REKAYASA GENETIKA

Resume

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Genetika II yang dibina oleh Prof. Dr. A. Duran Corebima, M. Pd, dan Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M. Pd

Oleh: Kelompok 4 Off. A Shefa Dwijayanti R. (109341417189) Ika Sukmawati (109341421811)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI November 2011

dkk. sidik jari DNA. Setelah klon rekombinan hasil rekayasa dipertahankan. fusi protoplas. atau dengan cara modifikasi gen baik yang individual maupun yang berupa perangkat gen. transduksi. Dari beberapa pengertian tersebut dapat dirangkum bahwa rekayasa genetika adalah manipulasi atas materi genetic dengan cara menambah atau menghilangkan gen-gen tertentu. Rekayasa genetika adalah manipulasi sifat genetic suatu organisme dengan cara mengintroduksi atau mengeliminasi gen-gen tertentu (Micklos. fusi protoplas. kopresipitasi fosfat dan endositosis. 1990) 2. serta teknik proyektil mikro. kadang-kadang disebut teknologi rekombinan DNA (Rasmussen. serta bioteknologi. delesi. Rekayasa genetika adalah manipulasi genetic dalam sel untuk menghasilkan sesuatu sifat yang dikehendaki. fusi dan fisi. 1990). insersi. Pada teknologi ini juga digunakan vector atau sarana lain untuk memindahkan gen atau fragmen DNA antara lain injkesi mikro. elektroporasi. 1994). gene pick up. (Klug. misalnya transfer vector. dan elektroporasi. dkk. Transfer semacam ini memanfaatkan prose salami seperti pada transfer DNA oleh bakteri dan virus. dkk. klon diseleksi dan diberdayakan dengan analisis genetic. terapi gen. Selain itu juga terdapat teknik kopresipitasi kalsium fosfat dan endositosis. serta proyektil mikro. Rekayasa genetika adalah teknik mengubah konstitusi genetic sel atau individu dengan cara pemindahan selektif. yang dapat berakibat terjadinya penambahan atau peniadaan sesuatu atau beberapa gen. Vektor yang digunakan dalam teknik ini dapat . Ada beberapa pengertian rekayasa genetika (genetic engineering). Transfer Vektor Transfer vector merupakan cara memasukkan suatu gen ke dalam sel baru dengan menggunakan pembawa (carrier) khusus. injeksi mikro. diagnosis molekuler. yaitu: 1. 3. antara lain crossing over.REKAYASA GENETIKA Pada rekayasa genetika dilakukan manipulasi atas materi genetic dengan cara menambah atau menghilangkan gen-gen tertentu. translokasi. Berbagai fenomena genetic alami sebenarnya menjadi model alami dari teknologi rekayasa genetika. PROSES REKAYASA GENETIKA Teknik-teknik Rekayasa Genetika Terdapat berbagai teknik yang digunakan dalam rekayasa genetika. insersi.

berupa plasmid.4 M dal). Selain itu juga tedapat Shuttle vector atau vector ulang-alik yang berupa molekul DNA. 3. molekul DNA yang digunakan untuk vector sebaiknya memiliki berat molekul rendah dan mampu member sifat fenotip yang dipilih dengan segera pada sel inang. Contoh lain plasmid E. Membawahi suatu penanda yang dapat dimanfaatkan untuk identifikasi sel-sel inang yang mengandungnya. Mudah terbebas kembali dari sel inang. 1. Selain sifat-sifat diatas. 2. coli. Mengandung sejumlah tapak pemutusan enzim restriksi khusus yang bermanfaat untuk insersi segmen-segmen DNA. ColE1 (4. 4. dan kosmid atau cosmid. bakteriofag. Sifat yang harus dimiliki molekul DNA sebagai vector: 1.2 M dal) dan RSF2124 (7. coli misalnya pBR322 (4363 kb) dan pUC19 (2686 kb) yang merupakan derivate dari pBR322 yang ukurannya lebih kecil sehingga memungkinkan untuk insersi fragmen DNA yang lebih besar. Gambar Plasmid PBR322 . Plasmid Contoh plasmid misalnya pSC101 (58 M dal). Plasmid tersebut terbentuk secara in vivo pada E. Mampu melakukan replikasi sendiri maupun replikasi segmen DNA yang diinsersikan bebas dari replikasi kromosom sel inang dengan cara membawahi suatu ori.

Jika M13 menginfeksi sel bakteri. Bakteriofag Bakteriofag yang digunakan dalam teknologi DNA rekombinan pada E. Kosmid Kosmid adalah vector yang dibangun atau dibuat di laboratorium memanfaatkan uruturutan cos dan fag yang berguna untuk pemasukan/ pengumpulan kromosom ke dalam kepala fag yang juga untuk fungsi resistensi terhadap antibiotic serta replikasi. dan urutan yang digunakan sebagai vector keseluruhan genomnya sudah diketahui. Suatu kosmid memiliki sebuah urut-urutan on suatu penanda dominan yang dapat dipilih seperti amp serta tapak-tapak restriksi unik untuk insersi dan pengklonan fragmen DNA. coli adalah bakteriofag yang seluruh gennya sudah diidentifikasi dam dipetakan. Derivat tersebut diperoleh dengan cara membuang berbagai bagian kelompok gen di daerah tengah. 3. DNA unting tunggal bereplikasi menghasilkan suatu model DNA unting ganda yang disebut RF atau replication form yang dipandang setara dengan plasmid. DNA asing dapat diinsersikan ke dalam tapaktapak pemutusan enzim restriksi tunggal pada genom. Seluruh derivat fag transfer sudah direkayasa sehingga hanya siklus litik yang mungkin. Klon yang dihasilkan M13 dapat digunakan untuk pengurutan DNA atau sebagai template untuk perubahan urut-urutan klon akibat mutasi. Bakteriofag lain yang digunakan sebagai vector adalah M13 yang memiliki materi genetic berupa unting tunggal.2. Gambar Bagan Cosmid .

Vektor ulang-alik (Shuttle vector) Selain vector transfer seperti plasmid. Pemanfaatan liposom sebagai system transformasi atau transfeksi disebut lipofeksi. bakteriofag dan kosmid. DNA maupun RNA ditembakkan ke dalam sel. Berkaitan dengan fusi protoplas sudah dikembangkan suatu system transformasi sederhana yang memanfaatkan liposom yang tersusun atas lipida kationik. Dengan pengujian pada Alium cepa. dan merupakan cara yang sama sekali baru untuk memasukkan asam nukleat ke dalam sel tumbuhan memanfaatkan kecepatan tinggi.4. Pada fusi protoplas terjadi pelarutan dua membrane sel dari sel-sel yang berbeda sehingga dua sel dapat bergabung menjadi satu. Pada teknik kopresipitasi kalsium fosfat dan endositosis butir-butir kopresipitasi kalsium fosfat dan DNA masuk ke dalam sel melalui endositosis fagositosis. Pada teknik proyektil mikro. Sudah terdapat vector yang dapat digunakan untuk memasukkan molekul DNA rekombinan ke dalam dua atau lebih macam sel makhluk hidup yang berbeda yang disebut vector ulang alik atau shuttle vector. misalnya fusi antara sel-sel yang dikultur dengan protoplas bakteri yang mengandung DNA eksogen. Teknik elektroporasi ini sangat sukses pada sel hewan. Liposom tidak hanya membentuk kompleks dengan DNA tapi juga melekat pada sel hewan yang dikultur dan lapisan-lapisan itu efisien melakukan transformasi yang mungkin terjadi melalui fusi dengan membrane plasma. fusi protoplas. elektroporasi. sudah terbukti bahwa DNA yang masuk ke . Vektor ulang alik adalah vector pengklon yang dapat bereplikasi di dalam dua atau lebih makhluk hidup inang. Perlakuan dengan cosmid sebelum kejutan listrik meningkatkan frekuensi efisiensi transformasi. kepresipitasi kalsium fosfat dan endositosis serta proyeksi mikro Pada injeksi mikro digunakan jarum mikroskopis untuk memasukkan DNA melalui membrane sel sasaran termasuk ke dalam inti sel. 5. sudah dikembangkan juga vector lain untuk memasukkan molekul-molekul DNA rekombinan ke dalam sel makhluk prokariotik lain maupun yang eukariotik. Teknik tersebut adalah cara umum memasukkan DNA ke dalam sel-sel mamalia. Injeksi mikro. Pada teknik elektroporasi digunakan listrik untuk menciptakan lubang kecil di membrane sel yang akan dimanfaatkan untuk pemindahan DNA ke dalam sel.

Segmen-segmen tersebut digabung ke molekul DNA lain dnegan bantuan vector yang dapat bereplikasi secara otonom 3. Di dalam sel tersebut molekul DNA rekombinan direplikasi menghasilkan salinan-salinan yang disebut klon. Prosedur Dasar Teknologi DNA Rekombinan Urutan proses yang menjadi prosedur dasar pada teknik DNA rekombinan yang dperantarai vector adalah sebagai berikut: 1. Sel inang yang mengandung DNA rekombinan mewariskannya kepada seluruh sel turunan. Segmen-segmen DNA yang diklon dapat diambil dari sel inang. dimurnikan. dan produk-produk gennya diisolasi dan dikaji. dan dianalisis 5. Vektor yang sudah terinsersi segmen DNA ditransfer ke suatu sel inang. DNA yang diklon ditranskripsikan. menghasilkan populasi sel identik yang semuanya membawahi urutan yang diklon 6. Pembuatan fragmen DNA dengan bantuan enzim nuclease restriksi yang mengenal dan memotong molekul DNA pada urut-urutan nukleotida yang spesifik. 2. 4. RNAd nya ditranslasikan. Pada teknik proyektil mikro tidak dibutuhkan kultur sel ataupun perlakuan jaringan resipien.dalam sel bersama proyektil mikro diekspresikan. .

Selain sifat-sifat diatas. dimurnikan. d. Segmen-segmen DNA yang diklon dapat diambil dari sel inang. Mudah terbebas kembali dari sel inang. c. Membawahi suatu penanda yang dapat dimanfaatkan untuk identifikasi sel-sel inang yang mengandungnya. 2. Sebutkan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh molekul DNA sebagai vector! Jawab: Sifat yang harus dimiliki molekul DNA sebagai vector: a. Pembuatan fragmen DNA dengan bantuan enzim nuclease restriksi yang mengenal dan memotong molekul DNA pada urut-urutan nukleotida yang spesifik. b. dan dianalisis . molekul DNA yang digunakan untuk vector sebaiknya memiliki berat molekul rendah dan mampu member sifat fenotip yang dipilih dengan segera pada sel inang.Pertanyaan: 1. Di dalam sel tersebut molekul DNA rekombinan direplikasi menghasilkan salinan-salinan yang disebut klon. Segmen-segmen tersebut digabung ke molekul DNA lain dnegan bantuan vector yang dapat bereplikasi secara otonom c. b. Mampu melakukan replikasi sendiri maupun replikasi segmen DNA yang diinsersikan bebas dari replikasi kromosom sel inang dengan cara membawahi suatu ori. Mengandung sejumlah tapak pemutusan enzim restriksi khusus yang bermanfaat untuk insersi segmen-segmen DNA. d. Bagaimana urutan prosedur dasar pada teknik DNA rekombinan yang diperantarai vector? Jawab: Urutan proses yang menjadi prosedur dasar pada teknik DNA rekombinan yang dperantarai vector adalah sebagai berikut: a. Vektor yang sudah terinsersi segmen DNA ditransfer ke suatu sel inang.

RNAd nya ditranslasikan.e. DNA yang diklon ditranskripsikan. Sel inang yang mengandung DNA rekombinan mewariskannya kepada seluruh sel turunan. menghasilkan populasi sel identik yang semuanya membawahi urutan yang diklon f. . dan produk-produk gennya diisolasi dan dikaji.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful