KRIPTORKISMUS

A. Pengertian Kriptorkismus berasal dari kata cryptos (Yunani) yang berarti tersembunyi danorchis yang dalam bahasa latin disebut testis8. Nama lain dari kriptorkismus adalah undescended testis 3-6,8,9,11-22, tetapi mesti dijelaskan lagi apakah yang dimaksud sebagai kriptorkismus murni, testis ektopik 8,16 ataupun pseudo kriptorkismus 8, 21. Testis yang berlokasi di luar jalur desensus yang normal disebut sebagai testis ektopik, sedangkan testis yang terletak tidak di dalam skrotum tetapi dapat didorong masuk ke dalam skrotum dan menaik lagi bila dilepaskan dinamakan pseudokriptorkismus atau testis retraktil.8 Testis yang terletak tidak di dalam skrotum akan mengganggu spermatogenesis21, meningkatkan kemungkinan terjadinya torsi dan keganasan9,23. Alasan utama kenapa testis harus diturunkan adalah agar testis ini dan testis kontra lateral yang normal tidak mengalami kerusakan pada tubulus seminiferus24 sehingga infertilitas dapat dicegah3,5,6,11,15,18,19,24-6. Insidens undescended testis pada bayi baru lahir adalah 3–6%25; 1,8% pada usia satu bulan22,27,28 dan 1,5% pada usia 3 bulan28; serta 0,5–0,8% pada anak usia satu tahun8,9. Pada bayi cukup bulan, 3% di antaranya menderita kriptorkismus18,29,30 dan pada bayi kurang bulan insidensnya lebih tinggi6,16,31, sekitar 33%18,30. Pada bayi berat lahir rendah insidennya juga tinggi6,27. Kriptorkismus unilateral insidensnya lebih banyak daripada yang bilateral7,10,28,32 dan lokasinya sebagian besar di kiri (52,1% kiri dan 47,9% kanan)33. Di Inggris, insidens kriptorkismus meningkat lebih dari 50% pada 1965–198533,35. Barubaru ini, dilaporkan meningkatnya angka kejadian kriptorkismus di Inggris, Amerika Serikat, dan Amerika Selatan36. Di Bagian I. Kes. Anak FKUI-RSUPNCM dari 1987–1993 didapatkan 82 anak dengan kriptorkismus9,23 sedangkan di Bagian I. Kes. Anak FKUSURSUP H. Adam Malik Medan dari 1994–1999 didapatkan 15 kasus. Untuk mereposisi testis ke dalam skrotum, dilakukan terapi hormonal dan pembedahan. Walaupun masih diperdebatkan9,23,37, terapi hormonal tetap digunakan sebelum intervensi bedah dilakukan5,9,23,25,31,38, karena diduga terapi hormonal dengan HCG memfasilitasi terapi bedah16. Hormon yang digunakan untuk terapi kriptorkismus antara lain Human Chorio

Banyak kasus kriptorkismus yang secara histologis normal saat lahir. Testis yang kriptorkismus sering disertai dengan arteri spermatika yang pendek8. Genetik/herediter Kriptorkismus termasuk di antara gejala-gejala berbagai sindrom malformasi yang berhubungan dengan atau tanpa kelainan kromosom yang bersifat herediter8. Ada laporan bahwa tidak aktifnya hormonInsulin-Like Factor 3 (Insl3) sangat mempengaruhi desensus testis pada tikus. Tingginya insidens undescended testis pada bayi prematur. Mekanis/kelainan anatomis local 4. Dilaporkan adanya tiga anak bersaudara dengan kriptorkismus yang disertai dengan defisiensi gonadotropin dan kongenital adrenal hipoplasia41.15. dan kombinasi LHRH dengan HCG9. 3.40. Insulin-Like Factor 3 (Insl3) diperlukan untuk diferensiasi dan proliferasi gubernakulum26. Nervus genitofemoralis . Luteinizing Hormone Releasing Hormone(LHRH). Dilaporkan desensus testis tidak terjadi pada mamalia yang hipofisenya telah diangkat8. Namun. Ada beberapa hal yang berhubungan dengannya. tetapi testisnya menjadi atrofi/disgenesis pada akhir usia 1 tahun dan jumlah sel germinalnya sangat berkurang pada akhir usia 2 tahun2. 7.7. Diduga terjadinya defisiensi androgen prenatal merupakan faktor yang utama bagi terjadinya kriptorkismus5.10. diduga terjadi karena tidak adekuatnya HCG menstimulasi pelepasan testosteron pada masa fetus akibat imaturnya sel leydig dan aksis hipotalamus-hifofise testis32. Endokrin/hormonal Meliputi kelainan aksis hipotalamus-hifofise testis17. Corbus dan O’Conor (1922) melaporkan beberapa generasi dalam satu keluarga yang menderita kriptorkismus. B.17. kurangnya tekanan abdominal dan tarikan gubernakulum untuk mendorong testis ke cincin inguinal10.30. 6.16.21. yaitu : 1. Perrett dan O’Rourke (1969) menemukan delapan kasus kriptorkismus unilateral kanan pada empat generasi dalam satu keluarga42. sebagian besar tidak diketahui penyebabnya22. 5.10. Disgenesis gonadal 2.Gonadotropic Hormone (HCG).27. Etiologi dan Patogenesis Penyebab kriptorkismus mungkin berbeda antara satu kasus dengan yang lainnya39. kurang panjangnya vas deferens8.31 atau kurang sensitifnya androgen17. abnormalnya ukuran kanalis inguinalis atau cincin inguinal superfisial. hernia6.23. serta adanya kelainan epididimis17. terganggunya aliran darah21.

dan proses degenerasi prosessus vaginalis9. karena setelah usia 9 bulan hampir tidak didapatkan lagi penurunan testis secara spontan9. Dari laporan ini.58 kalau tidak diobati setelah usia 3 tahun maka terjadi penurunan jumlah sel germinal27. terapi hormonal akan meningkatkan rugocity skrotum1. Bila kriptorkismus ini diobati sebelum usia 2 tahun maka fertilitas yang didapatkan berkisar 87%. dan sel Leydig27. Mekanisme yang berperan dalam proses turunnya testis belum seluruhnya dapat dimengerti.23. Di samping itu. vas deferens1.23. Diduga.11. Adanya bukti bahwa untuk turunnya testis ke dalam skrotum. 30% menjadikan spermatogenesis yang akseptable.59.23. Anak FKUI-RSUPNCM. Bila diturunkan sewaktu pubertas. terlihat bahwa pengobatan dini sangat penting dalam penatalaksanaan kriptorkismus. memperbaiki suplai darah1. ukuran testis1.8. Berkurangnya “stimulating substances” yang diproduksi oleh nervus genitofemoralis17. digunakan terapi hormonal HCG dan LHRH untuk pengobatan kriptorkismus27.9. Oleh karena itu. memerlukan aksi androgen yang memerlukan aksis hipotalamus-hipofise-testis yang normal8. spermatogonia27. menyebabkan germinal hipoplasia dan mengakibatkan hipospermatogenesis8. Mekanisme aksi androgen untuk merangsang desensus testis tidak diketahui8. organ sasaran androgen kemungkinan adalah gubernakulum.5%8.11.9. terapi dimulai setelah anak berusia di atas 9 bulan. Sedangkan bila diturunkan setelah pubertas maka hasilnya hanya 13. LHRH .12. Terapi hormonal sebaiknya diberikan pada kriptorkismus yang palpable1. C.23. serta menimbulkan efek kontraksi otot polos gubernakulum untuk membantu turunnya testis20. tetapi diduga membantu pembentukan. Di Bagian I.12. yang pada minggu-minggu terakhir kehamilan berkontraksi dan menarik testis ke dalam skrotum.15. Kes. diduga meningkatkan ukuran dan panjang vessel spermatic cord. pembesaran. Dianjurkan agar terapi hormonal dimulai sebelum usia 2 tahun1. dan sebaiknya pada usia 10 bulan sampai 24 bulan23. Jika tidak diturunkan sebelum pubertas. Penatalaksanaan Dasar Pertimbangan Terapi Hormonal Turunnya testis dipengaruhi oleh aksis hipotalamus hipofise testis. suatu pita fibro muskular yang terkait pada testis-epididimis dan pada bagian bawah dinding skrotum. Luteinizing-Hormone-Releasing-Hormone LHRH diberikan pada penderita kriptorkismus dengan maksud merangsang hipotalamus untuk mengeluarkan LH dan FSH yang kemudian akan merangsang sel Leydig untuk mengeluarkan testosteron yang berfungsi dalam proses penurunan testis9.

dan 12 bulan kemudian9. Wolter R. Job JC. serta potensinya di bawah HCG37. Dosis HCG yang dipakai sesuai dengan anjuran WHO. yaitu 5 kali 250 µg (usia < 2 tahun). Terapi hormonal lebih berhasil pada penderita dengan lokasi testis di inguinal dibandingkan dengan intra abdominal64. Robyn C. Tetapi. Posisi testis sebelum pengobatan. sebagian penderita mengalami relaps dan penurunan testis ini berkurang menjadi 70. Friefer A (1987) memberikan LHRH sebanyak 3 kali sehari 400 µg secara intranasal selama 2 minggu. LHRH intra nasal dengan dosis 1–1.8–8. Kombinasi LHRH dengan HCG Terdapat hipotesis bahwa pemberian HCG dan atau LHRH dapat digunakan pada anak dengan kriptorkismus62. dan 5 kali 1000 µg (usia > 5 tahun). 6 bulan. tidak tersedianya obat-obat tersebut9.10. Penurunan testis dikatakan komplit bila testis desensus ke dalam skrotum. kemudian dilanjutkan dengan pemberian HCG intra muskuler sebanyak 5 kali dengan selang sehari. EL Dessouky M. dan dikatakan parsial bila turunnya testis dari abdomen atau inguinal ring turun ke inguinal middle atau lebih rendah59.5 tahun) dimana tiap anak diberi LHRH (Hoechst. Safar A. didapati peningkatan kadar FSH basal dan respons FSH terhadap LHRH sama pada kriptorkismus unilateral dan bilateral50. 1 bulan kemudian. tergantung dari: 1.2 mg/hari selama 4 minggu tidak menimbulkan efek samping27. Evaluasi Pengobatan Evaluasi pengobatan dilakukan pada tahap selama pengobatan.6%. Ternyata.23. Terapi kombinasi ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya relaps pada pengobatan dengan LHRH saja9. 2. Umur penderita saat pengobatan. Caufriez A.4% sehingga penderita yang sangat memerlukan tindakan bedah hanya 13. et al tidak mendapatkan manfaat yang berarti pada penggunaan LHRH untuk meningkatkan kadar LH terhadap kasus kriptorkismus pada kelompok usia 4–11 bulan61. Pengobatan dengan LHRH tidak dilakukan karena hasilnya kurang meyakinkan. Gendrel D. FRG 25 ug/m2) I. menurunkan testis secara komplit berkisar 30–64% dari kasus dan desensus parsial antara 25–43% kasus31. Waldschmidt J. 5 kali 500 µg (usia 3–5 tahun). meneliti 13 anak kriptorkismus unilateral (usia 1. Didapatkan penurunan testis sebanyak 86. pada akhir pengobatan.dengan dosis 3 x 400 ug intra nasal selama 4 minggu. Hasil penelitian kriptorkismus yang diberi terapi dengan HCG atau LHRH.23 dan untuk kasus yang testisnya di luar external inguinal ring38.6%63. 3 bulan kemudian.27.V bolus 1 kali. setelah di-followup selama 2 tahun.5 tahun) dan 13 anak kriptorkismus bilateral (usia 3–8. Vliet GV. Hasil terapi lebih baik pada anak-anak dengan usia .

Hal ini mungkin disebabkan oleh lebih banyaknya ditemukan penyebab kelainan anatomi pada kriptorkismus unilateral64. meningkatnya rugocity skrotum30. dengan alasan merupakan saat berhentinya perubahan degeneratif testis17. Ini didasarkan bahwa pada usia 12 bulan terjadi penurunan spontan testis sebanyak 75% kasus dan minimalnya risiko anestesi. Orchidectomy (testis di eksisi) dilakukan pada testis yang kecil di intra abdominal1. atau dicurigai terjadinya torsi1.23.27.64. Efek samping pengobatan HCG antara lain: Bertambahnya volume testis64.28. Walaupun banyak sekali “controled trial” pemakaian hormonal pada undescended testis dengan hasil yang bervariasi.15 merekomendasikan bahwa Orchiopexy sebaiknya dilakukan pada usia 12 bulan.64. Action Comitte on Surgery of the Genitalia27 dan sebagain penulis3.10. Terapi Bedah Terapi bedah dilakukan bila terapi hormonal tidak berhasil1. terjadinya obstruksi. 3. Bilateral/Unilateral kriptorkismus. Semua efek samping ini bersifat reversibel9.5.31.64. serta gangguan emosi59. Bila terapi bedah dilakukan pada usia lebih dini. Terapi lebih berhasil pada penderita dengan kriptorkismus bilateral. Orchiopexy dilakukan untuk memperbaiki spermatogenesis. hernia yang potensial menimbulkan obstruksi1. dan dokter bedah anak melakukannya secara elektif pada usia 1–4 tahun28. Kegagalan terapi hormonal disebabkan 80% kasus karena adanya kelainan anatomis17.25. dan alasan kosmetik4. dan yang mengalami atrofi hebat16. Indikasi orchiopexy (testis difiksasi kedalam skrotum) adalah testis yang lokasinya di intra abdominal dengan tingkat kesulitan operasinya kecil16.23. unilateral65. menurunkan risiko keganasan. dilakukan antara usia 10–12 bulan17. ereksi59. terapi hormonal tetap merupakan pilihan utama pengobatan sebelum dilakukan tindakan operasi9. fiksasi testis yang adekuat ke dalam skrotum62.28. kemungkinan terjadinya efek samping ini dijelaskan kepada orangtua. tergantung pada spermatic vessels apakah normal atau sangat pendek27. Tindakan bedah dilakukan bisa satu atau dua tahap7.27.25. Tujuannya untuk memobilisasi testis. pigmentasi30. serta ada yang menganjurkan sebelum usia pubertas5. 4.59.40. akan meningkatkan risiko iatrogenik . dan operasi hernia yang menyertainya7.23.10. Sedangkan LHRH tidak memberikan efek samping yang berarti9. adekuatnya spermatik. testis yang lokasinya intra abdominal atau letaknya lebih tinggi di atas kanalis inguinalis37.37.lebih besar dibanding anak usia lebih rendah64.30. pembesaran penis30.64. kadang-kadang pertumbuhan rambut pubis30. Efek Samping Sebelum pengobatan dimulai.

50. D. .23. (60%).atrofinya testis59. Sebelum dan 24 jam setelah penyuntikan HCG. dan Elisabeth H. Anak FKUI-RSUPNCM selama 6 bulan (Januari 1994 sampai Juni 1994) terhadap 21 pasien. karena bila lebih dari 4 bulan diperlukan uji stimulasi HCG untuk melihat ada tidaknya testis. Keuntungannya adalah fasilitas pemeriksaan USG mudah didapat. Firman K51 meneliti dengan memakai USG di subbagian pencitraan I. dan bila dilakukan pada usia setelah pubertas akan menurunkan jumlah sperma serta terbentuknya antibodi antisperma34. bebas radioaktif. dicurigai adanya anorchia kongenital2. berarti terdapat testis pada penderita8. hanya 2 (9. diperiksa kadar testosteron pada usia 4 bulan. Pada uji HCG. dan atrofinya testis30 yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah25. 1. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk testis yang berlokasi di kanalis inguinalis8 dan terhadap testis yang besar yang terletak di Juxta vesikal30.22.52 serta Michael K. Ternyata.. Bila tidak ada respons serta kadar FSH dan LH meningkat.L. Pemeriksaan Penunjang 1. (65%)53. yaitu di daerah inguinal sedangkan pemeriksaan CT Scanning tidak dilakukan.37.5%) yang berhasil ditemukan lokasi testisnya. CT scanning Pemeriksaan ini mempunyai akurasi yang lebih tinggi terhadap testis yang lokasinya di intra abdominal dan sudah dibuktikan pada saat operasi53. Komplikasi dari terapi bedah berupa trauma vasa sekitar 1–2% kasus. yang antara lain dilakukan oleh Madrazo B. MRI Dilakukan bila hasil pemeriksaan USG meragukan51. Kes. diperiksa kadar testosteron plasma. non-invasif. Pemeriksaan Radiologis Ultrasonografi Sudah digunakan untuk mendeteksi kasus Kriptorkismus oleh ahli radiologi dan klinisi sejak 1970. penderita diberikan suntikan 1500 IU HCG intramuskular setiap hari selama 3 hari berturut-turut. Pemeriksaan Laboratorium Pada kriptorkismus bilateral yang impalpable50. dan relatif murah51. praktis. Angka keberhasilan ini masih jauh berbeda dengan penelitian di luar negeri. Erik H. dan Klugo R. Bila didapatkan peningkatan kadar testosteron yang bermakna.C.

28. 2. yang disertai dengan kelainan genitalia eksterna atau kelainan kariotip55. ureteral duplikasi. Intravena urografi dikerjakan secara selektif pada kasus yang dicurigai adanya kelainan saluran kemih bagian atas. tetapi tidak ditemukan testis atau spermatic vessel-nya buntu serta pada kasus yang reoperasi30. Buccal smear atau analisa kromosom. atau adanya vassa di dalam abdomen30. untuk melihat apakah testisnya normal54. Dilakukan dengan undescended bilateral yang impalpable21. Dilakukan saat pembedahan terhadap testis yang berlokasi di intra abdominal. renal hipoplasia. dan intra abdominal. tetapi tidak dijumpai testis12. Biopsi. Sebagai terapeutik untuk mereposisi testis yang abnormal54. retro peritoneal.Angiografi dilakukan terhadap kasus yang telah dilakukan eksplorasi inguinal. Laparoskopi Dilakukan pada usia 1 tahun2 sebagai diagnostik yang paling akurat28 untuk mengetahui lokasi testis sebagai petunjuk untuk melakukan insisi pembedahan. paling tidak di anulus inguinalis interna30. selektif Sebagian terhadap besar bayi testis impalpable ditemukan pada operasi. Venografi gonadal selektif dilakukan pada testis impalpable dimana telah dilakukan eksplorasi lokal di inguinal. apakah vas spermatika buntu. . dan hidronefrosis7. 1. karena 10% kasus didapati horse shoe kidney. hidro ureter. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful