PEMBANGUNAN INDONESIA DARI MASA ORDE LAMA, ORDE BARU SAMPAI ERA REFORMASI Oleh: Afrizal Woyla Saputra

Zaini BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan Nasional merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat bangsa, dan negara untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang di amanatkan dalam Undang-Undang dasar 1945, yaitu ³melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta melaksanakan ketertiban dinia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial Negara´. Pembangunan nasional dilaksanakan secara berencana, menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap dan berlanjut untuk memicu peningkatan kemampuan nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang maju. Berbagai macam prospek pembangunan telah dilakukan dari Orde Lama, Orde Baru hingga masa Reforasi untuk terus mendorong kesejahtraan dan kemajuan bangsa kea rah yang lebih baik, dalam hal ini pembangunan nasional juga harus dimulai dari,oleh, dan untuk rakyat, dilaksanakan diberbagai aspek kehidupan bangsa yang meliputi politik, ekonomi, sosial budaya dan aspek pertahanan keamanan. Pembangunan nasional pada dasarnya sangat membutuhkan kesinergian antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama dalam pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan kegiatan pemerintah harus saling menunjang, saling mengisi, saling melengkapi dalam memajukan masyarakat dan nasional pada umumnya. B. Tujuan Masalah Tujuan dari penulisan ini agar dapat memahami suasana dan arah pembangunan nasional yang telah dilakukan dari masa Orde Lama, Orde Baru hingga masa Reformasi yang terus menumpu kemajuan nasional yang lebih baik. Tujuan lain dari penulisan ini juga agar dapat menambah wawasan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang adil, makmur dan beradap atas dasar Undang-Undang Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, tertib, bersahabat, bersatu, aman, damai dan sejahtera. C. Rumusan Masalah 1. 2. 3. 4. 5. 6. Bagaimana proses pembangunan nasional masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi.? Apa saja yang menjadi kendala pembangunan Indonesia selama ini, sehingga menjadi masalah yang belum terselesaikan.? Bagaimana sejarah perencanaan pembangunan Indonesia dari Orde Lama, Orde Baru, hingga masa Reformasi.? Kenapa Indonesia menjadi Negara yang didera oleh hutang luar negeri Seperti apa proses pengambilan kebijakan ekonomi dalam pembangunan dari Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi.? Bagaimana sistem pemerintahan dalam melakukan pembangunan Indonesia dari masa ke masa.? BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Perencanaan Pembangunan Indonesia 1. Orde Lama

Tanpa perencanaan semacam itu maka cita-cita utama untuk ³merubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional´ tidak akan dengan sendirinya dapat terwujud. Pada masa Orde Baru pula pemerintahan menekankan stabilitas nasional dalam program politiknya dan untuk mencapai stabilitas nasional terlebih dahulu diawali dengan apa yang disebut dengan konsensus nasional. menghindarkan neokapitalisme dan neokolonialisme dalam wujudnya yang canggih. Surat yang kemudian dikenal dengan sebutan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) itu diartikan sebagai media pemberian wewenang kepada Soeharto secara penuh. pemerintahan Soeharto menegaskan bahwa kerdaulatan dalam politik. damai. menegakkan sistem ekonomi berdikari    . yang tercermin dari laju inflasi yang samapai 650 persen ditahun 1966. Dengan dasar perencanaan tersebut membuka peluang dalam melakukan pembangunan Indonesia yang diawali dengan babak baru dalam mencipatakan iklim Indonesia yang lebih kondusip. dan berakir dengan tumbangnya kekuasaan presiden Soekarno. Pada tanggal 1 Maret 1966 Presiden Soekarno dituntut untuk menandatangani sebuah surat yang memerintahkan pada Jenderal Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang perlu untuk keselamatan negara dan melindungi Soekarno sebagai Presiden. Pada tahun 1947 Perencanaan pembangunan di Indonesia diawali dengan lahirnya ³Panitia Pemikir Siasat Ekonomi´. berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang sosial budaya. Apalagi jika tidak diperkuat oleh Undang-Undang yang baku pada masa itu. Proses mengrehablitasi dan merekontruksi yang di amanatkan oleh MPRS ini diutamakan dalam melakukan perubahan perekonomian untuk mendorong pembangunan nasional yang telah didera oleh kemiskinan dan kerugian pasca penjajahan Belanda. 2. Orde Baru Peristiwa yang lazim disebut Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) menandai pergantian orde dari Orde Lama ke Orde Baru. masalah perburuhan. pembangunan dicanangkan oleh MPR Sementara (MPRS) yang menetapkan sedikitnya tiga ketetapan yang menjadi dasar perencanaan nasional: TAP MPRS No. aset Hindia Belanda. Harga barang membubung tinggi. Tekad ini tidak akan bisa terwujud tanpa melakukan upaya-upaya restrukturisasi di bidang politik (menegakkan kedaulatan rakyat.Pada era Orde Lama. restrukturisasi di bidang ekonomi (menghilangkan ketimpangan ekonomi peninggalan sistem ekonomi kolonial. Pada masa ini perekonomian Indonesia berada pada titik yang paling suram. menghapus feodalisme. keadaan plitik tidak menentu dan terus menerus bergejolak sehingga proses pembangunan Indonesia kembali terabaikan sampai akhirnya muncul gerakan pemberontak G-30-S/PKI. dan sejahtera. Perencanaan pembangunan 1947 ini masih mengutamakan bidang ekonomi mengingat urgensi yang ada pada waktu itu (meskipun di dalamnya tidak mengabaikan sama sekali masalah-masalah nonekonomi khususnya masalah sosial-ekonomi.IV/MPRS/1963 tentang Pedoman-Pedoman Pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan Haluan Pembangunan. menjaga keutuhan teritorial Indonesia serta melaksanakan politik bebas aktif).II/MPRS/1960 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana 1961-1969. Sekitar tahun 1960 sampai 1965 proses sistem perencanaan pembangunan mulai tersndat-sendat dengan kondisi politik yang masih sangat labil telah menyebabkan tidak cukupnya perhatian diberikan pada upaya pembangunan untuk memperbaiki kesejahtraan rakyat. Persediaan beras menipis sementara pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk mengimpor beras serta memenuhi kebutuhan pokok lainnya. masa pemerintahan presiden Soekarno antara tahun 1959-1967. Ketetapan MPRS No. Pada era Orde Baru ini. prasarana dan lain lain yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial).I/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik republik Indonesia sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara TAP MPRS No.

Di samping kebebasan dalam menyatakan pendapat. partisipasi masyarakat mulai terangkat kembali. Pada masa ini juga proses pembangunan nasional terus digarap untuk dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatannya kepada wakil presiden B. Selain pemabangunan nasional pada masa ini juga ditekankan kepada hak daerah dan masyarakatnya dalam menentukan daerahnya masing-masing. oleh dan untuk rakyat. berdasar Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila serta menghapuskan budaya inlander). Keadaan terus memburuk. Selain itu juga akan membentuk Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu.kehidupan perekonomian Indonesia dapat didorong oleh siap saja.Undang-Undang 33/2004. Masyarakat bisa menyampaikan kritik secara terbuka kepada pemerintah. UU Susduk MPR. Dalam perkembangannya. Repelita IV. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut kemudian diberi gelar sebagai ³Pahlawan Reformasi´. Adanya penolakan tersebut menyebabkan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Kesemuanya ini dicapai dalam blueprint nasional atau rencana pembangunan nasional.J. Repelita V. Reformasi dalam pers dilakukan dengan cara menyederhanakan permohonan Surat Izin Usaha Penerbitan (SIUP). Repelita III. DPR. UU Kepartaian. Habibie. Di jaman orde baru kita mempunyai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) I. pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Undang-Undang 21/2001 Untuk Papua. Muncul demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Sejak tahun 1997 kondisi ekonomi Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia. Presiden Soeharto berjanji akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Undang-Undang 18/2001 Untuk pemerintahan Aceh. Selain itu pada masa ini juga memberi kebebasan dalam menyampaikan pendapat. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. terutama dalam sektor perbankan. dan UU Antikorupsi. Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial. KKN semakin merajalela. Pendapatan perkapita juga meningkata dibandingkan dengan masa orde lama. Untuk memperbaiki perekonomian yang terpuruk. dan DPRD. 3. Komite Reformasi belum bisa terbentuk karena 14 menteri menolak untuk diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi. dan kebijakan pembangunanpun didasari demokrasi yang bebunyi dari. Dengan hadirnya reformasi pembangunan dapat di kontrol langsung oleh rakyat. sehingga pembangunan daerah sangat diutamakan sebagaimana dicantumkan dalam Undang-Undang no 32/2004. Keempat undang-undang ini mencerminkan . Repelita II. Itulah sebabnya di jaman orde lama kita memiliki rencana-rencana pembangunan lima tahun (Depernas) dan kemudian memiliki pula Pembangunan Nasional Semesta Berencana Delapan-Tahun (Bappenas). 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat.tanpa mengingkari interdependensi global) dan restrukturisasi sosial budaya (nation and character building. Reformasi Setelah terjadi berbagai goncangan ditanah air dan berbagai tekanan rakyat kepada presiden Soeharto. sementara kemiskinan rakyat terus meningkat. serta UU No. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan ekonomi dan reformasi total. Hal ini terlihat dari munculnya partai-partai politik dari berbagai golongan dan ideologi.dan Repelita VII (Bappenas). kebebasan juga diberikan kepada pers. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi. sehingga dengan dasar ini partisipasi rakyat tidak terkekang seperti pada masa orde baru. Selanjutnya pemerintah mengeluarkan UU No. Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru adalah adanya krisis moneter tahun 1997. UU Antimonopoli. Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998. yaitu meninggalnya empat mahasiswa Universitas Trisakti. Menanggapi aksi reformasi tersebut. Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti.

yaitu mata uang De Javasche Bank. yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950. kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia. maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967) Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959. karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Orde Lama Masa pemerintahan Soekarno kebijakan ekonomi pembangunan masih sangat labil. termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial. Pada waktu itu. antara lain disebabkan oleh :  Inflasi yang sangat tinggi. untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI. Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. antara lain :    Gunting Syarifuddin.        Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI. yang didera oleh berbagai persoalan antaranya pergejolakankan politik yang belum kondusif dan juga system pemerintahan yang belum baik. 2. Kas negara kosong Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan. Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. sehingga berdampak pada proses pengambilan kebijakan. mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika. Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948. Kebijakan Ekonomi Dalam Pembangunan 1. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi. disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Akan tetapi. 4. untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun. mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif. B. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957) Masa ini disebut masa liberal. mata uang pemerintah Hindia Belanda. antara lain : . Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi. dilakukan pada bulan Juli 1946. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. dan mata uang pendudukan Jepang. politik.dan ekonomi. diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).keseriusan pusat dalam melimpahkan wewenangnya kepada pemerintah dan rakyat di daerah agar daerah dapat menentukan pembangunan yang sesuai ratyatnya inginkan. Dengan sistem ini. 5. Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India. antara lain : Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia. Dengan swasembada pangan. Surachman dengan persetujuan BPKNIP. Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950) Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut.

lebih kearah yang bersifat mikro-ekonomi. Misalnya. Penerimaan terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. karena anggaran defisit negara ditutup dengan pinjaman luar negeri. Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun. dan merupakan beban pengeluaran di masa yang akan datang. Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi. masalah-masalah dalam dunia usaha. Orde Baru Pada masa Orde Baru. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat. Format APBN pada masa Orde Baru dibedakan dalam penerimaan dan pengeluaran.000 dibekukan. Pinjaman-pinjaman luar negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup anggaran yang defisit. dan pemerataan pembangunan. Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%. Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran negara. harga ekspor minyak mentah Indonesia. Ini artinya pinjaman-pinjaman luar negeri tersebut ditempatkan pada anggaran penerimaan. pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. APBN pada masa itu diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang. Pada masa pemerintahan Orde Baru. Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun.Tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi. Akan tetapi. APBN pada masa pemerintahan Orde Baru. kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang baik dan bersih. Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Yaitu laju pertumbuhan ekonomi. sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan ekonomi nasional memperhatikan petani. Padahal seharusnya pinjaman-pinjaman tersebut adalah utang yang harus dikembalikan. Padahal sesungguhnya. Hal perimbangan tersebut sebetulnya sangat tidak mungkin. Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah. tingkat inflasi. disusun berdasarkan asumsi-asumsi perhitungan dasar. tingkat resiko yang tinggi. yaitu anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan anggaran pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara penerimaan dan pengeluaran. 6.   Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Asumsi-asumsi dasar tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi nasional. Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. pertumbuhan ekonomi yang stabil. Kebijakan yang disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen petani. karena pada masa itu pinjaman luar negeri selalu mengalir. fundamental ekonomi nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro. Padahal. uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100. dan semua simpanan di bank yang melebihi 25. yang pada akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN. yaitu stabilitas politik. konsep yang benar adalah pengeluaran pemerintah dapat ditutup . Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi. serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain :   Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5. serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Padahal. dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial. terpaksa mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan keadaan. birokrasi pemerintahan terlalu kental. antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI).05 juta jiwa pada bulan Maret 2006. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4. kinerja BUMN. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi. Hal ini disebabkan karena beberapa hal. ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi. setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia. Kebijakan privatisasi BUMN. sehingga menyebabkan kecilnya . maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. Pada masa ini tidak hanya hal ketatanegaraan yang mengalami perubahan. Selain itu.Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin.8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116. Reformasi Pada masa krisis ekonomi. dan mengganggu jalannya pembangunan nasional. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan. atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. namun juga kebijakan ekonomi. Permasalahannya. Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Sehingga antara penerimaan dan pengeluaran dapat berimbang. Sehingga apa yang telah stabil dijalankan selama 32 tahun. dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. dan mempertahankan kurs rupiah. Dengan ini. Kolusi dan Nepotisme). pengendalian inflasi. kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati. 7. Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat kebijakan kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM. Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3. karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing. Pada pertengahan bulan Oktober 2006 .2 miliar dolar AS. Masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri mengalami masalah-masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum.10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu.1 %. sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Pemerintahan presiden BJ. pemulihan ekonomi. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak.dengan penerimaan pajak dalam negeri. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. antara lain masalah KKN (Korupsi.3 triliun. Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua. pada masa itu penerimaan pajak saat minim sehingga tidak dapat menutup defisit anggaran. Akibatnya. belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. ditandai dengan tumbangnya pemerintahan Orde Baru kemudian disusul dengan era Reformasi yang dimulai oleh pemerintahan Presiden Habibie.

Sistem kebijakan pembangunan di Negara Indonesia sudah menunjukkan perbaikan ke arah yang lebih demokratis ada pasca Reformasi. C. pemerintahan lemah. Soeharto melahirkan Orde Baru dan Orde Baru merupakan sistem kekuasaan yang menopang pemerintahan Soeharto selama lebih dari tiga dekade. Perbedaan Orde Baru dan Orde Reformasi secara kultural dan substansi semakin kabur. sentralistik. dll. BAB III PENUTUP A. 3. Kesimpulan Proses pembangunan nasional merupakan suatu kegiatan yang terus menerus dan menyeluruh dilakukan mulai dari penyusunan suatu rencana. Orde Baru Kebijakan masih pada pemerintah. Mengapa semua ini terjadi? Salah satu jawabannya.semua proyek diserahkan kepada pemerintah. pengawasan sampai pada pogram terselesaikan. demokrasi Liberal (neoliberaliseme). semua proses pembangunan baik pusat maupun daerah dituntut supaya harus melibatkan publik dalam proses perencanaan. karena inefisiensi pengelolaan anggaran. Pada masa Reformasi ini proses pembangunan nasional memang sudah demokratis dan sudah memerankan fungsi pemerintah daerah dalam menjalankan pasipartisi rakyat daerahnya.Sistem politik otoriter (partisipasi masyarakat sangat minimal) pada masa orba terdapat instrumeninstrumen pengendali seperti pembatasan ruang gerak pers. Dari penjelasan diatas sebagai arah perjalanan pembangunan Indonesia. Dengan peluang otonomi daerah telah memberikan sumbangsi yang besar terhadap proses percepatan pembangunan nasional dan juga menjaminnya sistem demokrasi yang merakyat. tapi di lain pihak. namun sektor ekonomi sudah diserahkan ke swasta/asing. fokus pada pembangunan ekonomi. Artinya partisipasi aktif masyarakat sipil sangat diperlukan dalam proses pembangunan negara baik di tingkat pusat maupun daerah provinsi. Kita masih menyaksikan koruptor masih bercokol di negeri ini. kegiatan pogram. Reformasi Pemerintahan tidak punya kebijakan (menuruti alur parpol di DPR).realisasi belanja Negara dan daya serap. Betulkah Orde Baru telah berakhir? Kita masih menyaksikan praktik-praktik nilai Orde Baru hari ini masih menjadi karakter dan tabiat politik di negeri ini. Catatan-catatan diatas ini tidak lain dimaksudkan agar setiap tindakan pembangunan secara langsung atau tidak lansung dilaksanakan demi meningkatkan kecerdasan dan kemakmuran rakyat perekonomian Indonesia yang lebih baik. sentralistik. Tonggak awal reformasi 11 tahun lalu yang diharapkan bisa menarik garis demarkasi kekuatan lama yang korup dan otoriter dengan kekuatan baru yang ingin melakukan perubahan justru ³terbelenggu´ oleh faktor kekuasaan. bangsa ini tidak pernah membuat garis demarkasi yang jelas terhadap Orde Baru. di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri. sekularisme. kekuasaan militer untuk memasuki wilayah-wilayah sipil. Sebab. Sistem Pemerintahan 1. Jadi. arah tersebut telah menciptakan berbagai pembaharuan-pembaharuan untuk terus menuju ke kesejahteraan rakyat. kondisi dalam negeri masih kurang kondusif. pelaksanaan hingga pengawasannya. kabupaten/kota. Soeharto dan Orde Baru tidak bisa dipisahkan. 2. penyususnan pogram. Paling tidak ada masa reformasi ini. Hal ini menuntut kesadaran dan semangat banyak. pembatasan partai poltik. distrik dan kampung. pewadahunggalan organisasi profesi. Khususnya dalam meningkatkan . demokrasi Pancasila. Orde lama kebijakan pada pemerintah. tidak jelas apa orientasinya dan mau dibawa kemana bangsa ini. dan muncul otonomi daerah yang kebablasan.demokrasi Terpimpin. kapitalisme. berorientasi pada politik.

damai.com/2008/04/perbedaan-determinasi-kebijakan. Ahmad Erani.blogspot. Penulis: . dan sejahtera. Persoalan-persoalan ini terjadi tentu berdampak besar pada proses perencanaan pembangunan kearah yang lebih baik. 3. 7. Dari segi birokrasi perubahan periode ke periode selanjutnya semakin menonjol peran masyarakat dalam pembangunan republik ini. Yustika. bahkan berbagai persoalan konflik elit politik terjadi belum bias terealisasikan sampai saat ini.answers. Grasindo. Jakarta : PT.yahoo. REFERENSI 1. 5. Dari Orde Lama hingga era Reformasi pembangunan Indonesia terus menciptakan suasana yang kondusif.com/2008/11/07/sejarah-perekonomian-indonesia/ http://www.masyarakat sipil seutuhnya sebagai warga negara dan bangsa Indonesia yang turut bertanggung jawab dalam proses pembangunan. Potret Kebijakan Moneter Indonesia. Materi Pokok Pengawasan Pembangunan. 1998. Memetakan Perekonomian Indonesia. Lubis. 2. Jakarta.wordpress. kita sebagai penerus bangsa harus mampu dan terus bersaing dalam mewujudkan Indonesia bebas dari kemiskinan. B. 8.Jakarta:Rajawali pers. Kritik & Saran Pergolakan pembangunan Indonesia telah menciptakan urgensi-urgensi kehidupan yang mendera perekonomian Indonesia.2001. aman.com/question/index?qid=20090126174820AAFGt08 http://yunaniabiyoso.Jakarta:UI-Press. namun pada penulisan ini perlu disampaikan bahwa taraf perekonomian Indonesia masih jauh dari yang kita harapkan. 4.pd B S Muljana. 6.html http://labtani.mudrajad. Pohan. Aulia. Dalam proses pembangunan bangsa ini harus bisa menyatukan pendapat demi kesejahteraan masyarakat umumnya.com/upload/Reformasi%20di%20Persimpangan%20Jalan. 2002. warisan hutang luar negeri masih harus dibayar. Karunika Universitas Terbuka. Pembangunan dan Krisis. Mungkin dalam hal ini. harga diri bangsa Indonesia adalah mencintai dan menjaga aset Negara untuk dijadikan simpanan buat anak cucu kelak. 2008.Perencanaan Pembangunan Nasional. http://id. Ibramim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful