You are on page 1of 9

laringeal mask air way ( l m a ) (sungkup laring = s-l) pendahuluan menguasai jalan nafas agar tetap terbuka (bebas) merupakan

kunci keberhasilan dalam menangani pada manusia, yaitu sejak tahun 1878, namun tindakan tersebut sampai saat ini belum merupakan tindakan rutin yang aman, artinya tidak semua tenaga medik baik dokter dan tenaga para medik dapat melakukan dengan baik dan benar.  laringeal mask airway (lma) diciptakan oleh dr.archie brain th 1981 di london hospital.  l m a merupakan alat untuk pengelolaan jalan napas (air > way} maintenance) yang relatif baru.  di indonesia kira-kira th 90-an, sedangkan pemakaian secara masal dimulai th 1988.  l m a telah melalui uji penelitian secara ilmiah sebanyak 1000 kali hasilnyamemuaskan.  keuntungan-pemasangan tanpa menggunakan laryngoscope dan alat ini untuk membebaskan jalan nafas yang dapat dipakai untuk banyak maksud (serba guna).  untuk memberikan napas buatan lebih bagus dibanding pakai sungkup muka (face mask).

bentuk dari laryngeal mask airway. l m a terdiri dari : 1. pipa tembus pandang ( transparan ) dengan lubang,diameter

lebar,ujungnnya dapat dihubung kan dengan alat anestaesi/ambu bag lebarnya pada semua ukuran (size) sesuai setandar 15 mm. 2. sungkup (cuff) dengan bentuk elips pada bagian sungkup ini mirip sungkup muka,namun lebih kecil dan dapat diisi udara lewat balon dan terdapat klep satu arah (self sealing valve) 3. diantara sungkup dan pipa yang mendorong epiglotis agar tidak menutup lubang dari sungkup tersebut.

teknik pemsangan l m a 1. punggung sunkup laryngeal diberi pelicin dengan jelly dan sungkup dalam keadaan kempis (deflated) 2. posisi penderita kepala dan leher merupakan satu garis,menurut brain.posisi kepala agak sedikit fleksi. 3. dagu ditekan untuk membuka mulut 4. pipa dari l m a dipegang seperti memegang pensil kemudian menghadap ke caudal 5. dorong ujung sungkup dengan menempel pada permukaan palatum sampai mencapai dinding pharing bagian belakang.

6. kemudian lengan yang mendorong tersebu ditarik keluar dan pipa didorong sampai dirasakan adanya tahanan,ini berarti posisi sungkup telah berada di posisi sungkup telah beradadi hipo pharing.

7. tanda berupa garis hitam pada pipa septum nasi.

lma harus lurus dengan

8. cuff diisi udara sesuai ukuran (size) dari lma. 9. pastikan jalan nafas dengan mendengarkan suara nafas atau melihat gerak dada saat diberi nafas buatan. 10. pasang blok (giteblok) disamping pipa dan fiksasi.

alat-alat yang diperlukan 1. lma yang sesuai ukuran (size) dengan penderita. 2. zelly untuk pelicin 3. semprit (spuit) 20 – 50 cc. 4. suction pump (alat penghisap) 5. alat untuk memberi nafas buatan (bag dan mask) ukuran lma yang dianjurkan sesuai berat badan dan isi cuff penderita neonatus/infants infants/children children small adult adult berat badan s.d 6,5 kg 6,5 - 15 kg 15 - 30 kg 30 - 50 kg 50 - 75 kg no ukuran 1 2 2,5 3 4 isi cuff 2 - 4 ml 10 ml 15 ml 20 ml 30 ml

pemasangan lma harus sesuai ukuran (size) bila sungkup terlalu besar posisi sungkup laryng akan keluar dari pharing. bila terlalu kecil pengisian udara kapasitas yang seharusnya dalam cuff akan berlebih dari maksud tidak terjadi dengan

kebocoran,akan tetapi tekanan dalam sungkup akan menekan mukosa pharing menyebabkan rasa tidak enak post op. melepaskan l m a setelah anesesi,brain menganjurkan setelah penderita sadar dan tidak dilakukan manipulasi pada penderita (suction lewat pipa) sebab dapat menimbulkan laryngospasme. melepaskan l m a saat anestesi masih dalam latto dan rust mengatakan bahwa penyulit lebih banyak pada penderita setelah sadar problem yang mungkin dapat terjadi 1. penolakan (rejection), batuk dan laryngospasme bila reflek masih aktif 2. penempatan cuff yang tidak tepat,ujung dari cuff terlipat saat pemasangan. 3. obsruksi jalan nafas akibat epiglotis yang terdorong kebawah dan menutup lubang sungkup. 4. obstruksi jalan nafas karena pipa sungkup terputar untuk memastikan posisi sungkup pada tempat yang tepat dapat septum nasi. 5. l m a tidak dapat memproteksi aspirasi dari cairan lambung,sehingga mutlak puasa./lambung kosong.

keuntungan pemakaian l m a

*sebagai pengganti face mask (sungkup muka) dapat digunakan untuk nafas sepontan maupun nafas buatan. *untuk nafas buatan tekanan ventilasi positif hanya dapat diberikan 20 – 25 cmh2o.jadi unuk penderita dengan complaince paru rendah. misal: edema paru,obsruction airway disease,aspirasi. *dapat dipakai untuk alat bantu intubasi endotrakheal yang sulit,dengan dipandu lewat pemasangan sungkup laryng dan fiber optik,untuk intubasi trkheal pada penderita truma cervical spine dengan hasil yang memuaskan. brain memperkenalkan sungkup laryng khusus untuk membantu intubasi yang sukar (sedang dalam pengujian dan penelitian) kontra indikasi 1. penderta dengan lambung penuh 2. kegemukan (morbid obesity) kemungkinan terdapat hiatus hernia yang dapat terjadi regurgitasi. 3. penderita dengan trauma multple dan masive abdomen,thorax is injury. efek samping : * sore throat;faktor lain yang dapat menambah terjadinya ini adalah suasana rongga mulut yang kering (drynees). * perdarahan saat pemasangan;terjadinya pendarahan karena insersi sungkup laryng agak masuk ke laryng. injury,acut

* dys arthri yang sipatnya sementara (transient) terutama bila pemakaian sungkup laryng cukup lama

dan pengisian cuff terlalu keras (over inflated). mengingat harga sungkup laryng cukup mahal, maka perawatannya selama melakukan serilisasi dengan autoclaf dapat dilakukan dengan memasang spuit yang tongkatnya (plunger) dilepas dan dipasangkan pada klep selama sterilisasi. maksudnya agar udara yang tersisa dalam cuff dapat keluar saat dilakukan sterilisasi dalam autoclave (suhu 134 c ) pada sungkup laring yang dikempiskan maksimal, udara yang tersisa didalam sungkup + 2 ml. dengan teknik yang dilakukan oleh peter biro tersebut usia pemakaian sungkup laring dapat mencapai 200 kali pakai, sedang anjuran dari pabrik pemakaiannya hanya sampai 40 kali pakai (2)

fungsi kardiovaskuler, sirkulasi dan hematologi

selintas struktur dan fungsi jantung jantung :organ berongga, berotot, terletak di tengah toraks menempati rongga antara paru dan diafragma, berat : 300 gram. fungsi : memompa darah ke jaringan, menyuplay o2 dan zat nutrisi lain, mengangkut co2 dan sampah hasil metabolisme. terdapat dua pompa jantung : kanan dan kiri keluaran jantung kanan didistribusikan ke paru melalui arteri pulmonalis. keluaran jantung kiri didistribusikan kebagian tubuh lain melalui aorta. kerja pemompaan jantung dijalankan oleh kontraksi dan rileksasi ritmik dinding otot. selama kontraksi otot ( sistolik ) kamar jantung menjadi kecil karena darah disemburkan ke luar. selama rileksasi otot jantung ( diastolik ) kamar jantung akan terisi darah sebagai persiapan untuk penyemburan berikutnya. denyut jantung dewasa : 60 – 80 kali / menit menyemburkan + 70 ml darah dari kedua ventrikel perdetak, total + 5 liter / menit.

anatomi letak jantung : dipertengahan dada antara kedua paru mediastinum.

rongga mediastinum sebagian besar ditempati oleh jantung yang terbungkus dalam kantung fibrosa tipis perikardium. perikardium melindungi permukaan jantung. ruang antara permukaan jantung dan lapisan dalam perikardium berisi sejumlah kecil cairan,untuk melumasi permukaan dan mengurangi gesekan selama kontraksi otot jatung. kamar jantung : sisi kanan dan kiri jantung tersusun atas dua kamar atrium dan ventrikel. dinding yang memisahkan kamar kanan dan kiri disebut septum. ventrikel adalah kamar yang menyemburkan darah ke arteri. fungsi atrium adalah menampung darah yang datang dari vena dan bertindak sebagai tempat penimbunan sementara sebelum darah kemudian dikosongkan ke ventrikel. katup jantung : memungkinkan darah mengalir hanya ke sau arah dalam jantung. ada dua jenis katup yaitu atrioventrikularis dan semi lunalis. katup atrioventrikularis memisahkan atrium dan ventrikel disebut sebagai katup atrioventrikularis. katup ventrikularis tersusun atas tiga kuspis atau daun memisahkan atrium kanan dan ventrikel kanan. sedangkan katup mitral atau bikusvidalis ( duakuspis ) terletak diantara atrium dan ventrikel kiri.