Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia

1

KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA
Politik imperialisme modern berbeda dengan pelaksanaan politik imperialisme kuno sebelum terjadinya Revolusi Industri. Dalam politik imperialisme kuno, penguasaan daerah baru untuk memperoleh logam mulia (gold), untuk mendapatkan kejayaan bangsa (glory), dan menyebarkan ajaran injil (gospel). Imperialisme modern yang dilakukan oleh Negara-negara Eropa memiliki tiga tujuan:
1. Mendapatkan daerah pemasaran hasil industri 2. Mendapatkan daerah penghasil bahan mentah atau bahan baku. 3. Mendapatkan daerah penanaman modal.

Imperialisme modern dilatarbelakangi oleh kepentingan ekonomi Negara imperal. Imperialisme modern dilakukan dengan menguasai negara lain sebagai sumber penghasil bahan mentah dan tempat pemasaran hasil industri. Kolonialisme Kolonialisme muncul pasca-Revormasi Industri yang sebagai akibat dari adanya hasrat untuk mencari sumber daya alam yang sebesar-besarnya yang digunakan sebagai bahan industri di kawasan Eropa. Bermulai dari kepentingan berdagang, bangsa-bangsa Eropa ini kemudian mulai menjajah daerah-daerah yang didatangi menjadi miliknya. Hal ini semakin jelas setelah Perjanjian Zaragosa antara Portugis dan Spanyol di sepakati dengan membagi dunia atas dua bagian yang menjadi milik mereka. Dalam perkembangannya muncullah Negara Eropa lain, seperti Inggris, Belanda, Perancis yang juga menjajah daerah-daerah yang mereka datangi sebagai Negara jajahannya. Inilah yang disebut kolonialisme. Kolonialisme sering dihubungkan dengan imperialisme, walaupun pada dasarnya kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang mendasar dalam pola dan tujuannya. Kolonialisme bertujuan menguasai sumber daya ekonomi dan modal di suatu daerah, dengan cara menjajah daerah-daerah tersebut. Masuknya Bangsa Eropa Ke Indonesia Penjajahan Bangsa Spanyol Penjajahan samudra yang dilakukan bangsa Spanyol pertama kali dipimpin oleh Christhoper Columbus. Colombus mengajukan misi pelayaran kepada Raja Spanyol untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah di dunia Timur. Misi bertujuan Ekonomi ini disetujui oleh Raja Spanyol, pada tahun 1492, Colombus memulai misi penjelajahan bangsa Spanyol. Tujuan dari misi ini adalah untuk menemukan Kepulauan Hindia, daerah penghasil rempah-rempah.

Tugas Kelompok

Bartholomeu Dias berhasil sampai Tanjung Harapan di ujung selatan Benua Afrika. Pada tahun yang sama armada de Albuquerque sampai di Goa. Dari India. ia juga menyebarkan agama Katolik di Ambon. de Albuquerque mendengar cerita tentang kekayaan daerah Malaka. Berita bahwa Del Cano berhasil menemukan daerah penghasil rempah-rempah segera tersenar di penjuru Spanyol. Perjalanan selanjutnya dilakukan oleh Vasco da Gama yang mendarat di Calicut atau India pada tahun 1498. Tugas Kelompok . India bagian selatan. Kepulauan Bahama kemudian dianggap sebagai wilayah jajahan Spanyol. Ia berlayar mulai dari Sanlucar de barrameda Spanyol kea rah barat menuju bagian selatan Benua Amerika. Di Goa. dan Morotai. Di Maluku pimpinan perjalanan Sabastian Del Cano membeli rempah-rempah dan membawanya ke Spanyol dengan kapal Victoria. Pada tahun 1511. kapal-kapal Spanyol berduyun-duyun dating ke Kepulauan Maluku. ia mengira telah sampai di kepulauan Hindia. misi ini menyebarkan agama Katolik. Ia berusaha mendamaikannya akan tetapi ia malah terbunuh dan meninggal pada 27 April 1521. Misi selanjutnya menguasai daerah Meksio. Misi yang kedua dilakukan Ferdinand Magellan pada 20 september 1519. dengan menaklukan suku IndianAztec dan Indian Maya. Penjajahan Bangsa Portugis Bangsa Portugis menempuh jalur penjelajahan kearah timur karena adanya perjanjian Tordesillas pada tahun 1494 antara Spanyol dan Portugis. Pada tahun 1488. Berdasarkan Perjajian tersebut. bangsa Spanyol mendapatkan wilayah sebelah barat dari kepulaun Cape Verde atau sebelah barat Afrika. pada tahun 1510. Selai membawa misi ekonomi. Akibatnya hingga tahun 1534. Ternate. Tahun 1520. Misi perjalanan Magellan dilanjutkan oleh Sabastian Del Cano. Portugis mengirim misi ekspedisi ke timur yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque. Seorang pastor yang menjalankan misi penyebaran agama Katolik ke Maluku adalah Santo Franciscus Xaverius. Pada tahun 1521 armada Spanyol mendarat dikepulauan Maluku.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 2 Di Kepulauan Bahama di Benua Amerika Colombus mendarat. seorang pelaut Portugis yang mendapatkan perintah dari Raja Portugis. Namun ia tidak bisa melanjutkan misi perjalanan karena kerusakan kapal. Misi bangsa Portugis dipimpin oleh Bartholomeu Dias. Maggelan mencapai Kepulauan Filipina. Pada saat mendaratkan kapalnya di Filipina sedang terjadi pertikaian antara-suku local. Alfonso de Albuquerque bersama pasukannya menyerang Malak dan berhasil. sementara bangsa Portugis mendapatkan wilayah timur. hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bentrokan antara kedua Negara tersebut dalam memperebutkan daerah yang baru.

Ratu Elizabeth 1 dari Inggris memberi hak Oktrooi kepada Maskapai Hindia Timur atau The East India Company (EIC). Ekspedisi ini dilakukan dengan empat buah kapal. Setelah menguasai Malaka dan Maluku. Di Kepulauan Maluku. Maskapai Hindia Timur ini merupakan kongsi dagang inggris yang berpusat di India. Middeton berhasil sampai ke Ternate. Namun usaha dalam merebut pulau Sumatra kurang berhasil karena terdapat Kerajaan Aceh yang mendominasi perdagangan lada di pulau Sumatra. Ambon dan Banda. Maluku pada tahun 1512. Armada bangsa Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Tugas Kelompok . Bangsa Portugis juga memperluas perdaganganya ke Pulau Jawa. Jan Huygen van Linschiten. bangsa Portugis bermaksud memperluas kekuasaannya ke Pulau Sumatera yang kaya akan lada. Namun. Dari Banten misi pelayaran terus bergerak ke timur menuju Kepulauan Malaka. tentra Inggris menyerang wilayah-wilayah yang di kuasai Belanda. akhirnya jalur pelayaran bangsa Portugis ini berhasil diketahui bangsa lain. Tidore. Misi pelayaran selanjutnya di pimpin oleh Sir Henry Middleton pada tahun 1604. menerbitkan catatan berisi peta-peta dan gambaran tentang wilayah dan barang dagangan bangsa Portugis. ekspedisi Belanda berlayar ke Asia. Bangsa Portugis akhirnya sampai di Ternate. para pedagang bangsa Portugis berusaha merahasiakan jalur perdagangan ke Benua Asia.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 3 Dari Malaka. Pemerintahan Belanda menyerah tanpa syarat. Seorang berkebangsaan Belanda yang bekerja pada perusahaan pelayaran Portugis. Kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia Pada awalnya. ekspedisi bangsa Portugis meneruskan perjalanan ke timur di bawah pimpinan Francisco Serro. Pada Juni tahun 1596 Cornelis de Houtman sampai di Banten. Di kepulauan Malaka. Inggris mendapat persaingan dari Portugis dalam usah mendapatkan rempah-rempah. Pada thun 1595. armada de Houtman berhasil mengangkut rempah-rempah dalam jumlah banyak. Pada tahun 1811. Kedatangan Bangsa Inggris ke Indonesia Pada tahun 1600. Pada tahun 1602 Sir James Lancaster adalah orang pertama yang ditunjuk untuk memimpin armada palayaran Inggris ke dunia timur dan armada ini tiba di Aceh dan kemudian ia melanjutkan ke Banten.

Tanah milik petani menjadi objek dari kapitalisme.terutama di daerah perkebunan di luar Jawa. budaya. Sedangkan tanah pribadi dapat disewakan selama 20 tahun. Tanah pribadi yang dikuasai rakyat secara adat dapat disewakan selama 5 tahun. Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kolonial sangat dipengaruhi oleh sistem kolonial yang diterapkan oleh pemerintahan Hindia Belanda. bahkan akibatnya terasa hingga saat ini. Selain mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan. Penetrasi tersebut sering kali mengabaikan hak-hak rakyat menurut Tugas Kelompok . terjadi perubahan dalam masyarakat pedesaan terutama dalam melihat aset tanah yang dimilikinya. akibat sistem sewa tersebut tanah yang disewakan cenderung menjadi milik penyewa. Walaupun wajib kerja dihapuskan sesuai dengan semangat liberalisme. sarana jalan dan beberapa pabrik gula. baik di pedesaan maupun di perkotaan. Apabila sebelum adanya UU Agraria tahun 1870 tanah yang dimiliki tidak memiliki arti ekonomi yang penting kecuali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maka setelah dikeluarkannya undang-undang tersebut terjadi komersialisasiaset petani.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 4 Dampak Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia Praktek imperialisme dan kolonialisme di Indonesia mempunyai dampak yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Setelah sistem tanam paksa dihapuskan pada tahun 1870 pemerintah kolonial menerapkan sistem ekonomi baru yang lebih liberal. Di bidang ekonomi. Masalah sistem perburuhan dikeluarkan aturan yang ketat. Nilai-nilai kapitalisme mulai masik ke dalam struktur masyarakat Indonesia. Para pengusaha dapat menyewa tanah dari guberneman dalam jangka 75 tahun. Dengan demikian. Bukan hanya mengakibatkan terjadinya penderitaan dan kesengsaraan fisik. tetapi juga psikhis. Pada tahun 1880 ditetapkan Koeli Ordonanntie yang mengatur hubungan kerja antara koeli (buruh) dengan majikan. marga. Sistem tersebut ditandai dengan dikeluarkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870. penetrasi kapitalisme sampai pada tingkat individu. Apabila pada masa sistem tanam paksa perekonomian dikelola oleh negara maka sejak Undang-undang Agraria 1870 kegiatan ekonomi lebih banyak dijalankan oleh swasta. Tanah tersebut menjadi objek komersialisasi. Komersialisasi telah menggantikan sistem ekonomi tradisional. Menurut undang-undang tersebut penduduk pribumi diberi hak untuk memiliki tanah dan menyewakannya kepada perusahaan swasta. dan aturan perundangan. satu hal yang tidak kekenal sebelumnya dalam masyarakat tradisional di pedesaan. Pajak dipungut dari semua warga desa yang kena wajib kerja. Pajak tersebut dirasakan oleh rakyat lebih berat dibandingkan denganwajib kerja. Tahun 1872 dikeluarkan Peraturan Hukumam Polisi bagi buruh yang meninggalkan kontrak kerja. Dalam jangka panjang. pemerintah kolonial menetapkan pajak kepala pada tahun 1882. imperialisme barat juga meninggalkan kosakata. Nilai uang telah menggantikan satuan ekonomi tradisional yang selama ini dijalankan oleh masyarakat pedesaan.

sejak tahun 1870 terjadi pengirimam buruh besar-besaran dari Jawa ke daerah perkebunan di Sumatera. Sistem ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah kolonial Belanda adalah sistem tanam paksa dan sistem kapitalisme menurut Undang.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 5 hukum adat.Undang Agraria tahun 1870. Nilai ekonomi uang telah menggantikan nilai ekonomi menurut cara-cara ekonomi tradisional seperti sistem barter dan lain-lain. Misalnya. Melalui kedua sistem tersebut terjadi mobilitas tenaga kerja dari tempat tinggal mereka ke daerah perkebunan baik yang berada dalam satu pulau maupun luar pulau. Tugas Kelompok .

yang telah lama ada maupun kota baru seperti Kotaraja. Pontianak. Sedangkan di pesisir pantai berkembang pula kota-kota pesirir seperti Tuban. Kota-kota tersebut lahir karena di sekitarnya dikembangkan perkebunan. Medan. Misalnya sejak tahun 1863 telah dibangun jaringan rel kereta api antara Semarang dan Yogyakarta.19 telah terhubung rel kereta api antara Jakarta-Surabaya.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 6 Dampak dari imperialisme Belanda di Indonesia Transportasi Dibangunnya jaringan jalan raya. Malang dan Sukabumi. Makasar. Surabaya. Pada akhir abad ke-19 terdapat 20. pengangkutan barang dan tenaga kerja. Lahirnya kota-kota tersebut terkait dengan perkembangan ekonomi seperti perkebunan serta perdagangan antar pulau.000 km jaringan jalan raya di Jawa. Jaringan perhubungan jalan kereta api tersebut telah mempercepat mobilitas penduduk dari satu kota ke kota lainnya. sejak tahun 1808. kondisi tersebut tidak hanya mengakibatkan terjadinya mobilitas hasil-hasil perkebunan dan barang tetapi juga telah mengakibatkan terjadinya mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya melalui jaringan jalan yang ada. Misalnya.Demikian juga dengan kota-kota lama menjadi incaran penduduk untuk bermukim . Bebarapa tahunkemudian disusul dengan rel antara Jakarta-Bogor. Pembangunan tersebut dimaksudkan untuk menunjang kegiatan perkebunan. para priyayi dari berbagai kabupaten di Jawa Barat banyak yang berpindah ke Bandung untuk sekolah. di Jawa dibangun Jalan Raya Post (Groete Posweg) yang menghubungkan kotakota besar di Jawa. Batavia. Pada akhir abad ke-19 lahirlah kota pedalaman seperti Bandung. Jaringan kereta api di Indonesia termasuk salah satu yang tertua di Asia. Gresik. Pendidikan Pembangunan pendidikan telah mempercepat mobilitas penduduk. dan Banjarmasin. Padang. Semarang. Misalnya. Banyak penduduk yang berpindah dari satu kota ke kota lainnya karena alasan sekolah. Lulusan dari sekolah di sana ada yang tetap bermukin di kota tersebut. Sekolah-sekolah yang didirikan di perkotaan telah menarik minat yang besar dari penduduk sekitarnya. Transmigrasi Adanya jaringan jalan raya serta jalan kereta api dan hubungan laut telah membantu mempercepat pertumbuhan kota. Namun demikian. Palembang. Pendidikan yang berkembang di Indonesia pada abad ke-19 menggunakan sistem yang diselenggarakan oleh Tugas Kelompok . ada juga yang kembali ke daerah asalnya atau ke daerah lain tempat mereka bekerja. jalan kereta api serta perhubungan laut dengan menggunakan kapal api. Banten. Terjadilah urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota. Pada akhir abad ke. Pada akhir abad ke-19 lahirlah kota-kota baru di pedalaman serta di pesisir pantai.

tetapi lebih diutamakan untuk kepentingan praktek imperialisme Belanda di Indonesia. Materi pelajaran umum dalam sistem ini hanya mendapat porsi yang lebih kecil. Sekolah-sekolah tersebut baru didirikan pada tahun 1840-an dan diperuntukkan bagi warga pribumi dari golongan menengah atau anak pegawai pemerintah. dengan tamengnya politik etis. Hal ini terjadi setelah pemerintah kolonial Belanda berusaha menjalankan politik etis. Sistem persekolahan Islam menggunakan sistem pesantren. Katholik dan Islam. Sistem tanam paksa telah menguras kekayaan negeri Indonesia dan dinikmati oleh warga negeri Belanda. Sistem pendidikan Islam dilaksanakan melalui pondok pesantren dengan kurikulum yang terbuka serta staf pengajar yang berasal dari para kiai. Sementara sebagian penduduk Indonesia terutama yang terlibat dalam sitem tanam paksa berada dalam kondisi menderita. politik balas budi kepada bangsa Indonesia karena telah memberikan kemakmuran bagi negeri Belanda. kurikulum serta guru dengan jadwal teratur. pemerintah kolonial menerapkan sistem pendidikan Barat. pemerintah kolonial berusaha menjalankan politik etis melalui pendidikan dan pengajaran (edukasi). tergantung dari lokasi sekolah tersebut. pelaksanaan politik etis sebenarnya bukan untuk balas budi. melalui sistem pendidikan ini telah dilahirkan banyak orang yang memiliki pandangan yang maju serta mampu melihat kondisi buruk masyarakat yang menjadi korban dari imperialisme Barat. Di luar itu. kalau ditinjau secara kritis. Demikian juga dengan buku pelajaran. Untuk menyiapkan tenaga pengajar maka didirikan sekolah guru (kweekschool) di Sala (1852) dan Bandung serta Probolinggo (1866). Sistem pendidikan ini lebih menekankan pada pendidikan agama. Namun demikian. Pada tahun 1851 telah diterbitkan beberapa buku pelajaran mengenai pertanian. Winter. peningkatan pertanian (irigasi) dan pemindahan penduduk (transmigrasi). Jawa. peternakan. Madura atau Melayu. Pada awalnya. Buku-buku yang dikarang oleh Holle. Wilken dan lain-lain tersebut bersifat praktis dan dapat langsung diterapkan oleh pembaca. Namun. Bahasa yang digunakan dalam persekolahan tersebut adalah bahasa Sunda. Lulusan sekolah tersebut ditempatkan di sekolahsekolah gubernemen. Sistem pendidikan pesantren dianggap lebih demokratis sebab membuka kesempatan pada semua golongan untuk memperoleh pendidikan di sana.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 7 organisasi agama Kristen. sekolah yang didirikan adalah sekolah gubernemen di setiap kabupaten atau kota besar. untuk kepentingan kesejahteraan rakyat Indonesia. Sistem penididikan yang dijalankan pemerintah kolonial Belanda menggunakan sistem Barat dengan menyediakan tempat berupa sekolah. Goedkoop. Keberadaan sekolah tersebut mengakibatkan terjadinya kemajuan yang cukup pesat dalam bidang pendidikan di Hindia Belanda yang ditandai dengan Tugas Kelompok . Menyadari akan kondisi itu. kesehatan dan bangunan. kemampuan membaca huruf arab serta dengan menggunakanbahasa setempat. Bersamaan dengan berkembangnya sistem pendidikan pesantren berkembang pula sistem pendidikan Barat.

Tugas Kelompok . 2) Bahasa pengantar diserahkan kepada sekolah masing-masing sesuai kebutuhan.1883. Sekolah pribumi diarahkan agar lebih berakar pada kebudayan setempat. sekolah bidan di Weltevreden dan sekolah mantri cacar di Jakarta yang kemudian berubah menjadi Sekolah Dokter Jawa. perkembangan pendidikan abad ke-19 dipengaruhi oleh kecenderungan politik dan budaya sebagai berikut: 1) Pengajaran bersifat netral dan tidak didasarkan atas agama tertentu. Di sekolah tersebut digunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. sekolah dokter hewan di Surabaya. Sedangkan untuk daerah lainnya terdapat 11276 jumlah siswa pada tahun 1873. Di sekolah tersebut diajarkan mengenai hukum. Sedangkan untuk rakyat kebanyakan didirikan tweede klasse atau sekolah kelas dua dengan mengguankan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pangreh praja (birokrasi pemerintahan) maka didirikanlah hoofdenschool di Bandung. pendidikan mengakibatkan mereka mengalami mobilitas sosial secara vertikal yang ditandai dengan status baru serta kedudukan baru dalam berbagai profesi. Misalnya jika murid pribumi menghendaki bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar maka sekolah harus memenuhinya. pada tahun 1873 terdapat 5512 jumlah siswa di Jawa dan Madura dan meningkat menjadi 16214 tahun 1883. Di luar sekolah di atas. Pada tahun 1899 hoofdenschool berubah nama menjadi OSVIA (Opleidingschool voor Inlandsche Ambtenaren). hukum negara untuk menyiapkan calon pangreh praja. Faktor-faktor tersebutlah yang menjadi penyebab bahasa daerah dijadikan sebagai bahasa pengantar. administrasi. Hal ini dipengaruhi oleh faham humanisme dan liberalismedi Negeri Belanda. sejarah imperialisme di Indonesia ditandai dengan semakin banyaknya orang terpelajar yang memperoleh pendidikan Belanda. Kelompok terpelajar tersebut telah mampu meningkatkan status sosialnya dari yang berkedudukan rendah menjadi lebih baik. meningkat menjadi 18694 sepuluh tahun kemudian.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 8 meningkatnya jumlah siswa dan guru antara tahun 1873. Menurut Sartono Kartodirjo (1988). Mereka bekerja di sektor pemerintahan sebagai pangreh praja serta pegawai swasta. Dengan demikian. Memasuki abad ke 20. Probolinggo dan Tondano pada tahun 1878. 3) Sekolah-sekolah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan praktis pekerjaan kejuruan. Sedangkan untuk guru seluruh Indonesia meningkat dari 411 tahun 1873 menjadi 1241 sepuluh tahun kemudian. Di tingkat perguruan tinggi didirkan sekolah pertanian di Bogor. pemerintah kolonial juga mendirikan sekolah kelas satu atau eerste klasse untuk anak-anak priyayi dengan menggunaan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Magelang. Sekolah-sekolah tersebut diikuti oleh siswa dari kalangan priyayi atau para pamong praja dari lingkungan keraton atau pendopo kabupaten. Misalnya.

tunduk dan patuh kepada ayah-ibunya dan saudarasaudaranya yang lebih tua (Tashadi. poligami dan sebagainya. karena dampaknya adalah mengkondisikan mereka terjerumus ke arah prostitusi (Wiriaatmadja. Karena tradisi tersebut. Gerak langkah perempuan untuk mengembangkan dirinya menjadi sangat terbatas. Kondisi ini diperkuat oleh struktur sosial masyarakat feodal di Jawa yang menempatkan perempuan berada di bawah posisi laki-laki. Menyangkut hubungan dengan orang tua. Pada abad ke-19 tradisi pembelengguan perempuan masih cukup kuat. keadaan buruk tetap menimpa perempuan dari semua golongan seperti kawin paksa. 1985). 1985). Kartini menjelaskan bahwa penjaraku adalah rumah besar. Sedangkan bagi anak-anak gadis kebanyakan. menutur adat. Fenomena ini dijelaskan Siti Soemandari (1986:16): Banyak dari kalangan bangsawan Jawa yang awalnya menikah dengan perempuan kebanyakan. maka tidak dapat diharapkan dalam jangka waktu yang pendek memperbaiki struktur itu. Mereka juga harus menghormati. Tradisi ini tidak beranjak dari tradisi lama dalam masyarakat feodal. Perkawinan anak-anak. Hal ini berarti bahwa prestise mendapatkan tempat yang tinggi pada masa itu. tidak diperbolehkan bergaul rapat dengan ayah ibunya. Hukum adat yang menempatkan perempuan dalam posisi itu dibiarkan oleh pemeriantah kolonial karena kondisi itu tidak merugikan pemerintah kolonial. Tugas Kelompok . mereka sedikit masih memiliki kebebasan. Emansipasi Wanita Kedudukan kaum perempuan pada abad ke-19 masih rendah dibandingkan dengan kedudukan pria. Gelar-gelar kebangsawanan yang didapatkan menunjukkan beruratakarnya feodalisme dalam komunitas rakyat Jawa. Ini membuktikan bahwa banyaknya permaduan dalam masyarakat bangsawan sudah menjadi tradisi feodal . dengan dikelilingi halaman yang luas tetapi sekitar halaman itu terdapat pagar tembok yang tinggi. pada saat akan mendapatkan kenaikan pangkat akan menikah dengan perempuan dari derajat yang sama untuk mendapatkan anak dari golongan itu. Tradisi pingitan tersebut lebih menonjol pada anak gadis dari golongan bangsawan atau priyayi. poligami sistem perseliran dan perceraian merupakan kesengsaraan bagi kaum perempuan. Namun demikian. Pingitan ini tentu saja akan memutuskan komunikasi antara kaum perempuan dengan dunia di sekelilingnya. Salah satu adat yang berkembang pada saat itu adalah poligami. kawin anak-anak. gadis-gadis yang menjelang dewasa. Mereka merupakan kelompok pertama dalam masyarakat Indonesia yang pada awal abad ke-20 memiliki kesadaran nasional dan kemudian menjadi pelopor pergerakan nasional. Mengenai pingitan. Tradisi tersebut tidak hanya berkembang pada masyarakat kelas bawah tetapi juga di kalangan golongan bangsawan. perempuan tidak memiliki kebebasan ke luar rumah.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 9 Kelompok tersebut dinamakan sebagai homines novi atau orang-orang baru yang lahir karena pendidikan.

Hal ini dimaksudkan agar para buruh-buruh perempuan memperoleh wawasan dalam rangka memperbaiki kehidupannya. karena orang tua tidak mengizinkan anak-anak gadis pergi ke sekolah berhubung dengan adat istiadat. Aisyiyah di Yogyakarta (1918). Untuk memperbaiki hidup perempuan. Organisasi ini dibentuk atas prakarsa dari KH. secara biologis ada dua jenis gerakan perempuan pada masa-masa awal abad XX. bimbingan dan penerangan pada gadis pribumi dalam menuntut pelajaran dan dalam menyatakan pendapat di muka umum. Kesadaran itu diwujudkan dalam bentuk berbagai gerakan sosial dan budaya. Pada awalnya Ny.Ahmad Dahlan dan berdiri pada tahun 1917 setelah Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Menurut Cahyo Budi Utomo (1995).A Sabarudin. dan Perempuan Susilo di Pemalang (1918). Tujuannya adalah memberikan bantuan.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 10 Setelah dibukanya sekolah oleh pemerintah Belanda dan adanya kesempatan bagi warga pribumi untuk sekolah. Putri Merdika memberikan beasiswa dan menerbitkan majalah bulanan. R. Akibatnya. Salah satu organisasi keagamaan yang memperhatikan masalah kedudukan perempuan adalah organisasi Aisiyah.A Kartini. sehingga timbullah kesadaran bahwa untuk mencapai kemajuan itu diperlukan suatu liberalisasi dari belenggu adat istiadat. Kartini yakni dengan pendidikan seorang perempuan dapat meningkatkan kedudukannya dan dapat memberikan jalan keluar dari semua penderitaan. Tokoh-tokohnya adalah R. Pandangan inilah yang memberikan inspirasi pada kaum perempuan terpelajar untuk memperjuangkan hak-hak mereka serta meningkatkan posisinya dalam kehidupan. Pengajaran untuk perempuan sangat sedikit sekali. Putri Mardika merupakan organisasi keputrian tertua yang merupakan bagian dari Budi Utomo. Organisasi ini di bentuk pada tahun 1912. Ahmad Dahlan memberikan pendidikan kepada buruh-buruh batik. Beberapa di antaranya adalah Pawiyatan Perempuan di Magelang (1915). Tokoh perempuan dari pendiri Aisiyah ini adalah Ny. yakni organisasi lokal kedaerahan dan organisasi keagamaan.K Pringgodigdo (1994) Kartini memiliki pandangan bahwa keburukan-keburukan yang menimpa perempuan adalah akibat dari kekurangan pengajaran. terjadi perubahan cara pandang golongan terpelajar ini terhadap tradisi mereka. Setelah putri Merdiko lahirlah organisasiorganisasi perempuan baik yang dibentuk sendiri oleh kaum perempuan maupun organisasi yang beranggotakan kaum pria. timbulnya aspirasiaspirasi untuk mengadakan inovasi dan modernisasi menurut mode Barat. Pencintaan Ibu Kepada Anak Temurun (PIKAT). Mereka melihat bahwa banyak tradisi setempat yang menghambat kemajuan. Ahmad Dahlan.A Sutinah Joyopranoto. Purborini di Tegal (1917).R Rukmini dan Sadikin Tondokusumo. Tugas Kelompok . R. Dalam bukunya A. Salah satu gerakan tersebut adalah gerakan emansipasi oleh R.

Menurut Sukanti Suryocondro (1995). organisasi-organisasi tersebut bergerak dalam bidang sosial dan kultural. Tujuan lainnya adalah keinginan untuk mempertahankan ekspresi kebudayan asli melawan aspek-aspek kebudayaan Barat. yaitu memperjuangkan nilai-nilai baru dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 11 Walaupun pendidikan yang diberikan adalah menyangkut materi keagamaan serta kemampuan baca dan tulis. Tugas Kelompok . Tujuan terakhir ini menunjukan adanya sifat nasionalisme dalam organisasi-organisasi tersebut.

sehingga kebudayaan tradisional mulai luntur. Mereka sebetulnya beragam. Tugas Kelompok . Ada official/resmi seperti VOC (kala itu) dan ada juga yang independen seperti para sarjana-sarjana hukum Belanda yang tidak terkait dengan pihak kolonial. b) Timbulnya kegelisahan. ada substansi positif dalam relasi antara Belanda dengan Indonesia yang tidak selalu dilihat dari sisi negatifnya saja. Mari kita terus mengenal dan mencoba membandingkan sistemnya antara satu negara dengan negara yang lain dengan lebih bijak tanpa harus terus-terusan menjustifikasinya secara negatif.Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia 12 Kesimpulan 1. Bidang Politik. a) b) c) d) Kehidupan ekonomi Bangsa Indonesia semakin merosot. kekecewaan dan kebencian rakyat terhadap pemerintah Kolonial yang menimbulkan perlawanan. 4. Di sini juga. Kita tentunya ini harus bisa melihatnya secara komphrensif. Sistim ekonomi uang mulai berkembang Munculnya istilah monopoli 3. a) Makin meluasnya kebudayaan barat. Mungkin inilah yang disebut modernisasi perkembangan zaman dalam dunia ilmu pengetahuan khususnya pendidikan dan hukumnya dewasa ini. hendaknya perspektif mengenai istilah penjajah jangan hanya berkutat di situ saja (level penyebutan) walau kenyataannya bisa saja seperti itu. Bidang Ekonomi. Bidang Sosial. a) Hilangnya kekuasaan Raja b) Campur tangan pihak asing terhadap urusan Istana c) Kewenangan Bupati berkurang dalam Pemerintahan. Adalah sistem pendidikan lokal termasuk sistem dan pendidikan hukumnya di negara kita telah mengalami reformasi dalam hal perbandingan dan pembaharuan sebagai akibat dari interaksi bangsa ini dengan sistem kolonial Belanda. Bidang Pendidikan a) Munculna golongan terpelajar b) Wanita di perbolehkan untuk bersekolah (masih hanya d kalangan tertentu saja) Setidaknya. 2. Kesejahteraan rakyat semakin menurun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful