HUBUNGAN INTERNASIONAL

Standar Kompetensi: 1. Menganalisis hubungan internasional dan organisasi internasional.

Kompetensi Dasar: 4.1. Mendeskripsikan pengertian, pentingnya, dan sarana-sarana hubungan internasional bagi suatu negara. 4.2. Menjelaskan tahap-tahap perjanjian internasional. 4.3. Menganalisis fungsi Perwakilan Diplomatik. 4.4. Mengkaji peranan organisasi internasional (ASEAN, AA, PBB) dalam meningkatkan hubungan internasional 4.5. Menghargai kerja sama dan perjanjian internasional yang bermanfaat bagi Indonesia.
1. A. PENGERTIAN, PENTINGNYA DAN SARANA-SARANA HUBUNGAN INTERNASIONAL BAGI SUATU NEGARA

Pengertian Hubungan Internasional menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (Renstra), adalah hubungan antar bangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan nasional pengertian menurut beberapa ahli. a. Charles A. MC. Clelland Hubungan internasional adalah studi tentang keadaan-keadaan relevan yang mengelilingi interaksi. 1. b. Warsito Sunaryo

Hubungan internasional, merupakan studi tentang interaksi antara jenis kesatuan-kesatuan sosial tertentu, termasuk studi tentang keadaan relevan yang mengelilingi interaksi. Adapun yang dimaksud dengan kesatuan-kesatuan sosial tertentu, bisa diartikan sebagai : negara, bangsa maupun organisasi negara sepanjang hubungan bersifat internasional.

1.

c. Tygve Nathiessen

Hubungan internasional merupakan bagian dari ilmu politik dan karena itu komponen-komponen hubungan internasional meliputi politik internasional, organisasi dan administrasi internasional dan hukum internasional

Konsep hubungan internasional berhubungan erat dengan subjek-subjek internasional, seperti organisasi internasional, hukum internasional, politik internasional termasuk diplomasi.

1.

2. Penting Hubungan Internasional bagi suatu Negara

Arti penting hubungan internasional bagi suatu negara antara lain karena faktor-faktor sebagai berikut :

y

Faktor internal :

Yaitu adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain.

y
1.

Faktor eksternal : Yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri, tanpa bantuan dan kerja sama dengan negara lain. Ketergantungan tersebut, terutama dalam upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Untuk membangun komunikasi lintas bangsa dan negara guna mewujudkan kerja sama yang produktif dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang menyangkut kepentingan nasional negara masing-masing. Mewujudkan tatanan dunia baru yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan dan perdamaian yang abadi bagi warga masyarakat dunia.

2. 3.

Hubungan kerjasama antar negara (internasional) di dunia diperlukan guna memenuhi kebutuhan hidup dan eksistensi keberadaan suatu negara dalam tata pergaulan internasional, di samping demi terciptanya perdamaian dan kesejahteraan hidup yang merupakan dambaan setiap manusia dan negara di dunia. Setiap negara sudah barang tentu memiliki kelebihan, kekurangan dan kepentingan yang berbeda. Hal-hal inilah yang mendorong dilakukannya hubungan dan kerjasama internasional. Kerjasama antar bangsa di dunia didasari atas sikap saling menghormati dan saling menguntungkan. Kerjasama internasional antara lain bertujuan untuk :

y y y

Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara. Menciptakan saling pengertian antar bangsa dalam membina dan menegakkan perdamaian dunia. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya.

1.

3. Sarana-Sarana Hubungan Internasional bagi suatu Negara

Suatu hubungan antar bangsa dan negara (internasional) akan dapat berlangsung dengan baik, manakala terdapat pedoman-pedoman yang dijadikan sebagai landasan berpijak. Pedoman-pedoman internasional, harus dipatuhi oleh pihak-pihak yang mengadakan hubungan baik tertulis maupun yang tidak tertulis. Beberapa sarana penting dalam membangun hubungan internasional adalah sebagai berikut :

1.

Asas-Asas Hubungan Internasional

Menurut Hugo de Groot, bahwa dalam hubungan internasional asas persamaan derajat merupakan dasar yang menjadi kemauan bebas dan persetujuan dari beberapa atau semua negara. Tujuannya adalah untuk kepentingan bersama dari mereka yang menyatukan diri di dalamnya. Dalam hubungan internasional, dikenal beberapa asas yang didasarkan pada daerah dan ruang lingkup berlakunya ketentuan hukum bagi daerah dan warga negara masing-masing. Ada 3 (tiga) asas dalam hubungan internasional yang antara satu dengan lainnyan saling mempengaruhi :

y

Asas Teritorial

Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara atas daerahnya. Menurut asas ini, negara melaksanakan hukum bagi semua orang dan semua barang yang ada di wilayahnya. Jadi, terhadap semua barang atau orang yang berada di luar wilayah tersebut, berlaku hukum asing (internasional) sepenuhnya.

y

Asas Kebangsaan

Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya. Menurut asas ini, setiap warga negara di manapun ia berada, tetap menapat perlakuan hukum dari negaranya. Asas ini mempunyai kekuatan exteritorial. Artinya hukum dari negara tersebut tetap berlaku juga bagi warga negaranya, walaupun berada di negara asing.

y

Asas Kepentingan Umum

Asas ini didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini, negara dapat menyesuaikan diri dengan semua keadaan dan peristiwa yang bersangkut paut dengan kepentingan umum. Jadi, hukum tidak terikat pada batas-batas wilayah suatu negara.

akan timbul kekacauan hukum dalam hubungan antar bangsa (internasional). 3) Sumber Daya. Sebagai ilustrasi. Oleh sebab itu. dengan semakin majunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat. Dewasa ini.Apabila ketiga asas ini tidak diperhatikan. wajib militer dan wajib pajak. kerapkali masih terdapat masalah dan pertikaian-pertikaian yang perlu dipecahkan. Kedua : Namun jika suatu negara yang memiliki 4 (empat) faktor kekuatan tersebut lemah. Pertama : Jika suatu Negara telah memiliki 4 (empat) faktor kekuatan tersebut dengan baik. 1) Kekuatan Nasional (National Power). . baik secara bilateral maupun multilateral adalah sebagai berikut. Faktor-faktor Penentu Dalam Hubungan Internasional Beberapa faktor yang ikut menentukan dalam proses hubungan internasional. antara satu negara dengan negara lain perlua ada hubungan yang teratur dan tertib dalam bentuk hukum internasional. mereka harus mengadakan hubungan internasional. Berdasarkan faktor-faktor tersebut maka dapat difahami bagaimana suatu negara dalam mengadakan hubungan internasional. mereka relatif lebih longgar untuk tidak mengadakan hubungan internasional. 2) Jumlah Penduduk. dapat dilihat pada bagan berikut ini. 1. batas-batas negara. dan 4) Letak Geografis. Walaupun demikian. hampir semua negara berkembang maupun negara maju telah mengadakan hubungan kerja sama dengan negara lain (hubungan internasional). Misalnya persoalan dwi-kewarganegaraan.

dan keadilan sosial . Sosial Budaya dan bahkan ada negara yang hanya menekankan di bidang Idiologi saja. 2. bidang Ekonomi. . sosial budaya. Kemudian. Pasal 1 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyatakan ketentuan-ketentuan tentang hal-hal berikut : 1) PBB menciptakan perdamaian dan keamanan internasional serta berusaha mencegah timbulnya bahaya yang mengancam perdamaian dan keamanan. 17 Tahun 1985 tentang Hukum Laut. bahasa dan agama. Bagi bangsa Indonesia hubungan kerjasama antar negara merupakan jalinan antar negara yang mengacu pada beberapa landasan hukum. dan C) saling membutuhkan.Ketiga kelompok negara tersebut di atas (A. pihak-pihak tersebut terikat oleh kesepakatan. ada yang menekankan pada : bidang Pertahanan dan keamanan (Hankam). Mengingat yang melatar belakangi terjadinya hubungan internasional antar negara itu berbeda-beda satu dengan yang lainnya. serta menghormati hak-hak asasi manusia tanpa membeda-bedakan suku. 2) PBB mengembangkan persahabatan antar bangsa atas dasar persamaan dan hak menentukan nasib sendiri dalam rangka perdamaian dunia. Pada umumnya. B. baik masa damai maupun pada masa perang. Pembukaan UUD 1945 alenia IV yang berbunyi ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. maka terjadilah pengelompokan bentuk hubungan internasional yang sekarang ini. 2. PBB menjadi pusat penyelesaian-penyelesaian masalah internasional. yaitu : 1. kemanusiaan. perdamaian abadi. Deklarasi ini diakui PBB pada tanggal 10 Desember 1982 dan disahkan oleh pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang No. Perjanjian internasional (traktat = treaty) adalah suatu persetujuan (agreement) yang dinyatakan secara formal antar dua negara atau lebih mengenai penetapan serta ketentuan tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak. Adapun titik berat dalam hubungan internasional. traktat ditaati oleh pihak-pihak yang berkepentingan karena adanya asas pacta sun servanda (persetujuan antar negara harus dihormati). 4) 1. Indonesia sejak 13 Desember 1957 memperjuangkan Deklarasi Juanda yang di dalamnya menyatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia dibatasi oleh garis lurus dengan jarak 12 mil dari garis pangkal lurus yang ditarik dari titik terluar pulaupulau terluar sebagai laut teritorial. jenis kelamin. Secara khusus terdapat dalam Deklarasi hukum laut internasional. 3) PBB mengembangkan kerjasama internasional dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan ekonomi. maka terjadilah interaksi (hubungan) internasional.

Malaysia. LL. Contoh: Konvensi Hukum Laut Internasional telah menetapkan landas kontinen sedalam 200 meter. Prof Dr. TAHAP-TAHAP PERJANJIAN INTERNASIONAL 1. Konferensi Wina tahun 1969 Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan oleh dua negara atau lebih. dan Muangthai pada tanggal 21 Desember 1971 untuk Common . 1. Ini berarti dalam hubungan internasional telah melahirkan hak dan kewajiban antar subyek hukum (negara) yang saling berhubungan. yang bertujuan untuk mengadakan akibat-akibat hukum tertentu.1. Tegasnya. Schwarzenberger Perjanjian internasional adalah suatu persetujuan antara subjek-subjek hukum internasional yang menimbulkan kewajiban-kewajiban yang mengikat dalam hukum internasional. Hal ini telah disepakati oleh Indonesia.M. B. setiap subjek pembuat perjanjian hendaknya secara moral dan hukum benar-benar bertanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukannya. SH. Oppenheimer-Lauterpacht Perjanjian internasional adalah suatu persetujuan antar negara yang menimbulkan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang mengadakannya. Subjek-subjek hukum dalam hal ini selain lembaga-lembaga internasional. politik maupun ilmu-ilmu sosial lain. Dan lazimnya hal demikian itu akan diawali dengan perjanjian pembukaan hubungan de facto tetap (konsuler) sampai pada akhirnya berupa de jure penuh (perwakilan diplomatik) yang bersifat bilateral. Perjanjian internasional dapat berbentuk bilateral maupun multirateral. Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan antar bangsa yang bertujuan untuk menciptakan akibat-akibat hukum tertentu. juga negara-negara. maka pengertian perjanjian internasionalpun sangat beragam. Dalam arti etis normatif. pada dasarnya adalah hubungan hukum . G. perjanjian internasional mengatur perjanjian antarnegara saja selaku subjek hukum internasional. Berikut ini beberapa pengertian yan dikemukakan oleh para ahli. Mochtar Kusumaatmadja. Pengertian Perjanjian Internasional Hubungan internasional yang merupakan hubungan antar negara. Seperti halnya dalam memberikan pengertian hukum.

b. seperti antara organisasi internasional Tahta Suci (Vatican) dengan organisasi Uni Eropa. Contoh: Kerjasama ASEAN dan Uni Eropa. IMF. Segi hukum. Perjanjian internasional antar negara dan subjek hukum internasional lainnya. dan sebagainya. Pendapat Accademy of Sciences of USSR Suatu Perjanjian Internasional adalah suatu persetujuan yang dinyatakan secara formal antara dua atau lebih negara-negara mengenai pemantapan. seperti masalah karantina. 2. penandatanganan dan ratifikasi . Contoh: CGI. y Menurut Proses/Tahapan Pembentukannya a. Perjanjian antar negara yang dilakukan oleh banyak negara yang merupakan subjek hukum internasional. seperti status kewarganegaraan (Indonesia RRC). batas alam daratan.Point di Selat Malaka. c. seperti bantuan ekonomi dan bantuan keuangan. Segi ekonomi. namun masing-masing negara tersebut harus mau mematuhi batas-batas hak dan kewajibannya. Penggolongan Perjanjian Internasional Klasifikasi perjanjian internasional dapat dibedakan atas: y Menurut Subjeknya a. ekstradisi dan sebagainya. Meskipun kedalam 200 meter sulit dimonitor oleh setiap kapal yang lewat. perubahab atau pembatasan daripada hak-hak dan kewajiban mereka secara timbal balik. seperti antara suatu organisasi internasional dan organisasi internasional lainnya. Contoh: Nato. Segi kesehatan. 1. d. Perjanjian antar sesama subjek hukum internasional selain negara. Segi batas wilayah. dan sebagainya. seperti Pakta Pertahanan dan Pakta Perdamaian. e. seperti laut teritorial. IBRD. dan sebagainya. Segi politis. c. Perjanian bersifat penting yang dibuat melalui proses perundingan. dan SEATO. y Menurut Isinya a. ANZUS. b. penanggulangan wabah penyakit AIDS.

yaitu suatu perjanian yang melakukan ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidah hukum bagi masyarakat internasional secara keseluruhan (bersifat multilateral). y Menurut Fungsinya a. Perjanjian yang bersifat khusus (treaty contract). dan tidak berurusan dengan kebijaksanaan tingkat tinggi Keterangan Perjanjian ini khusus mencakup bidang politik dan bidang ekonomi. perjanjian paling formal yang merupakan persetujuan dari dua negara atau lebih. Yaitu persetujuan formal yang bersifat multilateral. No 1. yaitu perundingan dan penandatanganan (biasanya digunakan) kata persetujuan dan agreemaent). Konvensi (Convention) . Istilah lain dari perjanjian adalah berikut ini. b.b. Perjanjian yang membentuk hukum (law making treaties). yaitu perjanjian yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi negara-negara yang mengadakan perjanjian saja (perjanjian bilateral). 1. perjanjian batas wilayah. Persetujuan ini harus dile-galisasi oleh wakil-wakil yang berkuasa penuh 2. 3. Istilah-Istilah Lain Perjanjian Internasional Pemberian berbagai istilah perjanjian internasional (traktat) berdasarkan pada tingkat pentingnya suatu perjanjian internasional serta keharusan untuk mendapatkan suatu ratifikasi dari setiap kepala negara yang mengadakan perjanjian. Nama Traktat (Treaty) Uraian Yaitu. Perjanjian bersifat sederhana yang dibuat melalui dua tahap. Perjanjian ini bersifat terbuka bagi pihak ketiga. pemberantasan penyeludupan-penyelundupan dan sebagainya. Contoh: konfernsi Wina tahun 1958 tentang hubungan diplomatik. Konvensi Montego tentang Hukum laut internasional tahun1982. Contoh: Perjanjian antara RI dan RRC mengenai dwikewarganegaraan tahun 1955. dan sebagainya.

Persetujuan (Agreement) Yaitu prjanjian yang berifat teknis atau admistratif 5. 4. Proses verbal tidak diratifi-kasi. Proses Verbal Yaitu catatab-catatan atau ringkasan-ringkasan atau kesimpulan-kesimpulan konferensi diplomatik. atau catatan-catatan suatu permufakatan. Perikatan (Arrangement) Yaitu istilah yang digunakan untuk transaksi-transaksi yang bersifat sememtara. (plaenipotentiones). Agrement tidak diratifikasi karena sifatnya tidak seresmi traktat atau konvensi. Perikatan tidak seresmi traktat dan konvensi. Piagam (Statute) Piagam itu dapat digunakan sebagai alat tambahan untuk pelaksanaan suatu konvensi (seperti piagam kebebasan transit). . 7. Mengatur masalahmasalah tambahan seperti penafsiran klausal-klausal tertentu. 3.(high policy). Yaitu himpunan peraturan yang ditetapkan oleh persetujuan interna-sional baik mengenai pekerjaan maupun kesatuan-kesatuan tertentu seperti pengawasan internasional yang mencakup tentang minyak atau mengenai lapangan kerja lembaga-lembaga internaional. Protokol (Protocol) Yaitu persetujuan yang tidak resmi dan pada umumnya tidak dibuat oleh kepala negara. 6.

Deklarasi (Declaration) Yaitu perjanjian internasional yang berbentuk traktat. Deklarasi sebagai traktat bila menerangkan suatu judul dari batang tubuh ketentuan traktat. 10. tetapi akhir-akhir ini banyak digunakan. Yaitu ringkasan hasil konvensi yang menyebutkan negara peserta. Biasanya. 9. dan dokumen tidak resmi. Deklarasi sebagai persetu-juan tidak resmi bila mengatur hal-hal yang kurang penting. Modus Vivendi Yaitu dokumen untuk mencatat persetujuan internasional yang bersifat sementara. serta Akibat pertukaran nota ini timbul kewajiban yang menyangkut mereka. Pertukaran Nota 11. pertukaran nota dilakukan oleh wakil-wakil militer dan negara serta dapat bersifat multilateral. dan sistematis serta tidak memerlukan ratifikasi. Yaitu metode yang tidak resmi.8. terinci. sampai berhasil diwujudkan perjumpaan yang lebih permanen. nama utusan yang turut diundang. Ketentuan Penutup (Final Act) . dan sebagai dokumen tidak resmi apabila merupakan lampiran pada traktat atau konvensi.

Charter Yaitu istilah yang dipakai dalam perjanjian internasional untuk pendirian badan yang melakukan fungsi administratif. Perundingan merupakan perjanjian tahap pertama antara pihak/negara tentang objek tertentu. Yaitu istilah yang menunjukkan suatu persetujuan yang lebih khusus (Pakta Warsawa). Sebelumnya belum pernah diadakan perjanjian. tahap-tahap dalam perjanjian internasional adalah sebagai berikut : < Perundingan (Negotiation). Misalnya. LBB (Liga Bangsa-Bangsa) mengguna-kan ketentuan umum mengenai arbitrasi untuk menyelesaikan secara damai pertikaian internasional tahun 1928. Yaitu traktat yang dapat bersifat resmi dan tidak resmi. Atlantic Charter. Pakta (Pact) Pakta membutuhkan ratifi-kasi. 15.masalah yang disetujui konferensi dan tidak memerlukan ratifikasi. Oleh karena itu. Misalnya. 12. Ketentuan Umum (General Act). diadakan penjajakan terlebih dahulu atau pembicaraan . Tahap-Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional. 13. 14. Menurut konvensi Wina tahun 1969. Covenant 1. 4. Yaitu anggaran dasar LBB (Liga Bangsa-Bangsa).

menteri luar negeri atau duta besar. Namun demikian. suatu negara yang dapat diwakili oleh pejabat yang dapat menunjukkan surat kuasa penuh (full powers). ataupun pernyataan menerima (acceptence) dan dapat juga dengan cara pertukaran naskah yang sudah ditandatangani. Dalam melaksanakan negosiasi. Lazimnya penandatanganan dilakukan oleh para menteri luar negeri (Menlu) atau kepala pemerintahan. dengan penandatanganan. Ratifikasi oleh badan eksekutif. Suatu negara mengikat diri pada suatu perjanjian dengan syarat apabila telah disahkan oleh badan yang berwenang di negaranya. ratifikasi. Pada saat sesuai dengan yang ditentukan dalam naskah perjanjian tersebut. kepala pemerintahan. Penandatanganan atas perjanjian hanya bersifat sementara dan masih harus dikuatkan dengan pengesahan atau penguatan. c. tergantung pada persetujuan mereka. hal ini juga dapat dilakukan oleh kepala negara. Sistem ini biasa dilakukan oleh raja-raja absolut dan pemerintahan otoriter. < Pengesahan (Retification). Selain mereka. Untuk perundingan yang bersifat multilateral. penandatanganan teks perjanjian sudah dianggap sah jika 2/3 suara peserta yang hadir memberikan suara. Ratifikasi oleh badan legislatif. Ratifikasi campuran (DPR dan Pemerintah).pendahuluan oleh masing-masing pihak yang berkepentingan. b. Ini dinamakan ratifikasi. Misalnya. pernyataan turut serta (accesion). Konvensi Wina (tahun 1969) pasal 24 menyebutkan bahwa mulai berlakunya sebuah Perjanjian Internasional adalah sebagai berikut: a. Pada saat peserta perjanjian mengikat diri pada perjanjian itu bila dalam naskah tidak disebut saat berlakunya. perjanjian belum dapat diberlakukan oleh masing-masing negaranya. b. < Penandatanganan (Signature). Persetujuan untuk mengikat diri tersebut dapat diberikan dengan berbagai cara. Sistem ini paling banyak digunakan karena peranan legislatif dan eksekutif sama-sama menentukan dalam proses ratifikasi suatu perjanjian. Sistem ini jarang digunakan. Ratifikasi perjanjian internasional dapat dibedakan sebagai berikut: a. . kecuali jika ditentukan lain.

dan Bermaksud untuk membatasi. Contoh: dengan adanya NATO atau AFTA. Harus dinyatakan secara formal/ resmi.1. fungsi-fungsi penyimpanan. Ketentuan-ketentuan perjanjian yang mengatur pengesahan teksnya. 1. Hal-hal Penting Dalam Proses Pembuatan Perjanjian Internasional Unsur-unsur yang penting dalam persyaratan adalah: 1. memerlukan kebulatan suara dari seluruh anggota. 1. Setiap perjanjian itu mengikat negara yang mengajukan persyaratan dengan negara yang menerima persyaratan. berlaku sejak saat disetujuinya teks perjanjian itu. Persyaratan itu hanya sah atau berlaku bagi yang mengajukan persyaratan jika persyaratan ini diterima oleh seluruh peserta dari perjanjian. 2. cara dan tanggal berlakunya. a) Teori Kebulatan Suara (Unanimity Principle). b) Teori Pan Amerika. maka perjanjian mulai berlaku bagi negara itu pada tanggal tersebut. persyaratan. pernyataan persetujuan suatu negara untuk diikat oleh suatu perjanjian. terdapat dua teori yang cukup berkembang. 2. 4. Jika tidak ada ketentuan atau persetujuan. 5. meniadakan. perjanjian mulai berlaku segera setelah persetujuan diikat dan dinyatakan oleh semua negara perunding. Teori ini biasanya dianut oleh organisasi-organisasi negara Amerika. 3. Bila persetujuan suatu negara untuk diikat oleh perjanjian timbul setelah perjanjian itu berlaku. Mengenai persyaratan dalam perjanjian internasional. setiap negara peserta diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berpartisipasi dalam perjanjian yang dibentuk tersebut. yaitu sebagai berikut. Berlakunya dan Berakhirnya Perjanjian Internasional E Berlakunya Perjanjian Internasional Perjanjian internasional berlaku pada saat peristiwa berikut ini. dan masalah-masalah lain yang timbul yang perlu sebelum berlakunya perjanjian itu. atau mengubah akibat hukum dari ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam perjanjian itu. Contoh: Berdirinya Lembaga Bangsa-Bangsa (LBB) atau PBB yang pada setiap mengeluarkan resolusi atau menerima anggota baru. kecuali bila perjanjian menentukan lain. Mulai berlaku sejak tanggal yang ditentukan atau menurut yang disetujui oleh negara perunding. .

E Pelaksanaan Perjanjian Internasional 1. Syarat-syarat tentang pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan perjanjian itu sudah dipenuhi. Perjanjian internasional merupakan bagian dari hukum nasionalnya. b. 2. 3) Perjanjian penyusul (successive treaty). Salah satu pihak peserta perjanjian menghilang atau punahnya objek perjanjian itu. dalam buku Pengantar Hukum Internasionalmengatakan bahwa suatu perjanjian berakhir karena hal-hal berikut ini. kecuali bila ditentukan lain. Pada dasarnya. 2) Kesadaran hukum nasional. Biasanya. Suatu negara akan menyetujui ketentuan-ketentuan perjanjian internasional yang sesuai dengan hukum nasionalnya. Masa beraku perjanjian internasional itu sudah habis. DR. Namun. S. 2) Wilayah penerapan (teritorial scope). 1. Adanya persetujuan dari peserta-peserta untuk mengakhiri perjanjian itu. 4. Perjanjian secara sepihak diakhiri oleh salah satu peserta dan pengakhiran itu diterima oleh pihak lain. E Penafsiran Ketentuan Perjanjian . 6. suatu perjanjian tidak boleh bertentangan dengan perjanjian serupa yang mendahuluinya.H.. perjanjian itu hanya berlaku pada bagian tertentu dari wilayah suatu negara. seperti perjanjian perbatasan. 7. kecuali bila ditentukan dalam perjanjian bahwa penerapan perjanjian sudah dimulai sebelum ratifikasi. maka dibuatlah perjanjian pembaruan. Penerapan Perjanjian 1) Daya berlaku surut (retroactivity). Telah tercapai tujuan dari perjanjian internasional itu. Suatu perjanjian mengikat wilayah negara peserta. Ketaatan Terhadap Perjanjian 1) Perjanjian harus dipatuhi (pacta sunt servada). a.E Berakhirnya Perjanjian Intenasional Prof. Mochtar Kusumaatmadja. 5. Prinsip ini sudah merupakan kebiasaan karena merupakan jawaban atas pertanyaan mengapa perjanjian internasional memiliki kekuatan mengikat. 3. 1. Adanya perjanjian baru antara peserta yang kemudian meniadakan perjanjian yang terdahulu. suatu perjanjian dianggap mulai mengikat setelah diratifikasi oleh peserta. Misalnya. bila perjanjian yang mendahului tidak sesuai lagi.

Adanya unsur paksaan terhadap wakil suatu negara peserta. apabila: 1. . bila perjanjian itu bersifat multilateral (PBB) atau objeknya besar (Terusan Suez. Adanya unsur kesalahn (error) pada saat perjanjian itu dibuat. karena berbagai alasan. Jenis Jenis Perjanjian Internasional 1. 1. Bertentangan dengan suatu kaidah dasar hukum internasional umum. 3. baik melalui kelicikan atau penyuapan. Metode dari aliran yang berpegang pada objek dan tujuan perjanjian. perjanjian bilateral bersifat tertutup. Oleh karena itu. mereka dapat juga terikat. Adanya unsur penipuan dari negara peserta tertentu terhadap negara peserta lain waktu pembentukan perjanjian. 8. Artinya tertutup kemungkinan bagi negara lain untuk turut serta dalam perjanjian tersebut. dan Negara tersebut dikehendaki oleh para peserta. perlu diadakan penafsiran atas aspek-aspek pengkajian dan penjelasan perjanjian tersebut. Metode dari aliran yang berpegang pada naskah perjanjian.Supaya perjanjian mempunyai daya guna yang baik dalam memberikan solusi atas kasus-kasus hubungan internasional. E Pembatalan Perjanjian Internasional Berdasarkan Konvensi Wina tahun 1969. Negara peserta atau wakil kuasa penih melanggar ketentuan-ketentuan hukum nasionalnya. Penafsiran dalam prakteknya dilakukan dengan menggunakan tiga metode. 2. Perjanjian Bilateral Perjanjian bilateral bersifat khusus (treaty contract) karena hanya mengatur hal-hal yang menyangkut kepentingan kedua negara saja. 2. Selat Malaka dan lain-lain). Paksaan tersebut baik dengan ancaman maupun penggunaan kekuatan. 1. 6. Akan tetapi. 3. 1. E Kedudukan Negara Bukan Peserta Negara bukan peserta pada hakikatnya tidak memiliki hak dan kewajiban untuk mematuhuinya. Panama. suatu perjanjian internasional dapat batal antara lain sebagai berikut. 5. a. Adapun metode-metode itu seperti berikut. Metode dari aliran yang berpegang pada kehendak penyusun perjanjian dengan memanfaatkan pekerjaan persiapan. 2. 4. Negara tersebut menyatakan diri terikat terhadap perjanjian itu. dengan penafsiran menurut ahli yang umum dari kosa-katanya. Terdapat penyalahgunaan atau kecurangan (corruption).

FUNGSI PERWAKILAN DIPLOMATIK Perwakilan Negara RI di Luar Negeri a. Perjanjian multilateral tidak saja mengatur kepentingan negaranegara yang mengadakannya. melainkan juga kepentingan negara lain yang turut (bukan peserta) dalam perjanjian multilateral tersebut. Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. tentang Hubungan Diplomatik . Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai pertahanan dan keamanan wilayah kedua negara pada tanggal 16 Desember 1995. yaitu Menteri Luar Negeri. Untuk lebih jelasnya ada beberapa contoh tentang perjanjian multilateral seperti berikut. diatur oleh pembantu Presiden sendiri. C. Landasan Hukum Pasal 13 UUD 1945 menyebutkan bahwa: 1) 2) 3) Presiden mengangkat duta dan konsul. 1. 1. Perjanjian ekstradisi antara Republik Indonesia dan Malaysia pada tahun 1974. 1. Kekuasaan Presiden untuk mengangkat dan menerima duta dari negara lain ada dalam kedudukannya sebagai Kepala Negara. Sedangkan prosedur maupun teknis pelaksanaannya. y y y y Perjanjian antara Republik Indonesia dengan RRC (Republika Rakyat Cina) pada tahun 1955 tentang penyelesaian dwikewarganegaraan . Zona Bersebelahan.Ada beberapa contoh yang dapat disampaikan sebagai gambaran konkrit dari perjanjian bilateral. Konvensi Hukum Laut Internasional tahun 1982 tentang Laut Teritorial. Konvensi Wina. dan Landas Benua . tahun 1949 tentang Perlindungan Korban Perang . y y y Konvensi Jenewa. 1. Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Perjanjian antara Indonesia dengan Muangthai tentang Garis Batas Laut Andaman di sebalah utara Selat Malaka pada tahun 1971. . tahun 1961. Perjanjian Multilateral Perjanjian ini sering disebut sebagai law making treaties karena biasanya mengatur hal-hal yang menyangkut kepentingan umum dan bersifat terbuka. Zona Ekonomi Eksklusif. Dalam hal mengangkat duta.

Diplomatik Tugas Pokok Perwakilan Diplomatik Uraian E Menyelenggarakan hubungan dengan negara lain atau hubungan kepala negara dengan pemerintah asing (membawa suara resmi negaranya). E Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara penerima. b. E Mengadakan perundingan masalah-masalah yang dihadapi kedua negara itu dan berusaha untuk menyelesaikannya. sesuai dengan undang-undang dan melaporkan kepada pemerintah negara pengirim. E Apabila dianggap perlu. Perwakilan Diplomatik Republik Indonesia No 1. E Mengurus kepentingan negara serta warga negaranya di negara lain.1. 2. Fungsi Perwakilan Diplomatik Berdasarkan Kongres Wina 1961 E Mewakili negara pengirim di dalam negara penerima. dapat bertindak sebagai tempat pencatatan sipil. dan sebagainya. E Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima. E Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima di dalam batas-batas yang diijinkan oleh hukum internasional. . pemberian paspor.

. setiap negara menggunakan sarana diplomasi ajakan. diperlukan adanya taktik dan prosedur tertentu untuk mencapai tujuan nasional suatu negara.E Memelihara hubungan persahabatan antara kedua negara. E Melindungi warga negara sendiri yang bertempat tinggal di negara penerima. Peranan Perwakilan Diplomatik Dalam membina hubungan internasional. 4. sehingga jika terjadi sesuatu urusan. sehingga kepentingannya dapat diperkenalkan kepada negara lain dengan jalan diplomatik. E Menyesuaikan kepentingan bangsa lain dengan kepentingan nasional sesuai dengan tenaga dan daya yang ada. Dalam arti luas. Tujuan Diadakan PerwakilanDiplomatik E Memelihara kepentingan negaranya di negara penerima. 3. konferensi. E Menggunakan sarana dan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. diplomasi meliputi seluruh kegiatan politik luar negeri yang berperan sebagai berikut: E Menentukan tujuan dengan menggunakan semua daya dan tenaga dalam mencapai tujuan tersebut. perwakilan tersebut dapat mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikannya. Pada umumnya dalam menjalankan tugas diplomasi antar bangsa. dan menunjukkan kekuatan militer dan ekonomi. E Menentukan apakah tujuan nasional sejalan atau berbeda dengan kepentingan negara lain.

dituangkan dalam bentuk : Persetujuan bersama (joint agreement) dan Komunikasi bersama (joint declaration). yaitu setiap negara dapat melakukan hubungan atau pertukaran perwakilan diplomatik berdasarkan atas prinsip-prinsip hubungan yang berlaku dan prinsip timbal balik (reciprositas).E Menerima pengaduan-pengaduan untuk diteruskan kepada pemerintah negara penerima 1. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembukaan atau pertukaran perwakilan diplomatik (dalam arti politis) maupun konsuler (dalam arti non-politis) dengan negara lain adalah sebagai berikut : 1) Harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak (mutual conceat) yang akan mengadakan pembukaan atau pertukaran diplomatik maupun konsuler. Kesepakatan tersebut berdasarkan Pasal 2 Konvensi Wina 1961. 2) Prinsip-prinsip hukum interenasional yang beraku. Perwakilan Negara di Negara Lain Dalam Arti Politis (Diplomatik) a. Pembukaan/Pengangkatan dan Penerimaan Perwakilan Doplomatik. 1. b. Kronologis Pengangkatan Perwakilan Diplomatik . 1.

1. c. Klasifikasi Perwakilan diplomatik .

d. yaitu selain untuk mewakili pemerintah negaranya. sesuai dengan undang- undang dan melaporkan kepada pemerintah negara pengirim. ia juga dapat melakukan protes.1. 5) Memelihara hubungan persahabatan antara kedua negara. 4) Proteksi. menurut Konggres Wina 1961. dan kepentingan-kepentingan dari pada warga negaranya yang berada di luar negeri. Tugas dan Fungsi Perwakilan Diplomatik Tugas umum seorang perwakilan diplomatik. yaitu untuk mengadakan perundingan/ pembicaraan baik dengan negara dimana ia diakredetasi maupun negara lain. kebudayaan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi. 5) Relationship. Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima di dalam batas-batas yang diijinkan oleh hukum internasional. yaitu untuk meningkatkan hubungan persahabatan antar negara pengirim dengan negara penerima. mengadakan penyelidikan pertanyaan dengan pemerintah negara penerima. Fungsi Perwakilan diplomatik. ia mewakili kebijaksanaan politik pemerintah negaranya. . harta benda. baik di bidang ekonomi. Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara penerima. adalah mencakup hal-hal berikut : 1) Representasi. yaitu untuk menelaah dengan teliti setiap kejadian atau peristiwa di negara penerima yang mungkin dapat mempengaruhi kepentingan negaranya. yaitu untuk melindungi pribadi. 2) Negosiasi. adalah mencakup hal-hal berikut : 1) 2) Mewakili negara pengirim di dalam negara penerima. 3) Observasi. 3) 4) Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima.

2. Nama Duta Besar Berkuasa Penuh(Ambassador) Uraian Adalah tingkat tertinggi dalam perwakilan diplomatik yang mempunyai kekuasaan penuh dan luar biasa. Perangkat Perwakilan Dilpomatik Pelaksanaan peranan perwakilan diplomatik guna membina hubungan dengan negara lain. menurut ketetapan Konggres Wina Tahun 1815 dan Konggres Aux La Chapella 1818(Konggres Achen). Adalah wakil diplomatik yang pangkatnya lebih rendah dari duta besar. Keterangan Ambassador ditempatkan pada negara yang banyak menjalin hubungan timbal balik. e. .1. dilakukan oleh perangkat-perangkat berikut : No 1. Duta(Gerzant) Dalam menyelesaikan segala persoalan kedua negara dia harus berkonsultasi dengan pemerintahnya.

Mereka ini pada dasarnya tidak berhak mengadakan pertemuan dengan kepala negara di mana mereka bertugas. Menteri Residen Seorang Menteri Residen dianggap bukan sebagai wakil pribadi kepala negara. Atase-Atase Adalah pejabat pembantu dari Duta Besar berkuasa penuh. 5. ketika pejabat ini belum atau tidak ada di tempat. Kuasa Usaha(Charge de Affair) Kuasa Usaha yang tidak diperban-tukan kepada kepala negara dapat dibedakan atas : y y Kuasa Usaha tetap menjabat kepala dari suatu perwakilan. 4.3. Dia hanya mengurus urusan negara. Kuasa Usaha sementara yang melaksanakan pekerjaan dari kepala perwakilan. Atase terdiri atas 2 (dua) bagian : y Atase Pertahanan Atase ini dijabat oleh seorang perwira TNI yang diperban-tukan Departemen Luar Negeri dan Tugasnya yaitu memberikan nasihat di bidang militer dan pertahanan keamanan kepada duta besar berkuasa .

Atase Teknis Dia berkuasa penuh dalam melaksanakan tugas-tugas teknis sesuai dengan tugas pokok dari departemennya sendiri.ditempatkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). 1. Atase Perindustrian. Kekebalan dan Keistimewaan Perwakilan Diplomatik Asas kekebalan dan keistimewaan diplomatik. dengan maksud sebagai berikut : 1) 2) Menjamin pelaksanaan tugas negara perwakilan diplomatik sebagai wakil negara. Atase Pendidikan dan Kebudayaan. Misalnya. tidak tunduk pada kekuasaan peradilan pidana dan sipil dari negara penerima. Para diplomat beserta stafnya. y penuh. Menjamin pelaksana fungsi perwakilan diplomatik secara efisien. . dijabat oleh seorang pegawai negeri sipil tertentu yang tidak berasal dari lingkungan Departemen Luar Negeri dan ditempatkan di salah satu KBRI untuk membantu Duta Besar. sering dipergunakan istilah exteritoriallity atau extra teritoriallity . Istilah ini mencerminkan bahwa para diplomatik hampir dalam segala hal harus diperlakukan sebagaimana mereka berada di luar wilayah negara penerima. para perwakilan diplomatik diberikan kekebalan dankeistimewaan. Atase Perdagangan. serta diberikan kedudukan sebagai seorang diplomat. f. Menurut Konvensi Wina 1961. Atase ini.

dokumen termasuk kantor diplomatik dan sebagainya (semua kebal dari pemeriksaan isinya). barang keperluan sendiri. radio. terhadap barang-barang keperluan dinas. hak mendapat perlindungan terhadap gangguan dari serangan atas kebebasan dan kehormatannya. yaitu kekebalan yang mencakup surat menyurat arsip. Keistimewaan tersebut. Perwakilan di negara lain dipimpin oleh duta besar yang sekaligus menjadi juru bicara perwakilan asing terhadap pemerintahan di tempat ia bertugas. kekayaan. Tingkat perwakilan suatu negara ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan. bumi dan bangunan. . Bila ada penjahat atau pencari suaka politik yang masuk ke dalam kedutaan. keperluan rumah tangga dan sebagainya. bea cukai. 1) Penting tidaknya kedudukan negara pengutus dan negara penerima perwakilan itu. kendaraan bermotor. Kekebalan diplomatik (Immunity). yaitu kekebalan terhadap alat-alat kekuasaan negara penerima dan kekebalan dari segala gangguan yang merugikan para pejabat diplomatik. halaman. dan kekebalan dari kewajiban menjadi saksi. misi perwakilan. yaitu antara lain bea masuk. yaitu antara lain pajak penghasilan. 3) Korespondensi Diplomatik. televisi. sering disebut daerah ekstrateritorial (dianggap negara dari yang mewakilinya). yaitu antara lain mencakup : 1) Pribadi Pejabat Diplomatik. Daerah tersebut. bea keluar. berikut ini. Hak asylum adalah hak untuk memberi kesempatan kepada suatu negara dalam memberikan perlindungan kepada warga negara asing yang melarikan diri. < Keistimewaan Perwakilan Diplomatik Pada dasarnya pemberian keistimewaan kepada perwakilan diplomatik. maka ia dapat diserahkan atas permintaan pemerintah sebab para diplomat tidak memiliki hak asylum.< Kekebalan Perwakilan Diplomatik atau Involability (tidak dapat diganggu gugat). mecakup : 1) Pembebasan dari kewajiban membayar pajak. Duta besar yang diangkat menjadi ketua perwakilan asing itu disebut doyen. yaitu mencakup kekebalan gedung kedutaan. yaitu mencakup kekebalan terhadap alat kekuasaan Negara penerima. 2) Pembebasan dari kewajiban pabean. rumah tangga dan sebagainya. atas dasar timbal balik sebagaimana diatur di dalam Konvensi Wina 1961 dan 1963. 2) Kantor Perwakilan (Rumah Kediaman). rumah kediaman yang ditandai dengan lambang bendera.

Contohnya. duta dan menteri residen merupakan perwakilan tingkat tinggi yang dapat mengadakan hubungan langsung dengan kepala negara asing tempat mereka bertugas atau ditempatkan (diakreditasi). dan keadilan sosial. dia menjadi alat penghubung timbal balik antara kepentingan negaranya dengan kepentingan negara penerimanya. harus melalui menteri luar negeri tempat ia bertugas. Dia juga dapat berfungsi sebagai perwakilan politik.2) 3) Erat tidaknya hubungan antar negara yang mengadakan hubungan itu. Segala aturan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban serta tugas para anggota diplomatik ditetapkan oleh direktur protokol Departemen Luar negeri. 1) Mempertahankan kebebasan Indonesia terhadap imperialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dengan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. 1. meratifikasi dokumen. hubungan satu negara dengan negara lain diwakili oleh Korps Konsuler yang terbagi dalam kepangkatan sebagai berikut : y Konsul Jenderal Konsul Jenderal membawahi beberapa konsul yang ditempatkan di ibu kota negara tempat ia bertugas. Dalam melaksanakan tugasnya diplomat dapat berfungsi sebagai lambang prestise nasional negaranya di luar negeri dan mewakili kepala negaranya di negara penerima. 2) 3) Mengabdi kepada kepentingan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil makmur. perdamaian abadi. Selain itu. y Konsul dan Wakil Konsul . Jadi. dia dapat menandatangani perjanjian. Kepala-kepala perwakilan diplomatik yang disebut duta besar. Dalam melaksanakan fungsi sedemikian. Besar kecilnya kepentingan bangsa/negara yang mengadakan hubungan itu. Menciptakan persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara guna menjamin pelaksanaan tugas negara perwakilan diplomatik. dia dapat berfungsi sebagai perwakilan yuridis yang resmi dari pemerintah negaranya. Perwakilan Negara di Negara Lain Dalam Arti Non-Politis (Konsuler) Dalam arti non politis. fungsi diplomatik dalam arti politis adalah sebagai berikut. Kuasa usaha merupakan perwakilan tingkat rendah yang dalam mengadakan hubungan dengan kepala negara tempat ia bertugas. mengumumkan pernyataan dan lain-lain.

Bertindak sebagai notaris dan pencatat sipil serta menyelenggarakan fungsi administratif lainnya. Bertindak sebagai subjek hukum dalam praktek dan prosedur pengadilan atau badan lain di negara penerima. y y y . Melaksanakan urusan tata usaha. mengawasi pelayanan. keuangan. kebudayaan dan ilmu pengetahuan. komunikasi dan persandian. seperti. penilaian. Menyelenggarakan bimbingan dan pengawasan terhadap warga negara di wilayah kerjanya. a. perhubungan. perdagangan. Wakil konsul diperbantukan kepada konsul atau konsul jenderal yang kadang diserahi pimpinan kantor konsuler. Tugas-Tugas Yang Berhubungan Dengan Kekonsulan Hal-hal yang berhubungan dengan tugas-tugas kekonsulan.Konsul mengepalai suatu kekonsulan yang kadang-kadang diperbantukan kepada konsul jenderal. perlengkapan dan urusan rumah tangga perwakilan Konsuler. y Agen Konsul Agen konsul diangkat oleh konsul jenderal dengan tugas untuk mengurus hal-hal yang bersifat terbatas dan berhubungan dengan kekonsulan. tukar-menukar pelajar. pelaksanaan perjanjian perdagangan dan lain-lain. yaitu menciptakan tata ekonomi dunia baru dengan menggalakkan ekspor komoditas nonmigas. 2) 3) Bidang Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan. mahasiswa. yaitu antara lain mencakup bidang berikut : 1) Bidang Ekonomi. Agen konsul ditugaskan di kota-kota yang termasuk kekonsulan. protokol. Bidang-bidang lain seperti : Memberikan paspor dan dokumen perjalanan kepada warga pengirim dan visa atau dokumen kepada orang yang ingin mengunjungi negara pengirim. Fungsi Perwakilan Konsuler 1) Melaksanakan usaha peningkatan hubungan dengan negara penerima di bidang perekonomian. promosi perdagangan. Melaksanakan pengamatan. b. konsuler. 2) 3) 4) 5) 6) Melindungi kepentingan nasional negara dan warga negara yang berada dalam wilayah kerjanya. kepegawaian. 1. dan lain-lain. Menyelenggarakan urusan pengamanan. 1. penerangan. dan pelaporan.

2. Tidak mempunyai hak ekstrateritorial (tunduk pada pelaksanaan kekuasaan peradilan). d. Satu negara dapat mempunyai lebih dari satu perwakilan konsuler. 4. Persamaan dan Perbedaan Diplomatik-Konsuler secara Umum Persamaan antara perwakilan diplomatik dan Perwakilan Konsuler adalah bahwa kedua-duanya merupakan utusan dari suatu negara tertentu. Korps Konsuler Memelihara kepentingan negaranya dengan melaksanakan hubungan dengan pejabatpejabat tingkat daerah (setempat) Berhak mengadakan hubungan yang bersifat non politik. 1.1. Berhak mengadakan hubungan yang bersifat politik. c. Mulai dan Berakhirnya Fungsi Misi Perwakilan Diplomatik-Konsuler . Korps Diplomatik Memelihara kepentingan negaranya dengan melakukan hubungan dengan pejabat-pejabat Tingkat Pusat. Satu negara hanya mempunyai satu perwakilan diplomatik saja dalam satu negara penerima. Mempunyai hak ekstrateritorial (tidak tunduk pada pelaksanaan kekuasan Peradilan). PERBEDAAN No 1. 3.

KONSULER (Pasal dan Konvensi Wina 1963) memberitahukan dengan layak kepada negara penerima. 2) Ia ditarik (recalled) oleh Pemerintah negaranya. antara lain. pelaksanaan perjanjian perdagangan dan lain-lain. promosi perdagangan. . mencakup bidang berikut : y y y 1) Bidang Ekonomi.HAL Mulai berlakunya Fungsi DIPLOMATIK Yaitu saat menyerahkan surat kepercayaan (Lettred Creance/ menurut pasal 13 Konvensi Wina 1961) 1) Sudah habis masa jabatan. Tugas-tugas yang berhubungan dengan kekonsulan. Bidang-bidang lain. Bidang kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan. Bertindak sebagi subjek hukum dalam praktek dan prosedur pengadilan atau badan lain di negara penerima. yaitu menciptakan tata ekonomi dunia baru dengan menggalakan ekspor komoditas nonmigas. 3) Karena tidak disenangi (dipersona non Grata). 4) Kalau negara penerima perang dengan negara pengirim (pasal 43 Konvensi Wina 1961). 2) 3) Bertindak sebagai notaris dan pencatat sipil serta menyelenggarakan fungsi administratif lainnya. dan 25 Konvensi Wina 1963) 1) Fungsi seorang pejabat konsuler telah berakhir. seperti. Berakhirnya Fungsi (Pasal 23. 24. pertukaran pelajar. mengawasi pelayanan. 2) Penarikan dari negara pengirim 3) Pemberitahuan bahwa ia bukan lagi sebagai anggota staf Konsuler. seperti: Memberikan paspor dan dokumen perjalanan kepada warga pengirim dan visa atau dokumen kepada orang yang ingin mengunjungi negara pengirim. mahasiswa. dan lain-lain.

atau analisa organisasi (organization analysis). PBB) DALA MENINGKATKAN HUBUNGAN INTERNASIONAL 1. AA. 2. dapat menjalankan fungsinya di luar daerah konsulernya. 1. Negara-negara besar sering bertindak secara unilateral (sepihak). ada yang cukup sama satu sama lain. Perwakilan konsuler juga dapat mewakili negaranya sambil menunggu dibukanya perwakilan diplomatik. (Ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia). Pengertian organisasi menurut Wikipedia Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya. Dalam filosofi politis.Dalam kekonsulan. melainkan mendapat tanda kehormatan atas jasa-jasanya. diangkat konsul kehormatan yang berasal dari bangsa asing atau bangsa sendiri. selain berpartisipasi di PBB. dan manajemen. yang berarti suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. konsul kehormatan tidak mendapat upah. PERANAN ORGANISASI INTERNASIONAL (ASEAN. dalam hubungan dagang. Organisasi Internasional ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) . dan ada pula yang berbeda. ekonomi. terutama sosiologi. psikologi. perilaku organisasi(organizational behaviour). Pejabat konsuler dalam hal-hal khusus dan dengan ijin negara penerima. Sebagian besarorganisasi internasional.organon alat. organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu. istilah ini digunakan dengan banyak cara. misalnya dengan mengkonsolidasikan suara mereka dengan negara-negara lain dalam pemungutan suara yang dilakukan di PBB. Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi. lawan darimultilateralisme adalah unilateralisme. bersifat multilateral. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah. sedangkan negara-negara kecil hanya memiliki sedikit kekuatan langsung terhadap dalam urusan internasional. Dalam ilmu-ilmu sosial. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies). seperti PBB dan WTO. berasal dari bahasa Yunani: . misalnya. Organisasi Internasional 1. 1. Organisiasi internasional atau yang disebut Multilateralisme adalah suatu istilah hubungan internasional yang menunjukkan kerjasama antar beberapa negara. ilmu politik. bila dipandang perlu. Pendukung utama multilateralisme secara tradisional adalah negara-negara berkekuatan menengah seperti Kanadadan negara-negara Nordik. D.

c. dan Thanat Khoman (Thailand). didasarkan pada kepentingan bersama dalam bidang ekonomi. seperti Timor Leste dan Papua Nugini. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos. ASEAN kembali menerima anggota baru. yaitu adanya perang Vietnam (Indo Chino) dan sikap RRC ingin mendominasi Asia Tenggara. Dasar atau Prinsip Utama ASEAN Pembentukan ASEAN. Meskipun begitu. Sebelas tahun kemudian. 1. dua tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 30 April 1999. budaya. Kini ASEAN beranggotakan semua negara di Asia tenggara (kecuali Timor Timur dan Papua Nugini. y y Faktor Internal yaitu adanya tekad bersatu untuk memperjuangkan kepentingan bersama dan bersamasamasebagai bekas negara jajahan barat. Malaysia. S. Singapura danThailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN. yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Sejarah pembentukan ASEAN. ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam adalah negara yang menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa yang bergabung pada tanggal 8 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekannya). Ramos (Filipina). Faktor Eksternal. a. Narciso R. Asas ASEAN ASEAN sebagai organisasi kerja sama regional di Asia Tenggara menganut asas keanggotaan terbuka. rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. 1. yaitu Indonesia. didasarkan pada prinsip-prinsip utama sebagai berikut: . faktor internal dan eksternal. sosial. Sejarah Singkat ASEAN adalah singkatan dari Association of Southeast Asian Nations atau Persatuan Negara-Negara Asia Tenggara. Dua tahun kemudian. Ini berarti bahwa ASEAN memberi kesempatan kerja sama kepada negara-negara lain yang berada di kawasan Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Filipina. Menteri luar negeri penandatangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia). Rajaratnam (Singapura). b.2. yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Tun Abdul Razak (Malaysia).

integritas wilayah nasional dan identitas nasional setiap negara.1) Saling mengormati terhadap kemerdekaan. Meningkatkan penggunaan pertanian. dan Menjalankan kerjasama secara efektif antara anggota. perdagangan. d. teknik. Tidak mempergunakan ancaman (menolak penggunaan kekuatan) militer. dan pengembangan kebudayaan di kawasan Asia Tengggara. 4) 5) 6) Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian. Meningkatkan kerja sama yang aktif dalam bidang ekonomi. 2) 3) Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum. sosial. kedaulatan. ilmu pengetahuan dan adminsitrasi. subversif dan intervensi dari luar. dan Memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan organisasi-organisasi internasional dan regional. memiliki dasar-dasar pertimbangan yang menjadi tujuan bersama sebagai berikut : 1) Mempercepat pertumbuhan ekonomi. budaya. kemajuan sosial. jasa dan meningkatkan taraf hidup. Tujuan ASEAN Organisasi ASEAN yang didirikan di Bangkok. 2) Mengakui hak setiap bangsa untuk penghidupan nasional yang bebas dari campur tangan luar. kesamaan. . 3) 4) 5) 6) Tidak saling turut campur urusan dalam negeri masing-masing. Penyelesaian perbedaan atau pertengkaran dan persengketaan secara damai. industri. 1.

Struktur ASEAN Dalam KTT ini disetujui pula bahwa tempat sekretariat ASEAN di Jakarta yang dipimpin oleh Sekreatriat Jenderal atas dasar pengangkatan oleh para Menteri Luar Negeri secara bergilir. e. Umarjadi Notowijono Datuk Ali Bin Abdullah Narciso G. Berikut adalah daftar diplomat yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN : No Nama Negara Dari Sampai 18 Februari 1978 1. Indonesia 19 Februari1978 30 Juni 1978 3. H. Sekjen ASEAN mempunyai masa jabatan selama 2 (dua) tahun dan dibantu oleh staf regional dan staf lokal.1. Malaysia 10 Juli 1978 30 Juni 1980 4. Filipina 1 Juli 1980 1 Juli 1982 .R Dharsono Indonesia 7 Juni 1976 2.

. KTT Resmi KTT ke-1 di Bali-Indonesia. Roderick Yong Brunei Darussalam Indonesia 16 Juli 1986 16 Juli 1989 8. Chan Kai Yau Phan Wannamethee Singapura 18 Juli 1982 15 Juli 1984 6. Rodolfo C. H. Ong Keng Yong Filipina 11. Thailand 16 Juli 1984 15 Juli 1986 7.E. Singapura sekarang f. Severino Jr. tanggal 30 November 1996.Reyes 5. KTT Tidak Resmi KTT Tidak Resmi ke-1 di JakartaIndonesia. Pelaksanaan KTT ASEAN Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN adalah konferensi puncak antara pemimpin-pemimpin negara anggota ASEAN yang diselenggarakan setiap tahunnya sejak KTT ke-7 tahun2001. tanggal 23-24 Februari 1976. telah berlangsung 11 kali KTT resmi dan 4 KTT tidak resmi: Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN No 1. Sejak dibentuknya ASEAN tahun 1967. Dato Ajit Singh Malaysia 10. Rusli Noor 17 Juli 1989 1 Januari 1993 1 Januari 1998 1 Januari 2003 1 Januari 1993 31 Desember1997 31 Desember 2002 9.

KTT Tidak Resmi ke-2 di Kuala Lumpur-Malaysia. KTT ke-12 di Cebu-Filipina. tanggal 15-16 Desember 1998. KTT ke-11 di Kuala Lumpur-Malaysia. KTT ke-5 di Bangkok-Thailand. KTT Tidak Resmi ke-4 di Singapura. Desember 2006. 6. 4. tanggal 14-15 Desember 1987. 8. 3. 5. 12. tanggal 14-16 Desember 1997. KTT ke-3 di Manila-Filipina. tanggal 27-29 Januari 1992. KTT ke-6 di Hanoi-Vietnam. KTT ke-7 di Bandar Seri BegawanBrunei Darussalam. tanggal 22-25 November 2000. tanggal 78 Oktober 2003. . KTT ke-10 di Vientiane-Laos. 7. 10. KTT ke-9 di Bali-Indonesia. KTT ke-8 di Phnom Penh-Kamboja.2. tanggal 27-28 November 1999. tanggal 14-15 Desember 1995. tanggal 29-30 November 2004. 9. KTT ke-4 di Singapura. KTT ke-2 di Kuala LumpurMalaysia. tanggal 12-14 Desember 2005. tanggal 4-5 November 2002. KTT Tidak Resmi ke-3 di ManilaFilipina. tanggal 5-6 November 2001. 11. tanggal 4-5 Agustus 1977.

atau negara imperialis lainnya. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955.org/wiki/KTT_Asia-Afrika). yang berisi tentang pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia . khususnya pengaruh Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair. kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi tingkat tinggi antara negara-negara Asia dan Afrika. Myanmar (dahulu Burma). Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika 1. . di Gedung Merdeka. Bandung. penentangan mereka terhadap kolonialisme. Sri Lanka (dahulu Ceylon). Indonesia dengan tujuanmempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan AsiaAfrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat. Sejarah Singkat Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KTT Asia-Afrika. Konferensi ini akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961. Uni Soviet. Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru.wikipedia. kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat. yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung . India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Roeslan Abdulgani. 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia mengirimkan wakilnya. (http://id. KTT ini diselenggarakan oleh Indonesia. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidak inginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang mempengaruhi Asia pada masa Perang Dingin.3. dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat. a. keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat.

1. 10) Menghormati hukum dan kewajiban kewajiban internasional 1. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara individu maupun secara kolektif. atau penyelesaian masalah hukum. Mereka merepresentasikan 55 persen penduduk dunia dan hampir 2/3 keangotaan PBB. b. Tidak melakukan campur tangan atau intervensi dalam persoalan-persoalan dalam negeri negara lain. yang sesuai dengan Piagam PBB. (b) Tidak melakukan campur tangan terhadap negara lain. 6) (a) Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara-negara besar. 8) Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai. 9) Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama. sebagai berikut : 1) Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). persetujuan. Negara-negara yang telah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) Non-Blok . 2) 3) 4) 5) Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa. arbitrasi. ataupun lain-lain cara damai. c. besar maupun kecil. Substansi Dasasila Bandung berisi tentang pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia . Dasasila Bandung Dasasila Bandung adalah 10 (sepuluh) poin hasil pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika yang dilaksanakan pada bulan April 1955 di Bandung (Indonesia). selain memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBBjuga prinsip-prinsip Nehru. Gerakan Non-Blok Gerakan Non-Blok (GNB) (bahasa Inggris: Non-Aligned Movement/NAM) adalah suatuorganisasi internasional yang terdiri dari lebih dari 100 negara-negara yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap blok kekuatan besar apapun. Dasasila Bandung. 7) Tidak melakukan tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa. seperti perundingan. menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan. yang sesuai dengan Piagam PBB.

Kuba. Aljazair. Dihadiri oleh 25 anggota. Kubamempunyai hubungan yang dekat dengan Uni Soviet pada masa Perang Dingin. Pandit Jawaharlal Nehru(perdana menteri India). Brasil tidak pernah menjadi anggota resmi gerakan tersebut. India. Kebanyakan dari pertemuan itu digunakan untuk mendiskusikan konflik ArabIsrael danPerang India-Pakistan. Mesir. Soekarno(presiden Indonesia). Kelompok ini mendedikasikan dirinya untuk melawankolonialisme. 2.Zambia. Zimbabwe. Afrika Selatan dan Malaysia. Pertemuan tersebut dihadiri 56 negara anggota di mana anggota-anggota barunya datang dari negara-negara merdeka baru di Afrika. Mesir. Kolombia. secara berurutan dapat disampaikan sebagai berikut : No Tempat dan Tahun Beograd (September1961) Keterangan 1. Indonesia. Kwane (Presiden Ghana) dan membawa negara-negara lain yang tidak ingin beraliansi dengan negara-negara adidaya peserta Perang Dingin bersama. Sri Lanka. Kuba dan Siprus. Misalnya. Pertemuan-pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Negara-Negara Non Blok. dan untuk suatu masa. Gamal Abdul Nasser (presiden Mesir). imperialisme dan neokolonialisme. Republik Rakyat Tiongkok. masing-masing 11 dari Asia danAfrika bersama dengan Yugoslavia. GNB dibentuk pada tahun 1961 oleh Joseph Broz Tito (presiden Yugoslavia). Kairo (Mesir) 1964 . negara-negara anggotanya tidak pernah mempunayi kedekatan yang diingikan dan banyak anggotanya yang akhirnya diajak beraliansi salah satu negara-negara adidaya tersebut.termasuk Yugoslavia. Anggota-anggota penting termasuk India. Meskipun organisasi ini dimaksudkan untuk menjadi aliansi yang dekat seperti NATO atau Pakta Warsawa.

3.

Lusaka(Tanzania ) 1969

Dihadiri oleh 54 negara dan merupakan salah satu yang paling penting dengan gerakan tersebut membentuk sebuah organisasi permanen untuk menciptakan hubungan ekonomi dan politik. Kenneth Kaudamemainkan peranan yang penting dalam eveneven tersebut.

4.

Aljazair 1973

5.

Kolombo (Sri Lanka) 1976 Havana (Kuba) 1979

6.

7.

New Delhi (India) 1983

8.

Harare (Zimbabwe) 1986

9.

Beograd (Yugoslavia) 1989 Jakarta (Indonesia) 1992

10.

11.

Kolombia 1995

12.

Cairo (Mesir) 1998

13.

Malaysia (Februari 2003)

Namun, GNB kini tampak semakin tidak mempunyai relevansi sejak berakhirnya Perang Dingin.

Gerakan Non-Blok Negara-negara anggota: Afganistan | Afrika Selatan | Aljazair | Angola | Arab Saudi | Bahama | Bahrain | Bangladesh | Barbados | Belarus | Belize | Benin |Bhutan | Bolivia | Botswana | Brunei | Burkina Faso | Burundi | Chad | Chili |Djibouti | Republik Dominika | Ekuador | Mesir | Guinea Khatulistiwa | Eritrea |Ethiopia | Gabon | Gambia | Ghana | Grenada | Guatemala | G uinea | Guinea Bissau | Guyana | Honduras | India | Indonesia | Iran | Jamaika | Kamboja |Kamerun | Kenya | Kolombia | Komoro | Republik Kongo | Republik Demokratik Kongo | Korea Utara | Kuba | Kuwait | Laos | Lebanon | Lesotho | Liberia |Libya | Madagaskar | Mal awi | Maladewa | Malaysia | Mali | Mauritania |Mauritius | Mongolia | Maroko | Moz ambik | Myanmar | Namibia | Nepal |Nikaragua | Niger | Nigeria | Oman | Pakistan | Palestina | Panama | Pantai Gading | Papua Nugini | Peru | Filipina | Qatar | Republik Afrika Tengah |Rwanda | Saint Lucia | Saint Vincent dan Grenadines | Sao Tome dan Principe |Senegal | Seychelles | Sierra Leone | Singapura | Somalia | Sri Lanka | Sudan |Suriname | Swaziland | Suriah | Tanjung Verde | Tanzania | Thailand | Timor Timur | Togo | Trinidad dan Tobago | Tunisia | Turkmenistan | Uganda | Uni Emirat Arab | Usbekistan | Vanuatu | Venezuela | Vietnam | Yaman | Yordania |Zambia | Zi mbabwe Negara-negara pemantau: Antigua dan Barbuda | Armenia | Azerbaijan | Brasil |Dominika | El Salvador | Kazakhstan | Kosta Rika | Kroasia | Kirgizia | Meksiko |Serbia dan

Montenegro | Republik Rakyat Tiongkok | Ukraina | Uruguay Organisasi pemantau: Uni Afrika | Liga Arab | PBB

1.

d. Tujuan Gerakan Non-Blok

Tujuan Gerakan Non Blok telah ditetapkan dalam KTT I di Beograd pada tahun 1961. Tujuan ini selalu ditegaskan kembali dalam deklarasi yang dihasilkan dalam setiap konferensi-konferensi KTT Non Blok. Tujuan didirikannya Gerakan Non Blok adalah : 1) Mendukung perjuangan dekolonialisasi dan memegang teguh perjuangan melawan imperialisme,

kolonialisme, neokolonialisme, rasialisme apartheid, dan zionisme. 2) 3) Wadah perjuangan negara-negara yang sedang berkembang. Mengurangi ketegangan blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan blok Timur yang dipimpin

oleh Uni Soviet (Rusia). 4) . 1. 1. Perserikatan Bangsa-Bangsa a. Sejarah Singkat PBB Tidak membenarkan usaha penyelesaian sengketa dengan kekerasan senjata

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau disingkat PBB (bahasa Inggris: United Nations atau disingkat UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negaradi dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional,pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial. Tahun 1915, Amerika Serikat (AS) berhasil menuangkan suatu konsep yang dirumuskan oleh beberapa tokoh di Inggris mengenai pembentukan Liga dengan tujuan untuk menghindarkan ancaman peperangan. Konferensi berpendapat bahwa melalui organisasi internasional dapat dijamin perdamaian internasional. Atas usulan Presiden AS, Woodrow Wilson pada tanggal 10 Januari 1920 dibentuk suatu organisasi internasional yang diberi nama Liga Bangsa-Bangsa(League of Nations). Tujuan dari Liga Bangsa-Bangsa ini adalah mempertahankan kedamaian Internasional dan meningkatkan kerjasama internasional.

Hal ini terjadi karena munculnya kekuasaan kaum Nazi di bawah pimpinan Hitler (Jerman). Pada pertemuan Dumbarton Oaks. Washington DC. Mengakui hak semua negara untuk turut serta dalam perdagangan dunia. selain Vatikan dan Takhta Suci serta Republik China(Taiwan) yang tergabung dalam wilayah RRC pada 1971. dilangsungkan Konferensi Dumbarton Oaks(Dumbarton Oaks Conference) yang diikuti 39 negara yang membahas tentang rencana mendirikan PBB. y y y y y Tidak melakukan perluasan wilayah di antara sesamanya. USA. sehingga peperangan dapat dicegah. Tanggal inilah yang menjadi hari kelahiran PBB. LBB tidak mampu menciptakan perdamaian dunia. Cina yang mengakui pentingnya organisasi internasional perdamaian dunia. Pada saat Perang Dunia II berkecamuk. kemudian keluar pada tanggal 7 Januari 1965 dan masuk kembali pada tanggal 28 September 1966. Mengusahakan penyelesaian sengketa secara damai. yaitu 47 negara penandatangan Declaration Of United Nations ditambah dengan negara Ukraina. Tanggal 21 Agustus 1944. serta imperialis Jepang yang sudah menghianati isi Liga Bangsa-Bangsa. di Washington DC. . Pokok-pokok Piagam Atlantik itu pada tanggal 14 Agustus 1941 menjadi dasar konferensi-konferensi internasional dalam menyelesaikan perang dunia kedua dan menuju pembentukan PBB. Mengusahakan terbentuknya perdamaian dunia di mana setiap bangsa berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup bebas dari rasa takut dan kemiskinan. Akan tetapi. Namun Sidang Umumyang pertama dihadiri wakil dari 51 negara baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (diChurch House. Negara Indonesia masuk pertama kali menjadi anggotaa PBB pada tanggal 28 September 1950. Piagam PBB ditandatangani di San Fransisco tanggal 26 Juni 1945 dan mulai berlaku tanggal24 Oktober 1945. Presiden AS. London). dan Argentina. Beberapa pertemuan sebelum terbentuknya PBB antara lain adalah sebagai berikut : y y y y Tanggal 30 Oktober 1943. Ada beberapa hasil dari liga Bangsa-Bangsa. Hingga Juni 2006 sudah ada 192 anggota PBB. telah mengadakan pertemuan yang menghasilkan Piagam Atlantik (Atlantic Charter) yang isinya sebgai berikut. Franklin Delano Roosevelt dan PM Inggris. Kelima puluh negara penandatangan tersebut dikenal sebagai negara pendiri (original members).Tugas dari Liga Bangsa-Bangsa adalah menyelesaikan sengketa secara damai. Misalnya. sangat dibutuhkan organisasi dunia untuk mengadakan kerjasama antar bangsa untuk mengatasi kerusuhan yang melanda dunia. di Moskow dilahirkan deklarasi Moskow tentang keamanan umum yang ditandangani oleh Inggris. Menghormati hak setiap bangsa untuk memilih bentuk pemerintahan dan menentukan nasib sendiri. Belorusia. Penandatanganan piagam itu diikuti oleh 50 negara. tanggal 21 Agustus 7 Oktober 1945. dipersiapkan Piagam PBB. Sejak didirikan di San Francisco pada 24 Oktober 1945 sedikitnya 191 negara menjadiAnggota PBB. Rusia. Semua negara yang tergabung dalam wadah PBB menyatakan independensinya masing-masing. Perjanjian Locarno (1925) dan Perjanjian Kallog Briand (1928). Perang Dunia II pun meletus. dan kaum Facis yang dipimpinMussolini dari Italia. Winston Churchill.

4) Dalam hubungan-hubungan internasional semua anggota harus menjauhi penggunaan ancaman atau kekerasan terhadap orang lain. Struktur Organisasi PBB Konferensi San Fransisco menghasilakan suatu piagam yang menyebutkan organ utama PBB. 1. Menciptakan kerjasama dalam memecahkan masalah usaha internasional dalam bidang ekonomi.1. c. Sekretariat. sosial budaya. kemanan dan keadilan. Tujuan Organisasi PBB Tujuan PBB adalah berikut ini. Mengembangkan hubungan-hubungan persaudaraan antara bangsa-bangsa. dan hak asasi. Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council). Semua anggota harus memenuhi dengan ikhlas kewajiban-kewajiban mereka sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB. 1) 2) Berdasarkan persamaan kedaulatan dari semua anggotanya. . Bagan struktur organisasi dapat dilihat berikut ini. Dewan Keamanan (Security Council). b. 1. 4) Menjadikan PBB sebagi pusat usaha dalam mewujudkan tujuan bersama cita-cita di atas. 1) 2) 3) Memelihara perdamaian dan keamanan internasional. 3) Semua anggota harus menyelesaikan persengketaan-persengketaan internasional dengan jalan damai tanpa membahayakan perdamaian. yaitu Majelis Umum (General Assembly). Mahkamah Internasional (International Court of Justice). Asas Organisasi PBB Asas-asas PBB adalah sebagai berikut. Dewan Perwalian (Trsteeship Council).

Setiap negara dapat menunjuk 5 orang wakil untuk hadir dalam Sidang Umum. Spanyol. Prancis. termasuk dalam siaran dan pemberitaan pers. Pertemuan khusus diadakan pada Oktober 1995 untuk memperingati perayaan 50 tahun PBB. Piagam PBB). Pertemuan khusus dapat diadakan atas permintaan dari Dewan Keamanan. Majelis ini terdiri dari anggota dari seluruh negara anggota dan bertemu setiap tahun dibawah seorang Presiden Majelis Umum PBB yang dipilih dari wakil-wakil. tetapi hanya berhak mengeluarkan satu suara (Pasal 5 dan 18. Dalam setiap sidang PBB. Rusia. mayoritas anggota PBB. Bahasa Resmi yang digunakan antara lain: bahasa Inggris. Sidang Umum mempunyai kekuasaan untuk mengatur organisasi dan administrasi PBB. . Pertemuan ini biasanya dimulai di Selasa ketiga bulan September dan berakhir pada pertengahan Desember. kecuali masalah yang sedang diselesaikan Dewan Keamanan. Majelis Umum memilih seorang ketua. dan Cina. Pertemuan pertama diadakan pada 10 Januari 1946 di Hall Tengah Westminster di London dan termasuk wakil dari 51 negara.Majelis Umum Majelis Umum PBB atau Sidang Umum PBB adalah salah satu dari enam badan utama PBB.

Mengadakan perubahan piagam. atau tindakan agresif. kebudayaan. Rusia. mengancam perdamaian. . London dan keputusan yang mereka tetapkan disebut Resolusi Dewan Keamanan PBB. Memilih anggota tidak tetap Dewan Keamanan. hanya dimiliki negaranegara anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Prancis. dan Sosial. 4) 5) 6) 7) Berhubungan dengan keuangan. sebagai tambahan. dan sebagainya.Tugas dan kekuasaan Majelis Umum sangat luas. Hakim Mahkamah Internasional. Dewan Keamanan (Security Council) Dewan Keamanan PBB adalah badan terkuat di PBB. Selanjutnya. Dewan Perwalian. Penetapan keanggotaan. pendidikan. Sedangkan badan PBB lainnya hanya dapat memberikan rekomendasi kepada para anggota. kesehatan dan perikemanusiaan. Berhubungan dengan perwakilan internasional termasuk daerah yang belum mempunyai pemerintahan sendiri yang bukan daerah strategis. Berhubungan dengan kerja sama ekonomi. yaitu sebagai berikut : 1) 2) 3) Berhubungan dengan perdamaian dan keamanan internasional. Hak veto sampai dengan sekarang. ditambah dengan 10 anggota tidak tetap yang dipilih untuk masa 2 tahun oleh Majelis Umum. yakni: Amerika Serikat. Hak veto adalah hak untuk membatalkan keputusan atau resolusi yang diajukan oleh PBB atau Dewan Keamanan PBB PBB. dan Cina. Dewan Keamanan mempunyai kekuatan untuk mengambil keputusan yang harus dilaksanakan para anggota di bawah Piagam PBB. Inggris. Ekonomi. Dewan keamanan diberi hak dan wewenang untuk menentukan suatu hal atau masalah yang dianggap mengganggu perdamaian. Tugasnya adalah menjaga perdamaian dan keamanan antar negara. Dewan Keamanan terdiri dari lima anggota tetap yang mempunyai hak veto. Dewan Keamanan mengadakan perte-muan pertamanya pada 17 Januari 1946 di Church House.

Tugas ECOSOC adalah sebagai berikut. merupakan lembaga PBB yang dibentuk dalam rangka untuk mendorong.ada suatu komite staf militer dari negara anggota tetap dan dimaksudkan agar dapat mempersiapkan tindakan segera apabila terdapat ancaman perdamaian. Anggota tetap Dewan Keamanan. jumlah anggota berubah lagi menjadi 54 negara. kemudian dengan amandemen tahun 1963 yang mulai berlaku tahun 1965 bertambah menjadi 27 negara. Memupuk hak asasi manusia. Dewan Keamanan diberikan wewenang untuk melakukan tindakan segera guna menjaga ketertiban dan keamanan dunia. sosial dan budaya. membantu mengusahakan kemajuan penduduk Daerah perwalian untuk mencapai kemerdekannya. . yang berlaku tahun 1975. Berdasarkan amandemen tahun 1971. Sejumlah anggota yang dipilih untuk selama 3 tahun oleh Sidang Umum. 1) 2) 3) 4) Bertanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan ekonomi dan sosial yang digariskan oleh PBB. Mengkoordinasi kegiatan-kegiatan dari bidang khusus dengan berkonsultasi dan menyampaikannya pada sudang umum kepada mereka dan anggota PBB. Dewan Ekonomi dan Sosial dipilih oleh Sidang Umum untuk masa 3 (tiga) tahun dan bersidang sedikitnya tiga kali dalam setahun. Kompoisis Dewan Perwalian terdiri dari : 1) 2) 3) Anggota yang menguasai daerah perwalian. Fungsi Dewan Perwalian adalah: 1) Mengusahakan kemajuan penduduk daerah perwalian dalam negara untuk mencapai kemerdekaan sendiri. Mengembangkan ekonomi. Dewan Perwalian (Trusteeship Council) Dewan Perwalian atau Trusteeship Council . Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council atau ECOSOC) ECOSOC (Dewan Ekonomi dan Sosial) beranggotakan 18 negara.

dan keputusan para arbitet tidak perlu berdasarkan peraturan-peraturan hukum. Mahkamah Internasional dalam mengadili suatu perkara berpedoman pada perjanjian-perjanjian internasional (traktat-traktat dan kebiasaan-kebiasaan internasional) sebagi sumber-sumber hukum. terdapat juga pengadilan arbitrasi internasional. Di samping pengadilan Mahkamah Internasional. Piagam PBB menyebutkan bahwa kolonialisasi harus dihapuskan. Keputusan Mahkamah Internasional merupakan keputusan terakhir walaupun dapat dimintakan banding. Mahkamah Internasional terdiri atas 15 orang hakim yang dipilih dari 15 orang hakim yang dipilih dari 15 negara berdasarkan kecakapannya dalam hukum. Anggotanya terdiri atas ahli hukum dari berbagai negara anggota PBB. Negara-negara yang menyetujui Mahkamah Internasional setiap waktu dapat menanyakan bahwa mereka dengan sendirinya akan tunduk kepada keputusan-keputusan Mahkamah Internasional. sedangkan tugasnya adalah memberikan saran dan pendapat kepada Dewan Keamanan dan Majelis Umum bila diminta. daerah yang belum merdeka diusahakan oleh Dewan Perwalian untuk mendapatkan kemerdekaannya. termasuk dalam hubungan mereka dengan salah satu negara. Tugas pokok Mahkamah Internasional adalah mencakup hal-hal berikut : 1) Memeriksa perselisihan atau sengketa antara negara-negara anggota PBB yang diserahkan kepada Mahkamah Internasional. Melaporkan hasil pengawasan kepada Sidang Umum PBB. . Arbitrasi hanya untuk perselisihan hukum. Masa jabatan mereka adalah 9 tahun. Mahkamah Internasional (International Court of Justice) Mahkamah Internasional ialah badan perlengkapan PBB yang berkedudukan di Den Haag(negara Belanda). Oleh sebab itu.2) 3) Memberikan dorongan untuk menghormati hak-hak manusia. Negara-negara bukan anggota PBB juga menjadi peserta Piagam Mahkamah Internasional menurut ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Majelis Umum atas usul Dewan Keamanan. asalkan negara yang terakhir ini menyatakan akan tunduk juga. Pada umumnya sekarang daerahdaerah perwalian itu sudah merdeka. Mahkamah Agung Internasional merupakan Mahkamah pengadilan tertinggi di seluruh dunia. Semua anggota PBB adalah Piagam Mahkamah Internasional.

Adapun yang pernah menjadi Sekretaris Jenderal adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Trygve Lie. Ghana (1997-2006) . Sejak berdirinya PBB. Sekretariat Sekretariat PBB adalah salah satu badan utama dari PBB dan dikepalai oleh seorangSekretaris Jendral PBB. dan integritas tertinggi. Sekretaris Jenderal berasal dari negara yang tidak terlibat politik besar. 3) Memberi pendapat kepada Majelis Umum tentang penyelesaian sengketa antara negara-negara anggota Menganjurkan Dewan Keamanan PBB untuk bertindak terhadap salah satu pihak yang menghiraukan keputusan Mahkamah Internasional. y Sekretaris Jenderal dipilih oleh sidang umum atas usul Dewan Keamanan dan dapat dipilih kembali. dibantu oleh seorang staff pembantu pemerintah sedunia. Burma (1961-1971) Kurt Waldheim. Austria (1972-1981) Javier Pérez de Cuéllar. 4) Memberi nasihat tentang persoalan hukum kepada Majelis Umum dan Dewan Keamanan. sudah ada 7 (tujuh) orang Sekretaris Jenderal. Badan ini menyediakan penelitian.2) PBB. informasi. dikarenakan kepentingan mengambil dari tempat geografi yang luas. kompeten. Badan ini juga membawa tugas seperti yang diatur oleh Dewan Keamanan PBB. Norwegia (1945-1953) Dag Hammarskjöld. Biasanya. dan fasilitas yang dibutuhkan oleh PBB untuk rapat-rapatnya. Dewan Ekonomi dan Sosial PBB dan badan PBB lainnya. Swedia (1953-1961) U Thant. Piagam PBBmenyediakanpara staff dipilih berdasarkan aplikasi standar efisiensi. Mesir (1992-1996) Kofi Annan. Peru (1982-1991) Boutros Boutros-Ghali. Sidang Umum PBB. Sekretariat terdiri atas berikut ini.

Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Sosial. Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Ekonomi. KERJA SAMA DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG BERMANFAAT BAGI INDONESIA < Politik Luar Negeri Republik Indonesia 1. Korea Selatan (2006 Kofi Annan . Dasar Pertimbangan . Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Kopresi dan Pelayanan Umum. E. 1. Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Hukum. Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Penerangan. Tanggung jawab sekretaris jenderal pembantu adalah sebagai berikut : 1) Mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka penyelenggaraan pertemuan yang akan diadakan oleh Majelis Umum dan badan-badan utama lainnya.8) 9) Ban Ki-Moon. Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Tata Usaha dan Keuangan. 2) Melaksanakan keputusan yang telah dihasilkan oleh badan-badan PBB dengan sebaik-baiknya. Ada 8 sekretaris pembantu yang mengepalai satu departemen. Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Perwalian dan Penerangan untuk Daerah yang Belum Merdeka.. ) y Sekretaris Jenderal Pembantu (Under Secretry). yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Dewan Keamanan.

Kondisi inilah yang kemudian menguatkan tekad bangsa Indonesia untuk merumuskan politik luar negerinya. Pada tanggal 2 September 1948. Dalam rangka menciptakan perdamaian dunia yang abadi. Berdasarkan kondisi di atas menyebabkan pemerintah RI mengambil kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Pemerintah segera mengumumkan pendirian politik luar negeri Indonesia di dihadapan Badan Pekerja KNIP yang antara lain berbunyi : . Perjuangan kita harus dilaksanakan di atas dasar semboyan kita yang lama. bangsa Indonesia. Dengan semboyan ini kita menjalin hubungan dengan negara-negara lain di dunia. yaitu munculnya dua kekuatan besar dunia. dan sejahtera. yaitu percaya akan diri sendiri dan berjuang atas kesanggupan kita sendiri. . . tetapi harus tetap menjadi subjek yang berhak menentukan sikap sendiri dan memperjuangkan tujuan sendiri. . adil. yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara kita hanya harus memilih antara pro-Rusia atau proAmerika? Apakah tak ada pendirian lain yang harus kita ambil dalam mengejar cita-cita kita? Pemerintah berpendapat bahwa pendirian yang harus kita ambil adalah pendirian untuk tidak menjadi objek dalam pertarungan politik internasional. kita dihadapkan pada kenyataan sejarah. Pengaruh lain adalah adanya ancaman dari Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. tetapi mestikah kita. yaitu Indonesia merdeka seluruhnya. Kenyataan demikian sangat berpengaruh terhadap usaha-usaha bangsa Indonesia dalam konsolidasi demi kelangsungan hidup bangsa. yaitu blok Barat dengan ideologi liberal yang didominasi Amerika dan Blok Timur dengan Ideologi Komunis yang kuasai Uni Sovyet. Satu pihak.Pada tahun-tahun pertama berdirinya negara Republik Indonesia. negara kita harus tetap melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif.

2. Mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyat. Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif diabdikan kepada kepentingan nasional. Kebijakan yang dibuat oleh Presiden. anti-imperialisme dan kolonilisme dalam segala bentuk manifestasinya dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Dalam hal ini Keputusan Presiden (Keppres) yang menyangkut poliyik luar negeri Indonesia. Ketetapan MPR mengenai Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) terutama dibidang hubungan luar negeri. terutama untuk kepentingan stabilitas dan kelancaran pembangunan disegala bidang. dan keadilan sosial. Bebas aktif. Kebijakan atau peraturan yang dibuat oleh menteri luar negeri. Landasan opersional adalah sebagai berikut.Sifat politik luar negeri Negara Repulbik Indonesia yang bebas aktif. 1. didasarkan pada landasan hukum sebagai berikut : 1. 3. Landasan idiil adalah Pancasila Landasan konstitusional adalah UUD 1945 yang terdapat dalam Batang Tubuh UUD 1945 Pasal 11 dan Pasal 13. Landasan Hukum Politik Luar Negeri RI Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. perdamaian abadi. mengandung makna sebaga berikut : 1. 2. y y y .

persaudaraan dan perdamaian internasional itu tidak akan tercapai. Tujuan Politik Luar Negeri RI Komitmen negara republik Indonesia yang menerapkan politik luar negeri bebas dan aktif. Mohammad Hatta dalam bukunya Dasar Politik Luar Negeri Republik Indonesia. 1. 4. sebab tanpa kemerdekaan. Negara kita membantu pelaksanaan keadilan sosial internasional dengan berpedoman pada Piagam PBB. Prinsip-Prinsip Pokok Politik Luar Negeri RI Berdasarkan yang telah disampaikan oleh pemerintah pada tanggal 2 September 1948 di hadapan Badan Pekerja Komite Nasional Pusat. 1. 4. 3. 6. Negara kita menjalani politik damai. Negara kita bersahabat dengan segala bangsa atas dasar saling menghargai dengan tidak mencampuri soal susunan dan coroak pemerintahan negeri masing-masing. Negara kita dalam lingkungan PBB berusaha menyokong perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih dijajah. 3. Pembentukan satu negara Republik Indonesia yang berbentuk negara kesatuan dan negara kebangsaan yang demokratis dengan wilayah kekuasaan dari Sabang sampai Marauke. mengemukakan bahwa tujuan politik Indonesia adalah sebagai berikut.1. terutama sekali dengan negara-negara Afrika dan Asia atas dasar bekerjasama membentuk satu dunia baru yang bersih dari imperialisme dan kolonialisme menuju kepada perdamaian dunia yang sempurna. Meningkatkan persaudaraan antar bangsa sebagai pelaksanaan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila. antara lain sebagai berikut. < Kerja Sama dan Perjanjian Internasional Yang Bermanfaat bagi Indonesia . Negara kita memperkuat sendi-sendi hukum internasional dan organisasi internsional untuk menjamin perdamaian yang kekal. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara. Memperoleh barang-barang yang diperluakan dari luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. 2. 5. 3. yaitu bertujuan sebagai berikut : 1. 2. Pembentukan satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara di dunia. dapat kita temukan pokok-pokok yang menjadi dasar politik luar negeri Indonesia. 1. Meningkatkan perdamaian internasional dan memperoleh syarat-syarat yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. 2. Negara kita berusaha mempermudah jalannya pertukaran pembayaran internasional. Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur material dan spiritual dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

telah disahkan pada tanggal 11 Januari 1958 dengan keluarnya UndangUndang No. Ada kejelasan dalam penga-turan kewarganegaraan keturunan Cina yang sudah berumur 18 tahun. 2 Tahun 1958. maupun internasional (perjanjanjian dan hukum internasional) bagi bangsa Indonesia merupakan konsekuensi dari sebuah negara yang merdeka dan berdaulat serta menjadi salah satu negara yang ada di dunia. regional. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis/bentuk kerja sama dan perjanjian internasional yang dilakukan oleh negara Indonesia.Pelaksanaan kerja sama dengan negara lain baik dalam benuk bilateral. No 1. Ada kejelasan (terhindar dari konflik) dalam pemanfaatan laut baik sebagai sarana transportasi air maupun untuk kepentingan penangkapan ikan. Jenis/Bentuk Bilateral Keterangan/Uraian y Manfaat Yang Diperoleh y y y Persetujuan antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Cina mengenai soal Dwi Kewarganegaraan. . Perjanjian RI ± Malaysia tentang Penetapan Garis Landas Kontinen kedua nega-ra (di selat Malaka dan Laut Cina Selatan) ditandatangani pada tanggal 27 Oktober 1969 dan mulai berlaku tanggal 7 November 1969. apakah mau menjadi warga negara Indonesia atau kembali menjadi warga negara Cina dengan sukarela.

Dapat meningkatkan investasi langsung ke negara-negara ASEAN. Singapura dan Thailand melalui Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967. Masuknya negara republik Indonesia menjadi anggota PBB 3. mineral dan tambang. Malaysia. Multilateral y . Malaysia. Filipina. y 2.eksplorasi kekayaan laut. Demikian juga. dan khususnya nega-ra Indonesia. Persetujuan dibentuknya kawasan perdagangan bebas ASEAN yaitu AFTA (ASEAN Free Trade Area). kemajuan sosial dan pengembangan budaya. Mempercepat proses pertum-buhan ekonomi. jika terjadi konflik hal ini dapat dengan mudah dilesaikan melalui jalan damai. Regional y y y y Pembentukan ASEAN yang diprakarsai oleh pemimpin Indonesia. Filipina. yang ditandatangani pada tahun 1995 oleh negaranegara Indonesia. Meningkatkan daya saing dan penghapusan bea ekspor ± impor bagi negara-negara yang berada di kawasan ASEAN (termasuk negara Indonesia). Singapura dan Thailand.

Mempercepat proses pengem-balian wilayah Irian Barat yang dikuasai Belanda melalui misi UNTEA pada tanggal 1 Mei 1963. sehingga mau mengakui kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949. Mengurangi ketegangan antara blok barat (Amerika) dan blok timur (Uni Soviet) yang saat itu sedang terjadi ´Perang Dingin´ yang tidak .y y y y y (pertama kali pada tanggal 28 September 1950). Sebagai wadah dalam upaya menumbuhkan sikap solideri-tas negaranegara di kawasan Asia ± Afrika (termasuk Indonesia) dalam memperju-angkan kemerdekaannya sekaligus melawan kolonialisme. Pembentukan Gerakan Negara-negara Non Blok me-lalui KTT yang pertama pada tahun 1961 di Beograd (Yugoslavia) dan dipelopori oleh negara Indonesia. Yugoslavia. rasialisme dan zionisme. Mesir. India dan Ghana. kemudian keluar pada tanggal 7 Januari 1965 dan masuk kembali pada tanggal 28 September 1966. Mempercepat proses penyele-saian konflik Indonesia ± Belanda (penjajah).

Masyarakat Indonesia akan lebih memahami bahwa seba-gai bagian . Jepang. Persetujuan dibentuknya CGI (Colsultative Group On Indonesia) yang terdiri gabungan negara Australia. Belgia. Italia. Prancis. Selandia Baru. Kanada. Pengesahan Konvensi Inter-nasional tentang Penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial 1965. 29 Tahun 1999. Terwujudnya berbagai proyek infrastruktur sarana transpor-tasi seperti jembatan dan jalan untuk membuka wilayah-wilayah Indonesia yang terisolir. Swiss. yang berupaya membantu Indonesia dalam pengembangan berbagai pro-yek melalui dana pinjaman lunak. Jerman Barat. Meningkatkan gairah para investor. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.y y y y y y mustahil juga akan melanda negara Indonesia. Inggris dan Amerika Serikat. terutama dari negara-negara anggota CGI dalam menanamkan investasinya di Indonesia. dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. Belanda.

dan menjunjung tinggi prinsip dan tujuan Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa serta Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia. LATIHAN UJI KOMPETENSI 1. A.masyarakat interna-sional harus menghormati. menghargai. Pilihan Ganda Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar ! .

Kekuasaan presiden untuk mengangkat dan menerima duta dari negara lain adalah dalam kedudukannya sebagai .1. Prof. adalah . Representasi 5. 1. Signature 1. Schwarzenberger Hal yang dilarang dalam melakukan kerjasama internasional adalah . Intervensi 4. 3. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh . G. Trygve Nathiessen 5. a. Kepala Pemerintahan . 1. Mochtar Kusumaatmaja e. Scharzenberger d. Kooperatif 2. Charles A. a. G. Non intervensi Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan antar bangsa yang bertu-juan untuk menciptakan akibat-akibat hukum tertentu. 2. Tahap terakhir dalam pembuatan perjanjian internasional adalah . Negotiation e. Kepala Negara b. Warsito Sunaryo 4. Dr. Persiapan b. Mc. Negosiasi 3. Pemantauan c. Konferensi Wina 1969 1. Tokoh yang berpendapat bahwa hubungan internasional adalah studi tentang keadaan-keadaan relevan yang mengelilingi interaksi. Ratification d. a. Mochtar Kusumaatmadja 2. Clelland 3. Lauterpacht c. Oppenheimer b.

Hubungan RI a. Ambassador b. yaitu . . Negara lain dalam arti non politis diwakili oleh . Sudarmono 9. Gerzant c. a. A. Hak Asylum c. Nasution c. Penguasa tertinggi negara e. Sri Sultan Hamengkubuwono IX e.H. Tokoh Indonesia yang mengukir sejarah dengan terbentuknya ASEAN pada tahun 1967 adalah a. Egality Rights e. Wakil Negara d. Kepala pemerintahan dan kepala negara 1. Korps Konsuler d. Adam Malik d. Salah satu asas yang diterapkan dalam berdirinya Gerakan Non Blok pada tahun 1961. . Muhammad Hatta b.c. Menteri Residen 8.. Hak Immunitas b. Hak untuk memberi kesempatan kepada suatu negara dalam melindungi warga negara asing yang melarikan diri adalah . Korps Diplomatik e. Persona Non Grata d. Pacta Sunt Servada 7.

Mengapa suatu negara perlu mengadakan hubungan internasional dan tujuan apakah yang ingin dicapai dalam hubungan tersebut ? 3. Sebutkanlah prinsip-prinsip pokok yang menjadi dasar bangsa Indonesia mengadakan hubungan dengan bangsa lain ! .a. Apakah yang dimaksud dengan hubungan internasional dan bagaimanakah arti penting hubungan internasional bagi suatu bangsa ? 2. bagaimanakah kronologis penempatan korps diplomatik menurut Kongres Auxla Chapella ! 6. wadah bagi negara-negara yang menentang dominasi Amerika e. Dalam hubungan internasional. Uraikanlah jenis perjanjian internasional dan berikan contoh jenis perjanjian tersebut ! 5. Di bawah ini yang bukan merupakan alat kelengkapan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa a. Mahkamah Internasional . Dewan Keamanan c. wadah perjuangan negara-negara yang sedang berkembang d. Uraian Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas ! 1. Mejelis Umum b. Dewan Ekonomi dan Sosial e. Jelaskan tahapan dalam pembuatan perjanjian internasional menurut Konvensi Wina 1969 ! 4. berupaya memelihara perdamaian dan keadilan sosial b. blok tersendiri yang ekslusif dan bebas pengaruh komunisme 10. Dewan Perwakilan d. mewujudkan negara yang netral dari negara manapun c. B.

apakah KTT Gerakan Negara-Negara Non Blok hingga dewasa ini masih dianggap relevan ! 9. bagaimana sesungguhnya peran dan fungsi PBB dalam tata pergaulan internasional ! sumber : http://tumija. arti penting ASEAN bagi kepentingan nasional Indonesia dalam bidang ekonomi dan sosial budaya ! 8. mengapa peran PBB tidak mampu efektif jika sudah berhubungan dengan negara-negara pemegang hak veto ! 10. Uraikanlah.7. Jelaskanlah dan beri alasan. Berikan penjelasan. Jelaskan dan beri alasan.wordpress.com/2011/03/15/hubungan-internasional/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful