Dasar Teori Hemoglobin merupakan protein sel darah merah ( SDM ) yang funsinya antara lain : 1.

Mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan CO2 dan jaringan ke paru-paru 2. Memberi warna merah pada darah 3. Mempertahan kan keseimbangan asam basa dalam tubuh Hemoglobin mengandung protein globin yang berkaitan dengan hem ( senyawa besi protein ), mempunyai berat molekul 64450 dalton. Di dalam darah mengandung Hb antara 7,8 ± 12,2 mM/l atau 12,6 ± 18,4 gr/dl, tergantung pada jenis kelamin dan umur individu. Pada setiap tetramer Hb mampu mengikat 4 atom oksigen yang terikat pada atom ferro ( Fe 2+ ) dalam hem. Hemoglobin yang berikatan dengan oksigen disebut oksihemoglobin ( HbO2 ) sedang yang telah melepaskan oksigen disebut deoksihemoglobin ( HbCO ) jika Hb mengikat gas CO hasil pembakaran yang tidak sempurna. Ikatan Hb dengan CO, 200 kali lebih kuat disbanding ikatan Hb dengan oksigen. Dalam keadaan tertentu, Hb juga dapat berikatan sehingga besi teroksidasi ( Fe3+ ) membentuk methemoglobin ( Met Hb atau Hb ( Fe3+ ). Hb dalam bentuk MetHb akan menyebabkan kemampuan mengikat oksigennya menjadi hilang. Beberapa derivate hemoglobin satu sama lain dapat dibedakan dengan cara pengenceran. HbO2 pada pengenceran terlihat berwarna merah kekuningan, HbCO berwarna merah terang ( carmine tint ) sedang deoksihemoglobin ( Hb ) berwarna kecoklatan. Metode Hemoglobin Sianida ( Sianomethemoglobin ) Prinsip Hemoglobin dengan larutan K2Fe ( CN )6 berubah menjadi methemoglobin kemudian menjadi hemoglobin sianida ( HiCN ) oleh KCN dengan absorbansi maksimum pada 540 nm. Pengaturan pH dilakukan dengan menambah KH2FO4, untuk mempercepat lisis eritrosit dan mengurangi kekeruhan HiCN ditambah non ionic detergent. Absorbansi warna berbanding lurus dengan konsentrasi Hb. Persiapan Reagen Larutan isi satu botol reagen dengan 500 nm akuabides, simpan dalam botol warna gelap. Reagen stabil bila disimpan dalam gelap pada suhu 15 ± 25 oC selama 4 bulan. Bahan dan Alat Bahan : darah kapilerm darah vena-EDTA, akuabides dan reagen sianmethemoglobin Alat : Erlenmeyer, tabung reaksi, spektrofotometer. Cara Kerja 1. Disiapkan 3 tabung reaksi seukuran 5 ml, masing-masing diberi label reagen blanko ( RB ), Reagen standarr ( RTD ) dan Reagen Sampel ( RPL ) 2. Tabubg RB diberi 5000 µl ( 5 cc ) Reagen Hb Cyanida 3. Tabung RTD diberi 20 µl sample darah standard an ditambah dengan 5000µl Reagen Hb Cyanida dicampur hingga homogen 4. Tabung RPL diberi 20 µl sample darah dan ditambah dengan 5000 µl Reagen Hn Cyanida didiamkan selama 3 menit pada suhu kamar

5. Diukur absorbansi RTD dan abs ( RPL ) terhadap reagen blanko pada panjang gelombang 578 nm Perhitungan Hb = Abs RPL X 15 G/DL Abs RTD Nilai normal : Wanita : 12-16 g/dl Pria : 14-18 g/dl Bayi : 10-15 g/dl Balita : 11-14 g/dl Anak-anak : 12-16 g/dl Bayi baru lahir : 16-25 g/dl Bayi belum lahir : masih mengandung Hb fetal dari plasenta

Cra sahli 1. Prinsip Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCL, lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standard memakaimata biasa. 2. Tujuan Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah 3. Alat dan bahan yang dipergunakan a. Hemoglobinometer (hemometer), Sahli terdiri dari : 1) Gelas berwarna sebagai warna standard 2) Tabung hemometer dengan pembagian skala putih 2 sampai dengan 22. Skla merah untuk hematokrit. 3) Pengaduk dari gelas 4) Pipet Sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20/ul 5) Pipet pasteur. 6) Kertas saring/tissue/kain kassa kering b. Reagen 1) Larutan HCL 0,1 N 2) Aquades 4. Cara Pemeriksaan a. Tabung hemometer diisi dengan larutan HCL 0,1 N sampai tanda 2 b. Hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20 ul. c. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara hatihati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang. d. Masukkan darah sebanyak 20 ul inike dalam tabung yang berisi larutanHCL tadi tanpa menimbulkan gelembung udara. e. Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCL dari dalam

Pipet tidak dibilas dengan HCL. Warna standard sering sudah pucat. Pelaporan Dinyatakan dalam gr/dl Hanya dilaporkan dalam angka bulat. Penglihatan pemeriksa tidak normal atau sudah lelah. Misal 11. atau naik setengah. Pengenceran tidak baik. Asam hematin yang terjadi diencerkan dengan aquades setetes demi setetes sambil diaduk dengan pengaduk dari gelas sampai didapat warna yang sama dengan warna standard. 5. dan sebagainya. 11 ½. 12. Orang yang melakukan pemeriksaan : a.pipet secra berulang-ulang 3 kali f. Miniskus dari larutandibaca. namun cara oxyhaemoglobin dapat pula dipakai asal distandarisir terhadap cara cyanmet. Kadar larutan HCL sering tidak dikontrol. . c. Miniskus dalam hal ini adalah permukaan terendah dari larutan. yaitu : a. 6. h. Pengambilan darah kurang baik. Sumber : Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas. b. Kriteria persangkaan Anemi pada : bila Hb dibawah : Pria dewasa 13 g % Wanita tak hamil 12 g % Wanita hamil 11 g % Anak : 6 bl ² 6 th 11 g % 6 th ² 14 th 12 g % Pengukuran Hb yang disarankan oleh WHO ialah dengan cara cyanmet. Pada waktu waktu membaca hsil dipermukaan terdapat gelembung udara. Kesalahan yang sering terjadi 1. Departemen Kesehatan RI. Nilai atau batas terendah manakah dari Hb yang dianggap normal ? Untuk itu perlu kita menggunakan kriteria yang seragam ialah dari WHO (1972). Jakarta. f. Alat/regen kurang sempurna. Ini telah dipakai dan dianjurkan oleh ahli-ahli kita. 12 ½. Sampai saat ini baik di PUSKESMAS maupun dibeberapa Rumah sakit di negara kita masih menggunakan alat Sahli. Volume pipet Hb tidak selalu tepat 20 ul b. c. Nilai normal Laki-laki : 14 ± 18 gram/dl Wanita : 12 ± 16 gram/dl b. d. Tunggu 5 menit untk pembentukan asam hematin g. e. Catatan a. 2. 1991 PEMERIKSAAN HAEMOGLOBIN (Hb) Menurut Soenarto (1980) dengan pemeriksaan Hb ini kita akan mendapatkan gambaran dari penderita apakah normal atau abnormal . Intensitas sinar/penerangan kurang.

Sumber : Mengenal Penyakit Darah dari Pemeriksaan Hemoglobin dan Hapusan Darah Tepi dr.1) 30. termasuk sel darah merah.3±15.3) 5.2) 34.0±96.52±5.5) 311 (172±450) Perempuan 4. infeksi.5±33.5) 13.7 (14. HDL merupakan tes laboratorium yang paling umum dilakukan.90) 15.1 (11. 1980 Pemeriksaan Laboratorium Hematologi May 4.21 (4.5) 46 (42±50) 88.atau darah perifer lengkap ±DPL.(complete blood count/full blood count/blood panel) adalah jenis pemeriksan yang memberikan informasi tentang sel-sel darah pasien.0±17. HDL memeriksa jenis sel dalam darah.8 (12.10) 13.4 (33.18.60 (4. sel darah putih dan trombosit (platelet).0 (80. Nilai pemeriksaan darah lengkap pada populasi normal parameter Hitung sel darah putih (x 103/ L) Hitung sel darah merah (x 106/ L) Hemoglobin (g/dl) Hematokrit (%) MCV (fL) MCH (pg) MCHC RDW (%) Hitung trombosit (x 103/ L) Spesimen Laki-Laki 7. dan banyak penyakit lainnya. Pemeriksaan darah lengkap yang sering dilakukan meliputi: y y y y y y Jumlah sel darah putih Jumlah sel darah merah Hemoglobin Hematokrit Indeks eritrosit jumlah dan volume trombosit Tabel 1.5±14. Kariadi Semarang Cermin Dunia Kedokteran No.4±11.10±5.4±35.4 (27.8 (4. HDL digunakan sebagai tes skrining yang luas untuk memeriksa gangguan seperti seperti anemia.3) 40 (36±45) . Soenarto Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RS dr. 2010 by Fransisca Dewi Kumala Tes Hematologi Rutin Hitung darah lengkap -HDL.

Kualitas darah ditentukan oleh kadar haemoglobin. gama dan delta.beta.5 ± 14. Pada bayi baru lahir. 6 g/dl. PPOK. y y y y y y Cara sianmethemoglobin adalah cara yang dianjurkan untuk penetapan kadar hemoglobin di laboratorium karena larutan standar sianmethemoglobin sifatnya stabil. karena tidak semua macam hemoglobin diubah menjadi hematin asam misalnya karboksihemoglobin. Berhubung ketelitian masing-masing cara berbeda.6 ± 19. serta kondisi pasien (puasa. pemberian cairan intravena berlebih. penyakit ginjal. Peningkatan Hb terdapat pada pasien dehidrasi. sitrat) untuk mencegah terbentuknya clot. kadar hemoglobin lebih tinggi dari pada orang dewasa yaitu berkisar antara 13. waktu pengambilan. Cara pengambilan specimen juga perlu diperhatikan. dan luka bakar hebat. Hemoglobin Adalah molekul yang terdiri dari kandungan heme (zat besi) dan rantai polipeptida globin (alfa. dan delta).5 g/dl. primaquin.8 g/dl.5 ± 12. Selain itu. Pada laki-laki dewasa kadar hemoglobin berkisar antara 13 ± 16 g/dl sedangkan pada perempuan dewasa antara 12 ± 14 g/dl. indometasin. Hb juga dipengaruhi oleh posisi pasien (berdiri. Obat yang dapat meningkatkan Hb adalah metildopa dan gentamicin. untuk penilaian basil sebaiknya diketahui cara mana yang dipakai. . Terdapat berbagai cara untuk menetapkan kadar hemoglobin tetapi yang sering dikerjakan di laboratorium adalah yang berdasarkan kolorimeterik visual cara Sahli dan fotoelektrik cara sianmethemoglobin atau hemiglobinsianida. mudah diperoleh dan pada cara ini hampir semua hemoglobin terukur kecuali sulfhemoglobin. Kadar hemoglobin dapat dipengaruhi oleh tersedianya oksigen pada tempat tinggal.gama. aspirin. misalnya Hb meningkat pada orang yang tinggal di tempat yang tinggi dari permukaan laut. antineoplastik(obat kanker).Sebaiknya darah diambil pada waktu dan kondisi yang relatif sama untuk meminimalisasi perubahan pada sirkulasi darah. sulfonamida. Selain itu alat untuk pemeriksaan hemoglobin cara Sahli tidak dapat distandarkan. misalnya lokasi pengambilan. misalnya tidak menekan lokasi pengambilan darah kapiler. polisitemia. Pada perempuan hamil terjadi hemodilusi sehingga batas terendah nilai rujukan ditentukan 10 g/dl. berbaring). rifampin. kanker. dan hodgkin. Pada cara ini ketelitian yang dapat dicapai 2%. sehingga ketelitian yang dapat dicapai hanya 10%. dan 146 mol asam amino pada rantai beta. Stuktur Hb dinyatakan dengan menyebut jumlah dan jenis rantai globin yang ada. Terdapat 141 molekul asama amino pada rantai alfa. berada di dalam eritrosit dan bertugas untuk mengangkut oksigen. methemoglobin dan sulfhemoglobin. Dapat juga disebabkan oleh obat seperti: Antibiotik. Nilai rujukan kadar hemoglobin tergantung dari umur dan jenis kelamin. Cara Sahli kurang baik. gagal jantung kongesti. tidak mengambil darah kapiler tetesan pertama. Kemudian kadar hemoglobin menurun dan pada umur 3 tahun dicapai kadar paling rendah yaitu 9. variasi diurnal (tertinggi pagi hari). Penurunan Hb terdapat pada penderita: Anemia. makan). serta penggunaan antikoagulan (EDTA. Setelah itu secara bertahap kadar hemoglobin naik dan pada pubertas kadarnya mendekati kadar pada dewasa yaitu berkisar antara 11. dan trimetadion.

yaitu menggunakan bilik hitung.Hematokrit Hematokrit atau volume eritrosit yang dimampatkan (packed cell volume.85 % Nilai Rujukan .5 g. SLE. dan ulkus peptikum. untuk menghitung jumlah sel-sel eritrosit ada dua metode. Tujuan dilakukannya uji ini adalah untuk mengetahui konsentrasi eritrosit dalam darah. penyakit hodgkins. gagal ginjal kronik. efek pembedahan. yaitu metode makrohematokrit dan mikrohematokrit/kapiler. asidosis diabetikum. Larutan Gower : Natrium sulfat 12. malnutrisi. Seperti hitung leukosit. Hitung Eritrosit Hitung eritrosit adalah jumlah eritrosit per milimeterkubik atau mikroliter dalah. Metode manual hampir sama dengan hitung leukosit. Larutan Pengencer yang digunakan adalah: y y y Larutan Hayem : Natrium sulfat 2. sirosis hepatitis.5 g. rouleaux. Namun.3 ml. Nilai normal HMT: Anak Laki-laki Dewasa Perempuan Dewasa : 33-38% : 40-50% : 36-44% Penurunan HMT. eklamsia. Prinsip hitung eritrosit manual adalah darah diencerkan dalam larutan isotonis untuk memudahkan menghitung eritrosit dan mencegah hemolisis. dan luka bakar. aquadest 200 ml. Asam asetat glasial 33. Metode pengukuran hematokrit secara manual dikenal ada 2. dehidrasi. Pada keadaan hiperglobulinemia. terjadi pada hipovolemia. anemia. hitung eritrosit lebih sukar daripada hitung leukosit. kehamilan.emfisema paru.5 g. Nilai hematokrit atau PCV dapat ditetapkan secara automatik menggunakan hematology analyzer atau secara manual. terjadi dengan pasien yang mengalami kehilangan darah akut. Larutan ini mencegah aglutinasi dan rouleaux. mieloma multiple. PCV) adalah persentase volume eritrosit dalam darah yang dimampatkan dengan cara diputar pada kecepatan tertentu dan dalam waktu tertentu. Peningkatan HMT. leukemia. Natrium klorid 0. iskemik serebral. aquadest 100 ml. aglutinasi. athritis reumatoid. yaitu manual dan elektronik (automatik). Merkuri klorid 0. defisiensi vit B dan C.25 g. limfosarcoma. Natrium klorid 0. larutan ini tidak dapat dipergunakan karena dapat menyebabkan precipitasi protein. polisitemia vera. diare berat.

60 ± 5.50 (x106/ L) Dewasa perempuan : 3. mieloma multipel. vit B12). kehamilan.80 ± 4. yaitu: Mean cell / corpuscular volume (MCV) atau volume eritrosit rata-rata (VER) MCV = Hematokrit (l/l) / Jumlah eritrosit (106/µL) Normal 80-96 fl Mean Cell Hemoglobin Content (MCH) atau hemoglobin eritrosit rata-rata (HER) MCH (pg) = Hemoglobin (g/l) / Jumlah eritrosit (106/µL) Normal 27-33 pg Mean Cellular Hemoglobin Concentration (MCHC) atau konsentrasi hemoglobin eritrosit ratarata (KHER) MCHC (g/dL) = konsentrasi hemoglobin (g/dL) / hematokrit (l/l) Normal 33-36 g/dL Red Blood Cell Distribution Width (RDW) RDW adalah perbedaan/variasi ukuran (luas) eritrosit.20 (x106/ L) Anak usia 4-5 tahun : 3.30 ± 6. RDW = standar deviasi MCV / rata-rata MCV x 100 Nilai normal rujukan 11-15% .80 ± 5.70 (x106/ L) Anak usia 6-10 tahun : 3.70 ± 5. hidrasi berlebihan Peningkatan eritrosit : polisitemia vera. cairan per intra vena berlebih. Peningkatan nilai RDW dapat dijumpai pada anemia defisiensi (zat besi. anemia. Ukuran eritrosit biasanya 6-8µm. infeksi kronis. penyakit kardiovaskuler Indeks Eritrosit Mencakup parameter eritrosit. anemia hemolitik. leukemia. Nilai RDW berguna memperkirakan terjadinya anemia dini.y y y y y y Dewasa laki-laki : 4.50 ± 6. hemokonsentrasi/dehidrasi. gagal ginjal kronis.30 (x106/ L) Anak usia 1-3 tahun : 3. semakin tinggi variasi ukuran sel mengindikasikan adanya kelainan. dataran tinggi.80 (x106/ L) Bayi baru lahir : 4. anemia sel sabit.80 (x106/ L) Penurunan eritrosit : kehilangan darah (perdarahan). asam folat. sebelum nilai MCV berubah dan sebelum terjadi gejala.

000-400. Cara automatik lebih unggul dari cara pertama karena tekniknya lebih mudah. dan berfungsi utama dalam proses pembekuan darah. Jumlah leukosit meningkat setelah melakukan aktifitas fisik yang sedang.000/ µL : 9000-12. partus dan haid.000-30.000/ µL berpotensi untuk terjadinya perdarahan dan hambatan pembekuan darah. Jumlah leukosit tertinggi pada bayi umur 12 jam yaitu antara 13.Hitung Trombosit Adalah komponen sel darah yang dihasilkan oleh jaringan hemopoetik.000/ l.000/ µL Bila jumlah leukosit lebih dari nilai rujukan. terhadap benda asing.000-38. Jumlah leukosit dipengaruhi oleh umur.000/ l. Leukositosis yang fisiologik dijumpai pada kerja fisik yang berat. Penurunan sampai dibawah 100.11. Setelah itu jumlah leukosit turun secara bertahap dan pada umur 21 tahun jumlah leukosit berkisar antara 4500. mikroorganisme atau jaringan asing. Leukositosis dapat terjadi secara fisiologik maupun patologik.000/ l. Nilai normal leukosit: Dewasa Bayi / anak Bayi baru lahir : 4000-10. tetapi jarang lebih dari 11. . yaitu cara automatik menggunakan mesin penghitung sel darah (hematology analyzer) dan cara manual dengan menggunakan pipet leukosit. Pada bayi baru lahir jumlah leukosit tinggi. Keburukan cara automatik adalah harga alat mahal dan sulit untuk memperoleh reagen karena belum banyak laboratorium di Indonesia yang memakai alat ini.000 /µL Hitung Leukosit Hitung leukosit adalah menghitung jumlah leukosit per milimeterkubik atau mikroliter darah. kejang.000/ l.000 / l. penyimpangan dari keadaan basal dan lain-lain. Leukosit merupakan bagian penting dari sistem pertahanan tubuh. Terdapat dua metode yang digunakan dalam pemeriksaan hitung leukosit. sekitar 10. sedangkan penurunan jumlah leukosit di bawah normal disebut lekopenia. Pada keadaan basal jumlah leukosit pada orang dewasa berkisar antara 5000 ² 10. kamar hitung dan mikroskop. Jumlah Normal: 150.000/ µL : 9000-30. gangguan emosi. sehingga hitung julah leukosit merupakan indikator yang baik untuk mengetahui respon tubuh terhadap infeksi. Peningkatan jumlah leukosit di atas normal disebut leukositosis. maka keadaan tersebut disebut leukositosis. sedang pada cara manual kesalahannya sampai 10%. waktu yang diperlukan lebih singkat dan kesalahannya lebih kecil yaitu 2%. takhikardi paroksismal.

epinefrin. anemia sel sabit . hipertiroidisme Umumnya pada keadaan stress. prokainmid. syok. Tiap jenis sel darah putih dinyatakan dalam persen (%). Dapat juga terjadi miokard infark. digitalis. terutama virus. atopi/ alergi dan infeksi hiperfungsi parasit adrenokortikal. yang masing-masingnya memiliki fungsi yang khusus dalam melawan patogen. penyakit kolagen. diuretika. Terdapat lima jenis leukosit. dan antibiotika. vankomisin. Penurunan jumlah leukosit dapat terjadi pada penderita infeksi tertentu. kerusakan Infeksi virus. Sel-sel itu adalah neutrofil. eosinofil. malaria. tuberkolosis. anemia perisiosa). rimpamfin. PTU. luka bakar. sulfonamide. Untuk melakukan hitung jenis leukosit.Peningkatan leukosit juga dapat menunjukan adanya proses infeksi atau radang akut.4-1% 40-100/µL Eosinofil 1-3% 100-300/µL 55-70% Melebihi nilai normal Kurang dari nilai normal inflamasi. Tabel 2. Hasil hitung jenis leukosit memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai infeksi dan proses penyakit. Leokopenia dapat juga disebabkan penggunaan obat terutama saetaminofen. infeksi atau inflamasi kehamilan. diazepam. meningitis. indometasin. pertama membuat sediaan apus darah yang diwarnai dengan pewarna Giemsa. anemia hemolitik. Hitung Jenis Leukosit Jenis Basofil Nilai normal 0. dan antibiotika terutama ampicillin. dan kloramfenikol) Hitung Jenis Leukosit Hitung jenis leukosit digunakan untuk mengetahui jumlah berbagai jenis leukosit. Untuk mendapatkan jumlah absolut dari masing-masing jenis sel maka nilai relatif (%) dikalikan jumlah leukosit total (sel/ l). netrofil adalah sel yang paling tinggi persentasinya hampir selalu leukopenia disebabkan netropenia. dan basofil. misalnya: aspirin. metildopa. monosit. kalium yodida. Hitung jenis leukosit hanya menunjukkan jumlah relatif dari masing-masing jenis sel. kemoterapi kanker. alopurinol. reaksi tahap penyembuhan hipersensitivitas. Wright atau May Grunwald. tonsilitis. antidiabetika oral. eritromisin. misalnya pneumonia. haparin. barbiturate. dan stress karena pembedahan ataupun gangguan emosi. sirosis hepatis. hasilnya dinyatakan dalam sel/ L. reumaotid artritis. tetracycline. leukemia. Peningkatan leukosit juga bisa disebabkan oleh obat-obatan. Neutrofil . Karena pada hitung jenis leukosit.(penicilin. Jumlah absolut dihitung dengan mengalikan persentase jumlah dengan hitung leukosit. stress. Leukopenia adalah keadaan dimana jumlah leukosit kurang dari 5000/µL darah. Amati di bawah mikroskop dan hitung jenis-jenis leukosit hingga didapatkan 100 sel. SLE. metisilin. leukemia. alkoholik. dan streptomycin. luka bakar. sulfonamide. litium. Inflamasi. cefalosporin. dan penyakit hemopoetik(anemia aplastik. kanker. kanamisin. dll. penyakit parasit. apendisitis. limfosit. fenotiazin.

dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan). apendisitis. Hasil pemeriksaan LED dengan menggunakan kedua metode tersebut sebenarnya tidak seberapa selisihnya jika nilai LED masih dalam batas normal.(2500-7000/µL) Bayi Baru Lahir 61% Umur 1 tahun 2% Segmen 50-65% (2500-6500/µL) Batang 0-5% (0500/µL) 20-40% 1700-3500/µL BBL 34% 1 th 60% 6 th 42% 12 th 38% 2-8% 200-600/µL Anak 4-9% Laju Endap Darah jaringan. hemolytic disease of newborn. kerusakan jaringan (nekrosis). Tetapi jika nilai LED meningkat. pengaruh obat autoimun/idiopatik. SLE< anemia aplastik RA Laju endap darah (erithrocyte sedimentation rate. pancreatitis akut. LED merupakan uji yang tidak spesifik. Dengan metode Westergreen bisa didapat nilai yang lebih tinggi. LED dijumpai meningkat selama proses inflamasi akut. leukemia mielositik. peyakit Hodgkin. Metode yang digunakan untuk pemeriksaan LED ada dua. . hal itu disebabkan panjang pipet Westergreen yang dua kali panjang pipet Wintrobe. parasit. rheumatoid. anemia hemolitik. maka hasil pemeriksaan dengan metode Wintrobe kurang menyakinkan. dengan satuan mm/jam. SLE. pemberian steroid yang berlebihan Monosit Infeksi virus. gagal ginjal. yaitu metode Wintrobe dan Westergreen. ESR) adalah kecepatan sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku. Leukemia limfositik. malignansi. penyakit kolagen. infeksi akut dan kronis. International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) merekomendasikan untuk menggunakan metode Westergreen. kolesistitis akut. leukemia. pengaruh obat-obatan Limfosit infeksi kronis dan virus kanker.

Penilaian hasil pemeriksaan hematologi rutin. 11-42. 2009. hal. Nilai Rujukan 1. o Sampel darah yang telah diencerkan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabung Westergreen sampai tanda/skala 0. Ronald AS. Jakarta: EGC. . o Sampel dimasukkan ke dalam tabung Wintrobe menggunakan pipet Pasteur sampai tanda 0. Tinjauan klinis hasil pemeriksaan laboratorium. jauhkan dari getaran maupun sinar matahari langsung. 2004. 30: 28-31. edisi 11. Penuntun laboratorium klinik. Metode Wintrobe : y y Laki-laki : 0 ± 9 mm/jam Perempuan 0 ± 15 mm/jam Referensi Dharma R.85%). 1983. Metode Westergreen y y y y o Untuk melakukan pemeriksaan LED cara Westergreen diperlukan sampel darah citrat 4 : 1 (4 bagian darah vena + 1 bagian natrium sitrat 3. Richard AMcP. Jakarta: Dian Rakyat. Gandasoebrata R. Immanuel S. o Biarkan tepat 1 jam dan catatlah berapa mm menurunnya eritrosit. o Biarkan tepat 1 jam dan catatlah berapa mm penurunan eritrosit. o Letakkan tabung dengan posisi tegak lurus. o Tabung diletakkan pada rak dengan posisi tegak lurus. Metode Wintrobe y y y y o Sampel yang digunakan berupa darah EDTA atau darah Amonium-kalium oksalat. Wirawan R. Homogenisasi sampel sebelum diperiksa. Metode Westergreen: y y Laki-laki : 0 ± 15 mm/jam Perempuan : 0 ± 20 mm/jam 1. 1.Prosedur pemeriksaan LED yaitu: 1. alih bahasa : Brahm U. editor : Huriawati Hartanto. Cermin Dunia Kedokteran.2 % ) atau darah EDTA yang diencerkan dengan NaCl 0. Homogenisasi sampel sebelum diperiksa. Pendit dan Dewi Wulandari.85 % 4 : 1 (4 bagian darah EDTA + 1 bagian NaCl 0.

Jika semua tabung sudah masuk. 4. Stuttgart: Thieme.Alat akan memutar secara otomatis. 2008. kemudian tekan tombol di monitor. 6.Jika alat selesai digunakan. 9-20. trigriseride. Graham SS. HbsAg. SGOT. Diem H. Standart operasional prosedur : 1. apabila merubah kecepatan dan waktunya. 3.Tekan stop.Alat sudah diprogram dengan kecepatan 2000 rpm selama 10 menit. Standart operasional alat : 1. Yogyakarta: Amara Books.alat ini dapat memeriksa antara lain : gula darah. 2006. bilirubin. In: Henry¶s clinical diagnosis and management by laboratory methods.Hidupkan komputer dengan terlebih dahulu tekan tombol CPU. SGPT. Quote: Multi Analyzer Spoiler for : Fungsi alat : Merupakan alat yang digunakan untuk pemeriksaan kimia darah.Masukan tabung yang akan di centrifuge dengan posisi yang seimbang. 2nd ed. dan buka penutupnya lalu ambil tabung-tabung yang sudah di centrifuge. dan apabila sudah selesai dan alat akan berhenti secara otomatis. asam urat. 3. matikan alat dengan menekan power off. . 7. 5. cholestrol. Vajpayee N.Perhatikan monitor. hal. tekan tombolnya sampai lampunya hidup. hal. Pincus MR. protein. China: Saunders Elsevier. Theml H. creatinin. Mengenal penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium. 21st ed. akan meminta PIN. tekan tombol printer baru tekan tombol pada alat analyzer.Hidupkan alat dengan menekan power ON 2. Editor: McPherson RA. program disesuaikan. principal microscopic and clinical diagnosis.Sutedjo AY. HDL. Color atlas of hematology. 2.yang bekerja secara otomatis dengan memasukkan sampel darah 30 pasien untuk sekali operasional. tutup penutupnya lalu tekan start. Centrifuge Spoiler for : fungsi alat : merupakan alat yang memanfaatkan gaya centrifugal untuk memisahkan partikel dari satu benda cair atau untuk memisahkan benda cair dari kepadatan berbeda. Bem S. 4. ureum. 2004. saling berhadapan. . 17-35. Haferlach T.Nyalakan UPS. Basic examination of blood and bone marrow. ketik dengan huruf kecil ³lab´ kemudian enter.Pada layar monitor akan terlihat gambaran bulatan besar dengan lubang-lubang tempat mengisi reagent dan sample pemeriksaan. LDL.

HB.Apabila ada sample pemeriksaan sebelum melakukan pemeriksaan tekan status untuk mengetahui kondisi apakah PH. kemudian klik macam pemeriksaan yang akan dilakukan quality control. Pco2 dan Po2 kondisinya OK. Apabila pemeriksaan sudah selesai. 2 kapiler).Nyalakan power ON 2. 7. terlebih dahulu ³priming´ caranya klik priming geser kursor ke kiri pad asystem liquid. alat akan melakukan pemeriksaan secara otomatis.Alat akan menghitung secara otomatis dalam waktu yang relatif cepat hasil akan keluar melalui .Apabila pada kolom massage ada tulisan work complete. baru komputer monitor. 12. 11. klik pada tombol metode. 3. tekan Analyzer. printer. 8. berarti pemeriksaan sudah selesai dan lihat hasilpemeriksaan dengan cara click result dan click patient akan terlihat nilai-nilai hasil pemeriksaan. F102 (volume oksigen yang dilorelasi dengan persen lihat daftar). Alat akan melakukan kalibrasi secara otomatis. lalu masukan data-data dengan cara klik clinik chemistry. 6.Setiap pertama kali menghidupkan alat. jenis sample (0 arteri.Lakukan daftar isian seperti yang terlihat dilayar monitor. setelah terdengar suara menderu segera lakukan stop priming caranya klik pada tulisan priming dan klik lagi pada stop priming. namun apabila nilai kontrol tidak masuk lakukan calibrasi. click pada play. 9.Ketik nama pasien serta macam pemeriksaanya pada test request secara urut. apabila samplenya jumlah serumnya sedikit pakai cara pediatric. caranya klik pada kolom kontrol kemudian geser kursor ke kiri.Lakukan terlebih dahulu pemeriksaan control sera. 5. suhu badan.Apabila alat sudah dalam kondisi ready for analysa berarti alat sudah siap melakukan pemeriksaan. 6. 10. lakukan pemeriksaan sesuai dengan permintaan pemeriksaan di formulir pasien. 4. Selang pengisap sample akan keluar secara otomatis kemudian masukan sample bersamaan tekan lagi analyzer sampai sample terhisap secara otomatis selang akan masuk sendiri. sample ID . 1 vena.Print hasil yang sudah selesai dengan kertas printer. Masukan sample secara urut pada tempat yang telah diprogram. lalu klik kontrol yang dipakai yaitu diacon/preanom. Quote: Blood Gas Analyzer Spoiler for : Fungsi alat : Merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kadar gas dalam darah (arteri dan vena) yang dapat dilakukan dengan cepat dan teliti dalam waktu 90 detik untuk satu sampel darah. kemudian clear 2x. Apabila kondisinya UC (Un Caliblasi) lakukan kalibrasi yaitu tekan calibrate kemudian enter. alat akan priming otomatis. Standart operasional prosedur : 1.Apabila nilai kontrol masuk. . Jika OK sample langsung dapat diperiksa. 13.Setelah sample dan reagent sudah masuk ke dalam alat. matikan alat dahulu. lalu kalibrasi dengan cara tekan calibrate kemudian enter.Sebelum melakukan pemeriksaan.5.Masukan reagent sesuai nomor tempat reagent yang telah diprogram.

trigriseride.Biarkan alat melakukan inisialisasi secara otomatis dan stabilisasi lampu 4. jika muncul jendela ³Absorbency deviation too big. asam urat.Ikuti petunjuk pada kotak di sebelah kanan bawah dengan memasukan DISTILLED WATER pada selang penghisap dan tekan tombol SEMPEL 5. tekan tombol sampel 8.printer. are you retry ? yes / no´ pilih yes dan ulangi langkah 5dst hingga muncul test menu.Sambungkan mouse dan kabel power ke UPS/ stabiliser 2. Tekan OK b.Pilih pemeriksaan yang akan dibaca.Pemeriksaan standard a.Siapkan aquabidest dalam jumlah yang cukup banyak . MEMULAI PEMBACAAN 1.Setelah 20 detik tekan RINSE 7. .alat ini dapat memeriksa antara lain : gula darah.Nilai kontrol akan tertera 7. Quote: Semi Auto Chemistry Analyzer Spoiler for : Fungsi alat : Merupakan alat yang digunakan untuk jenis pemeriksaan kimia darah. Standart operasional prosedur : MENGHIDUPKAN ALAT 1.Nilai standard dan standard kurva akan tertera c. standar (jika diperlukan) dan quality control reagent (jika diperlukan) yang akan dibaca. protein.Klik OK 4. dengan menggunakan campuran reagent sebagai metode pembacaan.Siapkan reagent.Pemeriksaan kontrol a.Nilai pada kolom DEVIATION OF ABS. creatinin.Klik CAL lalu masukan reagen standard pada selang penghisap lalu tekan tombol sempel b.Alat siap dipergunakan.Tekan tombol ON/OFF dibelakang alat 3. akan terisi secara otomatis. sample. cholestrol. 9. bilirubin. letakan cukup selang pengsihap dan tekan RINSE (proses pembersihan flow cell) 6. 3. ureum.Siapkan aqua bides dalam jumlah cukup banyak pada selang penghisap pada tombol RINSE.Klik CANCEL jika sampel terakhir sudah dibaca 9.Untuk pengecekan kontrol : klik QC lalu pilih kontrol 1atau kontrol 2.Setelah itu dilayar akan tertera ³SIPPER DISTILLED WATER´ 5. 2. biarkan selama 20 detik lalu tekan tombol RINSE .Letakan aquabidest pada selang penghisap dan tekan tombol SAMPLE 8.Klik SAVE untuk menyimpan nilai standard baru atau klik PRINT untuk mencetak nilai standard 6.Ikuti petunjuk pada kotak di sebelah kanan bawah dan siapkan cairan sesuai petunjuk yang tertera.

Ca.Nilai tidak sesuai (terlalu tinggi atau rendah) ³solusi : lakuakn kalibrasi ulang dan baca sampel calibration solution´ .Proses menginstrument 7.Nyalakan alat dengan menekan power ON.Hidupkan power ON ada di belakang alat 2. kalsium. Standart operasional prosedur : Prosedur penggunaan alat 1.Na. clorida.Insert sampel serum (automatic sampeling) tarik tangkai jarum 5. Standart operasional prosedur : 1.Alat dalam keadaan kondisi ready Prosedur perawatan 1.alat ini di setting secara otomatis untuk mengkalibrasi setiap 30 menit. K.Quote: Elektrolit Analyzer Spoiler for : Fungsi alat : Merupakan alat yang digunakan untuk memeriksa kadar elektrolit dalam tubuh pasien.Finish Prosedur kalibrasi 1.Lakukan proses CAL 2 ³alat dalam kondisi ready´ 4. natrium. lakukan penggantian iner solution ion elektroda´ 2.Lakuakn berulang-ulang Trouble shooting 1.Hisapkan protein removing laiknya sampel 2. Cl over flow ³solusi : bersihkan aspirasi system (terjadi sumbatan).Ada suara BIB ³masukan kembali tangkai jarum´ 6.Pipet tidak menghisap (no sampel) ³solusi : bongkar dan bersihkan system aspirasi (terjadi sumbatan)´ 3. .Proses inisialisasi alat ³alat dalam stand by´ 3.Tekan CAL 2 3. lekosit. ph.Tekan CAL 1 2. Quote: Hematologi Analyzer Spoiler for : Fungsi alat : Merupakan alat yang digunakan untuk pemeriksaan hematologi klinik.yang berupa kalium. trombosit dan hematokrit pasien yang dirawat. guna mengetahui kadar hemoglobin.

SpPK PENDAHULUAN Hemostasis adalah kemampuan alami untuk menghentikan perdarahan pada lokasi luka oleh spasme pembuluh darah.Perhatikan lampu kecil yang berkedap-kedip. 3. DASAR PEMERIKSAAN KOAGULASI DARAH DAN INTERPRETASI DASAR PEMERIKSAAN KOAGULASI DARAH DAN INTERPRETASI Dr Indrayani Ps. yaitu: trombosit. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai patofisiologik dan . jika alat dalam keadaan stand by sebelum melakukan pemeriksaan tekan tombol warna hijau (Sampling Bar) sampai alat dalam keadaan ready. adanya koordinasi dari endotel pembuluh darah. Fungsi utama mekanisme koagulasi adalah menjaga keenceran darah (blood fluidity) sehingga darah dapat mengalir dalam sirkulasi dengan baik. apabila lampu sudah mati segera lepaskan sample. MSiMed. 5. procoagulant plasma protein faktors. Interaksi komponen ini dapat memacu terjadinya thrombosis disebut sebagai sifat prothrombotik dan dapat juga menghambat proses thrombosis yang berlebihan. adhesi trombosit dan keterlibatan aktif faktor koagulasi. natural anticoagulant proteins. disebut sebagai sifat antithrombotik. endotel vaskuler. Faal hemostasis dapat berjalan normal jika terdapat keseimbangan antara faktor prothrombotik dan faktor antithrombotik. masukan sample pemeriksaan pada jarum sample sambil ditekan sampling bar. 6. Hemostasis terdiri dari enam komponen utama. serta membentuk thrombus sementara atau hemostatic thrombus pada dinding pembuluh darah yang mengalami kerusakan (vascular injury). Semua komponen ini harus tersedia dalam jumlah cukup. 4. hasil akan keluar secara otomatis lewat printer. agregasi trombosit dan aktivasi jalur koagulasi.Apabila alat sudah ready.Alat akan melakukan penghitungan secara otomatis. dengan fungsi yang baik serta tempat yang tepat untuk dapat menjalankan faal hemostasis dengan baik.2. protein fibrinolitik dan protein antifibrinolitik. .Apabila pemeriksaan sudah selesai.Perhatikan alat dalam keadaan ready.

Proses selanjutnya adalah pembentukan intrinsic tenase complex yang melibatkan FIXa. yaitu dilakukan insisi dengan lanset sepanjang 10 mm dan kedalaman 1 mm di lengan bawah kemudian setiap 30 detik darah dihapus dengan kertas filter sampai perdarahan berhenti.000/ mm3. Proses ini jika dilihat secara skematik tampak sebagai suatu air terjun (waterfall) atau sebagai suatu tangga (cascade). Bentuk aktif ini sebagian besar merupakan serine protease yang memecah protein pada asam amino tertentu sehingga protein pembeku tersebut menjadi aktif. maka thrombin akan mengaktifkan faktor IX menjadi FIXa lebih lanjut. PATOFISIOLOGI DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM Hemostasis normal dapat dibagi menjadi dua tahap: yaitu hemostasis primer dan hemostasis sekunder. Jalur ekstrinsik berlangsung pendek karena dihambat oleh tissue factor pathway inhibitor (TFPI). tissue factor dan kalsium (disebut sebagai extrinsic tenase complex) mengaktifkan faktor X menjadi FXa dan faktor IX menjadi FIXa. Kompleks FVIIa. Sebagai hasil akhir adalah pemecahan fibrinogen menjadi fibrin yang akhirnya membentuk cross linked fibrin. untuk mencegah terjadinya aktivasi faktor pembekuan . Trombositopenia akibat defek produksi oleh sumsum tulang menyebabkan pemanjangan BT lebih berat dibandingkan trombositopenia akibat destruksi berlebih trombosit. sebaiknya digunakan 2 semprit dimana darah pada semprit pertama dibuang karena dikhawatirkan tercemar tromboplastin jaringan . juga dibantu oleh trombosit. Langkah berikutnya adalah pembentukan kompleks yang terdiri dari FXa. pasien dengan riwayat keluarga gangguan perdarahan.prinsip pemeriksaan laboratorium dari masing2 faktor yang berperan dalam proses koagulasi dan interpretasi hasilnya. harus selesai dalam 3 jam setelah pengambilan darah. yaitu jalur ekstrinsik (extrinsic pathway) dan jalur intrinsik (intrinsic pathway).Cara pengambilan darah : Hindari masuknya tromboplastin jaringan. Jalur ekstrinsik dimulai jika terjadi kerusakan vaskuler sehingga faktor jaringan (tissue factor) mengalami pemaparan terhadap komponen darah dalam sirkulasi. defek fungsi trombosit (Bernard-Soulier disease dan Glanzmann¶s thrombasthenia) . Pada hemostasis primer yang berperan adalah komponen vaskuler dan komponen trombosit. Akhir-akhir ini peran faktor XII. nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID). Bila harus ditunda. inhibitor siklooksigenase. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : . Prinsip pemeriksaannya adalah mengukur lamanya waktu perdarahan setelah insisi standart pada lengan bawah atau cuping telinga. Disini terjadi deposisi fibrin pada sumbat trombosit sehingga sumbat ini menjadi lebih kuat yang disebut sebagai stable fibrin plug.Antikoagulan : Natrium sitrat 0. obatobatan (aspirin/ ASA.Penampung : Bahan plastik atau gelas yang dilapisi silikon. Intrinsic tenase complex akan mengaktifkan faktor X menjadi FXa. Pasien dengan von Willebrand¶s disease hasil BT memanjang karena faktor von Willebrand merupakan trombosit agglutination . Pemeriksaan BT dapat dilakukan dengan metoda Ivy . heparin.000/ mm3). disseminated intravascular coagulation (DIC). HMWK dan prekalikrein dalam proses koagulasi dipertanyakan. Proses koagulasi dapat dimulai melalui dua jalur. Sedangkan pada hemostasis sekunder yang berperan adalah protein pembekuan darah.Semprit dan jarum : ukuran besar. posfolipid dari PF3 serta kalsium yang disebut sebagai prothrombinase complex yang mengubah prothrombin menjadi thrombin yang selanjutnya memecah fibrinogen menjadi fibrin. atau dengan metoda Duke dengan cara yang sama insisi di lokasi cuping telinga sedalam 3-4 mm. prekalikrein dan high molecular weigth kinninogen (HMWK) yang kemudian mengaktifkan faktor IX menjadi FIXa. Von Willebrand's disease. posfolipid dari PF3 (trombosit factor 3) dan kalsium.Kontrol : Diperiksa 1 kontrol normal (tersedia secara komersial) dan 1 kontrol abnormal . BT memanjang pada gangguan fungsi trombosit atau jumlah trombosit dibawah 100. Bleeding time digunakan untuk pemeriksaan penyaring hemostasis primer atau interaksi antara trombosit dan pembuluh darah dalam membentuk sumbat hemostatik. Faktor jaringan dengan bantuan kalsium menyebabkan aktivasi faktor VII menjadi FVIIa. alkohol.Penyimpanan dan pengiriman bahan : Sampel darah segera dikerjakan. begitu terbentuk sedikit thrombin. plasma sitrat disimpan dalam tempat plastik tertutup dalam keadaan beku Bleeding Time Bleeding time (BT) menilai kemampuan darah untuk membeku setelah adanya luka atau trauma. Jadi jalur ekstrinsik hanya memulai proses koagulasi. Disini terbentuk sumbat trombosit (trombosit plug) yang berfungsi segera menutup kerusakan dinding pembuluh darah. Pada pemeriksaan hemostasis. antibiotika) dan hipofibrinogenemia. dimana trombosit berinteraksi dengan dinding pembuluh darah untuk membentuk bekuan. pasien dengan perdarahan yang memanjang setelah luka. termasuk didalamnya trombositopenia (biasanya dibawah 100. Proses koagulasi pada hemostasis sekunder merupakan suatu rangkaian reaksi dimana terjadi pengaktifan suatu prekursor protein (zymogen) menjadi bentuk aktif. gangguan fungsi trombosit heriditer. sehingga proses koagulasi dilanjutkan oleh jalur intrinsik. betablockers. paling kecil nomor 20 . defek vaskuler kegagalan vasokonstriksi). warfarin.109 M dengan pernbandingan 9 bagian darah dan 1 bagian Natrium sitrat. Pemanjangan BT menunjukkan adanya defek hemostasis. Untuk hitung trombosit antikoagulan yang dipakai adalah Na2EDTA . Jalur intrinsik dimulai dengan adanya contact activation yang melibatkan faktor XII. FVIIIa. FVa.

Indikasi pemeriksaan ACT adalah setelah pemberian dosis awal bolus Heparin. dimana kontak darah dengan permukaan artifisial mesin akan memacu koagulasi membentuk bekuan darah. Perubahan faktor V dan VII akan memperpanjang PT selama 2 detik atau 10% dari nilai normal. Hipotermia akan memperlambat pembentukan bekuan darah. Prinsip pemeriksaan ACT adalah mengukur waktu terbentuknya fibrin dengan cara interaksi sampel darah dengan activating agent Kaolin pada alat.Keadaan tertentu misalnya antibodi lupus dan defisiensi faktor pembekuan darah ACT diukur dalam satuan detik. digunakan terutama pada kateterisasi jantung dan bedah jantung terbuka CABG. trombositopenia. suatu antikoagulan alami pada jalur intrinsik. Resistensi Heparin dapat disebabkan oleh penurunan kemampuan dan fungsi AT III. Pemeriksaan PT digunakan untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan jalur bersama. Sampel darah dapat berupa whole blood atau darah sitrat. Jadi INR adalah rasio PT yang mencerminkan hasil yang akan diperoleh bila .Hipotermia . nitrogliserin. faktor V (proakselerin). digunakan sebagai pencegahan dan terapi tromboemboli. Heparin memerlukan kofaktor AT III (anti trombin III).protein. Protrombin (F II) dikonversi menjadi thrombin oleh tromboplastin untuk membentuk bekuan darah. Usaha untuk mengatasi variasi kepekaan ini dilakukan dengan menggunakan sistem INR (International Normalized Ratio). International Committee for Standardization in Hematology (ICSH) menganjurkan tromboplastin jaringan yang digunakan harus distandardisasi dengan tromboplastin rujukan dari WHO dimana tromboplastin yang digunakan dikalibrasi terhadap sediaan baku atas dasar hubungan linier antara log rasio waktu protrombin dari sediaan baku dengan dari tromboplastin lokal. selama dan beberapa saat setelahnya). ACT mengukur efek inhibisi Heparin terhadap koagulasi bukan konsentrasi Heparin dalam darah. dan faktor X (faktor Stuart). Clotting time memanjang bila terdapat defisiensi berat faktor pembekuan pada jalur intrinsik dan jalur bersama. yaitu : faktor I (fibrinogen). BT normal tidak menyingkirkan kemungkinan terjadinya perdarahan hebat pada tindakan invasif.Bahan kateter jantung dan clearing heparin flush . untuk dapat bertindak sebagai antikoagulan. pemeriksaan biasanya dilakukan secara serial. Dilakukan dengan cara menambahkan campuran kalsium dan tromboplastin pada plasma. Makin tinggi hasil ACT maka makin tinggi derajat inhibisi pembekuan darah. Monitoring sangat penting pada terapi Heparin ok bila dosis tidak mencukupi untuk menghambat koagulasi akan terbentuk bekuan darah di sepanjang pembuluh darah dan bila dosis heparin berlebihan akan terjadi komplikasi perdarahan yang mangancam jiwa. antikoagulan oral (memperpanjang waktu pembekuan).Hemodilusi . selama dan beberapa saat setelah operasi jantung Selama operasi berlangsung. INR didapatkan dengan membagi nilai PT yang didapat dengan nilai PT normal kemudian dipangkatkan dengan ISI di mana ISI adalah International Sensitivity Index. trombositosis. suatu inhibitor pembekuan darah yang diberikan secara intravena karena tidak efektif diabsorbsi dari traktus digestivus. ACT dipertahankan dalam batas 175-225 detik sampai keadaan pasien stabil. Activated Clotting Time (ACT) ACT pertama kali ditemukan oleh Hatterseley pada tahun 1966. tindakan kateterisasi jantung. darah difiltrasi dan dioksigenasi diluar tubuh menggunakan mesin jantung paru. ACT dipertahankan pada batas bawah dimana pasien diharapkan tidak dapat membentuk bekuan darah. faktor II (prothrombin). tindakan lain yang memerlukan antikoagulan dosis tinggi.Jumlah dan fungsi trombosit Trombosit yang teraktivasi selama operasi biasanya menjadi disfungsional . adalah pemeriksaan waktu pembekuan untuk monitoring terapi antikoagulasi Heparin. Heparin adalah polisakarida. dengan dosis tinggi Heparin akan mencegah terbentuknya bekuan darah. PT diukur dalam detik. terapi antikoagulan sistemik (Heparin). Sensitivitas pasien terhadap Heparin sangat bervariasi dipengaruhi oleh obat-obatan seperti nitrogliserin.Tidak dilakukannya pemanasan alat hingga 37º C . bedah jantung terbuka (sebelum. Tromboplastin dapat dibuat dengan berbagai metoda sehingga menimbulkan variasi kepekaan terhadap penurunan faktor pembekuan yang bergantung pada vitamin K dan menyebabkan pengukuran waktu protrombin yang sama sering mencerminkan ambang efek antikoagulan yang berbeda. Selama operasi CABG. AT III bersama Heparin mengikat faktor koagulasi yang teraktivasi dan trombin sehingga menghambat terbentuknya fibrin. Setelah operasi. umur pasien. Beberapa keadaan yang dapat mempengaruhi hasil ACT adalah : . kemudian secara elektronik diukur waktu terbentuknya serabut fibrin. konsentrasi hemoglobin.Pemberian Protamine sulfate . faktor VII (prokonvertin). Heparin dosis tinggi diberikan sebelum. >br> Masa Protrombin Plasma (PT) Protrombin disintesis oleh hati dan merupakan prekursor tidak aktif dalam proses pembekuan. misalnya pada hemofilia (defisiensi F VIIc dan F Ixc).

metode ini masih dapat digunakan. kontrasepsi oral. dapat berasal dari manusia.tromboplastin baku WHO yang digunakan. kininogen. afibrinogenemia. APTT memanjang karena defisiensi faktor koagulasi instrinsik dan bersama jika kadarnya lebih dari 7 detik dari nilai normal. micronized silica atau celite. deep vein thrombosis (DVT). kloramfenikol. tumbuhan dan hewan. reserpin. terapi jangka pendek setelah operasi misal knee replacements. hemorrhagic disease of the newborn (HDN). Reagen yang digunakan adalah kalsium tromboplastin. VII. neomisin. Tetapi pada keadaan dimana kadar fibrinogen sangat rendah dan tidak dapat dideteksi dengan alat otomatis. Sampel disentrifus selama 10 menit dengan kecepatan 2. mitramisin. faktor VIII (antihemophilic factor. Pada penyakit hati PT memanjang karena sel hati tidak dapat mensintesis protrombin. disseminated intravascular coagulation (DIC). kanamisin. Teknik manual memiliki bias individu yang sangat besar sehingga tidak dianjurkan lagi. streptomisin. pre-kalikrein. gangguan reabsorbsi usus. Darah sitrat harus diperiksa dalam waktu selambat-lambatnya 2 jam setelah pengambilan. V. foto-optik atau elektromekanik.0 ( tromboplastin yang kurang peka mempunyai ISI > 1. difenilhidantoin . tetrasiklin). Masa tromboplastin parsial teraktivasi (activated partial thromboplastin time. dikumarol). karbenisilin. digitalis. yaitu tromboplastin jaringan dalam larutan CaCl2. Metode otomatis dapat memeriksa sampel dalam jumlah besar dengan cepat dan teliti. faktor IX (factor Christmas). Reagen komersil yang dipakai misalnya CK Prest 2 yang berasal dari jaringan otak kelinci dengan kaolin sebagai aktivator. difenhidramin. Pengaruh Obat : barbiturate. PT memanjang karena defisiensi faktor koagulasi ekstrinsik dan bersama jika kadarnya <30%. Prinsip dari pemeriksaan APTT adalah menginkubasikan plasma sitrat yang mengandung semua faktor koagulasi intrinsik . heparin. infark miokardial. yaitu minimal satu minggu terapi. ellagic acid. Pemanjangan PT dapat disebabkan pengaruh obat-obatan : vitamin K antagonis. PT dapat diukur secara manual (visual). Sediaan baku yang pertama mempunyai ISI = 1. maka hasil pemeriksaan itu dianggap abnormal. yang menggunakan metode foto-optik dan elektro-mekanik. sedangkan ISI merupakan ukuran kepekaan sediaan tromboplastin terhadap penurunan faktor koagulasi yang bergantung pada vitamin K.109 M) dengan perbandingan 9:1. Faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan PT adalah sampel darah membeku. defisiensi faktor koagulasi (II. paru atau otak dan paru dari kelinci dalam larutan CaCl2 dengan pengawet sodium azida (misalnya Neoplastine CI plus) . Teknik manual memiliki bias individu yang sangat besar sehingga tidak dianjurkan lagi. X). PTA).5 ± 3. Prinsip pengukuran PT adalah menilai terbentuknya bekuan bila ke dalam plasma yang telah diinkubasi ditambahkan campuran tromboplastin jaringan dan ion kalsium. membiarkan sampel darah sitrat disimpan pada suhu kamar selama beberapa jam. Standar INR tidak boleh digunakan jika pasien baru memulai terapi warfarin untuk menghindari hasil yang salah pada uji. INR digunakan untuk monitoring terapi warfarin (Coumadin) pada pasien jantung. salisilat/ aspirin. INR hanya boleh digunakan setelah respons pasien stabil terhadap warfarin. klordiazepoksid. sulfonamide.2% (0. faktor II (protrombin) dan faktor I (fibrinogen). diuretik. yaitu faktor XII (faktor Hagemen). Penyimpanan sampel plasma pada suhu 2-8 oC menyebabkan teraktivasinya F VII (prokonvertin) oleh sistem kalikrein.0). dengan aktivator seperti kaolin. rifampisin dan metaproterenol. Beberapa jenis tromboplastin yang dapat dipergunakan misalnya : . Pemanjangan PT dijumpai pada penyakit hati (sirosis hati. faktor X (faktor Stuart). klorpromazin. Pasien dalam terapi antikoagulan diharapkan nilai INR nya 2-3 . hepatitis. Pemeriksaan APTT dapat dilakukan dengan cara manual (visual) atau dengan alat otomatis (koagulometer). antibiotik (penisilin.Tromboplastin jaringan berasal dari emulsi ekstrak organ otak. Reagen Patrhrombin SL menggunakan fosfolipid dari tumbuhan dengan aktivator micronized silica.5. APTT) adalah uji laboratorium untuk menilai aktifitas faktor koagulasi jalur intrinsik dan jalur bersama. abses hati. diet tinggi lemak (pemendekan PT) dan penggunaan alkohol (pemanjangan PT) >br> Masa Tromboplastin Parsial Teraktivasi Tromboplastin parsial adalah fosfolipid yang berfungsi sebagai pengganti trombosit factor 3 (PF3). quinidin. ikterus). Metode otomatis dapat memeriksa sampel dalam jumlah besar dengan cepat dan teliti. Bahan pemeriksaan PT adalah plasma sitrat yang diperoleh dari sampel darah vena dengan antikoagulan trisodium sitrat 3. stroke. metildopa). faktor V (proakselerin). Tes ini untuk monitoring terapi heparin atau adanya circulating anticoagulant. kanker hati. bila terdapat resiko tinggi terbentuk bekuan. fibrinolisis. Tetapi pada keadaan dimana kadar fibrinogen sangat rendah dan tidak dapat dideteksi dengan alat otomatis. embolisme pulmonal.Tromboplastin jaringan dari plasenta manusia dalam larutan CaCl2 dan pengawet (misalnya Thromborel S). Dengan demikian cara paling efektif untuk standardisasi pelaporan PT adalah kombinasi sistim INR dengan pemakaian konsisten tromboplastin yang peka yang mempunyai nilai ISI sama. metode ini masih dapat digunakan. fenilbutazon . katup jantung buatan. PT memendek pada tromboflebitis. antikoagulan oral (warfarin.500 g. iperluakn INR sekitar 2. AHF). faktor XI (plasma tromboplastin antecendent.

D-dimer juga dipakai untuk membantu melakukan diagnosis DIC . hipofibrinogenemia. Bekuan dapat juga berasal dari kerusakan aterosklerosis. Faktor XI .Leukemia (mielositik. Pada sebagian besar kasus. APTT memanjang dijumpai pada : 1.Malaria .Penyakit von Willebrand (hemophilia vaskular) . Pada proses pembentukan bekuan normal. Bahan pemeriksaan yang digunakan adalah darah vena dengan antikoagulan trisodium sitrat 3.Circulating anticoagulant (antiprothrombinase atau circulating anticoagulant terhadap suatu faktor koagulasi) . Jika dalam terapi heparin. venous thromboembolism). faktor-faktor pembekuan darah diaktifkan secara bersamaan di seluruh tubuh sehingga menyebabkan pembekuan darah di bagian tubuh yang dapat beresiko pendarahan berlebihan. pecahan bekuan menyebabkan emboli dan menyumbat arteri organ lain seperti otak (stroke) dan ginjal.Selama terapi antikoagulan oral atau Heparin Pasien dengan APTT panjang dan PT normal memiliki kelainan dalam jalur koagulasi intrinsik karena semua komponen uji aPTT kecuali koalin bersifat intrinsik terhadap plasma.500 g. sebagai positif. Penambahan kalsium akan memulai proses pembekuan (bekuan fibrin) dan waktu yang diperlukan untuk membentuk bekuan fibrin dicatat sebagai APTT. sedangkan pada PT panjang dan aPTT normal terjadi kelainan dalam jalur koagulasi ekstrinsik terhadap plasma. defisiensi protrombin.109 M) dengan perbandingan 9:1. Sampel disentrifus selama 15 menit dengan 5 oC. Paling sering ditemukan pada trombosis vena dalam (DVT) yang berhubungan dengan pembekuan darah di vena terutama di kaki yang menyebabkan penyumbatan alirah darah di kaki sehingga menimbulkan nyeri dan kerusakan jaringan.Penyakit hati (sirosis hati) . Faktor XII . ellagic acid. kecepatan 2. APTT dan jumlah trombosit untuk mendukung diagnosis. 2.2% (0.Koagulopati konsumtif. tetapi dapat juga terjadi pada arteri. plasma masih stabil dalam 2 jam pada suhu 20 Nilai normal uji APTT adalah 20 35 detik. Gunakan tabung plastik atau gelas yang dilapisi silikon. atau       . Defisiensi didapat dan kondisi abnormal seperti : . Pemeriksaan D-Dimer menggunakan metode latex agglutination yang dimodifikasi atau menggunakan automated coagulation analyzer (Coagulometer Sysmex CA-500) untuk mengukur D-Dimer secara kuantitatif. D. Keadaan ini dapat menimbulkan gumpalan kecil yang terpecah dan berjalan mengikuti aliran darah menuju bagian lain di tubuh sehingga dapat menimbulkan emboli paru (PE). Indikasi pemeriksaan D-dimer adalah pasien dengan gejala DVT . Kombinasi dari dua jenis trombosis ini diistilahkan dengan tromboembolisme vena (VTE. PE yang biasanya diikuti pemeriksaan PT.Bekuan pada sampel darah . Defisiensi bawaan . Fibrin monomer akan mengalami polimerisasi membentuk fibrin polimer yang selanjutnya oleh pengaruh faktor XIII akan terjadi ikatan silang.Jika faktor koagulasi tersebut normal. bervariasi untuk tiap laboratorium tergantung pada peralatan dan reagen yang digunakan. Pada DIC. bekuan darah terjadi di pembuluh vena. kemungkinan kekurangan HMW kininogen . kemungkinan kekurangan Faktor VIII. gigitan ular berbisa. Sampel darah vena dimasukan kedalam vacutainer yang mengandung sodium citras 9:1 dan dikirim ke laboratorium tanpa perlakuan khusus.Pengambilan sampel darah pada jalur intravena misal pada infus Heparin. Kemudian sampel ini disentrifugasi untuk mendapatkan supernatan untuk dilakukan pemeriksaan kadar D-Dimer. Kemudian plasmin akan memecah cross-linked fibrin yang akan menghasilkan D-Dimer. monositik) . Bekuan darah pada arteri koronaria dapat berasal dari aritmia jantung fibrilasi atrium atau kerusakan katup jantung yang dapat berakibat heart attack. D-dimer digunakan untuk membantu melakukan diagnosis penyakit dan kondisi yang menyebabkan hiperkoagulabilitas. mikronized silica atau celite koloidal).Sampel darah hemolisis atau berbusa akibat dikocok-kocok .kecuali kalsium dan trombosit dengan tromboplastin parsial (fosfolipid) dengan bahan pengaktif (mis. sehingga terbentuk crosslinked fibrin.Dimer D-Dimer adalah produk degradasi cross linked yang merupakan hasil akhir dari pemecahan bekuan fibrin oleh plasmin dalam sistem fibrinolitik.Jika PT normal.Defisiensi vitamin K. Faktor yang dapat mempengaruhi hasil APTT adalah : . Faktor IX. kaolin. bekuan fibrin terbentuk sebagai langkah akhir dari proses koagulasi yaitu dari hasil katalisis oleh trombin yang memecah fibrinogen menjadi fibrin monomer dengan melepaskan fibrinopeptida A dan fibrinopeptida B ( FPA dan FPB ). penyakit hati dan setelah melahirkan. yang dapat timbul dari berbagai situasi seperti pembedahan. Plasma dipisahkan dalam tabung plastik tahan 4 jam pada suhu 20 5 oC kalau sampling dengan antikoagulan citrate. suatu kecenderungan darah untuk membeku melebihi ukuran normal. seperti pada DIC .

Thrombin time Thrombin time (TT) diperoleh dengan menambahkan reagen thrombin ke plasma sitrate. stroke dan penyakit arteri perifer disebabkan oleh peningkatan viskositas. Reptilase digunakan untuk identifikasi Heparin sebagai penyebab pemanjangan TT. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan D-dimer antara lain : . stroke. keganasan.supernatan dapat disimpan pada suhu -200C stabil sampai 1 bulan. Fibrinogen sebagai prekursor fibrin.Hasil positif palsu pada usia tua. Pasien dengan defisiensi fibrinogen atau gangguan polimerisasi fibrinogen dysfibrinogenemia dapat mengalami perdarahan sehingga diperlukan koreksi dengan pemberian fresh frozen plasma (FFP). urokinase. tergantung dari metode yang digunakan. inflamasi (arthritis rheumatoid. kehamilan.Hasil negatif palsu pada terapi antikoagulan . konsekwensinya satu antibodi cukup untuk memacu reaksi aglutinasi yang kemudian di deteksi secara turbidimetrik dengan adanya peningkatan keseluruhan. trigliserid tinggi. Sampel darah untuk pemeriksaan menggunakan darah sitrat (vacutainer bertutup biru). merokok sigaret. Penurunan fibrinogen menyebabkan penurunan kemampuan tubuh membentuk bekuan darah yang stabil. post-partum. Fibrinogen dapat membentuk jembatan diantara trombosit dengan cara berikatan dengan protein membran GpIIb/ IIIa di permukaan trombosit. peningkatan koagulasi. peningkatan availabilitas untuk adhesi dan agregasi trombosit. karena tes ini mengukur aktivitas fibrinolitik dalam darah. Prinsip pemeriksaan D-dimer adalah terbentuknya ikatan kovalen partikel polystyrene pada suatu antibodi monoklonal terhadap cross linkage region dari D-Dimer. tranfusi darah masif dalam waktu singkat (hemodilusi). monitoring progresifitas suatu penyakit (misalnya penyakit hepar) dan monitoring terapi DIC. eklampsia. Peningkatan kadar DDimer menunjukan peningkatan produksi fibrin degradation products (FDP). diubah menjadi fibrin oleh thrombin dengan bantuan serine protease thrombin selama proses pembekuan. Nilai normal tergantung dari kadar thrombin yang dipakai. dengan pengisian darah sesuai agar tercapai ratio antikoagulant terhadap darah adalah satu bagian antikoagulan per sembilan bagian darah. . Kadar D-Dimer dalam batas nilai rujukan menunjukkan tidak terdapat penyakit atau keadaan akut yang menyebabkan pembentukan dan pemecahan bekuan. bilirubin. fibrinolisis abnormal. Rheumatoid factor. Fibrinogen. terdapat abnormalitas fungsi fibrinogen dengan jumlah normal. hipofibrinogenemia) atau kelainan didapat (stadium akhir penyakit hepar. Gangguan polimerisasi fibrin dapat diinduksi oleh infus plasma expanders yang berakibat perdarahan hebat. penggunaan preparat estrogen. Beberapa klinisi melakukan pemeriksaan Fibrinogen disertai dengan C-reactive protein (CRP) untuk menentukan resiko penyakit kardiovaskuler dan sebagai pertimbangan dalam menangani faktor resiko lainnya seperti kolesterol dan HDL. penyakit jantung. hal ini disebabkan oleh mutasi gen yang mengontrol produksi fibrinogen oleh hepar sehingga hepar memproduksi fibrinogen abnormal yang resisten terhadap degradasi saat dikonversi menjadi fibrin. digunakan reptilase sebagai pengganti thrombin (efek sama dengan thrombin tetapi tidak dihambat oleh Heparin). Penurunan fibrinogen akut disebabkan oleh peningkatan konsumsi fibrinogen seperti pada DIC. antara lain steroid anabolik. Hipertensi disertai peningkatan fibrinogen meningkatkan resiko stroke. cryoprecipitate (plasma kaya fibrinogen) atau konsentrat fibrinogen. infeksi. mengukur waktu sejak ditambahkannya thrombin sampai terbentuknya bekuan darah pada suhu 37 oC. terdapat pembentukan dan pemecahan trombus yang signifikan dalam tubuh tetapi tidak menunjukkan lokasinya. Hasil metode automatik ini sebanding metode ELISA konvensional. infark miokard. Obat-obatan tertentu dapat menurunkan kadar fibrinogen. Indikasi pemeriksaan fibrinogen adalah bila dijumpai abnormalitas PT dan APTT. umumnya kurang dari 22 detik. glomerulonephritis). Satuan untuk kadar D-dimer adalah g/L . keganasan. Fibrinogen (F I) adalah glikoprotein plasma terlarut yang disintesis oleh hepatosit dan megakariosit. kasus perdarahan yang belum diketahui penyebabnya. Bila pasien dalam terapi Heparin. trauma. trauma. androgen. Crosslinkage region tersebut memiliki struktur stereosimetrik yaitu epitop untuk antibodi monoklonal terjadi dua kali. malnutrisi). Penurunan fibrinogen kronis berkaitan dengan penurunan produksi akibat kelainan kongenital (afibrinogenemia. Pada kasus dysfibrinogenemia. Dysfibrinogenemia dapat meningkatkan resiko trombosis vena. lipemia. Dikatakan DIC bila dijumpai penurunan fibrinogen disertai pemanjangan PT atau APTT pada sepsis atau trauma. D-dimer meningkat pada post-operasi. phenobarbital. Peningkatan fibrinogen dijumpai pada infeksi akut atau kerusakan jaringan (perannya sebagai protein fase akut). Kadar D-dimer yang dihitung secaraQ otomatis dengan analyser mempunyai Cut off point 500 g/L. Peningkatan fibrinogen yang berkaitan dengan infark miokard. kontrasepsi oral. streptokinase. Fibrinogen dapat diukur dalam darah vena menggunakan sampel darah sitrate atau whole blood bila menggunakan metode viscoelastic methods seperti thrombelastometry (fungsi trombosit dihambat dengan cytochalasin D). digunakan untuk mengetahui jumlah dan kualitas fibrinogen dan konversi fibrinogen (soluble protein) menjadi fibrin (insoluble protein). asam valproat. hemolisis sampel darah.

2004 Rahajuningsih. plasma expander Dextran. New Delhi. Lippincott Williams & Wilkins. prinsip pemeriksaan dan interpretasi hasil beberapa pemeriksaan koagulasi. mengetahui efektivitas terapi fibrinolitik.Storage pool disease : penurunan kemampuan trombosit mengeluarkan substansi untuk menginduksi agregasi Gangguan fungsi trombosit didapat disebabkan oleh penyakit kronis seperti gagal ginjal (uremia). Gangguan fungsi trombosit yang bersifat sementara dijumpai pada konsumsi obat aspirin dan NSAID.Dikerjakan dalam waktu tiga jam setelah pengambilan darah karena respons PRP (trombosit rich plasma) akan menurun dalam tiga jam.Glanzman¶s thromboasthenia : penurunan kemampuan agregasi trombosit . Warfarin. karsinoma hepatoseluler. Elsevier. FKUI. kolagen. amiloidosis sistemik). Gangguan fungsi trombosit kongenital terdapat pada : . Disorders of Hemostasis and Thrombosis. misalnya pasien dengan riwayat perdarahan atau mengkonsumsi obat yang mempengaruhi kemampuan darah untuk membeku seperti aspirin dan NSAID.Sampel darah tidak hemolisis . 4. Goodnight SH. Agonist dapat berupa ADP (yang umumnya dipakai). bayi baru lahir. Persiapan pemeriksaan agregasi trombosit adalah : . Rahajuningsih. 3. . abciximab) paska stroke atau heart attack . NSAID (Ibuprofen).Deteksi resistensi aspirin . terdapat inhibitor thrombin (Hepari. beta-blocker. Philadelphia. ristocetin).000/ UL Prinsip pemeriksaan adalah perubahan transmisi cahaya (light transmittance changes). New York. transplantasi hepar. stroke) .Thrombin time digunakan mendiagnosis gangguan perdarahan. . yaitu penambahan agonist (aggregating agents) ke dalam PRP akan menginduksi terjadinya agregasi trombosit sehingga transmisi cahaya melalui PRP meningkat. 5. McGraw-Hill. Beberapa macam obat yang dapat mempengaruhi hasil adalah : Aspirin. Clinical Pathology. clpopidogrel.Skrining pasien preoperasi beresiko perdarahan selama prosedur invasif. FDP. 6. beberapa antibiotika. sirosis hepatis.Jumlah trombosit dalam PRP lebih dari 100. Hathaway WE. antihistamin. Makna Klinis dari Agregasi Trombosit. multiple myeloma. A Manual of Laboratory and Diagnostic Tests. 7th Ed. Indikasi pemeriksaan adalah : . Hemostasisdan Trombosis. DIC). Proseding Dalam : Seminar Koagulasi. Telah dibahas mengenai faktor-faktor yang berperan dalam koagulasi.Membantu diagnosis gangguan fungsi trombosit baik kongenital (Von Willebrand¶s disease) maupun didapat. Bila pasien mengkonsumsi obat tersebut. Thrombin time memanjang pada afibrinogenemia.Darah diambil dalam keadaan puasa 8 jam karena kadar lemak tinggi dalam darah akan mempengaruhi hasil. setelah operasi bypass jantung (CABG) yang berkepanjangan. pemeriksaan diulang dnegan menggunakan campuran plasma penderita dengan plasma kontrol (perbandingan 1:1) untuk mengetahui ada tidaknya inhibitor. myeloproliferative disorders (MPDS).Bernard-Soulier syndrome : penurunan kemampuan adhesi trombosit . Jakarta. thrombin. epinferin. Solo. PENUTUP Hemostasis merupakan kemampuan tubuh untuk menghentikan perdarahan dan berfungsi menjaga keenceran darah sehingga darah dapat mengalir dalam sirkulasi dengan baik. procainamide-induced anticoagulant. . Platelet aggregation test (Test agregasi trombosit) Pemeriksaan agregasi trombosit digunakan untuk mengevaluasi kemampuan trombosit untuk membentuk agregat/ clump dan mengawali terbentuknya bekuan darah. hiperlipidemia) .Deteksi faktor resiko trombosis arteri (PJK. serta membentuk thrombus sementara pada dinding pembuluh darah yang mengalami kerusakan.Monitoring fungsi trombosit selama operasi CABG (sirkulasi mekanik dengan mesin jantung-paru mengaktifkan sejumlah besar trombosit dan menyebabkan dysfungsional trombosit). 2005 Fischbach F. DAFTAR PUSTAKA 1. hipofibrinogenemia (kadar fibrinogen kurang dari 100 mg/ mL). leukemia akut. Edisi 3.Sampel darah disimpan dalam penampung plastik/ gelas berlapis silikon bertutup pada suhu kamar . 2001 Sanyal S. 2. Coagulation Analyzer. pada pasien dengan riwayat perdarahan . 2009 . Bila TT memanjang. antidepresi tricyclic.Von Willebrand¶s disease : berhubungan dengan penurunan produksi atau disfungsi faktor von Willebrand . ticlopidine. 2007 Sysmex Manual Book. dysfibrinogenemia.Monitoring terapi anti-trombosit (aspirin. kateterisasi jantung. dianjurkan berhenti dua minggu sebelum pemeriksaan.Dugaan peningkatan agregasi trombosit (DM.

download on April 29. Sawyer S. Available at URRL: http://www. APTT. 2010 11. Eby C. Laboratory Evaluation of Hemostasis. http://healthengine.rnceus. Available at URRL: http://medical-dictionary.com.com/APTT . http://www. Clinical Chemistry.cap.7. Forgie M. com/Topics/FxPlateletDisorders. Proseding dalam : Lokakarya Agregometer Chrono-Log Model 490.clearview.thefreedictionary. Evaluation of D-Dimer in the diagnosis of Suspected Deep Vein Thrombosis. 2010 . Rodger M. Protrombin time. download on May 13. Wells PS.com/science. 2003 .com/thrombin+time.html. download on June 5. 2010 8. download on May 2. Thrombin time. NEJM. http://medicaldictionary. download on June 21. 2010 >br> 14. 15. Available at URRL: http://allmedtech.org/apps/docs/cap _press/hemostasis_testing/abnormal_thrombin_time_algorithm. Birmingham. 2010 17.annals. 1997. 2010 16. download on April 11. Bleeding time.pdf . Clearview Simplify D-dimer.com/coag/coagbleed. Jakarta. 43: 1105-7 13.com/d-dimer.aspx.arupconsult. Pemeriksaan Agregasi Trombosit dengan Chrono-Log Model 490. Marques MB.thefreedictionary. 2003 9.sciencedirect.full.com/heinptctest. Available at URRL: http://www. Available at URRL http://www. Functional Platelet Disorders. In: AABB Annual Meeting.html.com/topic/bleeding-time. Riadi W.org/content/140/8/I-42. Standardization of APTT Reagents for Heparin Therapy Monitoring: Urgen or Fading Priority?. 2010 12. Available at URRL : http://www.html. Ability of Different D-Dimer Tests To Exclude Deep Venous Thrombosis and Pulmonary Embolism. http://www. Andrew DR.answers. 2010 18. download on May 7. In: PHTX 441.au/tests/blood/aptt. 2004. Available at URRL : http://www. Drugs that affect Coagulation and Integrity.html. 349 (13) : 1227-35 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful