You are on page 1of 3

ANALISIS JURNAL

Jurnal yang akan penulis analisis berjudul ³Impression management: a form of emotion work for women in a male-dominated profession´ yang diteliti oleh Jacqueline H. Watts. Judul ini dipilih karena membahas mengenai karir wanita dalam lingkungan kerja yang dimana didominasi oleh pria. Dalam Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia masalah ini merupakan salah satu bab yang mempelajari mengenai Keragaman dan Kesetaraan kerja serta Pengembangan Karir. Jurnal ini diambil dari kumpulan jurnal Int. J. Work Organisation and Emotion, Vol. 2, No. 3, 2008. Metodologi Penelitian yang menarik di dalam jurnal ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografis untuk pengumpulan data dengan wawancara semi-terstruktur dari 31 perempuan insinyur sipil sebagai metode pokok. Peserta berkisar di usia 23-56 tahun dan bekerja di kedua sisi konsultan dan kontraktor. Dalam masing-masing wawancara berlangsung satu sampai dua jam dengan direkam dan ditranskrip. Pendekatan teoritis feminis memiliki tujuan yang lebih luas dari mengungkap pandangan hidup kaum wanita profesional dan memberikan nilai serta ide-ide dan pengalaman mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap perdebatan mengenai keterlibatan wanita dalam dunia kerja yang dimana didominasi pria. Hal ini dapat dijadikan motivasi bagi wanita untuk mengambil kendali sejauh mungkin, sehingga dapat terlihat oleh rekan kerja lakilaki yang dimana dapat memengaruhi peluang karir wanita. Manajemen kesan yang sukses tidak dipengaruhi oleh gender. Meskipun tidak ada pengaruh gender namun, dalam lingkungan kerja perempuan yang bekerja hanya 5% dari Lembaga Inggris (ICE) keanggotaan (website ICE Civil Engineer's, Agustus 2007). Banyak responden merasa bahwa wanita dilingkungan kerja kurang dihargai oleh pekerja pria, karena mau tidak mau wanita harus mampu untuk menyesuaikan diri dengan pekerja pria. Dan bahkan wanita harus mau disamakan oleh seorang pria. Pekerjaan wanita dalam emosi harus mampu berusaha untuk mempertahankan dan mengembangkan keberadaan profesional mereka dalam lingkungan kerja. Wanita dalam lingkungan kerja juga jarang mendapatkan promosi jabatan karena sudah terpatok bahwa seorang pemimpin adalah pria. Wanita professional mampu untuk mengembangkan karir meskipun harus

Kebanyakan wanita profesi yang diwawancarai menikmati pekerjaan yang mereka kerjakan sekarang. Selain kesetaraan kerja penelitian diats berhubungan dengan Pengembangan karir. kepribadian. Tidak ada pelarangan wanita bekerja. Wanita profesi berhak dan bisa mengembangkan karir karena tujuannya searah dengan tujuan organisasi tersebut. Dapat disimpulakan bahwa penelitian yang dilakukan dalam jurnal diatas kendala dari pengembangna wanita karir karena kurangnya dihargai sebagi pekerja oleh rekan kerja pria. Motivasi diri sangat penting didalam pengembangan karir bagi wanita profesi. Wanita profesi yang diwawancarai dalam penelitian yang dilakukan oleh Jacqueline mampu untuk menunjukkan bahwa tidak ada diskriminasi pekerja antara wanita dan pria. atau suku bangsa.melawan identitas bahwa pria yang bekerja. dan latar belakang. selain itu rasa hormat harus tetap ada pada masing-masing diri meraka. Desler dalam bukunya yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia menyatakan bahwa program pengembangan karir pada perusahaan berfokus pada masa depan karyawan dengan satu perusahaan. Wanita pun dapat menjadi seorang pemimpin karena wanita juga bisa mempunyai jiwa seorang pemimpin. warna. agama. jenis kelamin. Empat karakteristik individu yang memengaruhi karir meliputi. Wanita dan pria mempunyai hak yang sama untuk bekerja maupun mengembangkan karir. . Sebaiknya bagi wanita profesi tidak perlu rendah diri dan takut menghadapinya karena ada undang-undang mengenai kesetaraan kerja antara wanita dan pria. Hal ini dapat disimpulkan bahwa wanita juga berhak untuk mengembangkan karir dalam dunia kerja seperti para pekerja pria. Analisis teori dengan jurnal diatas sangat jelas yaitu menyangkut masalah kesetaraan kerja antara wanita dan pria. Karir adalah rangkaian posisi yang berkaitan dengan kerja yang ditempatkan seseorang sepanjang hidupnya. Rasa percaya diri merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh wanita professional. citra diri. Asalkan wanita bekerja secara tanggung jawab maka kedudukan seorang wanita akan mampu untuk menyeimbangi kedudukan pria dalam bekerja. Menurut konstitusi VII dari undang-undang hak sipil 1964 menyatakan bahwa seorang karyawan tidak dapat didiskriminasikan berdasarkan pada ras. Karekteristik dalam pengembangan wanita profesi tidak pernah ada unsur syarat laki-laki melainkan empat karakteristik yang disebutkan oleh Mathis. minat.