FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS INDRA PURI TAHUN

2012

OLEH :

1

arteri dan aorta itu kehilangan daya penyesuaian diri. Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. 2007) Kondisi yang berkaitan dengan usia ini adalah produk samping dari keausan arteriosklerosis dari arteri-arteri utama. Hipertensi pada lanjut usia sebagian besar merupakan hipertensi sistolik terisolasi (HST). penyakit jantung koroner. hipertensi menempati 87% kasus pada orang yang berumur 50 sampai 59 tahun. 2006). misalnya stroke (perdarahan otak). terutama aorta. Akibatnya bisa fatal karena sering timbul komplikasi. dan akibat dari berkurangnya kelenturan. karena jika tidak terkendali akan berkembang dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Hasilnya adalah 2 . Adanya hipertensi. meningkatnya tekanan sistolik menyebabkan besarnya kemungkinan timbulnya kejadian stroke dan infark myocard bahkan walaupun tekanan diastoliknya dalam batas normal (isolated systolic hypertension). yang kini tidak elastis. Dinding. gejala tersebut seringkali dianggap gangguan biasa. gagal jantung penyakit koroner. Latar Belakang Hipertensi seringkali disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer). tanpa disertai dengan gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya. dimana peranannya diperkirakan lebih besar dibandingkan pada orang yang lebih muda (Kuswardhani. dan gagal ginjal (Gunawan. Isolated systolic hypertension adalah bentuk hipertensi yang paling sering terjadi pada lansia. baik HST maupun kombinasi sistolik dan diastolik merupakan faktor risiko morbiditas dan mortalitas untuk orang lanjut usia. 2001).A. Kalaupun muncul. sehingga korbannya terlambat menyadari akan datangnya penyakit (Sustrani. Hipertensi masih merupakan faktor risiko utama untuk stroke. Pada suatu penelitian. karena termasuk penyakit yang mematikan. Dengan mengerasnya arteri-arteri ini dan menjadi semakin kaku. tidak dapat lagi mengubah darah yang keluar dari jantung menjadi aliran yang lancar.

HST lebih sering ditemukan pada perempuan dari pada laki-laki. 2008).2005).4% dan perempuan 33. Di Asia.1% wanita.4% penghuni bumi mengidap hipertensi dengan perbandingan 26. Belanda ditemukan: dari 7983 penduduk berusia diatas 55 tahun.7% dan perempuan 28. Taiwan menunjukkan hasil sebagai berikut: penelitian pada usia diatas tahun dengan kriteria hipertensi berdasarkan The Joint National Committee on Prevention.2% di tahun 2025.3% (laki-laki 29. dan diatas 90 tahun. and treatment of High Bloodpressure (JNC VI). adanya riwayat keluarga dengan hipertensi dan tingginya indeks masa tubuh merupakan faktor risiko hipertensi (Kuswardhani. 2007). Sebagai hasil pembangunan yang pesat dewasa ini dapat meningkatkan umur harapan hidup.9%). Evaluation. prevalensi hipertensi (160/95mmHg) meningkat sesuai dengan umur.4% (laki-laki 59. lebih tinggi pada perempuan (39%) dari pada laki-laki (31%).1% (laki-laki 29.gelombang denyut yang tidak terputus dengan puncak yang tinggi (sistolik) dan lembah yang dalam (diastolik) (Wolff . Dari 972 juta 3 . sekitar 972 juta orang atau 26. hipertensi yang baru terdiagnosis adalah 29. Detection. yang sebelumnya telah terdiagnosis hipertensi adalah 31. peningkatan usia tersebut sering diikiuti dengan meningkatnya penyakit degeneratif dan masalah kesehatan lain pada kelompok ini. Pada penelitian di Rotterdam. 70-79.ditemukan prevalensi hipertensi sebesar 60. Data WHO tahun 2000 menunjukkan. sehingga jumlah lansia bertambah tiap tahunnya.1%).8%). 80-89.1% dan perempuan 61. Pada kclompok ini. Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan pada kelompok lansia. Hipertensi sebagai salah satu penyakit degeneratif yang sering dijumpai pada kelompok lansia (Abdullah. 18% dan 25% pada kelompok umur 60-69. Prevalensi HST adalah sekitar berturut-turut 7%. Angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29.6% pria dan 26. 11%. penelitian di kota Tainan. di seluruh dunia.

sedangkan penyakit tidak menular cenderung mengalami peningkatan.2% (http://www.7% dari seluruh populasi. gula darah tinggi. Laki-laki umur 25-65 tahun yang mengkonsumsi rokok sangat tinggi yaitu sebesar 54. Dalam hal ini secara demografi struktur umur penduduk Indonesia bergerak ke arah struktur penduduk yang semakin menua (ageing population). kurang olah raga. Faktor risiko tersebut antara lain mengkonsumsi tembakau. di kalangan penduduk umur 25 tahun ke atas menunjukkan bahwa 27% laki-laki dan 29% wanita menderita hipertensi.3% mengalami penyakit jantung iskemik dan stroke. dan kanker tertentu. obesitas. konsumsi tinggi lemak kurang serat. dan yang melakukan olah raga 3 kali atau lebih per minggu hanya 14. penyakit paru obstruktif kronik. 333 juta berada di negara maju dan 639 sisanya berada di negara sedang berkembang. alkohol. 1. serta UHH meningkat menjadi 65-70 tahun. 0.go. lemak darah tinggi Berdasarkan hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2001. stroke.5%.2007). Penyakit tidak menular (PTM) dapat digolongkan menjadi satu kelompok utama dengan faktor risiko yang sama (common underlying risk faktor) seperti kardiovaskuler. diabetes mellitus.pdf). Umur Harapan Hidup (UHH.37% dan diperkirakan tahun 2010 proporsi tersebut akan meningkat menjadi 12%.2% diabetes.3% laki-laki dan 4. Peningkatan UHH akan menambah jumlah lanjut usia (lansia) yang akan berdampak pada pergeseran pola penyakit di masyarakat dari penyakit infeksi ke penyakit degenerasi. hipertensi. temasuk Indonesia (Andra.3%.pengidap hipertensi. pada tahun 2000 meningkat menjadi 9. 1.6% wanita mengalami kelebihan berat badan (obesitas). dan wanita sebesar 1. proporsi penduduk Indonesia umur 55 tahun ke atas pada tahun 1980 sebesar 7. Pada tahun 4 . Prevalensi penyakit menular mengalami penurunan.id/ dinkes08/screeningdinkes.dinkesjatengprov. Berdasarkan data dari Puskesmas Indra Puri diperoleh jumlah penderita hipertensi pada lansia tahun 2008 tercatat 657 lansia. Pada tahun 2009 tercatat 483 lansia.

Apakah terdapat hubungan antara kurang olahraga dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011? D. penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas IndraPuri tahun 2011. C. Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011. Apakah terdapat hubungan antara umur dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011? 2. Apakah terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011? 3. maka rumusan masalah dalam penelitian ini masiah tingginya angka kejadian (prevalensi) hipertensi pada lansia yang dipengaruhi oleh usia. Dan data pada bulan Januari. Apakah terdapat hubungan antara keturunan dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011? 4. Berdasarkan data di atas.Maret tahun 2011 tercatat 77 orang lansia dengan laki-laki 45 orang dan perempuan 32 orang.2010 tercatat 290 lansia. berat badan. jenis kelamin. 5 . Pertanyaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian 1. dan kurang olahraga. genetik. B. Apakah terdapat hubungan antara obesitas dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011? 5. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang.

Bagi Instansi Puskesmas Indra Puri Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan atau informasi dalam upaya menanggulangi penyakit hipertensi pada Lansia di Puskesmas Indra Puri. Manfaat Penelitian 1. E. Bagi Pendidikan a. b. 2. Bagi Peneliti Hasil penelitian dapat digunakan sebagai tambahan wawasan ilmu pengetahuan serta keterampilan didalam menganalisa permasalahan kesehatan yang ada dimasyarakat terutama mengenai penyakit hipertensi pada Lansia. d. 6 . Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah yang bermanfaat dalam pengembangan pembelajaran yang berhubungan dengan penyakit hipertensi. Diketahuinya hubungan antara obesitas dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011. a. Diketahuinya hubungan antara keturunan dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011.2. 3. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi perpustakaan untuk mengembangkan wawasan serta pengetahuan. b. Tujuan Khusus Diketahuinya hubungan antara umur dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011. Diketahuinya hubungan antara jenis kelamin dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011. c. Diketahuinya hubungan antara olahraga dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Indra Puri tahun 2011.

(http ://www. Yogyakarta. Hipertensi Tekanan Darah Tinggi. diakses 27 Maret 2009. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya.indoskripsi. R Siti. Jakarta.undip.ac. Masqon.fkm. Salma. tanggal http://www. Jakarta. Marliani Lili. 2007. Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada kelompok lansia.2007. 100 Question & Answers Hipertensi.com/rubric/one_news.com/judul-skripsi-tugas-makalah/kedokteran/hipertensi kelompok lansia) diakses tanggal 17 April 2009 Elsanti. Andra. Anggraini dkk. Lanny. Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia lanjut dikecamatan pengandon kabupaten Kendal.pdf.php?action=4&idx=2701. PT Elex Media Komputindo.DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Gunawan. 2005. 2009. dkk. Stroke. Araska.id/abstrak/ penatalaksanaan%20hipertensi%20pada%20usia%20lanjut. Gramedia. 2001.). Panduan Hidup Sehat Bebas Kolesterol. diakses 8 April 2009. Penatalaksanaan Hipertensi pada Lansia. dkk. 2009.majalah- farmacia. 2007.Tuty. Kuswardhani. Hipertensi & Serangan Jantung. Maryam.id/data/index. Ancaman Serius Hipertensi di Indonesia. (http://ejournal.ac. Kanisius. 2008. (http://one. Salemba Medika.diakses 11April 2009. 7 .unud. Yogyakarta.asp?IDNews=256).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful