PENGARUH PERMAINAN TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA SD

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada umumnya orang berpendapat bahwa masa anak-anak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan, saat dimana individu relatif tidak berdaya dan tergantung pada orang lain. Pada saat ini secara luas diketahui bahwa masa anak-anak dibagi dalam dua periode yang berbeda yaitu awal dan akhir masa anak-anak. Periode awal berlangsung dari umur dua sampai enam tahun dan periode akhir dari enam sampai tiba saatnya anak matang secara seksual. Dengan demikian, awal masa anak-anak dimulai sebagai penutup masa bayi, usia dimana ketergantungan secara praktis sudah dilewati, diganti dengan timbulnya kemandirian dan berakhir di sekitar usia masuk sekolah dasar. Sedangkan, masa akhir anak-anak ditandai oleh kondisi yang sangat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial anak.

Anak dan permainan merupakan dua pengertian yang hampir tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Berpikir mengenai anak selalu menimbulkan asosiasi mengenai bermain. Dunia anak memang dunia bermain. Namun, sekarang di Indonesia pada umumnya orang tua menganggap permainan bagi anak sebagai pembuangan waktu dan merasa bahwa waktu untuk bermain lebih baik digunakan untuk mempelajari sesuatu yang berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan dewasa. Sebaliknya, Bruner dalam Hurlock (1999) menyatakan bahwa bermain dalam masa anak-anak adalah ³kegiatan yang serius´ yang merupakan kegiatan pokok dalam masa anak-anak. Ia menjelaskan:

Kita sekarang mengerti bahwa bermain merupakan aktivitas yang serius, bahkan merupakan kegiatan pokok dalam masa anak-anak. Ini merupakan sarana untuk improvisasi dan kombinasi, sarana pertama dari sistem peraturan melalui kendalikendali budaya menggantikan sifat anak yang dikuasai oleh dorongan-dorongan kekanak-kanakan. Permainan merupakan gejala yang umum di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan anakanak. Permainan merupakan kesibukan yang dipilih sendiri tanpa ada unsur paksaan, tanpa didesak oleh rasa tanggung jawab. Permainan tidak mempunyai tujuan tertentu. Tujuan permainan terletak dalam permainan itu sendiri dan dapat dicapai pada waktu bermain. Bermain tidak sama dengan bekerja. Bekerja mempunyai tujuan yang lebih lanjut; tujuannya tercapai setelah pekerjaan itu selesai. Anak-anak suka bermain karena di diri mereka terdapat dorongan batin dan dorongan mengembangkan diri.

Bagi anak-anak yang normal, permainan itu merupakan perjalanan sejarah. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya buku harian yang disusun oleh orang tua mengenai perkembangan anaknya sendiri. Di dalam catatan itu dikemukakan, mula-mula anak dengan badannya sendiri, seperti dengan tangan dan kakinya sendiri. Kemudian anak-anak bermain-main dengan alat permainannya. Setelah mencapai umur tiga atau empat tahun, ia membutuhkan kawan untuk bersama-sama. Walaupun pada mulanya mereka bermain-main secara sendiri-diri dengan alat permainannya masing-masing, setelah itu mereka akan bermain bersama-sama dengan kedudukan yang sederajat. Dalam perkembangan selanjutnya, mereka bermain di bawah pimpinan salah seorang diantara mereka sendiri, namun pada pelaksanaan kegiatan bermain itu, tampaknya mereka tidak mengalami kesulitan karena mereka telah mampu menaati pemimpinnya. Hal ini memberikan pengaruh pada perkembangan anak untuk bersikap penuh tanggung jawab. Bila masih ada anggapan orang tua yang mengatakan ³permainan tidak ada gunanya´, lebih baik anak-anak dilatih untuk melakukan pekerjaan yang berfaedah, maka perlu

diberi pemahaman lebih mengenai faedah permainan. Pendapat tersebut mungkin kurang begitu tepat dan bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.

Melalui kegiatan bermain daya pikir anak terangsang untuk merangsang perkembangan emosi, perkembangan sosial dan perkembangan fisik. Setiap anak memiliki peran dalam bermain yang berlainan disesuaikan dengan perkembangan anak. Semakin besar fantasi yang bisa dikembangkan oleh anak dari sebuah mainan, akan lebih lama mainan itu menarik baginya. Bermain menurut ahli psikologi dianggap sangat penting untuk perkembangan fisik dan psikologis sehingga semua anak diberi waktu dan kesempatan untuk bermain dan juga didorong untuk bermain, tanpa memperdulikan status sosial ekonomi keluarga mereka. Dalam membahas akibat sosialisasi dari bermain Lever dalam Hurlock (1999) mengemukakan ³Selama bermain anak mengembangkan berbagai keterampilan sosial sehingga memungkinkannya untuk menikmati keanggotaan kelompok dalam masyarakat anak-anak´.

Namun kemudian, timbul pertanyaan di benak kita masing-masing sejauh mana permainan memberikan pengaruh pekembangan sosial yang positif bagi anak-anak, karena fakta yang terjadi di era sekarang banyak anak justru bertingkah laku negatif akibat permainan yang biasa mereka lakukan. Hal inilah yang mendasari dibuatnya karya tulis ilmiah ini.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka timbul beberapa rumusan masalah yaitu:

1. Bagaimanakah konsep-konsep dasar dari permainan? 2. Bagaimanakah upaya mengembangkan sikap sosial anak yang positif melalui permainan?

Konsep Dasar Permainan 1. BAB II PEMBAHASAN A. Jadi permainan bagi anak-anak adalah suatu bentuk aktivitas yang menyenangkan yang dilakukan semata-mata untuk aktivitas itu sendiri. Hal ini adalah karena bagi anak-anak proses melakukan sesuatu lebih menarik daripada hasil yang akan didapatkannya. Karena itu kebanyakan hubungan sosial dengan teman sebaya dalam masa ini terjadi dalam bentuk permainan. Batas seringkali ditentukan oleh ruang (tempat . dan Haditono (1998: 134-136) mengemukakan bahwa permainan selalu terikat tempat dan waktu. Hetherington dan Parke dalam Hurlock (1999) mendefinisikan permainan sebagai ³A nonserious and self-contained activity engaged in for the sheer satisfaction it brings´. anak-anak menghabiskan waktunya lebih banyak di luar rumah bermain dengan teman-temannya dibanding terlibat dengan aktifitas lain. Untuk mengetahui konsep-konsep dari permainan. bukan karena ingin memperoleh sesuatu yang dihasilkan dari aktivitas tersebut. Untuk memperoleh gambaran mengenai upaya mengembangkan sikap sosial anak yang positif melalui permainan. Sebab. Pengertian Permainan adalah salah satu bentuk aktivitas sosial yang dominan pada masa anak-anak. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan yang ingin dicapai dalam karya tulis ilmiah ini sebagai berikut: 1.C. 2. Knoers. Buytendjik dan Huizinga dalam Monks.

Dari pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa anak akan bermain dengan sendirinya. lapangan. Dengan mengubah kenyataan maka batas-batas tadi dapat diperjelas.bermain. Memberikan aksentuasi yang lebih pada perasaan misalnya dijumpai juga pada permainan. Batas permainan anak biasanya tidak jelas. timbullah kesan seakan-akan orangnya sendiri dapat menentukan batas-batas ruang dan waktu. c. yaitu selalu melakukan hal yang sama. Juga waktu menentukan batas permainan (sore hari. stadion). Memperkecil Kenyataan Kebanyakan alat permainan adalah imitasi dan kenyataan. 2. misalnya: a. meskipun dengan variasi-variasi tertentu. Syarat dan Jenis Permainan a. hari minggu). Jadi. Memperbesar Kenyataan Seringkali gerak-gerik dan kata-kata dilebih-lebihkan. Syarat Permainan Anak dan permainan sukar dapat dipisahkan satu sama lain. Ulangan yang siklis Dengan ulangan yang siklis (berputar). agak mengherankan . Misalnya ³sifat kecilnya´ permainan mobil-mobilan memungkinkan anak untuk berbuat seakan-akan menjlankan mobil yang sesungguhnya. b.

baik bagi manusia maupun hewan. Alat-alat permainan yang dijual di toko lebih banyak menjadi bahan tontonan daripada berfungsi sebagai alat permainan. Secara singkat. Biasanya tingkah laku bermain dimulai oleh penyelidikan terhadap sebuah benda atau suatu person. seperti gunting yang runcing ujungnya. Kiranya yang dimaksudkan adalah belajar memperoleh pengalaman. kompor. lebih ideal daripada mobil-mobilan yang dapat bergerak sendiri. yaitu tangga. Anak-anak tidak tertarik oleh bagus dan sempurnanya alat permainan yang diproduksi di pabrik itu. b. Bagi perkembangan dalam tahun-tahun pertama. dan sebagainya. 2) Mengembangkan Daya Fantasi Alat permainan yang sifatnya mudah dibentuk dan diubah-ubah sangat sesuai untuk mengembangkan daya fantasi. menurut Zulkifli (1992: 43) permainan yang baik memiliki beberapa syarat diantaranya: 1) Mudah dibongkar pasang Alat permainan yang mudah dibongkar-pasang. dan jungkit-jungkitan. Hal ini juga berlaku bagi tingkah laku bermain. Biasanya ibulah yang memberikan perlindungan dan stimulasi itu hingga tingkah laku anak dapat bermain. Di samping perlindungan dan stimulasi maka kesempatan untuk eksplorasi merupakan persyaratan yang penting bagi permainan. 3) Tidak Berbahaya Para ahli yang telah meneliti jenis alat-alat permainan sependapat tentang alat permainan yang suka mendatangkan bahaya bagi anak-anak. Selain itu masih ada lagi alat-alat yang tergolong bahaya. pisau yang tajam.bila orang berkata bahwa anak harus belajar bermain. yang memberikan kepada anak kesempatan untuk mencoba dan melatih daya-daya fantasinya. sepeda beroda tiga. Jenis Permainan . dapat diperbaiki sendiri. maka perlindungan dan stimulasi merupakan syarat yang mutlak.

5) Permainan Assosiative. . sehingga tidak terjadi kontak antara satu sama lain dan tidak peduli terhadap apa pun yang sedang terjadi. 2) Permainan Solitary. 3) Permainan Onlooker. Anak melihat dan memperhatikan anak-anak lain bermain. Berdasarkan observasinya terhadap anak-anak usia 2 hingga 5 tahun. 4) Permainan Parallel. tetapi tidak terjadi kontak antara satu dengan yang lain atau tukar menukar alat permainan. Anak memperhatikan dan melihat segala sesuatu yang menarik perhatiannya dan melakukan gerakan-gerakan bebas dalam bentuk tingkah laku yang tidak terkontrol. Anak bermain bersama-sama saling pinjam alat permainan. tidak ada pembagian peranan dan pembagian alat-alat permainan. Anak dalam sebuah kelompok asyik bermain sendiri-sendiri dengan bermacam-macam alat permainan. Adapun penjelasan dari kategori permainan yang dikemukakan oleh Parten adalah sebagai berikut: 1) Permainan Unoccupied. tetapi permainan itu tidak mengarah pada satu tujuan. 5) Permainan Assosiative. tetapi ia tidak ikut terlibat dalam aktivitas permainan tersebut.Parten dalam Monks. 6) Permainan Cooperative. Knoers dan Haditono (1998: 142) meninjau jenis permainan anak-anak dari sudut tingkah laku sosial. Anak-anak bermain dengan alat-alat permainan yang sama. 4) Permainan Parallel. Anak ikut berbicara dengan anak-anak lain itu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. 3) Permainan Onlooker. 2) Permainan Solitary. Parten menemukan 6 kategori permainan anak-anak yaitu: 1) Permainan Unoccupied.

dapat mengenal bahan atau sifat-sifat benda yang mereka mainkan. Faedah Permainan Zulkifli (1992: 41) mengemukakan bahwa beberapa faedah permainan untuk anak-anak adalah sebagai berikut: 1) Sarana untuk membawa anak ke alam masyarakat 2) Mampu mengenal kekuatan sendiri 3) Mendapat kesempatan mengembangkan fantasi kecenderungan pembawaannya 4) Berlatih menempa perasaannya 5) Memperoleh kegembiraan. Kelompok ini dipimpin dan diarahkan oleh satu atau dua orang anak sebagai pimpinan kelompok. dan kepuasan 6) Melatih diri untuk menaati peraturan yang berlaku dan menyalurkan Adapun penjelasan dari faedah permainan untuk anak-anak yang dikemukakan oleh Zulkifli adalah: 1) Sarana untuk membawa anak ke alam masyarakat Dalam suasana permainan mereka saling mengenal. Anak-anak bermain dalam kelompok yang terorganisir. dengan kegiatan-kegiatan konstruktif dan membuat sesuatu yang nyata.6) Permainan Cooperative. dan dengan perahan-lahan tumbuhlah rasa kebersamaan yang menjadi landasan bagi pembentukan perasaan sosial. 2) Mampu mengenal kekuatan sendiri Anak-anak yang sudah terbiasa bermain dapat mengenal kedudukannya di kalangan teman-temannya. . kesenangan. saling menghargai satu dengan lainnya. . di mana setiap anak mempunyai peranan sendiri-sendiri.

melainkan tempat dan kesempaan bermain itu. gunting. 5) Memperoleh kegembiraan. Yang dibutuhkan anak-anak bukannya alat-alat permainan yang lengkap. dan sebagainya. sebaliknya sementara anak yang lain merasa kecewa: hal ini diumpamakan dengan seni yang sedang menikmati hasil-hasil seninya. Ada anak yang dapat menikmati suatu permainan itu. Mengingat pentingnya faedah bermain seperti yang telah dikemukakan di atas. kesenangan. tampaknya mereka akan membuat sesuatu yang berbeda. dan kepuasan Suasana kegembiraan dalam permainan dapat menjauhkan diri dari perasaan-perasaan rendah. . rasa iri hati.3) Mendapat kesempatan mengembangkan fantasi dan menyalurkan kecenderungan pembawaannya Jika anak laki-laki dan anak perempuan diberi bahan-bahan yang sama berupa kertaskertas. 6) Melatih diri untuk menaati peraturan yang berlaku Mereka menaati peraturan yang berlaku dengan penuh kejujuran untuk menjaga agar tingkat permainan tetap tinggi. misalnya perasaan dengki. pendidik hendaknya membimbing dan memimpin jalannya permainan itu agar jangan sampai menghambat perkembangan fantasi. 4) Berlatih menempa perasaannya Dalam keadaan bermain mereka mengalami bermacam-macam perasaan. perca.

Untuk itu. namun tetap memiliki suasana belajar yang kondusif. a. menyetujui bahwa bermain adalah suatu mekanisme penyesuaian yang penting bagi perkembangan/pertumbuhan manusia. Permainan merupakan suatu selingan bagi acara-acara yang secara rutin berlangsung di kelas dari hari ke hari. karena bermain bagi masyarakat yang telah maju. Sebenarnya pandangan itu masuk akal. permainan dapat membantu membuat suasana lingkungan belajar menjadi senang. sebab pada dasarnya bermain itu sangat erat kaitannya dengan perkembangan dari kewajaran dan keindahan gerak manusia. karena sebagai imbalan terhadap rasa jenuh akibat berada terus-menerus dalam ruang lingkup kelas.4. tanggapan yang positif dari siswa terhadap proses belajar dalam bentuk permainan itu merupakan hal yang wajar. Jean Piaget (baca. banyak keterampilan/keterampilan dapat dipraktekkan secara berulang-ulang sehingga bisa dikuasai . menurut hasil pengamatan. memiliki fungsi yang hampir sama. bermain sangat bermanfaat bagi perkembangan kognitif dan kreatif. Piase) berpendapat bahwa bermain adalah manifestasi penyesuaian. segera secara langsung menanggapi dengan positif bila ada ajakan untuk bermain. Permainan sebagai rangkaian kegiatan belajar Permainan dapat menimbulkan kegiatan belajar yang menarik. santai. salah satu dasar proses-proses mental menuju kepada pertumbuhan intelektual. Banyak ahli. Anak didik. Para ahli antropologi berpendapat bahwa bermain bagi masyarakat primitif berguna untuk mengajarkan teknik-teknik untuk menyelamatkan diri dan mempertahankan hidup. Singkatnya. Dengan bermain. Permainan untuk Kepentingan Belajar (Instructional Games) Menurut pandangan para ahli psikologi perkembangan. terutama yang sedang berada dalam masa pertumbuhan. Seorang psikolog. bahagia.

kemampuan berhitung. dan sebagainya. 2) Menambahkan motivasi pada pokok-pokok yang biasanya kurang menarik perhatian siswa. nama-nama tempat. sepanjang dilakukan dengan rasa saling menghormati dan menuju pada pencapaian tujuan pembelajaran. harus dilakukan berdasarkan suatu pemikiran yang matang. misalnya mengenai tata bahasa. misalnya aturan-aturan tata bahasa. tabah. terutama yang termasuk pengenalan. Melalui latihan-latihan dalam melakukan gerakan-gerakan. percaya diri. Untuk kepentingan pembelajaran melalui permainan. juga merupakan suatu pilihan yang baik. para siswa lebih matang dalam suatu hal yang membutuhkan keterampilan. Permainan beregu juga memiliki hal yang sama. Persaingan antara individu melawan individu. rumus-rumus (kimia. hanya perlu ditambahkan adanya kesatuan dan kerja sama dalam kelompok/regu (team) sendiri. latihan-latihan matematika.dengan baik. Jenis-jenis permainan dalam pembelajaran yang mengandung unsur persaingan (kompetisi). fisika). karena dalam hal seperti ini siswa dilatih untuk bekerja sendiri. membedabedakan. dapat merupakan motivasi yang baik. b. Penerapan permainan pembelajaran Kegiatan seperti ini baik/cocok untuk: 1) Mencapai tujuan kognitif secara umum. tidak putus asa dan pantang menyerah. . kegiatan tersebut harus menjurus pada pencapaian kemampuan akademis. dan sebagainya. dimana siswa harus bermain hanya melawan sesuatu yang telah menjadi standar. ejaan. Tentu saja untuk menjadikan permainan itu benar-benar mengandung arti pembelajaran. latihan-latihan pengulangan.

Pengertian Perkembangan sosial adalah perubahan dari keadaan penuh ketergantungan menuju kemandirian dalam suasana kedewasaan sosial yang bertanggung jawab. hubungan yang menimbulkan perasaan sosial yaitu perasaan yang mengikatkan individu dengan sesama manusia. Sebagai contoh. (1999: 250) menjelaskan bahwa ³Perkembangan sosial berarti kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial´. 2. anak-anak biasanya kurang menuntut serta lebih kooperatif dan lebih menerima perilaku . (1992: 45) mengemukakan bahwa: Perkembangan sosial merupakan interkasi di kalangan manusia. Ketergantungan sosial secara relatif berakhir waktu individu mampu mandiri dan berdikari dalam kedewasaannya. Perkembangan Sosial Anak 1. Hurlock. saling memberi dan menerima. Karakteristik Perkembangan Sosial Anak yang Baik Biasanya keinginan untuk diterima secara sosial cukup kuat untuk menjadi pendorong bagi peningkatan perilaku sosial. dan sebagainya.3) Latihan-latihan kelompok kecil yang kurang diawasi dan kurang mendapat pengarahan dari guru. interaksi adalah komunikasi dengan manusia lain. Zulkifli. Kadar ketergantungan berkurang sejalan dengan perkembangan kemampuam berbagai aspek kepribadian. perasaan hidup bermasyarakat seperti saling tolong menolong. rasa setia kawan. Usaha ke arah ini mula-mula dipusatkan pada pembentulan pola perilaku yang tidak baik dan kemudian memperkuat pola perilaku sosial yang baik. B. simpati dan antipati.

Hasrat untuk diterima oleh orang . d. Jika hasrat untuk diterima kuat. Kerja sama. Persaingan. Kemurahan hati. Empati g. Hasrat akan penerimaan sosial. b. Hasrat akan penerimaan sosial e. meningkat dan sikap mementingkan diri sendiri semakin berkurang setelah anak belajar bahwa kemurahan hati menghasilkan penerimaan sosial. hal itu akan menambah sosialisasi mereka. c.sosial dengan meningkatnya usia mereka. Adapun karakteristik perkembangan sosial anak yang baik yang dikemukakan oleh Sinolungan (2001) adalah: a. Kerja sama b. Jika persaingan merupakan dorongan bagi anak-anak untuk berusaha sebaik-baiknya. Perilaku kelekatan (attachment behaviour) Adapun penjelasan karakteristik perkembangan sosial anak yang baik adalah: a. Sikap ramah i. Kemurahan hati. Meniru k. Sebaliknya. Simpati f. hal itu mendorong anak untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. prasangka dan sikap membedakan seringkali meningkat dan jarak antara kedua jenis kelamin semakin melebar. Persaingan c. Kemurahan hati d. sebagaimana terlihat pada kesediaan untuk berbagi sesuatu dengan anak lain. Sikap tidak mementingkan diri sendiri j. Semakin banyak kesempatan yang mereka miliki untuk melakukan sesuatu bersama-sama. semakin cepat mereka belajar melakukannya dengan cara bekerja sama. Ketergantungan h.

i. Anak yang berjiwa bebas kekurangan motivasi ini. Sikap tidak mementingkan diri sendiri. j. k.dewasa biasanya timbul lebih awal dibandingkan dengan hasrat untuk diterima oleh teman sebayanya. Sikap ramah. Anak yang mempumyai kesempatan dan mendapat dorongan untuk membagi apa yang mereka miliki dan yang tidak terus menerus menjadi pusat perhatian keluarga. Anak kecil tidak mampu berprilaku simpatik sampai mereka pernah mengalami situasi yang mirip dengan duka cita. yaitu tatkala bayi mengembangkan suatu kelekatan yang hangat dan penuh cinta . Ketergantungan terhadap orang lain dalam hal bantuan. f. Dengan meniru seseorang yang diterima baik oleh kelompok sosial. anak-anak mengembangkan sifat yang menambah penerimaan kelompok terhadap diri mereka. Simpati. Anak kecil memperlihatkan sikap ramah melalui kesediaan melakukan sesuatu untuk atau bersama anak/orang lain dan dengan mengekspresikan kasih sayang kepada mereka. Perilaku kelekatan (attachment behaviour). dan kasih sayang mendorong anak untuk berprilaku dalam cara yang diterima secara sosial. belajar memikirkan orang lain dan berbuat untuk orang lain dan bukannya hanya memusatkan perhatian pada kepentingan dan miliki mereka sendiri. h. Empati. Dari landasan yang diletakkan pada masa bayi. Mereka mengekspresikan simpati dengan berusaha menolong atau menghibur seseorang yang sedang bersedih. e. Empati kemampuan meletakkan diri sendiri dalam posisi orang lain dan menghayati pengalaman orang tersebut. Hal ini hanya berkembang jika anak dapat memahami ekspresi wajah atau maksud pembicaraan orang lain. Ketergantungan. perhatian. g. Meniru.

Pertama. Gender merupakan salah satu aspek penting yang mempengaruhi perkembangan sosial pada masa awal anak-anak. Istilah gender dimaksudkan sebagai tingkah laku dan sikap yang diasosiasikan dengan laki-laki atau perempuan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Anak Perkembangan sosial anak diawali dengan bermain secara paralel. Khususnya dalam permainan fantasi dengan memerankan suatu peran. sikap tentang jenis kelamin mana yang mereka kehendaki.kasih kepada ibu atau pengganti ibu. yaitu rasa laki-laki atau perempuan. mereka memperoleh ketetapan . Permainan dapat meningkatkan perkembangan sosial anak. anak sudah mampu mengikatkan diri bermain dengan anak lain dalam kelompok. Ketiga. Sheperd-Look dalam Sinolungan (2001) mengemukakan bahwa kebanyakan anak mengalami sekurang-kurangnya tiga tahap dalam pekembangan gender. anak mengembangkan kepercayaan tentang identitas gender. anak belajar memahami orang lain dan peran-peran yang akan ia mainkan di kemudian hari setelah tumbuh menjadi orang dewasa. meningkatkan kemungkinan anak memiliki kompetensi secara sosial dan penyesuaian diri yang baik pada tahun-tahun prasekolah dan sesudahnya. Kedua. anak kecil mengalihkan pola perilaku ini kepada anak/orang lain dan belajar membina persahabatan dengan mereka. anak mengembangkan keistimewaan gender. . Dengan bertambahnya usia. Hubungan orangtua dan pengasuhnya merupakan dasar bagi perkembangan sosial anak. Kasih sayang orangtua atau pengasuh selama beberapa tahun pertama kehidupan merupakan kunci utama perkembangan sosial anak. di mana terlihat anak bermain seolah-olah bermain dengan temannya namun ternyata asyik dengan permainannya sendiri.

sutu kepercayaan bahwa jenis kelamin seseorang ditentukan secara biologis.gender. permanen. Sebab itu agak mudah mengenali asal usul seseorang dari ungkapan budaya. Haeckel mengemukakan teori rekapitulasi. Pandangan antropolog seperti Haeckel tak terlepas dari pengruh budaya kolektif zaman lampau yang suda terlupakan. Maksudnya perkembangan makhluk manusia pada suatu tahapan (ontogenese) adalah ulangan singkat (rekapitulasi) dari perkembangan jenis (phylogenese) sejak jaman purba. berespons menghadapi sesuatu. bersikap. Upaya Mengembangkan Sikap Sosial Anak Melalui Permainan Menyertai perkembangan fisik dan psikis sejak masa bayi teramati kegiatan awal dalam bermain dan sikap kompetitif yang wajar dan sportif terhadap sesamanya. . di rumah atau halaman kemudian meluas kepada tetangga sebaya dan orangorang lingkungan terdekat. Anak mulai bermain dan bercakap sendiri. Carl Gustave Jung dalam Sinolungan (2001) mengajukan das Kollective Unbewuszte atau kesadaran kolektif yang diwariskan nenek moyang turun temurun dari generasi ke generasi. bahwa ontogenese dalah rekapitulasi dari phylogenese. Oleh Jung pengalaman kolektif itu tetap ada dalam ketaksadaran kolektif manusia yang mempengaruhi perilakunya. Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk . Hal itu terwujud pada pola perilaku warga masyarakatnya. Penelitian sejumlah antropolog pada banyak suku di dunia menunjuk adanya kesamaan pola perilaku sosial warga pendukung suatu kebudayaan. seperti cara berbahasa. C. dan tak berubah-ubah. Pola Budaya dan Perilaku Sosial Pola budaya adalah refleksi warisan kolektif yang dipelihara suatu kelompok masyarakat berkebudayaan tertentu.

sekolah. Sesuai dengan perkembangan sosial yang semakin matang. serta memahami aturan-aturan keluarga. seperti bermain. tetapi tetap dalam suasana persahabatan. dan kepuasaan tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Dalam kompetisi tersirat perjuangan untuk memenangkan sesuatu sesuai aturan permainan adalah. Di sana orangtua memberi kebebasan bereksplorasi pada suasana kerja sama juga persaingan sehat dalam berbagai kegiatan anak-anak mereka. anak secara berangsur-angsur lebih banyak mempelajari mengenai sikap-sikap dan motivasi orang tuanya. sehingga mereka menjadi lebih mampu untuk mengendalikan tingkah . persaingan kompetitif yang tidak berisi pertentangan pribadi. Sikap positif itu menandai perkembangan sosial yang wajar di tengah sikap kompetitif dalam melakukan permainan di lingkungan masyarakat. Usai kompetisi yang keras. seperti yudo. dan masyarakat. serasi dan sehat. Keluarga Orangtua perlu menyadari tanggung jawab menumbuhkan perilaku sosial anak-anak titipan-Nya. karate.memperoleh kesenangan. Upaya mengembangkan kemampuan sosial anak berimplikasi pada tanggung jawab pelaksanaan pendidikan dalam kerjasama keluarga. kegembiraan. Setiap pihak ingin mewujudkan diri mengungguli pihak lain dan boleh menang. tinju. masing-masing pihak bersikap sportif saling berjabat tangan atau berangkulan seperti saudara atau sahabat karib. 1. Kesadaran itu diwujudkan dalam pembinaan keluarga yang utuh. atau bola kaki. Terlebih jika didorong orang tua dan dipacu orang-orang di sekitarnya. Pertandingan kompetitif sekalipun keras seperti saling mematikan. Hal ini tampak dalam kompetisi beberapa jenis olahraga.

perasaan dan sikap mereka (Santrock dalam Sinolungan) Di sekolah. 2. karena dengan permainan anak-anak dapat mengetahui peran dan fungsinya dalam kelompok. dan dipelihara bersama-sama dalam belajar. 2001). Anak-anak menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah sebagai anggota suatu masyarakat kecil yang harus mengerjakan sejumlah tugas dan mengikuti sejumlah aturan yang menegaskan dan membatasi perilaku. Bimbingan selain untuk belajar adalah untuk penyesuaian diri ke dalam lingkungan atau juga penyerasian terhadap lingkungannya. Permainan memberikan pengaruh besar dalam mengembangkan kemampuan sosial anak.lakunya. dan hubungan sosial yang wajar pada peserta didiknya. Kepada siswa diajarkan tentang disiplin dan aturan melalui keteraturan atau conformity yang disiratkan dalam tiap pelajaran (Sinolungan. dengan permainan anak juga mempunyai teman yang banyak. Sekolah Sekolah juga mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi perkembangan sikap sosial anak. bermain dan berkompetisi sehat. guru membimbing perkembangan kemampuan sikap. Hubungan sosial yang sehat dalam sekolah dan kelas seyogyanya diprogram. . dikreasikan. karena selama masa pertengahan dan akhir anak-anak. Perubahan ini mempunyai dampak yang besar terhadap kualitas hubungan antara anakanak usia sekolah dasar dan orangtua mereka (Seifert dan Hoffnung dalam Sinolungan). teman membuat hidup si anak lebih menarik dan menyenangkan. anak menghabiskan kurang lebih 10.000 jam waktunya di ruang kelas. Sekolah mengupayakan layanan bimbingan kepada peserta didik.

h.Jenis permainan yang diterapkan di lingkungan sekolah yaitu permainan simulasi yakni gabungan dari sifat-sifat yang dimiliki oleh simulasi (permainan peran. Biaya untuk latihan-latihan dapat dikurangi d. serta belajar dan bekerja bersama dalam kelompokkelompok sehat yang bersaing. sistem multi media. Ada berbagai macam kemungkinan variasi dalam permainan simulasi. Pendidik menyusun dan mengupayakan program penyaluran energi berlebih dalam waktu luang untuk kompetisi berprestasi antar siswa. Juga memprogram kompetisi di bidang seni. suatu contoh atau sesuatu yang menyerupai sesuatu yang nyata) dengan sifat-sifat yang dimiliki/diperlukan dalam suatu permainan (mempunyai suatu tujuan. Keuntungan yang diperoleh melalui permainan simulasi dalam proses belajar mengajar yang dikemukakan oleh Latuheru (2002: 123) sebagai berikut: a. Pemimpin yang juga berfungsi sebagai pendidik diisyaratkan . dibanding dengan hanya mencari pemecahan masalah melalui bahan-bahan bacaan. c. sehingga memungkinkan penggunaannya dalam hampir semua bidang. olah raga. f. Dorong dan kembangkan rasa bersalah juga rasa malu melanggar norma-norma kehidupan bersama. g. mempunyai peraturan dan tata tertib khusus). Masyarakat Dalam masyarakat berbagai lembaga perlu bergiat secara terpadu memprogramkan kegiatan pendidikan di luar sekolah. Permainan simulasi memberikan pengalaman-pengalaman nyata dan dapat diulangi sebanyak yang dikehendaki. anak didik dapat segera melihat/mengetahui hasil dari pekerjaan mereka. hanya dapat diatur secara sederhana dalam suatu permainan di dalam kelas. . maupun modul. fasilitator. Melalui permainan simulasi. b. e. Pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam alam nyata. Bila menggunakan permainan simulasi dalam masalah-masalah pembelajaran maka guru harus berperan sebagai seorang motivator. Permainan simulasi juga bisa menggunakan berbagai jenis media. bahkan seorang penolong. Permainan simulasi memungkinkan peserta untuk memecahkan masalahmasalah nyata.

Ia menanamkan penghormatan pada martabat manusia. Suasana interaksi dalam hubungan sosial tersebut patut dipelihara dan dikembangkan oleh manusia dalam proses pendidikan sepanjang hayat. BAB III PENUTUP A. Akan tetapi. Kesimpulan Berdasarkan pemaparan sebelumnya. Teman sebaya (peer) sebagai sebuah kelompok sosial sering didefinisikan sebagai semua orang yang memiliki kesamaan sosial atau yang memiliki kesamaan ciri-ciri. terutama dengan teman sebaya. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: . Hurlock (1999) mengemukakan bahwa di lingkungan masyarakat. belakangan defenisi teman sebaya lebih ditekankan pada kesamaan tingkah laku atau psikologis (Lewis dan Rosenblum dalam Sinolungan).memberi teladan dalam interaksi sosial yang sehat bersama lingkungannya. Perkembangan sosial sejak usia prasekolah hingga akhir masa sekolah ditandai oleh semakin meluasnya pergaulan sosial. anak mulai bermain bersama dengan teman sebayanya sehingga anak mengerti tentang bagaimana cara belajar bermasyarakat (mereka belajar bagaimana membentuk hubungan sosial dan bagaimana menghadapi dan memecahkan masalah yang timbul dalam hubungan tersebut). seperti kesamaan tingkat usia (Hetherington dan Parke dalam Sinolungan). Juga menumbuhkan solidaritas kelompok serta sifat suka menolong berdasar kasih sayang dengan memperlakukan sesama sebagaimana ia ingin diperlakukan orang lain.

Empati. (c) Mendapat kesempatan mengembangkan fantasi dan menyalurkan kecenderungan pembawaannya. (e) Memperoleh kegembiraan. Adapun faedah permainan untuk anak-anak: (a) Sarana untuk membawa anak ke alam bermasyarakat. 2. Moralitas anak mengikuti norma-norma yang ada di masyarakat. Permainan yang baik memiliki beberapa syarat diantaranya: (a) Mudah dibongkar pasang. Peran yakni fungsi anak dalam kelompok. agar anak tidak hidup dalam kepentingan diri sendiri atau seorang egosentris. Penerimaan lingkungan dan pengalaman positf melalui perkembangan sosial pada anak dapat ditanamkan sikap disiplin b. Sebab. d. (d) Berlatih menempa perasaannya. Perkembangan sosial adalah perubahan dari keadaan penuh ketergantungan menuju kemandirian dalam suasana kedewasaan sosial yang bertanggung jawab. Karena itu kebanyakan hubungan sosial dengan teman sebaya dalam masa ini terjadi dalam bentuk permainan. Upaya .1. dan (c) Tidak berbahaya. anak-anak menghabiskan waktunya lebih banyak di luar rumah bermain dengan teman-temannya dibanding terlibat dengan aktifitas lain. (b) Mengembangkan daya fantasi. kesenangan. dan kepuasan. (b) Mampu mengenal kekuatan sendiri. dan (f) Melatih diri untuk menaati peraturan yang berlaku Permainan memberikan pengaruh pada perkembangan sosial anak diantaranya: a. Permainan adalah salah satu bentuk aktivitas sosial yang dominan pada masa anak-anak. c.

Di sana orangtua memberi kebebasan bereksplorasi pada suasana kerja sama juga persaingan sehat dalam berbagai kegiatan anak-anak mereka. bermain dan berkompetisi sehat. sekolah. Jangan memberikan . c. Pendidik menyusun dan mengupayakan program penyaluran energi berlebih dalam waktu luang untuk kompetisi berprestasi antar siswa. dalam masyarakat berbagai lembaga perlu bergiat secara terpadu memprogramkan kegiatan pendidikan di luar sekolah. Di sekolah. mengingat permainan dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan jiwa anak. b. dan hubungan sosial yang wajar pada peserta didiknya. Masyarakat. Orangtua perlu menyadari tanggung jawab menumbuhkan perilaku sosial anak-anak titipan-Nya. Sebaiknya para orang tua tidak lagi menganggap bahwa ³permainan tidak ada gunanya´. Pendapat tersebut kurang begitu tepat dan bijaksana. seperti bermain. guru membimbing perkembangan kemampuan sikap. Hubungan sosial yang sehat dalam sekolah dan kelas seyogyanya diprogram. Kesadaran itu diwujudkan dalam pembinaan keluarga yang utuh. dikreasikan. B. Saran 1. Keluarga.mengembangkan kemampuan sosial anak berimplikasi pada tanggung jawab pelaksanaan pendidikan dalam kerjasama keluarga. serasi dan sehat. Orang tua sebaiknya lebih peduli terhadap mainan yang digunakan sang anak. dan masyarakat. dan dipelihara bersama-sama dalam belajar. a.

Diharapkan kepada pendidik bahwa dalam pemilihan permainan untuk kepentingan belajar sangat diperlukan penyesuaian kegiatan permainan yang menjurus pada pencapaian kemampuan akademis. Media Pembelajaran (Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini). sebaiknya selalu mendampingi anak di waktu bermain.. D. 2002. Jangan sampai dengan permainan membuatnya bosan atau bahkan membuat stress anak karena stimulasi yang diterima tidak sesuai. Diterjemahkan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo. online. Psikologi Perkembangan. hal ini akan bermanfaat dalam memahami jenis mainan yang perlu diberikan kepada anak. 1999. Psikologi Perkembangan. _______. J. Kenali perilaku dan psikologi anak. Jenis-jenis permainan dalam pembelajaran sebaiknya mengandung unsur persaingan (kompetisi) untuk meningkatkan motivasi bagi anak didik. 3. Tetapi disesuaikan antara permainan dengan kemampuan anak. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Anonim. 2001. Mengenal Sifat.. E.ayah-bundaonline. 1999. dan Kemampuan Anak. 2006. R. 2. (http://www. Erlangga: Edisi Kelima. hal ini bertujuan untuk memantau perkembangan sosial anak. Bagi guru dan orang tua. Jadilah Model yang Baik Untuk Anak.mainan kepada anak dengan pertimbangan mahal tidaknya mainan tersebut. Makassar: Makassar State University Press. . Psikologi Perkembangan Anak. diakses 25 April 2007). B. Suatu pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.. karena kurangnya rasa interest dan tak merasa tertantang. dan Hawadi. Diterjemahkan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo. Erlangga: Edisi Kesatu. Bakat.asp?. permainan yang terlalu mudah pun tak membawa manfaat bagi mereka. Sebaliknya. Latuheru. Hurlock.com/info_ayahbunda/default. DAFTAR PUSTAKA Akbar. Suatu pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.

A.com/mod. Tempo Anak Anda?.esmartschool.asp. Sudah Benarkah Permainan Kreatif (http://info.. P. Manado: Universitas Negeri Manado. 1998. Surana. L. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.com. Knoers. T. 2005. S. diakses 25 April 2007). Smartschool.. Psikologi Perkembangan. online. dan Haditono. Mainan yang Mencerdaskan.. F. Sinolungan.balitacerdas.Monks. J. Zulkifli. (http://info. Pengaruh Permainan Pada Perkembangan Anak. 2001. (http://www.com/uot/001/UOT0010003. diakses 1 Mei 2007). Keluarga. Psikologi Perkembangan. R.. . 1992. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. online.php. E. A. diakses 25 April 2007).. online.. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2004.balitacerdas. 2005. M.

ruangan kosong. Selanjutnya guru-guru pendidikan jasmani juga harus mengetahui apa saja yang bisa dan harus dimodifikasi serta tahu bagaimana cara memodifikasinya. keadaan sarana. menuntut seorang guru pendidikan jasmani untuk lebih kreatif dalam memberdayakan dan mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana yang ada. kondisi lingkungan. psikis maupun keterampilannya. Apa yang dimodifikasi ? Beberapa aspek analisis modifikasi ini tidak terlepas dari pengetahuan guru tentang tujuan. yang tadinya kurang terampil menjadi lebih terampil. sehingga anak didik akan merasa senang mengikuti pelajaran penjas yang diberikan. yaitu ³ Developentally Appropriate Practice´ (DAP). Seperti halnya halaman sekolah. Esensi modifikasi adalah menganalisis sekaligus mengembangkan materi pelajaran dengan cara meruntunkannya dalam bentuk aktivitas belajar yang potensial sehingga dapat memperlancar siswa dalam belajarnya. Dengan demikian tugas ajar tersebut harus sesuai dengan tingkat perkembangan dan tingkat kematangan anak didik yang diajarnya. selokan dan sebagainya yang ada dilingkungan sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari yang paling dirasakan oleh para guru pendidikan jasmani adalah hal-hal yang berkaitan dengan sarana serta prasarana pendidikan jasmani yang adalah media pembelajaran pendidikan jasmani yang sangat diperlukan. Disamping pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang tujuan. Artinya bahwa tugas ajar yang disampaikan harus memerhatikan perubahan kemampuan atau kondisi anak. Dalam penyelenggaraan program pendidikan jasmani hendaknya mencerminkan karakteristik program pendidikan jasmani itu sendiri. Cara-cara guru memodifikasi pembelajaran akan tercermin dari aktivitas pembelajarannya yang diberikan guru mulai awal hingga akhir pelajaran.karakteristik materi. Perkembangan atau kematangan yang dimaksud mencakup fisik.Modifikasi pembelajaran pendidikan jasmani dianggap penting untuk diketahui oleh para guru pendidikan jasmani. Tugas ajar itu juga harus mampu mengakomodasi setiap perubahan dan perbedaan karakteristik individu dan mendorongnya ke arah perubahan yang lebih baik. Dengan melakukan modifikasi sarana maupun prasarana. parit. mengarahkan. Diharapkan dengan mereka dapat menjelaskan pengertian dan konsep modifikasi. dan membelajarkan siswa yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. dan evaluasinya.disini seorang guru pendidikan jasmani harus memahami betul tentang pembelajaran dengan menggunakan pendekatan modifikasi. sebenarnya dapat direkayasa dan dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani. tidak akan mengurangi aktivitas siswa . prasarana dan media pengajaran pendidikan jasmani yang dimiliki oleh sekolah akan mewarnai kegiatan pembelajaran itu sendiri. 2011 Pendekatan modifikasi adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh para guru agar proses pembelajaran dapat mencerminkan DAP. kondisi lingkungan.Pengertian Pembelajaran dengan Cara Pendekatan Modifikasi April 6th. karakteristik. atau memodifikasi yang sudah ada tetapi disajikan dengan cara yang semenarik mungkin. taman. dan dapat membantu mendorong ke arah perubahan tersebut. menyebutkan apa yang dimodifikasi dan bagaimana cara memodifikasinya. materi. Cara ini dimaksudkan untuk menuntun. menyebutkan dan menerangkan beberapa aspek analisis modifikasi. Seorang guru pendidikan jasmani yang kreatif akan mampu menciptakan sesuatu yang baru. dan evaluasi.minimnya sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang dimiliki sekolah-sekolah.

afektif dan psikomotorik anak. Hal ini sangat bagus untuk melatih kemampuan kognitif. Dari pendapat tersebut dapat diartikan bahwa pendekatan modifikasi dapat digunakan sebagai suatu alternatif dalam pembelajaran pendidikan jasmani. agar termotivasi untuk mampu mengoreksi gerakan siswa dalam proses belajar mengajar.dalam melaksanakan pelajaran pendidikan jasmani. Berikut cara penilaian seorang guru pendidikan jasmani dengan menggunakan model pembelajaran dengan cara pendekatan bermain: .Mengapa Dimodifikasi ? Lutan (1988) menyatakan : modifikasi dalam mata pelajaran pendidikan jasmani diperlukan. yaitu dengan teknik demostrasi dan teknik penggunaan alat bantu pandang (visual aids). karena siswa bisa difasilitasi untuk lebih banyak bergerak. Pengertian Pembelajaran dengan Cara Pendekatan Analisa Gerak Pendekatan analisa gerak adalah suatu pembelajaran melalui teknik partisipatif untuk membantu siswa membiasakan diri untuk menganalisa gerak agar termotivasi untuk mampu mengoreksi gerakan siswa dalam proses belajar mengajar. dengan tujuan agar : a) Siswa memperoleh kepuasan dalam mengikuti pelajaran b) Meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam berpartisipasi c) Siswa dapat melakukan pola gerak secara benar. Dengan demikian dirasa perlu guru pendidikan jasmani membiasakan diri menganalisa setiap gerak yang dilakukan siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan khususnya jasmani. psikomotorik dan afektif siswa. . Pendekatan modifikasi ini dimaksudkan agar materi yang ada dalam kurikulum dapat disajikan sesuai dengan tahap-tahap perkembangan kognitif. c) Olahraga yang dimodifikasi akan mampu mengembangkan keterampilan anak lebih cepat dibanding dengan peralatan standar untuk orang dewasa d) Olahraga yang dimodifikasi menumbuhkan kegembiraan dan kesenangan pada anak-anak dalam situasi kompetitif.SLTA maupun Perguruan Tinggi. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh teknik pembelajaran partisipatif terhadap kemampuan motorik dasar dan penguasaan keterampilan gerak. Bahkan sebaliknya. Jangan lupa bahwa kata kunci pendidikan jasmani adalah ³Bermain ± bergerak ± ceria´. yakni dengan memanipulasi program pendidikan jasmani melalui dua pendekatan teknik pembelajaran. b) Berolahraga dengan peralatan dan peraturan yang dimodifikasi akan mengurangi cedera pada anak. sehingga anak akan mengikuti pelajaran pendidikan jasmani dengan senang dan gembira 1. Menurut Aussie (1996). pengembangan modifikasi di Australia dilakukan dengan pertimbangan : a) Anak-anak belum memiliki kematangan fisik dan emosional seperti orang dewasa. Pengertian Pembelajaran dengan Cara Pendekatan Bermain Pendekatan bermain adalah suatu model pembelajaran aktifitas jasmani yang adalah salah satu metode yang tepat dimana keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sekalipun sambil bermain mereka sudah melaksanakan kegiatan jasmani sebagai upaya untuk menjaga kebugaran tubuh. 2. melalui pendekatan bermain dalam suasana riang gembira.pendekatan ini mungkin sangat khusus yang artinya model pembelajaran dengan cara pendekatan analisa gerak tidak mungkin di terapkan pada anak tingkat sekolah dasar.melainkan pada tingkat SLTP. oleh karenanya pendekatan ini mempertimbangkan tahap-tahap perkembangan dan karakteristik anak.

sebagai benteng yang harus direbut dan dilarikan dari daerah musuh. . bahkan dapat dilakukan dengan kelompok yang lebih banyak asalkan jumlahnya ganjil. atau gelas plastik berada dibelakang team masing-masing. Permainan ini berasal dari permainan anak-anak yang awalnya mempergunakan pohon atau tiang sebagai sarana bentengnya.Siklus III . atau botol bekas minuman. Benteng yang terbuat dari botol. pengecoh lawan dan yang mempertahankan benteng. satu orang berada diantara kelompok sebagai pusat pegangan dan masih banyak lagi bentuk kegiatan pemanasan sambil bermain. Hal ini sambil memantau semangat mereka dalam beraktivitas selama dilapangan ataupun dalam ruangan. Team pemenang adalah team yang berhasil lebih dahulu merebut seluruh benteng lawan. 2. kelenturan tubuh disamping juga melatih unsur kognitif dan afektif siswa. Setelah itu dibuat kelompok-kelompok. Untuk itu kita pilih kasetkaset yang lirik dan lagunya disukai oleh anak-anak. berlari kecil sambil meloncat dilakukan berpasangan berdua atau bertiga. Pemanasan Dalam kegiatan pemanasan kita buat dalam bentuk-bentuk permainan yang menyenangkan. Misalnya : berlari kecil berkelompok sambil memegang bahu sambil bernyanyi bersama. hanya bedanya kegiatan ini dilaksanakan di dalam ruangan. Dalam kegiatan pemanasan dibuat dalam bentuk-bentuk permainan sambil bergerak dan juga sambil bernyanyi. Supaya ada bentuk variasi lain maka kita kembangkan jenis permainan ini dengan media lain. .Siklus II Dalam siklus kedua dicobakan untuk aspek yang lain yaitu aspek aktivitas ritmik. hanya saja pada bentengan ini yang diperebutkan adalah bekas tempat bola tenis. Langkah pertama peserta dibagi dua team dengan jumlah sama banyak. biarkan mereka untuk bermain dan berkreasi menciptakan gerakan-gerakan sesuai dengan ide dan gagasan mereka. . Bentuk kegiatan out door games yang pertama dilaksanakan bentuk kegiatan yang berorientasi pada melatih kekuatan. kelincahan.Sarana : Bekas botol plastik.Prosedur penilaian .Cara bermainnya sama dengna permainan bentengan lainnya. Bila dibatasi dengan waktu maka team pemenang adalah team yang paling banyak mengumpulkan benteng lawan. .Prasarana : Berupa lapangan seluas lapangan basket. Bentuk kegiatannya pun sama seperti pada siklus I. Kemudian dalam kegiatan inti kita berikan contoh-contoh gerakan sambil mereka menirukan dan biarkan mereka mengikuti sambil bernyanyi. Tiap team dibagi dalam 3 kelompok masingmasing sebagai team penyerang. dengan jumlah 5 sampai 10 buah.. 1. kita ambil contoh yang sederhana yaitu melaksanakan kegiatan bentengan. Kegiatan inti Dalam kegiatan ini dilaksanakan kegiatan out door games. bekas tempat bola tenis. Sebenarnya banyak sekali jenis out door games yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan jasmani.Siklus I Dalam kegiatan siklus yang pertama dengan melaksanakan kegiatan yang menarik dan menyenangkan yaitu kegiatan olahraga tradisional. berlari sambil berpegangan tangan dengan bervariasi dari arah kanan ke arah kiri bergantian. .

Pada kegiatan ini pun kita berlakukan mulai pemanasan sampai kegiatan inti dengan pendekatan bermain. . Secara berkelompok ataupun berpasangan biarkan mereka bermain lempar tangkap sambil main kucing-kucingan.Pada siklus III kita cobakan jenis kegiatan aktivitas jasmani yang selama ini kurang disenangi oleh para siswa yaitu atletik pada nomor lempar lembing. Biarkan mereka tetap menggunakan bola tetapi kita arahkan untuk lemparannya sudah menggunakan teknik lemparan lembing. Hal itu dilakukan secara berulang-ulang biarkan mereka sambil bermain. Bagi yang mereka lemparannya jauh kita berikan pujian. Pada saat pemanasan kita gunakan bola tenis dengan jumlah yang cukup. Bagi yang belum betul dan belum jauh. Itupun kita buat dalam bentuk bermain. kita beri semangat supaya tidak kalah dengan yang lain. tetapi untuk faktor keamanan dan keselamatan tetap kita perhatikan. Selama kegiatan pemanasan yang penting mereka melakukan gerakan ada unsur lari. lempar tangkap baik itu berpasangan maupun kelompok. Pada kegiatan inti mereka tidak langsung menggunakan lembing. Setelah mereka paham dan bisa membedakan teknik lemparan biasa dengan teknik lemparan lempar lembing baru kita kenalkan dengan lembing yang sesungguhnya. Kalau sebagian besar teknik lemparan sudah benar kita lombakan untuk melempar lebih jauh.

2003 ) Tujuan dan fungsi pendidikan jasmani antara lain adalah : a. aktivitas ritmik. dan tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai dengan baik. neuromuskuler. guru akan dapat menciptakan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa. bertanggung jawab. b. jujur. Perlunya seorang guru menerapkan pembelajaran yang sesuai Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru harus berpedoman pada kurikulum yang di sesuaikan.Teknologi Pembelajaran dalam penjas 1.Agar tercapai tujuan tersebut guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. dan demokratis. Pengertian Penerapan Teknik Pembelajaran Jasmani Langkah-langkah yang ditempuh seorang guru sebagai upaya penerapan gaya pembelajaran dalam pendidikan jasmani melalui program penyetaraan dapat menguasai berbagai gaya pembelajaran pendidikan jasmani. Agar siswa dapat mengalami apa yang dipelajarinya. dalam kerangka system pendidikan nasional.Dengan strategi dan pendekatan pembelajaran yang tepat. diperlukan pendekatan yang tepat. kognitif. terutama yang berhubungan dengan pembelajaran gerak. disiplin. sehingga diharapkan siswa akan dapat mencapai standar kompetensi pada masingmasing mata pelajaran. perceptual. kerjasama. ( Depdiknas. melalui aktivitas jasmani. aktivitas pengembangan.Belajar akan lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa bila siswa mengalami apa yang dipelajarinya.Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik. kebugaran jasmani.Ketepatan memilih dan menggunakan perlakuan gaya pembelajaran dan kesesuaiannya dengan materi ajar pembelajaran pendidikan jasmani. akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (out door education) 1. dan emosional. Mengembangkan ketrampilan gerak dan ketrampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga. ketrampilan berpikir kritis. baik dalam penggunaan media maupun dalam strategi dan pendekatan pembelajaran itu sendiri. stabilitas . percaya diri. Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhaan bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan. Mengembangkan sikap sportif. senam.

dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani.Dengan konsep ini. permainan. perlombaan. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru dapat memberikan berbagai cara agar siswa termotivasi dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. 1.Pendekatan analisa gerak.emosional. dan pertandingan. dan lainlain) serta pembiasaan hidup sehat.Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani. serta mampu menggunakan alat-alat pembelajaran yang tersedia. bermakna serta menyenangkan. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.sehingga siswa dapat memperoleh situasi dan pengalaman pembelajaran yang lebih konkret. sosial. kerjasama. Macam-macam strategi pemebelajaran dengan metode pendekatan antara lain Pendekatan konstektual. 1. jujur. guru harus memiliki dan menerapkan berbagai strategi pembelajaran maupun pendekatan.Pendekatan bermain.Pendekatan modifikasi. penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. maupun menciptakan atau memodifikasi bentuk-bentuk permainan yang menarik siswa dalam mengikuti pembelajaran. *Merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong pembelajar membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat . guru diharapkan mengajarkan berbagai ketrampilan gerak dasar. 1. internalisasi nilai-nilai (sportifitas. Cara pelaksanaan pembelajaran kegiatan dapat dilakukan dengan latihan. ketrampilan sosial. Pengertian Pembelajaran dengan Cara Pendekatan Kontekstual *Merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Untuk dapat mencapai tujuan siswa dapat mengembangkan ketrampilan gerak dan ketrampilan teknik. hasil pembelajaran diharapkan lebih . menirukan. teknik dan strategi permainan dan olahraga.

dalam kelas kontektual. bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. 5. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya 2. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran 6. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual dalam kelas cukup mudah. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara . *Penerapan Pendekatan Kontekstual Di Kelas Pembelajaran Kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. Pendekatan ini disebut juga Contextual Teaching and Learning (CTL). guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. bukan mengetahuinya. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. bidang studi apa saja. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Ciptakan masyarakat belajar. Lakukan refleksi di akhir pertemuan 7. Maksudnya. kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.bermakna bagi siswa. 4. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil.dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. Secara garis besar. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya. Guru dituntut untuk dapat mengkaitkan materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa. langkahnya sebagai berikut ini: 1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik 3.

1. Dalam penyelenggaraan program pendidikan jasmani hendaknya mencerminkan karakteristik program pendidikan jasmani itu sendiri. Artinya bahwa tugas ajar yang disampaikan harus memerhatikan perubahan kemampuan atau kondisi anak.karakteristik materi. Dengan demikian tugas ajar tersebut harus sesuai dengan tingkat perkembangan dan tingkat kematangan anak didik yang diajarnya.Modifikasi pembelajaran pendidikan jasmani dianggap penting untuk diketahui oleh para guru pendidikan jasmani.disini seorang guru pendidikan jasmani harus memahami betul tentang pembelajaran dengan menggunakan pendekatan modifikasi. Cara ini dimaksudkan untuk menuntun. Pengertian Pembelajaran dengan Cara Pendekatan Modifikasi Pendekatan modifikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh para guru agar proses pembelajaran dapat mencerminkan DAP. Perkembangan atau kematangan yang dimaksud mencakup fisik. menyebutkan apa yang dimodifikasi dan bagaimana cara memodifikasinya. dan membelajarkan siswa yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. dan evaluasinya. Diharapkan dengan mereka dapat menjelaskan pengertian dan konsep modifikasi. Selanjutnya guru-guru pendidikan jasmani juga harus mengetahui apa saja yang bisa dan harus dimodifikasi serta tahu bagaimana cara memodifikasinya. yaitu ³ Developentally Appropriate Practice´ (DAP). mengarahkan. Esensi modifikasi adalah menganalisis sekaligus mengembangkan materi pelajaran dengan cara meruntunkannya dalam bentuk aktivitas belajar yang potensial sehingga dapat memperlancar siswa dalam belajarnya. y Apa yang dimodifikasi ? Beberapa aspek analisis modifikasi ini tidak terlepas dari pengetahuan guru tentang tujuan. menyebutkan dan menerangkan beberapa aspek analisis modifikasi. . kondisi lingkungan. dan dapat membantu mendorong ke arah perubahan tersebut. psikis maupun keterampilannya. 1. yang tadinya kurang terampil menjadi lebih terampil. Tugas ajar itu juga harus mampu mengakomodasi setiap perubahan dan perbedaan karakteristik individu dan mendorongnya ke arah perubahan yang lebih baik. Cara-cara guru memodifikasi pembelajaran akan tercermin dari aktivitas pembelajarannya yang diberikan guru mulai awal hingga akhir pelajaran.

keadaan sarana. sehingga anak didik akan merasa senang mengikuti pelajaran penjas yang diberikan. dengan tujuan agar : a) Siswa memperoleh kepuasan dalam mengikuti pelajaran b) Meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam berpartisipasi c) Siswa dapat melakukan pola gerak secara benar. sebenarnya dapat direkayasa dan dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani. prasarana dan media pengajaran pendidikan jasmani yang dimiliki oleh sekolah akan mewarnai kegiatan pembelajaran itu sendiri. tidak akan mengurangi aktivitas siswa dalam melaksanakan pelajaran pendidikan jasmani. Seperti halnya halaman sekolah. atau memodifikasi yang sudah ada tetapi disajikan dengan cara yang semenarik mungkin. dan evaluasi.Disamping pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang tujuan. Jangan lupa bahwa kata kunci pendidikan jasmani adalah ³Bermain ± bergerak ± ceria´. Seorang guru pendidikan jasmani yang kreatif akan mampu menciptakan sesuatu yang baru. karakteristik. pengembangan modifikasi di Australia dilakukan dengan pertimbangan : .minimnya sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang dimiliki sekolah-sekolah. y Mengapa Dimodifikasi ? Lutan (1988) menyatakan : modifikasi dalam mata pelajaran pendidikan jasmani diperlukan. Bahkan sebaliknya. afektif dan psikomotorik anak. melalui pendekatan bermain dalam suasana riang gembira. materi. kondisi lingkungan. parit. selokan dan sebagainya yang ada dilingkungan sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari yang paling dirasakan oleh para guru pendidikan jasmani adalah hal-hal yang berkaitan dengan sarana serta prasarana pendidikan jasmani yang merupakan media pembelajaran pendidikan jasmani yang sangat diperlukan. taman. Dengan melakukan modifikasi sarana maupun prasarana. menuntut seorang guru pendidikan jasmani untuk lebih kreatif dalam memberdayakan dan mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana yang ada. karena siswa bisa difasilitasi untuk lebih banyak bergerak. Pendekatan modifikasi ini dimaksudkan agar materi yang ada dalam kurikulum dapat disajikan sesuai dengan tahap-tahap perkembangan kognitif. Menurut Aussie (1996). ruangan kosong.

Dengan demikian dirasa perlu guru pendidikan jasmani membiasakan diri menganalisa setiap gerak yang dilakukan siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan khususnya jasmani. 1. yaitu dengan teknik demostrasi dan teknik penggunaan alat bantu pandang (visual aids).a) Anak-anak belum memiliki kematangan fisik dan emosional seperti orang dewasa. c) Olahraga yang dimodifikasi akan mampu mengembangkan keterampilan anak lebih cepat dibanding dengan peralatan standar untuk orang dewasa d) Olahraga yang dimodifikasi menumbuhkan kegembiraan dan kesenangan pada anak-anak dalam situasi kompetitif. 1. Pengertian Pembelajaran dengan Cara Pendekatan Analisa Gerak Pendekatan analisa gerak adalah suatu pembelajaran melalui teknik partisipatif untuk membantu siswa membiasakan diri untuk menganalisa gerak agar termotivasi untuk mampu mengoreksi gerakan siswa dalam proses belajar mengajar. yakni dengan memanipulasi program pendidikan jasmani melalui dua pendekatan teknik pembelajaran. agar termotivasi untuk mampu mengoreksi gerakan siswa dalam proses belajar mengajar.SLTA maupun Perguruan Tinggi. oleh karenanya pendekatan ini mempertimbangkan tahap-tahap perkembangan dan karakteristik anak. Pengertian Pembelajaran dengan Cara Pendekatan Bermain . b) Berolahraga dengan peralatan dan peraturan yang dimodifikasi akan mengurangi cedera pada anak. 1. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh teknik pembelajaran partisipatif terhadap kemampuan motorik dasar dan penguasaan keterampilan gerak.melainkan pada tingkat SLTP. Dari pendapat tersebut dapat diartikan bahwa pendekatan modifikasi dapat digunakan sebagai suatu alternatif dalam pembelajaran pendidikan jasmani. sehingga anak akan mengikuti pelajaran pendidikan jasmani dengan senang dan gembira 1.pendekatan ini mungkin sangat khusus yang artinya model pembelajaran dengan cara pendekatan analisa gerak tidak mungkin di terapkan pada anak tingkat sekolah dasar.

kita ambil contoh yang sederhana yaitu melaksanakan kegiatan bentengan. berlari sambil berpegangan tangan dengan bervariasi dari arah kanan ke arah kiri bergantian. Berikut cara penilaian seorang guru pendidikan jasmani dengan menggunakan model pembelajaran dengan cara pendekatan bermain: y Prosedur penilaian Siklus I y Dalam kegiatan siklus yang pertama dengan melaksanakan kegiatan yang menarik dan menyenangkan yaitu kegiatan olahraga tradisional. Kegiatan inti Dalam kegiatan ini dilaksanakan kegiatan out door games. Hal ini sangat bagus untuk melatih kemampuan kognitif. psikomotorik dan afektif siswa. satu orang berada diantara kelompok sebagai pusat pegangan dan masih banyak lagi bentuk kegiatan pemanasan sambil bermain. Permainan ini berasal dari permainan anak-anak yang awalnya mempergunakan pohon atau tiang sebagai sarana bentengnya. kelenturan tubuh disamping juga melatih unsur kognitif dan afektif siswa. Misalnya : berlari kecil berkelompok sambil memegang bahu sambil bernyanyi bersama. bahkan dapat dilakukan dengan kelompok yang lebih banyak asalkan jumlahnya ganjil. Bentuk kegiatan out door games yang pertama dilaksanakan bentuk kegiatan yang berorientasi pada melatih kekuatan. 1. Pemanasan Dalam kegiatan pemanasan kita buat dalam bentuk-bentuk permainan yang menyenangkan. Sebenarnya banyak sekali jenis out door games yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan jasmani. .Pendekatan bermain adalah suatu model pembelajaran aktifitas jasmani yang merupakan salah satu metode yang tepat dimana keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sekalipun sambil bermain mereka sudah melaksanakan kegiatan jasmani sebagai upaya untuk menjaga kebugaran tubuh. berlari kecil sambil meloncat dilakukan berpasangan berdua atau bertiga. kelincahan. Supaya ada bentuk variasi lain maka kita kembangkan jenis permainan ini dengan media lain. 2.

y Siklus II Dalam siklus kedua dicobakan untuk aspek yang lain yaitu aspek aktivitas ritmik. y Siklus III .y Prasarana : Berupa lapangan seluas lapangan basket. Tiap team dibagi dalam 3 kelompok masing-masing sebagai team penyerang. Team pemenang adalah team yang berhasil lebih dahulu merebut seluruh benteng lawan. hanya saja pada bentengan ini yang diperebutkan adalah bekas tempat bola tenis. atau botol bekas minuman. pengecoh lawan dan yang mempertahankan benteng. Dalam kegiatan pemanasan dibuat dalam bentuk-bentuk permainan sambil bergerak dan juga sambil bernyanyi. hanya bedanya kegiatan ini dilaksanakan di dalam ruangan. Kemudian dalam kegiatan inti kita berikan contoh-contoh gerakan sambil mereka menirukan dan biarkan mereka mengikuti sambil bernyanyi. biarkan mereka untuk bermain dan berkreasi menciptakan gerakan-gerakan sesuai dengan ide dan gagasan mereka. Bila dibatasi dengan waktu maka team pemenang adalah team yang paling banyak mengumpulkan benteng lawan. Setelah itu dibuat kelompok-kelompok. y Cara bermainnya sama dengna permainan bentengan lainnya. Benteng yang terbuat dari botol. y Sarana : Bekas botol plastik. dengan jumlah 5 sampai 10 buah. Langkah pertama peserta dibagi dua team dengan jumlah sama banyak. Untuk itu kita pilih kasetkaset yang lirik dan lagunya disukai oleh anak-anak. Hal ini sambil memantau semangat mereka dalam beraktivitas selama dilapangan ataupun dalam ruangan. sebagai benteng yang harus direbut dan dilarikan dari daerah musuh. Bentuk kegiatannya pun sama seperti pada siklus I. atau gelas plastik berada dibelakang team masing-masing. bekas tempat bola tenis.

lempar tangkap baik itu berpasangan maupun kelompok. Bagi yang mereka lemparannya jauh kita berikan pujian. Bagi yang belum betul dan belum jauh. Itupun kita buat dalam bentuk bermain. Secara berkelompok ataupun berpasangan biarkan mereka bermain lempar tangkap sambil main kucing-kucingan. Hal itu dilakukan secara berulang-ulang biarkan mereka sambil bermain. Pada saat pemanasan kita gunakan bola tenis dengan jumlah yang cukup.Pada siklus III kita cobakan jenis kegiatan aktivitas jasmani yang selama ini kurang disenangi oleh para siswa yaitu atletik pada nomor lempar lembing. Biarkan mereka tetap menggunakan bola tetapi kita arahkan untuk lemparannya sudah menggunakan teknik lemparan lembing. kita beri semangat supaya tidak kalah dengan yang lain. tetapi untuk faktor keamanan dan keselamatan tetap kita perhatikan. Pada kegiatan inti mereka tidak langsung menggunakan lembing. Selama kegiatan pemanasan yang penting mereka melakukan gerakan ada unsur lari. Pada kegiatan ini pun kita berlakukan mulai pemanasan sampai kegiatan inti dengan pendekatan bermain. Setelah mereka paham dan bisa membedakan teknik lemparan biasa dengan teknik lemparan lempar lembing baru kita kenalkan dengan lembing yang sesungguhnya. Kalau sebagian besar teknik lemparan sudah benar kita lombakan untuk melempar lebih jauh. Diposkan oleh rubiyatno di 09:08 Label: about penjas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful