dinding Candi -Birai Bagian ketiga -Dinding Candi -Birai

Cerita Relief Karmawibangga -Lalitawistara -Jataka/ Awadana -Jataka/ Awadana -Jataka/ Awadana -Jataka/ Awadana - Gandawyuha -Jataka/ Awadana - Gandawyuha - Gandawyuha

IV

Bagian keempat -Dinding Candi -Birai

- Gandawyuha - Gandawyuha

Research on the structure and Reliefs of borobudur temple have been conducted since the middle of the 19th century. Wilsen began by writing a descriptions of the representations in the reliefs on the temple. Hist first artical was boro-boedeor (T.B.G. dl. 1, pp.235-320). This was followed by a book in three volumes: Boro-boedoer verklaard met brahmanendom en boedhisme. In the second volume in particular, wilsen attempted to explain all the representations in all the reliefs panels which were visible at that time. Wilsens descriptions were based on interviews whit local residents who knew about the reliefs from the stories of old people who had travelled for decades. Wilsen also studied the writings available at that time. Penelitian terhadap struktur dan relief candi borobudur telah dilakukan sejak pertengahan abad ke 19. Wilsen memulai dengan menulis deskripsi yang merepresentasikan relief-relief pada candi. Artikel pertamanya adalah boro_boedoer (T.B.G. dl. 1, Hlm. 235-320). Yang dikuti pembuatan buku dengan tiga volume yang berjudul: Boro-boedoer verklaard met brahmanendom en boedhisme. Di volume kedua khusunya, wilsen berusaha menjeaskan semua representasi pada semua panel yang terlihat pada saat itu. Desktips wilsen berdasarkan pada wawancara tehadap penduduk setempat yang mengetahui tentang relief dari cerita tetua yang hidup selama beberapa dekade. Wilson juga mempelajari tulisan yang ada pada saat itu. Wilsen next wrote a description of the representations in upper level of relief panels along at the first passage. This article, in interpretation of the representations in the reliefs in connection with religious beliefs, appeared as korte omschrfjving van de groote basrelief, welke zich op de eerste (de bovenste) rij Van de eerste galersi (den tweeten omgang) (gaagteekening kaboemen 26 july 1957 no. 13). Deskripsi yang ditulis selanjutnya mempresentasikan relief panel pada level (tingkat) yang lebih atas candi- pada koridor baris pertama. Artikel ini mempresentasikan keterkaitan relief dengan keyakinan beragama, yang digambarkan sebagai korte omschrfjving van de groote basrelief, welke zich op de eerste (de bovenste) rij Van de eerste galersi (den tweeten omgang) (gaagteekening kaboemen 26 juli 1957 no. 13). Observation concerning the reliefs on borobudur were also made by brumund in one out of four chapters in the book beredeneerde beschrijving van boroboedoer. His explanations of the representations in the reliefs are based on the drawings by wilsen (krom, 1923, f, pp. 13-16). Pengamatan mengenai relief candi yang terdapat pada candi borobudur juga telah dilakukan oleh brumund dalam salah satu bab dari empat bab bukunya yang berjudul beredeneerde beschrijving van boroboedoer. Penjelasan representasinya berdasarkan gambaran penelitian wilsen (krom, 1923, f, pp. 13-16). Then leemans together with wilsen and brumend compiled a book boro-boedoer op het eiland java (1873), using wilsens drawing ad brumands articals. This was the first monograph on borobudur temple (Soekmono, 1973a, p. 17) Kemudian leemans bersama-sama dengan wilsen dan brumend menyusun sebuah buku boro-boedoer op het eiland java (1873), menggunakan gambaran penelitian wilsen dan artikel brumand. Buku ini merupakan monograf pertama mengenai candi borobudur (Soekmono, 1973a, p. 17).

Reserach into the representation in the reliefs of borobudur only began at the beginning of the 20th century. Some of the result of this research which can be mentioned here were : Penelitian terhadap representasi relief candi borobudur dimulai pada awal abat ke 20. Beberapa hasil penelitian ini adalah : The writing of the pleyte in his book Die Buddha legend in den Skulpuren des temples van boro-budur (1901). This book was written because of several mistakes in detail discovered in the drawing by wilsen. In addition, Krom was amazed at the reliefs in which the order of the representations matched exactly the orderin existing manuscripts on mahayana buddhism (Krom, 1913, 1, pp. 194-201). Tulisan pleyty dalam bukunya Die Buddha legend in den Skulpuren des temples van boro-budur (1901). Buku ini ditulis karena terdapat beberapa kesalahan pada deatail yang ditemukan pada tulisan wilsen. Sebagai tambahan krom mengagumi relief dimana urutan urutan representasi cocok persis dengan urutan naskah pada manuskrip mahayana buddhisme (Krom, 1913, 1, pp. 194-201).

The krom together with van erp compiled a monograph on the reliefs of borobudur temple in 1920. This is the most complete monografh which has ever been written on the subject (Krom : Archeologische beschrijving, 1920, Van Erp, Bowkendige beschrijving, 1931). Bersama sama krom dan van Erp menyusun sebuah monograf candi borobudur ditahun 1920. Monograf ini merupakan yang terlengkap yang pernah ditulis. (Krom : Archeologische beschrijving, 1920, Van Erp, Bowkendige beschrijving, 1931). The story of the life of buddha, which is depicted in the upper rown of panels on the temple wall along the first passage, is described by krom again in his book De Levensgetschiedenis van den Buddha Op Borobudur (1926). This book represents an improvement over previously existing writings. Cerita mengenai kehidupan buddha, yang digambarkan pada panel dinding sepanjang koridor atas, yang di desripsikan lagi oleh krom di bukunya De Levensgetschiedenis van den Buddha Op Borobudur (1926).buku ini merukan perbaikan dari buku sebelunya yang pernah ada. All of the descriptions of the reliefs on the temple discussed up to this point have focused on discovering to what extent the representations in the reliefs agreed with manuscripts describing the life of buddha. In addition to krom and van Erp, many specialist in other fields have studied the representations in the reliefs of borobudur temple. A brief list follows. Semua deskripsi relief pada candi telah dibahas hingga ttik dimana berfokus pada menemukan sejauh mana representasi pada relief candi sesuai dengan manuscrip kehidupan buddha. Sebagai tambahan terhadap krom dan van Erp, banyak spesialis bidang lain yang telah mempelajari representatif pada relief candi borobudur. Bidang tersebut adalah sebagai berikut : 1. Concerning Fauna and Flora- bidang flora dan fauna a. Steinmann, De dieren op de bas-reliefs van de borobudur (TGB 74, 1934, pp. 101-112). b. Steinmann, De Op Borobudur afgebeelde planten wereled (TGB 74, 1934, pp. 581-612). c. Cammerloher, Die Planzendarstellugen auf den Reliefs des borobudur (Tropische natuur XIV, 1923).

d. Cammerloher, Wat de Borobudur den natuurronderzoeker leert (Tropische natuur XX, 1931). 2. Concerning Boats : bidang perahu : a. Hornell, The origins adn ethological significance Of indian boat-designs (Memoir of the asiatic sorciety Of bengal, VII, 1920) b. Van Erp, voorstellingen van vaartugen of the reliefs van den borobudur (NION 8, 1923, pp. 227-255) c. Van der Heide, Desemenstelling van hindu vaartugen uitgewerkt naar beeldewerken van Borobudur (NION 12, 1928, pp.343-357)

1.12 CODING RELIEF PANELS ON BOROBUDUR TEMPLE 1.12 PEMBERIAN KODE PANEL RELIEF CANDI BOROBUDUR To simplify the study of relief panels on the walls of the temple and balustrade along the pessages of borobudur temple, it is necessary to device a code for referring of them. Leemans and van Erp each devised their own code. Since van Erp research was most complete in terms of the number of panels studied, there is strong reason to follow his coding system. Untuk mempermudah studi penel relief didinding dan birai candi sepanjang koridor candi borobudur, dibutuhkan semacam kode untuk merujuk pada relief tersebut. Leemans dan van Erp telah merancang kode mereka sendiri. Semenjak penelitan van Erp merupakan yang terlengkap dalam hal sejumlah panel, menjadi alasan yang kuat untuk mengikuti sistem kode van Erp. Van Erps coding system was as follows: 1 through 12 (the first element of the code) the section code (afdeling) for 1 row of the panels going completely around the temple. This number may be deleted as it is retrievable from the rest of the code The passage code (serie) for reliefs located on the walls of the temple The passage code (serie) for reliefs located on the walls of the balustarde

0 thought IV IB throught IVB

Sistem kode van Erps sebagai berikut : 1 sampai 12 (elemen kode pertama) Kode bagaian (afdeling) panel baris 1 yang mengelilingi candi . kode ini dapat dihapus karna merupakan kode pelengkap. Kode koridor (seri) sebagai kode relief yang terletak di dinding candi Kode koridor (seri) sebagai kode relief yang terletak didinding birai candi

0 sampai IV IB sampai IVB

For panels in the first passage (serie), where there are two rows of reliefs, one upper one and one lower one, the following code numbers are used : -a -b - 1,2,3,etc. - the upper row of panels - the lower row of panels - (the last element in code) are the numbers of the individual panel. (krom, Van Erp, 1920 c, d)

Untuk panel di koridor pertama (seri), dimana terdapat dua baris relif, satu di salah satu level lebih tinggi, dan satu disalahsatu level yang lebih rendah, kode yang di gunakan adalah. -a -b - 1,2,3,etc. - panel di baris yang lebih tinggi - panel di baris yang lebih rendah - (elemen kode terahir) merupakan sejumlah panel individu. (krom, Van Erp, 1920 c, d)

For a clearer understanding of the system of coding used, see figure 2, where both van Erps adn lemans coding systems are given. From this, the difference in the number of panels studied by the two can also be seen. It can be also seen from this diagram section 1, where the karmawibangga reliefs are found, was only coded by van Erp, because at the time when wilsen conducted his research this section was covered by an extention to the base of the temple. Untuk lebih memperjelas pemahaman mengenai kode yang digunakan, lihat gambar 2, dimana terdapat sistem kode van Erp dan Leemans. Dari gambar tersebut, perbedaan dalam jumlah panel yang dipelajari juga dapat terlihat. Juga dapat dilihat dari bagian pertama diagram, dimana relief Karmawibangga dapat ditemukan, yang hanya diberikan kode oleh van Erp, karena pada saat wilsen melakukan penelitian ini, bagian ini tertutupi oleh penambahan hingga dasar candi. Since the present research is only concerned with repsesentations of buildings in reliefs, section 2, van Erps code for miscellaneous ornamens found on the temple, is not included here. Karena penelitiana ini hanya berkaitan dengan representasi relief bangunan, bagian 2, kode berbagai ornamen yang di temukan oleh van Erp, tidak dimasukkan di sini. Althought this research is concerned with layered stone structures, in the first stage it was necessary to consider all buidings in order to avoid missing possibly significant representations. Meskipun penelitian ini berkaitan dengan struktur batu berlapis, tahap pertama yang dibutuhkan adalah mempertimbangkan pada semua unsur bangunan, untuk menghidarkan kemungkinan hilangnya representasi yang penting/signifikan.