LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR 1 “Koefisien Kekentalan Zat Cair” Disusun oleh

:
Alexander Febriyanto Diana Mekar Jayanti Esti Andarini HIdayattulloh Risanto Retaadji Sartika Anggun Sari Yuniasari 0621.10.045 Assisten Praktikum :
1. Iman K S. Si 2. Rissa Ratimanjari, S.Si

0621.10.014 0621.10.009 0621.10.004 0621.10.027 0621.10.019 0621.10.011

Tanggal Percobaan : 2 Januari 2011

Laboratorium Fisika Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan Bogor 2011

gaya gesekan yang dialami benda dapat dirumuskan sebagai berikut: F = -6πηr. Tujuan Percobaan 1. Ruang tempat fluida tidak terbatas (ukurannya cukup luas dibandingkan dengan ukuran benda). yaitu: a.BAB I PENDAHULUAN A. Dengan bertambahnya kecepatan bola. maka bola tersebut mula-mula akan bergerak dipercepat. Pemakaian hukum Stoke memerlukan beberapa syarat. .V F = gaya gesekan yang bekerja pada bola η = koefisien kekentalan fluida V = kecepatan bola relatif terhadap fluida Rumus diatas dikenal sebagai hukum Stokes. Jika sebuah benda dengan rapat massa dan dilepaskan dari permukaan zat cair tanpa kecepatan awal. Gaya gesek tersebut sebanding dengan kecepatan relatif benda terhadap fluida. Menghitung gerak benda dalam benda 2. Khusus untuk benda yang berbentuk bola dan bergerak dalam fluida yang sifat-sifatnya. b. yaitu setelah terjadi keseimbangan antara gaya berat. Menghitung kekentalan zat cair A. Tidak ada turbulensi di dalam fluida. maka bertambah besar pula gaya gesekan pada bola tersebut. c. Dasar Teori Setiap benda yang bergerak dalam fluida mendapat gaya gesekan yang disebabkan oleh kekentalan fluida tersebut. Kecepatan (V) tidak besar. sehingga aliran masih laminer. Pada akhirnya bola akan bergerak dengan kecepatan tetap. gaya apung (Archimides) dan gaya Stokes. Tanda minus (-) menunjukkan arah gaya F yang berlawanan dengan kecepatan (V).

V= 2π 2 (ρ − ρ ο ) 9η ρ= rapat massa bola ρo= rapat massa fluida Dari persamaan diatas dapat diturunkan: T= 9ηd 2 gr ( ρ − ρ ο ) 2 T = waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak d d = jarak yang ditempuh .

Tali (sebagai tanda jarak) 8.BAB II ALAT DAN BAHAN A. Gelas ukur 2. Sendok saringan (untuk mengambi bola-bola dari dasar tabung) 7. Stopwatch 9. Aerometer 6. Zat cair (oli) . Bahan – Bahan yang Digunakan 1. Mikrometer sekrup dan mistar 4. sedang dan besar dari zat padat 3. Alat – Alat yang Digunakan 1. Bola-bola ukuran kecil. Thermometer 5. Neraca kasar A.

Dimasukkan sendok saringan sampai dasar tabung dan ditunggu beberapa saat sampai zat cair diam (atau sedikit turbulensinya). 6. 2. 7. Diukur diameter tiap-tiap bola memakai mikrometer sekrup. 3. Diulangi langkah 6 dan 7. BAB IV . Diukurlah waktu jatuh T untuk tiap-tiap bola. 9. Karet gelang ditempatkan sehingga yang satu berada kira-kira 5 cm di bawah permukaan zat cair dan yang lain kira-kira berjarak 10 cm dari karet pertama. 4. Diukur jarak jatuh bola (d) awal 10 cm. Diubahlah letak tali penanda sehingga jarak jatuh bola (d) 20 cm. 5. Ditimbang tiap-tiap bola di neraca kasar. Diukur rapat massa zat cair sebelum dan sesudah tiap percobaan dengan menggunakan aerometer.BAB III METODE PERCOBAAN 1. 8.

25 6.4 0.880 g/cm3 s (cm) 10 20 15 s (cm) 10 20 15 t (s) 4.284 0.49 v= S t ρ= m V .36 7.9 d (cm) 0. Bola Sedang No.03 2.94 3.99 η (poise) 7.408 1.204 0.32 6.408 0.985 r (cm) 0.35 v (cm/s) 2.502 ρ bola (g/cm3) 1.3 0. 1 2 x rata-rata 2.28 η (poise) 6.67 6.815 0.00 v (cm/s) 2.6 74.00 2.DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN Keadaan ruangan Sebelum percobaan Sesudah percobaan P (cm)Hg 74.32 2.6 T (°C) 28 28 C (%) 77 77 No.60 6. Bola Besar No. Bola Kecil No.493 v bola (cm3) 0.793 ρ fluida = 0.46 η (poise) 7. 1 2 x rata-rata Rumus: s (cm) 10 20 15 t (s) 1.729 0.4 t (s) 3.30 v (cm/s) 6.40 6.25 7.73 7.19 7. 1 2 x rata-rata 3.51 6.20 8.365 0.42 1.38 2.60 5.60 3. 1 2 3 Bola Kecil Sedang Besar Massa (g) 0.470 1.

14 r=jari-jari bola (cm) ρ=massa jenis (g/cm ) m=massa (g) 3 η=koefisien kekentalan zat cair (poise) g=percepatan gravitasi (cm/s2) ρ0=0.880 g/cm3 d=diameter (cm) d=jarak (rumus kekentalan) .4 V = πr 3 3 Keterangan: η= t 2 gr 2 ( ρ − ρ 0 ) 9d v=kecepatan (cm/s) S=jarak (cm) t=waktu (s) V=volume (cm3) π=3.

204 cm 3 3 4.Perhitungan Contoh perhitungan: 1.19 poise 9 x10 η= BAB V PEMBAHASAN Suatu zat cair memiliki kemampuan tertentu sehingga suatu padatan yang dimasukan kedalammya mendapat gaya tahanan yang diakibatkan peristiwa gesekan antara permukaan padatan tersebut dengan zat cair. apabila kita .20x 2 x980x0.20 2. Perhitungan kekentalan zat cair (η) η= t 2 gr 2 ( ρ − ρ 0 ) 9d 4. Perhitungan kecepatan (v) v= S t v= 10 = 2.3 =1. Perhitungan massa jenis (ρ) ρ= m v ρ= 0.880) = 7. Perhitungan volume (V) 4 Vbola = πr 3 3 Vbola = 4 x3.14 x0.3653 = 0.38 cm / s 4.3652 (1.470 g / cm 3 0. Sebagai contoh.470 − 0.204 3.

fluida yang lebih kental lebih sulit mengalir. Viskositas atau kekentalan cuma ada pada fluida riil (rill = nyata). viskositas disebabkan oleh tumbukan antara molekul. Akibat viskositas zat cair itulah yang menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup drastis terhadap kecepatan batu. semakin kurang kental zat cair tersebut. terlihatlah batu tersebut mula-mula turun dengan cepat kemudian melambat hingga akhirnya sampai didasar zat cair. Bola kecil tersebut pada saat tertentu akan mengalami sejumlah perlambatan hingga mencapai gerak lurus beraturan. Pada zat cair. dan asap knalpot. Viskositas kekentalan merupakan gaya gesekan antara molekul‐molekul yang menyusun suatu fluida. Fluida ideal sebenarnya tidak ada dalam kehidupan seharihari. dan praktis tidak bergerak pada tempat di dinding pipa. Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir. Jadi molekul-molekul yang membentuk suatu fluida saling gesek‐menggesek ketika fluida tersebut mengalir. Semakin tinggi suhu zat cair. Sebaliknya. viskositas itu gaya gesekan internal fluida (internal = dalam). yang dapat digambarkan sebagai gaya luncur diantara lapisan-lapisan fluida tadi. Salah satu akibat dari adanya aktivitas ini adalah timbulnya gesekan internal antara bagian-bagian tersebut. riil/nyata itu fluida yang kita temui dalam kehidupan sehari‐hari. Fluida yang mempunyai viskositas rendah. oli. Tingkat kekentalan suatu fluida juga bergantung pada suhu. Sebaliknya. . Hambatanhambatan itulah yang kita namakan sebagai kekentalan (viskositas). semakin tinggi suhu suatu zat gas. sirup. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan kecepatan bergerak lapisan-lapisan fluida tersebut. Fluida riil berbeda dengan fluida ideal. Sedangkan dalam zat gas. Gerakan bola kecil menjelaskan bahwa adanya suatu kemampuan yang dimiliki zat cair sehingga kecepatan bola berubah. Fluida ideal hanya model yang digunakan untuk membantu kita dalam menganalisis aliran fluida Didalam fluida yang tidak ideal terdapat aktivitas molekuler antara bagianbagian lapisannya. Viskositas suatu fluida adalah sifat yang menunjukkan besar dan kecilnya tahan dalam fluida terhadap gesekan. viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis). semakin kental zat gas tersebut. Sedangkan kecepatan terbesar terdapat ditengah-tengah pipa aliran.memasukkan sebuah bola kecil kedalam zat cair. seperti air. Fluida. Bila pengamatan dilakukan terhadap aliran fluida makin mengecil ditempat-tempat yang jaraknya terhadap dinding pipa semakin kecil. contohnya air.

BAB VI KESIMPULAN Dari percobaan yang telah dilakukan. Viskositas suatu cairan murni atau larutan merupakan indeks hambatan alir cairan. dapat juga disebabkan oleh adanya percepatan karena pada saat menjatuhkan bola ke dalam zat cair. dinyatakan dengan Koefisien Viskositas (η). Selain itu kemungkinan adanya turbulensi pada zat cair. Beberapa zat cair dan gas mempunyai sifat daya tahan terhadap aliran ini. dan adanya turbulensi setelah melakukan pengambilan bola dapat mempengaruhi gerak jatuh bola di dalam zat cair. adanya percepatan pada saat bola dijatuhkan ke dalam zat cair. diketahui bahwa bahan pembuat bola.misalnya air mempunyai tahanan dalam terhadap gesekan yang lebih kecil dibandingkan dengan fluida yang mempunyai viskositas yang lebih besar. karena setiap zat atau bahan mempunyai massa jenis yang berbeda sehingga berbeda pula koefisien kekentalan zat cair yang dimilikinya. . Viskositas dapat dihitung dengan rumus Poiseville. Viskositas ialah besarnya gaya tiap cm2 yang diperlukan supaya terdapat perbedaan kecepatan sebesar 1 cm tiap detik untuk 2 lapisan zat cair yang parallel dengan jarak 1 cm. Bahan pembuat bola dan tekstur bola berpengaruh pada kecepatan bola bergerak di dalam zat cair. jarak antara bola dengan zat cair terlalu jauh sehingga menyebabkan adanya percepatan pada saat bola jatuh. Hal ini dapat disebabkan oleh bahan bola berukuran sedang berbeda dari kedua bola yang lainnya. apabila pada saat pengambilan bola dilakukan terburu-buru. Dari hasil percobaan didapatkan massa jenis bola berukuran sedang lebih kecil dari massa jenis bola yang berukuran kecil. tekstur bola.

Pada percobaan bola besar = 7. Viskositas. dapat disimpulkan bahwa Koefisien zat cair sebagai berikut : 1. Selasa. (Jumat. 14:44:51) . http://www.Berdasarkan data yang diperoleh. Penuntun Praktikum Fisika Dasar I Ekstensi. 2010. Alexander San.28 poise = 6. 3 Maret 2009. Pada percobaan bola sedang 3. Lohat.gurumuda.com/viskositas . Pada percobaan bola kecil 2.49 poise DAFTAR PUSTAKA Anonimus.42 poise = 7. Bogor: Laboratorium Fisika Universitas Pakuan. 31 Desember 2010.

(Jumat.co. 14:44:51) Lampiran Tugas Akhir 1.cc/2008_10_01_archive.geofacts. Bagaimana memilih letak karet-karet gelang yang melingkari tabung/ gelas ukur? Apakah akibatnya jika terlalu dekat permukaan? Apakah akibatnya jika terlalu dekat dengan dasar tabung? Jawab : . 31 Desember 2010. Laporan Viskositas.html.Karami. http://www. 15 Oktober 2008. Ghozian Islam. Rabu.

pada minyak goreng sebelum dipanaskan di wajan akan lebih kental. Jika terlalu dekat dengan dasar tabung maka bola akan berkurang kecepatannya. semakin kurang kental zat cair tersebut.19 poise 9 x10 η= 4.3652 (1. karena fluida yang terdorong oleh bola akan menabrak dasar dan memantul kembali kea rah bola. namun setelah dipanaskan di atas api maka akan lebih encer.Gelang atau tali tidak boleh terlalu dekat dengan permukaan karena kecepatan bola yang dijatuhkan masih dipengaruhi oleh gravitasi.880) = 7. Sehingga jaraknya dibuat tidak terlalu dekat dengan permukaan.20x 2 x980x 0. Hitunglah harga koefisien viskositas berdasarkan grafik untuk tiap-tiap bola! Jawab : η= t 2 gr 2 ( ρ − ρ 0 ) 9d 4.470 − 0. Misalnya. Apakah pengaruh suhu terhadap kekentalan zat cair ? Terangkan! Jawab : Semakin tinggi suhu zat cair. 2. Buatlah grafik antara T dengan d (pakai least square)! Jawab : 3. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful