emampuan Gerak Dasar

Pendahuluan
Gerak adalah ciri kehidupan. Tiada hidup tanpa gerak. Apa guna hidup bila tak mampu bergerak. Memelihara gerak adalah mempertahankan hidup, meningkatkan kemampuan gerak adalah meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu : Bergeraklah untuk lebih hidup, jangan hanya bergerak karena masih hidup. Bahkan manusia masih berada dalam kandungan sudah melakukan gerakkan yang merupakan fase gerak reflek. Dalam kehidupan seorang anak saat mencapai usia tahun kedua, adanya tanda-tanda perubahan yang dapat diamati bagaimana cara mereka berhubungan dengan sekitarnya, dan di penghujung usia yang kedua, mereka telah menguasai kemampuan gerak dasar yang dikembangkan sepanjang masa kanak-kanak. Bentuk kemampuan gerak ini adalah dasar yang dikembangkan tiap-tiap anak atau pola-pola gerak dasar pada masa kanak-kanak dini dan keterampilan pergerakan khusus pada masa kanak-kanak setelahnya serta masa remaja. Anak-anak tidak lagi dihentikan oleh ketidakmampuan untuk bergerak bebas atau dibatasi oleh tempat tidur mereka atau tempat bermain mereka. Sekarang mereka mampu menyelidiki potensi pergerakan tubuh mereka dengan bergerak antar ruang (daya gerak). Mereka tidak lagi tak berdaya melawan gaya gravitasi tetapi memperoleh peningkatan kontrol melalui kemampuannya terhadap gravitasi (stabilitas). Mereka tidak harus lagi melakukan raihan-raihan kasar yang tidak efektif, menggenggam, melepas benda-benda tertentu pada masa kanak-kanaknya tetapi dengan cepat mengembangkan kemampuannya untuk mengontrol dan melakukan kontak dengan objek secara akurat dalam lingkungannya (memanipulasi). Anak-anak balita terlibat dengan proses pengembangan dan penyaringan kemampuan gerak dasar pada berbagai macam stabilitas/keseimbangan, daya gerak, dan pergerakan manipulatif. Artinya mereka harus terlibat dalam serangkaian pengalaman-pengalaman yang terkoordinasi dan berkembang untuk meningkatkan pemahaman tubuh dan potensinya untuk bergerak. Pengembangan pola gerak tidak hanya diperhatikan secara khusus pada pengembangan keterampilan tingkat tinggi dari sejumlah situasi pergerakan tertentu, tetapi juga pada pengembangan tingkat kecakapan (profisiensi) dan mekanik tubuh efisien yang dapat diterima dalam berbagai macam situasi pergerakan. Suatu gerak dasar melibatkan elemen dasar dari pergerakan tertentu saja. Gerak dasar ini tidak mencakup gaya-gaya individu atau penampilan unik personal. Gerak dasar juga tidak menekankan pada variasi-variasi gerak dasar yang masuk ke dalam keterampilan kompleks seperti lay-up shot dalam bola basket atau latihan lantai rutin dalam olahraga senam. Tiap-tiap pola gerak pertama kali harus terbebas antara satu gerak dengan lainnya, dan baru dihubungkan dengan gerak lainnya dalam berbagai macam kombinasi. Pergerakan-pergerakan dari daya gerak berlari, melompat dan melenting, atau pergerakan-pergerakan manipulatif dari melempar, menangkap, menendang, dan mengait merupakan contoh-contoh kemampuan gerak dasar. Pergerakan-pergerakan ini lalu dikombinasikan dan ditingkatkan dalam berbagai macam cara . Pengembangan kemampuan gerak dasar merupakan dasar bagi pengembangan gerak anak.

mulai menggumpulkan data untuk membawa menuju tahap konsep pengembangan gerak sepanjang awal masa kanak-kanak. sebagai berikut : 1) Menurut (Halverson dan Roberton. 1972. Hasilnya. Menurut Johnson (1962). 1966. mudah digunakan. Pembahasan 1. Metode ini mendorong penggunaan baik pendekatan secara konfigurasi tubuh total maupun pendekatan analisis bagian untuk menilai pengembangan pola gerak dasar. dan Seefelt dan Haubenstricker (1976) telah sukses digunakan dalam penilaian observasi pada anak-anak. Menurut Williams’s (1970) rangkuman kemampuan gerak anak antara 3 – 6 tahun mengungkapkan bentuk pergerakan lebih lanjut seiring peningkatan usia. 2) Menurut McClenaghan dan Gallahue (1978b). matang. Studi pengembangan gerak normatif ini menarik dan informatif berisikan kuantitas dan hasil gerak yang mereka sebut “berapa jauh”. atau tahap terampil olahraga. Seefeldt. dan terpercaya untuk mengklasifikasikan individu pada tahap-tahap dini. manipulatif dan kemampuan perseptual dari 365 anak yang berusia 4 hingga 12 tahun. bersama dengan berbagai macam pengalaman gerak yang sesuai untuk dikembangkan untuk tiap-tiap tahap dalam 23 keterampilan gerak dasar. Dalam buku Developmental Physical Education for Today’s Children (1996) ia menawarkan sebuah sistem praktis. “berapa cepat”. 1979. Metode Seefeldt memberikan skor tahap klasifikasi keseluruhan (tahap1 sampai tahap 5) dan disebut dengan pendekatan konfigurasi tubuh total. Menurut Cratty dan Martin (1969) menyajikan urutan keterkaitan usia terhadap pencapaian dari berbagai macam daya gerak. 3) Menurut Gallahue (1996) baru-baru ini memperluas dan merevisi metode tahap-tahap pengidentifikasian McClenaghan-Gallahue (1978) di dalam fase gerak dasar. dasar. 2. ditemukan bahwa rata-rata angka pada item variasi performa gerak menunjukkan tren naik definit hingga kelas lima. Hasil dari investigasi ini menghasilkan 3 metode tabel populer tahap klasifikasi anak dalam pengaturan observasi aktual. “berapa banyak”. 4. Wild. 2. Anak-anak memiliki potensi pengembangan untuk memasuki usia matang dari sebagian besar keterampilan gerak dasar pada usia 6 tahun. menggunakan sejumlah contoh anak laki-laki dan wanita dari kelas 1 sampai 6. Menurut Sinclair (1973) mempelajari pengembangan gerak anak berusia 2 – 6 tahun. Metode Roberton memperluas tahap teori pada analisis komponen terpisah gerak di dalam pola yang diberikan dan biasanya disebut dengan pendekatan analisis bagian. sejumlah investigator. . untuk menganalisis aspek intraskill dari berbagai macam pola-pola gerak dasar. 1938). Hasil analisis film panjang dari 25 uji gerak selama interval 6 bulan memberikan asumsi dasar bahwa gerak adalah sebuah proses pengembangan selama awal masa kanak-kanak B. Beberapa teknik efektif telah diusulkan untuk penilaian observasi pola-pola gerak dasar.1. Seefeldt dan Haubenstricker (1976) dan beberapa lainnya melakukan penyelidikan penting ke dalam urutan intraskill dari berbagai macam uji-uji gerak dasar. 3.

individu.6 cm) Melakukan guling depan tahap dasar Melakukan guling depan tahap matang Kemampuan yang Dipilih Pendekatan Usia Subjek 3 tahun 4 tahun 2 tahun 3 tahun 3–4 tahun 4 tahun 3–4 tahun 6–7 tahun 10 bulan Bangunkan untuk posisi berdiri 11 bulan Berdiri tanpa pegangan tangan 12 bulan Berdiri sendiri 5 tahun Keseimbangan di atas satu kaki 3 – 5 detik Dukung tubuh untuk mencapai posisi dasar terbalik 3 6 tahun titik Kemampuan pergerakan aksial dimulai untuk Pergerakan Aksial pengembangan dini masa kanak-kanak dan makin Pergerakan aksial adalah postur statis tersaring pada suatu titik di mana mereka mulai yang mencakup melentur.Tidak semua pola gerak cocok dengan kemajuan tiga tahap yang ada. dan aktivitas lain *Anak-anak memiliki “potensi” pengembangan untuk memasuki tahap matang.1 atau 7. diantaranya sebagai berikut : 1) Urutan Kemunculan Kemampuan Keseimbangan yang Dipilih Pola Gerak Keseimbangan Dinamis Keseimbangan dinamis mencakup menjaga keseimbangan seseorang seiring pergeseran pusat gravitas • • • • • • • • Berjalan lurus 1 inch (2. memukul. memutar dan melempar. Pendekatan tiga tahap digunakan pada bagian berikut karena pendekatan ini akurat dan cukup pas dalam urutan pengambangan pada banyak pola-pola gerak dasar dan memberikan dasar untuk alat penilaian observasi yang terpercaya dan mudah digunakan. tergantung pada pola spesifik dan tingkat kepuasan pengamat.5 cm) Berdiri pada balok seimbang yang rendah Berjalan pada balok selebar 4 inch (10 cm) jarak dekat Berjalan pada balok yang sama.5 cm) Berjalan melingkar 1 inch (2. memunculkan pola-pola manipulatif seperti membengkok. sejenisnya mengait. Aspek-aspek pengembangan dari beberapa gerak mungkin lebih lengkap digambarkan ke dalam empat. dengan kaki bergantian Berjalan pada balok 2 atau 3 inch (5. menangkap. menendang. Pencapaian aktual tergantung pada faktor-faktor termasuk tugas. lima. atau bahkan delapan urutan tahap. dan lingkungan Keseimbangan Statis Keseimbangan statis mencakup menjaga keseimbangan seseorang ketika pusat gravitasi tetap • • • • • 2) Urutan Kemunculan Kemampuan Daya Gerak yang Dipilih . meregang.

pola matang 18 bulan 2 tahun 28 bulan 5 tahun 5 tahun 6 tahun 3 tahun 4 tahun 5 tahun 5 tahun 6 tahun Mencongklang Congklang adalah kombinasi jalan• Dasar tetapi congklang yang tidak efektif dan melompat dengan kaki yang • Mencongklang dengan terampil. lari tahap matang Berlari Berlari mencakup periode singkat kontak dengan permukaan Melompat • Turun dari objek yang rendah Melompat terdiri dari tiga bentuk : • Melompat ke bawah dari objek dengan satu kaki (1) melompat mencapai jarak • Melompat dari lantai dengan kedua kaki (2) melompat mencapai tinggi. dan • Melompat mencapai jarak (sekitar 3 ft / 1 m) (3) melompat dari suatu ketinggian • Melompat mencapai tinggi (sekitar 1 ft / 30 cm) melompat mencakup lepas • landas dengan 1 atau 2 kaki dan Pola melompat tahap matang mendarat dengan dua kaki • Meloncat sampai 3 kali pada kaki yang sama • Meloncat 4 – 6 kali pada kaki yang sama Meloncat Meloncat mencakup lepas landas • Meloncat 8 – 10 kali pada kaki yang sama dengan satu kaki dan mendarat • Meloncat sejarak 50 feet (15 m) sekitar 11 detik dengan kaki yang sama • Meloncat dengan terampil dengan perubahan irama.Pola Gerak Kemampuan yang Dipilih Pendekatan Usia Subjek 13 bulan 16 bulan 17 bulan 20 bulan 24 bulan 25 bulan 18 bulan 2–3 tahun 4–5 tahun 5 tahun Berjalan Berjalan mencakup menempatkan satu kaki di depan kaki satunya saat menjaga kontak dengan permukaan • • • • • • • • • • Berjalan tegak lurus tanpa bantuan Berjalan menyamping Berjalan mundur Menaiki anak tangga dengan bantuan Menaiki anak tangga sendiri – mengikuti langkah Menuruni anak tangga sendiri – mengikuti langkah Jalan cepat (menjaga kontak) Benar-benar lari (fase tanpa dukungan) Lari efisien Kecepatan lari meningkat. individu. dan lingkungan . Pencapaian aktual tergantung pada faktor-faktor termasuk tugas. pola matang sama Lompat Tali • Loncat tali dengan satu kaki Lompat tali mengkombinasikan • Lompat tali dengan terampil (sekitar 20%) langkah dan loncatan dengan suatu • Lompat tali dengan terampil semuanya* perubahan irama 4 tahun 6 tahun 4 tahun 4 tahun 5 tahun 6tahun * Anak-anak memiliki “potensi” pengembangan untuk memasuki tahap matang.

Interaksi lingkungan dan yang bergerak. bentuk. tetapi beberapa lainnya tidak dapat. Anak-anak tidak dapat mempercayakan begitu saja pada kematangan untuk mencapai tahap matang dalam kemampuan gerak dasarnya. Kemajuan tahap matang dari pola gerak dasar tergantung pada berbagai macam faktorfaktor yang dialami. memberikan dorongan. luas permukaan. maka itu masuk akal jika diasumsikan bahwa pola geraknya akan berbeda jika dibanding tujuan pengujiannya untuk melempar mencapai jarak tertentu. dan gravitasi – dapat mempengaruhi aspek kuantitatif dari uji gerak begitu juga aspek kualitatif.3. Kedua kelompok instruksi tersebut menjadi lebih pandai dalam bentuk dan performa daripada kelompok yang tidak diberikan instruksi. Kemajuan anak normal secara kognitif dan fisik dari satu tahap ke tahap lainnya dalam cara yang berurutan dipengaruhi oleh kematangan maupun pengalaman. Jika. difokuskan pada akurasi melempar. dan beratnya dapat mempengaruhi suksesnya intersepsi. Sebagian besar sepakat bahwa fase ini mengikutsertakan sebuah perkembangan yang dapat dibagi menjadi beberapa tahap. Individu yang terbatas kemampuannya untuk meningkatkan kecepatan lemparannya (akibat sistem mekanik yang tidak efisien atau karena kurangnya kekuatan) hanya akan dapat membuat penyesuaian yang sedikit saat berubah dari uji akurasi lemparan menuju ke uji jarak lemparan. memberikan dorongan. serta tujuan pengujian dan yang bergerak. Begitu pula. dan tekstur dari suatu objek dapat mempengaruhi performa secara dramatis hal ini sesuai dengan temuan : a. dengan memanfatkan dua metode instruksi melempar yang berbeda pada tahap matang dengan empat tingkatan anak laki-laki dan wanita. warna. Lebih jauh lagi. Ia temukan bahwa program instruksi dapat meningkatkan pengembangan pola gerak dasar melalui tingkatan yang dicapai daripada hanya sekedar mengandalkan kematangan. mungkin pada pelemparan permainan darts. kondisi-kondisi seperti kecepatan objek. a. dan instruksi adalah penting untuk pengembangan pola matang dari gerak dasar. hal ini sesuai dengan temuan : 1) Miller (1978) menyelidiki fasilitas dari pembelajaran keterampilan gerak dasar anak usia 3 – 5 tahun. Kondisi Gerak Fase pengembangan gerak dasar telah dipelajari secara luas beberapa tahun belakangan ini. pencahayaan. Kondisi lingkungan yang mencakup kesempatan melakukan praktik. Kondisi-kondisi alami termasuk lingkungan itu sendiri – seperti suhu. kondisi buatan seperti ukuran. Beberapa individu dapat mengakomodasi gerak mereka untuk menggeser mengatasi hambatan lingkungan. dan instruksi dalam suatu lingkungan yang kondusif untuk dipelajari. Ia juga menemukan bahwa program terinstruksi dalam pengembangan keterampilan lebih efektif daripada program bermain gratis dan karenanya orang tua yang bekerja melalui arahan-arahan dari instruktur spesialis dapat sama efektifnya dengan guru pendidikan jasmani itu sendiri dalam pengembangan keterampilan gerak dasar. jalur. termasuk kesempatan melakukan praktik.) (Payne dan Isaacs. sebagai contoh. memiliki pengaruh yang dramatis terhadap pengembangan kematangan dari pengujian gerak dasar yang diobservasi. . 1995). b.) Langendorfer (1988) mengobservasi dua kelompok subjek (anak-anak dan dewasa) menampilkan pola melempar dengan dua kondisi tujuan berbeda (kekuatan dan akurasi). Tujuan dari uji itu sendiri berpengaruh penting bagi status pengujian gerak dasar pengembangan yang diobservasi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pola gerak tidaklah mutlak tergantung pada keadaan lingkungan. 2) Luedke (1980) menemukan hasil yang serupa.

Mata rantai antara yang berpindah. Perbedaan antara anak-anak akan mengingatkan kita pada prinsip individu pada semua pembelajaran. dorongan. Menarik untuk dicatat bahwa banyak dari gambaran pengembangan dari pola-pola gerak dasar yang mengikuti dibuat secara laboratorium. beberapa anak lain berada pada tahap dasar. beberapa perbedaan akan tampak antara anak-anak. Ini akan mengijinkan pengamat untuk menentukan . dasar. Ketika mengobservasi dan menganalisis kemampuan gerak dasar anak. perbedaan normal antara anak-anak akan diperbesar. dan kemampuan stabilitas. Perbedaan di dalam pola adalah menarik dan seringkali menjadi fenomena yang penuh tanda tanya. dasar dan elemen matang. kondisi lingkungan. antara pola-pola. Apakah seorang anak mencapai tahap matang atau tidak terutama tergantung pada instruksi. Titik ini diutarakan oleh Roberton (1987). manipulatif. Bermain dan pengalaman disertai instruksi akan berpengaruh besar terhadap laju perkembangan daya gerak. dan tahap matang adalah sama pada sebagian besar anak. dan ada yang berada pada tahap matang. tergantung pada faktor-faktor lingkungan dan keturunan. Seiring perubahan metode yang kita gunakan menjadi metode analisis gerak anak yang memakai pengaturan yang lebih alami kita mungkin akan dapatkan tahap pengembangan hipotesis ini menjadi sedikit banyak berbeda. akan segera tampak bahwa ada berbagai macam tahap pengembangan untuk tiap-tiap pola gerak. (4) kesempatan pembelajaran yang tidak sesuai dan dilarang. Meskipun terkait usia. Lajunya akan bervariasi. dan di dalam pola. atau (5) integrasi sensorimotor yang tidak lengkap. antara pola-pola. Perbedaan pengembangan di dalam pola-pola adalah umum dan biasanya merupakan hasil dari : (1) ketidak lengkapan dari pemodelan gerak. Sebagai contoh. dan kesempatan untuk praktik. (2) kesuksesan awal dari aksi yang tidak sesuai. Jika hal ini tidak ada. Di dalam pola yang diberikan. Hanya sedikit pengetahuan. Urutan perkembangannya dari tahap dini. Anak-anak tidak berkembang sama rata dalam pengembangan kemampuan gerak dasar mereka. mereka menghipotesis urutan pengembangan yang merupakan hasil riset dalam pengaturan buatan yang tidak serupa dengan kenyataan pergerakan anak. Pada beberapa uji gerak seorang anak mungkin berada pada tahap dini. Akan menjadi jelas pula bahwa perbedaan kemampuan akan ada antara anak-anak. dan kebutuhan akan pengujian itu sendiri tidak dapat dimengerti secara penuh. yang menunjukkan bahwa para peneliti telah begitu peduli dengan perubahan gambaran pada karakteristik gerak para partisipan penelitian dimana mereka seringkali gagal mempertimbangkan pengaruh kuat dari elemen-elemen lainnya (seperti kondisi lingkungan. dan tujuan pengujian) dalam menghasilkan status pengembangan pola gerak dasar yang diobservasi itu sendiri. Anak-anak yang menunjukkan perbedaan ke dalam pola. (3) gagal mendapatkan meski sudah sekuat tenaga. seorang anak mungkin menunjukkan sebuah kombinasi dari elemen dini. dan di dalam pola dalam pengujian performa gerak dasar. dalam lemparan. tentang perubahan konteks lingkungan dan pengaruhnya pada status pengembangan gerak anak yang diobservasi. Perbedaan antara pola-pola akan terlihat pada semua anak. b. gerakan lengan mungkin merupakan tahap dasar di mana gerakan kaki merupakan tahap matang dan gerak ikutan adalah tahap dini. harus dinilai menggunakan pendekatan analisis bagian.

Gerak Aksial atau nonlocomotor.tahap pengembangan tiap-tiap bagian tubuh secara akurat. Penilaian observasi dari kemampuan gerak anak akan memungkinkan guru untuk merencanakan pengalaman dan strategi instruksi yang akan membantu anak menciptakan pola-pola gerak matang. Gerak dasar tertentu mungkin terpisah antara satu dengan lainnya yang membutuhkan keseimbangan terkontrol. Gerakan itu harus dibuat hanya dari bagian – bagian tubuh yang diperlukan dalam keseimbangan. Oleh karena itu semua aktifitas gaya gerak dan manifulatif merupakan gerak – gerak stabilitas. Keseimbangan merupakan aspek pembelajaran gerak yang paling dasar. Kategori stabilitas gerak meliputi istilah – istilah ini tetapi lebih jauh lagi menyiratkan penjagaan kontrol tubuh dalam gerak yang menempatkan sebuah premi dalam keseimbangan. karena semua geraknya melibatkan element keseimbangan. merupakan gerak terarah . Dengan pengetahuan ini. memungkinkan mereka untuk mengembangkan fleksibilitas dalam penyesuaian fostur saat mereka bergerak dalam berbagai macam cara yang berbeda dan sering kali tidak biasa yang relatif terhadap pusat gravitasi. Hal ini benar meskipun asal-usul penerapan suatu kekuatan mungkin berubah sebagai persyaratan perubahan situasi. dan dasar pendukung. Harus dicatat disisni bahwa istilah stabilitas yang digunakan didalam teks ini diluar istilah gerak nonlocomotor atau nonmanipulative. Kemampuan untuk mengkompensasi perubahan ini secara cepat dan akurat dengan pergerakan yang sesuai juga penting. mengakibatkan hubungan general dari bagian-bagian tubuh terhadap pusat gravitasi menjadi berubah. dan aktivitas dansa yang mencirikan budaya anak. garis gravitasi. Sekali kontrol gerak didirikan. strategi intervensi yang sesuai dapat dipetakan. Stabilitas melibatkan kemampuan untuk menjaga hubungan seseorang terhadap gaya gravitasi. olahraga. Gerak aksial dan berbagai macam postur keseimbangan statis dan dinamis dipertimbangkan sebagai komponen utama stabilitas. Pengalman gerak didisain untuk meningkatkan kemampuan stabilitas anak. Kemampuan untuk merasakan suatau pergeseran dalam hubungan antara bagian – bagian tubuh yang mengubah keseimbangan seseorang di perlukan untuk stabilitas yamg efisien. Stabilitas adalah aspek pembelajaran gerak yang paling dasar. Semua gerak melibatkan element stabilitas jika dipandang melalui perspektif keseimbangan. Pengajaran diagnostik dapat lebih dilakukan untuk membantu anak dalam pengembangan keseimbangan kemampuan gerak dasarnya. pola-pola matang ini mungkin lebih jauh lagi disaring dalam bentuk produksi kekuatan dan akurasi dalam fase gerak khusus. Stabilitas melalui dimensi ini yang diperoleh anak dan menjaga titik asal untuk eksplorasi yang mereka buat. tetapi tidak boleh berlebihan. Gerak pergantian ini harus dapat menjaga keseimbangan. Kemampuan stabilitas anak harus fleksibel sehingga mereka dapat membuat semua jenis pergerakan dalam kondisi apapun dan masih tetap dapat menjaga hubungan dasar mereka terhadap gaya gravitasi. c. Kegagalan mencapai kecakapan dalam berbagai macam kemampuan gerak dasar akan menghambat pengembangan keterampilan gerak yang efektif dan efisien yang mungkin diterapkan pada permainan.

Dapat merancang pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan serta pola gerak dasar yang dimiliki pada setiap siswa 5. memutar. terbalik. Dapat mengidentifikasi fase gerak dasar pada setiap siswa 4. berhenti. berguling. 3. Membengkok. begitu pula berjalan dan keseimbangan satu kaki merupakan postur keseimbangan statis atau dinamis C. Pengembangan kemampuan gerak dasar merupakan dasar bagi pengembangan gerak anak. Dapat memberikan pembelajaran gerak pada siswa disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan usia anak/siswa 6. duduk.dari otot saat berada dari posisi statis. melentur. menghindar dan mendarat. 2. Berdiri. Kesimpulan 1. meregang dan mengayun adalah gerak – gerak aksial. Berbagai macam pengalaman gerak memberikan mereka kekayaan informasi yang mendasari persepsi mereka tentang diri mereka sendiri dan dunia mereka. Kemampuan gerak anak dipengaruhi oleh kondisi dan situasi sarana dan prasarana . Postur merupakan posisi tubuh lain yang menempatkan sebuah premium pada penjagaan keseimbangan saat berada pada posisi keseimbangan statis atau dinamis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful