Contoh Gugatan PTUN

REFERENSI TENTANG GUGATAN BESERTA DASAR DAN ALASAN MENGAPA KTUN TERSEBUT MERUPAKAN OBYEK SENGKETA Gugatan, Penggugat, dan Tergugat Prosedur Peradilan Tata Usaha Negara dimulai dengan gugatan yang di ajukan penggugat, biasanya adalah orang yang dirugikan oleh suatu keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Gugatan dilakukan secara tertulis dan mereka yang tidak dapat menulis diberi bantuan agar gugatannya dapat dituangkan dalam bentuk tertulis. Gugatan adalah permohonan yang berisi tuntutan terhadapBadan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang harus ditujukan kepada Peradilan Tata Usaha Negara, sesuai dengan wilayah dan Atributnya, penggugat menuntut agar Keputusan Tata Usaha Negara yang merugikan penggugat dinyatakan batal atau ditiadakan. Gugatan itu dapat disertai dengan tuntutan ganti rugi atau rehabilitasi jika mengenai sengketa kepegawaian (pasal 53 ayat 1). Gugatan harus dimasukkan dalam jangka waktu tertentu (90 hari) terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan Tata Usaha Negara (ps. 56 UU 5 Th. 1986). Gugatan harus dilakukan dalam Bahasa Indonesia dan disertai alasan-alasan yang dapat dikemukakan sebagai alasan gugatan adalah bahwa : KTUN yang digugat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Badan atau Pejabat TUN telah menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain daripada yang dimaksudkannya. Badan atau Pejabat TUN pada waktu mengeluarkan KTUN setelah mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut tidak sampai pada suatu keputusan atau tidak seharusnya sampai pada keputusan tersebut (Ps. 53 ayat 2). Pada gugatan sedapat mungkin dilampirkan salinan dari Keputusan Tata Usaha Negara yang ditentang. Gugatan harus memuat : Nama, kewarganegaraan, tempat tinggal dan pekerjaan penggugat atau kuasanya. Nama jabatan, dan tempat kedudukan tergugat. Dasar gugatan dan hal yang diminta untuk diputuskan oleh pengadilan (pasal 56). Gugatan hanya dapat diajukan oleh orang atau badan yang berbentuk badan hukum, yang secara langsung terkena oleh Keputusan Tata Usaha Negara dan menderita kerugian. Gugatan harus ditujukan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara di tempat/wilayah tergugat berkedudukan atau bertempat tinggal. Dalam hal ini tergugat adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Gugatan dapat diajukan dan ditanda tangani oleh orang atau badan hukum lain, dan untuk itu perlu dilampirkan surat kuasa yang sah (Ps. 56 ayat 2). Para penggugat dalam sidang dapat diwakili atau didampingi oleh seorang atau beberapa orang kuasa (Ps. 57). Untuk mengajukan gugatan, penggugat harus membayar uang muka biaya perkara yang jumlahnya diperkirakan oleh Panitera Pengadilan (Ps. 59) akan tetapi apabila penggugat tidak mampu maka dapat berperkara dengan cuma-cuma (Ps. 60 ayat 1). Permohonan untuk itu harus diajukan bersama gugatan dan disertai keterangan tidak mampu dari lurah atau kepala desa tempat tinggalnya (Ps. 60 ayat 2) dalam mana dinyatakan bahwa pemohon betul-betul tidak mampu membayar biaya perkara. Permohonan ini harus diperiksa dan ditetapkan lebih dahulu sebelum pokok sengketa

Adapun hal-hal yang menjadi dasar-dasar dan alasan-alasan diajukannya gugatan ini adalah sebagai berikut: PENDAHULUAN Sebelum sampai pada alasan-alasan yang faktual diajukannya gugatan ini. Bahwa selanjutnya diketahui TERGUGAT sebagai penyelenggara Negara Republik Indonesia adalah pengemban amanat Pembukaan UUD 1945 tersebut di atas untuk melindungi. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang berbunyi: ³Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia. bertindak untuk dan atas nama: Nama : Agung TTL : Ujung Pandang. berdasarkan surat kuasa khusus. 28 Oktober 1986 Pekerjaan : PNS UNHAS Alamat : Jl. yaitu sebagai berikut: Bahwa PENGGUGAT adalah warga negara Republik Indonesia. yang harus dilindungi. S. PENGGUGAT juga dijamin perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusianya seperti tercantum dalam pasal 2 UU No. jaminan.´ 3. kesejahteraan. Bahwa sebagai warga negara Republik Indonesia. PENGGUGAT memiliki hak yang sama di depan hukum untuk mendapatkan keadilan dan penjaminan kepentingan sebagai warga negara seperti tercantum dalam pasal 28 D ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 : ³setiap orang berhak atas pengakuan.. 2. 34 Makassar Dan untuk selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT Dalam hal ini telah memberikan kuasa dan memilih domisili dan kedudukan hukum di alamat kantor kuasanya yaitu: Sakti Abriansyah. kebahagiaan.Advokat Publik dari Lembaga Bantuan Hukum Makassar. perlindungan. dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Yang bertandatangan di bawah ini. dihormati. memajukan. selanjutnya disebiut sebagai TERGUGAT. Rektor Universitas Hasanuddin Provinsi Sulawesi Selatan beralamat di Jl. . dan kecerdasan serta keadilan. Perintis Kemerdekaan VIII No.´ 4. Dengan ini mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap: Negara Republik Indonesia cq.diperiksa oleh pengadilan (Ps. Perintis Kemerdekaan Makassar. Contoh surat gugatan HAL : GUGATAN PEMBERHENTIAN SECARA TIDAK HORMAT Kepada Yang Terhormat.H. Perintis Kemerdekaan IV No. dan menjamin pemenuhan hak asasi setiap warga negara Republik Indonesia. 61). Bapak Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar Di Tempat. bertempat tinggal di Jl. Bahwa sebagai warga negara Republik Indonesia. 17 Makassar. menegakkan. berhak atas pemenuhan Hak Asasi Manusia yang dijamin dalam Konstitusi Negara Republik Indonesia tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun. termasuk PARA PENGGUGAT. terlebih dahulu PENGGUGAT hendak mengajukan dasar kedudukan dan kepentingan PENGGUGAT untuk mengajukan gugatan. Dengan hormat.

Bahwa TERGUGAT telah melakukan perbuatan melawan hukum atas posisi dan kedudukannya sebagai pihak yang paling dirugikan atas KTUN yang dikeluarkan TERGUGAT yakni Penecatan secara tidak hormat tanpa disertai alasan yang jelas. pemajuan. Bahwa atas dasar tersebut di atas.´ Selanjutnya pasal 27 ayat (1) UU No.´ Hal ini yang menjadi dasar bagi adanya hubungan hukum antara PENGGUGAT dan TERGUGAT sebagai penyelenggara Negara Republik Indonesia yang disebut oleh Jean Jacques Rousseau sebagai Kontrak Sosial yang menetapkan kewajiban TERGUGAT sebagai penyelenggara Negara Republik Indonesia terhadap PENGGUGAT sebagai warga negara Republik Indonesia. 35 tahun 1999 tentang Perubahan atas UU No. dengan ini mengajukan gugatan warga negara terhadap penyelenggara negara dalam kasus atas terjadinya pelanggaran hak asasi manusia tersebut. III.´ Bahwa berdasarkan argumentasi dan ketentuan hukum di atas. Bahwa pasal 14 ayat (1) UU No. Bahwa TERGUGAT telah melanggar ketentuan perundang-undangan sebagaimana berikut ini : Pasal 53 ayat 2 UU No. Bahwa PENGGUGAT telah bekerja selama 5 tahun sebagai PNS UNHAS tanpa cacat nama dan telah bekerja sebagai PNS UNHAS sesuai perosedur yang berlaku. 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman menentukan ³Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan wajib menggali. maka jelaslah bahwa PENGGUGAT mempunyai kedudukan dan kepentingan hukum sebagai pihak yang dirugikan atas Pemberhentian secara tidak hormat tanpa disertai alasan yang jelas yang dilakukan oleh Rektor UNHAS Makassar. penegakan. melainkan wajib untuk memeriksa dan mengadilinya. 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman ³Pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa dan mengadili sesuatu perkara yang diajukan dengan dalih bahwa tidak atau kurang jelas. terutama pemerintah. 2. ³Perlindungan. FAKTA HUKUM 1. 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Badan atau Pejabat TUN pada waktu mengeluarkan KTUN setelah mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut tidak sampai pada suatu keputusan atau tidak seharusnya sampai pada keputusan tersebut´ . dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. maka PENGGUGAT sebagai warga negara Republik Indonesia. mengikuti dan memahami nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat.Hal ini adalah sesuai dengan : Pasal 28 I ayat (4) Perubahan Kedua UUD 1945. Bahwa TERGUGAT telah melakukan pemecatan secara tidak hormat kepada PENGGUGAT tanpa disertai alasan yang jelas dan dinilai melakukan perbuatab sewenangwenang. 35 tahun 1999 tentang Perubahan atas UU No. mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum atas terjadinya pelanggaran hak asasi manusia yakni pemberhentian secara tidak hormat terhadap PENGGUGAT tanpa disertai alasan yang jelas. KTUN yang digugat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. SIFAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM DARI PARA TERGUGAT Bahwa menurut PENGGUGAT. KTUN tersebut dikeluarkan oleh TERGUGAT atas dasar perbuatan sewenng-wenang sehingga merugikan pihak PENGGUGAT. Badan atau Pejabat TUN telah menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain daripada yang dimaksudkannya.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas.´ Bahwa Bahwa gugatan ini didasarkan atas alat-alat bukti sebagaimana dimaksud pasal 180 (1) HIR sehingga putusan dalam perkara ini dapat dinyatakan bisa dijalankan lebih dulu (serta merta) meskipun ada upaya hukum banding. Bahwa akibat perbuatan melawan hukum TERGUGAT. rasa malu akibat perendahan martabat kemanusiaan PENGGUGAT yang terlanggar. Karena itu sudah sepatutnya pula Pengadilan TUN Makassar yang memeriksa dan mengadili perkara ini serta memutuskan berdasarkan keadilan. Karena itu dengan mendasarkan pada ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata dimana intinya menetapkan kewajiban hukum bagi pembuat kerugian untuk mengganti seluruh kerugian materiil yang ditimbulkan karena perbuatannya. kasasi atau peninjauan kembali. baik yang dilakukan dengan sengaja ataupun karena kelalaiannya.KERUGIAN YANG DIALAMI PARA PENGGUGAT AKIBAT PERBUATAN PARA TERGUGAT Bahwa akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh TERGUGAT sebagaimana dikemukakan diatas. Memerintahkan TERGUGAT meminta maaf kepada PENGGUGAT untuk merehabilitasi nama baik PENGGUGAT Menghukum TERGUGAT untuk : Segera membatalkan atau meniadakan KTUN tersebut. Bahwa berdasarkan seluruh dalil yang dikemukan oleh PENGGUGAT. PENGGUGAT kehilangan pekerjaan sehingga kebutuhan kehidupan sehari-hari dan keluarga tidak mencukupi. . Bahwa dengan demikian perbuatan TERGUGAT telah melanggar pasal 1365 KUH Perdata yang isinya. Bahwa selain itu menurut hemat PENGGUGAT sudah sepatutnya pula menurut hukum Peradilan Tata Usaha Negara Makassar memutuskan bagi TERGUGAT untuk membayar segala biaya perkara yang timbul dari perkara ini. Bahwa dampak pemecatan secara tidak hormat. Menyatakan TERGUGAT bersalah telah mengakibatkan kerugian materiil dan immaterial warga negara yang menjadi korban pemecatan secara tidak hormat yang dilakukan Rektor UNHAS Makassar. yang membawa kerugian kepada pihak lain. secara materiil PENGGUGAT juga sudah dan akan terus mengalami kerugian. Segera melakukan investigasi dan inventarisasi atas kerugian materiil dan immaterial yang dialami oleh PENGGUGAT akibat dilakukannya Pemectn secara tidak hormat yang sewenang-wenang. telah menimbulkan berbagai bentuk kerugian bagi PENGGUGAT yang dapat diperhitungkan secara immateriil (moril) maupun materiil. ³Tiap perbuatan melanggar hukum. mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian tersebut. to protect. jelas dalil-dalil di dalam gugatan ini sudah didasarkan pada hukum yang berlaku dengan dilengkapi bukti-bukti yang cukup serta tidak terbantahkan. maka PENGGUGAT memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut: Primair Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya . melindungi dan memenuhi (To respect. mengganti kerugian tersebut. Menghukum PARA TERGUGAT untuk membayar segala biaya perkara yang timbul dari perkara ini secara tanggung renteng. and to fullfil) hak-hak azasi manusia dan hak-hak warga negaranya yang menjadi korban pemecatan secara tidak hormat secara sewenang-wenang. Bahwa kerugian immateriil PENGGUGAT berasal dari penderitaan PENGGUGAT dan anak PENGGUGAT yang mengalami trauma. Menyatakan TERGUGAT bersalah telah lalai dalam menjalankan kewajibannya untuk menghormati.

S.Menyatakan bahwa putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu. Lampiran : surat kuasa Khusus PENGGUGAT salinan Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan Rektor UNHAS Makassar. banding. Oktober 2008 Hormat kami. Makassar. kasasi. perlawanan dan/atau peninjauan kembali (uitvoerbaar bij Voorraad).H. Kuasa HUKUM PENGGUGAT SAKTI ABRIANSYAH. Subsidair Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono). . 5 Tahun 1986 Pasal 53 ayat 2 bahwa KTUN tersebut dilakukan berdasrkan perbuatan yang sewenangwenang. dasar dan alas an mengapa KTUN dimaksud yang menjadi obyek sengketa TUN yakni Pemecatan secara tidak hormat yang melanggar UU No. foto kopi KTP PENGGUGAT PEMBAHASAN Dalam kasus di atas. meskipun ada upaya verzet. Pada kasus di atas yang menjadi pihak Tergugat adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara dalam hal ini adalah Rektor UNHAS Makassar yang telah melakukan Pemecatan secara tidak hormat kepada Agung PNS UNHAS yang tanpa disertai alas an yang jelas dan bersifat sewenang-wenang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful