STUDI PUSTAKA

Pengertian studi kepustakaan Studi kepustakaan dapat diartikan sebagai suatu langkah untuk memperoleh informasi dari penelitian terdahulu yang harus dikerjakan, tanpa memperdulikan apakah sebuah penelitian menggunakan data primer atau data sekunder, apakah penelitian tersebut menggunakan penelitian lapangan ataupun laboratorium atau didalam museum. Pengertian studi kepustakaan adalah: Yang dimaksud dengan studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Studi kepustakaan merupakan langkah yang penting sekali dalam metode ilmiah untuk mencari sumber data sekunder yang akan mendukung penelitian dan untuk mengetahui sampai ke mana ilmu yang berhubungan dengan penelitian telah berkembang, sampai ke mana terdapat kesimpulan dan degeneralisasi yang pernah dibuat. Langkah pertama dalam studi kepustakan memberikan definisi dari setiap variabel yang diteliti, jika terdapat 3 variabel maka ketiga variabel tersebut didefinisikan dari minimal tiga sumber, sehingga muncul sembilan definisi lalu dibuat suatu kesimpulan melalui definisi-definisi yang dikutip. Langkah kedua Kerangka Teori Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Selain itu seorang peneliti dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya. Dan penelitianpenelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangankarangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain Seorang peneliti hendaknya mengenal atau tidak merasa asing dilingkungan perpustakaan sebab dengan mengenal situasi perpustakaan, peneliti akan dengan mudah menemukan apa yang diperlukan. Untuk mendapatkan informasi yang diperlukan peneliti mengetahui sumber-sumber informasi tersebut, misalnya kartu katalog, referensi umum dan khusus, buku-buku pedoman, buku petunjuk, laporan-laporan penelitian, tesis, disertasi, jurnal, ensiklopedi, dan bahan-bahan khusus lain. Dengan demikian peneliti akan memperoleh informasi dan sumber yang tepat dalam waktu yang singkat. Istilah studi kepustakaan digunakan dalam ragam istilah oleh para ahli, diantaranya yang dikenal adalah: kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian teoritis, dan tinjuan teoritis. Penggunaan istilahistilah tersebut, pada dasarnya merujuk pada upaya umum yang harus dilalui untuk mendapatkan teori-teori yang relevan dengan topik penelitian. Bila kita telah memperoleh kepustakaan yang relevan, maka segera untuk disusun secara teratur untuk dipergunakan dalam penelitian. Oleh karena itu studi kepustakaan meliputi proses umum seperti: mengidentifikasikan teori secara sistematis, penemuan pustaka, dan analisis dokumen yang memuat informasi yang berkaitan

Untuk membuat uraian teoritik dan empirik yang berkaitan dengan faktor. Hasilnya berupa ulasan tentang penelitian yang sama atau serupa dengan masalah yang akan diteliti yang telah dilakukan di tempat lain atau tempat yang sama dengan daerah penelitian. Selanjutnya menurut Nazir (1998 : 112) studi kepustakaan merupakan langkah yang penting dimana setelah seorang peneliti menetapkan topic penelitian. Dalam arti bukti-bukti atau pernyataan bahwa masalah yang akan diteliti itu belum terjawab atau belum terpecahkan secara memuaskan atau belum pernah diteliti orang mengenai tujuan. Dan untuk menunjukkan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang-akan dilakukan . Sumber-sumber kepustakaan dapat diperoleh dari: buku. Bila kita telah memperoleh kepustakaan yang relevan. Mencari landasan teori yang merupakan pedoman bagi pendekatan pemecahan masalah dan pemikiran untuk perumusan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian. Mencari informasi yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. jurnal. namun demikian tidak akan membebaskan peneliti dan menyajikan penelaahan kepustakaan. 7. dan sumber-sumber lainnya yang sesuai (internet. Artinya hasil penelitian terdahulu mengenai hal yang akan diteliti dan atau mengenai hal lain yang berkaitan dengan hal yang akan diteliti. peneliti akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari kepustakaan yang berhubungan. dan analisis dokumen yang memuat informasi yang berkaitan dengan topik penelitian. hasil utama dan kesimpulan. indikator. misalnya penelitian eksploratif. majalah. Oleh karena itu studi kepustakaan meliputi proses umum seperti: mengidentifikasikan teori secara sistematis. Sebab dalam ilmu pengetahuan pada umumnya teori mempunyai dua fungsi pokok yaitu: a). analisa dan hasil untuk waktu dan tempat yang sama. Mengkaji hasil-hasil penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan penelitian yang akan dilakukan. hasil-hasil penelitian (tesis dan disertasi). Mengkaji beberapa teori dasar yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. 8. Agar peneliti dapat pandai-pandai memanfaatkan informasi dari suatu makalah yang diperlukan bagi penelitiannya. penemuan pustaka. 4. mungkin hipotesis tidak ada. 2. Dalam pencarian teori. metode. Tujuan Studi Kepustakaan luntuk: 1. analisis dan hasil utama penelitian. dan b). data dan metode. variable dan parameter penelitian yang tercermin di dalam masalah-masalah yang ingin dipecahkan. terutama yang terkait dengan objek dan atau sasaran penelitiannya. data dan metode.dengan topik penelitian. 6. maka segera untuk disusun secara teratur untuk dipergunakan dalam penelitian. analisis. meramalkan generalisasi empiris yang belum diketahui. Sekurang-kurangnya peneliti dapat menyadap tujuan. menerangkan generalisasi empiris yang sudah diketahui. Menggali teori-teori yang relevan dengan permasalahan penelitian dan melakukan komparasi-komparasi dan menemukan konsep-konsep yang relevan dengan pokok masalah yang dibahas dalam penelitian. 3. Memperdalam pengetahuan peneliti tentang masalah dan bidang yang akan diteliti. Untuk jenis -penelitian tertentu. koran dll). Menelaah basil penelitian sebelumnya diarahkan pada sebagian atau seluruh dari unsur-unsur penelitian yaitu: tujuan penelitian. Menemukan suatu masalah untuk diteliti. 9. 5. langkah selanjutnya adalah melakukan kajian yang berkaitan dengan teori yang berkaitan dengan topik penelitian.

sumber acuan khusus. atau mahalnya biaya kirim atau perizinan. akan sangat membantu peneliti untuk mengikuti perkembangan informasi ilmiah. Sumber bacaan yang telah ³lama´ mungkin memuat teori-teori atau konsep-konsep yang sudah tidak berlaku karena kebenarannya telah dibantah oleh teori yang lebih baru atau hasil penelitian yang lebih mutakhir. terutama bahasa Inggris. 2. Yang dimaksud dengan relevansi adalah keterkaitan atau kegayutan yang erat dengan masalah penelitian. tidak adanya atau kurangnya komunikasi ilimiah antara peneliti. Rendahnya minat pada banyak peneliti untuk membaca tulisan ilmiah untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu di bidangnya masing-masing. Di samping sumber itu harus mutakhir. kemutakhiran dan adekuasi. hendaklah dipilih sumber¬sumber yang berkaitan langsung dengan masalah yang sedang diteliti. 3. dan b).Menurut Sutrisno Hadi (1991) ada tiga pedoman untuk pemilihan daftar pustaka yaitu: relevansi. ensiklopedia. Selain dari itu. Hasil-hasil penelitian dan teori-teori yang sudah dikembangkan dan tertulis dalam bahasa Inggris tidak dimanfaatkan oleh peneliti yang mau memperdalam pengetahuan yang relevan dengan bidangnya bila dia tidak mampu membaca bahasa asing. Kelompok (a) berwujud teori dan konsep. terutama yang berbahasa Inggris. membaca merupakan keterampilan yang hams dikembangkan dan dipupuk. usaha menerjemahkan buku-buku berbahasa asing. monografi dan sejenisnya. sumber acuan umum. Ketidakmampuan membaca buku referensi dalam bahasa asing menyebabkan peneliti tidak dapat memanfaatkan informasi ilmiah dari luar negeri. membaca harus merupakan kegemaran dan kebutuhan. Jadi. Beberapa hambatan umum yang sering menyebabkan ketidak lancaran kegiatan ini antara lain: 1. juga harus relevan bagi masalah yang sedang digarap. Secara garis besar sumber bacaan dapat dibedakan menjadi dua yaitu: a). masih diperlukan sumber bacaan yang sudah ³lama´). Untuk mengurangi hambatan pertama di atas peneliti dapat menghubungi lembaga lain atau koleganya untuk saling menukar informasi dan meminjam buku-buku ilmiah yang baru. perlu digalakkan dan ditangani dengan sungguh-sungguh. Dari teori-teori atau konsep-konsep umum dilakukan pemerincian atau analisis melalui penalaran deduktif. tesis dan disertasi. Kelemahan peneliti untuk memahami tulisan-tulisan dalam bahasa asing. Sebagian besar (lebih dan 50%) kegiatan dalam keseluruhan proses penelitian adalah membaca. Kelihatannya kegemaran membaca karya ilmiah masih perlu digalakkan agar peneliti selalu dapat mengikuti perkembangan ilmu yang ada. Studi kepustakaan tidak selalu ³mulus´ pelaksanaannya. Kelompok (b) yang merupakan sumber acuan khusus berupa hasil-hasil penelitian terdahulu yang dapat ditemukan dalam jurnal. Kurangnya buku atau sumber kepustakaan lain. biasanya terdapat dalam buku-buku teks. terutama yang bersifat ilmiah. bulletin penelitian. Menurut Sumadi (1989). Kemutakhiran adalah sumber-sumber pustaka yang terbaru untuk menghindari teori-teori atau bahasan yang sudah kadaluwarsa. Untuk ini kegemaran membaca harus dibuat membudaya. dan membaca itu hampir seluruhnya terjadi pada langkah penelaahan kepustakaan ini. dan inilah yang dimaksud dengan adekuasi. terutama bahasa Inggris. sedangkan dari hasil-hasil penelitian dilakukan pemaduan atau sintesis dan generalisasi . Demikian pula bahan kepustakaan ilmiah dari luar negeri juga sulit diperoleh. Penguasaan bahasa asing. serta hal-hal birokratis lain yang menghambat pemanfaatan informasi ilmiah. (Namun untuk penelitian histories. Sampai saat ini masih terasa sangat kurang bahan kepustakaan ilmiah di Indonesia. Hal ini mungkin disebabkan belum berkembangnya system dokumentasi.

2. Keuntungan system kartu ialah bahwa kartu-kartu itu mudah diatur. telah menggunakan aturan-aturan akademik yang berlaku. dan membawanya lebih sukar. konsep atau ketentuan-ketentuan yang sudah ada maka kedudukan peneliti sebagai ilmuwan menjadi mantap. Penelti adalah ilmuan. 4. yakni keharusan peneliti mengacu pada pengetahuan. penelitian yang relevan. Proses dedukasi dan induksi itu dilakukan secara iterative. Dengan mengetahui banyak hal yang tercantum di dalam literature (dan ini merupakan yang terpenting bagi pelaksanaan penelitiannya). Dengan melakukan kaji literature peneliti akan memperoleh beberapa manfaat antara lain: 1. yaitu (a) system kartu. pada system lembaran (kuarto). Kelemahannya. Tentang cara pencatatannya. yang paling mungkin dan paling tinggi taraf kebenarannya. Peneliti akan mengetahui dengan pasti apakah permasalahan yang dipilih untuk dipecahkan melalui penelitian betul-betul belum pernah diteliti oleh orang-orang terdahulu. 3. tujuan dan hipotesis penelitian serta manfaat yang diperkirakan akan memperoleh dari kegiatan penelitian). dan (b) system lembaran atau system kuarto. metodologi penelitian (meliputi penentuan populasi. Langkah keempat. informasi yang dapat direkampada setiap kartu sangat terbatas. dan membaca itu hampir seluruhnya terjadi pada langkah penelaahan kepustakaan ini. Sekali lagi. System kartu menggunakan kertas gambar berukuran kartu pos atau berukuran lebih kecil dari kartu pos. jadi harus bersifat terbuka dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan. menyimpan. sedangkan system lembaran (kuarto) menggunakan kertas (seringkali juga HVS) ukuran kuarto. Dengan mengadakan kaji literatur peneliti dapat mengetahui masalah-masalah lain yang mungkin ternyata lebih menarik dibandingkan dengan masalah yang telah dipilih terdahulu. Bagian pra-persiapan penelitian yang memerlukan kajian pustaka Sesuai dengan komponen-komponen yang ada dalam proposal penelitian. penelitian merupakan kegiatan akademik.melalui penalaran induktif. karena dalam kegiatannya tersebut ia telah bekerja dengan baik. Kerangka pemikiran . pemilihan instrumen pengumpulan data dan pemilihan jenis teknik analisis data). dan dari deduksi dan induksi yang berulang-ulang itu diharapkan dapat dirumuskan jawaban terhadap masalah yang telah dirumuskan. dengan tersedianya alat pelubang (perforator) dan map yang sesuai dengan ukuran kuarto di toko-toko alat tulis dewasa ini. dan dibawa ke mana-mana. disimpan. Sehubungan dengan manfaat nomor 3. peneliti akan dapat lancar menyelesaikan pekerjaannya. perlu dikaji lebih dalam penelitian yang terdahulu yang sudah melakukan penelitian yang serupa atau hampir sama dengan penelitian yang saudara lakukan. menyusun pendahuluan (yang meliputi latar belakang penelitian atau alasan mengapa penelitian ini dilaksanakan. Dijabarkan secar ringkas temuan yang sudah mereka dapatkan sehingga menjadi dasar perbandingan bagi penelitian berikutnya. merumuskan problematika. masing-masing lembar dapat memuat informasi yang jauh lebih banyak. Sebaliknya. maka penelaahan bahan pustaka dilakukan secara berturut-turut adalah pada: pemilihan permasalahan dan judul penelitian. teknik sampling untuk menentukan sample. kelemahan system lembaran (kuarto) itu dapat diatasi. tegar. Sebagian besar kegiatan dalam keseluruhan proses penelitian adalah membaca. pada umumnya mengikuti salah satu dari dua system. tetapi mengatur. Langkah ketiga. kokoh. dalil. Namun.

ensiklopedi. Masalah penulisan dapat ditemukan dari beberapa sumber. merupakan suatu kegiatan penting yang harus dilakukan oleh seorang peneliti baik sebelum maupun selama penelitian berlangsung. 2010 oleh april04thiem Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. perpustakaan merupakan suatu tempat yang tepat guna memperoleh bahan-bahan dan informasi yang relevan untuk dikumpulkan. dan surat kabar. Setelah menemukan masalah yang akan diteliti seorang peneliti akan melakukan kegiatankegiatan yang berkaitan dengan penelitiannya. buku tahunan. sumber-sumber. Penggunaan pustaka untuk ditinjau secara singkat pada dasarnya bermanfaat menunjukkan aspek ilmiah dalam penelitian yang akan disusun. Selain itu seorang peneliti dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya. Salah satu diantaranya adalah melakukan studi kepustakaan. dari teori-teori yang perlu diuji kebenarannya dan dari bahan¬bahan pustaka. yang juga disebut studi kepustakaan. Untuk melakukan studi kepustakaan. karangan-karangan ilmiah. ketetapan-ketetapan. buku petunjuk. referensi umum dan khusus. dibaca dan dikaji. Dan penelitianpenelitian yang telah dilakukan sebelumnya. laporan penelitian. peneliti akan dengan mudah menemukan apa yang diperlukan. yang mungkin sudah dirintisnya ketika masih ada dalam tahap mencari masalah penelitian. peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah. ensiklopedia. Pustaka yang digunakan idealnya adalah pustaka inti yang berkaitan dengan topik penelitian. Setelah masalah penelitian ditemukan. buku-buku pedoman. Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian. peraturan-peraturan. Untuk mendapatkan informasi yang diperlukan peneliti mengetahui sumber-sumber informasi tersebut.2. dicatat dan dimanfaatkan (Roth 1986). hambatan. Seorang peneliti hendaknya mengenal atau tidak merasa asing dilingkungan perpustakaan sebab dengan mengenal situasi perpustakaan. jurnal. laporan-laporan penelitian. tujuan. dan sumbersumber tertulis baik tercetakmaupunelektroniklain. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Studi Kepustakaan November 12. Kegiatan ini. Dengan melakukan studi kepustakaan. yaitu dari pengalaman sendiri. misalnya kartu katalog. disertasi. seorang peneliti perlu melakukan suatu kegiatan yang menyangkut pengkajian bahan-bahan tertulis yang merupakan sumber acuan untuk penelitiannya. dan bagaimana melakukan studi kepustakaan. . Pustaka juga menjadi rujukan konsep yang akan diteliti. tesis. tesis dan disertasi. Dengan demikian peneliti akan memperoleh informasi dan sumber yang tepat dalam waktu yang singkat. Dalam tulisan ini akan dibahas apa yang dimaksud dengan studi kepustakaan.

Walaupun orang sering membedakan antara riset kepustakaan dan riset lapangan.Hampir semua penelitian memerlukan studi pustaka. Langkah Langkah Melakukan Riset Kepustakaan Dalam melakukan riset kepustakaan. kelongsong elektronik dan lainnya. keduanya tetap memerlukan penelusuran pustaka. Jadi. Dalam riset pustaka. tujuan dan atau kedudukan studi pustaka dalam masing-masing riset tersebut. orang atau benda-benda lain. penelusuran pustaka lebih daripada sekedar melayani fungsi. Kedua: studi pustaka diperlukan sebagai satu tahap tersendiri yaitu studi pendahuluan untuk memahami gejala baru yang terjadi dalam masyarakat. Idealnya sebuah riset profesional menggunakan kombinasi riset pustaka dan lapangan dengan penekanan pada salah satu di antaranya. Ketiga: data pustaka tetap andal untuk menjawab persoalan penelitiannya. . Keempat: kondisi data pustaka tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. pulpen dan kertas catatan. Langkah ketiga yang perlu dilakukan adalah mengatur waktu penelitian. Pertama: karena persoalan penelitian tersebut hanya bisa dijawab lewat penelitian pustaka dan mungkin tidak bisa mengharapkan datanya dari riset lapangan.fungsi persiapan kerangka penelitian. Setidaknya ada empat ciri utama studi kepustakaan. Pertama: peneliti berhadapan langsung dengan teks dan data angka dan bukannya dengan pengetahuan langsung dari lapangan atau saksi mata berupa kejadian . mempertajam metodelogi atau memperdalam kajian teoretis. ada empat langkah yang biasa dilakukan. naskah kuno dan bahan non cetak lainnya. Yang perlu diingat. Kedua. Anggapan ini tidak salah namun selain buku-buku ada juga data yang berupa dokumen. data pustaka bersifat siap pakai.video. perpustakaan juga menyimpan karya non cetak seperti kaset. Paling tidak ada tiga alasan kenapa mereka melakukan hal ini. Namun ada kalanya mereka membatasi penelitian pada studi pustaka saja. Perbedaan utamanya hanyalah terletak pada fungsi. Langkah pertama adalah menyiapkan alat perlengkapan berupa pensil. Ketiga: data pustaka umumnya adalah sumber sekunder yang bukan data orisinil dari tangan pertama di lapangan. Banyak yang menganggap bahwa riset perpustakaan identik dengan buku-buku. 4. Langkah keempat itu yang perlu dilakukan adalah membaca dan membuat catatan penelitian. disket. mikrofis. microfilm. 3. Riset pustaka dapat sekaligus memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya tanpa melakukan riset lapangan. 1. Langkah kedua adalah menyusun bibliografi kerja. 2. sebuah catatan bibliografis harus memuat nama pengarang dan identitas buku lainnya. pita magnetik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful