KATA PENGANTAR Dengan mengucaplan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmad serta hidayahnya kepada kami,sehingga

kami dapat menyelesaikan tugas karya tulis dengan judul ³ LAPORAN KUNJUNGAN KERJA INDUSTRI ³ dengan baik, yang telah diberikan oleh guru kami untuk memenuhi persyaratan mengikuti Ulangan Akhir Sekolah. Sebagaimana judul diatas, laporan ini dimaksudkan untuk memberitahukan kepada pembaca mengenai Kunjungan Kerja Industri di pabrik Gula Gempolkrep. Tugas ini dhadirkan untuk membantu kita dalam mencapai keterampilan berpikir. Selain itu, pengembangan keterampilan berpikir mendapat perhatian cukup tinggi dalam karya tulis ini pembaca diharaqpkan dapat mengembangkan keterampilan berpikirya melalui bahan yang disajikan .Tema yang disajikan dalam buku ini didasarkan oleh pertimbangan khusus,yakni mengembangkan kemampuan akademis dan ketrampilan serta meningkatkan motivasi belajar.Hal tersebut diharapkan dapat membekali pembaca dengan kecakapan hidup ,terutama dalam memacu semangat belajar ,bekerja ,berinovasi ,berkreasi ,gemar membaca ,meneliti serta menambah wawasan yang luas. Selanjutnya penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan untuk menyusun karya tulis ini,khususnya kepada bapak /ibu guru pembimbimg dan pihak ±pihak yang terlibat yang telah memberikan bantuan sehinga karya ini dapat diselesaikan dengan baik. Penyusun menyadari tidak ada gading yang tak retakl . demikian pula dengan susunan laporan ini .untuk itu kepada para pembaca ,penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dalam tugas selanjutnya. Akhirnya semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua .penyusun mohon maaf atas kesalahan dan kekurangannya . Lamongan, Maret 2009 Penyusun \

Tujuan dan Kegunaan Penelitian ««««««««««««««««. 17 ... 2 BAB II RUANG LINGKUP A .. Latar Belakang Masalah «««««««««««««««««««.Proses Produksi «««««««««««««««««««««. Kriteria dan Pemilihan Bahan Baku «««««««««««««. 1 C ..iv DAFTAR ISI ««««««««««««««««««««««««««««V BAB I PENDAHULUAN A .««.....««.. 2 D..«««... Sejarah Pabrik Gula Gempol Krep «««««««««««««««««3 B . 1 B .««««««iii KATA PENGANTAR «««««««««««««««««««««. Kesimpulan ««««««««««««««««««««««««..5 B .««««« 9 BAB IV PENUTUP A . 4 BAB III DATA DAN PEMBAHASAN A ... Saran «««««««««««««««««««««««««««....ii PENGESAHAN KEPALA SEKOLAH «««««««««««.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL«««««««««««««««««««««««««.««.««16 Lampiran /Foto Kegiatan«««««««««««««««««««... Sistematika Pembelajaran «««««««««««««««««««.«. Rumusan Masalah ««««««««««««««««««««««. i PENGESAHAN PEMBIMBING«««««««««««««««««.«««..... Penanganan Limbah «««««««««««««««««.Struktur Organisasi ««««««««««««««««««««««..15 B .««« 6 C .

pemasaran . Tujuan dan Kegunaan Penelitian Siswa SMA PANCA MARGA I Lamongan khusus kelas IX yang bertujuan untuk mendapatkan pengalaman pengetahuan tentang suatu keadaan secara terperinci maka tujuan dari kegiatan kunjungan industri adalah : 1. Bagaimana tahapan proses pembuatan gula ? 3 .jombang . Dalam proses pembuatannya . Bagaimana kreteria pemilihan bahan baku ? 2 .BAB I PENDAHULUAN A . BAgaimana penanganan limbah di pabrik gula ³Gempol Krep´ ? C . yaitu mojokerto . Untuk mengetahui situasi secara nyata dalam dunia usaha bisnis . B . Rumusan Masalah Dalam penulisan laporan ini memiliki suatu rumusan masalah untuk membahas suatu kegiatan .. Bahan baku ini diambil dari perkebunan sendiri dan perkebunan rakyat yang tersebar di 4 Kabupaten . Tebu yang dipilih adalah tebu yang berkualitas baik agar mendapatkan hasil yang baik . Gula ini tidak mengandung bahan yang membahayakan . mulai dari proses pemilihan bahan baku . kota mojokerto . dan pengolahan situasi . tidak mengandung bahan pengawet . pabrik gula menjamin kualitas produksi sebab menggunakan mesin ± mesin canggih dan pra pekerja yang handal dibidangnya .Salah satunya adalah Industri ³Pabrik Gula Krep ³ yang memproduksi gula dari bahan baku tebu . proses produksi . dan tahan lama . Latar Belakang Masalah Industri di Indonesia merupakan salah satu factor majunya suatu Negara . sebab untuk menentukan koposisi setiap unit produk dilakukan melalui proses sterilisasi di sebuh laboratorium . dan Lamongan . . Berikut ini adlah rumusan masalah yangperlu dikaji : 1 . smpai pengolahan limbah dijamin bersih 100% sehingga dapat dimanfaatkan dengan aman oleh masyarakat . Meskipun pabrik gula menggunakan zat adiktif dalam proses produksinya tetapi zat adiktif tersebut tidak membahayakan /aman untuk digunakan .

D. Sebagai bahan pertimbangan antara teori yang didapat dikelasdengan kenyataan ditenggah masyarakat. 4. Sebagai penerapan prinsip ± prinsip dari pelajaran ± pelajaran yang telah diterima selama disekolah yang menyangkut masalah perekonomian. maka diadakan kegiatan kunjungan industri. Membantu siswa agar dapat mengembangkan daya fakir yang kreatif. Membantu siswaagar dapat mengetahui secara langsung seluk beluk berdirinya perusahaan itu. Sedangkan dasar kegiatan kunjungan industri sebagai perlengkapan program kurikulum sekolah kejuruan terutama dalam bidang studi yang berhubungan dengan perusahaan dan sekolah. Untuk menambah wawasan / pengetahuan yang dapat dijadikan pengalaman serta bekal di masa yang akan dating . Melatih siswa berfikir dalam memecahkan masalah dan kegiatan yang dicintainya dengan menggunakan metode ± metode ilmiah. 5. 7. Sistematika Pembahasan Dalam sistematika pembahasan lapangan karya usaha ini sebagai pengembangan kurikulum kejuruan dalam rangka untuk membantu usaha sekolah kearah keberhasilan proses belajar mengajar. 6. Dan juga dapat menambah daya tangkap dan berkembangnya penalaran seorang siswamengenai suatu perusahaan. 3. Dengan diadakan kegiatan kunjungan industri supaya siswa mendapat banyak pengetahuan tentang perusahaan bukan dari buku saja baik mengenai prosespembuatan produksi maupun hasil produksi. .2.

Gedek Kab . Kecamatan Mantup .000 hektar di 4 wilayah Kbupaten . Beda gula petani dengan gula pabrik. Struktur Organisasi . pabrik gula ³Gempolkrep´ dan petani memiliki system bagi hasil. sebanyak 1. Dalam satu tahun pabrik gula ³Gempolkrep´hanya memproduksi tebu menjadi gula selama 6 bulan sekali . yaitu : .Gula petani tidak dikenakan pajak PPN . Mojokerto .Gula pabrik dikenakan pajak 30% PPN Tenaga kerja . dan Kecamatan Tikung .400 orang pekerja . Sebanyak 2. yaitu pada bulan Mei ± Oktober . PTP Nusantara adalah induk dari pabrik gula yang ada di jawa timur . yaitu Kecamatan Kembang bahu .Tenaga Kerja Tetap. Pabrik gula ³ Gempolkrep ³ ini memiliki lahan perkebunan tebu sekitar 13.Sejarah Pabrik Gula ³Gempolkrep´ Pabrik gula Gempolkrep didirikan pada tahun 2002 bulan maret tepatnya di desa Gembolkrep Kec . Nama pabrik itu pertama kali adalah PTP Nusantara 1 -12 . yaitu : Mojokerto Kota Mojokerto Jombang Lamongan y y y y Di wilayah Lamongan sendiri tersebar 3 kecamatan .BAB II RUANG LINGKUP A.Dt sorsing bagian latihan lahan B.000 hektar tanah perkebunan .

yaitu : . yakni : Tebu yang tua Menulis Mempunyai kaddar gula yang tinggi. Deskripsi Tahapan Proses Pembuatan Gula 1 . II dan Heavy Duty Hammer Stireder ( Hohs ) . Tapi masih dalam pengawasan pabrik dalam hal: yCara penanganan yCara pengolahan yCara memanen Pabrik gula ³gempolkrep´Memiliki teknik dan kriteria pemilihan bahan baku yang baik .yaitu maksimal 9dan minimal 7 y y y B . Proses produksi Dari kunjungan industri yang kami lakukan di PG .BAB III DATA DAN PEMBAHASAN A. Kriteria Pemilihan Bahan Baku Sebelum melakukan proses produksi dilakukan proses pemilihan bahan baku terlebih dahulu.Cane cutter I . Bahan baku terlebih dahulu . Tahapan perintah Nira Peralatan proses yang digunakan adalah .5 Unit gilingan: .bahan baku yang diperoleh dariperkebunan tebu sendiri yang dikelola oleh perusahaan sendiri yang dijadikan sebagai tolak ukur atau cntoh kepada masyarakat dan perkebunan tebu rakyat yang dikelola oleh masyarakat yang diberi petunjuk dari pabrik gula .Alat kerja pendahaluan . Gempolkrep kami memperolaeh data sebagai berikut : a . Tebu rakyat tersebut digunakan untuk bahan persediaan apabila batuan baku tebu di pabrik gula ³gempolkrep´ telah habis . Adapun cara pemilihan bahan baku yang baik adalah tebu yang layak dijadikan bahan produksi .

4 . 2 . belerang . . . Tahap penguapan .Proses pengkristalisasi adlah proses penguapan air yang dimulai tepat sebelum kondisi dimana Kristal mulai terbentuk .Sasaran yang diharapkan adalah nira kental dengan % bNX 65 ± 70 .Tenaga Penggerak : Alat kerja pendahuluan ( Cane Cutter I . 6 . Tahapan Pemurnian Nira .Terdapat 6 buah evaporator yang bekerja secara Quadruple Effec .9 . . .Pemanas yang digunakan adalah uap bekas turbine dimana panas latennya masih cukup tinggi . . 2 . . . asam posfat & floucon . Tahap Pengkristalan .Reaksi yang diharapkaan dalam proses pemurnian nira adalah 3 Ca 2+ + 2 PO 4 -3 Ca 2 + + SO 3 2 Ca 3 ( PO 4 ) 2 Ca SO 3 . .Hasil akhir dari proses pemurnian adalah nira jernih dan nira kotor akan ditapis di unit RUF dan menghasilkan nira tapis & blotong . chemis . II dan HDHS ) dan 5 unit gilingan digerakkan oleh Turbine Uap .Proses pemurnian adalah proses pemisahan kotoran bukan gula ( organic & anorganik ) yang terdapat dalam nira dengan proses fisis . digunakan sebagai air pengisi ketel untuk pembuatan steam di stasiun ketel sedangkan yang mengandung gula digunakan untuk proses .Proses penguapan adalah proses untuk menguapkan 80 % air yang terkandung dalam nira jernih . .Sasaran PH defekasi adalah 8 .Bahan pembantu proses yang digunakan adalah kapur . 3 . & fisis cemis .Kondensat yang bebas gula . 0 .Sasaran PH sulfitasi adalah 7 .

.Tahap Pemisahan Kristal . penyaringan dan pengemasan. Tahap pemisahan Kristal / Penyelesaian a .Proses pemisahan Kristal dilakukan dengan menggunakan alat pemutaran yang bekerja berdasarkan daya centrifugal .Puteran High Gred Fugal bekerja secara discontinyu dan digunakan untuk memutar masakan dengan kemurnian tinggi yaitu masakan A .Proses pemisahan Kristal bertujuan untuk memisahkan kristal dari stroopnya . . .Pengeringan menggunakan udara kering yang bersuhu 80-900C. ..Puteran low Gred Fugal bekerja secara kontintu dan digunakan untuk memutar masakan dengan kemurnian rendah yaitu masakan C & D. b.Pendinginan menggunakan Udara kering yang bersuhu 30-350C. pendinginan.Penyaringan gula produk menggunakan saringan berukuran 8 mesh dan 23 mesh. . .Pengemasan gula menggunakan karung plastic dan innerbag dengan berat netto 50 Kg. 2 buah Vacuum Pan D .PG Gempolkrep memiliki 5 buah Vacuum Pan A .Proses penyelesaian terdiri dari pengeringan gula produk. . . . 5 .Peralatan yang digunakan untuk proses kristalisasi adalah Vacuum Pan dengan kondisi Vacuum 64 CmHg . Tahap penyelesaian . .Pengeringan & pendinginan dilakukan dalam suatu alat yang dinamakan µSugar Drier & Cooker¶. .Bahan dasar adalah nira kental dengan brix 65 -70% . .Skema masuk adalah A ± C ±D .1 buah VacuumPan C .Jenis puteran yang digunakan adalah High Grade Fugal dan Low Grade Fugal . .

Gempolkrep kami memperoleh data sebagai berikut : 9 BAGAN OUTPUT LIMBAH DALAM PROSES PRODUKSI GULA 10 1. Blotong yang dihasilkan dari pelapisan di unit RVS ditanpung pada Dump Truck kemudian ditimbang dan selanjutnya dibuang ke TPA emplasemen PG. dialirkan ke unit IPAL setelah disaring terlebih dahulu. Ada 2 macam Abu ketel yang dihasilkan : a. Blotong digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic bio kompos ( kerjasama dengan pihak III / PT. Penanganan Limbah Dari kunjungan industri yang kami lakukan di PG. berasal dari partikel padat yang terikat keluar melalui cerobong ketel dan tertangkap melalui semprotan nozzle pada Dust collector. disiram dahulu dengan air sampai dingin. Untuk monitoring terhadaplimbah udara. Pengasukan. Air pendingin abu ketel. Limbah padat a) Blotong Merupakan padatan sisa dari proses pemurnian nira. Sejak tahun 2003. Agro Bio Teknis Sentosa ). Abu ketel dari pembakaran dalam dapur ketel. setiap Truck mengangkut 6-8 ton blotong. c) Ampas Tebu .C. b. maka dilaksanakan analisa emisi dan Ambient oleh Hiperkes & BTKL Surabaya. Abu Ketel dari Dust collector. dimana sebelum dikeluarkan ke penampungan . b) Abu Ketel Merupakan padatan sisa dari Pembakaran bahan baku ( ampas tebu. Gempolkrep didesa bandung . moulding & residu ). pembuangan / pengangkutan abu ketel Keluar Emplasemen Pg Dilaksanakan oleh pihak III denagn surat perjanjian.

V-Notch. b) Polutan In House keeping In House kepping dilakukan agar pengolahan limbah cair dapat lebih efektif dengan debit & konsentrasi serendah munkin. inola ( bakteri ) IPAL ( Saat dalam masa giling ) Proses pengolahan limbah cair menggunakan prinsip aerated lagon ( Fully Aerobik ). dijual kepihak III. unit susu kapur. 11 2. Sebelum dibuang ke sungai. pendingin tobong belerang. Dipisahkan antara saluran air berpolutan dan non polutan. Kelebihannya dijual sebagai bahan baku kertas. Loko dan kelebihannya diproses ball untuk disimpan sebagai cadangan bahan baker. ditampung dalam drum. kompresor. kolom IPAL. 12 Iprimary Treament . Limbah cair non polutan ini di re-use sebagai injecsi untuk condenser evaporator. pada limbah cair ini diberi susu Kpur untuk menetralkan pHnya.Sebagian besar digunakan sebagai bahan baker di St. dll. Revisi pompa-pompa yang bocor dimana dapat mencemari air yang akan ke saluran IPAL. Limbah Cair a) Non Polutan Berasaal dari air jatuhan kondensor. Penyempurnaan stearn injektur pemberhentian peralatan minyak. Ketel. Penanganan limbah cair ini dengan cara menurunkan temperature melalui proses pendinginan pada unit spray pond yang dilengkapi bio tray dan cooling tower. Air yang tercemar diberi larutan susu kapur. Penggadaan bahan pembantu seperti kapur. dan pendingin mesin lainnya dengan suhu Kurang lebih 45-500C. Revisi & service peralatan limbah seperti aerator. RVF & Sebagian kecil dibuang kali ngares. Minyak yang tercampur dengan air pendingin metal gilingan dipisahkan pada drum penangkap minyak. IPAL ( saat luar masa giling ) Dilakukan pembersihan saluran influent. Vacuum pan. kolom pemisah minyak.

Analisa yang dilakukan adalah analisa emisi dan ambient oleh hiperkes / BTKL Surabaya. Limbah B-3 Berasal dari sisa analisa polarimetris separti timah hitam (Pb) yang terdapat endapan dikertas saring. 3. Secondary Treatment Merupakan tahapperlakuan bioogis secara aerobic dengan menghembuskan udara bertekanan dari kompresor. & cyclone. wet scruber. . Limbah Udara dan Gas Terdapat 2 macam gas. Air yang sudah ditreatment masuk kekolam pengendap akhir kemudian dengan pompa eflvent dibuang kekali Ngares. Kertas saring bekas analisa dikumpulkan & dimasukan kedalam drum dan ditempatkan pada tempat permanen untuk selanjutnya akan dikirimke jawa barat (Gunung Putri Bogor). COD serta debid air masuk dan keluar. cerobong ketel. pH. Pengamatan yang dilakukan analisa suhu. Filtrate sisa analisa polarimetris di elektrolisakan dan Pb yang tertangkap dikumpulkan pada bak kedap air dan selanjutnya dikemas dalam plastik kemudian bersamaan kertas saring dikirim kejawa barat. air dipisahkan dahulu dari kotoran kasar. Pada keadaan ini dilakukan aerasi menggunakan surface aerator. yakni : a) Gas buang dari cerobong ketel Peralatan yang digunakan adalah Dust collector.Sebelum masuk ke unit IPAL. b) Gas SO2 Peralatan yang digunakan adalah sulfilator. Analisa yang dilakukan adalah analisa gas SO2 13 4. minyak dan endapannya melalui bak pengendap awal / bak pengendap minyak kemudian kekolom stabilisasi dan dihembusi udara dengan Surface Aerator. Setiap bulan dilakukan analisa limbah cair oleh dinas perindustrian dan dilaporkan ke Bapedalda Tk.I/II. BOD. Kemudian air dipompa ke kolom IPAL.

dan limbah udara. . Ago Bio Teknis Sentosa). kelebihannya dijual sebagai bahan baku kertas.Oli bekas dikumpulkan dan dimasukan kedalam drum dan ditempatkan pada tempat permanen untuk selanjutnya akan diambil oleh pihak III yang mempunyai ijin dari kementrian lingkungan Hidup. limbah cair. Ketel. Tetapi diluar sekolahpun mereka dapat belajar dan mengembangkannya. 15 B. tahap penguapan. ekonomi dan social budaya. dan dan tahap pemisahan Kristal / penyelesaian. sebagai batuan baku pembuatan pupuk organic Bio kompos (Kerja sama denagn pihak III / PT. 2) Dalam kegiatan semacam ini. 4) Dengan adanya kegiatan ini siswa-siswi dapat mengetahui berbagai wawasan yang tidak hanya terdapat didalam sekolah. Loko dan kelebihannya diproses ball untuk disimpan sebagai cadangan bahan bakar. limbah B-3. Kesimpulan Dari analisa yang didapatkan dari hasil observasi didalam perusahaan Pabrik Gula µGempolkrep¶ dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1) Tahap proses pembuatan gula dipabrik gula µGempolkrep¶ adalah tahan pemerahan nira. 3) Penanganan limbah pabrik gula digunakan sebagai bahan baker di St. sehingga para siswa bisa menjadi kreatif dan siswa bisa mengembangkannya untuk bekal dimasa depan. tahap pemurnian nira. Accu bekas ditempatkan pada tempat permanen untuk selanjutnya akan diambil oleh pihak III yang mempunyai ijindari kementrian Lingkungan Hidup. Saran 1) Untuk kegiatan semacam ini. 3) Kegiatan ini sebaiknya diimbangi dengan pelatihan para siswa untuk mengetahui proses produksi. hendaknya terus dilakukan khususnya untuk pelajar-pelajar SLTA / SMA sehingga dapat memakai pola piker anak dalam mengkaji serta menerapkan ilmu yang didapat disekolah guna memadai perkembangan nilai-nilai sejarah. 2) Limbah dipabrik gula µGempolkrep¶ berupa limbah padat. 14 BAB IV PENUTUP A. maka siswa-siswi lebih memahami tentang perusahan tersebut. tahap pengkristalan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful