TELAAH STUDI AMDAL PADA TAHAP PASCA OPERASI PABRIK PELEBURAN TIMAH (SMELTER) PT.

LABA-LABA MULTINDO PANGKALPINANG PROPINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Benny Syahputra *

ABSTRAK
Di dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 18 ayat 1, menyatakan bahwa setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yamg mempunyai dampak besar dan penting wajib dilakukan kajian AMDAL. Kajian AMDAL tersebut perlu dilakukan guna mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan pada tahap pasca operasi terutama pencemaran udara yang diperkirakan punya pengaruh buruk terhadap kesehatan bagi masyarakat dan pekerja. Telaah studi AMDAL yang dilakukan pada pabrik peleburan timah (smelter) PT. Laba-laba Multindo Pangkalpinang Propinsi Kepulauan Bangka Belitung ini mempunyai tujuan antara lain (a). Identifikasi komponen lingkungan yang diperkirakan terkena dampak pabrik peleburan timah; (b). Prakiraan dampak terhadap komponen lingkungan terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting; dan (c).Evaluasi terhadap komponen llingkungan yang terkena dampak besar dan penting. Kegiatan pada tahap pasca operasi merupakan tahap kegiatan yang dilakukan setelah kegiatan operasional terhenti. Dimana terhentinya kegiatan ini akan membuka peluang terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para karyawan. Berdasarkan kegiatan pada tahap pasca operasi tersebut, maka diketahui isu-isu pokok berupa : hilangnya pekerjaan akibat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), yang berakibat terjadinya pengangguran, penurunan tingkat pendapatan, munculnya keresahan masyarakat dan menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan sehingga dapat mempengaruhi terhadap sikap dan persepsi masyarakat. Analisis sikap/persepsi masyarakat dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Pada tahap pasca operasi, pemutusan hubungan kerja menimbulkan ekses negatif berupa hilangnya pendapatan dan peningkatan angka pengangguran. Dari kedua dampak negatif ini akan berdampak terhadap ikutannya berupa kerawanan sosial. Berdasarkan hal tersebut maka hasil telaah sikap dan persepsi masyarakat pada tahap pasca operasi mempunyai dampak tergolong negatif penting (-3) dengan besaran dampak tergolong besar (4). Kata kunci : AMDAL, tahap pasca operasi, pabrik peleburan timah.

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pulau Bangka merupakan salah satu penghasil timah terbesar di dunia. Timah sekarang ini merupakan produk andalan yang berasal dari Pulau Bangka dan Belitung. Namun pasir timah adalah suatu kategori sumber daya alam yang tak terbaharui, sehingga keberadaannya harus dijaga keberlangsungan atau sumber daya tersebut dapat dipertahankan. Salah satu tujuan pembangunan nasional adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berprikemanusiaan. Ketersediaan sumberdaya alam dalam
*

Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang

1

meningkatkan pembangunan sangat terbatas dan tidak merata. Prakiraan dampak terhadap komponen lingkungan terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting c. Identifikasi komponen lingkungan yang diperkirakan terkena dampak pabrik peleburan timah b. Prinsip pembangunan berkelanjutan dilakukan dengan memadukan kemampuan lingkungan. Bagi Pemrakarsa 1). Daerah Nomor 03 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pangkalpinang. perlu dilakukan perencanaan pembangunan yang dilandasi prinsip pembangunan berkelanjutan. Sebagai masukan bagi perencanaan dan pembangunan wilayah 2). Integrasikan pertimbangan lingkungan hidup dalam tahap perencanaan pembangunan 3). Dalam melaksanakan operasional PT. Di dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 18 ayat 1. sumber daya alam dan teknologi ke dalam proses pembangunan untuk menjamin generasi masa ini dan generasi masa mendatang. 2 . lokasi pabrik smelter 1. Tujuan Penelitian a. Manfaat Penelitian a. Dalam rangka upaya mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat pembangunan maka.2. akibat peningkatan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan penduduk. menyatakan bahwa setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yamg mempunyai dampak besar dan penting wajib dilakukan kajian AMDAL. Lokasi pabrik smelter PT. antrasit dan kapur sebagai bahan baku utama dengan produksi per tahun ± 5000 ton. Bagi Pemerintah 1). Kegiatan operasional pabrik smelter ini diperkirakan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan terutama pencemaran udara. 1. sedangkan permintaan sumberdaya alam terus meningkat.3. Laba-Laba Multindo menggunakan pasir timah. Sebagai Pedoman pemerintah dalam melakukan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Informasi kondisi lingkungan awal di sekitar lokasi kegiatan. Masukan dalam melakukan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan 2). b. Laba-laba Multindo terletak di Jalan Ketapang Dalam Kelurahan Bacang Kecamatan Bukit Intang Pangkalpinang. Kajian AMDAL tersebut perlu dilakukan guna mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari operasional kegiatan terutama pencemaran udara yang diperkirakan punya pengaruh buruk terhadap kesehatan. Berdasarkan Peraturan terletak di Kawasan Industri Ketapang. Evaluasi terhadap komponen llingkungan yang terkena dampak besar dan penting.

Dimana terhentinya kegiatan ini akan membuka peluang terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para karyawan.1. Tahap pasca operasi Tahap pasca operasi merupakan tahap kegiatan yang dilakukan setelah kegiatan operasional terhenti. Sumber informasi bagi masyarakat tentang rencana pabrik peleburan timah 2). RONA LINGKUNGAN AWAL Rona lingkungan hidup adalah gambaran keadaan lingkungan di lokasi kegiatan pabrik peleburan timah (smelter). Rona lingkungan yang ditelaah tidak semua komponen lingkungan tetapi hanya terbatas pada indikator yang paling tepat dan penting dalam kaitannya dengan dampak atau isu pokok. Data selanjutnya digunakan sebagai bahan pelingkupan oleh masingmasing tenaga ahli untuk menyusun ANDAL.1. II.c. pengumpulan data rencana kegiatan serta pengkajian peraturan perundangundangan yang berlaku. 3 . terutama yang berkaitan pada tahap pasca operasi. a. Pendekatan Studi Pelaksanaan studi ANDAL adalah pengumpulan data primer maupun sekunder dan observasi lapangan. 2. sehingga diketahui aspek kegiatan dan aspek lingkungan yang akan ditelaah serta batas wilayah studi.1. Dari hasil pelingkupan dapat disusun data dan informasi yang akan dikumpulkan dan dianalisis. 3. Jenis Rencana Kegiatan Penelaahan tahap-tahap kegiatan dilakukan untuk mengidentifikasi komponen lingkungan yang terkena dampak akibat adanya kegiatan pembangunan pabrik peleburan timah (smelter). Telaah yang dilakukan adalah pengaruh terhadap pemutusan kerja terutama dampak sosial ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Ikut berperan serta dalam melakukan upaya pemantauan lingkungan yang dilaksanakan oleh pemrakarsa kegiatan.Untuk lebih jelasnya disajikan secara sistematis proses pendekatan studi pada Gambar 3. Rona lingkungan diperlukan dalam kajian analisis dampak lingkungan karena dijadikan sebagai pembanding dan perkiraan dampak yang akan datang. LINGKUP RENCANA USAHA YANG DITELAAH Lingkup rencana usaha yang ditelaah diidentifikasi berdasarkan tahap-tahap kegiatan yang dilaksanakan pada pembangunan pabrik smelter yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun sosial masyarakat. III. telaah studi AMDAL ini hanya berkisar pada tahap pasca operasi. Bagi Masyarakat 1).

7. Proses pelingkupan dampak penting dilakukan melalui serangkaian proses sebagai berikut : a. KERANGKA FILOSOFIS PENDEKATAN STUDI Dasar Hukum Rencana Usaha dan Pengumpulan Data Teknis Rona Lingkungan Awal Data Sekunder Hasil Survey 1. 3. interaksi kelompok. Identifikasi Dampak Potensial Pelingkupan Dampak Potensial Penting Isu Pokok Komponen Kegiatan yang Ditelaah Lingkup Wilayah Studi Jangka Waktu Studi Metode dan Analisis Metode Identifikasi Dampak Metode Perkiraan Dampak Evaluasi Dampak Penting Wawasan KA ANDAL Pengumpulan Data dan Analisis Data Data Primer / Sekunder Identifikasi Prakiraan Dampak Evaluasi Dampak Penting Wawasan Studi AMDAL RKL / RPL 3. 9. Identifikasi dampak penting dengan menggunakan metode matrik interaksi sederhana. kondisi areal proyek dan dasar hukum. 4. kegiatan yang diperkirakan memiliki dampak penting terhadap lingkungan akan menjadi isu pokok. bagan alir. 2. 4 . 8.2. Proses pelingkupan dalam hal lini diperlukan untuk menentukan dampak penting proyek terhadap lingkungan untuk di studi secara mendalam.GAMBAR 3. Isu-Isu Pokok Dalam studi ANDAL. Isu pokok adalah suatu isu dampak lingkungan yang dominan terjadi dalam suatu rangkaian rencana suatu usaha pembangunan. Dampak yang telah ditetapkan sebagai isu pokok ini diperoleh dari hasil proses pelingkupan (scopping) yaitu proses untuk mengidentifikasi dampak penting yang terkait dengan kegiatan proyek. 6.1. 5. antara kegiatan dengan rona lingkungan hidup.

sosial dan ekologis.3. Pemusatan dampak penting (focussting) yang dilakukan dengan mengelompokkan dampak penting atas beberapa kelompok menurut keterkaitannya satu sama lain. berikut ini : 5 . c. Evaluasi dampak potensial. PROSES PELINGKUPAN (SCOPPING) Rencana Kegiatan Rona Lingkungan Interaksi Daftar Dampak Potensial Dampak Potensial Penting Dampak Potensial Penting Identifikasi Focussing Untuk memperoleh isu pokok pembangunan pabrik peleburan biji timah (smelter) digambarkan berdasarkan diagram alir dampak rencana usaha. dan kemudian mengurutkan kelompok dampak tadi menurut kepentingannya ditinjau dari aspek ekonomi. sekunder maupun tersier.2 berikut ini : GAMBAR 3. Secara sistematis proses pelingkupan dalam rangka menentukan dampak penting/isu pokok disajikan pada gambar 3. Gambar 3.2. dengan menggunakan metode interaksi kelompok untuk mengevaluasi keterkaitan dampak kegiatan proyek dengan lingkung baik secara primer.b.

6 .

Metode Evaluasi Dampak Besar dan Penting Dalam evaluasi dampak penting digunakan metode diagram alir untuk hubungan kausatif konfiks dan matrik evaluasi dampak untuk mengerjakan interaksi antara komponen kegiatan dan komponen lingkungan. yang berakibat terjadinya pengangguran. Pentingnya dampak Kurang penting Cukup penting Penting Lebih Penting Sangat Penting Besarnya dampak 1). Dampak kecil 3).Berdasarkan diagram alir di atas maka isu pokok pembangunan pabrik peleburan pasir timah (smelter) pada tahap pasca operasi diidentifikasi menimbulkan dampak negatif berupa hilangnya pekerjaan akibat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). 4).2. 4. Jumlah manusia yang terkena dampak b. Luas wilayah persebaran dampak c. penurunan tingkat pendapatan. Untuk mempermudah evaluasi dampak perlu ditetapkan besarnya dampak. 2). b. Dampak sedang 4). Intensitas dan lamanya dampak berlangsung 7 . 1). Dampak sangat kecil 2).1. Sikap / Persepsi Masyarakat Sikap/persepsi dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan alat bantu kuesioner yang terdiri dari pertanyaan yang terstruktur. untuk menetapkan jenis dampak besar dan penting. 3). munculnya keresahan masyarakat dan menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan sehingga dapat mempengaruhi terhadap sikap dan persepsi masyarakat. IV. Tahap evaluasi di dasarkan pada Keputusan kepala Bapedal Nomor Kep-056 Tahun 1994 mengenai 6 (enam) Kriteria dampak penting dilakukan dengan menghubungkan setiap dampak penting sehingga dapat ditentukan penting tidaknya dampak : a. Dampak besar 5). METODE PENELITIAN 4. 5). Dampak sangat besar Bahasan besar dampak yang diperoleh dari prakiraan dampak penting. dilakukan evaluasi dampak penting. dengan menetapkan kriteria sebagai berikut : a.

Kualitas Udara 2. Kebisingan 4. Evaluasi dampak penting merupakan proses penelusuran prilaku dampak dan keterkaitan antar masing-masing dampak tersebut. Berbalik atau tidak berbaliknya dampak. 8 . Peluang Kerja 2. Banyaknya komponen lingkungan lain yang akan terkena dampak e. Kualitas Air 3. Selanjutnya metode ini disajikan pada Tabel V. Konflik Sosial X X X X B.1. berikut : TABEL V. Biota Air Sosekbud Kesmas 1. Fisik Kimia 1. Kesehatan Masyarakat 6.1. dan b) metode pendekatan matrik evaluasi dampak. V. Sikap dan persepsi 5. MATRIK IDENTIFIKASI DAMPAK Komponen/Sub Komponen Lingkungan Pasca Operasi Pemutusan hubungan kerja No. Keresahan Masyarakat 4. Lahan/Ruang Biologi 1. C. Sifat kumulatif dampak f. Peningkatan Pendapatan 3.1. Flora 2.d. Identifikasi Dampak Besar dan Penting Metode pendekatan identifikasi dampak besar dan penting dilakukan dengan dua pendekatan yaitu a) metode pendekatan matrik interaksi antara kegiatan dengan komponen lingkungan. Fauna 3. a. HASIL TELAAH PADA TAHAP PASCA OPERASI 5. A. Metode pendekatan matrik interaksi antara kegiatan dengan komponen lingkungan Metode pendekatan matrik interaksi ini memadukan tahapan kegiatan pelaksanaan pembangunan pabrik smelter dengan komponen lingkungan yang potensial menerima dampak.

Lahan/Ruang Biologi 1. Kesehatan Masyarakat 6. Kebisingan 4.2. Konflik Sosial B. Flora 2. Peningkatan Pendapatan 3. Selanjutnya disajikan pada Tabel V. Fisik Kimia 1. berikut ini : TABEL V. 2005 b. Fauna 3. Komponen/Sub Komponen Lingkungan Pasca Operasi Pemutusan hubungan kerja A.Sumber : Hasil analisis. Kualitas Air 3. Metode Pendekatan Matrik Evaluasi Prakiraan Dampak dengan Komponen Lingkungan Metode ini mengarah kepada pemberian nilai/skore yang berhubungan antara komponen lingkungan yang terkena dampak dengan tahap-tahap kegiatan. Peluang Kerja 2. -2/1 -2/1 -3/4 -2/1 9 . C. Kualitas Udara 2. Biota Air Sosekbud Kesmas 1. MATRIK EVALUASI PRAKIRAAN DAMPAK No.2. Sikap dan persepsi 5. Keresahan Masyarakat 4.

4. 5. Pengelolaan Sikap dan Persepsi Masyarakat Upaya pengelolaan lingkungan terhadap sikap dan persepsi masyarakat dilakukan berdasarkan pendekatan sosial ekonomi dengan pendekatan sebagai berikut : a. 5. Memberikan pelatihan keterampilan kepada para tenaga kerja yang akan terkena PHK seperti kerajinan tangan b. akan dilakukan pemutusan hubungan kerja. Mengarahakan tenaga yang di PHK ke lapangan pekerjaan lain sesuai dengan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki.4.Sumber : Hasil analisis. Sikap dan Persepsi Masyarakat pemutusan hubungan kerja ini akan berdampak negatif.1. 10 . 2005 5. Pemantauan Sikap dan Persepsi Masyarakat Pemantauan sikap dan persepsi masyarakat dapat dilakukan dengan metode pengumpulan dan analisis a. dimana ekses dari 5. Dari kedua dampak negatif ini akan berdampak terhadap ikutannya berupa kerawanan sosial. Melakukan wawancara dan observasi langsung ke masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. baik terhadap tenaga kerja maupun terhadap masyarakat. Prakiraan dan Penentuan Dampak Besar dan Penting Pada tahap pasca operasi. Metode pengumpulan 1). RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKL) 5. terutama terhadap tokoh masyarakat dan pemuka masyarakat.3.1. Pelaksanaan PHK dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan tenaga kerja dan dilaksanakan secara bertahap. Wawancara dilakukan dengan mewancarai masyarakat sebanyak 40 orang yang dipilih secara acak.3. Ekses negatif ini berupa hilangnya pendapatan dan peningkatan angka pengangguran. Berdasarkan hal tersebut maka sikap dan persepsi masyarakat terhadap dampak tergolong negatif penting (-3) dengan besaran dampak tergolong besar (4). RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL) 5.1.2. c.2.

Metode Penelitian Survey. 2002. Dari kedua dampak negatif ini akan berdampak terhadap ikutannya berupa kerawanan sosial. Kesimpulan Pada tahap pasca operasi. PT. Jakarta. Memberikan pelatihan keterampilan kepada para tenaga kerja yang akan terkena PHK seperti kerajinan tangan b. 2000. LP3ES. Jakarta. Yogyakarta. 1985.T.1. Sastrawijaya. Reksa Cipta. Liberty. Pengelolaan Lingkungan Sosial. Yogyakarta. Mewancarai masyarakat yang terkena PHK b. Pembangunan Berwawasan Lingkungan. 6. Marzali. Salim.2. 2000.2). Jakarta. E. Saran Upaya pengelolaan lingkungan terhadap sikap dan persepsi masyarakat dilakukan berdasarkan pendekatan sosial ekonomi dengan pendekatan sebagai berikut : a. 11 . C. LP3ES. A. Matahari Tokatri. pemutusan hubungan kerja menimbulkan ekses negatif berupa hilangnya pendapatan dan peningkatan angka pengangguran. AMDAL Prinsip Dasar dan Pemapanannya dalam Pembangunan. 1990. Berdasarkan hal tersebut maka sikap dan persepsi masyarakat terhadap dampak tergolong negatif penting (-3) dengan besaran dampak tergolong besar (4). 1987. Mendata langsung jumlah tenaga kerja yang diterima di PT. Gajah Mada University. Soeratmo. Pelaksanaan PHK dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan tenaga kerja dan dilaksanakan secara bertahap. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup Bekerjasama dengan Yayasan Obor Indonesia. VI. PENUTUP 6. c. Analisis Dampak Lingkungan. Pencemaran Lingkungan. Jakarta. Metode analisis Metode analisis dilakukan dengan melakukan inventarisasi dan tabulasi selanjutnya dianalisis secara kuantitatif – deskriftif. DAFTAR PUSTAKA Fandeli. Mewancarai masyarakat terhadap jumlah dana yang disalurkan langsung guna pembangunan sarana dan prasarana 4). Sugarimbun. Laba-Laba Multindo 3). Mengarahakan tenaga yang di PHK ke lapangan pekerjaan lain sesuai dengan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki.

1987. U.Sumarwoto. Yogyakarta. Gadjah Mada University. Mikrobiologi Air. Alumni. Suriawara. Bandung 12 . Analisis Dampak Lingkungan. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful